_“ ITS OVER! PART. 15”_ [KYU-HWI PRIVATE]
Tittle : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Minho, Kang Rae In And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Sad Romance
This Story Original From @Jjea_
***
‘Hiu hwi...’
Kyuhyun kembali bergumam. Otaknya sudah terlalu kalut, untuk berpikir jalan mana yang harus ia tempuh lagi. Tidak! Ia tak ingin kehilangan Hiu hwi-nya lagi kali ini. Persetan dengan karirnya sekarang, persetan dengan orang-orang yang akan menghujatnya, dan persetan dengan masa depannya kelak. Yang terpenting untuknya sekarang adalah... Hiu hwi!
‘Cinta itu berarti saling mengasihi
Bukan mengkhianati!
Cinta itu berarti memberi
Tanpa harus meminta pamrih!
Dan menurutku...
Cinta itu berarti rasa yang kurasakan,
ketika aku melihatmu sekalipun dari kejauhan mataku ini....’
_“ ITS OVER! PART. 15”_
Diawali dengan awan mendung dan gelap, butir-butir air itu tampak mulai turun membasahi perapian tanah, memberikan sengatan bau dan suasana kesejukan alam. Entahlah, akhir-akhir ini hujan seolah selalu ingin menggenangi, memberikan rasa basah pada setiap bangunan dan tanah bumi. Apakah ada yang telah terjadi diatas langit sana? Entahlah... dunia memang selalu hanya memberi teka-teki.
* When it all began, STILL! *
Derap langkah Kyuhyun terdengar gontai melangkah. Tubuh tegapnya sedikit membungkuk, menyimpan getaran dingin akibat pakaiannya yang telah basah karna hujan. Tak perduli akan gigilan itu, Kyuhyun terus saja berjalan kearah sebuah Taman, seolah membiarkan sisa hujan yang masih turun itu menyelimutinya dengan kedinginan.
Tak ada yang dapat ia lakukan lagi saat ini, selain meredam semua emosinya dalam diam. Semua foto-foto menjijikan itu telah tersebar, dan bahkan mungkin Hiu hwi sudah melihatnya sekarang. Sebenarnya tak ada hal yang lebih Kyu takutkan lagi saat ini, selain Hiu hwi. Ia hanya tak ingin, kehilangan Hiu hwi untuk yang kedua kalinya.
BRAAKKKK!
Kyuhyun sontak menghentikan langkah kakinya itu seketika, tatkala mendengar bunyi dentuman didekat air mancur Taman ini. Kepalanya perlahan-lahan mendongak, menatapi sebuah payung yang telah terkapar diam tak jauh darinya berdiri sekarang. Rahang Kyu memanas, dapat dilihatnya dengan jelas sosok seorang gadis tengah berdiri tak tegap dihadapannya. Pakaian kering yang dipakai gadis itu, kini tampak mulai perlahan-lahan basah.
“Hiu—Hiu hwi—” Kyuhyun membuka suaranya sedikit untuk menggumamkan nama itu. Hening! Untuk beberapa detik, keduanya hanya saling bertatapan dalam diam. Sekalipun dibasahi dengan rintik hujan, Kyuhyun masih dapat menyadari air mata Hiu hwi yang kini terurai dipipi putih gadis itu.
Tak sekalipun Kyuhyun berniat untuk berkedip, bukan tatapan tajam yang ia lontarkan, tapi tatapan sayu yang membuatnya terlihat menyedihkan. Dengan gerakan pasif, Hiu hwi memaksa tubuhnya untuk kembali menjangkau payung yang tadi ia jatuhkan, lalu menghampiri Kyuhyun. Entah apa yang sebenarnya ingin dilakukan yeoja ini, tapi yang jelas sekarang, Hiu hwi terlihat tengah berdiri dihadapan Kyu seolah bermaksud untuk memayungi tubuh namja itu.
“Bukankah kau masih demam Kyuhyun-ah? Kenapa kau malah membiarkan tubuhmu basah kuyup seperti ini? Bagaimana jik—”
“Kenapa kau ada disini?” sela Kyuhyun dengan nada serak. Hiu hwi... kenapa gadis ini begitu baik padanya?
“Bukankah kau yang tadi mengirimiku pesan untuk datang ke Taman ini, ohk?” Hiu hwi tak bisa membendung perasaannya lagi. Ia berkata itu seraya menangis perih. Setelah melihat berita foto-foto itu tadi, bohong jika ia berkata, kalau ia tak sakit hati sekarang. Namun entahlah, rasanya hatinya begitu menyayangi Kyuhyun.
“Hiu hwi, aku—” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dititik ini, seakan tak tau harus bagaimana memulai semua penjelasannya itu. Ditatapnya tajam garis wajah Hiu hwi, terlihat sekali yeoja itu selalu tampak tersiksa karna ulahnya. Kyuhyun benar-benar merasa malu, ia benar-benar merasa tak pantas untuk dapat memiliki gadis seperti Hiu hwi.
“Kau sudah melihat berita itu?” pertanyaan Kyuhyun kali ini terdengar kuatir, Hiu hwi sadar akan hal itu.
“Geurae, tadi aku memang sudah melihatnya,”
“Hiu hwi-ya...”
“Foto-foto itu menyebar begitu cepat, ne? Kau dan Rae In saat ini pasti menjadi pembicaraan hangat dimana-mana. Foto-foto tak berbusana kalian itu, pasti sangat menghebohkan. Kalian begitu tampak—”
“Hiu hwi-ya... sungguh, aku benar-benar tak pernah merasakan melakukan yang ada didalam foto itu. Entah darimana mereka mendapatkannya, tapi aku benar-benar tidak merasa—”
“Aku percaya... aku percaya padamu Kyuhyun-ah,” potong Hiu hwi cepat bersamaan air matanya yang kembali mengalir. Kyuhyun sentak melebarkan kedua matanya hingga semakin besar sekarang. Payung yang masih dapat ditahan Hiu hwi itu bergoyang, tubuh gadis itu memang tak sepenuhnya dapat berdiri kuat.
“Sekalipun semua orang memberitakanmu apapun itu, aku akan tetap berdiri untukmu disini. Sekalipun semua orang menuduhmu yang telah melakukannya, aku akan tetap percaya padamu. Dan sekalipun hujan bahkan tak menyuruhku untuk tak datang menemuimu, aku akan tetap akan menunggumu. Aku tak akan percaya dengan orang lain lagi sekarang, selain kau Kyuhyun-ah. Aku hanya akan percaya pad—”
“Aku mencintaimu Cho Hiu hwi!” Peluk Kyuhyun seketika dengan hentakan yang cukup keras. Hiu hwi merasakan tubuhnya menghangat seiring dengan pelukan Kyu yang semakin erat. Kyuhyun pikir berita foto-foto itu akan membuat Hiu hwi kembali menjauhinya, tapi ternyata? Tidak! Gadis itu bahkan memberi Kyuhyun sesuatu yang dapat membuatnya bahagia dengan semua keadaan kalut seperti ini.
“Kyuhyun-ah... kau harus kuat ne? Aku berjanji, aku akan selalu berada disampingmu,”
‘Hiu hwi-ya...’
“Aku yakin semua ini hanya sementara. Mungkin Tuhan, tengah menguji kita kembali. Kau harus tetap berdiri dan lawanlah mereka untukku. Katakan pada mereka, jika kau memang bukan namja yang seperti itu, kau tak mungkin melakukan hal keji seperti itu. Kau pasti dapat membuktikannya, ohk?” Kyuhyun mengangguk dalam pelukan Hiu hwi. Baru kali ini, ia merasa benar-benar hidup didunia. Kyu tak dapat menahan emosi air matanya itu sekarang, betapa ia benar-benar merasa beruntung mempunyai seseorang yang kini akan selalu berada disisinya apapun yang terjadi.
“Hiu hwi... asal kau berjanji untuk tidak meninggalkanku, aku akan tetap berdiri untukmu. Persetan dengan orang lain, aku tidak butuh itu.” Balas Kyuhyun seraya melepaskan dekapannya untuk menatapi wajah manis gadis dihadapannya itu.
“Tidak akan Kyu, aku tak akan pernah pergi darimu, asal—” Hiu hwi menghentikan kalimatnya dititik ini, merunduk sejenak untuk menahan semua goncangan batin yang melandanya sekarang.
“Hemm?” Kyuhyun mengelus puncak kepala Hiu hwi agar yeoja itu dapat melanjutkan kembali ucapannya. Sungguh, apapun akan Kyuhyun lakukan, agar Hiu hwi bahagia dan selalu bersamanya.
“Asal kelak, anak yang dikandung Rae In memang tak terbukti anakmu,”
“Mwo?”
“Kyuhyun-ah... aku tak akan bisa bersamamu, jika anak itu ternyata memang anak yang berasal dari darah dagingmu. Aku tak boleh egois. Jika kau memang benar Ayahnya, kau harus bertanggung jawab, setidaknya untuk masa depan anak itu kelak. Untuk itulah, aku harap kau dapat membuktikan jika anak itu bukanlah anakmu. Aku percaya padamu, dan kau juga yakin jika tidak melakukan itu. Sungguh, aku benar-benar berharap itu bukan anakmu kelak.”
“Hiu hwi-ya, aku akan membuktikannya padamu. Tetaplah disisiku! Ketika anak itu lahir, aku akan memberikanmu bukti, jika dia memang bukanlah anakku dan aku tak pernah melakukannya dengan Rae In.”
“Ohk... aku akan menunggu saat itu. Aku akan menunggumu membuktikan semuanya, lalu kembali melamarku.”
“Hwi-ya...”
“Aku mencintaimu Kyuhyun-ah.”
“Bodoh... aku tau,” Hiu hwi kembali menyandarkan kepalanya ditubuh Kyu, mencium bau hangat Kyu yang tampak basah.
“Kau kedinginan?” usap Kyu tersenyum kecil.
“Menurutmu, eh?”
“Kita pulang sekerang, nde?”
“Hummm...”
“Aku tak ingin kita sama-sama terkena Flu nantinya. Kau benar-benar bodoh Hwi-ya, kenapa tadi kau malah menjatuhkan payungnya, heng? Kau jadi ikut basah.”
“Karna aku ingin merasakan kedinginan juga bersamamu Kyu, aku tak ingin kau kehujanan seorang diri,” Hiu hwi mengusap pelan kedua pipi Kyu, mencium bibir namja itu sekilas.
“Kajja, kita pulang. Bibir tebalmu ini sudah membiru, dan lagipula aku sud—” perkataan Hiu hwi kali ini sontak saja terhenti cepat, saat Kyuhyun menarik kembali pinggang rampingnya hingga berbenturan pada tubuh Kyuhyun lagi. Hiu hwi mengerjap, memasang wajah lugu yang membuat Kyuhyun semakin gemas.
CUP!
Kyuhyun mengecup pelan bibir Hiu hwi yang memang telah basah. Gadis ini semakin cantik, bahkan sekalipun make Up yang ia kenakan telah luntur tersiram air hujan. Tapi dengan seperti ini, malah kecantikan alaminya lah yang terpancar indah.
“Aku sudah terlalu dingin Hiu-ie, kau harus menghangatkanku sejenak.” Kyuhyun tersenyum simpul, sampai akhirnya mengamit daun bibir yeoja itu dengan gerakan pelan. Hujan memang sudah berhenti, kini hanya sisa rintik-rintiknya lah yang terdengar. Kyu mengecap permukan bibir gadis itu dengan gerakan lincah, awalnya memang terasa tawar. Yah, mungkin karna air hujan yang masih menempel pada gadis itu, namun ketika semakin dalam... Kyuhyun mulai merasakan betapa nikmatnya menjulurkan lidahnya masuk pada bibir mungil seorang Cho Hiu hwi.
‘Aku tidak akan pernah melepaskanmu Hiu hwi, tidak akan. Entah apa yang akan terjadi saat anak itu lahir kelak, yang pasti aku tak akan pernah membiarkanmu pergi....’
***
‘Terkadang aku menginginkan cinta,
Terkadang pula aku menginginkan sebuah kesepian.
Mungkin inilah takdir sebagi karmaku.
Yang hanya dapat mengagumi, tanpa harus memiliki....’
Sepi... mungkin itulah kondisi yang dapat menggambarkan kehidupan gadis berambut pendek ini. Semenjak orang tuanya meninggal, tak pernah ia tersenyum tulus lagi pada dunia. Kematian keluarganya, seolah ikut menenggelamkan senyumannya selama ini. Kang Rae In... disaat Ibu hamil lainnya mulai bermanja-manja dengan sang suami, yeoja itu malah terdiam, dan berusaha untuk menekan diri agar tidak menginginkan apapun seperti yang lain. Hanya kegelapan dan beberapa resep obat yang tak pernah sama sekali ia sentuh terlihat dipermukaan kamar mewahnya ini.
“YA! Apa yang kau lakukan Kang Rae In?” seseorang sentak menghampirinya dan menghempaskan sebatang rokok yang hendak dihisap Rae In. Lee Hyuk Jae... Rae In tertawa sinis, ketika melihat bayangan namja itu dihadapannya.
“Mwo?”
“Apa kau sadar, jika kau sedang hamil huh? Kau merokok? Apa kau tak kasihan dengan janin yang ada didalam perutmu itu KANG RAE IN?” bentak Eunhyuk seketika.
“Cah, aku tau Tuan Lee! Kau tak usah berteriak seperti itu padaku, aku memang ingin janin ini tak berkembang lagi didalam sini. Aku lelah... kau tak tau bagaimana rasanya dikucilkan, ditatapi hina oleh semua orang, dicibir, dicaci seperti aku ini adalah sampah yang begitu menjijikan. Orang-orang seperti kalian tak akan pernah dapat merasakan bagaimana kondisiku sekarang, karna kalian—kalian mempunyai uang dan kedudukan. Sedangkan aku?” Rae In sontak berdiri, tubuhnya tambah terlihat lebih berisi memang. Toh, ini sudah memasuki 5 bulan kehamilannya.
“Aku gadis hina yang telah bersalah karna merusak kebahagiaan orang lain! Jika saja aku memiliki otak dan hati, seharusnya aku tak pernah melakukan hal gila seperti ini. Aku pikir, kelak aku bisa merubah perasaan Kyuhyun Oppa untukku, tapi ternyata aku tidak bisa. Semakin aku mencoba untuk melakukan itu, aku malah menyakiti orang yang sama sekali tak bersalah padaku. Hiu hwi... kenapa dia harus begitu baik padaku? Kenapa aku tak bisa menjadi seperti sosoknya? Kenapa aku merasa amat sangat bersalah padanya sekarang? Kenapa? Kenapa?” Rae In meremas ujung dress tidurnya itu dengan erat.
“Seharusnya kau menyadari hal itu sejak awal Rae In-ah...”
“Aku tau aku salah. Seandainya aku tak melakukan hal itu pada Kyuhyun Oppa saat kami berada di Hotel, mungkin masa depanku tak akan menjadi seperti ini.”
“Apa maksudmu, huh?”
“Mianhae... nan jeongmal mianhae...”
“Rae In-ah, apa kau menyembunyikan sesuatu padaku?”
“Mianhae...” isak Rae In terduduk lemas dilantai.
“Katakan padaku, ada apa sebenarnya antara kau dan Kyuhyun pada malam itu, huh? Apa semua foto-foto itu benar? YA!”
“Eunhyuk Oppa, aku sudah melakukan sebuah kesalahan. Sungguh, aku tidak bermaksud membuat semua keadaan ini menjadi seperti ini, tapi sejak Kyuhyun Oppa pulang dari pesta itu dan menatap Hiu hwi dengan lembut, aku benar-benar takut kehilangannya. Untuk itulah aku—” Rae In terdengar mengucapkan itu dengan sesunggukan. Sedikit sulit untuknya bersuara, ini terasa begitu amat menyakitinya.
“Mwo? Ada apa sebenarnya? Jangan membuatku bingung Rae In-ah...”
“Aku—sebenarnya aku...” Rae In sentak mendongak menatap Eunhyuk, seolah ingin menegaskan sesuatu. Gadis itu tiba-tiba merunduk, mencoba untuk meredam emosinya agar dapat berbicara pada Eunhyuk. Yah, setidaknya ia harus mengatakan masalah ini pada orang lain agar beban dikedua bahunya itu sedikit berkurang.
Bibir Rae In bergerak untuk bermaksud membuka tabir rahasia besar ini satu per satu. Kedua alisnya terkadang bertaut, berusaha memilih kalimat yang tepat agar Eunhyuk dapat mengerti apa yang ia bicarakan ini dengan mudah. YUP! Eunhyuk memang tak terlalu bodoh untuk mengerti apa yang tengah Rae In ceritakan ini. Entahlah, Eunhyuk harus bagaimana sekarang. Sungguh, ia benar-benar terlihat begitu shock!
“MWO? MWORAGO?” hanya kata itulah yang Eunhyuk ucapkan saat mendengar cerita Rae In yang belum sepenuhnya ia katakan itu. Rae In kembali merunduk, mencoba untuk sesekali memberikan jeda kalimatnya untuk menangis. Terlihat sekali kedua mata gadis itu sudah membengkak, bahkan tubuhnya pun juga sudah terasa lemas. Kini, semuanya ia ingin katakan pada Eunhyuk, tanpa ada satupun yang akan ia lewati.
Pucat! Wajah Eunhyuk kali ini berubah semakin pasi. Yah, ini benar-benar diluar dugaannya selama ini. Rae In, gadis yang kini tengah terduduk sesunggukan dihadapannya, gadis yang dulu ia sangka polos, ternyata dapat memikirkan hal sampai sejauh ini. Eunhyuk benar-benar tidak percaya!
“Rae In-ah, kau—”
“Sekarang kau sudah tau semuanya Oppa. Entah setelah ini kau akan membenciku atau menghinaku. Aku tidak perduli itu. Aku memang salah, aku memang telah melakukan hal yang benar-benar picik seperti ini,”
“Kang Rae In! Kau benar-benar sudah kelewatan. Kau—”
“Eunhyuk Oppa, kumohon bantu aku. Demi janin yang kukandung ini, tolong bantu aku menyelesaikan semuanya. Aku tidak tau lagi harus meminta bantuan siapa selain denganmu. Kau tau aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi didunia ini, bahkan tak akan ada yang percaya padaku. Jadi kumohon Oppa, bantulah aku demi anak ini.”
“Mwo?”
“Bantu aku Oppa, kumohon.”
“Rae In-ah...”
“Sekali ini saja, aku berjanji setelah ini aku tidak meminta apa-apa lagi padamu. Aku hanya tak ingin masa depan ini hancur karnaku. Jadi, kumohon... bantulah aku.”
“Rae In-ah, kau tau apa yang kau lakukan itu, huh?”
“Aku tau Oppa, dan aku menyesal. 4 Bulan lagi aku akan melahirkan, dan pada saat itu semuanya pasti akan selesai. Aku harap, kau membantuku sampai saat itu tiba.”
“Kau telah menghancurkan semuanya, kau tau itu huh?”
“Nde. Karna ini semua sudah terlanjur terjadi, untuk itulah aku ingin kau membantuku sesuatu. Aku tak ingin janin ini menjadi korban kesalahanku, biar aku saja yang hidup seperti ini. Aku tak ingin dia—dia—Eungh...”
“Rae In-ah?” Eunhyuk sontak menjongkok, saat ia menyadari Rae In saat ini tengah menahan sakit.
“Gwenchana?”
“Ah... Oppa, perutku—”
“Waeyo?”
“Argh...”
“Kang Rae In! YA!” Eunhyuk sontak memekik seraya mengangkat tubuh Rae In keluar dari Apartment ini untuk ia bawa ke Rumah sakit.
‘Bantu aku, Oppa....’
***
Ada yang berbeda dari hari ini memang, rumah mewah yang bercat silver milik Tuan muda keluarga Cho ini, terdengar tak lagi senyap seperti sebelumnya. Ada orang lain yang memang telah menemani Kyuhyun disini. Cho Hiu hwi... yah, gadis itu.
“Selamat pagi Nyonya Cho,” sapa Kyuhyun seraya memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang dan menyandarkan kepalanya kebahu gadis itu. Tampak sekali Kyu masih mengantuk, bahkan sekarang kedua matanya kembali mengatup.
“Kyuhyun-ah, aku sedang membuatkan susu hangat untukmu, menyingkarlah sebentar.”
“Hu’ummmm...” desah Kyu sejenak, tanpa berniat ingin mengubah posisinya lebih dulu. Hiu hwi menjitaknya perlahan dengan senyuman, namun itu justru membuat Kyuhyun malah semakin merekatkan lagi tubuhnya pada gadis itu. Sekalipun mereka kini tak tinggal dalam satu atap lagi, tapi terkadang Hiu hwi memang menginap dirumah mewah Kyuhyun. Yah, itupun karna Kyu yang memaksa bahkan mengancamnya, hingga Hiu hwi tak dapat menolak.
‘Jika kau tidak menginap disini malam ini, lihat saja... aku akan tidur diluar pintu Apartment-mu lagi! Dan jika aku sakit, aku tak ingin menurutimu untuk minum obat. Biarkan saja aku sakit, agar kau kasihan padaku dan mengalah...’
Ancaman kekanak-kanakan seperti itulah yang selalu Kyu lontarkan untuknya. Hiu hwi selalu tersenyum ketika mengingat bagaimana manjanya seorang Cho Kyuhyun ketika mengucapkan ancaman konyol seperti itu.
“Kyuhyun-ah, kau tidak ada pekerjaan lagi hari ini hem?”
“Aniyo.”
“Hummm... karna pemberitaan yang terjadi selama ini, karir keartisanmu jadi langsung menurun. Bahkan yang kudengar, beberapa PH banyak membatalkan kontrak denganmu. Apa kau tidak apa-apa?” Kyuhyun perlahan-lahan kembali membuka matanya dengan tetap mendekap Hiu hwi. Sebenarnya, karirnya sudah lama menurun, bahkan semenjak kasus perceraian itu. Namun kali ini, sepertinya Kyuhyun benar-benar akan jatuh.
“Aku tidak apa-apa. Kau lupa? Aku ini seorang Cho Kyuhyun. Sekalipun aku tak akan menjadi bintang Hallyu lagi, tapi aku tak akan bangkrut Hiu hwi-ya. Masih ada Perusahaan Appa yang bisa aku kelolah, untuk menghidupimu.”
“Jika hanya masalah tentang kehidupanku, aku tidak perduli. Aku bisa makan hanya beberapa butir nasi dan berbagi padamu, tapi kau—” Hiu hwi membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun, menatapi wajah namja itu dengan sendu.
“Kau pernah mengatakan padaku, jika saat kau lulus Sekolah menangah, kau lebih memilih untuk memasuki dunia hiburan dan menjadi seorang idola, ketimbang ikut dalam Perusahaan keluargamu. Itu berarti, kau lebih menyukai dunia hiburan yang bebas, daripada bergelut dalam dunia bisnis. Aku hanya tak ingin kelak, kau memaksakan hidupmu.”
“Hiu hwi-ya...” Kyu mengalungkan kedua tangannya kepinggang Hiu hwi, mengangkat tubuh gadis itu hingga ia terduduk diatas meja dapur. Hiu hwi hanya mengenakan kemeja putih Kyuhyun yang kebesaran dan celana pendek, hampir sama dengan yang tengah dipakai Kyuhyun saat ini.
“Aku memang menyukai dunia hiburan daripada dunia bisnis, tapi kau tau? Aku lebih menyukaimu daripada semua kebebasanku itu,” Kyuhyun membelai lembut rambut panjang Hiu hwi dan memadukan hidung mereka perlahan.
“Aku tidak perduli kelak bagaimana dengan karirku. Terkadang, aku lelah hidup didunia seperti itu Hiu hwi, namun terkadang itulah yang dapat membuatku merasa nyaman melewati hari-hari jenuh dimasa lalu. Itik bodoh, kau masih menerima pria sepertiku, eh?”
“Menurutmu?”
“Yang kutau, kau tak punya pilihan lain. Aku lebih suka ketika memaksamu untuk menerimaku, itu jauh lebih menegangkan.” Kyuhyun mengecup singkat bibir Hiu hwi untuk membasahinya pertama kali sebelum air.
“Kau hanya mantan suamiku! Jadi, jangan terlalu percaya diri.”
“Mwo? Hey, kau hanya dibuat Tuhan untuk mendampingiku. Jadi, terimalah nasibmu itu, ohk?”
“Cah, kau tidak laku lagi jadi seorang artis, jadi apa yang akan aku bang—”
“Lalu, kau mau aku terus menjadi artis dan beradu akting dengan banyak wanita cantik? Kau tak tau apa alasanku ingin menjadi idola seperti ini, heh? Itu karna pekerjaannya begitu mudah, selain aku akan menjadi terkenal, aku juga mendapatkan bonus adegan ciuman berulang.”
“YA!” Hiu hwi spontan mendeplak kepala Kyuhyun dengan alat masak didekatnya. Kyuhyun meringis, Hiu hwi benar-benar tak bisa diajak bercanda.
“Ash... kau—” ringis Kyu menyipit. Perlahan-lahan namja itu pun sentak mundur dan menjauh dari Hiu hwi.
“YA! Cho Kyuhyun, turunkan aku lebih dulu darisini.” Hentak Hiu hwi seraya mengayunkan kedua kakinya yang putih nan bersih itu.
“Tidak, mau. Kau turun saja sendiri!”
“M-mmwo?”
“Siapa suruh kau memukulku, huh? Jadi sekarang, nikmati saja mempunyai kaki pendek seperti itu.”
“YA! Ash, aro. Aku akan turun sendiri, lalu setelah itu aku akan pulang dan—”
“Hey, apa kau mengancamku ohk? Dasar...” Kyuhyun sentak kembali mendekat kearah Hiu hwi, melingkarkan lagi kedua tangannya dipinggang ramping yeoja itu. Hiu hwi tersenyum, kedua kakinya pun seketika mengapit dan mengunci tubuh Kyu dengan membuat sebuah lipatan. Tubuh mereka semakin tampak melekat sekarang.
“Saranghae Nyonya Cho...” bisik Kyu dengan menatap wajah Hiu hwi dalam.
“Na do saranghae, Tuan Cho Kyuhyun,” balas Hiu hwi seraya memainkan jari telunjuknya menyentuh mata, hidung dan bibir Kyu. Entahlah, Kyu malah terlihat sangat menikmati kenakalan dari Hiu hwi saat ini.
“Jja, sekarang turunkan aku.” Kyuhyun tersenyum mendengar rengekan manja dari gadis dihadapannya itu. Betapa Hiu hwi benar-benar semakin menggemaskannya sekarang.
CUP!
Kyu tak tahan lagi jika hanya menatapi daun bibir gadis itu tanpa menjamahnya. Hingga dengan cepat, mereka pun mulai saling berciuman seraya Kyuhyun berusaha menahan dan mengangkat tubuh Hiu hwi untuk turun dan kembali menginjakkan kakinya ke lantai dapur ini. Yah, ini benar-benar pagi yang indah untuk keduanya.
“Sudah, mandilah. Aku akan membuatkanmu sarapan lebih dulu, hem?” ucap Hiu hwi seraya melepaskan kedua tangannya yang tadi melingkar cukup erat dileher Kyuhyun.
“Baiklah, aku mandi dulu.” Kyuhyun kembali memiringkan kepalanya berniat mengecup bibir gadis itu lagi. Kali ini tak hanya sekali, tetapi hampir 4 kali kecupan, membuat Hiu hwi mendadak kesal setengah mati.
“Ash, Cho Kyuhyun!” Kyuhyun terkekeh lagi mendengar nada sebal dari gadis ini. Dengan gerakan mau tak maunya itu pun, Kyuhyun melepaskan dekapannya dari Hiu hwi dan berbalik hendak kabur.
“Dasar...” gadis itu hanya mampu tersenyum menatapi punggung Kyuhyun yang perlahan-lahan berjalan menuju area kamar pribadinya. Sungguh, berdua dan menghabiskan waktu bersama seperti ini, benar-benar terasa begitu menyenangkan. Walau Hiu hwi sadar, diluar sana masih banyak masalah yang harus mereka selesaikan segera.
“Huhhh... aku tak bisa diam melihatmu seperti Kyuhyun-ah.” Hiu hwi sontak mengambil sebuah ponsel disaku kanannya. Menekan beberapa tombol untuk mengirimkan pesan kepada seseorang. Sungguh, Hiu hwi sama sekali tak bermaksud apa-apa. Ia hanya ingin, melihat Kyuhyun bahagia, itu saja.
***
Ditempat lain, tampak seorang namja dengan rahang sempurna ini hanya terdiam, memandangi layar komputernya yang tak menyala sama sekali. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang, seluruh pekerjaannya bahkan nyaris belum ia sentuh sejak tadi.
Kembali, ia menjulurkan tangan kanannya untuk mengambil ponsel putih dan berkelas itu disisi kiri mejanya. Sepertinya, ia tengah berniat menelpon seseorang.
“Yeobosseyo Minho-shi.”
“Nde, yeobosseyo. Nugu?”
“Aku Changmin, Shim Changmin.”
“Ah, nde? Changmin-shi, waeyo? Apa ada yang perlu kubantu? Atau design-design yang kukirim kemarin itu—”
“Aniyo, bukan itu. Tapi aku ingin meminta sesuatu padamu.”
“Mwo?”
“Aku ingin... model untuk pakaian Perusahaan yang akan kalian terbitkan bulan depan itu aku yang memilih sendiri, bisakah?”
“Mwo?”
“Aku ingin memilih Cho Kyuhyun sebagai model musim semi kali ini. Dan—”
“Mwo? MWORAGO?”
“Waeyo? Bukankah Kyuhyun adalah artis yang cukup terkenal di asia?”
“Aku tau, dia memang terkenal. Tapi, akhir-akhir ini dia lebih sering muncul di TV Infotaiment. Namja psiko itu tidak cocok, dia juga sedang terkena skandal tingkat berat sekarang. Aku tidak mau menanggung resiko penjualan Perusahaan-ku menurun, hanya karna dia yang akan menjadi modelnya nanti.”
“Cah, itu terserahmu. Memang, aku meminta pilihan? Jika kau tidak mau, juga tidak apa-apa. Aku akan mencari Perusahaan fashion lain untuk—”
“Ah, Changmin-shi. Kau tau apa akibatnya nanti, eh?”
“Aku tau! Tapi aku akan tetap memilih Kyuhyun,”
“Ash... kenapa keluarga kalian selalu membuatku frustasi, ohk?”
“Aku akan meminta jawabanmu 2 jam dari ini. Jika kau tidak menghubungiku lagi, kontrak kita akan batal.”
“MWO? KAU HANYA MENYURUHKU BERPIKIR 2 JAM?”
“Selamat memutuskan!”
“Tap—”
PIPP... PIPP....
Changmin sontak memutuskan sambungan telponnya itu dengan cepat. Kepalanya berdenyut seketika. Yah, semua apa yang tadi dikatan Minho adalah benar. Terlalu mengambil resiko, jika harus mmeilih Kyuhyun yang karirnya sudah menurun untuk menjadi model Perusahaan mereka saat ini. Tapi...
“Hiu hwi-ya... aku sudah memutuskannya. Aku akan mengrekrut Kyuhyun sebagai model kami bulan depan, jadi... aku harap kau dapat menyuruh Kyuhyun untuk pulang sebentar kerumah orang tuanya. Ada hal yang harus kubicarakan dan kubahas mengenai kontraknya.”
Changmin sentak mengirim pesan itu kepada Hiu hwi yang tadi memang mengiriminya sebuah pesan untuk meminta pekerjaan keartisan Kyuhyun. Entah dia bodoh atau apa, tapi Changmin benar-benar tak bisa menolaknya.
Sedangkan Hiu hwi? Changmin sudah menduga pasti gadis itu akan tersenyum saat menerima pesan darinya. Yah, Hiu hwi tengah tersenyum sekarang.
“Gomawo Changmin Oppa.” Hanya kata itulah yang mampu Hiu hwi ucapkan pada mantan kekasihnya itu. Sebenarnya, ia tak enak meminta hal seperti ini pada Changmin. Namun apa daya, hanya Changmin lah yang dapat membantunya sekarang.
“Tak perlu sungkan. Kau hanya perlu membalasnya dengan satu hal, tersenyumlah Hiu hwi. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku tenang.”
Tangan Hiu hwi gemetar saat membaca pesan Changmin kali ini. Bagaimana pun juga, Changmin pernah menjadi sosok yang sangat berarti untuknya. Dan seandainya saja, semua ini tak berawal seperti ini. Mungkin semuanya tak akan ada yang tersiksa.
“Dari siapa?” tanya Kyuhyun seketika yang sontak saja membuat Hiu hwi gugup. Bau sabun yang Kyu pakai itu benar-benar wangi, namja itu semakin terlihat tampan sekarang.
“Changmin Oppa.” Balas Hiu hwi berbalik dengan raut seadanya.
“Changmin?”
“Tadi dia memintaku untuk menyuruhmu pulang kerumah orang tuamu sebentar. Ada hal yang ingin dia katakan padamu.”
“Hemmm?”
“Pulanglah...” ucap Hiu hwi membuat kedua orang ini saling bertatapan sejenak. Hiu hwi memaksakan senyumnya, lalu berpaling pada sarapan yang tadi ia buat. Entahlah, tiba-tiba saja perasaannya menjadi buruk lagi.
‘Semuanya belum berakhir, dan mungkin malah akan menjadi sebuah permulaan yang baru. Aku—benar-benar sangat takut akan masa depan sekarang....’
Gumam Hiu hwi dengan ekspresi kalut. Kyuhyun menatap punggungnya dari arah belakang dan menghela nafas panjang.
***
‘Kata orang aku pintar...
Tapi ketika bersamamu, aku malah terlihat bodoh.
Bahkan hanya dengan mencintaimu saja,
Akum erasa sudah bahagia...
Apakah ini akhir dari sebuah akhir?'
@Seoul Hospital_
Tampak seorang gadis yang terbaring lemah diatas ranjang inap ini hanya dapat terpekur diam dengan tatapan kosong kearah luar. Tak ada yang dapat ia lakukan lagi selain seperti ini, meratapi dan mencoba menabak apa yang akan terjadi dimasa depan.
“Aku tidak akan berhenti sampai disini. Apapun yang terjadi, aku akan tetap memperjuangkanmu. Tak perduli sekalipun semua orang tak mengingikanmu, Ibu akan berusaha apapun itu agar kau dapat hidup dan melihat bagaimana isi dunia ini. Kau tak salah, kau hanya bayi kecil yang tak punya salah apa-apa. Hanya—kesalahan itu ada padaku. Kau salah telah memilih lahir dalam perut wanita sepertiku. Maafkan aku bayi kecilku.” Rae In kembali menitikan air matanya itu. Lagi, lagi, dan lagi. Hanya menangislah yang kini dapat ia lakukan.
Kurang lebih dari setengah bulan lagi, ia akan melahirkan dan mengakhiri semua ini. Menyentakkan semua orang tentang siapa Ayah dan apa yang terjadi sebenarnya. Yah, semua itu akan terjawab saat bayi mungil itu telah keluar dari rahimnya.
‘Kau harus hidup dengan selamat sampai akhir itu tiba sayang....’
Rae In mengelus puncak perutnya yang telah sedikit mengembang dari sebelumnya. Selalu seperti ini hari-harinya ketika berada di Rumah sakit ini. Sungguh, itu membuat Eunhyuk yang memang berada diluar ruangan dan mengintip Rae In pun melemas. Ia benar-benar tak menyangka semuanya akan menjadi serumit ini.
‘Apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana jika semuanya tau tentang hal ini sebenarnya?’
Gumam Eunhyuk menyandar disebuah sandaran bangku tunggu tepat didepan ruangan inap Rae In. Bagaimana pun juga, Kyuhyun dan Rae In adalah sahabat baiknya selama ini. Dan ia sendiri bingung, sebenarnya siapa yang menjadi korban akan keadaan ini? Dan permintaan Rae In padanya malam itu... TIDAK! Eunhyuk benar-benar masih bingung harus melakukan apa.
***
* When it all began, WHAT THIS ENDING? *
@Kediaman Keluarga Cho_
Kyuhyun terduduk disebuah bangku taman belakang Rumah mewahnya itu, menatapi berjajar bunga yang Ibunya tanam sejak ia kecil. Tak ada yang berubah disini, hanya kondisinya sekaranglah yang membuatnya jauh terlihat lebih berbeda dari sebelumnya.
Kyuhyun memijat pelan pelipisnya, otaknya benar-benar dipenuhi banyak kondisi sulit akhir-akhir ini.
“Kau siap?” ucap Changmin seketika, membuat Kyuhyun sontak menoleh padanya. Tanpa perlu dijelaskan lagi. Kyuhyun sudah tau apa maksud dari pertanyaan dari namja jangkung ini.
“Aku benar-benar sudah tak sabar ingin melihat, siapa yang menang dan siapa yang kalah kelak.” Changmin memicing menatap Kyuhyun, begitupula sebaliknya. Kedua tangan Kyu mengepal, menahan semua emosi dari apa yang tengah ia rasakan ini sekarang.
“Kyuhyun-ah... aku tak akan bisa bersamamu, jika anak itu ternyata memang anak yang berasal dari darah dagingmu. Aku tak boleh egois. Jika kau memang benar Ayahnya, kau harus bertanggung jawab, setidaknya untuk masa depan anak itu kelak. Untuk itulah, aku harap kau dapat membuktikan jika anak itu bukanlah anakmu. Aku percaya padamu, dan kau juga yakin jika tidak melakukan itu. Sungguh, aku benar-benar berharap itu bukan anakmu kelak.”
Next Part
“Dokter, bagaimana hasilnya?”
“Hummm... sebenarnya—”
===
Hayo... SIAPAKAH BAPAKNYA DARI BAYI ITU??? DAN APA YANG AKAN TERJADI SETELAH RAE IN MELAHIRKAN???? Ada sesuatu utk Next Chap yg harus aku jelaskan pada kalian... BYE!
Hidup itu antara sebuah kepercayaan dan sebuah pilihan....
SEE YOU!

Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Minho, Kang Rae In And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Sad Romance
This Story Original From @Jjea_
***
‘Hiu hwi...’
Kyuhyun kembali bergumam. Otaknya sudah terlalu kalut, untuk berpikir jalan mana yang harus ia tempuh lagi. Tidak! Ia tak ingin kehilangan Hiu hwi-nya lagi kali ini. Persetan dengan karirnya sekarang, persetan dengan orang-orang yang akan menghujatnya, dan persetan dengan masa depannya kelak. Yang terpenting untuknya sekarang adalah... Hiu hwi!
‘Cinta itu berarti saling mengasihi
Bukan mengkhianati!
Cinta itu berarti memberi
Tanpa harus meminta pamrih!
Dan menurutku...
Cinta itu berarti rasa yang kurasakan,
ketika aku melihatmu sekalipun dari kejauhan mataku ini....’
_“ ITS OVER! PART. 15”_
Diawali dengan awan mendung dan gelap, butir-butir air itu tampak mulai turun membasahi perapian tanah, memberikan sengatan bau dan suasana kesejukan alam. Entahlah, akhir-akhir ini hujan seolah selalu ingin menggenangi, memberikan rasa basah pada setiap bangunan dan tanah bumi. Apakah ada yang telah terjadi diatas langit sana? Entahlah... dunia memang selalu hanya memberi teka-teki.
* When it all began, STILL! *
Derap langkah Kyuhyun terdengar gontai melangkah. Tubuh tegapnya sedikit membungkuk, menyimpan getaran dingin akibat pakaiannya yang telah basah karna hujan. Tak perduli akan gigilan itu, Kyuhyun terus saja berjalan kearah sebuah Taman, seolah membiarkan sisa hujan yang masih turun itu menyelimutinya dengan kedinginan.
Tak ada yang dapat ia lakukan lagi saat ini, selain meredam semua emosinya dalam diam. Semua foto-foto menjijikan itu telah tersebar, dan bahkan mungkin Hiu hwi sudah melihatnya sekarang. Sebenarnya tak ada hal yang lebih Kyu takutkan lagi saat ini, selain Hiu hwi. Ia hanya tak ingin, kehilangan Hiu hwi untuk yang kedua kalinya.
BRAAKKKK!
Kyuhyun sontak menghentikan langkah kakinya itu seketika, tatkala mendengar bunyi dentuman didekat air mancur Taman ini. Kepalanya perlahan-lahan mendongak, menatapi sebuah payung yang telah terkapar diam tak jauh darinya berdiri sekarang. Rahang Kyu memanas, dapat dilihatnya dengan jelas sosok seorang gadis tengah berdiri tak tegap dihadapannya. Pakaian kering yang dipakai gadis itu, kini tampak mulai perlahan-lahan basah.
“Hiu—Hiu hwi—” Kyuhyun membuka suaranya sedikit untuk menggumamkan nama itu. Hening! Untuk beberapa detik, keduanya hanya saling bertatapan dalam diam. Sekalipun dibasahi dengan rintik hujan, Kyuhyun masih dapat menyadari air mata Hiu hwi yang kini terurai dipipi putih gadis itu.
Tak sekalipun Kyuhyun berniat untuk berkedip, bukan tatapan tajam yang ia lontarkan, tapi tatapan sayu yang membuatnya terlihat menyedihkan. Dengan gerakan pasif, Hiu hwi memaksa tubuhnya untuk kembali menjangkau payung yang tadi ia jatuhkan, lalu menghampiri Kyuhyun. Entah apa yang sebenarnya ingin dilakukan yeoja ini, tapi yang jelas sekarang, Hiu hwi terlihat tengah berdiri dihadapan Kyu seolah bermaksud untuk memayungi tubuh namja itu.
“Bukankah kau masih demam Kyuhyun-ah? Kenapa kau malah membiarkan tubuhmu basah kuyup seperti ini? Bagaimana jik—”
“Kenapa kau ada disini?” sela Kyuhyun dengan nada serak. Hiu hwi... kenapa gadis ini begitu baik padanya?
“Bukankah kau yang tadi mengirimiku pesan untuk datang ke Taman ini, ohk?” Hiu hwi tak bisa membendung perasaannya lagi. Ia berkata itu seraya menangis perih. Setelah melihat berita foto-foto itu tadi, bohong jika ia berkata, kalau ia tak sakit hati sekarang. Namun entahlah, rasanya hatinya begitu menyayangi Kyuhyun.
“Hiu hwi, aku—” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dititik ini, seakan tak tau harus bagaimana memulai semua penjelasannya itu. Ditatapnya tajam garis wajah Hiu hwi, terlihat sekali yeoja itu selalu tampak tersiksa karna ulahnya. Kyuhyun benar-benar merasa malu, ia benar-benar merasa tak pantas untuk dapat memiliki gadis seperti Hiu hwi.
“Kau sudah melihat berita itu?” pertanyaan Kyuhyun kali ini terdengar kuatir, Hiu hwi sadar akan hal itu.
“Geurae, tadi aku memang sudah melihatnya,”
“Hiu hwi-ya...”
“Foto-foto itu menyebar begitu cepat, ne? Kau dan Rae In saat ini pasti menjadi pembicaraan hangat dimana-mana. Foto-foto tak berbusana kalian itu, pasti sangat menghebohkan. Kalian begitu tampak—”
“Hiu hwi-ya... sungguh, aku benar-benar tak pernah merasakan melakukan yang ada didalam foto itu. Entah darimana mereka mendapatkannya, tapi aku benar-benar tidak merasa—”
“Aku percaya... aku percaya padamu Kyuhyun-ah,” potong Hiu hwi cepat bersamaan air matanya yang kembali mengalir. Kyuhyun sentak melebarkan kedua matanya hingga semakin besar sekarang. Payung yang masih dapat ditahan Hiu hwi itu bergoyang, tubuh gadis itu memang tak sepenuhnya dapat berdiri kuat.
“Sekalipun semua orang memberitakanmu apapun itu, aku akan tetap berdiri untukmu disini. Sekalipun semua orang menuduhmu yang telah melakukannya, aku akan tetap percaya padamu. Dan sekalipun hujan bahkan tak menyuruhku untuk tak datang menemuimu, aku akan tetap akan menunggumu. Aku tak akan percaya dengan orang lain lagi sekarang, selain kau Kyuhyun-ah. Aku hanya akan percaya pad—”
“Aku mencintaimu Cho Hiu hwi!” Peluk Kyuhyun seketika dengan hentakan yang cukup keras. Hiu hwi merasakan tubuhnya menghangat seiring dengan pelukan Kyu yang semakin erat. Kyuhyun pikir berita foto-foto itu akan membuat Hiu hwi kembali menjauhinya, tapi ternyata? Tidak! Gadis itu bahkan memberi Kyuhyun sesuatu yang dapat membuatnya bahagia dengan semua keadaan kalut seperti ini.
“Kyuhyun-ah... kau harus kuat ne? Aku berjanji, aku akan selalu berada disampingmu,”
‘Hiu hwi-ya...’
“Aku yakin semua ini hanya sementara. Mungkin Tuhan, tengah menguji kita kembali. Kau harus tetap berdiri dan lawanlah mereka untukku. Katakan pada mereka, jika kau memang bukan namja yang seperti itu, kau tak mungkin melakukan hal keji seperti itu. Kau pasti dapat membuktikannya, ohk?” Kyuhyun mengangguk dalam pelukan Hiu hwi. Baru kali ini, ia merasa benar-benar hidup didunia. Kyu tak dapat menahan emosi air matanya itu sekarang, betapa ia benar-benar merasa beruntung mempunyai seseorang yang kini akan selalu berada disisinya apapun yang terjadi.
“Hiu hwi... asal kau berjanji untuk tidak meninggalkanku, aku akan tetap berdiri untukmu. Persetan dengan orang lain, aku tidak butuh itu.” Balas Kyuhyun seraya melepaskan dekapannya untuk menatapi wajah manis gadis dihadapannya itu.
“Tidak akan Kyu, aku tak akan pernah pergi darimu, asal—” Hiu hwi menghentikan kalimatnya dititik ini, merunduk sejenak untuk menahan semua goncangan batin yang melandanya sekarang.
“Hemm?” Kyuhyun mengelus puncak kepala Hiu hwi agar yeoja itu dapat melanjutkan kembali ucapannya. Sungguh, apapun akan Kyuhyun lakukan, agar Hiu hwi bahagia dan selalu bersamanya.
“Asal kelak, anak yang dikandung Rae In memang tak terbukti anakmu,”
“Mwo?”
“Kyuhyun-ah... aku tak akan bisa bersamamu, jika anak itu ternyata memang anak yang berasal dari darah dagingmu. Aku tak boleh egois. Jika kau memang benar Ayahnya, kau harus bertanggung jawab, setidaknya untuk masa depan anak itu kelak. Untuk itulah, aku harap kau dapat membuktikan jika anak itu bukanlah anakmu. Aku percaya padamu, dan kau juga yakin jika tidak melakukan itu. Sungguh, aku benar-benar berharap itu bukan anakmu kelak.”
“Hiu hwi-ya, aku akan membuktikannya padamu. Tetaplah disisiku! Ketika anak itu lahir, aku akan memberikanmu bukti, jika dia memang bukanlah anakku dan aku tak pernah melakukannya dengan Rae In.”
“Ohk... aku akan menunggu saat itu. Aku akan menunggumu membuktikan semuanya, lalu kembali melamarku.”
“Hwi-ya...”
“Aku mencintaimu Kyuhyun-ah.”
“Bodoh... aku tau,” Hiu hwi kembali menyandarkan kepalanya ditubuh Kyu, mencium bau hangat Kyu yang tampak basah.
“Kau kedinginan?” usap Kyu tersenyum kecil.
“Menurutmu, eh?”
“Kita pulang sekerang, nde?”
“Hummm...”
“Aku tak ingin kita sama-sama terkena Flu nantinya. Kau benar-benar bodoh Hwi-ya, kenapa tadi kau malah menjatuhkan payungnya, heng? Kau jadi ikut basah.”
“Karna aku ingin merasakan kedinginan juga bersamamu Kyu, aku tak ingin kau kehujanan seorang diri,” Hiu hwi mengusap pelan kedua pipi Kyu, mencium bibir namja itu sekilas.
“Kajja, kita pulang. Bibir tebalmu ini sudah membiru, dan lagipula aku sud—” perkataan Hiu hwi kali ini sontak saja terhenti cepat, saat Kyuhyun menarik kembali pinggang rampingnya hingga berbenturan pada tubuh Kyuhyun lagi. Hiu hwi mengerjap, memasang wajah lugu yang membuat Kyuhyun semakin gemas.
CUP!
Kyuhyun mengecup pelan bibir Hiu hwi yang memang telah basah. Gadis ini semakin cantik, bahkan sekalipun make Up yang ia kenakan telah luntur tersiram air hujan. Tapi dengan seperti ini, malah kecantikan alaminya lah yang terpancar indah.
“Aku sudah terlalu dingin Hiu-ie, kau harus menghangatkanku sejenak.” Kyuhyun tersenyum simpul, sampai akhirnya mengamit daun bibir yeoja itu dengan gerakan pelan. Hujan memang sudah berhenti, kini hanya sisa rintik-rintiknya lah yang terdengar. Kyu mengecap permukan bibir gadis itu dengan gerakan lincah, awalnya memang terasa tawar. Yah, mungkin karna air hujan yang masih menempel pada gadis itu, namun ketika semakin dalam... Kyuhyun mulai merasakan betapa nikmatnya menjulurkan lidahnya masuk pada bibir mungil seorang Cho Hiu hwi.
‘Aku tidak akan pernah melepaskanmu Hiu hwi, tidak akan. Entah apa yang akan terjadi saat anak itu lahir kelak, yang pasti aku tak akan pernah membiarkanmu pergi....’
***
‘Terkadang aku menginginkan cinta,
Terkadang pula aku menginginkan sebuah kesepian.
Mungkin inilah takdir sebagi karmaku.
Yang hanya dapat mengagumi, tanpa harus memiliki....’
Sepi... mungkin itulah kondisi yang dapat menggambarkan kehidupan gadis berambut pendek ini. Semenjak orang tuanya meninggal, tak pernah ia tersenyum tulus lagi pada dunia. Kematian keluarganya, seolah ikut menenggelamkan senyumannya selama ini. Kang Rae In... disaat Ibu hamil lainnya mulai bermanja-manja dengan sang suami, yeoja itu malah terdiam, dan berusaha untuk menekan diri agar tidak menginginkan apapun seperti yang lain. Hanya kegelapan dan beberapa resep obat yang tak pernah sama sekali ia sentuh terlihat dipermukaan kamar mewahnya ini.
“YA! Apa yang kau lakukan Kang Rae In?” seseorang sentak menghampirinya dan menghempaskan sebatang rokok yang hendak dihisap Rae In. Lee Hyuk Jae... Rae In tertawa sinis, ketika melihat bayangan namja itu dihadapannya.
“Mwo?”
“Apa kau sadar, jika kau sedang hamil huh? Kau merokok? Apa kau tak kasihan dengan janin yang ada didalam perutmu itu KANG RAE IN?” bentak Eunhyuk seketika.
“Cah, aku tau Tuan Lee! Kau tak usah berteriak seperti itu padaku, aku memang ingin janin ini tak berkembang lagi didalam sini. Aku lelah... kau tak tau bagaimana rasanya dikucilkan, ditatapi hina oleh semua orang, dicibir, dicaci seperti aku ini adalah sampah yang begitu menjijikan. Orang-orang seperti kalian tak akan pernah dapat merasakan bagaimana kondisiku sekarang, karna kalian—kalian mempunyai uang dan kedudukan. Sedangkan aku?” Rae In sontak berdiri, tubuhnya tambah terlihat lebih berisi memang. Toh, ini sudah memasuki 5 bulan kehamilannya.
“Aku gadis hina yang telah bersalah karna merusak kebahagiaan orang lain! Jika saja aku memiliki otak dan hati, seharusnya aku tak pernah melakukan hal gila seperti ini. Aku pikir, kelak aku bisa merubah perasaan Kyuhyun Oppa untukku, tapi ternyata aku tidak bisa. Semakin aku mencoba untuk melakukan itu, aku malah menyakiti orang yang sama sekali tak bersalah padaku. Hiu hwi... kenapa dia harus begitu baik padaku? Kenapa aku tak bisa menjadi seperti sosoknya? Kenapa aku merasa amat sangat bersalah padanya sekarang? Kenapa? Kenapa?” Rae In meremas ujung dress tidurnya itu dengan erat.
“Seharusnya kau menyadari hal itu sejak awal Rae In-ah...”
“Aku tau aku salah. Seandainya aku tak melakukan hal itu pada Kyuhyun Oppa saat kami berada di Hotel, mungkin masa depanku tak akan menjadi seperti ini.”
“Apa maksudmu, huh?”
“Mianhae... nan jeongmal mianhae...”
“Rae In-ah, apa kau menyembunyikan sesuatu padaku?”
“Mianhae...” isak Rae In terduduk lemas dilantai.
“Katakan padaku, ada apa sebenarnya antara kau dan Kyuhyun pada malam itu, huh? Apa semua foto-foto itu benar? YA!”
“Eunhyuk Oppa, aku sudah melakukan sebuah kesalahan. Sungguh, aku tidak bermaksud membuat semua keadaan ini menjadi seperti ini, tapi sejak Kyuhyun Oppa pulang dari pesta itu dan menatap Hiu hwi dengan lembut, aku benar-benar takut kehilangannya. Untuk itulah aku—” Rae In terdengar mengucapkan itu dengan sesunggukan. Sedikit sulit untuknya bersuara, ini terasa begitu amat menyakitinya.
“Mwo? Ada apa sebenarnya? Jangan membuatku bingung Rae In-ah...”
“Aku—sebenarnya aku...” Rae In sentak mendongak menatap Eunhyuk, seolah ingin menegaskan sesuatu. Gadis itu tiba-tiba merunduk, mencoba untuk meredam emosinya agar dapat berbicara pada Eunhyuk. Yah, setidaknya ia harus mengatakan masalah ini pada orang lain agar beban dikedua bahunya itu sedikit berkurang.
Bibir Rae In bergerak untuk bermaksud membuka tabir rahasia besar ini satu per satu. Kedua alisnya terkadang bertaut, berusaha memilih kalimat yang tepat agar Eunhyuk dapat mengerti apa yang ia bicarakan ini dengan mudah. YUP! Eunhyuk memang tak terlalu bodoh untuk mengerti apa yang tengah Rae In ceritakan ini. Entahlah, Eunhyuk harus bagaimana sekarang. Sungguh, ia benar-benar terlihat begitu shock!
“MWO? MWORAGO?” hanya kata itulah yang Eunhyuk ucapkan saat mendengar cerita Rae In yang belum sepenuhnya ia katakan itu. Rae In kembali merunduk, mencoba untuk sesekali memberikan jeda kalimatnya untuk menangis. Terlihat sekali kedua mata gadis itu sudah membengkak, bahkan tubuhnya pun juga sudah terasa lemas. Kini, semuanya ia ingin katakan pada Eunhyuk, tanpa ada satupun yang akan ia lewati.
Pucat! Wajah Eunhyuk kali ini berubah semakin pasi. Yah, ini benar-benar diluar dugaannya selama ini. Rae In, gadis yang kini tengah terduduk sesunggukan dihadapannya, gadis yang dulu ia sangka polos, ternyata dapat memikirkan hal sampai sejauh ini. Eunhyuk benar-benar tidak percaya!
“Rae In-ah, kau—”
“Sekarang kau sudah tau semuanya Oppa. Entah setelah ini kau akan membenciku atau menghinaku. Aku tidak perduli itu. Aku memang salah, aku memang telah melakukan hal yang benar-benar picik seperti ini,”
“Kang Rae In! Kau benar-benar sudah kelewatan. Kau—”
“Eunhyuk Oppa, kumohon bantu aku. Demi janin yang kukandung ini, tolong bantu aku menyelesaikan semuanya. Aku tidak tau lagi harus meminta bantuan siapa selain denganmu. Kau tau aku tidak mempunyai siapa-siapa lagi didunia ini, bahkan tak akan ada yang percaya padaku. Jadi kumohon Oppa, bantulah aku demi anak ini.”
“Mwo?”
“Bantu aku Oppa, kumohon.”
“Rae In-ah...”
“Sekali ini saja, aku berjanji setelah ini aku tidak meminta apa-apa lagi padamu. Aku hanya tak ingin masa depan ini hancur karnaku. Jadi, kumohon... bantulah aku.”
“Rae In-ah, kau tau apa yang kau lakukan itu, huh?”
“Aku tau Oppa, dan aku menyesal. 4 Bulan lagi aku akan melahirkan, dan pada saat itu semuanya pasti akan selesai. Aku harap, kau membantuku sampai saat itu tiba.”
“Kau telah menghancurkan semuanya, kau tau itu huh?”
“Nde. Karna ini semua sudah terlanjur terjadi, untuk itulah aku ingin kau membantuku sesuatu. Aku tak ingin janin ini menjadi korban kesalahanku, biar aku saja yang hidup seperti ini. Aku tak ingin dia—dia—Eungh...”
“Rae In-ah?” Eunhyuk sontak menjongkok, saat ia menyadari Rae In saat ini tengah menahan sakit.
“Gwenchana?”
“Ah... Oppa, perutku—”
“Waeyo?”
“Argh...”
“Kang Rae In! YA!” Eunhyuk sontak memekik seraya mengangkat tubuh Rae In keluar dari Apartment ini untuk ia bawa ke Rumah sakit.
‘Bantu aku, Oppa....’
***
Ada yang berbeda dari hari ini memang, rumah mewah yang bercat silver milik Tuan muda keluarga Cho ini, terdengar tak lagi senyap seperti sebelumnya. Ada orang lain yang memang telah menemani Kyuhyun disini. Cho Hiu hwi... yah, gadis itu.
“Selamat pagi Nyonya Cho,” sapa Kyuhyun seraya memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang dan menyandarkan kepalanya kebahu gadis itu. Tampak sekali Kyu masih mengantuk, bahkan sekarang kedua matanya kembali mengatup.
“Kyuhyun-ah, aku sedang membuatkan susu hangat untukmu, menyingkarlah sebentar.”
“Hu’ummmm...” desah Kyu sejenak, tanpa berniat ingin mengubah posisinya lebih dulu. Hiu hwi menjitaknya perlahan dengan senyuman, namun itu justru membuat Kyuhyun malah semakin merekatkan lagi tubuhnya pada gadis itu. Sekalipun mereka kini tak tinggal dalam satu atap lagi, tapi terkadang Hiu hwi memang menginap dirumah mewah Kyuhyun. Yah, itupun karna Kyu yang memaksa bahkan mengancamnya, hingga Hiu hwi tak dapat menolak.
‘Jika kau tidak menginap disini malam ini, lihat saja... aku akan tidur diluar pintu Apartment-mu lagi! Dan jika aku sakit, aku tak ingin menurutimu untuk minum obat. Biarkan saja aku sakit, agar kau kasihan padaku dan mengalah...’
Ancaman kekanak-kanakan seperti itulah yang selalu Kyu lontarkan untuknya. Hiu hwi selalu tersenyum ketika mengingat bagaimana manjanya seorang Cho Kyuhyun ketika mengucapkan ancaman konyol seperti itu.
“Kyuhyun-ah, kau tidak ada pekerjaan lagi hari ini hem?”
“Aniyo.”
“Hummm... karna pemberitaan yang terjadi selama ini, karir keartisanmu jadi langsung menurun. Bahkan yang kudengar, beberapa PH banyak membatalkan kontrak denganmu. Apa kau tidak apa-apa?” Kyuhyun perlahan-lahan kembali membuka matanya dengan tetap mendekap Hiu hwi. Sebenarnya, karirnya sudah lama menurun, bahkan semenjak kasus perceraian itu. Namun kali ini, sepertinya Kyuhyun benar-benar akan jatuh.
“Aku tidak apa-apa. Kau lupa? Aku ini seorang Cho Kyuhyun. Sekalipun aku tak akan menjadi bintang Hallyu lagi, tapi aku tak akan bangkrut Hiu hwi-ya. Masih ada Perusahaan Appa yang bisa aku kelolah, untuk menghidupimu.”
“Jika hanya masalah tentang kehidupanku, aku tidak perduli. Aku bisa makan hanya beberapa butir nasi dan berbagi padamu, tapi kau—” Hiu hwi membalikkan tubuhnya menghadap Kyuhyun, menatapi wajah namja itu dengan sendu.
“Kau pernah mengatakan padaku, jika saat kau lulus Sekolah menangah, kau lebih memilih untuk memasuki dunia hiburan dan menjadi seorang idola, ketimbang ikut dalam Perusahaan keluargamu. Itu berarti, kau lebih menyukai dunia hiburan yang bebas, daripada bergelut dalam dunia bisnis. Aku hanya tak ingin kelak, kau memaksakan hidupmu.”
“Hiu hwi-ya...” Kyu mengalungkan kedua tangannya kepinggang Hiu hwi, mengangkat tubuh gadis itu hingga ia terduduk diatas meja dapur. Hiu hwi hanya mengenakan kemeja putih Kyuhyun yang kebesaran dan celana pendek, hampir sama dengan yang tengah dipakai Kyuhyun saat ini.
“Aku memang menyukai dunia hiburan daripada dunia bisnis, tapi kau tau? Aku lebih menyukaimu daripada semua kebebasanku itu,” Kyuhyun membelai lembut rambut panjang Hiu hwi dan memadukan hidung mereka perlahan.
“Aku tidak perduli kelak bagaimana dengan karirku. Terkadang, aku lelah hidup didunia seperti itu Hiu hwi, namun terkadang itulah yang dapat membuatku merasa nyaman melewati hari-hari jenuh dimasa lalu. Itik bodoh, kau masih menerima pria sepertiku, eh?”
“Menurutmu?”
“Yang kutau, kau tak punya pilihan lain. Aku lebih suka ketika memaksamu untuk menerimaku, itu jauh lebih menegangkan.” Kyuhyun mengecup singkat bibir Hiu hwi untuk membasahinya pertama kali sebelum air.
“Kau hanya mantan suamiku! Jadi, jangan terlalu percaya diri.”
“Mwo? Hey, kau hanya dibuat Tuhan untuk mendampingiku. Jadi, terimalah nasibmu itu, ohk?”
“Cah, kau tidak laku lagi jadi seorang artis, jadi apa yang akan aku bang—”
“Lalu, kau mau aku terus menjadi artis dan beradu akting dengan banyak wanita cantik? Kau tak tau apa alasanku ingin menjadi idola seperti ini, heh? Itu karna pekerjaannya begitu mudah, selain aku akan menjadi terkenal, aku juga mendapatkan bonus adegan ciuman berulang.”
“YA!” Hiu hwi spontan mendeplak kepala Kyuhyun dengan alat masak didekatnya. Kyuhyun meringis, Hiu hwi benar-benar tak bisa diajak bercanda.
“Ash... kau—” ringis Kyu menyipit. Perlahan-lahan namja itu pun sentak mundur dan menjauh dari Hiu hwi.
“YA! Cho Kyuhyun, turunkan aku lebih dulu darisini.” Hentak Hiu hwi seraya mengayunkan kedua kakinya yang putih nan bersih itu.
“Tidak, mau. Kau turun saja sendiri!”
“M-mmwo?”
“Siapa suruh kau memukulku, huh? Jadi sekarang, nikmati saja mempunyai kaki pendek seperti itu.”
“YA! Ash, aro. Aku akan turun sendiri, lalu setelah itu aku akan pulang dan—”
“Hey, apa kau mengancamku ohk? Dasar...” Kyuhyun sentak kembali mendekat kearah Hiu hwi, melingkarkan lagi kedua tangannya dipinggang ramping yeoja itu. Hiu hwi tersenyum, kedua kakinya pun seketika mengapit dan mengunci tubuh Kyu dengan membuat sebuah lipatan. Tubuh mereka semakin tampak melekat sekarang.
“Saranghae Nyonya Cho...” bisik Kyu dengan menatap wajah Hiu hwi dalam.
“Na do saranghae, Tuan Cho Kyuhyun,” balas Hiu hwi seraya memainkan jari telunjuknya menyentuh mata, hidung dan bibir Kyu. Entahlah, Kyu malah terlihat sangat menikmati kenakalan dari Hiu hwi saat ini.
“Jja, sekarang turunkan aku.” Kyuhyun tersenyum mendengar rengekan manja dari gadis dihadapannya itu. Betapa Hiu hwi benar-benar semakin menggemaskannya sekarang.
CUP!
Kyu tak tahan lagi jika hanya menatapi daun bibir gadis itu tanpa menjamahnya. Hingga dengan cepat, mereka pun mulai saling berciuman seraya Kyuhyun berusaha menahan dan mengangkat tubuh Hiu hwi untuk turun dan kembali menginjakkan kakinya ke lantai dapur ini. Yah, ini benar-benar pagi yang indah untuk keduanya.
“Sudah, mandilah. Aku akan membuatkanmu sarapan lebih dulu, hem?” ucap Hiu hwi seraya melepaskan kedua tangannya yang tadi melingkar cukup erat dileher Kyuhyun.
“Baiklah, aku mandi dulu.” Kyuhyun kembali memiringkan kepalanya berniat mengecup bibir gadis itu lagi. Kali ini tak hanya sekali, tetapi hampir 4 kali kecupan, membuat Hiu hwi mendadak kesal setengah mati.
“Ash, Cho Kyuhyun!” Kyuhyun terkekeh lagi mendengar nada sebal dari gadis ini. Dengan gerakan mau tak maunya itu pun, Kyuhyun melepaskan dekapannya dari Hiu hwi dan berbalik hendak kabur.
“Dasar...” gadis itu hanya mampu tersenyum menatapi punggung Kyuhyun yang perlahan-lahan berjalan menuju area kamar pribadinya. Sungguh, berdua dan menghabiskan waktu bersama seperti ini, benar-benar terasa begitu menyenangkan. Walau Hiu hwi sadar, diluar sana masih banyak masalah yang harus mereka selesaikan segera.
“Huhhh... aku tak bisa diam melihatmu seperti Kyuhyun-ah.” Hiu hwi sontak mengambil sebuah ponsel disaku kanannya. Menekan beberapa tombol untuk mengirimkan pesan kepada seseorang. Sungguh, Hiu hwi sama sekali tak bermaksud apa-apa. Ia hanya ingin, melihat Kyuhyun bahagia, itu saja.
***
Ditempat lain, tampak seorang namja dengan rahang sempurna ini hanya terdiam, memandangi layar komputernya yang tak menyala sama sekali. Entah apa yang harus ia lakukan sekarang, seluruh pekerjaannya bahkan nyaris belum ia sentuh sejak tadi.
Kembali, ia menjulurkan tangan kanannya untuk mengambil ponsel putih dan berkelas itu disisi kiri mejanya. Sepertinya, ia tengah berniat menelpon seseorang.
“Yeobosseyo Minho-shi.”
“Nde, yeobosseyo. Nugu?”
“Aku Changmin, Shim Changmin.”
“Ah, nde? Changmin-shi, waeyo? Apa ada yang perlu kubantu? Atau design-design yang kukirim kemarin itu—”
“Aniyo, bukan itu. Tapi aku ingin meminta sesuatu padamu.”
“Mwo?”
“Aku ingin... model untuk pakaian Perusahaan yang akan kalian terbitkan bulan depan itu aku yang memilih sendiri, bisakah?”
“Mwo?”
“Aku ingin memilih Cho Kyuhyun sebagai model musim semi kali ini. Dan—”
“Mwo? MWORAGO?”
“Waeyo? Bukankah Kyuhyun adalah artis yang cukup terkenal di asia?”
“Aku tau, dia memang terkenal. Tapi, akhir-akhir ini dia lebih sering muncul di TV Infotaiment. Namja psiko itu tidak cocok, dia juga sedang terkena skandal tingkat berat sekarang. Aku tidak mau menanggung resiko penjualan Perusahaan-ku menurun, hanya karna dia yang akan menjadi modelnya nanti.”
“Cah, itu terserahmu. Memang, aku meminta pilihan? Jika kau tidak mau, juga tidak apa-apa. Aku akan mencari Perusahaan fashion lain untuk—”
“Ah, Changmin-shi. Kau tau apa akibatnya nanti, eh?”
“Aku tau! Tapi aku akan tetap memilih Kyuhyun,”
“Ash... kenapa keluarga kalian selalu membuatku frustasi, ohk?”
“Aku akan meminta jawabanmu 2 jam dari ini. Jika kau tidak menghubungiku lagi, kontrak kita akan batal.”
“MWO? KAU HANYA MENYURUHKU BERPIKIR 2 JAM?”
“Selamat memutuskan!”
“Tap—”
PIPP... PIPP....
Changmin sontak memutuskan sambungan telponnya itu dengan cepat. Kepalanya berdenyut seketika. Yah, semua apa yang tadi dikatan Minho adalah benar. Terlalu mengambil resiko, jika harus mmeilih Kyuhyun yang karirnya sudah menurun untuk menjadi model Perusahaan mereka saat ini. Tapi...
“Hiu hwi-ya... aku sudah memutuskannya. Aku akan mengrekrut Kyuhyun sebagai model kami bulan depan, jadi... aku harap kau dapat menyuruh Kyuhyun untuk pulang sebentar kerumah orang tuanya. Ada hal yang harus kubicarakan dan kubahas mengenai kontraknya.”
Changmin sentak mengirim pesan itu kepada Hiu hwi yang tadi memang mengiriminya sebuah pesan untuk meminta pekerjaan keartisan Kyuhyun. Entah dia bodoh atau apa, tapi Changmin benar-benar tak bisa menolaknya.
Sedangkan Hiu hwi? Changmin sudah menduga pasti gadis itu akan tersenyum saat menerima pesan darinya. Yah, Hiu hwi tengah tersenyum sekarang.
“Gomawo Changmin Oppa.” Hanya kata itulah yang mampu Hiu hwi ucapkan pada mantan kekasihnya itu. Sebenarnya, ia tak enak meminta hal seperti ini pada Changmin. Namun apa daya, hanya Changmin lah yang dapat membantunya sekarang.
“Tak perlu sungkan. Kau hanya perlu membalasnya dengan satu hal, tersenyumlah Hiu hwi. Itu sudah lebih dari cukup untuk membuatku tenang.”
Tangan Hiu hwi gemetar saat membaca pesan Changmin kali ini. Bagaimana pun juga, Changmin pernah menjadi sosok yang sangat berarti untuknya. Dan seandainya saja, semua ini tak berawal seperti ini. Mungkin semuanya tak akan ada yang tersiksa.
“Dari siapa?” tanya Kyuhyun seketika yang sontak saja membuat Hiu hwi gugup. Bau sabun yang Kyu pakai itu benar-benar wangi, namja itu semakin terlihat tampan sekarang.
“Changmin Oppa.” Balas Hiu hwi berbalik dengan raut seadanya.
“Changmin?”
“Tadi dia memintaku untuk menyuruhmu pulang kerumah orang tuamu sebentar. Ada hal yang ingin dia katakan padamu.”
“Hemmm?”
“Pulanglah...” ucap Hiu hwi membuat kedua orang ini saling bertatapan sejenak. Hiu hwi memaksakan senyumnya, lalu berpaling pada sarapan yang tadi ia buat. Entahlah, tiba-tiba saja perasaannya menjadi buruk lagi.
‘Semuanya belum berakhir, dan mungkin malah akan menjadi sebuah permulaan yang baru. Aku—benar-benar sangat takut akan masa depan sekarang....’
Gumam Hiu hwi dengan ekspresi kalut. Kyuhyun menatap punggungnya dari arah belakang dan menghela nafas panjang.
***
‘Kata orang aku pintar...
Tapi ketika bersamamu, aku malah terlihat bodoh.
Bahkan hanya dengan mencintaimu saja,
Akum erasa sudah bahagia...
Apakah ini akhir dari sebuah akhir?'
@Seoul Hospital_
Tampak seorang gadis yang terbaring lemah diatas ranjang inap ini hanya dapat terpekur diam dengan tatapan kosong kearah luar. Tak ada yang dapat ia lakukan lagi selain seperti ini, meratapi dan mencoba menabak apa yang akan terjadi dimasa depan.
“Aku tidak akan berhenti sampai disini. Apapun yang terjadi, aku akan tetap memperjuangkanmu. Tak perduli sekalipun semua orang tak mengingikanmu, Ibu akan berusaha apapun itu agar kau dapat hidup dan melihat bagaimana isi dunia ini. Kau tak salah, kau hanya bayi kecil yang tak punya salah apa-apa. Hanya—kesalahan itu ada padaku. Kau salah telah memilih lahir dalam perut wanita sepertiku. Maafkan aku bayi kecilku.” Rae In kembali menitikan air matanya itu. Lagi, lagi, dan lagi. Hanya menangislah yang kini dapat ia lakukan.
Kurang lebih dari setengah bulan lagi, ia akan melahirkan dan mengakhiri semua ini. Menyentakkan semua orang tentang siapa Ayah dan apa yang terjadi sebenarnya. Yah, semua itu akan terjawab saat bayi mungil itu telah keluar dari rahimnya.
‘Kau harus hidup dengan selamat sampai akhir itu tiba sayang....’
Rae In mengelus puncak perutnya yang telah sedikit mengembang dari sebelumnya. Selalu seperti ini hari-harinya ketika berada di Rumah sakit ini. Sungguh, itu membuat Eunhyuk yang memang berada diluar ruangan dan mengintip Rae In pun melemas. Ia benar-benar tak menyangka semuanya akan menjadi serumit ini.
‘Apa yang akan terjadi nanti? Bagaimana jika semuanya tau tentang hal ini sebenarnya?’
Gumam Eunhyuk menyandar disebuah sandaran bangku tunggu tepat didepan ruangan inap Rae In. Bagaimana pun juga, Kyuhyun dan Rae In adalah sahabat baiknya selama ini. Dan ia sendiri bingung, sebenarnya siapa yang menjadi korban akan keadaan ini? Dan permintaan Rae In padanya malam itu... TIDAK! Eunhyuk benar-benar masih bingung harus melakukan apa.
***
* When it all began, WHAT THIS ENDING? *
@Kediaman Keluarga Cho_
Kyuhyun terduduk disebuah bangku taman belakang Rumah mewahnya itu, menatapi berjajar bunga yang Ibunya tanam sejak ia kecil. Tak ada yang berubah disini, hanya kondisinya sekaranglah yang membuatnya jauh terlihat lebih berbeda dari sebelumnya.
Kyuhyun memijat pelan pelipisnya, otaknya benar-benar dipenuhi banyak kondisi sulit akhir-akhir ini.
“Kau siap?” ucap Changmin seketika, membuat Kyuhyun sontak menoleh padanya. Tanpa perlu dijelaskan lagi. Kyuhyun sudah tau apa maksud dari pertanyaan dari namja jangkung ini.
“Aku benar-benar sudah tak sabar ingin melihat, siapa yang menang dan siapa yang kalah kelak.” Changmin memicing menatap Kyuhyun, begitupula sebaliknya. Kedua tangan Kyu mengepal, menahan semua emosi dari apa yang tengah ia rasakan ini sekarang.
“Jika kelak anak ini lahir, dan aku bisa membuktikan kalau bayi yang ku kandung ini adalah darah dagingmu... kau harus berjanji sesuatu hal padaku—tinggalkan Hiu hwi dan berusahalah untuk menerima anak ini.”
“Ingat Cho Kyuhyun! Aku tak akan pernah melepas Hiu hwi, jika kau terus menerus menyakitinya seperti ini. Aku akan mengajaknya pergi, jika sampai anak itu memang terbukti anakmu. Cam kan ini baik-baik Tuan muda Cho!”
“Kyuhyun-ah... aku tak akan bisa bersamamu, jika anak itu ternyata memang anak yang berasal dari darah dagingmu. Aku tak boleh egois. Jika kau memang benar Ayahnya, kau harus bertanggung jawab, setidaknya untuk masa depan anak itu kelak. Untuk itulah, aku harap kau dapat membuktikan jika anak itu bukanlah anakmu. Aku percaya padamu, dan kau juga yakin jika tidak melakukan itu. Sungguh, aku benar-benar berharap itu bukan anakmu kelak.”
=TBC=
Next Part
“Dokter, bagaimana hasilnya?”
“Hummm... sebenarnya—”
===
Hayo... SIAPAKAH BAPAKNYA DARI BAYI ITU??? DAN APA YANG AKAN TERJADI SETELAH RAE IN MELAHIRKAN???? Ada sesuatu utk Next Chap yg harus aku jelaskan pada kalian... BYE!
Hidup itu antara sebuah kepercayaan dan sebuah pilihan....
SEE YOU!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar