“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL 3]
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
“Opp—“ Belum sempat Hiu hwi hendak menyebut kembali nama Kyu, namja itu pun telah lebih dulu menciumnya lagi! Hiu hwi tersenyum, setidaknya tangan Kyu mulai melingkar erat dalam pinggangnya saat ini. Seolah mengingatkannya pada sebuah masa lalu yang indah.
“Hiu hwi-ya....” Hiu hwi sentak terkejut saat mendengar namja itu memanggil namanya disela tautan mereka. Benarkah Kyu menyebut namanya? Benarkah Kyu kembali menjadi Kyuhyun yang ia kenal? Benarkah jika saat ini mereka tengah kembali menutupi jurang yang dalam itu? Benarkah Kyuhyun sadar?
- Seperti inilah, aku mencintaimu!
Bila kau tak ada, aku mencoba mengatakan cinta ini.
Mungkin saja jika kau mendengarnya,
Maka kau akan lari dariku.
Kata orang aku pintar.
TIDAK!
Aku sadar aku menjadi bodoh, saat aku mencintaimu.” –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. 3 Begin’s story_
Terdengar nada surga itu mengalun indah melalui layangan angin yang berhembus kencang sore ini, seolah-olah sekawan pipit kini tengah bernyanyi dan berarak dengan bentangan langit yang bergerak semampai diatas sana. Sebenarnya dunia ini begitu indah, hanya saja ada sebagian manusia yang bahkan tak tau bagaimana caranya membuat dirinya sendiri bahagia dalam keindahan itu.
“Oppa,” Desah Hiu hwi seraya menahan kedua tangan Kyu yang kini tengah menyentuh kedua pipinya. Sudah sejak tadi, Hiu hwi tak pernah berniat menghentikan buliran yang jatuh dipipinya itu, seolah-olah ia memang membiarkan jiwanya terbebas dari perangkap air matanya kali ini.
“Bisakah kau mengulangi ucapanmu tadi Oppa? Apa tadi benar kau menyebut namaku? Kau tidak melupakanku Oppa? Kau mengingatku, ne? Aku—aku tidak salah dengarkan Oppa?” Hiu hwi semakin mendekat kearah Kyu yang kini hanya memandangnya dalam jarak dekat, bahkan hembusan nafas mereka pun saling berlawanan arah saat ini.
“Oppa, katakan sesuatu padaku! Kau benar-benar membuatku takut. Ada apa denganmu sebenar—”
“Hiu—hiu hwi-ya....” Hiu hwi sentak menitikan air mata hangatnya kembali tatkala Kyu mulai berusaha lagi menyebut namanya.
“Mwo?”
“Hiu hwi! Shim Hiu hwi... kau benar-benar orang itukan? Kau Hiu hwi-ku kan?” ujar Kyu dengan mata yang memerah seraya menyentuh setiap inci wajah Hiu hwi, seolah-olah saat ini ia tengah meyakinkan hatinya sendiri.
“Oppa... Kyuhyun Oppa.” Sahut Hiu hwi sentak saja memeluk tubuh Kyu dengan cepat. Kyu yang sedetik lalu masih termangu, kini mulai mengangkat kedua tangannya untuk membalas pelukan Hiu hwi itu. Tangis mereka meledak! Walau memang Kyuhyun menangis dalam suara diamnya.
“Oppa jangan seperti ini lagi, ne? Jangan melupakanku dan bertanya ‘Siapa aku’. Aku Shim Hiu hwi Oppa, orang yang mencintaimu,” isak Hiu hwi seraya semakin erat memeluk tubuh Kyu dan menyandarkan kepalanya kebahu kanan namja itu.
“Mianhae... mianhaeyo Oppa.” Sesal Hiu hwi berlanjut. Kyuhyun sentak melepaskan dekapan mereka dan memandang yeoja itu dengan tajam.
“Jangan pergi!” Hanya itulah kalimat yang terucap saat bibir Kyu bergerak menatap wajah Hiu hwi saat ini. Setelah beberapa menit yang lalu Hiu hwi berusaha mati-matian menyadarkan Kyu dengan berbagai macam cara, akhirnya Kyu kembali menatapnya sendu seperti saat mereka berada di Korea, bahkan sekarang Kyu sudah mengucapkan sebuah kalimat seperti itu. Walau memang, namja itu belum sepenuhnya pulih.
“Tidak! Aku tidak akan pergi lagi. Sudah cukup aku melakukan kesalahan yang besar waktu itu, aku tidak akan mengulanginya lagi Oppa. Aku tidak akan perduli lagi apa yang akan terjadi pada kita nantinya, aku tidak perduli lagi kau siapa dan bagaimana kehidupanmu sekarang. Aku ingin menjadi manusia egois yang hanya akan mementingkan cintaku padamu.” Hiu hwi tersenyum tulus membalas tatapan Kyu itu padanya. Kyu seolah masih bingung! Hiu hwi sadar akan hal itu.
“Hummm....” Desah Kyu singkat seraya ikut berusaha untuk mengembalikan senyumannya yang hilang. Namja itu mulai merubah posisinya untuk memeluk dan melingkarkan kedua tangannya dari arah belakang tubuh Hiu hwi; memberi topangan ringan dipundak yeoja itu saat ini. Nyaman! Kyu menghembuskan nafasnya dan menutup matanya singkat.
“Aku berjanji, aku akan mengembalikanmu seperti yang dulu Oppa.” Gumam Hiu hwi mantap seraya tersenyum dan ikut memejamkan mata saat kini ia telah bersandar damai didada Kyu yang hangat. Tanpa sadar jika semenjak tadi seseorang tengah memperhatikan mereka dari balik pintu gudang kekaisaran itu.
“Putri Miu, apa kau baik-baik saja?” ucap salah seorang pelayan tatkala ia menyadari jika sang Putri itu kini tengah menangis dan memundurkan langkahnya perlahan dari depan pintu gudang itu seraya menahan isakannya agar tak terdengar.
“Aku benar-benar jahat.” Erang Miu pelan seraya menahan tubuhnya agar tak jatuh pada sebuah tiang kayu yang tak jauh darisana. Tubuhnya bergetar dengan deruan nafas yang tak beraturan. Tangan kanannya pun mulai perlahan-lahan meremas perut besarnya itu dengan cukup emosi. SAKIT! Miu masih belum bisa merelakan semua kenyataan pahit ini.
“Putri Miu....”
===
Sudah hampir 5 hari Hiu hwi berada di Kekaisaran ini dan menyamar menjadi seorang pelayan. Awalnya ia masuk ketempat ini hanya bertujuan untuk menemukan Changmin dengan segala misterinya itu, namun sepertinya sekarang tujuannya telah bertambah; Kyuhyun! Ia ingin terus berada disisi Kyu dan menjaga namja itu.
“Itu Gyokuro; teh terpilih dari daun teh kelas atas yang disebut Tencha. Minumlah, kau akan merasakan kenyamanan setelah meminumnya. Aromanya benar-benar harum, ne?” Hiu hwi mengangguk singkat mendengar penjelasan dari Miu saat ini. Tampak angin melambai dan menerpa layangan rambut kedua yeoja yang sama-sama memiliki wajah yang unik dan cantik itu.
“Terima kasih.” Sahut Hiu hwi singkat dan kembali berpaling menatap pemandangan yang terbentang indah dihadapannya itu. Sesekali terlihat ia menutup mata untuk mencium aroma teh yang tengah digenggamnya itu. Harum! Hiu hwi benar-benar merasakan hembusan hangat yang menelisik hatinya yang semakin damai sekarang.
“Hahh... apapun yang terjadi, aku tidak akan melepaskan Kyu,” Hiu hwi sentak berpaling seketika tatkala ia mendengar lontaran kata tiba-tiba dari Miu saat ini.
“Entah mengapa, aku malah tak ingin ia sembuh dan sadar dari semua ini. Aku memang ingin dia melupakan semuanya dan memulai lembar baru bersamaku! Bukankah itu akan lebih mudah untuk mengakhiri ini semua heh?”
“Miu-shi!”
“Waeyo? Hiu hwi-ya... apa kau tau jika dari kecil Kyu mengalami gangguan-gangguan emosional dan ketegangan batin yang sudah lumayan kronis heh? Dari kecil, Kyu tak pernah mengatakan apapun yang ia inginkan, karna itu semua sudah tercipta bahkan tanpa perlu lagi ia memintanya. Sejak semakin bertambah usianya, Kyu semakin tumbuh dan tumbuh menjadi pribadi yang seperti itu. Ia berusaha bertahan dalam keadaan batinnya yang sebenarnya tersiksa. Dan kau tau itu malah membuat ia rentan mengalami gangguan batin.”
“Mwo?”
“Kyu terkadang memiliki rasa cemas dan ketakutan yang sangat berlebihan. Yang ia cari hanyalah rasa butuh memiliki dan dimiliki! Apa kau pernah mendengar kata Neurosis atau psikoneurosis heh? Walau itu adalah gangguan jiwa dengan taraf yang ringan, tapi tetap saja jika dibiarkan terus menerus seperti itu ia bahkan bisa mengalami gangguan jiwa yang fatal. Gejala yang timbul dari Neurosis ini adalah berteriak-teriak histeris seperti yang ia lakukan kemarin, mengalama bentuk Dissosiasi Fugue yang merupakan pelarian Amnestik, itulah mengapa ia tak mengingatmu. Ia mengalami Amnesia dalam hal ini. Psikastenia… ia merasa seolah-olah dikejar-kejar pikiran yang sama sekali tak bisa ia hapus, dan itu— ” Miu menatap Hiu hwi sekilas dan menghela nafas.
“Ia juga mengalami Fobia yang akut akan masa kecilnya dan kejadian Ibunya pada waktu itu. Tics! Yang juga merupakan gangguan berupa gerakan wajah. Apa kalian pernah berciuman heh? Jika benar, Kyu tak akan bisa berhenti melakukannya, jika itu memang terjadi ia akan menggigit atau mengulas-ulas bibir bagian atasnya sendiri.Semua terjadi begitu saja, dan beberapa bulan yang lalu ia mengelami itu semua! Apa kau tau karna apa? Kyuhyun dapat seperti ini, itu semua karnamu Hiu hwi!”
“Mwo? Ja-jadi—“
“Benar! Ia mengalami semua depresi ini ketika ia berpisah dengamu beberapa bulan yang lalu. Pangeran Hisahito ditemukan tak sadarkan diri tepat didepan rumah susunmu waktu itu, untunglah ada beberapa pria yang disana menolongnya dan cepat menghubungi kami. Apa yang kau lakukan? Kenapa kau meninggalkannya seperti itu? Bukankah aku sudah pernah mengatakan padamu jika Kyu sama sekali tak bisa ditinggalkan sendiri heh?” Hiu hwi sentak diam mendengarnya. Perasaan bersalah itu kini kian menyelimutinya, ia baru menyadari jika betapa Kyu membutuhkannya.
“Maaf, untuk itulah aku tak akan melepaskannya lagi. Kau sudah cukup membuatnya menderita Hiu hwi! Walau aku memang sadar… jika kalian saling mencintai, tapi tetap saja aku tak bisa melepaskannya. Aku sudah berusaha untuk merelakannya padamu, tapi hatiku merasa sakit! Kau memang orang ia cintai, tapi aku memiliki ini—” Miu sentak menyentuh bagian perutnya yang besar. Tampak airmatanya seketika menetes deras.
“Aku akan menggunakan ini untuk merebutnya darimu! Maaf, mungkin kau berpikir aku benar-benar gadis yang jahat dan tak berperasaan, tapi aku sendiripun ingin memilikinya. Apa aku salah? Aku mencintainya Hiu hwi. Bisakah aku memintamu unt—”
“Aniya! Aku tidak bisa.” Sela Hiu hwi cepat, seolah-olah ia sudah mengetahui apa yang akan diminta Miu padanya. CUKUP! Ia tak akan mau melepaskan kembali Kyuhyun dalam hatinya.
“Aku mohon! Demi anak ini.” Tanpa diduga Miu pun sentak memegang topangan yang tak jauh darinya untuk merunduk pada Hiu hwi; tepatnya bersujud dihadapan yeoja itu. Hiu hwi sentak menghela nafasnya berulang untuk menahan air matanya yang terus keluar daru kelopak matanya itu. Tidak bisakah ia meminta hal lain?
“Aku tidak bisa! Aku tidak bisa… sekalipun kau bersujud seperti ini padaku, aku tidak bisa melepaskannya,” suara Hiu hwi mulai terdengar parau. Tampak ia tengah berusaha untuk tidak menatap Miu yang kini bersujud padanya, ia tau pertahanan hatinya akan runtuh jika ia berpaling dan melihat keadaan Miu yang hamil kini bersujud padanya. Hiu hwi mengerang singkat, tangannya mengepal dalam dilema yang amat sangat dalam hatinya. Beberepa pelayan kekaisaran itu pun hanya mampu memandangi mereka dengan ekspresi haru.
“Bangunlah Miu-shi… itu akan percuma kau lakukan. Aku akan tetap bersama Kyuhyun Oppa, jadi aku benar-benar minta maaf padamu.” Hiu hwi mengusap air matanya dan dengan cepat beranjak dari tempat ini. Ia berlari! Ia ingin berlari dari tempat ini dan bahkan hilang ingatan. Ia seolah berusaha untuk tak memperdulikan Miu saat ini, ia seolah berusaha menjadi manusia egois hanya demi Kyuhyun.
“Putri Miu….” Beberapa pelayan dengan cepat berlari kearah Miu tatkala mereka menatap gadis itu mengerang kesakitan dalam tangisannya yang dalam. Tubuh Miu mengejang hingga membuat beberapa orang mulai panik akibatnya.
- “Semakin aku berusaha untuk membencimu,
Semakin aku merindukanmu.
Ada apa denganku?
Semakin aku berusaha untuk tidak merindukanmu,
Semakin aku mengingatmu.
Adakah cara lain untukku melupakanmu, selain mati?” –
Tampak sudah seharian ini Hiu hwi sama sekali tak bertemu dengan Kyuhyun; tepatnya ia kini tengah berusaha untuk menghindari namja itu. Sekalipun ada kesempatan untuk bertugas mengunjungi balkon sang Pangeran, Hiu hwi tampak mempunyai seribu macam alasan untuk menolak, membuat semua orang bingung atas tindakannya itu. Hiu hwi sadar… jika saat ini ia menjadi topik hangat di Kekaisaran ini, terutama dibagian hal-hal yang mengurusi sang Pangeran, karna memang akhir-akhir ini Kyuhyun terlihat selalu dan sangat bergantung padanya, bahkan mereka menghabiskan tidur semalaman digudang kemarin itu. Memang, Kyu terlihat sudah mulai menunjukan tingkahnya yang normal akibat Hiu hwi siang-malam mengurusinya, ia tampak mulai bergairah kembali dan setidaknya tersenyum.
#PRANG!
Pecahan itu kembali terdengar keras, lagi-lagi Kyuhyun melakukan kebiasaannya melempar makanannya sebelum makan, padahal jika Hiu hwi yang mengatarkannya, ia tak akan bersikap mengerikan seperti itu.
“PERGI! Aku tidak mau makan.” Pekik Kyu membuat semua orang saling menatap bingung. Sekalipun itu Miu yang berusaha menyuapinya, namun tetap saja Kyu tak ingin makan.
“Pangeran Hisahito, apa ada makanan yang saat ini Anda ingin makan? Kami akan membuatkannya semampu kami.” Ucap sang Kepala pelayan Kekaisaran itu mencoba membujuknya.
“Tidak! Aku tidak mau makan, jika tak ada pelayanku disini.”
“Pelayanmu? Bukankah kami semua ini adalah pelayanmu Pangeran?”
“Bukan kalian! Tapi gadis yang bernama Hiu hwi.… Kemana dia? Kenapa sudah seharian ini ia tak datang kemari? Cepat bawa dia ketempatku… aku ingin melihat wajahnya.” Semua orang sentak diam dan saling berpandangan. Sepertinya diantara mereka sudah menebak akan hal ini, jika Kyu menginginkan hal yang berbeda.
“Tapi Pangeran—tadi Nona Shim sudah meminta izin untuk beristirahat sebentar, karna tadi ia mengeluh jika lambungnya sedang sakit.”
“Sakit? Dia sakit?” Kyuhyun sentak berdiri dari tempatnya sekarang dengan ekspresi panik.
“Kenapa tak ada yang memberitahuku huh?!” Umpat Kyu seraya berjalan keluar dan berlari dari balkonnya itu dengan cepat. Tak ada yang dapat mencegahnya sekarang ini, bahkan ia tak tau jika sebenarnya kondisi Miu lah yang lebih mengkuatirkan. Yeoja itu mengalami kontraksi kecil dalam rahimnya, walau sekarang ia tetap berusaha tetap terlihat baik-baik saja dihadapan Kyu bahkan yang lainnya.
Disatu sisi, terlihat Hiu hwi tengah meremas erat pinggiran kayu dari dalam ruangan penyimpanan makanan keluarga kekaisaran ini. Ia memang sengaja berjam-jam ditempat seperti ini hanya untuk mendapatkan ketenangan pikirannya. Air matanya perlahan-lahan jatuh tanpa ia sadari sekalipun. Ia merasa sangat bingung! Sekalipun ia menjadi orang jahat dan tak memperdulikan kondisi orang lain, tapi ia juga tetap seorang wanita. Ia selalu menyudutkan dirinya dengan kondisi Miu dan kehamilan yeoja itu, bahkan mungkin jika ada apa-apa pada kehamilan yeoja itu, Hiu hwi akan menjadi orang yang pertama merasa bersalah.
“Apa yang harus aku lakukan?” gumamnya pilu. Ini sudah hari ke-7 yeoja itu berada di Kekaisaran ini, tapi sejauh ini masalahnya belum juga berkurang karna Changmin tak kunjung ditemukan, malah sekarang masalahnya kian bertambah dan benar-benar pelik.
“Apa aku—“ Hiu hwi sentak berpikir untuk mengalah lagi demi kandungan Miu, tapi jika itu ia lakukan maka bagaimana dengan Kyu? Ia sudah berjanji untuk tidak meninggalkan namja itu lagi, dan yang terpenting adalah… kondisi Kyu jika ia memang benar mengambil keputusan itu. Hiu hwi mendesah dalam, sungguh hidupnya benar-benar membingungkan saat ini. Tak ada tempatnya bersandar untuk berbagi dengan semua keadaannya ini selain berada ditempat tenang seperti ini, bahkan ia tak bisa menghubungi Yoochun, karna memang semua barangnya ia pinjamkan pada Na Ya.
#BLAM!
Hiu hwi sentak terkejut bukan main saat seketika pintu ruangan itu terbuka lalu terkatup lagi dengan keras. Ruangan ini cukup gelap, hanya sinaran dari cela-cela kecil disanalah sebagai penerang, hingga memang membuat ia sulit mengetahui siapa yang telah melakukan itu.
“Siapa it—” perkataan Hiu hwi tercekat saat seketika kedua bola matanya sedikit membulat menatapi seorang namja dengan pakaian jas Kekaisaran tengah berjalan menghampirinya perlahan-lahan.
“Kyu—Kyuhyun Oppa?” desah Hiu hwi tak percaya memandangi namja yang kini semakin lama semakin mendekat kearahnya; otomatis hal itu malah membuat Hiu hwi memundurkan tubuhnya kebelakang.
“Kenapa kau tidak mengunjungiku hari ini heh?” tatapan tajam Kyu semakin menghunus dalam ke jantung Hiu hwi yang kini berdetak cepat! Entah mengapa, Hiu hwi sedikit merasa takut saat ini.
“Aku—ak—”
“Apa kau sakit?” Hiu hwi kontan mendongak mendengarnya. Ia menyadari satu hal yang berbeda dari Kyu saat ini. Yah, namja itu seperti kembali pada beberapa bulan yang lalu. Dingin dan penuh dengan kejutan! Hiu hwi meneguk ludahnya susah payah saat kini tubuhnya tak bisa lagi mundur kebelakang, alhasil kini ia terjebak di sebuah rak kayu yang memang banyak berada disana. Kyu semakin berjalan mendekat tanpa berkedip menatapnya.
“Sebenarnya tadi aku hanya sak—”
#BRAKKK!!
Entah ada apa ini, hingga Kyuhyun tiba-tiba saja sentak memukul lemari yang tak jauh dari Hiu hwi itu dengan cukup keras, membuat yeoja itu menutup matanya takut. Sedangkan Kyu kini hanya tersenyum sinis dengan semakin merapatkan tubuhnya pada Hiu hwi.
“Kau sengaja kan?”
“Mwo?”
“Kau sengaja menghindariku! Waeyo? Apa kau ingin kembali berpikir untuk meninggalkanku lagi heh?”
“Aku—”
“Jangan harap, kali ini aku akan membiarkannya.” Sinis Kyu serasa mencengkram kedua pipi Hiu hwi menggunakan tangan kananya agar mendongak menatap matanya saat ini. Hiu hwi terhenyak memandangi kilatan mata Kyu yang semakin mendekat kearahnya.
#CUP!
Bibir mereka menempel sekilas, Kyu memang sengaja melakukannya untuk mempermainkan perasaan yeoja itu.
“Apa kau saat ini masih berpikir untuk meninggalkanku heh?” Kyu membelai lembut tengkuk yeoja itu dan menciumnya singkat membuat Hiu hwi bergidik!
“Oppa….”
“Waeyo? Bukankah kau pelayanku huh? Ini sudah tugasmu untuk melayani apapun permintaanku… dan sekarang aku ingin kau diam saja menikmati apa yang aku inginkan darimu.” Ucap Kyu seraya mengalungkan kedua tangannya kepinggang ramping yeoja itu dan kembali menciuminya. Lembut! Ini seolah mengingatkannya pada sebuah Kiss scene yang pernah terjadi didalam rumah sewa Kyuhyun waktu itu.
“Jangan pikirkan hal lain lagi, kau harus tetap berada disisiku!” Hiu hwi menangis! Kini Kyuhyun-nya seolah sudah kembali kepelukannya lagi. TIDAK! Hiu hwi tak ingin berpikir untuk meninggalkan Kyuhyun lagi demi dan karna apapun.
“Saranghae.” Bisik Kyu parau membuat Hiu hwi mendongak tak percaya.
“Ini pertama kalinya kau mengucapkan kata itu langsung padaku Oppa.”
“Pertama kali? Bodoh! Ini sudah kedua kalinya.” Senyum Kyu seraya menggendong Hiu hwi untuk duduk disebuah papan didekat lemari itu.
“Setelah ini, kau harus banyak minum susu agar lebih tinggi, ne?”
“YA! Cho Kyuhyun.” Kyuyun terkikik pelan seraya kembali mencium bibir mungil yeoja itu dengan gemas. Kini mereka sudah sejajar membuat Kyu dapat lebih dalam melakukan itu. Hingga tanpa diduga dan disangka—
#BRAKK!
Pintu ruangan itupun seketika terbuka; memperlihatkan seorang pria tinggi tengah berdiri dengan tampang terkejut bersama beberapa pengawalnya. Kyuhyun yang tadinya ingin memindahkan ciumannya ditelinga Hiu hwi, kontan saja terhenti dan berpaling.
“Apa yang kalian lakukan?!” Pekik sang Putra Makhota yang tak lain adalah Ayah dari Pangeran Hisahito itu pun dengan ekspresi yang sangat sulit diartikan. Hiu hwi mengerjap-ngerjap ketakutan dan sentak turun dari atas papan itu dengan perasaan kalut. Sangat jauh bebeda dengan Kyuhyun yang saat ini tampak santai-santai saja.
“Hisahito! Apa yang telah kau lakukan? Ini benar-benar memalukan!”
“Aku hanya tengah berciuman dengan calon istriku. Apanya yang memalukan?” Sahutan dari Kyu saat ini mendadak membuat suasana ditempat ini semakin tegang. Tampak semua orang terkejut atas jawabannya itu.
“APA? Kau—” Putra Mahkota kembali melotot tatkala mendengar jawaban itu dari Kyu. Satu pertanyaan dalam otaknya saat ini… Apa kini anak laki-lakinya itu sudah perlahan kembali seperti dulu atau gangguan jiwanya itu malah semakin bertambah.
“Kau—siapa kau huh? Berani sekali kau menggoda Pangeran Hisahito. Kenapa kau masih berada disna? Cepat keluar!”
“Nde?” Hiu hwi sentak mendongak dan memucat tatkala Putra Mahkota Naruhito itupun berteriak padanya. Hiu hwi menoleh kearah Kyu sekilas yang hanya diam tanpa ekspresi sama sekali itu.
“Gomenasai.” Ujar Hiu hwi ketakutan. Ia tau betul, jika setelah ini ia mungkin akan mendapatkan masalah yang amat sangat besar. Hiu hwi tertunduk dan menghela nafasnya berulang kali sembari hendak berjalan keluar dari ruangan ini, namun seketika—
“Kalian semua akan menatap darah mayatkum jika sampai kalian menyuruhnya pergi lagi dariku.” Ancam Kyu seraya menggenggam erat pergelangan tangan kanan Hiu hwi saat ini. Hening! Tampak lagi-lagi semua orang terkejut atas apa yang diucapkan namja tampan itu.
“Apa kau benar-benar sudah gila Hisahito? Kau itu seorang Pangeran! Kau seseorang yang akan memimpin Negara ini! Tak semestinya kau bertindak bodoh layaknya orang yang tak punya akal sehat seperti ini!”
“Chichi(Ayah)… selama ini aku selalu menuruti perintahmu! Bahkan aku hanya diam saja tak berkutik saat kalian semua menyuruhku bungkam dengan kematian Ibuku! Kalian menggantikan posisi Ibuku dengan kembarannya dan seolah-olah beliau masih hidup. Apa kalian tak sadar kalian itu begitu kejam? Lalu, sekarang… kalian seolah kembali menuliskan apa yang harus aku lakukan tanpa kalian pikir aku tersiksa setengah mati! Aku tak akan melakukannya lagi.”
“HISAHITO! Kau harus sadar jika kau itu sudah menikah dan sebentar lagi memiliki seorang anak. Apa ini yang menurutmu sifat seorang pemimpin huh? Cepat bawa keluar gadis itu dan—“
“Jika ada yang berani membawanya, aku tak akan segan-segan menusukkan ini tepat keleherku!” Bentak Kyu seraya mengambil sebuah pisau yang memang berada diatas lemari sayur itu dan mengarahkannya tepat kearah leher jenjangnya. Hiu hwi terkesiap dengan isakan kecil yang terus menerus menghantuinya saat ini.
“Sedikitpun kalian menyentuhnya, aku tak akan memaafkan itu. Kalian hanya bisa memilih antara mengizinkanku dan Hiu hwi pergi dari tempat ini atau—kalian akan melihatku mati tepat didepan kalian semua.” Ucap Kyu semakin mengeratkan genggamannya di tangan Hiu hwi saat ini. Yeoja itu tau jika Kyu kini tengah meminta dukungannya, ia tau jika saat ini bahkan Kyuhyun tak pernah main-main dalam setiap ucapannya.
“Kyuhyun Oppa….” Gumam Hiu hwi menangis haru. Ia benar-benar tak menyangka jika ia begitu berharga dimata Kyu.
“Hisahito… kenapa kau bisa menjadi seperti ini huh? Kau harus sadar apa dampaknya jika kau berbuat seperti ini! Bukan hanya kau yang akan diusir, tapi Kakekmu juga akan turun tahta dan pergi dari tempat ini.”
“Sebegitu pentingnya kalian akan kedudukan itu, sama hal nya dengan pentingnya Hiu hwi untukku!”
“KAU—” Sentak saja Ayah dari Pangeran Hisahito ini mendadak menghentikan kata-katanya saat seketika ia merasa ngilu di bilik jantungnya.
“Auw….” Erangnya singkat membuat semua pengawal dan pejabat Kekasiaran itu sentak saja membantu dan menopang tubuhnya.
“Putra Mahkota!” Pekik beberapa orang yang ada disana dengan panik. Hiu hwi hanya dapat tertegun menatap setiap inci kejadian itu dengan bergetar. Terbesit rasa bersalah dalam relung jiwanya saat ini. Sedangkan Kyu, kini namja itu hanya diam tanpa berniat melepaskan Hiu hwi dan pisau kecil itu ditangannya.
“Maafkan aku Chichi.” Ucap Kyu seraya menitikan bulir air matanya dan mulai beranjak meninggalkan ruangan itu tanpa perduli dengan tatapan kecewa semua orang yang ada disana padanya. Bahkan ia tak melihat lagi Ayahnya yang kini tengah mengerang seraya mengumpat-umpat dalam kesakitan.
“Oppa….”
“Berhenti berbicara dan ikut denganku!” Ucap Kyu seraya terus menarik Hiu hwi menuju balkon khususnya yang seharusnya ia tempati bersama Miu nantinya. Kyuhyun tak perduli lagi dengan apa-apa! Ia memang sudah gila, mungkin! Bahkan besok pasti berita ini akan dengan cepat menyebar luas diluar Kekaisaran dan mungkin akan sampai ke negera lain, termasuk Korea.
===
Ditempat lain, tampak seorang namja jangkung itu kini tengah dikelilingi oleh beberapa orang yang sama sekali tak ia kenal. Sesekali terlihat ia memucat pasi dengan hembusan nafas berkali-kali.
“Bisakah aku keluar sebentar? Aku ingin mencari adikku dan melihat keadaannya baik-baik saja!” Pelas Changmin frustasi
“Tidak bisa Tuan Shim. Tenanglah, kami sudah menemukan dimana adik perempuanmu itu berada.”
“Mwo?”
“Dia juga berada di Istana ini, tepatnya ia tengah berada dikediaman keluarga Kaisar.”
“MWOYA?”
“Kita secepatnya juga akan kesana.” Changmin sentak termangu dengan degup jantungnya yang berdetak cepat. Entah mengapa, ia merasakan jika saat ini Hiu hwi sedang tak baik-baik saja.
“Kumohon, pertemukan aku sebentar dengan adikku!” Pelasnya bergetar.
- “Apa kau tau, apa itu cinta?
Jangan bertanya pada orang lain pertanyaan ini,
Karna kau sendiri bisa menjawabnya,
Saat kau mengalaminya sendiri apa itu Cinta.” –
Malam…! Malam itu tampak mulai menyelimuti dunia, memberikan kilauan cahaya bintang dan rembulan yang mengantarkan mentari surga ke persinggahannya. Tak ada yang dapat kedua sejoli ini lakukan lagi, selain menuggu pagi datang dengan saling merangkul dalam sebuah selimut tebal.
“Apa kita akan terus seperti ini Oppa?” tanya Hiu hwi membuat Kyuhyun menghentikan aktivitasnya menyisiri rambut yeoja itu yang basah tepat dihadapannya.
“Tidak, besok pagi semua akan selesai. Aku akan mengumumkan pengunduranku dan menikah denganmu.” Balas Kyu seraya merangkul Hiu hwi dari arah belakang dan mengecup singkat bahu kanan yeoja itu yang memang terbuka.
“Benarkah? Benarkah bisa selesai semudah itu?”
“Kau percaya padaku?”
“Ne.”
“Kalau begitu, izinkan aku membuktikannya. Bertahanlah sampai akhir disisiku, apa kau mau melakukannya heh?” Hiu hwi tersenyum dan membalikkannya tubuhnya agar menghadap Kyuhyun.
“Aku mengerti Pangeran!” Sahutnya seraya mengecup sekilas ujung hidung Kyu yang mancung. Namja itu tersenyum sekilas seraya menatap Hiu hwi dengan tajam.
“Hiu hwi….”
“Hemm?”
“Menikahlah denganku? Apa kau mau?” Hiu hwi sentak saja mendongak tatkala mendengar lontaran perkataan Kyuhyun itu secara tiba-tiba. Tangan kanan namja itu mulai terangkat untuk menyentuh lehernya dan mengambil sebuah kalung yang bermainkan cincin; Cincin yang sebenarnya beberapa bulan yang lalu ingin ia berikan pada gadis itu.
“Oppa….” Tanpa disadari Hiu hwi sentak menitikan bulir air matanya dengan hangat.
“Tak ada lagi hal yang kuminta didunia ini selain meminta Tuhan memperpanjang umurku untuk memilikimu. Aku bisa benar-benar gila, jika kau tak disampingku. Maukah kau menghadapi semua ini bersamaku sebagai Istriku?”
“Oppa… bahkan aku juga akan mati bersamamu jika itu memang yang mereka minta.” Hiu hwi mengangguk dan memeluk cepat tubuh Kyu dalam tangisannya. Kyuhyun tersenyum seraya mencium bau harum rambut Hiu hwi yang kini masih terasa basah itu.
“Kalau begitu—” Kyu sentak memeluk erat tubuh Hiu hwi dan mengangkatnya agar mereka terguling diatas kasur itu.
“Kau mau apa Oppa?! Kita belum menikah… ingat itu!”
“Aku tau bodoh! Aku hanya ingin mengatakan, jika malam ini adalah malam terakhir aku menggunakan julukan ‘Pangeran’. Aku hanya ingin menghabiskannya dengan mencium dan memelukmu.” Kecup Kyu singkat.
“Kau tak akan menyesal Oppa? Kau bukan hanya melepaskan ini semua, tapi juga Miu! Istrimu. Lalu, bagaimana dengan an—”
#CUP
“Lihat, apa yang akan terjadi besok! Miu bukan istriku… hanya kau—kau yang akan menjadi istriku.”
“Tapi, tetap saja jika Miu itu Istrimu menurut hukum kekaisaran. Kau tak bisa lepas tanggung jawab begitu saja Oppa.”
“Apa kau tau bagaimana hukum pernikahan kekaisaran itu? Jika seorang lelaki sudah membawa seorang gadis kedalam kamarnya, berarti mereka harus menikah. Besok! Kau harus menikah dneganku.”
“Jadi—jadi waktu itu kau dan Miu juga menikah dengan sekamar seperti ini? Apa Oppa dan—”
“Semua organku, hanya aku peruntukkan untuk menyentuhmu,” Sela Kyu cepat seraya mengelus rambut depan Hiu hwi dan mengecupnya cukup lama.
“Maaf, aku tidak melamarmu dengan mewah Hiu hwi-ya… hanya ini yang bisa aku lakukan untukmu.” Lanjut Kyu seraya memasangkan cincin itu dijari manis Hiu hwi dalam tautan mereka saat ini.
===
Pagi ini, tampak gerbang besar kediaman Kekaisaran ini berbunyi nyaring; menandakan jika perlahan-lahan gerbang besar itu terbuka. Tampak masyarakat Jepang mulai berbondong-bondong memenuhi lapangan depan bangunan ini seraya sesekali berteriak dengan membawa beberapa atribut yang mereka telah rencanakan sebelumnya. Seluruh internet, surat kabar bahkan pemberitaan media dunia ini tengah tersorot hanya pada satu kabar utama yang menjadi topik hangat saat ini. PANGERAN HISAHITO dengan segala konfilk istana dan kekacauan yang terjadi pada Kekaisaran Jepang saat ini. Mereka smua meminta kejelasan atas status Kyuhyun serta kedua calon istrinya itu yang kini tengah marak beredar.
Kembali semua orang berteriak tak jelas saat Kyuhyun dan Hiu hwi membuat terkejut semua orang dengan muncul berdua didepan mereka semua itu. Ramai! Bahkan Kyuhyun mendengar banyak makian yang kini mengarah padanya sekarang. Sungguh! Ia tak perduli itu. Bahkan ini ditayangkan secara Live diseluruh TV nasional Jepang tanpa izin dan tanpa pemberitahuan sama sekali pada pihak Kekaisaran bahkan Kaisar Akihito yang notabane masih menjabat sebagai Kaisar Jepang beserta Kakek Pangeran Hisahito itu.
“Oppa….” Gumam Hiu hwi ketakutan dan semakin meremas tangan Kyu yang kini juga tengah menggenggamnya erat. Takut? Tentu saja, bahkan ini melebihi nonton Film Horror sekalipun.
#PLUKK!
Belum satu ucapan yang terucap dari bibir Kyuhyun saat ini, namun sebuah telur busuk sudah menimpah kepalanya! Pengawal dan pihak Kekaisaran yang melihat itu sentak saja segera mengamankan orang yang telah berani melakukan itu, membuat keadaan sempat riuh tak terkontrol.
“Kyuhyun Oppa.” Desah Hiu hwi membuat Kyu hanya tersenyum manis seraya menghapus sisa telur itu diwajahnya itu. Sampai seketika—
“MAAF.” Kyu sentak berucap itu dengan menekuk kedua kakinya seolah tengah berlutut! Yah, dia berlutut saat ini didepan semua masyarakat Jepang itu. HENING! Semua orang seolah fokus memandang sang penerus pemimpin Jepang itu kini tengah berlutut seraya berusaha menahan cucuran air matanya itu.
===
Ditempat lain, tampak seorang namja lagi tengah berlarian menembus apa saja dihadapannya itu. Tak perduli, dengan orang-orang yang kini tengah mengejarnya dari belakang. Yang terpenting untuknya sekarang hanya adik gadis satu-satunya itu!
“Tunggu Oppa Hiu hwi… Oppa akan datang padamu dan menghentikan semua penderitaan ini. Maafkan Oppa yang tak bisa menjagamu. Tak akan biarkan satu orang pun membuatmu menangis!” Umpat Changmin seraya berlari dan berlari lagi agar cepat sampai ditempat tujuannya itu.
-TBC-
#Ea….. Saya Rubah Endingnya >,
Yang minta Link nya ke Blgo ku aja ya >> http://mystarhistory09.wordpress.com/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar