Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL ENDING. B]



Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin, Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



 “Shim Hiu hwi! Kenapa kau lakukan ini huh?”
“Maafkan aku Oppa,” isak Hiu hwi membuat Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir sekarang, mengapa yeoja itu malah kembali? Hiu hwi sendiri pun kini tampak cemas dan gemetar! Apakah keputusannya ini benar atau malah akan membuat masalah baru untuknya dan Kyuhyun? Hiu hwi mematikan Flip ponselnya itu dan kembali memandang jalan dari arah dalam jendela mobil mewah ini. Dadanya benar-benar terasa sesak sekarang!
‘Maafkan aku, Oppa’



-   “Bisakah kau menatapku, seperti aku menatapmu?

     Benar...
     Perpisahan bukanlah awal dari kesedihan,
    Tapi perpisahan adalah awal dari kerinduan 
    Berpisah?
    TIDAK! Aku tak ingin adanya perpisahan itu!” –



_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. End Begin’s story_



         Bentangan langit biru itu terpapar indah dengan gumpalan awan yang berarak dan bergerak semampai diatas sana, seolah membentuk sebuah rona kehidupan yang indah dan menyisakan irisan melengkung yang makin menipis perlahan. Tak ada nada minor yang terdengar dari kicauan burung-burung surga itu, seakan hanya iringan siulan-siulan yang tak jelas melambai bersama angin.

@Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-



        “Sebenarnya, kalian akan membawaku kemana?” nampak seorang gadis berucap dengan nada curiga saat kini ia telah berada didepan sebuah Balkon kekaisaran itu. Manik matanya kembali melirik segerombolan Bodyguard yang tadi sempat membawanya dari Bandara.
        “Berbaliklah, dan berjalan lurus saja Nona Shim.” Gadis yang tak lain adalah Hiu hwi itu pun mendelik tajam mendengar penuturan salah satu Bodyguard yang ia tau jika itu adalah pengawal kekaisaran.
        “Aku sedang tak ingin berbelit-belit dan membuang banyak waktu. Bisakah kalian langsung saja membawaku menghadap Putra Mahkota Naruhito?”
        “Hummm... kami memang akan membawamu ke kediaman Kaisar Nona Shim, tapi untuk sekarang ada hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu padamu Nona, maafkan kami.”
       “Mwo?” Hiu hwi sentak terkejut tak percaya tatkala kini kedua lengan tangannya sudah dicengkram oleh beberapa Bodyguard itu; bermaksud hendak sedikit memaksa dan menyeret Hiu hwi agar mengikuti tempat tujuan mereka.
       “YA! Apa-apaan ini?” Hiu hwi memberontak sekuat tenaga, namun sayang tenaganya tak lebih kuat dari namja-namja besar itu untuk melepaskan diri.
       “YA! Lepaskan aku... kalian akan membawaku kemana?” Berontak Hiu hwi dengan berteriak cukup keras dan tajam. Namun sayang, ia tak mendengar jawaban atas pertanyaannya itu. Hiu hwi mendesah dalam, ia menyesal jika mengingat perkataan Kyu yang sudah menyuruhnya untuk tidak lagi menginjakkan kaki di kekaisaran ini.
‘Kyuhyun Oppa, maafkan aku’

===


        Disatu sisi tampak kini Kyu bergegas melangkahkan kakinya lebar menuju tempat yang sangat amat ia kenali ini. Tak ada sapa maupun bungkukan lagi saat ia memasuki balkon utama yang terletak diatas itu, mungkin karna ia sudah terlalu panik. Beberapa pengawal Istana dan kekaisaran tampak masih membungkuk dalam tatkala melihat Kyu, karna memang sampai sekarang belum ada sama sekali pengganti resmi dirinya untuk meneruskan tahta Kaisar Jepang.
      “Pangeran Hisahito.” Gumam salah satu Menteri Pertahanan Istana dengan ekspresi terkejut seraya membungkuk singkat pada Kyu.
      “Kemana Ayahku?” tanya Kyu dengan tatapan tajam pada beberapa orang yang masih tak percaya dengan kehadirannya lagi di kediaman Kaisar ini.
      “Beliau sedang—sedang—”
      “Ash....” Kyu mendengus kecil sembari bergegas memasuki salah satu balkon itu tanpa permisi dan tata cara penghormatan Kekaisaran yang dulu selalu ia lakukan. Wajah Kyu sudah pucat karna panik! Ia tak mungkin bisa tenang, jika belum melihat Hiu hwi baik-baik saja.

#BRAAKKK

      Pintu balkon itu seolah terdobrak dengan cepat, hingga kini orang-orang yang berada didalamnya terlihat dengan jelas. Tampak seorang lelaki yang sudah berumur itu tengah duduk bersila seraya memicing menatap pemandangan didepannya. Semua orang kembali membungkuk! Inilah pertemuan kembali sang penerus Utama Kekaisaran dengan Kaisar Jepang yang kini masih menjabat. Yah, ini adalah tempat utama dimana Kaisar Akihito yang tak lain adalah Kaisar Jepang ke-125 itu berisitirahat!
Hening!
       Tempat ini dilanda kesenyapan untuk beberapa waktu, sampai akhirnya Kaisar Akihito pun tersenyum sinis dan menggeleng-geleng tak jelas saat kini ia menatapi Kyu dengan tatapan seksama.
       “Sumimasen Sofu.”  Kyu sadar! Ia dengan cepat membungkuk sampai ke lantai tepat didepan Kaisar Jepang yang tak lain adalah Kakeknya sendiri itu. Kyu seolah meminta maaf atas perlakuan tidak hormat yang tadi ia lakukan. Toh, bagaimanapun juga ia diajarkan untuk tetap saling menghormati orang yang lebih tua dalam kondisi dan keadaan apapun.
       “Hummmm... Bagus! Kau tidak melupakan tata krama kekaisaran Pangeran Hisa.” Kyu mendongak menatapi sang Kakek dengan tatapan datar.
       “Maaf, aku bukan lagi Pangeran Hisa, tapi aku Cho Kyuhyun.” Balas Kyu seraya melirik kearah kanan, lebih tepatnya kearah Putra mahkota Naruhito; Ayahnya.
      “Hummm... benarkah kau tak ingin dipanggil dengan sebutan it—”
       “Dimana Hiu hwi?” Sela Kyu cepat membuat semua orang tampak terkejut mendengarnya. Kyu seolah mulai berani menyela perkataan dari orang yang paling dihormati di Jepang ini.
       “PANGERAN HISA, jaga sikapmu!” Bentak Putra mahkota itu dengan bidikan tajam pada anak semata wayangnya itu. Anak? Mungkinkah Putra mahkota Naruhito masih menganggap Kyu sebagai anaknya?
      “Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, katakan dimana Hiu hwi maka aku akan dengan cepat menyudahi ini.”
      “Menyudahi apa maksudmu huh?” Putra Mahkota tampak semakin kesal. Sepertinya akan terjadi lagi pertengkaran Ayah dan Anak ini.
      “Bukankah aku sudah mengundurkan diri dari penerus tahta dan dari kekaisaran ini? Lalu, mengapa kalian masih menggangguku!”
      “Tidak semudah itu anak bodoh! Kau benar-benar tumbuh menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab, dimana akal dan hati nuranimu huh? Kau pikir, keadaan disini akan baik-baik saja setelah kau tinggalkan begitu?” Putra Mahkota Naruhito sentak bersandar dan memegangi dadanya.
      “Awwww....” Ringisnya ngilu.
      “Tidak usah berteriak-teriak seperti itu Putra mahkota, kau maish sakit dan dalam perawatan. Biar aku saja yang berbicara dengan Putra tampanmu ini.” Kaisar Akihito mendesah dalam dan kembali memandangi Kyu dengan tatapan seksamanya.
      “Pangeran Hisa, apa benar kau ingin meninggalkan istana ini?”
      “Jika tidak, mana mungkin aku melakukan semua ini Kakek.”
      “Baiklah, sepertinya kau memang mencintai gadis Korea itu.”
      “Tidak, tapi aku sudah sangat mencintainya.”
      “Lalu, apakah kau memang rela meninggalkan jabatanmu sebagai penerus tahtaku? Meninggalkan Ayahmu? Meninggalkan aku sebagai Kakekmu? Dan meninggalkan semua kehidupanmu yang telah menjadi impian mendiang Ibumu?” Kyuhyun terdiam! Tampak ia merunduk dan menguatkan dirinya sendiri.
      “Pangeran Hisa, kau hanya mempunyai kami sebagai keluargamu. Lihatlah, Ayahmu kini tengah terbaring sakit karna memikirkan ulahmu. Apa kau pernah memikirkan bagaimana jika aku dan Ayahmu meninggal tanpa kau ketahui?” Kyu semakin mengencangkan gengamannya. Sejujurnya, ia memang memiliki pilihan yang sulit.
      “Aku tau, aku tau semua resiko itu.”
      “Lalu?”
      “Tapi apa kalian juga pernah berpikir bagaimana hidupku selama ini? Kalian semua memang disampingku, tapi kalian seolah jauh dariku. Aku memang memiliki Ayah, aku memang memiliki Kakek, dan aku memang memiliki masa depan serta tahta yang jelas. Namun sayang, aku tak memiliki kasih sayang layaknya keluarga kecil, aku tak memiliki sebuah rasa dimana aku memiliki keluarga, dan aku tak pernah memiliki perasaan dimana aku dapat mencintai dan dicintai. Aku manusia... aku berhak atas hidupku sendiri, aku berhak memilih dan aku berhak hidup dengan caraku sendiri tanpa perlu ditulis terlebih dahulu.” Ujar Kyu seraya menitikan air mata penyiksaannya selama ini. Tubuhnya benar-benar tempak bergetar ketika mengatakan itu, mengatakan sesuatu yang dulu tak pernah bisa ia ungkapan.
‘Hisa....’
      Putra mahkota Naruhito sentak menutup matanya, dadanya seolah kembali sesak jika mendengar penuturan jujur dari anak semata wayangnya itu.
     “Maaf, maafkan aku. Untuk sekarang, beri aku satu kesempatan untuk hidup dengan keinginanku sendiri, untuk hidup dengan mendapatkan kebahagian dengan caraku sendiri. Aku tak ingin hidup seperti Ibuku, aku tak ingin menahan kekangan itu sampai aku mati dan bunuh diri,”
Hening!
     Semua orang tampak merunduk haru dan terpaku dengan jalan pikiran Pangeran Jepang itu. Mereka benar-benar tak menyangka jika bahkan karna itu Pangeran Hisa dapat mengalami depresi dan gangguan batin.
     “Sekarang, bisakah aku memohon satu hal? Kembalikan Hiu hwi padaku, aku tidak bisa hidup tanpanya. Hanya dia tenaga yang aku butuhkan untuk bertahan hidup tanpa kalian kelak, aku tidak bisa menanggung semua ini sendiri.”
     “Kalau memang begitu, pergilah. Setelah kau melangkah keluar dari Istana ini, jangan pernah kembali lagi.” Ucap Kaisar Akihito tegas membuat Kyu dan yang lainnya sontak kembali mendongak.
     “Kakek?”
     “Ada apa? Bukankah itu keinginanmu?  Saat kau keluar dari Istana ini, kau bukan lagi cucuku. Untuk itu, jangan pernah memanggilku lagi dengan sebutan ‘kakek’.”
     “Baik. Kali ini aku akan melakukan perintahmu itu dengan baik, tapi dimana Hiu hwi?”
     “Tenang saja, kami tidak akan menyakitinya. Sekarang pergilah!”
     “Tidak, sebelum aku bertemu Hiu hwi.”
     “Kau tetap keras kepala Hisa, itulah mengapa kau yang sangat cocok menjadi penerusku, tapi sayang kau lebih memilih mengundurkan diri dan menyerah.  Kami tidak bisa lagi menyerahkan gadis Korea itu padamu.”
      “Apa maksud Kakek?”
      “Suruh gadis itu keluar.” Perintah Kaisar Akihito membuat beberapa pengawal Istana mengangguk dan merunduk. Kyuhyun semakin bingung, ia pun menoleh kearah tirai sebelah kanan balkon ini yang perlahan-lahan terbuka pasti, memperlihatkan kedua kaki jenjang yang terlebih dahulu nampak dibalik tirai itu.

#DEG

      Jantung Kyu sentak berdetak cepat saat kini ia sudah melihat dengan jelas seorang wanita dengan memakai topi pernikahan tradisional itu kini tengah merunduk dengan getaran yang cukup hebat. Satu penutup kepala yang ia kenakan saat ini berwarna putih yang sering disebut dengan ‘Tsuni kakushiyang secara harafiah bermakna Menyembunyikan tanduk. Tutup kepala ini juga dipenuhi dengan ornamen rambut kanzashi di bagian atasnya, yang sungguh membuatnya tampak amat sangat berbeda dan cantik.
       Penutup kepalanya itu ditempelkan pada Shiromuku atau kimono putih gadis itu. Menurut kepercayaan tradisional Jepang, rambut gadis itu memang dibiarkan tidak dibersihkan, sehingga ia harus mengenakan hiasan kepala untuk menyembunyikan rambutnya. Namun terlepas dari semua itu, ia benar-benar tampak sangat anggun.
      “Hiu-hiu hwi?” desah Kyu ragu! Gadis dihadapannya itu pun mulai perlahan mendongak, tampak jelas kedua kelopak matanya kini tengah menampung benih-benih air dipelupuknya.
      “Oppa....” Gumam Hiu hwi pelan, namun masih terdengar jelas didaun telinga Kyu. Kedua orang ini terlihat saling menatap penuh dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, membuat beberapa orang yang melihat mereka kini tersenyum penuh haru.
      “Hiu hwi-ya....” Kyu sentak hendak bergerak dan menghampiri Hiu hwi! Yah, setidaknya ia sangat ingin memeluk atau mencium sekilas yeoja itu. Namun sayang, beberapa pengawal Istana telah lebih dulu menahannya.
      “Pangeran Hisa, apa kau masih ingat adat kekaisaran kuno? Kau tak boleh menyentuh gadis yang sudah menjadi milik hak orang lain.”
      “Mwo?” Kyu sentak mengalihkan pandangannya pada kaisar Akihito dengan tatapan terkejut.
      “Apa maksud semua ini Kakek?”
      “Gadis itu akan aku jodohkan dengan penerusku kelak! Awalnya aku ingin memilihimu Hisa, tapi sayang sepertinya kau masih tetap bersikukuh untuk keluar dari Istana ini. Jadi, sekarang kau pergilah dan biarkan gadis ini menikah dengan penerus tahtaku nantinya.”
      “Mwo? Kakek ini—” tubuh Kyu menegang, matanya yang tadi tampak terbuka lebar kini semakin melebar. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
      “Kenapa? Bukankah kau mengatakan sendiri jika kau itu bukanlah Pangeran Hisahito lagi, dan aku juga sudah menyuruhmu pergi bukan? Jadi, kenapa kau masih ada disini huh?”
      “Kakek-Ayah, jadi kalian—jadi semua ini—”
      “Hisahito, kami tak sejahat apa yang ada didalam pikiranmu itu. Kakek dan Ayahmu benar-benar minta maaf atas semua perlakuan kami yang terlalu ketat padamu. Seharusnya kau tau, kami melakukan semua itu hanya demi kau dan Kekaisaran ini. Banyak orang yang bergantung pada dinding kokoh istana ini, meminta harapan damai dan mampu mensejahterakan semua rakyat. Dulu, kau mengundurkan diri karna kau mencintai gadis ini dan bukannya Miu calon yang kami pilihkan untukmu, tapi sekarang semua sudah berubah! Miu bukanlah takdirmu, dia sudah memilih berada disisi namja lain daripada hidup dan membentuk keluarga kecil disini. Kau hanya menginginkan Hiu hwi, dan kami akan menjadi orang yang sangat amat jahat jika kami tidak mengabulkan satu permintaanmu itu.”
      “Kakek….” Dengan cepat Kyu pun kontan berlari kearah Kaisar Akihito dan memeluk Kakeknya dengan amat sangat erat! Meleburkan sebagian kesal dan amarah yang tadi sempat memburunya.
      “Dōmo arigatō gozaimasu Sofu. Dōmo arigatō!” Isak Kyu membuat semua orang tersenyum melihat pemandangan yang mengharukan ini. Hiu hwi menitikan air mata kebahagiannya. Sungguh hari yang benar-benar penuh kejutan untuknya.
     “Tidak usah berterima kasih seperti itu. Ini sudah kewajibanku sebagai Kakekmu Hisa bukan sebagai Kaisar Jepang.”
     “Kakek….”
      “Ck! Kenapa kau sepertinya sangat senang seperti itu Kyuhyun?” perkataan Putra mahkota itu sentak membuat Kyu melepaskan dekapannya pada Kaisar Akihito. Ini pertama kalinya Ayahnya itu memantaunya dengan sebutan—Kyuhyun? Putra Mahkota Naruhito sentak berdiri dari sandarannya dan menatap anaknya itu dengan ekspresi geram.
       “Bukankah kau tak mau lagi jadi penerus tahta?”
      “Ayah.”
      “Seorang laki-laki harus selalu konsisten dengan apa yang telah ia ucapkan!”
      “Maaf, maafkan aku Ayah,” Kyu sontak membungkuk dan berlutut tepat dikaki Putra Mahkota Naruhito, membuat keadaan disini semakin haru terasa.
      “Aku benar-benar minta maaf dengan kekacauan yang telah kutimbulkan selama ini, bahkan Ayah sakit karna ulahku. Aku tau aku bukan anak yang patut kau banggakan, aku tau aku juga bukan pemimpin yang baik untuk menggantikan tahta Kaisar, tapi aku akan belajar memulai kembali semua itu. Kumohon maafkan aku dan izinkan aku kembali melanjutkan mimpi Kekaisaran ini. Demi mereka dan demi mendiang Ibu.”
      “Sekarang aku sadar, betapa besar kekuatan gadis itu padamu! Ckckckck~ untuk apa kau berlutut padaku sekarang? Cepat berdiri! Kau itu adalah calon Kaisar Negeri ini, anak bodoh.”
      “Ayah….” Kyu kembali mengeluarkan air matanya dan berdiri untuk memeluk tubuh tegap Putra Mahkota Naruhito. Ini untuk pertama kalinya, Kyu ingin memeluk Ayahnya itu.
     “Asal kau tau Pangeran Hisa, kedudukan tahtaku ini bukanlah sebuah permainan yang bisa kau tinggalkan dan kau duduki begitu saja. Walau kau satu-satunya calon terakhir Kaisar Jepang kelak, tapi kau telah membuat kesalahan. Apa kau sadar?” timpak Kaisar Akihito menepuk pundak Kyu dengan cukup keras.
     “Aku tau, dan aku akan menebus semua itu apapun hukuman yang harus aku jalani.”
     “Bagus! Sebelum kau menjabat dan menggantikan posisiku, kau harus lebih banyak belajar akan semua yang pernah kau tinggalkan ini. Jika kau lolos, maka aku akan dengan cepat menyerahkan jubah dan tanggung jawab besar itu padamu.”
     “Aku mengerti dan aku akan menjalani itu semua dengan sebaik-baiknya.”
     “Jika saja dulunya kau tak gegabah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dan pergi dari Istana ini, mungkin semuanya tak akan serumit ini. Kau hanya perlu gadis itu disampingmu, dan kami juga hanya perlu kau untuk melanjutkan semua tanggung jawab ini. Kita terlalu bodoh sampai dimainkan oleh tali takdir dan kesalapahaman seperti ini.” Tutur Putra Mahkota tersenyum.
     “Ayah, sekali lagi aku minta maaf.”
     “Seharusnya Ayah yang mengatakan itu padamu. Untuk menebus semua itu, Ayah akan memberikan upacara khusus kepada mendiang Ibumu dan membuat pernyataan sebenarnya kepada Publik. Ayah tau, jika itu akan membuat tahtaku turun dari jabatan sekarang, tapi yang terpenting adalah… kau harus menjadi penerus Istana ini.”
     “Aku tau!”
     “Bagus! Lebih baik sekarang kau segera bersiap-siap memakai Kimono-mu, apa kau mau menunggu lebih lama lagi untuk pernikahan adat ini heh?”
     “Mwo?”
     “Pangeran Hisa, apa kau masih tak sadar dengan pakaian yang dikenakan Hiu hwi-mu itu heh? Kami akan mengadakan Ritual Tradisi Shinto untuk menikahkan kalian menurut hukum Kekaisaran yang sebenarnya. Karna pernikahan ini bersifat pribadi dan tertutup, untuk itu kami hanya akan mengundang beberapa keluarga penting dan kerabat Istana saja. Ah ya, Ayah juga sudah mengirim Pesawat pribadi Istana untuk menjemput kedua orang tua Hiu hwi kemari. Kita akan mengadakan ritual ini diatas bukit, tempat paling suci di Istana ini.”
     “Benarkah?”
     “Tentu saja, bahkan Kakek juga sudah meminta resmi gadis ini untuk menjadi keluarga besar Kekaisaran Jepang langsung kepada Presiden Korea sendiri.” Kyuhyun dan Hiu hwi sentak terdiam! Mereka saling pandang dengan sebuah ekspresi yang amat sangat tidak percaya? Benarkah? Benarkah semua penderitaan mereka selama ini akan berakhir disini? Berakhir dengan ikatan dan janji suci yang indah? Sudah banyak hal menyakitkan yang mereka lalui bersama, bahkan didasari dengan kekonyolan dan perpisahan yang menyedihkan. Apakah betul jika ini semua sudah selesai? Selesai dengan sebuah cinta sejati yang tulus?
     “Hiu hwi-ya….” Kyuhyun sentak berlari dan memeluk tubuh yeoja itu dengan amat sangat erat. TIDAK! Biarkan ini terus seperti ini. Terus bahagia seperti ini!
     “Kyuhyun Oppa… Oppa.” Balas Hiu hwi menangis dan membalas pelukan itu tak kalah kencang. Semua diam dan menghela nafas kelegaannya masing-masing. Sungguh, pemandangan yang sangat indah!
     “Aku mencintaimu Hiu hwi! Apa kau benar-benar mau menikah denganku hem?”
     “Aku mau! Aku mau Pangeran Hisa.” Sahut Hiu hwi tersenyum dalam isakan kebahagiannya yang terus meluncur tanpa henti.
     “Kalian harus kuat kembali setelah ini. Pernikahan kalian tentu saja akan menjadi topik hangat yang akan menumbuhkan banyak Pro dan kontra. Bagaimanapun juga Hiu hwi berasal dari Korea dan ia tidak memiliki darah bangsawan sama sekali. Aku harap, kau dapat bertahan dengan semua itu Hiu hwi.” Timpal Kaisar Akihito yang membuat Hiu hwi mengangguk mantap. Kyu tampak tersenyum! Memandangi penuh setiap lekukan wajah Hiu hwi yang berbinar indah.
      “Kau sangat cantik dengan pakaian ini Chagi.” Bisik Kyu singkat dan mengambil kesempatan lengah semua orang untuk mengecup bibir merah yeoja itu sejenak, membuat Kaisar Akihito dan Putra Mahkota Naruhito menatap Kyu dengan sebal. -_-
      “Sepertinya, kalian sudah tidak sabar lagi. Cepatlah bersiap-siap kembali, ini hanya acara Pernikahan adat Kekaisaran. Pernikahan resmi kalian baru akan kami laksanakan bulan depan.”
      “Baik Ayah.” Sahut Kyu dengan mata yang berbinar indah! Indah… yah, benar-benar sangat indah! Setelah sekian lama mereka harus menghadapi berbagai cobaan hidup yang terus menggerogoti mereka dengan nafsu, kegetiran dan banyak hal lagi. Kini, akhirnya mereka dapat membuktikan jika mereka bisa mengalahkan semua itu dengan kekuatan cinta. Kekuatan cinta? Itu seperti sebuah kata pujangga yang bodoh, namun terkadang kata itu benar-benar ada.  Takdir itu memang tak pernah berbohong! Sebuah takdir yang menjadi tali ikatan dengan seseorang yang menjadi jodohmu.
      Apakah benar semua ini telah berakhir? TIDAK! Tidak ada kata akhir selama kau masih bernafas didunia ini. Bahkan mungkin ini malah akan menjadi awal yang baru, sebuah awal yang kembali akan menguji tingkat keteguhan kalian yang jauh lebih tinggi. Tuhan itu adil!


===


-          “Apa kau tau, kebahagian terbesar dalam hidupku?
KAU…!
Seseorang yang mampu membuatku menangis dan juga
kembali tersenyum dalam satu waktu.”-




@1 Bulan kemudian - Seoul, South Korea-



        Nampak seorang gadis dengan memakai gaun putih bersinar itu kini tengah berlarian di lorong-lorong Rumah sakit dengan ekspresi panik! Ia seolah tak perduli lagi dengan banyaknya pasang mata yang kini tengah menatapnya, bahkan diantara mereka ada yang sesekali membidikan kameranya pada gadis itu. Apalagi ditambah dengan hadirnya seorang namja lagi yang seolah ikut-ikutan berlari menembus lorong-lorong itu.
      “YA! Cho Hiu hwi… bisakah kita berhenti sejenak? Kenapa kau cepat sekali berlarinya huh? Aku sudah kehabisan nafas seperti ini! Aku heran, padahal kau sedang memakai pakaian pengantin, tapi larimu tetap saja benar-benar kuat!”
      “Ckckckckck, Pangeran Hisahito-ku yang terhormat kau benar-benar payah!” Umpat Hiu hwi kesal sembari kembali melanjutkan larinya menuju ruang ICU VVIP yang terdapat di Rumah sakit Seoul ini. Sebelumnya, tampak ia mengangkat terlebih dahulu baju pengantinnya itu sampai keatas; bermaksud agar itu tak membuat jatuh.
      “Ya Tuhan, apa dia tak sadar jika dia itu sudah resmi menjadi Putri Mahkota abad ke-22.” Kyu mendesah dalam sembari tersenyum dan mengatur kembali nafasnya. Sedang Hiu hwi? Yah, yeoja itu terus saja berlari hingga ia menemukan sebuah kamar yang sejak tadi ia tuju.
      “Ahjumma….” Panggil Hiu hwi pada salah satu penjaga rumah keluarga Orang tuanya itu. Tampak beberapa Bodyguard yang menjaganya juga ikut menghela nafas lega.
      “Putri Mahkota Yuu.”
      “Ahjumma, bagaimana keadaan Miu Eonni? Apa keponakanku sudah lahir? Mereka semua baik-baik sajakan?”
      “Ya, semuanya baik-baik saja Nyonya. Bayi perempuannya lahir 20 menit yang lalu, sekarang Nyonya dan Tuan Shim masih ada dialam.”
      “Jinchayo? Ah… Baiklah aku akan masuk.” Tampak sekali guratan kebahagian yang terpancar dari raut wajah Hiu hwi saat ini. Dengan cepat ia berbalik dan hendak membuka pintu kamar inap itu dengan antusian, tapi tiba-tiba Hiu hwi malah mengurungkan niatnya itu. Entahlah, padahal ia hampir saja hendak membuka lebar daun pintu itu.

      “OMO! Lihatlah bayi ini Miu-ya… dia benar-benar mirip sepertiku! Hahaha, aku benar-benar tidak menyangka bisa menjadi seorang Ayah di usiaku yang masih sangat belia ini.” Ucap Changmin membuat seorang gadis yang masih terbaring lemah diatas ranjang Rumah sakit itupun terdiam.
      “Apa—kau menyesal dengan kelahiran anak ini?” Changmin sontak menghentikan tawanya dan melirik kearah Miu dengan tatapan sayu.
      “Apa maksud perkataanmu itu yeoja sipit? Tentu saja aku tidak akan pernah menyesal! Aku malah kagum pada diriku sendiri karna sudah berhasil memberikan orang tuaku seorang cucu. Apa jangan-jangan kau yang menyes—”
      “Tidak, aku tidak menyesal.” Sela Miu cepat seraya merunduk lemah.
      “Apa kau masih mencintainya heh?”
      “Nugu?”
      “Sudahlah, jangan berpura-pura seperti itu dihadapanku. Aku adalah suamimu sekarang, setidaknya kau harus menceritakan apapun yang kau pikirkan padaku.
       “Bukankah kau sudah tau jawabanku? Bohong jika aku mengatakan, aku sudah melupakannya. Bagaimana pun juga itu perlu waktu untuk beberapa bulan mendatang untuk kembali pulih atau mungkin seumur hidupku.”
      “Begitu.”
      “Maaf.”
      “Untuk apa?”
      "Entahlah, aku hanya merasa bersalah padamu.”
      “Bukankah harusnya aku yang merasa seperti itu? Semua impian dan kebahagianmu rusak hanya karna aku. Jika saja malam itu aku dapat mengontrol diriku sendiri, jika saja aku tak mengajakmu minum, mungkin ini tidak akan jadi seperti—”
      “Hummm… bukankah akan lebih menyakitkan lagi jika ini tidak seperti ini?”
      “Maksudmu?”
      "Sudahlah, aku hanya masih memikirkan. Bagaimana bisa kau melakukan hal itu padaku, aku pikir kau namja yang alim Shim Changmin.” Ejek Miu membuat Changmin sontak melotot.
     “Kau tidak ingat kejadian malam itu? Bukankah yang lebih dulu menggodaku heh?”
     “Eh? Mwo? Apa maksudmu?”
     “Hemmm….” Changmin menghela nafasnya dalam seraya kembali memicing menatapi Miu yang risih akan tatapannya itu. Entahlah, Changmin akan measa degup jantungnya berdetak lebih cepat jika mengingat kejadian malam itu.

-FlashBACK-

      “Miu-shi, rumahmu dimana? Biar ku antar pulang.” Ucap Changmin dengan wajah mengantuk dan mabuk berat itu.
      “Rumah? Hahaha, aku tidak punya rumah di Korea! Bodoh, hahaha. Aku itu hanya punya Apartment yang sangat mewah.” Sahut Miu seraya menepuk-nepuk pipi Changmin dengan cukup keras.
     “Lalu, kita mau tidur dimana?”
    “Tidur dirumahmu saja! Hahaha.”
    “Hummm… baiklah, lagipula Hiu hwi juga pernah membawa namja ke kamarnya. Mana mungkin aku kalah, ne?”
    “Nde. Kyuhyun juga melakukan itu! Hik.”
    “Ya sudah biar kau kugendong saja Miu-shi!”
    “Ah, benarkah? Ayo kita pergi!”
    “Apa kau mau tidur dikamarku?”
    “Aku mau! Aku bosan tidur sendiri, kau harus memeluk wanita lemah sepertiku ini sampai pagi.”
    “Ah… ide bagus! Humm… Miu-shi, apa kau pernah berciuman? Aku belum pernah!”
    “Wah… kau namja yang bodoh sekali! Apa kau mau aku ajari?”
    “Bagaimana?”
    “Begini—” Miu sentak menghentikan langkah mereka dan turun dalam gendongan Changmin.

#CUP!

      Miu sentak menempelkan bibir mungilnya itu pada Changmin membuat namja itu sentak melotot lebar! Entah hingga ada gairah apa yang membuat naluri Changmin sebagai pria seolah bergejolak didalam dadanya.
     “Miu-shi….” Ucap Changmin disela pertautan bibir mereka
     “Nde?”
    “Sebaiknya kita lanjutkan dirumah saja, ne? Disini banyak orang… ada hantu juga yang mengintipku belajar.” Kekeh Changmin polos.
    “Baiklah!” Miu kembali menepuk-nepuk pipi Changmin dan kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan langkah tak beraturan.

-FlashBACK END-

       Miu tertegun mendengar cerita Changmin pada malam itu, ia benar-benar tak menyangka dan tak habis pikir jika itu benar-benar akan terjadi.
      “Sebenarnya aku ingat jika malam itu kau sempat menyebut nama Kyu dalam pelukanku.”
      “Mwo? Jeongmal?”
      “Mungkin kau menganggap kau tengah melakukannya dengan Kyu bukan aku.” Miu terdiam seraya menatapi wajah Changmin yang entah mengapa tampak amat kecewa itu.
      “Lihatlah bayi itu Changmin-ah… dia anakmu! Tidak perduli apa yang terjadi padaku, kau tetaplah Ayah sekaligus Suamiku sekarang.”
      “Miu-ya….”
      “Aku akan belajar bagaimana cara untuk mencintaimu, aku harap kau juga akan melakukan itu Changmin-ah.”
      “Mungkin sekarang aku sudah mulai melakukannya,” kecup Changmin singkat didahi Miu yang kini tampak mengeluarkan air mata.
      “Aku memang tidak bisa membuatmu menjadi seorang Putri Mahkota, tapi aku bejanji aku akan menjadi suami yang terbaik untukmu dan anak kita.”
      “Aku tau! Aku tau kau dapat melakukan itu Oppa.”
      “Oppa? Sungguh, itu tak terlalu buruk untuk didengar. Gomawo Miu-ya, kau sudah menyempurnakan hidupku sekarang, aku tak inginkan apa-apa lagi selain kau dan putri kecilku bahagia. Ah Changkaman, biar aku foto kau dan anak kita sebentar,” Changmin dengan sigap menggendong bayi mungilnya itu dan meletakannya perlahan disisi kiri Miu.
       “Ayo, tersenyum wanita-wanitaku.” Changmin hendak menjetikan kameranya untuk memfoto pemandangan yang paling indah dihadapannya itu. Miu tersenyum, tersenyum akan kebahagian yang ia dapat saat ini.

       Sedangkan disatu sisi, tampak kini seorang gadis termangu dengan isak tangisnya perlahan. Matanya tak pernah lepas akan pemandangan yang terjadi didalam ruangan itu.
      “Kau sedang lihat apa heh?” seseorang sentak menyentuh pundaknya dan bertanya singkat. Gadis yang tak lain adalah Hiu hwi itu pun kontan semakin ingin menangis.
      “Kyuhyun Oppa… mereka sangat manis sekali.” Isak Hiu hwi seraya memeluk tubuh orang yang bertanya itu tanpa memandang orang itu sama sekali.
      “Benar, mereka terlihat seperti keluarga yang sangat manis sekali. Apa kau tak menyadari jika kita juga tengah berpose manis heh?”

#DEG

       Hiu hwi kontan menghentikan isakannya tatkala sadar jika itu bukanlah suara Cho Kyuhyun, melainkan—
     “Yoo-Yoochun Oppa?” pekik Hiu hwi tak percaya. Baru saja ia hendak melepaskan pelukannya itu pada Yoochun, suara seseorang telah lebih dulu membahana disini.
     “YA! CHO HIU HWI… APA YANG KAU LAKUKAN?” Pekik Kyu seraya mengatur nafasnya dan menatap kearah Yoochun dan Hiu hwi dengan tampang sebal! Sungguh, Kyu benar-benar sangat tak suka jika ada orang lain yang menyentuh istrinya itu.
     “Ah… annyeong Bapak Pangeran.” Kekeh Yoochun membuat Kyu semakin kesal dan menarik lengan Hiu hwi untuk menjauh dari Yoochun.
     “Kau—kenapa kau ada disini heh? Kau membututi kami?”
     “Mwo? Apa kau tak lihat pakaian yang kukenakan ini huh? Aku Dokter, bodoh!” Pekik Yoochun tak kalah kesal. Hiu hwi yang berada diantara keduanya itu pun sentak menarik nafas.
     “Dokter? Hahaha… maksudmu Dokter Cabul?”
     “YA! CHO KYUHYUN…!”
     “KENAPA KAU BERTERIAK PADAKU PARK YOOCHUN? Kau tidak tau aku siapa huh? Aku calon KAISAR!”
     “Kau calon Kaisar Jepang, tapi di Korea dan dimataku kau tetap anak kecil ingusan yang menebalkan!”
     “Kau—”
     “YA! Hentikan…! Ada apa ini huh?” Pekik seseorang seketika keluar dari sebuah ruangan, membuat Hiu hwi sentak tersenyum.
     “Changmin OPPA!”
     “Hiu hwi?” Changmin yang tadi mulai tampak kesal dan emosi, kini kembali luluh dengan goresan dan pelukan hangat dari adik semata wayangnya itu.
     “Maafkan Oppa sayang, Oppa jadi tak bisa hadir dihari pernikahanmu.”
     “Ash, gwanchana. Lagipula, sesi melahirkan Miu Eonni itu lebih penting. Lagipula, saat pernikahan itu selesai, aku langsung menyuruh Kyuhyun Oppa untuk terbang kemari, aku ingin melihat keponakan cantikku.”
     “Ah, Kajja~ kau tau, dia sangat mirip dengan Oppa.”
     “Benarkah? Sepertinya Oppa senang sekali. Aku hanya tidak menyangka jika kelak kita akan hidup masing-masing seperti ini.” Hiu hwi sentak menitikan air matanya perlahan dan merunduk.
     “Hey, aku tetap Oppamu. Tak akan ada yang berubah kelak, aku akan terus menjagamu.”
     “Tidak perlu lagi Changmin ‘Hyung’. Kau tenang saja, aku yang akan menjaga Hiu hwi sekarang.” Timpal Kyu manis membuat Changmin mendengus.
     “Hyung? Jangan memanggilku itu lagi, kau terliihat menjijikan.” Sahut Changmin membuat Yoochun tergelak dan tertawa puas.
     “YA! Diam kau!”
     “Mwo? Hahaha.” Sepertinya Yoochun dan Kyuhyun akan melanjutkan pertengkaran mereka ini. Changmin mengumpat singkat kepada kedua namja itu dan berniat hendak kembali melerainya, namun seketika—
      “OEK….. OEKKKKK!” Terdengar suara tangisan yang amat sangat kencang dari dalam ruangan itu, membuat semuanya sontak tergelak kaget.
      “Suara apa itu?” tanya Kyu memicing lagi-lagi membuat mereka saling bertatapan aneh.
      “Oppa, jangan katakan jika itu adalah suara anakmu? Dia tidak mungkin mewarisi suara tinggi oktafmu itu kan?”
      “Aniya… tapi dia jauh lebih tinggi lagi dariku.”
      “MWOYA?”


===


-          “Bisakah aku hanya memilikimu dengan tenang?
Apakah ini lebih baik jika hanya sebuah mimpi?
Walaupun begitu,
Asal tetap denganmu
Bahkan aku akan tetap mengatakan aku baik-baik saja.” –


@Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-



       Hiu hwi sentak menutup pintu balkon kamarnya itu dengan keras dan dengan helaan nafas emosi yang benar-benar membuatnya sesak. Ia pun terlihat duduk diujung kasur dengan melipatkan kedua tangannya kesal.
      “Aku tau aku ini bodoh! Tapi apakah bisa mereka memperlakukanku dengan baik? Mereka pikir mengurus rumah tangga Kekaisaran itu mudah? Ah… pantas saja mendiang Putri mahkota lebih memilih bunuh diri.” Umpat Hiu hwi semakin kesal, membuat seseorang yang masih tidur dibelakangnya itu pun sentak terbangun dan mulai merayap untuk memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang.
      “Hummmm….” Gumam namja itu seraya berusaha memiringkan wajah Hiu hwi menghadapnya.

#CUP

       Sebuah kecupan singkat kini dapat Hiu hwi rasakan ditengah kemelut emosi hatinya itu.
      “Morning Kiss.” Kekeh namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun .
      “Morning Kiss apa heh? YA! Oppa, ini sudah jam 12 siang!”
      “Ah, benarkah? Kalau begitu—” Kyu sentak mendorong tubuh Hiu hwi dari arah belakang agar terpental dan tertidur bersamanya diranjang mereka itu.
      “Sekalian saja makan siang.” Lanjut Kyu menjetikan satu matanya dengan tatapan mesum, membuat Hiu hwi kontan memberontak!
      “Ckckckck, semua orang pasti tidak menyangka jika calon Kaisar Jepang yang dihormati dan dikagumi ini benar-benar sungguh mesum!”
      “Benarkah? Hahahaha. Hey, kau kenapa lagi huh?”
      “Ah, Oppa bisakah kita tinggal diluar istana saja heh? Aku benar-benar bisa gila jika harus menghadapi peraturan kekaisaran ini?”
      “Humm... sabar sayang. Bukankah kau sudah berjanji untuk bertahan heh?”
      “Aku tau, tapi—”
      “Sssstsss... kau cukup menjadi dirimu sendiri dan fokus melayaniku saja Putri Mahkota Yuu. Kau tau, aku tak pernah merasakan lelah disini lagi saat aku dapat memelukmu seperti ini. Chagi....”
       “Ohk?”
       “Boleh aku minta satu hal?”
       “Tidak usah ya.”
       “YA! Cho Hiu hwi... kau ini—”
       “Aku tau, pasti Oppa akan meminta yang macam-macam.”
       “Aniya, hanya satu macam saja.”
       “Mwo?”
        “Ini—” Kyu sentak membuka pakaian atas Hiu hwi separuh hingga memperlihatkan perut putihnya yang mulus. Dikecupnya gemas perut yeoja itu sekilas dan tersenyum
        “Aku ingin seorang anak, bisakah?” lanjut Kyu dengan tulus. Hiu hwi sontak terdiam, terlihat rona merah dipipinya saat ini. Kyu sadar akan perubahan wajah dan sikap istrinya itu, dengan cepat ia pun mendekatkan wajahnya untuk mencium dan mencumbu Hiu hwi seperti yang biasa ia lakukan sebelum tidur.  Namun—
        “Ah, aku lupa sweaterku diatas.” Sela Hiu hwi cepat seraya melepaskan tubuhnya dari Kyu dan berlari keluar. Kyu mendesah dalam! Lagi-lagi, selalu berakhir seperti ini.
        “Kenapa kau masih tak mau kusentuh hiu hwi? Ash... kau benar-benar membuatku gemas!” Ucap Kyu seraya menatapi kepergian istrinya itu dengan ekspresi dalam.
        “Kau lihat saja, seberapa keras kau akan menolakku nantinya.” Kyu kembali menunjukan Smirk Evil-nya yang sedikit mengerikan dan kembali menghempaskan tubuhnya itu untuk tertidur lagi.


-THE END-

"Ada yang masih mau baca Story Kyu With Hiu hwi again??? Difolderku masih banyak loh.... Hahahaha"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar