Rabu, 01 Oktober 2014

It's Wrong Married Part 4

It's Wrong Married Part 4




Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hiu hwi, Shim Changmin, Lee Hyora, Khazuma Tetsuya And SUJU with TVXQ members
Genre : Comedy Romantic

"Mian ya para Readers, di part ini cerita nya agak serius. Hihihihi~ pemberitahuan aja kalau sebenarnya "Khazuma" itu adalah pemeran utama tokoh komik yang sifatnya berandalan, nakal, manja dan kayak preman pasar padahal dia itu anak orang kaya loh"


Rintik hujan mulai turun satu per satu membasahi lapisan bumi membuat suasana dingin sketika menyengat, sesekali beberapa orang terlihat meniup-niup dan menggesekan kedua tangan mereka, berharap mendapatkan setitik kehangatan disana.
"Noona apa benar kau istri Cho Kyuhyun?" Tanya Khazuma sketika tatkala mreka tlah brada di sbuah kedai
"Ne, waeyo?"
"Apa dia yg tlah membuatmu menangis?"
"Nde??" Hiu hwi sdikit tertunduk tatkala mata Khazuma memandang nya tajam
"O.. Aaaniya.. Aku lah yg salah"
"Aish.. Dia masih tak berubah. Sayang skali, yeoja seperti noona menjadi istrinya"
"Apa maksudmu? Kau mengenal Kyu oppa?"
"Humm.. Dia lah yg lebih banyak mengenal ku"
"Nde?"
"Aku sudah slesai. Biar ku antar noona pulang"
"Emm.. Aku sedang tidak ingin pulang. Jika kau ada urusan, kau pergi saja"
"Ah.. Baiklah, aku akan menemanimu saja. Humm... Noona, bgaimana kalau kita jalan jalan?"
"Nde???? Kajja.." Hiu hwi pun sketika berdiri dan tersenyum antusias
"Tapi Changkaman noona.. Ini--" Khazuma pun membuka jas sekolahnya dan berjongkok melilitkan nya di pinggang Hiu hwi
"Rok mu benar benar membuat siapa saja yg melihatmu menjadi tak berkedip noona" Hiu hwi nampak diam terpaku atas perlakuan namja Jepang itu untuk beberapa waktu hingga..
"Kajja.." Lanjut Khazuma sembari menggenggam tangan kanan Hiu hwi erat
"Khazuma-ah kita mau kemana?"
"Ke tempat yang bisa membuat noona tersenyum" Ucap Khazuma mengedipkan sebelah mata nya. Kedua orang ini pun mulai tertawa tawa lepas tatkala mereka tlah berada di taman hiburan dan memainkan beberapa permainan yang menegangkan.


Hari sudah menunjukan pukul 10 malam. Entah sudah berapa kali Kyu menatap jam tangan nya itu sembari mondar mandir diperkarangan rumahnya tak jelas tanpa sadar jika sdari tadi tubuhnya basah kuyup akibat hujan tatkala ia mencoba mencari Hiu hwi
"Pabboya, knapa kau mematikan telpon mu huh?" Gumam Kyu sangat amat bgitu kuatir hingga sketika ia pun menatap Hiu hwi dan Khazuma dari kejauhan. Entah mengapa dada Kyu pun tiba tiba memanas, sontak saja ia pun berlari untuk bersembunyi.
"Gomawo yo Khazuma-ah. Ini jas sekolahmu" Ucap Hiu hwi tatkala mreka tlah brada di depan pagar rumah yeoja itu
"Ne, noona jangan memaksakan memakai baju seperti ini lagi heh?"
"Arayo, aku memang tidak pantas memakainya"
"Justru karna noona sangat pantas memakainya. Aku jadi takut karna kecantikan mu itu"
"Ash.. Kau bisa saja. Geurae, aku masuk dulu ya. Kau cepatlah pulang dan jangan bolos sekolah lagi besok" Khazuma diam sembari menatap Hiu hwi yg hendak berjalan masuk hingga seketika...
"Hiu hwi noona.." Tiba tiba Khazuma pun memeluk Hiu hwi dari arah belakang membuat yeoja itu mendadak jantungan
"Gomawo yo noona.. Kau tau, hari ini adalah hari terbahagia bagiku. Aku belum pernah tertawa selepas hari ini" Entah mengapa Hiu hwi hanya diam ketika namja Jepang itu smakin mengeratkan pelukan nya hingga tiba tiba...
"YA!!! KHAZUMA TETSUYA!!! Apa yg kau lakukan?? LEPASKAN DIA!" Pekik Kyu tiba tiba. Matanya merah menahan emosi yang begitu besar di dada nya. Dendam yang tlah lama ia kubur pada namja yang lebih muda dari nya itu kini mulai kembali membara.
"Kyuhyun oppa" Desah Hiu hwi berusaha melepaskan tubuhnya dari Khazuma namun sayang Khazuma malah semakin erat memeluk nya
"Annyeong Kyuhyun hyung. Lama tidak berjumpa" Sapa Khazuma tak melepas rangkulan nya dari Hiu hwi sembari sesekali terlihat ia tersenyum licik ke arah Kyu
"LEPASKAN!! LEPASKAN DIA!" Kyu pun menatap namja didepan nya itu tajam
"Aku tidak bisa. Aku mulai menyukai nya hyung"
"DEGG" Ke3 jantung anak manusia ini seolah kompak berdetak
"KAU--" Tanpa pikir panjang Kyu pun menarik tubuh Khazuma mendekat ke arahnya dan memukul nya dgn emosi yg luar biasa membuat bercak darah disudut bibir namja Jepang itu
"YA!! Bangun.. Mana kekuatanmu yg dulu itu huh? BUKK..." Kembali Kyu memukul Khazuma yg masih bisa cengengesan
"Sudah lama kau ingin memukulku kan CHO KYUHYUN? Jangan jadi pengecut! Bukankah waktu itu kau kalah dariku? Ayo!! Pukul aku lagi, kau tau Hiu hwi noona tidak pantas untuk mu" Kembali Kyu memukul Khazuma bertubi tubi seolah menggila, ia tak bisa berhenti tak pduli jika darah tlah terlihat dimana mana dan entah mengapa Khazuma pun seakan tak ingin membalas stiap pukulan Kyu, ia hanya diam seolah memang membiarkan Kyu memukulnya.
"Hentikan oppa!!! Jeball! Hentikan.." Ucap Hiu hwi berusaha menghentikan Kyu namun namja itu tak bergeming sdikitpun
"OPPA!! Hentikan.." Hiu hwi pun tak tega lagi menatap Khazuma tengah berlumuran darah hingga ia menarik tubuh namja itu kedalam dekapan nya membuat Kyu semakin naik darah
"Apa yg kau lakukan? Cepat menyingkir!" Pekik Kyu emosi
"Andwe! Aku tidak akan membiarkan oppa memukulnya lagi" Sahutan Hiu hwi sontak membuat Kyu diam tak percaya sedangkan Khazuma, ia seolah tersentuh dgn sikap yeoja itu padanya hingga membuatnya menitikan airmata
"Khazuma-ah.. Gwanchana??" Isak Hiu hwi kuatir sembari berusaha memapah tubuh Khazuma berdiri
"Ayo masuk!! Jika tidak aku benar-benar akan membunuhnya" Ucap Kyu sembari mencengkram tangan Hiu hwi keras dan menyeret yeoja itu kasar. Hiu hwi pun berusaha untuk memberontak karna merasakan sakit di pergelangan tangannya namun sia sia, Kyu lebih kuat darinya
"Oppa.. Lepaskan" Isak Hiu hwi tatkala mreka tlah brada didalam rumah. Namja itu pun sketika menghempaskan tubuh Hiu hwi ke sofa
"Mulai skarang! Kau tidak boleh berhubungan dgn Khazuma lagi. Arasseo?? Aku tidak pduli bgaimana kalian dapat saling mengenal tapi yg jelas kau jangan berbicara lagi padanya atau bertemu dgn nya"
"Wae oppa? Khazuma adalah namja yg baik. Dia tak--"
"Kau tak mengenal siapa dia sebenarnya Hiu hwi! Dia orang yg berbahaya. YA!! Apa dia sempat menyentuhmu heh? Dimana? Dimana?" Sahut Kyu kalang kabut sembari menyentuh beberapa bagian tubuh yeoja itu termasuk pipi dan bibir mungilnya
"Hentikan oppa! Aku tidak mengerti knapa kau bersikap seperti ini padaku? Terkadang kau seolah tak pduli padaku tapi terkadang kau bgitu perhatian padaku! Kau ingin mempermainkan perasaanku huh?" Kyu diam, terlihat ia susah skali meneguk air ludahnya. Beberapa menit smuanya terdengar hening hanya suara isak tangis Hiu hwi lah yang terdengar
"Sudahlah.. Aku mau istirahat" Ucap Kyu memecahkan keheningan diantara mreka. Terlihat wajahnya bgitu pucat dan nafasnya pun terdengar tak beraturan
"Mianhae oppa.." Isak Hiu hwi tertunduk yang sukses membuat Kyu menghentikan langkahnya
"Apa kau baik baik saja oppa? Wajahmu terlihat pucat, baju dan rambutmu juga terasa basah. Apa oppa sakit?" Ujar Hiu hwi kuatir sembari menyentuh jas dan dahi namja itu namun Kyu malah menghempaskan tangan Hiu hwi darinya
"Itu... Bukan urusanmu" Sahut Kyu dingin sembari berjalan masuk menuju kamarnya. Sesekali terlihat ia memegang kepalanya yg memang terasa berat dan sakit.

Kyu berbaring di atas kasurnya perlahan, entah mengapa tubuhnya menggigil hebat
"Oppa lepaskan pakaianmu, baju mu lembab. Kau akan smakin kedinginan" Ucap Hiu hwi sketika sembari mencoba melepaskan kemeja namja itu namun Kyu malah mengelaknya kasar
"Keluarlah.." Desah Kyu pelan
"Aniya, sbelum aku tau kau baik baik saja" Kyu diam, tubuhnya sangat lemah skarang hingga ia tak bisa melawan Hiu hwi dan hanya menurut
"Changkaman.. Aku akan membuatkan mu bubur oppa" Ucap Hiu hwi keluar kamar, Kyu sdari tadi hanya menatapnya tajam. Hingga tak berapa lama kemudian ia pun kembali dgn alat kompres, obat dan semangkuk bubur hangat
"Apa yg tadi oppa lakukan hingga bisa seperti ini? Badanmu panas skali" Isak Hiu hwi sembari meletakan handuk kecil didahi Kyu namun sketika namja itu malah membuangnya kasar
"Keluar..keluar" Desah Kyu
"Op..pa.. Tapi aku--"
"KELUAR!!!" Bentak Kyu keras membuat Hiu hwi kembali menangis deras
"Baiklah.. Aku akan keluar. Tapi kumohon oppa harus makan buburnya dan minum obat dan jika perlu sesuatu, kau panggil aku saja" Ucap Hiu hwi sembari beranjak pergi. Yeoja itu terduduk didepan pintu kamar Kyu, tangan kanan nya sibuk menutup mulutnya agar tangisnya tak terdengar namun sayang smakin ia menahannya suara tangisnya pun smakin terdengar.
Di satu sisi terlihat Kyu berbaring ditempat tidurnya dgn airmata berlinang di pipi nya, tangan nya mencengkram erat selimutnya untuk menghentikan airmatanya namun sia-sia ia malah semakin ingin menangis
"Hiu hwi-ah.. Bgaimana jika aku menyukaimu? Andwe.. Itu tidak boleh terjadi" Gumam Kyu sesak


***

Sudah sedari tadi Hiu hwi menyendok-nyendokan makanan nya tak jelas. Hatinya terlihat sedang tak baik baik saja skarang mendapati Hyo ra kini tengah berada di kamar Kyu untuk merawat namja itu. Sesekali ia dengar tawa dari Kyu dan Hyo ra membuatnya entah mengapa menjadi sakit. Hiu hwi pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu kamar itu dan membuka nya hingga sketika terlihatlah Kyu tengah merangkul Hyo ra mesra diatas tempat tidurnya. Hyo ra duduk dipangkuan Kyu sembari sesekali menyendokan bubur di mulut namja itu, Kyu tlah bersiap mencium Hyo ra saat tepat Hiu hwi membuka pintu kamar itu
"Mi..mianhae aku menganggu kalian.." Ucap Hiu hwi gemetar
"Eh.. Hiu hwi-ah tidak apa apa.. Wae geurae?" Tanya Hyo ra tersenyum sedangkan Kyu terlihat seolah tak ingin menatap nya
"Aku..aku hanya ingin izin pergi sbentar. Kalian lanjutkan saja"
"Kau mau pergi kemana?"
"Changmin oppa.. Nde.. Changmin oppa.. Entah mengapa aku sangat merindukannya" Jawab Hiu hwi asal membuat Kyu sketika terkejut menatapnya
"Geurae, hati hati"
"Ne, permisi" Pamit Hiu hwi sembari menutup pintu kamar itu. Airmata kembali mengalir deras di pipinya hingga di liriknya sebentar sebuah telpon yang bertengger di atas meja ruang tamu. Hiu hwi sedikit ragu tatkala memencet nomor seseorang disana
"Yeoboseyo" Jawab seorang namja ramah
"Changmin oppa..."
"Hiu hwi-ah?? Yah~ Kenapa suara mu gemetar heh? Apa kau sedang menangis?"
"Aaaani... Oppa bisakah kita bertemu? Ada yang ingin ku bicarakan"
"Ah~ Aku juga sangat ingin bertemu denganmu tapi sekarang aku sedang tour di Jepang. Otthe? Apa aku harus terbang ke tempat mu sekarang?"
"Hahaha~ Tidak perlu. Humm... Geurae, aku akan menunggu mu kembali saja"
"Baguslah, setidaknya aku sudah mendengar tawa mu hari ini. Ingat!! Jika sesuatu terjadi padamu, cepat kau hubungi aku. Ah~ Terutama jika Kyuhyun menyakiti mu, aku benar-benar akan terbang kesana"
"Nde, Gomapta oppa. Hati-hati disana" Hiu hwi pun menutup telpon nya pelan. Entah mengapa satu-satu nya orang yang ia ingin hubungi saat pertama ia merasa sedih adalah "Shim Changmin". Sosok idola nya yang benar-benar seperti kakak untuk nya


@SM Entertainment

"OMO! Bibirku terlihat sexi skali. Tak rugi aku mencuri minyak bibir ini di ruang make up Jessica" Ucap Heechul sembari bercermin
"Kau habis makan gorengan hyung?" Kekeh Ki bum membuat Heechul melotot ke arahnya hingga sketika terdengar sbuah suara diruangan itu membuat mreka smua menoleh
"Annyeong oppa"
"Eh.. Hiu hwi-ah.." Sapa Leeteuk ramah
"Ada apa kau datang kemari? Apa Kyu baik baik saja? Sakitnya tidak parah kan?"
"Dia baik baik saja.. Aku kesini untuk menanyakan sesuatu pada kalian"
"Nde?? Apa itu??" Timpal Eunhyuk mendekat
"Apa kalian mengenal Khazuma Tetsuya? Karna sepertinya Kyu oppa mengenalnya"
"Mwo?? Khazuma Tetsuya??" Smua member Suju pun saling menatap
"Sebenarnya Kyu itu mempunyai saudara kembar perempuan yg bernama Cho Hyun ae. Hyun ae meninggal 5 tahun yg lalu dan Khazuma itu adalah penyebab kematiannya lebih tepat nya, dialah yang membunuh Hyun ae" Ujar Yesung
"Mwo?? Membunuh?? Tidak mungkin oppa, Khazuma itu hanyalah anak kecil yang haus kasih sayang"
"Anak kecil??? Kau tau.. Dia sudah brapa kali tidak naik kelas dan berpindah pindah skolah. Dia seorang anak mafia yg kerjanya berkelahi bahkan membunuh orang. Waktu itu Hyun ae mencintai Khazuma saat Hyun ae duduk dibangku kuliah. Tak pduli jika memang namja itu lebih muda darinya dan saat Khazuma ikut dalam sebuah tawuran, Hyun ae brada disana dan kami smua tidak tau apa yg terjadi hingga Hyun ae meninggal dgn sbuah pisau menancap di perutnya. Detik terakhir kematiannya dia masih terus saja menyebut nama Khazuma Tetsuya" Timpal Donghae emosi
"Bukan hanya itu saja, kami sempat ingin membalas dendam padanya tapi malah kami yg dihajar oleh anak buah Appa nya hingga hampir saja Leeteuk hyung mengalami patah tulang" Lanjut Kang in
"MWO??"
"Anehnya sampai skarang ia masih saja dapat berkeliaran bebas seperti itu padahal bukankah negara kita memiliki hukum. Tapi kenapa hanya anak buahnya saja yg masuk penjara. Hiu hwi-ah.. Jangan berhubungan denganya, dia itu sangat berbahaya terutama keluarga nya" Hiu hwi diam mendengarnya. Ia terlihat shock dan tak menyangka jika Khazuma.. Namja yg ia lihat layaknya anak kecil itu ternyata dapat berbuat seperti itu
"Geurae, aku permisi dulu oppa. Gomawo, skarang aku tau mengapa Kyu oppa sangat membencinya"
"Nde, ingat! Jangan bertemu dgn nya lagi. Kasihan Kyu.. Dia sampai rela berhujanan sampai sakit seperti itu karna sangat mengkuatirkanmu kemarin" Usap Yesung sembari mengacak poni Hiu hwi gemas
"Mwoya? Jadi-- Ah.. Oppa.. Aku pergi dulu. Annyeong..." Ucap Hiu hwi sembari berlari cepat
"Kyuhyun oppa mianhae..." Gumam batin nya menyesal


Ditempat lain terlihat Kyu tengah memandangi sbuah Handphone di sampingnya. Hyo ra sudah pergi sejak tadi membuatnya sdikit bebas brada di rumah itu sendiri. Skali lagi Kyu menatap HP nya itu ragu
"Apa yg harus ku katakan jika dia mengangkatnya?" Gumam Kyu panik
"Ah.. Apa aku telpon Changmin saja?" Belum sempat Kyu memencet tombol memanggil, terdengar suara pintu terbuka. Sontak saja membuatnya berpura pura tidur di sofa
"Eh.. Kyu oppa.. Knapa kau tidur di luar?" Ucap Hiu hwi kuatir sembari mengecek suhu badan namja itu
"Argh... Tadi aku ingin mengambil minum tapi malah tertidur disini. Yah~ Seperti itu. Benar, aku tidak bohong. Sungguh..." Ucap Kyu kalang kabut
"Oh.. Ayo.. Kita kembali ke kamar. Disini dingin" Hiu hwi pun memapah tubuh Kyu berjalan. Entah mengapa namja itu bgitu senang tatkala ia dapat meletakan tangannya dibahu Hiu hwi
"Geurae, istirahatlah.. Aku akan keluar sbentar" Ucap Hiu hwi sembari hendak pergi namun tangan kokoh Kyu tlah menahanya lebih dulu
"Kau-- mau kemana lagi?" Tanya Kyu memasang tampang sekarat nya
"Nde???"
"Maksudku.... Na..nanti jika aku haus lagi, siapa yang mengambilkanku minum, lalu kalau aku lapar dan ingin memakan buah siapa yang menyuapiku dan mengupas buah untukku"
"Aish.. Aku hanya ingin membeli obatmu sebentar oppa"
"Cepat kembali. Jeball.." Pelas Kyu serius
"Arasseo, apa kepala mu sakit skali heh? Tenanglah.. Aku akan cepat pulang membawa obatnya oppa" Hiu hwi bergegas untuk berlari. Kyu hanya terpaku menatap punggung yeoja itu yg kian menjauh
"Yeoja pabbo.. Bukan karna obat itu, aku ingin kau cepat pulang" Gumam Kyu kecewa.


Hiu hwi melangkahkan kakinya keluar dari sbuah apotik, sesekali ia tersenyum tatkala mengingat Kyu tak lagi marah padanya namun saat yeoja itu hendak mempercepat langkahnya, tiba tiba saja tangan seseorang mencengkram lengan nya keras membuat ia sontak terkejut dan memukul orang itu
"Aw.. Noona.. Ini aku" Ringis orang itu
"Yah~ Khazuma-ah..."
"Aish.. Pukulan noona ternyata kuat juga" Ucap Khazuma sembari memegang hidung nya yg berdarah
"Nde?? Mianhae.. Yah~ hidung mu berdarah.. Jeongmal mianhae. Ash.. Otthoge?"
"Gwanchanayo. Asal noona mau ikut dgn ku skarang aku tidak akan meminta ganti rugi"
"Aku tidak bisa. Kyu oppa sedang sakit, mianhaeyo Khazuma-ah mulai skarang kau jangan menemuiku lagi.. Aku--"
"Apa noona sudah tau siapa aku sbenarnya? Apa noona takut padaku?"
"Nde, aku sudah tau smuanya"
"Aku bukan pembunuh!! Aku tidak melakukan smuanya.. Aku memang sering berkelahi tapi aku tidak seburuk yg orang duga. Noona percayalah padaku, jeball.. Aku hanya--"
"Aku percaya padamu.. Aku percaya! Aku juga tidak takut padamu tapi aku tidak mungkin berteman dgn musuh dari suami ku. Aku tidak ingin Kyu oppa membenciku. Khazuma-ah tolong mengerti posisiku"
"Noona..."
"Aku harus pulang. Jaga dirimu baik baik" Ucap Hiu hwi hendak beranjak pergi namun sketika Khazuma malah menarik tubuh yeoja itu kedalam pelukannya
"Kajima.." Desah Khazuma lirih
"YA! Lepaskan aku Khazuma-ah.."
"Noona.. Kau boleh memukulku bahkan membunuhku tapi ku mohon jangan menghindari ku. Aku tidak punya siapa siapa lagi di dunia ini, aku takut... Jeball! Jangan menghindariku" Ujar Khazuma menangis. Hiu hwi diam, ia tak tau harus bgaimana skarang.
Di satu sisi terlihat Kyu tengah beranjak dari tempat tidurnya, sudah sdari tadi ia bergemerutuk tak karuan
"Knapa dia lama skali?? Ash... Dia itu.. Ash.." Gumam Kyu kesal hingga ia pun memutuskan untuk menyusul.


"Noona.. Aku tidak akan pernah melepaskan mu. Kau orang pertama yg mempercayaiku, kau orang pertama yg membelaku, kau orang pertama yg tak takut dan tak pduli siapa aku dan kau orang pertama yg membuatku dapat tersenyum. Aku tak pduli apa apa lagi, aku menyukaimu noona melebihi batas kesadaranku"

~TBC~


published by -Aoi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar