“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. ENDING!!
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
Lagi-lagi Kyu mengecup bibir mungil yeoja itu dan memainkannya mesra. Hanya Hiu hwi lah yang mampu membuatnya ingin seperti ini! Hanya Hiu hwi lah yang mampu membuatnya melakukan dan berkata yang aneh seperti sekarang. Baginya Hiu hwi lah yang terpenting!
“Bodoh! Kenapa kau belum juga tinggi, aku jadi sulit!” Kyu terkikik pelan seraya mengangkat tubuh yeoja itu untuk berada dalam gendongannya dan kembali menciumnya seperti tadi.
- “Jika kau tak bisa keluarkan ia dari pikiranmu,
mungkin memang ia seharusnya berada di sana.
Karna…
Pikiranmu tahu apa yang hatimu ingkari. –“
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Last Part Begin’s story_
Suara angin teraba deru dengan gemuruh yang menggema pelan, layaknya musim yang melambai pergi dan menjauh dari rerumputan ilalang dunia. Tampak juga matahari itu seolah hanya timbul-tenggalam, menawarkan secarik sinar cahayanya yang merambat kelam perlahan.
“Huft….” Terdengar desahan panjang dari bibir getir yeoja berperawakan darah Jepang ini, sesekali ia terlihat menerawang akan sekumpulan orang yang saat ini tengah panik mencari sesuatu yang sama sekali seolah menghilang tanpa jejak itu.
“Ehem,” Yeoja yang bernama Miu itupun sentak menoleh ke belakang. Untuk beberapa detik Miu sedikit berkerut dahi menatap namja asing yang kini tengah berdiri tak jauh dari hadapannya itu.
“Kau Miu ne?”
“Ya, kau siapa? Apa kau mengenalku?”
“Aku Shim Changmin, Oppa Hiu hwi.” Sahut Changmin seraya membungkuk sejenak seolah memberi sebuah salam hormat. Namja ini tau betul siapa Miu dan apa hubungannya dengan Kyu.
“Oppa Hiu hwi? Benarkah?”
“Ne. Ah, itu tidak terlalu penting. Humm… apa Hiu hwi dan Kyuhyun sudah ketemu?”
“Mwo?”
“Bukankah kau menyuruh adikku untuk mencari Kyu heh? Aku benar-benar tak habis pikir mengapa kau melakukannya, bukankah Kyu itu suamimu? Seharusnya kau tak perlu bantuan orang lain untuk mencarinya. Sudah beberapa hari ini Hiu hwi berusaha untuk melupakan Kyu, tapi sekarang semua itu seolah-olah sia-sia.”
“Karna aku tidak tau lagi harus meminta tolong pada siapa selain adikmu. Lagipula belum ten—“
“Hiu hwi pasti sudah menemukan Kyu sekarang.” Sela Changmin cepat, nada bicaranya benar-benar terkesan serius.
“Mwo?”
“Hiu hwi sangat tau bagaimana Kyuhyun, bahkan ternyata ia lebih mengenalnya dari pada kau. Aku yakin saat ini mereka tengah berdua disuatu tempat. Apa kau tak merasa cemburu heh? Tak seharusnya kita berdiam diri seperti ini dan mengharapkan jajaran orang-orangmu itu untuk mencari mereka. Aku tak ingin adikku lebih tersakiti lagi nantinya, kau harus segara membawa Kyu pulang ke Jepang.”
“Aku tau! Tapi aku sendiri tak tau bagaimana caranya.”
“Ayo, kita cari mereka. Bisa saja, mereka melakukan sesuatu yang tak kita inginkan? Semuanya akan semakin rumit jika itu terjadi.”
“Aku tau maksudmu Shim Changmin-shi. Ayo!” Miu sentak mengenakan topi coklatnya dan menarik tangan Changmin cepat pergi dari tempat itu.
@Sungai Han River, Seoul –South Korea-
Langit tampak mulai menggelap diatas sana, reruntuhan dedauan kecil itu pun semakin berjatuhan silih berganti dengan hembusan angin yang tajam. Tampak Kyu semakin mengeratkan dekapannya pada tubuh Hiu hwi bermaksud agar tubuh mereka sama-sama tak kedinginan, karna memang mereka hanya mempunyai satu selimut sekarang. Sebuah tenda kecil tampak juga terbentuk di area belakang mereka.
“Humm… Hiu hwi, apa kau kedinginan heh?” Kyu sentak berbisik pelan ditelingan Hiu hwi seraya menatapi pemandangan air sungai yang terbentang indah dihadapan mereka saat ini.
“Aniya,” Sahut Hiu hwi tersenyum, menikmati kecupan singkat Kyu dipipi kanannya.
“Oppa, aku benar-benar tidak menyangka kita malah berada disini. Akan aku pastikan jika sekarang semua orang tengah mencari kita.”
“Aku tau, tapi aku sama sekali tak perduli itu sekarang.”
“Bagaimana dengan Miu? Bukankah kalian mempunyai hubungan yang tak biasa heh?”
“Lalu, untuk apa kau kemarin datang ke rumahku? Kenapa kau tidak masuk saja huh?”
“Mwo?”
“Kau meninggalkan payungmu ditempatku. Waeyo?”
“Aku hanya tidak ingin saja menganggu—“
“Kau melihat semuanya?”
“Tidak, aku tidak kuat melihatnya. Maafkan aku, seharusnya aku tidak boleh bersikap seperti itu padamu dan Miu. Bukankah bagaimana pun juga kalian adalah Suami-istri walau itu hanya menurut hukum kekaisaran, tapi wajar saja jika kalian me—“
“Aku tidak mau!”
“Mwo?”
“Sekalipun dia istri sah ku atau bukan, aku tetap tidak mau.”
“Bukankah kau mencintainya Oppa?” Hiu hwi merunduk, terdengar nadanya bergetar ketika mengucapkan itu.
“Jika aku mencintainya, lalu untuk apa aku bersamamu disini heh?” Kyu sentak melepaskan dekapannya itu dan memutar tubuh Hiu hwi agar menghadapnya.
“Kau yeoja terbodoh yang pernah aku temui, kau bahkan sekarang malah bersamaku disini. Apa kau benar-benar mencintaiku Hiu hwi?”
“Molla, tapi aku hanya ingin terus bersamamu Oppa. Tak perduli apa yang akan terjadi dan siapa orang yang aku cintai itu.”
“Kau benar-benar ingin bersamaku hem?”
“Menurutmu Oppa?” Hiu hwi mendongak dengan linangan air menetes dikedua kelopak matanya. Mata mereka beradu tajam dengan jarak dekat dan dengan hembusan nafas yang terlihat.
“Jika memang seperti itu, setidaknya harus ada benihku didalam perutmu ini,” Kyu sentak mengelus perut Hiu hwi dan mencium bibir yeoja itu dengan lembut sekilas.
“Putra Mahkota kecil kelak, harus berasal dari rahim Hiu hwi. Aku tidak ingin yang lain.” Ucap Kyu seraya mengelus pinggiran wajah Hiu hwi dengan kelopak matanya yang telah basah. Sekali saja ia berkedip, mungkin air mata itu akan jatuh dengan cepat.
“Oppa, saranghae.” Kyu tersenyum kecil mendengar isakan kecil yeoja itu.
“Kenapa setiap bersamaku kau selalu menangis huh? Pabbo!” Kyu memukul kepala yeoja itu pelan dan menariknya agar semakin dekat dengannya saat ini.
“#CUP!”
Kyu kontan mencium bibir mungil yeoja itu, namun kali ini lebih lama dan dalam. Ia tak perduli lagi tenang kekaisaran itu, tidak perduli lagi nasib Ayah bahkan Kakeknya yang notabane adalah Kaisar Jepang itu. Baginya saat ini adalah Hiu hwi, ia tak ingin hal lain dan harta apapun lagi.
“Hiu hwi-ya….” Ucap Kyu singkat disela permainan bibir mereka. Hiu hwi mengencangkan pegangannya dibaju Kyu saat namja itu kini menuntunnya masuk kedalam tenda dan berbaring. Entah apa yang akan mereka lakukan! Yang pasti gejolak itu kian membuncah di dada Kyu.
“Hem?” Kyu menghentikan ciuman mereka seketika, seolah memberi jeda agar ia dapat meminta izin terlebih dahulu pada Hiu hwi.
“Aku mencintaimu Oppa, aku mungkin sudah gila dan mungkin akan dianggap bodoh, hina atau semacamnya oleh semua orang, tapi jika memang hanya ini—hanya ini yang bisa membuatmu dapat terus bersamaku aku—“ Hiu hwi terisak pelan dengan gemetaran tubuhnya yang hebat. Kyu dapat merasakan kekalutan yeoja yang berada tepat dibawahnya itu sekarang. Tanpa sadar ia pun menangis, ia tak menyangka jika Hiu hwi bahkan rela melepaskan semuanya demi seorang dirinya.
“Hiu hwi….”
“Hemm…..” Hiu hwi mengangguk dengan tangisannya yang benar-benar terdengar perih. Ia sadar betul apa yang akan ia dapatkan jika menempuh jalan ini, resiko apa yang ia akan jalani jika malam ini benar-benar terjadi. Tak hanya Changmin yang akan kecewa besar padanya, tapi juga orang tua dan semua orang yang mengenalnya.
Kyu menggengam tangan Hiu hwi dengan erat, keduanya sama-sama menangis saat ini. Tangan Kyu sentak terangkat keatas untuk menghapus bulir air mata Hiu hwi yang kelopaknya telah mengatup rapat. Kyu tersenyum singkat dan kembali mencium bibir yeoja itu perlahan. Dapat ia rasa jika saat ini Hiu hwi tengah mengalungkan kedua tangannya keleher jenjangnya itu dengan erat; berusaha mencari kekuatan bersama.
“Malam ini, kau akan menjadi milikku Hiu hwi.” Gumam Kyu seraya melanjutkan aktivitasnya menciumi yeoja itu. Perlahan-lahan nafsu itu pun mulai mencuat kepermukaan, bahkan Kyu seolah tak dapat lagi mengontrol dirinya untuk memberhentikan ini. Sungguh! Ia sangat menginginkan ini sejak lama, namun seketika—
“Tidak… tidak bisa Hiu hwi-ya,” Kyu sentak melepaskan tautan mereka dan memandang yeoja dihadapannya itu dengan tajam.
“Aku tidak bisa melakukannya… aku tidak bisa!”
“Oppa….”
“Aku tidak bisa merusak kehidupanmu! Tidak Hiu hwi… aku memang sangat ingin melakukan ini, tapi aku tak ingin seperti ini. Kita tidak bisa melakukannya sebelum kita menikah, bagaimana dengan hujatan yang akan kau terima nantinya. Tidak… aku tak akan membiarkan siapapun meremehkanmu! Kau sangat berharga, untuk itulah aku tidak bisa.”
“Oppa….” Hiu hwi sentak kembali menangis mendengar penuturan Kyuhyun kali ini, ia benar-benar merasa dunia ini sangat amat kejam pada mereka.
“Maafkan aku Hiu hwi, aku hampir melakukan sebuah kecerobohan padamu. Aku yakin kita akan bisa bersama walau bukan dengan jalan seperti ini. Aku berjanji, aku tak meninggalkanmu.” Kyuhyun sentak memeluk Hiu hwi dengan erat. Tangis mereka pecah! Tubuh Hiu hwi bergetar hebat dalam dekapan Kyu, seulas senyum itu pun tiba-tiba terpancar dalam wajah Hiu hwi saat ini.
“Gomawo Oppa… Gomawo Kyuhyun Oppa.” Gumam batin Hiu hwi seraya menenggelamkan kepalanya tepat didada bidang Kyu. Awan gelap itu mulai dihiasi sinaran bintang-bintang yang indah, memberi candu pada siapapun yang melihatnya. Yah… Cinta sejati memang tak pernah saling ingin menodai dan tak memikirkan masa depan, cinta sejati juga bukan hanya sebatas candu dan nafsu, tapi cinta sejati mampu mengalahkan itu semua dan meleburnya menjadi sesuatu yang sangat berarti! Itulah cinta sejati yang sesungguhnya.
Disatu sisi tampak kedua orang yang berbeda ini tengah duduk gontai disebuah kedai minuman. Semenjak setengah hari yang lalu mereka tak jua menemukan apa yang mereka cari, kini hanya minuman berakohol lah yang menjadi sasarn terakhirnya.
“Harusnya… aku tak pernah mengizinkannya pergi ke Negara ini! Istri macam apa aku ini huh? Disaat suaminya bersama yeoja lain, ia hanya bisa diam dan pasrah menunggu seperti ini. Aku—“
“Sudahlah Miu, kau sudah terlalu banyak minum. Hentikan!” Cegat Changmin cepat seraya mengambil cangkir kecil yang hendak kembali yeoja itu teguk.
“WAE? Kenapa dia pergi disaat aku sadar jika aku mencintainya? Bisakah waktu berulang kembali Changmin-shi? Bisakah?”
“Kau ini—“
“Bagaimana jika mereka melakukan sesuatu yang—yang bisa merusak semuanya? Bukankah mereka saling mencintai ne? Bisa saja Kyu—“
“TIDAK! Adikku bukanlah gadis seperti itu, aku sangat tau sekali Hiu hwi ku bagaimana.”
“Hahaha! Kau tau cinta itu seperti apa heh? Dia bisa mengubah warna putih menjadi warna hitam, ia bahkan bisa mengubah rasa indah menjadi sakit. Cinta dapat melakukan itu semua! Yah~ Dia dapat melakukan itu semua.”
“Tapi—“ Changmin mulai mengerang panik! Miu memang benar, Kyu dan Hiu hwi masih sangat muda dan emosi mereka tak dapat terkontrol dengan mudah dan cepat. Bagaimana jika itu benar? Changmin akan merasa menjadi seoarang Kakak yang amat sangat gagal nantinya.
“Awas saja jika namja itu memang berani menyentuh adikku sedikitpun! Aku tak akan mengampuninya.” Gumam Changmin seraya mengambil botol alkohol dihadapannya lalu menegaknya dengan satu kali nafas membuat Miu tercengang bukan main.
===
- “Kau pergi… maka kau juga akan membawa separuh jiwaku lenyap,
Kau pergi… maka kau juga akan membawa oksigen yang kuhirup hilang,
Dan jika kau memang pergi… maka aku juga akan pergi…
Pergi dari dunia ini. - “
“YA! Bangunlah… sarapannya bisa dingin!” Kyu sentak menarik kedua kaki Hiu hwi agar keluar tenda dan terhunus sinar mentari pagi, tampak yeoja itu menggeliat pelan dengan kesal.
“OPPA!”
“WAE? Cepat bangun jika tidak aku—aku akan menggendongmu lalu kita mandi sama-sama di sungai itu.”
“Ash….!” Dengus Hiu hwi seraya bergelinjang gusar dan memaksakan tubuhnya untuk terduduk disebuah tikar. Kyu terkekeh pelan menatap tingkah kekanak-kanakan yeoja itu, dan entah mengapa itu malah membuatnya gemas.
“#CUP!”
Namja itu sentak menjambak rambut Hiu hwi agar mendekat kearahnya dan mencium bibir yeoja itu sekilas.
“Morning Kiss!” Bisik Kyu pelan seraya tersenyum ‘Sesuatu’ membuat Hiu hwi memukul kepala namja itu dengan cukup keras.
“YA! Kenapa kau memukulku huh?”
“Senyummu itu—senyummu itu mengingatkanku pada setan laknat Oppa.”
“MWO?! Apa tadi? Se-setan apa?”
“SETAN LAKNAT! Apa kau tuli?” Hiu hwi sentak berteriak dan maju beberapa senti sejajar dengan makanan yang telah Kyu buatkan untuknya.
“Ini bukan air cucian kan?” Hiu hwi terkekeh pelan mendapati ekspresi kesal Kyu yang sejak tadi ia perlihatkan.
“Kau pikir aku masak sepertimu huh? Setidaknya Pangeran sepertiku, masih mengetahui bagaimana cara memasak yang baik dan benar itu.”
“Hahaha! Baguslah, jika kelak kita menikah aku tak perlu repot-repot memasak.”
“#DEG!”
Jantung Kyu sentak saja berdetak cepat saat telingannya mendegar kata ‘Menikah’ terucap dari bibir yeoja itu. Tampak perhatiannya kini penuh tertuju pada Hiu hwi.
“Wah… Oppa, ini enak sekali!” Hiu hwi tersenyum senang seraya kembali menyantap sup buatan Kyu, tadi pagi Kyu memang sempat berbelanja untuk sarapan mereka pagi ini. Ia tak ingin, Hiu hwi kelaparan sebentar pun saat bersamanya.
“Hiu hwi….”
“Hemm?”
“Apa kau bahagia?”
“Tentu.”
“Apa kau tak pernah enyesal mengenalku?” Hiu hwi snetak menghentikan santapannya dan memandang kearah Kyu dan tersenyum.
“Pernah, saat kau meninggalkanku.” Balas Hiu hwi seraya mengacak puncak rambut Kyu layaknya anak kecil.
“Hiu hwi….”
“Hemmm?”
“Ada yang ingin kau tanyakan padaku?”
“Humm… Apa Oppa, apa kita sedang bersembunyi heh?”
“Mwo?”
“Sampai kapan kita akan seperti ini?”
“ Tenang saja, aku berjanji akan menyelesaikan ini semua secepatnya.”
“Benarkah? Lalu, bagaimana dengan keluargamu di Jepang? Bagaimana dengan Miu? Bagaimana dengan Kekaisaran itu?”
“Aku—“
“Kau pasti belum bisa menjawabnya Oppa. Boleh aku meminta suatu hal padamu?”
“Tidak per—“
“Kembalilah ke Jepang.”
“Hiu hwi!”
“Aku—aku akan menunggumu disini. Kita tidak bisa hidup bersembunyi terus-menerus seperti ini Oppa, kau mempunyai tanggung jawab yang besar di Jepang, kau satu-satunya harta terpenting mereka saat ini. Bukankah setidaknya kau harus sedikit bertanggung jawab menyelesaikan itu semua hem?”
“Tidak!”
“Kau mengorbankan begitu banyak orang-orang yang menunggumu hanya untuk bersama orang biasa sepertiku. Apakah itu tidak terlalu berlebihan heh?”
“Kenapa kau mengatakan hal semacam ini padaku huh?”
“Kelakuanmu tadi malam membuatku sadar jika kau memang pantas menjadi seorang pemimpin, kau tak hanya memikirkan dirimu sendiri tapi juga orang lain. Oppa, aku percaya padamu! Kau akan kembali padaku.”
“Hiu hwi….”
“Seberapa pun halangan itu memisahkan kita, tapi jika kau memang takdirku yang di utus Tuhan, pasti kau akan kembali padaku. Aku percaya itu!”
“Pabbo!” Kyu sentak memeluk tubuh Hiu hwi yang sejak tadi mati-matian menahan air mata keikhlasannya. Kyu tau betul jika bukan ini yang diinginkan gadis itu.
“Jika memang itu maumu, aku akan melakukannya.”
“Nde?”
“Tapi—aku bersumpah atas diriku sendiri Hiu hwi,” Ucap Kyu seraya mengangkat tangan kanannya seolah mengabang tepat diatas kepala Hiu hwi. Sorot matanya menatap tajam bilik mata yeoja itu dengan sebuah keseriusan.
“Aku bersumpah! Jika aku tak akan pernah mau memberikan penerusku, jika ia kelak bukan lahir dari rahimmu! Aku bersumpah itu dan langit diatas sana menjadi saksiku.”
“Oppa….” Hiu hwi sentak menitikkan air matanya dan memeluk tubuh Kyu dengan erat.
“Aku akan menjemputmu Hiu hwi, nanti aku akan menjemputmu! Tunggu aku.” Kyu membalas pelukan Hiu hwi dengan dan tak kalah erat, seolah ini menjadi dekapan terakhirnya.
“Aku percaya padamu! Kita hadapi semua ini sekarang Oppa, kita harus kembali.” Sahut Hiu hwi pelan, bahkan nyaris tak terdengar. Sejujurnya, jauh dari dalam lubuk hatinya itu Hiu hwi tak pernah ingin Kyu pergi. Ia takut—ia takut jika suatu saat nanti Kyu akan pergi dan tak pernah kembali padanya. Bagaimana pun juga, sejarah tak mungkin mencatat kisah percintaan mereka seperti ini. Tapi Hiu hwi juga tak ingin lebih banyak lagi mengecewakan Changmin yang dari dulu selalu berusaha memberikan yang terbaik untuknya, bahkan Changmin merelakan masa mudanya hanya untuk mengurusnya sejak kecil. Cinta itu memang terkadang egois, bahkan ketika takdir memaksa mereka untuk terpisah…. Cinta akan berusaha untuk saling memilki bahkan sampai kematian sekalipun. Kyu sadar… jika ia memang masih mempunyai sebuah tanggungan yang tak bisa ia abaikan begitu saja, setidaknya ia harus pulang dan menghadapi semuanya.
===
- “Bahkan sampai hari ini—aku masih mengingat jelas wajah dan tatapanmu padaku!
Bisakah kau pergi tanpa aku harus mati?”
@3 Bulan kemudian_
Tampak seorang namja kini turun dari sebuah Helikopter mewah, saat kendaraan udara itu berhenti tepat disebuah lapangan yang cukup besar. Terlihat beberapa ilalang dan rerumputan terbang oleh syahdu angin dan melayang semampai disana.
“Hiu hwi… aku kembali untuk menjemputmu!” Gumam Kyu seraya tersenyum dan membuka kaca mata hitamnya seraya berlari kencang menuju rumah susun yang dulu pernah ia tinggali bersama seorang yeoja. Semenjak kejadian di Sungai itu mereka memang kembali ke tempatnya masing-masing. Ciuman singkat itu pun seakan menjadi saksi dan membekas erat di bibir Kyu sampai sekarang, saat dimana terakhir kali ia melihat wajah Hiu hwi 3 bulan yang lalu.
“Kau pasti senang karna aku telah menyelesaikan semuanya. Tuhan memang mentakdirkan kita yeoja pabbo!” Kyu lagi-lagi tersenyu seraya terus berlari dengan semangat yang kuat.
Disatu sisi, tampak seorang yeoja tengah mendorong kasar koper yang sejak tadi ia pegang dengan kuat. Tubuhnya bergetar menahan sesuatu yang memaksa keluar dari kelopak matanya.
“Hiu hwi! Pesawatnya sudah akan lepas landas, kau mau apa lagi huh?” Pekik Changmin ‘Pelan’ membuat seisi bandara ini sentak menatapnya. Hiu hwi menghela nafas dan untuk yang terakhir kalinya ia menengok kearah belakang, berharap ia akan menemukan seseorang akan mecegahnya pergi. Namun sayang, tak ada apapun yang ia dengar disana kecuali lengkingan Changmin yang sejak tadi membuatnya malu setengah mati.
“Kajja!” Tarik Changmin cepat seraya menuju pesawat yang akan membawa mereka pergi ke New York. Memang beberapa hari yang lalu Changmin lulus Sekolah dan berencana melanjutkan Sekolahnya di Negara tempat Orang tua mereka itu, Hiu hwi yang baru naik ke kelas 3 itu pun terpaksa harus ikut pindah bersama Changmin.
“Oppa—“
“Hemm? Wae? Jangan katakan padaku, jika kau tak ingin ikut dan akan menunggu ‘Pangeran’ bodohmu itu huh!”
“Tapi aku—“
“Bukankah kau sudah dengar beritanya? Dia sudah hidup tenang, jadi untuk apa lagi kau merisaukannya heh? Tak baik menunggu suami orang lain.”
“YA! OPPA!”
“Wae? Bukankah aku benar? Sebentar lagi, ia akan menikah dengan Miu. Sudahlah, kita juga tak selamanya tinggal di New York! Jangan berlebihan seperti ini.” Hiu hwi hanya mampu menghela nafas dan mengangguk singkat. Sungguh, perkataan Changmin hampir membuatnya ingin menangis. Yeoja ini benar-benar tak tau jika saat ini Kyuhyun tengah pulang ke Korea untuk menjemputnya, ia mendapatkan sebuah kunci untuk menyelesaikan masalah kekaisaran dan juga soal Miu.
“Hiu hwi…. Hiu hwi-ya….” Kyu kontan saja menggedor pintu salah satu rumah susun itu dengan tak sabaran, tangan kanannya tampak memegang sebuah kotak kecil berisi cincin.
“HIU HWI! YA… SHIM HIU HWI.” Kyu tampak mulai berteriak-teriak tak jelas, membuat beberapa penghuni lainnya cukup merasa terganggu.
“#CEKLEK!”
Kyu tampak terkejut saat seketika pintu itu pun terbuka, terlihatlah segerombolan pemuda tampan bertelanjang dada tengah berdiri gusar dihadapannya.
“YA! Kau ingin merusak pintu rumah kami huh? Kau siapa?” Ucap salah satu pemuda itu dengan tampang yang sedikit mengerikan, jika dihitung ada 4 pemuda yang kini terpaku menatapnya.
“Harusnya aku yang bertanya, siapa kau? Kenapa kau bisa berada di rumah kekasihku?”
“Mwo? Hahaha! Kau tidak tau siapa kami? Aku Eunhyuk, ini Junsu, itu Donghae dan yang ujung itu Jang Geun Seuk. Kami masih ada lagi teman di belakang yang—“
“Aku tidak perduli! Yang aku tanyakan adalah…. Dimana Hiu hwi?”
“Hiu hwi? Nugu? Ah… maksudmu yeoja yang dulu tinggal disini? Kau pacarnya? Sayang sekali, dia sudah pergi dan pindah ke luar negri.”
“MWO?!”
“Oh ya, dia juga menitipkan surat ini untukmu.” Kyu tampak memucat saat menerima sepucuk surat dari tangan namja yang bernama Eunhyuk itu! Sungguh, ia merasakan jantungnya berdetak cepat saat ini.
“Tidak mungkin dia—“ Kyu langsung membuka isi surat itu dengan tak sabaran dan melangkah kea rah pembatas lantai 5 rumah susun itu, tepatnya menghadap langit.
“Kyuhyun Oppa… Maafkan aku. Sungguh! Aku mencintaimu, bahkan mungkin sampai aku mati nanti.”
Hanya sepenggal itulah kalimat yang tertera di kertas putih surat itu. Tangan Kyu mulai bergetar, air matanya pun tampak mulai berlinang di sudut matanya. Sudah hampir 5 kali ia mengulang kalimat itu, tetap tak ada perubahan, bahkan ia ingin ini semuanya hanyalah sebuah mimpi.
“Aniya…. Hiu hwi-ya… ANIYA! Kau tidak boleh pergi, kembali… kembali padaku!” Kyu mulai meracau dengan isakan tangisnya yang pecah membuat beberapa orang disekitarnya itu pun tampak bingung.
“ANDWE! Aku datang menjemputmu…. Kenapa kau malah pergi huh? Kau berjanji untuk menungguku. Hiu hwi!” Kotak kecil yang sejak tadi ia pegang erat kini terjatuh kelantai. Entah ada apa… hingga tubuh Kyu ulai perlahan-lahan kehilangan kontrolnya, ia seolah ketakutan dan tampak berbeda.
“HIU HWI!” Kyu sentak berlari ke pembatas rumah susun itu saat ia melihat sebuah pesawat melintas di udara seketika. Ia tampak sangat tak sadar akan keadaan dan kondisinya saat ini, hingga Kyu berusaha naik ke pembatas itu seolah hendak menyusul gerakan pesawat itu.
“AHJUSSHI, apa yang kau lakukan? JANGAN!” Eunhyuk sentak berlari dengan yang lain dan menahan tubuh Kyu agar turun dari pembatas itu, jika tidak mungkin Kyu akan jatuh dan dipastikan tak akan selamat.
“LEPASKAN AKU! Hiu hwi… Hiu hwi ku berada disana, aku harus menyusulnya… dia—dia mengatakan menungguku tapi—“
“Tenanglah Ahjusshi, tenang.” Donghae sentak menghela nafasnya seolah meminta Kyu untuk mengikutinya. Namun Kyu seolah tak melihat alam sekitarnya lagi sekarang! Ia hanya ingin Hiu hwi.
“Kau pernah mengatakan jika kau akan menungguku Hiu hwi. Tapi kenapa—kenapa? Apa kau ingin aku yang menunggumu disini huh? Lalu, apa kau akan kembali? Kenapa kau eninggalkanku, disaat aku sudah menyelesaikan semuanya?” Gumam Kyu sentak terduduk di lantai dan terisak. Ia benar-benar terlihat amat sangat rapuh!
Di tempat lain, tampak Hiu hwi yang kini berada dalam sebuah pesawat hendak berdiri dengan tubuh yang dingin. Entah mengapa sejak tadi ia merasa jika ada seseorang yang memanggilnya.
“Kau mau kemana?” Cegat Changmin saat tiba-tiba saja ia menatap Hiu hwi yang berdiri dengan wajah pucat.
“Aku—aku mau mencuci muka sebentar Oppa.” Balas Hiu hwi seraya beranjak dan pergi ketempat pencucian yang terdapat dalam pesawat itu. Ia merasakan jantungnya berdegup kencang saat ini, entah karna apa.
“Kyu—Kyuhyun Oppa.” Gumam Hiu hwi tatkala kini ia telah jauh dari Changmin. Hening! Ditatapnya lekat wajahnya dalam sebuah cermin dihadapannya, tangan kanan Hiu hwi pun mulai terangkat menyentuh dadanya yang sejak tadi berdesir hebat. Tiba-tiba saja tanpa ia sadari, air mata itu menetes cepat.
“Oppa… Oppa….” Entah mengapa semakin lama suara Hiu hwi semakin serak dan lemah. Tak ia pungkiri jika saat ini, ia sangat merindukan Kyuhyun, ia tak ingin pergi dan trus menunggu Kyu, ia ingin melihat wajah Kyu baik-baik saja, ia ingin mendengar suara Kyu menusuk telingannya. Ia ingin itu semua sekarang.
“Kyuhyun Oppa… Kyu—Kyuhyun Oppa, aku merindukanmu!” Desah Hiu hwi merosot dan terduduk disana. Ia menangis kencang sekarang! Bahkan terdengar amat sangat memilukan. Sudah sejak tadi memang~ Ia menahan itu semua.
“Kemana Hiu hwi? Kenapa ia lama sekali Apa jangan-jangan dia—“ Changmin sontak berdiri dan berniat menyusul Hiu hwi, ia tau betul bagaimana adiknya itu, tak mungkin Hiu hwi pergi tanpa tangisan dan isakan kecilnya untuk Kyuhyun.
“Hiu h—“ Belum sempat Changmin hendak memanggil nama yeoja itu lagi, tampak Hiu hwi telah keluar dengan sekelebat senyumnya ke arah Changmin.
“Oppa. Kenapa ikut kemari? Apa Oppa mau cuci muka juga?”
“Ani—aku… aku hanya ingin—sudahlah, ayo kita kembali duduk.”
“Ne.” Hiu hwi tersenyum manis seraya merangkul lengan Changmin dengan erat. Walau yeoja itu tersenyum seperti ini, Changmin bahkan semua orang akan sangat tau jika yeoja itu habis menangis hebat; terbukti dari kedua atanya yang sangat membengkak.
“Aku akan menjagamu Hiu hwi, sampai kapanpun. Bahkan jika memang hanya Kyuhyunlah yang bisa membuatmu bahagia, akan aku lakukan apapun nantinya.” Gumam Changmin seraya tersenyum dan mengusap pelan puncak rambut Hiu hwi.
-The End-
“Kyuhyun Oppa… aku akan kembali dan menemuimu. Bukankah kita berdua percaya pada takdir? Aku mencintaimu Oppa. Terima kasih atas semuanya!” Gumam Hiu hwi seraya menghela nafasnya dalam.
===
*Siap2 di demo!* Yang mau SEQUEL, liat Likersnya ya.. Untuk kali ini, Silent Readers harap jangan CENGO aja abis baca... wkwkwkwk~ Klu emank banyak yang like, Min Jea lanjutin dah... >,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar