Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 8

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 8


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 8 
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
                                        Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight


“Na do Saranghae.” Gumam Kyu yang hanya dapat didengar oleh batin dan jiwanya itu. Kembali wajahnya seolah membentuk seulas senyuman yang indah, sudah lama ia tak merasakan kebahagiaan seperti ini. Sampai sekatika—terdengar deringan suara ponselnya yang berbunyi nyaring diatas sebuah lemari Es, Kyu sedikit mengernyit saat ia menatap nomor yang sangat tak asing lagi baginya itu. Nomor itu bukanlah nomor kartu biasa, nomor itu hanya diperuntukkan untuk orang-orang tertentu atau khusus dan Kyuhyun sangat tau siapa-siapa saja yang menggunakan nomor semacam ini. Nomor yang berasal dari Dai Nippon Teikoku.
“Moshi-Moshi, Ōji.” Ucap salah seseorang disebrang sana dengan nada yang begitu hormat, Kyu sentak menggigit bibir bawahnya sekilas. Sejujurnya ia sangat tak suka akan panggilan itu untuknya.



-          “Aku hanya ingin hidup dengan sederhana. Lahir, menikah, dan mati disisimu.” –

_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 8 Begin’s story_



Kyuhyun masih saja terus termangu menatapi layar ponselnya itu, sesekali terdengar ia menghela nafasnya dalam dan nampak berpikir akan sesuatu hal. Batinnya sudah sejak tadi mengumpat-umpat kecil meredam kekesalannya sendiri, tak ada cara lain untuk menenangkan pikirannya selain berbaring dan memejamkan mata walau untuk sesaat saja. Panggilan telpon beberapa menit lalu itu benar-benar sangat mengubah moodnya sekarang ini.
“Oppa,” Panggilan kecil itu kontan saja membuat Kyu membuka matanya dan memandang kearah seseorang yang saat ini tengah berdiri tegak tak jauh dari tempat tidurnya itu.
“Apa kau tak punya pakaian lain heh? Baju ini besar sekali Oppa.” Ucap Hiu hwi seraya menunjukan lengan tangannya yang tertimbun pada baju kemeja putih itu. Kyuhyun diam! Matanya kian melebar memperhatikan setiap detail tubuh yeoja yang berdiri manis memakai kemejanya yang kebesaran itu.
“Hahaha! Bukan bajunya yang kebesaran tapi tubuhmu yang terlalu kecil dan pendek.” Ejek Kyu membuat Hiu hwi memajukan bibirnya beberapa senti kedepan. Sebenarnya Kyu cukup terkesiap memandangi tubuh Hiu hwi yang kini hanya memakai sehelai kemeja putihnya yang tipis, apalagi rambut panjang yeoja itu tergerai indah yang semakin membuatnya tampak terlihat sexi dan begitu menggemaskan dimata Kyu.
“Apa aku ganti yang—“
“Tidak perlu, seperti ini saja sudah cukup membuatku gila.” Sela Kyu seraya menarik tubuh Hiu hwi keatas tempat tidur dan memeluknya erat dari arah belakang. Dagu runcing Kyu tampak menopang perlahan dibahu kanan Hiu hwi; mencium aroma khas yeoja itu yang kini mulai menggelitik indra penciumannya.
“Hummm… oppa, boleh aku bertanya satu hal?”
“Kau berkata itu lagi, apa tidak bosan huh? Jika ingin bertanya, katakan saja.”
“Nde? Ehm…. Apa kita sedang berpacaran?” Tanya Hiu hwi polos, tampak keraguan yang terpancar diwajah cantiknya.
“Menurutmu?”
“Molla. Aku bahkan tak pernah menganggapmu teman, sahabat, apalagi Oppaku. Lalu, apa sebutannya hubungan kita ini?”
“Hummm.... bagaimana kalau Soulmate!”
Soulmate? Hahaha... kau ada-ada saja Oppa. Lalu, apa kau mencintaiku heh?”
“Molla.”
“YA!”
“Mwo? Hahaha~  Apapun nama hubungan kita saat ini, yang jelas kau itu adalah milikku sekarang. Jadi, kau tidak boleh menatap dan menemui namja lain kecuali aku. Apa kau mengerti huh? Terutama namja yang bernama Park Yoochun.”
“Memangnya kenapa?”
“Karna aku tidak suka dengannya!”
“Wae? Kenapa Oppa seolah sangat membenci Yoochun Oppa? Apa mungkin karna kenyataannya Yoochun Oppa itu lebih tampan darimu heh?” Kikik Hiu hwi mendongak menatap Kyu yang kini tengah bertampang kesal.
“Siapa yang mengatakan jika dia lebih tampan dariku huh?! Kau tau, walau dia memang terlihat manis tapi tingkah lakunya itu menyebalkan. Mana mungkin ia tega menjadikanmu hanya sebatas pelarian seperti itu.”
“Yoochun Oppa tidak seperti it—“
“YA! Terus... terus saja membela namja itu didepanku. Jika perlu kau terus menyebut namanya dan menceritakan betapa baiknya seorang ‘Park Yoochun’ itu dimatamu.” Geram Kyu seraya melepaskan rangkulannya pada Hiu hwi.
“Oppa... apa kau sedang cemburu heh?” Kyuhyun tak menjawab, ditolehkannya wajah kesalnya itu kearah samping; seolah memberi isyarat jika ia sedang marah.
“Ash... mianhae! Walau Yoochun Oppa memang lebih segala-galanya dibandingmu Oppa, tapi aku rasa kau jauh lebih menarik perhatianku dari pada sosoknya sekarang. Kau mempunyai sebuah kharisma yang hebat dimataku,” Hiu hwi berbalik menghadap Kyu dan berusaha untuk melunakan kekesalan Kyu dengan senyuman mautnya. Namun, Kyu tetap tak bergeming!
“Oppa,” Rengek Hiu hwi seraya menolehkan dagu Kyu agar wajah namja itu kembali menatapnya. Tak ada cara lain agar Kyu tak marah berlarut padanya selain dengan kecupan singkat pada bibir namja itu.
“Jangan marah lagi, kau kekanak-kanakan sekali.” Ucap Hiu hwi membuat Kyu sentak tersenyum kearahnya.
“Ini adalah perjanjian kita, jangan pernah menemui namja lain lagi tanpa seizinku. Ara?”
“Arayo, kau juga Oppa.”
“Tentu saja bodoh! Aku berjanji atas hidupku sendiri untuk selalu menjagamu agar tetap berada disisiku.”
“Jeongmal?”
“Hummm....” Kyu mendekatkan wajahnya kearah Hiu hwi sampai batas hidung mereka bersentuhan, hingga kini nafas mereka beradu dalam jarak dekat.
“Kenapa tadi kau melakukannya hanya sebentar huh? Kau ingin membuatku gila?” Kyu berbisik pelan seraya mengelus puncak kepala Hiu hwi dengan lembut. Hingga seketika—

“#CUP!”

Kyu mencium bibir yeoja itu dengan perlahan seolah dengan ritme yang menyejukkan, ia ingin sangat menikmati moment ini sedetik demi sedetik tanpa ada yang terlewat. Kyuhyun sedikit tersenyum tatkala Hiu hwi mulai meresponnya, membuat permainkan mereka semakin menjadi.
“Saranghae Oppa.” Ucap Hiu hwi disela aktivitas bibir mereka saat ini, Kyuhyun mengangguk petanda ia juga memiliki perasaan yang sama untuk dikatakannya pada yeoja itu. Tampak beberapa menit mereka melakukan tautan dalam seperti ini. Kyuhyun juga mulai berani menggerakkan tangannya menyentuh tubuh Hiu hwi, membuat yeoja itu sentak menjambak rambutnya perlahan.
“Sepertinya kau mulai beranjak dewasa Oppa.” Ejek Hiu hwi seraya menghentikan aktivitas tangan Kyu yang kini hampir menyelinap dalam pakaiannya.
“Hahaha! Tidurlah, kau pasti lelah hari ini.” Ucap Kyu sentak menghentikan ciuman mereka dan memandang tajam kearah Hiu hwi. Yeoja itu mengangguk dan mulai merubah posisinya untuk nyaman terlelap, ditariknya selimut putih itu sampai batas leher.
“Kau mau aku nyanyikan satu lagu heh?”
“Ne.” Hiu hwi tersenyum seraya membalikkan tubuhnya membelakangi Kyu, agar namja itu dapat memeluk punggungnya.
“Geurae, dengarkan ini baik-baik. Ehem,” Kyu menarik nafasnya sejenak dan mulai membuka mulutnya perlahan seraya memeluk tubuh yeoja itu yang memunggunginya.


“Yeongwonhi idaero jamdeulgil baraedo yeojeonhi geunyeoro ggaeeonado
dasineun ggumguji angireul baraedo oneuldo geunyeoro naneun jami deultende


ije heuryeojil mando hande geunyeoneun jeomjeom jiteogayo
eoje ggumeseocheoreom oneul naege wayo ijeneun honja jamdeulji ange.”
[Super Junior – In My Dream lyrics]

Kyuhyun sentak terdiam saat mengakhiri lagu itu, pikirannya kembali menerawang tak tentu arah. Kesesakkan itu—kini mulai menelusup lagi dijiwanya. Kyu tampak tak ingin melepaskan dekapannya pada Hiu hwi, seolah-olah besok ia tak yakin lagi akan dapat melakukan ini.
“Hiu hwi-ya... apa kau masih mendengarku?” Tak ada jawaban dari Hiu hwi, tampak ia telah terlelap bersama mimpi manisnya saat ini.
“Entah apa aku ingin kau mendengar perkataanku ini atau tidak, tapi yang jelas aku—aku sangat mencintaimu. Dulu, aku pikir jika aku mungkin tak bisa lagi untuk mencintai orang lain. Aku seolah dituntut untuk tidak jatuh cinta, tapi aku melanggar takdirku sendiri. Dengan mudahnya, kau berhasil menarik perhatianku sejak pertama kali aku menatapmu,” Kyuhyun menghela nafasnya sejenak seraya merekatkan kembali dekapannya pada Hiu hwi.
“Kau tau... aku pernah sempat ingin memilikimu sepenuhnya, bahkan tadi aku kembali berpikir untuk melakukannya agar kau menjadi milikku seutuhnya sekarang. Hiu hwi-ya... aku tak ingin menjauh darimu, aku takut itu akan terjadi suatu hari nanti! Untuk itulah, aku ingin darah dan dagingku mengalir dalam tubuhmu, aku ingin menanam benih padamu. Itulah... satu-satunya cara agar kita tetap bersama kelak tapi—“ Kyuhyun sentak menitikan air matanya perlahan, tetesan itu tampak menetes dipunggung Hiu hwi yang kini terlelap dalam damai.
“Tapi aku tak bisa merusak masa depanmu, aku tak bisa menghancurkan impianmu hanya karna aku ingin memilikimu. Mianhae Hiu hwi-ya... jeongmal mianhae,” Ucap Kyu seraya mengecup pundak kanan Hiu hwi yang membelakanginya itu.
“Mimpilah yang indah, aku akan selalu disampingmu apapun yang akan terjadi nanti.” Lanjut Kyu seraya ikut memejamkan matanya perlahan. Kedua orang ini mulai perlahan-lahan tertidur dalam pelukan hangat yang mereka ciptakan sendiri. Tak perduli, apa yang akan terjadi esok dan esok lagi.



-          “Aku memang memerlukan uang, aku memang memerlukan makanan, aku juga memang memerlukan rumah, tapi aku lebih sangat ‘membutuhkan’ senyummu disisiku.” –


Tampak sinar mentari itu mulai menyibak tirai untuk menyusupkan setitik cahayanya kebumi, memberikan kehangatan dan kesejukkan yang perlahan-lahan dapat dinikmati oleh setiap Makhluk yang ada.
“Hemmm....” Terdengar Hiu hwi menggeliat pelan tatkala cahaya mentari itu mulai memaksa masuk keruangan ini melalui cela-cela yang ada. Tubuhnya masih tergolek dalam dekapan seseorang saat ini, membuatnya sedikit sulit bergerak bebas.
“Selamat pagi Ikan Hiu.” Sambut Kyu seraya mengecup pipi Hiu hwi sekilas. Memang~ Sejak tadi namja ini telah lebih dulu bangun dari Hiu hwi; bertujuan untuk memandangi wajah cantik yeoja itu dalam diamnya.
“Ohk... pagi Oppa.“ Sahut Hiu hwi seraya membuka mulutnya lebar.
“Ckckckck~ Kau ini—apa masih mengantuk heh? Cepat cuci muka dan makan sarapannya.”
“Nde? Oppa memasak sarapan untukku? Ash... bukankah Oppa sedang sakit heh? Harusnya aku yang membuatkanmu sarapan!”
“Jika harus menunggumu bangun. Aku bisa mati kelaparan, lagipula kau pasti akan memasak bubur makanan sapi itu lagi.”
“Makanan sapi? YA! Berarti masakanmu ini apa huh?” Hiu hwi menatapi beberapa mangkok dihadapannya itu dengan tatapan prihatin.
“Itu SUP!” Sahut Kyu terkekeh.
“Sup apanya jika ada bau kunyit disini. Aighoo....”
“Oh, jadi itu kunyit!”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun... kau benar-benar ingin membuat sakitmu tambah parah dengan makanan seperti ini heh? Kenapa tadi kau tak membangunkanku saja!”
“Aku sudah tidak sakit lagi!”
“Mwo? Jeongmal?” Hiu hwi sentak menempelkan punggung tangannya di dahi Kyu.
“Kau masih sedikit demam Oppa, sebaiknya minum obat lagi.”
“Ah... sudahlah, pokoknya aku sudah sembuh! Obat? Aku mau yang itu—“ Kyu tersenyum seraya mendekatkan wajahnya pada yeoja itu dengan tatapan jahil.
“YA! Apa yang akan kau lakukan heh?”
“Minum obat!” Kekeh Kyu seraya menunjuk bibir mungil yeoja itu, kontan saja hal itu membuat Hiu hwi menjitaknya pelan.
“Kau jangan macam-macam lagi.”
“Apa aku belum katakan ini padamu? Jika sebenarnya obatku itu adalah kau! Kau ingat saat pertama kali kita bertemu, saat itu aku sangat terpuruk hingga aku nekat melakukan percobaan bunuh diri, tapi entah mengapa saat kau menciumku, aku jadi merasakan hidup didunia lain, dimana aku bisa melupakan semua masalahku dan niatku untuk mengakhiri hidup. Satu kecupanmu membuatku sadar betapa hidup ini sangat berarti dan indah pabbo!”
“Sejak kapan kau seromantis ini heh?”
“Sejak aku sering membaca Google.”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun... kau benar-benar menyebalkan! Tapi—sejak kapan Oppa menyukaiku?”
“Memang aku pernah bilang menyukaimu heh?”
“YA!”
“Bodoh!” Desah Kyu tersenyum seraya mengalungkan kedua tangannya dipinggang Hiu hwi seperti tadi malam.
“Kata cinta itu tak perlu ku ucapkan! Aku tidak bisa mengatakan hal semacam itu. Ah... akan terdengar menjijikan."
"Apanya yang menjijikan Oppa? Ish... apa jangan-jangan Oppa tak pernah mengatakan kata  'Saranghaeyo' pada yeoja heh?"
“Pernah.”
“Nde? Jeongmal? Siapa yeoja itu? Ash... beruntung sekali dia!”
Dia itu kau bodoh! Aku baru mengatakannya tadi malam, walau kau memang tak mendengarnya.” Gumam batin Kyu tersenyum tipis.
“Nugu? Apa dia pacar pertamamu heh?”
“Dia—“ Belum sempat Kyu hendak menjawab, deringan ponsel Hiu hwi pun telah lebih dulu berbunyi nyaring. Nampak bepuluh-puluh SMS dan panggilan tidak terjawab terlihat dari layar ponsel mungilnya itu.
“Huh? Changmin Oppa, Otthe?” Ucap Hiu hwi panik.  Ia sangat tau betul jika pasti Changmin akan mengamuk dan marah besar saat sadar tadi malam dirinya tak pulang kerumah.
“Angkat saja dan katakan jika kau akan segera pulang nanti.” Usul Kyu santai
“Nde?” Hiu hwi mengangguk-angguk ragu dan menekan tombol hijau itu sedikit gemetar.
“Yeo—yeoboseyo Oppa.” Jawab Hiu hwi hati-hati. Ia sudah bersiap-siap menjauhkan sedikit ponselnya itu saat nanti Changmin berteriak.
"YA! SHIM HIU HWI...! Dimana kau sekarang huh? Kenapa kau tak membalas dan mengangkat telpon Oppa? Tadi malam kau tidur dimana? Kenapa tidak pulang kerumah huh? YA! Cepat pulang Shim Yuu hwi!" Bentak Changmin dengan nada Tone suaranya yang diatas rata-rata urat manusia itu. Hiu hwi mendesah panjang, tampak Kyuhyun terkikik pelan mendengarnya. Walau tak memakai Loud Speaker sedikitpun, suara Changmin tetap menembus keras seakan-akan ia tengah berbicara menggunakan Microphone.
“Arasseo Oppa! Aku akan jelaskan saat aku pulang nanti, Oppa tidak perlu kuatir. Aku akan segera pulang secepatnya.”
“Tap—“ Suara teriakan Changmin terhenti saat kini Hiu hwi telah mematika flip ponselnya dengan cepat, akan lebih berbahaya lagi jika namja jangkung itu menasehatinya melalui telpon.
“Kyuhyun Oppa Otthe? Bagaimana ini? Aku takut.” Ucap Hiu hwi seraya menatap Kyu dengan tatapan nanar dan panik.
"Tenang saja, aku akan melindungimu. Sekarang kau bersiaplah, aku akan mengantarmu pulang."
“Oppa serius? Jika nanti—“
“Oppa mu itu sepertinya cengeng, jadi tak perlu kuatir.” Sahut Kyu terkikik pelan.

===


@Rumah Susun, Seoul –South Korea-


Terlihat jelas kerutan kemarahan diwajah namja tampan ini sejak tadi, giginya terdengar gemerutuk menahan emosi yang kini kian meluap kepermukaannya. Sudah semalaman ia seperti itu; mondar-mandir didepan pintu rumah susunnya tanpa berniat hanya untuk meneguk segelas air putih saja. Ia bahkan tak tidur semalaman hanya untuk mencari adik perempuannya yang tak kunjung pulang sampai sekarang itu.
“Changmin Oppa.” Sentak saja Changmin menoleh kearah sumber suara yang memantaunya barusan. Mata indahnya itu seketika memicing menatap seorang gadis tengah berdiri tak jauh darinya dengan tertunduk gemetar.
"YA! Kemana saja kau tadi malam huh? Hiu hwi-ya... kau itu seorang yeoja, tak sepantasnya kau melakukan hal seperti ini tanpa pemberitahuan sebelumnya.”
“Mianhae Oppa.“
“Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu huh? Kau ingin aku dicincang Appa karna tak becus menjagamu? Dan tad—“ Omelan Changmin pun terhenti tatkala ia menatap sosok seorang namja kini muncul diambang pintu, tubuh namja itu sedikit menyandar ditiang penyanggah.
“KAU—“ Pekik Changmin tertahan
"Annyeong Changmin-shi. Sudah lama tak bertemu denganmu, apa kabar?” Kyu Nampak tersenyum kilat sejenak.
“Kau—kenapa kau bisa bersama adikku huh?”
“Kau tak perlu berteriak seperti itu dihadapan Hiu hwi, dia tak salah apa-apa. Akulah yang se—“

“#BUK!”

Belum sempat Kyu hendak meneruskan penjelasannya, sebuah pukulan tajam pun mendarat lebih dulu disudut bibir kirinya saat ini. Hiu hwi sentak menganga! Sepertinya Changmin tak main-main lagi sekarang.
“Changmin Oppa jang—“
“DIAM KAU! Untuk kali ini, aku tak akan mengalah lagi! Namja ini benar-benar sudah kelewatan dan tak tau diri sama sekali.”
“Oppa... jangan pukul dia lagi! Kyuhyun Oppa saat ini sedang sakit.” Isak Hiu hwi seraya berlari dan memeluk Kyuhyun dengan erat.
“Aku tidak perduli! Aku bahkan tidak perduli jika nanti aku akan masuk penjara setelah memukulnya, aku tidak perduli! Apa yang telah kau lakukan dengan namja ini huh? Kau benar-benar membuat Oppa sangat kecewa Hiu hwi! Untuk kali ini—Oppa tidak akan membiarkannya, kau menyingkirlah dari namja itu.”
“ANDWE Oppa! Kenapa Oppa seolah sangat tidak suka dengan Kyuhyun Oppa? Apa dia punya salah padamu sebelumnya? Jika tidak—lalu kenapa? Aku sudah besar Oppa, aku bukan adikmu yang selalu kecil dan selalu kau atur.”
“Hiu hwi!” Geram Changmin saat mendengar lontaran dari bibir adik semata wayangnya itu.
“Aku lelah! Aku bisa mencari kebahagiaanku sendiri, aku juga punya hak untuk mencintai dan dicintai Oppa.”
“MENYINGKIRLAH dari namja itu sekarang!” Tarik Changmin keras. Kyu hanya terpaku mendengar pertengkaran kedua saudara ini tepat didepan matanya! Tau diri? Kyuhyun seolah menyadari satu hal akan lontaran Changmin untuknya itu. Apakah mungkin Changmin memang tau siapa ia sebenarnya?
"Shirreo! Aku tidak akan membiarkan Oppa melukainya lagi." Tantang Hiu hwi terisak membuat Kyu sentak menatapnya tajam. Ia belum pernah dibela seseorang habis-habisan seperti ini, bahkan Hiu hwi yang sangat patuh pada Oppanya itu kini berani melawan karnanya.
“MASUK! MASUK sekarang juga. Jika tidak—aku akan memukulnya didepan matamu!” Bentak Changmin seraya menarik paksa Hiu hwi dari Kyuhyun, sebenarnya Changmin pun tak tega dengan adiknya itu, namun apa daya jika ini juga demi kepentingan Hiu hwi. Kyuhyun tak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Hiu hwi diseret Changmin untuk masuk, tubuhnya bergetar saat melepas Hiu hwi. Ketakutan itu kini kian menghinggapinya, apalagi saat ini beberapa orang berjas hitam tengah menggerubunginya seraya membungkuk untuk mengantarnya pulang. Kyuhyun mendesah panjang, ia benar-benar tak bisa meninggalkan yeoja itu menangis seperti ini.

“#BLAM!”

Pintu rumah susun itu pun tertutup seketika, membuat hembusan angin menerpa tubuh Hiu hwi yang kini telah terpental dilantai rumah.
“Ada hubungan apa kau dengan namja itu huh?” Bentak Changmin tak terkendali lagi, baru kali ini ia terlihat mengerikan sekali dengan kedua mata yang sejak tadi melotot.
“Aku—aku mencintainya Oppa, apa aku salah?”
“YA, KAU SALAH! Kenapa kau bisa menyukai namja seperti itu? Hiu hwi... kau bilang jika kau bukanlah anak kecil lagi, tapi kenapa—kenapa kau terus saja melakukan kesalahan huh?”
“Apa salahku Oppa? Aku hanya mencintainya! Memangnya apa yang salah?”
“KAU—kau tidak tau siapa dia sebenarnya Hiu hwi, dia berbeda dengan kita! Seluruh hidupnya bahkan sejak dia lahir sudah ditentukan dan ditetapkan, bahkan masa depan dan calon istrinya kelak. Kau akan terluka pada akhirnya. Jangan berhubungan lagi dengannya atau kita menyusul Eomma dan Appa ke New York sekarang juga.” Ancam Changmin geram! Terpaksa ia harus mengatakan kalimat menyakitkan itu pada Hiu hwi.
“Oppa... apa makasudmu?”
“Dia berbeda Hiu hwi. Cinta itu bukan hanya perasaan antara 2 hati saja, tapi nantinya itu juga perpaduan antara 2 keluarga. Cinta itu juga harus mengenal lebih dulu siapa kau dan siapa orang yang kau cintai sebelum pada akhirnya kau menyesal.” Changmin mulai melunak, dicengkramnya lembut kedua bahu Hiu hwi yang bergetar dihadapannya.
“Oppa, apa kau tau sesuatu? Apa kau juga mengenal Kyuhyun Oppa sebelumnya huh?”
“Kau terlalu bodoh untuk menyadari sesuatu hal Hiu hwi. Siapa yang tak mengenal namja itu? Kau ini benar-benar bodoh!”
“Mwo? Katakan dengan jelas Oppa?!”
“Dia seorang Ōji, Hiu hwi.”
Ōji? Itu apa Oppa?”
“Kau benar-benar bodoh!” Changmin sentak memeluk Hiu hwi dan menenggelamkan kepala yeoja itu ke dalam dada bidangnya. Sejenak, Changmin menghela nafas panjangnya.
Ōji adalah bahasa Jepang yang berarti Pangeran. Seseorang yang akan mewarisi sebuah tahta dimasa depan.”
“Mwo?”
“Apa kau pernah mendengar nama Naruhito? Akihito? Atau mungkin Hisahito?” tanya Changmin serius membuat Hiu hwi mati kutu dibuatnya. Siapa mereka? Bukan hanya tak tau, tapi Hiu hwi juga tak berniat ingin tau sebelumnya.
“Humm… mereka adalah orang yang paling penting di Jepang, bahkan mungkin untuk dunia. Akihito adalah seorang Kaisar Jepang ke-125, yang bertahta sejak tahun 1989, menggantikan ayahnya kaisar Hirohito yang meninggal dunia akibat penyakit kanker usus dua belas jari (Duodenum) yang dideritanya. Kaisar Akihito mempunyai seorang putra Makhota bernama Kōtaishi Naruhito Shinnō atau Naruhito. Sebenarnya putra Mahkota Naruhito mempunyai seorang anak laki-laki yang telah diramalkan akan menjadi penerus Kaisar Akihito nantinya, pangeran itu bernama Hisahito, nama ‘Hisahito’ sendiri bermakna ‘Tenang dan Saleh’. Lambang pribadinya (mon) adalah pohon Koyamaki.” Hiu hwi tampak tertegun mendengar penjelasan panjang lebar dari Changmin kali ini, dahinya mulai berkerut dalam waktu yang cukup lama; menandakan jika dirinya sama sekali tak mengerti apa yang baru saja Changmin bicarakan ini.
“Jadi?” Ucap Hiu hwi singkat seolah meminta agar Oppa nya itu tak terlalu berbelit-belit dalam menjelaskan pokok permasalahannya. Toh~ masa bodoh dengan sejarah yang terjadi di Jepang atau dimanapun, ia bukan ingin belajar sejarah dunia tapi ia ingin tau apa hubungan semuanya itu dengan Kyuhyun?
“Hiu hwi-ya... apa kau tau, jika Hisahito itu adalah nama Jepang dari Cho Kyuhyun.”
“MWO?” Hiu hwi sentak terbelalak kaget saat mendengar lontaran itu dari bibir tipis Changmin, tubuhnya mulai bergetar tak karuan.  Walau tadi ia tak betul-betul mendengar penjelasan Changmin yang pertama, tapi Hiu hwi seolah mulai mengerti dimana arah pembicaraan ini selanjutnya. Tidak mungkin—tidak mungkin jika Kyuhyun itu adalah—
“Nde, Cho Kyuhyun adalah Hisahito, seorang cucu dari Kaisar Akihito dan anak dari putra Mahkota Naruhito. Dialah satu-satunya penerus tunggal Kaisar Akihito nantinya, seorang calon Kaisar Jepang yang akan menduduki singgah sana Kekaisaran Jepang.
“Mwo? Ani… Oppa itu tidak mungkin—Kyuhyun Oppa tidak mungkin—“
“Untuk itulah sejak awal aku melarangmu berhubungan dengannya, dia berbeda Hiu hwi! Aku takut kau malah mencintai orang yang bahkan pada akhirnya kau sadari jika ia tak mungkin jadi milikmu. Kehidupan seorang kaisar itu sangat jauh berbeda dengan manusia biasa pada umumnya, setiap apa yang ia lakukan mendapat perhatian dunia, setiap apa yang ia perbuat dan terjadi atas dirinya tercatat dalam sejarah! Ia bukan orang biasa, kehidupannya sudah ditakdirkan dan telah direncanakan bahkan sebelum ia lahir kedunia ini,” Hiu hwi sentak menjatuhkan air matanya mendengar itu, ia sadar betul jika perbedaan itu sudah jelas terpampang didepan matanya, sebuah jurang yang tak mungkin dapat ia jalani suatu saat nanti.
“Lupakan dia—lupakan calon Kaisar itu, kita hidup bukan dalam dunia dongeng yang semua orang bisa bermimpi menjadi seorang pandamping sang Pangeran.“
“ANDWE! Kau sedang berbohong padaku kan Oppa? Kau berbohong dan merangkai semua ini agar aku menjauhi Kyuhyun Oppa, benarkan? Mana mungkin dia seorang calon Kaisar Jepang—itu tidak akan mungkin.” Hiu hwi mundur beberapa langkah menjauhi Changmin dengan isakan tangisnya yang mulai terdengar, ini benar-benar terdengar seperti lelucon ditelinganya.
“Hiu hwi!”
“Shirreo! Aku tidak akan percaya padamu Oppa, kau berbohong!” Hiu hwi sentak menepis tangan Changmin yang ingin memeluknya. Tampak yeoja itu menatap Changmin nanar seolah kesal pada ulah Oppa nya itu. Entah karna apa ia kesal! Yang pasti sekarang adalah… ia harus mencari tau semua kebenaran ini.
“Hiu hwi kau mau kemana heh?” Cegat Changmin tatkala yeoja itu hendak beranjak keluar rumah.
“Aku tidak mungkin berdiam diri seperti ini, aku harus memastikan semuanya Oppa. Aku akan buktikan jika semua omonganmu itu tidak benar!” Sahut Hiu hwi dingin seraya berlari keluar dari rumah susunnya. Changmin nampak tertegun mendengar sahutan dari adiknya itu, untuk kali ini saja ia akan membiarkan Hiu hwi mencari tau semuanya sendiri, agar yeoja itu sadar dan mengerti akan keadaan yang telah terjadi ini.
“Maafkan Oppa, Hiu hwi.” Gumam Changmin nampak tertunduk sedih. Sebenarnya dari awal ia sudah tau siapa Kyuhyun sebenarnya, bahkan ia mempelajari tentang namja itu beserta keluarga besarnya di Sekolah. Changmin awalnya bahkan tak menyangka jika seorang Kaisar Jepang pernah tinggal dirumah susunnya yang sederhana itu bersama adiknya, jika saja ia ceritakan tentang Kyuhyun kepada Guru dan teman-temannya di Sekolah mungkin mereka akan menertawakan Changmin. Benar~ Itu seolah sangat tidak mungkin.

Di satu sisi, tampak Hiu hwi tengah berlari menembus apapun didepannya, sesekali ia tampak terjatuh karna terlalu cepat menuruni anak tangga rumah susun ini. Entahlah… diotaknya sekarang hanyalah ‘MIU’. Benar, hanya yeoja itulah yang dapat menjelaskan siapa Kyuhyun sebenarnya. Tak perduli, jika pada akhirnya nanti ia memang harus melupakan namja cinta pertamanya itu.
“Shim Hiu hwi!” Hiu hwi sentak saja menghentikan lariannya dan menoleh kearah belakang tatkala ia mendengar namanya disebut seseorang. Tampak seorang gadis manis dengan balutan Sweater abu-abu tersenyum kearahnya. Hiu hwi tertegun menatap gadis berdarah Jepang itu dengan seksama.
“Miu-shi.”
“Hummm… apa kau sedang mencariku heh?” Miu lagi-lagi tersenyum ramah seraya memperlihatkan Glamour yang ia miliki saat ini. Hiu hwi sentak menoleh kebelakang Miu, tepatnya kearah banyak mobil-mobil terparkir disana. Entah mengapa tempat parkiran rumah susun itu kini seolah tengah menjadi tempat pawai mobil-mobil mewah dengan harga yang sangat mahal.
“Mereka semua dari Dai Nippon Teikoku.” Ucap Miu seketika menghentakan ketakjuban Hiu hwi akan pemandangan dihadapannya itu.
“Mwo? Miu-shi… boleh aku bertanya suatu hal padamu?” Ujar Hiu hwi memicing
“Tentu, bahkan kau memang harus bertanya padaku.”
“Humm… siapa kau sebenarnya?”
“Mwo?” Miu sentak menghentikan senyumannya dan memandang kearah Hiu hwi dengan tatapan getir.
“Sebenarnya—“


-TBC-


-Preview To The Next Chap-

“Mianhae Oppa… jeongmal mianhae Kyuhyun Oppa. Eunghhh….” Hiu hwi bergumam seraya terisak perih, tubuhnya merosot ke penyanggah dinding itu. Sakit! Dadanya seolah sangat perih setelah melontarkan kata-kata yang tak diinginkannya pada Kyuhyun. Tampak ia juga merasa bersalah dengan Yoochun, Hiu hwi tak tau mengapa semuanya menjadi seperti ini.

===

Sepertinya sebentar lagi END deh....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar