“Ikan Hiu With Telur Ungu” [Spec. KyuDAY] = [Kyu-Hwi Private]
This Story Original From @Jjea_
Don’t BASH...!
- ‘Terkadang cinta memang begitu menyakitkan,
Tapi karena cinta juga,
Kau selalu temukan dirimu tersenyum tanpa alasan’ -
@Dorm_Super Junior, South Korea-
Gerimis... mungkin hari ini sinar sang surya itu kembali bersembunyi dibalik pelupuk awan-awan kelam, melantunkan angin kencang dengan sandaran kabut hitam disekeliling imbasannya. Langit memang tampak tak berihram, seolah mengisyaratkan Ilalang agar merebahkan dirinya ke timur sana sekarang.
*When it all began, Are U Remember Me?*
Ayam kembali berkokok keras, itu petanda jika seharusnya matahari sudah mulai menaik seperti biasa. Namun sayang, sinar itu bahkan seolah enggan untuk terlihat atau sekedar menyapa dunia. Tampak, beberapa namja tampan ini tengah sibuk menyiapkan diri untuk kembali beraktivitas lagi seperti biasa, kecuali CHO KYUHYUN! Namja itu masih terlelap dengan manisnya seraya sesekali membuka mulutnya dengan mata terpejam.
“YA! Cho Kyuhyun bangunlah, apa kau tak ingin pulang ke rumahmu ohk?” ucap Yesung seraya menjambak-jambak rambut Kyuhyun tanpa perasaan. Bagi Yesung, tak ada cara lain untuk membangunkan Kyuhyun selain cara itu.
“Aish Hyung, lima menit lagi.” Balas Kyu seraya merengek gusar.
“ANIYA! Kau harus pulang dan bersiap-siaplah ke MBC!” Pekik Yesung membuat Kyuhyun sontak saja menutup telinganya dengan manik frustasi.
“Bagaimana jika kau punya anak kelak Kyu? Seharusnya kau dapat menjadi contoh yang baik untuk mereka. Dasar kau ini...” lanjut Yesung membuat Kyuhyun tampak semakin bingung mendengarnya. Anak? ANAK? Kenapa Yesung membicarakan anak padanya?
“Lagipula, kau sudah tidur hampir 2 hari disini. Apa kau tak rindu dengan rumah dan ‘isinya’ heh?”
“ARA... ARA... aku akan pulang!” Kyu tampak berdiri dan menatap Yesung seolah namja itu Renternir kejam. Entahlah, ia benar-benar seolah tak mengerti sama sekali akan kalimat per kalimat yang Yesung lontarkan itu. Toh, memang namja itu cukup aneh dimata Kyu!
“Sepertinya kau sedang dalam masa subur Hyung,” umpat Kyu seraya berlari sebelum Yesung melemparinya dengan baju kotor Eunhyuk. Kyu pun sontak menyambar kunci mobilnya itu, lalu beranjak untuk pulang ke rumah pribadi miliknya. Sebuah tempat yang memang ia beli dengan hasil jerih payahnya sendiri.
“Ah...” Kyu tampak memegangi kepalanya sejenak. Entah mengapa, ia merasa belakangan ini kepalanya selalu sakit tak karuan. Rasa letih itu memang acap kali ia derita, namun tak pernah sampai sesakit ini. Kyu sedikit merasa, jika akhir-akhir ini tubuhnya tidaklah seperti biasa ia rasakan. TIDUR... Ia selalu ingin tertidur dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
@Kyuhyun Home’s, Seoul –South Korea-
Kyuhyun tampak dengan malas membuka pintu mobilnya dan beranjak menuju sebuah rumah yang berlatar belakang pantai itu. Sesekali ia memajukan beberapa centi bibirnya kedepan, hanya untuk meredam rasa kantuk yang semakin menjalar ketubuhnya.
Bunyi lonceng yang terdapat digaris pintu utama pun berbunyi seperti biasa, Kyuhyun masuk dan berniat hendak segara merebahkan tubuhnya kemana saja. Namun tunggu, kedua mata Kyu sontak saja melotot tatkala ia sadar jika ada sebuah perubahan dari rumahnya ini. Entahlah, ia merasa jika beberapa perabot rumah yang ia tata sendiri itu, kini tampak sangat berbeda dari sebelumnya, terlihat lebih tertata dengan banyak pernah-pernik baru.
“Apa ini benar rumahku?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri seraya kembali keluar dan memastikan jika ini benar-benar rumahnya.
“302! Hummm... benar ini nomor rumahku. Tidak mungkin aku salah masuk! Tapi—” Kyuhyun tampak berpikir dengan keras tentang perubahan yang terjadi dirumahnya itu.
“Apa mungkin Eomma dan Ah Ra Noona kemari?” Kyu memainkan jari tangannya kebibir, seolah menandakan jika kini ia tengah bingung setengah mati. Sampai seketika, terdengar dentingan keras dari arah dalam, tepatnya dari arah dapur. Kyu kontan saja berjengit, sepertinya ada orang lain selain dirinya disini. Apa mungkin itu pencuri? Kyu sentak saja berlari masuk dan mengambil stik Bisbol sebagai pegangannya.
‘Aish... bagaimana ini? Sejak kapan didaerah ini dimasuki pencuri...’
Kyuhyun tampak membungkuk sedikit, memelankan langkah kakinya untuk mencari tau siapa yang kini berada didalam dapurnya itu. Toh, jika memang itu pencuri, Kyu bisa dengan sigap bersembunyi dan menelpon Polisi.
“Ash, aku kehabisan gula!” Suara itu terdengar seketika ditelinga Kyu. Namja itu mengernyit bingung, tidakkah itu seperti suara seorang perempuan. Perempuan? Apa mungkin pencurinya seorang perempuan? Kyu terlihat semakin mendekat dengan endapan hati-hatinya. Hingga seketika...
“YA! Sedang apa kau dirum—” pekik Kyu tertahan saat seketika gadis didapurnya itu menoleh dan menatapinya dengan raut datar.
“Kau baru pulang Oppa? Aish... persediaan gula kita sedang habis, bisa kau antar aku untuk membelinya sebentar?” gadis itu tampak mendekat. Kyu meneguk ludahnya susah payah saat ia menyadari jika gadis dihadapannya ini hanya memakai baju tidur dengan kedua lengan terbuka serta celana pendek yang sebenarnya tak terlalu terlihat.
“MWO?” Kyu menurunkan stik Bisbolnya dan berjalan mundur saat gadis itu semakin mendekat.
“Waeyo?” tanya gadis itu dengan mata yang mengerjap-ngerjap indah.
“YA! NUGUYA? Ckckckck, cantik-cantik ternyata kau seorang pencuri.”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun... tadi kau sebut aku apa? Pen-cu-ri? Mwo? YA! Apa kau gila Oppa?”
“Kau yang gila! Ish, aku sama sekali tidak mengenalmu. Jadi, kenapa kau bisa sampai berada dirumahku huh?”
“Huh? Oppa... jangan bercanda lagi. Apa kau masih marah padaku soal yang kemarin itu heh? Mianhae... aku benar-benar tak sengaja pulang larut waktu itu.” Gadis itu tampak memeluk tubuh Kyu dengan erat, membuat Kyu sontak saja mematung dengan mulut menganga. Sesungguhnya, ia sama sekali tak mengerti akan keadaan ini dan siapa yeoja itu.
“Jangan karna sudah ku pergoki mencuri disini, kau jadi mengarang modus untuk memanfaatkanku.”
“Oppa? Ash... apa semalam kau mabuk? YA! Kau benar-benar tak mengenalku huh?”
“Nugusseyo? Apa jangan-jangan kau Stalker-ku yang menguntit keberadaanku sampai ke rumah huh?”
“YA! Untuk apa aku menjadi Stalker-mu itu heh? Aku ini CHO HIU HWI! Oppa, aku ini istrimu.”
“MWOYA?” pekik Kyu sontak menjatuhkan stik bisbolnya kelantai. Hening! Tampak kini Kyu mengerjap-ngerjap tak percaya pada gadis dihadapannya ini. Sampai seketika...
“AHAHAHAHAHA... istri? I-S-T-R-I? ISTRIKU? HAHAHAHA...”
“Waeyo? Memangnya ada yang salah?”
“Hey, gadis manis. Umurmu berapa huh? Sepertinya kau masih dalam masa keababilan, ne? Istriku? Hahaha, apa kau tak punya ide lain untuk dijadikan alasan?”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun, kau benar-benar sedang tak waras, ne? Kau pikir aku sedang bercanda?” gadis yang bernama Hiu hwi itu pun sontak saja menarik pergelangan tangan Kyu ke sebuah tempat. Kyu sedikit mengumpat, sepertinya ia sedikit tak suka akan perlakuan yeoja ini padanya.
“YA! Lepaskan, kau mau mengajakku kemana?”
“Ke kamar kita.” Hiu hwi sontak mendeplak salah satu pintu yang terdapat dilantai 2 itu. Kyuhyun melongo, ini memang benar posisi kamarnya. Namun, isinya itu...
“UNGU?” Kyu menoleh kearah Hiu hwi. Sejak kapan warna cat kamarnya berubah ungu? Apalagi, isi dalam kamar itu kini benar-benar tampak sangat berbeda dari sebelumnya.
“Ungu adalah warna Favoritku. Ash, Lihatlah poto itu Oppa... aku benar-benar tak tau mengapa kau dapat semenyebalkan ini.” Hiu hwi menunjuk sebuah bingkai poto pernikahan ia dan Kyuhyun yang memang terpasang tepat didinding dekat tempat tidur mereka. Kyuhyun menganga, dengan cepat ia menampar dirinya sendiri untuk sekedar menyadari jika ini bukanlah sebuah mimpi belaka!
“Ini—ini—bukan mimpi?” Kyu tampak sedikit memundurkan langkahnya dengan raut pucat. Ia benar-benar tak menyangka dengan semua ini! Dengan segera, ia pun tampak menelpon Sungmin. Setidaknya, ia harus memastikan segala sesuatunya lebih dulu.
“Yeoboseyo Hyung...”
“Ohk?”
“Hyung, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apa benar aku sudah menik—”
“Kyu, nanti jika kau mau kemari, tolong beritau istrimu untuk membuatkan makanan seperti biasa ne? Disini tidak ada makanan, aku lapar.”
“MWO? MWO? Istri?”
“Nde, suruh Hiu hwi memasak apa saja untuk disini.” Kyuhyun kontan tak dapat berkata apa-apa lagi saat ini. Diliriknya sekilas Hiu hwi yang hanya memandanginya seraya menggeleng-geleng tak jelas. Kyu tampak berpikir sejenak dan kembali memencet nomor rumah keluarganya. Sepertinya ia masih belum percaya akan semua keadaan ini! Istri? Bahkan ia tak mengingat apapun jika dirinya pernah menikah! Kyu tampak kembali pucat dan kembali mematikan flip ponselnya saat ia mendengar lontaran nyata dari sang Ibu akan statusnya sekarang. Menurut Nyonya Cho, Kyuhyun sudah menikah setengah bulan yang lalu.
“Sekarang kau puas Tuan Cho? Baiklah, sebaiknya kau bersihkan otakmu lebih dulu sebelum aku menyiapkan makan siang.” Hiu hwi mendengus sembari berjalan meninggalkan Kyuhyun yang semakin pucat dan bingung ditempatnya.
‘Istri? Aku sudah menikah?’
***
- ‘Hal yang paling tak bisa kuterima bukanlah karna sikap dinginmu,
Tapi karna kau melupakanku...’
Tak seperti biasa, kini Kyu tampak tak bersemangat menyantap makanan dihadapannya. Bukan karna tak enak, tapi karna kedua matanya lebih fokus menatapi sesosok gadis mungil dihadapannya itu.
“Waeyo Oppa? Apa makanannya tidak enak lagi?” tanya Hiu hwi seraya menopang dan menatap lurus kearah Kyu.
“Kenapa kau bisa menjadi istriku? Argh... sejujurnya, aku benar-benar tak merasa dan ingat jika aku sudah menikah. YA! Sampai aku menyadari semua ini, jangan pernah menganggap aku ini suamimu, arachi?”
“Mwo? Tapi—”
“Aku harus memeriksakan diriku ke Dokter lebih dulu.” Kyuhyun tampak berdiri dan hendak berbalik pergi.
“Mungkin, kau juga harus memeriksakan kondisi batinmu ke Psikiater Oppa.” Kyuhyun sentak menoleh mendengar itu. Entahlah, ia benar-benar tak terlalu yakin jika dulu ia mencintai gadis ini.
“Aku tidak mungkin menikah dengan gadis sepertimu!” Umpat Kyu seraya melanjutkan langkah kakinya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tidakkah ia merasa jika perkaatannya itu telah menyakiti Hiu hwi? Gadis itu hanya dapat menghela, ia memang benar-benar selalu tak tahan jika Kyu bersikap dingin padanya seperti ini.
@Dorm Super Junior, -South Korea-
Tak ada lagi yang dapat dilakukan Kyuhyun saat ini selain merenung dan berpikir keras. Entah mengapa, semuanya sangat amat terasa aneh. Selama hampir setengah tahun ini, ia sama sekali tak mengingat hal apapun yang telah terjadi. Bahkan perubahan akan semua Style member Suju yang lain itu.
“Kyu, kau tak pulang lagi malam ini?” tanya Sungmin sentak terduduk disisi kanan Kyuhyun.
“Hyung, apa aku benar mengalami amnesia? Kenapa aku tak mengingat apapun kejadian setahun terakhir ini?”
“Huh? Mungkin kau hanya lelah. Pulanglah, Hiu hwi pasti sudah menunggumu pulang. Gadis itu pasti belum makan malam seperti biasanya karna menunggumu.”
“Hyung mengenal Hiu hwi?”
“YA! Siapa yang tak mengenal gadis pujaan hatimu itu heh? Dulu, kau bahkan mati-matian merebutnya dari Siwon.” Bisik Sungmin seraya menatapi Siwon yang terlihat tengah sibuk akan buku bacaannya itu.
“MWO? Jincha? Merebutnya dari Siwon Hyung?”
“Geurae, apa kau tak ingat jika dulunya Hiu hwi adalah sahabat baik Siwon? Sejak kau mengenal Hiu hwi, kau bahkan mengejarnya tanpa memandang Siwon lagi. Ckckckck, kau benar-benar menggilainya Kyu.”
“Huh? Mwo? Mwo?”
“Pulanglah, kalian itu baru menikah. Kasihan Hiu hwi, jika kau hanya menelantarkannya saja seperti itu.” Sungmin menepuk bahu kiri Kyuhyun sekilas dan tersenyum. Kyuhyun termangu, ia benar-benar amat sangat tak percaya akan pernyataan yang tadi Sungmin lontarkan. Dia mengejar-ngejar gadis itu? Seorang Cho Kyuhyun mengejar-ngejar seorang gadis? Tidakkah itu sedikit mustahil?
Kyu mendesah ringan, sepertinya ia memang sudah harus pulang, mengingat ini sudah hampir pertengahan malam. Cukup sudah baginya termenung ditempat ini dan menghindari sesosok gadis yang sejak tadi menunggunya dirumah.
***
Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi tengah menegak kembali air putih dihadapannya. Entah ini untuk yang keberapa kali ia lakukan, yang jelas ia tak ingin terlelap sebelum Kyuhyun pulang ke rumah.
“Oppa, kau dimana?” Hiu hwi sontak mengetik kalimat itu dengan sesekali bergumam pelan. Sejujurnya, ia begitu kuatir Kyuhyun akan pulang malam dijalanan yang bahkan telah sepi itu. Untuk beberapa menit, tak ada balasan sama sekali. Sampai seketika, ponselnya bergetar cepat, membuat Hiu hwi segera membukanya.
“Kenapa kau menungguku? Tidurlah...” hanya penggalan kalimat itu yang Hiu hwi baca melalui layar ponsel mungilnya itu. Gadis itu menghela, entah bagaimana caranya lagi untuk menekankan Kyuhyun, jika ia adalah istrinya. Jadi toh, wajar saja kalau Hiu hwi menunggu Kyuhyun pulang. Hiu hwi tampak kembali mengetik balasannya, namun sepertinya Kyuhyun tak berniat lagi membalas pesannya itu. Kesal? Tentu saja!
“Aku tetap akan menunggumu, Oppa.” Desah Hiu hwi sembari bersandar didinding luar rumah itu. Ia seakan tak perduli akan gigitan nyamuk yang bahkan dapat melukai kulit mulusnya itu.
15 Menit... yah, sudah hampir 15 menit Hiu hwi menahan rasa kantuknya dihalaman ini dengan sesekali berusaha untuk tak terpejam. Sampai seketika, terdengar bunyi klakson terhenti diperkarangan depan tiba-tiba, Hiu hwi sedikit mendongak dengan kedua mata sayupnya. Ia seolah sudah tak mempunyai tenaga lagi untuk bergerak banyak.
“YA! Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidur lebih dulu huh?” ucap Kyu seraya berdecak pinggang tepat dihadapan Hiu hwi.
“Kau sudah pulang, Oppa?” Hiu hwi menghela nafas leganya, betapa kini hatinya menjadi sedikit lebih tenang.
“Masuklah dan tidur didalam.” Balas Kyu seraya sentak berjalan masuk tanpa memperdulikan lagi kondisi yeoja itu. Hiu hwi mengangguk, dengan cepat ia ikut melangkah masuk kedalam.
“Apa Oppa sudah makan?” tanya Hiu hwi seraya bergelayut manja dilengan Kyu. Namja itu menggeser sedikit tubuhnya, menjauh dan memasang wajah datar.
“Sudah!” Jawab Kyu ketus. Tampak kini namja itu mengambil sebuah air dingin dan meminumnya.
“Baguslah, kalau begitu.” Hiu hwi tersenyum senang, membuat Kyu sedikit meliriknya. Bukankah tadi Sungmin mengatakan jika Hiu hwi tak akan makan sebelum ia pulang? Itu berarti...
“YA! Apa kau sudah makan?”
“Hemmm? Ah, itu—”
“Sejak kapan kau harus menungguku pulang baru makan heh? Apa kau ini bodoh?”
“Bagaimana mungkin aku bisa makan, saat suamiku belum pulang.” Sahut Hiu hwi merunduk, membuat Kyu sontak menatapnya. Suami? Kenapa Kyu masih canggung mendengarnya.
“Sekarang aku sudah pulang, makanlah.”
“Ani, aku tak suka makan sendiri. Gwanchana Oppa, aku bisa makan besok saja.”
“YA! Kau pikir bisa tidur dengan perut kosong? Cepatlah sajikan makanan, aku juga akan makan bersamamu.”
“Mwo? Jincha? Siap Oppa!” Balas Hiu hwi semangat. Gadis itu tampak dengan cepat menyajikan makanan keatas meja. Kyuhyun termangu menatapinya, memang benar jika gadis yang menjadi istrinya ini cukup cantik. Tapi, apakah benar Kyu hanya melihat kecantikan itu ketika ia memutuskan menikah diusia muda dan mendahului semua Hyung-nya?
“Ini, Oppa makanlah,” Hiu hwi menyodorkan sebuah mangkuk berisi Sup hangat kepada Kyu. Gadis itu terlihat menggeser kursinya agar lebih mendekat kearah suaminya itu.
“Buka mulutmu Oppa...” Kyuhyun tampak melongo saat kini Hiu hwi seolah berniat menyuapinya. Satu piring! Yah, diatas meja ini hanya ada satu piring saja.
“Bukankah kau yang akan makan?” tanya Kyu bingung membuat Hiu hwi mengangkat tangannya dan mengusap-usap puncak kepala Kyu dengan lembut. Kembali, itu bahkan bisa membuat wajah namja itu sedikit memerah.
“Kau lupa Oppa? Jika dulu kau pernah mengatakan padaku agar kita makan dengan satu piring saja dan aku akan menyuapimu. Kau bahkan akan marah, jika aku tak melakukannya.”
“Mwo?”
“Sekarang bukalah mulutmu Oppa...” Kyuhyun tampak berpikir sesaat, hingga seketika ia mengalah dan membuka mulutnya. Hiu hwi tersenyum, tampak sesekali ia juga membersihkan goresan sisa makanan dipinggiran bibir Kyu. Namja itu tak berkutik sama sekali, ia hanya menatap wajah Hiu hwi seolah itu begitu menentramkan hatinya. Dimanja seperti ini, bahkan Kyu merasa sangat disayangi.
“Apa kau punya alasan, mengapa dulu kau menerimaku menjadi suamimu? Tidakkah kau berpikir jika kita masih terlalu muda?” tanya Kyu membuat Hiu hwi terkikik pelan mendengarnya.
“Hummm...” Hiu hwi menyentuh pipi Kyu dan mencubitnya gemas.
“Karna kau Cho Kyuhyun! Aku yakin, kau dapat menjadi pemimpin dalam hidupku sampai aku tua kelak.” Kyuhyun sontak terpaku mendengarnya. Selama ini, bahkan tak ada yang percaya tentang semua kedewasaan seorang Cho Kyuhyun yang selalu dianggap jahil dan setan bagi orang lain. Tapi lihatlah gadis ini, ia begitu berbeda menilai sosok Kyu!
“Lalu, bisakah kau memberitauku kelebihanmu, sampai aku dapat mencintai dan mengajakmu menikah seperti ini?”
“Hummm... Mollaseo, aku bahkan tak terlalu tau bagaimana caramu mencintaiku Oppa.” Hiu hwi sontak menoleh kearah lain. Sepertinya, ia tengah menyembunyikan raut malunya saat ini.
“Kalau begitu, kau mau membantuku mengingatnya kembali?”
“Nde?”
“Setidaknya jika memang aku lupa seumur hidup akan kenangan itu, aku harus kembali belajar dan membuat hatiku terpaut padamu seperti dulu. Apa kau bisa membantuku?” Hiu hwi tersenyum! Baiklah, sepertinya kali ini Kyuhyun sangat serius.
“Aku... akan berusaha untuk membantumu mencintaiku lagi Kyuhyun Oppa,” Balas Hiu hwi seraya mengecup singkat bibir namja itu. Tubuh Kyu kontan saja menegang karnanya, ada desiran aneh akan aroma gadis itu ditubuhnya.
“Hoaaammm... sebaiknya kita cepat tidur saja Oppa. Aku lelah...”
“Tidur? Tidur berdua maksudmu?”
“Ne? Ahahaha, tentu saja. Memangnya ada Suami-istri yang tidur terpisah ohk?” Kyuhyun tampak terdiam ditempat. Bahkan, dulu ia tak pernah membayangkan hal yang seperti ini.
“Kajja Oppa.” Tarik Hiu hwi manja membuat Kyu hanya mampu menetralisir degup jantung yang kian lama semakin kian kencang berdetak. TIDUR BERSAMA? Kyu benar-benar bergidik membayangkannya.
“Kau tidurlah lebih dulu...” ucap Kyu Kikuk.
“Ani, aku ingin Oppa memelukku sampai aku tidur. Seperti biasa yang sering kau lakukan padaku Oppa.”
“Mwo? Seperti biasa? Aa-aaku melakukan apa?” Kyu tampak gelagapan dengan wajah memerah saat ini.
“Aniya, kau hanya memelukku saja. Memangnya kenapa?” tanya Hiu hwi polos.
“Tidak melakukan apa-apa lagi? Benarkah? Hummm... apa dulu, aku tak pernah melakukannya?”
“Melakukan apa?”
“Melakukan itu—aish, maksudku menyentuhmu dan kita—” wajah Hiu hwi kontan saja memerah padam tatkala ia menyadari arah pembicaraan Kyuhyun saat ini. Tampak yeoja itu merunduk dengan seringai salah tingkah.
“Hahahaha, aniyo. Kita belum pernah melakukannya Oppa.”
“MWO? JINCHA?” ucap Kyu dengan nada yang sedikit memekik. Bukankah katanya mereka sudah setengah bulan menikah, lalu mengapa Kyu belum juga menyentuhnya.
“Hummm... dulu, kau mengatakan jika kau belum siap menjadi seorang Appa. Karirmu dan Super junior cukup penting dalam masa sekarang, jadi setidaknya aku harus bersabar menunggu sampai waktu yang benar-benar pas.” Hiu hwi merunduk dalam. Ia seolah menyimpan sesuatu yang sedikit menyakitkan dalam lubuk hatinya.
“Benarkah aku meminta hal yang seperti itu?”
“Nde. Lagipula, aku juga ingin menjaga bobot tubuhku Oppa. Setidaknya, 2 iklan kosmetik harus aku selesaikan sebelum perutku membuncit.” Hiu hwi sontak melompat keatas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Kyuhyun mematung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Melompat juga keatas tempat tidur itu?
“Aaa-aaku akan keluar sebentar.”
“Shirreo! Oppa harus tetap disini.” Hiu hwi membanting bantal bergambar ikan Hiu itu tepat ke kepala Kyu, membuat namja itu sentak menoleh menatapnya.
“YA! Kenapa kau memukulku huh?” Kyuhyun mengambil bantal itu kembali dan melemparnya kearah Hiu hwi. Gadis itu terkekeh, sepertinya ia tak kehilangan akal agar Kyuhyun tetap berada dikamar ini.
“Wae? Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari ini.” Hiu hwi kontan menahan lututnya keatas kasur dan memeluk punggung Kyuhyun agar ia dapat mengigit bahu namja itu dengan pelan.
“YA! Kau—” Kyuhyun tampak meringis kesakitan seketika, tak ia pungkiri jika tadi ia sempat merinding akibat perlakuan yeoja itu. Kyuhyun berbalik, tampak kini Hiu hwi tersenyum miring manatapinya.
“Kau belum tau siapa istrimu ini sebenarnya heh Cho Kyuhyun?”
“Dan mungkin, kau juga belum tau siapa suamimu ini sebenarnya Cho Hiu hwi?” seringai Kyu tak mau kalah seraya mendekat dan mengambil sebuah bantal untuk ia pukul ke kepala gadis itu. Hiu hwi tampak meringis, apakah Kyu tak bisa membedakan yang mana candaan dan yang mana sungguhan?
“YA! Cho Kyuhyun... kenapa kau kuat sekali memukulku huh?” dengus Hiu hwi geram.
“Lalu dengan kau menggigitku, apa itu lelucon?” balas Kyu tersenyum menang. Hiu hwi merengut, betapa kini ia ingin kembali membalas pukulan namja itu. Jadilah, malam ini mereka habiskan dengan perang antar bantal.
***
Hari ini, tampak Kyuhyun dan Hiu hwi telah berjanji untuk bertemu dipusat hiburan di pertengahan Kota Seoul ini. Menurut Hiu hwi, mereka pertama kali bertemu di Taman hiburan ini saat Kyu beserta Member Suju yang lain melakukan prosesi syuting Video Klip Single dari album mereka.
“Apa aku tak terlihat seperti Cho Kyuhyun? Walau ketampananku tetap terlihat, tapi setidaknya jangan ada yang tau jika aku Kyuhyun Super junior sekarang.” Bisik Kyu membuat Hiu hwi terkikik geli menatapi dandanan Kyuhyun saat ini.
“Kyuhyun Oppa, kita—”
“YA! Jangan memanggilku dengan sebutan Kyuhyun disini!”
“Aish... Hummm... baiklah telur Ungu.”
“Telur Ungu?” Kyuhyun sontak menoleh kearah Hiu hwi dengan raut tak terima.
“Wae? Bukankah aku tak boleh memanggilmu dengan sebutan Kyuhyun? Kalau begitu, telur ungu lebih pas untuk dandananmu seperti ini Oppa.” Balas Hiu hwi seraya menarik Kyu untuk beranjak bermain. Memang, Kyuhyun tengah memakai kostum yang terbentuk dengan telur berwarna Ungu! Sedangkan Hiu hwi? Gadis itu tak memakai kostum apapun, hanya saja ia memakai sebuah topi ikan Hiu pemberian Kyu.
“Ikan Hiu, kita naik yang tinggi itu ne?”
“Mwo?” Hiu hwi tampak memucat, sepertinya Kyu ingin menjahilinya.
“Aniyo, kita beli gulali saja disana.”
“ANDWE! Kita naik itu.”
“Tidak mau, kita beli gulali saja Oppa! Sewaktu kita bertemu, kau membelikanku gulali yang ada disana.”
“Persetan dengan waktu itu, sekarang aku ingin kita naik yang atas itu. Kajja!”
“YA! ANDWE...” pekik Hiu hwi tatkala kini Kyu menariknya untuk menaiki sebuah permainan halilintar yang benar-benar tinggi itu. Namja ini benar-benar gila, apa ia tak tau jika Hiu hwi fobia akan ketinggian? Bahkan lihatlah sekarang, ia hanya memekik sebelum permainan itu bergerak.
“Hahaha, gadis bodoh!” Kekeh Kyuhyun dengan tawanya yang benar-benar puas. Perlahan-lahan, permainan itu pun mulai berputar, Kyu masih ditempat yang sama dengan riak tawa ejeknya itu. Hiu hwi tak bergerak sedikitpun, tubuhnya bergetar seakan-akan sekarang ia tengah terisak. Terisak? Yah, gadis itu kini tampak tengah menangis.
“Hey...” senggol Kyu sedikit panik. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seolah-olah ia pernah mengalami kejadian fatal seperti ini.
“YA! Ikan Hiu, gwanchana?” Kyu sontak mendekat dan memeluk tubuh Hiu hwi yang bergetar. Sepertinya, namja itu baru menyadari jika Hiu hwi begitu takut akan ketinggian.
“Aku takut Oppa...” desah Hiu hwi dengan nada yang bergetar hebat.
“Tenanglah, ada aku disini.” Jawab Kyu menyesal seraya semakin mengeratkan pelukannya sampai permainan itu berhenti dengan sendirinya.
- ‘Ketika cinta itu mulai tumbuh,
Aku ingin, kau tak mematahkannya lebih dulu’
“Hueeekkk... hueekkk...” Hiu hwi tampak menjongkok seraya memuntahkan isi perutnya diatas rerumputan itu. Kyu menghela, kini ia hanya mampu menatap iba pada gadis ini.
“Kita pulang saja, ne?” Hiu hwi menoleh dengan tampang frustasi. Betapa Kyu sama sekali belum mengucapkan kata ‘Maaf’ pun padanya.
“Aku bisa pulang sendiri.” Sahut Hiu hwi seraya berjalan tanpa melihat kearah Kyu. Namja itu tersenyum, jika seperti ini Hiu hwi benar-benar terlihat menggemaskan.
“Hey, ikan Hiu apa kau marah?”
“Pecahkan saja telur ungumu itu, menyebalkan!” Jawab Hiu hwi ketus, membuat Kyu terkekeh mendengarnya.
“Naiklah...” Kyu menjongkok tepat dihadapan Hiu hwi, gadis itu merengut seraya melipat kedua tangannya didepan dada.
“Sebagai permintaan maaf kepada istriku.” Lanjut Kyu membuat Hiu hwi tercenang mendengarnya. Istri?
“Oppa...”
“Cepatlah, atau kau mau aku gendong dari arah depan heh?” Hiu hwi tampak malu saat kini ia perlahan-lahan menaiki punggung Kyu menuju parkiran mobil.
***
@Dorm Super Junior, -South Korea-
Sudah hampir beberapa menit berlalu, Kyu tak pernah menghentikan senyumannya itu seraya menatapi layar ponsel mungilnya sekarang. Ia sepertinya benar-benar senang menatapi beberapa jumlah fotonya bersama Hiu hwi yang sempat ia abadikan di Taman hiburan kemarin. Belum lagi, pesan yeoja itu yang begitu sangat perhatian padanya dalam hal sekecil apapun juga. Mungkin, sekarang Kyu baru paham, mengapa ia memilih untuk segera menikah.
“Hyung, aku pulang dulu ne?” ucap Kyu sentak berdiri dengan senyuman manisnya. Semua orang tercenang, Kyuhyun seolah tampak berbeda dari biasanya.
“Bukankah ini baru jam 8 Kyu?” tanya Yesung aneh.
“Ani, lebih baik aku istirahat di rumah saja.” Balas Kyu membuat yang lainnya saling menatap curiga.
“Sepertinya, kau sudah baikan dengan Hiu hwi ne?” tanya Kang In angkat bicara. Kyu tersenyum simpul dan mengangguk.
“Ternyata, tak terlalu sulit untuk mengulang semuanya Hyung.” Kyu berbalik dan meraih kunci mobilnya cepat. Semuanya tampak tertegun dan saling menatap penuh tanda tanya. Kyuhyun tak memperdulikan itu, yang terpenting untuknya sekarang hanyalah pulang... pulang dan pulang. Ia seolah tak sabar menjahili gadis yang kini tengah menunggunya dirumah itu.
Dilain tempat, tampak kini Hiu hwi tengah membenarkan letak kaca matanya seraya menatapi seorang namja yang memakai sweater hitam dihadapannya. Sepertinya, mereka tengah berdebat serius, terbukti dari raut wajah Hiu hwi yang menegang.
“Pulanglah Oppa, Kyuhyun Oppa pasti akan pulang sebentar lagi. Aku hanya tak ingin, dia salah paham padaku.” Hiu hwi hendak melangkah masuk kedalam rumah, sampai tiba-tiba saja namja itu kembali menahan lengannya.
“Hiu hwi-ya, aku merindukanmu.” Namja itu tampak memeluk punggung Hiu hwi dari arah belakang dan menciumi tengkuk gadis itu sejenak.
“Yunho Oppa, sudahlah. Bisakah kau pergi sekarang?”
“Hiu hwi-ya, kau—”
“Aku tak ingin Kyuhyun Oppa melihatmu Oppa, bisakah kau membiarkan hidupku tenang?” Hiu hwi berusaha melepaskan diri dari pria yang bernama Yunho itu dan menyeringai tajam.
“Hanya karna pria itu huh? YA! Hiu hwi apa kau tau—”
“AKU TAU! Jadi, untuk itu pergilah...”
“Tidak sebelum aku...”
“Nugusseyo?” tanya Kyuhyun yang seketika muncul dari arah balik perkarangan. Hiu hwi kontan melotot, dengan cepat ia lepaskan tangan Yunho yang melingkar erat dipergelangan tangannya.
“Cih, kau baru pulang ternyata. Hhh... aku peringatkan kau Cho Kyuhyun-shi, jangan hobi meninggalkan istrimu yang cantik ini sendiri dirumah, ara?”
“Mwo?”
“Aku pergi dulu Hiu hwi. Jaga dirimu, sampai jumpa.” Yunho sentak tersenyum dan membungkuk untuk perlahan-lahan pergi dari hadapan kedua orang ini. Hening! Kyuhyun tampak memicing menatap Hiu hwi yang hanya merunduk dalam didepannya.
“Namja itu siapa?” tanya Kyu dengan nada tak suka.
“Ah, tidak terlalu penting Oppa. Dia hanya teman Sekolahku dulu.”
“Jincha? Kau tak menyembunyikan apapun dariku heh?”
“Aniyo, kajja masuk. Aku tak akan pernah berbohong padamu Oppa, bukankah kau sekarang sudah menjadi suamiku.”
“Benarkah?”
“Aku harus melakukan apa, agar kau percaya? Jangan cemburu seperti itu...”
“YA! Siapa yang cemburu? Aku hanya ingin tau. Ternyata, pria teman Sekolahmu itu cukup tampan.” Hiu hwi sentak menoleh dan tersenyum manis.
“Tapi, masih jauh lebih tampan suamiku.”
“Nugu? Siapa suamimu heh?”
“Ish... dia itu telur Unguku.” Kyu sentak menjitak kepala Hiu hwi dan menatapnya manja.
“Kau tadi sedang apa eh?” tanya Kyu menatapi arah dapur yang sedikit tak tertata dari biasanya.
“Aku sedang memasak Seafood. Sebentar Oppa, aku akan menyiapkannya untukmu.” Hiu hwi sentak hendak berbalik kearah dapur. Namun sayang, Kyuhyun telah lebih dulu menarik pergelangan tangannya hingga tubuh mereka sedikit terbentur.
“Jika ada orang asing lagi yang mendatangimu, aku mohon beritau aku lebih dulu. Aku tak suka, kau berbicara dengan namja lain, apalagi orang yang tak aku kenali.” Kyu tampak memicing menatap Hiu hwi. Gadis itu terdiam, ada sebuah kebahagiaan yang kini menjalar ketubuhnya.
“Mianhae Oppa...”
“Aku ini suamimu, aku berhak merasa tak suka dengan semua orang yang kau kenal, terutama itu seorang namja. Aku hanya ingin ka—”
#CUP
Perkataan Kyuhyun kontan terhenti saat kini Hiu hwi tengah melumat daun bibirnya perlahan. Kyuhyun yang masih terkejut itu pun, hanya dapat melotot dengan raut tak percayanya. Untuk beberapa detik, Kyu seolah membiarkan Hiu hwi menghabisinya, namun tidak untuk detik berikutnya. Tampak Kyu perlahan-lahan merespon apa yang kini tengah dilakukan gadis itu, membawanya kearah yang lebih dalam.
“Sekarang, aku sedikit mengerti bagaimana caraku mencintaimu.” Bisik Kyu seraya mengusap lembut bercak air liurnya dibibir Hiu hwi dan kembali tersenyum.
“Mwo?” Kyu tak memperdulikan pertanyaan bodoh gadis itu. Dengan cepat, ia miringkan kembali kepalanya lalu mengecup pelan bibir gadis itu dengan hentakan berirama. Kyu sedikit mengangkat tubuh Hiu hwi keatas kakinya, mengingat gadis itu cukup pendek memang. Entahlah, Kyu tak pernah merasa segila ini ketika berciuman. Setidaknya, ia sudah terlalu terbiasa akan kehadiran Hiu hwi yang selalu menunggunya, memperhatikannya dan bersamanya akhir-akhir ini. Itu bahkan, sudah terlalu cukup untuk menyukai gadis bermata bulat itu.
“Oppa, nanti masakanku itu dingin lagi.” Hiu hwi sentak melepaskan pertautan mereka dan terkekeh menatapi Kyu yang mendesah gusar padanya.
“Hiu hwi-ya...”
“Hemm?”
“Ajari aku, semakin dalam lagi mencintaimu.” Hiu hwi tertegun mendengarnya. Senyuman itu tiba-tiba saja menghilang seiring dengan keterkejutannya saat ini.
“Kyuhyun Oppa... aku—”
“Aku mulai terbiasa denganmu.” Sela Kyu seraya memeluk tubuh Hiu hwi dan menutup kedua matanya. Hiu hwi tak dapat berbicara banyak, malah kini ia menangis! Entah karna apa...
‘Aku juga sudah mulai merasakannya Oppa, sesungguhnya ini tidaklah benar...’
Gumam Hiu hwi kalut.
***
*When it all began, MIANHAE...*
Hari ini, Hiu hwi tampak memandang bingung kearah sebuah kotak yang tadi pagi sempat Kyuhyun berikan padanya. Gaun malam... Hiu hwi mengenyit bingung menatapi memo singkat dari Kyuhyun yang menyuruhnya untuk memakai pakaian ini nanti malam. Hiu hwi melirik kearah kalender, besok adalah hari ulang tahun Kyuhyun. Apakah mungkin namja itu ingin merayakannya sebelum besok?
Hiu hwi tampak terkekeh sejenak tatkala ia membaca ancaman pesan dari Kyuhyun yang mengharuskannya memakai ini pada saat makan malam nanti. Makan malam? Yah, Kyu berniat mengajak Hiu hwi makan malam. Namun yang membuatnya aneh itu adalah... mengapa Kyu harus menyewa seorang supir dan membiarkan Hiu hwi menunggu didalam mobil itu sampai batas waktu jam yang ia tentukan seenaknya. Dan lihatlah sekarang, gadis itu terpaksa berdandan didalam mobil.
“Kau sudah siap ohk?” tanya Kyu dari arah telpon, membuat Hiu hwi mengenyit kesal.
“YA! Kenapa aku harus berdandan didalam mobil seperti ini heh? Kenapa tidak dirumah saja dan—”
“sssstsss... Hey, ikan Hiu, cepat kau suruh supirku itu untuk kembali kerumah, ara?”
“Mwo? YA! Cho kyuhyun... kau—” belum sempat Hiu hwi hendak melanjutkan protesannya itu, Kyu pun telah lebih dulu menutup sambungan telponnya secara sepihak. Selalu seperti itu memang!
“Aish, namja ini...” umpat Hiu hwi kesal.
Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun tengah tersenyum miring seraya membetulkan jas hitam yang kini tersemat ditubuhnya. TAMPAN! Kyu bahkan terlihat berpenampilan berbeda dari hari lainnya, seakan moment ini memang benar-benar begitu penting. Yah, Kyu merasa jika akhir-akhir ini ia terlalu bodoh mengabaikan Hiu hwi yang tampak sangat tulus padanya. Bukankah mereka telah menikah? Setidaknya, Kyu harus belajar bagaimana bersikap dan menyenangkan hati istrinya itu. Seperti sekarang, Kyu berniat membuatkan Hiu hwi sebuah makan malam yang benar-benar romantis dibelakang rumah mereka.
#TIN... TIN...
Terdengar suara klakson mobil yang sejak tadi Kyu tunggu-tunggu. Yang benar saja, tampak kini seorang gadis terlihat keluar dari dalam mobil dengan sedikit melipat gaunnya kedepan. CANTIK! Bahkan kata itu, benar-benar tak terlalu berlebihan menggambarkan sosoknya. Sebuah gaun berwarna Cream kecoklatan dengan bukaan dibelakang punggung, membuat Hiu hwi terkesan layaknya seorang putri kerajaan Modern. Mungkin, itulah yang ingin Kyu lihat dari gadis manis itu.
“Huhhhh...” Hiu hwi mendesah ringan tatkala ia menatapi Kyuhyun tengah berdiri tegap seraya menatapinya dari dalam. Entahlah, namja itu bahkan nampak tersenyum manis kearahnya.
“YA! Oppa, kenapa kau menyuruhku un—” kata-kata Hiu hwi kontan saja terhenti dititik ini, tatkala Kyu mengamit tangannya untuk beranjak ke belakang rumah. Yeoja itu nampak menganga saat perkarangan belakang itu telah tersulap dengan indah sedemikian rupa.
“Oppa, ini...”
“Untukmu...” Kyu kontan memberikan setangkai bunga Lily kesukaan Hiu hwi. Gadis itu menoleh, tampak kedua matanya berkaca-kaca tak karuan.
“YA! Kenapa kau menangis huh?” Kyuhyun sentak membenamkan kepala Hiu hwi ke dada bidangnya. Entahlah, gadis itu bahkan ingin terus menangis.
“Kyuhyun Oppa, maafkan aku.” Desah Hiu hwi membuat Kyu sontak melepaskan dekapannya dan memandangi gadis itu dengan tatapan bingung.
“Maaf? Untuk apa? Hey, Ikan Hiu kau jangan bersikap seperti ini. Itu bahkan mengerikan!” Kyu tampak menjitak Hiu hwi dan membelai lembut punggung gadis itu yang terbuka.
“Maafkan aku...” isak Hiu hwi tak pernah berhenti. Kyuhyun menghela nafas, kenapa malah gadis ini yang minta maaf?
“Sebaiknya, kita makan malam lebih dulu, ne?” Hiu hwi sontak mencegat Kyu tatkala namja itu ingin membimbingnya ke meja makan.
“Kyuhyun Oppa, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu.”
“Mwo?”
“Aku—” Hiu hwi sentak meneguk air liurnya susah payah dan menghembuskan nafas berulang, seolah ini benar-benar menyakitinya.
“Jangan dipaksakan sekarang, jika itu tidak bisa.” Kyu memegang lembut bibir Hiu hwi dan mengecupnya singkat. Entah, setan apa yang kini merasuki Kyuhyun hingga ia malah memperdalam kecupannya itu. Cho Hiu Hwi... gadis itu seakan menjadi candu tersendiri baginya.
“Hiu hwi-ya...” racau Kyu disela ciuman manisnya itu. Hiu hwi tak mengelak, bahkan disaat Kyu mengangkat tubuhnya dan menjatuhkannya kesebuah sofa yang memang tak jauh dari mereka.
“Apa kau ingat ulang tahunku besok heh?” Hiu hwi mengangguk dan tersenyum manis seraya mengacak puncak rambut Kyuhyun.
“Aku ingin kado darimu Hiu hwi...”
“Mwo? Katakan saja Oppa...”
“KAU!” Bisik Kyuhyun seraya kembali memijat pelan daun bibir gadis itu dengan mesra. Hiu hwi tampak meremas rambut Kyu dan menjitaknya perlahan. Tak perduli akan hal itu, Kyu tampak semakin senang melumat bibir gadis ini tanpa jeda sekalipun. Hiu hwi berjengit saat seketika tangan kanan Kyu menurunkan gaunnya perlahan. Tubuh gadis itu benar-benar menegang!
“Oppa...” Hiu hwi sontak saja menahannya.
“Hiu hwi-ya, bolehkah aku—” Kyu sengaja menggantungkan kalimatnya dititik ini, menatapi sayup kedua mata gadis itu dengan sebuah pelasan. Hiu hwi memucat!
“Tapi, Oppa—”
“Untuk kali ini, jangan menolakku ohk?” tangan Hiu hwi yang tadinya menahan Kyuhyun untuk melakukannya, kini perlahan menurun.
“Nde, Oppa.” Hiu hwi tampak mengangguk dengan isakan kecilnya, membuat Kyuhyun tersenyum senang menyadarinya. Namja itu tampak mengangkat tubuh Hiu hwi dan membawanya kekamar mereka. Persetan, dengan acara makan malam itu!
“Apa ini yang pertama kali untukmu hem?”
“Nde!” Sahut Hiu hwi tersiak, membuat Kyu malah tersenyum senang dibuatnya. Kembali, Kyu melanjutkan aktivitasnya mencumbui tubuh gadis itu.
***
Pagi ini, tampak Kyuhyun menggeliat pelan dari atas tempat tidurnya. Tak ada yang dapat ia lakukan pasti, selain tersenyum dan mengingat betapa indahnya kejadian semalam itu. Dilirknya kearah samping kanan tempat tidurnya. KOSONG! Sepertinya Hiu hwi telah pergi sejak tadi pagi.
“Yeobosseyo Cho Kyuhyun! Cepat datang ke Dorm sekarang!” Kyuhyun membanting kesal pesan telpon dari Eunhyuk pagi ini. Tidak bisakah ia hidup tenang sebentar? Kyuhyun meraih kemeja disampingnya dan tampak keluar dengan malas.
“Hiu hwi-ya...” panggilnya kusut. Namun sayang, Hiu hwi sepertinya tak menjawab akan hal itu, malah rumah ini tampak kosong.
“Huhhh... gadis itu pasti sudah beberlanja.” Desah Kyu seraya mengambil kunci mobilnya untuk berlalu ke Dorm. Sepertinya, ia hanya perlu membasuh muka untuk pergi kesana.
@Dorm Super Junior_ -South Korea-
Kyuhyun kini tampak tengah tertawa-tawa tak karuan saat ia menatapi para Hyung-nya ini dengan tampang frustasi. Bagaimana tidak? Jebakan yang tadi disediakan untuk Kyuhyun, kini malah sudah diketahui namja itu. Kyuhyun memang tak terlalu bodoh, ia ingat jika hari ini adalah ulang tahunnya dan itu berarti ia harus siap dengan segala kondisi yang akan terasa aneh.
“Kyu, harusnya kau pura-pura tak tau!” Umpat Leeteuk kesal.
“Kalian yang bodoh Hyung, jebakan seperti ini saja benar-benar mudah ditebak. Kalian harus banyak belajar lagi caranya menjahili orang lain.” Kyuhyun merengut simpul seraya menatapi senang anggota keluarganya yang lain berada disini.
“Kajja, tiup lilinnya...” ucap Donghae senang. Beberapa namja tampan ini pun perlahan-lahan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Kyu. Ramai! Dorm ini, tampak begitu ramai akan orang-orang yang datang.
“Happy Birthday Kyuhyun... happy Birthday...” semua orang kontan berteriak hal yang sama. Sebuah kue coklat nampak terdiam indah dikedua tangan Sungmin saat ini.
“YA! Cho Kyuhyun, ayo cepatlah ditiup!” Umpat Changmin yang telah bersiap dengan sendok dan piring kecilnya. Betapa Maknae TVXQ itu benar-benar menjadi setan makanan dimanapun ia berada. Kyuhyun mendengus, tampak kedua bola matanya malah seolah mencari-cari keberadaan seseorang.
“Hyung, aku ingin menunggu Hiu hwi sebentar.” Ucap Kyu membuat semua orang yang ada disini sentak terdiam, terutama seluruh member Suju! Mereka terlihat saling menatap dengan raut aneh.
“Kyu... Hiu hwi tak akan datang!” Timpal Yesung membuat Kyu sontak menatap para Hyung-nya ini bergantian.
“Waeyo?”
“Mungkin jebakan kami yang pertama tadi memang tak berhasil, tapi apa kau tau jika kami sudah menyiapkan jebakan lain bahkan sebelum kau berulang tahun. Ah, sepertinya jebakan yang ini sukses besar.” Ucap Eunhyuk membuat Kyu memicing bingung.
“Apa maksud kalian, Hyung?”
“HAHAHA... Kyu, kami tau kau setan yang sulit untuk dikerjai. Untuk itulah, kami semua merencanakan sesuatu yang luar biasa untuk mengerjaimu. Hiu hwi... sebenarnya, dia bukanlah istrimu! Kau bahkan memang belum sama sekali menikah, hahaha. Kyu, maafkan kami ne? Beberapa minggu yang lalu, kami memang sengaja memberimu obat tidur agar kau sering tertidur untuk memulai semua ini, dan kurasa kau kali ini yang kalah.” Ujar Leeteuk seraya tertawa bersama yang lain. Kyuhyun kontan memucat! Tubuhnya sedikit mundur kebelakang, seolah kini ia tiba-tiba ingin pingsan mendengarnya.
“MWO?” pekik Kyu bergetar. Semua member Suju ini sontak terdiam, sepertinya mereka sedikit merasa menyesal telah mengerjai Kyu dengan cara yang cukup ekstrim seperti ini.
“Maafkan kami Kyu, mungkin akhir-akhir ini kau merasa aneh. Apalagi kami juga sudah berkerja sama dengan keluarga dan Dokter pribadimu untuk ikut berpartisipasi disini. Kam—”
“Lalu, siapa gadis itu?” sela Kyu memicing emosi
“Hiu hwi? Ah... dia bernama Lee Hiu hwi, seorang gadis yang ditemukan Eunhyuk disebuah iklan Online dijejaring situs dewasa. YA! Gadis itu tak berbuat macam-macam kan? Dia sudah berjanji pada kami, tidak akan melakukan sesuatu padamu.”
“MWO?” Kyu seolah merasa dirinya terhempas disebuah bebatuan dengan kerikil yang tajam. Kepalanya berdenyut, ingin sekali ia membuat semua ini tak pernah ia dengar.
“Jadi, maksud kalian ini hanyalah sebuah LELUCON?”
“Kyu...”
“Dia bukan istriku, dan tak mempunyai hubungan apa-apa denganku? Ini hanya rencana kalian untukku? Apakah benar seperti itu?”
“Ya, seperti itu. Kami seben—”
“APA KALIAN PIKIR INI LUCU HUH? LELUCON? APAKAH KALIAN TIDAK MEMIKIRKAN CARA LAIN UNTUK MENGERJAIKU HYUNG? YA! INI LELUCON...” Kyu sontak membanting kue dihadapannya dan memandangi satu per satu Hyung-nya dengan emosi.
“Kyu, kau kenapa? Ayolah, bukankah ini juga sudah selasai. Kami minta maaf jika ini memang keterlaluan.” Pelas Leeteuk menyesal.
“MINTA MAAF? Kalian pikir ini dapat dengan mudah selesai, begitu? YA! APA KALIAN BENAR-BENAR HYUNG-KU?” pekik Kyu seraya sentak menitikan air matanya, membuat yang lain hanya diam ditempat. Kyu terlihat amat serius dan mengerikan! Betapa tidak? Lelucon ini bahkan telah berakibat fatal! Semalam... ia sudah melakukan malam panjang untuk yang pertama kali dengan seorang gadis, dan ternyata tanpa hubungan apapun. Member Suju yang lain mungkin tak memikirkan hal sampai sejauh ini, Kyu orang yang cukup sulit untuk menjalin hubungan dengan seorang gadis. Untuk itulah, mereka percaya, jika Kyu dan gadis itu tak akan apa-apa. Namun sayang, semua malah berbanding terbalik dengan rencana awal. Siapa sangka, Kyu malah mulai menyukai gadis asing itu.
“Kyu...” desah Sungmin seraya memegang bahu kiri Kyu. Namja itu menghempaskannya, seolah ia sekarang tak ingin diganggu. Bantal ikan Hiu, kostum Telur ungu dan bahkan semua perlengkapan dan foto itu memang sudah direncakan dari awal. Lee Hiu hwi, entah siapa gadis malam itu sebenarnya. Eunhyuk hanya tau jika dia adalah seorang wanita penghibur! Namun, Hiu hwi tak pernah sekalipun tidur dengan seorang pria, dia hanya melayani! Dan Kyu, adalah namja pertama yang telah merenggut semua barang berharganya. Karna itulah, Hiu hwi sempat menolak perbuatan Kyu malam itu.
“Paman, ini ada kiriman untukmu.” Nampak seorang namja kecil menyodorkan sebuah kotak pada Kyu. Kyu berjengit, dengan lemah ia buka kotak itu dan mendapati sebuah telur yang dicat ungu terdiam dibalik bongkahan kertas-kertas kecil. Ada secarik memo yang tertulis didalamnya.
“Happy Birthday Kyuhyun Oppa, ani maksudku Cho Kyuhyun-shi. Aku tak terlalu mempunyai uang untuk membelikanmu kado mahal. Tapi ini—telur unguku! Semoga kelak kau dapat menjaganya sampai menetas menjadi sebuah burung yang akan menamanimu terbang. Maafkan aku, dan terima kasih telah menerimaku menjadi istrimu selama ini. BERBAHAGIALAH Tuan Cho, berbehagialah...”
Kyuhyun tampak meremas memo itu dengan kalut. Namja itu pun sentak berdiri dan berlari kearah luar, berharap gadis itu masih berada disekitar sini.
“Hiu hwi-ya...” Kosong! Hanya hembusan angin yang membalas desahannya itu. Bodoh? Yang benar saya, Kyu bahkan mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari gadis itu. Kesucian yang selama ini ia jaga mati-matian diantara kehidupannya yang keras. LELUCON... Kyu benar-benar ingin menangis setiap kali ia menyadari hal ini. Lee Hiu hwi, gadis itu telah membuatnya jatuh cinta!
-THE END-
“Hoeekkk... hoeeekkk...” Hiu hwi tampak memijat pelan kepalanya. Sudah beberapa hari terakhir ini ia merasa mual, bahkan Yunho yang notabane adalah kekasih beserta pemilik club malam ditempat Hiu hwi bekerja pun tampak curiga.
“Kau kenapa?” tanya Yunho seraya memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang.
“Aniya, aku hanya merasa tak enak badan.” Bohong Hiu hwi memaksakan senyumnya dan beranjak untuk keluar dari toilet ini. Yunho mengangguk mengerti, namja itu tak tau jika sebenarnya Hiu hwi tengah menyembunyikan sebuah alat tes kehamilan.
‘Aniya, tidak mungkin aku mengandung anak Kyuhyun Oppa!’
Gumam Hiu hwi memucat! Bahkan selama hampir bertahun-tahun ia berpacaran dengan Yunho, yeoja itu sama sekali belum pernah mau disentuh Yunho. Cho Kyuhyun... entah apa yang membuatnya memberikan segalanya pada namja itu.
FIN
PENGUMUMAN, tidak ada SEQUEL ya.... Buat Kyuhyun Oppa... Happy birthday.. *KABORRRRR*
Don’t BASH...!
- ‘Terkadang cinta memang begitu menyakitkan,
Tapi karena cinta juga,
Kau selalu temukan dirimu tersenyum tanpa alasan’ -
@Dorm_Super Junior, South Korea-
Gerimis... mungkin hari ini sinar sang surya itu kembali bersembunyi dibalik pelupuk awan-awan kelam, melantunkan angin kencang dengan sandaran kabut hitam disekeliling imbasannya. Langit memang tampak tak berihram, seolah mengisyaratkan Ilalang agar merebahkan dirinya ke timur sana sekarang.
*When it all began, Are U Remember Me?*
Ayam kembali berkokok keras, itu petanda jika seharusnya matahari sudah mulai menaik seperti biasa. Namun sayang, sinar itu bahkan seolah enggan untuk terlihat atau sekedar menyapa dunia. Tampak, beberapa namja tampan ini tengah sibuk menyiapkan diri untuk kembali beraktivitas lagi seperti biasa, kecuali CHO KYUHYUN! Namja itu masih terlelap dengan manisnya seraya sesekali membuka mulutnya dengan mata terpejam.
“YA! Cho Kyuhyun bangunlah, apa kau tak ingin pulang ke rumahmu ohk?” ucap Yesung seraya menjambak-jambak rambut Kyuhyun tanpa perasaan. Bagi Yesung, tak ada cara lain untuk membangunkan Kyuhyun selain cara itu.
“Aish Hyung, lima menit lagi.” Balas Kyu seraya merengek gusar.
“ANIYA! Kau harus pulang dan bersiap-siaplah ke MBC!” Pekik Yesung membuat Kyuhyun sontak saja menutup telinganya dengan manik frustasi.
“Bagaimana jika kau punya anak kelak Kyu? Seharusnya kau dapat menjadi contoh yang baik untuk mereka. Dasar kau ini...” lanjut Yesung membuat Kyuhyun tampak semakin bingung mendengarnya. Anak? ANAK? Kenapa Yesung membicarakan anak padanya?
“Lagipula, kau sudah tidur hampir 2 hari disini. Apa kau tak rindu dengan rumah dan ‘isinya’ heh?”
“ARA... ARA... aku akan pulang!” Kyu tampak berdiri dan menatap Yesung seolah namja itu Renternir kejam. Entahlah, ia benar-benar seolah tak mengerti sama sekali akan kalimat per kalimat yang Yesung lontarkan itu. Toh, memang namja itu cukup aneh dimata Kyu!
“Sepertinya kau sedang dalam masa subur Hyung,” umpat Kyu seraya berlari sebelum Yesung melemparinya dengan baju kotor Eunhyuk. Kyu pun sontak menyambar kunci mobilnya itu, lalu beranjak untuk pulang ke rumah pribadi miliknya. Sebuah tempat yang memang ia beli dengan hasil jerih payahnya sendiri.
“Ah...” Kyu tampak memegangi kepalanya sejenak. Entah mengapa, ia merasa belakangan ini kepalanya selalu sakit tak karuan. Rasa letih itu memang acap kali ia derita, namun tak pernah sampai sesakit ini. Kyu sedikit merasa, jika akhir-akhir ini tubuhnya tidaklah seperti biasa ia rasakan. TIDUR... Ia selalu ingin tertidur dan merebahkan tubuhnya untuk beristirahat.
@Kyuhyun Home’s, Seoul –South Korea-
Kyuhyun tampak dengan malas membuka pintu mobilnya dan beranjak menuju sebuah rumah yang berlatar belakang pantai itu. Sesekali ia memajukan beberapa centi bibirnya kedepan, hanya untuk meredam rasa kantuk yang semakin menjalar ketubuhnya.
Bunyi lonceng yang terdapat digaris pintu utama pun berbunyi seperti biasa, Kyuhyun masuk dan berniat hendak segara merebahkan tubuhnya kemana saja. Namun tunggu, kedua mata Kyu sontak saja melotot tatkala ia sadar jika ada sebuah perubahan dari rumahnya ini. Entahlah, ia merasa jika beberapa perabot rumah yang ia tata sendiri itu, kini tampak sangat berbeda dari sebelumnya, terlihat lebih tertata dengan banyak pernah-pernik baru.
“Apa ini benar rumahku?” tanya Kyuhyun pada dirinya sendiri seraya kembali keluar dan memastikan jika ini benar-benar rumahnya.
“302! Hummm... benar ini nomor rumahku. Tidak mungkin aku salah masuk! Tapi—” Kyuhyun tampak berpikir dengan keras tentang perubahan yang terjadi dirumahnya itu.
“Apa mungkin Eomma dan Ah Ra Noona kemari?” Kyu memainkan jari tangannya kebibir, seolah menandakan jika kini ia tengah bingung setengah mati. Sampai seketika, terdengar dentingan keras dari arah dalam, tepatnya dari arah dapur. Kyu kontan saja berjengit, sepertinya ada orang lain selain dirinya disini. Apa mungkin itu pencuri? Kyu sentak saja berlari masuk dan mengambil stik Bisbol sebagai pegangannya.
‘Aish... bagaimana ini? Sejak kapan didaerah ini dimasuki pencuri...’
Kyuhyun tampak membungkuk sedikit, memelankan langkah kakinya untuk mencari tau siapa yang kini berada didalam dapurnya itu. Toh, jika memang itu pencuri, Kyu bisa dengan sigap bersembunyi dan menelpon Polisi.
“Ash, aku kehabisan gula!” Suara itu terdengar seketika ditelinga Kyu. Namja itu mengernyit bingung, tidakkah itu seperti suara seorang perempuan. Perempuan? Apa mungkin pencurinya seorang perempuan? Kyu terlihat semakin mendekat dengan endapan hati-hatinya. Hingga seketika...
“YA! Sedang apa kau dirum—” pekik Kyu tertahan saat seketika gadis didapurnya itu menoleh dan menatapinya dengan raut datar.
“Kau baru pulang Oppa? Aish... persediaan gula kita sedang habis, bisa kau antar aku untuk membelinya sebentar?” gadis itu tampak mendekat. Kyu meneguk ludahnya susah payah saat ia menyadari jika gadis dihadapannya ini hanya memakai baju tidur dengan kedua lengan terbuka serta celana pendek yang sebenarnya tak terlalu terlihat.
“MWO?” Kyu menurunkan stik Bisbolnya dan berjalan mundur saat gadis itu semakin mendekat.
“Waeyo?” tanya gadis itu dengan mata yang mengerjap-ngerjap indah.
“YA! NUGUYA? Ckckckck, cantik-cantik ternyata kau seorang pencuri.”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun... tadi kau sebut aku apa? Pen-cu-ri? Mwo? YA! Apa kau gila Oppa?”
“Kau yang gila! Ish, aku sama sekali tidak mengenalmu. Jadi, kenapa kau bisa sampai berada dirumahku huh?”
“Huh? Oppa... jangan bercanda lagi. Apa kau masih marah padaku soal yang kemarin itu heh? Mianhae... aku benar-benar tak sengaja pulang larut waktu itu.” Gadis itu tampak memeluk tubuh Kyu dengan erat, membuat Kyu sontak saja mematung dengan mulut menganga. Sesungguhnya, ia sama sekali tak mengerti akan keadaan ini dan siapa yeoja itu.
“Jangan karna sudah ku pergoki mencuri disini, kau jadi mengarang modus untuk memanfaatkanku.”
“Oppa? Ash... apa semalam kau mabuk? YA! Kau benar-benar tak mengenalku huh?”
“Nugusseyo? Apa jangan-jangan kau Stalker-ku yang menguntit keberadaanku sampai ke rumah huh?”
“YA! Untuk apa aku menjadi Stalker-mu itu heh? Aku ini CHO HIU HWI! Oppa, aku ini istrimu.”
“MWOYA?” pekik Kyu sontak menjatuhkan stik bisbolnya kelantai. Hening! Tampak kini Kyu mengerjap-ngerjap tak percaya pada gadis dihadapannya ini. Sampai seketika...
“AHAHAHAHAHA... istri? I-S-T-R-I? ISTRIKU? HAHAHAHA...”
“Waeyo? Memangnya ada yang salah?”
“Hey, gadis manis. Umurmu berapa huh? Sepertinya kau masih dalam masa keababilan, ne? Istriku? Hahaha, apa kau tak punya ide lain untuk dijadikan alasan?”
“Mwo? YA! Cho Kyuhyun, kau benar-benar sedang tak waras, ne? Kau pikir aku sedang bercanda?” gadis yang bernama Hiu hwi itu pun sontak saja menarik pergelangan tangan Kyu ke sebuah tempat. Kyu sedikit mengumpat, sepertinya ia sedikit tak suka akan perlakuan yeoja ini padanya.
“YA! Lepaskan, kau mau mengajakku kemana?”
“Ke kamar kita.” Hiu hwi sontak mendeplak salah satu pintu yang terdapat dilantai 2 itu. Kyuhyun melongo, ini memang benar posisi kamarnya. Namun, isinya itu...
“UNGU?” Kyu menoleh kearah Hiu hwi. Sejak kapan warna cat kamarnya berubah ungu? Apalagi, isi dalam kamar itu kini benar-benar tampak sangat berbeda dari sebelumnya.
“Ungu adalah warna Favoritku. Ash, Lihatlah poto itu Oppa... aku benar-benar tak tau mengapa kau dapat semenyebalkan ini.” Hiu hwi menunjuk sebuah bingkai poto pernikahan ia dan Kyuhyun yang memang terpasang tepat didinding dekat tempat tidur mereka. Kyuhyun menganga, dengan cepat ia menampar dirinya sendiri untuk sekedar menyadari jika ini bukanlah sebuah mimpi belaka!
“Ini—ini—bukan mimpi?” Kyu tampak sedikit memundurkan langkahnya dengan raut pucat. Ia benar-benar tak menyangka dengan semua ini! Dengan segera, ia pun tampak menelpon Sungmin. Setidaknya, ia harus memastikan segala sesuatunya lebih dulu.
“Yeoboseyo Hyung...”
“Ohk?”
“Hyung, ada yang ingin aku tanyakan padamu. Apa benar aku sudah menik—”
“Kyu, nanti jika kau mau kemari, tolong beritau istrimu untuk membuatkan makanan seperti biasa ne? Disini tidak ada makanan, aku lapar.”
“MWO? MWO? Istri?”
“Nde, suruh Hiu hwi memasak apa saja untuk disini.” Kyuhyun kontan tak dapat berkata apa-apa lagi saat ini. Diliriknya sekilas Hiu hwi yang hanya memandanginya seraya menggeleng-geleng tak jelas. Kyu tampak berpikir sejenak dan kembali memencet nomor rumah keluarganya. Sepertinya ia masih belum percaya akan semua keadaan ini! Istri? Bahkan ia tak mengingat apapun jika dirinya pernah menikah! Kyu tampak kembali pucat dan kembali mematikan flip ponselnya saat ia mendengar lontaran nyata dari sang Ibu akan statusnya sekarang. Menurut Nyonya Cho, Kyuhyun sudah menikah setengah bulan yang lalu.
“Sekarang kau puas Tuan Cho? Baiklah, sebaiknya kau bersihkan otakmu lebih dulu sebelum aku menyiapkan makan siang.” Hiu hwi mendengus sembari berjalan meninggalkan Kyuhyun yang semakin pucat dan bingung ditempatnya.
‘Istri? Aku sudah menikah?’
***
- ‘Hal yang paling tak bisa kuterima bukanlah karna sikap dinginmu,
Tapi karna kau melupakanku...’
Tak seperti biasa, kini Kyu tampak tak bersemangat menyantap makanan dihadapannya. Bukan karna tak enak, tapi karna kedua matanya lebih fokus menatapi sesosok gadis mungil dihadapannya itu.
“Waeyo Oppa? Apa makanannya tidak enak lagi?” tanya Hiu hwi seraya menopang dan menatap lurus kearah Kyu.
“Kenapa kau bisa menjadi istriku? Argh... sejujurnya, aku benar-benar tak merasa dan ingat jika aku sudah menikah. YA! Sampai aku menyadari semua ini, jangan pernah menganggap aku ini suamimu, arachi?”
“Mwo? Tapi—”
“Aku harus memeriksakan diriku ke Dokter lebih dulu.” Kyuhyun tampak berdiri dan hendak berbalik pergi.
“Mungkin, kau juga harus memeriksakan kondisi batinmu ke Psikiater Oppa.” Kyuhyun sentak menoleh mendengar itu. Entahlah, ia benar-benar tak terlalu yakin jika dulu ia mencintai gadis ini.
“Aku tidak mungkin menikah dengan gadis sepertimu!” Umpat Kyu seraya melanjutkan langkah kakinya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Tidakkah ia merasa jika perkaatannya itu telah menyakiti Hiu hwi? Gadis itu hanya dapat menghela, ia memang benar-benar selalu tak tahan jika Kyu bersikap dingin padanya seperti ini.
@Dorm Super Junior, -South Korea-
Tak ada lagi yang dapat dilakukan Kyuhyun saat ini selain merenung dan berpikir keras. Entah mengapa, semuanya sangat amat terasa aneh. Selama hampir setengah tahun ini, ia sama sekali tak mengingat hal apapun yang telah terjadi. Bahkan perubahan akan semua Style member Suju yang lain itu.
“Kyu, kau tak pulang lagi malam ini?” tanya Sungmin sentak terduduk disisi kanan Kyuhyun.
“Hyung, apa aku benar mengalami amnesia? Kenapa aku tak mengingat apapun kejadian setahun terakhir ini?”
“Huh? Mungkin kau hanya lelah. Pulanglah, Hiu hwi pasti sudah menunggumu pulang. Gadis itu pasti belum makan malam seperti biasanya karna menunggumu.”
“Hyung mengenal Hiu hwi?”
“YA! Siapa yang tak mengenal gadis pujaan hatimu itu heh? Dulu, kau bahkan mati-matian merebutnya dari Siwon.” Bisik Sungmin seraya menatapi Siwon yang terlihat tengah sibuk akan buku bacaannya itu.
“MWO? Jincha? Merebutnya dari Siwon Hyung?”
“Geurae, apa kau tak ingat jika dulunya Hiu hwi adalah sahabat baik Siwon? Sejak kau mengenal Hiu hwi, kau bahkan mengejarnya tanpa memandang Siwon lagi. Ckckckck, kau benar-benar menggilainya Kyu.”
“Huh? Mwo? Mwo?”
“Pulanglah, kalian itu baru menikah. Kasihan Hiu hwi, jika kau hanya menelantarkannya saja seperti itu.” Sungmin menepuk bahu kiri Kyuhyun sekilas dan tersenyum. Kyuhyun termangu, ia benar-benar amat sangat tak percaya akan pernyataan yang tadi Sungmin lontarkan. Dia mengejar-ngejar gadis itu? Seorang Cho Kyuhyun mengejar-ngejar seorang gadis? Tidakkah itu sedikit mustahil?
Kyu mendesah ringan, sepertinya ia memang sudah harus pulang, mengingat ini sudah hampir pertengahan malam. Cukup sudah baginya termenung ditempat ini dan menghindari sesosok gadis yang sejak tadi menunggunya dirumah.
***
Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi tengah menegak kembali air putih dihadapannya. Entah ini untuk yang keberapa kali ia lakukan, yang jelas ia tak ingin terlelap sebelum Kyuhyun pulang ke rumah.
“Oppa, kau dimana?” Hiu hwi sontak mengetik kalimat itu dengan sesekali bergumam pelan. Sejujurnya, ia begitu kuatir Kyuhyun akan pulang malam dijalanan yang bahkan telah sepi itu. Untuk beberapa menit, tak ada balasan sama sekali. Sampai seketika, ponselnya bergetar cepat, membuat Hiu hwi segera membukanya.
“Kenapa kau menungguku? Tidurlah...” hanya penggalan kalimat itu yang Hiu hwi baca melalui layar ponsel mungilnya itu. Gadis itu menghela, entah bagaimana caranya lagi untuk menekankan Kyuhyun, jika ia adalah istrinya. Jadi toh, wajar saja kalau Hiu hwi menunggu Kyuhyun pulang. Hiu hwi tampak kembali mengetik balasannya, namun sepertinya Kyuhyun tak berniat lagi membalas pesannya itu. Kesal? Tentu saja!
“Aku tetap akan menunggumu, Oppa.” Desah Hiu hwi sembari bersandar didinding luar rumah itu. Ia seakan tak perduli akan gigitan nyamuk yang bahkan dapat melukai kulit mulusnya itu.
15 Menit... yah, sudah hampir 15 menit Hiu hwi menahan rasa kantuknya dihalaman ini dengan sesekali berusaha untuk tak terpejam. Sampai seketika, terdengar bunyi klakson terhenti diperkarangan depan tiba-tiba, Hiu hwi sedikit mendongak dengan kedua mata sayupnya. Ia seolah sudah tak mempunyai tenaga lagi untuk bergerak banyak.
“YA! Bukankah aku sudah menyuruhmu untuk tidur lebih dulu huh?” ucap Kyu seraya berdecak pinggang tepat dihadapan Hiu hwi.
“Kau sudah pulang, Oppa?” Hiu hwi menghela nafas leganya, betapa kini hatinya menjadi sedikit lebih tenang.
“Masuklah dan tidur didalam.” Balas Kyu seraya sentak berjalan masuk tanpa memperdulikan lagi kondisi yeoja itu. Hiu hwi mengangguk, dengan cepat ia ikut melangkah masuk kedalam.
“Apa Oppa sudah makan?” tanya Hiu hwi seraya bergelayut manja dilengan Kyu. Namja itu menggeser sedikit tubuhnya, menjauh dan memasang wajah datar.
“Sudah!” Jawab Kyu ketus. Tampak kini namja itu mengambil sebuah air dingin dan meminumnya.
“Baguslah, kalau begitu.” Hiu hwi tersenyum senang, membuat Kyu sedikit meliriknya. Bukankah tadi Sungmin mengatakan jika Hiu hwi tak akan makan sebelum ia pulang? Itu berarti...
“YA! Apa kau sudah makan?”
“Hemmm? Ah, itu—”
“Sejak kapan kau harus menungguku pulang baru makan heh? Apa kau ini bodoh?”
“Bagaimana mungkin aku bisa makan, saat suamiku belum pulang.” Sahut Hiu hwi merunduk, membuat Kyu sontak menatapnya. Suami? Kenapa Kyu masih canggung mendengarnya.
“Sekarang aku sudah pulang, makanlah.”
“Ani, aku tak suka makan sendiri. Gwanchana Oppa, aku bisa makan besok saja.”
“YA! Kau pikir bisa tidur dengan perut kosong? Cepatlah sajikan makanan, aku juga akan makan bersamamu.”
“Mwo? Jincha? Siap Oppa!” Balas Hiu hwi semangat. Gadis itu tampak dengan cepat menyajikan makanan keatas meja. Kyuhyun termangu menatapinya, memang benar jika gadis yang menjadi istrinya ini cukup cantik. Tapi, apakah benar Kyu hanya melihat kecantikan itu ketika ia memutuskan menikah diusia muda dan mendahului semua Hyung-nya?
“Ini, Oppa makanlah,” Hiu hwi menyodorkan sebuah mangkuk berisi Sup hangat kepada Kyu. Gadis itu terlihat menggeser kursinya agar lebih mendekat kearah suaminya itu.
“Buka mulutmu Oppa...” Kyuhyun tampak melongo saat kini Hiu hwi seolah berniat menyuapinya. Satu piring! Yah, diatas meja ini hanya ada satu piring saja.
“Bukankah kau yang akan makan?” tanya Kyu bingung membuat Hiu hwi mengangkat tangannya dan mengusap-usap puncak kepala Kyu dengan lembut. Kembali, itu bahkan bisa membuat wajah namja itu sedikit memerah.
“Kau lupa Oppa? Jika dulu kau pernah mengatakan padaku agar kita makan dengan satu piring saja dan aku akan menyuapimu. Kau bahkan akan marah, jika aku tak melakukannya.”
“Mwo?”
“Sekarang bukalah mulutmu Oppa...” Kyuhyun tampak berpikir sesaat, hingga seketika ia mengalah dan membuka mulutnya. Hiu hwi tersenyum, tampak sesekali ia juga membersihkan goresan sisa makanan dipinggiran bibir Kyu. Namja itu tak berkutik sama sekali, ia hanya menatap wajah Hiu hwi seolah itu begitu menentramkan hatinya. Dimanja seperti ini, bahkan Kyu merasa sangat disayangi.
“Apa kau punya alasan, mengapa dulu kau menerimaku menjadi suamimu? Tidakkah kau berpikir jika kita masih terlalu muda?” tanya Kyu membuat Hiu hwi terkikik pelan mendengarnya.
“Hummm...” Hiu hwi menyentuh pipi Kyu dan mencubitnya gemas.
“Karna kau Cho Kyuhyun! Aku yakin, kau dapat menjadi pemimpin dalam hidupku sampai aku tua kelak.” Kyuhyun sontak terpaku mendengarnya. Selama ini, bahkan tak ada yang percaya tentang semua kedewasaan seorang Cho Kyuhyun yang selalu dianggap jahil dan setan bagi orang lain. Tapi lihatlah gadis ini, ia begitu berbeda menilai sosok Kyu!
“Lalu, bisakah kau memberitauku kelebihanmu, sampai aku dapat mencintai dan mengajakmu menikah seperti ini?”
“Hummm... Mollaseo, aku bahkan tak terlalu tau bagaimana caramu mencintaiku Oppa.” Hiu hwi sontak menoleh kearah lain. Sepertinya, ia tengah menyembunyikan raut malunya saat ini.
“Kalau begitu, kau mau membantuku mengingatnya kembali?”
“Nde?”
“Setidaknya jika memang aku lupa seumur hidup akan kenangan itu, aku harus kembali belajar dan membuat hatiku terpaut padamu seperti dulu. Apa kau bisa membantuku?” Hiu hwi tersenyum! Baiklah, sepertinya kali ini Kyuhyun sangat serius.
“Aku... akan berusaha untuk membantumu mencintaiku lagi Kyuhyun Oppa,” Balas Hiu hwi seraya mengecup singkat bibir namja itu. Tubuh Kyu kontan saja menegang karnanya, ada desiran aneh akan aroma gadis itu ditubuhnya.
“Hoaaammm... sebaiknya kita cepat tidur saja Oppa. Aku lelah...”
“Tidur? Tidur berdua maksudmu?”
“Ne? Ahahaha, tentu saja. Memangnya ada Suami-istri yang tidur terpisah ohk?” Kyuhyun tampak terdiam ditempat. Bahkan, dulu ia tak pernah membayangkan hal yang seperti ini.
“Kajja Oppa.” Tarik Hiu hwi manja membuat Kyu hanya mampu menetralisir degup jantung yang kian lama semakin kian kencang berdetak. TIDUR BERSAMA? Kyu benar-benar bergidik membayangkannya.
“Kau tidurlah lebih dulu...” ucap Kyu Kikuk.
“Ani, aku ingin Oppa memelukku sampai aku tidur. Seperti biasa yang sering kau lakukan padaku Oppa.”
“Mwo? Seperti biasa? Aa-aaku melakukan apa?” Kyu tampak gelagapan dengan wajah memerah saat ini.
“Aniya, kau hanya memelukku saja. Memangnya kenapa?” tanya Hiu hwi polos.
“Tidak melakukan apa-apa lagi? Benarkah? Hummm... apa dulu, aku tak pernah melakukannya?”
“Melakukan apa?”
“Melakukan itu—aish, maksudku menyentuhmu dan kita—” wajah Hiu hwi kontan saja memerah padam tatkala ia menyadari arah pembicaraan Kyuhyun saat ini. Tampak yeoja itu merunduk dengan seringai salah tingkah.
“Hahahaha, aniyo. Kita belum pernah melakukannya Oppa.”
“MWO? JINCHA?” ucap Kyu dengan nada yang sedikit memekik. Bukankah katanya mereka sudah setengah bulan menikah, lalu mengapa Kyu belum juga menyentuhnya.
“Hummm... dulu, kau mengatakan jika kau belum siap menjadi seorang Appa. Karirmu dan Super junior cukup penting dalam masa sekarang, jadi setidaknya aku harus bersabar menunggu sampai waktu yang benar-benar pas.” Hiu hwi merunduk dalam. Ia seolah menyimpan sesuatu yang sedikit menyakitkan dalam lubuk hatinya.
“Benarkah aku meminta hal yang seperti itu?”
“Nde. Lagipula, aku juga ingin menjaga bobot tubuhku Oppa. Setidaknya, 2 iklan kosmetik harus aku selesaikan sebelum perutku membuncit.” Hiu hwi sontak melompat keatas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya. Kyuhyun mematung, apa yang harus ia lakukan sekarang? Melompat juga keatas tempat tidur itu?
“Aaa-aaku akan keluar sebentar.”
“Shirreo! Oppa harus tetap disini.” Hiu hwi membanting bantal bergambar ikan Hiu itu tepat ke kepala Kyu, membuat namja itu sentak menoleh menatapnya.
“YA! Kenapa kau memukulku huh?” Kyuhyun mengambil bantal itu kembali dan melemparnya kearah Hiu hwi. Gadis itu terkekeh, sepertinya ia tak kehilangan akal agar Kyuhyun tetap berada dikamar ini.
“Wae? Aku bahkan bisa melakukan hal yang lebih dari ini.” Hiu hwi kontan menahan lututnya keatas kasur dan memeluk punggung Kyuhyun agar ia dapat mengigit bahu namja itu dengan pelan.
“YA! Kau—” Kyuhyun tampak meringis kesakitan seketika, tak ia pungkiri jika tadi ia sempat merinding akibat perlakuan yeoja itu. Kyuhyun berbalik, tampak kini Hiu hwi tersenyum miring manatapinya.
“Kau belum tau siapa istrimu ini sebenarnya heh Cho Kyuhyun?”
“Dan mungkin, kau juga belum tau siapa suamimu ini sebenarnya Cho Hiu hwi?” seringai Kyu tak mau kalah seraya mendekat dan mengambil sebuah bantal untuk ia pukul ke kepala gadis itu. Hiu hwi tampak meringis, apakah Kyu tak bisa membedakan yang mana candaan dan yang mana sungguhan?
“YA! Cho Kyuhyun... kenapa kau kuat sekali memukulku huh?” dengus Hiu hwi geram.
“Lalu dengan kau menggigitku, apa itu lelucon?” balas Kyu tersenyum menang. Hiu hwi merengut, betapa kini ia ingin kembali membalas pukulan namja itu. Jadilah, malam ini mereka habiskan dengan perang antar bantal.
***
Hari ini, tampak Kyuhyun dan Hiu hwi telah berjanji untuk bertemu dipusat hiburan di pertengahan Kota Seoul ini. Menurut Hiu hwi, mereka pertama kali bertemu di Taman hiburan ini saat Kyu beserta Member Suju yang lain melakukan prosesi syuting Video Klip Single dari album mereka.
“Apa aku tak terlihat seperti Cho Kyuhyun? Walau ketampananku tetap terlihat, tapi setidaknya jangan ada yang tau jika aku Kyuhyun Super junior sekarang.” Bisik Kyu membuat Hiu hwi terkikik geli menatapi dandanan Kyuhyun saat ini.
“Kyuhyun Oppa, kita—”
“YA! Jangan memanggilku dengan sebutan Kyuhyun disini!”
“Aish... Hummm... baiklah telur Ungu.”
“Telur Ungu?” Kyuhyun sontak menoleh kearah Hiu hwi dengan raut tak terima.
“Wae? Bukankah aku tak boleh memanggilmu dengan sebutan Kyuhyun? Kalau begitu, telur ungu lebih pas untuk dandananmu seperti ini Oppa.” Balas Hiu hwi seraya menarik Kyu untuk beranjak bermain. Memang, Kyuhyun tengah memakai kostum yang terbentuk dengan telur berwarna Ungu! Sedangkan Hiu hwi? Gadis itu tak memakai kostum apapun, hanya saja ia memakai sebuah topi ikan Hiu pemberian Kyu.
“Ikan Hiu, kita naik yang tinggi itu ne?”
“Mwo?” Hiu hwi tampak memucat, sepertinya Kyu ingin menjahilinya.
“Aniyo, kita beli gulali saja disana.”
“ANDWE! Kita naik itu.”
“Tidak mau, kita beli gulali saja Oppa! Sewaktu kita bertemu, kau membelikanku gulali yang ada disana.”
“Persetan dengan waktu itu, sekarang aku ingin kita naik yang atas itu. Kajja!”
“YA! ANDWE...” pekik Hiu hwi tatkala kini Kyu menariknya untuk menaiki sebuah permainan halilintar yang benar-benar tinggi itu. Namja ini benar-benar gila, apa ia tak tau jika Hiu hwi fobia akan ketinggian? Bahkan lihatlah sekarang, ia hanya memekik sebelum permainan itu bergerak.
“Hahaha, gadis bodoh!” Kekeh Kyuhyun dengan tawanya yang benar-benar puas. Perlahan-lahan, permainan itu pun mulai berputar, Kyu masih ditempat yang sama dengan riak tawa ejeknya itu. Hiu hwi tak bergerak sedikitpun, tubuhnya bergetar seakan-akan sekarang ia tengah terisak. Terisak? Yah, gadis itu kini tampak tengah menangis.
“Hey...” senggol Kyu sedikit panik. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua tangannya, seolah-olah ia pernah mengalami kejadian fatal seperti ini.
“YA! Ikan Hiu, gwanchana?” Kyu sontak mendekat dan memeluk tubuh Hiu hwi yang bergetar. Sepertinya, namja itu baru menyadari jika Hiu hwi begitu takut akan ketinggian.
“Aku takut Oppa...” desah Hiu hwi dengan nada yang bergetar hebat.
“Tenanglah, ada aku disini.” Jawab Kyu menyesal seraya semakin mengeratkan pelukannya sampai permainan itu berhenti dengan sendirinya.
- ‘Ketika cinta itu mulai tumbuh,
Aku ingin, kau tak mematahkannya lebih dulu’
“Hueeekkk... hueekkk...” Hiu hwi tampak menjongkok seraya memuntahkan isi perutnya diatas rerumputan itu. Kyu menghela, kini ia hanya mampu menatap iba pada gadis ini.
“Kita pulang saja, ne?” Hiu hwi menoleh dengan tampang frustasi. Betapa Kyu sama sekali belum mengucapkan kata ‘Maaf’ pun padanya.
“Aku bisa pulang sendiri.” Sahut Hiu hwi seraya berjalan tanpa melihat kearah Kyu. Namja itu tersenyum, jika seperti ini Hiu hwi benar-benar terlihat menggemaskan.
“Hey, ikan Hiu apa kau marah?”
“Pecahkan saja telur ungumu itu, menyebalkan!” Jawab Hiu hwi ketus, membuat Kyu terkekeh mendengarnya.
“Naiklah...” Kyu menjongkok tepat dihadapan Hiu hwi, gadis itu merengut seraya melipat kedua tangannya didepan dada.
“Sebagai permintaan maaf kepada istriku.” Lanjut Kyu membuat Hiu hwi tercenang mendengarnya. Istri?
“Oppa...”
“Cepatlah, atau kau mau aku gendong dari arah depan heh?” Hiu hwi tampak malu saat kini ia perlahan-lahan menaiki punggung Kyu menuju parkiran mobil.
***
@Dorm Super Junior, -South Korea-
Sudah hampir beberapa menit berlalu, Kyu tak pernah menghentikan senyumannya itu seraya menatapi layar ponsel mungilnya sekarang. Ia sepertinya benar-benar senang menatapi beberapa jumlah fotonya bersama Hiu hwi yang sempat ia abadikan di Taman hiburan kemarin. Belum lagi, pesan yeoja itu yang begitu sangat perhatian padanya dalam hal sekecil apapun juga. Mungkin, sekarang Kyu baru paham, mengapa ia memilih untuk segera menikah.
“Hyung, aku pulang dulu ne?” ucap Kyu sentak berdiri dengan senyuman manisnya. Semua orang tercenang, Kyuhyun seolah tampak berbeda dari biasanya.
“Bukankah ini baru jam 8 Kyu?” tanya Yesung aneh.
“Ani, lebih baik aku istirahat di rumah saja.” Balas Kyu membuat yang lainnya saling menatap curiga.
“Sepertinya, kau sudah baikan dengan Hiu hwi ne?” tanya Kang In angkat bicara. Kyu tersenyum simpul dan mengangguk.
“Ternyata, tak terlalu sulit untuk mengulang semuanya Hyung.” Kyu berbalik dan meraih kunci mobilnya cepat. Semuanya tampak tertegun dan saling menatap penuh tanda tanya. Kyuhyun tak memperdulikan itu, yang terpenting untuknya sekarang hanyalah pulang... pulang dan pulang. Ia seolah tak sabar menjahili gadis yang kini tengah menunggunya dirumah itu.
Dilain tempat, tampak kini Hiu hwi tengah membenarkan letak kaca matanya seraya menatapi seorang namja yang memakai sweater hitam dihadapannya. Sepertinya, mereka tengah berdebat serius, terbukti dari raut wajah Hiu hwi yang menegang.
“Pulanglah Oppa, Kyuhyun Oppa pasti akan pulang sebentar lagi. Aku hanya tak ingin, dia salah paham padaku.” Hiu hwi hendak melangkah masuk kedalam rumah, sampai tiba-tiba saja namja itu kembali menahan lengannya.
“Hiu hwi-ya, aku merindukanmu.” Namja itu tampak memeluk punggung Hiu hwi dari arah belakang dan menciumi tengkuk gadis itu sejenak.
“Yunho Oppa, sudahlah. Bisakah kau pergi sekarang?”
“Hiu hwi-ya, kau—”
“Aku tak ingin Kyuhyun Oppa melihatmu Oppa, bisakah kau membiarkan hidupku tenang?” Hiu hwi berusaha melepaskan diri dari pria yang bernama Yunho itu dan menyeringai tajam.
“Hanya karna pria itu huh? YA! Hiu hwi apa kau tau—”
“AKU TAU! Jadi, untuk itu pergilah...”
“Tidak sebelum aku...”
“Nugusseyo?” tanya Kyuhyun yang seketika muncul dari arah balik perkarangan. Hiu hwi kontan melotot, dengan cepat ia lepaskan tangan Yunho yang melingkar erat dipergelangan tangannya.
“Cih, kau baru pulang ternyata. Hhh... aku peringatkan kau Cho Kyuhyun-shi, jangan hobi meninggalkan istrimu yang cantik ini sendiri dirumah, ara?”
“Mwo?”
“Aku pergi dulu Hiu hwi. Jaga dirimu, sampai jumpa.” Yunho sentak tersenyum dan membungkuk untuk perlahan-lahan pergi dari hadapan kedua orang ini. Hening! Kyuhyun tampak memicing menatap Hiu hwi yang hanya merunduk dalam didepannya.
“Namja itu siapa?” tanya Kyu dengan nada tak suka.
“Ah, tidak terlalu penting Oppa. Dia hanya teman Sekolahku dulu.”
“Jincha? Kau tak menyembunyikan apapun dariku heh?”
“Aniyo, kajja masuk. Aku tak akan pernah berbohong padamu Oppa, bukankah kau sekarang sudah menjadi suamiku.”
“Benarkah?”
“Aku harus melakukan apa, agar kau percaya? Jangan cemburu seperti itu...”
“YA! Siapa yang cemburu? Aku hanya ingin tau. Ternyata, pria teman Sekolahmu itu cukup tampan.” Hiu hwi sentak menoleh dan tersenyum manis.
“Tapi, masih jauh lebih tampan suamiku.”
“Nugu? Siapa suamimu heh?”
“Ish... dia itu telur Unguku.” Kyu sentak menjitak kepala Hiu hwi dan menatapnya manja.
“Kau tadi sedang apa eh?” tanya Kyu menatapi arah dapur yang sedikit tak tertata dari biasanya.
“Aku sedang memasak Seafood. Sebentar Oppa, aku akan menyiapkannya untukmu.” Hiu hwi sentak hendak berbalik kearah dapur. Namun sayang, Kyuhyun telah lebih dulu menarik pergelangan tangannya hingga tubuh mereka sedikit terbentur.
“Jika ada orang asing lagi yang mendatangimu, aku mohon beritau aku lebih dulu. Aku tak suka, kau berbicara dengan namja lain, apalagi orang yang tak aku kenali.” Kyu tampak memicing menatap Hiu hwi. Gadis itu terdiam, ada sebuah kebahagiaan yang kini menjalar ketubuhnya.
“Mianhae Oppa...”
“Aku ini suamimu, aku berhak merasa tak suka dengan semua orang yang kau kenal, terutama itu seorang namja. Aku hanya ingin ka—”
#CUP
Perkataan Kyuhyun kontan terhenti saat kini Hiu hwi tengah melumat daun bibirnya perlahan. Kyuhyun yang masih terkejut itu pun, hanya dapat melotot dengan raut tak percayanya. Untuk beberapa detik, Kyu seolah membiarkan Hiu hwi menghabisinya, namun tidak untuk detik berikutnya. Tampak Kyu perlahan-lahan merespon apa yang kini tengah dilakukan gadis itu, membawanya kearah yang lebih dalam.
“Sekarang, aku sedikit mengerti bagaimana caraku mencintaimu.” Bisik Kyu seraya mengusap lembut bercak air liurnya dibibir Hiu hwi dan kembali tersenyum.
“Mwo?” Kyu tak memperdulikan pertanyaan bodoh gadis itu. Dengan cepat, ia miringkan kembali kepalanya lalu mengecup pelan bibir gadis itu dengan hentakan berirama. Kyu sedikit mengangkat tubuh Hiu hwi keatas kakinya, mengingat gadis itu cukup pendek memang. Entahlah, Kyu tak pernah merasa segila ini ketika berciuman. Setidaknya, ia sudah terlalu terbiasa akan kehadiran Hiu hwi yang selalu menunggunya, memperhatikannya dan bersamanya akhir-akhir ini. Itu bahkan, sudah terlalu cukup untuk menyukai gadis bermata bulat itu.
“Oppa, nanti masakanku itu dingin lagi.” Hiu hwi sentak melepaskan pertautan mereka dan terkekeh menatapi Kyu yang mendesah gusar padanya.
“Hiu hwi-ya...”
“Hemm?”
“Ajari aku, semakin dalam lagi mencintaimu.” Hiu hwi tertegun mendengarnya. Senyuman itu tiba-tiba saja menghilang seiring dengan keterkejutannya saat ini.
“Kyuhyun Oppa... aku—”
“Aku mulai terbiasa denganmu.” Sela Kyu seraya memeluk tubuh Hiu hwi dan menutup kedua matanya. Hiu hwi tak dapat berbicara banyak, malah kini ia menangis! Entah karna apa...
‘Aku juga sudah mulai merasakannya Oppa, sesungguhnya ini tidaklah benar...’
Gumam Hiu hwi kalut.
***
*When it all began, MIANHAE...*
Hari ini, Hiu hwi tampak memandang bingung kearah sebuah kotak yang tadi pagi sempat Kyuhyun berikan padanya. Gaun malam... Hiu hwi mengenyit bingung menatapi memo singkat dari Kyuhyun yang menyuruhnya untuk memakai pakaian ini nanti malam. Hiu hwi melirik kearah kalender, besok adalah hari ulang tahun Kyuhyun. Apakah mungkin namja itu ingin merayakannya sebelum besok?
Hiu hwi tampak terkekeh sejenak tatkala ia membaca ancaman pesan dari Kyuhyun yang mengharuskannya memakai ini pada saat makan malam nanti. Makan malam? Yah, Kyu berniat mengajak Hiu hwi makan malam. Namun yang membuatnya aneh itu adalah... mengapa Kyu harus menyewa seorang supir dan membiarkan Hiu hwi menunggu didalam mobil itu sampai batas waktu jam yang ia tentukan seenaknya. Dan lihatlah sekarang, gadis itu terpaksa berdandan didalam mobil.
“Kau sudah siap ohk?” tanya Kyu dari arah telpon, membuat Hiu hwi mengenyit kesal.
“YA! Kenapa aku harus berdandan didalam mobil seperti ini heh? Kenapa tidak dirumah saja dan—”
“sssstsss... Hey, ikan Hiu, cepat kau suruh supirku itu untuk kembali kerumah, ara?”
“Mwo? YA! Cho kyuhyun... kau—” belum sempat Hiu hwi hendak melanjutkan protesannya itu, Kyu pun telah lebih dulu menutup sambungan telponnya secara sepihak. Selalu seperti itu memang!
“Aish, namja ini...” umpat Hiu hwi kesal.
Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun tengah tersenyum miring seraya membetulkan jas hitam yang kini tersemat ditubuhnya. TAMPAN! Kyu bahkan terlihat berpenampilan berbeda dari hari lainnya, seakan moment ini memang benar-benar begitu penting. Yah, Kyu merasa jika akhir-akhir ini ia terlalu bodoh mengabaikan Hiu hwi yang tampak sangat tulus padanya. Bukankah mereka telah menikah? Setidaknya, Kyu harus belajar bagaimana bersikap dan menyenangkan hati istrinya itu. Seperti sekarang, Kyu berniat membuatkan Hiu hwi sebuah makan malam yang benar-benar romantis dibelakang rumah mereka.
#TIN... TIN...
Terdengar suara klakson mobil yang sejak tadi Kyu tunggu-tunggu. Yang benar saja, tampak kini seorang gadis terlihat keluar dari dalam mobil dengan sedikit melipat gaunnya kedepan. CANTIK! Bahkan kata itu, benar-benar tak terlalu berlebihan menggambarkan sosoknya. Sebuah gaun berwarna Cream kecoklatan dengan bukaan dibelakang punggung, membuat Hiu hwi terkesan layaknya seorang putri kerajaan Modern. Mungkin, itulah yang ingin Kyu lihat dari gadis manis itu.
“Huhhhh...” Hiu hwi mendesah ringan tatkala ia menatapi Kyuhyun tengah berdiri tegap seraya menatapinya dari dalam. Entahlah, namja itu bahkan nampak tersenyum manis kearahnya.
“YA! Oppa, kenapa kau menyuruhku un—” kata-kata Hiu hwi kontan saja terhenti dititik ini, tatkala Kyu mengamit tangannya untuk beranjak ke belakang rumah. Yeoja itu nampak menganga saat perkarangan belakang itu telah tersulap dengan indah sedemikian rupa.
“Oppa, ini...”
“Untukmu...” Kyu kontan memberikan setangkai bunga Lily kesukaan Hiu hwi. Gadis itu menoleh, tampak kedua matanya berkaca-kaca tak karuan.
“YA! Kenapa kau menangis huh?” Kyuhyun sentak membenamkan kepala Hiu hwi ke dada bidangnya. Entahlah, gadis itu bahkan ingin terus menangis.
“Kyuhyun Oppa, maafkan aku.” Desah Hiu hwi membuat Kyu sontak melepaskan dekapannya dan memandangi gadis itu dengan tatapan bingung.
“Maaf? Untuk apa? Hey, Ikan Hiu kau jangan bersikap seperti ini. Itu bahkan mengerikan!” Kyu tampak menjitak Hiu hwi dan membelai lembut punggung gadis itu yang terbuka.
“Maafkan aku...” isak Hiu hwi tak pernah berhenti. Kyuhyun menghela nafas, kenapa malah gadis ini yang minta maaf?
“Sebaiknya, kita makan malam lebih dulu, ne?” Hiu hwi sontak mencegat Kyu tatkala namja itu ingin membimbingnya ke meja makan.
“Kyuhyun Oppa, sebenarnya ada yang ingin aku katakan padamu.”
“Mwo?”
“Aku—” Hiu hwi sentak meneguk air liurnya susah payah dan menghembuskan nafas berulang, seolah ini benar-benar menyakitinya.
“Jangan dipaksakan sekarang, jika itu tidak bisa.” Kyu memegang lembut bibir Hiu hwi dan mengecupnya singkat. Entah, setan apa yang kini merasuki Kyuhyun hingga ia malah memperdalam kecupannya itu. Cho Hiu Hwi... gadis itu seakan menjadi candu tersendiri baginya.
“Hiu hwi-ya...” racau Kyu disela ciuman manisnya itu. Hiu hwi tak mengelak, bahkan disaat Kyu mengangkat tubuhnya dan menjatuhkannya kesebuah sofa yang memang tak jauh dari mereka.
“Apa kau ingat ulang tahunku besok heh?” Hiu hwi mengangguk dan tersenyum manis seraya mengacak puncak rambut Kyuhyun.
“Aku ingin kado darimu Hiu hwi...”
“Mwo? Katakan saja Oppa...”
“KAU!” Bisik Kyuhyun seraya kembali memijat pelan daun bibir gadis itu dengan mesra. Hiu hwi tampak meremas rambut Kyu dan menjitaknya perlahan. Tak perduli akan hal itu, Kyu tampak semakin senang melumat bibir gadis ini tanpa jeda sekalipun. Hiu hwi berjengit saat seketika tangan kanan Kyu menurunkan gaunnya perlahan. Tubuh gadis itu benar-benar menegang!
“Oppa...” Hiu hwi sontak saja menahannya.
“Hiu hwi-ya, bolehkah aku—” Kyu sengaja menggantungkan kalimatnya dititik ini, menatapi sayup kedua mata gadis itu dengan sebuah pelasan. Hiu hwi memucat!
“Tapi, Oppa—”
“Untuk kali ini, jangan menolakku ohk?” tangan Hiu hwi yang tadinya menahan Kyuhyun untuk melakukannya, kini perlahan menurun.
“Nde, Oppa.” Hiu hwi tampak mengangguk dengan isakan kecilnya, membuat Kyuhyun tersenyum senang menyadarinya. Namja itu tampak mengangkat tubuh Hiu hwi dan membawanya kekamar mereka. Persetan, dengan acara makan malam itu!
“Apa ini yang pertama kali untukmu hem?”
“Nde!” Sahut Hiu hwi tersiak, membuat Kyu malah tersenyum senang dibuatnya. Kembali, Kyu melanjutkan aktivitasnya mencumbui tubuh gadis itu.
***
Pagi ini, tampak Kyuhyun menggeliat pelan dari atas tempat tidurnya. Tak ada yang dapat ia lakukan pasti, selain tersenyum dan mengingat betapa indahnya kejadian semalam itu. Dilirknya kearah samping kanan tempat tidurnya. KOSONG! Sepertinya Hiu hwi telah pergi sejak tadi pagi.
“Yeobosseyo Cho Kyuhyun! Cepat datang ke Dorm sekarang!” Kyuhyun membanting kesal pesan telpon dari Eunhyuk pagi ini. Tidak bisakah ia hidup tenang sebentar? Kyuhyun meraih kemeja disampingnya dan tampak keluar dengan malas.
“Hiu hwi-ya...” panggilnya kusut. Namun sayang, Hiu hwi sepertinya tak menjawab akan hal itu, malah rumah ini tampak kosong.
“Huhhh... gadis itu pasti sudah beberlanja.” Desah Kyu seraya mengambil kunci mobilnya untuk berlalu ke Dorm. Sepertinya, ia hanya perlu membasuh muka untuk pergi kesana.
@Dorm Super Junior_ -South Korea-
Kyuhyun kini tampak tengah tertawa-tawa tak karuan saat ia menatapi para Hyung-nya ini dengan tampang frustasi. Bagaimana tidak? Jebakan yang tadi disediakan untuk Kyuhyun, kini malah sudah diketahui namja itu. Kyuhyun memang tak terlalu bodoh, ia ingat jika hari ini adalah ulang tahunnya dan itu berarti ia harus siap dengan segala kondisi yang akan terasa aneh.
“Kyu, harusnya kau pura-pura tak tau!” Umpat Leeteuk kesal.
“Kalian yang bodoh Hyung, jebakan seperti ini saja benar-benar mudah ditebak. Kalian harus banyak belajar lagi caranya menjahili orang lain.” Kyuhyun merengut simpul seraya menatapi senang anggota keluarganya yang lain berada disini.
“Kajja, tiup lilinnya...” ucap Donghae senang. Beberapa namja tampan ini pun perlahan-lahan menyanyikan lagu ulang tahun untuk Kyu. Ramai! Dorm ini, tampak begitu ramai akan orang-orang yang datang.
“Happy Birthday Kyuhyun... happy Birthday...” semua orang kontan berteriak hal yang sama. Sebuah kue coklat nampak terdiam indah dikedua tangan Sungmin saat ini.
“YA! Cho Kyuhyun, ayo cepatlah ditiup!” Umpat Changmin yang telah bersiap dengan sendok dan piring kecilnya. Betapa Maknae TVXQ itu benar-benar menjadi setan makanan dimanapun ia berada. Kyuhyun mendengus, tampak kedua bola matanya malah seolah mencari-cari keberadaan seseorang.
“Hyung, aku ingin menunggu Hiu hwi sebentar.” Ucap Kyu membuat semua orang yang ada disini sentak terdiam, terutama seluruh member Suju! Mereka terlihat saling menatap dengan raut aneh.
“Kyu... Hiu hwi tak akan datang!” Timpal Yesung membuat Kyu sontak menatap para Hyung-nya ini bergantian.
“Waeyo?”
“Mungkin jebakan kami yang pertama tadi memang tak berhasil, tapi apa kau tau jika kami sudah menyiapkan jebakan lain bahkan sebelum kau berulang tahun. Ah, sepertinya jebakan yang ini sukses besar.” Ucap Eunhyuk membuat Kyu memicing bingung.
“Apa maksud kalian, Hyung?”
“HAHAHA... Kyu, kami tau kau setan yang sulit untuk dikerjai. Untuk itulah, kami semua merencanakan sesuatu yang luar biasa untuk mengerjaimu. Hiu hwi... sebenarnya, dia bukanlah istrimu! Kau bahkan memang belum sama sekali menikah, hahaha. Kyu, maafkan kami ne? Beberapa minggu yang lalu, kami memang sengaja memberimu obat tidur agar kau sering tertidur untuk memulai semua ini, dan kurasa kau kali ini yang kalah.” Ujar Leeteuk seraya tertawa bersama yang lain. Kyuhyun kontan memucat! Tubuhnya sedikit mundur kebelakang, seolah kini ia tiba-tiba ingin pingsan mendengarnya.
“MWO?” pekik Kyu bergetar. Semua member Suju ini sontak terdiam, sepertinya mereka sedikit merasa menyesal telah mengerjai Kyu dengan cara yang cukup ekstrim seperti ini.
“Maafkan kami Kyu, mungkin akhir-akhir ini kau merasa aneh. Apalagi kami juga sudah berkerja sama dengan keluarga dan Dokter pribadimu untuk ikut berpartisipasi disini. Kam—”
“Lalu, siapa gadis itu?” sela Kyu memicing emosi
“Hiu hwi? Ah... dia bernama Lee Hiu hwi, seorang gadis yang ditemukan Eunhyuk disebuah iklan Online dijejaring situs dewasa. YA! Gadis itu tak berbuat macam-macam kan? Dia sudah berjanji pada kami, tidak akan melakukan sesuatu padamu.”
“MWO?” Kyu seolah merasa dirinya terhempas disebuah bebatuan dengan kerikil yang tajam. Kepalanya berdenyut, ingin sekali ia membuat semua ini tak pernah ia dengar.
“Jadi, maksud kalian ini hanyalah sebuah LELUCON?”
“Kyu...”
“Dia bukan istriku, dan tak mempunyai hubungan apa-apa denganku? Ini hanya rencana kalian untukku? Apakah benar seperti itu?”
“Ya, seperti itu. Kami seben—”
“APA KALIAN PIKIR INI LUCU HUH? LELUCON? APAKAH KALIAN TIDAK MEMIKIRKAN CARA LAIN UNTUK MENGERJAIKU HYUNG? YA! INI LELUCON...” Kyu sontak membanting kue dihadapannya dan memandangi satu per satu Hyung-nya dengan emosi.
“Kyu, kau kenapa? Ayolah, bukankah ini juga sudah selasai. Kami minta maaf jika ini memang keterlaluan.” Pelas Leeteuk menyesal.
“MINTA MAAF? Kalian pikir ini dapat dengan mudah selesai, begitu? YA! APA KALIAN BENAR-BENAR HYUNG-KU?” pekik Kyu seraya sentak menitikan air matanya, membuat yang lain hanya diam ditempat. Kyu terlihat amat serius dan mengerikan! Betapa tidak? Lelucon ini bahkan telah berakibat fatal! Semalam... ia sudah melakukan malam panjang untuk yang pertama kali dengan seorang gadis, dan ternyata tanpa hubungan apapun. Member Suju yang lain mungkin tak memikirkan hal sampai sejauh ini, Kyu orang yang cukup sulit untuk menjalin hubungan dengan seorang gadis. Untuk itulah, mereka percaya, jika Kyu dan gadis itu tak akan apa-apa. Namun sayang, semua malah berbanding terbalik dengan rencana awal. Siapa sangka, Kyu malah mulai menyukai gadis asing itu.
“Kyu...” desah Sungmin seraya memegang bahu kiri Kyu. Namja itu menghempaskannya, seolah ia sekarang tak ingin diganggu. Bantal ikan Hiu, kostum Telur ungu dan bahkan semua perlengkapan dan foto itu memang sudah direncakan dari awal. Lee Hiu hwi, entah siapa gadis malam itu sebenarnya. Eunhyuk hanya tau jika dia adalah seorang wanita penghibur! Namun, Hiu hwi tak pernah sekalipun tidur dengan seorang pria, dia hanya melayani! Dan Kyu, adalah namja pertama yang telah merenggut semua barang berharganya. Karna itulah, Hiu hwi sempat menolak perbuatan Kyu malam itu.
“Paman, ini ada kiriman untukmu.” Nampak seorang namja kecil menyodorkan sebuah kotak pada Kyu. Kyu berjengit, dengan lemah ia buka kotak itu dan mendapati sebuah telur yang dicat ungu terdiam dibalik bongkahan kertas-kertas kecil. Ada secarik memo yang tertulis didalamnya.
“Happy Birthday Kyuhyun Oppa, ani maksudku Cho Kyuhyun-shi. Aku tak terlalu mempunyai uang untuk membelikanmu kado mahal. Tapi ini—telur unguku! Semoga kelak kau dapat menjaganya sampai menetas menjadi sebuah burung yang akan menamanimu terbang. Maafkan aku, dan terima kasih telah menerimaku menjadi istrimu selama ini. BERBAHAGIALAH Tuan Cho, berbehagialah...”
Kyuhyun tampak meremas memo itu dengan kalut. Namja itu pun sentak berdiri dan berlari kearah luar, berharap gadis itu masih berada disekitar sini.
“Hiu hwi-ya...” Kosong! Hanya hembusan angin yang membalas desahannya itu. Bodoh? Yang benar saya, Kyu bahkan mendapatkan hadiah yang sangat berharga dari gadis itu. Kesucian yang selama ini ia jaga mati-matian diantara kehidupannya yang keras. LELUCON... Kyu benar-benar ingin menangis setiap kali ia menyadari hal ini. Lee Hiu hwi, gadis itu telah membuatnya jatuh cinta!
-THE END-
“Hoeekkk... hoeeekkk...” Hiu hwi tampak memijat pelan kepalanya. Sudah beberapa hari terakhir ini ia merasa mual, bahkan Yunho yang notabane adalah kekasih beserta pemilik club malam ditempat Hiu hwi bekerja pun tampak curiga.
“Kau kenapa?” tanya Yunho seraya memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang.
“Aniya, aku hanya merasa tak enak badan.” Bohong Hiu hwi memaksakan senyumnya dan beranjak untuk keluar dari toilet ini. Yunho mengangguk mengerti, namja itu tak tau jika sebenarnya Hiu hwi tengah menyembunyikan sebuah alat tes kehamilan.
‘Aniya, tidak mungkin aku mengandung anak Kyuhyun Oppa!’
Gumam Hiu hwi memucat! Bahkan selama hampir bertahun-tahun ia berpacaran dengan Yunho, yeoja itu sama sekali belum pernah mau disentuh Yunho. Cho Kyuhyun... entah apa yang membuatnya memberikan segalanya pada namja itu.
FIN
PENGUMUMAN, tidak ada SEQUEL ya.... Buat Kyuhyun Oppa... Happy birthday.. *KABORRRRR*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar