_“ ITS OVER! Part. 12”_ [KYU-HWI PRIVATE]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Romance
This Story Original From @Jjea_

***
“Huhhh...” Kyu tampak menarik nafasnya dalam seraya mengusap bibir gadis itu yang begitu merah akibat ulahnya. Bukan hanya bibirnya saja, tapi beberapa bagian rahang dan pipi gadis itu. Dengan tanpa dosa, Kyu pun sentak berbalik meninggalkan Hiu hwi yang masih mematung ditempatnya. Ini gila? Yah, terasa sangat gila dipikiran Hiu hwi yang begitu kalut. Yeoja itu sentak mengangkat tangan kanannya dengan gemetar, bermaksud untuk menutupi bagian sobekan baju akibat ulah seorang Cho Kyuhyun.
‘Aku mencintaimu, bukan karna apa yang kamu miliki saat ini...
Tapi aku mencintamu, karna aku merasa bahagia saat bersama dan melihatmu....’
_“ ITS OVER! Part. 12”_
Derai pucuk alang-alang tumbuh menutupi batang pematang yang melintas cepat. Angin menderai, membawa layangan yang berhembus sendu tak kasat mata, seolah tak ingin menghinggap dan beristirahat sejenak. Entahlah, mungkin waktu sangat berharga bagi angin-angin itu. Mereka tak berwujud, namun dapat dirasakan ada.
* When it all began, Jeongmal Mianhae... *
Seperti ada yang terlihat berbeda dari Kota ini sejak tadi pagi, segerombolan orang-orang berkumpul dan berdiri dengan atribut yang hampir sama rata disatu tempat. Kamera, Mic, dan alat perekam tampak tak asing lagi ditempat ini. Yah, semenjak mereka mengetahui berita terheboh yang berasal dari seorang Aktor musikal dan penyanyi Ballad Negeri ini, mereka tak membuang-buang waktu lagi untuk mencari informasi terlengkap untuk kepentingan penyiaran media mereka.
‘Cho Kyuhyun dikabarkan telah bercerai dengan istrinya secara diam-diam, dikarenakan pihak ketiga?’
Baiklah... sepertinya dibeberapa portal situs internet, media penyiaran televisi, koran dan bahkan radio, kini tengah dipenuhi dengan perbincangan hangat mengenai perceraian seorang Cho Kyuhyun. Yah, tak ada yang tak menghebohkan jika berita itu berasal dari artis Hallyu yang kini tengah naik daun itu. Setelah waktu itu ia menghebohkan berita dengan pernikahannya yang mendadak, kini perceraian namja itu pun kembali menjadi sorotan massa dan berbagai media.
Entah darimana berita ini bermula hingga dapat beredar luas seperti ini. Namun yang jelas, telah banyak orang yang sudah mengetahui ini dan membuatnya menjadi bahan obrolan utama. Berita memang terkadang lebih cepat menyebar seperti virus, bahkan para awak Wartawan pun sepertinya sudah banyak tau tentang hal yang kini menimpa Kyuhyun. Dari kecaman berita tentang perselingkuhan, ketidak harmonisan, keterpaksaan, bahkan sampai berita hamilnya Rae In mulai terdengar dimana-mana.
Benar, berita ini tidaklah baik untuk karir artis sepertinya. Namun apa perlu dikata, nasi sudah menjadi bubur, bahkan Kyuhyun tak mampu lagi menyangkal dan menghindari semua ini. Satu hal yang ia sesalkan, ketika dulu ia memilih menjadi seorang artis yaitu... GOSSIP! Kyu benar-benar tak suka, ketika masalah pribadinya diumbar-umbar seperti ini. Mereka yang tak tau apa-apa, bahkan terkadang sangat amat tak sungkan lagi untuk melebih-lebihkan masalahnya.
“Humm... gwanchana? Sebaiknya, kau jangan keluar lebih dulu. Awak media terkadang lebih berbahaya, dari ular sekalipun.” Rae In tampak merunduk mendengar suara yang menelponnya ini. Eunhyuk... pria itu yang sejak tadi menelponnya agar jangan keluar Apartment dan kemanapun. Yah, wartawan sedang mengincarnya sekarang. Beribu pertanyaan yang menyakitkan, mungkin akan ia dengar jika ia berani keluar.
“Tapi sungguh aku bosan Eunhyuk Oppa, aku harus keluar membeli makan. Aku tengah mengandung, aku tak bisa membiarkan anakku didalam sini juga menahannya.”
“Biar nanti, aku yang akan mengantarkannya. Kau tunggu saja disana, setelah pekerjaanku selesai, aku akan menitipkan makanan ke Apartment-mu.”
“Hummm... lalu bagaimana dengan Kyuhyun Oppa?”
“Dia baik-baik saja, sepertinya Kyu tak lagi terlalu memikirkan semua berita itu. Tenanglah, kau harus menjaga kondisi kandunganmu itu, aro?”
“Baiklah, gomawo Eunhyuk Oppa.”
“Nde. Aku masih banyak pekerjaan, aku tutup sekarang.”
“Ne,” balas Rae In seraya menurunkan tangannya yang tengah memegang badan ponsel itu. Kepalanya sedikit menjulur kedepan, menyingkap tirai Apartment-nya ini untuk melihat para Wartawan yang masih setia menungguinya. Ini sudah terjadi sejak tadi pagi, dan Rae In benar-benar sangat bosan jika terus menerus seperti ini. Setidaknya, ia harus keluar, menghirup udara segar, ataupun berbelanja keperluannya disini.
“Huhh... sampai kapan aku harus seperti ini?” Rae In merunduk, mengelus sejenak perut yang terasa semakin lama semakin akan menunjukan perubahan itu. Tangan Rae In tampak menjangkau Remote TV, menghidupkan benda itu, bermaksud untuk membantunya menghilangkan stress dan kebosanan disini.
“Eh...” tangan Rae In sontak bergetar saat ia melihat sosok dirinya sendiri dengan busana minim tengah menari-nari disalah satu Pub tempat ia bekerja. Entah darimana pihak Stasiun Televisi itu mendapatkannya, namun kini sepertinya bukan hanya dia saja yang tengah menonton, tapi juga semua orang.
“Apa-apaan ini?” tampak Rae In hanya mampu tersenyum getir menatapi berita yang tengah memuat akan dirinya itu. Tak hanya semua gambar dan video sexinya yang kini terpampang dilayar kaca, tapi juga sepertinya mereka kini mulai membicarakan profile dan kehidupan pribadinya.
“Kang Rae In, itulah nama gadis itu. Gadis yang dilansir telah menjadi pemicu keretakan Rumah tangga Cho Kyuhyun dan istrinya; Hiu hwi. Disebut-sebut, gadis bernama Rae In ini adalah gadis yang bekerja menjadi Primadona di berbagai Pub malam,” rahang Rae In sedikit mengerang saat semua kehidupan dan pekerjaannya terkuak didepan umum. Entah bagaimana nasibnya kelak dimata semua orang, hancur? Mungkin!
“Gadis yang bernama Rae In ini menurut beberapa sumber memang telah sering menggoda Kyuhyun. Entah bagaimana mereka dapat dengan begitu tega mempunyai hubungan yang cukup intim dibelakang istri sah Kyuhyun. Tidakkah wanita itu tak punya perasaan? Entahlah... yang pasti, Hiu hwi menggugat cerai Kyuhyun karna merasa dikhianati atas perselingkuhan itu. Apalagi, seperti yang dilansir, jika gadis bernama Rae In itu sudah hamil lebih dulu,”
“Masalah ini cukup pelik, banyak sekali orang yang menyayangkan mengapa Kyuhyun berbuat seperti itu? Mengapa Kyuhyun mau berselingkuh dengan gadis Pub? Entah itu benar atau tidak, yang pasti tak seharusnya Rae In mempunyai hubungan dengan suami orang lain. Banyak dari Nitizen yang bekomentar, jika Rae In sangat tidak cocok dengan Kyuhyun. Ada juga yang mengatakan, jika Rae In sepertinya hanya mengincar harta Kyuhyun. Sejak kecil Rae In dikabarkan tak memiliki orang tua, mungkinkah karna ini hidupnya seperti itu?” Rae In sentak menitikan air matanya ketika mendengar itu. Ia benar-benar sudah tak tahan, jika kehidupannya yang hina itu disangkut pautkan dengan kedua almarhum orang tuanya.
“Kalian pikir aku takut? Cah... aku tetap akan memperjuangkan anakku, aku tidak perduli kalian menyebutku apapun, tidak perduli!” Rae In sentak berdiri dan mengambil sweater putih untuk ia pakai. Dengan menghapus air matanya, Rae In sontak berjalan menuju pintu dan hendak berniat keluar dari Apartment-nya. Ia tau resiko apa yang akan ia ambil ini, tapi jika ia terus bersembunyi, itu akan mempuruk kondisinya.
Semua orang membela Hiu hwi sekarang, tentu saja. Memang iyalah, yang menjadi korban disini. Bahkan, hampir semua penggemar Kyuhyun sangat membenci Rae In dan terus saja menghujatnya di Internet.
Rae In mencengkram ujung sweaternya, antara takut dan ragu untuk keluar. Namun sepertinya tekadnya sudah bulat. Dengan langkah yang ia buat sebisa mungkin, yeoja itu pun sentak keluar dari pintu dan membiarkan beberapa sorot lampu menyambutnya dengan ramai. Rae In memucat! Ia benar-benar belum pernah menghadapi situasi yang seperti ini.
“Pemisi, bisa beri aku jalan?” Rae In berusaha untuk terlihat santai dan biasa. Ia tau dan sadar begitu banyak tatapan sinis mengarah padanya sekarang, terutama dari gadis-gadis yang Rae In yakini adalah penggemar fanatik Kyuhyun.
Rae In sontak menghela nafas saat ia berjalan menuju mobil dengan desak-desakkan dan beribu pertanyaan seperti ini. Mengerikan! Rae In benar-benar benci disorot seperti ini.
“Bisakah beri aku jalan? Kumohon...” Rae In tampak berusaha untuk melangkah, sekalipun itu benar-benar sulit. Beberapa Security pun mencoba untuk menolongnya saat ini.
“Aku mohon permisi,” Rae In hampir saja hendak menangis ketika begitu banyak orang yang saling ingin mendorongnya ini. Ada yang terjatuh, Rae In merasakan orang-orang disini benar-benar tak punya perasaan. Ia sedang hamil, tidakkah itu bisa menghentikan ini?
“Kumohon berhenti, aku ingin lewat,” suara Rae In bergetar, tetap saja tak ada orang yang sekan mendengarnya. Disini ribut! Sangat ribut dengan pekikan dan berbagai pertanyaan untuknya.
“YA! BISAKAH KALIAN BERHENTI? BERHENTI!” Pekik Rae In seketika, membuat semua orang yang berada disini sontak diam.
“Berhenti! Aku ingin lewat, aku hanya ingin lewat.” Lanjut gadis itu dengan kedua matanya yang begitu merah, sekali saja ia berkedip, mungkin air mata itu akan jatuh begitu banyak. Hening! Semua orang kini mendadak hening, membuat beberapa Security itu dapat memberi ruang untuk Rae In sekarang. Gadis itu tak berdiri tegap, menatapi bergantian arah orang-orang dengan ekspresi lelah.
“Pelac*r!” Pekik seseorang seketika, membuat semua orang sontak menoleh kearah sumber suara. Tampak beberapa gadis berseragam sekolah melipat dada seraya tersenyum sinis pada Rae In. Rae In mencoba untuk diam, bersabar agar ia tak tersulut emosi dalam keadaan seperti ini.
“Permisi...” ucap Rae In mengalah untuk tidak membalas. Gadis itu pun sentak memegang lingkaran perutnya, lalu hendak berlalu pergi menuju parkiran mobilnya. Hingga...
BRUUUKKK!
Tubuhnya sentak terjatuh dan menyentuh aspal jalan. Yah, ia tau dorong-dorongan itu memang di sengaja untuknya. Semua orang kembali diam! Tanpa ada yang berniat untuk menolong, Rae In pun tertawa sinis lalu kembali berdiri dan berusaha untuk sekali lagi mengalah.
BRUUKKK!
Ini kedua kalinya ia terjatuh, Rae In sentak menitikan air matanya. Sungguh, ia sudah tak tahan lagi saat ini. Kenapa—kenapa semua orang disini seolah benar-benar menganggapnya orang bodoh? Para gadis-gadis itu hanya tertawa melihat Rae In, menyenangkan? Sepertinya begitu.
“Kalian puas sekarang? Lalu, bisakah kalian berhenti sekarang? Aku hanya ingin lewat... aku hanya ingin lewat! Aku lapar, aku butuh makan agar kandunganku kuat. Aku tau aku ini hina, tapi tidak bisakah kalian membiarkanku pergi lebih dulu, ohk?” Rae In berteriak tanpa ingin berdiri lagi. Tubuhnya lelah! Tampak beberapa Wartawan itu saling menatap, ada sedikit rasa iba dihati mereka.
“Hentikan tangisan palsumu itu Nona Kang, kami tau kau bukan wanita yang baik-baik. Jadi, tak usah berakting lagi, cih!” Rae In sontak berpaling menatap gadis-gadis berseragam itu.
“Kau—”
“Wae? Bukankah kau hanya butuh uang? Ini—ambillah, setelah itu jangan menganggu Oppa kami lagi,” para yeoja-yeoja itu tampak mengibarkan uang kertas tepat dihadapan Rae In. Hina? Rae in merasa tak punya harga diri lagi sekarang.
“Apa masih kurang? Cah... kalau begitu, bagaimana jika aku tambah lagi? Apa kau mau? Baiklah, kami akan—”
“YA!” Sela seseorang membuat para gadis-gadis itu kontan menghentikan aksinya. Semua orang menoleh dengan terkejut, begitu pula Rae In. Tampak kini seorang gadis tengah berdiri mematung seraya menatapi orang-orang disini dengan tatapan licik. Cho Hiu hwi... kini gadis itu terlihat hendak berjalan maju menantang semua orang yang ada disini.
“Huh!” Hiu hwi menghela nafas kasarnya sejenak.
“Apa kalian manusia? Hanya demi berita untuk menaikan rating acara, kalian melupakan jika gadis itu tengah hamil? Dimana otak dan perasaan kalian, huh?” bentak Hiu hwi membuat semua orang menatapnya tak percaya, termasuk Rae In sendiri yang kini masih terduduk diaspal.
“Kau... kau... dan kau...” Hiu hwi menunjuk segerombolan gadis-gadis itu dengan nada yang sedikit emosi, membuat mereka tanpa sadar memundurkan langkahnya kebelakang.
“Apa kalian bersekolah dengan benar? Untuk apa mengurusi kehidupan orang lain? Kalian pikir Kyuhyun Oppa kalian itu akan sangat senang, dengan kalian menghujat orang lain seperti ini? Kalian pikir kalian tak lebih hina darinya? YA! Apa kalian tak pernah diajarkan tentang tata krama di Sekolah?” Hiu hwi menatapi beberapa gadis itu, hingga mereka hampir saja menangis. Beberapa diantaranya malah sudah berlari ketakutan.
“Dan kalian semua... tolong jangan membicarakan tentang pernikahan kami lagi seperti ini. Kenapa kalian harus menghujat gadis ini, huh? Siapa yang mengatakan jika ini salahnya? Aniya... ini bukan kesalahannya, ini—ini kesalahanku. Aku yang menggugat cerai Kyuhyun Oppa, aku yang telah menjadi penyebab Kyuhyun Oppa berpaling dariku, aku yang telah membuat permasalahan ini bermula,” Rae In sontak mendongak terkejut sekarang! Apa yang tengah dikatakan Hiu hwi sekarang?
“Aku bukan istri yang baik untuknya, aku selalu membuatnya marah dan kesal. Aku tak bisa melakukan semua pekerjaan seorang istri untuk melayaninya dengan benar. Jika saja, aku bisa bersikap seperti para Ibu Rumah tangga lainnya, mungkin Kyuhyun Oppa tak akan pernah mencoba untuk berpaling dariku. Perceraian kami bukan karna gadis ini hamil atau karna dia telah merebut Kyuhyun dariku. Aniya... aniya...” Hiu hwi menitikan air matanya seraya mengepal keras.
“Aku yang merasa tidak pantas bersanding dengannya. Jangan menghujat gadis ini atau Kyuhyun Oppa lagi, jika kalian butuh berita untuk makan keluarga kalian itu. Silahkan... silahkan buatlah berita tentangku yang sangat buruk sekalipun. Kumohon... biarkan kami menyelesaikan ini dengan cara kami sendiri,” Hiu hwi sontak membungkuk dalam, membuat semua orang disini malah menjadi tak enak. Gadis itu pun berbalik, menyodorkan tangannya untuk membantu Rae In berdiri.
“Hiu hwi-shi...”
“Cepat berdirilah! Kenapa kau masih duduk disana? Kemana harga dirimu?” Rae In sontak diam, dan kemudian menggapai tangan Hiu hwi untuk berdiri. Rae In kembali menangis, sungguh baru kali ini ada seseorang yang membelanya seperti ini.
“Sekarang, kalian sudah puas? Kalian sudah mendapatkan beritanya, bukan? Kalau begitu, bisakah kalian menyingkir dan memberi kami jalan?” para wartawan itu kontan saling bertatapan. Dengan gerakan cepat, mereka membuka sebuah lorong jalan untuk Hiu hwi dan Rae In pergi dari tempat ini. Rae In hanya merunduk, membiarkan tangannya tetap diseret Hiu hwi untuk sedikit berlari.
Tangan Hiu hwi begitu terasa dingin menggenggamnya, menandakan jika gadis ini menahan air matanya mati-matian. Hiu hwi berjalan entah kearah mana, dan bahkan ia terlihat tak perduli lagi akan tatapan semua orang yang mengarah pada mereka saat ini.
“Hiu hwi-shi...” panggil Rae In yang kontan saja menghentikan langkah mereka. Keduanya terhenti ditempat yang memang sudah cukup sepi; sebuah Taman kecil yang berada di belakang Apartment mewah itu. Hiu hwi berbalik, menatap Rae In yang memucat sejak tadi.
“Hiu hwi-shi, aku—”
PLAAKKK!
Tanpa aba-aba lagi, Hiu hwi sontak mengangkat tangannya dan menampar pipi kanan Rae In, kontan saja itu membuat Rae In terkejut setengah mati.
“Jangan pernah berpikir, jika tadi aku membelamu, aro?” Rae In tampak diam! Tamparan ini sangat amat panas di pipinya, sungguh!
“Aku benar-benar muak melihatmu Rae In-shi, kau tau itu? Ak—”
“Gomawo Hiu hwi-shi...” sela Rae In cepat. Gadis itu tersenyum dalam tangisnya, seolah-olah sekarang ia merasakan amat begitu menyesal pada Hiu hwi.
“Gomawo?”
“Aku tidak perduli apapun alasannya kau membelaku tadi, yang jelas—aku benar-benar berterima kasih padamu. Selama ini, tak ada satu pun orang yang mempercayaiku dan memandangku dengan tatapan baik. Mereka membuat persepsi sendiri-sendiri tentangku, tanpa tau bagaimana dan siapa aku sebenarnya. Yah, semenjak orang tuaku meninggal, tak ada yang mau mengasuhku. Aku tinggal ditempat saudaraku, tapi mereka menganggapku sebagai benalu keluarga mereka. Untuk itulah, aku pergi dari rumah dan terjurumus dalam kehidupan malam seperti ini. Aku menjual tarian, lekuk tubuhku, hanya untuk bertahan hidup. Kadang aku dipukuli, kadang juga aku benar-benar diinjak dan dihina, tak ada orang yang menyukaiku dengan tulus. Tapi tadi, itu pertama kalinya aku merasa jika aku tak sendiri. Maafkan aku Hiu hwi-shi, tolong maafkan aku.”
“Maaf? Setelah merebut suamiku, kau hanya mengatakan maaf? Kau pikir, bagaimana perasaanku sekarang?”
“Aku tau kau jauh lebih sakit dari pada posisiku, tapi aku harus apa sekarang? Anak ini butuh masa depan,” Hiu hwi mengerang mendengarnya. Yah, itu jugalah yang menjadi alasannya menolong Rae In, karna anak yang dikandung gadis itu.
“Sungguh, aku tak berbohong. Awalnya, aku memang menginginkan Kyuhyun Oppa atas semua yang menimpaku ini. Tapi—aku sadar sekarang, Kyuhyun Oppa tak akan pernah bisa berpaling padaku. Aku tau—aku tau kenapa dia sangat menyukai gadis sepertimu. Kau benar-benar baik, aku bahkan tak bisa menyaingi dan bahkan menjadi sosok sepertimu.”
“Kau berpikir jika aku malaikat? Kau pikir jika aku adalah wanita yang baik dan akan secara suka rela memaafkan orang lain yang telah melukaiku? Huhhh... tidak akan. Aku tidak akan pernah memaafkanmu!”
“Ya, aku tau.”
“Bahkan jika bisa, aku ingin membunuhmu Rae In-shi, aku ingin membunuhmu.” Hiu hwi tertunduk, menghirup dalam udara ditubuhnya yang terasa begitu sakit.
“Karna kau, hidupku semakin hancur. Karna kau, aku merasakan betapa sakitnya kehilangan namja itu. Kenapa? Kenapa kau baru mengacaukan rumah tanggaku disaat aku sudah mulai menyayanginya? WAE?”
“Kau mencintainya Hiu hwi-shi?” tanya Rae in mencolos.
“Aku—“ Hiu hwi menyentakkan kalimatnya dititik ini, membiarkan tangisannya lah yang kini menjawab.
“Aku tidak jadi menikah dengan Kyuhyun Oppa. Dia mengancam untuk menyuruhku membunuhnya, jika sampai aku memaksanya menikahiku lagi. Bukankah itu menyakitkan? Yah, dia lebih memilih mati daripada bersama denganku. Sungguh, aku sangat menyesal telah melakukan semua ini. Mereka benar, aku gadis hina dan jahat. Harusnya aku memang pantas mendapatkan semua hujatan ini. Jika saja aku tak melakukannya, mungkin semua masalah ini tak akan pernah sampai seperti ini.”
“Apa maksudmu?” Hiu hwi tampak menatap Rae In dengan tajam, begitu pula sebaliknya.
“Sekalipun aku yang salah, tetap saja aku tak bisa melepaskan Kyuhyun Oppa untuk kembali padamu demi anak ini. Maafkan aku Hiu hwi-shi, aku hanya tak ingin dia lahir tanpa ada yang mengakuinya. Jika kau ingin menamparku lagi, lakukanlah...” Hiu hwi sentak mengepal saat seketika ia mendengar penuturan kata dari gadis dihadapannya ini. Memukulnya lagi? Tidakkah itu...
PLAAAKKK!
Yah, Hiu hwi memukul wajah Rae In lagi. Lengkap sudah kedua pipi gadis itu memerah. Rae In tersenyum. Sekalipun rasanya sakit, tapi setidaknya Hiu hwi mulai merasakan dendamnya sedikit terbayar.
“Aku sangat membencimu dan Kyuhyun. Aku sangat membenci kalian!” Umpat Hiu hwi seraya berbalik, meninggalkan Rae In yang kini hanya dapat mendongak menatapi punggung gadis itu.
“Gomawo Hiu hwi-shi. Kenapa kau begitu baik? Kenapa? Aku bahkan tak bisa berkata maaf lagi padamu, kau sudah terlalu membuatku merasa bersalah.”
***
‘Cinta adalah...
Ketika kamu kehilangan rasa, gairah, romantika, namun…
Masih tetap peduli padanya....’
* When it all began, U Just For Me... *
Sudah hampir 5 hari semenjak insiden pertemuan ia dan Rae In pada waktu itu, Hiu hwi kini berusaha untuk bangkit kembali. Begitu banyak persoalan yang telah terjadi dalam hidupnya kini, bahkan sejak Kyuhyun menciumnya pada waktu di Kantor Changmin, namja itu tak pernah muncul lagi. Yah, mungkin dia masih bersembunyi dari kejaran para Wartawan. Tapi, benarkah begitu? Sepertinya pemikiran Hiu hwi kali ini benar-benar salah.
Lihatlah, gadis itu tak menyadari jika sejak tadi, ani... lebih tepatnya sejak kemarin, Kyuhyun sudah mengikutinya dari kejauhan. Entah apa yang dilakukan namja itu dengan segala penyamarannya ini, yang jelas Kyu hanya ingin melihat Hiu hwi. Yah, itu saja.
“Benarkah Minho-shi? Lalu, apalagi yang dilakukan monyet itu? Hahaha...” Hiu hwi tampak tertawa lagi, membuat Minho berulang kali tertegun melihatnya.
“Dia jatuh lagi, lalu—”
“Hahaha, benar-benar bodoh!” Minho sontak menghentikan cerita lucunya, saat ia kembali melihat wajah Hiu hwi yang tertawa. Entahlah, sekalipun Hiu hwi masih tampak begitu lelah, namun setidaknya gadis itu sudah mulai belajar untuk tersenyum kembali.
“Hiu hwi-ya...”
“Humm?”
“Kau jauh lebih indah dari semua benda langit itu, ketika kau sedang tersenyum seperti ini.”
“Nde?” Hiu hwi sentak mengehentikan tawanya itu seketika, membuat keduanya terjalin dalam sebuah tatapan tenang. Kyuhyun berada dibalik tembok itu pun sentak mengepal, menahan emosi dan rasa cemburu yang sejak kemarin ia tahan.
‘Kau benar-benar ingin mati Minho-shi, mati!’
Umpat Kyuhyun gusar sejak tadi. Betapa inginnya ia keluar dari tempat persembunyiannya itu dan menarik Hiu hwi agar menjauh dari namja playboy itu.
“Hahaha, kau bisa saja Minho-shi. Oh ya, aku lupa jika hari ini aku ada janji dengan Changmin Oppa untuk membawakannya hasil laporan Design kita untuk perusahaannya. Aku harus bergegas sekarang.”
“Perlu kuantar?”
“Tidak usah, aku bisa lebih cepat jika sendiri.”
“Hahaha, baiklah.”
“Geurae, aku pergi. Annyeong...”
“Hati-hati...” Minho tampak melambai dengan kembangan senyumannya. Hiu hwi membalasnya singkat, lalu seakan berlari untuk segera pergi dari tempat ini. Sedangkan Kyuhyun? Baiklah, namja itu hanya bersembunyi sejenak agar Hiu hwi tak melihatnya, lalu berniat untuk menghampiri Minho. Yah, tidak bisa... sepertinya ia harus memberi pelajaran pada Bos Hiu hwi yang menurutnya mata keranjang itu.
“Huhh... sebaiknya, aku juga kembali keruanganku.” Minho sentak meneguk kopi susu hangat ditangannya sampai habis, lalu hendak kembali berbalik menuju lorong ruangannya.
“YA!” Pekik seseorang seketika, membuat Minho menghentikan laju langkahnya itu.
“Kau—” kedua mata bulat Minho sedikit membesar tatkala ia melihat sesosok namja dengan kacamata, jaket, dan pakaian serba hitam berdiri tegak tak jauh darinya sekarang. Apa-apaan ini? Kenapa Kyu malah terlihat seperti seorang teroris?
“Cah, kenapa? Kau takut?” Kyuhyun tampak mulai mendekat pada Minho. Menyeringai dengan dengusan yang cukup mengerikan.
“Kenapa kau bisa ada disini?”
“YA! Aku peringatkan padamu Choi Minho-shi... jangan pernah kau berani menyentuh ataupun membuat Hiu hwi tersenyum dengan perkataan bodohmu itu. Apa kau tak punya malu? Dia itu istriku, jangan membuat masalah denganku atau—”
“Changkam... istrimu?” kedua alis Minho mengernyit akan perkataan Kyu yang terdengar tabu ditelinganya itu.
“Hahahahaha... Hey, Cho Kyuhyun-shi... apa otakmu itu sedang terbentur? Atau sedang mabuk? Siapa yang istrimu? Hiu hwi? Hahahaha, siapa yang tidak tau malu disini?”
“YA!”
“Apa kau lupa? Kau dan Hiu hwi itu sudah bercerai. Sekarang, Hiu hwi bukan istrimu lagi, tapi dia seorang janda. JANDA! Dia Jan-da... j-a-n-d-a... janda... janda... dan janda...”
“MWO? YA! Tidak perduli dia istriku atau pun kami sudah berserai. Dia tetap wanitaku, kau—jangan pernah sekali-kali menyentuhnya, ARO?”
“Ani... yang kutau dia itu sekarang adalah janda, tanpa ikatan dan tanpa hubungan apapun dengan siapapun. Dia Janda... janda Cho Kyuhyun-shi. JANDA! JA DAN DA... JAND—”
BUGH!
Kyuhyun yang benar-benar sebal akan tingkah namja Ab-normal dihadapannya ini, kontan saja memukul Minho, membuat hidup mancung pria itu mengeluarkan darah segar seketika.
“Argh... YA! Kau—”
“Ayo, katakan lagi kalimatmu tadi, ohk...! Cih, jika sampai aku melihatmu mendekati Hiu hwi-ku, bukan hanya darah itu yang keluar, tapi juga Perusahaan-mu akan aku hancurkan untuk yang kedua kalinya, kau mengerti?” ancam Kyu seraya merapikan jas hijau mudah yang dikenakan Minho. Kyuhyun pun kembali tersenyum miring, seraya mundur dan hendak berlalu pergi.
Minho sepertinya hanya tertegun seraya menahan darah yang keluar dari lubang hidungnya saat ini. Yah, ia sangat sadar betul, siapa sosok Kyuhyun yang memang telah hampir membuat Perusahaannya bangkrut hanya karna melihat Hiu hwi sempat tertidur diruangannya waktu itu. Appa Kyuhyun sosok yang memang cukup berdampak dikalangan Perusaan dan bisnis sepertinya, jadi tak ayal jika semua itu dapat dilakukan oleh seorang Cho Kyuhyun, terutama faktanya ia adalah seorang artis yang terkenal, yang mungkin dapat dengan mudah menghasud dan membuat semua orang percaya untuk menghancurkannya.
“Huhh... aku tidak percaya, Hiu hwi bisa bertahan cukup lama menjadi istri namja psiko itu,” Minho mengumpat-umpat tak jelas menatapi punggung Kyuhyun yang semakin menjauh dari pandangannya.
“Ash...” kesalnya saat darah dihidungnya itu terasa tak dapat cukup dihentikan dengan cara menahannya seperti ini. Minho menghela, sampai akhirnya ia memutuskan untuk berbalik kearah toilet.
***
@Hangang Park_
Kedua mata namja ini tampak mengerjap pelan menatapi semburan air mancur yang mengalir indah dihadapannya. Sesekali, ia tampak merunduk menatapi layar ponselnya, sesekali pula ia mendongak menatap awan biru yang terbentang indah menyelimutinya. Ia kembali menghela, membawa masuk kembali Ponselnya kesaku dengan perlahan. Tempat ini begitu nyaman, setidaknya menatapi air bening yang mengalir seperti ini, dapat membuat perasaan cukup kembali tenang.
“Changmin Oppa...” panggil seseorang seketika, membuat kepala namja itu menoleh kearah samping.
“Hiu hwi-ya...”
“Oppa sudah lama menunggu? Mianhae, tadi aku ketinggalan Bis kemari.”
“Gwanchana, yang terpenting sekarang adalah... kau sudah berada disini dengan selamat.” Changmin tampak tersenyum manis, membuat wajahnya itu semakin tampan dengan sematan kaca mata yang ia kenakan hari ini.
“Kenapa Oppa mengajakku bertemu disini dan bukannya di Kantor? Ah ya... ini—semua hasil laporan per—”
“Tidak perlu terburu-buru membicarakan urusan pekerjaan, dasar kau ini...” Changmin tampak berbalik dan berjalan hendak mencari kursi untuk duduk. Hiu hwi terkikik, mengikuti punggung Changmin yang telah lebih berjalan dihadapannya.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Changmin terhenti dan berbalik menatap Hiu hwi yang semakin tampak semakin mengurus itu.
“Memangnya aku kenapa? Aku... baik-baik saja.” Hiu hwi sedikit menghindari tatapan Changmin padanya, merunduk sedikit agar Changmin tak tau bagaimana kondisinya saat ini. Namja jangkung itu mengangguk-angguk sejenak, dan nampak berpaling pada sebuah penampakan, lebih tepatnya sesosok orang yang kini duduk diantara air mancur itu dengan pakaian serba hitam. Sekalipun orang itu kini tengah memunggungi mereka, tapi Changmin cukup pintar untuk mengetahui siapa namja itu.
‘Bodoh’
Gumam Changmin hampir saja terkekeh. Ia sangat yakin jika itu Kyuhyun! Yah, sesosok yang sejak tadi terlihat berlari mengikuti Hiu hwi, berdiri dan kembali duduk tak karuan untuk mencari tempat yang baik untuk bersembunyi dengan tetap menggunakan pakaian serba hitam. Sayangnya, Kyuhyun melupakan satu hal. Melupakan jika Changmin sangat cerdik untuk mengetahui model sepatu yang setiap hari Changmin lihat dalam kediaman keluarga Cho. Terutama, tulisan Huruf yang tercetal tebal disana... ‘Kyu’. Apa namja itu tak sadar, jika sepatu itu hanya keluarga Cho lah yang memakainya? Entahlah...
“Oppa waeyo? Apa ada yang lucu?” Hiu hwi sentang mengernyitkan dahinya bingung saat ia menyadari, jika sejak tadi Changmin tampak tersenyum-senyum tak jelas.
“Hahaha, aniya. Aku hanya teringat akan satu hal. Hummm... kau lelah? Kita mencari tempat duduk disekitaran tempat ini saja, ne?”
“Kenapa Oppa selalu menganggapku seolah aku sangat mengkuatirkan? Ani, aku tidak lelah. Aku baik-baik saja, sungguh.” Changmin tampak diam sejenak. Sampai akhirnya ia mengangguk seraya mengangkat tangan kanannya untuk mengelus puncak kepala Hiu hwi dengan lembut.
Kyuhyun mengepal emosi, dapat diliriknya melalui pantulan cermin ponselnya saat Changmin menyentuh Hiu hwi dengan perasaan yang dalam. Tapi sepertinya ia harus menahan semuanya, membiarkan hanya mendengar apa yang kedua orang ini bicarakan.
“Kau sedang menjadi topik terhangat minggu ini. Yah, tepatnya semenjak kau membela Rae In dihadapan para Wartawan itu. Kau tau? Kau terlalu baik untuk berbuat jahat, kau terlalu bodoh untuk dapat menutupi bagaimana perasaanmu sebenarnya. Hiu hwi-ya... apa karna kau lelah menangis, kau berusaha untuk baik-baik saja seperti ini? Apakah itu malah tak terasa sakit?” tangan Changmin kini berpindah mengusap pipi Hiu hwi yang mencoba mrunduk dihadapannya. Kenapa Changmin malah ingin membuatnya merasa ingin menangis lagi?
“Ak-aku tidak apa-apa. Hanya saja aku—” Hiu hwi sontak menghirup nafasnya dalam, mencoba agar ia dapat terbebas dari rasa gemetar ini.
“Aku hanya tak suka, para orang-orang itu ikut campur dalam urusan ini. Sekalipun, aku sangat membenci Rae In dan Kyuhyun, tapi sebenarnya aku sama sekali tak tau apa alasanku membenci mereka. Marah? Aku tidak tau aku marah karna apa. Apa mungkin karna aku merasa terkhianati? Merasa marah karna hidupku semakin hancur? Atau karna—karna gadis itu telah merebut suamiku?”
“Hiu hwi...”
“Aku lelah berpikir akan hal ini. Kenapa dapat aku merasakan hal yang menyakitkan seperti ini karna seorang Cho Kyuhyun? Bukankah selama ini aku membencinya? Lalu, kenapa sekarang aku sangat sulit untuk membencinya lagi? Kenapa aku merasa, jika hatiku malah ingin memeluknya?” Hiu hwi sentak mendongak menatap Changmin dengan kilauan air matanya yang berair.
“Setiap hari, aku berpikir semua hal tentangnya. Apakah ia sudah makan, apakah ia tidur dengan nyenyak, atau apakah baik-baik saja disana? Semuanya aku pikirkan. Aku selalu menatapi nomor ponselnya, berharap dia mengirimi kalimat jika dia bahagia disana. Sekalipun, aku berkata tak ingin bertemu dengannya, tetap saja aku ingin melihatnya, aku ingin mendengar suaranya, aku ingin—” Hiu hwi merunduk, menitikan air mata yang selama ini ia tahan untuk tak keluar lagi.
“Aku ingin—Hmmmphmm—” tangan Hiu hwi terangkat menutup kedua mulutnya, bermaksud agar ia tak terlihat serapuh ini. Changmin hanya mampu mematung menatapnya, membiarkan Hiu hwi mengeluarkan semuanya terlebih dulu. Sedangkan Kyuhyun? Kini kelopak mata namja itu mulai terasa panas. Tubuhnya bergetar, tak percaya dengan semua kalimat yang tengah ia dengar ini.
‘Hiu hwi...’
Gumam Kyuhyun seraya sontak berdiri dari tempatnya. Sepertinya, ia berniat untuk berbalik sekarang. Hingga seketika...
“Apa kau mencintai Kyuhyun?” tanya Changmin membuat Kyu menghentikan niatnya saat ini. Tangan Kyu mengepal, antara ingin mengetahui dan tak ingin mengetahui jawaban gadis itu kelak.
“Aku...” Hiu hwi nampak memang sengaja menghentikan kalimatnya dititik ini. Entahlah, pertanyaan Changmin kali ini begitu menohok perasaannya. Rasa tak enak itu menjalari Hiu hwi sekarang, apakah ia sanggup mengatakan jika ia mencintai Kyuhyun dihadapan Changmin?
“Oppa... bagaimana jika kita mencari Restoran saja disekitar sini? Aku rasa, perutku sudah lapar.” Lanjut gadis itu, bermaksud untuk mengalihkan arah pembicaraan mereka. Changmin sadar ia tak bisa memaksa, bagaimana pun juga batin Hiu hwi tengah terguncang sekarang.
“Baiklah, Kajja.” Changmin menggenggam tangan Hiu hwi dengan erat. Kali ini, sepertinya Changmin juga mengangkat sebelah tangannya untuk memeluk Hiu hwi sejenak. Entah untuk apa, tapi sepertinya namja jangkung itu tau jika ini dapat membuat Kyuhyun keluar dari persembunyiannya.
“Sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan padamu lebih dulu Hiu hwi...”
“Mwo?” Changmin tampak merunduk sejenak, lalu kembali mendongak dengan tatapan serius pada gadis itu.
“Hummm… apa aku—masih memiliki kesempatan untuk melindungimu? Apa aku masih bisa menebus kesalahanku dan memulai denganmu dari awal seperti dulu?”
DEG!
Jantung Hiu hwi sontak berdetak cepat tatkala pertanyaan itu terlontar mulus dari bibi Changmin. Tak hanya Hiu hwi, tapi juga Kyuhyun saat ini. Apa maksud Changmin sebenarnya?
“Oppa...”
“Aku serius... kau jangan menganggapku sedang bercanda Hiu hwi. Bukankah dulu kau pernah mencintaiku? Kurasa tak akan sulit untuk memulainya lagi, bukankah begitu?”
“Aku... aku...” Hiu hwi terlihat seperti di skak mat oleh pernyataan Changmin kali ini. Entah ia harus menjawab apa lagi sekarang. Apakah ia akan mencoba mengalihkan pembicaraan mereka kembali atau hanya diam saja? Hening! Tampak ditempat ini hanya terdengar gemiricik air mancur yang ada. Changmin terlihat sedikit berpaling untuk melihat punggung Kyuhyun yang bergetar. Sepertinya, namja itu tengah menahan seluruh perasaan yang saat ini tengah berkecamuk dalam dadanya.
“Hiu hwi...”
“Oppa... Aku—aku—”
BRUUKKKK!
“Argh...” Terdengar suara hempasan dan lengkingan seseorang seketika, membuat kontan saja Hiu hwi dan Changmin menoleh kearah sumber suara itu. Tampak sebuah ponsel terbanting dan tenggelam dalam air mancur itu dengan cepat. Cho Kyuhyun… terdengar kini deru nafasnya begitu tak teratur sama sekali. Rahangnya mengeras, seolah-olah mengisyaratkan sebuah emosi yang begitu dalam.
Kyuhyun sontak berbalik, memicing menatap Hiu hwi yang kontan terkejut setengah mati melihat wujudnya itu. Kyu membuka kacamata dan jaket hitam yang ia kenakan sekarang. Hiu hwi mendadak diam dengan kedua matanya yang terbelalak. Apakah ia tak salah lihat? Itu…
“K-kkkyuhyun-ah…” ucap Hiu hwi hampir mirip dengan sebuah gumaman itu. Hening! Tampak Changmin sedetik kemudian ikut menatap Kyuhyun yang kini juga tengah menatapnya. Entah mengapa, suasana ditempat ini mendadak panas tak karuan.
“Sekarang… kau pilih ikut bersamaku atau pergi bersama namja itu.” Ujar Kyuhyun dengan kedua pelupuk matanya yang berair. Hiu hwi kembali terkejut! Ia sama sekali tak pernah bermimpi untuk menghadapi situasi yang seperti ini. Changmin tersenyum sinis, namja dihadapannya ini benar-benar payah.
“Dia lebih dulu berjanji untuk bertemu denganku. Jadi, kami harus pergi. Kajja Hiu hwi, bukankah kau lapar?” Changmin sontak memperat genggaman tangannya dan berniat untuk menarik tangan gadis itu pergi.
“YA! Cho Hiu hwi…” panggil Kyuhyun lagi. Hiu hwi tak bergeming, ia benar-benar bingung harus berbuat apa sekarang.
“Kajja…” Changmin kini tampak berbalik, dan berjalan seraya sedikit memaksa Hiu hwi untuk mengikuti langkahnya itu. Kyuhyun mengerang, apa benar Hiu hwi lebih memiliki ikut bersama Changmin?
Hiu hwi seketika merunduk, menitikan air matanya dan membiarkan tubuhnya tertarik untuk mengikuti langkah Changmin. Kyuhyun tak memanggil atau mengejarnya. Tidak! Namja itu seakan membiarkan Hiu hwi memilih.
‘Kyuhyun-ah…’
Gumam Hiu hwi seraya berusaha untuk tak mengeluarkan suara tangisnya itu. Langkah mereka semakin menjauh, bahkan sekarang Kyuhyun tak bisa lagi menatap punggung kedua orang itu dihadapannya. Semuanya seakan selesai dan—hilang.
“Huhhh…” Changmin tampak menghela nafas dan menutup matanya sejenak seraya terus berjalan dengan langkah lebar, seakan ia tak perduli jika tangan Hiu hwi yang berada dalam genggamannya kini mendadak kaku dan dingin. Sampai seketika…
LangKah Hiu hwi sontak terhenti ditempat. Gadis itu menangis, tanpa ingin melanjutkan dan menurut lagi untuk mengikuti Changmin. Ada apa dengan Hiu hwi?
“Oppa…” Changmin berbalik, seakan ia sudah tau jika Hiu hwi akan melakukan hal ini. Gadis itu benar-benar telah membuatnya menyakiti diri sendiri.
“Aku—”
“Ka…” sela Changmin seketika, membuat sontak saja Hiu hwi menatapnya tak percaya. Changmin perlahan-lahan melepaskan genggamannya pada pergelangan tangan yeoja itu.
“Pergilah… berbaliklah untuknya. Kau sadar? Kau pernah meninggalkanku sebelumnya, dan ternyata aku masih bisa hidup dan bernafas dengan baik seperti sekarang. Tapi—jika kau meninggalkan Kyuhyun, belum tentu dia bisa bernafas dan hidup dengan bernar,”
“Oppa…”
“Hanya satu yang kupinta darimu Hiu hwi… carilah kebahagianmu sendiri. Aku mencintaimu…”
“Oppa…” Hiu hwi sontak memeluk Changmin seketika. Namja itu diam! Sepertinya, ia tak berniat membalas dekapan Hiu hwi kali ini.
“Pergilah… hari ini adalah hari kematian Ah ra Noona, kau harus berada disampingnya.” Dapat Changmin rasa Hiu hwi mengangguk perlahan.
“Nde…” balas Hiu hwi seraya melepaskan pelukannya pada Changmin, menatapi namja itu dan tersenyum sejenak, sampai akhirnya ia berbalik dan berlari, meninggalkan Changmin yang hanya dapat mematung diam ditempatnya. Hiu hwi menjauh… ini sudah kedua kalinya terjadi dan itu—sakit! Changmin tampak mengangkat tangan kanannya menyentuh dadanya yang terasa sesak. Air mata bening itu sontak terjatuh dengan cepat. Sebuah air mata yang sebenarnya sejak tadi ia tahan.
“Dan hari ini… adalah hari ulang tahunku Hiu hwi.” Ucap namja itu pelan. Changmin merunduk dengan air mata yang berlinang dikedua kelopak matanya itu. Sejujurnya, ini benar-benar menyakitinya.
“Semoga dengan ini, setidaknya aku dapat melihat Ah Ra Noona tenang diatas sana.” Changmin tersenyum. Sebuah senyuman sakit dan kesepian yang selama ini dilandanya. Baiklah, sekalipun begitu Changmin memang sosok yang begitu kuat, sangat kuat.
***
Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun tengah berjongkok tepat dihadapan air mancur itu, seperti tengah berlutut. Kepalanya merunduk dengan kedua tangannya yang mengepal keras. Ia benar-benar tak percaya, jika Hiu hwi lebih memilih Changmin daripada ikut bersamanya.
“Ini—” ucap seseorang seketika seraya menyodorkan sebuah sapu tangan putih kearahnya. Kyuhyun mendongak, menatapi tak percaya sesosok yeoja yang kini berdiri tepat dihadapannya itu.
“Hiu hwi…”
“Dasar namja bodoh!”
“Hiu hwi…”
“Kenapa kau masih berlutut disini, cepat berdiri!” Isak Hiu hwi dengan nada hentakannya. Dengan cepat, Kyuhyun pun berdiri dan mendekap tubuh gadis itu sangat erat.
“Hiu hwi…” tampak Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya. Hiu hwi diam! Ia tak dapat bergerak lagi ketika Kyuhyun sudah melakukan hal seperti ini untuknya. Sebenarnya, pelukan seperti ini juga sangat ia rindukan.
“YA!” Dengan secara tiba-tiba, Kyuhyun pun sontak melepaskan dekapannya dan memandang Hiu hwi dengan tajam.
“Kau tidak boleh pergi lagi dariku! Tidak… tak akan aku biarkan kau membuatku seperti ini Hiu hwi! Kau pikir kau siapa, huh? Datang dan pergi seenaknya saja yang kau mau. Sudah kukatakan berulang, jika kau datang dan muncul lagi padaku, jangan harap untuk terlepas kembali.” Kyuhyun sontak mengamit pergelangan yeoja itu dan menariknya paksa.
“Kyuhyun-ah… YA! Kau mau mengajakku kemana?”
“Pulang!”
“MWO?”
***
* When it all began, Dont Go again... *
@Kyuhyun Home’s_
Tampak semenjak tadi, Kyuhyun tak jua bersuara dan melepaskan cengkramannya pada Hiu hwi. Entah apa yang akan dilakukan namja ini, Hiu hwi malah tampak takut sekarang.
BRAKKK!
Kyuhyun sentak menutup pintu rumahnya itu dengan keras dan kasar. Hiu hwi berdecak, Kyuhyun masih saja memiliki tempramental yang tinggi. Bahkan lihatlah sekarang, namja itu kini menatapnya seakan ia adalah makanan siap santap.
“Kyuhyun-ah…”
“MWO? MWO? MWO?”
“YA! Kau sebenarnya kenapa? Ash... lebih baik aku pulang, jika harus bertengkar denganmu disini. Kau sepertinya butuh waktu untuk melepaskan diri dari emosimu yang tinggi itu!”
“Pulang? YA! INI RUMAHMU!”
“Mwoga? Kyuhyun-ah, apa kau gila? Kita sudah berpisah, dan aku tak berhak untuk tinggal ditempat ini lagi.”
“Lalu, kau lebih memilih tinggal di Apartment Bosmu yang brengsek itu, huh?” bentak Kyuhyun membuat sontak saja Hiu hwi terdiam.
“Nde. Setidaknya itu jauh lebih baik, daripada disini.”
“Mwo?”
“Kyuhyun-ah…”
“Jangan harap kau dapat keluar darisini Hiu hwi! Kajja, ikut aku!” Tarik Kyu kembali. Namja ini seakan menggila, seolah tak perduli akan kondisi pergelangan Hiu hwi sekarang.
“YA! Cho Kyuhyun…”
Kali ini tampak Kyu membuka pintu kamar mereka dengan cepat. Hiu hwi meringis, namja itu tampak mengerikan lagi saat ini.
BRAKKKK!
Tanpa perlu aba-aba lagi, Kyuhyun pun sontak menutup pintu kamar mereka seraya mendorong Hiu hwi untuk masuk dengan paksa. Apa yang tengah Kyu lakukan sekarang? Entahlah…
“YA! Cho Kyuhyun... buka pintunya! YA! Kau gila, huh? Kenapa kau mengurungku disini?” pekik Hu hwi tak percaya seraya berusaha untuk mengetuk pintu itu dari dalam.
“Diamlah! Kau tak boleh keluar dan lari kemanapun yang tak bisa ku jangkau Hiu hwi, tidak bisa!”
“Kyuhyun-ah...”
“Maafkan aku…”
=TBC=
For The Next Part....
"Kyuhyun-ah... aku mencintaimu... aku mencintaimu!"
DEG!
"Hiu hwi..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar