Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU!”

“This all Because Your CHU!”


Tittle                             : “This all Because Your CHU!”
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
    Kang Mi Hee, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



               “Sebenarnya ini FF nya udah lama, tapi baru aku Post sekarang. FF ini juga sebenernya terinspirasi dari sebuah berita iklan yang nongol dipojok Facebook itu^^ Lalu, aku kembangin aja dengan semua imajinasi yang ada.”



-          “KAU... Apa kau tau apa kesalahan terbesarmu padaku? Kesalahanmu hanya satu... Yaitu: Mengapa kau membuatku mencintaimu.” -




Dinding-dinding awan langit terlihat berkabut sore ini, mendiamkan segelincir cahaya mentari yang ingin menenggelamkan seberkas cahayanya. Terdengar rintih gemeresuk suara celotehan orang-orang dari arah bawah sebuah Apartment yang lebih mirip dengan rumah susun itu, tampak diantara mereka ada yang tengah berteriak-teriak memohon pada seorang namja yang kini memang tengah berdiri dilantai 5 rumah susun itu. Entahlah... Namja itu seolah-olah tak perduli dengan alam sekitar yang kini tengah meneriakinya, ia malah lebih sibuk dengan jalan pikirannya untuk mengakhiri hidup! Mata sayunya itu tiba-tiba saja memanas tatkala mengingat semua masalah hidupnya, tak ada hal lain yang ia pikirkan kecuali— ‘MATI’. Membuat semua orang dan bahkan polisi yang berada dilokasi kewalahan dibuatnya.

"Eh... Ada apa ini? Kenapa ramai sekali?" Ucap seorang yeoja bingung tatkala ia menatap kerumunan orang-orang tengah berkumpul tepat dihalaman Rumah susun yang ia tempati, beberapa kantong plastik berada lekat ditangannya. Memang~ Ia baru saja selesai belanja beberapa perlengkapan dan sayuran di sebuah Supermarket yang tak jauh dari tempatnya itu. Shim Hiu hwi! Itulah nama yeoja dengan rambut panjang dan bermata bulat yang indah ini.
“Apa ada pembagian beras?” Gumam Hiu hwi seraya mengerucutkan bibirnya sejenak, kedua bola matanya itu sentak saja mengikuti arah pandang orang-orang yang ada disana. Kepalanya mendongak pelan, saat tiba-tiba saja mata indah itu melotot besar saat ia dapat melihat dengan jelas seorang namja yang tengah berdiri seakan hendak melompat kebawah itu. Sebenarnya ia bukan terkejut karna namja itu akan bunuh diri tapi karna— Namja itu berada tepat didepan rumah susunnya yang berada dilantai 5.
"Andwe!!!" Pekik Hiu hwi panik. Tanpa pikir panjang ia pun dengan cepat berlari menembus beberapa kerumunan itu dengan tujuan berlari kelantai 5, namun sepertinya sayang... Beberapa Polisi malah lebih dulu menghadangnya.
"Mianhae Aggashi, kau tidak boleh kesini," Hadang beberapa Polisi seraya merentangkan kedua tangan mereka bermaksud mencegah langkah Hiu hwi untuk berjalan masuk ke rumah susun itu.
"Tapi Pak... Aku harus bicara dengan namja itu sebentar, ini sangat penting!"
"Mianhae Aggashi itu sangat berbahaya. Bisa saja jika kau mendekat dia malah melompat,"
"TAPI JANGAN MELOMPAT DARISANA” Celetuk Hiu hwi setengah berteriak
“Mwo?”
“Ah... Ani... Aniya. Maksudku itu— Aku— Aku hanya ingin mencegahnya bunuh diri,"
"Mwoya? Memangnya apa hubunganmu dengan namja itu Aggashi?"
"Nde? Umm... Ak— Aku ini adalah... Yeojachingunya.”
“Ohk? Jeongmal?”
“Ye, aku harus menolongnya Pak Polisi. Aku tidak bisa hanya berdiam diri melihatnya seperti itu, aku takut kehilangannya. Bagaimana jika aku hamil? Otthe? Anakku akan lahir tanpa Ayah,” Hiu hwi mulai merunduk sedih, sesekali terdengar ia menghela nafas panjang membuat beberapa Polisi yang berada disana menatapnya iba.
"Hummm... Baiklah, tapi kau harus hati-hati dan usahakan kau berhasil membujuknya."
“Nde, aku mengerti.” Sahut Hiu hwi dengan semangat tinggi, kepalanya mendongak cepat dan mulai melangkahkan kakinya segera masuk ke rumah susun itu, tepatnya menuju lantai tertinggi. Sebuah lantai dimana sekarang tengah berdiri seorang namja yang kini mulai menaikkan satu kakinya ke salah satu penyanggah pembatas tempat itu. Angin menerpa singkat rambut kecoklatan dan jaket putih yang ia kenakan sekarang.
"Heish... YA! Namja gila... Katanya kau mau melompat, tapi kenapa dari tadi kau hanya diam seperti itu heh?" Ejek Hiu hwi membuat namja yang hendak bunuh diri itu sentak menoleh dan mendongak menatap tajam ke arahnya. Sejujurnya... Namja itu memiliki wajah yang cukup tampan.
"Nugusseyo? Jangan ikut campur urusanku! Lebih baik kau pergi darisini dan jangan sekali-kali menahanku, jika tidak— Aku akan segera melompat" Bentak namja itu dengan pelototan singkatnya pada Hiu hwi
"Siapa bilang aku ingin menahanmu heh? Aighoo...." Balas Hiu hwi membuat namja dihadapannya itu tercenang
“Jika memang kau ingin melompat, yah lompat saja sekarang,” Lanjut yeoja itu seraya melipat kedua tangannya didepan dada
“NDE? Kau— Kau tak ingin menahanku?”
"YA! Sebenarnya aku hanya ingin katakan sesuatu hal padamu. Humm... Kau tau— Kau itu seorang pengecut yang tidak mampu menghadapi dunia. Kau juga seseorang yang sangat brengsek yang dengan bodohnya mengakhiri hidup dengan cara menjijikan seperti ini! Apa kau pikir hanya kau yang memiliki masalah? Apa kau merasa orang yang paling menyedihkan didunia ini huh?”
“Sudah kukatakan dengan jelas, jika itu bukan urusanmu.”
“Cah~ Sudahlah... Yang terpenting untukku sekarang adalah... Aku mohon padamu, jika memang ingin bunuh diri, jangan mati disini! Kau tau... Ini sudah ke-15 kalinya aku pindah rumah dan aku tidak mau pindah lagi hanya karna seorang namja bunuh diri didepan rumah susunku. Lagipula jika kau mati disini, aku tidak ingin kau gentayangan disekitar sini Ara?" Bentak Hiu hwi membuat lagi-lagi namja itu tampak terkejut mendengarnya. Untuk beberapa detik, tak ada nada lagi diantara keduanya, sampai—
"Itu deritamu Nona dan bukan urusanku. Selamat tinggal." Ucap namja itu sembari kembali menaiki pembatas sanggahan dengan tingkat yang lebih tinggi, kedua matanya terpejam erat dengan gemetaran tubuh yang melandanya. Kembali, Hiu hwi hanya diam menatap namja asing itu melepaskan pegangannya dan merentangkan kedua tangannya secara perlahan seolah-olah ia telah siap meninggalkan dunia fana ini, seolah-olah ia merasa ketenangan yang akan ia terima jika ia tak bernafas lagi dalam setiap detik kehidupan ini. Angin berhembus kencang~ Seakan-akan ingin menjadi saksi bisu kejadian yang menghebohkan kota Seoul saat ini.
“Argh....” Semua orang yang berada dibawah Rumah susun itu mulai berteriak histeris saat tubuh namja asing itu mulai bergerak tak seimbang, mungkin saja hembusan angin juga ikut menjadi faktor pendukungnya. Hingga sampai tiba-tiba saja, kaki kanan namja itu terpeleset dan—
"ANIYA....!" Pekik Hiu hwi kontan saja berlari cepat dan menarik ujung baju kaos namja itu dengan erat, semua orang kembali berteriak histeris saat kedua orang ini tampak bersitegang di pinggiran penyanggah pembatas Rumah susun itu.
"YA! Apa yang kau lakukan yeoja bodoh, lepa—" Belum sempat namja itu berbicara panjang lebar, perkataannya telah lebih dulu terhenti akibat bibir Hiu hwi yang telah membungkam mulutnya dengan lembut. Lidah Hiu  hwi mulai bermain lincah dirongga bibir namja itu, hingga tanpa sadar namja itu pun menutup matanya erat. Hiu hwi memang sengaja melakukan ini bermaksud untuk mengalihkan perhatian namja itu, setidaknya ia harus berhasil sekarang! Bahkan Hiu hwi tak tanggung-tanggung melakukannya, lidah keduanya mulai saling bertaut mesra, entah mengapa namja itu kini mulai tergoda untuk membalas Hiu hwi sekarang hingga sampai-sampai ia seolah lupa akan masalah dan niatnya untuk bunuh diri itu, mungkin saja karna manisnya bibir Hiu hwi yang mampu menghipnotisnya hingga tanpa sadar ia pun begitu menikmatinya. Kesempatan itulah yang diambil Hiu hwi untuk menjauhkankan namja itu dari tempat ia ingin bunuh diri, entahlah... Terlihat jelas sekali jika kaki namja itu bahkan dengan mudah menuruti Hiu hwi sekarang.
"Eh...." Desah namja itu sesaat setelah Hiu hwi melepaskan ciumannya, terdengar nafas mereka yang berhembus kompak tak beraturan. Kedua mata mereka beradu pandang dengan jarak yang masih cukup dekat, sepertinya kedua orang ini masih tak percaya dengan apa yang tadi telah mereka lakukan bersama membuat suasana terdengar hening seketika. Beberapa menit seluruh dunia seolah menjadi bisu dan berkabut sampai tiba-tiba saja terdengar suara riuh dan tepuk tangan dari arah bawah dan sekitar Rumah susun itu, bahkan ada yang menangis terharu seakan-akan orang-orang itu baru saja menonton adegan akhir cerita Romeo and Juliet.
"Dasar anak muda." Ucap salah satu Polisi tersenyum seraya menghampiri dan menuntun keduanya pergi dari tempat itu. Jujur saja, wajah namja itu tampak merah padam akibat malu, termasuk Hiu hwi sendiri.

===

Sudah lebih dari 2 jam yang lalu Hiu hwi dan namja asing itu dinasehati oleh beberapa polisi dari dalam rumah susun Hiu hwi sendiri. Ternyata... Namja yang ingin bunuh diri itu bernama ‘CHO KYUHYUN’. Sebenarnya polisi sedikit kesal akibat Kyuhyun tak menjawab alasan mengapa ia membuat kehebohan di rumah susun itu padahal, ia sama sekali bukanlah penghuni salah satu kamar disana. Tak berbeda jauh dari Kyu yang selalu mengerutkan dahinya bingung setiap kali Polisi itu berbicara tentang cintanya dengan yeoja yang kini berada tepat disampingnya itu. CINTA? Ia benar-benar tak mengerti mengapa yeoja yang sama sekali tak ia kenal itu kini disangkutpautkan dengan niatnya untuk bunuh diri.
“Jika memang kau sangat mencintai Nona Hiu hwi, kau tak perlu bunuh diri seperti ini. Akan lebih baik jika kau mengambilnya atau menikahinya,” Ucap Polisi itu seraya menghela nafasnya singkat
“Nde?” Kyu membulatkan matanya semakin bingung
“Kalian ini masih muda, perjalanan masih panjang. Bagaimana jika tadi kau benar-benar bunuh diri heh? Apa kau tak berpikir tentang kekasihmu ini? Ia bisa saja melahirkan anak tanpa Ayah,”
“MWO?” Kyu memekik hebat sekarang, membuat Hiu hwi merunduk ketakutan. Ia tak tau harus berbuat apa.
“Baiklah... Sekarang kalian selesaikanlah masalah percintaan kalian ini, dan jangan membuat heboh lagi di Rumah susun ini. Jika tidak— Kalian berdua bisa dipenjara Ara? Kami permisi dulu.” Beberapa Polisi itu pun mulai berdiri dan satu per satu beranjak keluar, tampak beberapa dari mereka menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum kecil seolah-olah mengerti dengan permasalahan anak muda zaman sekarang.

HENING~

Semuanya terdengar hening saat para Polisi dan orang-orang yang masih menonton diluar telah pergi dari rumah susun Hiu hwi, terlihat kecanggungan diantara keduanya. Bahkan mereka seperti masih tampak canggung dengan masing-masing, apalagi mengingat semua yang telah terjadi hari ini.
 “Apa maksud polisi itu? Aku bunuh diri karna aku patah hati karnamu?" Tanya Kyu sentak membuka suara dalam keheningan ini.
“Nde? Oh-eh itu mungkin karna— Karna aku tadi aku mengatakan kepada mereka jika sebenarnya kau itu... Kau itu adalah pacarku,”
“Mwo?”
“Jika tidak seperti itu, mana mungkin aku bisa menolongmu.”
“Yeoja pabbo! Harusnya kau tidak ikut campur kedalam masalahku. Apa kau tau huh? Karna kau— Aku tidak jadi mati dan harus menanggung malu seperti ini,” Bentak Kyu kesal
“YA! Sebenarnya aku sama sekali tidak berniat menolongmu, aku hanya tidak ingin kau mati didepan rumah susunku. Itu mengerikan! Aighoo... Jika tadi itu benar-benar terjadi, aku tidak tau bisa hidup tenang lagi atau tidak,”
“Jadi, hanya itu? Kau benar-benar yeoja yang tak memiliki hati dan perasaan,”
“Mwo? Sepertinya tadi kau memang ingin aku menolongmu,”
“Ani! Aku memang ingin mati, dan benar saja~ Aku akan menghantuimu yeoja cerewet.”
“Ash... Sudahlah, sekarang aku ingin kau pergi darisini.” Sahut Hiu hwi geram, membuat sentak saja Kyuhyun terdiam. Sebenarnya... Kyu memang tak tau harus pulang kemana sekarang, hidupnya terlalu rumit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Hiu hwi sedikit memicing menatapnya, Kyu tampak sama sekali tak berniat menjawab ataupun beranjak dari tempatnya saat ini.
“Ada apa dengannya?” Gumam batin Hiu hwi bingung
“YA! Cho Kyuhyun-shi dimana rumahmu? Kau pulanglah... Pasti keluargamu mengkuatirkanmu,” Sekali lagi Kyu hanya mampu terdiam ditempat, kepalanya merunduk seolah menyembunyikan sisa-sisa kepedihan dalam dadanya itu. Sungguh! Sorot matanya tajam nan menyedihkan.
“Ehem... Bukan aku bermaksud untuk mengusirmu darisini, tapi—“ Ucapan Hiu hwi kali ini pun terhenti tatkala ia menatap Kyu mulai bergerak membenarkan posisi duduknya sembari merangkul kedua kakinya yang terlipat bersamaan, kepalanya pun ia sembunyikan diantara itu seolah-olah ia memang menanggung beban kegundahan yang cukup berat dalam hidupnya.
"Aish... Apa yang harus aku lalukan sekarang? Jika aku menyuruhnya pergi dalam keadaan seperti ini dan sendirian, bagaimana jika ia berusaha lagi untuk bunuh diri? Ah... Aku memang tidak perduli akan hal itu, tapi aku pasti akan merasa bersalah jika besok aku melihat mayatnya dikoran, apalagi semua orang disini tau jika aku pacarnya, pasti aku akan disangkutpautkan bahkan disalahkan dan yang jelas bagaimana jika arwahnya memang bergentayangan dan menghantuiku. Aish... ANDWE!" Gumam batin Hiu hwi tak karuan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya dengan cepat dan tak beraturan.
“Ehm... Kyuhyun-shi, kau boleh tinggal disini untuk sementara waktu sampai Changmin Oppa pulang. Kau— Kau bisa menempati kamar Oppa ku itu.” Kyu sentak mendongak dan menatap tajam kearah Hiu hwi, membuat yeoja itu mati kutu dibuatnya. Entah mengapa Hiu hwi terlihat salah tingkah seperti ini.
"YA! Kau jangan menatapku seperti itu. Geurae, jika kau perlu sesuatu... Kau katakan saja padaku dan kau bisa memakai baju Oppa ku yang ada didalam lemari itu Aro? Sekarang istirahatlah lebih dulu, aku akan membuatkanmu makanan." Hiu hwi pun hendak beranjak pergi meninggalkan Kyu sendiri disana, namun tanpa diduga dan disangka tangan Kyu pun malah menggapai lengannya erat.
"Gomawo." Ucap Kyu singkat namun cukup membuat dada Hiu hwi berdesir singkat.
“Oh... Ne, Ah ya... Soal ciuman itu— Kau jangan pikirkan lagi ne? Anggap saja kita tak pernah melakukannya Ara?" Ucap Hiu hwi dengan nada bergetar, apalagi saat ini mata Kyu masih tertuju padanya. Sebuah tatapan aneh yang membuat yeoja itu terbirit lari keluar, tak Hiu hwi pungkiri memang~ Jika namja aneh itu cukup tampan dan berkharisma.

***

"Yeobosseyo Hiu hwi-ya... Ini Oppamu yang tampan~" Ucap seorang namja dengan decakan semangatnya, sesekali tampak ia tersenyum seraya merenggangkan badan ponsel ditelinganya saat ini.
"Ish... Changmin Oppa ada apa kau menelponku heh?" Balas Hiu hwi ketus pada kakak semata wayangnya itu. Mereka memang hanya tinggal berdua di Seoul ini, sebab orang tua mereka kini berada di New York untuk menetap disana. Shim Changmin terpaksa tinggal di Asrama sekolahnya untuk tahun terakhirnya ini, meninggalkan adiknya sendiri di sebuah rumah susun yang cukup sederahana. Namun namja jangkung itu sesekali pulang dan terus menelpon Hiu hwi disela waktu luangnya, ia hanya tak ingin mengabaikan tanggung jawabnya sendiri sebagai seorang Kakak. Sebenarnya jika tak diwajibkan tinggal di Asrama, mungkin Changmin tak akan mau meninggalkan adik perempuanya itu sendiri.
"Hiu hwi-ya... Apa kau tak rindu dengan Oppa mu ini heh? Ah ya... Minggu ini aku diizinkan keluar dan pulang, jadi aku bisa menemanimu disana,"
"Mwo? Pu— Pulang? Aniya oppa... Oppa jangan pulang!" Sahut Hiu hwi panik
"YA! Waeyo? Apa kau benar-benar tidak merindukanku huh? Aish...."
"Bukan seperti itu Oppa. Aku— Aku sangat sibuk minggu ini, jadi kemungkinan besar aku akan jarang pulang, lagipula sebentar lagi kan Oppa ujian. Sebaiknya Oppa menghabiskan waktu diperpustakaan saja ohk? Aku janji akan mengunjungi oppa disana,"
"Yakso? Kau sedang tak menyembunyikan dan berbohong padaku kan Shim Hiu hwi?”
“Ani... Mana mungkin aku berani melakukan itu,” Hiu hwi benar-benar tampak gugup sekarang, baru kali ini ia berbohong pada Oppa nya itu.
“Humm... Baiklah, aku akan menunggumu disini. Hati hati Arasseo? Jangan membawa orang lain masuk kerumah? Kecuali teman-teman yeoja mu."
"Ye? Oh... Arayo. Ah... Aku lupa mengangkat masakanku oppa, aku akan tutup sekarang ne?. Annyeong oppa" Ucap Hiu hwi seraya menutup telponnya dengan cepat, ia benar-benar tak sanggup lagi jika harus berbohong lebih banyak pada oppa nya itu.
“Huft... Hampir saja. Ah, kenapa jadi seperti ini?” Gumam Hiu hwi gusar

===

Sinar sang surya yang tadinya meredam gelap, kini mulai dan semakin menanjak naik keperaduan, meninggalkan sisa-sisa angin malam yang melayang bersama embun-embun pagi dunia. Jam di dinding tampak memutar kearah pukul setengah 7 lebih, Hiu hwi tampak masih sibuk dengan ikatan tali sepatunya diteras. Ini kala pertamanya ia masuk Sekolah menjadi Senior tingkat 2.
“Kyuhyun-shi... Aku berangkat Sekolah dulu ne, jika ada apa-apa kau telpon ke nomor yang tadi aku berikan padamu. Arachi?”
“Kau seperti berbicara pada anak yang berusia 5 tahun saja. Ara! Aku sudah mengerti,”
“Ish... Ah ya... Jangan lupa makan sarapannya,” Ucap Hiu hwi seraya menyantap cepat bubur dihadapannya itu.
"YA! Apa kau gila? Ini bubur atau nasi yang belum jadi heh? Rasanya benar-benar aneh." Ejek Kyu seraya memperlihatkan raut wajah seseorang yang seolah-olah tengah keracunan itu.
"MWO? YA! Jika kau memang tidak mau makan bubur ini, ya tidak usah dimakan. Menyebalkan!" Dengus Hiu hwi kesal seraya beranjak dan mulai keluar, sesekali tampak ia masih menggerutu kesal akibat ulah Kyu. Ia sendiri pun bingung akan sikap namja itu, bukankah ia menumpang? Seharusnya ia bisa lebih baik dari itu.


@Nakaramura High School_ Seoul, -South Korea-


“Hiu hwi-ya....” Hiu hwi sentak menoleh saat ia mendengar namanya disebut, tampak seorang yeoja berambut pendek nan lurus itu kini tengah tersenyum kearahnya seraya melambaikan tangan.
“Eh... Su hee-ya,” Balas Hiu hwi seraya ikut tersenyum kearah sahabat karibnya itu. Sudah hampir 2 tahun mereka bersama-sama dan saling berbagi banyak hal. Kim Su hee~ Hanya yeoja inilah yang begitu tahan berteman dengan seorang Hiu hwi, walau sampai sekarang Su hee tak tau betul siapa dan bagaimana keluarga Hiu hwi yang sebenarnya.
"Bagaimana liburanmu di Paris itu heh?”
“Tidak ada yang menarik! Eh... Lalu, bagaimana denganmu Hiu hwi-ya? Kemarin aku tak sengaja membaca salah satu berita dikoran, jika di Apartementmu itu ada seorang namja yang ingin bunuh diri, tapi ia mengurungkan niatnya karna kekasihnya datang dan menyelamatkannya dengan sebuah ciuman. Benarkah? Ah~ Mereka manis sekali, tapi sayang—  Aku tidak bisa melihat foto mereka sedang seperti itu, hihihi~ Karna Photo mereka diburamkan oleh pihak penerbit."
"Ye? Jeongmal? Ah... Syukurlah... Hahahha~"
"Mwo? Syukur apanya?"
"Huh? Ah... Aniya, maksudku syukurlah orang itu tidak jadi bunuh diri, hahaha."
"Oh...  Ah ya, Hiu hwi-ya apa kau kenal siapa mereka?"
“Nde? U... Untuk apa?”
“Aku hanya penasaran saja dengan wajah mereka, kau benar tidak tau?”
“Tentu saja aku tidak tau, aku— Aku tidak punya waktu untuk mengurusi hal-hal semacam itu.”
“Kau payah!” Desah Su hee seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan.
"Annyeong Chagiya....” Sapa seorang namja tiba-tiba saja memeluk Su hee dengan mesra, Hiu hwi mulai mengerucutkan bibirnya geram ketika menatap kekasih sahabatnya itu.
“Yah~ Eunhyuk oppa… Apa-apaan kau ini! Jangan memelukku seperti itu, ini sekolah.” Ucap Su hee kesal seraya berusaha melepaskan rangkulan namja yang telah 1 tahun bersamanya itu.
“Aish… Memangnya kenapa kalau di Sekolah? Kau malu? Malu pada siapa? Hiu hwi? Ah… Kau terus bersama dengan tikus curut ini jika di Sekolah, apa kau tidak takut Chagi?” Ucap Eunhyuk seraya terkikik pelan.
"Mwo? Tikus curut? YA! Awas kau Monyet bungkuk,” Hiu hwi baru saja hendak memukul Eunhyuk, tapi sayangnya namja itu telah lebih dulu berlari dengan cengiran ejekannya.
“YA! Jangan lari kau LEE HYUK JAE! Aku akan membunuhmu… Berhenti!" Hiu hwi kembali memekik dengan urat-urat syarafnya yang kelihatan, hingga seketika—

“#BRUUKK!”

Hiu hwi tergelinding ditanah, tubuhnya tersungkur akibat segerombolan Siswi yang tanpa sengaja menabraknya cukup keras.
"Mianhae Eonni." Ucap salah satu siswi itu seraya kembali berlari lagi menuju arah taman belakang Sekolah, sepertinya bukan hanya mereka. Tapi juga beberapa Siswi lainnya, entah ada apa disana.
“Hiu hwi-ya… Gwanchana?” Su hee dnegan sigap berlari menghampiri Hiu hwi dan membantu yeoja itu untuk berdiri. ME-MA-LU-KAN! Itulah yang kini dirasa Hiu hwi, bahkan tadi rok Sekolahnya sempat tersingkap.
“Kau pikir tersungkur ditanah seperti itu akan baik-baik saja? Ash… Sakit sekali Su hee-ya,”
“Hahaha~ Aku tau.”
“Dasar adik kelas kurang ajar. Mereka menabrakku sekencang itu, tapi hanya berkata ‘Maaf’ tanpa membantuku sama sekali, memangnya ada apa ditaman belakang? Sampai heboh seperti ini.”
"Mollayo, kajja~ Kita lihat Hiu hwi." Ucap Su hee antusias seraya menopang Hiu hwi untuk membantunya berjalan menuju taman belakang Sekolah itu. Memang~ Tampak jelas taman ini telah dipenuhi banyak Siswi yeoja, bahkan ada yang tengah tersenyum-senyum seraya memegang sebuah ponsel dan kamera.
“Ada apa ini? Apa kita kedatangan artis?” Bisik Hiu hwi curiga
“Hiu hwi-ya… Coba kau lihat namja yang disana.”
“Nde?” Hiu hwi tampak bingung akan jawaban Su hee kali ini, dengan rasa penasaran yang kuat ia pun mulai mengikuti arah pandangan Su hee dan yang lainnya. Matanya sedikit membulat saat kini ia dapat menatap sosok seorang namja asing tengah tertidur lelap diatas salah satu bangku taman itu. Entahlah~ Mungkin saja dialah yang kini menjadi objek tatapan semua mata yang ada disini. Rambut hitam kecoklatan yang terurai cukup panjang kesamping itu membuat namja ini benar-benar tampak sangat tampan! Matanya… Yah~ Matanya memang terkatup indah dengan bulu mata yang cukup panjang dan bibir merah yang memang seolah disinari dengan matahari pagi itu. Benar~ Wajahnya tampak seperti seorang— MALAIKAT SURGA.
“Oh My Got! Dia tampan sekali,” Kagum Su hee menganga dengan pancaran mata yang berbinar.
“Nde? Namja itu? Namja yang—“ Hiu hwi sentak menghentikan kalimatnya saat ia sadar jika wajah namja yang menjadi pusat perhatian itu tak lain dan tak bukan adalah wajah namja yang ia kenal.
"Dia—" Hiu hwi kontan saja terkejut bukan main, dengan langkah cepat ia hampiri namja itu dan menepuk bahunya pelan.
“YA! CHO KYUHYUN-SHI… Ireona! Mau apa kau kesini heh?” Hiu hwi berucap itu dengan sedikit berbisik kecil, namun sepertinya Kyu sama sekali tak menghiraukan keberadaannya.
“Hey… Kajja~ Kita pergi darisini, untuk apa kau kemari?” Lagi-lagi Hiu hwi kembali membungkuk dan berbisik
“YA! CHO KYUHYUN… KAU MENDNEGARKU TIDAK HUH?” Pekik Hiu hwi seketika membuat Kyu terkejut dan tanpa sadar menarik tangan yeoja itu hingga jatuh keatas tubuhnya. Semua orang yang ada disini sentak menganga dibuatnya. Hening~ Untuk beberapa waktu Kyu dan Hiu hwi hanya saling bertatapan ria.
“Kau— Kenapa kau membangunkanku heh?” Dengus Kyu kesal seraya mengeratkan pegangan tangannya dipinggang Hiu hwi.
“Lepaskan pelukanmu namja gila!”
“Jika aku lepas, kau akan jatuh.”
“YA! Kau—“
“Kau ini kenapa bisa berada disini heh?” Tanya Kyu sentak memotong perkataan Hiu hwi.
"Harusnya aku yang bertanya padamu seperti itu! Kyuhyun-shi kenapa kau ada disini? Apa kau mengikutiku heh? Bukankah sudah kukatakan, jika perlu apa-apa kau tinggal telpon aku.”
"Nde? Mengikutimu? Heish… Kau sedang bercanda? YA! Kau tau… Sekarang aku bersekolah disini.”
"MWO?”
“Jika sedang terkejut seperti ini, kau malah terlihat manis. Apa kau sadar jika jarak diantara sekarang begitu dekat? Apa aku harus membalas ciumanmu waktu itu heh?”
“MWO?”
“Kau semakin membuat wajahmu seolah terkejut seperti itu, kau benar-benar ingin aku menciumu sekarang?”
“MWO?”
“Pejamkan matamu…” Ucap Kyu singkat seraya perlahan-lahan mendekatkan wajahnya pada wajah yeoja itu, semakin dekat membuat Hiu hwi bahkan semua orang yang ada disini gemetaran bukan main. Mereka semua tak sadar, jika ada seseorang namja yang juga tengah menyaksikan itu dengan tampang geram dan kesal.
“Hiu hwi-ya….” Desah namja itu tampak sangat terlihat kecewa. Mulai~ Beberapa yeoja dan segerombolan orang berbisik-bisik menggerutu tajam kearah Hiu hwi! Sepertinya yeoja itu akan mendapatkan masalah besar setelah ini.

-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar