[Author Freelance] Eomma Saranghae
Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hiuhwi, Cho Jinwoo
Author : ai
Genre : Family life
Length : Oneshoot
Annyeong! Apa kabar? Ada yang kangen? :D aku balik lagi sama ff ga jelas karyaku. Typo bertebaran yah. Selamat membaca! ^_^
*Eomma, aku sangat menyayangimu.*
Suara cicitan burung menghiasi pagi hari yang indah ini. Keluarga kecil Cho sedang asik bersantai di taman belakang rumah mereka. Sang ayah dan anak sedang asik bermain air kolam renang, dan sang ibu sedang sibuk menyirami bunga-bunga cantik yang selama ia rawat.
“Eomma!” Hiuhwi berjengit kaget saat sepasang tangan mungil memeluk kaki jenjangnya. Dia tersenyum saat melihat putranya sedang tersenyum manis.
“Kau membuat eomma terkejut, Jinwoo-ya.” Hiuhwi menunduk dan mencubit gemas hidung mungil putranya.
“Eomma, appa bilang besok kita akan pergi liburan. Eotte? Eomma bisa bukan?” Jinwoo memasang wajah imutnya.
Hiuhwi mensejajarkan tubuhnya dengan putra kecilnya. Dia mengelus rambut Jinwoo sayang. Hiuhwi merasa tidak tega menolak ajakan Jinwoo, karena sudah lama putranya itu sangat ingin berlibur bersama keluarganya.
“Hmm, sebenarnya besok eomma ada pekerjaan. Tapi, jika Jinwoo ingin pergi berlibur, baiklah.” Hiuhwi tersenyum manis.
“Jinja? Yey!” Jinwoo meloncat sangking senangnya. Dengan segera ia berlari ke ayahnya yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya dari kejauhan.
“Appa! Eomma akan ikut berlibur.” Jinwoo bertepuk tangan dengan semangat.
“Baguslah. Cah! Sekarang kita harus mempersiapkan semuanya. Kajja! Kita harus membeli makanan dan kebutuhan lainnya.” Kyuhyun menggandeng tangan mungil putranya semangat. Mereka melambaikan tangan pada Hiuhwi dan berlalu pergi.
Hiuhwi membersikan peralatan berkebunnya dan segera masuk ke dalam rumah. Dia masuk ke ruang kerjanya dan Kyuhyun. Tanpa mengganti pakaian, Hiuhwi dengan segera menekan tombol power pada laptopnya dan setelahnya ia sudah sibuk dengan dunianya.
SKIP
Dua jam berlalu dengan cepatnya. Kyuhyun dan Jinwoo menaruh barang belanjaan mereka di atas meja dapur. Jinwoo mengedarkan pandangannya. Merasa sangat sepi.
“Appa, eomma eodiga?” Jinwoo menghampiri sang ayah yang sedang membereskan barang belanjaan mereka.
“Mwo? Di taman belakang? Atau di kamar? Coba Jinwoo cari. Appa harus membereskan ini dulu.” Kyuhyun mengelus rambut Jinwoo lembut dan kembali sibuk dengan kegiatannya.
Jinwoo mencoba mencari ibunya. Dia berlari ke halaman belakang, tapi nihil. Ibunya tidak ada disana. Dia kembali berlari masuk ke dalam rumah dan bergegas ke lantai dua untuk melihat apa ibunya ada di dalam kamar atau tidak.
“Eomma?” Jinwoo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Tapi lagi-lagi dia tidak menemukan sang ibu. Jinwoo mendesah lelah, dia lelah karena harus berlari kesana-kemari untuk mencari ibunya.
Jinwoo kembali ke dapur untuk bertanya pada ayahnya. Tapi Kyuhyun sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel. Jinwoo akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali mencoba mencari ibunya.
Ceklek
Senyum mengembang di bibir Jinwoo saat melihat ibunya ada di ruang kerjanya. Dengan segera Jinwoo menghampiri Hiuhwi.
“Eomma..” Jinwoo menghentikan langkahnya saat melihat ibunya tertidur di meja kerjanya. Dengan sangat perlahan Jinwoo mendekat Hiuhwi dan melihat apa yang sedang ibunya kerjakan.
“Apa itu?” Jinwoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang ibunya kerjakan.
“Eoh, Jinwoo-ya?” Hiuhwi terbangun saat merasa ada yang sedang memperhatikannya. Dengan segera Hiuhwi merapihkan berkas-berkas penting yang belum sempat ia selesaikan.
“Eomma lelah? Kenapa tidur disini?” Jinwoo menatap Hiuhwi dengan wajah polosnya yang lucu.
“Aniya. Eomma sedang mengerjakan tugas kantor. Eomma harus menyelesaikannya sekarang. Besokkan kita akan pergi berlibur.” Hiuhwi menghampiri putranya dan menggendong bocah kecil nan imut itu.
“Apa pekerjaan eomma sangat banyak? Kenapa tidak meminta appa untuk mengurangi pekerjaan eomma?”
“Tidak boleh Jinwoo-ya, eomma harus professional. Perusahaan tidak akan maju jika semua karyawannya malas dan manja.” Hiuhwi mengacak rambut Jinwoo gemas.
“Benarkah?”
“Ne. Cah! Kajja! Kita keluar. Eomma mau lihat apa yang kalian beli. Kalian tidak boros kan?”
“Hehehe.. Itu.. Aku..” Jinwoo tersenyum tanpa dosa. Dan Hiuhwi sangat tahu apa arti dari senyum itu. Dan Hiuhwi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Memang sangat tidak bijak membiarkan putran dan suaminya berlanja.
***
Pemandangan pagi hari di pulau Jeju memang sangat indah. Pulau cantik dengan segala macam keindahan di dalamnya ini akan terlihat semakin cantik di pagi hari. Udara pagi yang sejuk dan suasana yang sangat tenang.
Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada wanita cantik yang sedang asik menikmati pemandangan di balkon kamar hotel. Wanita itu tersenyum kecil melihat tingkah sang suami.
“Aku sangat senang bisa berlibur seperti ini. sudah sangat lama sekali kita tidak seperti ini.” Kyuhyun menelusupkan wajahnya di lekukan leher Hiuhwi. Membuat sang empunya terkikik geli.
“Oppa, Jinwoo akan bertanya macam-macam jika melihatmu seperti ini.” Hiuhwi membalikkan badannya yang masih dalam dekapan Kyuhyun.
“Kau terlihat semakin kurus sayang. Banyak-banyaklah istirahat. Aku tidak mau kau jatuh sakit.” Kyuhyun mengelus pipi Hiuhwi yang terlihat lebih tirus.
“Aku baik-baik saja oppa.” Hiuhwi tersenyum manis. Mencoba meyakinkan Kyuhyun jika ia baik-baik saja. Memang, akhir-akhir ini Hiuhwi sering lembur. Pekerjaannya sangat banyak beberapa hari terakhir. Dan karena kaputusannya untuk berlibur bersama keluarga kecilnya membuatnya menunda beberapa pekerjaan lagi. Tapi Hiuhwi tidak mau membuat Kyuhyun khawatir.
“Kau selalu berkata seperti itu. Seolah-olah kau tidak akan pernah sakit.” Kyuhyun membawa Hiuhwi ke dalam pelukannya. Menghirup dalam-dalam aroma shampoo kesukaannya.
“Bukankah itu kenyataan? Apa selama ini aku pernah sakit? Meskipun aku lelah mengurus pekerjaan rumah dan kantor, di tambah dengan keributan yang kalian berdua perbuat. Aku tidak pernah sakit. Aku ini wanita kuat.” Hiuhwi terkekeh dalam pelukan. Suaranya teredam karena Kyuhyun memeluknya dengan erat.
“Baiklah, aku akui kau memang kuat. Kau bahkan tidak pernah terkena flu. Ck! Aku bingung dengan sistem imun tubuhmu. Kau manusia kan?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Hiuhwi dengan kedua tangannya.
“Yak! Lalu kau pikir aku ini apa?” Hiuhwi mempoutkan bibirnya lucu. Membuat Kyuhyun gemas melihat tingkah istri cantiknya itu.
“Hmm, entahlah. Aku rasa kau ini bidadari yang turun dari khayangan. Tidak ada wanita secantik dirimu di dunia ini.” Wajah Hiuhwi merah padam mendengarnya. Dengan cepat Hiuhwi mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau Kyuhyun menertawainya karena wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang ini.
“Aku akan membangunkan Jinwoo. Kita hanya berlibur satu hari, dan akan snagat sayang jika kita melewatinya begitu saja.” Hiuhwi melepas paksa pelukan Kyuhyun dan segera pergi. Kyuhyun hanya terkik melihat tingkah istrinya. Hiuhwi selalu seperti itu. Dia akan menghindar jika merasa malu.
***
Waktu berlalu begitu cepatnya. Matahari sudah bersiap kembali ke peraduannya. Langit senja menghiasi kota Seoul dengan cantiknya.
Keluarga kecil Cho sudah tiba di Seoul saat matahari sudah berganti tugas dengan sang rembulan. Mereka sudah menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan dan menikmati keindahan pulau Jeju. Besok, mereka harus kembali beraktifitas seperti biasa.
Jinwoo tertidur dengan lelap di pangkuan Hiuhwi. Bocah kecil itu terlihat sangat kelelahan. Dia bahkan tidak terusik sama sekali saat Hiuhwi menggendongnya untuk turun dari mobil,
SKIP
Hiuhwi mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ia melirik Kyuhyun yang sedang asik bermain dengan PSP nya sambil bersandari di headbed. Setelah selesai dengan kegiatannya, Hiuhwi berbaring di samping suaminya. Dia menaikkan selimut sampai batas dagunya.
“Oppa.” Hiuhwi menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang masih sibuk dengan dunianya.
“Hmm?” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.
“Besok aku akan ke Jinan bersama Saejin. Aku ada meeting di kantor cabang dengan manager keuangan disana.”
“Mwo?” Kyuhyun dengan segera menekan tombol ‘pause’ dan menatap Hiuhwi terkejut.
“Ne, lalu setelah itu aku akan langsung ke Busan. Aku ada janji dengan klien disana.”
“Yak! Kenapa harus besok? Kita baru pulang.” Kyuhyun menatap Hiuhwi tidak setuju.
“Aku sudah janji oppa. Aku harus professional. Ini juga demi perusahaan. Aku tidak mau nama perusahaan jelek karena ku.”
“Tapi.”
“Tolong jaga Jinwoo untuk besok saja. Aku tidak bisa menitipkannya pada Saejin karena dia akan menemaniku.” Hiuhwi memotong ucapan Kyuhyun. Dia tahu, suaminya itu tidak akan setuju.
“Hwi-ya..” Kyuhyun mendesah frustasi.
“Mungkin aku akan pulang larut. Tidak usah menungguku.” Hiuhwi menepuk bantal yang ada di sampingnya. Dan Kyuhyun membaringkan badannya tepat di samping Hiuhwi.
“Kenapa jadi terbalik seperti ini? Biasanya suami yang berkata seperti itu pada istrinya.” Gerutu Kyuhyun.
“Itu kalau keluarga normal. Keluarga kita kan tidak normal.”
“Mwo?” Hiuhwi terkikik melihat wajah aneh Kyuhyun.
“Cah, ini sudah malam. Ayo tidur.” Hiuhwi memeluk Kyuhyun dari samping. Dan Kyuhyun memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk istrinya itu dengan malam.
“Selamat malam sayang. Semoga mimpi indah.” Bisik Kyuhyun sebelum ia memejamkan matanya.
***
Waktu baru menunjukkan pukul lima pagi. Bahkan matahripun masih enggan menanpakkan dirinya. Tapi seorang wanita sudah rapih dengan pakaian kantornya. Dia terlihat sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Dia akan berangkat sangat pagi agar tidak terlambat.
Hiuhwi telah selesai menyiapkan sarapan dan dia haru berangkat sepuluh menit lagi. Sekertarisnya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Dan sekarang dia harus pamit pada anak dan suaminya.
Hiuhwi membuka dengan sangat perlahan pintu kamar putra kecilnya. Dia duduk dengan di sisi tempat tidur putranya. Hiuhwi tersenyum melihat wajah tenang putranya saat sedang tertidur. Putranya memili mata yang bulat sepertinya. Tapi memiliki wajah yang sangat dominan dengan sang ayah.
Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Merasa tidak tega meninggalkan putra kecilnya tanpa pamit. Semalam putranya sudah tertidur lelap karena kelelahan.
“Eomma kerja ya sayang. Jangan nakal ya sayang. Eomma menyayangimu.” Hiuhwi mengecup sayang dahi putranya dan segera beranjak dari sana. Masih ada satu pangeran lagi yang harus ia kunjungi.
Hiuhwi tersenyum kecil melihat suaminya yang sangat tampan. Dia bersyukur mempunyai suami sebaik Kyuhyun. Pria itu sangat mencintainya. Begitupula dengan dirinya yang sangat mencintai pria tampan itu.
“Oppa, aku pamit ya. Jangan lupa makan siang. Aku mencintaimu.” Hiuhwi mengecup pipi sang suami dan pergi. Dia sudah mendapat pesan jika sekertarisnya sudah berada di depan rumahnya.
***
Tidak ada yang berubah pada hari ini. Sama seperi hari-hari biasanya, orang-orang terlihat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Jalanan kota Seoul tetap padat dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang. Hanya saja ada yang berbeda dengan suasana di sebuah ruangan di sebuah perusahaan besar yang ada di Seoul. Tidak ada keributan seperti biasanya. Hanya desahan-desahan kesal dan frustasi yang terdengar.
“Appa, aku merindukan eomma. Kapan eomma pulang?” Jinwoo menatapa ayahnya dengan wajah lesu. Dia tidak menemukan ibunya saat bangun tadi pagi. Dan ia semakin sedih saat mengetahui ibunya pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.
“Eomma akan pulang larut malam.” Jawab Kyuhyun dengan pelan. Pria itu juga sedang kesal menunggu kabar dari sang istri. Sudah sejak pagi, istrinya tidak membalas pesannya. Apa sesibuk itu?
“Appa, cepat telepon eomma.” Jinwoo beranjak dari duduknya, dia menghampiri sang ayah.
“Eommamu sedang sibuk Jinwoo-ya. Dia bahkan tidak bisa membalas pesan appa. Kita tidak boleh mengganggu eommamu.” Kyuhyun membawa putra kecilnya ke pangkuannya. Dia mengelus sayang rambut putranya.
“Tapi Jinwoo ingin mendengar suara eomma. Eomma bahkan pergi tanpa pamit pada Jinwoo.”
“Tapi eommamu sedang tidak bisa diganggu saat ini. Nanti appa akan mengirim pesan agar eommamu menghubungi kita jika dia sudah tidak sibuk.”
Jinwoo menatap ayahnya kesal, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti usulan sang ayah.
“Baiklah. Tapi appa, bisakah kita makan siang? Aku sangat lapar. Tidak ada eomma yang biasa menyiapkan bekal makan siang.” Jinwoo turun dari pangkuan Kyuhyun dan mengambil PSPnya yang ia letakkan di sofa.
“Ah! Appa lupa! Kajja! Jinwoo mau makan apa?” Kyuhyun menutup laptopnya dan bergegas menyusul putranya yang sudah berdiri di depan pintu.
“Apapun yang appa inginkan.” Jinwoo menggedikkan bahunya.
“Cah, kajja!”
Kyuhyun dan Jinwoo berjalan beriringan menuju lobby. Sesekali mereka menyapa karyawan yang berpapasan dengan mereka.
“Sajangnim!” Kyuhyun menghentikan langkahnya saat seorang pria paruh baya setengah berlari menghampirinya.
“Jang ahjussi? Ada apa?” Kyuhyun mengerenyit heran melihat pria yang bekerja sebagai supir pribadi kantornya itu terlihat sangat tergesa-gesa.
“Ini, ini ponsel Manager Lee. Ponselnya tertinggal di dalam mobil saat perjalan menuju bandara.” Kim ahjussi memberikan Kyuhyun sebuah ponsel berwarna pink, dan Kyuhyun sangat hafal dengan gantungan ponsel itu. Kyuhyun menggeram kesal melihat kecerobohan istrinya.
“Jadi, sekarang dimana Manager Lee?” Kyuhyun bertanya setelah mengambil ponsel itu.
“Manager Lee dan nona Saejin sudah sampai di Busan. Tadi Manager Lee menghubungi saya agar memberikan ponsel ini pada sajangnim.”
“Baiklah, terimakasih banyak ahjussi.”
“Ya sajangnim, saya permisi.” Kim ahjussi membungkuk dan berlalu pergi. Sedangkan Kyuhyun dan Jinwoo masih menatap ponsel itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
“Appa, ternyata eomma bisa melakukan hal ceroboh.” Komentar Jinwoo dengan menggelengkan kepalanya.
“Eommamu kali ini sangat ceroboh.”
^^^
Sunyi senyap sangat terasa di dalam rumah yang hanya berisikan dua makhluk tampan. Keduanya sedang duduk bersandar di sofa ruang tengah rumah mereka. Namja yang lebih kecil terlihat beberapa kali menguap. Matanya terlihat memerah karena menahan kantuk.
“Jinwoo sudah mengantuk. Kajja tidur, appa akan menemani Jinwoo.” Kyuhyun menatap putranya iba. Bocah kecil itu sudah melewati jam tidurnya. Sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan istrinya itu belum juga pulang.
“Aniya, Jinwoo ingin menunggu eomma. Jinwoo akan marah pada eomma.” Jinwoo menggelengkan kepalanya keras kepala.
“Jinwoo bisa marah besok. Jinwoo yang akan terkena marah eomma jika eomma tahu Jinwoo belum tidur.” Kyuhyun mengelus rambut ikal putranya. Bocah kecil itu terlihat berfikir, lalu dia merubah posisinya. Jinwoo mengambil bantal sofa dan tidur di sofa yang lebih panjang.
“Aku tidur disini saja. Aku ingin menemani appa menunggu eomma.” Jinwoo memasang wajah imutnya. Dan Kyuhyun sangat tidak bisa menolak permintaan putranya jika sudah begini.
“Baiklah.” Kyuhyun menghampiri putranya dan menepuk-nepuk pelan tangan putranya sambil bersenandung kecil. Jinwoo sangat senang saat ayahnya itu menyanyikan lagu untuknya sebelum ia tidur.
SKIP
Hiuhwi memasuki rumahnya dengan lemas. Tulangnya terasa akan patah saat ini juga. Seharian ini menghabiskan harinya di perjalanan. Memang sangat melelahkan harus pulang pergi untuk urusan bisnis seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, suami tercintanya tidak mengizinkannya untuk sekedar bermalam di Busan.
Hiuhwi melepas wedges nya dan memakai sandal rumah miliknya. Ia rasa dua pangerannya sudah tidur dengan tenang. Jelas saja, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Hiuhwi melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, bermaksud mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang pegal-pegal.
Langkah Hiuhwi terhenti saat melihat dua namja yang sangat ia cintai tertidur dengan lelap di sofa ruang tengah. Putranya itu tidur dengan nyaman di sofa panjang, sedangkan suaminya itu tidur dengan posisi duduk di samping putranya. Mereka sepertinya menunggu Hiuhwi pulang.
Dengan perlahan, Hiuhwi menghampiri keduanya. Hiuhwi merasa bersalah pada kedua namja tampan itu. Mereka pasti sangat mengkhawatirkan Hiuhwi.
“Maaf eomma tidak bisa mengantar dan menjemputmu sekolah hari ini Jinwoo-ya. Eomma sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup sayang kepala putranya. Lalu Hiuhwi mengalihkan pandangannya pada suaminya.
“Oppa, mianhae. Oppa pasti marah karena aku sangat ceroboh sampai meninggalkan ponselku di mobil. Aku sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup pipi Kyuhyun.
“Eungh.. Kau sudah pulang?” Kyuhyun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sedari tadi pria itu cemas dengan keadaan istri tercintanya.
“Maaf mengganggu tidurmu.” Hiuhwi tersenyum manis.
“Gwenchana. Ah, badanku sakit. Kajja, kita ke kamar. Jinwoo akan sakit badan jika tidur disini.” Kyuhyun dengan perlahan menggendong putranya yang sudah tidur dengan lelap. Dan mereka akhirnya pergi ke kamar mereka setelah menidurkan Jinwoo di kamarnya.
^^^
Sinar matahari menembus celah-celah jendela kamar Kyu-Hwi bertanda jika hari sudah pagi. Seorang namja baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Dia menatap jam yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Sudah jam setengah tujuh pagi, tapi kenapa istrinya itu belum juga bangun? Biasanya Hiuhwi yang akan membangunkan mereka dan sudah siap dengan sarapan.
Hiuhwi menghampiri kasurnya dan melihat istrinya itu masih tertidur lelap. Mungkin dia lelah. Pikir Kyuhyun. Kyuhyun memilih untuk tidak membangunkan istrinya. Ia rasa Hiuhwi butuh istirahat. Akhir-akhir ini pekerjaan Hiuhwi sangat menyita waktu istirahat istrinya itu.
Brakk
Kyuhyun berjengit saat pintu kamarnya terbuka dengan kasar. Disana muncul makhluk kecil yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya sedang bertolak pinggang di depan pintu. Lalu bocah kecil itu berlari dengan cepat menghampiri ayahnya yang masih terkejut.
“Appa! Kenapa tidak membangunkanku? Aku jadi tidak bisa bertemu dengan eomma. Sekarang eomma pasti sudah pergi kerja lagi bukan? Kenapa eomma tidak membangunkanku lagi pagi ini?” Jinwoo berteriak dengan kesal. Wajahnya terlihat sangat lucu di mata Kyuhyun.
“Kau yakin akan bangun jika appa membangunkanmu tadi malam? Eomma pulang jam satu malam.” Kyuhyun menggoda putra kecilnya itu. Dia sangat senang melihat wajah kesal Jinwoo.
“Mwo? Kenapa malam sekali? Dan sekarang eomma sudah pergi ke kantor? Apa eomma tidak lelah?” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata bulatnya.
Kyuhyun menggeser tubuhnya. Dan Jinwoo dapat melihat seorang wanita yang masih terlelap disana. Lalu dengan sengit kembali menatap ayahnya.
“Kenapa tidak mengatakan jika eomma masih tidur?” Jinwoo mendelik pada Kyuhyun.
“Jinwoo tidak bertanya.” Kyuhyun berlalu dari sana. Dia harus segera memakai seragamnya jika tidak mau terlambat.
Jinwoo dengan cepat menaiki kasur dan memeluk ibunya erat. Ia memanggil-manggil ibunya dengan suara yang pelan tepat di telinga Hiuhwi. Dan Hiuhwi yang merasa terusik akhirnya dengan berat hati membuka matanya yang terasa sangat berat.
“Eomma!” Jinwoo tersenyum senang saat melihat eommanya membuka matanya.
“Jinwoo-ya.” Hiuhwi tersenyum kecil melihat putra tampannya yang sudah rapih dengan seragamnya. Tapi senyum Hiuhwi menghilang saat merasa kepalanya terasa sangat pusing. Badan Hiuhwi juga terasa dingin, dan sakit.
“Eomma wae?” Jinwoo menatap ibunya khawatir melihat wajah Hiuhwi yang berubah, seperti menahan sakit. Jinwoo juga baru menyadari jika ibunya terlihat lebih pucat.
“Gwenchana Jinwoo-ya. Eomma hanya lelah.” Suara Hiuhwi terdengar sangat serak. Ia merasa sangat lemas walau hanya untuk sekedar berbicara.
“Appa!” Jinwoo menghampiri Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan setelan kantornya.
“Wae?” Kyuhyun menatap putranya heran. Bocah kecil itu terlihat panik.
“Eomma, eomma sakit.” Jinwoo menarik tangan Kyuhyun untuk segera menghampiri ibunya. Dan Kyuhyun dengan segera menghampiri istrinya.
“Eomma, eomma ireona.” Jinwoo mengguncang tubuh Hiuhwi yang sudah kembali memejamkan matanya. Wanita itu tidak kunjung membuka matanya meski Jinwoo mengguncang tubunhya dengan sedikit kasar.
“Appa! Eomma pingsan!” Jinwoo berteriak pada ayahnya yang menatap istrinya khawatir. Dan dengan cepat Kyuhyun mengangkat tubuh Hiuhwi dan bergegas pergi ke rumah sakit.
SKIP
Kyuhyun dan Jinwoo menatap Hiuhwi sendu. Ini batas akhir kekuatan tubuh Hiuhwi. Wanita itu terlalu memaksakan tubuhnya untuk bekerja terlalu keras. Sudah sejak dua jam yang lalu Hiuhwi tidak kunjung membuka matanya. Wanita itu masih betah berada di alam mimpinya.
“Appa.” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata memerah. Bocah kecil itu sedari tadi menahan air matanya.
“Ya sayang?” Kyuhyun mengusap sayang rambut Jinwoo. Pria itu tahu jika putranya itu sangat khawatir dengan ibunya.
“Kenapa aku harus merasakan hal seperti ini dua kali? Dulu, saat appa sakit, aku sangat khawatir. Kenapa sekarang eomma juga harus sakit? Hiks.” Jinwoo memeluk ayahnya erat. Air matanya sudah membasahi wajah imutnya.
“Ssstt.. Jinwoo tidak bolah menangis. Jinwoo itu namja, namja tidak boleh menangis. Ara?” Kyuhyun mengahpus air mata putranya dengan lembut. Dia merasa sedih melihat putra kecilnya menangis.
“Kenapa eomma harus sakit? Seharusnya eomma istirahat jika merasa lelah. Eomma juga manusia biasa yang akan sakit jika terlalu lelah. Eomma selalu menyuruh Jinwoo untuk selalu istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi, tapi eomma bahkan tidak makan seharian kemarin.” Jinwoo terisak di dalam pelukan ayahnya.
“Eomma pasti sangat sibuk kemarin. Sudah, Jinwoo tidak boleh menangis lagi. Saat eomma bangun nanti, Jinwoo harus katakan pada eomma agar selalu makan tepat waktu. Oke?” Kyuhyun mencubit pipi chubby putranya gemas. Bocah kecil itu mengangguk patuh.
“Terimakasih sayang.” Jinwoo menoleh dengan terkejut saat mendengar suara lemah milik ibunya. Dan ia dengan cepat turun dari pangkuan sanga ayah dan naik ke ranjang rawat sang ibu.
“Eomma!” Jinwoo memeluk Hiuhwi erat. Dia sangat merindukan ibunya ini. Jinwoo sangat khawatir saat melihat wajah pucat ibunya tadi pagi./
“Jinwoo merindukan eomma, eoh?” Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Dia tersenyum pada Kyuhyun yang menatapnya kesal. Hiuhwi rasa ia akan mendapat ceramah panjang dari suami tampannya.
“Sangat. Jinwoo sangat merindukan eomma. Kenapa pergi tanpa pamit pada Jinwoo?” Jinwoo mempoutkan bibirnya lucu.
“Maaf sayang, eomma pergi pagi-pagi sekali. Pasti Jinwoo akan marah jika eomma membangunkan Jinwoo.”
“Seharusnya eomma tetap membangunkanku. Aku sangat merindukan eomma. Bahkan eomma meninggalkan ponsel eomma di mobil. Eomma tahu, appa juga sangat marah pada eomma.” Hiuhwi melirik Kyuhyun yang masih menatapnya tajam.
“Eomma tahu, eomma rasa eomma tidak akan selamat kali ini.” Hiuhwi meringis membayangkan Kyuhyun akan benar-benar memarahinya seharian.
“Lain kali eomma tidak boleh ceroboh. Eomma harus selalu makan tepat waktu. Eomma mengerti?” Hiuhwi terkekeh melihat putranya. Jinwoo terlihat seperti sedang memarahi seorang anak kecil.
“Ne Jinwoo harabeoji.”
“Ya! Eomma!” Hiuhwi tertawa pelan. Dia sangat senang menggoda putra kecilnya saat sedang seeperti ini.
Hiuhwi kini beralih menatap Kyuhyun. Pria itu sedari tadi tidak mengeluarkan suara apapun. Hanya diam menatap putra dan istrinya.
“Oppa, mianhae.” Hiuhwi menatap Kyuhyun takut-takut. Dia sangat takut jika Kyuhyun sudah marah. Pria itu akan sangat terlihat mengerikan, walau tetap saja tampan.
“Kita harus bicara berdua setelah kau sembuh.” Ucap Kyuhyun dengan nada datar. Wajahnya juga sangat datar, tanpa ekspresi.
“Oppa..” Hiuhwi merengek pada suaminya. Jujur, Hiuhwi takut Kyuhyun yang seperti ini. Sedangkan Kyuhyun hanya diam, dia memilih mengalihkan pandangannya.
“Kalian berdua kenapa?” Jinwoo menatap bingung ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya terlihat seperti anak kecil yang sedang bertengkar.
“Jinwoo, tolong eomma. Appamu marah pada eomma.” Hiuhwi merengek pada Jinwoo. Di saat seperti ini, Jinwoo adalah senjata andalannya.
“Appa! Appa tidak boleh marah pada eomma!” Hiuhwi tersenyum kecil. Jinwoo akan selalu berpihak padanya di saat seperti ini.
“Mwo? Dasar bocah licik! Kemarin kau bilang kau akan marah pada eommamu, tapi skearang kalian berdua malah bersekongkol. Ini tidak adil!” Kyuhyun menatap putra dan istrinya tidak terima. Dia selalu saja disalahkan dan tidak ada yang membelanya.
“Eomma sedang sakit. Appa tidak boleh marah pada eomma. Bagaimana jika sakit eomma semakin parah?” Hiuhwi mengangguk setuju.
“Ck! itu berlebihan Jinwoo-ya.” Kyuhyun mendnegus kesal.
“Appa harus minta maaf.” Jinwoo melipat kedua tangannya di depan dada.
“Kenapa tidak ada yang pernah membelaku? Kalian berdua curang!” Kyuhyun menatap kesal sepasang ibu dan anak yang sedang tersenyum senang di depannya.
“Tentu saja aku akan membela eomma. Anak laki-laki selalu membela eommanya.”
“Baiklah, Hiuhwi-ya, setelah kau sembuh, kita harus membuat anak yeoja, supaya ada yang membelaku nanti.” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
“Yak! Cho Kyuhyun!” Hiuhwi membelalakkan matanya mendengar ucapan frontal suaminya. Sedangkan Kyuhyun hanya terkikik mendnegar teriakan istrinya.
“Eomma, eomma harus cepat sembuh. Jinwoo menyayangi eomma.” Jinwoo kembali memeluk Hiuhwi erat.
“Ya sayang. Eomma juga sangat menyayangimu.”
END
Jelek? Aneh? Ga asik? Banget.. :D makasih yang udah mau baca ff abstrak ini. terimakasih banyak J
Author : ai
Genre : Family life
Length : Oneshoot
Annyeong! Apa kabar? Ada yang kangen? :D aku balik lagi sama ff ga jelas karyaku. Typo bertebaran yah. Selamat membaca! ^_^
*Eomma, aku sangat menyayangimu.*
Suara cicitan burung menghiasi pagi hari yang indah ini. Keluarga kecil Cho sedang asik bersantai di taman belakang rumah mereka. Sang ayah dan anak sedang asik bermain air kolam renang, dan sang ibu sedang sibuk menyirami bunga-bunga cantik yang selama ia rawat.
“Eomma!” Hiuhwi berjengit kaget saat sepasang tangan mungil memeluk kaki jenjangnya. Dia tersenyum saat melihat putranya sedang tersenyum manis.
“Kau membuat eomma terkejut, Jinwoo-ya.” Hiuhwi menunduk dan mencubit gemas hidung mungil putranya.
“Eomma, appa bilang besok kita akan pergi liburan. Eotte? Eomma bisa bukan?” Jinwoo memasang wajah imutnya.
Hiuhwi mensejajarkan tubuhnya dengan putra kecilnya. Dia mengelus rambut Jinwoo sayang. Hiuhwi merasa tidak tega menolak ajakan Jinwoo, karena sudah lama putranya itu sangat ingin berlibur bersama keluarganya.
“Hmm, sebenarnya besok eomma ada pekerjaan. Tapi, jika Jinwoo ingin pergi berlibur, baiklah.” Hiuhwi tersenyum manis.
“Jinja? Yey!” Jinwoo meloncat sangking senangnya. Dengan segera ia berlari ke ayahnya yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya dari kejauhan.
“Appa! Eomma akan ikut berlibur.” Jinwoo bertepuk tangan dengan semangat.
“Baguslah. Cah! Sekarang kita harus mempersiapkan semuanya. Kajja! Kita harus membeli makanan dan kebutuhan lainnya.” Kyuhyun menggandeng tangan mungil putranya semangat. Mereka melambaikan tangan pada Hiuhwi dan berlalu pergi.
Hiuhwi membersikan peralatan berkebunnya dan segera masuk ke dalam rumah. Dia masuk ke ruang kerjanya dan Kyuhyun. Tanpa mengganti pakaian, Hiuhwi dengan segera menekan tombol power pada laptopnya dan setelahnya ia sudah sibuk dengan dunianya.
SKIP
Dua jam berlalu dengan cepatnya. Kyuhyun dan Jinwoo menaruh barang belanjaan mereka di atas meja dapur. Jinwoo mengedarkan pandangannya. Merasa sangat sepi.
“Appa, eomma eodiga?” Jinwoo menghampiri sang ayah yang sedang membereskan barang belanjaan mereka.
“Mwo? Di taman belakang? Atau di kamar? Coba Jinwoo cari. Appa harus membereskan ini dulu.” Kyuhyun mengelus rambut Jinwoo lembut dan kembali sibuk dengan kegiatannya.
Jinwoo mencoba mencari ibunya. Dia berlari ke halaman belakang, tapi nihil. Ibunya tidak ada disana. Dia kembali berlari masuk ke dalam rumah dan bergegas ke lantai dua untuk melihat apa ibunya ada di dalam kamar atau tidak.
“Eomma?” Jinwoo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Tapi lagi-lagi dia tidak menemukan sang ibu. Jinwoo mendesah lelah, dia lelah karena harus berlari kesana-kemari untuk mencari ibunya.
Jinwoo kembali ke dapur untuk bertanya pada ayahnya. Tapi Kyuhyun sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel. Jinwoo akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali mencoba mencari ibunya.
Ceklek
Senyum mengembang di bibir Jinwoo saat melihat ibunya ada di ruang kerjanya. Dengan segera Jinwoo menghampiri Hiuhwi.
“Eomma..” Jinwoo menghentikan langkahnya saat melihat ibunya tertidur di meja kerjanya. Dengan sangat perlahan Jinwoo mendekat Hiuhwi dan melihat apa yang sedang ibunya kerjakan.
“Apa itu?” Jinwoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang ibunya kerjakan.
“Eoh, Jinwoo-ya?” Hiuhwi terbangun saat merasa ada yang sedang memperhatikannya. Dengan segera Hiuhwi merapihkan berkas-berkas penting yang belum sempat ia selesaikan.
“Eomma lelah? Kenapa tidur disini?” Jinwoo menatap Hiuhwi dengan wajah polosnya yang lucu.
“Aniya. Eomma sedang mengerjakan tugas kantor. Eomma harus menyelesaikannya sekarang. Besokkan kita akan pergi berlibur.” Hiuhwi menghampiri putranya dan menggendong bocah kecil nan imut itu.
“Apa pekerjaan eomma sangat banyak? Kenapa tidak meminta appa untuk mengurangi pekerjaan eomma?”
“Tidak boleh Jinwoo-ya, eomma harus professional. Perusahaan tidak akan maju jika semua karyawannya malas dan manja.” Hiuhwi mengacak rambut Jinwoo gemas.
“Benarkah?”
“Ne. Cah! Kajja! Kita keluar. Eomma mau lihat apa yang kalian beli. Kalian tidak boros kan?”
“Hehehe.. Itu.. Aku..” Jinwoo tersenyum tanpa dosa. Dan Hiuhwi sangat tahu apa arti dari senyum itu. Dan Hiuhwi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Memang sangat tidak bijak membiarkan putran dan suaminya berlanja.
***
Pemandangan pagi hari di pulau Jeju memang sangat indah. Pulau cantik dengan segala macam keindahan di dalamnya ini akan terlihat semakin cantik di pagi hari. Udara pagi yang sejuk dan suasana yang sangat tenang.
Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada wanita cantik yang sedang asik menikmati pemandangan di balkon kamar hotel. Wanita itu tersenyum kecil melihat tingkah sang suami.
“Aku sangat senang bisa berlibur seperti ini. sudah sangat lama sekali kita tidak seperti ini.” Kyuhyun menelusupkan wajahnya di lekukan leher Hiuhwi. Membuat sang empunya terkikik geli.
“Oppa, Jinwoo akan bertanya macam-macam jika melihatmu seperti ini.” Hiuhwi membalikkan badannya yang masih dalam dekapan Kyuhyun.
“Kau terlihat semakin kurus sayang. Banyak-banyaklah istirahat. Aku tidak mau kau jatuh sakit.” Kyuhyun mengelus pipi Hiuhwi yang terlihat lebih tirus.
“Aku baik-baik saja oppa.” Hiuhwi tersenyum manis. Mencoba meyakinkan Kyuhyun jika ia baik-baik saja. Memang, akhir-akhir ini Hiuhwi sering lembur. Pekerjaannya sangat banyak beberapa hari terakhir. Dan karena kaputusannya untuk berlibur bersama keluarga kecilnya membuatnya menunda beberapa pekerjaan lagi. Tapi Hiuhwi tidak mau membuat Kyuhyun khawatir.
“Kau selalu berkata seperti itu. Seolah-olah kau tidak akan pernah sakit.” Kyuhyun membawa Hiuhwi ke dalam pelukannya. Menghirup dalam-dalam aroma shampoo kesukaannya.
“Bukankah itu kenyataan? Apa selama ini aku pernah sakit? Meskipun aku lelah mengurus pekerjaan rumah dan kantor, di tambah dengan keributan yang kalian berdua perbuat. Aku tidak pernah sakit. Aku ini wanita kuat.” Hiuhwi terkekeh dalam pelukan. Suaranya teredam karena Kyuhyun memeluknya dengan erat.
“Baiklah, aku akui kau memang kuat. Kau bahkan tidak pernah terkena flu. Ck! Aku bingung dengan sistem imun tubuhmu. Kau manusia kan?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Hiuhwi dengan kedua tangannya.
“Yak! Lalu kau pikir aku ini apa?” Hiuhwi mempoutkan bibirnya lucu. Membuat Kyuhyun gemas melihat tingkah istri cantiknya itu.
“Hmm, entahlah. Aku rasa kau ini bidadari yang turun dari khayangan. Tidak ada wanita secantik dirimu di dunia ini.” Wajah Hiuhwi merah padam mendengarnya. Dengan cepat Hiuhwi mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau Kyuhyun menertawainya karena wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang ini.
“Aku akan membangunkan Jinwoo. Kita hanya berlibur satu hari, dan akan snagat sayang jika kita melewatinya begitu saja.” Hiuhwi melepas paksa pelukan Kyuhyun dan segera pergi. Kyuhyun hanya terkik melihat tingkah istrinya. Hiuhwi selalu seperti itu. Dia akan menghindar jika merasa malu.
***
Waktu berlalu begitu cepatnya. Matahari sudah bersiap kembali ke peraduannya. Langit senja menghiasi kota Seoul dengan cantiknya.
Keluarga kecil Cho sudah tiba di Seoul saat matahari sudah berganti tugas dengan sang rembulan. Mereka sudah menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan dan menikmati keindahan pulau Jeju. Besok, mereka harus kembali beraktifitas seperti biasa.
Jinwoo tertidur dengan lelap di pangkuan Hiuhwi. Bocah kecil itu terlihat sangat kelelahan. Dia bahkan tidak terusik sama sekali saat Hiuhwi menggendongnya untuk turun dari mobil,
SKIP
Hiuhwi mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ia melirik Kyuhyun yang sedang asik bermain dengan PSP nya sambil bersandari di headbed. Setelah selesai dengan kegiatannya, Hiuhwi berbaring di samping suaminya. Dia menaikkan selimut sampai batas dagunya.
“Oppa.” Hiuhwi menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang masih sibuk dengan dunianya.
“Hmm?” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.
“Besok aku akan ke Jinan bersama Saejin. Aku ada meeting di kantor cabang dengan manager keuangan disana.”
“Mwo?” Kyuhyun dengan segera menekan tombol ‘pause’ dan menatap Hiuhwi terkejut.
“Ne, lalu setelah itu aku akan langsung ke Busan. Aku ada janji dengan klien disana.”
“Yak! Kenapa harus besok? Kita baru pulang.” Kyuhyun menatap Hiuhwi tidak setuju.
“Aku sudah janji oppa. Aku harus professional. Ini juga demi perusahaan. Aku tidak mau nama perusahaan jelek karena ku.”
“Tapi.”
“Tolong jaga Jinwoo untuk besok saja. Aku tidak bisa menitipkannya pada Saejin karena dia akan menemaniku.” Hiuhwi memotong ucapan Kyuhyun. Dia tahu, suaminya itu tidak akan setuju.
“Hwi-ya..” Kyuhyun mendesah frustasi.
“Mungkin aku akan pulang larut. Tidak usah menungguku.” Hiuhwi menepuk bantal yang ada di sampingnya. Dan Kyuhyun membaringkan badannya tepat di samping Hiuhwi.
“Kenapa jadi terbalik seperti ini? Biasanya suami yang berkata seperti itu pada istrinya.” Gerutu Kyuhyun.
“Itu kalau keluarga normal. Keluarga kita kan tidak normal.”
“Mwo?” Hiuhwi terkikik melihat wajah aneh Kyuhyun.
“Cah, ini sudah malam. Ayo tidur.” Hiuhwi memeluk Kyuhyun dari samping. Dan Kyuhyun memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk istrinya itu dengan malam.
“Selamat malam sayang. Semoga mimpi indah.” Bisik Kyuhyun sebelum ia memejamkan matanya.
***
Waktu baru menunjukkan pukul lima pagi. Bahkan matahripun masih enggan menanpakkan dirinya. Tapi seorang wanita sudah rapih dengan pakaian kantornya. Dia terlihat sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Dia akan berangkat sangat pagi agar tidak terlambat.
Hiuhwi telah selesai menyiapkan sarapan dan dia haru berangkat sepuluh menit lagi. Sekertarisnya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Dan sekarang dia harus pamit pada anak dan suaminya.
Hiuhwi membuka dengan sangat perlahan pintu kamar putra kecilnya. Dia duduk dengan di sisi tempat tidur putranya. Hiuhwi tersenyum melihat wajah tenang putranya saat sedang tertidur. Putranya memili mata yang bulat sepertinya. Tapi memiliki wajah yang sangat dominan dengan sang ayah.
Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Merasa tidak tega meninggalkan putra kecilnya tanpa pamit. Semalam putranya sudah tertidur lelap karena kelelahan.
“Eomma kerja ya sayang. Jangan nakal ya sayang. Eomma menyayangimu.” Hiuhwi mengecup sayang dahi putranya dan segera beranjak dari sana. Masih ada satu pangeran lagi yang harus ia kunjungi.
Hiuhwi tersenyum kecil melihat suaminya yang sangat tampan. Dia bersyukur mempunyai suami sebaik Kyuhyun. Pria itu sangat mencintainya. Begitupula dengan dirinya yang sangat mencintai pria tampan itu.
“Oppa, aku pamit ya. Jangan lupa makan siang. Aku mencintaimu.” Hiuhwi mengecup pipi sang suami dan pergi. Dia sudah mendapat pesan jika sekertarisnya sudah berada di depan rumahnya.
***
Tidak ada yang berubah pada hari ini. Sama seperi hari-hari biasanya, orang-orang terlihat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Jalanan kota Seoul tetap padat dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang. Hanya saja ada yang berbeda dengan suasana di sebuah ruangan di sebuah perusahaan besar yang ada di Seoul. Tidak ada keributan seperti biasanya. Hanya desahan-desahan kesal dan frustasi yang terdengar.
“Appa, aku merindukan eomma. Kapan eomma pulang?” Jinwoo menatapa ayahnya dengan wajah lesu. Dia tidak menemukan ibunya saat bangun tadi pagi. Dan ia semakin sedih saat mengetahui ibunya pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.
“Eomma akan pulang larut malam.” Jawab Kyuhyun dengan pelan. Pria itu juga sedang kesal menunggu kabar dari sang istri. Sudah sejak pagi, istrinya tidak membalas pesannya. Apa sesibuk itu?
“Appa, cepat telepon eomma.” Jinwoo beranjak dari duduknya, dia menghampiri sang ayah.
“Eommamu sedang sibuk Jinwoo-ya. Dia bahkan tidak bisa membalas pesan appa. Kita tidak boleh mengganggu eommamu.” Kyuhyun membawa putra kecilnya ke pangkuannya. Dia mengelus sayang rambut putranya.
“Tapi Jinwoo ingin mendengar suara eomma. Eomma bahkan pergi tanpa pamit pada Jinwoo.”
“Tapi eommamu sedang tidak bisa diganggu saat ini. Nanti appa akan mengirim pesan agar eommamu menghubungi kita jika dia sudah tidak sibuk.”
Jinwoo menatap ayahnya kesal, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti usulan sang ayah.
“Baiklah. Tapi appa, bisakah kita makan siang? Aku sangat lapar. Tidak ada eomma yang biasa menyiapkan bekal makan siang.” Jinwoo turun dari pangkuan Kyuhyun dan mengambil PSPnya yang ia letakkan di sofa.
“Ah! Appa lupa! Kajja! Jinwoo mau makan apa?” Kyuhyun menutup laptopnya dan bergegas menyusul putranya yang sudah berdiri di depan pintu.
“Apapun yang appa inginkan.” Jinwoo menggedikkan bahunya.
“Cah, kajja!”
Kyuhyun dan Jinwoo berjalan beriringan menuju lobby. Sesekali mereka menyapa karyawan yang berpapasan dengan mereka.
“Sajangnim!” Kyuhyun menghentikan langkahnya saat seorang pria paruh baya setengah berlari menghampirinya.
“Jang ahjussi? Ada apa?” Kyuhyun mengerenyit heran melihat pria yang bekerja sebagai supir pribadi kantornya itu terlihat sangat tergesa-gesa.
“Ini, ini ponsel Manager Lee. Ponselnya tertinggal di dalam mobil saat perjalan menuju bandara.” Kim ahjussi memberikan Kyuhyun sebuah ponsel berwarna pink, dan Kyuhyun sangat hafal dengan gantungan ponsel itu. Kyuhyun menggeram kesal melihat kecerobohan istrinya.
“Jadi, sekarang dimana Manager Lee?” Kyuhyun bertanya setelah mengambil ponsel itu.
“Manager Lee dan nona Saejin sudah sampai di Busan. Tadi Manager Lee menghubungi saya agar memberikan ponsel ini pada sajangnim.”
“Baiklah, terimakasih banyak ahjussi.”
“Ya sajangnim, saya permisi.” Kim ahjussi membungkuk dan berlalu pergi. Sedangkan Kyuhyun dan Jinwoo masih menatap ponsel itu dengan pandangan yang sulit diartikan.
“Appa, ternyata eomma bisa melakukan hal ceroboh.” Komentar Jinwoo dengan menggelengkan kepalanya.
“Eommamu kali ini sangat ceroboh.”
^^^
Sunyi senyap sangat terasa di dalam rumah yang hanya berisikan dua makhluk tampan. Keduanya sedang duduk bersandar di sofa ruang tengah rumah mereka. Namja yang lebih kecil terlihat beberapa kali menguap. Matanya terlihat memerah karena menahan kantuk.
“Jinwoo sudah mengantuk. Kajja tidur, appa akan menemani Jinwoo.” Kyuhyun menatap putranya iba. Bocah kecil itu sudah melewati jam tidurnya. Sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan istrinya itu belum juga pulang.
“Aniya, Jinwoo ingin menunggu eomma. Jinwoo akan marah pada eomma.” Jinwoo menggelengkan kepalanya keras kepala.
“Jinwoo bisa marah besok. Jinwoo yang akan terkena marah eomma jika eomma tahu Jinwoo belum tidur.” Kyuhyun mengelus rambut ikal putranya. Bocah kecil itu terlihat berfikir, lalu dia merubah posisinya. Jinwoo mengambil bantal sofa dan tidur di sofa yang lebih panjang.
“Aku tidur disini saja. Aku ingin menemani appa menunggu eomma.” Jinwoo memasang wajah imutnya. Dan Kyuhyun sangat tidak bisa menolak permintaan putranya jika sudah begini.
“Baiklah.” Kyuhyun menghampiri putranya dan menepuk-nepuk pelan tangan putranya sambil bersenandung kecil. Jinwoo sangat senang saat ayahnya itu menyanyikan lagu untuknya sebelum ia tidur.
SKIP
Hiuhwi memasuki rumahnya dengan lemas. Tulangnya terasa akan patah saat ini juga. Seharian ini menghabiskan harinya di perjalanan. Memang sangat melelahkan harus pulang pergi untuk urusan bisnis seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, suami tercintanya tidak mengizinkannya untuk sekedar bermalam di Busan.
Hiuhwi melepas wedges nya dan memakai sandal rumah miliknya. Ia rasa dua pangerannya sudah tidur dengan tenang. Jelas saja, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Hiuhwi melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, bermaksud mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang pegal-pegal.
Langkah Hiuhwi terhenti saat melihat dua namja yang sangat ia cintai tertidur dengan lelap di sofa ruang tengah. Putranya itu tidur dengan nyaman di sofa panjang, sedangkan suaminya itu tidur dengan posisi duduk di samping putranya. Mereka sepertinya menunggu Hiuhwi pulang.
Dengan perlahan, Hiuhwi menghampiri keduanya. Hiuhwi merasa bersalah pada kedua namja tampan itu. Mereka pasti sangat mengkhawatirkan Hiuhwi.
“Maaf eomma tidak bisa mengantar dan menjemputmu sekolah hari ini Jinwoo-ya. Eomma sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup sayang kepala putranya. Lalu Hiuhwi mengalihkan pandangannya pada suaminya.
“Oppa, mianhae. Oppa pasti marah karena aku sangat ceroboh sampai meninggalkan ponselku di mobil. Aku sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup pipi Kyuhyun.
“Eungh.. Kau sudah pulang?” Kyuhyun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sedari tadi pria itu cemas dengan keadaan istri tercintanya.
“Maaf mengganggu tidurmu.” Hiuhwi tersenyum manis.
“Gwenchana. Ah, badanku sakit. Kajja, kita ke kamar. Jinwoo akan sakit badan jika tidur disini.” Kyuhyun dengan perlahan menggendong putranya yang sudah tidur dengan lelap. Dan mereka akhirnya pergi ke kamar mereka setelah menidurkan Jinwoo di kamarnya.
^^^
Sinar matahari menembus celah-celah jendela kamar Kyu-Hwi bertanda jika hari sudah pagi. Seorang namja baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Dia menatap jam yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Sudah jam setengah tujuh pagi, tapi kenapa istrinya itu belum juga bangun? Biasanya Hiuhwi yang akan membangunkan mereka dan sudah siap dengan sarapan.
Hiuhwi menghampiri kasurnya dan melihat istrinya itu masih tertidur lelap. Mungkin dia lelah. Pikir Kyuhyun. Kyuhyun memilih untuk tidak membangunkan istrinya. Ia rasa Hiuhwi butuh istirahat. Akhir-akhir ini pekerjaan Hiuhwi sangat menyita waktu istirahat istrinya itu.
Brakk
Kyuhyun berjengit saat pintu kamarnya terbuka dengan kasar. Disana muncul makhluk kecil yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya sedang bertolak pinggang di depan pintu. Lalu bocah kecil itu berlari dengan cepat menghampiri ayahnya yang masih terkejut.
“Appa! Kenapa tidak membangunkanku? Aku jadi tidak bisa bertemu dengan eomma. Sekarang eomma pasti sudah pergi kerja lagi bukan? Kenapa eomma tidak membangunkanku lagi pagi ini?” Jinwoo berteriak dengan kesal. Wajahnya terlihat sangat lucu di mata Kyuhyun.
“Kau yakin akan bangun jika appa membangunkanmu tadi malam? Eomma pulang jam satu malam.” Kyuhyun menggoda putra kecilnya itu. Dia sangat senang melihat wajah kesal Jinwoo.
“Mwo? Kenapa malam sekali? Dan sekarang eomma sudah pergi ke kantor? Apa eomma tidak lelah?” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata bulatnya.
Kyuhyun menggeser tubuhnya. Dan Jinwoo dapat melihat seorang wanita yang masih terlelap disana. Lalu dengan sengit kembali menatap ayahnya.
“Kenapa tidak mengatakan jika eomma masih tidur?” Jinwoo mendelik pada Kyuhyun.
“Jinwoo tidak bertanya.” Kyuhyun berlalu dari sana. Dia harus segera memakai seragamnya jika tidak mau terlambat.
Jinwoo dengan cepat menaiki kasur dan memeluk ibunya erat. Ia memanggil-manggil ibunya dengan suara yang pelan tepat di telinga Hiuhwi. Dan Hiuhwi yang merasa terusik akhirnya dengan berat hati membuka matanya yang terasa sangat berat.
“Eomma!” Jinwoo tersenyum senang saat melihat eommanya membuka matanya.
“Jinwoo-ya.” Hiuhwi tersenyum kecil melihat putra tampannya yang sudah rapih dengan seragamnya. Tapi senyum Hiuhwi menghilang saat merasa kepalanya terasa sangat pusing. Badan Hiuhwi juga terasa dingin, dan sakit.
“Eomma wae?” Jinwoo menatap ibunya khawatir melihat wajah Hiuhwi yang berubah, seperti menahan sakit. Jinwoo juga baru menyadari jika ibunya terlihat lebih pucat.
“Gwenchana Jinwoo-ya. Eomma hanya lelah.” Suara Hiuhwi terdengar sangat serak. Ia merasa sangat lemas walau hanya untuk sekedar berbicara.
“Appa!” Jinwoo menghampiri Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan setelan kantornya.
“Wae?” Kyuhyun menatap putranya heran. Bocah kecil itu terlihat panik.
“Eomma, eomma sakit.” Jinwoo menarik tangan Kyuhyun untuk segera menghampiri ibunya. Dan Kyuhyun dengan segera menghampiri istrinya.
“Eomma, eomma ireona.” Jinwoo mengguncang tubuh Hiuhwi yang sudah kembali memejamkan matanya. Wanita itu tidak kunjung membuka matanya meski Jinwoo mengguncang tubunhya dengan sedikit kasar.
“Appa! Eomma pingsan!” Jinwoo berteriak pada ayahnya yang menatap istrinya khawatir. Dan dengan cepat Kyuhyun mengangkat tubuh Hiuhwi dan bergegas pergi ke rumah sakit.
SKIP
Kyuhyun dan Jinwoo menatap Hiuhwi sendu. Ini batas akhir kekuatan tubuh Hiuhwi. Wanita itu terlalu memaksakan tubuhnya untuk bekerja terlalu keras. Sudah sejak dua jam yang lalu Hiuhwi tidak kunjung membuka matanya. Wanita itu masih betah berada di alam mimpinya.
“Appa.” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata memerah. Bocah kecil itu sedari tadi menahan air matanya.
“Ya sayang?” Kyuhyun mengusap sayang rambut Jinwoo. Pria itu tahu jika putranya itu sangat khawatir dengan ibunya.
“Kenapa aku harus merasakan hal seperti ini dua kali? Dulu, saat appa sakit, aku sangat khawatir. Kenapa sekarang eomma juga harus sakit? Hiks.” Jinwoo memeluk ayahnya erat. Air matanya sudah membasahi wajah imutnya.
“Ssstt.. Jinwoo tidak bolah menangis. Jinwoo itu namja, namja tidak boleh menangis. Ara?” Kyuhyun mengahpus air mata putranya dengan lembut. Dia merasa sedih melihat putra kecilnya menangis.
“Kenapa eomma harus sakit? Seharusnya eomma istirahat jika merasa lelah. Eomma juga manusia biasa yang akan sakit jika terlalu lelah. Eomma selalu menyuruh Jinwoo untuk selalu istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi, tapi eomma bahkan tidak makan seharian kemarin.” Jinwoo terisak di dalam pelukan ayahnya.
“Eomma pasti sangat sibuk kemarin. Sudah, Jinwoo tidak boleh menangis lagi. Saat eomma bangun nanti, Jinwoo harus katakan pada eomma agar selalu makan tepat waktu. Oke?” Kyuhyun mencubit pipi chubby putranya gemas. Bocah kecil itu mengangguk patuh.
“Terimakasih sayang.” Jinwoo menoleh dengan terkejut saat mendengar suara lemah milik ibunya. Dan ia dengan cepat turun dari pangkuan sanga ayah dan naik ke ranjang rawat sang ibu.
“Eomma!” Jinwoo memeluk Hiuhwi erat. Dia sangat merindukan ibunya ini. Jinwoo sangat khawatir saat melihat wajah pucat ibunya tadi pagi./
“Jinwoo merindukan eomma, eoh?” Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Dia tersenyum pada Kyuhyun yang menatapnya kesal. Hiuhwi rasa ia akan mendapat ceramah panjang dari suami tampannya.
“Sangat. Jinwoo sangat merindukan eomma. Kenapa pergi tanpa pamit pada Jinwoo?” Jinwoo mempoutkan bibirnya lucu.
“Maaf sayang, eomma pergi pagi-pagi sekali. Pasti Jinwoo akan marah jika eomma membangunkan Jinwoo.”
“Seharusnya eomma tetap membangunkanku. Aku sangat merindukan eomma. Bahkan eomma meninggalkan ponsel eomma di mobil. Eomma tahu, appa juga sangat marah pada eomma.” Hiuhwi melirik Kyuhyun yang masih menatapnya tajam.
“Eomma tahu, eomma rasa eomma tidak akan selamat kali ini.” Hiuhwi meringis membayangkan Kyuhyun akan benar-benar memarahinya seharian.
“Lain kali eomma tidak boleh ceroboh. Eomma harus selalu makan tepat waktu. Eomma mengerti?” Hiuhwi terkekeh melihat putranya. Jinwoo terlihat seperti sedang memarahi seorang anak kecil.
“Ne Jinwoo harabeoji.”
“Ya! Eomma!” Hiuhwi tertawa pelan. Dia sangat senang menggoda putra kecilnya saat sedang seeperti ini.
Hiuhwi kini beralih menatap Kyuhyun. Pria itu sedari tadi tidak mengeluarkan suara apapun. Hanya diam menatap putra dan istrinya.
“Oppa, mianhae.” Hiuhwi menatap Kyuhyun takut-takut. Dia sangat takut jika Kyuhyun sudah marah. Pria itu akan sangat terlihat mengerikan, walau tetap saja tampan.
“Kita harus bicara berdua setelah kau sembuh.” Ucap Kyuhyun dengan nada datar. Wajahnya juga sangat datar, tanpa ekspresi.
“Oppa..” Hiuhwi merengek pada suaminya. Jujur, Hiuhwi takut Kyuhyun yang seperti ini. Sedangkan Kyuhyun hanya diam, dia memilih mengalihkan pandangannya.
“Kalian berdua kenapa?” Jinwoo menatap bingung ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya terlihat seperti anak kecil yang sedang bertengkar.
“Jinwoo, tolong eomma. Appamu marah pada eomma.” Hiuhwi merengek pada Jinwoo. Di saat seperti ini, Jinwoo adalah senjata andalannya.
“Appa! Appa tidak boleh marah pada eomma!” Hiuhwi tersenyum kecil. Jinwoo akan selalu berpihak padanya di saat seperti ini.
“Mwo? Dasar bocah licik! Kemarin kau bilang kau akan marah pada eommamu, tapi skearang kalian berdua malah bersekongkol. Ini tidak adil!” Kyuhyun menatap putra dan istrinya tidak terima. Dia selalu saja disalahkan dan tidak ada yang membelanya.
“Eomma sedang sakit. Appa tidak boleh marah pada eomma. Bagaimana jika sakit eomma semakin parah?” Hiuhwi mengangguk setuju.
“Ck! itu berlebihan Jinwoo-ya.” Kyuhyun mendnegus kesal.
“Appa harus minta maaf.” Jinwoo melipat kedua tangannya di depan dada.
“Kenapa tidak ada yang pernah membelaku? Kalian berdua curang!” Kyuhyun menatap kesal sepasang ibu dan anak yang sedang tersenyum senang di depannya.
“Tentu saja aku akan membela eomma. Anak laki-laki selalu membela eommanya.”
“Baiklah, Hiuhwi-ya, setelah kau sembuh, kita harus membuat anak yeoja, supaya ada yang membelaku nanti.” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.
“Yak! Cho Kyuhyun!” Hiuhwi membelalakkan matanya mendengar ucapan frontal suaminya. Sedangkan Kyuhyun hanya terkikik mendnegar teriakan istrinya.
“Eomma, eomma harus cepat sembuh. Jinwoo menyayangi eomma.” Jinwoo kembali memeluk Hiuhwi erat.
“Ya sayang. Eomma juga sangat menyayangimu.”
END
Jelek? Aneh? Ga asik? Banget.. :D makasih yang udah mau baca ff abstrak ini. terimakasih banyak J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar