_“BAD BOY!”_ Part. 1 [Kyu-Hwi School]
Tittle : “BAD BOY!”
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun! Dan mohon sangat... sangat... sangat... ama yg gax suka KYU-HWI dilarang membaca ya. Jgn baca Cuma karna penasaran doank. Jauh2 aja sana #PLAK!
Awas aja, klu masih ada yg baca sembunyi2, kudoain bisulan loh! *Tos bareng eyang subur*
This Story Original From @Jjea_

‘Kau seperti bintang dilangit dan aku seperti tanah,
Keberadaanmu begitu sempurna diatas dan aku hanya dapat berada dibawah.
Kau hanya bagai mimpi bagiku,
Yang mungkin tak diciptakan Tuhan untuk kujadikan nyata....’
_“BAD BOY!”_ Part. 1
Derai pucuk alang-alang melayang semampai bersama sang angin, berseloroh melalui lintasan awan yang berlabuh di dermaga langit tingkatan akhirnya. Pagi itu kembali menjelma, membiarkan dentingan embun turun dan menemani sang mentari untuk naik ke singgahsananya. Banyak orang yang mengatakan..., jika setelah gelap, akan terbitlah terang. Mungkin pepatah itu memang benar adanya. Dunia, seperti itulah adanya.
* When it all began, This Love Just For U! *
“Kyaaaaa ... kyaaa ... kyaaaaa...!” Bunyi teriakan beberapa murid SMA ini terdengar memang begitu bising setiap harinya. Dari gerbang besar itu terbuka, sampai nanti tertutup dan terbuka lagi, teriakan dan derap langkah mereka seolah tak pernah berhenti. Yah, banyak orang yang mengatakan, jika masa muda terutama masa disaat sekolah itu adalah hal yang paling indah. Mungkin memang benar, karna pada saat masa itulah, beberapa anak manusia mulai mengenal apa itu persahabatan, kompetisi dan mungkin juga ... cinta!
Ujeong High School ... nama itu tercetak jelas tepat diatas gerbang Sekolah ini, diapit dengan beberapa pohon hijau yang membuat Sekolah ini semakin tampak begitu asri. Tempat ini sebenarnya sama saja dengan Sekolah lain, hanya yang membedakannya adalah ... tata krama dan kedisiplinan yang memang dipegang teguh oleh sang Pemimpin Sekolah. Lebih dari itu, Sekolah ini juga dikenal sebagai salah satu Sekolah Favorite yang terdapat di Kota Annyang, provinsi Gyeonggi Korea Selatan.
09.05 KST
Dentangan jam itu kembali bergeser pada tempatnya, menandakan jika waktu sudah berlalu sekitar 2 jam dengan sia-sia. Tak ada pelajaran, tak ada kelas, dan tak ada Guru yang masuk. Sekolah ini memang sedang dilanda persiapan untuk pembukaan Festival yang akan diikuti oleh ribuan Sekolah yang berada dikawasan Asia. Ini sedikit menguntungkan bagi para Siswa, mengingat ini adalah kesempatan yang bagus untuk melakukan kesenangan tanpa perlu bosan menunggu jam istirahat.
Semua kelas dari tingkat 1 sampai 3 mendadak bercampur tak karuan lagi. Yah, seperti itulah mereka. Ada yang beberapa diantaranya melakukan hobi olahraga; basket, futsal, bahkan sampai ada yang hanya sekedar mengobrol Gossip dan membentuk sebuah kelompok masing-masing. Yah, kecuali kedua pasang anak manusia ini. Sudah dari beberapa menit yang lalu, mereka berada dilorong sepi, dan melakukan sesuatu hal yang memang melanggar peraturan. Yah, mereka seolah tak perduli dan tampak melanjutkan aktivitas mereka tanpa takut sama sekali.
“Aku mencintaimu Kyuhyun Oppa, aku sangat mencintaimu.” Gadis yang lebih pendek itu pun tampak melepaskan tautan bibirnya pada sang pria, lalu kembali berjinjit untuk melanjutkan adegan yang cukup menjijikan itu. Pria yang ia panggil dengan Kyuhyun itu pun tampak tak bergeming, tak menolak sama sekali saat gadis dihadapannya itu kembali mendorong tubuhnya ke dinding, lalu menciumnya; lagi.
Keadaan keduanya semakin memanas, saat seketika mereka juga tak menyadari, jika ada orang lain yang menyaksikan itu dengan wajah pucat sekarang. Sampai—
PRANGG!
Tong sampah besi itu tampak jatuh dan meneriakkan sebuah bebunyian yang cukup nyaring disini, sontak saja itu membuat kedua insan yang tadinya masih saling berciuman panas itupun kontan terlepas.
“Omo! Hiu hwi Sunbae.” Gadis yang kini masih berada dekat dengan pria yang tadi berciuman dengannya itu pun sentak menjauh dan merunduk takut.
“Han Hye Bin dan Cho Kyuhyun, apa yang sedang kalian lakukan disini? Kalian berdua—”
“Kami sedang berciuman. Apa ada masalah? Bukankah tadi kau sudah melihatnya sendiri Nona Lee Hiu hwi?” sela pria yang bernama Cho Kyuhyun itu seraya menyapu kedua daun bibirnya yang masih tampak basah.
“Mwo?”
“Mi-mianhae Hiu hwi Sunbae, tadi aku dan Kyuhyun Sunbae hanya—hanya—” gadis yang bernama Hye Bin ini pun tampak tertunduk takut dengan getaran hebat yang menyerang tubuhnya sekarang. Mungkin ini akan menjadi masalah besar untuknya. Yah, betapa tidak? Ia kepergok tengah berciuman dengan salah satu Kakak kelasnya bernama Cho Kyuhyun didepan Hiu hwi, gadis cantik yang menjadi anak dari Pemimpin Sekolah ini. Dan bukan hanya itu saja, pada kenyataannya siapapun sangat tau, jika Hiu hwi begitu mencintai Kyuhyun. Bahkan mungkin bukan hanya cinta, tapi juga ... obsesi. Entahlah....
“Sungguh, aku benar-benar minta maaf.” Hye Bin pun sontak menghapus air matanya, lalu berlari dengan tundukan kepalanya kearah Kyuhyun dan Hiu hwi secara bergantian. Kini, hanya tinggal Kyuhyun yang masih sibuk mengatur kemeja Sekolahnya, serta Hiu hwi yang menatapinya dengan raut tak percaya.
Ini bukan hanya sekali Hiu hwi memergoki Kyuhyun berciuman dengan salah satu gadis Sekolah ini. Namun entahlah, ia tetap saja merasa sakit. Sekalipun Kyuhyun memang dikenal sebagai namja yang buruk dan mempunyai perangai yang memang seperti itu, tapi tetap, Hiu hwi sangat mencintainya. Gadis itu seolah tak mempertimbangkan harga dirinya lagi, ia hanya menginginkan Kyuhyun.
“Kau benar-benar penguntit yang hebat Nona Lee, kau benar-benar selalu mengganggu waktu senangku.” Kyuhyun sontak berjalan hendak pergi dari tempat ini.
“Kyuhyun Oppa,” sergah Hiu hwi cepat. Dapat dilihat, jika tangan kanannya kini bergelayut manja dilengan Kyu.
“Biar aku yang mengantarmu kekelas, ne?” lanjut Hiu hwi menawarkan diri, membuat Kyuhyun tersenyum sinis.
“Cah, lepaskan tanganmu. Kau pikir aku anak TK yang perlu diantar sampai kekelas, eh? Sudahlah,”
“Oppa...,” lagi-lagi Hiu hwi sontak menahan lengan Kyuhyun, membuat namja itu menghela nafas dan berbalik untuk menatap Hiu hwi dengan kedua matanya yang begitu tajam. Hiuhwi merunduk, jika sudah ditatapi tak suka seperti itu, bahkan Hiu hwi benar-benar tak bisa berbuat apa-apa lagi, selain mengalah.
“Arasseo.” Ucap Hiu hwi seraya melepaskan tangannya dari lengan Kyu dengan raut mau tak mau. Pria itu mendelik, lalu kembali melanjutkan langkahnya pergi. Selalu seperti itu memang, hubungan mereka bisa dikategorikan aneh. Selama ini Kyuhyun dikenal sebagai namja paling ramah di Sekolah ini, bahkan ia dicap sebagai namja melankolis yang baik hati.
Saking ia bersikap ramah, Kyuhyun malah disebut-sebut juga sebagai Playboy kelas kakap. Sebenarnya, kata Playboy itu tak terlalu cocok tersemat pada dirinya. Toh, dia memang berdekatan dengan banyak yeoja, berciuman dengan mudah, atau pergi berkencan dengan berganti-ganti pasangan. Namun, Kyuhyun melakukan semua itu tanpa hubungan apapun. Ia tak pernah menyatakan perasaannya dan mengatakan jika ia mempunyai hubungan pada seseorang. Tidak pernah! Sejujurnya, para yeoja-yeoja itulah yang mau dengan senang hati mendekati dan mengajaknya lebih dulu. Kyuhyun bahkan tak pernah memulainya lebih dulu, selalu yeoja-yeoja itu. Yah, termasuk tentang ciuman itu.
“Huhhh...,” Hiu hwi menghembuskan nafasnya lagi tatkala kini, ia hanya bisa berjalan beberapa meter dibelakang tubuh Kyuhyun tanpa bisa menggandengnya agar para yeoja-yeoja labil itu tak berteriak. Hiu hwi terkadang merasa begitu aneh pada sikap Kyuhyun padanya. Selama ini, sekalipun Kyuhyun dikenal ramah pada semua orang, tapi entah kenapa tidak pada seorang Hiu hwi. Sikap ramahnya itu seolah sangat bertolak belakang, jika ia sudah berhadapan dengan Hiu hwi. Yah, Kyuhyun akan berubah menjadi namja yang begitu dingin ketika ia bersama sosok Hiu hwi.
“Selamat pagi semuanya.” Sapa Kyuhyun ramah lengkap dengan senyuman mautnya seperti biasa, membuat seisi kelas ini dapat berteriak histeris. Beberapa pria yang ada disana nampak mencibir, cemburu akan pesona Kyu yang seolah tak pernah luntur di Sekolah ini.
“Kyuhyun Oppa sudah makan? Ini—tadi aku sempat membuatkan sarapan untukmu. Semoga Kyuhyun Oppa suka.” Ucap salah seorang gadis berkuncir dua itu seraya menyodorkan sebuah kotak makanan kearah Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum lebar, membuat kedua matanya itu seolah semakin menyipit.
“Ah, gomawo Ahn Ri-shi. Kau sudah repot-repot membuatkan makanan ini untukku, pasti ini sangat enak. Sekali lagi ... gomawo yo.” Balas Kyuhyun sembari menjulurkan tangan kanannya untuk mengacak-acak puncak kepala gadis bernama Ahn Ri itu. Semua orang mendesah iri, termasuk Hiu hwi yang kini hanya dapat mematung didepan pintu kelas.
“Kyuhyun Oppa, aku juga tadi sudah membelikanmu minuman hangat. Dan ini ... aku juga membelikanmu buah-buahan segar agar kau sehat Oppa.” Beberapa dari gadis-gadis kelas ini mulai menggerubungi tempat duduk Kyu dan memanjakan pria itu dengan begitu banyak perhatian. Yah, seperti itulah Kyuhyun. Seorang pangeran ramah nan baik hati, yang menjadi perhatian berbagai kalangan yeoja, termasuk para Guru. Dan mungkin saja, Kyuhyun memang juga memiliki hubungan dengan beberapa Guru yang ada di Sekolah ini.
“Cah...,” Hiu hwi berjalan gontai kearah tempat duduknya yang hanya beberapa bangku dari Kyuhyun. Gadis itu mencibir, ingin sekali ia menjambak rambut gadis-gadis yang mengerubungi Kyuhyun itu. Hingga seketika, pandangan mereka bertemu seketika. Kyuhyun yang tadinya tersenyum lebar, kini menghentikan senyumannya saat ia menatapi Hiu hwi. Yah, selalu seperti memang. Kyuhyun memang sangat murah senyum untuk orang lain, tapi sekali lagi, itu tidak berlaku untuk Lee Hiu hwi.
‘Memangnya kenapa denganku? Bukankah aku jauh lebih cantik dari gadis-gadis menyebalkan itu. Cih, dasar Cho Kyuhyun jelek! Ani, dia tidak jelek, dia tampan. ASH!’
Gumam Hiu hwi frustasi seraya mendeplak mejanya dengan keras, membuat seisi kelas ini menatapnya bergidik.
***
Tak ada yang berbeda dari hari kemarin bagi seorang Nona muda Lee ini. Sesungguhnya, ia lebih menyukai berada di Sekolah ketimbang pulang dan menghabiskan waktunya dirumah. Toh, setidaknya ketika ia berada di Sekolah, ia tak akan merasa takut, karna disini ramai. Tapi dirumah? Sepi! Ia hanya tinggal bersama sang Ayah dan seorang Bibi yang membantu Rumah tangga mereka. Ibu Hiu hwi sudah meninggal akibat Kanker Rahim yang merenggut nyawanya, tepat 2 tahun yang lalu. Dan itu membuat guncangan berat bagi Hiu hwi, karna sang Ibu meninggal tepat berada dipangkuannya.
TENG ... TENG ...!
Suara bel istirahat berbunyi, menandakan jika waktunya para murid-murid itu beristirahat. Tampak beberapa diantaranya sentak berlarian kearah kantin, ataupun pergi ke kelas lain untuk menyontek PR, termasuk Kyuhyun. Namja itu baru saja hendak berdiri dan berjalan keluar kelas, namun para gadis-gadis itu sudah menggerubunginya dengan banyak pertanyaan dan ajakan.
“Oppa, pulang Sekolah nanti ke rumahku ya? Orang tuaku sedang pergi dan aku sendirian.”
“Kyuhyun Oppa mau kemana minggu ini? Bagaimana jika kita pergi ke Taman hiburan?”
“Oppa sudah makan? Bagaimana jika kita pergi ke Kantin dan aku akan menyuapimu?”
Kalimat-kalimat sejenis itulah yang setiap saat terus berdendang mengelilingi Kyuhyun. Entahlah, Kyuhyun bahkan hanya terus tersenyum menanggapi itu, seolah tak ada niatannya untuk menolak dan berteriak agar yeoja-yeoja ini berhenti. Tidak! Kyuhyun malah selalu menganggukan kepala sebagai tanda setuju akan ajakan para gadis-gadis itu. Yah, setiap hari waktu Kyuhyun memang sangat padat untuk berkencan dengan banyak gadis.
CUP!
Ciuman berulang itu mendarat dikedua pipi Kyuhyun akibat tingkah tak tau malu beberapa gadis-gadis ini. Sekali lagi, Kyuhyun malah diam dan seakan terlihat begitu menikmatinya.
‘Dasar menyebalkan...! Apa dia tidak merasa risih dengan gadis-gadis monster itu? Cah, aku benar-benar tidak tahan menahan penyiksaan batin seperti ini terus-terussan!’
Umpat Hiu hwi dalam hati seraya sentak berdiri dan berniat untuk menghampiri gadis-gadis itu. Sungguh, ia benar-benar sudah tak tahan lagi. Sampai seketika—
“Yak!”
BRUUUKKKK! BRUUUUUK!
Hiu hwi kontan saja mendorong tubuh gadis-gadis itu dan menerobos masuk kekerumunan untuk mengamit lengan Kyuhyun dengan cepat. Semua orang tampak melongo, bahkan kini Kyuhyun melebarkan kedua matanya sedikit terkejut.
“Dasar manusia-manusia tidak tau malu!” Ucap Hiu hwi dengan nada picik, membuat beberapa gadis itu menatapinya dengan tak suka. Tak ada yang berani menghadapi Hiu hwi. Toh, siapa yang tak tau, jika Hiu hwi adalah anak pemimpin Sekolah ini. Yah, kecuali orang-orang yang memiliki tingkat kesengjangan sosial yang sama dengannya.
“Kajja Oppa, kita pergi. Aku yang akan mentraktirmu!” Hiu hwi semakin merekatkan pegangan tangannya pada Kyuhyun dan hendak menarik tangan namja itu keluar dari kelas. Namun seketika ...
BRUUKKK!
Tubuh Hiu hwi terpental dan jatuh kelantai saat beberapa yeoja mendorong tubuhnya cukup keras. Semua orang melotot dan semakin ramai untuk melihat kejadian kacau ini. Yah, tampak seorang gadis dengan tinggi badan jauh diatas Hiu hwi itu melipat kedua tangannya didepan dada seraya tersenyum sinis.
“Sekarang siapa yang tak tau malu Princess Hiu hwi? Cih, jangan karna kau anak Pemimpin Sekolah ini, kau jadi bisa melakukan hal yang seenaknya pada kami.” Ucap gadis yang notabene adalah anak dari seorang Pejabat Negeri itu menantang. Hiu hwi tersenyum sinis, lalu berdiri untuk menerima tantangan itu.
“Geurae, aku memang orang yang bisa berbuat seenaknya!” Hentak Hiu hwi seraya mendorong tubuh gadis dihadapannya itu dengan keras. Semua yang ada disini mendadak ramai oleh aungan untuk menyemangati kedua yeoja yang saat ini tengah bergulat serius. Tak tanggung-tanggung, bahkan mereka mulai tampak berguling-guling dilantai dengan saling tarik menarik helaian rambut mereka. Ini mengasyikan sekaligus—yah—menghebohkan.
“Yo ... yo ... yo!” Teriak beberapa orang seraya bertepuk tangan menatapi pertengkaran dua yeoja itu. Kyuhyun hanya diam! Ia benar-benar sedang menahan emosinya saat ini. Hingga tiba-tiba ...
“Yak! Ikut aku!” Tarik Kyuhyun seketika sembari memisahkan kedua yeoja ini dan menarik tangan Hiu hwi keluar. Lebih tepatnya kearah Taman belakang Perpustakaan yang memang cukup sepi itu.
Hiu hwi hanya diam dan menurut akan langkah Kyuhyun yang berjalan lebar membawanya. Penampilan gadis itu sudah tak secantik tadi, terlihat rambutnya yang hitam panjang itu kini tampak tak punya arah lagi. Termasuk, kemeja dan rompi yang ia kenakan itu. Entahlah, ia malah terlihat seperti orang gila sekarang.
“APPO!” Pekik Hiu hwi yang masih emosi saat dirasa cengkraman Kyuhyun semakin keras padanya. Kedua bahu yeoja itu naik turun tak karuan, seolah menandakan jika ia masih merasa tak tenang saat ini.
“Ash ... lepaskan tang—”
BRAKKKK!
Hiu hwi sontak menghentikan kalimatnya itu saat dirasanya Kyuhyun menghempaskan tubuhnya kesebuah dinding. Hembusan nafas namja itu terasa lain, benar-benar seperti orang yang tengah kesetanan. Hiu hwi diam! Kyuhyun tak pernah menampakkan ekspresi seperti itu kepada orang lain sebelumnya.
‘Kenapa? Kenapa hanya dihadapanku kau menunjukan raut seperti itu, Oppa?’
Tatapan mereka bertemu dalam balutan tajam. Hiu hwi tak berkedip, begitupula Kyuhyun. Keadaan ini sungguh membuat tubuh Hiu hwi bergetar hebat. Dengan segenap kekuatannya yang masih tersisa, gadis itu pun merunduk, mengalah dari tantangan picingan mata Kyuhyun itu.
“Kau puas, HUH? Dasar gadis manja! Kau selalu saja bertindak seenaknya!” Bentak Kyu, membuat mau tak mau kepala Hiu hwi kembali mendongak untuk menatapnya.
“Gadis itu yang lebih dulu mendorongku sampai aku jatuh Oppa. Bukankah tadi kau melihatnya sendiri?”
“Jika bukan kau yang memulai, mereka tak akan menjadi seperti itu. Kenapa kau melakukan itu? Kenapa kau bertindak seolah tak pernah diajarkan sopan santun oleh orang tuamu, huh?” Hiu hwi sontak terdiam mendengar hentakan kalimat dari Kyuhyun kali ini. Kedua tangan gadis itu mengepal kuat, seolah tengah menahan tetesan bening itu agar tak terjatuh.
“Geurae. Aku melakukan ini karna aku membenci gadis-gadis itu! Aku membenci mereka karna selalu saja berada disisimu. Tak pernah satu detikpun kau luput dari perhatian mereka. Itu membuatku muak! Aku ingin sekali membuat mereka diam dan—”
“Itu bukan urusanmu!”
“Tentu saja itu urusanku! Aku tak suka mereka menyukaimu dan aku—”
“Kau menyukaiku, HUH?” potong Kyuhyun seraya mempersempit jarak diantara mereka sekarang. Kedua daun bibir Hiu hwi sontak bergetar dalam gemingan bisu. Hiu hwi benar-benar yakin, jika sekarang Kyuhyun menjadi namja yang paling bodoh didunia ini. Bagaimana mungkin dia mempertanyakan kalimat yang bahkan semua orang di Sekolah ini sudah mengetahuinya.
‘Apa aku harus mengatakannya? Namja ini benar-benar....’
Hiu hwi menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia bungkam, seolah itu sudah menjadi pengganti jawabannya dari pertanyaan Kyuhyun beberapa detik yang lalu itu. Bahkan sekalipun tak diucapkan, seharusnya Kyuhyun tau kalau dia sangat mencintai namja itu.
“Aku tidak suka dengan gadis manja sepertimu. Seorang gadis yang sering berlaku seenaknya dan selalu mengatasnamakan kekayaan dan nama orang tuamu. Kau tak sadar Nona besar Lee? Sifatmu benar-benar kekanak-kanakan.” Kyuhyun berucap itu dengan rahang yang sedikit mengeras. Hiu hwi lagi-lagi diam. Setiap apa yang Kyuhyun ucapkan ini seolah menjadi cambuk terbesar untuk menyakitinya.
“Nde, aku memang gadis yang selalu berlaku seenaknya, aku memang gadis manja dan tak pernah bisa melakukan sesuatu tanpa bantuan orang lain, aku memang gadis kekanak-kanakan yang tak bisa lepas dari nama Ayahku! Aku tidak perduli kau mengatakan banyak hal buruk tentangku, aku benar-benar tidak perduli. Tapi kenapa ... kenapa kau bersikap berbeda setiap bersamaku? Kau bisa bersikap ramah dan mengalah untuk tersenyum kepada orang lain, tapi denganku? Kau seolah menatapku seperti kotoran yang harus kau injak,” Hiu hwi semakin mengeratkan kepalan tangannya itu sekuat mungkin. Sesekali tampak ia meneguk air liurnya, hingga sekarang terasa begitu sakit. Kyuhyun diam dan hanya dapat menatapi Hiu hwi dengan raut yang sulit untuk diartikan itu.
“Waeyo? Kenapa kau seolah sangat membenciku? Apa yang salah padaku? Bukankah aku sama saja seperti mereka, huh? Gadis-gadis yang menggilaimu itu? Kenapa ... kenapa mereka seolah kau izinkan untuk dekat denganmu, sedangkan aku tidak. Mereka boleh mencintaimu, lalu kenapa aku tidak boleh? Aku hanya menyukaimu, ani—aku mencintaimu, dan bahkan aku tidak meminta apapun padamu atas itu Oppa. Lalu kenapa kau melarangku? Bukankah itu hakku? Aku berhak untuk—”
BRAAKKKK!
Tubuh Hiu hwi sontak terlonjak keget, saat seketika Kyuhyun memukul dinding yang berada tepat disisi kanan Hiu hwi dengan keras. Tangan kanan namja itu mengeras, berusaha untuk menahan kembali emosinya.
“Kau benar-benar gadis yang keras kepala!” Ucap Kyu seraya memundurkan tubuhnya dari Hiu hwi, dan berniat untuk berbalik pergi meninggalkan yeoja itu sendiri disini.
Terdengar Hiu hwi sontak menghela panjang. Sudah hampir semenjak tadi, ia mencoba berusaha untuk menahan nafas. Untung saja kedua lutut kakinya itu masih dapat berdiri tegak untuk menopang tubuhnya. Jika tidak, mungkin Hiu hwi sekarang sudah jatuh diatas rumput-rumput hijau itu.
‘Eomma....’
Gumam Hiu hwi menitikan airmata dengan isakannya yang terdengar dalam. Kyuhyun tampak menghentikan langkahnya seketika. Tanpa berbalik, dan hanya berpaling sedikit kearah kiri, namja itu mampu mendengar jika Hiu hwi tengah menangis sekarang. Kyuhyun tak bertindak apapun, hingga dengan cepat ia kembali melanjutkan langkahnya pergi.
***
‘Kau hanya akan terluka,
Jika kau terus memupuk rasa sukamu,
Pada orang yang tidak pernah menyukaimu....’
Kata orang..., cinta itu gila. Dia dapat membuat hidup lebih lama, tapi juga dapat membuat mati dengan cepat. Banyak pujangga didunia ini yang membicarakan cinta, tapi akan jauh lebih terasa, jika kau memang pernah mengalaminya sendiri. Jatuh cinta, patah hati dan kembali jatuh cinta. Yah, mungkin akan selalu berputar seperti itu atau mungkin malah hanya akan terputus pada kata ini; sakit hati.
Hiu hwi menutup buku sastra puisi yang beberapa menit lalu ia baca. Perhatiannya kembali tertuju kearah samping, tepat disebuah kursi Kyuhyun yang selama ini menjadi pemandangan terbaiknya di kelas ini. Entahlah, Hiu hwi sendiri bingung, kenapa kepalanya terkadang secara otomatis bergerak dengan sendirinya untuk menatapi wajah Kyuhyun, untuk melihat apa yang tengah dilakukan namja itu.
“Sampai jumpa lagi semuanya.” Ucap sang Guru seraya tersenyum dan hendak berlalu pergi dengan iringan sambutan teriakan meriah dari para murid-murid dikelas ini. Yah, bel Sekolah ini sudah berbunyi tiga kali, itu menandakan jika sekarang waktunya mereka pulang dan beristirahat.
Hari ini memang tampak sedikit berbeda dari hari kemarin-kemarin. Kyuhyun kembali bersikap dingin pada Hiu hwi, malah sekarang semakin bertambah parah. Hiu hwi benar-benar bingung akan kesalahannya pada namja itu. Apa mungkin juga ini akibat dampak pertengkaran mereka kemarin? Entahlah! Hiu hwi benar-benar frustasi memikirkannya.
“Sampai jumpa Kyuhyun Oppa.”
“Oppa hati-hati ya.”
“Jangan lupa setelah ini istirahat Oppa.”
Kyuhyun tampak tersenyum menggemaskan pada gadis-gadis yang kini tengah satu per satu keluar dari kelas itu.
“Nde, sampai jumpa. Kalian juga hati-hati ya!” Kyuhyun membalas itu dengan lambaian tangannya. Banyak yang meleleh karna sikap Kyu seperti ini. Sekalipun sudah sering dan bahkan sudah setiap hari, tapi tetap saja masih ada yang salah tingkah hingga beberapa diantaranya menabrak pintu kelas ini.
Isi kelas itupun semakin lama semakin sepi, bahkan kini hanya ada Kyuhyun yang masih sibuk memasukkan buku-buku kedalam tasnya dan seseorang lagi. Yah, dia Lee Hiu hwi. Gadis itu benar-benar bingung harus menyapa seperti apa pada namja itu. Ia tak bisa, jika hanya diam saja seperti ini.
“Sa-sampai jumpa Kyuhyun Oppa,” ucap Hiu hwi gelagapan. Ia benar-benar ingin sekali seperti gadis-gadis itu. Tapi ...
“Cah...,” Kyuhyun tampak tersenyum sinis mendengar penuturan yang malah terdengar bodoh dari Hiu hwi saat ini.
“Hummm..., apa kau ingin pulang?” tanya Hiu hwi lagi. Baiklah, ia bahkan hampir ingin mencetuskan kepalanya sendiri tatkala selesai mengatakan itu.
“Yak! Tentu saja aku ingin pulang. Kau pikir aku akan menginap disini?”
“Ohk? Ah, nde. Hummm..., apa Oppa ingin pulang bersamaku?” entah darimana Hiu hwi dapat melontarkan kalimat ajakan itu dengan mulus. Ia hanya ingin memperbaiki hubungan menjadi lebih baik lagi dengan Kyuhyun.
Namja itu sentak menghentikan aktivitasnya dan terdiam. Kepalanya tiba-tiba bergerak dan tertuju kearah Hiu hwi seketika.
“Mwo? Kau ingin mengajakku pulang bersama?” tanya Kyuhyun seraya berdiri dan melangkahkan kakinya kearah Hiu hwi. Ketukan sepatunya itu benar-benar terdengar, karna memang tempat ini sudah sangat sepi.
“N-nde.” Hiu hwi merasakan jantungnya berdegup kencang tak stabil. Apalagi kini, Kyuhyun merespon perkataannya dengan raut berbeda dari sebelumnya. Yah, namja itu tersenyum. Walaupun bukan senyuman seperti biasanya, tapi lebih kepada senyuman miring yang sedikit—err—mengerikan. Ya Tuhan....
“Kau ingin aku mengantarmu pulang, eh?” Kyuhyun kembali bersuara. Kali ini ia semakin mendekat, membuat Hiu hwi berdiri dan bersandar didinding kelas ini dengan tubuh gemetar.
“Ji-jika kau tidak keberatan.”
“Ohk? Benarkah? Kalau begitu, apa kau juga ingin aku mengantarmu sampai kekamar?”
GLEK!
Hiu hwi benar-benar mendadak tegang saat ini. Bukan hanya karna perkataan Kyuhyun itu, tetapi juga karna tubuh namja itu kini tengah berada dekat dengannya. Berdiri semampai dengan kedua tangan yang terangkat pada sanggahan dinding disebelah kiri dan kanan Hiu hwi. Gadis itu berani bertaruh, jika saat ini Kyuhyun benar-benar terlihat semakin tampan. Demi Tuhan! Dia benar-benar lemas akan kesalah tingkahan ini.
“N-nde?” Hiu hwi tak tau harus mengucapkan kalimat apa lagi selain itu. Ia benar-benar ingin menekan nomor darurat dilayar ponselnya itu. Yah, kalau-kalau saja nanti, ia mendadak pingsan ditempat ini.
“Bukankah kau mengatakan, jika kau menyukaiku heng?” Kyuhyun memindahkan tangan kanannya hingga kini menyentuh pipi Hiu hwi. Tubuh gadis itu bukan hanya menegang, tapi juga bergidik. Dengan segenap kekuatannya, Hiu hwi sontak mendongak untuk membalas tatapan Kyuhyun. Baiklah, ini lebih mengerikan dari melihat kedua mata sadako sekalipun.
“Kyu ... kau terlalu dekat denganku.” Hiu hwi memaksakan kedua tangannya untuk menyentuh dada Kyuhyun agar sedikit terdorong kebelakang. Namun sayang, Kyuhyun malah kembali tersenyum dengan seringainya itu seraya menyentuh tangan Hiu hwi yang kini berada didadanya. Dapat Hiu hwi rasakan, darahnya tersendat-sendat tak karuan.
“Terlalu dekat? Benarkah, hem?” Kyuhyun seolah memang ingin mempermainkan Hiu hwi saat ini. Sampai-sampai, ia bukannya menjauh, tapi sekarang malah semakin mendekat, membuat kedua dahi mereka bersentuhan hangat. Yah, bukan hanya dahi sekarang, tetapi juga hidung. Kyu sepertinya benar-benar ingin membuat Hiu hwi mimisan karna berada sedekat ini dengannya.
“Op-oppa...,”
“Hemmmm?” Kyuhyun hanya menyuarakan itu, tanpa membuka mulutnya. Namja itu seolah lebih sibuk menggoreskan hidungnya agar dapat saling berpadu lebih dekat dengan hidung Hiu hwi. SIAL! Hiu hwi benar-benar tak bisa berkutik lagi. Namja ini benar-benar seperti oksigen yang sangat ia perlukan. Bahkan lihatlah sekarang, Hiu hwi tengah menahan nafas disaat Kyuhyun memiringkan kepalanya dan dengan sengaja menghembuskan nafas beratnya itu tepat disekitar bibir Hiu hwi.
Sesungguhnya jarak mereka sekarang begitu dekat! Mungkin hanya maju sedikit lagi, keduanya dapat saling bersentuhan. Tubuh Hiu hwi benar-benar terasa panas-dingin sekarang!
“Huhhh...,” Kyuhyun menarik wajahnya seketika, lalu berpindah kearah telinga kanan Hiu hwi. Sampai ...
“Kau sadar Nona besar Lee? Kau pasti sudah ditunggu oleh supir pribadi dan mobil mewahmu itu untuk pulang,” bisik Kyuhyun, membuat Hiu hwi sontak tercenang mendengarnya.
“Mwo?”
“Kau gadis yang benar-benar sangat manja. Cih!” Kyuhyun memundurkan tubuhnya, hingga kini mereka tak sedekat seperti tadi. Namja itu tersenyum sinis, lalu berbalik untuk keluar dari kelas ini.
“Kyuhyun Oppa,” panggil Hiu hwi, membuat Kyuhyun sentak menghentikan langkahnya dan kembali berbalik menghadapnya.
“Kapan-kapan, aku pasti bisa pulang bersamamu.” Ucap Hiu hwi tersenyum manis. Kyuhyun hanya mengangkat kedua alisnya tanpa ekspresi, lalu kemudian kembali berjalan keluar. Sekalipun sikap Kyu masih terkesan dingin padanya, tapi setidaknya tadi, Kyuhyun tak sekasar sebelumnya.
Hiu hwi benar-benar ingin melompat senang sekarang! Hanya diperlakukan seperti itu oleh seorang Cho Kyuhyun, tapi efeknya benar-benar besar bagi perubahan Mood Hiu hwi hari ini. Ia senang ... sangat senang.
‘Eomma ... apa inikah yang dinamakan kebahagiaan itu? Dimana aku dapat tersenyum hanya karna alasan kecil dan tak jelas....’
Hiu hwi sontak kembali duduk dikursinya dengan topangan dagu. Ia kembali tersenyum, seolah belum berniat beranjak untuk pulang. Entahlah, sekarang tangannya bahkan lebih suka memegangi daerah hidungnya itu.
PIPP ... PIPPP ....
Layar ponsel Hiu hwi seketika bergetar. Ditatapinya nama sang Supir yang sejak tadi menghubunginya. Untung saja mood Hiu hwi sekarang ini sangat baik, jika tidak ... mungkin Supir inilah yang akan menjadi korban pelampiasannya.
“Yeoboseyo....,” sahut Hiuhwi riang.
“YEOBOSEYO NONA LEE. Yak! Kau kemana saja, Nona? Aku sudah didepan gerbang sejak tadi. Semua isi Sekolah ini juga sudah pulang, kenapa kau belum keluar juga? Apa kau baik-baik saja? Kau tidak—”
“Gwenchana! Ash—chincha ... Yak! Kim Heechul! Apa kau bisa berbicara dengan nada pelan dan tak usah berteriak seperti itu padaku, eh?”
“Maaf Nona Lee, tapi ini karna aku kuatir padamu. Jika sesuatu terjadi padamu, akulah yang akan dimarahi oleh Appa-mu.”
“Cah! ARASSEO, aku akan segera keluar. Kau benar-benar menyebalkan Ahjusshi Kim.”
“Ahjusshi? Yak! Nona Lee, kau—”
TUTTT ... TUTTT ....
Hiu hwi sontak menekan tombol mati itu dengan cepat. Ia benar-benar tak habis pikir dengan supir pribadinya yang bernama Kim Heechul itu. Yah, sekalipun dia masih muda dan hanya terpaut 5 tahun lebih tua dari Hiu hwi. Namun, Hiu hwi benar-benar merasa dia layaknya seorang tukang pukul. Ia bukan hanya berani menentang Hiu hwi, tapi juga berani memerintah gadis itu.
Jika saja sang Ayah tidak terlalu menyukai sosok Heechul, mungkin Hiu hwi sudah memecatnya dari hari pertama. Entahlah, Hiu hwi bahkan bingung sendiri, mengapa Appa-nya seolah begitu mempercayakan dirinya ditangan Heechul.
“Namja 4D itu, benar-benar membuatku ingin membunuh orang. Huhhh!” Hiu hwi mendengus ringan seraya menarik tas Sekolahnya untuk segera keluar dari kelas ini. Untung saja, ada Kyuhyun yang tadi mampu mengembalikan Mood-nya lagi.
Yah, Hiu hwi benar-benar tak habis pikir, jika berada didekat Kyuhyun itu adalah kebahagiaan terbesarnya saat ini. Tak perduli bagaimana sikap Kyuhyun memperlakukannya, tapi yang jelas ... Hiu hwi sangat bahagia.
“Na ... na ... na ... na—” senandung irama lagu yang didendangkan Hiu hwi saat ini sentak saja terhenti seketika. Ia sedikit melirik kearah Toilet yang seolah tadi menyeruakan sesuatu. Antara ragu dan tidak, gadis itu tampak berdiri seraya menimbang-nimbang sesuatu.
‘Tidak mungkin ada hantu disiang bolong seperti ini....’
Gumam Hiu hwi seraya memantapkan hatinya untuk perlahan-lahan mendekat kearah Toilet pria itu. Entah kenapa, perasaan Hiu hwi saat ini mendadak tak enak. Degup jantungnya pun berkontraksi dengan detakan cepat.
‘Ini—’
Semakin dekat Hiu hwi melangkah, semakin ia mendengar suara-suara yang sedikit aneh ditelinganya itu. Yah, Hiu hwi mendengar suara seperti sebuah—decakan? Aniya, lebih tepatnya itu ... desahan?
Hiu hwi memelankan langkahnya saat kini ia sudah sampai didepan pintu toilet pria itu. Dengan keberaniannya yang masih tersisa, yeoja itu pun perlahan-lahan memegang gagang pintu toilet ini, lalu membukanya perlahan-lahan. Sampai ...
“Ash ... Kyuhyun-ah....”
DEG!
Jantung Hiu hwi sontak berdegup kencang saat ia mendengar suara seorang yeoja seperti tengah merintih itu. Kini bukan hanya mendengar lagi, Tapi Hiu hwi sudah melihat dengan amat jelas pemandangan terselubung apa yang terjadi didalam toilet pria ini. Terkejut? Tidak! Bahkan lebih dari itu. Kini, wajah Hiu hwi memucat dengan mulut menganga, menyaksikan secara langsung dan gratis adegan mesra antara sang Idola Sekolah bernama Cho Kyuhyun dan seorang Guru! Tepatnya, seorang staff Tata Usaha Sekolah!
Jika hanya berciuman, mungkin Hiu hwi sudah sedikit terbiasa melihat Kyuhyun melakukan itu. Tapi tidak untuk yang ini! Hiu hwi melihat dengan kedua mata kepalanya sendiri, jika baju atas Guru Sekolahnya itu sudah hampir turun dengan sedikit bebas. Hancur? Pasti! Bahkan kini tubuh Hiu hwi reflek mundur beberapa langkah kebelakang, hingga ia tanpa sengaja menyentuh ujung pintu itu sampai terdengar bunyi decitan pintu yang semakin melebar.
Kyuhyun yang masih sadar akan bunyi itu, sontak saja langsung melepaskan diri. Dan kini, kedua mata mereka beradu pandang.
“OMO! Lee Hiu hwi...!” Ucap Staff Guru itu terkejut setengah mati seraya menaikan kembali baju atasnya dan merapikan helaian rambutnya yang berantakan itu.
Hiu hwi terdiam! Ia tak bisa berkata apa-apa lagi sekarang, selain menitikan air matanya yang bahkan ia sendiri tak sadari. Tanpa bersuara, yeoja itu kontan berbalik dan berlari dari tempat ini. Sungguh, ia benar-benar sangat membenci Kyuhyun sekarang! Membenci? Sepertinya itu akan sedikit sulit untuk Hiu hwi lakukan.
“Hiu hwi-ya....” Panggil sang Guru itu yang secara cepat mengejar Hiu hwi. Bisa mati, jika sampai Hiu hwi melaporkan kejadian ini kepada Ayah-nya. Bukan hanya akan dipecat, mungkin ia akan dihina habis-habisan.
Sedangkan Kyuhyun? Baiklah, namja itu tampak masih mematung ditempatnya dengan tatapan nanar kearah pintu. Tubuhnya perlahan-lahan merosot, hingga terduduk dilantai toilet itu seketika. Tak ada wajah penyesalan dalam ekpresinya itu, hanya ada sebuah senyuman sinis yang sedikit terlihat miris.
Entahlah, ada apa dengan Kyuhyun sebenarnya!
=TBC=
The Next Chap!
“Katanya kau sakit, untuk itulah aku datang ke Apartment mu ini Kyuhyun-shi. Ini—aku hanya ingin menyampaikan salam para fans-fans mu itu. Mereka kuatir, karna kau sama sekali tak membukakan pintu masuk untuk mereka.” Ujar Hiu hwi berusaha untuk bersikap biasa saja.
“Aku tidak butuh. Jika kau sudah selesai, cepatlah keluar dan pergi.”
“Yak! Kau sebenarnya menganggapku apa, eh? Kau pikir aku hanya gadis manja? Kau pikir aku tidak bisa menghiburmu seperti gadis-gadis menyebalkan itu? Arasseo, Cho Kyuhyun! Kau tau? Aku juga bahkan bisa menjadi sosok seperti mereka.”
“M-mm-mwo?” Kyuhyun sentak terbelalak kaget saat seketika Hiu hwi menangis dan menggapai kepalanya untuk— :P
===
Ini karna mini FF, jadi konfliknya akan sedikit terasa datar... hahahahaha. Mungkin konfliknya itu ada pada kehidupan Kyuhyun dan Mungkin juga Heechul! Ni FF agak gax jelas sie sebenernya...
Sudahlah, biarkan saja Typo meraja rela ya, aku bener2 gx punya waktu buat ngeReview ulang...
Ehkekekekekkekk~
Jahat banget kyuhyun, bener2 bad boy
BalasHapus