_“BAD BOY!”_ Part. 8_ [KYU-HWI SCHOOL]
Tittle : “BAD BOY!”
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“YAK! KELUAR ... KELUAR!” Bentak Heechul yang kini telah sampai tepat dikaca jendela dengan tepukan geramnya itu. Jantung Hiu hwi mendadak berdetak cepat. Entah mengapa, ia merasa sangat takut saat ini.
“Tetaplah disini,” perintah Kyu seraya membuka pintu mobilnya dengan cepat. Heechul menyipit! Rahangnya kembali mengerang menatapi Kyuhyun yang malah memasang wajah angkuh dan sombongnya itu.
“Ada apa Tuan Supir? Apa kau kehabisan bensin, eh?” Kyuhyun tersenyum miring dengan culasan remehannya itu. Baiklah, Heechul sepertinya sudah tak tahan lagi ingin menghampiri tempat pria itu dan—
This Story Original From @Jjea_

***
‘Kadang ... tak peduli bagaimana seseorang telah menyakitimu,
Kau akan setia memaafkan mereka,
Karena tanpa sadar...
Kau masih inginkan mereka dalam hidupmu....’
* When it all began ... Bcuase I Luv You *
BUGH
Tanpa membuang banyak waktu lagi, namja dengan perawakan tinggi ini sentak saja melayangkan kepalan tangannya cepat kearah Kyuhyun. Namja itu sentak tersungkur diatas aspal, merasakan ngilu disudut bibirnya yang ia rasa mungkin mulai tampak kebiru-biruan.
“Hah! Ayo bangun!” Hentak Heechul dengan nada emosi yang tak bisa ia tahan lagi sekarang. Tangan Heechul bergerak, membuka kancing jas hitam yang ia kenakan kini dengan rahang yang mengeras. Sungguh, Heechul terlihat sekali tengah menahan emosi yang membucah dalam relung jiwanya saat ini. Terbukti, dari bunyi gemerutuk gigi namja itu yang seolah tengah berupaya untuk menyalurkan amarahnya.
“Cah, pengecut!” Umpat Kyuhyun dengan nada pelan seraya tersenyum sinis yang malah membuat Heechul kembali naik pitam melihatnya.
“Apa yang tadi kau katakan, huh?”
BUGH!
Heechul kembali memukul Kyuhyun dititik ini, menggerakkan tangan kanannya untuk mengangkat kerah baju yang dipakai Kyuhyun, hingga tubuh namja itu tampak tercondong ke atas dengan lemah.
“Pengecut!” Kyuhyun kembali berucap itu dengan senyuman sinisnya. Heechul menghembuskan nafasnya kasar. Kyuhyun benar-benar sudah berhasil membuat darah amarahnya keluar dengan cepat sekarang, seolah namja itu memang sengaja mengumumkan genderang perang padanya.
“KAU—” Heechul seakan terpancing untuk lagi-lagi memukul namja yang kini tengah berada dalam cengkramannya itu. Tidak, bukan hanya pukulan saja yang ingin ia tunjukan sekarang, tapi juga niatan untuk menghabisi Kyuhyun. Heechul memang pernah bekerja menjadi Bodyguard VVIP para Pejabat Negara, itu mengapa pukulan dan setiap layangan tangannya itu tak bisa dianggap remeh.
“Ya Tuhan...,” Hiu hwi mendesah dengan raut pucat. Dapat ia sangsikan jika sekarang Kyuhyun kembali terkapar di aspal dengan darah yang mulai tampak terlihat diarea pelipis dan sudut bibirnya. Tubuh yeoja itu bergetar, ia sepertinya mulai berniat untuk segera membuka pintu mobil ini dan ikut keluar. Tapi—
“Nona Lee, sebaiknya Nona tetap berada didalam mobil ini. Biar aku saja yang melihat Tuan Cho sekarang. Ini terlalu berbahaya Nona,” cegat Supir pribadi keluarga Cho itu dengan cepat. Hiu Hwi mematung, ia merasakan ingin menangis sekarang. Sang Supir itupun sentak membungkukan kepalanya sejenak kearah Hiu Hwi, lalu membuka pintu mobil untuk setidaknya membantu sang Tuan mudanya berdiri sekarang.
“Tuan muda Cho,” pekik lelaki paruh baya itu seraya hendak menghampiri tempat Kyuhyun tersungkur saat ini. Namun sayang, Kyuhyun dengan cepat menggeleng seakan memberi kode kepada Supir-nya itu agar tak ikut campur dalam keadaan ini.
Kyuhyun membuang darah yang keluar dari bibir mungilnya itu sejenak. Kembali berdiri, dan menghadap Heechul yang masih menatapinya dengan tatapan membunuh.
“Tak tau diri!” Kyuhyun kembali membuang darah dari bibirnya itu, seakan kali ini ia tengah mengejek Heechul. Sungguh, raut wajah Kyu saat ini benar-benar tetap terlihat santai, seakan jauh berbanding terbalik dengan ekspresi Heechul sekarang.
“MWOYA? Kau benar-benar ingin mati, HUH?” Heechul kembali menghentakkan nada kalimatnya, mencengkram kembali baju Kyuhyun yang seolah semakin mengejeknya dengan senyum miring andalannya itu.
“Cah..., kau pikir jika aku mati sekarang, maka kau akan merasa menang? Bukankah ucapanku benar? Kau namja yang tak tau diri! Supir? Cih, kau pikir ada seorang Supir yang dengan over-nya menjaga majikannya, eoh?” Kyuhyun kali ini tampak membalas emosi Heechul. Rahangnya ikut mengeras dengan nafasnya yang terdengar cepat. Kedua tangan namja itu tiba-tiba saja terangkat, terhuyung untuk seketika mendorong tubuh Heechul agar melepas cengkaramannya.
“Berani sekali kau memukulku! Kau pikir kau siapa, HUH?” bentak Kyuhyun seraya memukul tepat diarea pipi kanan Heechul saat ini. Sepertinya sekarang, keadaan berbalik. Heechul tampak tersungkur diaspal dengan sekali hentakan tangan Kyuhyun. Nafas keduanya memburu! Heechul kembali bangun untuk berusaha berdiri, dan berniat memulai pertarungan ini dengan sebenarnya.
“Kau bisa membodohi Hiu Hwi dan semua orang, tapi tidak denganku. Cah, kau pikir aku percaya jika kau hanya seorang Supir, eoh? Kau malah terlihat seperti seorang berandalan!” Heechul yang mendengar lontaran kalimat dari Kyuhyun kali ini sontak saja hendak memukul Kyuhyun lagi. Namun sayang, Kyuhyun dengan sigap sudah lebih dulu menahannya. Jadilah sekarang, kedua namja tampan ini tampak saling mencengkram kerah baju atas mereka satu sama lain.
“Kau tak akan selamat ditanganku kali ini!” Balas Heechul seraya mengeratkan cengkramannya pada Kyuhyun.
“Geurae, kau malah lebih mirip seperti seorang pembunuh sekarang Tuan Kim.”
“Yak!” Heechul naik pitam mendengarnya! Dengan kekuatan yang masih tersisa, Heechul sentak saja mendorong tubuh Kyuhyun dengan sekuat tenaga, lalu melancarkan kembali kepalan tangannya itu. Darah segar mengucur deras dari area sebelah hidung Kyuhyun saat ini.
“Sampai kapanpun, aku tak akan pernah rela menyerahkan Hiu Hwi pada namja sepertimu! Kau sadar kau siapa? Kau pria yang benar-benar berbahaya Cho Kyuhyun!”
“Hiu Hwi? Benar, kau bahkan memanggilnya tanpa embel-embel Nona muda lagi. Waeyo? Kau sudah mulai ingin membuka jati dirimu yang sebenarnya?”
“Itu bukan urusanmu!”
“Lalu, apa yang kau lakukan sekarang? Apapun yang kuperbuat dengan Nona muda-mu, seharusnya itu juga bukan menjadi urusanmu. Apa perlu aku ajari tentang batas-batas antara tugas Supir dan majikan, huh?”
“KAU—”
“Waeyo? Apa kau punya alasan lain? Atau jangan-jangan ...,” Kyuhyun tampak menghentikan tuduhannya dititik ini, memicing kearah Heechul yang kini juga tengah menatapnya dengan picingan tajam.
“Tak akan ada pria yang akan melindungi seorang wanita dengan seperti ini tanpa ada alasan yang jelas. Kau terlalu berlebihan terhadapnya! Kau bertindak seolah-olah kau punya hak atas dirinya. Kau pikir itu biasa? Kau bahkan terlihat seperti memaksakan kehendakmu untuknya. Kau menyuruhku untuk jangan mendekati Hiu Hwi, tapi kau? Kau pikir kau juga namja yang baik? Untuk apa bersembunyi dibalik kedok seorang Supir, Huh? PENGECUT!” Heechul mengerang tatkala mendengar lontaran kalimat dari bibir Kyuhyun saat ini. Heechul sadar, jika sekarang namja dihadapannya ini tengah berusaha untuk lagi-lagi memancing emosinya.
“WAE? Kau menyukainya? Apa kau telah sadar diri sekarang, jika kau mencintai majikanmu sendiri, HUH? Kau—”
“GEURAE! AKU MENCINTAINYA! Aku sangat menyayanginya melebihi apapun yang kumiliki di dunia ini. Itulah alasanku ... itulah alasanku mengapa aku tidak suka dia berdekatan dengan namja brengsek sepertimu. Ingat! Aku tidak akan pernah mengizinkanmu untuk menyentuhnya sedikitpun seperti gadis-gadis kotor yang pernah kau sentuh itu. Cam kan kata-kataku ini!” Ucap Heechul memanas. Kyuhyun sedikit tak terlalu terkejut lagi mendengarnya. Namun tidak untuk Hiu Hwi. Gadis itu terlihat berdiri dengan pegangan tangannya dipintu mobil seraya melotot tak percaya, menatap kedua orang pria yang tengah bersitegang tak jauh darinya itu.
Hening! Layangan angin malam ini, tampak tak seirama dengan gerakan ilalang. Untuk kesekian kalinya, Hiu Hwi hanya mematung ditempat seraya meyakinkan diri, jika tadi kedua daun telinganya itu salah mendengar teriakan Heechul. Mencintainya? Hiu Hwi nampaknya terlihat shock dengan penuturan kalimat ungkapan itu dari bibir Heechul. Sungguh, ia sedikit menyesal telah keluar dari mobil ini dan mendengar hal yang seperti itu.
“Hah, sekarang lihat siapa yang lebih brengsek dari kita, huh? Aku tak perlu izin darimu untuk menyantuhnya. Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari apa yang kau bayangkan, kau ingin meli—”
“Kurang ajar!” Heechul tampak seketika menerjang bagian perut Kyuhyun, hingga namja itu terkapar diatas aspal. Kyuhyun mengerang, merasakan sesuatu yang ngilu kini menghampiri bagian perutnya itu. Baiklah, Heechul tampaknya tak akan main-main lagi sekarang. Dengan kedua telapak tangannya yang besar, namja itu menjambak rambut Kyuhyun, lalu memukulnya lagi. Kyuhyun tak tinggal diam, ia juga memukul dan menendang Heechul melalui kesempatan yang ia bisa.
Bercak darah mulai terlihat diatas aspal jalanan sepi ini. Mengerikan! Keduanya seolah tengah dirasukki nafsu setan yang luar biasa. Sedang Hiu Hwi? Ia hanya dapat menggerakkan kedua kakinya ditempat. Tak tau harus melakukan apa saat ini! Berteriak? Bibirnya telah kelu lebih dulu. Melihat pertikaian itu benar-benar membuat tubuhnya semakin bergetar. Bahkan, yeoja itu sama sekali tak sadar jika ia telah menangis sejak tadi.
“Tuan....” Desah sang Supir pribadi keluarga Cho itu menutup matanya sejenak. Ia juga tak bisa melakukan apa-apa lagi, jika Tuan muda-nya itu sudah dari awal melarangnya untuk tak ikut campur. Pria paruh baya itu sudah mengenal bagaimana sifat Kyuhyun. Sekalipun ia terluka parah seperti sekarang, Tuan mudanya itu pantang untuk meminta bantuan.
“Hanya seperti itu kekuatanmu, HUH!” Pekik Kyuhyun kencang.
“Dasar bocah! Sepertinya kau benar-benar berharap aku menghabisimu sekarang.” Heechul membalas dengan tak kalah sengit. Darah amarah itu kembali berkobar didalam jiwa Heechul. Yah, sudah lama ia tak berkelahi seperti ini. Semenjak ia masuk kedalam keluarga Lee, Heechul sama sekali sudah meninggalkan kehidupannya yang selalu dekat dengan perkelahian seperti ini.
BUGH...
BUGH...!
Tanpa perlu dijelaskan panjang lebar lagi, sudah dapat ditebak siapa yang akan memenangkan pertarungan ini. Kim Heechul, kini ia dengan kakinya itu menendang tubuh Kyuhyun yang mulai tak berdaya di aspal secara berulang.
“Kau salah sudah memancing emosiku Tuan muda Cho!” Heechul menempatkan kaki kanannya tepat didepan dada Kyuhyun. Heechul tampak merunduk, menatapi wajah Kyu yang kini benar-benar terlihat tengah menahan rasa sakit yang menyerang tubuhnya saat ini.
“Cah...,” Kyuhyun hanya bergerak singkat, mengumpat saat Heechul mulai menyeringai menang ke arahnya. Kedua tangan namja itu seketika bergerak pelan, berniat untuk menyingkirkan kaki Heechul dari atas dadanya itu. Namun sayang, pergerakan Heechul lebih cepat darinya. Dengan satu kali hentakan kasar, Heechul bahkan sudah berhasil menghentikan berontakan Kyuhyun dan mengalihkan posisi kaki kanannya itu kearah tangan kanan Kyuhyun sekarang.
“ARGH...!” Kyuhyun berteriak! Ia merasakan sakit saat Heechul menekan kakinya itu semakin dalam pada lengan tangannya. Sakit? Tentu saja, bahkan Kyuhyun merasakan tangan kanannya itu kini mengalami kram yang hebat. Sesungguhnya, hanya tangannya itulah yang dapat Kyuhyun banggakan selama ini. Tampak sekali, jari jemarinya bergerak pelan seakan berteriak akibat kaki Heechul yang masih terbalut lengkap dengan sepatu hitam miliknya semakin menekan ke bawah. Hingga—
“Apa yang kau lakukan, HUH?” pekik Hiu Hwi seketika seraya mendorong tubuh Heechul untuk menghentikan ini semua. Yeoja itu menangis deras dengan nafas yang terdengar begitu cepat. Diliriknya tubuh Kyuhyun yang tengah dibantu oleh Supir keluarga Cho itu untuk berdiri. Entahlah, sepertinya Kyu mengalami kesakitan yang amat sangat, sampai-sampai tubuhnya tampak melingkar seraya memegangi tangan kanannya itu.
“Kyuhyun Oppa,” desah Hiu Hwi yang langsung saja menjongkok untuk mengetahui kondisi Kyuhyun saat ini. Tubuhnya bergetar, baru kali ini ia mengalami keadaan yang seperti ini.
“Gwenchana, eoh? Gwenchana?” Hiu Hwi menjatuhkan air matanya dengan deras tatkala menatapi Kyuhyun yang seakan tengah menahan rasa sakit itu. Sungguh, ia tak ingin sesuatu apapun terjadi dengan namja itu.
“Oppa kau bisa berdiri? Katakan sesuatu! Jja, kita pergi ke Rumah sakit sekarang. Aku akan—” perkataan Hiu Hwi sentak saja tercekat saat tiba-tiba saja Heechul mencengkram pergelangan tangannya untuk berdiri. Dengan rahang yang masih mengeras, Heechul kontan saja menarik tubuh Hiu Hwi untuk berjalan pergi dari tempat itu; sedikit menyeret dengan paksa.
“Yak! Lepas ... lepaskan aku!” Pekik Hiu Hwi memberontak tak terima. Yang benar saja, mana mungkin ia tega meninggalkan Kyuhyun dalam keadaan yang seperti itu. Seakan mendadak tuli, Heechul pun tak menghiraukan teriakan Hiu Hwi dan malah tetap menyeret tubuh gadis itu menuju mobil mereka.
“Apa yang kau lakukan KIM HEECHUL! Lepaskan aku ... YAK! Lepaskan aku!” Hiu Hwi kembali memberontak. Dengan sekuat tenaga yang masih tersisa ditubuhnya saat ini, yeoja itu kembali menggerakan tubuh dan tangannya agar terlepas dari Heechul. Kedua matanya membengkak, isakan-isakan kecil itu tak pernah lepas dari bibir mungilnya.
“LEPAS!”
Heechul sentak mengehentikan langakahnya itu, berbalik dan menatap Hiu Hwi dengan picingan tajam. Wajah yeoja itu terlihat sangat pucat dan begitu lemah sekarang.
“Kau—” Hiu Hwi sekali lagi menghentakkan tangannya itu, membuat kini tangannya terlepas dari Heechul. Benar, sepertinya Heechul mulai sadar, jika ia mungkin akan melukai tangan yeoja itu, jika terus mencengkramnya seperti tadi.
“Cih!” Hiu Hwi dengan cepat mendongak. Tidak! Heechul benar-benar tak suka saat Hiu Hwi melihatnya seperti saat ini, seakan-akan menatap seorang musuh yang harus dilenyapkan dengan cepat.
“Kau pikir kau siapa, HUH? KAU SIAPA?” pekik Hiu Hwi dengan lagi-lagi menitikan air matanya.
“Aku harap setelah ini, aku tak akan melihatmu lagi Tuan Kim! Aku harap, aku tak akan bertemu dengan orang sepertimu lagi!” Hiu Hwi kembali memekik, membuat Heechul hanya mampu diam ditempat. Gadis itu tampak menghapus jejak air matanya, lalu berniat untuk berbalik lagi kearah Kyuhyun. Namun—
“Pulang...,” cegat Heechul cepat. Nada suaranya terdengar berat, menandakan ia tak main-main dengan ucapannya itu. Tak ada cengkraman lagi yang dipakai Heechul, kini ia hanya menggunakan bahasanya. Setidaknya, ia tak ingin menyakiti yeoja ini lagi.
“Aku tidak mau!” Balas Hiu Hwi tak kalah sengit seraya berbalik dengan senyuman sinisnya.
“Pulang!”
“Aku tidak mau! Kau tak mempunyai hak untuk membentak dan menyuruhku dengan paksa seperti ini Tuan Kim Heechul!”
“Pulang!”
“Kau hanya seorang Supir, kau—”
“PULANG! Bukankah aku sudah mengatakan untuk pulang, HUH? Cepat masuk ke mobil!” Bentak Heechul keras, membuat Hiu Hwi terkejut bukan main. Selama ini, tak pernah ada yang berani membantaknya seperti ini, selain sang Ayah. Namun ini? Tubuh Hiu Hwi bergetar. Sesungguhnya, ia merasa takut dengan Heechul sekarang.
“Aku ... tidak mau!” Sahut Hiu Hwi dengan nada menantang. Baiklah, Hiu Hwi memang gadis yang sangat keras kepala. Ia tak bisa dengan mudahnya menurut dan melakukan hal dengan perasaan terpaksa.
“Kau ingin pulang atau—”
“Kau mau apa? Memukul juga, heng?”
"Jika kau tak mau diam dan tak ingin pulang, akan kubunuh pria itu!” Ancam Heechul seraya mengepalkan tangannya. Hiu Hwi terdiam! Baiklah, ia sadar jika Heechul tak akan bercanda dan main-main dengan setiap omongannya saat ini. Hening! Hiu Hwi kembali berbalik memunggungi Heechul, menatapi Kyuhyun yang saat ini tengah berusaha untuk berdiri dengan topangan Supirnya itu. Yah, tak ada pilihan! Dengan dada yang sangat sesak, gadis itu pun sentak berbalik lagi dan kembali berjalan menghadap Heechul.
PLAKKKK!
Hiu Hwi menampar tepat dibagian pipi Heechul dengan sekuat tenaga, membuat telapak tangannya seakan terjiplak dipipi mulus namja itu. Hiu Hwi kembali menangis, mengapalkan tangannya yang saat ini benar-benar bergetar hebat.
“Kau jahat ... kau jahat!” Yeoja itu kembali mengangkat tangannya untuk memukul dada bidang Heechul dengan rasa kesalnya yang ada. Heechul membatu, seolah membiarkan Hiu Hwi melukainya.
“Aku membencimu Kim Heechul! Aku sangat membencimu!” Hiu Hwi dengan cepat mendorong tubuh Heechul kearah belakang. Gadis itu merunduk sejenak, berbalik kekanan untuk berjalan kearah mobil Heechul yang terparkir tak jauh darisana. Kyuhyun diam! Ia menatap Hiu Hwi dengan masih menahan rasa sakit yang menjalar ditubuhnya saat ini.
“Tuan muda Cho, sebaiknya kita pergi ke Rumah sakit sekarang.” Ucap sang Supir pribadi keluarga Cho itu seraya memapah tubuh Kyu untuk berjalan kearah mobil. Kyuhyun hanya diam, tubuhnya berdiri tak tegap. Bola mata namja itu beralih menatapi Heechul yang masih berdiri ditempatnya. Baiklah, lagi-lagi kedua namja tampan ini terlihat saling bertatapan.
***
AT Gwangye High School
Seoul, South Korea
Terdengar angin seakan berbisik pagi ini, melayangkan nafas dingin untuk menjaring kekelaman yang berarak lirih. Mendung ... awan hitam itu tampak berkilat, merayap gelap untuk menjelma menjadi kilatan-kilatan perih dunia ini. Sebenarnya, alam tak jauh berbeda dengan hari kemarin. Namun entahlah, bagi gadis yang memiliki rambut panjang bergelombang ini, dunia seakan tengah mempermainkannya sekarang, membuat perasaan tak tenang yang merasuk hebat ke dalam.
“Huft...,” hembusan berat itu terdengar lagi dari bibir merah muda Hiu Hwi pagi ini. Entah sudah berapa kali ia melakukan itu. Pikirannya sejak kemarin sangat begitu kacau, bahkan ia hanya dapat tertidur selama 2 jam semalam. Lelah ... perasaan itu terus menyelimutinya sampai sekarang.
“Omo! Hwi-ya...,” pekik seseorang seraya menghampiri Hiu Hwi dengan raut kuatir. Kim Yura ... gadis ini juga tak tidur dengan tenang semalam.
“Kau baik-baik saja, eoh? Mianhaeyo soal kemarin Hwi-ya ... karna dukun sinting itu, aku jadi meninggalkanmu,”
“Ohk? Tidak apa-apa, lupakan saja.” Balas Hiu Hwi dengan nada malas. Kepala gadis itu kembali merunduk, tampak jelas raut lelah dan beban yang ia tanggung melalui bulatan hitam dipinggiran matanya itu.
“Apa ada yang telah terjadi kemarin? Kau, Kyuhyun dan Supirmu itu—”
“Hahhh...,” desah Hiu Hwi memotong perkataan Yura seraya duduk berjongkok seketika. Yeoja itu menenggelamkan kepalanya dengan mengalungkan kedua tangannya berlawanan arah. Yura mengernyit, ia yakin ada sesuatu hal yang telah terjadi dengan gadis dihadapannya ini.
“Apa kau sakit, Hwi-ya?” tanya Yura seraya kini ikut berjongkok didepan Hiu Hwi.
“Hhh..., aku harus bagaimana Yura-shi?”
“Mwo? Memang ada apa? Ah ... apa jangan-jangan ini ada hubungannya dengan luka lebam ditubuh Kyuhyun itu?” tebak Yura membuat Hiu Hwi sentak mendongak menatapnya.
“Eh? Kau ... kau tau darimana soal itu?”
“Semua orang di Sekolah ini sedang membicarakan itu sejak tadi. Apa kau tak lihat perubahan yang terjadi di Sekolah ini? Semua yeoja sedang sibuk mengurusi Kyuhyun. Aku tidak menyangka, pesona Kyu itu benar-benar sudah membuat tempat ini begitu menggemparkan.”
“Dia datang ke Sekolah?” tanya Hiu Hwi ragu. Entahlah, tiba-tiba saja tubuhnya kembali bergetar.
“Iya, yang ku tau dia tadi malam menginap di Rumah sakit, dan langsung ke Sekolah. Huh, padahal lukanya sepertinya sangat parah. Tapi ... apa ini ada hubungannya dengan kejadian kemarin? Memang apa saja yang terjadi? Apa Kyuhyun berbuat yang macam-macam padamu, lalu dia dipukuli dan—”
“Ini semua salahku,”
“Eh?”
“Aku—” perkataan Hiu Hwi sentak saja tercekat, tatkala terdengar keributan yang terjadi dari arah pintu keluar ruang Guru itu. Tampak seorang namja dengan tas sandangnya berjalan pelan keluar ruangan Guru. Terlihat beberapa plaster dibeberapa bagian wajahnya beserta perban putih yang membalut daerah tangan kanannya itu. Miris ... ia terlihat seperti korban yang kalah dalam ring tinju.
‘Kyuhyun Oppa....’
Gumam Hiu Hwi saat ia melihat sesosok itu berjalan santai seperti biasa. Sekalipun banyak luka yang terlihat pada kulitnya yang putih susu itu, tapi Kyuhyun seolah terus berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
Jantung Hiu Hwi sentak berdetak cepat. Ia merasakan tubuhnya mendingin dengan sendirinya. Sungguh, melihat kondisi Kyuhyun saat ini benar-benar membuatnya merasa amat bersalah dengan namja itu. Mungkin perasaan kuatirnya sekarang sama dengan apa yang dirasakan yeoja-yeoja yang mengelilingi Kyuhyun saat ini. Seperti biasa, Kyuhyun bak seorang Pangeran penting yang dikerumuni oleh para dayang-dayang cantik yang selalu siap berada disampingnya.
“Aniya, aku tidak apa-apa. Kalian tidak perlu kuatir,” ucap Kyuhyun dengan senyuman ramahnya seperti biasa. Gadis-gadis itu kembali membuka mulut mereka untuk membuat teriakan kecil disini. Dalam keadaan yang seperti ini sekalipun, Kyuhyun tetap saja mempesona dengan kaca mata yang tersemat indah menghiasi kedua matanya itu.
“Aku hanya perlu istirahat. Bisakah kalian memberiku ruang untuk berjalan?” lanjut Kyu membuat para gadis-gadis itu sadar dan membuka jalan untuk Kyuhyun. Namun aneh, seketika saja Kyuhyun malah menghentikan langkahnya saat ia melihat Hiu Hwi berada tepat dihadapannya seraya duduk berjongkok memandanginya. Gadis itu seketika merunduk! Ia merasakan kedua kelopak matanya memanas saat ini.
Hening! Terjadi kesunyian saat kedua orang ini bertemu arah. Hiu Hwi mengepalkan tangannya, berusaha mendongak untuk kembali menatap Kyuhyun. Yah, ia harus berbicara empat mata dengan namja ini. Entah hanya sekedar membahas perselisihan kemarin, atau mengucapkan kata maaf.
“Oppa, aku—”
“Hummm...,” sela Kyuhyun seraya berbalik lagi dan berjalan pergi. Yah, Kyuhyun meninggalkan Hiu Hwi dan seolah tak ingin mendengar perkataan dari yeoja itu, seolah menghindar. Hiu Hwi tertegun, apakah Kyuhyun marah dengannya atas kejadian kemarin? Tampak beberapa orang yang ada disini memandangi Hiu Hwi dengan aneh. Gadis itu hanya mampu diam dan menahan semua rasa yang kini melubangi hati dan perasaannya.
“Hiu Hwi-ya, gwenchana? Jja, berdirilah.” Usap Yura seraya berusaha untuk memapah tubuh Hiu Hwi berdiri saat ini.
“Aku pantas mendapatkan perlakuannya seperti itu. Karna aku, dia terluka. Aku benar-benar ingin minta maaf padanya.” Hiu Hwi menyuarakan kalimat itu dengan nada yang bergetar.
“Sudahlah, jangan terlalu melimpahkan semua kesalahan itu padamu. Aku belum tau apa yang terjadi, tapi aku yakin semua ini hanya kesalah pahaman saja. Banyak orang yang juga mengkuatirkanmu Hiu Hwi, termasuk Supir-mu itu. Kemarin, dia mencariku hanya untuk menanyakanmu. Dari wajahnya yang pucat saja, aku tau dia sangat kuatir padamu. Apa ... ini juga ada hubungannya dengan Supirmu itu, eoh?” tanya Yura lembut, membuat Hiu Hwi sentak diam. Benar, sebenarnya bukan hanya Kyuhyun saja yang terluka, tetapi juga Heechul. Bedanya hanya satu ... Kyuhyun memiliki banyak orang yang mengkuatirkan dan merawatnya. Sedang Heechul? Tak kan ada orang lain lagi yang akan membantunya untuk membasuh luka-lukanya itu.
“Ini memang salahku.” Hiu Hwi menitikan air matanya dititik ini. Ia berpikir, jika semuanya memang bermula dari kekesalannya terhadap Heechul untuk membuat namja itu dipecat. Namun sayang, ia sendiri malah terjebak.
***
Sudah sampai saat ini Hiu Hwi tak berbicara apapun dengan Kyuhyun. Mereka seolah kedua orang yang tak saling mengenal satu sama lainnya. Hiu Hwi tampak sudah berusaha untuk mendekati Kyu dan berniat untuk memulai percakapan mereka. Namun sayang, Kyuhyun sepertinya benar-benar menghindarinya. Sekuat apapun Hiu Hwi mencoba untuk mengalah dan menurunkan harga dirinya didepan semua orang, tetap saja Kyuhyun pada akhirnya akan pergi, seakan muak menatapnya. Seperti sekarang, sudah semanjak tadi Hiu Hwi hanya termangu seraya mengikuti Kyuhyun sampai didalam kantin ini. Tak ada pekerjaan lain, Hiu Hwi memang gadis yang memiliki kemauan keras.
“Aku tak bisa terus berdiam diri seperti ini. Aku harus berbicara dengannya agar aku tau dimana letak kesalahanku, hingga dia seolah begitu muak padaku seperti itu,” ucap Hiu Hwi seraya berdiri, membuat Yura tersentak.
“Hwi-ya...,”
“Aku akan terus berusaha untuk berbicara dengannya. Aku benar-benar tidak suka keadaan seperti ini, tsk!” Hiu Hwi meminum cepat jus melon dihadapannya dengan sekali tegukan, lalu beranjak untuk menuju meja Kyuhyun. Tentu saja, meja namja itu terlihat dikelilingi beberapa yeoja cantik Sekolah ini. Yura hendak menyegatnya, tapi entah darimana datangnya, namja dengan jaket hitam ini pun sentak saja menahan niat baik Yura itu. Yesung, sepertinya namja ini memang senang sekali membuat Yura berteriak kesal padanya.
“Kyu ... Kyuhyun Oppa...,” pantau Hiu Hwi dengan nada bergetar. Baiklah, nyalinya mulai menciut lagi dititik ini. Semua orang diam! Tampak terpaku menatap Hiu Hwi dengan kerlingan mata serentak.
“Waeyo?” tanya seorang yeoja berdiri seraya melipat kedua tangannya didepan dada.
“Aku tidak punya urusan denganmu. Minggir!” Hiu Hwi sentak mendelik sengit seraya mendorong tubuh gadis dihadapannya itu. Dapat dilihatnya Kyuhyun tengah menggerakkan tubuhnya untuk mengganti posisi duduk.
“Aku ... aku ingin berbicara denganmu,” lugas Hiu Hwi seraya menautkan jari jemarinya yang tampak tegang. Kyuhyun tak menjawab, namja itu terlihat berdiri dari tempat duduknya dengan raut datar.
“Sebentar saja, bisakah kau meluangkan waktumu untuk berbicara denganku? Aku merasa—”
“Maaf, aku tidak punya waktu,” potong Kyuhyun sembari mengamit tas sandangnya untuk pergi darisini. Selalu seperti itu, membuat Hiu Hwi benar-benar merasa terabaikan. Namja itu tampak berjalan dan seketika mengamit pergelangan tangan seorang gadis yang duduk tak jauh dari mereka saat ini. Hiu Hwi termangu tak percaya, Kyuhyun menarik Eun Bin; yeoja yang waktu itu ia tolong. Benar, menurut beberapa kabar yang beredar, semanjak kejadian itu, Kyuhyun dan Eun Bin semakin dekat. Eun Bin memang gadis yang berbeda, dia dikenal sebagai gadis kutu buku yang sebenarnya cukup cantik. Baiklah, sekali lagi Hiu Hwi merasa terhina dititik ini. Tidak ... bukan terhina lagi, tapi lebih kepada tersakiti.
“Eun Bin-ah, kau mau membantuku berjalan? Aku ingin ada seseorang saja yang menemaniku.” Ucap Kyuhyun dengan senyuman manisnya. Sebuah senyuman tulus yang memang jarang Hiu Hwi lihat.
“Ye?” Eun Bin hanya mengerjap-ngerjap tak percaya. Dianggukannya kepalanya itu dan membalas genggaman Kyuhyun untuk keluar dari tempat ini. Semua orang terdiam! Sedang Hiu Hwi? Gadis itu tampak hanya terpaku menatap punggung Kyuhyun dari tempat ia berdiri sekarang. Ada sebuah rasa dimana ia ingin menangis dan berlari dari penglihatan semua orang yang ada disini.
“Hwi-ya...,” desah Yura seraya menghampiri gadis itu dan merangkul pundaknya dengan iba.
“Jangan terlalu dipikirkan, eoh?” lanjut Yura berusaha untuk setidaknya sedikit menghibur.
“Sepertinya, dia benar-benar marah padaku. Aku tidak tau lagi harus bagaimana meminta maaf padanya. Aku ... aku tidak meminta lebih, aku hanya ingin tau keadaanya dari mulutnya sendiri.”
“Yak! Tidak perlu kau hiraukan itu. Seharusnya jika punya perasaan, dia tidak akan mengacuhkanmu seperti ini. Namja seperti apa yang mengabaikan niat baik seorang wanita.” Tandas Yura seraya memeluk Hiu Hwi, mengusap punggung gadis itu untuk menenangkannnya.
“Tapi Yura-shi, tetap saja aku—”
“Dia namja bodoh,” sela seseorang seketika, membuat Yura sentak menoleh kearah sumber suara. Yesung ... namja ini sepertinya memang benar-benar hobi mengejutkan orang dan muncul dengan tiba-tiba.
“Yak! Tidak usah ikut campur Dukun sinting. Hwi-ya..., kau harus dengar kata-kataku ini. Jika memang namja itu tetap tak mau mendengarkanmu, sebaiknya kau berhenti mengejarnya. Banyak hal yang dapat kau sukai dengan mudah tanpa harus bersusah payah seperti ini. Tenanglah, aku berjanji akan selalu menemanimu, eoh?”
“Yura-shi....”
“Perkataan gadis darah tinggi ini memang ada benarnya juga. Kau tak perlu kuatir, sebenarnya namja itu hanya sedang bertindak bodoh,” Yesung kembali menimpali, membuat Yura mengumpat-umpat tak jelas kearahnya. Yesung memang berdiri sedikit dibelakang tubuh Hiu Hwi, membuat Yura yang tengah memeluk gadis itu, otomatis tampak saling berhadapan dengan Yesung.
“Jika dia berbalik dan menoleh lagi kearah belakang, berarti dia benar-benar namja yang bodoh. Yah, sesuai dengan omonganku. Hiu Hwi-shi, kau mau taruhan?”
“Eh?” Hiu Hwi sentak terpaku mendengap lontaran kalimat Yesung kali ini. Kedua matanya membulat, seakan tetap fokus memandangi punggung Kyuhyun yang semakin berlalu jauh darinya.
“Dalam hitungan kelima, aku rasa dia akan berba—”
“Yak! Kim Jong Woon, kau ini sedang berbicara apa? Hwi-ya, jangan dengarkan omongan dukun sinting ini. Lebih baik kita mencari tempat untuk....”
“Dia—” Hiu Hwi kontan membesarkan lagi kedua matanya dengan seksama, menatapi punggung Kyuhyun dan Eun Bin yang kini terhenti tepat didepan pintu keluar kantin ini. Detak jantung Hiu Hwi kembali terpompa cepat. Entahlah, ia berharap Kyuhyun memang akan menoleh lagi ke belakang.
“Lima...,” Yesung tersenyum dititik ini. BENAR! Seperti tebakannya, Kyuhyun sentak menggerakkan kepalanya ke belakang dengan seketika, lalu melangkah kembali melanjutkan langkahnya. Sekalipun itu hanya sebentar, tapi Hiu Hwi benar-benar yakin, jika tadi Kyuhyun menoleh ke arahnya.
“Cah, namja bodoh!” Yesung tampak terkekeh pelan saat ini. Entah apa yang ia tertawakan itu.
“Hwi-shi..., kau lihat bukan? Dia berbalik! Sekarang kau percaya padaku? Cho Kyuhyun ... dia benar-benar namja yang kekanak-kanakan dan terlalu bodoh!” Yesung memundurkan kedua kakinya sedikit lebih ke belakang lagi dari Hiu Hwi, menatap Yura yang masih setia memeluk gadis itu.
“Bisakah kau diam? Kau ini benar-benar—” Yura hendak mengumpati Yesung kembali, mencibir agar namja itu dapat menutup mulutnya saat ini.
“Hwi-shi, kau pernah mendengar sebuah filosofi kuno?” Yesung seolah tak mendengarkan perkataan Yura. Ia terus saja membuka mulutnya berbicara dengan senyuman yang masih tampak diwajah manisnya itu. Bukan hanya berbicara lagi, tapi Yesung kini perlahan-lahan menggerakkan tangan kanannya untuk ia letakkan dikepala Hiu Hwi, namja itu mengusap-usap puncak kepala Hiu Hwi dengan gerakan pelan. Tentu saja, itu seketika membuat Yura naik pitam.
“Yak! Apa yang kau lakukan? Cepat turunkan tanganmu dari—Hmmppmhh—”
CUP!
Tanpa diduga dan disangka, Yesung secara tiba-tiba saja mengecup lembut bibir Yura untuk beberapa detik, memberikan aliran tegangan yang hebat melanda tubuh dan sanubari gadis itu saat ini. Gila! Yesung melakukannya dengan posisi Yura yang masih memeluk tubuh Hiu Hwi . Dan bukan hanya itu saja, Yesung juga melakukan itu seraya masih mengusap puncak rambut Hiu Hwi dari arah belakang. Benar, posisi ciuman seperti ini, benar-benar belum pernah Yura bayangkan sebelumnya.
“Hiu Hwi-shi, menurut filosofi ... jika seseorang pergi dan ternyata dia menoleh lagi ke belakang, terutama menoleh kembali ke arahmu. Itu menandakan, jika orang itu masih perduli denganmu.” Bisik Yesung seketika sembari tersenyum manis. Bahkan tanpa wajah bersalah dan dosanya itu, namja aneh ini tiba-tiba saja mengusap pinggiran bibir Yura dan berjalan pergi dengan santainya.
Hiu Hwi termangu, ia memang sama sekali tak melihat dan menyadari ciuman singkat Yesung dan Yura tadi. Kepalanya tetap masih fokus ke depan seraya menatapi punggung Kyuhyun sampai kini benar-benar tak terlihat lagi. Entahlah, ada sebuah perasaan dimana ia cukup senang dengan perkataan Yesung untuknya. Sedang Yura? Baiklah, yeoja itu sepertinya masih membatu seraya memeluk tubuh Hiu Hwi dengan mata dan bibir yang menganga lebar. Sungguh, ia terkejut setengah mati.
“Yura-shi, dia berbalik! Apa itu petanda dia masih—dia masih—”
“Hiu .. Hiu H ... Hwi-ya...,” Yura ikut bersuara dengan tubuhnya yang ikut bergetar hebat. Sampai hitungan ketiga, Yura seketika—
BRUUKKK!
Gadis itu sentak pingsan dalam pelukan Hiu Hwi.
***
‘Berusaha melupakanmu,
Sama sulitnya dengan mengingat seseorang yang tak pernah kukenal!’
Tak ada hal yang berlalu dengan baik sampai saat ini. Semuanya seakan masih tampak sama seperti sebelumnya. Cho Kyuhyun ... namja tampan ini terlihat baru saja selesai keluar dari ruang Perpustakaan. Beberapa luka diwajahnya memang tampak telah kering, kecuali perban yang masih melapisi tangan kanannya itu. Yah, Dokter memang menyarankan untuk tidak lebih dulu Kyuhyun menggerakkan dan mengayunkan tangannya itu secara belebihan. Kyuhyun sadar, jika tulang tangan kanannya mengalami cidera yang tak bisa diremehkan begitu saja.
“Oppa ... jika tidak keberatan, aku mau menemani Oppa pulang dan merawat Oppa sampai sembuh,” ucap Eun Bin sembari membantu Kyuhyun untuk menyandarkan tubuhnya kesebuah dinding .
“Tidak perlu, aku tidak apa-apa.”
“Benarkah? Aku bisa merawat Oppa dengan baik. Dalam keadaan tangan Oppa yang belum pulih seperti ini, seharusnya ada orang yang merawatmu. Setidaknya, ada orang lain yang akan menyuapimu makan atau membantumu melakukan hal lain.”
“Aku masih memiliki tangan kiri Eun Bin-ah.”
“Tapi tetap saja itu sulit. Jika Oppa mau, aku bahkan bisa tinggal sementara denganmu Oppa.” Manja Eun Bin yang kali ini mulai berani merapatkan tubuhnya pada Kyuhyun. Tempat ini memang cukup sepi, dan terutama ... Kyuhyun dan Eun Bin memang sebenarnya pernah berciuman.
“Cah, kau benar-benar mau tinggal bersamaku, heng?”
“Jika Oppa mengizinkan,”
“Kau tidak takut aku akan melakukan sesuatu padamu kelak?”
“Hummm..., apa Oppa mau melakukan sesuatu padaku? Sepertinya ... sesuatu itu menyenangkan.” Goda Eun Bin sembari membuka kaca mata yang selama ini membuatnya tampak seperti gadis kutu buku. Tangan gadis itu juga tak tinggal diam ditempat. Ia mulai bergerak untuk membuka kancing kemeja atas sekolahnya sendiri, hingga hampir 4 kancing terlepas. Kyuhyun tersenyum, tubuh gadis dihadapannya ini semakin menyempit, memperlihatkan pemandangan yang dapat memancing hasratnya.
“Eun Bin-ah...,”
“Heng?” Eun Bin terlihat menjijitkan kedua kakinya untuk berniat menempelkan bibir merah menggodanya itu pada Kyuhyun. Kedua tangannya bertumpu dikedua bahu Kyu, membuat kini jarak mereka sangat begitu dekat. Sedikit lagi saja, mereka sudah dapat berciuman. Namun....
“Ini masih di wilayah Sekolah. Aku tak ingin ada yang melihat kita dan berpikir yang macam-macam.” Kyuhyun sontak melepaskan tangan Eun Bin yang bergelayut manja padanya. Eun Bin terkesiap! Bukankah secara tidak langsung, Kyuhyun kini sedang menolaknya? Kyu menolak sentuhannya? Ini benar-benar tidak biasa.
“Waeyo? Memangnya kenapa jika ada yang melihat kita? Bukankah dulu kita juga pernah berciuman Oppa?”
“Yah, tapi aku memang sedikit pantang untuk berciuman dengan yeoja yang sama. Ck, terasa membosankan.”
“Mwo? Lalu—”
“Aku harap kau tak pernah salah paham dengan sikapku selama ini padamu Eun Bin-ah. Tubuhmu...,” Kyuhyun tampak merunduk menatapi kancing yang terlepas dari tubuh gadis itu dan kembali tersenyum miring.
“Aku akui, kau memang memiliki tubuh yang sexi dan wajah yang sangat cantik. Sungguh, jauh berbeda dengan julukan gadis kutu buku yang tersemat untukmu. Tapi, aku sama sekali hanya menganggapmu teman bermainku seperti gadis lain,”
“Mwo? Oppa, jadi kau ... kau tidak menyukaiku? Jadi selama ini, hubungan kita hanya—”
“Aku sudah mengatakan padamu agar jangan salah paham,”
“Tapi aku mencintaimu Oppa!” Eun Bin seketika memeluk tubuh Kyuhyun seraya terisak.
“Cah, sayangnya aku tidak menyukaimu. Aku harap setelah ini, kita masih dapat berteman. Sebagai seorang wanita, sebaiknya kau jaga tubuhmu sendiri.” Tangkas Kyu sembari melepaskan rangkulan Eun Bin dan hendak berlalu pergi.
“Apa alasannya kau menolakku Oppa? Apa aku kurang cantik? Apa aku kurang sexi seperti gadis-gadismu yang lain, heng?” pekik Eun Bin, membuat kontan saja Kyuhyun menghentikan langkahnya seketika.
“Alasanku hanya satu ... aku sudah memiliki kekasih.” Tanpa menoleh kearah Eun Bin, Kyuhyun berbicara itu dengan santainya. Namja ini pun kembali melanjutkan langkahnya untuk berniat turun ke lantai Sekolah paling bawah, meninggalkan Eun Bin yang hanya mampu terpaku tak percaya mendengar penuturannya itu.
“Mwo? Kekasih?”
***
Disatu sisi, tampak kini Hiu Hwi tengah menuruni anak tangga ke bawah ini dengan langkah gontai. Rasanya, ingin sekali ia menyumpal telinganya itu agar tak mendengar kicauan tak jelas dari namja yang sejak tadi mengikutinya itu.
“Noona, apa kau tau kenapa aku tidak lulus ulangan kemarin?”
“Mwo? Kau tidak lulus?”
“Ash..., itu karna dibagian soal Essay, semuanya ku tulis namamu Noona. Hahahahaha,”
“Mwo? Dasar....”
“Lalu, apa Noona tau ... kunci apa yang tidak ada orang lain yang menjualnya?”
“Hentikan gombalan konyolmu itu Khazuma Tetsuya!”
“Jawabannya adalah ... kuncita hanya padamu Noona, hahahahaha.”
“Kau ini benar-benar ... hahaha.”
“Aighoo, akhirnya kau tersenyum juga Noona. Noona tau? Senyum Noona itu seperti susu bendera, manisnya hingga tetes terakhir.”
“Yak! Behenti berbicara konyol. Kau ingin membuatku sakit perut?”
“Aku bukannya ingin membuat Noona sakit perut, tapi aku ingin membuat Noona mencintaiku,”
“Eh?” Hiu Hwi sentak berpaling kearah samping, saat namja Jepang itu tiba-tiba saja menahan langkahnya untuk kembali menuruni anak tangga ini.
“Sampai kapan Noona akan terus mengejarnya? Apa baiknya pria itu sampai Noona dapat bertahan seperti ini? Apa benar tidak ada ruang lagi untuk pria lain sepertiku membahagiakanmu?”
“Mmmmwo? Ka ... kau ini bicara apa?”
“Noona, mungkin usiaku memang terpaut lebih muda darimu, tapi itu bukan berarti aku tidak bisa membuatmu bahagia.”
“Nde? Yak! Se ... sebaiknya kita turun cepat. Omonganmu ini benar-benar sudah...,” Hiu Hwi sontak memundurkan langkahnya, saat tiba-tiba saja Khazuma menatapinya dan terus berjalan menghimpitnya. Entahlah, bocah ini seolah bertransformasi menjadi sosok pria dewasa. Bahkan lihatlah sekarang, namja itu benar-benar mengangkat satu tangannya untuk menyentuh dinding, membuat Hiu Hwi semakin terhimpit.
“Hey, Khazuma? Kau kesurupan? Kau ... kau....”
“Aku mencintai Noona, aku harap itu bukan sebuah kesalahan dimatamu.” Hiu Hwi merasakan tubuhnya mendingin dengan tiba-tiba tatkala Khazuma semakin mendekatkan kepalanya pada wajahnya itu. Sungguh, Hiu hwi bingung harus bagaimana. Diam saja dan pasrah atau meninju pria bocah ini sampai remuk? Sampai seketika....
“Hahahahahaha! Noona, lihatlah wajahmu, hahahaha. Merah dan terlihat bodoh sekali!” Ucap Khazuma, membuat Hiu Hwi sentak membuka matanya kembali dan mengerjap-ngerjap bingung.
“Noona, tadi kau pikir aku mau apa? Menciummu? Hahahaha..., Noona aku masih tau diri kita berada dimana. Aku akan melakukannya, jika Noona sudah mengizinkanku untuk mencintaimu, hahaha.”
“Yak! Diamlah kau ... ash!”
“Hahahaha,”
“Yak! Khazuma tetsuya...!” pukul Hiu Hwi pada pria manis dihadapannya itu. Khazuma tetap tertawa, membuat Hiu Hwi benar-benar malu dibuatnya. Kedua orang ini tampak asyik bercanda, seakan belum menyadari kehadiran seorang pria yang kini tengah berdiri tegap ditangga bagian atas itu.
“Noona, apa tadi jangan-jangan kau menginginkannya?”
“Yak! Jika kau tidak mau berhenti menggodaku, kau akan aku—”
“Ehem...,” deheman seseorang itu sentak saja menghentikan ucapan Hiu Hwi dan membuatnya berpaling untuk mendongak keatas. Kyuhyun! Cho Kyuhyun ... demi Tuhan, jantung Hiu hwi langsung berdegup kencang tatkala melihat sosok namja itu.
“Annyeong Hyung,” sapa Khazuma dengan cengiran santainya. Hiu Hwi sentak merunduk, mendapati ekspresi wajah Kyuhyun yang saat ini terlihat—err—mengerikan!
“Ada apa Hyung? Mau lewat? Lewat saja,” lanjut Khazuma semakin terlihat ingin memanas-manasi. Kyuhyun membuang muka, beringsut untuk melanjutkan langkahnya pergi.
“Ah ya, Hyung tunggu sebentar. Hummm..., aku tau jika selama ini fansmu banyak sekali. Tidak dapat kuhitung seberapa banyak yeoja yang sangat menggilai dan mencintaimu sampai sekarang. Apa aku boleh meminta satu hal?” perkataan Khazuma kali ini kontan membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya. Hiu Hwi semakin merunduk, ia mengumpat dalam hati mengapa Khazuma malah membuat posisinya tersudut seperti ini.
“Aku ingin meminta satu dari gadis-gadis yang mencintaimu itu. Satu gadis saja Hyung, bisakah kau memberikannya padaku?” Khazuma tampak menghampiri tempat Kyuhyun berdiri saat ini.
“Apa kau perlu meminta izin padaku? Kau gila?” balas Kyuhyun seraya menampik tangan Khazuma yang hendak merangkul bahunya, dan sentak berbalik.
“Yah, setidaknya agar gadis itu tak terlalu berharap lagi padamu.”
“Kalau begitu ... silahkan! Aku tidak akan perduli kau mau mengambil apa dariku, kurasa itu tidak terlalu penting.”
“Benarkah? Baguslah, aku harap Hiu Hwi Noona dapat mendengarnya dengan baik. Terima kasih Hyung, mulai detik ini kau sudah menyerahkannya padaku.” Khazuma berucap itu dengan rahang yang mengeras. Kyuhyun diam! Ia juga menatap Khazuma dengan tak kalah sengit.
“Itu bukan urusanku!” Kyuhyun sentak berbalik arah dan melanjutkan langkahnya pergi. Hening! Tampak bahu Hiu Hwi mulai naik turun tak jelas. Ia menangis! Entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa sangat rapuh sekali.
“Noona...,”
“Aku tidak apa-apa. Biarkan aku sendiri lebih dulu.” Potong Hiu Hwi seraya menghapus jejak air matanya dan berlari cepat untuk turun dari tangga ini. Sakit ... inikah arti ia dimata Kyuhyun? Hiu Hwi terus berlari dengan isak tangisnya itu. Ia ingin pergi kemanapun agar dapat setidaknya membuatnya merasa tenang. Namun seketika—
BRAKKKK!
Hiu Hwi merasakan tubuhnya secara tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang dan terdesak disebuah dinding tepat dibelakang tangga Sekolah itu. Gadis itu mendadak terkejut setengah mati, apalagi mengingat, jika orang yang telah menariknya tadi adalah....
“Kyu ... Kyuhyun Oppa...,”
“Apa tadi kau berciuman dengannya, huh?”
“M-mwo?”
“Apa tadi kau berciuman DENGANNYA?” Pekik Kyuhyun, membuat Hiu Hwi lagi-lagi tersentak kaget.
“Aku—”
“Oh..., atau jangan-jangan kau malah sudah pernah bersentuhan lebih dengannya?”
“Oppa, apa yang kau katakan?”
“Cah,” tanpa diduga, Kyuhyun sentak mengangkat tangan kanannya yang masih terbalut perban itu untuk menekan kedua rahang pipi Hiu Hwi saat ini. Sebenarnya, Kyuhyun masih merasakan sakit di tangan kanannya itu. Sampai seketika, Hiu Hwi merasakan ada benda lunak yang saat ini tengah mengecupi bibirnya secara berulang. Tubuh gadis itu menegang. Kyuhyun menciumnya! Ini jauh berbeda dari ciuman mereka sebelumnya, mengingat jika sekarang Kyuhyun seolah mempermainkannya. Menekan, lalu menarik ulur bibirnya lagi secara berulang kali.
“Op—” perkataan Hiu Hwi tentu saja tak bisa ia teruskan dengan mudah. Kyuhyun benar-benar membuatnya mati kutu sekarang! Tangan gadis itu mencengkram kuat kemeja Kyuhyun, membuat agar dia tak kehilangan keseimbangan.
“Oppa...,” nafas mereka sedikit tersengal. Kedua hidung mancung itu sentak bersentuhan tatkala Kyuhyun menghentikan aksinya itu.
“Kita berkencan!”
“Mwo?”
“Aku tidak mau tau, kita harus BERKENCAN! Pulang Sekolah, aku akan menunggumu di Taman kota,”
“Mwo?
“Aku peringatkan padamu Lee Hiu Hwi, jika sampai kau tak datang ... mati kau ditanganku!”
“Mwo?” Hiu Hwi sentak mengerjap-ngerjap tak jelas sekarang. Sungguh, Kyuhyun seakan terlalu cepat berkata, membuatnya terlalu sulit untuk mencerna apa maksud dari namja itu. BERKENCAN? DENGAN CHO KYUHYUN?
=TBC=
NEXT PART
“Ikutlah aku pulang, Nona.”
“Waeyo? Kau ingin menyeretku lagi seperti kemarin, Huh? Kau pikir aku akan mengalah lagi kali ini? Aku—”
“Tuan Lee Di Seoul, Appa Nona sekarang berada dirumah.”
“Mwo?”
***
“Yak! Lee Hiu Hwi kau kemana, HUH? Ash..., dingin!”
***
“Salju turun cukup hebat! Yura-ya bisakah kau membantuku? Kyuhyun bisa sakit, jika terus seperti itu.”
“Apapun yang terjadi jangan membantu Hiu Hwi. Kali ini, setiap tindakannya akan mengubah sesuatu. Biarkan dia menyelesaikannya sendiri, kau jangan ikut campur.”
“Tapi Yesung-shi....”
***
“Aku berhenti!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar