Tittle : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL 1]
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
- “Ada satu hal yang membuatku sakit ketika aku menjauh darimu yaitu…
Saat aku menatap matamu untuk yang terakhir kali.
Ada satu hal yang aku pinta ketika aku berdoa pada Tuhan yaitu…
Aku meminta agar Tuhan menghapus rasa ini padamu.
Padamu… hanya padamu.
Maaf… hatiku terlalu naif, untuk mengatakan aku merindukanmu” –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. 1 Begin’s story_
Layangan awan seolah tengah membentuk sebuah jajaran akan misteri dunia saat ini, tampak juga senyuman yang mengiris ditiupkan dari langit dan awan biru yang berarak tanpa arah. Memberikan bias cahaya yang melengkung manis melalui rongga-rongga bumi.
“Humm....” Erangan singkat itu tampak terdengar dari bibir mungil yeoja berkulit mulus ini, sesekali terlihat ia menggeliat pelan untuk membenarkan posisinya agar lebih nyaman terlelap. Yeoja itu tak sadar jika sejak tadi seorang namja juga tengah menatapi wajahnya dengan sedikit geram dan dengan umpatan-umpatan kecil.
“Hiu hwi-ya, bangunlah. Kita sudah sampai!” Changmin mendesah dalam sejanak lalu kembali namja jangkung itu terlihat kebingungan membangunkan adik perempuannya itu sejak tadi. Entah sudah berapa kali ia melakukan itu dalam sebuah pesawat yang memang sudah kembali ketempatnya sejak beberapa menit yang lalu, bahkan tak ada penumpang lain lagi selain mereka.
“YA! SHIM HIU HWI...! Bangunlah atau Oppa akan meninggalkanmu sendiri disini.” Ancam Changmin yang kali ini sukses membuat Hiu hwi perlahan-lahan membuka matanya itu dengan sedikit paksa. Entah mengapa ia merasa jika perjalanan mereka kali ini lebih lelah dari sebelumnya.
“Kita sudah sampai Oppa?” tanya Hiu hwi polos membuat Changmin mendengus kecil.
“Cepat turun! Aku sudah tak sabar untuk tidur dan makan, atau jangan-jangan sebenarnya kau ingin kita kembali ke New York lagi heh?”
“ANIYA!” Sentak saja Hiu hwi berdiri dan dengan sigap membuka matanya lebar-lebar. Changmin mengulum senyum melihat tingkah adik semata wayangnya itu dan mulai turun dari pesawat ini. Ia tau betul jika selama 7 bulan ini Hiu hwi tak pernah betah tinggal di New york, ia bahkan lebih sering melamun dan menangis disana.
“Hahh... akhirnya sampai juga.” Ucap Hiu hwi seraya menutup matanya; bermaksud untuk menikmati aliran angin Negara yang selama ini ia rindukan.
“YA! Cepatlah....” Changmin lagi-lagi berteriak membuat Hiu hwi memiringkan bibirnya kesal. Apa namja itu tak sadar jika ia mempunyai suara dengan oktaf yang berbeda dari manusia normal?
“Arasseo!” Sahut Hiu hwi seraya berlari untuk mensejajarkan langkahnya dengan Changmin. Dahinya mulai berkerut tatkala ia mulai menyadari ada perbedaan di Bandara ini.
“Aku bahkan belum meninggalkan Korea selama satu tahun tapi kenapa semuanya sudah berubah dengan amat cepat seperti ini?” gumamnya bingung sembari kembali melangkah untuk lebih cepat keluar dari Bandara ini dan melihat rumah susun yang pernah dulu ia tempati bersama—
“Cho Kyuhyun, bagaimana kabarmu?” Hiu hwi merunduk sedih. Selalu nama itulah yang terdampar sesat dalam pikiran dan otaknya. Tak pernah sekalipun Hiu hwi melupakannya, bahkan ia terlalu takut melihat berita diluar sana akan sosok namja yang ia rindukan itu. Ia takut jika ada kabar dari Kyu yang dapat membuatnya menangis lagi, Ia juga terlalu takut saat menyadari jika mungkin saja Kyu telah melupakannya dan bahagia bersama orang lain selain dirinya sekarang.
“Huhh... apa Korea benar-benar sudah berubah seperti ini?” Hiu hwi lagi-lagi menghela nafasnya melihat pemandangan dihadapannya itu. Ia masih ingat betul bentuk Bandara beberapa bulan yang lalu ia injak untuk pergi ke New York, tapi sekarang ia bahkan seolah tidak mengenali tempat ini. Mungkinkah ingatannya yang buruk? Tidak! Hiu hwi juga merasa jika orang-orang disini juga berubah, terutama tulisan yang terdapat disekitar Bandara itu. Sebuah tulisan yang bahkan ia yakini bukan berasal dari Korea itu melainkan dari—
“JEPANG! Mwo? Ini Bandara Jepang?” Hiu hwi sentak memekik hebat dengan bulatan kedua matanya yang sempurna. Bibirnya tampak membuka untuk sejenak, seolah-olah membiarkan binatang layang memasukinya.
“OMO! Changmin Oppa....!” Hiu hwi sentak berbalik mencari sosok namja yang sejak tadi tanpa sadar tak lagi berada dibelakangnya itu. Yeoja itu tampak menggerayangi tempat ini untuk mencari sosok Changmin! Ia harus menanyakan pada Oppa-nya itu akan maksudnya membawa ia ke Jepang.
“Changmin Oppa,” suara Hiu hwi mulai parau, tampak juga kepanikan yang melandanya saat ini. Sejujurnya, ia baru pertama kali menginjakkan kakinya di Negara Sakura ini. Sebuah tempat seseorang yang spesial baginya tinggal.
“Oppa, kau dima—“ perkataan Hiu hwi tercekat dititik ini tatkala matanya menangkap sosok Changmin yang terbalut pakaian hitam tengah seolah ditarik oleh segerombolan orang. Entah siapa itu, tapi yang jelas orang-orang itu bertubuh besar nan menakutkan.
“Changmin Oppa!” Pekik Hiu hwi bergegas mengejar Changmin yang kini telah diseret keluar Bandara dan memasuki sebuah mobil yang cukup mewah. Hiu hwi terhenyak, ia benar-benar terkejut menatapi pemandangan itu. Bukankah ini pertama kali mereka ke Jepang? Lalu siapa orang-orang yang membawa Changmin itu? Tidak mungkin jika Changmin mempunyai musuh atau berhutang dengan renternir Jepang, ia tau betul sifat Oppa-nya itu.
“Paman, cepat kejar mobil itu,” Hiu hwi sentak memasuki sebuah Taxi dan berbicara dengan bahasa Jepang dengan lancar. Untunglah ia pernah belajar bahasa asing di Sekolahnya. Hiu hwi benar-benar tak mengerti dengan keadaan mereka saat ini. Dengan cepat ia ambil ponsel putihnya untuk menelpon seseorang; Changmin! Sayang sekali, ponsel namja itu tak aktif.
“Oppa.” Hiu hwi bergumam singkat dan kembali menekan nomor seseorang sebagai bala bantuannya. Terlihat tangannya bergetar ketika menekan satu persatu tombol nomor seseorang itu.
“Yeoboseyo.” Jawab seseorang dari seberang sana.
“Yoochun Oppa!”
“Hiu hwi?”
“Nde, Oppa tolong aku.”
“Waeyo? Yah, kau tenang dulu. Apa yang terjadi heh?”
“Oppa, Changmin Oppa diculik.”
“MWO? Hahahaha, mana mungkin ada yang mau menculik namja seperti itu. Hahaha, Hiu hwi kau ini ada-ada saja.”
“YA! Park Yoochun aku sedang serius.”
“Jincha? Lalu, sekarang kalian berada dimana?”
“Aku dan Changmin Oppa sedang ada di Jepang.”
“MWOYA? Kenapa kesana?”
“Aku juga tidak tau! Oppa, bisa kau membantuku disini?”
“Arasseo, aku akan segera terbang kesana.” Yoochun sentak mematikan flip ponselnya dan mengambil jaket putihnya untuk segera memesan tiket pesawat ke Jepang. Ia benar-benar tak ingin Hiu hwi ada apa-apa di Negara yang asing baginya itu, tidak perduli jika sekarang ia tengah berada di Paris untuk melanjutkan mimpinya menjadi Dokter.
“Aish... Otthe?” Gumam Hiu hwi panik seraya menautkan kedua tangannya yang bergetar didalam Taxi. Sesungguhnya, mereka tak mempunyai keluarga di Jepang. Satu-satunya orang Jepang yang ia kenal itu hanyalah Miu dan—dan Cho Kyuhyun, tapi Hiu hwi tak mungkin menghubungi orang-orang yang terlalu penting di Jepang ini. Siapa ia? Hiu hwi cukup tau diri sekarang.
@ Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-
Ditempat lain, tepatnya dikediaman yang paling penting di Jepang ini. Tampak seorang gadis tengah menghela nafasnya seraya menatapi seorang namja yang sejak tadi hanya menerawang lekat dari bilik jendela peristirahatannya. Tak banyak aktivitas yang ia lakukan selain diam dan berkutat dengan dirinya sendiri.
#PRANG!
Terdengar suara mengejutkan yang berasal dari rantingan gelas dan wadahan kristal yang terlempar dilantai tak berbentuk lagi saat ini. Semua orang tampak tak heran lagi dengan hal ini, seolah ini memang menjadi kejadian rutin setiap harinya.
“PERGI! PERGI....!” Lengkingan seseorang itu juga terdengar; seolah melanjutkan suara pecahan yang ada membuat semua orang mendesah panjang dan merunduk dalam mendengarnya.
“Huft.... Apa Pangeran Hisahito kembali tak mau makan?” Miu sentak bertanya saat beberapa pelayan membawa kembali beberapa nampan yang mereka bawa dengan beberapa pecahan. Miu hanya menghela nafas panjangnya tatkala menatap pelayan itu mengangguk; membenarkan perkataanya.
“Sampai kapan ia akan terus seperti ini? Tubuhnya bahkan sangat kurus dari beberapa bulan yang lalu. Hummm... baiklah, biar aku saja yang memasak di dapur kekaisaran.”
“Tapi Putri Miu, bukankah Anda sedang—“
“Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja.” Miu menyahut dengan senyuman khas yang ia punyai, dapat dnegan jelas terlihat kekuatiran diwajah beberapa pelayan Kekaisaran itu saat ini.
“Setidaknya, agar ia bisa makan, aku akan rela mengorbankan segalanya. Aku hanya tak kuat melihatnya terus-menerus seperti ini. Pangeran Hisahito, aku tau kau sangat rindu menjadi sosok ‘Cho Kyuhyun’ sekarang, tapi kau tak bisa melakukannya, semuanya telah berubah.” Gumam Miu seraya menitikkan buliran air matanya menuju dapur Kekaisaran.
===
Disatu sisi, terlihat mobil Taxi yang membawa Hiu hwi sentak berhenti agak jauh dari sebuah tempat yang sangat amat mewah dan luas ini. Hiu hwi sentak memberikan selembar uang Dollar yang ia punyai dan keluar dari mobil itu.
“Arigatou.” Ucap Hiu hwi membungkuk sejenak dan menghela nafas. Sebenarnya ia sedikit bingung kenapa mobil Taxi itu memberhentikannya disini dan bukannya didepan gerbang itu seperti yang dilakukan oleh mobil-mobil yang tengah membawa Changmin sekarang. Tapi toh, ia tak banyak mmeperdulikan itu lagi saat ini. Yang terpenting untuknya sekarang adalah Changmin! Yah, mobi-mobil yang membawa Changmin itu telah masuk kedalam membuat Hiu hwi lagi-lagi dibuatnya panik.
“Oppa....” Desah Hiu hwi seraya berlari mendekat! Terlihat beberapa orang berjajar rapi didepan gerbang itu, seolah-olah berjaga ketat dan tak mengizinkan orang sembarangan masuk dan keluar.
“Aish... apa yang harus aku lakukan? Tempat apa ini?” Hiu hwi tercenung untuk sesaat, sampai tiba-tiba saja ia melihat segerombolan yeoja berpakaian seragam tengah memasuki tempat itu secara bergilir dan tertib. Sejenak, Hiu hwi tampak berfikir untuk masuk bersama segerombolan orang-orang itu, tapi ia sadar jika ia cukup bodoh untuk mengelabui para Bodyguard yang lebih mirip dengan pengawal Istana itu.
#BRUUKKK!
Tubuh Hiu hwi sentak terpental sejenak saat tiba-tiba saja seseorang menabraknya, tampak seorang yeoja tengah menatapnya menyesal dan rintihan ngilu.
“Gomen, aku tidak sengaja. Aku harus—“ Perkataan yeoja asing itu sentak terhenti saat ia mendongak menatap Hiu hwi.
“Kau—kau gadis Korea, Ne?”
“Eh, kau juga?” Hiu hwi sedikit mengernyit bingung dengan senyuman kecilnya.
“Ne, Aggashi. Aku Kim Na ya. Ah, mianhaeyo aku tak sengaja menabrakmu, aku harus buru-buru masuk kedalam. Permisi, ne.”
“Changkaman Na ya-shi, boleh aku bertanya sesuatu padamu sebantar?”
“Nde? Mwo? Aku tidak punya waktu banyak.”
“Ani, hanya saja... apa kau tau tempat apa ini?”
“Mwo? Kau tidak tau ini dimana? Ini Imperial Palace atau Kokyo, tempat kediaman orang-orang paling penting di Jepang.”
“Jeongmal? Ash... jika benar ini tempat seperti itu. Lalu, ada hubungan apa Changmin Oppa dengan mereka? Aighoo....”
“Nde? Mianhae, apa maksudmu?”
“Tadi aku melihat, Oppa-ku dibawa oleh orang-orang masuk kesini dengan banyak mobil mewah. Aku rasa orang-orang didalam telah menculik Oppa-ku.”
“Mwo? Menculik? Hahaha, itu tidak mungkin Hiu hwi-shi. Tapi jika benar Oppa-mu dibawa kedalam, itu berarti Oppa-mu punya masalah yang serius dan rahasia. Apa kalian penyusup dari Korea heh?”
“Mwo? Aniya, kami bahkan baru pulang dari New York. Aish... apa kau bisa membantuku masuk kedalam?”
“Tak bisa sembarang orang masuk kesana kecuali jika ada penghelatan pesta Agung disini, tapi—“
“Tapi, apa?”
“Kau bisa masuk kedalam sana jika kau pekerja didalam. Hummm.... dan—“
“Na ya-shi, boleh aku meminjam bajumu untuk masuk kesana?”
“Cah~ aku sudah tau kau akan meminta itu. Kebetulan aku juga sedang ada urusan diluar sebenarnya, tapi—“
“Aku tau, kau boleh membawa semua barangku sebagai jaminannya. Kumohon, aku harus masuk kedalam dan menyelamatkan Oppa-ku. Hanya dia satu-satunya orang yang aku punyai disini, aku tidak tau harus bagaimana lagi.”
“Baiklah, aku mengerti. Ayo, sebaiknya kita bertukar baju sekarang sebelum gerbang itu ditutup.”
“Ne.” Hiu hwi mengangguk seraya tersenyum sekilas. Ia benar-benar tak perduli lagi dengan apa yang terjadi nantinya, ia penting baginya saat ini hanyalah kejelasan tentang Changmin.
===
“Bajuku sepertinya kebesaran padamu, ne? Hahaha, sudah cepatlah masuk.”
“Ne, Na ya-shi. Gomawo yo.”
“Gwanchana, bukankah kita sama-sama orang Korea.”
“Ne, aku berjanji akan segera mengembalikannya.” Ucap Hiu hwi seraya hendak berlari menuju gerbang itu, hingga seketika—
“Hiu hwi-shi, Changkaman! Kita akan bertemu lagi disini untuk mengembalikan semuanya satu minggu mendatang, ne? Sampai jumpa!” Pekikan Na ya kali ini sukses membuat Hiu hwi membulatkan matanya tak percaya.
“Mwoya? Satu minggu?” gumam Hiu hwi tercengang.
“Hey, Nona. Kau tak ingin masuk?” Hiu hwi sentak menoleh saat salah satu pengawal itu memekik padanya. Hiu hwi tersenyum kecut dan kembali berbalik untuk berlari masuk ke gerbang itu.
“Apa boleh buat!” Gumam Hiu hwi menghela nafasnya panjang. Toh, jika ia berhasil menemukan Changmin lebih cepat, hidupnya akan kembali normal dan otomasti juga cepat keluar dari tempat ini sebelum satu minggu itu.
- “Kau masih percaya pada takdir?
Jika ia pergi lalu kembali, berarti ia memang untukmu,
tapi jika ia pergi dan tak kunjung kembali, berarti ia bukan untukmu.
Takdirmu akan selalu mengikutimu, walau hanya satu bayangannya.
Percayalah!” –
Hiu hwi dapat merasakan hembusan angin yang berbeda, ketika ia melangkah ketempat yang menurutnya cukup aneh itu. Entah mengapa, ia merasakan detak jantungnya kini mulai berdetak cepat, apalagi saat ia mulai memasuki wilayah istana ini. Sungguh! Nuansa tradisional segera terasa, benteng yang menjulang tinggi, jajaran bonsai yang berjajar rapi, dan bangunan bergaya Jepang kuno yang tetap dipertahankan keasliannya, sangat kontras dengan suasana kota Tokyo yang dipenuhi dengan gedung pencakar langit itu.
“Hey, cepat berkumpul dan bantu untuk menyiapkan makan siang Pangeran kembali.” Dada Hiu hwi sentak berdesir hebat saat salah satu dari Kepala Pelayan itu berbicara kata ‘pangeran’ dengan lantang. Entah mengapa Hiu hwi jadi ingat akan seseorang saat ini.
“Otthe? Kemana aku harus mencari Changmin Oppa ditempat seluas ini.” Hiu hwi merunduk dalam setelah menatapi beberapa aksen yang ada disana. Salah melangkah dan berbicara, bisa saja ia malah dituduh penyusup.
“Cepat kemari!” Mau tak mau Hiu hwi harus mengikuti kemana perintah yang diucapkan oleh salah satu orang yang Hiu hwi yakini jika ia adalah pemimpin segerombolan gadis yang berpakaian seperti dirinya. Hiu hwi sedikit sulit melangkah karna kini ia memakai pakaian sejenis Kimono atau yukata yang bahkan belum pernah ia pakai sebelumnya.
“Aish... apa yang harus aku lakukan sekarang?” Hiu hwi kembali bergumam dan mengumpat kecil saat kini mereka mengarah kearah sebuah balkon yang berada diatas. Sebuah tempat dimana terlihat seperti khusus yang dapat memandangi pemandangan diluar sana. Satu hal yang belum Hiu hwi sadari adalah.... Ia belum tau jika segerombolan gadis-gadis itu termasuk dirinya adalah pelayan khusus Pangeran.
“Satu per satu dari kalian cepat masuk dan tempatkan makanan-makanan ini kepada Pangeran didalam sana. Ingat! Jangan sampai kalian mengganggunya.” Semua orang tampak berkata ‘Iya’ kecuali Hiu hwi. Ia benar-benar tampak tidak fokus saat ini, pikirannya kemelut untuk menebak tempat Changmin berada saat ini.
“Aku tidak tau, darimana Changmin Oppa bisa berhubungan dengan hal-hal seperti ini di Jepang.” Gumam Hiu hwi merunduk dalam seraya memegangi sebuah nampan yang ia sendiri bahkan tak tau apa isinya. Hiu hwi juga sama sekali tak sadar, jika ia berdiri diurutan depan.
“Hey, Nona. Apa yang kau lakukan? Cepat masuk dan tempatkan makanan yang kau bawa itu kedalam balkon.” Hiu hwi sentak terkejut saat seorang wanita paruh baya itu menatapnya dengan sedikit melotot. Sekali lagi, Hiu hwi merasakan jantungnnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Ada apa ini? Hiu hwi bahkan heran dengan dirinya sekarang.
“Ye.” Sahut Hiu hwi bergetar. Tampak kakinya melangkah dengan sedikit gontai, seolah ada batu besar yang membuatnya sulit untuk berjalan. Pintu balkon itu memang sengaja dibuka untuk menempatkan makanan yang telah disediakan. Hiu hwi merunduk! Tak pernah terbayang dan termimpi olehnya bisa membuat pengalaman seistimewah seperti ini. Ia hanya dapat melihat bayangan seseorang yang tengah duduk dihadapannya tanpa berani mendongak. Begitu pula seseorang itu, ia masih setia menatapi pemandangan diluar dengan tatapan kosong. Sampai seketika—Hiu hwi hendak berbalik dan keluar dari balkon itu. Entahlah… seperti ada sebuah magnet yang menariknya untuk kembali menoleh kebelakang dan manatapi bayangan orang itu.
#DEG
Hiu hwi tampak memiringkan wajahnya seolah memastikan jika matanya sama sekali tak buta ataupun salah melihat. Yah, ia melihat sosok yang sangat ia rindukan.
“Mwo?” Hiu hwi sentak memundurkan langkahnya kebelakang seketika, tampak kedua kelopak matanya menyembunyikan buliran air mata yang setiap saat bisa jatuh bahkan tanpa disadarinya sekalipun. Jantungnya! Yah, jantungnya kini berdetak cepat dengan batasan maksimum yang ada. Matanya dapat dengan jelas menangkap wajah dan sosok yang selama berbulan-bulan ini berlalu lalang diotaknya. Benarkah dia—
#PRANG!
Terdengar bunyi nampan jatuh seketika membuat semua orang terkejut bukan main, bahkan orang yang sejak tadi Hiu hwi tatap itu pun tampak menoleh kearahnya. Buliran air itu terjatuh hangat dalam hembusan nafas Hiu hwi yang tak beraturan, bibirnya terkatup membiarkan syahdu hatinya yang berbicara saat kini mereka saling bertatapan!
“Kyu—Kyuhyun Oppa….” Gumam Hiu hwi dengan bibir yang bergetar hebat. Sungguh! Ia merasa kedua lututnya kini terasa amat sangat lemah, bahkan hampir saja ia terjatuh. Rindu itu mulai menggebu kepermukaan, tampak tatapan Kyu berbeda padanya. Sebuah tatapan yang sangat amat menyedihkan dan lagi-lagi sangat amat berbeda.
“Huhh….” Kyu hanya mendesah kecil dengan kilatan kedua matanya yang basah, tak sekalipun ia berkedip dan mengalihkan pandangannya pada sosok dihadapannya itu. Kaki dan bibirnya seolah kelu akan sesuatu hal! Hingga kini kedua orang insan itu hanya mampu saling menatap dalam bias dan jurang yang seolah telah mereka bingkai sendiri.
“Ada apa in—“ Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari balik balkon itu. Tampak ia tak berniat lagi untuk melanjutkan kalimatnya saat ia menatap apa yang terjadi dari dalam balkon ini.
“Hiu—Hiu hwi-ya?” Hiu hwi sentak berpaling terkejut mendapati seorang yeoja lagi yang berada disini. Ia kenal betul siapa gadis yang tengah memantaunya itu walau kini ada banyak perubahan dalam diri yeoja itu. Tubuhnya sedikit lebih gemuk dari sebelumnya. TIDAK! Bahkan sangat amat terlhat gemuk dengan lingkaran besar yang tersemat dalam perutnya saat ini. Hamil? Yah, dia memang sedang hamil besar, mungkin beberapa bulan lagi akan melahirkan.
“Miu-shi? Kau—“
-TBC-
-Preview To the Next Chap-
“Kyuhyun Oppa… Kyuhyun Oppa kau tak boleh melupakanku! Mianhaeyo….” Hiu hwi menangis seraya memegang kedua pipi Kyu dengan lembut. Namja itu hanya diam saja dengan ekspresi yang seolah takut.
“Eungh….” Erang Kyu.
“Oppa, ini aku! Hiu hwi… Aku mencintaimu Oppa, aku masih sangat mencintaimu.” Hiu hwi sentak mendekatkan tubuhnya kearah Kyu dan—
#CUP
Kedua bibir mereka kini mulai saling bertaut. Hening! Kyuhyun bahkan sama sekali tak membalas setiap kecupan yang diberikan Hiu hwi membuat yeoja itu sentak melepaskan tauatannya.
“Oppa.” Hiu hwi kembali menangis dengan isakannya yang terdengar perih. Sampai seketika—Kyu mulai bereaksi ketika ia melihat buliran bening itu jatuh dari mata Hiu hwi! Namja itu mengangkat tangan kanannya menyentuh lekukan bibir yeoja itu. Kyuhyun menangis! Seolah ia tengah menyadari satu hal.
“Kyuhyun Oppa….” Hiu hwi sentak kembali mendongak saat kini Kyu menjambak rambutnya dari arah belakang; seolah ia memaksa kepala Hiu hwi untuk mendekat lagi padanya! Semakin dekat hingga Hiu hwi yang lebih dulu menempelkan bibirnya pada Kyu.
#CUP
Mereka kembali berciuman dan kini Kyu mulai kembali aktif dan—
===
Next Part aja dilanjut tuh KISS SCENE… #PLAAAKKK! Hahaha~ Makasih buat semuanya yang kemarin RCL FF2 ku ya, ampe Min Jea Cengo sendiri liat Likers ama koment nya bejibun ampe sekarang gax berenti2…
Semoga ini bisa mengobati Ending yang kemaren itu….. Tapi disini belum terungkap semuanya… Pasti kalian udah bisa menebak sendiri… Satu pertanyaannya.. SEBENARNYA APA YANG TERJADI PADA MEREKA? Min Jea pikir2, ini bakal jadi Cuma 3 Part langsung Tamat Deh^^
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
- “Ada satu hal yang membuatku sakit ketika aku menjauh darimu yaitu…
Saat aku menatap matamu untuk yang terakhir kali.
Ada satu hal yang aku pinta ketika aku berdoa pada Tuhan yaitu…
Aku meminta agar Tuhan menghapus rasa ini padamu.
Padamu… hanya padamu.
Maaf… hatiku terlalu naif, untuk mengatakan aku merindukanmu” –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. 1 Begin’s story_
Layangan awan seolah tengah membentuk sebuah jajaran akan misteri dunia saat ini, tampak juga senyuman yang mengiris ditiupkan dari langit dan awan biru yang berarak tanpa arah. Memberikan bias cahaya yang melengkung manis melalui rongga-rongga bumi.
“Humm....” Erangan singkat itu tampak terdengar dari bibir mungil yeoja berkulit mulus ini, sesekali terlihat ia menggeliat pelan untuk membenarkan posisinya agar lebih nyaman terlelap. Yeoja itu tak sadar jika sejak tadi seorang namja juga tengah menatapi wajahnya dengan sedikit geram dan dengan umpatan-umpatan kecil.
“Hiu hwi-ya, bangunlah. Kita sudah sampai!” Changmin mendesah dalam sejanak lalu kembali namja jangkung itu terlihat kebingungan membangunkan adik perempuannya itu sejak tadi. Entah sudah berapa kali ia melakukan itu dalam sebuah pesawat yang memang sudah kembali ketempatnya sejak beberapa menit yang lalu, bahkan tak ada penumpang lain lagi selain mereka.
“YA! SHIM HIU HWI...! Bangunlah atau Oppa akan meninggalkanmu sendiri disini.” Ancam Changmin yang kali ini sukses membuat Hiu hwi perlahan-lahan membuka matanya itu dengan sedikit paksa. Entah mengapa ia merasa jika perjalanan mereka kali ini lebih lelah dari sebelumnya.
“Kita sudah sampai Oppa?” tanya Hiu hwi polos membuat Changmin mendengus kecil.
“Cepat turun! Aku sudah tak sabar untuk tidur dan makan, atau jangan-jangan sebenarnya kau ingin kita kembali ke New York lagi heh?”
“ANIYA!” Sentak saja Hiu hwi berdiri dan dengan sigap membuka matanya lebar-lebar. Changmin mengulum senyum melihat tingkah adik semata wayangnya itu dan mulai turun dari pesawat ini. Ia tau betul jika selama 7 bulan ini Hiu hwi tak pernah betah tinggal di New york, ia bahkan lebih sering melamun dan menangis disana.
“Hahh... akhirnya sampai juga.” Ucap Hiu hwi seraya menutup matanya; bermaksud untuk menikmati aliran angin Negara yang selama ini ia rindukan.
“YA! Cepatlah....” Changmin lagi-lagi berteriak membuat Hiu hwi memiringkan bibirnya kesal. Apa namja itu tak sadar jika ia mempunyai suara dengan oktaf yang berbeda dari manusia normal?
“Arasseo!” Sahut Hiu hwi seraya berlari untuk mensejajarkan langkahnya dengan Changmin. Dahinya mulai berkerut tatkala ia mulai menyadari ada perbedaan di Bandara ini.
“Aku bahkan belum meninggalkan Korea selama satu tahun tapi kenapa semuanya sudah berubah dengan amat cepat seperti ini?” gumamnya bingung sembari kembali melangkah untuk lebih cepat keluar dari Bandara ini dan melihat rumah susun yang pernah dulu ia tempati bersama—
“Cho Kyuhyun, bagaimana kabarmu?” Hiu hwi merunduk sedih. Selalu nama itulah yang terdampar sesat dalam pikiran dan otaknya. Tak pernah sekalipun Hiu hwi melupakannya, bahkan ia terlalu takut melihat berita diluar sana akan sosok namja yang ia rindukan itu. Ia takut jika ada kabar dari Kyu yang dapat membuatnya menangis lagi, Ia juga terlalu takut saat menyadari jika mungkin saja Kyu telah melupakannya dan bahagia bersama orang lain selain dirinya sekarang.
“Huhh... apa Korea benar-benar sudah berubah seperti ini?” Hiu hwi lagi-lagi menghela nafasnya melihat pemandangan dihadapannya itu. Ia masih ingat betul bentuk Bandara beberapa bulan yang lalu ia injak untuk pergi ke New York, tapi sekarang ia bahkan seolah tidak mengenali tempat ini. Mungkinkah ingatannya yang buruk? Tidak! Hiu hwi juga merasa jika orang-orang disini juga berubah, terutama tulisan yang terdapat disekitar Bandara itu. Sebuah tulisan yang bahkan ia yakini bukan berasal dari Korea itu melainkan dari—
“JEPANG! Mwo? Ini Bandara Jepang?” Hiu hwi sentak memekik hebat dengan bulatan kedua matanya yang sempurna. Bibirnya tampak membuka untuk sejenak, seolah-olah membiarkan binatang layang memasukinya.
“OMO! Changmin Oppa....!” Hiu hwi sentak berbalik mencari sosok namja yang sejak tadi tanpa sadar tak lagi berada dibelakangnya itu. Yeoja itu tampak menggerayangi tempat ini untuk mencari sosok Changmin! Ia harus menanyakan pada Oppa-nya itu akan maksudnya membawa ia ke Jepang.
“Changmin Oppa,” suara Hiu hwi mulai parau, tampak juga kepanikan yang melandanya saat ini. Sejujurnya, ia baru pertama kali menginjakkan kakinya di Negara Sakura ini. Sebuah tempat seseorang yang spesial baginya tinggal.
“Oppa, kau dima—“ perkataan Hiu hwi tercekat dititik ini tatkala matanya menangkap sosok Changmin yang terbalut pakaian hitam tengah seolah ditarik oleh segerombolan orang. Entah siapa itu, tapi yang jelas orang-orang itu bertubuh besar nan menakutkan.
“Changmin Oppa!” Pekik Hiu hwi bergegas mengejar Changmin yang kini telah diseret keluar Bandara dan memasuki sebuah mobil yang cukup mewah. Hiu hwi terhenyak, ia benar-benar terkejut menatapi pemandangan itu. Bukankah ini pertama kali mereka ke Jepang? Lalu siapa orang-orang yang membawa Changmin itu? Tidak mungkin jika Changmin mempunyai musuh atau berhutang dengan renternir Jepang, ia tau betul sifat Oppa-nya itu.
“Paman, cepat kejar mobil itu,” Hiu hwi sentak memasuki sebuah Taxi dan berbicara dengan bahasa Jepang dengan lancar. Untunglah ia pernah belajar bahasa asing di Sekolahnya. Hiu hwi benar-benar tak mengerti dengan keadaan mereka saat ini. Dengan cepat ia ambil ponsel putihnya untuk menelpon seseorang; Changmin! Sayang sekali, ponsel namja itu tak aktif.
“Oppa.” Hiu hwi bergumam singkat dan kembali menekan nomor seseorang sebagai bala bantuannya. Terlihat tangannya bergetar ketika menekan satu persatu tombol nomor seseorang itu.
“Yeoboseyo.” Jawab seseorang dari seberang sana.
“Yoochun Oppa!”
“Hiu hwi?”
“Nde, Oppa tolong aku.”
“Waeyo? Yah, kau tenang dulu. Apa yang terjadi heh?”
“Oppa, Changmin Oppa diculik.”
“MWO? Hahahaha, mana mungkin ada yang mau menculik namja seperti itu. Hahaha, Hiu hwi kau ini ada-ada saja.”
“YA! Park Yoochun aku sedang serius.”
“Jincha? Lalu, sekarang kalian berada dimana?”
“Aku dan Changmin Oppa sedang ada di Jepang.”
“MWOYA? Kenapa kesana?”
“Aku juga tidak tau! Oppa, bisa kau membantuku disini?”
“Arasseo, aku akan segera terbang kesana.” Yoochun sentak mematikan flip ponselnya dan mengambil jaket putihnya untuk segera memesan tiket pesawat ke Jepang. Ia benar-benar tak ingin Hiu hwi ada apa-apa di Negara yang asing baginya itu, tidak perduli jika sekarang ia tengah berada di Paris untuk melanjutkan mimpinya menjadi Dokter.
“Aish... Otthe?” Gumam Hiu hwi panik seraya menautkan kedua tangannya yang bergetar didalam Taxi. Sesungguhnya, mereka tak mempunyai keluarga di Jepang. Satu-satunya orang Jepang yang ia kenal itu hanyalah Miu dan—dan Cho Kyuhyun, tapi Hiu hwi tak mungkin menghubungi orang-orang yang terlalu penting di Jepang ini. Siapa ia? Hiu hwi cukup tau diri sekarang.
@ Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-
Ditempat lain, tepatnya dikediaman yang paling penting di Jepang ini. Tampak seorang gadis tengah menghela nafasnya seraya menatapi seorang namja yang sejak tadi hanya menerawang lekat dari bilik jendela peristirahatannya. Tak banyak aktivitas yang ia lakukan selain diam dan berkutat dengan dirinya sendiri.
#PRANG!
Terdengar suara mengejutkan yang berasal dari rantingan gelas dan wadahan kristal yang terlempar dilantai tak berbentuk lagi saat ini. Semua orang tampak tak heran lagi dengan hal ini, seolah ini memang menjadi kejadian rutin setiap harinya.
“PERGI! PERGI....!” Lengkingan seseorang itu juga terdengar; seolah melanjutkan suara pecahan yang ada membuat semua orang mendesah panjang dan merunduk dalam mendengarnya.
“Huft.... Apa Pangeran Hisahito kembali tak mau makan?” Miu sentak bertanya saat beberapa pelayan membawa kembali beberapa nampan yang mereka bawa dengan beberapa pecahan. Miu hanya menghela nafas panjangnya tatkala menatap pelayan itu mengangguk; membenarkan perkataanya.
“Sampai kapan ia akan terus seperti ini? Tubuhnya bahkan sangat kurus dari beberapa bulan yang lalu. Hummm... baiklah, biar aku saja yang memasak di dapur kekaisaran.”
“Tapi Putri Miu, bukankah Anda sedang—“
“Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja.” Miu menyahut dengan senyuman khas yang ia punyai, dapat dnegan jelas terlihat kekuatiran diwajah beberapa pelayan Kekaisaran itu saat ini.
“Setidaknya, agar ia bisa makan, aku akan rela mengorbankan segalanya. Aku hanya tak kuat melihatnya terus-menerus seperti ini. Pangeran Hisahito, aku tau kau sangat rindu menjadi sosok ‘Cho Kyuhyun’ sekarang, tapi kau tak bisa melakukannya, semuanya telah berubah.” Gumam Miu seraya menitikkan buliran air matanya menuju dapur Kekaisaran.
===
Disatu sisi, terlihat mobil Taxi yang membawa Hiu hwi sentak berhenti agak jauh dari sebuah tempat yang sangat amat mewah dan luas ini. Hiu hwi sentak memberikan selembar uang Dollar yang ia punyai dan keluar dari mobil itu.
“Arigatou.” Ucap Hiu hwi membungkuk sejenak dan menghela nafas. Sebenarnya ia sedikit bingung kenapa mobil Taxi itu memberhentikannya disini dan bukannya didepan gerbang itu seperti yang dilakukan oleh mobil-mobil yang tengah membawa Changmin sekarang. Tapi toh, ia tak banyak mmeperdulikan itu lagi saat ini. Yang terpenting untuknya sekarang adalah Changmin! Yah, mobi-mobil yang membawa Changmin itu telah masuk kedalam membuat Hiu hwi lagi-lagi dibuatnya panik.
“Oppa....” Desah Hiu hwi seraya berlari mendekat! Terlihat beberapa orang berjajar rapi didepan gerbang itu, seolah-olah berjaga ketat dan tak mengizinkan orang sembarangan masuk dan keluar.
“Aish... apa yang harus aku lakukan? Tempat apa ini?” Hiu hwi tercenung untuk sesaat, sampai tiba-tiba saja ia melihat segerombolan yeoja berpakaian seragam tengah memasuki tempat itu secara bergilir dan tertib. Sejenak, Hiu hwi tampak berfikir untuk masuk bersama segerombolan orang-orang itu, tapi ia sadar jika ia cukup bodoh untuk mengelabui para Bodyguard yang lebih mirip dengan pengawal Istana itu.
#BRUUKKK!
Tubuh Hiu hwi sentak terpental sejenak saat tiba-tiba saja seseorang menabraknya, tampak seorang yeoja tengah menatapnya menyesal dan rintihan ngilu.
“Gomen, aku tidak sengaja. Aku harus—“ Perkataan yeoja asing itu sentak terhenti saat ia mendongak menatap Hiu hwi.
“Kau—kau gadis Korea, Ne?”
“Eh, kau juga?” Hiu hwi sedikit mengernyit bingung dengan senyuman kecilnya.
“Ne, Aggashi. Aku Kim Na ya. Ah, mianhaeyo aku tak sengaja menabrakmu, aku harus buru-buru masuk kedalam. Permisi, ne.”
“Changkaman Na ya-shi, boleh aku bertanya sesuatu padamu sebantar?”
“Nde? Mwo? Aku tidak punya waktu banyak.”
“Ani, hanya saja... apa kau tau tempat apa ini?”
“Mwo? Kau tidak tau ini dimana? Ini Imperial Palace atau Kokyo, tempat kediaman orang-orang paling penting di Jepang.”
“Jeongmal? Ash... jika benar ini tempat seperti itu. Lalu, ada hubungan apa Changmin Oppa dengan mereka? Aighoo....”
“Nde? Mianhae, apa maksudmu?”
“Tadi aku melihat, Oppa-ku dibawa oleh orang-orang masuk kesini dengan banyak mobil mewah. Aku rasa orang-orang didalam telah menculik Oppa-ku.”
“Mwo? Menculik? Hahaha, itu tidak mungkin Hiu hwi-shi. Tapi jika benar Oppa-mu dibawa kedalam, itu berarti Oppa-mu punya masalah yang serius dan rahasia. Apa kalian penyusup dari Korea heh?”
“Mwo? Aniya, kami bahkan baru pulang dari New York. Aish... apa kau bisa membantuku masuk kedalam?”
“Tak bisa sembarang orang masuk kesana kecuali jika ada penghelatan pesta Agung disini, tapi—“
“Tapi, apa?”
“Kau bisa masuk kedalam sana jika kau pekerja didalam. Hummm.... dan—“
“Na ya-shi, boleh aku meminjam bajumu untuk masuk kesana?”
“Cah~ aku sudah tau kau akan meminta itu. Kebetulan aku juga sedang ada urusan diluar sebenarnya, tapi—“
“Aku tau, kau boleh membawa semua barangku sebagai jaminannya. Kumohon, aku harus masuk kedalam dan menyelamatkan Oppa-ku. Hanya dia satu-satunya orang yang aku punyai disini, aku tidak tau harus bagaimana lagi.”
“Baiklah, aku mengerti. Ayo, sebaiknya kita bertukar baju sekarang sebelum gerbang itu ditutup.”
“Ne.” Hiu hwi mengangguk seraya tersenyum sekilas. Ia benar-benar tak perduli lagi dengan apa yang terjadi nantinya, ia penting baginya saat ini hanyalah kejelasan tentang Changmin.
===
“Bajuku sepertinya kebesaran padamu, ne? Hahaha, sudah cepatlah masuk.”
“Ne, Na ya-shi. Gomawo yo.”
“Gwanchana, bukankah kita sama-sama orang Korea.”
“Ne, aku berjanji akan segera mengembalikannya.” Ucap Hiu hwi seraya hendak berlari menuju gerbang itu, hingga seketika—
“Hiu hwi-shi, Changkaman! Kita akan bertemu lagi disini untuk mengembalikan semuanya satu minggu mendatang, ne? Sampai jumpa!” Pekikan Na ya kali ini sukses membuat Hiu hwi membulatkan matanya tak percaya.
“Mwoya? Satu minggu?” gumam Hiu hwi tercengang.
“Hey, Nona. Kau tak ingin masuk?” Hiu hwi sentak menoleh saat salah satu pengawal itu memekik padanya. Hiu hwi tersenyum kecut dan kembali berbalik untuk berlari masuk ke gerbang itu.
“Apa boleh buat!” Gumam Hiu hwi menghela nafasnya panjang. Toh, jika ia berhasil menemukan Changmin lebih cepat, hidupnya akan kembali normal dan otomasti juga cepat keluar dari tempat ini sebelum satu minggu itu.
- “Kau masih percaya pada takdir?
Jika ia pergi lalu kembali, berarti ia memang untukmu,
tapi jika ia pergi dan tak kunjung kembali, berarti ia bukan untukmu.
Takdirmu akan selalu mengikutimu, walau hanya satu bayangannya.
Percayalah!” –
Hiu hwi dapat merasakan hembusan angin yang berbeda, ketika ia melangkah ketempat yang menurutnya cukup aneh itu. Entah mengapa, ia merasakan detak jantungnya kini mulai berdetak cepat, apalagi saat ia mulai memasuki wilayah istana ini. Sungguh! Nuansa tradisional segera terasa, benteng yang menjulang tinggi, jajaran bonsai yang berjajar rapi, dan bangunan bergaya Jepang kuno yang tetap dipertahankan keasliannya, sangat kontras dengan suasana kota Tokyo yang dipenuhi dengan gedung pencakar langit itu.
“Hey, cepat berkumpul dan bantu untuk menyiapkan makan siang Pangeran kembali.” Dada Hiu hwi sentak berdesir hebat saat salah satu dari Kepala Pelayan itu berbicara kata ‘pangeran’ dengan lantang. Entah mengapa Hiu hwi jadi ingat akan seseorang saat ini.
“Otthe? Kemana aku harus mencari Changmin Oppa ditempat seluas ini.” Hiu hwi merunduk dalam setelah menatapi beberapa aksen yang ada disana. Salah melangkah dan berbicara, bisa saja ia malah dituduh penyusup.
“Cepat kemari!” Mau tak mau Hiu hwi harus mengikuti kemana perintah yang diucapkan oleh salah satu orang yang Hiu hwi yakini jika ia adalah pemimpin segerombolan gadis yang berpakaian seperti dirinya. Hiu hwi sedikit sulit melangkah karna kini ia memakai pakaian sejenis Kimono atau yukata yang bahkan belum pernah ia pakai sebelumnya.
“Aish... apa yang harus aku lakukan sekarang?” Hiu hwi kembali bergumam dan mengumpat kecil saat kini mereka mengarah kearah sebuah balkon yang berada diatas. Sebuah tempat dimana terlihat seperti khusus yang dapat memandangi pemandangan diluar sana. Satu hal yang belum Hiu hwi sadari adalah.... Ia belum tau jika segerombolan gadis-gadis itu termasuk dirinya adalah pelayan khusus Pangeran.
“Satu per satu dari kalian cepat masuk dan tempatkan makanan-makanan ini kepada Pangeran didalam sana. Ingat! Jangan sampai kalian mengganggunya.” Semua orang tampak berkata ‘Iya’ kecuali Hiu hwi. Ia benar-benar tampak tidak fokus saat ini, pikirannya kemelut untuk menebak tempat Changmin berada saat ini.
“Aku tidak tau, darimana Changmin Oppa bisa berhubungan dengan hal-hal seperti ini di Jepang.” Gumam Hiu hwi merunduk dalam seraya memegangi sebuah nampan yang ia sendiri bahkan tak tau apa isinya. Hiu hwi juga sama sekali tak sadar, jika ia berdiri diurutan depan.
“Hey, Nona. Apa yang kau lakukan? Cepat masuk dan tempatkan makanan yang kau bawa itu kedalam balkon.” Hiu hwi sentak terkejut saat seorang wanita paruh baya itu menatapnya dengan sedikit melotot. Sekali lagi, Hiu hwi merasakan jantungnnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Ada apa ini? Hiu hwi bahkan heran dengan dirinya sekarang.
“Ye.” Sahut Hiu hwi bergetar. Tampak kakinya melangkah dengan sedikit gontai, seolah ada batu besar yang membuatnya sulit untuk berjalan. Pintu balkon itu memang sengaja dibuka untuk menempatkan makanan yang telah disediakan. Hiu hwi merunduk! Tak pernah terbayang dan termimpi olehnya bisa membuat pengalaman seistimewah seperti ini. Ia hanya dapat melihat bayangan seseorang yang tengah duduk dihadapannya tanpa berani mendongak. Begitu pula seseorang itu, ia masih setia menatapi pemandangan diluar dengan tatapan kosong. Sampai seketika—Hiu hwi hendak berbalik dan keluar dari balkon itu. Entahlah… seperti ada sebuah magnet yang menariknya untuk kembali menoleh kebelakang dan manatapi bayangan orang itu.
#DEG
Hiu hwi tampak memiringkan wajahnya seolah memastikan jika matanya sama sekali tak buta ataupun salah melihat. Yah, ia melihat sosok yang sangat ia rindukan.
“Mwo?” Hiu hwi sentak memundurkan langkahnya kebelakang seketika, tampak kedua kelopak matanya menyembunyikan buliran air mata yang setiap saat bisa jatuh bahkan tanpa disadarinya sekalipun. Jantungnya! Yah, jantungnya kini berdetak cepat dengan batasan maksimum yang ada. Matanya dapat dengan jelas menangkap wajah dan sosok yang selama berbulan-bulan ini berlalu lalang diotaknya. Benarkah dia—
#PRANG!
Terdengar bunyi nampan jatuh seketika membuat semua orang terkejut bukan main, bahkan orang yang sejak tadi Hiu hwi tatap itu pun tampak menoleh kearahnya. Buliran air itu terjatuh hangat dalam hembusan nafas Hiu hwi yang tak beraturan, bibirnya terkatup membiarkan syahdu hatinya yang berbicara saat kini mereka saling bertatapan!
“Kyu—Kyuhyun Oppa….” Gumam Hiu hwi dengan bibir yang bergetar hebat. Sungguh! Ia merasa kedua lututnya kini terasa amat sangat lemah, bahkan hampir saja ia terjatuh. Rindu itu mulai menggebu kepermukaan, tampak tatapan Kyu berbeda padanya. Sebuah tatapan yang sangat amat menyedihkan dan lagi-lagi sangat amat berbeda.
“Huhh….” Kyu hanya mendesah kecil dengan kilatan kedua matanya yang basah, tak sekalipun ia berkedip dan mengalihkan pandangannya pada sosok dihadapannya itu. Kaki dan bibirnya seolah kelu akan sesuatu hal! Hingga kini kedua orang insan itu hanya mampu saling menatap dalam bias dan jurang yang seolah telah mereka bingkai sendiri.
“Ada apa in—“ Ucap seseorang yang tiba-tiba saja muncul dari balik balkon itu. Tampak ia tak berniat lagi untuk melanjutkan kalimatnya saat ia menatap apa yang terjadi dari dalam balkon ini.
“Hiu—Hiu hwi-ya?” Hiu hwi sentak berpaling terkejut mendapati seorang yeoja lagi yang berada disini. Ia kenal betul siapa gadis yang tengah memantaunya itu walau kini ada banyak perubahan dalam diri yeoja itu. Tubuhnya sedikit lebih gemuk dari sebelumnya. TIDAK! Bahkan sangat amat terlhat gemuk dengan lingkaran besar yang tersemat dalam perutnya saat ini. Hamil? Yah, dia memang sedang hamil besar, mungkin beberapa bulan lagi akan melahirkan.
“Miu-shi? Kau—“
-TBC-
-Preview To the Next Chap-
“Kyuhyun Oppa… Kyuhyun Oppa kau tak boleh melupakanku! Mianhaeyo….” Hiu hwi menangis seraya memegang kedua pipi Kyu dengan lembut. Namja itu hanya diam saja dengan ekspresi yang seolah takut.
“Eungh….” Erang Kyu.
“Oppa, ini aku! Hiu hwi… Aku mencintaimu Oppa, aku masih sangat mencintaimu.” Hiu hwi sentak mendekatkan tubuhnya kearah Kyu dan—
#CUP
Kedua bibir mereka kini mulai saling bertaut. Hening! Kyuhyun bahkan sama sekali tak membalas setiap kecupan yang diberikan Hiu hwi membuat yeoja itu sentak melepaskan tauatannya.
“Oppa.” Hiu hwi kembali menangis dengan isakannya yang terdengar perih. Sampai seketika—Kyu mulai bereaksi ketika ia melihat buliran bening itu jatuh dari mata Hiu hwi! Namja itu mengangkat tangan kanannya menyentuh lekukan bibir yeoja itu. Kyuhyun menangis! Seolah ia tengah menyadari satu hal.
“Kyuhyun Oppa….” Hiu hwi sentak kembali mendongak saat kini Kyu menjambak rambutnya dari arah belakang; seolah ia memaksa kepala Hiu hwi untuk mendekat lagi padanya! Semakin dekat hingga Hiu hwi yang lebih dulu menempelkan bibirnya pada Kyu.
#CUP
Mereka kembali berciuman dan kini Kyu mulai kembali aktif dan—
===
Next Part aja dilanjut tuh KISS SCENE… #PLAAAKKK! Hahaha~ Makasih buat semuanya yang kemarin RCL FF2 ku ya, ampe Min Jea Cengo sendiri liat Likers ama koment nya bejibun ampe sekarang gax berenti2…
Semoga ini bisa mengobati Ending yang kemaren itu….. Tapi disini belum terungkap semuanya… Pasti kalian udah bisa menebak sendiri… Satu pertanyaannya.. SEBENARNYA APA YANG TERJADI PADA MEREKA? Min Jea pikir2, ini bakal jadi Cuma 3 Part langsung Tamat Deh^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar