“Ikan Hiu With Telur Ungu” [SEQUEL. 2]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Jung Yunho, AndSuper Junior Members
Rating : T / Straight
Genre : Romance
This Story OriginalFrom @Jjea_
Don’t BASH... This JustFor Fun!
Whenit all began, YOU!!!!
Senyap! Mungkin itulah yang kini terjadi didalam ruangan yang tampak cukup luas ini. Beberapa perabotan terlihat ikut diam, menjadi saksi bisu pertengkaran yang terjadi beberapa menit yang lalu didalam ruangan VVIP kelas paling atas Pub ini. Tak ada sahutan lag dari Hiu hwi, bahkan semenjak Kyuhyun memposisikan kepalanya bersandar tepat diatas perutnya, mengalungkan kedua tangannya untuk mengikat pinggang Hiu hwi.
“Huhhh...,” gadis itu hanya menghela, membiarkan Kyuhyun melelapkan kelelahannya lebih dulu. Jujur, sebetulnya ia juga sangat ingin melihat Kyuhyun seperti ini. Namun, ia merasa itu tidaklah pantas.
“Kyuhyun-shi, apa kau sudah tidur?” tanya Hiu hwi seraya memiringkan kepalanya untuk bermaksud mencari tau aktivitas namja yang tengah berada disandaran tubuhnya itu. Hiu hwi tak dapat bergerak banyak, mengingat jika posisinya juga tengah terlentang disofa. Sedangkan Kyuhyun menimpanya dengan kepala yang berada tepat diatas perut Hiu hwi. Benar, jika ada orang lain yang melihat mereka seperti ini, pasti semua orang akan salah paham.
“Kyuhyun-shi...,” Hiu hwi mencoba untuk bergerak lagi. Namun sayang, ia tak cukup bisa untuk melakukannya. Tubuh Kyuhyun sedikit berat untuk ia singkirkan, dan sepertinya namja itu juga telah tertidur lelap. Entahlah, mungkin karna selama akhir-akhir ini Kyuhyun memang tak terlalu bisa tertidur dengan nyaman.
Hiu hwi kembali menengadah keatas langit-langit ruangan ini. Jika saja ia boleh jujur, sebenarnya ia sangat nyaman dengan posisi mereka saat ini. Entah mengapa, Hiu hwi merasakan ada sesuatu yang memang membuatnya agar membiarkan ini lebih lama lagi.
“Huhh ... Kyuhyun-shi,” Hiu hwi memberanikan diri untuk mengangkat tangan kanannya agar menyentuh kepala Kyuhyun, mengelusnya lembut dengan perasaan yang dalam. Perutnya seakan sedikit tertekan kebawah akibat tindihan kepala Kyuhyun, membuat Hiu hwi seolah merasakan isi perutnya tengah bergerak-gerak; seperti apa yang dikatakan Kyuhyun padanya tadi. Entah apa itu, Hiu hwi masih belum tertarik untuk membahasnya lebih dulu. Yang terpenting sekarang adalah ... melepaskan diri dari namja ini, sekalipun ia memang merasa nyaman.
“Maafkan aku,” Hiu hwi perlahan-lahan menggerakkan kakinya agar ia dapat setidaknya duduk. Kyuhyun memang sepertinya tengah tertidur amat sangat pulas, hingga ia tak menyadari gerakan sedikit memaksa dari Hiu hwi. Yeoja itu harus ekstra hati-hati agar tak membangunkan Kyuhyun, untuk selanjutnya berdiri dan memberi Kyuhyun sebuah bantal sebagai pengganti sandaran kepalanya.
Berhasil! Hiu hwi kini telah berdiri dan memposisikan tubuh Kyuhyun agar nanti tak terjatuh diatas sofa. Wajah namja itu benar-benar seperti malaikat, putih, polos, dan bersinar tampan. Yah, cukup membuat jantung yeoja itu semakin berdegup kencang.
Hiu hwi sontak membuka kedua sepatu Kyuhyun agar namja itu lebih nyaman untuk terlelap, mengurangi dinginnya AC ruangan ini agar nanti Kyuhyun juga tak kedinginan. Tak lupa, Hiu hwi juga mengambil sebuah jaket kulit hitam didalam tasnya, lalu ia letakkan ketubuh Kyu. Namja itu menggeliat kecil sejenak, merasakan nyaman yang mulai menjalar kedalam sanubarinya.
“Sekali lagi aku minta maaf Oppa. Ah, aniya—maksudku Kyuhyun-shi,” Hiu hwi menjongkok dihadapan wajah Kyu, menikmati detik demi detik keindahan wajah Kyuhyun yang ia rindukan akhir-akhir ini.
“Tidurlah dengan nyenyak, ohk? Semoga Tuhan selalu menjagamu, berbahagialah Cho Kyuhyun,” Hiu hwi sontak membelai rambut depan Kyuhyun dengan lembut, tersenyum sejenak saat ia mendengar dengkuran kecil dari namja itu. Sungguh, betapa Kyuhyun sangat manis sekarang.
“Selamat malam,” Hiu hwi sontak mendekatkan wajahnya pada Kyu, dan mencium pipi namja itu sebagai salam perpisahan. Hiu hwi hanya berharap, setelah ini Kyuhyun tak akan berusaha untuk mencarinya lagi.
“Aku merindukanmu Cho Kyuhyun,” ucap Hiu hwi yang lebih tepatnya seolah tengah berbisik pelan. Kedua mata gadis itu terlihat sedikit memerah, menahan tangis agar ia tak menitikan air matanya lagi. Aneh! Entah mengapa, ia merasa ingin menangis setiap kali menatap wajah Kyuhyun seperti ini. Mungkin, karna ia terlalu merindukan sosok namja itu tanpa ia sendiri sadari.
Hiu hwi tiba-tiba kontan berdiri, berbalik untuk mengambil tas dan keluar dari ruangan ini. Sedikit ragu, mengingat kini ia berhenti melangkah dan kembali berbalik untuk menatap Kyuhyun.
‘Aniya ... aniya....’
Hiu hwi seolah berusaha untuk menguatkan diri agar dapat meninggalkan namja itu sendiri. Ia tak bisa terus menerus menatap Kyuhyun seperti ini, karna toh, itu malah akan semakin membuat dadanya terasa sakit.
BLAM!
Hiu hwi menutup pintu ruangan itu dengan sedikit pelan. Sekali lagi, ia hanya tak ingin mengganggu Kyuhyun istirahat. Yeoja itu sedikit merunduk, mencoba untuk menenangkan diri dengan berjalan keluar Pub ini. Ia harus mencari ketenangan diluar, setidaknya bertemu dengan semilir angin malam yang mungkin akan mengembalikan perasaan sedihnya itu.
“Seung Ho-ya...,” panggil Hiu hwi seraya menopang dagu diatas pantry tempat memesan minum itu.
“Sudah selesai Noona? Wah, cepat sekali. Padahal, aku kira pria itu akan mengurungmu sampai pagi nanti.”
“Cah, dia tak sekuat itu menahan kantuk. Oh ya, nanti setelah dia bangun, bisakah kau membuatkannya Susu hangat?”
“Nde?” Seung Ho sedikit membuka lebar matanya tatkala mendengar permintaan gadis cantik dihadapannya itu. Seumur-umur ia berkerja disini, Hiu hwi tak pernah memperhatikan klien-nya, bahkan sampai memikirkan untuk memberi klien-nya itu Susu hangat.
“Waeyo? Memang ada yang aneh?” tanya Hiu hwi risih akan tatapan Seung Ho itu.
“Aniyo, hanya saja—”
“Seung Ho-ya, jika nanti dia menanyakanku, kau bilang saja tidak tau apa-apa ohk? Dan nanti, jangan pernah menerima pria yang ‘katamu’ bule itu untuk memesanku lagi.”
“Mwo? Ah..., geurae Noona. Tapi, jika aku boleh tau ... memangnya ada apa? Apa bule itu berbuat tak senonoh padamu?”
“Huh? Ah, aniyo. Aku hanya tidak suka dengan wajah barat lagi sekarang,” sahut Hiu hwi asal, membuat Seung Ho mengangguk-angguk mengerti. Hening! Hiu hwi tampak mengacak rambutnya sedikit frustasi seraya mengedarkan matanya pada keadaan sekelilingnya itu. Tempat ini memang selalu terlihat meremang seperti biasa, dengan lampu yang berkelap-kelip seolah ingin mensejajarkan irama dentuman musik disko yang selalu tak pernah berhenti berbunyi itu. Sebenarnya, begitu banyak pria-pria disini yang tengah melirik Hiu hwi, namun siapapun disini tau siapa LEE HIU HWI. Seorang gadis yang tak bisa digoda dan disentuh sembarangan orang.
“Hummm...,” Hiu hwi tampak bergumam dengan kedua picingan matanya menatap kedua pasangan tengah berdebat serius tak jauh dari tempat ia duduk sekarang. Sepertinya, kedua pasangan itu memang sejak tadi beradu mulut.
“Seung Ho-ya, ada apa dengan Eun Bin?” tanya Hiu hwi seketika, membuat Seung Ho ikut memicing menatap kedua pasangan yang tengah bertengkar itu. Kim Eun Bin ... dia seorang yeoja yang juga bekerja di Pub ini seperti Hiu hwi, hanya saja Hiu hwi lebih mempunyai kedudukan yang lebih tinggi dibanding dengan Eun Bin.
“Dia gadis malang yang menyedihkan Noona. Eun Bin sudah hamil akibat bermalam dengan klien muda yang ia bilang mencintainya. Cah, mencintainya? Bahkan namja itu terlihat muak dan tak ingin bertanggung jawab,”
“Mwo? Ha-hamil?” Hiu hwi sedikit terperangah mendengarnya. Memang semenjak tadi, Eun Bin terlihat mual dan ingin muntah, bahkan wajahnya pun terlihat pucat. Entahlah, Hiu hwi jadi ingin ikut muntah melihatnya.
“Yunho Hyung sudah memecatnya kemarin,”
“Mwoya?”
“Eun Bin ketahuan hamil dan bersikeras meminta agar Yunho Hyung tak memberi perhitungan dengan namja brengsek yang telah menghamilinya itu. Eun Bin sepertinya sangat mencintai namja itu, ia bahkan rela melakukan apapun agar namja itu mau bertanggung jawab. Namun sepertinya, namja itu masih terlalu muda untuk berpikir tanggung jawab atau semacamnya.”
“Geuraeyo? Hummm...,”
“Padahal yang ku tau Noona, mereka hanya melakukannya satu kali. Eun Bin mungkin lupa memakai pengaman atau apa, hingga jadi seperti itu.”
“Nde? Ha-hanya sekali?”
“Hu’um. Melakukan hubungan seperti itu tak harus berkali-kali, jika ingin langsung hamil. Mungkin, namja itu terlalu banyak mengeluarkan—”
“Seung Ho-ya, aku ingin pulang sekarang.” Sela Hiu hwi mendadak pucat, membuat Seung Ho mengangkat kedua alisnya bingung.
“Nde. Tapi—apa Noona baik-baik saja? Apa perlu kusuruh anak buak kita untuk mengantarmu?”
“A-aaniyo, aku akan naik taksi saja,” balas Hiu hwi seraya mengambil cepat tasnya, lalu dengan segera keluar dari Pub ini. Entahlah, ia seolah takut akan sesuatu hal.
‘Tidak, tidak mungkin aku juga—ash—aku pasti mual hanya karna Maag saja!’
Hiu hwi sontak menautkan jari-jemarinya yang gemetar dan terus berjalan. Hingga—
Huekkk ... hueekkk....
Hiu hwi kontan membekap mulutnya sendiri seraya kini malah berlari untuk segara keluar. Entahlah, ia merasa semakin mual dan memucat! Hamil? Hiu hwi benar-benar tak ingin mendengar kata itu lagi.
***
@Dorm Super Junior_
Eunhyuk sontak saja melompat kearah pintu tatkala mendengar suara gemerusuk didepan pintu Dorm mereka. Memang, beberapa member Suju ini sudah sejak tadi menunggu seseorang yang tak pulang semalaman. Bukan saja karna kuatir, tapi karna takut jika pihak agensi mereka tau, jika salah satu dari mereka semalaman tak pulang dan berkeliaran diluar.
“Kyu!” Panggil Siwon yang sontak bersuara tatkala maknae mereka itu masuk dengan tampang kusut. Bukan hanya wajahnya yang tampak lelah, tapi juga bau tubuh dan pakaiannya yang sudah terlihat lusuh.
“Kau darimana saja, eh? Bukankah kau hanya pamit pada kami 3 jam? Lalu—”
“Aku mengantuk Hyung. Ini masih jam 6 pagi, jangan dulu mengintrogasiku. Aku lelah!” Sela Kyu seraya berjalan gontai kearah kamarnya. Semua member Suju ini saling bertatapan. Mereka tau, jika semalam Kyu pergi ke Pub untuk mencari Hiu hwi.
“Kyu, apa kau ber—”
BLAM!
Belum sempat Sungmin hendak angkat bicara pada Kyu, namja itu sudah lebih dulu menutup pintu kamarnya dengan kasar. Memang benar, selama tragedi ulang tahunnya saat itu, Kyu lebih banyak tidur di Dorm ketimbang rumah mewahnya itu. Kyu bahkan tak menyuruh semuanya untuk mengganti apapun isi dalam rumahnya seperti awal. Ia seolah lebih suka, jika semuanya telah berubah semenjak gadis itu tinggal bersamanya dirumah.
“Apakah dia sudah bertemu dengan Hiu hwi?” Kang In berkata sedikit pelan pada para sahabat-sahabatnya itu. Semuanya mengangkat bahu, seolah tak tau sama sekali.
“Kurasa iya. Yang kutau, Kyuhyun kemarin menandatangani sebuah cek dengan jumlah yang lumayan besar, mungkin saja itu untuk menyewa Hiu hwi.” Timpal Ryeowook membuat semuanya mengangguk-angguk paham. Entah, sejak kapan para namja-namja tampan ini hobi membuat gosip sesama member mereka sendiri.
“Lalu, diantara kalian ada yang tau apa yang sebenarnya terjadi pada Hiu hwi dan Kyuhyun?” tanya Shindong memulai analisa mereka. Semua orang menggeleng frustasi.
“Mungkin Hiu hwi tanpa sengaja membawa baju Kyuhyun, atau mungkin baju Hiu hwi dan Kyuhyun tertukar, jadi—” perkataan Ryeowook kali ini sontak saja tercekat saat para sahabatnya itu menatapnya dengan tampang kesal.
“Jika hanya baju, tak mungkin dia seperti itu!” Hentak Eunhyuk frustasi. Terkadang, Ryeowook benar-benar sangat polos!
“Cah, aku kan hanya menebak. Mungkin saja kan Kyuhyun dan Hiu hwi waktu itu saling bertukar baju, dan—”
“Kim Ryeowook, kau bisa diam atau aku akan menyumpal mulutmu dengan tanganku sendiri. Yesung Hyung sedang wamil, ini kesempatanku untuk menganiayamu.” Dengus Eunhyuk mengerikan, membuat malah member lainnya menggeleng-geleng tak karuan. Eunhyuk bukannya menakutkan, tapi malah membuat wajahnya tampak semakin aneh.
“Aku kan hanya memberi pendapat Hyung! Lagipula, kalian pikir apa masalah mereka jika bukan karna baju? Tidak mungkinkan mereka saling mencintai akibat lelucon gila itu? Kalian in—”
“Cinta?” potong Donghae cepat. Sepertinya, ia tengah memikirkan sesuatu.
“Yak! Apa jangan-jangan, Kyuhyun dan Hiu hwi sebenarnya memang menganggap saat itu mereka adalah sepasang suami-istri, lalu mereka mulai saling memperhatikan dan akhirnya saling menyukai?” lanjut Donghae, membuat semua orang melongo menatapnya. Donghae benar-benar cepat, jika sudah menyangkut urusan percintaan.
“Ah, aniya. Itu pasti tidak mungkin. Bukankah pada saat itu hanya sebentar?”
“Sebentar? Yak! Yeoja yang kita sewa itu adalah gadis secantik Hiu hwi, kau pikir sulit untuk jatuh cinta pada yeoja sepertinya, eh? Apalagi selama ini, Kyuhyun jarang berani lagi membuka hatinya untuk wanita lain, kurasa saat ia menemukan sosok Hiu hwi yang sangat memperhatikannya. Kyuhyun merasa nyaman, dan itu bisa jadi awalan untuk menyukai seseorang.” Jelas Hae panjang lebar. Sepertinya, dia memang sangat berpengalaman dalam urusan yang seperti ini.
“Hummm..., benar juga. Tapi, itu tidak mungkin Hae-ya!” Eunhyuk sedikit tersenyum dan mendeplak kepala Donghae.
“Mana mungkin Kyuhyun menyukai gadis seperti Hiu hwi? Bukankah selama ini Kyuhyun selalu jatuh cinta dengan gadis yang mempunyai latar belakang tinggi?”
“Itu mungkin saja Hyuk-ah..., cinta tidak mengenal latar belakang lebih dulu.”
“Tetap saja tidak mungkin!”
“Itu mungkin!”
“Tidak mungkin!”
“Mungkin Hyuk-ah!”
“Tidak!”
“Mungkin!”
“Tid—”
BRAAKKK!
Sentak saja terdengar suara hentaman keras dari dalam pintu kamar Kyuhyun, membuat sontak saja Eunhyuk dan Donghae menghentikan perdebatan mereka. Sepertinya, didalam kamar itu ada sesuatu yang telah terbanting.
“Yak! Kalian bisa diam tidak, HUH? Jika tidak, aku akan membakar Dorm ini agar semakin ramai yang berteriak!” Pekik Kyuhyun kencang dari dalam, membuat semuanya bergidik ngeri.
“Huhh..., menyebalkan!” Hela Kyuhyun sembari menghempaskan tubuhnya kembali keatas ranjang, memeluk sebuah jaket hitam yang ia temukan di Pub semalam. Wangi yeoja itu masih tertempel dijaketnya, membuat Kyuhyun setidaknya merasa nyaman.
“LEE HIU HWI! Tidak perduli siapa kau dan seberapa besar kau ingin menghindariku. Jangan panggil aku Cho Kyuhyun lagi, jika aku tidak bisa menggangu hidupmu sampai kau luluh dan mau berbicara banyak padaku. Lihat saja, apa yang aku lakukan nanti padamu. Kau harus bertanggung jawab karna sudah memulai ini. Melupakan kejadian malam itu? Cah, tidak akan! Aku bukan lelaki yang tidak bertanggung jawab karna telah merenggut kesucian seorang wanita seenaknya.” Kyuhyun tampak tersenyum sinis sekarang. Otaknya mulai berputar, memikirkan hal apa lagi yang dapat membuatnya bertemu dengan Hiu hwi secara leluasa. Persetan dengan berapa harga yang harus ia keluarkan hanya untuk bertemu dengan seorang Nona Lee Hiu hwi itu, yang terpenting untuknya sekarang adalah sebuah tanggung jawab dan ketenangan hatinya yang hanya mampu diobati oleh gadis itu.
***
@Katsuga Sing Restou_
Seoul, South KoreaGaris udara ditempat ini tampak melambai tak senada dengan gerakan awan, menderu kasar dengan debu-debu yang berusaha untuk menghinggap. Hiu hwi ... gadis dengan topi hitam ini tampak duduk termenung dipinggiran meja. Tangan kanannya terlihat sibuk memainkan pinggiran gelas Jus dihadapannya dengan sesekali menatapi layar ponselnya dengan senyum tipis.
“Noona, orang yang menyewamu kali ini kujamin bukan seorang bule atau orang barat lagi. Dia Bos besar dari Jepang! Dia hanya memintamu untuk menemaninya makan makanan Jepang di Restoran itu. Tak ada anak buah kita yang mengawasimu, seperti apa katamu Noona. Tapi, jika nanti ada apa-apa, kau harus segera menekan nomorku.”
Hiu hwi nampak tersenyum kecil membaca pesan dari Seung Ho kali ini. Jika saja ia tak merasa ini bukanlah pekerjaannya, Hiu hwi mungkin akan menolak. Namun toh, kali ini ia hanya perlu menemani seseorang makan, apa sulitnya? Terkadang Hiu hwi bingung, banyak sekali para pria kaya yang menghabiskan uangnya demi menyewanya untuk hal-hal yang tak penting semacam ini. Sungguh bodoh!
“Sudah lama menunggu Nona Lee?” sapa seseorang seketika, membuat gadis itu dengan cepat mendongak. Untuk beberapa detik, Hiu hwi sedikit mengernyitkan dahinya terkejut. Ia sedikit tak menyangka, jika orang Jepang yang menyewanya ini seorang ... pria tua?
“Ohk, tidak begitu lama Tuan—eungh—”
“Panggil saja aku Tuan Hisao,” balas lelaki tua itu tersenyum kecil. Hiu hwi mengangguk-angguk tak tenang. Tunggu! Ia merasa pernah mengenal senyuman miring yang begitu khas itu. Ada sedikit keriput didaerah wajah, rambut-rambut putih dan kumis yang cukup tebal yang memang terlihat disekitar wajah tuanya itu. Namun—
“Kau mau makan apa Hiu hwi-ya?”
DEG!
Hanya ada satu nama yang ada diotak Hiu hwi ketika ia mendengar suara ini. Antara perasaan ragu dan tidak, Hiu hwi sentak membulatkan matanya lebih lebar untuk menatapi wajah pria yang masih menampakkan senyuman mengembangnya itu.
“Kau—”
“Waeyo? Kau masih belum sadar siapa aku? Cah, penyamaran ini sepertinya memang benar-benar berhasil mengelabui banyak orang,”
“Yak! Cho Kyuhyun, kau—kau benar-benar—”
“Mwo?”
“Ash!” Hiu hwi sentak berdiri dari tempat duduknya saat ini, mengambil cepat tas kecilnya dimeja untuk segera berlalu dan keluar dari tempat ini. Namun sayang, bukan Kyuhyun namanya jika pertemuan mahal ini disia-siakan begitu saja. Dengan cepat, namja itu pun menahan pergelangan tangan Hiu hwi dengan cengkraman cukup kuat. Hiu hwi mendelik, ia tatap Kyuhyun yang juga tengah menatapnya sinis.
“Kau pikir aku menyewamu hanya untuk mendengar sepatah kata darimu seperti itu, eh? Kau sadar berapa aku harus mengeluarkan uang untuk bertemu denganmu? Bahkan kau melebihi bayaranku.”
“Kau tenang saja, aku akan mengembalikan uang itu ke Rekeningmu secepatnya.” Hiu hwi sedikit menghempaskan tangannya dari cengkraman Kyu, bermaksud untuk melepaskan diri. Namun lagi-lagi, Kyuhyun tak berniat untuk melepas bahkan mengendurkan pegangannya itu.
“Kau mau aku berteriak ditempat ini dan memperlakukanmu dengan kasar, huh? Duduk!”
“Aku tidak mau! Lepaskan aku sekarang,”
“Lepas? Yak! Duduklah!”
“Aku tidak punya waktu untuk duduk denganmu. Lepaskan aku dan—”
“DUDUK!” Bentak Kyuhyun dengan oktaf yang cukup tinggi, membuat beberapa pengunjung di Resto ini sentak menatapi mereka dengan aneh. Hiu hwi menghela nafas; berat. Gadis itu tampak mundur untuk berniat kembali duduk seperti perkataan Kyuhyun. Ia tak ingin memperpanjang masalah dengan pria ini dan memalukan dirinya sendiri. Gadis itu diam! Ia kembali duduk dengan raut yang sangat amat terpaksa.
“Sekarang maumu apa? Cepat katakan!” Hiu hwi terus mendongak untuk berusaha membalas tatapan tajam dari Kyuhyun itu.
“Apa tak ada yang mengatakan padamu, jika aku ingin kau menemaniku makan disini heh?” Kyuhyun menjetikkan jarinya bermaksud untuk memanggil sang Pelayan. Hiu hwi hanya diam, ia tak berkutik sama sekali saat namja dihadapannya ini menatapinya dengan raut seperti itu.
“Silahkan pesan Tuan.” Ucap sang Pelayan yang sontak saja membuat Kyuhyun dan Hiu hwi mengalihkan pandangan mereka satu sama lain.
“Aku ingin memesan apapun yang gadis ini pesankan untukku,” Kyuhyun mendelik dan kembali menatapi gadis dihadapannya itu. Hiu hwi tersentak, Kyuhyun sepertinya benar-benar tengah mengujinya.
“Nde? Nona?”
“Sudah hampir dua hari ini aku tak makan, aku ingin gadisku ini yang memesankan makanan apa yang enak untukku makan saat ini. Dia tau—dia tau apa saja yang kubutuhkan.” Hiu hwi tak dapat berkata apa-apa lagi saat Kyuhyun mengultimatumnya dengan kalimat itu. Gadis itu sedikit merunduk, tak tau apa yang akan ia lakukan ini.
“Ahjumma, pesankan saja makanan yang paling enak disini,” ujar Hiu hwi yang membuat Kyuhyun tersenyum sinis.
“Oh, baik Nona.”
“Tapi ... jangan yang terlalu berminyak, pedas, dan yang mempunyai banyak kolesterol. Pilihkan buah yang segar untuknya dan minuman dingin yang sedang.” Lanjut Hiu hwi yang membuat Kyuhyun tak berniat lagi untuk mengalihkan tatapannya itu. Gadis itu menghela, sekalipun ia bersikap tak perduli pada Kyuhyun. Namun lihatlah, ia benar-benar tetap tak terlalu bisa untuk mengabaikan namja ini sepenuhnya.
“Baiklah Nona, mohon tunggu sebentar.”
“Nde.” Sahut Hiu hwi tersenyum tipis; terlihat sedikit dipaksakan.Kyuhyun diam, ia lebih sibuk menatapi wajah Hiu hwi yang sedikit tertutup topi yang ia kenakan itu.
“Kyuhyun-shi, aku harap ini yang terakhir. Setelah ini, jangan pernah menyewaku lagi untuk hal-hal yang semacam ini. Aku tak ingin bertemu denganmu lagi, aku harap kau dapat mengerti itu.”
“Tidak ... aku tidak mengerti. Kenapa kau tak ingin bertemu denganku? Mengapa kau tak ingin aku menyewamu tapi orang lain dapat melakukannya? Cah, kau pikir aku mengerti?”
“Seharusnya kau sadar Cho Kyuhyun tentang siapa dirimu. Kau seorang Public Figure, kau seseorang yang terkenal dan seseorang yang tak boleh bergaul dengan orang-orang sepertiku. Seharusnya kau harus pikirkan dirimu sendiri sebelum bertindak bodoh seperti ini.”
“Lalu, apa kau berpikir itu setalah kau menipuku? Berpura-pura menjadi istriku, merasuki kehidupanku, dan membuatku masuk ke dalam kubangan muslihatmu itu?”
“Aku hanya dibayar untuk melakukan itu!”
“Apa kau juga dibayar untuk kusentuh seluruh tubuhmu malam itu?”
“Yak! Cho Kyuhyun berhenti mengingatkanku dengan kejadian menjijikan itu!”
“Menjijikan? Aku masih ingat dengan betul bagaimana kau menikmati malam kita dengan berulang kali memanggil namaku. Kau pikir itu menjijikan? Kau—”
“CUKUP! Berhenti berbicara itu!” Hentak Hiu hwi seraya mendeplak meja dihadapannya dengan kasar. Lagi-lagi mereka menjadi pusat perhatian disini! Tampak keduanya saling menatap dengan tajam. Deru nafas Hiu hwi semakin cepat, sama halnya dengan Kyuhyun.
“Ini—Tuan dan Nona pesanan kalian.” Seorang pelayan itu menyela tatapan mereka. Hiu hwi kembali duduk. Ia mulai sadar akan keberadaan mereka saat ini.
“Humm...,” Kyuhyun tak bergerak untuk segera memainkan sendok dan garfu dihadapannya itu. Sesungguhnya, ia kembali untuk tidak bernafsu makan lagi.
“Cepat makanlah,” suara Hiu hwi terdengar tertekan. Ia memainkan bola matanya ke hal lain, seolah tak ingin menatap Kyuhyun.
“Kita makan satu piring ini,” perintah Kyuhyun dengan raut sendu. Hiu hwi mendongak cepat seolah ia ingin memastikan apa yang tadi diucapkan Kyuhyun.
“Kau lupa Hiu hwi? Jika dulu kau pernah mengatakan padaku agar kita makan dengan satu piring saja dan kau akan menyuapimu,”
“Kyuhyun-shi....”
“Apa kau ingin mengatakan jika itu adalah sebuah kebohongan belaka? Aneh, kenapa kau bekerja menjadi wanita bayaran seperti ini, jika kau mempunyai bakat menjadi aktris terkenal?” sinis Kyu seraya menarik satu tangan Hiu hwi untuk ia genggam dengan sedikit paksa.
“Jangan menolak, lakukan tugasmu dengan benar hari ini.” Namja itu tampak menyodorkan piringnya kearah Hiu hwi, meminta gadis itu untuk menyuapinya seperti dulu, seperti saat Hiu hwi masih berpura-pura menjadi istrinya. Hiu hwi diam! Kyuhyun benar-benar seolah berniat untuk menghukumnya.
“Tapi ini yang terakhir Tuan Cho.” Hiu hwi mengambil piring itu untuk ia angkat ditangannya. Ia tak berani memandang Kyu. Kini perasaannya seolah berkecamuk tak menentu. Ada perasaan sesak dan ingin menangis yang ia kurung dalam hatinya itu.
“Humm...,” Kyuhyun sedikit membuka mulutnya tatkala Hiu hwi secara tiba-tiba menyodorkan sendok berisi beberapa sayuran ditangannya. Namja itu meneguk air liurnya, seolah-olah tak tahan lagi untuk menarik tubuh gadis ini dalam dekapannya. Kyuhyun sendiri tak mengerti dengan apa yang ia rasakan ini. Jatuh cinta? Sungguh, ia belum pernah mengejar seorang wanita sampai seperti ini.
“Istriku...,” desah Kyuhyun seketika, membuat Hiu hwi kontan saja menjatuhkan sendok yang tadi ingin ia sodorkan kembali pada Kyuhyun. Entahlah, dada gadis itu tiba-tiba saja berdesir hebat saat Kyuhyun memanggilnya seperti tadi.
“Mianhae...,” Hiu hwi tak tau kalimat apa yang harus ia lontarkan saat ini. Dengan kesadarannya yang masih tersisa, yeoja itu pun merunduk untuk berniat mengambil kembali sendok itu. Tidak, sebenarnya bukan itu alasan utamanya merunduk dibawah meja itu saat ini. Tapi karena ... ia tak ingin Kyuhyun tau kedua matanya yang terus berteriak untuk dibasahi air mata.
‘Ya Tuhan..., jangan biarkan aku semakin jatuh cinta padanya. Ini tidak benar, ini tidka benar!’
Gumam Hiu hwi seraya dengan cepat menghampus linangan air mata dari pelupuknya itu.
‘Tuhan..., bantu aku menghapus rasa ini. Sungguh, aku tak sanggup menyimpannya....’
Lagi-lagi batin gadis itu bergumam dengan miris. Tangannya gemetar menjangkau sendok yang berada tak jauh darinya itu. Sampai seketika—
“Jangan melakukan gerakan apapun!” Bisik Kyuhyun yang dengan secara tiba-tiba ikut merunduk, membuka kumis tebalnya itu dengan kasar. Dan—
CUP!
Dapat Hiu hwi rasakan kedua tangan Kyuhyun menarik tengkuk kepalanya hingga sedikit lebih lagi terdorong kedepan dan menempelkan bibirnya itu tepat kebibir Hiu hwi. Gadis itu membatu, belum pernah ia membayangkan akan berciuman dengan posisi yang seperti ini.
“K-kkyu...,”
“Sudah kukatakan jangan bergerak atau aku akan menghempaskan meja ini dan membuat semua pengunjung disini dapat melihat bagaimana caraku menciummu!” Ancam Kyuhyun membuat Hiu hwi tak dapat berkutik apapun lagi.
Kepala namja itu kembali memiring, mencoba untuk setidaknya berusaha memposisikan tubuhnya lebih nyaman menyesapi pinggiran bibir gadis itu. Persetan dengan Hiu hwi menutupi kedua daun bibirnya dengan rapat. Yang jelas adalah ... ia hanya ingin Hiu hwi tau, betapa ia sangat serius saat ini.
Lama mereka melakukan aktivitas dibawah meja itu, membuat beberapa pengunjung dan pelayan disini menatapi mereka dengan bingung.
“Apa ada yang dapat kami bantu Tuan-Nona?” tanya seseorang seketika, membuat Hiu hwi sentak melepaskan tautan mereka dan berdiri.
“A-aaniya....” balas Hiu hwi gugup dan dengan raut wajah yang sangat amat pucat.
“Apa ada yang—”
“Aku permisi dulu, maaf.” Ucap Hiu hwi cepat dan dengan segera pergi dari tempat ini. Sedang Kyuhyun? Namja itu sepertinya masih membatu seraya merunduk dibawah meja. Dapat terlihat senyuman sinisnya yang mengerikan saat ini.
***
Disatu sisi, tampak Yunho dengan senyuman lebarnya memasuki Apartment Gadisnya ini. Lee Hiu hwi ... setelah kembali dari Hongkong, hanya gadis inilah yang sangat ia rindukan.
“Chagiya, aku pulang! Kau dimana, eoh?” tanya Yunho seraya tersenyum semakin lebar dan berniat untuk mengelilingi isi Apartment ini. Sampai seketika—
BRUKKKK!
Namja bertubuh atletis ini tanpa sengaja menjatuhkan sesuatu dari dalam kantong berwarna hitam. Sedikit ragu untuk mengambil dna membukanya.
“Ini—” Yunho sentak mengernyitkan dahinya tatkala ia menatapi sebuah kotak dengan label Tes kehamilan itu pun terlihat.
“Ini—”
=TBC=
wah min q dr dulu cr2 kelanjutannya akhirnya nemu juga, next min soalnya sdh gak sabar nunggu kelanjutannya
BalasHapus