Rabu, 01 Oktober 2014

_“BAD BOY!”_ Part. 3 [Kyu-Hwi School]

_“BAD BOY!”_ Part. 3 [Kyu-Hwi School]


Tittle                     : “BAD BOY!”
Cast                         : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating                   : PG-17 / Straight
Genre                   : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!

            “Teman perempuan? Setauku, nomor itu dihuni oleh seorang  namja.”
            “MWO? Namja?”
            “Dia Tuan Muda Cho. Cho Kyuhyun, maksudku.”
            “MWO? CHO KYUHYUN?”

This Story Original From @Jjea_



***


‘Karna aku menyukaimu,
Jadi aku tak bisa menyukai orang lain, sebanyak aku menyukaimu....’



_“BAD BOY!”_  Part. 3



            Deru nafas alam ini seakan terhuyung berlawanan arah, mendayu seakan membawa sekelebat bilik cahaya itu untuk bergeser dari peraduannya. Suara-suara parau burung camar pun bergemuruh mengiringi cahaya itu, ibarat waktu yang tengah merenungi hari. Diam, cahaya itu memang terkadang memberikan gambaran akan perubahan waktu tiap detiknya.

               * When it all began ... U’r so special *

            Hiu hwi dapat merasakan terpaan nafas Kyuhyun melalui organ penciumannya itu. Terdengar sedikit berat dan terpacu cepat, membuat Hiu hwi kembali merasakan tubuhnya merinding. Ia belum bisa berkutik lagi saat kini Kyuhyun masih betah dengan gumulan tautan bibir mereka. Hiu hwi akui ini memang ciuman pertamanya dan bahkan ia sama sekali belum mengerti untuk melakukannya dengan benar, tapi entah darimana kini ia juga dapat membalas perlakuan lidah Kyuhyun yang menggodanya itu. Yah, semuanya seolah terespon begitu saja.
            “Eunghh...,” Namja itu tiba-tiba sedikit memajukan kepalanya, mengecup ujung hidung mungil Hiu hwi sejenak, membuat yeoja itu lagi-lagi menutup kedua matanya dengan erat. Malu, tampak sekali goresan merah tercetak tebal dipermukaan kulit pipi gadis itu. Kyuhyun seolah tak menghiraukannya, namja itu sepertinya kembali berniat untuk bermain dengan daun bibir Hiu hwi yang telah memerah akibat perlakuannya tadi. Ini benar-benar gila!
            Kyuhyun tau, jika sekarang Hiu hwi tak memberikannya akses kembali untuk berjelajah lebih dalam. Gadis itu menutup rapat kedua daun bibirnya seketika! Yah, Hiu hwi tak ingin ini berlangsung lebih lama lagi. Kyuhyun terdiam, ia pun dengan amat terpaksa menarik wajahnya sedikit menjauh dari wajah gadis itu. Keduanya saling bertatapan! Aniya, Kyuhyun lah yang memandang Hiu hwi dengan tatapan tajam dan begitu dingin sekarang, seolah-olah ia ingin mempertanyakan kenapa Hiu hwi menutup bibirnya serapat itu.
            “Ak-ak-aku ... aku harus pulang sekarang. Su-supirku pasti sudah menunggu lama,” Hiu hwi sentak bersuara dengan nada yang bergetar. Ia mengerjap-ngerjap, seolah berusaha untuk tidak membalas tatapan Kyuhyun yang menghunus langsung ke kornea matanya itu.
            “Se-semoga kau lekas sembuh,” kalimat pengakhiran itu benar-benar terdengar bodoh bagi Hiu hwi. Gadis itu pun sentak mendorong tubuh Kyuhyun untuk beranjak dan membiarkannya berdiri dari posisi berbahaya ini. Kyuhyun menurutinya, ia bahkan seolah tak berniat untuk mencegah Hiu hwi.
            “Eoh..., selamat tinggal.” Hiu hwi membungkukan badannya sekilas saat ia kini sudah berdiri dihadapan Kyuhyun. Namja itu masih memandanginya dengan ekspresi sama, tanpa ucapan dan bahkan suara lagi.
            Tubuh Hiu hwi berbalik seketika. Gadis itu tengah mengumpat dalam hati, mengapa kedua kakinya ini seolah sulit sekali untuk digerakkan. Suhu tubuhnya mendadak dingin, Hiu hwi merasakan sebentar lagi ia pasti demam tinggi karna ciuman tadi itu. Sungguh, Hiu hwi seolah menjadi Mummy ketika ia berjalan keluar dari Apartment ini.

BLAM!

            Pintu keluar Apartment ini pun tertutup seketika, membuat Hiu hwi kini sentak mengeluarkan nafas panjang kelegaannya. Sepertinya, ia kembali memiliki kesadarannya lagi.
            “Ya Tuhan ... ya Tuhan...,” Hiu hwi mengangkat kedua tangannya menutupi wajah merahnya itu, lalu menghentak-hentakkan kedua kakinya layaknya seorang anak kecil. Gadis itu benar-benar merasa sangat malu sekarang!
            “Tidak ... tidak. Hiu hwi kau harus tenang, kau harus santai! Ash..., jincha!” Hiu hwi ingin sekali mencetuskan kepalanya ke tembok Apartment ini. Ia benar-benar tak bisa lagi memikirkan apapun kecuali ciuman tadi itu. Ia bahkan tak sadar telah berteriak, membuat derap langkah Kyuhyun terdengar ingin membuka pintu Apartment-nya lagi.
            “OMO!” Hiu hwi dengan cepat menutup kedua mulutnya, lalu melesat pergi dari tempat itu seketika. Ia tak perduli  lagi, jika semua orang kini menatapinya atau mungkin ia akan diduga memiliki gangguan jiwa atau semacamnya. Yang jelas, Hiu hwi sangat tak ingin bertemu Kyuhyun lagi saat ini. Itu pasti akan memalukan! Yah, gadis itu lebih memilih lari secepat mungkin dengan wajah pucat kemerah-merahan , lengkap dengan ekspresi aneh khas miliknya itu.

TING!

            Pintu Lift itu terbuka, membuat Hiu hwi yang semenit lalu berada didalamnya sentak keluar dengan kalang kabut. Entahlah, ia seolah merasa sangat percaya diri sekali Kyuhyun akan mengejarnya.
            ‘Ini benar-benar gila! Ya Tuhan...,’
            Gumam Hiu hwi dalam hati seraya masih berlari secepat mungkin yang ia bisa. Hingga sampai dilantai bawah, kaki Hiu hwi sontak saja terhenti seketika. Gadis itu dapat dengan jelas menatap seorang namja tinggi tegap tengah memandanginya dengan raut yang sangat amat tajam; tak kalah tajam dari mata Kyuhyun jika tengah menatapnya. Yah, hanya bedanya terletak pada kedua matanya. Pria ini lebih dikategorikan tengah melotot bukan menatapnya tajam seperti biasa.
            ‘Hee-Heechul-shi...,’
            Hiu hwi kembali merasakan tubuhnya menegang sekarang. Ia dapat menyadari akan tatapan mengerikan dari Supirnya itu. Sungguh, ia belum pernah menatap Heechul menunjukan ekspresinya seperti ini. Mata namja itu berkilat, ketukan kedua kakinya pun kini terdengar begitu cepat dan keras menuju kearah Hiu hwi.
            “Aku—” belum sempat Hiu hwi hendak bersuara, Heechul sudah lebih dulu mencengram pergelangan tangannya dengan keras, lalu menariknya dengan sedikit paksa. Hiu hwi terkejut! Tentu saja, Heechul sekarang terlihat benar-benar sangat berbeda. Garis wajah namja itu benar-benar menunjukan emosi dan kekecewaan yang dalam. Semua orang menatapi mereka sekarang, seolah-olah Hiu hwi menjadi tersangka yang perlu digeret paksa. Heechul tak memperdulikan itu, ia lebih sibuk menarik Hiu hwi untuk berjalan keluar dari tempat ini menuju parkiran mobil mereka.
            “Yak! Kau—” Hiu hwi merasakan pergelangan tangannya terasa berdenyut sakit, Heechul benar-benar terlalu mencengkramnya dengan keras.
            “Yak! Lepaskan aku...! Aw..., lepas. Kau ingin membuat tanganku buntung, huh? Apa kau gil—”
            “Masuk!” Sela Heechul cepat. Hiu hwi hanya mampu melongo untuk beberapa detik akan perintah namja menyebalkan dihadapannya ini. Masuk? Apakah begini cara seorang Supir menyuruh majikannya masuk kedalam mobil? Hiu hwi tersenyum sinis sekarang.
            “Mwo? Tadi kau bil—”
            “MASUK! Apa kau tidak dengar, Huh? Kubilang masuk kedalam mobil sekarang! Apa kau tuli?” bentak Heechul seketika, membuat Hiu hwi sontak saja terkejut tak percaya. Heechul membentaknya? Lalu, kenapa Hiu hwi tak bisa membalas seperti ini? Yeoja itu merasakan sedikit takut pada Heechul sekarang. Entahlah, kedua bibirnya malah bergetar menandakan ia tak dapat lagi berkata apapun, selain menuruti perintah namja ini.
            “Tsk!” Dengus Hiu hwi seraya mau tak mau masuk kedalam mobil diposisi belakang, lalu membanting pintu mobil itu dengan keras. Baiklah, Heechul sepertinya menang sekarang. Untuk yang entah keberapa kalinya, Hiu hwi merasa tak bisa melawan pria yang kini juga ikut masuk kedalam mobil itu.
            Hiu hwi tampak melirik kearah atas Apartment itu melalui jendela mobilnya, berharap jika kelak Kyuhyun akan baik-baik saja disana. Hiu hwi tau, jika tubuh pria itu masih sedikit panas saat tadi mereka berciuman. Hiu hwi benar-benar merasa sedikit kuatir sekarang, tapi ia benar-benar tak bisa berbuat banyak. Yah, terutama disaat Heechul menghidupkan mobil mereka, lalu melesat cepat layaknya orang kesetanan.


            Diwaktu yang sama, tampak kini Kyuhyun tengah berdiri mematung menghadap kearah luar jendela Apartment-nya. Bibirnya mengatup rapat dengan picingan tajamnya menuju sebuah titik. Yah, ia melihat Hiu hwi tengah digeret memasuki mobil mewahnya itu untuk pulang. Masih tetap sama, pancaran mata namja itu tampak sangat dingin dan sangat sulit sekali untuk diartikan.
            “Meow ... meow....” Wajah Kyuhyun tampak berpaling sejenak kearah kanannya, menatapi seekor binatang berbulu hitam putih lebat itu kini menggesekkan kepalanya dikaki Kyuhyun. Kyu nampak tersenyum, lalu berjongkok untuk menggendong peliharaan tersayangnya itu dengan gemas.
            “Puu...,” Kyuhyun menyuarakan suaranya memanggil kucing itu dengan sebutan sayangnya. Puu; kucing itu memang sudah beberapa bulan ini menemaninya. Sosok seekor kucing jantan yang ia temukan di Taman Apartment ini. Entahlah, Kyu melihat kucing ini seolah cermin dirinya sendiri; sangat kesepian.
            “Hummmm..., kau lapar?” Kyuhyun mengusap-usap bulu kucing itu dengan lembut seraya tetap menatapi mobil hitam kelat yang kini telah berjalan menjauh. Kyuhyun tersenyum, lalu menciumi kucingnya itu dengan gemas.
            “Hey, ayo turun,” Kyuhyun kembali berjongkok agar Puu lepas dari pelukannya itu.
            “Aku tak ingin berlama-lama denganmu Puu. Aku sedang demam, aku tak ingin kau juga ikut tertular olehku. Biarkan saja, hanya yeoja bodoh yang tadi menciumku itu yang tertular.” Kyuhyun tampak kembali mengelus puncak atas kepala sang kucing, lalu tersenyum. Sebuah senyuman tulus, yang selama ini tak pernah ia tampakkan pada orang lain.



***



            Sudah hampir 15 menit isi didalam mobil ini tak ada yang bersuara. Hiu hwi menghela nafas, lagi-lagi ia hanya dapat melakukan tindakan bodoh seperti itu. Gadis itu tampak sesekali melirik melalui kaca spion depan untuk menatapi ekspresi Heechul. Masih tegang, Hiu hwi benar-benar tak habis pikir dengan apa yang terjadi pada Supirnya itu sekarang.
            “Huhh..., aku minta maaf sudah membohongimu Heechul-shi, tapi aku sungguh tidak berniat untuk itu. Aku—”
            “Sudahlah.” Balas Heechul dengan memotong kembali perkataan Hiu hwi. Padahal, yeoja itu benar-benar sudah menaikan keberaniannya untuk membuka suara lebih dulu. Tapi ini...
            “Yak! Kenapa kau seolah marah besar padaku seperti itu, eh?”
            “Aku tidak marah, aku hanya kecewa padamu Nona. Kenapa kau harus berbohong padaku seperti ini?”
            “Jika aku tidak berbohong dan mengatakan jika aku pergi ke Apartment pribadi seorang namja, apa kau akan mengizinkanku? Tidak bukan? Jadi jangan salahkan aku, jika aku berbohong! Lagipula, aku hanya menjenguk teman priaku yang sedang sakit. Memang apa salahnya?
            “Kau seorang yeoja, Nona. Tak terlalu pantas kau pergi ke Apartment teman priamu itu seorang diri. Akan ada banyak orang yang kelak akan berpikir yang macam-macam. Jika kau memang ingin menjenguknya, setidaknya kau membiarkanku untuk menemanimu.”
            “Aku tidak perduli dengan omongan orang lain.”
            “Tapi aku perduli, Nona!” Heechul sentak meninggikan sedikit nada suaranya lagi. Hiu hwi membatu, Heechul benar-benar memiliki kepribadian yang sulit ditebak.
            “Kau masih berstatus sebagai seorang pelajar. Kau seharusnya sadar Nona, jika tugasmu dimasa sekarang hanyalah untuk belajar dan lulus dengan nilai baik. Kau belum diizinkan Appa-mu untuk mengenal pria. Kau dari keluarga kalangan yang berada, banyak orang yang akan menyorot kehidupanmu. Jadi untuk itu, jagalah tingkahmu sampai kau dapat lulus dan membanggakan keluargamu. Sungguh, kau masih terlalu lugu untuk mengilah mana pria yang baik dan mana pria yang buruk.”
            “Mwo? Cah..., Yak! Kim Heechul-shi, memangnya kau siapa HUH? Kau mengatakan banyak hal padaku seolah-olah kau mempunyai hak untuk itu. Aku ingin mengenal namja dan berkencan dengan mereka sekalipun, itu bukan urusanmu! Kau seharusnya sadar, jika kau hanya seorang Supir!” Hentak Hiu hwi tak terima. Yah, sepertinya ia sudah tak tahan lagi dengan sikap Heechul yang seakan-akan dapat mengendalikannya. Terlihat, tangan Heechul mengeras memegangi stir itu.
            “Aku tidak tau apa yang terjadi padamu Heechul-shi, tapi kau benar-benar terlihat berlebihan. Kau menyebalkan! Kau selalu bertindak seolah kau tak sadar bagaimana posisimu!”
            “Aku sadar posisiku Nona! Aku hanya tak ingin kau kenapa-kenapa.”
            “Aku kenapa-kenapa pun itu bukan urusanmu! Itu juga tak akan membuat hidupmu sengsara, ohk? Kau terlalu banyak ikut campur Heechul-shi,”
            “Cukup!”
            “Lihatlah, kau bahkan berani-beraninya membentakku. Jangan karna kau tangan kanan kesayangan Appa-ku, kau jadi berlaku seenaknya padaku seperti in—”
            “Yak! CUKUP!” Bentak Heechul keras seraya sontak menghentikan laju mobil mereka dititik ini. Tubuh Hiu hwi hampir saja terdorong kedepan, jika saja tadi ia tak berpegangan di jok mobil depan untuk menahan tubuhnya.

Hening!

            Tampak deru nafas Heechul terdengar cepat saat ini. Untuk beberapa detik, tak ada yang berbicara lagi diantara mereka. Hiu hwi lebih sibuk mengumpat sembari mengelus dadanya yang berdesir cepat. Sungguh, ini sangat mengejutkannya.
            “Maaf...,” ucap Heechul berbalik, menatapi Hiu hwi yang seolah tak ingin menatapinya. Gadis itu merasa emosi yang bercampur aduk dengan rasa sedihnya sekarang.
            “Nona Hiu hwi, aku—”
            “Kau menyebalkan!” Hiu hwi sentak membuka kunci mobilnya, lalu beranjak untuk keluar.
            “Nona, kau mau kemana?”
            “Aku ingin pulang sendiri! Aku benar-benar sudah muak melihatmu Heechul-shi!” Hiu hwi sontak berlari menjauh dari Heechul secepatnya. Sepertinya, gadis itu berniat untuk mengehntikan sebuah Taksi yang memang terlihat disekitar sini. Heechul tak mengejarnya. Baiklah, sebaiknya ia membiarkan Hiu hwi menjauhinya lebih dulu.
            ‘Maafkan aku Nona. Sungguh, aku hanya ingin menjagamu dari apapun juga....’
            Gumam Heechul seraya menatapi punggung Hiu hwi yang semakin menjauhinya untuk naik kesebuah taksi. Tubuh namja itu terdorong kebelakang, membuat tangannya bersanggah dimobil. Sesungguhnya, ia belum memakan apapun juga seharian ini. Ia hanya menunggui Hiu hwi pulang didepan gerbang sekolahnya, karna memang, tadi pagi wajah yeoja itu terlihat lemas dan tak bersemangat.
            “Hummmm....” Kepala Heechul seketika merunduk, membiarkan angin alam itu menerbangi rambut depannya untuk membentuk poni kesamping. Yah, selama ini ia selalu menaruh rambut depannya itu kebelakang. Sesungguhnya, Heechul sangat tampan! Banyak gadis yang lewat ditempat ini mulai berbisik membicarakannya. Yah, bahkan mungkin tak akan ada yang percaya jika ia seorang Supir pribadi.



***


‘Seperti seekor landak,
Terlihat berduri dan melukai dari luar,
Tapi begitu menyedihkan
Dan mudah meneteskan air mata dari dalam....’



AT Ujeong High School
Annyang, South Korea_



             Hiu hwi tampak menghentakkan kedua kakinya dengan kesal memasuki Sekolahnya ini. Heechul masih saja mengikutinya sekalipun tadi ia sudah berteriak dan memilih naik angkutan lain untuk sampai kemari. Entahlah, Hiu hwi benar-benar kesal akan tingkah namja itu.
             Gadis itu sentak masuk kedalam kelas, menatap sesosok yang kemarin sudah membuatnya terkena serangan jantung. Yah, siapa lagi jika bukan Cho Kyuhyun! Pria itu tampak menenggelamkan kepalanya keatas meja seolah tengah tertidur. Hiu hwi tersenyum seketika, tampak goresan merah itu perlahan-lahan kembali terlihat. Yah, ia sangat senang Kyuhyun kembali masuk Sekolah.
             ‘Ya Tuhan..., bagaimana ini? Kenapa jantungku semakin berdegup kencang dari sebelumnya?’
             Hiu hwi menghela nafasnya panjang untuk menghilangkan groginya itu. Tampak kakinya perlahan-lahan melangkah untuk duduk tepat dibangku bagian belakang sebelah kanan kelas ini. Yah, tepat disebelah meja Kyuhyun. Benar-benar posisi yang tidak terlalu jauh!
             Beberapa gadis didalam kelas ini tampak berbisik-bisik seraya menatap kearah Kyu. Yah, apa mungkin namja itu masih sakit? Sungguh, Hiu hwi ingin sekali menyapanya untuk menanyakan kondisi namja itu. Yah, setidaknya agar ia tak terlalu kuatir.
             “Hummm..., Ky—” belum sempat Hiu hwi hendak membuka suaranya itu untuk memantau Kyuhyun. Seorang Guru pun sudah masuk lebih dulu, sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat. Gadis itu tampak berusaha untuk bersikap biasa saja. Baiklah, kepala Kyuhyun mulai terlihat perlahan-lahan terangkat sekarang.
             ‘Oh My God ... Oh my GOD ... Oh my God!’
             Hiu hwi sedikit serba salah untuk duduk dikursinya sekarang. Ia benar-benar sangat yakin, jika saat ini namja itu tengah menoleh kearahnya dan menatapinya dengan picingan tajamnya itu. Hiu hwi mengumpat! Ia harus menahan diri untuk tidak ikut menoleh kearah samping dan membiarkan tatapan mereka bertemu. Tidak! Hiu hwi harus menahan diri untuk terus menatap Guru dihadapannya itu.
             Tebakan Hiu hwi kali ini memang benar, Kyuhyun tengah menatapinya sekarang. Posisi namja itu kini masih sedikit merunduk dengan kepala bersanggah dikedua tangannya berlawanan arah; Tidur memiring. Poni depan namja itu terlihat jatuh diwajahnya, membuat hanya satu matanya lah yang kini terlihat menghunus tajam kearah Hiu hwi. Entah bagaimana perasaan Hiu hwi sekarang, yang pasti ia merasa salah tingkah untuk bergerak.

HACHI ... HACHI ...!

             Kyuhyun sedikit menahan rasa bersinnya itu agar tak terdengar. Sejujurnya, ia masih merasakan kepalanya berdenyut sakit sekarang. Belum sempat Hiu hwi hendak mencuri pandang padanya, namja itu sudah lebih dulu mengembalikan posisinya seperti tadi; menatap kearah samping. Hingga seketika—

HACHI ... HACHI ...!

             Kali ini bukan Kyuhyun yang mengeluarkan suara bersinnya itu, tapi Hiu hwi. Yah, yeoja itu memang merasakan tak enak badan sejak kemarin, bahkan ia juga batuk dan Flu berat saat ini. Kyuhyun sedikit melebarkan matanya memandang gadis itu dan tersenyum dalam rangkupan kedua tangannya itu. Baiklah, tebakannya kemarin benar. Hiu hwi juga ikut sakit sama sepertinya akibat ciuman mereka kemarin.

HACHI ... HACHI ...!

             Hiu hwi kembali mengeluarkan suara bersinya itu seraya mengambil Tissue.
             “Bodoh!” Desis Kyuhyun kembali terkekeh diam dibalik kedua tangannya itu. Hiu hwi mendadak kaku, entah mengapa ia ingin sekali mencuri pandang pada Kyuhyun seraya ia memainkan Tissue putih dihidungnya itu.
             ‘Yah, tidak apa-apa Hiu hwi. Hanya sebentar, setelah itu sudah....’
             Gumam Hiu hwi tak karuan seraya perlahan-lahan memainkan kedua matanya itu untuk menoleh kearah samping. Dan....

GLEK!

             Hiu hwi tampak mengerjap-ngerjap saat ia menyadari jika Kyu masih menatapinya dengan posisi memiring seperti itu. Sekalipun hanya satu mata Kyuhyun yang terlihat menghadapnya sekarang, tapi itu sudah cukup membuat jantung dan darahnya berpadu dan berkontakminasi dengan cepat. Hiu hwi tak dapat bergerak, ia menatapi wajah Kyuhyun yang tersembunyi dengan gemetar, terutama saat ini mereka tengah saling menatap. Kyuhyun ... Cho Kyuhyun! Dia manusia mendekati sempurna yang membuat Hiu hwi harus berdoa siang-malam agar namja itu setidaknya juga mencintainya.
             ‘Matilah aku!’
             Tubuh Hiu hwi mendadak tegang dan dingin saat kini Kyuhyun tiba-tiba saja mengedipkan sebelah mata ke arahnya sekarang. Demi matahari siang dan purnama malam, Hiu hwi ingin sekali pingsan saat ini.
             “EHEM!” Deheman sang Guru didepan pun sentak saja membuyarkan pandangan Hiu hwi seketika, hingga kini, ia dengan cepat kembali menghadap kedepan. Wajahnya pucat kemerah-merahan dan sangat menggemaskan. Sungguh, itu lucu sekali dimata Kyuhyun.
             “Hummm..., Aku akan mengumumkan sesuatu pada kalian dan ini penting. Jadi, aku harap kalian akan mendengarnya dengan baik,” ucap sang Guru itu membuat para anak didik dihadapannya ini seketika hening dan fokus padanya.
             “Kalian tau sendiri, jika Sekolah kita tercinta ini adalah Sekolah haluan yang menjadi peran penting di Kota Annyang. Kalian juga tau, jika sebentar lagi akan diadakan sebuah Festival akbar antar Sekolah diseluruh Korea Selatan, terutama dalam Festival pekan Olahraga. Kepala Sekolah sudah memutuskan jika kita akan mengirimkan banyak Atlet dan beberapa orang yang ikut Turnament ini untuk dikirim langsung ke Seoul untuk memulai pertandingan,”
             “SEOUL? Wah....” Decak beberapa orang senang.
             “Namun, tak semua pelajar akan ikut Festival ini. Hanya beberapa saja diantara kalian yang memang mempunyai bakat tersendiri. Festival ini akan diselenggarakan selama 3 bulan. Jadi selama itu, orang-orang yang terpilih akan menatap di Seoul sampai selesai. Hummm..., nama-nama yang ikut Turnament ini telah tercetak disini,” Guru itu pun sentak menunjukan sebuah kertas yang membuat para siswa-siswi ini begitu sangat antusias, termasuk Hiu hwi. Gadis itu dengan cepat menerobos dan melihat nama-nama yang tertera disana. Yup! Jelas saja, namanya sudah pasti tertera disana. Toh, Hiu hwi adalah andalan Sekolah dalam hal Bahasa Inggris dan juga Kapten dari Chiliders Sekolah. Namun tunggu, kenapa tak ada nama CHO KYUHYUN disini. Lalu....
             “Cho Kyuhyun kau mendapatkan kehormatan untuk diundang secara pribadi sebagai Atlet Kapten Base ball Provinsi Gyeonggi.” Ucap sang Guru itu lagi, membuat semuanya sontak menoleh kearah satu titik yang sama. Yah, siapa yang tak tau, jika Kyuhyun sangat ahli dalam bidang olahraga yang satu ini.
             ‘Ah..., untunglah....’
             Gumam Hiu hwi menghembuskan nafas kelegaannya seraya tersenyum senang.



***



‘Jika tidak tahu bagaimana mencintai,

Sebaiknya belajarlah bagaimana untuk peduli....’



               * When it all began ... New Life *



             Sekalipun bentangan langit itu terlihat sama, tapi udara didua tempat yang berbeda dapat memberikan perbedaannya. Yah, tempat ini sebenarnya sama saja dengan Kota lain. Mempunyai langit, mempunyai alam, dan mempunyai tumbuh-tumbuhan yang cantik. Namun terkadang, suasana dan oksigen yang dihirup dari dua tempat yang berbeda itu benar-benar terasa lain. Entah apa bedanya, tapi memang benar-benar terasa lain.



AT Seoul, South Korea_



             Hiu hwi mendengus geram seraya menarik koper yang ia bawa kedalam sebuah rumah yang cukup mewah. Gadis itu mendengus, seolah tak terima jika sang Supir-nya ini juga ikut ke Seoul dengannya. Yah, Appa-nya benar-benar tak mengizinkannya ikut, jika tidak ada Heechul yang akan menemaninya selama disana. Yang benar saja? Berdua dengan Supir muda yang hanya terpaut 5 tahun dengannya.
             “Nona, biar aku saja yang membawa kopernya.” Heechul sentak menarik paksa koper Hiu hwi dan masuk kedalam tanpa menoleh lagi.
             “Cah, menyebalkan!” Hiu hwi melipat keduanya didepan dada seraya menghentak-hentakkan kedua kakinya kesal. Ia memang tak tinggal berdua dengan Heechul, tapi juga ada seorang Ahjumma yang akan menemani Hiu hwi dan membantu segala persiapan yeoja itu. Namun tetap saja, Hiu hwi benar-benar belum bisa menerima itu.
             Hiu hwi merunduk menatapi bebatuan dihalaman rumah Seoul-nya ini. Yah, ini adalah rumah kedua orang tuanya, sebelum Ibunya meninggal 2 tahun yang lalu itu.
             “Bagaimana dengan namja itu? Apa yang dia lakukan sekarang?” Hiu hwi memajukan beberapa senti bibirnya kedepan membentuk bulatan. Yah, siapa lagi yang sedang ia pikirkan sekarang, jika bukan namja tampan yang selalu mengelilingi otaknya itu; Cho Kyuhyun. Namja itu beserta rombongan lainnya memang ditempatkan disebuah Apartment yang cukup murah di daerah tempat itu. Tentu saja, semua ini tanpa biaya apapun.
              “Nona Lee, masuklah. Diluar cukup dingin!” Teriak Heechul dari arah jendela kaca yang tembus pandang dirumah ini. Hiu hwi tertegun. Apakah ia tak salah lihat?
              “Itu, Ahjusshi Supir?” Hiu hwi sedikit tercenang memandangi seorang pria dengan pakaian Sweater putih dan celana tidur panjang tengah menyesapi kopi hangat tak jauh dari hadapannya. Pria itu benar-benar tampak berbeda dengan handuk putih yang melingkari leher jenjangnya itu. Sesekali Heechul tampak mengusap-usap rambut yang agak keritingnya itu dengan lembut, membuat rambutnya yang basah menjutai indah. Tampan! Entah Hiu hwi terlalu bodoh atau apa untuk menyadari supir pribadinya itu sebenarnya memang cukup tampan.
              “Aniya! Lebih tampan Kyuhyun!” Umpat batin Hiu hwi mendengus kesal.



***



AT Gwangye High School
Seoul, South Korea



              Hiu hwi tampak baru saja hendak melangkah masuk ke gerbang Sekolah ini. Yah, mereka memang disuruh untuk ke Sekolah Elite di Seoul ini sebagai pertemuan awal antar para calon Turnament yang ada. Gadis itu bergidik, tempat ini benar-benar sangat ramai sekarang! Mengerikan....
              ‘Kemana teman-teman dari Sekolahku? Dimana Kyuhyun Oppa?’
              Hiu hwi sentak menengok untuk melirik beberapa orang yang ada disini. Ia sesungguhnya tak terlalu suka keramaian seperti ini, benar-benar membuat pusing. Yah, mau tak mau, ia harus bertanya dengan orang lain.
              “Ohk, permisi Nona,” sapa Hiu hwi menghampiri segerombolan gadis-gadis itu. Tampang angkuh, Hiu hwi sebenarnya bukan sengaja menampakkannya, tapi wajahnya memang sudah seperti itu. Salah satu gadis itu berbalik lalu menatapinya dengan aneh dari bawah sampai keatas dan kebawah lagi.
              “Kau seperti boneka,” celetuk gadis asing itu dengan kedua matanya yang berbinar indah. Hiu hwi tercenang, kenapa gadis ini seolah menyukainya?
              “NDE?”
              “Wah..., kau juga memiliki mata yang sangat besar. Kau benar-benar cantik!”
              “Ohk?”
              “Tubuhmu mulus dan sangat berseri. Owh..., benar-benar tipe gadis idaman,”
              “Huh?”
              “Cah, namaku Yura. K-i-m Y-u-r-a. Omo! Kau menggemaskan sekali!” Gadis yang bernama Yura itu pun kembali berceloteh seraya mencubit kedua pipi Hiu hwi dengan gemas. Hiu hwi nampak layaknya orang bodoh; melongo.
              “Kau siapa?” tanya Yura antusias.
              “Ah, nde? Aku—aku Hiu hwi, Lee Hiu hwi. Aku siswi dari Sekolah Ujeong, Annyang.”
              “Oh..., kalau aku Siswi Sekolah sini. Jja, kita pergi berkeliling.”
              “Humm, Yura-shi..., sebenarnya aku sedang mencari teman-teman dari sekolahku. Apa kau tau dimana kelas pertemuannya?”
              “Kelas pertemuannya ada didalam,”
              “Nde, tentu saja ada didalam! Maksudku letak ruangannya,” balas Hiu hwi sedikit kesal. Yura nampak terkikik, lalu menarik pergelangan tangan Hiu hwi untuk semakin masuk kedalam Sekolah ini.
              “Sekolah kami ini sangat luas, bahkan dinobatkan menjadi Sekolah dengan wilayah paling luas se-Asia. Kami juga mempunyai fasilitas Sekolah yang begitu lengkap. Disana ada kolam renang dan ruangan fitnes untuk para Siswa yang gemar berenang dan membesarkan tubuhnya,” Hiu hwi hanya dapat mengangguk-angguk mengerti. Sebenarnya, bukan ini yang ia ingin ketahui. Gadis itu tampak membuka mulutnya sedikit saat ia mulai menatapi satu per satu orang yang berlalu lalang ditempat ini. ANEH! Hiu hwi berani bertaruh, jika belum ada manusia yang normal yang saat ini ia lihat di Sekolah ini. Lihat saja itu, yah seorang namja dengan jaket hitam tengah mengangkat kedua tangannya keatas, lalu berkomat-kamit seakan tengah membaca mantra.
              “Namja yang kau lihat itu bernama Yesung, dia satu-satunya Siswa para normal yang memiliki kekuatan magic di sekolah kami. Kusarankan untuk jangan dekat dengannya, dia mengerikan!” Yura sontak menarik tangan Hiu hwi untuk berlari, saat Yesung menoleh menatapi mereka. Hiu hwi bergidik!
              “Namja itu bernama Eunhyuk, namja yang pintar sekali menyebarkan virus sesat. Dia adalah Siswa yang menjabat menjadi Guru Biologi bertema yadong,” tunjuk Yura pada salah seorang namja yang tengah tertawa bersama pemuda lainnya seraya menatapi sebuah buku.
              “Nah, pria tampan yang diujung sana itu adalah Choi Siwon. Jika kau ada masalah, kau datang saja padanya. Aku jamin, kau akan langsung bertobat siang dan malam. Dia benar-benar religius,” Yura sentak mengangguk-angguk seraya menunjuk seseorang yang tengah duduk bersila disebuah pondok yang terbuka. Hiu hwi mengernyit, kenapa tempat ini lebih buruk dari Sekolahnya?
              “Satu lagi..., kau lihat pemuda itu—” Hiu hwi tampak menoleh mengikuti arah jari telunjuk Yura saat ini. Yah, tepat pada seorang namja yang kini tengah memegangi sebuah tangkai bunga mawar. Dan disampingnya, ada seorang namja lagi berkaca mata tengah menghembuskan nafasnya berulang.
              “Kau harus berhati-hati dengannya. Pemuda yang memegang bunga mawar itu bernama Lee Donghae, seorang namja yang sangat pintar sekali bergombal. Dan disampingnya, namja berkaca mata itu bernama Ryeowook. Dia asisten pribadi Hae yang sangat setia untuk belajar bagaimana cara merayu wanita.”
              “Hummm..., gomawo Yura-shi atas penjelasannya. Tapi, apa kau tau dimana ruang pertemuan itu berlangsung?” Hiu hwi benar-benar sudah tak tahan lagi mendengar ocehan gadis berambut pirang disampingnya ini. Bisa menghabiskan waktu sebulan, jika harus mendengar seluruh cerita pribadi umat manusia yang berada di Sekolah ini.
              “Tadi itu aku hanya mengenalkanmu dengan anggota-anggota Osis Sekolah kami, kau belum berkenalan dengan yang la—”
              “Itu cukup. Aku hanya perlu menemukan teman-temanku dan masuk keruangan pertemuan itu. Kau tau dimana? Apa masih jauh? Diujung sana?”
              “Bukan, ruang pertemuannya bukan berada diujung sana,”
              “Lalu, dimana?”
              “Ruangan pertemuan itu berada dekat dengan gerbang Sekolah ini. Didekat tadi kau menyapaku.” Jawab Yura riang, membuat Hiu hwi sontak membelalakan matanya.
              “MWOYA? Jadi disana? Yak! Lalu kenapa kau membawaku sampai sejauh ini dan—ash—sudahlah.” Hiu hwi sontak berbalik dengan raut wajah tertekuk sebal.
              “Hiu hwi-shi, sampai bertemu lagi!” Teriak Yura dengan lambaian tangannya pada teman barunya itu. Hiu hwi menoleh, menatapi senyuman tulus seorang teman yang dari dulu tak pernah ia dapatkan.
              ‘Gadis itu benar-benar aneh!’
              Gumam Hiu hwi seraya melanjutkan langkahnya lebar untuk setengah berlari. Hiu hwi benar-benar ingin cepat sampai dan bertemu teman-temannya, terutama Kyuhyun. Tempat ini sangat asing! Benar-benar ia tidak menyukai ini.
               “Ash..., aku—”

BRUUUKKKK!

               Hiu hwi merasakan kepalanya seolah terhantam sesuatu. Tubuhnya sedikit oleng, membuat Hiu hwi sentak saja terjatuh seketika. Yah, ia kini mendadak menjadi perhatian semua mata yang ada disini. Terdengar, dentaman bola basket yang menjadi asal muasal kejadian ini.
               “Sial! Siapa yang berani-beraninya melemparku dengan bola basket ini! Aw..., kepalaku!” Hiu hwi berusaha berdiri dari cercaan tawa yang mengarah padanya saat ini. Jika saja ini adalah Sekolahnya, mungkin Hiu hwi akan melaporkan semua orang yang tengah menertawainya ini.
               “Bola basket biadab!” Hiu hwi sentak mengambil bola itu dan menginjaknya kasar. Dengan bercampur emosi dan mood yang saat ini kurang baik, gadis itu pun sentak mengambil Cutter didalam tasnya untuk berniat membunuh bola basket itu dengan tangannya sendiri. Semua orang tercenang; diam. Yah, Hiu hwi sekarang tengah berjongkok seraya menusukkan Cutter ditangannya pada bola basket malang itu. Terdengar, angin dari bola itu keluar, menandakan sebentar lagi benda bundar itu tak akan bisa memantul lagi seperti biasa.
               “Rasakan ini!” Hiu hwi kembali berdiri, lalu menginjak-injak bola yang telah kempis itu. Baiklah, mungkin Hiu hwi tak tau, siapa pemilik bola itu.
               “Yak! Kau—OMO! Kau apakan bola basket kesayanganku itu, HUH? Yak! Hentikan...!” Pekik seseorang seketika, membuat tempat ini semakin ramai. Hiu hwi diam sejenak! Ia kontan saja menyibakkan rambut panjangnya itu untuk melihat siapa yang telah berteriak padanya tadi. Dan....
               “Apa ini bolamu?” tanya Hiu hwi ketus, membuat namja yang tadi berteriak padanya itu sontak melongo. Cantik! Namja itu tampak tertegun menatap setiap organ  wajah gadis dihadapannya ini.
               “Yak! Apa kau tau jika bolamu ini mengenai kepalaku, huh? Lihat ini..., dahiku jadi benjol seperti ini!” Hiu hwi memicing serius. Namun aneh, namja itu malah terlihat senang Hiu hwi berteriak-teriak.
               “Omo! Nona, kepalamu terbentur bolaku? Ah, mianhae. Sini, biar aku lihat,” Namja itu sesegera mungkin berlari menghampiri Hiu hwi dengan kedua mata bersinar LOVE. Hiu hwi tampak bergidik, kenapa jadi seperti ini?
               “Baiklah, aku akan bertanggung jawab Nona. Hummm..., perkenalkan. Namaku Khazuma Tetsuya, aku anak dari Pemilik Yayasan Sekolah ini,”
               “Nde?”
               “Cah, tidak usah terkejut seperti itu. Kepalamu sepertinya memang butuh tindakan cepat. Aku seorang laki-laki, untuk itu aku akan pertanggung jawab. Bagaimana jika kau menjadi kekasihku, Nona?”
               “MWO?”
               “Aku bisa mengobati dahimu, jika kau izinkan,”
               “Geurae, tapi—”

CUP!

               Tubuh Hiu hwi tampak membeku dititik ini tatkala ia merasakan kedua bibir tak bertulang itu mengecup dahinya dengan lembut. Semua orang menganga, bukan hanya semua orang, tapi juga Hiu hwi sendiri. Ini adalah ciuman keduanya setelah Kyuhyun. Yah, sekalipun bukan dibibir, tapi tetap saja ini namanya ciuman!
               “Nona, bagaimana? Sudah tak terasa sakit lagi?”
               “Ohk?” Hiu hwi memucat sekarang! Ia mati gugup, sampai tak bisa bergerak.
               “Nona, kau ini lucu sekali. Siapa namamu?” pria yang bernama Khazuma itu pun sentak mengacak rambut Hiu hwi dengan gemas dan tersenyum. Namja Jepang ini benar-benar memiliki senyuman yang sangat lebar dan indah.
               “Nona, siapa namamu? Apa kau ingin aku mencium—”

BRAAKKKK!

               Khazuma merasakan kalimatnya terpotong secara paksa oleh sesoerang yang kini tengah mendorongnya menjauh dari gadis dihadapannya itu. Cukup keras, membuat sukses namja berdarah jepang itu terpelanting di rerumputan.
               “Yak! Kau jangan pernah menyentuh lagi gadis ini. Jika tidak, kau akan berhadapanku.” Ucap seseorang seketika, membuat Hiu hwi sentak sadar dan menoleh.
               “Kyuhyun Oppa....” Hiu hwi mengerjap-ngerjap tak percaya sekarang. Ia tengah berada dalam dekapan Kyuhyun! Namja itu ... namja itu kini tengan mengalungkan satu tangan kelehernya.
               “Idiot!” Umpat Kyuhyun menatapi Hiu hwi dengan tajam. Namja itu pun sentak menarik paksa tangan Hiu hwi untuk mengikuti langkahnya sekarang. Entahlah kemana, yang jelas Hiu hwi hanya dapat menurut. Baiklah, sepertinya mereka telah membuat sebuah pembicaraan yang cukup menghebokan diawal pertemuan ini.
               “Kyuhyun Oppa...,” desah Hiu hwi. Namun, Kyuhyun benar-benar tak memperdulikan itu. Namja itu terlalu sibuk menarik Hiu hwi untuk berada ditempat yang sepi.
               “Oppa..., kita mau kemana? Ini—”

BRAAAKKK!

               Kyuhyun sontak saja menghempaskan tubuh Hiu hwi kesebuah dinding belakang Sekolah ini. Gadis itu terhenyak, bukan saja karna hempasan itu, tapi juga karna tubuh Kyuhyun kini berada dekat dengan tubuhnya. Hiu hwi merasakan gesekan hidung Kyuhyun pada hidung mancungnya itu. Nafas gadis itu menderu cepat!
               “Ini tempat asing, jangan membuat masalah!”
               “Oppa....”
               “Bodoh!”




=TBC=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar