Rabu, 01 Oktober 2014

“Ikan Hiu With Telur Ungu” [SEQUEL. 1] TWOSHOOT

“Ikan Hiu With Telur Ungu” [SEQUEL. 1] TWOSHOOT


Tittle                     : “Ikan Hiu With Telur Ungu” [SEQUEL]
Cast                         : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, And Super Junior Members
Rating                   : T / Straight
Genre                   : Romance
This Story Original From @Jjea_
Don’t BASH... This Just For Fun!


***


‘Kau mungkin akan melupakan orang yang pernah tertawa denganmu,
Tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu.
Melupakan tidak semudah itu!
Terutama, jika ia melekat seperti sosok bayanganmu.
Semakin kau berkata ‘Lupakan’ semakin itu juga kau akan tersesat dalam ingatan....’



_“Ikan Hiu With Telur Ungu”_



                Kesalahan... setiap manusia yang pernah bernafas dibumi ini, pasti pernah melakukan sebuah kesalahan. Baik yang tak terlalu buruk, hingga sangat buruk menjadi sulit untuk dihapus. Jika semua itu sudah terjadi, tak ada hal lain yang akan disangkutpautkan dengan semua ini selain sebuah penyesalan. Penyesalan yang dalam, dan mungkin berakibat fatal.
Seandainya... kata itu terkadang sangat diingini oleh semua orang sebagai awalan keinginan hati mereka.


* When it all began, Where are You? *


                Langit terlihat tampak berbeda hari ini. Awan-awan putih itu terkadang bergerak dan membentuk segumpal kabut bersama goresan hitam yang tak rupawan. Banyak orang mengatakan, jika warna langit itu biru? Tapi, dikasat mata beberapa orang, itu sedikit tabu. Kondisi alam yang seperti ini, seolah sama menggambarkan suasana hati namja yang kini masih terpekur dengan diamnya disebuah kursi empuk ruang tengah ruangan ini. Seolah tak ada lagi yang dapat ia kerjakan, selain diam dan berkutat dengan PSP ditangannya itu. Selalu seperti ini, sikapnya sama sekali tak berubah semenjak selang beberapa hari yang lalu ulang tahunnya.
                “Kyuhyun-ah... kau lapar? Hyung buatkan Jajangmyeon kesukaanmu, ne?” Ryeowook tampak tersenyum manis; semanis-manisnya. Hal yang sebenarnya belum pernah ia lakukan pada sosok namja dihadapannya itu. Semua member Suju yang lain sentak menoleh, berharap jika Kyu kali ini akan memberikan respon. Toh, semenjak beberapa hari yang lalu itu, tepatnya saat ulang tahun Kyu. Namja itu sama sekali hanya diam dan tak mau berbicara pada salah satu pun dari mereka.
                Seperti biasa, Kyu tak menjawab. Ia lebih sibuk menekan-nekan kesal tombol PSP dihadapannya. Semua orang menghela, tampak guratan penyesalan diwajah mereka masing-masing. Tak member Suju ini pungkiri memang, jika kejahilan yang mereka lakukan pada saat ulang tahun Kyu itu malah membuat sebuah petaka. Lihatlah sekarang dampaknya, Kyu seperti seorang Zombie yang mengerikan.
                “Hummm... dua hari ini aku belum melihatnya makan, Hyung.” Desah Ryeowook kuatir seraya setengah berbisik pada segerombolan member Suju yang lain. Semua orang menampakkan wajah bingung mereka, sesekali melirik kearah Kyu yang masih sama pada posisinya. Percuma, jika mereka membujuk Kyu dengan cara seperti ini. Toh, namja itu cukup keras kepala.
                “Lalu, bagaimana ini? Aish... ini semua salah kalian, kenapa waktu itu harus mencari ide untuk mengerjai Kyu dengan seorang perempuan. Ck! Seperti inilah jadinya...”
                “YA! Kenapa kau hanya menyalahkan kami, Hyung? Bukankah waktu itu, kau juga setuju?” protes Eunhyuk cepat.
                “Tapi, aku tidak setuju waktu kau mengusulkan agar Kyu dan wanita itu tinggal bersama. Lee Hyuk Jae, kaulah yang sebenarnya banyak menyumbang ide waktu itu.”
                “Mwo? Jadi Hyung menyalahkanku? Bukan hanya aku yang mengusulkan, tapi juga Hae dan Sungmin!”
                “YA! Kenapa aku?” Donghae sentak mendongak tak terima.
                “Benarkan Hyuk Jae, otak monyetmu itu yang terlalu canggih.” Cibir Kang In, membuat Eunhyuk ingin sekali melemparnya dengan sendal.
                “Tak usah membawa keluarga monyetku disini, Hyung!”
                “Sudahlah, kenapa kalian jadi saling menyalahkan seperti ini?” timpal Yesung meletakkan kaca mata hitamnya dengan perlahan.
                “Sekarang yang terpenting adalah... kita turuti keinginan Kyuhyun.” Lanjut Yesung yang kini malah menoleh kearah Siwon. Namja tampan itu mengangguk-angguk, seolah ia mengerti dengan arti tatapan Yesung itu padanya.
                “Nde? Keinginan Kyuhyun? Mwo?” tanya Sungmin penasaran, seperti hal nya yang lain.
                “Kyuhyun-ah...” pantau Siwon seketika seraya mendekati tempat duduk Kyu dan menggeser sebuah kursi kecil menghadap namja itu. Tubuh Kyu seketika berbalik, memunggungi Siwon yang seakan malas ia ladeni. Entahlah, ia seperti muak menatapi tingkah para Hyung-nya ini. Untuk saat ini, hatinya belum bisa berbesar hati menerima maaf atas lelucon mereka yang bahkan sudah berakhir fatal bagi Kyu.
                “Hhh... Kyuhyun-ah, Hyung mengerti jika kau masih marah dan kesal pada kami. Tapi sungguh, dari awal kami tak berniat untuk mempermainkanmu. Semuanya terjadi begitu saja,” tegur Siwon lembut dan tampak bersungguh-sungguh. Kyuhyun tak merespon, ia lebih sibuk menggerutu sebal pada PSP yang sudah sedari tadi dirusak olehnya.
                “Sejujurnya, kami belum mengerti mengapa kau sampai seperti ini. Kyu... kita adalah saudara, ini hanyalah masalah kecil jika dibandingkan dengan masalah yang telah kita lewati selama ini. Bukankah, kau tinggal melupakannya? Anggap saja hari-harimu bersama gadis itu tidak pernah terjadi dan—”
                “YA! Ini bukan hanya sekedar tentang masalah kita dan lelucon murahan itu Hyung! Tapi, ini tentang yeoja itu. Kalian pikir? Aku bisa melupakannya setelah banyak hal yang telah terjadi padaku dan gadis itu, huh?” Kyuhyun sentak berbalik dan berdiri dengan rambut yang acak-acakkan. Terlihat sekali wajahnya yang tampak frustasi.
                “Mwo? Apa maksudmu? Kau dan dia?” Kyuhyun diam! Otaknya mulai berjalan ke masa lalu secara cepat. Bagaimana dimalam itu, menjadi malam yang tak pernah bisa Kyuhyun lupakan.


_FlashBack_



                “Apa kau ingat ulang tahunku besok heh?” Hiu hwi mengangguk dan tersenyum manis seraya mengacak puncak rambut Kyuhyun.
                “Aku ingin kado darimu Hiu hwi...”
                “Mwo? Katakan saja Oppa...”
                “KAU!” Bisik Kyuhyun seraya kembali memijat pelan daun bibir gadis itu dengan mesra. Hiu hwi tampak meremas rambut Kyu dan menjitaknya perlahan. Tak perduli akan hal itu, Kyu tampak semakin senang melumat bibir gadis ini tanpa jeda sekalipun. Hiu hwi berjengit saat seketika tangan kanan Kyu menurunkan gaunnya perlahan. Tubuh gadis itu benar-benar menegang!
                “Oppa...” Hiu hwi sontak saja menahannya.
                “Hiu hwi-ya, bolehkah aku—” Kyu sengaja menggantungkan kalimatnya dititik ini, menatapi sayup kedua mata gadis itu dengan sebuah pelasan. Hiu hwi memucat!
                “Tapi, Oppa—”
                “Untuk kali ini, jangan menolakku ohk?” tatapan mereka bertemu dalam. Tangan Hiu hwi yang tadinya menahan Kyuhyun untuk melakukannya, kini perlahan menurun.
                “Oppa...” Hiu hwi tampak mengangguk dengan isakan kecilnya, membuat Kyuhyun tersenyum senang menyadarinya. Namja itu tampak mengangkat tubuh Hiu hwi dan membawanya kekamar mereka. Persetan, dengan acara makan malam itu!



_End FlashBack_


                Kyuhyun merunduk dalam ketika kembali mengingat kejadian malam ulang tahunnya itu. Dulu ia berpikir telah melakukannya dengan istrinya sendiri, namun nyatanya—semua itu hanyalah sebuah lelucon? Lalu, bagaimana dengan malam manis itu? Apakah akan menjadi sebuah lelucon juga? Ia bahkan sudah mengambil sesuatu yang paling berharga dari seorang yeoja. Tidakkah ia terlalu jahat, jika sedikitpun ia tak merasa ingin bertanggung jawab? Yah, bahkan tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal! Sejujurnya, itu juga hal pertama yang seorang CHO KYUHYUN lakukan pada seorang yeoja.
                “Sudahlah, kalian tak akan mengerti...” Kyu tampak tersenyum sinis sejenak, hingga kembali ia bergerak untuk berniat mengambil kunci mobil miliknya.
                “Kyu... apa sebenarnya kau ingin bertemu dengan Hiu hwi?” sergah Sungmin cepat, membuat sukses Kyuhyun menghentikan langkahnya.
                “Apa Hyung tak sadar jika akhir-akhir ini aku mencarinya mati-matian?”
                “Hummm... untuk itulah aku ingin berbicara denganmu Kyu,” timpal Siwon yang kontan saja membuat Kyuhyun menoleh padanya.
                “Kamilah orang yang membawa Hiu hwi padamu. Jadi, apa kau tak berpikir jika kami jugalah yang bisa membawanya padamu lagi, heh? Aku dan Yesung Hyung kemarin sudah mulai mencari keberadaannya, karna kami rasa... kau butuh berbicara banyak dengan gadis itu, sekalipun kami tak mengerti apa masalah kalian.”
                “Lalu?”
                “Hummm... kami belum menemukannya. Gadis itu menghilang dari kontrakan yang kami lihat waktu itu.” Kyu diam sejenak. Raut ekspresinya seolah percaya tak percaya akan lontaran Siwon kali ini.
                “Jadi maksudnya... kalian waktu itu hanya asal-asalan mencari yeoja untuk tinggal bersamaku, begitu? Tanpa perduli siapa dia dan dimana gadis itu tinggal? Wah... benar-benar hebat!”
                “Bukan begitu Kyu... sebenarnya kami semua sudah mengenalnya. Tapi—pertama kali kami mengenal Hiu hwi, hanya melalui situs dewasa Online yang diberikan Eunhyuk. Informasi gadis itu pun sangat terbatas, seolah dirahasiakan untuk dilihat umum.”
                “Itu benar! Aku pun hanya tau sedikit tentang Hiu hwi. Yah, setidaknya sedikit membantu kita dalam pencarian istri Kyuhyun itu,” timpal Eunhyuk membuat Kyuhyun menatapinya dengan picingan tajam.
                “Ani, maksudku Hiu hwi. Istriku!” Eunhyuk tampak merunduk dengan garukan dibelakang kepalanya tatkala Kyu semakin menatapnya tajam.
                “Geurae, maksudku Lee Hiu hwi. Bukan istri siapa-siapa...” Lanjut Eunhyuk lagi. Namja itu tampak menghela nafas panjangnya saat ini. Betapa Kyu seperti kerasukan setan ketika menatapnya tadi.
                “Bisakah kau mempercepat penjelasanmu itu Hyung? Wajah dan hidupmu itu sudah memusingkan, jangan menambah dosaku.”
                “M-mwo? Ash! Astaga... arasseo! Huhhh... yang aku tau tentang Hiu hwi...” Eunhyuk sentak menggantungkan kalimatnya seraya mengambil IPAD yang tergeletak dibelakangnya. Entah ia menekan apa, yang jelas namja itu tampak dengan lincah membuka sebuah situs Online yang hanya diperuntukan bagi para kaum dewasa itu.
                “APA HYUNG? Kenapa lama sekali!” Umpat Kyu, membuat semua orang juga kini mengangguk-angguk setuju.
                “Ash... changkaman! Aku hanya membeli paket yang  murah, untuk itulah loading-nya lambat sekali Kyu,” Eunhyuk tampak kesal sekarang. Ingin sekali ia membanting IPAD miliknya itu, jika saja ia tak mengingat betapa mahal harganya ini.
                “Nah, sudah terbuka.” Ucap Eunhyuk antusias, membuat yang lainnya saling tubruk untuk melihat. Beberepa detik, masih terdengar riuh. Yah, namja-namja ini saling mencoba mencari celah untuk ikut melihat situs dewasa itu. Eunhyuk menyeringai dengan senyumnya, betapa ia sangat suka membuka WEBSITE ini.
                “Woaaaahhhh...” decak beberapa member Suju ini dengan tatapan menganga. Betapa tidak? Kini mereka tengah disuguhi beberapa poto wanita yang luar biasa dengan potongan baju yang sangat minim sekali. Donghae meneguk ludah, begitupula Ryeowook yang kini mulai merasakan jika tubuhnya bergetar tak karuan.
                “Ini tidak dosa kan Siwon Hyung?” tanya Ryeowook polos.
                “Tidak! Kita kan mencari Profile Hiu hwi, jika ada yang seperti ini juga itu bukan kesalahan kita. Sekalipun dosa, itu Eunhyuk yang akan menanggung. Toh, Dia yang menekan situs itu.” Balas Siwon tersenyum dengan kerdipan matanya.
                “YA! Mana bisa begitu... ash! Sudahlah...” Eunhyuk yang sedang tak ingin berdebat pun kembali fokus pada layar dihadapannya. Memperlambat laju kursor kebawah untuk menikmati pemandangan didalam Website itu dengan seksama. Mereka tampak terkikik-kikik pelan, sesekali berkomentar  yang tak jelas. Kecuali Kyuhyun! Yah, dia mulai mengeluarkan tanduk tak suka, saat Eunhyuk seolah memang sengaja memperlambat gerakan kearah bawah itu. Sungguh, bukan ia tak tertarik seperti yang lain, tapi sekarang yang terpenting baginya adalah... mendapatkan profile Hiu hwi dengan lengkap!
                “YA! Kemarikan padaku...!” Bentak Kyuhyun seraya dengan cepat mengambil paksa IPAD itu tanpa perasaan. Semua orang mendengus kecewa, terutama Eunhyuk. Kyuhyun tidak memperdulikan itu, dengan cepat ia klik pencarian agar lebih cepat mendapatkan apa yang ia mau.
                “WELCOME TO HIU HWI PAGE’S” Dapat! Yah, Kyuhyun menemukan sesuatu saat ini. Ada foto gadis yang sangat ia kenali disana dengan gambar bergerak yang sedikit menggoda.
                “Ckckckckck! Oh God, Hiu hwi memang gadis yang cantik dan juga sangat sexi!” Decak Shindong dengan nada kekaguman. Rahang Kyuhyun mengeras, ia tak suka mendengar banyak pujian yang terlontar dari sahabat-sahabatnya ini tentang Hiu hwi.
                “Nde, dia juga sangat man—”
                “YA! Bisakah kalian diam huh? Berhenti berkomentar tentang Hiu hwi!” Pekik Kyu dengan nada yang melengking. Semua orang melongo... kenapa Kyu malah seolah terlihat cemburu sekarang?
                “Sedang suntuk? Kesal? Marah? Dan butuh hiburan? Hubungi saja aku! Dijamin, aku akan menemani kalian dengan puas,” Kyuhyun tampak membaca kalimat itu dengan nada tak suka.
                “Huh? YA! Apa-apaan yeoja itu... kenapa dia memasang kalimat menjijikan seperti ini? Ck! Dan ini lagi—kenapa ia harus memajang poto dengan pusar dan lengan baju yang kelihatan seperti ini. Aighoo... apa dia tak punya pose lain selain memajukan bibirnya itu kedepan? Apa ia tak sadar, akan ada banyak orang yang akan menyukainya!” Brutal Kyu dengan meremas-remas IPAD Eunhyuk dengan sebal. Eunhyuk hanya mampu berdoa, agar IPAD kesayangannya itu tak berujung diruang bekas. Semuanya melongo... Kyu seperti orang yang frustasi!
                “Kyuhyun-ah... bukankah itu memang pekerjaan Hiu hwi? Ah... kau tau? Dia adalah gadis panggilan yang paling terkenal, terlaris dan dengan bayaran paling tinggi di ASIA, bahkan mungkin Eropa dan Amerika. Dia sudah cukup banyak menjadi model majalah dewasa.” Eunhyuk tampak ingin menarik kembali IPAD nya itu. Namun sayang...
                “MWO?” Kyuhyun sentak berdiri dan kembali meremas IPAD itu dengan kuat.
                “Sebaiknya, kita cari alamatnya lebih dulu.” Yesung sentak menggeleng-geleng tak karuan sekarang.
                “Tak akan ada alamatnya disana. Hiu hwi gadis eksklusif, mana mungkin orang biasa tau keberadaanya. Hummm...” Eunhyuk tampak mengingat-ingat kembali akan sesuatu hal.
                “Lalu, dulu bagaimana kalian bisa menghubunginya Hyung?”
                “Melalui Bos besarnya. Yah, dikalangan pejabat dan orang-orang yang berlimpah kekayaan, nama Hiu hwi sangat tak asing lagi bagi mereka. Bahkan kudengar, Hiu hwi pernah dilamar dan diinginkan menjadi istri simpanan para pejabat besar. Tapi dia tidak mau! Entahlah...”
                “Bos besar? Nugu?”
                “Hummm... kemarin aku mendapatkan nomor Bos Hiu hwi itu dari Direktur Lee...” timpal Siwon cepat, membuat semua orang kini menoleh padanya.
                “Lalu?”
                “Nomor pria itu tidak aktif lagi. Ah... kalau tidak salah dia bernama—hummm—bernama Jung Yunho...”
                “MWOYA? Jung Yunho?” Kyuhyun sentak terbelalak kaget. Tunggu, ia seperti pernah mendengar nama ini.


_FlashBack_



              “Namja itu siapa?” tanya Kyu dengan nada tak suka.
              “Jung Yunho! Ah, tidak terlalu penting Oppa. Dia hanya teman Sekolahku dulu.”
              “Jincha? Kau tak menyembunyikan apapun dariku heh?”
              “Aniyo, kajja masuk. Aku tak akan pernah berbohong padamu Oppa, bukankah kau sekarang sudah menjadi suamiku.”



_End FlasBack_



              Kyuhyun tampak tersenyum sinis sejenak. Ia ingat, jika dulu namja yang bernama Jung Yunho itu pernah datang ke rumahnya.
              “Jadi dia—cih!” Semburat kekecewaan Kyuhyun terbentang seketika. Entahlah, ia benar-benar merasa ingin meminta semua penjelasan itu pada Hiu hwi.
              “Waeyo Kyu? Kau mengenalnya?”
              “Tidak!” Sahut Kyu mengerang sembari kembali fokus pada amarahnya.
              “Lalu, bagaimana sekarang? Bagaimana caranya kita menemukan Hiu hwi?” tanya Sungmin bingung.
              “Hummm... kurasa Yunho adalah pemilik Club dan Pub terbesar di Seoul. Mungkin, Hiu hwi bekerja disana. Bukankah selain bos besar dari Hiu hwi, namja itu adalah kekasihnya. Kurasa ki—”
              “Mwo? Mwoya? Ke-kekasih Hiu hwi?”
              “Ah... kau baru tau Kyu?”
              “Cepat carikan aku alamat PUB mereka itu! Aku tidak perduli apapun...”
              “Kyu....”

***


                Ditempat lain, tepatnya disebuah Apartment kecil. Terlihat, seorang gadis berambut panjang terurai itu tengah menuangkan kembali sebuah air dingin kedalam rongga mulutnya. Menatapi rintikan-rintikan hujan kecil yang membuat bebunyian lembut pada jendela kamarnya itu. Lee Hiu hwi... gadis bertubuh mungil itu kini tampak menatapi sebuah telur ungu ditangannya. Sebenarnya, telur itu diberikan sepasang oleh seorang nenek tua ketika ia berjalan dipasar waktu itu. Namun sayang, satu telurnya ia berikan pada seseorang sebagai hadiah ulang tahun. Cho Kyuhyun!
                “Hiu hwi-ya, kau sedang apa hem?” Hiu hwi sentak berjengit seketika, tatkala ia merasakan seseorang tengah merangkul tubuhnya dari arah belakang.
                “Tidak ada. Kau sendiri kenapa bisa berada disini Yunho Oppa? Bukankah kau bilang ingin pergi ke Hongkong sebentar?”
                “Hummm? Ah, pesawatnya akan berangkat malam nanti. Sekarang, aku ingin bermanja-manja denganmu. Oh ya, jika kau tak ingin bekerja malam ini di Pub, aku akan memberimu absen khusus.”
                “Tsk! Ada angin apa kau dapat memberikanku hari libur Tuan Jung?”
                “Karna kemarin kau sudah cukup bekerja keras. Berpura-pura menjadi seorang istri dari Artis Hallyu terkenal, aku salut pada aktingmu. Kau tak berkeinginan menjadi bintang Film huh?” jantung Hiu hwi sentak berdesir seketika. Entahlah... setiap kali mengungkit hal itu, rasanya ada sesuatu yang membuatnya merasa gugup. Cho Kyuhyun...
                “Hey...” senggol Yunho, membuat Hiu hwi kontan berpaling dan membuyarkan lamunannya.
                “Ohk?”
                “Kau kenapa? Huhh... inilah enaknya berkerja sama dengan artis! Mereka membayarmu tepat waktu dan dengan nilai yang tinggi. Aku berjanji, akan membelikanmu sesuatu setelah pulang dari hongkong.”
                “Yunho Oppa...”
                “Nde?”
                “Bolehkah aku meminta semua uang dari bayaran mereka itu?”
                “Mwo? Untuk apa? Ada sesuatu yang ingin kau beli?” Hiu hwi menggeleng cepat. Tampak kepala gadis itu merunduk dalam sejenak.
                “Bisakah?” ulangnya meyakinkan.
                “Ah, arasseo. Itu juga hasil kerjamu. Baiklah, nanti akan aku transfer ke rekeningmu.”
                “Gomawo Oppa...”
                “Tentu saja Chagiya. Oh ya, tadi aku juga sudah menelpon Seung Ho untuk menaikan hargamu lebih tinggi lagi. Jika nanti ke Pub, mungkin kau hanya akan melayani para pejabat untuk minum-minum. Kau tidak keberatan?”
                “Baiklah, aku suntuk dirumah ini seharian. Lagipula, itu sudah menjadi pekerjaanku, bukan?”
                “Yah, gadis manis. Hahaha,” cubit Yunho tepat dihidung Hiu hwi, membuat gadis itu sedikit meringis.
                “Jika ada orang yang berani berbuat yang lebih padamu, jangan lupa berteriak dan menekan tombol darurat, aro? Aku akan membunuh siapapun juga yang menyentuhmu,”

DEG!

                Jantung Hiu hwi sontak saja berdegup kencang, saat ia mendengar kata ‘Menyentuh’ itu. Aneh, kenapa ia bisa seperti ini? Apakah ia sudah berdosa dengan Yunho? Pria yang selama ini menjaganya sejak kecil? Pria yang selama ini mencintainya dan menjadi pelindung untuknya? Yah, walaupun Yunho terkadang bersikap sedikit kasar padanya.
                “YA! Chagi... akhir-akhir ini kau banyak melamun.” Yunho sentak membalikkan tubuh Hiu hwi menghadapnya. Memiringkan cepat kepalanya untuk mencium bibir Hiu hwi yang merekah nan menggoda itu. Namun sayang, Hiu hwi dengan sigap berpaling dan melepaskan pelukan Yunho.
                “Ah, aku ingin ke toilet sebentar Oppa.” Ucap gadis itu seraya dengan cepat melarikan diri dari Yunho. Yunho tampak mengangguk dan menatapi punggung tubuh Hiu hwi yang menjauh darinya perlahan, terselip rasa curiga sekarang. Benar, ini bukanlah yang pertama kali Hiu hwi menolak sentuhanya. Gadis itu seolah berubah! Yah, semenjak ia kembali dari rumah Cho Kyuhyun.


***


‘Kadang lebih baik bersama dia yang kau cintai, meskipun ada luka.
Daripada bersama seseorang yang beri mu tawa, tapi tak ada rasa....’




* When it all began, MISS! *



@Diamond Light PUB, Seoul -South Korea-



                Malam adalah waktunya setiap manusia untuk mengistirahatkan tubuhnya dari kadar kejenuhan matahari siang. Namun, itu tidak berlaku bagi gadis yang memiliki kedua bola mata bulat ini. Hidupnya seolah berbanding terbalik dengan kehidupan atmosfer kehidupan bumi pada ummumnya. Siang ia terlelap, dan malamnya ia malah bekerja.
                “Seung Ho-ya... berikan aku segelas jus saja.” Ucap Hiu hwi seraya menyampirkan rambut panjangnya kebelekang. Namja yang bernama Seung Ho itu pun tersenyum dan dengan cepat membuat sesuatu sesuai pesanan ratu Pub ini.
                “Noona, akhirnya kau datang juga hari ini. Kau tau? Banyak sekali yang menanyakanmu. Tempat ini agak sedikit berkurang karna tak ada pemanis sepertimu.”
                “Benarkah?”
                “Tentu! Ini pesananmu Putri Mahkota—” Hiu hwi tampak tersenyum seraya menyambar segelas Jus sesuai keinginannya. Mata gadis itu berbinar, ia sepertinya senang sekali saat ini.
                “Eh, ngomong-ngomong... tumben sekali Noona memesan Jus? Bukankah biasanya Bir mahal?”
                “Entahlah, aku sangat ingin saja meminum Jus malam ini. Lagipula, akhir-akhir ini aku merasakan kondisi badanku menurun, mungkin penyakit Maag-ku kambuh. Makanya, aku kadang merasa mual.”
                “Jeongmal? Kalau begitu, kenapa Noona tak istirahat saja? Aish... kalau Yunho Hyung tau, pasti dia akan menyeretmu pulang sekarang.”
                “Hahahaha, sayangnya Hyung-mu itu kini sudah terbang ke Hongkong. Hummm... ah ya, malam ini ada berapa orang yang memesanku?”
                “Kau selalu menjadi deretan teratas sebagai pesanan terlaris. Hummm... tapi sepertinya, Noona hari ini cukup melayani satu tamu saja. Karna, dia sudah menyewamu dengan bayaran yang sangat tinggi diantara yang lain, kurasa cukup membeli satu Apartment baru.”
                “Jincha? NUGU?”
                “Dia orang baru. Hummm... Orang luar, sepertinya bule Noona, hahahaha.”
                “Nde?”
                “Kurasa dia sangat tertarik padamu, sampai-sampai ia khusus memesan satu jammu dengan puluhan juta untuk sekedar menemani minum. Jika kau bisa mengulur waktu, aku rasa besok pagi kau akan jadi jutawan besar!”
                “Ish... kau ini—”
                “Sebentar lagi dia datang, Noona tunggulah diruangan nomor 23. Ingat Noona, jika dia macam-macam padamu, kau tekan tombol darurat kita, aro? Akan ada Bodyguard diluar yang akan menemanimu seperti biasanya.”
                “Siap laksanakan!” Balas Hiu hwi seraya berjalan kearah belakang, dan berniat menunggu diruangan yang telah ditetapkan itu. Bule? Hampir rata-rata tamu spesialnya berkewarganegaraan barat! Seung Ho tersenyum, sebenarnya ia amat sangat menyayangkan Hiu hwi bekerja seperti ini. Toh, dengan kecantikan gadis itu ia bahkan bisa bekerja dengan cara yang lebih baik.
                “Siapa gadis itu?” tanya seseorang tiba-tiba, membuat Seung Ho mengernyitkan dahinya seketika. Entahlah, sepertinya ia mengenal wajah namja tampan dihadapannya ini.
                “Oh... dia Lee Hiu hwi, ratu Pub ini. Waeyo? Apa kau ingin memesannya? Maaf Tuan, Nona Lee sudah terlebih dul—”

PRANGGGGG

                Terdengar bunyi pecahan gelas seketika, Seung Ho mengerjap-ngerjap takut. Pria ini...
                “Aku akan mengganti gelas itu! Masukan saja ke daftar harganya...”


***


                Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi tengah membolak-balikan majalah dihadapannya. Sesekali ia tersenyum menatap beberapa pakaian dan tas yang menarik minatnya. Gadis itu tampak cantik malam ini, dengan gaun hitam yang ketat dan tampak terbuka, terlihat sedikit memberikan kesan liar pada gadis itu.

SREEEETTTT

                Pintu ruangan itu terbuka pelan seketika, Hiu hwi sedikit mendongak dan kembali pada majalahnya. Seolah  berusaha bersikap biasa seperti yang ia lakukan sebelumnya.
                “Sudah lama menunggu Nona manis?” tanya seseorang seketika.
                “Ohk... tidak juga. Apa kau yang—”

DEG!

                Hiu hwi sentak mendongak seketika! Menatapi seorang namja yang kini berdiri tak jauh darinya seraya melipat kedua tangannya didepan dada. Yah, namja itu memiliki rambut pirang dengan mata yang berkilau biru. Sekalipun ada kumis tipis yang mengitari permukaan bibir atasnya itu, tapi tetap saja Hiu hwi seolah pernah mengenal wajah pria ini.
                “K-kau?”
                “Hummm... malam ini kau kusewa dengan bayaran yang cukup tinggi, aku rasa kita bukan hanya sekedar berkaroeke dan minum-minum, bukan?”
                “Mwo? YA! Apa kau tak baca bagaimana permainannya? Aku hanya disewa untuk menemani minum saja, bukan untuk menjadi wanita murahan.” Hiu hwi menutup majalahnya dengan keras dan berdiri.
                “Ohk? Begitukah? Lalu, bagaimana jika aku membayarmu lagi dengan yang lebih tinggi, kau mau bermalam denganku?” pria itu sedikit mendekat kearah Hiu hwi, malah hanya beberapa senti meter sekarang.
                “Cih! Berapa kau sanggup membayar kesucianku, huh? Seluruh hartamu?”
                “Kau gadis yang cukup licik!” Pria itu seketika mendekat, memajukan beberapa meter wajahnya kedepan.
                “Benar Tuan...” Hiu hwi menyanggah dada bidang namja itu agar tak terlalu dekat dengannya. Risih! Ia sangat risih, menghadapi pria semacam ini.
                “Tapi sayang, aku bukan wanita yang seperti kau duga. Uang? Hahahaha... kau harus ingat Tuan, jika didunia ini, ada sesuatu yang tak bisa kau beli dengan uang! Jweseonghamnida... jika kau ingin bermalam dengan seorang gadis, sebaiknya kau cari orang lain saja. Aku tak tertarik dengan rayuan uangmu itu. Aku tak pernah bekerja melayani nafsu bejat pria hidung belang sepertimu!” Hiu hwi tersenyum sinis sembari hendak berlalu pergi. Namun sayang, tiba-tiba saja...

BRAAKKK!

                Namja itu sentak menghempaskan tubuhnya kembali ke sofa dan menindih tubuh Hiu hwi untuk menguncinya. Gadis itu tampak terkejut bukan main, rambut panjang yang tadinya tertata rapi, kini mulai terlihat tak beraturan.
                “YA! Lepaskan aku, sebelum aku berteriak agar orang-orang diluar sana menghabisimu!”
                “Cah... kau ingin berteriak? Lakukan... lakukan saja!” Bentak namja itu seraya membuka Wig rambut pirangnya seketika. Tubuh Hiu hwi menegang, bahkan saat namja itu secara terang-terangan membuka kumis dan kontak lensnya dengan kesal.

DEG

                Kedua bola mata Hiu hwi kontan saja terbelalak kaget disertai dengan degupan jantungnya yang semakin kencang. Pria ini... entahlah, bahkan rasanya ia ingin menangis sekarang.
                “K-kyu... Kyuhyun Oppa?”
                “Wae? Kukira kau tak ingat lagi dengan nama itu!” Kyu sentak sedikit merundukan kepalanya lebih mendekat kewajah Hiu hwi, membuat deburan ombak nafas mereka berdua beradu dalam jarak dekat. Keduanya saling bertatapan, seolah memiliki perasaan rindu yang sama membuncah dalam relung jiwa mereka.
                “Apa kabar ‘istriku’? Lama tidak berjumpa setelah kau meninggalkan bekas dihari ulang tahunku,”
                “Kyu aku...”
                “Wae? Kenapa suaramu bergetar? Mana Hiu hwi yang tadi tangguh membalas perkataanku huh? Cih, kau tidak tertarik dengan rayuan uangku? Lalu, kenapa kau melah setuju membodohiku dan menghempaskan aku kelubang besar karna uang, huh?” Kyu sedikit menahan teriakannya. Hiu hwi diam! Ia tak tau harus menjawab apa. Aneh, ia malah menangis dan terlihat rapuh dimata pria ini.
                “YA! WAE? WAE LEE HIU HWI? Tadi kau bilang, kau tak pernah melayani hal yang semacam itu? Lalu, kenapa malam itu kau melayaniku huh? Kau ingin membuatku gila? Kau ingin membuatku—”
                “Lepaskan aku Cho Kyuhyun! Aku disewa bukan untuk bertengkar denganmu...” Kyuhyun terdiam dengan sorot mata yang tajam menatapi setiap detail wajah gadis dihadapannya ini. Untuk beberapa detik, Kyu seolah menikmati tatapannya itu.
                “Lepaskan!” Desah Hiu hwi menitikan air matanya perlahan.
                “Lepaskan? Aku sudah membayarmu lunas malam ini, aku akan rugi jika aku melepaskanmu begitu saja!”
                “Aku akan menyuruh seseorang untuk mengembalikan uangmu itu...”
                “Seseorang? Nugu? Yunho?”
                “Kyu...”

BRAAAKKK

                Kyuhyun sentak kembali menghempaskan kedua tangan Hiu hwi dan mencengkram pergelangan tangannya dengan keras. Entahlah, ada sebuah emosi dan juga rindu pada gadis ini.
                “Aku tidak mau tau! Kau—milikku malam ini. Lee Hiu hwi... kau enak sekali, ne? Kau datang padaku tidak membawa apa-apa, lalu pergi membawa sesuatu dariku. Kau pikir kau hebat?”
                “Geurae, memang itulah pekerjaanku.”
                “Lalu, bagaimana dengan malam itu? Kita menghabiskan bahkan sampai fajar tiba! Kau pikir itu biasa pada kehidupanmu? Lalu, bagaimana denganku, huh?!”
                “Cukup lupakan itu Cho Kyuhyun! Semua teman-temanmu sudah membayarku. Kita tak ada hubungan apa-apa lagi, kau tak usah kuatir. Aku berjanji, tidak akan pernah memberi tau siapapun akan kejadian malam itu.”
                “Mwo? Mudah sekali kau mengatakannya!” Dengus Kyu semakin emosi.
                “Itu memang kenyataannya. Aku bukan gadis yang baik-baik, jadi kau tak usah hiraukan itu. Hiduplah seperti kau sebelum mengenalku. Kau seorang artis Kyu, apa kata semua orang saat mereka tau jika kau berhubungan dengan wanita murahan sepertiku? Aku hanya tak ing—”
                “Berhenti mengatakan kau wanita murahan!”
                “Kyu, tapi itulah kenyataannya, bukan?”
                “YA! Diamlah...”
                “Tapi—”
                “Kubilang diam! Kau ini...”
                “Kyu...”

CUP

                Kyu tampak mengecup cepat kedua daun bibir Hiu hwi sekilas. Seolah ingin ini menjadi sebuah pemanasan sebelumnya.
                “Kyu, kumohon... lepaskan aku sekarang, dan kembali pulang.”

CUP

                Kyu kembali mengusapkan bibirnya itu pada bibir Hiu hwi, memberikan sensasi manis dan rindu yang selama ini ia pendam. Hiu hwi melemah, kenapa ia tak bisa memberontak atau pun sekedar berteriak.
                “Kau tau bodoh? Hatiku yang menginginkan ini...” Kyuhyun mengecup singkat kelopak mata Hiu hwi, hidung, pipi, dan bahkan kepala namja itu mulai turun, hingga kini ia memiringkan kepalanya tepat diatas perut Hiu hwi. Gadis itu terhenyak! Kyuhyun seolah berpose jika ia ingin tidur dengan bersandar diatas perut Hiu hwi seperti ini. Hiu hwi semakin menjatuhkan air matanya. Entahlah, ia merasa ada sesuatu yang kini bergerak dari dalam perutnya.
                “Biarkan seperti ini! Kau tau? Akhir-akhir ini aku tak bisa tidur dengan nyenyak.”
                “Kyu...”
                “Aneh, aku seperti merasakan ada gerakan didalam perutmu...”

DEG



~TBC~     
          

NEXT PART ENDING~


                “CHO KYUHYUN! EUNGH... KAU TAU HUH? DIA HAMIL KARNAMU BODOH!”
                “MWO?”

1 komentar: