Tittle : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 10
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
“Ne? Hiu hwi-ya aku—“
“Aku mencintaimu Yoochun Oppa, kumohon jadikanlah aku milikmu sepenuhnya.” Hiu hwi sentak mendekatkan wajahnya pada Yoochun, semakin dekat hingga—
“Hiu hwi!” Geram Kyu mengerang seraya mengepalkan kedua tangannya emosi. Baru kali ini hatinya mencolos dan sesakit ini, ia benar-benar tak menyangka jika Hiu hwi dapat berciuman dengan namja lain selain dirinya tepat dihadapannya.
- “Cinta itu adalah…
Ketika kau telah meyakinkan dirimu sendiri,
Bahwa kau telah melupakannya,
Tapi kau masih temukan dirimu peduli padanya. “ –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 10 Begin’s story_
Tampak awan itu berubah gelap dan semakin kelam, seolah melayangkan dunia ke peluk purnama yang terkuyup. Entah apa yang terjadi, hingga suasana sore yang beberapa menit lalu tampak masih tersenyum, kini mulai membias dengan runtuhnya sinar mentari. Mungkinkah alam tengah menggambarkan suasana hati Kyuhyun yang kini tengah mengerang geram saat ini? Mungkin saja itu benar.
“Hiu hwi-ya.” Yoochun mendesah pelan bahkan hampir tak terdengar. Tampak jelas ia rasa hembusan nafas Hiu hwi yang menerpa kulit wajahnya tak beraturan. Walau posisi mereka sangat amat dekat saat ini, tapi ia dan Hiu hwi sama sekali tak berciuman! Bibir dan tubuh yeoja itu tampak bergetar hebat, seolah hanya meminta Yoochun untuk menolongnya saat ini. Yoochun sadar dan tau betul apa alasan Hiu hwi melakukan ini untuk namja yang hanya mematung diam menatapi mereka dengan tatapan tak percaya itu, tapi bukankah ini akan menyakiti dirinya sendiri?
“Arasseo… arasseo.” Kyu terlihat lunglai menatapi adegan ciuman yang membuat dadanya mencuat sakit tepat didepan matanya itu. Air matanya pun terjatuh pelan tak senada. Entah mengapa, wajah Kyu memucat dengan getaran hebat ditubuhnya. Seolah tak ingin memperpanjang penderitaan batinnya itu, Kyu pun mulai berbalik dan menjauh dari tempat itu dengan langkah gontainya. Dapat Hiu hwi dan Yoochun dengar dengan jelas jejak langkah namja itu kini kian menjauh dari mereka.
“Hiu hwi-ya, gwanchana?” Yoochun dengan cepat bertanya tatkala tubuh yeoja itu mulai mengendur dan menjauh darinya perlahan. Nampak jelas jika kini Hiu hwi mengerang menahan emosinya.
“Gwanchana… aku baik-baik saja. Aku akan baik-baik saja.” Hiu hwi berusaha mendongak dan tersenyum; Pahit! Baru kali ini Yoochun melihat senyuman pahit yeoja manis itu selama ia mengenalnya.
“Hiu hwi-ya….” Tegur Yoochun lagi membuat Hiu hwi perlahan-lahan mengeluarkan suara tangisnya itu, semakin keras membuat beberapa orang menatap kearah mereka.
“Tidak, aku pasti akan ba—“ Hiu hwi sentak menghentikan ucapannya saat ia rasa tak mampu lagi membohongi perasaannya sendiri. Senyumannya hilang seolah terganti dengan derasnya air mata.
“Oppa… Eungg… Kyuhyun Op-pa. Mianhae… minhaeyo.” Mulai Hiu hwi tak bisa lagi mengontrol dirinya sendiri. Ia merasa menjadi sosok gadis yang paling jahat didunia ini, ia merasa menjadi sosok gadis yang sangat munafik didunia ini.
“Aku—aku mencintaimu! Maafkan aku Oppa.” Ucap Hiu hwi untuk yang terakhir kali sebelum tubuhnya merosot dan terduduk ditanah. Ia menangis layaknya anak kecil yang kehilangan sosok Ibunya. Sedangkan Yoochun, namja tampan itu kini hanya mampu mendongak kelangit dan menghela nafas.
“Kau hebat Kyu! Bahkan aku tak pernah melihat Hiu hwi seperti ini saat aku memutuskannya.” Yoochun bergumam lirih dengan senyuman sinisnya.
===
Sudah beberapa hari ini Kyuhyun dan Hiu hwi tak bertemu dan seolah sibuk dengan urusan mereka masing-masing membuat keadaan tampak sangat miris, bahkan Hiu hwi jatuh sakit setelah kejadian itu.
“Kau mau kemana Hiu hwi?” Cegat Changmin cepat tatkala ia lihat adik semata wayangnya itu hendak beranjak keluar rumah dengan wajah yang cukup pucat.
“Aku—aku ingin pergi ke Super market didepan sebentar Oppa. Entah mengapa aku ingin sekali makan Ice Cream.” Sahut Hiu hwi seraya memaksakan senyumannya yang tampak sayu dan berbeda itu.
“Kalau begitu, biar Oppa saja yang membe—“
“Tidak usah, aku bisa membelinya sendiri.”
“Tapi kau sedang sakit—“
“Gwanchana, aku sudah tidak apa-apa. Bukankah aku akan semakin sakit jika aku hanya berkeliling-keliling didalam rumah ini heh?”
“Tapi biar Oppa temani ne?”
“Tidak perlu! Oppa tidak perlu kuatir denganku. Aku akan baik-baik saja, setelah membeli Ice Cream itu, aku berjanji akan langsung pulang.” Ucap Hiu hwi meyakinkan seraya tersenyum kecil dan hendak melangkah pergi dari rumah.
“Baiklah, tapi ini—kau jangan lupa membawa payung.” Hiu hwi lagi-lagi tersenyum seraya mengangguk dan melambaikan tangannya sejenak. Changmin terlihat masih terpaku menatapi punggung adiknya itu yang kini mulai menjauh dan hilang. Sebenarnya ia bukan berlebihan mengkuatirkan Hiu hwi saat ini, tapi memang keadaan yeoja itu cukup memperihatinkan, bahkan ia sempat pingsan berulang kemarin.
Di satu sisi, terlihat Hiu hwi kini tengah mengeratkan sweater abu-abu yang ia kenakan saat ini. Angin memang cukup deras sore ini membuat tubuhnya cukup menggigil dibuatnya. Entah ada apa dengan yeoja manis itu hingga ia berjalan seolah tak mengenal arah. Tadi ia berbohong pada Changmin dengan mengatakan dirinya baik-baik saja, padahal otak Hiu hwi terus diisi oleh satu nama yang tak pernah bisa ia hapus bahkan untuk dilupakan sesaat. Ice Cream? Benarkah ia ingin membeli Ice Cream? Lalu mengapa ia kini malah melewati Super market itu, seolah tak ada niat sama sekali untuk masuk dan membeli sesuatu didalamnya.
“Bisakah aku melupakanmu Oppa? Kenapa kau membuat hidupku menjadi rumit seperti ini huh?” Hiu hwi lagi-lagi meneteskan air matanya dan kembali merunduk. Entah kemana kakinya melangkah, yang pasti ia ingin pergi—pergi dimana tak ada nama Kyuhyun disana. Kenangan-kenangan indah bersama namja itu benar-benar masih terlukis indah dalam benaknya, dimana saat itu ia selalu tidur dalam pelukan dan ciuman Kyu, tapi sekarang semua itu seolah sangat tidak mungkin lagi.
“Eh….” Hiu hwi sentak menghentikan langkahnya seketika tepat disebuah rumah sederhana, bahkan seperti gudang itu. Ia kenal betul dimana ia tengah berdiri sekarang. Yah, ini jalan menuju Sekolahnya yang otomatis rumah sederhana itu adalah rumah—
“Kenapa aku bisa sampai disini?” Hiu hwi seolah bertanya pada dirinya sendiri dengan nada yang tak percaya sama sekali. Sebegitu rindunya kah ia sampai ia tak sadar jika kini ia telah berdiri didepan rumah sewa Kyuhyun?
“Tidak, ini tidak benar,” Hiu hwi sentak hendak berbalik dan pulang, namun entah ada apa ia malah mengurungkan niatnya itu. Ia rindu Kyuhyun! Ia ingin melihat wajah Kyu dan mendengar suara namja itu.
“Aku tidak tahan lagi Oppa.” Hiu hwi kontan menghapus air matanya dan berjalan menuju arah pintu rumah Kyu. Rasa rindu itu seolah telah merusak akal sehatnya sekarang, bahkan ia tak bisa lagi mengontrol dirinya sendiri untuk memberhentikan ini.
“#CEKLEK!”
Tanpa perlu mengetuk terlebih dahulu, dengan senyum penuh semangatnya Hiu hwi pun mulai memasuki rumah itu perlahan. Yeoja itu berniat ingin mengakhiri penderitaannya dalam pelukan Kyu lagi, ia benar-benar tak menyangka jika kehilangan Kyuhyun jauh lebih sakit daripada ia kehilangan hal lainnya.
“K—“ Belum sempat Hiu hwi hendak membuka suaranya untuk memanggil nama Kyuhyun, gendang telinganya pun telah lebih dulu mendengar sesuatu dari kamar Kyu. Jantung Hiu hwi sentak terlonjak kaget saat ia seolah merasa mengenal suara orang-orang ini.
“Pangeran Hisahito… kau harus segera kembali ke Jepang sekarang juga. Ayahmu sedang sakit! Apa kau memang orang yang seperti ini huh? Kau mempunyai sebuah tanggung jawab yang besar, tak seharusnya kau seperti ini. Semua orang di Kekaisaran sedang menunggumu, kau harus mengikuti rapat besar bersama Kaisar Akihito soal pergantian tahta.” Ucap Miu seraya meninggikan tone suaranya agar namja dihadapannya itu mengerti.
“Kenapa kau berkata formal seperti ini padaku heh? Bisakah kau berhenti memanggilku dengan sebutan itu? Bisakah aku juga mewarisi kehidupanku ini pada orang lain huh? Aku hanya ingin hidup sebagai Cho Kyuhyun bukan Pangeran Hisahito!”
“Kumohon jangan egois seperti ini!” Bentak Miu seraya mengeluarkan air dari kelopak matanya.
“Aku tidak tau harus bagaimana lagi menghadapimu Kyu, kau berubah! Kau benar-benar sudah berubah. Apa kau sadar dampak yang terjadi akibat pengekanganmu ini huh? Ayahmu—putra mahkota Naruhito dan kaisar Akihito kini mendapatkan banyak hujatan dari rakyat Jepang, dan semua itu karna ulahmu. Apa kau masih ingat jika Kakekmu—Kaisar Akhito baru saja menjalani operasi jantung? Apa kau ingin membuat keluargamu sendiri menderita? Benarkah Kyu? Jika kau tak naik tahta maka keluargamu akan dikucilkan dan tinggal ditempat terpencil, seluruh aset keluarga bahkan akan disita! Baiklah, kau memang tak perduli akan hal itu, tapi coba kau pikir bagaimana orang dan rakyat Jepang yang telah menunggumu semenjak kau lahir kedunia ini. Takdirmu itu bukan pilihan, kau harus tetap menjadi Kaisar atau Kekaisaran Jepang hancur karna kehilangan penerusnya. Apa kau ingin itu semua terjadi huh?”
“Lalu, apa kau tau bagaimana perasaanku? Aku tersiksa! Selama bertahun-tahun aku hidup menjadi diri orang lain, aku tak sanggup berada disana.”
“Mwo? Lalu kau ingin menyerah seperti Ibumu?” Kyuhyun sentak terdiam dan menatap tajam kearah Miu yang juga tengah menatapnya saat ini. Mereka tak sadar jika sejak tadi seseorang juga tengah memperhatikan adegan ini dengan seksama.
“Aku hanya tak ingin pulang! Aku tak ingin pulang ‘Noona’. Bisakah kau mengerti perasaan dan keadaanku huh?”
“Noona?”
“Wae? Bukankah memang dari dulu kau terus memaksaku memanggilmu dengan sebutan seperti itu heh? Kau menyuruhku untuk tetap berada disana dan bertahan, tapi kau sendiri yang seolah ingin aku keluar dari sana. Kau tau aku sangat bergantung padamu, dari kecil aku ingin selalu berada didekatmu. Aku bagai seekor keledai yang selalu mengikuti apa katamu, tapi tidak untuk sekarang. Kau telah menyadarkanku bahwa hidup sesempurna sepertiku juga tak pantas dengan orang sebaik dirimu, kau memang lebih pantas bersama pria terpelajar itu dibandingkan aku.”
“Kyu!”
“Apa kau tau heh? Kaulah yang telah membuatku pergi dari sana.”
“Mwo? Kyu… maafkan aku, aku memang tak seharusnya menyakitimu seperti itu. Tapi sungguh aku menyesal,” Miu mulai merunduk dalam, air matanya kembali mengalir kencang. Dulu, ia memang pernah menyakiti Kyuhyun dengan berkencan dengan pria lain hanya untuk memanasi-manasi Kyu, karna Miu berfikir ia tak mencintai Kyu dan menentang pernikahan Kekaisaran itu.
“Benar, dulu aku memang ingin kau memanggilku dengan sebutan itu karna rentang umurku yang memang lebih tua darimu, tapi sekarang aku sadar jika kau adalah suamiku menurut hukum Kekaisaran! Kau telah bertanggung jawab atas diriku, tidak perduli apapun yang terjadi kita sudah ditakdirkan Kyu.”
“Kau selalu mengatakan kata takdir sebagai alasan.”
“Tapi aku mencintaimu dan ini benar! Awalnya aku memang tak sadar akan perasaan itu, tapi aku baru tau saat kau jauh dariku, ada sesuatu yang hilang dalam jiwaku saat aku tak menatapmu Kyu. Bisakah kita kembali mengulang ini dan hidup sesuai aturan yang berlaku seperti biasa? Ini juga untuk semua orang dan hubungan kita.” Isak Miu seraya beringsut memeluk tubuh Kyu dengan erat.
“Kenapa kau menangis heh? Bukankah aku sudah mengatakan padamu waktu itu jika aku tak suka melihat air matamu? Dan itu masih berlaku sampai sekarang. Berhentilah….” Usap Kyu seraya membalas pelukan Miu membuat mereka saling berpelukkan saat ini. Sekali lagi, mereka benar-benar tak menyadari kehadiran seseorang yang tengah menahan tangis dibalik dinding tak jauh dari mereka itu.
“Benar! tak seharusnya aku kembali mengharapkanmu seperti ini Oppa, tak seharusnya aku berada ditengah kemelut pernikahan kalian.” Hiu hwi bergumam kecil seraya mengangkat tangan kanannya untuk menutupi daerah bibirnya; bermaksud agar suara tangisnya itu tak terdengar.
“Kyuhyun-ah… bisakah waktu diputar kembali saat dimana kita selalu bersama heh? Bisakah kita berpura-pura tidak pernah mengalami kejadian-kejadian seperti ini? Aku tak ingin kau melupakanku Kyu.”
"Bodoh... Siapa yang mengatakan aku melupakanmu huh? Kau pikir akan semudah itu?” Kyu tersenyum sekilas seraya merenggangkan pelukan mereka hingga kini mata mereka beradu pandang dalam jarak dekat. Entah darimana ini bermula hingga tiba-tiba saja Miu sentak mengelus pipi kanan Kyu dan mencium bibir namja itu membuat kontan saja Kyuhyun terbelalak kaget! Bahkan Hiu hwi yang masih setia berdiri ditempat persembunyiannya itu pun hampir mengeluarkan suara tangisnya. Tak berhenti sampai disitu saja, Miu yang tak dapat lagi mengontrol dirinya kini hanya tersenyum melihat keterkejutan Kyu, hingga kembali ia hendak mencium namja dihadapannya itu dengan erat, namun kali ini tampak Miu perlahan menuntun Kyu keatas kasur namja itu.
“Huhh….” Seolah tak tahan lagi dengan pemandangan dihadapannya itu, Hiu hwi yang tadinya hanya menutup wajahnya kini telah berlari pergi dari tempat itu. Sungguh! Ini sangat menyakitkan untuknya. Ia benar-benar tak berniat lagi menonton lanjutan adegan ini; terlalu menyesakkan.
“Apa yang kau lakukan Miu? Sudahlah…..” Kyu sentak memundurkan tubuhnya saat Miu ingin kembali menciumnya.
“Waeyo? Kenapa kau menolakku Kyu? Bukankah kita sudah memiliki hubungan yang cukup jelas bahkan untuk kedepannya. Kau tak perlu kuatir bukan?”
“Aku memang tak kuatir akan hal itu, tapi aku tak ingin melakukannya.”
“Mwo?”
“Didunia ini, hanya satu orang yang ingin aku sentuh dan itu bukan kau.”
“Kyu, tapi—“
“Aku baru sadar jika saat aku menyukaimu waktu itu mungkin karna aku terlalu melihatmu seperti sosok Ibuku, kau sangat mirip dengannya, tapi ternyata aku membutuhkan sosok yang berbeda untuk mendampingiku. Sosok Ibuku terlalu lemah, bahkan ia tak sanggup menghadapi semua takdirnya.”
“Kyu… jangan katakan padaku jika kau tak menyukaiku lagi?”
“Aku masih menyukaimu! Tapi sekarang hanya sebatas seorang Kakak perempuan yang aku butuhkan dan tak bisa lebih dari itu.”
“Apa ini semua ada hubungannya dengan yeoja itu?"
“Aku tak ingin pergi dari Negara ini apapun yang terjadi, aku tak akan meninggalkannya.”
“Kyu....”
“Mianhae… jeongmal mianhae Miu.” Ucap Kyu seraya kembali menarik tubuh Miu kedalam dekapannya membuat yeoja itu kian menangis kencang. Bagaimana mungkin ia bisa tahan mendengar suaminya sendiri berkata seperti itu.
- “Berhentilah menghampiri pikiranku, kau tak tau berapa banyak doa yang kukatakan pada Tuhan untuk memintamu menjadi milikku suatu saat nanti.” –
Sudah beberapa hari ini semua seolah terbalik beberapa ratus derajat dari sebelumnya, yang tadinya Hiu hwi sering sakit-sakitan akibat memikirkan Kyu, kini mulai kembali bangkit dan tersenyum. Benarkah? Tidak! Ia hanya tengah berusaha untuk melakukan itu.
“Hari ini aku ada latihan tari, aku tidak boleh terlambat lagi.” Ucap Hiu hwi bersenandung riang seraya berjalan menuju Halte Bus. Tak ada yang dapat ia lakukan lagi untuk melupakan Kyuhyun kecuali dengan menyibukkan dirinya sendiri.
“Hiu hwi-ya.” Panggilan kecil itu sentak saja sukses menghentikan langkah Hiu hwi dan membuat tubuhnya menoleh.
“Ne?” Entah mengapa senyum yang sedetik lalu terpancar dari wajahnya, kini mulai beringsut pergi tatkala ia sadar siapa orang yang memanggilnya tadi.
“Apa kabarmu?”
“Miu-sshi?”
“Apa kau punya waktu sebentar? Boleh aku meminta tolong padamu sesuatu hal Hiu hwi?”
“Nde? Maaf, tapi aku sedang sibuk dan aku juga sudah memutuskan untuk tidak terikat lagi dengan keluarga rumit kalian itu.” Sahut Hiu hwi seraya hendak berbalik dan melanjutkan langkahnya. Sampai—
“Tapi Kyuhyun hilang! Aku takut terjadi sesuatu dengannya.” Perkataan Miu kali ini sukses membuat Hiu hwi menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.
“Mwo?”
“Maafkan aku Hiu hwi.”
“Untuk apa kau meminta maaf padaku? Mungkin saja Kyuhyun hanya menghilang sebentar, dia pasti akan kembali lagi dan—“
“Aniya! Kyuhyun bukanlah seperti kita, kesehatan mentalnya jauh berbeda dari kita Hiu hwi. Kyuhyun—ia berbeda.”
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Ia mengidap penyakit Psikologi yang cukup serius. Dari kecil Kyu tak boleh mengalami depresi yang berlebihan. Ia tak boleh merasa sendiri dan kesepian. Kyuhyun bukanlah orang yang kuat dalam hal sesi kehidupan, ia mempunyai mental yang sangat amat kecil Hiu hwi. Jika ia sudah merasa kehilangan sesuatu dan terancam lenyap, maka Kyu akan nekat melakukan apapun yang lazim untuk kita.”
“Mwo?”
“Orang-orang yang mengidap penyakit Psikolog seperti ini biasanya orang-orang yang mempunyai pergaulan sempit, ia hanya melihat satu hal dan beberapa hal saja. Kyu akan mudah bergantung cepat dengan orang didekatnya bahkan tak bisa ia lepaskan nantinya, ia bukan orang yang bisa berbicara dengan orang asing karna dia takut. Jika ia sudah bergantung pada sesuatu hal secara berlebihan, maka itu akan berakibat fatal. Sampai kapan pun ia tak akan bisa melepaskan ketergantungannya, bahkan ia akan memeluk dan berusaha untuk memiliki sesuatu itu apapun yang terjadi. Dan jika ia memang harus melepaskan itu, maka itu akan berpengaruh pada mentalnya Hiu hwi, ia bisa saja mengalami gangguan jiwa, lupa separuh ingatan atau bahkan yang lebih mengerikan adalah bunuh diri. Orang-orang seperti ini sangat rentan untuk melakukan percobaan bunuh diri.”
“Mwo?” Hiu hwi sentak menitikan air matanya hangat, ditatapnya nanar Miu yang hanya menatapnya sendu.
“Kumohon, bantulah aku mencarinya.” Pelas Miu membuat Hiu hwi mengangguk dan dengan cepat berlari dari tempat mereka berdiri sekarang. Tak ada yang lebih penting dari Kyuhyun saat ini! Bahkan Hiu hwi tak perduli lagi apa yang akan terjadi padanya nanti.
“Kyuhyun Oppa….” Hiu hwi bergumam kecil seraya kembali berlari menuju suatu tempat, tempat dimana ia yakini jika Kyu berada disana.
===
Dilain tempat tampak seorang namja kini tengah berdiri diatas sebuah pembatas di atap sebuah gedung bertingkat. Tangannya merentang seolah-olah bersiap ingin terjun bebas kebawah.
"Semuanya sudah berakhir. Kini aku hidup di duniaku sebelumnya, di dunia yang sepi dan begitu sunyi." Senyum Kyu miris seraya menitikkan satu bulir air matanya.
“Hiu hwi….” Kyu bergumam lagi seraya menatap sebuah payung yang kemarin ia temukan dirumahnya. Namja itu benar-benar tak menyangka jika Hiu hwi dapat hidup normal tanpa dirinya beberapa hari ini. Sebenarnya ia sangat ingin menemui dan memeluk yeoja itu, tapi Kyu seolah sadar… jika ia kembali muncul, maka Hiu hwi akan kembali memangis.
“YA! Apa yang kau lakukan disana huh? Kau ingin mati?” Pekikkan seseorang yang terengah-engah itu sentak saja membuat Kyu menoleh kebelakang. Tampak kedua bola matanya melotot mendapati siapa yang tadi berbicara itu.
“Hiu hwi?”
“Kau ingin mati Oppa? Baiklah… bagaimana jika kita mati bersama saja ne?” Hiu hwi tersenyum dalam tangisannnya seraya beranjak naik ke pembatas itu juga membuat Kyu panik bukan kepalang.
“YA! Apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh yeoja Pabbo!”
“Bukankah untuk bunuh diri itu memang harus jatuh?”
“YA! SHIM HIU HWI!”
“MWO? Kau ingin mati kan? Kau pikir… aku akan terus hidup jika kau mati? Kau pikir bagaimana hidupku setelah kau mati huh? Kau ingin menyiksaku lagi Oppa?”
“Hiu hwi, cepat turun!”
“ANDWE! Jika kau juga tak turun, untuk apa aku turun.”
“YA!” Kyuhyun memekik geram seraya turun dan menghampiri tempat Hiu hwi, tanpa perlu buang banyak waktu lagi namja itu pun menggendong tubuh Hiu hwi agar turun dari pembatas yang mengerikan itu. Dada Kyu cukup berdesir melihat Hiu hwi berdiri tegap seolah ingin jatuh kebawah! Tidak… ia tak akan membiarkan Hiu hwi luka sedikitpun.
“Jangan melakukan hal ini lagi bodoh!” Kyu sentak memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang dan menciumi bahu yeoja itu dengan ketakutan yang amat sangat.
“Seharusnya aku yang mengatakan itu padamu Oppa! Kumohon… jangan lakukan ini lagi ne?” Isak Hiu hwi seraya berbalik dan menatap tajam sorot mata Kyu yang seolah bergetar menatapnya.
“Jangan meninggalkanku lagi Hiu hwi, kau milikku!”
“Nde, aku hanya milikmu. Aku tak akan pergi Oppa, aku akan tetap disampingmu.” Hiu hwi tersenyum saat Kyu benar-benar terlihat amat takut kehilangannya.
“Kumohon lebih dekat denganku.” Pelas Kyu membuat Hiu hwi mengalungkan kedua tangannya dileher Kyu dan menyatukan batangan hidung mereka hingga bergesekkan lembut.
“Saranghae Oppa.” Ucapan Hiu hwi yang terakhir itu menjadi tanda terakhir pertautan bibir mungil mereka. Tangan kekar Kyu tampak semakin mengerat dipinggang ramping yeoja itu membuat tubuh keduanya semakin terdesak.
“Tidurlah denganku malam ini Hiu hwi, kumohon… hem?” Ucap Kyu membuat Hiu hwi meneteskan air matanya singkat.
“#CUP!”
Lagi-lagi Kyu mengecup bibir mungil yeoja itu dan memainkannya mesra. Hanya Hiu hwi lah yang mampu membuatnya ingin seperti ini! Hanya Hiu hwi lah yang mampu membuatnya melakukan dan berkata yang aneh seperti seakarang. Baginya Hiu hwi lah yang terpenting!
“Bodoh! Kenapa kau belum juga tinggi, aku jadi sulit!” Kyu terkikik pelan seraya mengangkat tubuh yeoja itu untuk berada dalam gendongannya dan kembali menciumnya seperti tadi.
-TBC-
“TAK ADA PREVIEW Endingnya nanti bagaimana…..!! Kasus percintaan mereka menguras otakku! Derajat, martabat dan sejarah harus disatukan menjadi kata ‘Biasa’…. OMG! Begimana Endingnya nanti?? Hahaha~ Nasib Kekaisaran bagaimana? Itu Kyu ama Hiu hwi jadi Malam pertama kah? Lalu, nasib MIU? Wkwkwkwkwk~ Siap2 di Demo!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar