Rabu, 01 Oktober 2014

_“BAD BOY!”_ Part. 6_ [KYU-HWI School]




_“BAD BOY!”_ Part. 6_ [KYU-HWI School]


Tittle                     : “BAD BOY!”
Cast                      : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating                   : PG-17 / Straight
Genre                   : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!


              “Kau ... siapa kau sebenarnya?” tanya Kyuhyun seraya mendekap tubuh Hiu hwi dari arah belakang agar gadis itu tak terjatuh. Hiu hwi menitikan airmatanya, Kyuhyun benar-benar tak suka melihat itu. Sesungguhnya, gadis itu tak pernah dibentak siapapun seperti ini sebelumnya. Heechul bungkam! Kedua bola matanya tampak berkaca-kaca seraya menatapi Hiu hwi yang seakan begitu takut padanya sekarang.

              ‘Hiu hwi-ya....’




This Story Original From @Jjea_



***



‘Cinta adalah kondisi di mana kebahagiaan orang lain begitu penting bagi kebahagiaanmu sendiri.
Karna hanya cinta yang memandang sesuatu yang biasa dengan cara luar biasa....’



_“BAD BOY!”_  Part. 6_



              Suara angin itu melambai, berdendang dengan pasir-pasir yang bergerak tak tentu arah. Diantara terik matahari yang membakar itu, tampak hembusan anginnya menerpa untuk membasuh, memberikan sekelebat dingin yang membatu diam untuk sementara waktu. Kata beberapa orang, tak ada sesuatu yang diciptakan sang Maha Kuasa ini tanpa alasan, semuanya mempunyai sebuah arti tersendiri. Yah, sebuah arti tersendiri.


               * When it all began ... U’ar Jerk! *


              “Huhh...,” Hiu hwi tampak menghela nafas kasar seraya keluar dari dalam mobil mewahnya ini. Tak ada sapaan, bahkan suara yang sejak tadi ia lontarkan seperti biasa.
              “Nona Lee, nanti aku akan menjemputmu tepat wak—”

BLAM!

              Hiu hwi sentak menyela dengan menutup pintu mobil itu sedikit keras. Tanpa menoleh lagi, yeoja itu pun terus saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam gerbang Sekolah ini. Ekspresinya terlihat marah, bahkan kali ini benar-benar tak bersahabat. Heechul tampak mematung mendapat balasan dari gadis berambut hitam panjang itu. Sudah sejak kemarin, tepatnya disaat kejadian ia tanpa sengaja membentak Hiu hwi didepan namja bernama Cho Kyuhyun itu, gadis itu sama sekali tak menegur apalagi menyapanya. Sungguh, ini benar-benar menyiksa batin Heechul.
              “Maaf.” Hanya kata itulah yang kini namja itu lontarkan tatkala ia menatapi punggung Hiu hwi yang terus berjalan menjauh darinya, tanpa menoleh lagi seperti biasa. Kali ini, sepertinya gadis itu benar-benar marah padanya. Kemarin, Heechul tau Hiu hwi menelpon Appa-nya untuk memecat Heechul menjadi Supir pribadinya. Entah untuk yang keberapa kali permintaan itu terlontar dari bibir Hiu hwi langsung kepada Appa-nya itu. Namun toh, Tuan Lee sendiri hanya menanggapinya dengan biasa. Itulah yang membuat Hiu hwi semakin curiga tentang siapa sosok Heechul sebenarnya.

BRUUKKK!

              Hiu hwi terlihat menghempaskan tasnya seketika disebuah bangku Kantin, menekuk kembali wajah cantiknya itu semakin emosi. Benar, ia dan teman-temannya yang lain tak mempunyai kelas ataupun semacamnya. Toh, mereka hanya Siswa-siswi datangan dari Kota lain untuk sementara waktu. Hari ini, sepertinya akan ada babak penyisihan dari Turnament Baseball lagi. Hiu hwi sedikit tak terlalu memperdulikan itu lebih dulu, karna ia yakin pasti kelompok Kyuhyun lagilah yang akan memenangkan pertandingan itu.
              “Wajahmu kenapa ikan Hiu?” ucap Yura seraya tersenyum dan menyodorkan secangkir Jus Lemon pada Hiu hwi. Yura tampak menggeser kursinya untuk mengambil tempat duduk disisi kanan gadis itu.
              “Aku sedang kesal dengan seseorang.” Sahut Hiu hwi dengan nada yang memang terdengar gusar. Yura mengernyit, ia benar-benar yakin jika hidup gadis bernama Hiu hwi ini memang selalu dirundung emosi.
              “Lupakan saja orang itu untuk sementara waktu Hwi-ya. Ah ya, bukankah besok hari minggu? Hummm..., bagaimana jika kita pergi refreshing?”
              “Aku tidak mau. Aku ingin di rumah saja dan menelpon Appa-ku untuk membujuknya agar memberhentikan Supirku yang menyebalkan itu.”
              “Aih, kenapa kau malah menghabiskan waktu membosankan seperti itu? Kau jangan membuang waktumu hanya untuk memutuskan mata pencarian orang lain Hwi-ya. Bukankah akan lebih baik jika kita pergi bersama-sama menghabiskan waktu selama kau berada di Seoul? Lagipula, yang kudengar akan ada Festival dipusat Kota. Disana akan ada pertunjukan yang pasti akan membuat Mood-mu akan kembali membaik. Festival kali ini menyunsung Thema ‘LOVE’ yang pasti akan ada banyak sekali stand-stand yang mungkin menawarkan sesuatu yang bertema cinta, hahaha.”
              “Aku tidak tertarik!”
              “Benarkah? Sayang sekali! Padahal yang aku tau, para gadis-gadis itu akan mendapat giliran kencan dengan Kyuhyun,”
              “Mwo?” kepala Hiu hwi sentak saja beralih pada Yura sekarang. Betapa nama Kyuhyun menjadi megnet terbesar dalam hidupnya.
              “Ne. Kau tidak penasaran apa yang terjadi besok pada mereka? Humm..., kencan disaat pembukaan Festival Kota, bukankah itu sangat menarik? Dan malamnya, akan ada pesta kembang api untuk membuka acara itu. Sungguh, ini benar-benar sangat romantis!”
              “Hummm...,”
              “Bagaimana? Kau mau ikut? Jika mau, kita akan bertemu disana pada jam 3 sore besok.”
              ‘Benar. Ini memang adalah waktu yang bagus untuk—untuk—ash—pokoknya untuk mengintai aktivitas apa saja yang dilakukan namja itu! Tapi—’
              “Baiklah.”
              “BAGUS! Aku akan menelponmu besok hwi-ya. Ingat, tak ada pembatalan janji dengan alasan apapun, aro?” Yura sentak tertawa dan mengelus puncak rambut Hiu hwi dengan gemas.
              “Aku mengerti!”
              “BAGUS! Hahahaha.” Yura sentak tertawa senang mendengar sahutan Hiu hwi itu. Baru kali ini, gadis itu menurut dengan baik apa yang ia katakan.
              ‘Hummm..., sebenarnya ini juga waktu yang bagus untuk menghindari Supir tak tau diri itu!’




***



At Festival Kota_
Seoul, South Korea : 15.30 KST



              Tak ada senyuman yang sejak tadi terlihat dari kedua daun bibir gadis yang kini mengenakan topi coklat muda itu. Rambut hitamnya tampak terurai panjang disisi topi yang agak memiring itu. Hari ini sedikit mendung memang, membuat gadis yang bernama lengkap Lee Hiu hwi ini pun lebih memilih mengenakan pakaian dengan lengan panjang serta sepatu Boots yang membuatnya terlihat tampak sangat cantik. Tidak, dia lebih dari itu. Bahkan hanya dengan melihat sekilas busananya saja, semua orang tau jika Hiu hwi dari keluarga yang berada.
              “Hwi-ya...,” panggil seseorang seraya melambai cepat kearahnya. Hiu hwi bernafas lega, akhirnya gadis kura-kura itu datang menepati janjinya.
              “Kau kemana saja, eoh? Tega sekali kau membuatku sendiri ditempat seramai ini!” Hiu hwi mendengus, membuat Yura memasang tawa terbaiknya.
              “Tadi aku ada urusan sebentar. Sendiri? Memangnya kau tidak diantar Supirmu?”
              “Aniya, aku bahkan tidak mengatakan akan pergi hari ini. Biar saja, biar dia sadar jika aku benar-benar muak padanya.”
              “Ahahaha, aku jadi penasaran dengan Supirmu itu. Jja, sebaiknya kita mulai berkeliling agar Mood-mu kembali baik!” Tarik Yura membuat Hiu hwi hanya dapat pasrah pada tindakan Yura kali ini. Tampak keduanya mulai berkeliling dan melihat-lihat apa saja yang ada di Festival ini. CINTA ... karna tema inilah semua orang lebih banyak menjual barang-barang yang berbau cinta seperti itu. Sungguh, itu sangat menyenangkan bagi yang mempunyai pasangan, tapi tidak untuk yang tak memiliki pasangan. Entahlah, mereka merasa jika mendengar kata cinta itupun akan sedikit memuakan.
              “Hiu hwi-ya, apa yang ini bagus?” tanya Yura seraya memperlihatkan sebuah kartu aneh yang entah untuk apa itu. Hiu hwi menautkan kedua alisnya. Sepertinya, ia mulai merasa jika Yura memang memiliki tali mistis yang sama separti Yesung.
              “Ohk, bagus.” Jawab Hiu hwi asal. Yura tersenyum senang dan seolah berniat untuk membeli barang yang ia pegangi sejak tadi itu. Entah mengapa, sesujurnya Hiu hwi sama sekali sedikit tak tertarik dengan hal-hal yang semacam ini. Bahkan lihatlah, kepalanya sejak tadi malah lebih sibuk berkeliling untuk mencari sosok seseorang yang menjadi alasannya berada disini.
              “Kau mencari Kyuhyun?” tebak Yura membuat Hiu hwi sentak menoleh untuk menatapnya.
              “Nde?”
              “Disana—dia berada di Stand olahraga. Kau mau menghampirinya? Jja, ikut aku!” Yura kembali menarik pergelangan Hiu hwi secara tiba-tiba.
              “Ta-tapi ... Yura-shi aku—sebenarnya aku—”
              “IGE—itu Kyuhyun!” Pekik Yura yang membuat Hiu hwi benar-benar ingin membunuh gadis disampingnya ini. Beberapa teman Sekolahnya tampak terlihat disana dan memandangi mereka sekatika, kecuali KYUHYUN. Yah, sepertinya, ia lebih sibuk melayani para yeoja-yeoja yang menggilainya itu.
              “Sudah kukatakan bukan? Dia akan berkencan dengan banyak yeoja hari ini. Huhhh..., Hiu hwi-ya, jika aku boleh memberi saran ... ada baiknya jika kau tidak menyukai namja yang sangat terkenal dikalangan yeoja seperti Kyuhyun. Aku yakin, hatimu sendiri yang akan sakit pada nantinya. Kau tau, eoh? Suatu musibah yang paling menyakiti hati wanita itu adalah ... melihat pria yang ia taksir bersama yeoja lain! Dan bodohnya lagi, kebanyakan wanita itu lebih memilih untuk menyimpan semua apa yang ia rasakan.” Ujar Yura berceloteh panjang-lebar seolah belum sadar, jika saat ini Hiu hwi sudah tak lagi berdiri disampingnya. Yeoja itu tampak membungkuk untuk mengintai Kyuhyun bersama para yeoja-yeoja itu.
              “Apa dia berniat untuk menguntit Kyuhyun?” Yura sentak menggeleng-geleng prihatin menatapi tingkah Hiu hwi yang seolah seperti seorang stalker itu. Dengan gerakan cepat, ia pun sentak berniat untuk mengejar Hiu hwi. Namun sayang, ia malah menabrak seseorang.
              “Mianhada, aku tidak sengaja Tuan,” sesal Yura seraya membungkuk hormat pada namja dihadapannya itu.
              “Tidak apa-apa. Lain kali, kau menabrakku lagi saja.” Sahut orang itu membuat Yura sentak  mendongak cepat.
              “Kau—”
              “Mwoya? Kau ingin mengatakan, jika dunia ini begitu sempit sampai-sampai kita dapat  saling bertabrakan seperti ini, eh?”
              “Yak! Yesung-shi, apa kau mengikutiku HUH?”
              “Aku tidak mengikutimu, tapi Tuhanlah yang menyuruhku untuk berada dekat denganmu. Kau tau? Ramalan jodoh kita itu sudah terikat jelas!”
              “Berhenti mengatakan, jika aku ini adalah jodohmu. Ish! Itu tidak akan pernah terjadi!”
              “Kau masih belum percaya?”
              “Percaya dengan dukun beranak sepertimu? Cih, kau pikir aku gila?”
              “Kalau begitu, ikut aku! Aku akan menunjukan kepadamu sebarapa besar tali jodoh sudah mengikat kita Yura-shi!” Yesung sentak mengamit pergelangan tangan Yura dan menariknya untuk berjalan kesuatu tempat.
              “Yak! Lepaskan! Kau mau mengajakku kemana? Yak!”
              “Kita ke Stand ramalan dan aku ingin melihat seberapa persen kita berjodoh satu sama lain!”
              “MWOYA?”



***



'Dicintai dengan begitu dalam oleh seseorang akan memberimu kekuatan,
Sedangkan mencintai seseorang dengan begitu dalam akan memberimu keberanian.
Karna hati memiliki banyak alasan yang tidak dapat dipahami nalar....'



              Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi tengah bersembunyi dibalik dinding perbatasan salah satu stand yang ada. Sesekali kedua manik matanya tampak menatapi Kyuhyun, sesekali juga ia terlihat berpura-pura menjadi orang asing. Yah, itulah kegiatannya selama berada di Festival kota ini. Bodoh? Mungkin iya! Toh, ia bahkan sudah melakukan kegiatan menguntit itu selama setengah jam lebih. Tetap sama, Kyuhyun masih dikelilingi gadis-gadis centil itu, walau tak sebanyak tadi.
              ‘Gadis-gadis itu benar-benar kurang kerajaan! Dasar centil, cih!’
              Baru saja Hiu hwi hendak menyerah dan berbalik pergi untuk mencari Yura atau setidaknya pulang. Yeoja itu pun seketika menghentikan langkahnya saat ia merasa Kyuhyun tampak menjauh dari kerumunan yeoja itu untuk menghampiri seseseorang. Benar, seorang wanita yang Hiu hwi yakin mempunyai umur diatas mereka.
              ‘Siapa wanita itu?’
              Raut wajah kesal Hiu hwi tampak berubah menjadi raut ingin tau. Ada sedikit yang aneh ketika wanita yang sedang bersama Kyuhyun itu menangis dan memeluk Kyuhyun dengan erat. Dada Hiu hwi berdesir, tak ia pungkiri jika ia cemburu!
              ‘Apa itu mungkin Eomma-nya?’
              Hiu hwi lagi-lagi menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Wanita itu memang terlihat seperti sudah menikah. Entahlah, Hiu hwi bahkan belum bisa menebak apapun. Dengan gerakan cepat dan hati-hati, yeoja itu pun sentak berlari kecil untuk kembali mengikuti Kyuhyun dan wanita itu pergi. Ada sebuah rasa dimana ia selalu ingin tau apa saja yang menyangkut namja bermarga Cho itu.

              Ahjusshi Kim Memanggil!

              Hiu hwi sejenak mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya itu. Lagi-lagi nama yang sama, membuat gadis itu semakin mendengus kesal. Pasti Heechul sudah mengetahui kepergiannya yang tak ada kabar ini. Persetan dengan itu, Hiu hwi memang sengaja membuat namja itu kuatir setengah mati. Sungguh, ia tak perduli itu!
              Hiu hwi semakin cepat berlari mengejar Kyuhyun dan wanita itu yang menyebrang sebuah lintasan jalan. Kemanakah mereka pergi? Tubuh Hiu hwi mulai dingin, ia belum terlalu mengenal betul seluk beluk Kota Seoul ini.
              ‘Humm....,’
              Mereka tampak menuju kearah sebuah gedung! Hiu hwi sedikit membulatkan matanya. Bahkan gedung itu benar-benar tak terlalu jauh dari tempat festival Kota tadi. Apakah mereka memang benar-benar butuh tempat yang cepat untuk berbicara? Bahkan Hiu hwi sendiri baru sadar, jika sekarang kedua orang itu memasuki sebuah Hotel yang cukup berbintang. Hotel? Yah, benar ... ini adalah Hotel!
              ‘Ya Tuhan...,’
              Hiu hwi tak tau apa yang akan ia lakukan setelah ini. Tetap mengikuti Kyuhyun dan wanita itu sampai keatas kamar Hotel yang mereka pesan atau berhenti dan berbalik pulang? Gadis itu tampak ragu saat mengetahui dilantai berapakah Kyuhyun dan wanita itu berhenti. Sungguh, ia benar-benar ingin segera menampik pikiran kotor akan sosok Kyuhyun saat ini. Bukankah mungkin saja wanita itu adalah sanak saudara Kyu yang ingin menyewa sebuah kamar untuk berlibur?
              Dengan langkah yang sangat hati-hati, Hiu hwi sentak bersembunyi dibalik sebuah dinding. Bersembunyi untuk mengetahui dinomor berapakah kedua orang itu berhenti! 158 ... sepertinya Hiu hwi menebak itulah nomor kamar Hotel yang tengah dimasuki oleh kedua orang ini.

BLAM!

              Terdengar pintu kamar Hotel itu berbunyi dengan terburu-buru! Tak ada lagi bayangan mereka dari depan pintu kamar Hotel itu. Kaki Hiu hwi sentak bergerak. Ia merasakan jantungnya berdegup amat kencang sekarang! Entahlah, ia merasakan perasaannya tak enak saat ini.
              ‘Apa aku masuk saja?’
              Tanyanya ragu entah pada siapa. Jari jemari Hiu hwi bertaut, ia kini telah berdiri tepat didepan pintu kamar Hotel itu. Sesekali, kepalanya tampak memperhatikan kiri-kanan lorong tempat ini, ia tak ingin ada yang curiga akan tingkah lakunya itu. Tapi—sungguh, Hiu hwi semakin merasakan tubuhnya bergetar tak karuan.
              ‘Aku harus bagaimana?’
              Untuk beberapa menit, Hiu hwi masih tampak ragu untuk mengangkat tangannya agar memutar Knop pintu dihadapannya itu. Sejujurnya, ia malah ingin pintu Hotel itu terkunci agar ia tak memiliki alasan untuk masuk. Namun sayang, tebakannya salah. Pintu Hotel ini bahkan sama sekali tak terkunci! Ada sebuah ruang yang kini dapat membuat akses Hiu hwi untuk semakin melebarkan daun pintu itu dengan pelan.
              ‘Aniya ... aniya. Apa yang harus aku katakan padanya nanti?’
              Hiu hwi tampak gamam untuk memutuskan masuk atau tidak kedalam. Ia tau, jika kini ia tengah diperhatikan oleh seorang Pelayan sejak tadi. Itu membuatnya sedikit kikuk, bisa saja ada orang lain yang menuduhnya sebagai teroris yang menyimpan Bom untuk diledakan disebuah kamar Hotel.
              ‘Ya Tuhan!’
              Hiu hwi tampak tersenyum dengan Pelayan yang semenjak tadi memperhatikan gerak-geriknya itu. Dengan keberanian yang kuat, gadis itu pun sentak memasuki kamar Hotel ini seketika. Gadis itu masih mematung ditempat untuk beberapa saat setelah ia memasuki ruangan ini! Pucat ... entah bagaimana lagi untuk menggambarkan ekspresi wajah gadis itu saat ini.
              ‘Hampir saja!’
              Gumamnya mengelus dada seraya menghela nafas leganya. Belum terlihat apapun dari dalam ruangan depan kamar Hotel ini. Sepertinya Kyuhyun dan wanita itu berada dilorong kanan menuju sebuah tempat tidur. Sesungguhnya, Hiu hwi sedikit tidak berniat untuk melanjutkan langkahnya itu untuk masuk lebih dalam lagi, jika saja ia tak mendengar suara desahan wanita yang memanggil nama Kyuhyun dengan sedikit tertahan secara berulang.
              ‘Tidak mungkin’
              Sekali lagi, Hiu hwi menampik pikiran kotornya itu seketika. Setelah ia tau sifat Kyuhyun saat namja itu mengantarnya waktu itu, Hiu hwi seolah mengenal sisi berbeda dari Kyuhyun. Entahlah, Hiu hwi merasa jika Kyuhyun juga memperhatikannya. Toh, mana mungkin namja itu mau repot-repot mengantarnya pulang dan mengatakan kepada namja lain agar tak menyentuh Hiu hwi lagi, jika Kyuhyun memang tak memiliki perasaan apapun padanya. Sungguh, Hiu hwi benar-benar merasa hubungan mereka semakin dekat setelah kejadian didepan rumahnya itu. Kyuhyun ... namja itu bahkan memeluknya dan melindunginya dari hentakan Heechul.

              “Aku pulang. Hummm..., jika ada sesuatu yang terjadi padamu ... cepat hubungi aku!”

              Kalimat itulah yang Kyuhyun ucapkan saat ia berpamitan pulang pada Hiu hwi waktu itu. Dengan raut yang kuatir melihatnya menangis, Kyuhyun benar-benar menyuguhinya dengan perasaan yang hangat.
              Hiu hwi tersenyum setiap kali menyadari bagaimana sikap Kyuhyun padanya itu. Bukan apa-apa, toh selama ini hubungan mereka memang bisa dikategorikan cukup dekat.
              ‘Yah, namja itu pasti tak akan—’
              Langkah Hiu hwi tercekat, kalimat batinnya pun menggantung dititik itu tanpa perlu diperintah. Mungkin keputusannya untuk menguntit Kyuhyun, memasuki kamar ini, dan melangkahkan kakinya mendekat pada gadis itu adalah sesuatu yang salah! Mengingat sekarang, semua organnya membeku tak biasa menatapi pemandangan apa yang terjadi didalam kelambu yang menutupi ranjang itu.
              “IGE MWOYA?” suara Hiu hwi terdengar pelan, tapi cukup untuk didengar jelas dari ruangan persegi ini. Semuanya membeku! Tampak wanita yang dilanda kenikmatan itu sentak berpaling menatap Hiu hwi dengan terkejut! Bagian atas tubuhnya sudah terbuka tak karuan lagi! Tanpa perlu dijelaskan, Hiu hwi sangat jelas melihat bagaimana posisi Kyuhyun yang juga tak memakai baju bagian atasnya tengah berada diatas tubuh wanita asing itu. Sepertinya, namja itu tadinya tengah mengecap gemas kulit putih leher, bahu dari wanita dihadapannya itu.
              “Cho Kyuhyun kau—kau—apa yang kau lakukan ini?” satu kaki Hiu hwi mundur ke belakang, seolah ia tak percaya dengan apa yang tengah ia pandangi ini. Sungguh, kedua lututnya melemas sekarang.
              “KENAPA KAU ADA DISINI?” hentak Kyuhyun belum berniat untuk berdiri dan memposisikan tubuhnya dengan benar. Wanita dihadapannya itu sentak menutupi tubuhnya dengan selimut, berputar kesamping untuk membenarkan letak baju kemejanya itu.
              “Kau—” Hiu hwi sentak menitikan air matanya saat menyadari tentang kemungkinan besar yang akan terjadi, jika ia tak memergoki adegan mesum ini. Sakit? Sangat! Kyuhyun benar-benar telah menorehkan luka sebesar ini untuknya sekarang. Gadis itu benar-benar tak percaya jika hal seperti inilah yang Kyu lakukan selama ini!
              “Kyuhyun sayang, Ahjumma akan menelponmu nanti.” Wanita itu tiba-tiba saja berdiri dari ranjang, menatapi Hiu hwi dengan raut tak suka, lalu beranjak keluar. Baiklah, kini tinggal Kyuhyun dan Hiu hwi yang berada diruangan senyap ini.
              “Ck!” Kyuhyun tampak tersenyum sinis seraya membuka kelambu putih dari ranjang itu tanpa menghiraukan tangisan dan tatapan Hiu hwi yang mengarah padanya saat ini.
              “Kau menggangguku lagi! Huhhh...,” Kyuhyun tampak berdiri dan hendak menjangkau sebuah cangkir kristal yang tergeletak diatas meja. Sungguh, tak ada raut bersalah dari wajah tampannya itu. Sampai—

PRANGGG!

              Hiu hwi sentak menghempaskan cangkir yang sedetik lagi dapat Kyuhyun teguk. Namja itu memicing! Sepertinya, emosinya juga akan ikut meledak sekarang.
              “Yak! Apa yang kau lakukan HUH?” bentak Kyuhyun dengan kedua mata merah yang menghunus tajam kearah Hiu hwi. Gadis itu tak menatapnya sengit, tapi malah tatapan sendunya lah yang ia tampilan.
              “Jadi selama ini ... kau—”
              “Mwo? Cah, apapun yang kulakukan ini juga bukan urusanmu!”

PLAKKK

              “Yak CHO KYUHYUN! Kau pikir tindakanmu ini benar, eoh? Bukan hanya sudah bermesraan dengan banyak gadis! Tapi kau—kau juga bermesraan dengan Ahjumma-ahjumma tak tau diri itu!”
              “Itu urusanku! Lagipula bukan aku yang memanggil mereka, tapi merekalah yang membutuhkanku! Aku hanya membantu mereka untuk menghilangkan sejenak rasa gundah dari permasalahan mereka itu!”
              “MWOYA?” Hiu hwi tampak menahan nafas ketika mendengar semua ucapan Kyuhyun dengan nada oktaf tertingginya itu.
              “Kau dibayar berapa untuk menyentuh mereka, ohk? Kau dibayar berapa Cho Kyuhyun! Kupikir kau namja baik seperti yang kukira selama ini, tapi ternyata—Heechul Oppa benar tentangmu. Dia benar ketika dia mengatakan jika kau pria brengsek! Kau brengsek Cho Kyuhyun!” Kyuhyun sentak terdiam ketika ia mendengar pernyataan meledak-ledak dari Hiu hwi kali ini. Hening!
              “Itu urusanku! Aku dibayar dengan harga tinggi seperti ini, juga itu urusanku Nona Muda.”
              “Aku pikir, aku sudah benar untuk jatuh cinta dengan pria sepertimu. Sekalipun kau selalu bersikap buruk padaku, tapi aku masih dapat memaafkanmu! Aku bodoh? Tentu saja! Kenapa Tuhan harus memilihmu sebagai pria yang aku cintai? Kenapa harus kau yang menyakitiku dengan cara seperti ini? Aku terus mengatakan, jika kau memang memiliki sisi lain yang menjadi alasanku untuk bertahan untuk menyukaimu, tapi ternyata aku lagi-lagi salah. AKU BODOH!” Isak Hiu hwi dengan nada yang terputus-putus. Tak ada pembelaan dari Kyuhyun. Namja itu tampak terduduk disisi ranjang seraya merunduk dengan senyuman sinis.
              “Ini—” Hiu hwi sentak kembali maju untuk lebih dekat dengan Kyuhyun, mengambil sebuah kartu yang mungkin berisi milyaran juta uang didalam tasnya. Yeoja itu sentak menjongkok sekilas, menghempaskan kartu itu dengan kasar tepat dihadapan Kyuhyun.
              “Jika memang kau butuh uang, tak seharusnya kau melakukan hal menjijikan seperti itu. Ini—ambillah kartu kreditku! Kau bisa menggunakannya berapapun yang kau mau,” Kyuhyun sentak mendongak menatap Hiu hwi yang nampak telah pucat dan lemah sekarang. Namja itu benar-benar tak menyangka, jika gadis ini akan memberikannya kartu berharga yang diperuntukkan untuk keperluan hidupnya sehari-hari.
              “Kau pikir kebahagiaan itu hanya dengan memiliki uang banyak, huh? Kau pikir kebahagiaan itu hanya melalui hubungan dan sentuhan badan? Aniya Kyu..., kebahagiaan itu saat kau sudah merasa bebas, kebahagiaan itu saat kau tersenyum tanpa beban, tersenyum tanpa kau mengerti. Dan kebahagiaan itu saat kau tak merasa sendiri! Aku bahkan merasa sangat bodoh sekarang! Aku masih percaya, jika kau memang memiliki sisi yang belum kuketahui. Maaf!” Hiu hwi sentak menghapus air matanya, lalu hendak keluar dari ruangan ini. Namun tanpa diduga, Kyuhyun ikut berlari dan mengunci kamar Hotel ini lebih dulu. Hiu hwi terkesiap, sorot mata Kyu benar-benar sangat tajam sekarang.
              “Kau pikir kau tau semua tentangku, HUH! Cih, berani sekali kau mencampuri urusanku sampai sejauh ini!” Hentak Kyuhyun kembali bersuara lagi. Kali ini, ia mendekat kearah Hiu hwi dengan senyuman miring yang mengerikan itu. Hiu hwi sentak mundur. Sungguh, ia sedikit takut dengan Kyuhyun sekarang.
              “Kyu...,”
              “Wae? Kau takut? Kau takut aku akan mengurungmu disini dan menyentuhmu? Cah, kau pikir berapa harga yang harus kau bayar saat kau dengan berani-beraninya menyela apapun yang kuperbuat?”
              “Apa maksudmu?”
              “Maksudku?” Kyuhyun sentak menjulurkan kedua tangannya untuk mengunci Hiu hwi ditengah tubuhnya saat ini. Gadis itu merunduk takut, hawa nafas Kyuhyun kembali terdengar berbeda!
              “Berbaringlah!”

DEG!

              Desiran darah Hiu hwi saat ini terdengar sontak berkontraksi cepat. Namja ini—namja ini benar-benar selalu berhasil membuat semua organnya mendadak hilang kendali.
              “Kau gila?” cibir Hiu hwi gemetar.
              “Gila? Aniya, kau sendiri yang masuk ketempat ini tanpa kuundang. Sekarang, kau harus merasakan akibat tindakan berani sekaligus bodohmu itu!” Dengan satu tangannya, Kyuhyun bahkan sudah berhasil membuat tubuh Hiu hwi terdorong kebelakang dan terhempas diatas ranjang. Gadis itu membulatkan kedua matanya, ia melihat dengan jelas jika Kyuhyun kembali membuka kemeja yang tadi ia sempat kenakan kembali.
              “Kyuhyun-ah...,”
              “Hemmm?” Kyuhyun tampak tersenyum sinis seraya menghimpit tubuh Hiu hwi dari atas. Yeoja itu memberontak! Kyuhyun tak memperdulikan itu! Kepalanya merunduk  untuk bersiap menciumi pipi putih gadis itu dengan gemas.
              “Setelah ini, akan aku tunjukan siapa aku sebenarnya padamu.” Kyuhyun menenggelamkan kepalanya diantara bahu gadis itu. Hiu hwi mendadak beku! Ia merasakan jika sebelah tangan Kyuhyun tadi sempat menekan nomor seseorang dari layar ponselnya itu. Yah, buktinya sekarang ... terdengar nada sambung dari ponselnya itu.
              “Yeoboseyo Tuan Cho,” suara berat seorang pria terdengar menjawab dari seberang sana. Hiu hwi tercenang, sepertinya Kyuhyun memang sengaja menghidupkan speaker pengeras suara dari ponselnya itu.
              “Tuan Cha, siapkan semuanya. Aku ingin pulang ke Rumah, katakan pada Eomma.” Hanya kalimat itu yang Kyuhyun ucapkan, lalu ia matikan sambungan itu lagi secara sepihak. Hiu hwi nampak masih bingung, apa yang sebenarnya ingin dilakukan namja ini.
              “Buka mulutmu, ketika aku melakukannya!”
              “Mwo? Ka—”

CUP!




=TBC=

 




NEXT PART!

 

“LEE HIU HWI, KAU GADIS PERTAMA YANG KUBAWA KEMARI!”

“MWO?”

 

===

“PULANG! PULANG...!”

“Yak! Lepaskan aku Kim Heechul! Aww....”

“Jika kau tak diam dna tak ingin pulang, akan kubunuh pria itu!”

 

===

 

“Noona, kau itu gadisku! Kau pikir aku akan rela kau lebih memilih pria brengsek ini untuk kau sukai, eoh?”

“Diam kau bocah tengik! Bisakah kau berhenti menggangunya?”

“Tidak bisa! Hiu hwi Noona adalah nafas dan jiwa ragaku! Apa hakmu melarangku mengganggunya, eh? Kau juga menyukainya?” gertak Khazuma tersenyum!






Tidak ada komentar:

Posting Komentar