_“BAD BOY!”_ Part. 4 [Kyu-Hwi School]
Tittle : “BAD BOY!”
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“Ini tempat asing, jangan membuat masalah!”
“Oppa....”
“Bodoh!”
This Story Original From @Jjea_

***
‘Sulit itu...
Ketika aku berusaha untuk melupakanmu,
Disaat aku begitu merindukanmu....’
_“BAD BOY!”_ Part. 3
* When it all began ... I HATE BUT I LOVE*
Termenung! Inilah yang tengah dilakukan gadis bermata bulat sempurna ini sejak tadi. Tangan kirinya tampak bertopang diatas meja seraya menampakkan ekspresi kalut pada satu titik pandangannya. Kantin Sekolah ini begitu ramai dari sebelumnya, banyak murid-murid yang duduk berkelompok ditempat ini. Tak hanya bertujuan untuk memakan sesuatu yang dapat mengganjal perut, tetapi juga menjadi tempat terbaik untuk mengobrol dan membicarakan banyak hal dengan santai.
Gwangye High School ... Sekolah ini memang menjadi wadah utama penyelenggaraan Turnament penting antar Sekolah di Korea. Tak hanya menjadi Sekolah Favorit di Seoul, tapi juga mempunyai tempat yang memang benar-benar luas dan lengkap. Otomatis, mau tak mau para Siswa-siswi yang ikut Festival Pekan Olahraga dari berbagai daerah inipun, harus hadir setiap harinya selama kurun 3 bulan. Mereka juga mendapat pelatihan khusus dalam sesi belajar-mengajar agar tak mempengaruhi prestasi akademik mereka di Sekolah.
“Huhhh...,” Hiu hwi kembali memutar sedikit kepalanya ke hal lain yang ada disini, tapi tetap saja kepalanya tak bisa diajak berkompromi lagi. Entahlah, tanpa sadar ia bahkan kembali akan menatapi kearah satu titik itu lagi. Sebuah titik dimana sekarang menjadi sorotan khayalak ramai. Selalu seperti itu, jika ada sosok namja tampan bernama Cho Kyuhyun ini, pastilah tempat itu akan mendadak ramai tak karuan. Yah, disinilah Lee Hiu hwi, duduk dikursi Kantin seraya mendengus geram memandangi tempat Kyuhyun duduk dengan berbagai macam yeoja-yeoja centil yang mengelilinginya. Terkadang Hiu hwi bingung, pesona seorang Cho Kyuhyun itu benar-benar tak ada matinya. Entah dimanapun, kemanapun dan siapapun, dia pasti akan menjadi sorot perhatian banyak orang akibat keramah-tamahan yang ia miliki. Ramah? Hiu hwi malah berpikir yang sebaliknya. Bagi Hiu hwi, sikap Kyu itu malah hanya seperti kamuflase semata.
“Hey, Ikan Hiu. Kau sedang apa?” tepuk seseorang mengejutkan, membuat Hiu hwi sedikit terlonjak kaget. Tampak soerang gadis berambut pirang itu terkekeh pelan menatapnya, lalu menarik kursi untuk duduk disamping Hiu hwi tanpa permisi lagi.
“Kau ... kura-kura,” balas Hiu hwi datar, terkesan sedikit jengkel.
“Ash..., aku bukan kura-kura. Namaku Yura, Kim Yura, bukan Kura apalagi kura-kura,” balas gadis itu tersenyum manis. Hiu hwi tak berniat meresponnya lagi, ia lebih memilih memutar tubuhnya untuk membelakangi Yura. Hiu hwi memang tipe gadis yang sulit untuk diajak berteman.
“Hiu hwi-shi, kau sedang apa disini? Sedang melihat apa?” tanya Yura berusaha untuk mendekati Hiu hwi. Namun sayang, sepertinya Hiu hwi benar-benar sedang tak ingin diganggu, terutama dalam keadaan Mood-nya yang meledak-ledak seperti ini. Yura menghela nafas, ia menatapi seorang namja kini tengah terkekeh pelan tak jauh dari mereka seraya menatapinya, seolah-olah namja itu tengah tertawa mengejeknya karna telah diacuhkan oleh Hiu hwi.
“MWOYA?” pekik Yura tiba-tiba sembari melotot kearah namja berpakaian hitam-hitam itu. Yura Berdiri dengan melipat kedua tangannya didepan dada lengkap beserta wajah mengerikannya itu. Pria itu seketika menghentikan tawanya dan bergidik. Ia kembali menghadap depan dengan salah tingkah. Entahlah, pria bernama panggilan Yesung itu malah terlihat seperti takut sekarang. Bahkan, ia lebih memilih lari dari tempat ini hanya karna dipelototi oleh Yura.
“Cah, dasar namja tidak waras!” Yura mendengus geram, lalu kembali duduk dengan kasar. Hiu hwi menoleh menatapnya, bahkan semenjak Yura berteriak tadi.
“Ash..., namja itu benar-benar menyebalkan!” Yura kembali menghentak-hentakkan kakinya seraya mengambil Jus melon Hiu hwi dan meneguknya sampai habis tanpa basa-basi lagi. Hiu hwi menganga, ia hanya dapat melongo menatapi tingkah gadis disampingnya ini.
“Siapa yang kau maksud?” tanya Hiu hwi seketika. Yura menoleh menghadapnya dengan antusias.
“Namja paranormal yang pernah kuceritakan padamu itu,”
“Nde? Ohk...,” Hiu hwi tampak mengangguk-angguk mengerti.
“Kau tau Hiu hwi-shi, dia itu benar-benar namja yang paling menyebalkan di Sekolah kami. Bahkan dia pernah mengatakan padaku, jika aku ini adalah jodohnya. Dia meramalkan, jika kelak kami akan menikah dan mempunyai 3 anak. Dia itu benar-benar paranormal gadungan, aniya ... tapi dia dukun tak waras!”
“Nde?” Hiu hwi tampak terdiam sesaat. Sepertinya, gadis itu tengah mengulum senyumnya sekarang.
“Siapa tau saja ramalannya itu benar, hahaha.” Celetuk Hiu hwi terkekeh. Yura sentak kembali menoleh padanya dan memasang wajah seakan tak terima.
“Tidak mungkin aku menikah dengan namja Ab-normal sepertinya. Aku tidak ingin jatuh cinta pada pria yang salah, itu hanya akan menyakiti saja.”
“Jatuh cinta pada pria yang salah?” tanya Hiu hwi seakan mengulang kalimat Yura dengan penuh penekanan.
“Nde! Sebagai seorang wanita, kita harus berhati-hati untuk memilih pria yang tepat untuk kita cintai, itu agar kitanya tak merasa sakit. Jika kita tepat dalam menempatkan hati kita dengan kenyataan, semuanya mungkin akan terasa lebih mudah. Karna cinta itu seharusnya sederhana,” ujar Yura membuat Hiu hwi sentak terdiam! Ada hal yang sedang ia pikirkan sekarang.
‘Apa mungkin aku jatuh cinta pada pria yang salah? Pada pria yang terlalu tinggi untukku, pada pria yang sebenarnya sulit bahkan mustahil menjadi milikku?’
Gumam Hiu hwi seraya menatapi Kyuhyun yang kini tengah tertawa-tawa riang bersama para gadis-gadis itu. Kyuhyun memang tampan, ia akui itu. Namun, bukankah sesuatu yang kita inginkan belum tentu dapat juga kita miliki? Termasuk soal hati dan perasaan.
“Kau mendengarku?” tanya Yura bingung. Hiu hwi merunduk, sedikit berusaha untuk mengalah agar memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Yura tersenyum, sepertinya ia sudah menyadari sesuatu hal dari raut wajah Hiu hwi saat ini.
“Sekolahmu tiba-tiba saja menjadi pembicaraan hangat, karna namja berkharisma itu. Huhh..., dia memang tampan. Jadi, wajar saja banyak yang menggilai dan menggerubunginya seperti itu,”
“Nde?” Hiu hwi menatap Yura dengan seksama, begitupula Yura.
“Cho Kyuhyun, bukankah dia satu sekolah denganmu, eh? Yang kutau kalian juga satu kelas. Kau beruntung sekali Hiu hwi-shi! Kyuhyun itu benar-benar mempunyai pesona yang luar biasa. Baru beberapa hari berada disini, dia sudah mampu menandingi kepopuleran namja-namja yang lain, bahkan dia sepertinya yang paling laris manis sekarang. Dia juga namja yang sangat baik, ramah dan juga pintar bergaul. Kau tau? Tadi pagi, dia datang pagi sekali lalu duduk di ruang Perpustakaan dan membaca buku Matematika, dia bahkan membersihkan ruang Perpustakaan itu sebelumnya. Dan tadi, namja itu juga membantu Kepala Kantin membersihkan tempat ini dan membantu Staff membawakan beberapa minuman untuk para Guru. Ya Tuhan, sepertinya dia memang ditakdirkan untuk menjadi namja idola dan namja idaman semua wanita di dunia ini.”
“Nde, dia memang yang sangat ramah dan terlalu baik. Cah, tapi itu tidak kepadaku,”
“Mwo?”
“Aku malah tidak suka dia terlalu bersikap baik seperti itu. Dimana-mana dia selalu mendapatkan banyak perhatian dengan cepat. Dan membuatku merasa, jika dia bukanlah manusia, tapi malaikat dan sesuatu yang memang sulit sekali direngkuh. Semua apa yang kalian lihat tentangnya, jauh berbanding terbalik dengan apa yang kulihat sendiri.
“Apa maksudmu?”
‘Pada kenyataannya, dia membenciku. Dia bersikap bak malaikat tanpa dosa pada kalian, tapi denganku? Dia seperti bongkahan api yang selalu membakar untuk menyakitiku....’
Gumam Hiu hwi dalam hati seraya menautkan kedua tangannya dan menghela nafas panjang. Yura mengernyit, ia sama sekali belum mengerti apa yang kini tengah dirasakan Hiu hwi.
“Hiu hwi-shi, apa kau—”
PRAANGGGGG!
Belum sempat Yura hendak melanjutkan kalimatnya itu. Terdengar, bebunyian benda berjatuhan dari arah Kyuhyun. Tempat yang tadinya begitu gaduh itu, kini mendadak hening seketika, semuanya sentak terfokus pada satu titik sekarang.
Tampak seorang gadis terjatuh dilantai dengan rantang makanan yang berhamburan didekatnya. Semuanya diam, gadis malang itu terlihat tengah mencari-cari kacamata tebalnya yang ikut terjatuh. Sebenarnya itu bukanlah pemandangan yang menarik minat Hiu hwi saat ini, jika saja—
“Apa yang kalian lakukan?” hentak Kyuhyun seketika seraya berdiri menatapi para gadis-gadis ini. Semuanya saling menatap, Kyuhyun terlihat mengubah ekspresinya menjadi sedikit serius. Yah, sepertinya namja itu mulai emosi saat para gadis-gadis yang tadi mengerubunginya ini tanpa sengaja mendorong seorang gadis kutu buku yang tadi ingin memberikan Kyuhyun rantang makanan. Sesuatu yang jarang Kyuhyun lakukan! Hiu hwi tercenang, Kyu belum pernah ikut campur dan menghentakan para penggemarnya itu demi seorang gadis lain. Tapi ini?
“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyu berjongkok dan memberikan kaca mata gadis itu.
“Ti-tidak apa-apa. Go-gomawo....”
“Makananmu tumpah sebelum aku mencicipinya, aku menyesalkan ini. Maafkan aku.” ucap Kyuhyun seraya menatapi bongkahan nasi yang berbentuk bulatan seperti Onigiri itu dengan tatapan sendu. Tak hanya Onigiri saja, sepertinya juga ada sedikit Kimchi disana.”
“Tidak apa-apa, ak-aku bisa membuatkannya untukmu lain kali.”
“Terima kasih. Aku Cho Kyuhyun, siapa namamu?”
“Nde? Ohk, namaku Park Eun Bin.” Gadis yang bernama Eun Bin ini pun sentak merunduk saat ia menyadari tatapan sengit dari banyak yeoja disekitar sini.
“Geurae, sekali lagi aku minta maaf. Sebagai balasannya, naiklah ke punggungku. Aku akan mengantarmu sampai ke kelasmu, sepertinya kakimu terkilir.”
“An-aniyo. Aku tidak apa-apa. Gamsahamnida Kyuhyun-shi, tapi kau tidak usah melakukan itu. Aku bisa berja—”
“Aku akan merasa sedih jika kau menolak bantuanku. Ini adalah salahku, aku berhak bertanggung jawab.” Kyuhyun sentak merubah posisinya untuk bersiap menggendong Eun Bin. Gadis itu terpaku, antara ragu untuk naik ke punggung Kyuhyun atau tidak.
“Aaaa..., nde.” Jawab Eun Bin pelan sembari berusaha menjangkau punggung Kyuhyun untuk ia naiki. Kyu tersenyum, lalu beranjak membantu tubuh gadis itu dan berdiri hendak keluar dari tempat ini. Semuanya tercenang, betapa beruntungnya sosok Eun Bin dimata mereka. Entah ini hanya perasaan Hiu hwi atau tidak, tapi ini kali pertama Kyuhyun bertindak seperti itu pada seorang gadis, tanpa memikirkan yang lainnya. Entahlah, rasanya sangat sakit dihati Hiu hwi. Ia benar-benar merasa selalu tak bisa melihat perhatian Kyuhyun teralih pada orang lain, melihat Kyuhyun memperlakukan gadis lain selembut itu.
‘Aku bahkan tak bisa apa-apa dan tak mempunyai hak apapun untuk marah. Rasa sakit hati ini, sebenarnya salahku sendiri. Akulah yang membuat rasa sakit ini ada....’
Gumam Hiu hwi bergetar. Ia merasa semakin jauh dari sosok Kyuhyun ... sangat jauh.
“Sepertinya kau sangat menyukainya Hiu hwi-shi.” Ucap Yura seketika, membuat Hiu hwi kontan saja menoleh kearahnya. Yura tersenyum, ia tak butuh jawaban Hiu hwi lagi untuk menegaskan semua ini.
***
‘Setiap kali aku merindukanmu, aku berpura-pura tidak melihatmu.
Tapi, aku tetap merindukanmu, tanpa bisa mengendalikan diriku....’
Sudah hampir beberapa menit berlalu, Hiu hwi dengan bodohnya masih bertahan duduk ditempat ini. Perpustakaan Sekolah ini sebenarnya cukup luas, tapi entah kenapa ia harus duduk berhadapan dengan Kyuhyun! Jika dengan namja itu saja mungkin tak terlalu menyakitinya, tapi ini? Kyuhyun bersama Eun Bin. Semenjak kejadian itu, mereka tampak dekat. Entahlah, Hiu hwi sepertinya tak ingin terlalu banyak tau tentang itu. Yang jelas, ketika keduanya saling tertawa dan berdiskusi tepat dihadapannya seperti ini, Hiu hwi yakin..., Eun Bin gadis yang cukup spesial hingga dapat membuat Kyuhyun nyaman seperti itu.
‘Lihat Hiu hwi, kau malah menyakiti dirimu sendiri! Bodoh, ayo berdiri dan keluar dari tempat ini! Lupakan Kyuhyun, lupakan jika kau pernah menyukai namja itu....’
Umpat Hiu hwi dalam hati. Gadis itu tampak memiring, berusaha untuk merubah posisinya sedemikian rupa. Namun sial, jantungnya berdegup kencang seakan berteriak untuk menyudahi ini, sedangkan kakinya kelu untuk bergerak.
‘CUKUP!’
Hiu hwi sentak berdiri! Ia pun berjalan menyusuri lorong Perpustakaan ini untuk mencari buku yang ia cari. Dapat! Tanpa memandang alam sekitarnya lagi, gadis itu sentak menuju kearah penitipan buku diloker Staff dan—
“Ini bukuku Sensei.” Ucap Hiu hwi bersamaan dengan seorang namja yang juga meletakan bukunya lebih dulu. Tanpa menoleh, Hiu hwi tau siapa pemilik Parfum ini.
“Kyuhyun-shi, hari ini terima kasih atas bantuanmu menyusun buku. Kau pasti lelah, ne? Bukunya banyak sekali yang berantakan.” Ucap seorang Staff itu seraya tersenyum dan memandangi buku dihadapannya.
“Tidak juga Sensei, aku juga dibantu Eun Bin.”
“Baguslah, kalian memang sangat baik. Ah ya, Nona...,” Staff itu sentak saja mengalihkan pandangannya pada Hiu hwi yang telah memucat. Gadis itu tampak berdiri kaku dan tak seimbang. Benar, Kyuhyun berada tepat disampingnya sekarang.
“Kau yakin ingin meminjam buku ini?” Staff Perpustakaan itu pun tersenyum kecil, membuat Hiu hwi kembali mendadak kikuk sekarang.
“Buku ‘Tips dan cara untuk melupakan seseorang’. Sepertinya kau sedang patah hati, ne?”
GLEK
Hiu hwi merasakan tenggerokannya tiba-tiba sakit ketika ia menelan ludah kali ini. Bukan hanya Staff itu yang kini tengah menatapnya, tapi juga Kyuhyun!
“N-nde.” Sahut Hiu hwi sebisa mungkin. Ia sudah menyugeskan hatinya untuk tidak menoleh kearah lain, terutama kearah Kyuhyun. TIDAK!
“Baiklah, kau tak salah memilihnya. Buku Tips ini banyak sekali yang sudah bergilir meminjamnya. Aku pun begitu, pada intinya kelak hanya ada satu cara yang paling mudah untuk melupakan seseorang yang kau cintai. Apa kau yakin akan melupakannya?” Staff itu tampak membolak-balikan buku dihadapannya, lalu mencatat sesuatu.
“Aku yakin!” Balas Hiu hwi lantang, membuat Staff wanita itu tampak tersenyum puas. Kyuhyun diam! Ekspresinya benar-benar sulit untuk dimengerti.
“Untuk apa kita menyukai seseorang yang hanya dapat membuat kita sakit hati. Bukankah lebih baik tinggalkan dan buang saja di kotak sampah, atau kalau perlu melupakannya dan menguburnya hidup-hidup sampai benar-benar musnah!” Hiu hwi kembali berucap lantang dan kali ini sedikit menggunakan emosinya, membuat Staff itu sedikit tertawa akan perkataan polos Hiu hwi. Tapi tidak bagi Kyuhyun, baginya ini bukanlah lelucon yang bisa membuatnya tertawa. Pria itu tampak kembali menoleh kesampingnya, tepat menatap wajah Hiu hwi.
“Baguslah. Oh ya, kalau kau ingin tau satu cara yang ku katakan tadi. Kau hanya perlu melakukan sesuatu untuk melupakannya. Hummm..., belajarlah untuk jatuh cinta lagi dengan pria lain. Jatuh cinta itu adalah obat paling mujarab untuk melupakan sakit hati.”
“Nde? Jeongmal? Ah, itu ide yang benar-benar bagus. Aku akan jatuh cinta lagi! Aku akan berusaha untuk melupakannya dan jatuh cinta lagi pada pria lain.”
“Hahahaha, baguslah. Kau gadis yang sangat bersemangat Hiu hwi-shi.”
“Gamsahamnida Sensei!”
“Ya. Ini buku dan kartu pelajarmu. Semoga sukses, Fighting! Ah ya, bukankah kau satu Sekolah dengan Kyuhyun-shi?”
“Nde?” Hiu hwi sentak menghentikan gerakannya seketika.
“Dari kartu pelajar kalian yang sama.”
“Ohk..., mungkin. Aku juga tidak tau, dia satu Sekolah denganku.” Balas Hiu hwi tanpa menatap Kyuhyun sama sekali. Yeoja itu berusaha mati-matian untuk tidak memperdulikan keberadaan Kyuhyun disampingnya ini.
“Mwo? Kalian tidak saling mengenal? Aighoo....”
“Tidak Sensei. Mungkin Kyuhyun-shi ini orang yang sangat sibuk, jadi kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Baiklah, gamsahamnida Sensei.” Hiu hwi tampak secepat kilat berbalik dan melangkah pergi dari tempat ini dengan kekuatannya yang masih tersisa. Kyuhyun diam! Dia hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan nanar.
‘Aku menyedihkan, aku bodoh!’
Hiu hwi mengutuk dirinya sendiri sekarang! Ia berlari sekencang mungkin saat keluar dari Perpustakaan ini. Entah kemana, ia menginginkan tempat sepi yang tak akan ada orang yang melihatnya menitikan air matanya.
“Huhhh..., ini benar-benar—” Hiu hwi menengadah kearah langit, berharap air matanya tak akan pernah turun. Hiu hwi sudah terbiasa menahan air matanya dengan cara seperti ini; menarik nafas dan kembali menghembuskan nafasnya secara berulang sampai ia merasa tenang. Gadis itu perlahan-lahan duduk disebuah bangku dibawah pohon besar, tanpa sadar jika sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikannya dengan lekat dibalik pohon itu.
“Bodoh! Bodoh!” Umpat Hiu hwi lagi, sepertinya ia belum puas memaki dirinya sendiri saat ini.
“Tapi kau cantik Noona,” timpal seseorang seketika, membuat Hiu hwi terperanjat kaget. Gadis itu kontan saja berbalik dan mendapati seorang namja tengah tersenyum lebar bersama Lolypop mungil ditangannya. Hiu hwi sedikit tercenang, ia sepertinya pernah melihat pria Jepang ini. Tapi—
“Bahkan disaat kau sedang menangis seperti ini, wajahmu tetap mendekati sempurna. Benar-benar ciptaan Tuhan yang Limited Edition.” Namja itu mendekat kearah Hiu hwi, lalu berjongkok untuk menghapus jejak kecil air mata gadis itu. Hiu hwi mengerjap-ngerjap, sebenarnya pria Jepang ini cukup tampan.
“KAU—KAU—”
“Buka mulutmu Noona,”
“Mwo? Ka—Hmmmppmmm—” belum sempat Hiu hwi hendak meneruskan kalimatnya itu. Bibirnya sudah lebih dulu tersumpal dengan setangkai permen Lolypop yang tadi berada ditangan namja itu. Hiu hwi tersontak kaget, ia ingin memuntahkan permen bekas mulut namja asing itu dari bibir mungilnya. Tapi, rasanya sangat manis. Itu bahkan dengan cepat menghentikan rasa tangisnya seketika.
“Menurut filosofi, sesuatu yang manis-manis itu dapat mempengaruhi keadaan hati seseorang. Permen itu untukmu Noona, tenang saja aku tidak mengidap HIV,” namja itu tampak menggaruk-garuk kepala belakangnya yang tak gatal. Hiu hwi diam seakan menimbang sesuatu, sepertinya memang tak terlalu buruk untuk mengemut permen ini dalam mulutnya.
“Kau—namja gila itu kan?” tanya Hiu hwi kembali dengan tampang angkuhnya. Khazuma menoleh cepat.
“Namja gila? Hahaha, berarti Noona mengingatku?”
“Tentu saja! Mana mungkin aku tidak mengingat orang yang telah membuat dahiku terluka!”
“Hahaha, itu tanda cinta Noona.”
“Mwo?”
“Aku mencintaimu.” Ucap namja itu lantang seraya menatap Hiu hwi lekat. Gadis itu mendadak tegang! Sungguh, ini kali pertamanya ia mendengar seorang pria berani mengatakan kata cinta padanya secepat dan selantang ini. Rasanya ... benar-benar membuat bergetar.
“Kau—kau gila!” Sungut Hiu hwi memalingkan wajahnya kesamping. Namja ini benar-benar—
“Kau belum tau siapa aku! Jadi, jangan terlalu mudah untuk mengatakan kata cinta itu kepada wanita yang baru kau kenal, kau mengerti?”
“Aniyo, aku tidak mengerti. Noona jelaskan lagi padaku dengan pelan,” balas Khazuma dengan binaran matanya yang berbinar indah. Hiu hwi tampak kikuk, wajah namja ini benar-benar dapat membuatnya salah tingkah.
“Noona lebih cantik ketika tersipu seperti ini, daripada menangis seperti tadi.” Khazuma sentak menopang tangannya tepat menghadap Hiu hwi untuk menatapi wajah cantik gadis itu.
“Yak! KAU—” Hiu hwi berdiri dan dengan cepat menjauh dari namja bernama Khazuma ini. Bahaya ... Hiu hwi merasakan jika aura namja ini benar-benar tak biasa.
“Aku berkata jujur, ini kali pertamanya aku mengatakan cinta pada seorang gadis.”
“MWOYA?”
“Noona tidak percaya? Kalau begitu, belahlah dadaku?”
“Nde? Hahahahaha, kau ini ada-ada saja. Pabbo! Hahaha,” Hiu hwi tersentak tertawa mendengar lontaran polos dari Khazuma kali ini. Gadis itu sepertinya tak sadar telah melupakan kesedihannya beberapa menit yang lalu itu.
“Ternyata kau jauh lebih cantik lagi ketika tertawa Noona,” Khazuma tampak mendekat dan dengan cepat mendaratkan ciuman singkatnya dipipi Hiu hwi. Tawa gadis itu terhenti seketika! Tubuhnya mendadak tegang dengan darahnya yang berdesir hebat. Ini kali kedua namja Jepang ini menciumnya. Pertama didahi, dan ini dipipi. Lalu, bagaimana selanjutnya?
“Yak! Kau—kau—Ash!” Hiu hwi sentak berbalik dan berlari menjauhi Khazuma dengan raut memerah padam. Namja itu tertawa puas! Ia yakin saat ini pasti Hiu hwi sangat merasa malu padanya.
“CHAGIYA! Kau mau kemana?” pekik Khazuma membuat Hiu hwi menggeleng-gelengkan kepalanya seraya terus berlari dari namja itu.
“Ya! Tunggu aku Chagiya!” Khazuma memekik lagi dengan nada manjanya. Ia tertawa keras! Sepertinya, ia mempunyai hobi baru sekarang yaitu ... menggoda Hiu hwi.
Hiu hwi sendiri saat ini terus berlari dari kejaran Khazuma sembari mengangkat tangan kanannya menyentuh pipi yang tadi sempat dikecup Khazuma. Namja itu sepertinya berhasil meninggalkan bekas yang unik diotak Hiu hwi. Chagiya? Bahkan itu benar-benar terdengar mengerikan ditelinga Hiu hwi.
“Ya Tuhan..., namja itu benar-benar kurang waras!” Hiu hwi menoleh kebelakang untuk melihat, jika Khazuma masih mengejarnya atau tidak. Baru kali ini ia merasa takut berhadapan dengan orang lain. Hingga seketika—
BRUUKKKK
Hiu hwi merasakan tubuhnya sedikit memundur seketika. Gadis itu merasa telah tanpa sengaja menabrak seseorang saat ini.
“Joesonghamnida ... Joesongham—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat dititik ini saat ia mendongak dan menatap sosok seorang namja tengah berdiri tegap dihadapannya. Namja itu memasang ekspresi tajam dengan kedua tangannya yang bersembunyi dibalik kantong celana panjang olahraga birunya itu. Entahlah, Hiu hwi tiba-tiba saja juga ikut memasang wajah yang tak kalah sengit.
“Maaf, tadi aku tidak senga—”
“Kau gadis yang sangat hobi sekali menabrakku.” Potong namja itu, membuat Hiu hwi merasakan tubuhnya panas-dingin seperti sebelumnya. Cho Kyuhyun! Hanya namja itulah yang dapat membuatnya merasakan hal-hal aneh seperti ini.
“Nde, aku juga gadis yang sangat hobi sekali meminta maaf padamu.” Hiu hwi mendongak, mencoba belajar berani menatap kedua bilik mata namja ini. Keduanya saling bertatapan dalam bingkai keadaan yang sedikit canggung.
“Kau salah minum obat?” tanya Kyuhyun dengan mengangkat kedua alisnya. Benar, semenjak mereka sampai di Sekolah Seoul ini, hubungan keduanya benar-benar sangat kacau.
“Mungkin, aku bahkan ingin meminum banyak obat agar terus seperti ini. Permisi Tuan Cho yang terhormat, aku tau kau sibuk. Terima kasih banyak karna telah meluangkan waktu berhargamu itu untuk sekedar berbicara denganku.” Hiu hwi sentak hendak kembali melanjutkan langkahnya. Namun siapa sangka, jika Kyuhyun tiba-tiba menahan lengannya seketika.
“Kau ingin aku berbuat kasar padamu?”
“Bukankah kau memang selalu bersikap kasar padaku?
“Kau—”
“CHAGIYA!” Pekikan seseorang itu sentak saja terdengar disini, membuat sontak saja Kyuhyun mengurungkan niatnya berbicara. Hiu hwi tak menoleh kearah sumber suara pekikan itu, ia lebih sibuk meredam semua rasa yang tengah berkecamuk dalam relung jiwanya saat ini.
“Chagiya, kau kemana saja ohk? Hanya kucium seperti itu saja, kau sudah berlari seperti ini!” Khazuma sentak saja kembali berlari kecil untuk menghampiri keberadaan Kyuhyun dan Hiu hwi sekarang. Entah ini perasaan Hiu hwi saja atau bukan, yang jelas Hiu hwi merasa eratan tangan Kyuhyun pada lengannya mengeras saat Khazuma mengatakan soal ciuman mereka tadi. Ciuman? Namja itu benar-benar mengatakannya didepan Kyuhyun.
“Lepaskan aku!” Hiu hwi sentak menghempaskan tangannya dari cengkraman Kyu saat ini dan berlari pergi. Khazuma tampak melongo, ia kembali mencoba memanggil Hiu hwi dengan sebutan ‘Chagiya’ lagi, berharap gadis itu akan berpaling dan menunggunya. Tanpa sadar, jika kedua mata tajam Kyuhyun sejak tadi menatapinya dengan sengit.
“MWO?” tanya Khazuma mendengus geram sembari berjalan melewati Kyuhyun untuk kembali mengejar Hiu hwi. Kyuhyun masih tampak diam ditempatnya, tak berniat untuk bergerak banyak sekarang. Rahangnya terlihat mengeras, bahkan sekarang tangan kanannya itu kini tengah mengepal keras. Yah, seolah ia tengah menahan sesuatu. Entah apa itu!
***
AT Gwangye High School
Seoul, South Korea
Hari ini, hari dimana Turnament Pekan Olahraga itu dimulai. Tampak beberapa yang ikut kedalam babak penyisihan ini mulai bersiap-siap ke dalam kawasannya masing-masing. Dan tentu saja, dari seluruh Turnament yang ada, olahraga Base ball lah yang paling ramai penonton. Bukan hanya karna olahraga ini menjadi bidang utama dari Turnament ini, tapi juga karna keberadaan namja-namja tampan yang ikut bersaing, membuat banyak gadis berteriak-teriak histeris tak karuan. Sekalipun, beberapa diantara mereka tak mengerti akan permainan ini, tapi tetap saja menarik perhatian ketika para namja-namja tampan itu mengeluarkan keringatnya. Suatu pemandangan yang cukup membahagiakan bagi para gadis-gadis itu.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Dapat dipastikan teriakan nama siapa yang paling kencang disini. Tak perduli dari Sekolah mana mereka berasal, yang jelas, mereka hanya ingin menarik perhatian Kyuhyun dengan menjadi penyemangatnya.
“Tsk, lihat namja paranormal itu.” Tunjuk Yura, membuat Hiu hwi ikut menoleh. Kedua gadis ini tampak memakai pakaian Tim Chiliders Sekolah mereka masing-masing. Sedikit terlihat sexi dari sebelumnya.
“Dia juga ikut main?” tanya Hiu hwi melongo saat menatapi Yesung tengah dikelilingi banyak orang.
“Aniyo, namja gila sepertinya mana bisa main Base Ball! Hahaha, dia dikerumuni banyak orang seperti itu untuk meminta jawaban akan siapa yang menang bertanding nantinya.”
“Wah..., dia hebat.”
“Hebat? Hahaha, dia hebat mengangkat kedua tangannya dengan tinggi, lalu membaca mantra sepanjang buku sejarah. Dan kau tau? Dia baru akan mengeluarkan jawabannya ketika permainan sudah hampir selesai. TSK!”
“Mwo? Hahahaha.”
“Ah, kau tertawa juga. Aighoo..., Hiu hwi-ya aku harus pergi menyemangati Tim Basket kami dulu, ne? Semoga Sekolahmu menang!” Yura menepuk pelan bahu Hiu hwi, membuat gadis itu mengangguk mantap. Memang hari ini, pertandingan Base Ball Sekolahnya tak melawan Tim Sekolah Yura, tapi dengan Tim Sekolah yang berasal dari Busan. Hiu hwi tak terlalu kuatir akan menang atau kalahnya, ia sudah tau pasti Kyuhyun akan mencetak banyak angka untuk memenangkan pertandingan ini dengan mudah. Selalu seperti itu, Kyu tak pernah kehilangan bakat dan pesonanya dalam waktu bersamaan.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Lagi, teriakan-teriakan itu memenuhi tempat ini. Hiu hwi hanya mengehla nafas, hanya dia satu-satunya Tim sukses penyemangat Kyuhyun yang tak ikut berteriak.
“Chagiya, kau sedang melihat apa?” tanya seseorang seketika, membuat Hiu hwi menghembuskan nafasnya terkejut. Entahlah, kenapa semua orang yang dekat dengannya akhir-akhir ini, hobi sekali mengejutkannya.
“Yak! Kau—kenapa kau ada disini?”
“Aku selalu ada dihatimu Noona, jadi jangan heran.”
“Cih, menggelikan. Cepatlah, menjauh dariku! Kau tidak ikut Turnament atau apa, ohk?”
“Aniyo, hari ini aku tidak ikut apa-apa. Besok, baru giliran kami yang bertanding.” Balas Khazuma seraya merangkul pundak Hiu hwi dengan gemas.
“Yak! Bocah tengik jangan macam-macam!”
“Hahahaha, apa Noona masih malu soal kejadian kemarin?”
“Si-siapa yang malu!” Hiu hwi sentak mengambil air minum dan menegaknya dengan cepat. Ia sedikit grogi sekarang.
“Ah..., aku mau!” Pelas Khazuma seraya mengambil paksa air minum ditangan Hiu hwi lalu meneguknya dengan cepat. Namja ini benar-benar sudah tak waras!
“Yak! Itu minumanku!”
“Noona beli baru saja ya? Aku mau yang ini, hahaha.” Namja Jepang itu tampak memajukan bibirnya kedepan, seolah ia memberi kode jika botol ini sudah menjadi hak miliknya. Yah, Khazuma sangat menikmati minum disatu lubang air yang sama dengan Hiu hwi. Bukankah itu romantis?
“Tsk!” Hiu hwi hanya mampu mengalah pada namja tengil ini. Ia bisa apa? Melawan? Tidak mungkin! Bisa saja ia yang akan terjebak nantinya. Gadis ini sibuk menggurutu sebal seraya memandangi Khazuma yang sangat menikmati air putih dibotol itu, tanpa sadar ... dari kejauhan, tampak seorang namja tengah memandangi mereka dengan ekspresi serius. Cho Kyuhyun, entah kenapa ia bisa menatapi pemandangan kekanak-kanakan itu dari tempat ini, seolah tak ada pemandangan lain yang menarik.
***
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Lagi-lagi teriakan itu menggema bahkan sampai batas pertandingan ini hampir selesai. Sudah bisa ditebak, jika Kyuhyun lah yang memang mampu memimpin pertandingan ini tanpa perlu berkerja keras. Bakatnya dibidang olahraga ini sudah tak akan diragukan lagi.
“YEAY!” Beberapa orang berteriak histeris kembali saat Kyuhyun berhasil mencetak skor Sekolah mereka lagi. Itu berarti, sudah dipastikan jika Sekolah mereka akan menang. Sesungguhnya, Hiu hwi menatapi ekspresi Kyuhyun berubah menjadi sempurna saat namja itu tersenyum, berteriak memenangkan pertandingan ini. Sungguh, sangat jauh dari sikap yang selama ini ia tunjukan pada semua orang. Hari ini, Hiu hwi melihat Kyuhyun tersenyum amat tulus yang benar-benar terlihat berbeda. Indah! Hiu hwi berani bertaruh, jika senyum itu lebih indah dari goresan titik pelangi sekalipun.
“Hiu hwi-ya, ini antarkan minuman pada Kyuhyun.” Ucap seorang teman Timnya, membuat Hiu hwi tersentak.
“Aku?” ulang Hiu hwi seolah ia meyakinkan, jika indera pendengarannya itu sedang bekerja dengan baik.
“Ya, ini sekalian bawakan handuk dan Vitamin untuknya. Katakan saja ini dari Staff Guru.”
“Nde? Tapi—” Hiu hwi menatapi Kyuhyun yang saat ini tengah dikerumuni banyak gadis-gadis yang tengah menyodorkan air mineral dingin padanya. Namja itu tampak banyak sekali mendapatkan hadiah-hadiah dari fansnya.
“Percuma!” Hiu hwi menghela nafasnya panjang seraya menatapi barang-barang untuk Kyuhyun yang berada ditangannya sekarang. Yah, bahkan sepertinya Kyuhyun telah menerima minuman yang sangat banyak.
“Baiklah, setidaknya ini amanat yang harus aku berikan.” Hiu hwi berlari kecil mengejar Kyuhyun yang berjalan keluar lapangan untuk berjalan keruang ganti. Sudah sampai disini pun masih ada banyak yang mengikutinya. Benar-benar pria yang hebat!
“Nde, gomawo yo. Aku masuk dulu, kalian pergilah.” Ucap Kyuhyun membungkuk seraya menerima minuman-minuman dingin itu sebatas yang ia bisa. Gadis-gadis itu kembali histeris! Bahkan sekarang Kyuhyun sudah masuk keruang ganti dan menutup ruangannya. Tetap, mereka masih berteriak nama Kyuhyun.
‘Kenapa dia harus sepopuler ini?’
Hiu hwi bergumam singkat, lalu bersandar disebuah dinding tempat ini. Gadis itu hanya menengok singkat kearah kerumunan gadis-gadis itu seraya memeluk barang yang seharusnya berada ditangan Kyuhyun saat ini. Gadis itu menutup kedua matanya perlahan, memijat pelan pertengahan dahinya yang terasa berat. Dulu, saat masih di Annyang, tak sesulit ini untuk bertemu Kyuhyun. Tapi sekarang? Ia seolah menjelma bak seorang Artis yang memiliki banyak fansclub!
“Hummm...,” Hiu hwi merasakan tak ada suara bising lagi disini. Teriakan para yeoja-yeoja itu semakin terdengar menjauh, membuat Hiu hwi kini dapat menarik nafas leganya. Yah setidaknya, inilah waktu yang tepat untuk memberikan barang-barang itu kepada Kyuhyun sekarang.
Gadis itu tampak menoleh kearah kiri dan kanan, untuk memastikan jika tidak ada orang yang akan mengganggunya untuk menemui Kyuhyun. Entah kenapa, rasanya jantungnya kini berdegup kencang tak karuan. Selalu seperti ini ketika ia bertemu Kyuhyun.
CKLEK!
Tanpa ketukan dan kata permisi lagi, yeoja itu pun sentak masuk dengan mengendap-endap. Kosong! Tempat ini terlihat sepi, kecuali hadirnya sesosok namja bertubuh tegap yang kini tengah membuka separuh baju yang ia kenakan itu. Hiu hwi sentak tergelak menatapnya, membuat namja itu seketika menoleh.
“Mi-mianhada. Aku—aku—” Hiu hwi berusaha untuk bersikap biasa dan santai. Namun na’as, semua organnya kini tak bisa diajak bersahabat. Kyuhyun hanya menatapnya sekilas, lalu kembali menurunkan baju yang dikenakannya itu.
“Kau tidak punya tangan untuk mengetuk?”
“Aku—”
“Apa kau juga tak mempunyai mata untuk melihat ini ruangan apa? Ruang ganti pria, kau sengaja bersikap bodoh atau memang benar-benar bodoh?” Kyuhyun tampak berbalik dan duduk dikursi untuk membuka sepatunya. Gadis itu termenung sejenak, memikirkan betapa bodohnya dia didepan namja bernama Cho Kyuhyun ini.
“Aku kemari hanya ingin mengantarkan air dan barang-barang ini untukmu. Sudah sejak tadi kau terus diikuti oleh yeoja-yeoja mu itu. Jadi, mana aku bisa memiliki kesempatan,” Hiu hwi sentak meletakkan barang-barang yang ia bawa itu tepat disisi duduk Kyuhyun saat ini. Namja itu menghentikan aktivitasnya, lalu mendongak untuk menatap Hiu hwi.
“Kau memberikanku air mineral?” tanya Kyuhyun dengan tampang datarnya itu. Entahlah, kenapa namja ini malah tersenyum sinis sekarang.
“Apa kau memberikan air mineral kepada semua namja, eh? Memberikan botol yang telah kau minum kepada mereka?”
“Kau ini bicara apa? Semua barang-barang itu dari Staff Guru, bukan dariku. Sudahlah, yang jelas sekarang, semua barang-barang itu sudah sampai ditanganmu. Terserah mau kau apakan. Toh, kulihat kau sudah banyak menerima barang dan air-air dingin dari yeoja-yeoja itu.” Hiu hwi sentak mendelik dengan rasa cemburunya yang menggebu. Gadis itu tiba-tiba berbalik, hendak meninggalkan Kyuhyun ditempat ini sendiri. Sampai—
BRAAAKKKK!
Tanpa diduga sebelumnya, Kyuhyun sentak saja menghempaskan air minum dan barang-barang yang tadi Hiu hwi berikan padanya. Gadis itu sontak berbalik terkejut, menatapi Kyuhyun yang seolah benar-benar tak menghargai barang-barang itu.
“Yak! Jika kau tidak suka, kau tidak perlu menghempaskannya seperti itu. Apa kau—”
“Barang-barang itu bukan darimu! Jadi, untuk apa kau yang repot, jika aku membuangnya?” hentak Kyu, membuat Hiu hwi sentak terdiam. Perkataan Kyuhyun itu memang benar, tapi bukankah ia tak seharusnya bersikap seperti ini? Gadis itu tampak menutup matanya sejenak, mencoba meredam emosi. Sampai seketika, Hiu hwi berjalan kembali menghampiri Kyuhyun dan memungut barang-barang yang tadi namja itu hempaskan seenaknya.
“Setidaknya, kau harus banyak belajar bagaimana caranya menghargai Tuan Cho yang populer!” Tandas Hiu hwi yang malah membuat Kyuhyun tersenyum sinis padanya.
“Kau mau aku menghargai itu, eh? ARA!” Balas Kyu tersenyum miring seraya menarik pinggang Hiu hwi hingga bertubrukan dengan tubuhnya secara langsung. Gadis itu tampak terlonjak tak percaya, jarak mereka cukup dekat sekarang.
“Ka-kau mau apa?”
“Mau belajar darimu, bagaimana cara menghargai dengan benar,” Kyuhyun sontak mengambil botol air mineral itu, lalu membukanya dengan sekali tarikan. Hiu hwi terdiam, apa yang tengah dilakukan namja ini?
“Sekarang, buka mulutmu!” Perintah Kyuhyun membuat Hiu hwi semakin bingung.
“N-nde?”
“Kau ingin membuka mulutmu sendiri atau aku yang membukanya, heng?”
“K-kyu...,” Hiu hwi mendadak pucat saat ini. Bukan hanya karna ekspresi Kyuhyun yang tampak mengerikan sekarang, tapi juga karna tangan kanan namja itu kini telah berada diantara bibirnya, seolah ancamannya yang ingin membuka mulut Hiu hwi tadi itu benar-benar serius!
“Aaaa...,” Kyuhyun berujar itu dengan senyuman mematikannya. Baiklah, pertahanan Hiu hwi runtuh seketika. Gadis itu tampak menganga, membuat Kyuhyun sontak tersenyum senang. Sampai—
BYURRRR!
Entah apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang, hingga ia memasukan isi botol air mineral itu kedalam mulut Hiu hwi dengan perlahan. Hiu hwi semakin mengangkat kepalanya mendongak keatas, saat ia merasakan mulutnya kini tengah dipenuhi air dingin.
“Jangan ditelan!” Ucap Kyu seraya kembali mengisi air dimulut Hiu hwi itu dengan hati-hati. Gadis itu tak dapat berkutik sekarang, selain mendongak agar air itu tak jatuh. Bibirnya mengatup, petanda ia sudah tak bisa lagi menampung air sebanyak itu. Kyuhyun tersenyum, lagi-lagi senyuman setan yang benar-benar—err—berbeda dari biasanya.
“Hummm...,” Kyuhyun sentak menurunkan kepala Hiu hwi agar tak terlalu mendongak menatap keatas. Entahlah, Hiu hwi merasa jika keadaannya dalam keadaan gawat darurat sekarang. Hingga—
CUP!
Kyuhyun menempelkan bibirnya pada Hiu hwi, membuat gadis itu sontak saja terbelalak kaget! Selama ini, Kyuhyun tak pernah memulai lebih dulu untuk mencium seorang gadis! Dan ini..., adalah hal yang pertama ia lakukan.
Hiu hwi yang merasa tak tahan dengan sentuhan namja itu, kini tiba-tiba saja membuka mulutnya hingga air itu sedikit tumpah. Namun ada yang menarik, Kyuhyun dengan cepat menutup saluran air itu keluar dan memindahkannya kedalam mulutnya. Sesuatu yang sedikit membuat Hiu hwi terkejut berpuluh-puluh kali lipat. Tubuh gadis itu mendadak tegang, dapat ia rasakan jika sekarang Kyuhyun menghisap habis apa yang ada didalam mulutnya sekarang sampai benar-benar kering!
“Eunghh...,” kepala Kyuhyun memiring, bersiap memberikan akses untuk Hiu hwi mengambil nafas lebih dulu. Semuanya terasa cepat dan mengejutkan, bahkan Hiu hwi baru sadar, jika kedua tangan kokoh Kyuhyun kini mengerat dipinggang belakangnya. Tubuh mereka saling menghimpit. Sungguh, Hiu hwi seolah mendadak kehilangan akal akibat aroma khas tubuh Kyuhyun saat ini.
“Air mineralnya jadi memiliki rasa,” Kyuhyun tersenyum seraya memainkan hidung mancung Hiu hwi sejenak. Ia tau, jika yeoja itu masih belum belajar bagaimana caranya bernafas dengan benar saat berciuman. Lihat saja, Hiu hwi terlihat seperti ikan Koki yang membutuhkan banyak oksigen.
“Sudah selesai?” tanya Kyuhyun memiring kearah samping, berbisik hangat pada telinga Hiu hwi seraya memejamkan matanya.
“Nn-nde?” Hiu hwi bergidik! Ia tak tau akan maksud dari pertanyaan Kyuhyun saat ini padanya. Sampai—
“Mulai lagi,” Kyuhyun mengecup pipi kanan yeoja itu seraya terus menjalar sampai ke titik bibirnya lagi. Gadis itu merasa tubuhnya sedikit terangkat akibat kini Kyuhyun mengangkatnya keatas meja. Mungkin terlalu sulit bagi Kyuhyun merunduk untuk menyimbangi tinggi badan Hiu hwi yang kelewat pendek. Gadis itu membatu! Sama seperti pertama kali Kyu menciumnya di Apartment itu. Tak ada yang berubah, Kyu benar-benar lembut mengibaskan setiap gerak lidahnya pada gadis itu.
Sampai seketika, terdengar derap langkah beberapa orang yang sepertinya semakin mendekat keruangan ini. Bukan hanya derap langkah yang kuat, tetapi juga teriakan dan tawa yang juga mulai terdengar.
“Hyung! Aku lelah sekali, setelah ini kita langsung makan besar, ne?”
“Tentu! Tentu!”
Hiu hwi sentak membuka matanya mendengar percakapan-percakapan itu. Jelas sekali, derap langkah mereka mengarah pada ruangan ini.
“K-kkyu—Hummpphmm—” Hiu hwi berusaha untuk melepaskan diri dan berbicara pada Kyuhyun untuk menghentikan pertautan mereka ini. Namun sayang, Kyuhyun malah kembali menutup aksesnya berbicara seraya kembali mengangkat tubuh Hiu hwi kedalam gendongannya.
“Huhhh...,” Kyu melepaskan ciumannya sejenak, membuat keduanya saling bertatapan seketika. Derap langkah orang-orang itu semakin dekat bahkan mungkin sebentar lagi akan—
CKLEK!
Pintu ruangan ganti itu terbuka seketika. KOSONG! Hanya hembusan angin dan barang-barang yang berserakan yang terlihat ditempat ini.
“Bukankah tadi Kyuhyun lebih dulu masuk kesini dari kita? Kemana dia?” tanya salah seorang pemuda itu membuat yang lainnya mengedikkan bahu. Para namja-namja tampan ini tampak mulai mencari tempat yang nyaman, dan membuka pakaian mereka untuk berganti pakaian.
Hiu hwi meneguk air liurnya seketika! Ia dan Kyuhyun belum sepenuhnya keluar dari ruangan ini. Mereka bersembunyi dibalik dinding untuk beranjak mengambil jalan keluar melalui pintu yang terdapat dibelakang.
“Apa yang kau lihat, eh?” bisik Kyuhyun seraya menutup kedua mata Hiu hwi dengan raut kesal. Yeoja itu merunduk, menyembunyikan raut merahnya dihadapan namja ini. Padahal, kapan lagi melihat tubuh-tubuh namja berotot itu secara eksklusif seperti ini? Kyuhyun benar-benar mengacaukan pemandangan Hiu hwi dan malah menarik paksa tubuh gadis itu untuk bergeser perlahan-lahan menembus pintu belakang ini tanpa suara.
Berhasil! Bukan Kyuhyun namannya, jika tak bisa dengan mudah keluar dari keadaan tegang seperti ini.
“Huhh..., untunglah. Bisa mati aku jika sampai tadi kita ketahuan!” Ucap Hiu hwi masih dengan volume rendah saat mereka telah sampai diluar ruangan itu, bersender disebuah dinding yang tak cukup jauh dari pintu belakang ruangan ganti ini. Hiu hwi menghela nafas panjangnya, ia seakan berusaha untuk tidak terlalu perduli dengan tubuh Kyuhyun yang masih berada dihadapannya dengan jarak dekat. Bukan hanya itu saja, kini kedua mata Kyu seakan kompak menghunus tajam padanya. Entah kenapa, namja ini seolah hobi sekali menatap Hiu hwi dengan raut seperti ini.
“Memangnya kenapa jika ketahuan?” Kyu mendadak bersuara dengan nada menggoda. Tangan kanan namja itu terangkat dan menyentuh dagu runcing Hiu hwi agar menatapnya. Hiu hwi melongos, ia lebih memilih memindahkan bola hitam matanya itu kesamping.
“Tatap mataku,”
“Aku tidak mau!”
“Benarkah?” Kyuhyun menekankan pertanyaannya itu, membuat Hiu hwi gelagapan dibuatnya.
“Kau sudah pandai berciuman sekarang,” Kyuhyun berucap itu tanpa ragu. Tersenyum kecil hingga jarak mereka kini kembali bersentuhan.
“Kyu..., aku—”
“Kau sendiri yang telah memulainya. Kau pikir bisa melupakanku dengan mudah, eh? Jatuh cinta pada namja lain? Cah, jangan berpikir kau bisa melakukan itu dengan baik.”
“Nde?”
CUP!
Kyuhyun menekan bibir Hiu hwi lagi melalui indera perasanya itu. Kali ini sedikit berbeda, sepertinya Kyuhyun tengah mengajari Hiu hwi kembali dengan pose dan rasa lain dari sensasi seperti ini. Entahlah....
“Errr...,” Hiu hwi mengerang saat kini Kyuhyun mulai berani melakukan tindakan gigitan pada kedua daun bibirnya itu. Tidak! Hiu hwi tak mau mempelajari ini lebih dalam lagi. Apalagi, tangan namja itu secara tiba-tiba menarik ujung kaosnya untuk—
“Kkkkyu...,” sergah Hiu hwi seraya menahan tangan Kyu yang berada diujung kaosnya. Hiu hwi sentak melepaskan pertautan bibir mereka, membuat kini keduanya saling bertatapan.
“BODOH!” Desis Kyuhyun seketika, membuat Hiu hwi menaikan kedua alisnya tak mengerti.
“Kau pikir aku mau apa? Bajumu basah karna air botol tadi itu, cepat gantilah. Kau bisa sakit jika terus memakai ini,” ucap Kyuhyun seraya menampakkan baju kaos Hiu hwi yang memang lembab, Bahkan gadis itu tak menyadari bajunya basah.
“N-nde.”
“Ini—pakailah.” Kyuhyun sontak membuka kaos yang ia kenakan sekarang dan melemparnya kearah Hiu hwi. Gadis itu melongo, menatapi tubuh Kyu yang hanya mengenakan singlet berwarna putih dan itu—Yak! Sexi sekali.
Kyuhyun sentak mundur dan berniat untuk berbalik kearah kanan dan memasuki ruangan ganti kembali melalui pintu belakang. Hiu hwi masih diam ditempatnya, ia bingung harus melakukan apa.
“Gomawo.” Ucap Hiu hwi seketika yang sentak saja membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya memasuki pintu ruangan itu. Namja itu hanya berpaling kearah samping dan kembali melanjutkan langkahnya.
“Idiot.” Hanya kata itulah yang tertangkap ditelinga Hiu hwi sebelum pintu belakang itu tertutup. Hiu hwi nampak tersenyum, goresan malunya saat ini benar-benar terlihat. Bibirnya bergetar, seolah mengingatkannya tentang berapa banyak mereka bertukar saliva hari ini. Gadis itu kemudian berlari, berniat untuk segera meninggalkan tempat ini dan mengganti pakaiannya dengan kaos milik seorang Cho Kyuhyun. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang sejak tadi melihat adegan itu diatas pohon.
“Dasar anak muda zaman sekarang!” Ucap namja yang kini kembali membaringkan tubuhnya diranting besar pohon itu. YESUNG! Entah bagaimana, Hiu hwi dan Kyuhyun tak menyadari, jika ada orang lain di Taman belakang ruang ganti ini.
“Hombalahom ... balahom....” Yesung tampak mengumpati mantra-mantranya sebelum ia memajamkan mata untuk kembali tertidur.
=TBC=

Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“Ini tempat asing, jangan membuat masalah!”
“Oppa....”
“Bodoh!”
This Story Original From @Jjea_

***
‘Sulit itu...
Ketika aku berusaha untuk melupakanmu,
Disaat aku begitu merindukanmu....’
_“BAD BOY!”_ Part. 3
* When it all began ... I HATE BUT I LOVE*
Termenung! Inilah yang tengah dilakukan gadis bermata bulat sempurna ini sejak tadi. Tangan kirinya tampak bertopang diatas meja seraya menampakkan ekspresi kalut pada satu titik pandangannya. Kantin Sekolah ini begitu ramai dari sebelumnya, banyak murid-murid yang duduk berkelompok ditempat ini. Tak hanya bertujuan untuk memakan sesuatu yang dapat mengganjal perut, tetapi juga menjadi tempat terbaik untuk mengobrol dan membicarakan banyak hal dengan santai.
Gwangye High School ... Sekolah ini memang menjadi wadah utama penyelenggaraan Turnament penting antar Sekolah di Korea. Tak hanya menjadi Sekolah Favorit di Seoul, tapi juga mempunyai tempat yang memang benar-benar luas dan lengkap. Otomatis, mau tak mau para Siswa-siswi yang ikut Festival Pekan Olahraga dari berbagai daerah inipun, harus hadir setiap harinya selama kurun 3 bulan. Mereka juga mendapat pelatihan khusus dalam sesi belajar-mengajar agar tak mempengaruhi prestasi akademik mereka di Sekolah.
“Huhhh...,” Hiu hwi kembali memutar sedikit kepalanya ke hal lain yang ada disini, tapi tetap saja kepalanya tak bisa diajak berkompromi lagi. Entahlah, tanpa sadar ia bahkan kembali akan menatapi kearah satu titik itu lagi. Sebuah titik dimana sekarang menjadi sorotan khayalak ramai. Selalu seperti itu, jika ada sosok namja tampan bernama Cho Kyuhyun ini, pastilah tempat itu akan mendadak ramai tak karuan. Yah, disinilah Lee Hiu hwi, duduk dikursi Kantin seraya mendengus geram memandangi tempat Kyuhyun duduk dengan berbagai macam yeoja-yeoja centil yang mengelilinginya. Terkadang Hiu hwi bingung, pesona seorang Cho Kyuhyun itu benar-benar tak ada matinya. Entah dimanapun, kemanapun dan siapapun, dia pasti akan menjadi sorot perhatian banyak orang akibat keramah-tamahan yang ia miliki. Ramah? Hiu hwi malah berpikir yang sebaliknya. Bagi Hiu hwi, sikap Kyu itu malah hanya seperti kamuflase semata.
“Hey, Ikan Hiu. Kau sedang apa?” tepuk seseorang mengejutkan, membuat Hiu hwi sedikit terlonjak kaget. Tampak soerang gadis berambut pirang itu terkekeh pelan menatapnya, lalu menarik kursi untuk duduk disamping Hiu hwi tanpa permisi lagi.
“Kau ... kura-kura,” balas Hiu hwi datar, terkesan sedikit jengkel.
“Ash..., aku bukan kura-kura. Namaku Yura, Kim Yura, bukan Kura apalagi kura-kura,” balas gadis itu tersenyum manis. Hiu hwi tak berniat meresponnya lagi, ia lebih memilih memutar tubuhnya untuk membelakangi Yura. Hiu hwi memang tipe gadis yang sulit untuk diajak berteman.
“Hiu hwi-shi, kau sedang apa disini? Sedang melihat apa?” tanya Yura berusaha untuk mendekati Hiu hwi. Namun sayang, sepertinya Hiu hwi benar-benar sedang tak ingin diganggu, terutama dalam keadaan Mood-nya yang meledak-ledak seperti ini. Yura menghela nafas, ia menatapi seorang namja kini tengah terkekeh pelan tak jauh dari mereka seraya menatapinya, seolah-olah namja itu tengah tertawa mengejeknya karna telah diacuhkan oleh Hiu hwi.
“MWOYA?” pekik Yura tiba-tiba sembari melotot kearah namja berpakaian hitam-hitam itu. Yura Berdiri dengan melipat kedua tangannya didepan dada lengkap beserta wajah mengerikannya itu. Pria itu seketika menghentikan tawanya dan bergidik. Ia kembali menghadap depan dengan salah tingkah. Entahlah, pria bernama panggilan Yesung itu malah terlihat seperti takut sekarang. Bahkan, ia lebih memilih lari dari tempat ini hanya karna dipelototi oleh Yura.
“Cah, dasar namja tidak waras!” Yura mendengus geram, lalu kembali duduk dengan kasar. Hiu hwi menoleh menatapnya, bahkan semenjak Yura berteriak tadi.
“Ash..., namja itu benar-benar menyebalkan!” Yura kembali menghentak-hentakkan kakinya seraya mengambil Jus melon Hiu hwi dan meneguknya sampai habis tanpa basa-basi lagi. Hiu hwi menganga, ia hanya dapat melongo menatapi tingkah gadis disampingnya ini.
“Siapa yang kau maksud?” tanya Hiu hwi seketika. Yura menoleh menghadapnya dengan antusias.
“Namja paranormal yang pernah kuceritakan padamu itu,”
“Nde? Ohk...,” Hiu hwi tampak mengangguk-angguk mengerti.
“Kau tau Hiu hwi-shi, dia itu benar-benar namja yang paling menyebalkan di Sekolah kami. Bahkan dia pernah mengatakan padaku, jika aku ini adalah jodohnya. Dia meramalkan, jika kelak kami akan menikah dan mempunyai 3 anak. Dia itu benar-benar paranormal gadungan, aniya ... tapi dia dukun tak waras!”
“Nde?” Hiu hwi tampak terdiam sesaat. Sepertinya, gadis itu tengah mengulum senyumnya sekarang.
“Siapa tau saja ramalannya itu benar, hahaha.” Celetuk Hiu hwi terkekeh. Yura sentak kembali menoleh padanya dan memasang wajah seakan tak terima.
“Tidak mungkin aku menikah dengan namja Ab-normal sepertinya. Aku tidak ingin jatuh cinta pada pria yang salah, itu hanya akan menyakiti saja.”
“Jatuh cinta pada pria yang salah?” tanya Hiu hwi seakan mengulang kalimat Yura dengan penuh penekanan.
“Nde! Sebagai seorang wanita, kita harus berhati-hati untuk memilih pria yang tepat untuk kita cintai, itu agar kitanya tak merasa sakit. Jika kita tepat dalam menempatkan hati kita dengan kenyataan, semuanya mungkin akan terasa lebih mudah. Karna cinta itu seharusnya sederhana,” ujar Yura membuat Hiu hwi sentak terdiam! Ada hal yang sedang ia pikirkan sekarang.
‘Apa mungkin aku jatuh cinta pada pria yang salah? Pada pria yang terlalu tinggi untukku, pada pria yang sebenarnya sulit bahkan mustahil menjadi milikku?’
Gumam Hiu hwi seraya menatapi Kyuhyun yang kini tengah tertawa-tawa riang bersama para gadis-gadis itu. Kyuhyun memang tampan, ia akui itu. Namun, bukankah sesuatu yang kita inginkan belum tentu dapat juga kita miliki? Termasuk soal hati dan perasaan.
“Kau mendengarku?” tanya Yura bingung. Hiu hwi merunduk, sedikit berusaha untuk mengalah agar memalingkan wajahnya dari Kyuhyun. Yura tersenyum, sepertinya ia sudah menyadari sesuatu hal dari raut wajah Hiu hwi saat ini.
“Sekolahmu tiba-tiba saja menjadi pembicaraan hangat, karna namja berkharisma itu. Huhh..., dia memang tampan. Jadi, wajar saja banyak yang menggilai dan menggerubunginya seperti itu,”
“Nde?” Hiu hwi menatap Yura dengan seksama, begitupula Yura.
“Cho Kyuhyun, bukankah dia satu sekolah denganmu, eh? Yang kutau kalian juga satu kelas. Kau beruntung sekali Hiu hwi-shi! Kyuhyun itu benar-benar mempunyai pesona yang luar biasa. Baru beberapa hari berada disini, dia sudah mampu menandingi kepopuleran namja-namja yang lain, bahkan dia sepertinya yang paling laris manis sekarang. Dia juga namja yang sangat baik, ramah dan juga pintar bergaul. Kau tau? Tadi pagi, dia datang pagi sekali lalu duduk di ruang Perpustakaan dan membaca buku Matematika, dia bahkan membersihkan ruang Perpustakaan itu sebelumnya. Dan tadi, namja itu juga membantu Kepala Kantin membersihkan tempat ini dan membantu Staff membawakan beberapa minuman untuk para Guru. Ya Tuhan, sepertinya dia memang ditakdirkan untuk menjadi namja idola dan namja idaman semua wanita di dunia ini.”
“Nde, dia memang yang sangat ramah dan terlalu baik. Cah, tapi itu tidak kepadaku,”
“Mwo?”
“Aku malah tidak suka dia terlalu bersikap baik seperti itu. Dimana-mana dia selalu mendapatkan banyak perhatian dengan cepat. Dan membuatku merasa, jika dia bukanlah manusia, tapi malaikat dan sesuatu yang memang sulit sekali direngkuh. Semua apa yang kalian lihat tentangnya, jauh berbanding terbalik dengan apa yang kulihat sendiri.
“Apa maksudmu?”
‘Pada kenyataannya, dia membenciku. Dia bersikap bak malaikat tanpa dosa pada kalian, tapi denganku? Dia seperti bongkahan api yang selalu membakar untuk menyakitiku....’
Gumam Hiu hwi dalam hati seraya menautkan kedua tangannya dan menghela nafas panjang. Yura mengernyit, ia sama sekali belum mengerti apa yang kini tengah dirasakan Hiu hwi.
“Hiu hwi-shi, apa kau—”
PRAANGGGGG!
Belum sempat Yura hendak melanjutkan kalimatnya itu. Terdengar, bebunyian benda berjatuhan dari arah Kyuhyun. Tempat yang tadinya begitu gaduh itu, kini mendadak hening seketika, semuanya sentak terfokus pada satu titik sekarang.
Tampak seorang gadis terjatuh dilantai dengan rantang makanan yang berhamburan didekatnya. Semuanya diam, gadis malang itu terlihat tengah mencari-cari kacamata tebalnya yang ikut terjatuh. Sebenarnya itu bukanlah pemandangan yang menarik minat Hiu hwi saat ini, jika saja—
“Apa yang kalian lakukan?” hentak Kyuhyun seketika seraya berdiri menatapi para gadis-gadis ini. Semuanya saling menatap, Kyuhyun terlihat mengubah ekspresinya menjadi sedikit serius. Yah, sepertinya namja itu mulai emosi saat para gadis-gadis yang tadi mengerubunginya ini tanpa sengaja mendorong seorang gadis kutu buku yang tadi ingin memberikan Kyuhyun rantang makanan. Sesuatu yang jarang Kyuhyun lakukan! Hiu hwi tercenang, Kyu belum pernah ikut campur dan menghentakan para penggemarnya itu demi seorang gadis lain. Tapi ini?
“Kau tidak apa-apa?” tanya Kyu berjongkok dan memberikan kaca mata gadis itu.
“Ti-tidak apa-apa. Go-gomawo....”
“Makananmu tumpah sebelum aku mencicipinya, aku menyesalkan ini. Maafkan aku.” ucap Kyuhyun seraya menatapi bongkahan nasi yang berbentuk bulatan seperti Onigiri itu dengan tatapan sendu. Tak hanya Onigiri saja, sepertinya juga ada sedikit Kimchi disana.”
“Tidak apa-apa, ak-aku bisa membuatkannya untukmu lain kali.”
“Terima kasih. Aku Cho Kyuhyun, siapa namamu?”
“Nde? Ohk, namaku Park Eun Bin.” Gadis yang bernama Eun Bin ini pun sentak merunduk saat ia menyadari tatapan sengit dari banyak yeoja disekitar sini.
“Geurae, sekali lagi aku minta maaf. Sebagai balasannya, naiklah ke punggungku. Aku akan mengantarmu sampai ke kelasmu, sepertinya kakimu terkilir.”
“An-aniyo. Aku tidak apa-apa. Gamsahamnida Kyuhyun-shi, tapi kau tidak usah melakukan itu. Aku bisa berja—”
“Aku akan merasa sedih jika kau menolak bantuanku. Ini adalah salahku, aku berhak bertanggung jawab.” Kyuhyun sentak merubah posisinya untuk bersiap menggendong Eun Bin. Gadis itu terpaku, antara ragu untuk naik ke punggung Kyuhyun atau tidak.
“Aaaa..., nde.” Jawab Eun Bin pelan sembari berusaha menjangkau punggung Kyuhyun untuk ia naiki. Kyu tersenyum, lalu beranjak membantu tubuh gadis itu dan berdiri hendak keluar dari tempat ini. Semuanya tercenang, betapa beruntungnya sosok Eun Bin dimata mereka. Entah ini hanya perasaan Hiu hwi atau tidak, tapi ini kali pertama Kyuhyun bertindak seperti itu pada seorang gadis, tanpa memikirkan yang lainnya. Entahlah, rasanya sangat sakit dihati Hiu hwi. Ia benar-benar merasa selalu tak bisa melihat perhatian Kyuhyun teralih pada orang lain, melihat Kyuhyun memperlakukan gadis lain selembut itu.
‘Aku bahkan tak bisa apa-apa dan tak mempunyai hak apapun untuk marah. Rasa sakit hati ini, sebenarnya salahku sendiri. Akulah yang membuat rasa sakit ini ada....’
Gumam Hiu hwi bergetar. Ia merasa semakin jauh dari sosok Kyuhyun ... sangat jauh.
“Sepertinya kau sangat menyukainya Hiu hwi-shi.” Ucap Yura seketika, membuat Hiu hwi kontan saja menoleh kearahnya. Yura tersenyum, ia tak butuh jawaban Hiu hwi lagi untuk menegaskan semua ini.
***
‘Setiap kali aku merindukanmu, aku berpura-pura tidak melihatmu.
Tapi, aku tetap merindukanmu, tanpa bisa mengendalikan diriku....’
Sudah hampir beberapa menit berlalu, Hiu hwi dengan bodohnya masih bertahan duduk ditempat ini. Perpustakaan Sekolah ini sebenarnya cukup luas, tapi entah kenapa ia harus duduk berhadapan dengan Kyuhyun! Jika dengan namja itu saja mungkin tak terlalu menyakitinya, tapi ini? Kyuhyun bersama Eun Bin. Semenjak kejadian itu, mereka tampak dekat. Entahlah, Hiu hwi sepertinya tak ingin terlalu banyak tau tentang itu. Yang jelas, ketika keduanya saling tertawa dan berdiskusi tepat dihadapannya seperti ini, Hiu hwi yakin..., Eun Bin gadis yang cukup spesial hingga dapat membuat Kyuhyun nyaman seperti itu.
‘Lihat Hiu hwi, kau malah menyakiti dirimu sendiri! Bodoh, ayo berdiri dan keluar dari tempat ini! Lupakan Kyuhyun, lupakan jika kau pernah menyukai namja itu....’
Umpat Hiu hwi dalam hati. Gadis itu tampak memiring, berusaha untuk merubah posisinya sedemikian rupa. Namun sial, jantungnya berdegup kencang seakan berteriak untuk menyudahi ini, sedangkan kakinya kelu untuk bergerak.
‘CUKUP!’
Hiu hwi sentak berdiri! Ia pun berjalan menyusuri lorong Perpustakaan ini untuk mencari buku yang ia cari. Dapat! Tanpa memandang alam sekitarnya lagi, gadis itu sentak menuju kearah penitipan buku diloker Staff dan—
“Ini bukuku Sensei.” Ucap Hiu hwi bersamaan dengan seorang namja yang juga meletakan bukunya lebih dulu. Tanpa menoleh, Hiu hwi tau siapa pemilik Parfum ini.
“Kyuhyun-shi, hari ini terima kasih atas bantuanmu menyusun buku. Kau pasti lelah, ne? Bukunya banyak sekali yang berantakan.” Ucap seorang Staff itu seraya tersenyum dan memandangi buku dihadapannya.
“Tidak juga Sensei, aku juga dibantu Eun Bin.”
“Baguslah, kalian memang sangat baik. Ah ya, Nona...,” Staff itu sentak saja mengalihkan pandangannya pada Hiu hwi yang telah memucat. Gadis itu tampak berdiri kaku dan tak seimbang. Benar, Kyuhyun berada tepat disampingnya sekarang.
“Kau yakin ingin meminjam buku ini?” Staff Perpustakaan itu pun tersenyum kecil, membuat Hiu hwi kembali mendadak kikuk sekarang.
“Buku ‘Tips dan cara untuk melupakan seseorang’. Sepertinya kau sedang patah hati, ne?”
GLEK
Hiu hwi merasakan tenggerokannya tiba-tiba sakit ketika ia menelan ludah kali ini. Bukan hanya Staff itu yang kini tengah menatapnya, tapi juga Kyuhyun!
“N-nde.” Sahut Hiu hwi sebisa mungkin. Ia sudah menyugeskan hatinya untuk tidak menoleh kearah lain, terutama kearah Kyuhyun. TIDAK!
“Baiklah, kau tak salah memilihnya. Buku Tips ini banyak sekali yang sudah bergilir meminjamnya. Aku pun begitu, pada intinya kelak hanya ada satu cara yang paling mudah untuk melupakan seseorang yang kau cintai. Apa kau yakin akan melupakannya?” Staff itu tampak membolak-balikan buku dihadapannya, lalu mencatat sesuatu.
“Aku yakin!” Balas Hiu hwi lantang, membuat Staff wanita itu tampak tersenyum puas. Kyuhyun diam! Ekspresinya benar-benar sulit untuk dimengerti.
“Untuk apa kita menyukai seseorang yang hanya dapat membuat kita sakit hati. Bukankah lebih baik tinggalkan dan buang saja di kotak sampah, atau kalau perlu melupakannya dan menguburnya hidup-hidup sampai benar-benar musnah!” Hiu hwi kembali berucap lantang dan kali ini sedikit menggunakan emosinya, membuat Staff itu sedikit tertawa akan perkataan polos Hiu hwi. Tapi tidak bagi Kyuhyun, baginya ini bukanlah lelucon yang bisa membuatnya tertawa. Pria itu tampak kembali menoleh kesampingnya, tepat menatap wajah Hiu hwi.
“Baguslah. Oh ya, kalau kau ingin tau satu cara yang ku katakan tadi. Kau hanya perlu melakukan sesuatu untuk melupakannya. Hummm..., belajarlah untuk jatuh cinta lagi dengan pria lain. Jatuh cinta itu adalah obat paling mujarab untuk melupakan sakit hati.”
“Nde? Jeongmal? Ah, itu ide yang benar-benar bagus. Aku akan jatuh cinta lagi! Aku akan berusaha untuk melupakannya dan jatuh cinta lagi pada pria lain.”
“Hahahaha, baguslah. Kau gadis yang sangat bersemangat Hiu hwi-shi.”
“Gamsahamnida Sensei!”
“Ya. Ini buku dan kartu pelajarmu. Semoga sukses, Fighting! Ah ya, bukankah kau satu Sekolah dengan Kyuhyun-shi?”
“Nde?” Hiu hwi sentak menghentikan gerakannya seketika.
“Dari kartu pelajar kalian yang sama.”
“Ohk..., mungkin. Aku juga tidak tau, dia satu Sekolah denganku.” Balas Hiu hwi tanpa menatap Kyuhyun sama sekali. Yeoja itu berusaha mati-matian untuk tidak memperdulikan keberadaan Kyuhyun disampingnya ini.
“Mwo? Kalian tidak saling mengenal? Aighoo....”
“Tidak Sensei. Mungkin Kyuhyun-shi ini orang yang sangat sibuk, jadi kami tidak pernah bertemu sebelumnya. Baiklah, gamsahamnida Sensei.” Hiu hwi tampak secepat kilat berbalik dan melangkah pergi dari tempat ini dengan kekuatannya yang masih tersisa. Kyuhyun diam! Dia hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan nanar.
‘Aku menyedihkan, aku bodoh!’
Hiu hwi mengutuk dirinya sendiri sekarang! Ia berlari sekencang mungkin saat keluar dari Perpustakaan ini. Entah kemana, ia menginginkan tempat sepi yang tak akan ada orang yang melihatnya menitikan air matanya.
“Huhhh..., ini benar-benar—” Hiu hwi menengadah kearah langit, berharap air matanya tak akan pernah turun. Hiu hwi sudah terbiasa menahan air matanya dengan cara seperti ini; menarik nafas dan kembali menghembuskan nafasnya secara berulang sampai ia merasa tenang. Gadis itu perlahan-lahan duduk disebuah bangku dibawah pohon besar, tanpa sadar jika sejak tadi ada seseorang yang terus memperhatikannya dengan lekat dibalik pohon itu.
“Bodoh! Bodoh!” Umpat Hiu hwi lagi, sepertinya ia belum puas memaki dirinya sendiri saat ini.
“Tapi kau cantik Noona,” timpal seseorang seketika, membuat Hiu hwi terperanjat kaget. Gadis itu kontan saja berbalik dan mendapati seorang namja tengah tersenyum lebar bersama Lolypop mungil ditangannya. Hiu hwi sedikit tercenang, ia sepertinya pernah melihat pria Jepang ini. Tapi—
“Bahkan disaat kau sedang menangis seperti ini, wajahmu tetap mendekati sempurna. Benar-benar ciptaan Tuhan yang Limited Edition.” Namja itu mendekat kearah Hiu hwi, lalu berjongkok untuk menghapus jejak kecil air mata gadis itu. Hiu hwi mengerjap-ngerjap, sebenarnya pria Jepang ini cukup tampan.
“KAU—KAU—”
“Buka mulutmu Noona,”
“Mwo? Ka—Hmmmppmmm—” belum sempat Hiu hwi hendak meneruskan kalimatnya itu. Bibirnya sudah lebih dulu tersumpal dengan setangkai permen Lolypop yang tadi berada ditangan namja itu. Hiu hwi tersontak kaget, ia ingin memuntahkan permen bekas mulut namja asing itu dari bibir mungilnya. Tapi, rasanya sangat manis. Itu bahkan dengan cepat menghentikan rasa tangisnya seketika.
“Menurut filosofi, sesuatu yang manis-manis itu dapat mempengaruhi keadaan hati seseorang. Permen itu untukmu Noona, tenang saja aku tidak mengidap HIV,” namja itu tampak menggaruk-garuk kepala belakangnya yang tak gatal. Hiu hwi diam seakan menimbang sesuatu, sepertinya memang tak terlalu buruk untuk mengemut permen ini dalam mulutnya.
“Kau—namja gila itu kan?” tanya Hiu hwi kembali dengan tampang angkuhnya. Khazuma menoleh cepat.
“Namja gila? Hahaha, berarti Noona mengingatku?”
“Tentu saja! Mana mungkin aku tidak mengingat orang yang telah membuat dahiku terluka!”
“Hahaha, itu tanda cinta Noona.”
“Mwo?”
“Aku mencintaimu.” Ucap namja itu lantang seraya menatap Hiu hwi lekat. Gadis itu mendadak tegang! Sungguh, ini kali pertamanya ia mendengar seorang pria berani mengatakan kata cinta padanya secepat dan selantang ini. Rasanya ... benar-benar membuat bergetar.
“Kau—kau gila!” Sungut Hiu hwi memalingkan wajahnya kesamping. Namja ini benar-benar—
“Kau belum tau siapa aku! Jadi, jangan terlalu mudah untuk mengatakan kata cinta itu kepada wanita yang baru kau kenal, kau mengerti?”
“Aniyo, aku tidak mengerti. Noona jelaskan lagi padaku dengan pelan,” balas Khazuma dengan binaran matanya yang berbinar indah. Hiu hwi tampak kikuk, wajah namja ini benar-benar dapat membuatnya salah tingkah.
“Noona lebih cantik ketika tersipu seperti ini, daripada menangis seperti tadi.” Khazuma sentak menopang tangannya tepat menghadap Hiu hwi untuk menatapi wajah cantik gadis itu.
“Yak! KAU—” Hiu hwi berdiri dan dengan cepat menjauh dari namja bernama Khazuma ini. Bahaya ... Hiu hwi merasakan jika aura namja ini benar-benar tak biasa.
“Aku berkata jujur, ini kali pertamanya aku mengatakan cinta pada seorang gadis.”
“MWOYA?”
“Noona tidak percaya? Kalau begitu, belahlah dadaku?”
“Nde? Hahahahaha, kau ini ada-ada saja. Pabbo! Hahaha,” Hiu hwi tersentak tertawa mendengar lontaran polos dari Khazuma kali ini. Gadis itu sepertinya tak sadar telah melupakan kesedihannya beberapa menit yang lalu itu.
“Ternyata kau jauh lebih cantik lagi ketika tertawa Noona,” Khazuma tampak mendekat dan dengan cepat mendaratkan ciuman singkatnya dipipi Hiu hwi. Tawa gadis itu terhenti seketika! Tubuhnya mendadak tegang dengan darahnya yang berdesir hebat. Ini kali kedua namja Jepang ini menciumnya. Pertama didahi, dan ini dipipi. Lalu, bagaimana selanjutnya?
“Yak! Kau—kau—Ash!” Hiu hwi sentak berbalik dan berlari menjauhi Khazuma dengan raut memerah padam. Namja itu tertawa puas! Ia yakin saat ini pasti Hiu hwi sangat merasa malu padanya.
“CHAGIYA! Kau mau kemana?” pekik Khazuma membuat Hiu hwi menggeleng-gelengkan kepalanya seraya terus berlari dari namja itu.
“Ya! Tunggu aku Chagiya!” Khazuma memekik lagi dengan nada manjanya. Ia tertawa keras! Sepertinya, ia mempunyai hobi baru sekarang yaitu ... menggoda Hiu hwi.
Hiu hwi sendiri saat ini terus berlari dari kejaran Khazuma sembari mengangkat tangan kanannya menyentuh pipi yang tadi sempat dikecup Khazuma. Namja itu sepertinya berhasil meninggalkan bekas yang unik diotak Hiu hwi. Chagiya? Bahkan itu benar-benar terdengar mengerikan ditelinga Hiu hwi.
“Ya Tuhan..., namja itu benar-benar kurang waras!” Hiu hwi menoleh kebelakang untuk melihat, jika Khazuma masih mengejarnya atau tidak. Baru kali ini ia merasa takut berhadapan dengan orang lain. Hingga seketika—
BRUUKKKK
Hiu hwi merasakan tubuhnya sedikit memundur seketika. Gadis itu merasa telah tanpa sengaja menabrak seseorang saat ini.
“Joesonghamnida ... Joesongham—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat dititik ini saat ia mendongak dan menatap sosok seorang namja tengah berdiri tegap dihadapannya. Namja itu memasang ekspresi tajam dengan kedua tangannya yang bersembunyi dibalik kantong celana panjang olahraga birunya itu. Entahlah, Hiu hwi tiba-tiba saja juga ikut memasang wajah yang tak kalah sengit.
“Maaf, tadi aku tidak senga—”
“Kau gadis yang sangat hobi sekali menabrakku.” Potong namja itu, membuat Hiu hwi merasakan tubuhnya panas-dingin seperti sebelumnya. Cho Kyuhyun! Hanya namja itulah yang dapat membuatnya merasakan hal-hal aneh seperti ini.
“Nde, aku juga gadis yang sangat hobi sekali meminta maaf padamu.” Hiu hwi mendongak, mencoba belajar berani menatap kedua bilik mata namja ini. Keduanya saling bertatapan dalam bingkai keadaan yang sedikit canggung.
“Kau salah minum obat?” tanya Kyuhyun dengan mengangkat kedua alisnya. Benar, semenjak mereka sampai di Sekolah Seoul ini, hubungan keduanya benar-benar sangat kacau.
“Mungkin, aku bahkan ingin meminum banyak obat agar terus seperti ini. Permisi Tuan Cho yang terhormat, aku tau kau sibuk. Terima kasih banyak karna telah meluangkan waktu berhargamu itu untuk sekedar berbicara denganku.” Hiu hwi sentak hendak kembali melanjutkan langkahnya. Namun siapa sangka, jika Kyuhyun tiba-tiba menahan lengannya seketika.
“Kau ingin aku berbuat kasar padamu?”
“Bukankah kau memang selalu bersikap kasar padaku?
“Kau—”
“CHAGIYA!” Pekikan seseorang itu sentak saja terdengar disini, membuat sontak saja Kyuhyun mengurungkan niatnya berbicara. Hiu hwi tak menoleh kearah sumber suara pekikan itu, ia lebih sibuk meredam semua rasa yang tengah berkecamuk dalam relung jiwanya saat ini.
“Chagiya, kau kemana saja ohk? Hanya kucium seperti itu saja, kau sudah berlari seperti ini!” Khazuma sentak saja kembali berlari kecil untuk menghampiri keberadaan Kyuhyun dan Hiu hwi sekarang. Entah ini perasaan Hiu hwi saja atau bukan, yang jelas Hiu hwi merasa eratan tangan Kyuhyun pada lengannya mengeras saat Khazuma mengatakan soal ciuman mereka tadi. Ciuman? Namja itu benar-benar mengatakannya didepan Kyuhyun.
“Lepaskan aku!” Hiu hwi sentak menghempaskan tangannya dari cengkraman Kyu saat ini dan berlari pergi. Khazuma tampak melongo, ia kembali mencoba memanggil Hiu hwi dengan sebutan ‘Chagiya’ lagi, berharap gadis itu akan berpaling dan menunggunya. Tanpa sadar, jika kedua mata tajam Kyuhyun sejak tadi menatapinya dengan sengit.
“MWO?” tanya Khazuma mendengus geram sembari berjalan melewati Kyuhyun untuk kembali mengejar Hiu hwi. Kyuhyun masih tampak diam ditempatnya, tak berniat untuk bergerak banyak sekarang. Rahangnya terlihat mengeras, bahkan sekarang tangan kanannya itu kini tengah mengepal keras. Yah, seolah ia tengah menahan sesuatu. Entah apa itu!
***
AT Gwangye High School
Seoul, South Korea
Hari ini, hari dimana Turnament Pekan Olahraga itu dimulai. Tampak beberapa yang ikut kedalam babak penyisihan ini mulai bersiap-siap ke dalam kawasannya masing-masing. Dan tentu saja, dari seluruh Turnament yang ada, olahraga Base ball lah yang paling ramai penonton. Bukan hanya karna olahraga ini menjadi bidang utama dari Turnament ini, tapi juga karna keberadaan namja-namja tampan yang ikut bersaing, membuat banyak gadis berteriak-teriak histeris tak karuan. Sekalipun, beberapa diantara mereka tak mengerti akan permainan ini, tapi tetap saja menarik perhatian ketika para namja-namja tampan itu mengeluarkan keringatnya. Suatu pemandangan yang cukup membahagiakan bagi para gadis-gadis itu.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Dapat dipastikan teriakan nama siapa yang paling kencang disini. Tak perduli dari Sekolah mana mereka berasal, yang jelas, mereka hanya ingin menarik perhatian Kyuhyun dengan menjadi penyemangatnya.
“Tsk, lihat namja paranormal itu.” Tunjuk Yura, membuat Hiu hwi ikut menoleh. Kedua gadis ini tampak memakai pakaian Tim Chiliders Sekolah mereka masing-masing. Sedikit terlihat sexi dari sebelumnya.
“Dia juga ikut main?” tanya Hiu hwi melongo saat menatapi Yesung tengah dikelilingi banyak orang.
“Aniyo, namja gila sepertinya mana bisa main Base Ball! Hahaha, dia dikerumuni banyak orang seperti itu untuk meminta jawaban akan siapa yang menang bertanding nantinya.”
“Wah..., dia hebat.”
“Hebat? Hahaha, dia hebat mengangkat kedua tangannya dengan tinggi, lalu membaca mantra sepanjang buku sejarah. Dan kau tau? Dia baru akan mengeluarkan jawabannya ketika permainan sudah hampir selesai. TSK!”
“Mwo? Hahahaha.”
“Ah, kau tertawa juga. Aighoo..., Hiu hwi-ya aku harus pergi menyemangati Tim Basket kami dulu, ne? Semoga Sekolahmu menang!” Yura menepuk pelan bahu Hiu hwi, membuat gadis itu mengangguk mantap. Memang hari ini, pertandingan Base Ball Sekolahnya tak melawan Tim Sekolah Yura, tapi dengan Tim Sekolah yang berasal dari Busan. Hiu hwi tak terlalu kuatir akan menang atau kalahnya, ia sudah tau pasti Kyuhyun akan mencetak banyak angka untuk memenangkan pertandingan ini dengan mudah. Selalu seperti itu, Kyu tak pernah kehilangan bakat dan pesonanya dalam waktu bersamaan.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Lagi, teriakan-teriakan itu memenuhi tempat ini. Hiu hwi hanya mengehla nafas, hanya dia satu-satunya Tim sukses penyemangat Kyuhyun yang tak ikut berteriak.
“Chagiya, kau sedang melihat apa?” tanya seseorang seketika, membuat Hiu hwi menghembuskan nafasnya terkejut. Entahlah, kenapa semua orang yang dekat dengannya akhir-akhir ini, hobi sekali mengejutkannya.
“Yak! Kau—kenapa kau ada disini?”
“Aku selalu ada dihatimu Noona, jadi jangan heran.”
“Cih, menggelikan. Cepatlah, menjauh dariku! Kau tidak ikut Turnament atau apa, ohk?”
“Aniyo, hari ini aku tidak ikut apa-apa. Besok, baru giliran kami yang bertanding.” Balas Khazuma seraya merangkul pundak Hiu hwi dengan gemas.
“Yak! Bocah tengik jangan macam-macam!”
“Hahahaha, apa Noona masih malu soal kejadian kemarin?”
“Si-siapa yang malu!” Hiu hwi sentak mengambil air minum dan menegaknya dengan cepat. Ia sedikit grogi sekarang.
“Ah..., aku mau!” Pelas Khazuma seraya mengambil paksa air minum ditangan Hiu hwi lalu meneguknya dengan cepat. Namja ini benar-benar sudah tak waras!
“Yak! Itu minumanku!”
“Noona beli baru saja ya? Aku mau yang ini, hahaha.” Namja Jepang itu tampak memajukan bibirnya kedepan, seolah ia memberi kode jika botol ini sudah menjadi hak miliknya. Yah, Khazuma sangat menikmati minum disatu lubang air yang sama dengan Hiu hwi. Bukankah itu romantis?
“Tsk!” Hiu hwi hanya mampu mengalah pada namja tengil ini. Ia bisa apa? Melawan? Tidak mungkin! Bisa saja ia yang akan terjebak nantinya. Gadis ini sibuk menggurutu sebal seraya memandangi Khazuma yang sangat menikmati air putih dibotol itu, tanpa sadar ... dari kejauhan, tampak seorang namja tengah memandangi mereka dengan ekspresi serius. Cho Kyuhyun, entah kenapa ia bisa menatapi pemandangan kekanak-kanakan itu dari tempat ini, seolah tak ada pemandangan lain yang menarik.
***
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN!” Lagi-lagi teriakan itu menggema bahkan sampai batas pertandingan ini hampir selesai. Sudah bisa ditebak, jika Kyuhyun lah yang memang mampu memimpin pertandingan ini tanpa perlu berkerja keras. Bakatnya dibidang olahraga ini sudah tak akan diragukan lagi.
“YEAY!” Beberapa orang berteriak histeris kembali saat Kyuhyun berhasil mencetak skor Sekolah mereka lagi. Itu berarti, sudah dipastikan jika Sekolah mereka akan menang. Sesungguhnya, Hiu hwi menatapi ekspresi Kyuhyun berubah menjadi sempurna saat namja itu tersenyum, berteriak memenangkan pertandingan ini. Sungguh, sangat jauh dari sikap yang selama ini ia tunjukan pada semua orang. Hari ini, Hiu hwi melihat Kyuhyun tersenyum amat tulus yang benar-benar terlihat berbeda. Indah! Hiu hwi berani bertaruh, jika senyum itu lebih indah dari goresan titik pelangi sekalipun.
“Hiu hwi-ya, ini antarkan minuman pada Kyuhyun.” Ucap seorang teman Timnya, membuat Hiu hwi tersentak.
“Aku?” ulang Hiu hwi seolah ia meyakinkan, jika indera pendengarannya itu sedang bekerja dengan baik.
“Ya, ini sekalian bawakan handuk dan Vitamin untuknya. Katakan saja ini dari Staff Guru.”
“Nde? Tapi—” Hiu hwi menatapi Kyuhyun yang saat ini tengah dikerumuni banyak gadis-gadis yang tengah menyodorkan air mineral dingin padanya. Namja itu tampak banyak sekali mendapatkan hadiah-hadiah dari fansnya.
“Percuma!” Hiu hwi menghela nafasnya panjang seraya menatapi barang-barang untuk Kyuhyun yang berada ditangannya sekarang. Yah, bahkan sepertinya Kyuhyun telah menerima minuman yang sangat banyak.
“Baiklah, setidaknya ini amanat yang harus aku berikan.” Hiu hwi berlari kecil mengejar Kyuhyun yang berjalan keluar lapangan untuk berjalan keruang ganti. Sudah sampai disini pun masih ada banyak yang mengikutinya. Benar-benar pria yang hebat!
“Nde, gomawo yo. Aku masuk dulu, kalian pergilah.” Ucap Kyuhyun membungkuk seraya menerima minuman-minuman dingin itu sebatas yang ia bisa. Gadis-gadis itu kembali histeris! Bahkan sekarang Kyuhyun sudah masuk keruang ganti dan menutup ruangannya. Tetap, mereka masih berteriak nama Kyuhyun.
‘Kenapa dia harus sepopuler ini?’
Hiu hwi bergumam singkat, lalu bersandar disebuah dinding tempat ini. Gadis itu hanya menengok singkat kearah kerumunan gadis-gadis itu seraya memeluk barang yang seharusnya berada ditangan Kyuhyun saat ini. Gadis itu menutup kedua matanya perlahan, memijat pelan pertengahan dahinya yang terasa berat. Dulu, saat masih di Annyang, tak sesulit ini untuk bertemu Kyuhyun. Tapi sekarang? Ia seolah menjelma bak seorang Artis yang memiliki banyak fansclub!
“Hummm...,” Hiu hwi merasakan tak ada suara bising lagi disini. Teriakan para yeoja-yeoja itu semakin terdengar menjauh, membuat Hiu hwi kini dapat menarik nafas leganya. Yah setidaknya, inilah waktu yang tepat untuk memberikan barang-barang itu kepada Kyuhyun sekarang.
Gadis itu tampak menoleh kearah kiri dan kanan, untuk memastikan jika tidak ada orang yang akan mengganggunya untuk menemui Kyuhyun. Entah kenapa, rasanya jantungnya kini berdegup kencang tak karuan. Selalu seperti ini ketika ia bertemu Kyuhyun.
CKLEK!
Tanpa ketukan dan kata permisi lagi, yeoja itu pun sentak masuk dengan mengendap-endap. Kosong! Tempat ini terlihat sepi, kecuali hadirnya sesosok namja bertubuh tegap yang kini tengah membuka separuh baju yang ia kenakan itu. Hiu hwi sentak tergelak menatapnya, membuat namja itu seketika menoleh.
“Mi-mianhada. Aku—aku—” Hiu hwi berusaha untuk bersikap biasa dan santai. Namun na’as, semua organnya kini tak bisa diajak bersahabat. Kyuhyun hanya menatapnya sekilas, lalu kembali menurunkan baju yang dikenakannya itu.
“Kau tidak punya tangan untuk mengetuk?”
“Aku—”
“Apa kau juga tak mempunyai mata untuk melihat ini ruangan apa? Ruang ganti pria, kau sengaja bersikap bodoh atau memang benar-benar bodoh?” Kyuhyun tampak berbalik dan duduk dikursi untuk membuka sepatunya. Gadis itu termenung sejenak, memikirkan betapa bodohnya dia didepan namja bernama Cho Kyuhyun ini.
“Aku kemari hanya ingin mengantarkan air dan barang-barang ini untukmu. Sudah sejak tadi kau terus diikuti oleh yeoja-yeoja mu itu. Jadi, mana aku bisa memiliki kesempatan,” Hiu hwi sentak meletakkan barang-barang yang ia bawa itu tepat disisi duduk Kyuhyun saat ini. Namja itu menghentikan aktivitasnya, lalu mendongak untuk menatap Hiu hwi.
“Kau memberikanku air mineral?” tanya Kyuhyun dengan tampang datarnya itu. Entahlah, kenapa namja ini malah tersenyum sinis sekarang.
“Apa kau memberikan air mineral kepada semua namja, eh? Memberikan botol yang telah kau minum kepada mereka?”
“Kau ini bicara apa? Semua barang-barang itu dari Staff Guru, bukan dariku. Sudahlah, yang jelas sekarang, semua barang-barang itu sudah sampai ditanganmu. Terserah mau kau apakan. Toh, kulihat kau sudah banyak menerima barang dan air-air dingin dari yeoja-yeoja itu.” Hiu hwi sentak mendelik dengan rasa cemburunya yang menggebu. Gadis itu tiba-tiba berbalik, hendak meninggalkan Kyuhyun ditempat ini sendiri. Sampai—
BRAAAKKKK!
Tanpa diduga sebelumnya, Kyuhyun sentak saja menghempaskan air minum dan barang-barang yang tadi Hiu hwi berikan padanya. Gadis itu sontak berbalik terkejut, menatapi Kyuhyun yang seolah benar-benar tak menghargai barang-barang itu.
“Yak! Jika kau tidak suka, kau tidak perlu menghempaskannya seperti itu. Apa kau—”
“Barang-barang itu bukan darimu! Jadi, untuk apa kau yang repot, jika aku membuangnya?” hentak Kyu, membuat Hiu hwi sentak terdiam. Perkataan Kyuhyun itu memang benar, tapi bukankah ia tak seharusnya bersikap seperti ini? Gadis itu tampak menutup matanya sejenak, mencoba meredam emosi. Sampai seketika, Hiu hwi berjalan kembali menghampiri Kyuhyun dan memungut barang-barang yang tadi namja itu hempaskan seenaknya.
“Setidaknya, kau harus banyak belajar bagaimana caranya menghargai Tuan Cho yang populer!” Tandas Hiu hwi yang malah membuat Kyuhyun tersenyum sinis padanya.
“Kau mau aku menghargai itu, eh? ARA!” Balas Kyu tersenyum miring seraya menarik pinggang Hiu hwi hingga bertubrukan dengan tubuhnya secara langsung. Gadis itu tampak terlonjak tak percaya, jarak mereka cukup dekat sekarang.
“Ka-kau mau apa?”
“Mau belajar darimu, bagaimana cara menghargai dengan benar,” Kyuhyun sontak mengambil botol air mineral itu, lalu membukanya dengan sekali tarikan. Hiu hwi terdiam, apa yang tengah dilakukan namja ini?
“Sekarang, buka mulutmu!” Perintah Kyuhyun membuat Hiu hwi semakin bingung.
“N-nde?”
“Kau ingin membuka mulutmu sendiri atau aku yang membukanya, heng?”
“K-kyu...,” Hiu hwi mendadak pucat saat ini. Bukan hanya karna ekspresi Kyuhyun yang tampak mengerikan sekarang, tapi juga karna tangan kanan namja itu kini telah berada diantara bibirnya, seolah ancamannya yang ingin membuka mulut Hiu hwi tadi itu benar-benar serius!
“Aaaa...,” Kyuhyun berujar itu dengan senyuman mematikannya. Baiklah, pertahanan Hiu hwi runtuh seketika. Gadis itu tampak menganga, membuat Kyuhyun sontak tersenyum senang. Sampai—
BYURRRR!
Entah apa yang dilakukan Kyuhyun sekarang, hingga ia memasukan isi botol air mineral itu kedalam mulut Hiu hwi dengan perlahan. Hiu hwi semakin mengangkat kepalanya mendongak keatas, saat ia merasakan mulutnya kini tengah dipenuhi air dingin.
“Jangan ditelan!” Ucap Kyu seraya kembali mengisi air dimulut Hiu hwi itu dengan hati-hati. Gadis itu tak dapat berkutik sekarang, selain mendongak agar air itu tak jatuh. Bibirnya mengatup, petanda ia sudah tak bisa lagi menampung air sebanyak itu. Kyuhyun tersenyum, lagi-lagi senyuman setan yang benar-benar—err—berbeda dari biasanya.
“Hummm...,” Kyuhyun sentak menurunkan kepala Hiu hwi agar tak terlalu mendongak menatap keatas. Entahlah, Hiu hwi merasa jika keadaannya dalam keadaan gawat darurat sekarang. Hingga—
CUP!
Kyuhyun menempelkan bibirnya pada Hiu hwi, membuat gadis itu sontak saja terbelalak kaget! Selama ini, Kyuhyun tak pernah memulai lebih dulu untuk mencium seorang gadis! Dan ini..., adalah hal yang pertama ia lakukan.
Hiu hwi yang merasa tak tahan dengan sentuhan namja itu, kini tiba-tiba saja membuka mulutnya hingga air itu sedikit tumpah. Namun ada yang menarik, Kyuhyun dengan cepat menutup saluran air itu keluar dan memindahkannya kedalam mulutnya. Sesuatu yang sedikit membuat Hiu hwi terkejut berpuluh-puluh kali lipat. Tubuh gadis itu mendadak tegang, dapat ia rasakan jika sekarang Kyuhyun menghisap habis apa yang ada didalam mulutnya sekarang sampai benar-benar kering!
“Eunghh...,” kepala Kyuhyun memiring, bersiap memberikan akses untuk Hiu hwi mengambil nafas lebih dulu. Semuanya terasa cepat dan mengejutkan, bahkan Hiu hwi baru sadar, jika kedua tangan kokoh Kyuhyun kini mengerat dipinggang belakangnya. Tubuh mereka saling menghimpit. Sungguh, Hiu hwi seolah mendadak kehilangan akal akibat aroma khas tubuh Kyuhyun saat ini.
“Air mineralnya jadi memiliki rasa,” Kyuhyun tersenyum seraya memainkan hidung mancung Hiu hwi sejenak. Ia tau, jika yeoja itu masih belum belajar bagaimana caranya bernafas dengan benar saat berciuman. Lihat saja, Hiu hwi terlihat seperti ikan Koki yang membutuhkan banyak oksigen.
“Sudah selesai?” tanya Kyuhyun memiring kearah samping, berbisik hangat pada telinga Hiu hwi seraya memejamkan matanya.
“Nn-nde?” Hiu hwi bergidik! Ia tak tau akan maksud dari pertanyaan Kyuhyun saat ini padanya. Sampai—
“Mulai lagi,” Kyuhyun mengecup pipi kanan yeoja itu seraya terus menjalar sampai ke titik bibirnya lagi. Gadis itu merasa tubuhnya sedikit terangkat akibat kini Kyuhyun mengangkatnya keatas meja. Mungkin terlalu sulit bagi Kyuhyun merunduk untuk menyimbangi tinggi badan Hiu hwi yang kelewat pendek. Gadis itu membatu! Sama seperti pertama kali Kyu menciumnya di Apartment itu. Tak ada yang berubah, Kyu benar-benar lembut mengibaskan setiap gerak lidahnya pada gadis itu.
Sampai seketika, terdengar derap langkah beberapa orang yang sepertinya semakin mendekat keruangan ini. Bukan hanya derap langkah yang kuat, tetapi juga teriakan dan tawa yang juga mulai terdengar.
“Hyung! Aku lelah sekali, setelah ini kita langsung makan besar, ne?”
“Tentu! Tentu!”
Hiu hwi sentak membuka matanya mendengar percakapan-percakapan itu. Jelas sekali, derap langkah mereka mengarah pada ruangan ini.
“K-kkyu—Hummpphmm—” Hiu hwi berusaha untuk melepaskan diri dan berbicara pada Kyuhyun untuk menghentikan pertautan mereka ini. Namun sayang, Kyuhyun malah kembali menutup aksesnya berbicara seraya kembali mengangkat tubuh Hiu hwi kedalam gendongannya.
“Huhhh...,” Kyu melepaskan ciumannya sejenak, membuat keduanya saling bertatapan seketika. Derap langkah orang-orang itu semakin dekat bahkan mungkin sebentar lagi akan—
CKLEK!
Pintu ruangan ganti itu terbuka seketika. KOSONG! Hanya hembusan angin dan barang-barang yang berserakan yang terlihat ditempat ini.
“Bukankah tadi Kyuhyun lebih dulu masuk kesini dari kita? Kemana dia?” tanya salah seorang pemuda itu membuat yang lainnya mengedikkan bahu. Para namja-namja tampan ini tampak mulai mencari tempat yang nyaman, dan membuka pakaian mereka untuk berganti pakaian.
Hiu hwi meneguk air liurnya seketika! Ia dan Kyuhyun belum sepenuhnya keluar dari ruangan ini. Mereka bersembunyi dibalik dinding untuk beranjak mengambil jalan keluar melalui pintu yang terdapat dibelakang.
“Apa yang kau lihat, eh?” bisik Kyuhyun seraya menutup kedua mata Hiu hwi dengan raut kesal. Yeoja itu merunduk, menyembunyikan raut merahnya dihadapan namja ini. Padahal, kapan lagi melihat tubuh-tubuh namja berotot itu secara eksklusif seperti ini? Kyuhyun benar-benar mengacaukan pemandangan Hiu hwi dan malah menarik paksa tubuh gadis itu untuk bergeser perlahan-lahan menembus pintu belakang ini tanpa suara.
Berhasil! Bukan Kyuhyun namannya, jika tak bisa dengan mudah keluar dari keadaan tegang seperti ini.
“Huhh..., untunglah. Bisa mati aku jika sampai tadi kita ketahuan!” Ucap Hiu hwi masih dengan volume rendah saat mereka telah sampai diluar ruangan itu, bersender disebuah dinding yang tak cukup jauh dari pintu belakang ruangan ganti ini. Hiu hwi menghela nafas panjangnya, ia seakan berusaha untuk tidak terlalu perduli dengan tubuh Kyuhyun yang masih berada dihadapannya dengan jarak dekat. Bukan hanya itu saja, kini kedua mata Kyu seakan kompak menghunus tajam padanya. Entah kenapa, namja ini seolah hobi sekali menatap Hiu hwi dengan raut seperti ini.
“Memangnya kenapa jika ketahuan?” Kyu mendadak bersuara dengan nada menggoda. Tangan kanan namja itu terangkat dan menyentuh dagu runcing Hiu hwi agar menatapnya. Hiu hwi melongos, ia lebih memilih memindahkan bola hitam matanya itu kesamping.
“Tatap mataku,”
“Aku tidak mau!”
“Benarkah?” Kyuhyun menekankan pertanyaannya itu, membuat Hiu hwi gelagapan dibuatnya.
“Kau sudah pandai berciuman sekarang,” Kyuhyun berucap itu tanpa ragu. Tersenyum kecil hingga jarak mereka kini kembali bersentuhan.
“Kyu..., aku—”
“Kau sendiri yang telah memulainya. Kau pikir bisa melupakanku dengan mudah, eh? Jatuh cinta pada namja lain? Cah, jangan berpikir kau bisa melakukan itu dengan baik.”
“Nde?”
CUP!
Kyuhyun menekan bibir Hiu hwi lagi melalui indera perasanya itu. Kali ini sedikit berbeda, sepertinya Kyuhyun tengah mengajari Hiu hwi kembali dengan pose dan rasa lain dari sensasi seperti ini. Entahlah....
“Errr...,” Hiu hwi mengerang saat kini Kyuhyun mulai berani melakukan tindakan gigitan pada kedua daun bibirnya itu. Tidak! Hiu hwi tak mau mempelajari ini lebih dalam lagi. Apalagi, tangan namja itu secara tiba-tiba menarik ujung kaosnya untuk—
“Kkkkyu...,” sergah Hiu hwi seraya menahan tangan Kyu yang berada diujung kaosnya. Hiu hwi sentak melepaskan pertautan bibir mereka, membuat kini keduanya saling bertatapan.
“BODOH!” Desis Kyuhyun seketika, membuat Hiu hwi menaikan kedua alisnya tak mengerti.
“Kau pikir aku mau apa? Bajumu basah karna air botol tadi itu, cepat gantilah. Kau bisa sakit jika terus memakai ini,” ucap Kyuhyun seraya menampakkan baju kaos Hiu hwi yang memang lembab, Bahkan gadis itu tak menyadari bajunya basah.
“N-nde.”
“Ini—pakailah.” Kyuhyun sontak membuka kaos yang ia kenakan sekarang dan melemparnya kearah Hiu hwi. Gadis itu melongo, menatapi tubuh Kyu yang hanya mengenakan singlet berwarna putih dan itu—Yak! Sexi sekali.
Kyuhyun sentak mundur dan berniat untuk berbalik kearah kanan dan memasuki ruangan ganti kembali melalui pintu belakang. Hiu hwi masih diam ditempatnya, ia bingung harus melakukan apa.
“Gomawo.” Ucap Hiu hwi seketika yang sentak saja membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya memasuki pintu ruangan itu. Namja itu hanya berpaling kearah samping dan kembali melanjutkan langkahnya.
“Idiot.” Hanya kata itulah yang tertangkap ditelinga Hiu hwi sebelum pintu belakang itu tertutup. Hiu hwi nampak tersenyum, goresan malunya saat ini benar-benar terlihat. Bibirnya bergetar, seolah mengingatkannya tentang berapa banyak mereka bertukar saliva hari ini. Gadis itu kemudian berlari, berniat untuk segera meninggalkan tempat ini dan mengganti pakaiannya dengan kaos milik seorang Cho Kyuhyun. Tanpa sadar, ada sepasang mata yang sejak tadi melihat adegan itu diatas pohon.
“Dasar anak muda zaman sekarang!” Ucap namja yang kini kembali membaringkan tubuhnya diranting besar pohon itu. YESUNG! Entah bagaimana, Hiu hwi dan Kyuhyun tak menyadari, jika ada orang lain di Taman belakang ruang ganti ini.
“Hombalahom ... balahom....” Yesung tampak mengumpati mantra-mantranya sebelum ia memajamkan mata untuk kembali tertidur.
=TBC=

Tidak ada komentar:
Posting Komentar