Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 7

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 7


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 7 
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
                                        Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



Tanpa perlu basa-basi lagi, Kyu telah menempelkan bibirnya pada bibir mungil yeoja itu. Semakin dalam, bahkan Kyu tak berniat untuk melepaskan lumatannya itu untuk sekedar memberi waktu Hiu hwi bernafas.
“Opp—“ Hiu hwi telah terisak! Ia menangis sekarang, sebenarnya Kyuhyun tau akan isakan kecil yeoja itu.
“Kau bodoh!” Umpat Kyu seraya mengecup ujung hidung Hiu hwi untuk membiarkan yeoja itu mengambil oksigen sesaat. Kembali, ia mencium Hiu hwi dengan sedikit ganas tak seperti yang biasanya ia lakukan, membuat yeoja itu benar-benar kecewa. Entah mengapa~ Kyuhyun malah membuat semua keadaan menjadi seperti ini, bahkan ia tak sadar jika ia telah mengigit bibir bawah Hiu hwi cukup kuat membuat sebercak darah disana.



-          “Seperti inilah caraku mencintaimu, bersembunyi dan selalu diam. Walau aku menjauh, bukan berarti aku tak perduli lagi padamu tapi karna—karna aku harus memaksa diriku sendiri untuk melupakanmu.” –

_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 7 Begin’s Story_



              Kyuhyun sentak menghentikan ciumannya tatkala ia merasakan jika rasa manis itu kini telah berubah menjadi rasa asin, kontan ia menarik kepalanya dan melepaskan ciumannya dari Hiu hwi.

Hening!

Kyuhyun menatap satu per satu air bening jatuh dari kelopak mata yeoja itu, baru kali ini ia melihat Hiu hwi menangis terisak seperti ini. Kyuhyun sadar, jika perlakuannya tadi memang sedikit kasar dan menyakiti Hiu hwi, terbukti dari bercak kemerahan dibibir mungil yeoja itu sekarang.
“Mianh—“ belum sempat Kyu membuka suaranya untuk berkata maaf, Hiu hwi pun telah lebih dulu mengangkat tangan kanannya untuk—

“#PLAAKK!”

Ia menampar Kyu tepat dipipi kanan namja itu. Kepala Kyu kontan menoleh kearah samping, entah mengapa ia malah tersenyum sinis sekarang.
“Apa kau benar-benar menganggapku wanita murahan yang bebas kau cium tanpa ada ikatan apapun huh? Kenapa kau selalu perlakukan aku seperti ini? Apa memang inilah sifat aslimu Cho Kyuhyun? Apa kau selalu mencium banyak yeoja tanpa ikatan apapun, termasuk—Miu?” isak Hiu hwi menatapi setiap lekuk wajah Kyu yang masih berada amat dekat dengannya. Kyu menoleh, kini pandangan mereka bertemu lurus hanya dalam jarak beberapa centi.
“Kau benar, wae?” sahut Kyu tersenyum kecil, sebenarnya kini ia tengah berkutat dengan emosi dan kekesalannya sendiri. Kyuhyun memang terlalu naïf untuk mengartikan perasaannya sendiri, ia bahkan tak tau bagaimana caranya berekspresi dan memperlakukan yeoja dengan benar.
“Baiklah, sekarang aku mengerti. Terima kasih untuk semua yang telah kau berikan untukku, aku memang hanya gadis bodoh dimatamu!” Hiu hwi sentak mendorong dada Kyu agar ia dapat pergi dari tempat ini. Kyu terdiam! Ia bahkan membiarkan Hiu hwi pergi dan meninggalkannya sendiri.
"Geurae! Pergilah… sekarang pergilah. Aku tidak perduli lagi padamu, kau memang hanya gadis bodoh dimataku dan tak berarti apa-apa untukku. PERGILAH!” Bentak Kyu sentak membanting pintu tatkala Hiu hwi selangkah keluar darisana. Terasa dada Hiu hwi berdesir tatkala ia mendengar lontaran dari bibir Kyu yang terakhir itu. Benarkah ia tak berarti apa-apa dimata Kyuhyun? Hiu hwi Nampak menghela nafasnya dan menangis menyadari itu.
Aku tau itu Oppa.” Gumam Hiu hwi seraya melangkahkan kakinya pergi dari rumah Kyuhyun, tampak ia sedikit tertatih dan sulit untuk berjalan tegak. Lutut kanannya memang masih berdenyut ngilu, walau sebenarnya hatinya lah yang saat ini lebih terasa sakit dari apapun. Apakah mungkin ia memang telah mencintai Kyuhyun? Lalu bagaimana dengan Yoochun? Manusia hanya memiliki satu hati, tidak mungkin jika ia mencintai 2 namja dengan komposisi yang sama. Hiu hwi Nampak termangu berjalan menuju pemberhentian Bus tanpa perduli jika saat ini hujan masih terus mengguyur tubuhnya, ia bahkan sedikit lupa jika hujan memang masih belum berhenti sejak tadi membuat lukanya tampak semakin perih.
“Changmin Oppa….” Hiu hwi sentak mendesah ringan nama itu. Sejak ia kecil, memang Changmin lah yang selalu menjaga dan melindunginya. Bisa dikatakan jika Hiu hwi lebih dekat dengan Kakak semata wayangnya itu ketimbang kedua orang tuanya sendiri. Ia bahkan tak sadar jika sedari tadi Kyuhyun tengah mengejarnya! Yah~ Namja itu tengah mengejarnya, Kyu memang tak selalu bisa mengontrol dirinya sendiri untuk tidak kuatir pada yeoja itu. Entahlah, bahkan Kyu merasa mempunyai tanggung jawab sendiri atas hidup Hiu hwi sekarang.
“Oppa….” Hiu hwi kembali bergumam ringan, seolah-olah tak sadar jika tubuhnya kini tak lagi kehujanan. Karna memang, sebuah payung yang cukup besar itu telah melindunginya dari tetesan air langit itu. Eh…. Payung? Bukankah tadi Hiu hwi tak membawa payung sama sekali? Yeoja itu sentak menoleh kebelakang tatkala ia baru menyadari sesosok namja tampan kini tengah berdiri tegap seraya memayunginya.
“Bodoh!” Dengus Kyu memicing menatapi jika yeoja itu kini tengah mengigil kedinginan dengan isakan kecilnya.
“Kyu—Kyuhyun Oppa,” Ucap Hiu hwi membulatkan mata indahnya menjadi tampak semakin indah, ditatapnya lekat wajah Kyu seolah-olah memastikan sesuatu.
“Kenapa kau ada disini? Apa kau mengejarku heh? Bukankah itu tidak perlu, aku tidak apa-apa. Kembalilah!” Lanjutnya seraya hendak kembali berjalan. Kyu mendesah! Kedua tangannya pun terangkat untuk menutupi Hiu hwi dengan sebuah jaket kulit miliknya.
“Aku tidak butuh ini!” Hiu hwi sentak memekik kecil seraya membuang jaket Kyu dan kembali berjalan dalam guyuran hujan. Bodoh? Hiu hwi tau jika ia tengah bersikap bodoh sekarang. Kembali, ia mempercepat langkahnya agar Kyu tak dapat mengejarnya lagi, tak perduli dengan kesakitan di lututnya yang semakin menjadi kali ini. Ia merasa ingin segera menjauh dari Kyu, menjauh dan menepi ketempat dimana ia tak akan ingat sosok ‘Cho Kyuhyun’.
“YA! Shim Hiu hwi…!” Pekik Kyu mulai emosi dengan tingkah Hiu hwi saat ini padanya. Tanpa pikir panjang lagi, Kyu pun menghempaskan payung yang sejak tadi ia pegang dan kembali berjalan cepat menuju Hiu hwi.
“YA! WAE? Hiu hwi-ya… ada apa denganmu huh? Kenapa kau bersikap amat kekanak-kanakan seperti ini?” Bentak Kyu sembari menarik tangan yeoja itu dengan sesekali mencengkramnya keras agar tubuh Hiu hwi dapat menghadapnya.
“Lepaskan aku! Apa urusanmu huh? Bukankah aku tak punya arti apa-apa dimatamu? Sekalipun aku mati, itu tak ada hubungannya denganmu!”
“Mwo?”
“Kumohon lepaskan aku! Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika kita tidak usah bertemu lagi, jika kita tak usah saling mengenal satu sama lain lagi,” isak Hiu hwi dengan intonasi yang cukup keras ditengah hujan badai ini.
“Aku akan berusaha untuk melakukan itu, jadi aku harap kau jangan menggangu hidupku lagi.” Hiu hwi tertunduk dalam, air matanya berlinang bak tetesan air hujan diatas langit sana.
“Wae? Kenapa dari tadi kau seolah tak berani menatap mataku huh? Apa kau begitu marah dan membenciku?” ujar Kyu seraya mencengkram kedua pundak Hiu hwi dengan sedikit hentakan keras.
“Membencimu? Geurae, aku memang sangat membencimu! Aku sangat membencimu Cho Kyuhyun, apa kau tau kenapa? Karna kau—semua warna dihidupku berubah, karna kau—kau malah membuatku merasakan semua perasaan yang ada didunia ini, dan karna kau—karna kau aku jadi sangat membenci diriku sendiri! Aku benar-benar sangat membencimu Cho Kyuhyun, aku sangat membencimu!” Teriak Hiu hwi emosi ditengah lebatnya hujan yang membasahi tubuh mereka saat ini. Kyuhyun nampak diam tatkala kedua tangan yeoja itu menggantung erat dikerah bajunya sekarang.

Hening!

Tampak kekakuan yang terjadi disini, bahkan mereka seolah tak berniat untuk sekedar merubah posisi. Untunglah, lorong jalan raya ini cukup sepi hingga tak banyak orang yang berlalu lalang dan memperhatikan mereka. Hingga seketika—suara petir itu pun sentak berkumandang seolah-olah ingin memeriahkan pertengkaran kedua sejoli ini, Hiu hwi yang memang takut akan suara petir itupun sentak menurunkan tangannya kepinggang Kyu dan memeluk namja itu erat. Ia tak sadar apa yang tengah ia lakukan saat ini.

Hening!

Lagi-lagi suasana dan keadaan disini menjadi amat senyap kecuali suara rintikan hujan itu. Kyuhyun sedikit maju agar ia juga dapat membalas pelukan Hiu hwi itu padanya. Nampak Hiu hwi merasakan keanehannya sekarang, ia baru menyadari jika saat ini mereka tengah berpelukan. Sejujurnya, Hiu hwi merasakan sedikit kenyamanan yang menghinggapi tubuhnya yang basah itu.
“Oh-eh… mianhae, tadi aku—“ ujar Hiu hwi sentak hendak melepaskan pelukannya dari Kyu, namun sayang namja itu malah menariknya kembali jatuh kedalam dada bidangnya.
"Kau mau kemana lagi heh? Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak pergi lagi dariku?" ucap Kyu seraya kembali mengeratkan pelukannya. Hiu hwi tertegun mendengarnya, walau sedikit pelan, ia masih bisa mendengar perkataan Kyu barusan.
“Nde? Oppa kau—“
“Apa jika aku juga terluka dan memintamu tetap disisiku, kau tak akan pergi menemuinya?” Kyu kembali mendesah pelan, seolah ia tengah berbicara pada dirinya sendiri.
“Mwo?”
“Jangan meninggalkanku lagi, aku takut!” Kyuhyun sentak mengangkat dagu runcing Hiu hwi dengan tangan kanannya yang gemetar. Entah mengapa, seperti ada suatu sisi lain dari Kyu yang terlihat saat ini, mata namja itu memandang tajam kearah Hiu hwi namun penuh dengan sebuah pelasan dan permohonan. Hiu hwi tampak terdiam! Takut? Ada apa dengan Kyu? Ia seperti bocah laki-laki berusia 5 tahun yang seolah tengah tersesat tanpa arah.
“Geurae, jika memang hanya itulah yang tak akan membiarkanmu pergi, aku akan melakukannya!” Lanjut Kyu seraya berjalan menuju pertengahan jalan raya itu. Entah apa yang sedang ia lakukan saat ini, hingga Kyuhyun pun sentak berhenti dan mematung disana.
“YA! Oppa, apa yang kau lakukan? Jangan berdiri di tengah jalan seperti  itu, cepat menyingkir. Apa Oppa sudah gila huh?” Pekik Hiu hwi panik, ia benar-benar tak habis pikir dengan jalan pikiran Kyuhyun saat ini.
“Shirreo! Aku harus terluka, agar kau tak menemuinya.”
“Mwo?”
“Jika memang kau tak perduli padaku, diamlah disana dan lihat bagaimana cara mobil-mobil itu akan menabrakku.” Ucap Kyu tersenyum sinis membuat Hiu hwi pucat mendengarnya, apalagi kini sebuah mobil pengangkut barang-barang itu pun tengah melaju kearah Kyu. Tak hanya satu mobil, tapi sepertinya banyak mobil dan kendaraan lain juga yang akan menyusul dari arah belakang.
“YA! Cho Kyuhyun… jangan berpikir yang tidak-tidak! Cepat menepi!” Pekik Hiu hwi yang mulai bergetar dengan kepanikan yang dirasanya. Tanpa pikir panjang lagi, dengan cepat Hiu hwi sentak berlari menghampiri Kyu dan memeluknya erat.
“Andwe… andwe! Jangan lakukan ini, aku takut!” Gumam Hiu hwi tanpa sadar jika mereka berpelukan ditengah jalan, beberapa bunyi klakson mobil itu pun tampak terdengar nyaring dimana-mana.
“Hiu hwi-ya… changkam! AWAS…!” Kyu sentak memekik tatkala satu mobil dari arah berlawanan seolah sulit untuk menghentikan mobilnya, bisa saja mobil itu malah terus melaju dan menghantam mereka berdua cukup mudah. Hingga sampai seketika—

“BRUUUKK!”    

Hantaman cukup keras itupun terdengar tiba-tiba, mengejutkan sebagian orang yang menyaksikan kejadian yang hampir membunuh kedua orang tak berdosa itu. Hening! Semua orang seolah masih menetralisir jantung mereka yang tadi sempat berdesir hebat.
“YA! Apa kalian berdua sudah gila huh? Jika ingin mati jangan mengotori mobilku! Ckckckck~ Menabrak dua orang sampai mati itu hukumnya bisa sampai 20 tahun, apa kalian ingin aku membusuk dipenjara? Jika memang ingin mati, minum racun tikus saja. Menyebalkan, tsk!” Pekik seorang pemuda tampan dengan nada kesal dari dalam sebuah mobil yang hampir menabrak Kyuhyun dan Hiu hwi itu. Untung saja penyetir mobil itu segera berbelok menghindari mereka, jika tidak—mungkin saja tempat ini akan berlinang darah 2 manusia sekaligus.
“Mianhae Ahjusshi….” Ucap Hiu hwi seraya membenarkan posisinya yang kini saling tindih menindih dengan Kyuhyun dipinggir jalan, untung saja tadi Kyuhyun cepat menggendong Hiu hwi dan menjatuhkan tubuh mereka untuk menghindar. Walau tetap saja tubuh yeoja itu merasakan sakit akibat terbentur aspal, apalagi Kyuhyun! Kepalanya sempat menyentuh pelan batu yang cukup besar disana.
Ahjusshi? YA! Yeoja mata bulat… kau tidak mengenalku huh? Aku IL WOO… Jung Il Woo, aktor sekaligus selebrity Korea yang paling tampan dan terfavorite abad ini.”
“Mwo?” Hiu hwi sentak berhenti membersihkan pakaiannya dan menatap pengemudi itu dengan gusar.
“Jadi kau—kau namja yang main drama 49 days itu huh? YA! Kau jahat sekali, kenapa kau tinggalkan pacarmu huh? Dasar tidak tau diri!” Umpat Hiu hwi membuat Il Woo bahkan Kyuhyun terkejut bukan main.
“Kau suaminya?” Il woo sentak menatap prihatin pada Kyu yang kini tengah ikut berusaha berdiri dan terkikik pelan.
“Nde, dia istriku. Mianhaeyo Il Woo-shi, yeojaku ini sedang ngidam berdiri ditengah jalan. Sekali lagi kami minta maaf.” Ucap Kyu seraya membungkukkan badannya sejenak, tampak Il Woo hanya mengangguk-angguk tak karuan dan memicing dalam. Tak seperti Hiu hwi, yeoja itu tampak ingin protes akan sesuatu hal.
“Bukankah kau Cho Kyuhyun ne?” Pertanyaan Il Woo sentak membuat Hiu hwi lupa akan kalimat yang hendak ia pertentangkan dengan Kyu. Darimana dia tau Kyuhyun? Bukankah dia yang artis?
“Nde, kau mengenalku?”
“Tentu saja! Kenapa kau bisa ada di Korea? Aku tak percaya bisa bertemu denganmu disini, kenapa kau tak mengundangku dipernikahanmu heh?” Kyuhyun hanya tersenyum tipis mendengar kalimat itu. Ia tak mungkin berkata lebih panjang lagi dihadapan Hiu hwi, bisa saja rahasia kehidupannya terbongkar disini.
“Baiklah, aku pergi dulu! Lain kali kita mengobrol, aku masih ada Pemotretan sebentar lagi. Sampai jumpa Kyu dan—dan kau Yeoja mata bulat.” Lanjut Il Woo seraya tersenyum dan kembali menghidupkan gas mobilnya untuk pergi darisana. Hiu hwi tertegun menatapi punggung mobil Il Woo yang semakin menjauh dari pandangan mereka, hingga kini tatapannya malah beralih pada Kyu yang saat ini hanya mampu merunduk dalam.
“Kau siapa?” Tanya Hiu hwi yang sentak membuat Kyu mati rasa seketika.
“Aku Cho Kyuhyun, siapa lagi?”
“Maksudku adalah—“
“Ya Tuhan Hiu hwi lihatlah… lututmu berdarah lagi!” Sela Kyu cepat seraya menjongkok dan menatapi kaki kanan yeoja itu dengan seksama.
“Uhft… ini semua salahmu! Tadi apa yang kau lakukan huh? Jika kau ingin mati, jangan merepotkan orang lain. Dasar namja bunuh diri!” Dengus Hiu hwi kesal
“Siapa yang ingin bunuh diri? Cah~ Aku hanya ingin memanasimu saja, tapi kau malah bersikap berlebihan seperti itu. Apa kau begitu takut terjadi sesuatu padaku heh?” Kyu tersenyum sekilas, entah mengapa ia sangat suka jika menggoda Hiu hwi agar wajah yeoja itu memerah.
“Mwo? A-aniya…. Ash, sudahlah! Apa tadi kau terluka Oppa? Coba kulihat tanganmu.”
“Ne, aku terluka parah! Sakit sekali di lenganku ini, aku jadi tidak bisa berjalan. Argh….” Ringis Kyu dengan nada manja seraya merangkul bahu Hiu hwi dengan erat.
“Mwo? Aighoo… kenapa sampai tak bisa berjalan? Bukankah yang luka itu tanganmu Oppa?”
“Ta-tapi aku merasakan sakit semuanya, aku terluka parah! Sepertinya aku harus cepat diobati dan dirawat, jika tidak mungkin aku akan diamputasi. Itu tidak bisa dibiarkan, setidaknya harus ada orang yang menemaniku.” Ucap Kyu seolah-olah menampakkan wajah menderitanya pada Hiu hwi.
“Jeongmal? Separah itukah? Ah… ayo kita pulang, kita harus cepat mengobati lukamu Oppa.  Lagipula, nanti kita sakit jika masih basah kuyup seperti ini.” Sahut Hiu hwi seraya memapah Kyu untuk berjalan perlahan. Untunglah, hujan telah berhenti beberapa menit yang lalu, kini hanya tinggal rintikan kecilnya lah yang terdengar. Kyuhyun Nampak tersenyum senang saat menyadari jika yeoja ini agak sedikit bodoh!


@Kyuhyun Home’s, Seoul –South Korea-


“Berbaringlah sebentar disini Oppa.” Ucap Hiu hwi seraya merebahkan tubuh Kyu tepat diatas ranjang kamar tidur namja itu sesaat setelah mereka telah sampai dirumah sederhana itu.
“Kau mau kemana heh? Kau tidak akan pergi kan? Jangan tinggalkan aku, aku sedang terluka parah.” Kyu sentak menarik tangan Hiu hwi membuat tubuh yeoja itu kini berada diatas dadanya.  Tampak kedua tangan kekar namja itu kini melingkar erat dalam pinggang Hiu hwi, seolah ingin mengunci rapat-rapat tubuh mungil yeoja itu.
“Nde? YA! Apa kau sedang mabuk heh? Oppa… kumohon, jangan lakukan hal yang mengerikan semacam itu lagi, Ara? Kau tau, aku hampir jantungan karna ketakutan! Itu bukan lelucon yang lucu, bagaimana jika tadi kau benar-benar tetabrak?” Hiu Hwi menghela nafasnya singkat dalam dekapan Kyu,  membuat namja itu dapat menghirup sekilas aroma parfum yang dipakai Hiu hwi hari ini. Entah menagapa, Kyu merasa jika tubuh Hiu hwi saat ini seolah telah sama dengan wangi tubuhnya. Apa mungkin karna ia terlalu sering memeluk yeoja itu hingga wangi tubuh mereka pun seolah mirip.
“Weayo? Kenapa kau takut? Bukankah tadi itu jauh dari rumah susunmu? Saat pertama kali kau mencegatku untuk bunuh diri, alasanmu adalah… karna kau tak ingin aku mati didepan rumah susunmu dan gentayangan disana. Lalu, apa alasanmu sekarang hem?” Kyuhyun tersenyum kecil, lagi-lagi ia ingin menggoda Hiu hwi.
“Karna—karna aku takut semua orang akan menyalahkanku jika kau mati,” Sahut Hiu hwi asal seraya mendorong tubuhnya untuk sedikit menjauh dari Kyu. Ditariknya pelan tangan namja itu yang memang tergores cukup lebar. Kyuhyun tampak diam seraya memperhatikan setiap lekuk wajah yeoja yang tengah mengobatinya itu.
“Apa sakit heh?” Hiu hwi berkata itu tanpa memandang mata Kyu sama sekali, ia memang sadar jika saat  ini Kyu tengah menatapnya tajam. Itu yang sedikit ia benci! Ia tak akan mampu balas menatap kearah Kyuhyun, karna jantungnya—jantungnya akan berdetak cepat dan tak beratur. Hiu hwi Nampak risih sekarang, hingga seketika ia tekan perlahan goresan luka namja itu untuk mengalihkan perhatiannya.
“Aww… pelan-pelan bodoh! Kau ingin membunuhku huh?”
“Bukankah kau namja, luka seperti ini saja dibesar-besarkan! Lagipula tadi—“
“Hiu hwi-ya… gomawo yo. Aku akan lebih sakit dari ini jika tadi kau benar-benar meninggalkanku.”
“Mwo?”

Hening!

Bibir Kyu bergetar melihat wajah Hiu hwi yang semakin membuatnya gemas kali ini, entah mengapa ia ingin sekali memeluk yeoja itu dan menciumnya sekilas. Tapi—
“Aa-ah… sudahlah, kepalaku pusing! Aku ingin tidur.” Ujar Kyu seraya membenamkan kepalanya dengan selimut tebal bercorak putih itu, sebenarnya ia ingin menutupi senyuman salah tingkahnya itu dari Hiu hwi, perasaan menggebu yang terpancar dalam dada nya sekarang membuat Kyu tak bisa mengontrol dirinya sendiri.
“Kenapa aku sangat ingin memilikinya saat ini? Ya Tuhan.. apa yang aku rasakan ini?” gumam Kyu tak karuan seraya memejamkan matanya.
“Oppa… apa kau sudah tidur heh?”
“….”
“Oppa....” Karna tak mendengar sahutan dari Kyu saat ini, Hiu hwi pun nampak perlahan-lahan menarik selimut yang tadi sempat menutupi wajah Kyu. Terlihat namja itu tengah memejamkan matanya dengan hembusan nafas yang tak beratur. Hiu hwi tersenyum memandangi wajah Kyu yang pucat. Pucat? Hiu hwi sentak menaruh tangan kanannya di dahi Kyuhyun; panas! Tubuh namja itu terasa amat sangat hangat sekarang, apakah ia sakit?
“Pantas saja kau cepat sekali tertidur. Aish… badanmu panas sekali Oppa, Otthe?” Racau Hiu hwi panik seraya berlari kesana-kemari untuk mencari sesuatu.
“Apa tidak ada sama sekali obat dirumah ini? Dasar namja! Huhh… mianhae Oppa, ini semua salahku! Kenapa kau jadi ikut-ikutan berhujanan seperti tadi?” Hiu hwi dengan sigap mengambil sebuah mangkok yang berisi ES dan handuk kecil untuk diletakkannya didahi Kyu. Tak lupa juga, ia ganti pakaian basah namja itu agar lebih nyaman terlelap.
“Aku akan segera kembali.” Bisik Hiu hwi sembari berlari keluar dari rumah itu untuk menuju ke Apotik terdekat.


-          “Bukankah sudah aku katakan, tetaplah disisiku? Jangan pernah berani pergi dan tersesat ditempat lain. Aku membutuhkanmu bukan memerlukanmu.” –


Sudah beberapa menit Hiu hwi pergi dan tak kunjung kembali, tampak Kyu mulai menggeliat pelan dan berusaha merenggangkan semua ototnya. Kyu dapat merasakan jika saat ini seluruh tubuh dan kepalanya terasa sakit dan berat.
“Humm,” desah Kyu sembari hendak beranjak untuk duduk.
“Hiu hwi-ya….” Itulah nama pertama yang bibirnya lontarkan saat ini, kedua tangan Kyu terangkat untuk sedikit memijat bagian kepalanya yang berdenyut. Seakan sadar tak ada sahutan dari siapapun, Kyu pun mulai berusaha berdiri dan berjalan untuk keluar dari kamarnya dengan sedikit tertatih.
“Aish… sial! Kenapa kepalaku sakit sekali? Hiu hwi-ya… kau dimana? Shim Hiu hwi!” Panggil Kyu sedikit keras, raut wajahnya mulai terlihat panik dan takut.
“Apa dia pergi meninggalkanku? Aniya! Kau tidak boleh pergi lagi,” Kyu mulai tak memperdulikan sakit dikepalanya sekarang, yang terpenting untuknya saat ini adalah sosok Hiu hwi! Langkah Kaki Kyu pun mulai melebar tatkala menyusuri setiap sudut ruang yang ada dalam rumahnya itu, berharap seseorang yang ia cari berada disana, namun sepertinya sayang… hanya hembusan anginlah yang mebehana untuk menjawab semua panggilannya itu.
“Hiu hwi! Hiu hwi-ya kau dimana huh?” erang Kyu emosi. Entah ada apa dengannya saat ini, hingga Kyu tampak sangat ketakutan. Matanya menatap nanar dan begitu merah seakan-akan menahan sesuatu yang amat begitu berat.
“Jangan pergi! Jangan pergi meninggalkanku. ANDWE!” Gumam Kyu pelan, ia kini telah terduduk lemah tepat didepan pintu kamar tidurnya itu.
“Hiu hwi!” Kyu sentak mengubah posisinya dengan menekuk kedua kakinya agar ia mempunyai sesuatu untuk dipeluk. Tanpa sadar jika sejak tadi ia mengeluarkan bening air dimatanya.
“Eomma… eomma.” Desah Kyu lagi, nada suaranya bergetar hebat. Namja ini layaknya seseorang yang sangat membutuhkan orang lain disampingnya. Dari kecil, Kyuhyun memang tak pernah bergaul dengan siapapun, hidupnya selalu berkutat didalam rumah dan orang-orang yang melayaninya. Ia memang sedikit berbeda dari yang lain, walau terkadang ia begitu dingin dan seolah begitu kuat, tapi jauh dari lubuk hatinya Kyu benar-benar sangat amat begitu rapuh. Ada sesuatu hal yang sejak kecil bersarang dalam jiwanya, dan itu tak bisa disembuhkan hanya dengan meminum obat-obatan.
“Kyuhyun Oppa!” Kyuhyun sentak mendongak saat mendengar suara itu dari arah balik pintu rumahnya. Tanpa basa-basi lagi, namja itu pun berdiri dan berlari memeluk Hiu hwi.
“Jangan tinggalkan aku, kumohon.” Ucap Kyu bergetar dengan isakan kecilnya. Hiu hwi tampak termangu tak mengerti untuk beberapa detik.
“Eh… Kyu Oppa wae geuraeyo? Kenapa kau bisa duduk didepan pintu? Aish... kau itu sedang sakit, sekarang cepat kembali ketempat tidurmu ohk, diluar dingin sekali.” Sahut Hiu hwi seraya memapah Kyu agar kembali kekamarnya.
“Eomma… eomma.” Desah Kyu menangis membuat Hiu hwi sentak terkejut lagi, ia tampak sangat bingung menyadari sifat Kyu yang sangat jauh berbeda dari biasanya ini.
"Mwo? Eomma? Oppa…  apa kau rindu dengan Eomma mu heh? Aish… dasar anak kecil, aku ini bukan Eomma mu.” Kikik Hiu hwi seraya mengecup bibir Kyu sekilas dan tersenyum manis.
“Hiu hwi?”
“Nde, kau sudah sadar huh? Ckckckck~ Mianhae tadi aku hanya pergi sebentar unt—“
“YA! Kukira kau pergi meninggalkanku dan menemui Yoochun Oppa mu itu. Kau kemana saja Hiu hwi? Kau tega meninggalkan aku yang sedang sekarat ini!” Bentak Kyu membuat lagi-lagi Hiu hwi tertegun menatapnya. Sekarang, ia sadar satu hal akan Kyuhyun… emosi namja ini benar-benar tak bisa dikontrol dan tampak labil layaknya remaja yang baru hendak bermetamorfosis. Tapi—tidakkah ini sedikit berlebihan? Hiu hwi merasakan sesuatu yang berbeda dalam jati diri Kyuhyun. Apa yang sebenarnya terjadi?
"Aighoo… aku hanya keluar membeli obat sebentar, lagipula kenapa Oppa seperti sangat ketakutan sekali huh? Apa disini ada hantu?"
“Itu—itu karna aku takut kau pergi meninggalkanku tanpa bertanggung jawab sama sekali, bukankah karna ulahmu yang keras kepala itu, aku jadi terserang demam seperti ini heh.”
“Mwo? Hanya itu?”
“Se-sebenarnya aku juga takut tak bisa melihatmu lagi nantinya, aku takut kau pergi meninggalkanku seperti apa yang telah dilakukan Eomma padaku.” Ujar Kyu serius seraya menatap manik mata Hiu hwi dengan dalam.
“Oppa… asal kau tau, aku juga sangat takut sesuatu terjadi padamu. Untuk itulah, aku masih berada disini menemanimu, aku tidak perduli dengan apapun lagi saat ini.”
“Aku tau! Dan karna itulah kau terlihat semakin bodoh.”
“Mwo?”
“Apa kau tak sadar jika sejak tadi kau sedang kedinginan heh? YA! Kenapa kau masih memakai baju basah seperti ini? Kau ingin ikut demam? Ayo sekarang cepat ganti bajumu!” Tarik Kyu menuju sebuah toilet yang berada didalam kamarnya itu.
"Oppa... aku bisa mengganti bajuku sendiri! Lagipula, aku bukan yeoja murahan yang setiap namja dapat melihat tubuh dan memakaikan pakaian ketubuhku. Cukup waktu itu kau yang melakukannya!”
"Mwo? Lalu, kau pikir aku juga namja yang seperti itu huh? Bukankah tadi kau yang mengganti bajuku? Berarti kau juga sudah melihat tubuhku! Otthe? Bukankah tubuhku bagus heh?" Goda Kyu sembari mendekatkan tubuhnya kearah Hiu hwi.
“N-nde? Itu karna—karna tadi aku terpaksa! Tapi waktu itu kau—kau seperti namja mesum yang kekurangan Yodium.”
"Kalau bgitu sebagai laki-laki aku memang harus bertanggung jawab dan kau sebagai yeoja  juga harus bertanggung jawab padaku! Jadi, bagaimana jika kita menikah saja huh?"
"MWO? Apa kau sudah gila? Apa nya yang harus bertanggung jawab? Kita tidak melakukan apapun."
"Aniya... kau sudah melakukan sesuatu padaku!”
“Mwo?”
“ Aku pernah bilang alasan mengapa aku ingin pindah dari rumah susunmu waktu itu, aku bilang karna aku tidak mau semuanya terlambat, tapi apa kau pernah berpikir jika aku memang sudah terlambat huh?"
"Oppa... apa maksudmu?"
"PABBO! Seharusnya aku pindah lebih awal agar tidak menjadi seperti ini, tapi aku malah semakin dalam menempatkan perasaanku padamu, membuatku tidak bisa berhenti lagi dan mundur, walau sekalipun aku tau kau menyukai orang lain dan membenciku." Ucap Kyu seraya membelai rambut Hiu hwi dengan lembut.
"Nde? Mungkin benar jika kau memang brengsek Oppa! Asal kau tau,  sebenarnya aku tak pernah bisa membencimu! Setiap detik kau terus saja menghantui pikiranku. Entah mengapa jika itu kau, aku menjadi lemah dan dapat dengan mudahnya luluh dan memberimu segalanya. Bukankah harusnya aku tidak pernah menyuruhmu tinggal dirumahku, harusnya aku marah saat kau merebut ciuman pertamaku, tidur disampingku dan memelukku dan harusnya aku sadar siapa dirimu dan siapa aku, tapi aku seolah melupakan segalanya, aku merasa bahagia saat kau tersenyum. Kau memang brengsek Oppa!"
“Benarkah? Hahaha!”
“Nde, kau juga—“ Perkataan Hiu hwi sentak terhenti akibat bulir bening itu jatuh dari kedua kelopak matanya. Sungguh! Ia tak tahan lagi memendam rasa cinta ini lebih lama lagi.
"Sudah, jangan bicara lagi." Peluk Kyu erat, dapat ia rasakan tubuh Hiu hwi yang bergetar hebat saat ini.
"Tapi aku memang bodoh! Dengan mudahnya aku mencint—"

“#CUP!”

Belum sempat Hiu hwi hendak meneruskan kata-katanya itu, bibir Kyu pun telah lebih dulu menyumpalnya lembut. Tangan kanan Kyu yang memang memegangi leher jenjang yeoja itu kini mulai mengelus tengkuknya membuat Hiu hwi bergidik  geli dibuatnya.
“Kenapa kau pendek sekali huh?” Umpat Kyu menghentikan ciumannya dan melingkarkan kedua tangannya itu kepinggangHiu hwi; bermaksud untuk sedikit mengangkat tubuh yeoja itu agar menginjak kedua kakinya. Kembali, Kyu melanjutkan aktivitasnya mencium bibir mungil yeoja itu dan memijatnya pelan.
"Sudah kubilang jangan bicara lagi kan? Dasar kau ini—" Kekeh Kyu seraya kembali mengecup singkat bibir Hiu hwi yang masih tampak basah karna ulahnya tadi.
“SUDAH! Aku tak ingin ketularan penyakitmu itu Oppa.” Sungut Hiu hwi tertunduk malu
“Ara, sekarang cepat ganti bajumu atau memang kau ingin aku yang—“
"Aish.... Andwe!" Balas Hiu hwi menepuk dada Kyu dengan wajah yang begitu merah dan tampak tegang, membuat Kyu terkikik kecil melihatnya.
“I Love You Cho Kyuhyun….” Ucap Hiu hwi sesaat sebelum ia masuk kedalam toilet itu dan menguncinya rapat. Kyuhyun tak terkejut lagi mendengar lontaran kalimat itu dari Hiu hwi, namun tetap saja itu dapat membuatnya tersenyum.
“Na do Saranghae.” Gumam Kyu yang hanya dapat didengar oleh batin dan jiwanya itu. Kembali wajahnya seolah membentuk seulas senyuman yang indah, sudah lama ia tak merasakan kebahagiaan seperti ini. Sampai sekatika—terdengar deringan suara ponselnya yang berbunyi nyaring diatas sebuah lemari Es, Kyu sedikit mengernyit saat ia menatap nomor yang sangat tak asing lagi baginya itu. Nomor itu bukanlah nomor kartu biasa, nomor itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang tertentu atau khusus dan Kyuhyun sangat tau siapa-siapa saja yang menggunakan nomor semacam ini. Nomor yang berasal dari Dai Nippon Teikoku.
“Moshi-Moshi, Ōji.” Ucap salah seseorang disebrang sana dengan nada yang begitu hormat, Kyu sentak menggigit bibir bawahnya sekilas. Sejujurnya ia sangat tak suka akan panggilan itu untuknya.


-TBC-

-Preview For The Next Chap-

 “KAU—kau tidak tau siapa dia sebenarnya Hiu hwi, dia berbeda dengan kita! Seluruh hidupnya bahkan sejak dia lahir sudah ditentukan dan ditetapkan, bahkan masa depan dan calon istrinya kelak. Kau akan terluka pada akhirnya. Jangan berhubungan lagi dengannya atau kita menyusul Eomma dan Appa ke New York sekarang juga.” Ancam Changmin geram!


“Sebenernya tadinya mau aku kasih tau langsung siapa Kyu, tapi NEXT Part aja ya… Kiss Scene nya juga ada NEXT Part lagi dah… Pecinta Jepang, mungkin tau ya apa Dai Nippon Teikoku ama arti Ōji itu… hehehehe~ Yah! Itulah Kyuhyun sebenarnya.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar