Rabu, 01 Oktober 2014

“ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private] part 2

Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                  : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Romance
This Story Original From @Jjea_.



***



‘Kadang kamu menyakiti dirimu sendiri lebih daripada siapapun yang mungkin bisa menyakitimu, karena kamu tak jujur terhadap perasaanmu...



_“ ITS OVER!”_



                   Mentari itu datangnya tak pernah malam hari, ia seolah memang sengaja membiarkan sang rembulan menggantikan wujudnya untuk berada diatas sana. Mereka tak pernah lelah... lelah untuk sekedar tertidur dan menutup diri dari dunia ini. Terkadang terlalu indah, menatapi bagaimana proses matahari terbit setiap pagi.



* When it all began, This Crazy! *



                   Gempulan asap dicarik air ini tampak menggumpal sayu, menyisihkan lembaran dingin disudut-sudut ruangan yang dominan bercat putih ini. Tampak, seorang yeoja tengah mengeratkan sweater tipis yang ia kenakan sekarang. Sesekali, ia meniup-niup kecil genangan teh hangat ditangkupan kedua tangannya itu. Tak ada yang berubah, sudah hampir semenit yang lalu ia hanya melamun dengan desahan panjangnya itu.
                   Hiu hwi, terlihat ia kini kembali menatapi aliran embun yang menetes diatas daun dari arah luar jendela dapur. Entahlah, mengapa hal yang membosankan itu menjadi dapat sedikit menyenangkan untuk pagi ini.
                   “Aish... tubuhku...” ucap seseorang seketika seraya menepuk-nepuk pelan beberapa bagian tubuhnya. Hiu hwi sentak menoleh, menatapi sang suami kini tengah merajuk kesal tak karuan.
                   “YA! Ini semua salahmu, Cho Hiu hwi.” Kyu sentak mendengus kesal seraya menghampiri Hiu hwi dengan kaos putih oblong milknya.
                   “Mwo? Salahku?”
                   “Kenapa tadi malam kau harus tidur di gudang itu? Lihat tubuhku—banyak sekali bekas gigitan nyamuk. Kau tau huh? Aku ini seorang artis, aku harus menjaga semua kondisi kulitku ini!” Hiu hwi tampak terdiam tak percaya dengan apa yang ia dengar ini.
                   “Salahku? Bukankah kau yang semalam memutuskan untuk tidur disana? Aku bahkan sudah menyuruhmu pergi, tapi kau tetap kerasa kepala untuk mengacaukan hidupku.”
                   “Aku tidur disana, juga karna ulahmu. Seandainya saja kau mau menuruti perintahku untuk pindah, pasti aku juga tidak akan berniat tidur disana.” Balas Kyu tak mau kalah. Hiu hwi menghela, kenapa setiap hari paginya selalu buruk seperti ini?
                   “Baiklah, aku yang salah. Kau puas?” Hiu hwi sentak meletakkan cangkir tehnya dan hendak berlalu pergi meninggalkan Kyu. Baiklah, untuk sekarang mungkin Hiu hwi sedang tak ingin memperpanjang urusannya dengan Kyu. Percuma... namja itu pasti tak akan mau kalah sama sekali. Begitulah Kyu... mahkluk yang paling menganggap dirinya selalu benar.
                   Tampak Hiu hwi menutup keras pintu kamar mereka dan masuk kearah kamar mandi seketika. Ia tak banyak berharap akan keindahan pagi yang ingin selalu ia rasakan damai. Kenapa Kyu selalu saja menganggu dan membuatnya buruk? Yah, seperti sudah menjadi sebuah kebiasaan untuknya.
                   “Ah...” gadis itu tampak melucuti semua pakaiannya dan menghidupkan shower. Dingin! Yah setidaknya, air dingin ini cukup dapat membuat perasaannya sedikit lebih baik. Toh, bukankah mandi dipagi hari dengan air dingin cukup dapat membuat efek segar dalam tubuh?

BRAAKKK...

                   Hiu hwi kontan saja terperanjat kaget saat ia mendengar dentuman pintu kamar mandi itu tertutup seketika. Refleks, gadis itu sontak menoleh kebelakang, menampilkan secara jelas sesosok namja yang kini tengah menyeringai kearahnya. Demi apapun, namja itu tampak terlihat mengerikan.
                   “K-kkyu...” ucap Hiu hwi dengan tubuh yang sedikit bergetar. Kedua tangannya kontan saja menyilang, seolah kini ia bermaksud untuk menutupi tubuhnya dari pancaran mata Kyu saat ini.
                   “Kau ingat?” Kyu sentak mendekat dengan senyuman miring yang selalu ia andalkan. Kaki Hiu hwi bergerak mundur. Seseungguhnya, perasaannya cukup campur aduk tak menentu saat ini. Memalukan!
                   “Jika kau ingin bicara, biar setelah aku mandi dan keluar darisini saja.” Hiu hwi berusaha untuk menjangkau handuk yang memang tak jauh darinya. Namun sial, Kyu sudah lebih dulu mendekat, sedikit menubruk tubuhnya hingga terhempas kedinding kamar mandi.
                   “Kenapa? Kau malu? Bukankah kemarin aku bahkan sudah melihatnya dengan jelas. Kau lupa, jika aku suamimu, heng?”
                   “Kyu...” Hiu hwi sedikit berusaha untuk menahan dada Kyu agar tak semakin dekat dengannya. Baiklah, tak ia pungkiri jika ia tak bisa melawan Kyu dalam keadaan tertentu seperti ini.
                   “Kau cantik sekali...” bisik Kyu tepat ditelinga kiri Hiu hwi, membuat gadis itu bergidik. Hiu hwi mengumpat dalam hati, betapa tadi ia terlalu bodoh untuk lupa mengunci pintu kamar mandi ini.
                   “Lepaskan aku Kyu...” pelas Hiu hwi dengan nada bergetar. Benar, namja itu perlahan-lahan mulai mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi. Tidak bermaksud apa-apa, ia hanya menyatukan kedua hidung mereka secara dekat.
                   “Aku hanya ingin mengatakan padamu, jika jangan lupa acara kita malam ini. Berdandanlah sesuai dengan apa yang akan aku kirimkan padamu nanti, kau harus mengenakannya tanpa perlu protes. Ingat, aku akan menjemputmu tepat jam 7 malam nanti,” Kyu sentak melepaskan tangan Hiu hwi yang tadi sempat ia cengkram. Namja itu pun tersenyum ringan seraya membelai pipi Hiu hwi dengan lembut. Wajah Hiu hwi berpaling kesamping, seolah tak ingin sampai mereka saling bertatapan.
                   “Baiklah, jangan terlalu lama mandi. Kau bisa terkena Flu...”Kyu mendongakkan kepala Hiu hwi hingga sedikit mencondong keatas menghadapnya. Dikecupnya pelan bibir gadis itu, sebagai sebuah sambutan pagi yang selama ini memang Kyu terapkan. Tak terlalu lama memang, Kyu hanya takut ia tak bisa mengontrol diri lagi.
                   “Aku pergi, sampai jumpa nanti malam.” Lanjut Kyu seraya melepaskan tubuh Hiu hwi dan nampak hendak berbalik. Hiu hwi menghembuskan nafasnya yang sejak tadi ia tahan. Untunglah... untunglah Kyu kali ini melepaskannya.
                   “Ah ya... mulai sekarang, kau tak perlu menutup pintu kamar mandi ini ketika mandi. Aku sangat menyukai tontonan ini.” Kyu menjetikan satu matanya pada Hiu hwi dengan seringai nakal. Hiu hwi merunduk, ia seolah sudah mati kutu akibat perlakuan namja itu.

BRAAAKKK

                   Pintu kamar mandi itu kembali tertutup rapat. Sungguh, sekarang Hiu hwi langsung mendadak lemas. Jika terus seperti ini, mungkin ia kelak akan mati karna jantungan. Kenapa? Kenapa sikap Kyu selalu berubah-ubah tak tentu padanya. Terkadang memuakkan dan terkadang melakukan hal-hal yang sangat mengejutkan.
                   “Mungkin aku harus pergi ke psikiater...” ucap Hiu hwi menghela nafas panjang.



***



                   Tak ada lagi yang dapat Hiu hwi lakukan sepanjang hari ini, selain berkutat dengan pekerjaan rumah dan sebuah laptop yang menjadi pekerjaannya selama ini. Benar, semenjak Hiu hwi resmi menjadi istri dari Cho Kyuhyun, yeoja itu kembali bekerja di Perusahaan pakaian bermerk terbesar di Korea. Hiu hwi lah, yang memang banyak mencetuskan ide-ide Design yang cukup digemari remaja saat ini. Itulah mengapa, Hiu hwi belum bisa lepas dari Perusahaan tempat ia bekerja itu. Toh, dialah yang menjadi kunci utama Perusahaan yang dipimpin oleh pengusaha muda yang bernama Choi Minho itu.
                   “Yeobosseyo... Minho-shi? Ah, nanti aku akan mengirimkan Email-nya langsung padamu. Maaf, aku sepertinya terlalu lama mengambil cuti.” Ucap Hiu hwi ragu seraya sesekali memutar gagang telponnya.
                   “Gwanchana Hiu hwi-ya, tapi aku harap kau cepat kembali. Aku membutuhkanmu...”
                   “Nde?”
                   “Maksudku—perusahaan ini.”
                   “Ah, aku tau. Maaf atas semuanya, peluncuran musim ini jadi harus diundur karna ulahku.”
                   “Aku paham, sudahlah. Hummm... cukup jaga saja kondisimu disana.”
                   “Gomawo Minho-shi. Ah ya... aku harus melanjutkan pekerjaanku sekarang. Aku akan kembali menelponmu saat semuanya selesai.”
                   “Baik. Selamat bekerja Cho Hiu hwi, fighting!”
                   “Hahaha, baiklah.” Balas Hiu hwi seraya menutup telponnya perlahan. Hiu hwi tertegun seraya menatapi hasil gambar yang tadi ia coba gambar, sebuah baju rajutan untuk pria yang begitu ia rancang dengan modern.


Drrttttt... Drrrrtttt...


                   Tampak ponsel Hiu hwi sentak bergetar disisi kirinya, menimbulkan efek bebunyian yang sedikit mengilukan. Yeoja itu mendengus, sepertinya ia sedang tak berniat untuk diganggu.


Drrttttt... Drrrrtttt...


                   Lagi-lagi bergetar, Hiu hwi menghela. Diliriknya layar ponselnya itu yang berkedip. Cho Kyuhyun... itulah nama yang terpampang jelas dilayar ponsel-nya itu sekarang. Dengan malas, yeoja itu pun sentak menekan tombol answer. Sesungguhnya, ia sedang tak ingin mendengar suara Cho Kyuhyun saat ini. Entahlah, itu bahkan bisa memudarkan semua ide yang tadi telah ia rancang.
                   “Ohk, Wae?” tanya Hiu hwi tanpa basa basi lagi.
                   “YA! Kenapa kau lambat sekali mengangkat telponku, huh?” Nada Kyuhyun terdengar berteriak disana.
                   “Tadi aku sedang ke kamar mandi! Wae?”
                   “Hhh... apa kau sedang bersiap-siap sekarang? Kau sudah membuka kirimanku tadi siang kan?” Hiu hwi tampak melongo tatkala mendengar perkataan Kyu kali ini. Dengan sekali hentakan, yeoja itu pun berdiri. Menengok kearah jendela yang memang sudah sedikit menggelap. Bahkan, ia tak sadar sudah berjam-jam melakukan pekerjaannya itu sampai sesore ini.
                   “Huh?”
                   “Jangan katakan jika kau lupa dan sekarang kau belum bersiap-siap!”
                   “Ah, a-aaniya. Aku ini juga sedang bersiap-siap! Lagipula, kenapa aku harus ikut? Bukankah itu acaramu?”
                   “Alasan kau mengelak, apa karna Changmin?” Hiu hwi tampak terdiam sebentar.
                   “Geurae, itu karna Changmin Oppa. Aku hanya belum siap bertemu kembali dengan namja yang kusukai!” Rahang Kyu sedikit mengeras mendengar sahutan Hiu hwi ini.
                   “Sekalipun nanti kalian bertemu, jangan harap aku akan membiarkanmu menatapnya!” Ancam Kyu serius. Hiu hwi menghela, ia sudah tau benar watak Kyu yang seenaknya ini.
                   “Kau mau apa memang? Mengancam jika aku tak melakukannya, kau akan meniduriku lagi?”
                   “YA! Kau tau aku bukan? Aku tak pernah melakukan apapun secara berulang dengan hal yang sama. Tidak menarik! Bukankah aku bisa melakukannya dengan cara lain? Lebih kejam atau...”


TUTTTT


                   Hiu hwi yang sudah sangat muak dengan perkataan namja itu pun sontak saja mematikan sambungan telponya. Tak perduli, jika nanti ia akan menerima akibat dari semua ini. KESAL! Selalu itu setiap kali ia menyudahi perbincangan dengan Kyu.
                   Hiu hwi berdiri dari tempat duduknya, menghampiri sebuah kotak yang memang belum ia jamah semenjak tadi. Sejujurnya, ia sangat ragu untuk ikut bersama Kyu menghadiri acara itu. Tapi bagaimana? Toh, disatu sisi ia juga sangat ingin bertemu dengan Changmin.
                   Perlahan, Hiu hwi sontak membuka kotak berwarna ungu itu, menampilkan sebuah pakaian yang sedikit membuat gadis itu Shock!
                   “Ck! Pantas saja dia berniat sekali memilihkanku pakaian. Jadi, ini cara ia untuk mempermalukanku lagi?” Hiu hwi tersenyum miris! Kedua tangannya mulai terangkat untuk memperlihatkan sebuah gaun, ANIYA! Tapi lebih tepatnya, seperti sebuah Sweater panjang dibawah lutut berwarna coklat yang memang kedua tangan dan batas lehernya tertutup rapat. GILA! Bahkan, Kyu seolah mati-matian menutupi sekujur tubuh Hiu hwi agar tak terlihat orang lain, selain dirinya.
                   “Aku seorang Designer, apa kata orang jika aku pergi ke pesta dengan baju seperti ini? Tsk!” Hiu hwi tampak mengigit bibir bawahnya sekilas, seolah mencari ide agar ia tak terlalu tampak memalukan nantinya.
                   “Hummm... Cho Kyuhyun! Kau salah jika kau menganggapku sebagai wanita penurut. Jika kau bisa berbuat seenaknya, aku pun bisa berbuat seenakku.” Hiu hwi tampak tersenyum miring, seolah ingin mencontoh seringaian Kyuhyun itu. Baiklah, gadis itu tampak menjangkau sebuah gunting yang berada tak jauh darinya. Entah apa yang akan ia perbuat...


***


                   Dilain tempat, tampak kini Kyuhyun mondar-mandir dengan raut frustasinya sejak tadi. Sudah beberapa scene iklan yang ia sudah perankan secara sempurna. Yah, mungkin didepan kamera, ia bisa berpura-pura menjadi sosok CHO KYUHYUN yang tampan, manis, baik hati, dan begitu lembut. Tapi untuk Hiu hwi, itu tak pernah terjadi.
                   Kyuhyun tampak meresmas badan ponselnya itu dengan erat, matanya berkilat saat ia mengetahui Hiu hwi menutup sambungan telponnya tadi secara sepihak, bahkan yeoja itu tak lagi mengangkat panggilannya. Baiklah, selama ini mana ada orang yang berani melakukan tindakan semacam itu padanya.
                   “Cho Hiu hwi... akan aku habisi kau malam ini!” Seringai Kyu seraya mengambil kunci mobil dan beranjak untuk pergi dari lokasi Syuting ini. Toh, memang tugasnya sudah selesai dengan sempurna. Tanpa membuang waktu, Kyu menghidupkan gas mobilnya dan berlalu dengan kecepatan tinggi. Entahlah, ia seolah sudah tak sabar lagi ingin mempermainkan gadis itu. Apalagi, diacara inti nanti malam, ia sungguh tak sabar menatapi ekspresi Changmin disaat ia bersama Hiu hwi. Mungkin akan sangat menyenangkan bagi Kyuhyun!



Kadang Tuhan menggunakan rasa sakit tuk mengingatkanmu,
Mengoreksimu, mengarahkanmu, dan menyempurnakan hidupmu melalui seseorang...’



@Kyu_Hwi Home’s_



                   Hiu hwi sentak menoleh kearah luar, saat ia menyadari bunyi gas mobil Kyuhyun terparkir diperkarangan rumah mereka sekarang. Gadis itu tersenyum, ia sudah tak sabar menatapi wajah geram Kyuhyun saat menatapnya nanti.
                   ‘Huhhh... Cho Kyuhyun, aku ingin kau menyesal menikah dengan gadis yang tak menurut padamu sepertiku...;
                   Pintu utama sentak terbuka, terlihat Kyu tanpa melepaskan apapun dari tubuhnya, sontak masuk dan memantau sebuah nama. Cho Hiu hwi... siapa lagi jika bukan nama istrinya.
                   “YA! Apa kau sudah selesai?” Pekik Kyu seraya menatapi jam ditangan kirinya. Hiu hwi tak menyahut, sengaja membuat namja itu sedikit kesal.
                   “YA! Cho Hiu hwi... kau dimana? Cepatlah, kita sud—”
                   “Kenapa harus terburu-buru, huh?” sela Hiu hwi yang sentak saja muncul dari arah belakang punggung Kyu. Namja itu rekreks berbalik, menatapi Hiu hwi dengan—Yah, mata yang sedikit melotot.
                   “Bagaimana? Aku cantik bukan?” tanya Hiu hwi tersenyum licik seraya berpose bak seorang model majalah. Kyuhyun semakin membulatkan matanya, menatapi baju yang tadi ia beli kini seolah telah berubah bentuk.
                   “YA! Kau apakan baju itu huh?”
                   “Hanya memotongnya sedikit dibagian tangan sampai dada. Aku merasa panas, maka dari itu, aku gunting sesuai seleraku. Untuk saja saja aku seorang Designer, jadi ini tak terlalu susah.” Kyuhyun sentak memicing tajam tatkala Hiu hwi bertutur polos seperti itu. Sesungguhnya, baju yang tadi ia beli adalah baju dengan bentuk yang tertutup rapat dibagian tubuh, seolah sama seperti baju dingin. Namun sekarang, lihatlah... ditangan Yura, baju itu tampak terbuka dimana-mana. Dari menunjukan pahanya, lengan tangannya, dan bahkan bagian dada Hiu hwi yang sedikit—err—terbuka. Sepertinya, yeoja itu memang sengaja melakukannya.
                   Yah, seperti dugaan Hiu hwi sebelumnya. Kyu amat sangat terlihat geram sekarang! Ia tak akan sudi membawa Hiu hwi dengan baju yang memaparkan keindahan tubuh gadis itu kedepan publik. Cukup hanya ia yang melihatnya, tidak boleh yang lain.
                   “Cepat ganti!” Perintah Kyu geram.
                   “ganti? Ganti dengan apa? Bukankah gaun malamku juga seperti ini? Kau ingin aku terlihat semakin sexi lagi?”
                   “YA!”
                   “Waeyo? Bukankah tak ada yang salah dengan baju ini, Tuan Cho?” Kyuhyun sentak menghampiri Hiu hwi dan berhadapan dekat dengan yeoja itu.
                   “MWO? Jika kau tidak suka aku memakai ini, bukankah itu mudah? Aku tak usah ikut dan—”

CUP

                   Tubuh Hiu hwi sontak saja menegang hebat dengan bulu kuduknya yang berdiri, tatkala Kyu menciumnya! Yah, mungkin Hiu hwi tak terlalu terkejut jika Kyu menciumnya seperti biasa. Tapi ini? Baiklah, Hiu hwi merasakan jika Kyu kini tengah mengecup tulang lehernya! Apa namja ini gila? Dengan segenap kekuatan yang masih tersisa, yeoja itu dengan keras sentak mendorong tubuh Kyu.
                   “YA! APA KAU GILA?” pekik Hiu hwi bergetar. Kyu hanya menyeringai, dengan memperlihatkan wajah tanpa dosanya itu. Entahlah, mengapa namja itu malah tersenyum.
                   “Kau harus pakai syal untuk pergi. Setidaknya, untuk menutupi warna kemerahan itu.” Ucap Kyu tersenyum miring dengan raut kemenangannya. Hiu hwi sentak merunduk, menatapi bercak merah akibat ulah Kyu ditulang lehernya. Hiu hwi menghela nafas kesetanannya. Ok, dia lagi-lagi kalah dari namja bermuka musang ini!
                   ‘CHO KYUHYUN...!’



***



* When it all began, I, You, And Him! *



@Seoul, South Korea -19.45 KST-



                   Kyuhyun tampak memarkirkan mobil mewahnya dideretan kelas VVIP. Gedung tempat diadakannya pesta ini, memang sungguh terlihat anggun dan berkelas. Memancarkan warna pelangi yang senada dengan cat dinding tempat ini.
                   “Kajja...” Tarik Kyu seraya menggenggam tangan Hiu hwi dengan erat. Wajah gadis itu merunduk, mematuk ekspresi sebal sekaligus emosi pada namja ini. Yah, Hiu hwi akhirnya mau tak mau memakai sebuah syal untuk menutupi area dada dan sekitaran tangannya yang terbuka. Selalu Kyu yang menang!

                   Lantunan Instrument beethoven moonlight sonata itu tampak terdengar indah tatkala beberapa tamu melangkah untuk yang pertama kali memasuki area pesta ini. Terdengar tawa, celotehan, dan bahkan satuan gelas-gelas kecil ditempat ini. Sungguh ramai! Hiu hwi berani bertaruh, jika isi dari para tamu ini rata-rata adalah orang penting dan terkenal.
                   “Hey! Cho Kyuhyun...” sapa seseorang seketika, membuat Kyu dan Hiu hwi sentak saja menoleh.
                   “Ah, Shindong Hyung,” balas Kyu yang langsung memeluk pria subur itu dengan erat.
                   “Selamat atas pertunanganmu ini.” Lanjut Kyu tulus. Namja yang bernama Shindong itu pun mengangguk dan tersenyum.
                   “Terima kasih...” kedua namja ini sepertinya sedikit menyisihkan keberadaan Hiu hwi. Gadis itu tampak menghela, ini seperti bukan berada didunianya. Yah, sebenarnya bukan karna ia tak suka akan keramaian. Tapi, karna ia tak suka berada pada acara resmi yang dikelilingi orang penting. Sungguh, ia jadi serba salah untuk bersikap.
                   Kyuhyun sentak menoleh kearahnya, merangkul pundak gadis itu dengan lembut.
                   “Hyung, ini istriku. Cho Hiu hwi...” ucap Kyu dengan berbinar. Hiu hwi mendongak, ini kali pertama Kyu mengenalkannya pada salah satu temannya. Apa mungkin karna namja dihadapannya ini sudah memiliki tunangan? Toh, bukankah Kyu paling takut mengenalkan Hiu hwi pada teman-temannya, terutama teman artisnya. Entahlah mengapa, Kyu seolah tak ingin ada yang menatap kagum pada Hiu hwi.
                   “Wah, istrimu cantik sekali Kyu. Lebih manis dari yang kulihat di internet...” Shindong tampak maju kearah Hiu hwi dan mengusap puncak rambut gadis itu dengan gemas. Kyuhyun memicing, tampak ia juga membuat sebuah deheman, agar Shindong jangan menyentuh apapun yang berasal dari Hiu hwi. Yeoja itu menghela nafas, selalu seperti ini.
                   “Maaf, Hahahah...” tawa Shindong terdengar renyah. Baiklah, sepertinya Kyu akan melanjutkan percakapannya dengan Shindong. Hiu hwi kembali merunduk, takut kalau-kalau Changmin memang sudah berada disana. Bagaimana nanti? Bagaimana jika ia benar bertemu dengan Changmin? Bagaimana ia harus bersikap? Hiu hwi tampak terlihat frustasi akan keadaan dan kondisinya saat ini.
                   “Baiklah, bersenang-senanglah disini. Aku tinggal sebentar, Kyu.” Ucap Shindong pamit seraya menepuk lengan Kyu pelan. Kyuhyun mengangguk dan tersenyum, mengamit secangkir minuman yang kini berada tepat dihadapannya.
                   “Kau jangan tegang, santai saja.” Bisik Kyu pada Hiu hwi yang kini menatap ngeri akan senyuman namja itu.
                   “Bisakah kau bersikap biasa saja? Aku muak melihat aktingmu!” Umpat Hiu hwi gusar.
                   “Kau tak akan aku lepas setelah ini, lihatlah Cho Hiu hwi. Hari ini, kau sudah melakukan banyak kesalahan fatal.”
                   “Cih!” Tampak kedua pasangan ini saling berbisik-bisik dengan geram seperti biasa. Bahkan, disaat keramaian seperti ini pun mereka masih memikirkan untuk berdebat.
                   “Hay, Kyu...” sapa seseorang lagi secara mengejutkan. Kyu dan Hiu hwi sentak berpaling kearah sumber suara. Lee Hyuk Jae, kini namja itu tampak berjalan menghampiri mereka. Sebenarnya tak ada yang aneh, jika saja Eunhyuk tak mengamit lengan seorang yeoja yang kini tengah tersenyum sinis kearah Kyu.
                   ‘Rae In?’
                   Gumam Kyu tak percaya. Kini, tatapan Rae In dan Kyuhyun bertemu. Yeoja sexi itu hanya mampu membungkuk sejenak lalu kembali tersenyum.
                    “Annyeong Kyuhyun Oppa, apa kabarmu?” tanya Rae In berbasa-basi seraya menatap Hiu hwi dengan tatapan tak suka. Yeoja itu pun sentak berjalan mendekat, mengamit lengan Kyu sejenak. Kyuhyun tak dapat berkata apa-apa lagi saat ini, tatapannya hanya tertuju pada Eunhyuk. Seolah meminta penjelasan mengapa ia membawa Rae In ke tempat ini.
                    “Nugu?” tanya Hiu hwi seraya menatapi Rae In dengan senyuman sinis. Kyuhyun menoleh kearahnya, entah ekspresi apa itu.
                    “Ah, aku Rae In...” ucap Rae In sembari menjulurkan tangannya pada Hiu hwi. Kyu yang berada ditengah keduanya pun tampak bingung bersikap.
                    “Oh... aku Hiu hwi, istri Kyuhyun,” Hiu hwi sedikit memperjelas nada yang ia ucapkan. Rae In tampak memaksakan senyumnya. Kenapa dadanya sedikit sakit sekarang? Kyu kembali menoleh kearah Hiu hwi, namja itu sepertinya ingin menjelaskan sesuatu pada Hiu hwi.
                    “Simpananmu cantik juga, Tuan Cho.” Bisik Hiu hwi tersenyum miris, membuat Kyu melotot tak suka padanya.
                    “Kau tunggu disini, jangan kemana-mana. Aku akan cepat kembali!” Kyu seketika melepaskan genggamannya pada Hiu hwi. Menarik sedikit paksa tangan Rae In dan Hyuk Jae untuk pergi dari tempat itu.
                    Sedangkan Hiu hwi? Yah, yeoja itu hanya mematung miris menatapi tangan Kyu bergelayut manja di telapak tangan Rae In.
                    ‘Sebenarnya, kau tak perlu repot-repot menutupinya Kyu... aku bahkan tak terlalu perduli akan siapa gadis itu untukmu. Yah, seperti itu...’
                    Gumam Hiu hwi seraya menghela nafas dengan sedikit tundukan kepalanya. Yeoja itu mulai memposisikan dirinya, agar tak terjatuh kedalam lubang percintaan Kyu.
                    Kedua bola mata Hiu hwi tampak beredar pada beberapa orang yang ada disini. Sebenarnya, wajah mereka memang tak cukup asing lagi bagi Hiu hwi. Toh, sebagian orang-orang disini adalah artis-artis yang sering Hiu hwi tonton di Televisi. Sebenarnya itu cukup menarik perhatiannya, namun berubah—ketika kedua bola matanya menangkap seseok namja yang berdiri tegap semampai tak jauh darinya saat ini. Namja itu tampak tersenyum bersama rekannya, membuat jantung Hiu hwi sontak saja berdegup kencang.
                    Angin rindu itu mulai perlahan-lahan menelusup ke hatinya. Sesungguhnya, membutuhkan banyak waktu untuk Hiu hwi melupakan seseorang yang saat ini kembali mengusik pikirannya.
                    ‘Changmin Oppa...’
                    Bibir Hiu hwi bergumam nama itu dengan syahdu. Hingga seketika, tatapan Changmin pun berpaling padanya. Yah, tak diragukan lagi jika saat ini kedua mata mereka saling beradu pandang.
                    Hiu hwi sentak tertunduk kaku! Sungguh, ia tak bisa berlama-lama menatap wajah Changmin saat ini. Bahkan lihatlah... tubuhnya tampak bergetar tak karuan sekarang. Entahlah, mengapa ia malah merasa ingin bersembunyi saat ini?  Bukankah ia merindukan Changmin?
                    ‘Hiu Hwi... tenangkan dirimu...’
                    Gumam Hiu hwi salah tingkah sembari hendak mengambir sebuah cangkir berisi minuman itu dihadapannya. Yah, setidaknya ia butuh sesuatu yang dapat membuatnya tenang sekarang. Minum! Hiu hwi sentak hendak menegak air itu ke rongga mulutnya. Namun seketika...
                    “Jangan diminum. Itu alkohol, orang sepertimu bisa mabuk jika meminumnya.”

DEG

                    Hiu hwi merasakan jantungnya semakin cepat terpompa, tatkala ia mendengar nada suara yang amat ia kenal dan rindukan ini tengah menyapanya. Tubuh Hiu hwi semakin bergetar hebat, bahkan ia merasa seolah kelu untuk hanya sekedar mendongak dan berpaling.
                    Apakah benar itu Changmin? Sesosok namja yang seharusnya dulu menjadi suaminya? Hiu hwi menutup kedua matanya, seolah ia ingin sekali memeluk Changmin saat ini. Ia bahkan lupa, bagaimana jika Kyu melihat ia bersama dengan Changmin seperti ini? Mungkin, Kyu akan murka seperti biasa, atau bahkan bisa lebih murka lagi!



=TBC=

Tidak ada komentar:

Posting Komentar