_“BAD BOY!”_ Part. 2 [Kyu-Hwi School]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“Hiu hwi-ya....” Panggil sang Guru itu yang secara cepat mengejar Hiu hwi. Bisa mati, jika sampai Hiu hwi melaporkan kejadian ini kepada Ayah-nya. Bukan hanya akan dipecat, mungkin ia akan dihina habis-habisan.
Sedangkan Kyuhyun? Baiklah, namja itu tampak masih mematung ditempatnya dengan tatapan nanar kearah pintu. Tubuhnya perlahan-lahan merosot, hingga terduduk dilantai toilet itu seketika. Tak ada wajah penyesalan dalam ekpresinya itu, hanya ada sebuah senyuman sinis yang sedikit terlihat miris.
Entahlah, ada apa dengan Kyuhyun sebenarnya!
This Story Original From @Jjea_

‘Mungkin aku tidak menangis, tapi aku sakit.
Mungkin aku tidak mengatakan, tapi aku merasa.
Mungkin aku tidak menunjukkan, tapi aku perduli....’
_“BAD BOY!”_ Part. 2
Bias cahaya mentari itu seakan terukir diatas batu, terpantul dalam kubangan air, dan memberikan sengat untuk mengeringkan tanah. Angin itu perlahan-lahan seakan bersulam, menantang kehangatan mentari untuk memberikan sedikit kesejukan bumi. Seperti inilah hidup, berputar seolah tak pernah berhenti untuk beristirahat sejenak. Yah, mereka melakukannya tanpa pamrih dan bahkan tanpa mengenal lelah.
* When it all began ... Help Me, To Hate You*
Tampak sedikit ada yang berbeda dari keadaan Hiu hwi sejak kemarin. Ia lebih banyak melamun, berpikir, dan tak banyak berceloteh seperti biasa. Kim Heechul, yang notabene adalah supir pribadi gadis itu pun dibuatnya bingung setengah mati. Semenjak ia menjemput pulang gadis yang masih berdarah bangsawan itu dari Sekolah siang kemarin, Heechul sama sekali merasa ada sesuatu yang memang telah terjadi. Bahkan, kemarin Hiu hwi berlari sambil menangis keluar pintu gerbang Sekolahnya, lalu membentak Heechul untuk segera pulang. Tak pernah Hiu hwi seperti ini sebelumnya, ia sebenarnya termasuk gadis yang cukup tegar dan berani akan banyak hal. Namun untuk kali ini, sepertinya memang ada hal yang cukup menyakiti perasaannya.
“Nona Lee, sampai kapan kau terus melamun didalam mobil ini? Kita sudah sampai di Sekolahmu, kau tidak mau keluar? Mungkin sebentar lagi bel masuknya akan berbunyi.” Ucap Heechul sedikit ragu, mengingat raut gadis itu tampak berubah-ubah mengerikan. Hiu hwi sentak menatapinya dengan picingan tajam.
“Aku tidak mau Sekolah, aku bolos saja hari ini.”
“Mwo? Nona Lee, itu tidak bisa. Bagaimana jika Appa-mu mengetahui soal ini? Bukan hanya kau yang akan terancam diteriaki, tapi juga aku!”
“Bukankah hanya teriaki? Appa-ku juga tak mungkin membunuhmu, jadi untuk apa kau takut? Lagipula, aku malas sekali untuk Sekolah, aku takut bertemu orang itu lagi.”
“Nona takut bertemu siapa? Yak! Apa ada orang yang mengganggu Nona didalam Sekolah itu, huh? Cepat ... cepat katakan siapa namanya, biar aku yang akan menghadapinya. Berani sekali dia membuat Nona seperti ini! Apa dia tidak tau, jika Nona Lee adalah gadis yang paling kuat didunia ini? Tsk, apa mungkin dia mengira Nona akan mengalah dengan mudah lalu terpuruk? Huhh, kalau begitu dia sudah salah besar!”
“Nde?” Hiu hwi tampak terpaku mendengar lontaran kalimat Heechul kali ini. Entah sadar atau tidak, sebenarnya terselip kalimat penyemangat dalam kalimat Heechul tadi itu. Yah, Hiu hwi akui, jika pemuda bermarga Kim ini selalu dapat membuatnya kembali bangkit.
“Hadapi saja Nona Lee, dan lanjutkan apa yang dapat membuatmu bahagia,” Heechul tampak tersenyum seraya mengacak puncak kepala Hiu hwi dengan gemas. Gadis itu tampak berpikir sejenak, sepertinya perkataan Heechul memang benar. Ia juga sudah lelah untuk bersikap menderita seperti ini, terlalu menyiksanya. Ada baiknya, ia bersikap biasa, diam sekalipun hatinya ingin berteriak. Yah, setidaknya itu dapat membuatnya tidak terlihat terlalu menyedihkan dihadapan orang lain.
“Lagipula, jika ada yang membuat Nona merasa tidak nyaman berada di Sekolah, Nona bisa—”
BRAKK...!
Belum sempat Heechul hendak melanjutkan ceramahnya itu, terdengar pintu mobil belakang ini pun sudah lebih dulu tertutup dengan cepat dan keras. Tampak Hiu hwi tengah berdiri dengan tegap seraya merapikan helaian rambutnya. Gadis itu tampak tersenyum, sekalipun masih ada sesuatu yang seolah mengganjal perasaannya itu.
Yah, kejadian kemarin siang yang terjadi didalam Toilet pria itu benar-benar menghatamnya. Hiu hwi benar-benar sama sekali tidak menyangka, jika Kyuhyun dapat melakukan hal itu sampai sejauh kemarin dan dengan orang yang selama ini ia hormati. Staff Tata Usaha Sekolah ... bukankah itu sedikit mengerikan? Bahkan mungkin, jika kemarin ia tak kesana dan menghentikan semua adegan tak senonoh itu, bisa jadi semuanya memang benar-benar akan terjadi.
“Huhh...,” Hiu hwi menghela nafas saat ia masih sangat amat dengan jelas mengingat bagaimana dekatnya posisi Staff dan tubuh Kyuhyun kemarin itu. Tidak! Ia benar-benar muak mengingatnya lagi, itu benar-benar sangat menjijikan. Namun aneh, Hiu hwi tak menampik jika perasaannya terhadap Kyuhyun tak berkurang sedikitpun. Ia seolah hanya merasa kecewa pada Kyuhyun. Selama ini Kyuhyun memang sangat dikenal sebagai ‘Bad Boy’ yang membuat semua orang harus ektstra hati-hati untuk dekat dengannya. Ia memang namja yang seperti itu, tak pernah lepas dari sesuatu hal yang sedikit ekstrim. Namun dibalik semua sikap buruknya itu, Hiu hwi yakin dan percaya, jika tersimpan sisi lain dari seorang Cho Kyuhyun. Yah, mungkin itulah yang membuatnya kembali berniat untuk mendekati Kyuhyun dan mencari semua apapun yang ada padanya.
“Heechul-shi, gomawo yo.” Hiu hwi tampak berbaik seraya menatapi seseorang yang duduk dikursi depan itu seketika. Heechul mengangguk, ia tau jika Mood Hiu hwi memang gampang sekali berubah-ubah.
“Nde, masuklah Nona. Nanti aku akan menjemputmu tepat waktu.” Sahut Heechul dengan menampakkan kepalanya melalui jendela mobil.
“Ohk, pulanglah. Kau tau? Badanmu bau sekali Ahjussi Kim, kau pasti belum mandi pagi ini.” Hiu hwi berbalik dan seketika membuat ancang-ancang untuk berlari masuk ke gerbang Sekolahnya itu.
“MWO? Yak! Kau—” Heechul sentak berteriak kesal. Namun Hiu hwi hanya terkekeh seraya mencibir senang kearahnya. Baiklah, Heechul benar-benar tak terlalu bisa kesal akan tingkah kekanak-kanakan majikan cantiknya itu. Hiu hwi sangat manis. Heechul benar-benar senang dapat menatapi ekspresi Hiu hwi kembali berubah seperti biasa. Gadis itu memang sangat berbeda dari yang lain, terkadang dia dengan mudah menangis dan sangat terlihat rapuh, terkadang pula dia dapat tertawa terbahak-bahak, bahkan dalam waktu yang sama. Yah, seperti itulah sosok Hiu hwi dalam pikiran seorang Kim Heechul.
Hiu hwi tampak masih tertawa saat ia benar-benar sudah memasuki halaman Sekolahnya ini. Sesungguhnya, jantungnya mulai berdegup kencang sekarang. Bagaimana jika nanti ia melihat Kyuhyun? Tidak! Hiu hwi seolah belum siap untuk bertemu namja itu lagi. Apa jadinya, jika Hiu hwi malah kembali berpuluh-puluh kali lipat jatuh cinta pada pemuda itu?
“KYUHYUN OPPA...!”
DEG!
Teriakan dari gadis-gadis itu seperti biasa terdengar dari lorong menuju kearah kelasnya itu. Mendadak tubuh Hiu hwi beku ditempat! Ia bingung harus melanjutkan langkahnya atau malah berbalik dan menghindar? Dimana sosok yang kini tengah dipanggil-panggil gadis itu? Bagaimana jika ... aniya! Hiu hwi sontak berbalik dan hendak berniat berlari menuju kearah kantin Sekolah.sampai seketika....
BRUKKKKKKK!
Hiu hwi merasakan tubuhnya sedikit terpental saat ia sadar jika ia menabrak tubuh seseorang. Bukan hanya terpental, tetapi gadis itu kini sudah kehilangan kestabilan tubuhnya, lalu terhuyung jatuh kelantai. Baiklah, sepertinya Hiu hwi harus bersiap-siap untuk ditertawakan seisi Sekolah ini.
“Aw..., appo!” Rintih Hiu hwi seraya mendengus tatkala suara tawa beberapa orang disini mulai terdengar kearahnya. Hiu hwi mendongak dan bermaksud untuk melabrak orang yang dengan berani-beraninya telah menabrkanya ini. Hingga ... yah, lidah Hiu hwi tercekat cepat bersamaan dengan cangkang matanya itu membesar, menatapi seorang namja tampan yang sudah kelewat batas berdiri dengan wajah datarnya seperti biasa. Dimata Hiu hwi, tak ada namja yang paling tampan lagi kecuali dia, yah dia adalah...
‘Cho Kyuhyun...,’
Hiu hwi dapat merasakan suhu tubuhnya panas-dingin dengan bersamaan. Kenapa ia harus bertemu namja ini disini? Bukankah tadi ia berniat menghindarinya? Lalu kenapa mereka malah bertabrakan seolah tak ada jalan lagi di Sekolah ini? Hiu hwi benar-benar memucat sekarang, antara marah dan terpesona. Yah, ia benar-benar tak terlalu bisa mengontrol diri, jika sudah berhadapan dengan pria berkulit putih susu ini.
“Kau tidak apa-apa, hem? Berdirilah.” Kyuhyun tampak menjulurkan sebelah tangan kanannya pada Hiu hwi, bermaksud untuk membantunya berdiri. Gadis itu mengerjap-ngerjap tak percaya. Bukan hanya karna nada intonasi serta kalimat yang baru saja diucapkan namja ini, tapi juga karna ekspresi Kyuhyun yang saat ini sedikit ... yah, tidak sedikit, tapi benar-benar sangat manis.
“Aku minta maaf Hiu hwi-shi. Tadi, aku benar-benar tidak sengaja. Kau tidak apa-apa, eh?” Kyuhyun menekuk kedua kakinya untuk berjongkok dihadapan Hiu hwi sekarang. Seolah terultimatum, Hiu hwi tak dapat bergerak lagi ditempatnya saat ini. Kyuhyun tersenyum, demi apapun..., Hiu hwi berani bertaruh, jika senyum itu seolah tampak sangat berbeda dari sebelumnya. Yah, ini adalah senyuman pertama yang Kyuhyun berikan padanya selama ini.
“Ada apa? Kau bisa bisa berdiri?” Kyuhyun sontak menyentuh kaki Hiu hwi untuk memastikan jika gadis itu baik-baik saja. Namun dengan cepat, Hiu hwi sontak menarik kakinya itu, membuat Kyuhyun cukup terkejut.
“Maaf, aku tak berniat apapun. Aku hanya ingin memastikannya saja, sepertinya kau memang kesulitan untuk berdiri.” Namja itu terdiam sejenak sampai akhirnya ia sontak bergerak seolah-olah berniat untuk memapah tubuh Hiu hwi dengan cepat, lebih tepatnya membawa tubuh gadis itu kedalam gendongannya. Hiu hwi tak berkutik, ia bahkan tak bisa menolak atau sekedar menggelengkan kepalanya dan berteriak. Hiu hwi sangat membenci akan pesona Kyuhyun yang seolah sudah mendarah daging dan memberikan efek sangat luar biasa pada semua organnya itu hingga ia hanya dapat diam sekarang; membatu.
Semua gadis-gadis ini tampak menganga dengan pancaran kedua mata mereka yang begitu iri. Kyuhyun berdiri dan berjalan seraya menggendong Hiu hwi kearah kiri, tepatnya keruang kesehatan. Baiklah, dapat Hiu hwi dengar decakan kagum semua orang pada seorang Cho Kyuhyun sekarang. Namja ini ... lagi-lagi ia mendapatkan perhatian yang luar biasa.
“Ak-aku tidak apa-apa. Kau bisa turunkan aku disini saja,” ucap Hiu hwi gugup setengah mati. Kyuhyun tampak tak bergeming dengan ucapannya itu. Namja itu tetap saja berjalan menuju ruang kesehatan, lalu merebahkan Hiu hwi keatas sebuah ranjang panjang yang memang terdapat disana.
“Kau baik-baik saja Hiu hwi? Kyuhyun-ah, dia kenapa?” tanya Leeteuk; pengurus Osis yang bertugas sebagai ketua ruang kesehatan ini.
“Tadi aku menabraknya, mungkin kakinya sedikit terkilir.” Sahut Kyuhyun dengan nada yang sangat ramah. Toh, ia memang selalu seperti itu dihadapan orang lain. Bersikap bak malaikat yang tanpa celah, padahal jika bersama Hiu hwi—errr—malah jauh bertolak belakang. Ia bahkan akan terlihat lebih mengerikan dari setan manapun, jika sudah berdua dengan gadis itu. Dan Hiu hwi, sungguh ia tak menginginkan lagi untuk berduaan dengan Kyuhyun. Yah, terlalu beresiko menurutnya.
“Ah, benarkah? Baiklah, aku akan mencari minyak untuk membantumu memijat kakinya. Changkaman—”
“Tidak usah Leeteuk-shi, ak-aku tidak apa-apa.” Potong Hiu hwi cepat dengan sedikit pelasan. Sesungguhnya, ia hanya tidak mau ditinggal berdua dengan Kyuhyun diruangan ini. Jika tidak mati jantungan, Hiu hwi pasti akan pingsan karna mimisan.
“Aku sebentar saja. Kakimu harus diobati! Kyuhyun-shi, aku permisi dulu.” Leeteuk segera keluar dari ruangan ini dengan lariannya. Kyuhyun hanya mengangguk menatapi punggung pria itu yang semakin menjauh. Hiu hwi merasa, jika setelah ini keadaannya akan berada dalam keadaan darurat.
BLAM!
Kyuhyun menutup pintu ruang kesehatan itu dengan sekali hentakan. Dapat Hiu hwi lihat, perubahan raut wajah Kyuhyun saat ia berbalik menghadapnya lagi. Tak ada lagi senyuman manis itu, sekarang yang ada hanyalah picingan mata namja itu yang terlihat serius.
‘Apa ucapan dan kalimatnya padaku tadi hanya akting?’
Gumam Hiu hwi dalam hati. Gadis itu hanya dapat meneguk air liurnya susah payah saat ini. Sungguh, ia ingin sekali keluar dari tempat ini sekarang juga.
“Aku rasa bel masuk sudah berbunyi, se-sebaiknya kita cepat masuk kekelas.” Hiu hwi hendak berniat turun dari tempatnya sekarang. Namun sayang, Kyuhyun sudah mencegat niatnya itu lebih dulu.
“Apa kakimu masih sakit, eh?” Kyuhyun semakin mendekat. Tubuhnya sekarang berdiri sedikit membungkuk dengan kedua tangan yang berada diatas ranjang, dan Hiu hwi duduk diantaranya kedua tangannya itu.
“Ya, ak-aku tidak apa-apa. Tadi, kaulah yang terlalu berlebihan untuk membawaku kemari.” Balas Hiu hwi merunduk. Ia sungguh tak selalu bisa membalas kedua mata Kyuhyun dengan lama.
“Huhhh..., baguslah. Mungkin aku akan dikeluarkan dari Sekolah, jika sampai kau kenapa-kenapa.”
“Tidak akan. Sekalipun kau menabrakku sampai aku tak bisa berjalan sekalipun, kau belum tentu akan dikeluarkan. Aku bukan gadis yang terlalu manja seperti apa yang kau pikirkan. Kecuali, jika aku menceritakan tentang kejadian siang kemarin kepada Ayahku. Kalau itu alasannya, aku baru yakin kau tak akan bisa bersekolah lagi disini. Staff Guru Kang, kekasih tuamu itu sudah mengundurkan diri kemarin. Ia takut jika aku akan membuka mulutku dan berita mesum itu akan menyebar.”
“Lalu, kenapa kau tidak menceritakannya pada Appa-mu?” tanya Kyuhyun lagi-lagi memicing. Hiu hwi tersenyum sinis, lalu memiring untuk menatapi wajah Kyuhyun dengan lekat.
“Kau sudah tau jawabannya, jadi masih ingin bertanya?”
“Mwo?”
“Oppa, kau bahagia setelah berciuman dengan gadis-gadis itu? Kenapa bisa sampai Staff Guru, eh?”
“Itu bukan urusanmu!”
“Yah, memang bukan urusanku. Baiklah, aku mengerti sekarang.” Hiu hwi sontak turun dari ranjang itu seketika. Kedua tangan Kyu masih setia menguncinya, Hiu hwi benar-benar sudah tak tahan jika harus berurusan lagi dengan pria ini.
“Kau mau kemana? Kakimu belum—”
“Itu bukan urusanmu!” Balas Hiu hwi sama persis dengan nada yang Kyuhyun ucapkan padanya tadi. Namja itu tampak tersenyum miring seketika! Walaupun Hiu hwi berusaha untuk seketus mungkin dengannya, pancaran malu gadis itu ketika berhadapan dekat dengannya benar-benar tak bisa ia tutupi.
“Kau pernah berkata menyukaiku bukan?” tanya Kyu membuat Hiu hwi sentak kembali duduk diranjang itu untuk menghindari pendekatan tubuh dengan pria ini.
“Ya, aku memang pernah mengatakan jika aku sangat menyukaimu. Tapi sekarang ... aku akan menarik ucapanku itu.” Hiu hwi memalingkan wajahnya kearah samping, ia ingin menghindari kontak matanya dengan Kyuhyun lagi. Sejujurnya, Hiu hwi mengatakan kalimat itu dengan emosi cemburunya yang masih tersisa kemarin.
“Benarkah? Tapi sayang, aku tak akan menarik apa yang telah aku dengar. Bukankah sangat menyenangkan disukai oleh yeoja cantik dan kaya raya sepertimu, eh?” Kyuhyun melayangkan desahan nafasnya hingga menerpa kulit wajah Hiu hwi. Tubuh gadis itu kembali dingin! Ia mengumpat dalam hati, mengapa Leeteuk sangat lama untuk kembali kesini.
“Heunghhh..., kau sebenarnya gadis yang sangat menarik,” kepala Hiu hwi sontak mendongak menatap Kyuhyun dengan tak percaya. Namja itu tak menatap matanya, tapi lebih mengarah pada arah bawah, tepat didaun bibir gadis itu. Hiu hwi merasakan ia akan terkena serangan jantung jika terus seperti ini.
“Yah, kau memang sangat menarik,” Kyuhyun kembali mendekatkan jarak diantara mereka. Mengangkat tangan kanannya, lalu mengusap-ngusap lembut daun bibir gadis itu dengan senyuman menggoda.
“Tapi sayang—kau bukan gadis yang masuk tipeku. Kau gadis yang tak bisa kuajak kencan, berciuman atau sekedar saling berpelukan. Tidak, kau masih terlalu manja dan polos untuk mengenal hal-hal yang seperti itu. Kau lebih cocok berada dirumah dan belajar bagaimana mengurus perusahaan Appa-mu. Yah, seharusnya kau tak menyukaiku. Bodoh!” Kyuhyun menggigit kecil telinga kiri gadis itu lalu melepaskannya. Hiu hwi bergidik sejenak, lalu kembali mematung seperti tadi.
“Tunggu saja Leeteuk disini, aku akan kembali kekelas.” Kyuhyun sentak memundurkan langkahnya lalu berbalik menuju kearah pintu. Pria itu benar-benar seolah tak perduli, jika sekarang Hiu hwi malah tampak memucat pasi pasca ia memperlakukan gadis itu seperti tadi.
‘Ya Tuhan..., namja itu benar-benar... ASH!’
***
‘Kau bisa berpura-pura mencintai seseorang ketika tidak mencintainya.
Tetapi kau tidak akan bisa berpura-pura tidak mencintainya ketika kau benar-benar mencintainya....’
Sudah selama 3 hari ini Kyuhyun tak masuk Sekolah tanpa kabar yang jelas. Beberapa gadis yang memujanya itu sentak kuatir dan merasa Sekolah benar-benar sangat sepi tanpa kehadiran sang Pangeran Cho mereka. Menurut isi surat izinnya, Kyu mengalami sakit. Tapi apakah ia benar-benar sakit? Lalu, jika benar ia memang mengalami kondisi buruk, bagaimana keadaannya sekarang? Kyuhyun memang dikenal tinggal sendiri di Apartmentnya, dan Hiu hwi memang sudah tau itu sejak awal. Entahlah, sekalipun ia mencoba untuk tidak ikut kuatir, tapi tetap saja Hiu hwi merasakan ada yang hilang dalam jiwanya saat ini.
Selama ini, Hiu hwi bersemangat datang ke Sekolah setiap harinya karna namja itu. Ia berdandan, memakai pakaian rapi, dan selalu bersemangat untuk belajar karna ia ingin mendapatkan perhatian lebih dari Kyuhyun. Dan saat pria itu tak ada seperti ini, Hiu hwi benar-benar merasakan sia-sia untuk melakukan itu semua. Cinta memang benar-benar rumit!
“Cepat, antarkan aku ke alamat Apartment ini!” Perintah Hiu hwi seraya menyodorkan sebuah kertas pada Heechul. Namja itu tampak membulatkan matanya polos, seolah ingin menolak.
“Tap—”
“Cepat pergi atau aku akan pergi sendiri dengan taksi.” Ancam Hiu hwi membuat Heechul benar-benar tak dapat membalas lagi.
“Ah, baiklah. Tapi, kenapa kita tak langsung pulang saja? Dan untuk apa Nona kemari?”
“Aku ingin menjenguk temanku yang sakit.”
“Benarkah? Temanmu? Temanmu yang mana Nona?”
“Tentu saja teman Sekolahku.”
“Bukankah yang kutau kau tak mempunyai teman di Sekolah, Nona? Mereka kan takut dengan Nenek lampir sepertimu,” celetuk Heechul membuat Hiu hwi sentak menatapnya garang.
“Hahaha, aku hanya bercanda. Hummm..., temanmu itu laki-laki atau perempuan?”
“Banci!” Sahut Hiu hwi dengan nada frustasi, membuat Heechul tergelak seketika.
“MWO?”
“Yak! Tentu saja temanku itu—temanku itu seorang perempuan.”
“Hahaha, aku minta maaf. Kukira laki-laki,”
“Memangnya kenapa jika laki-laki?”
“Tentu saja, aku tidak akan mengizinkanmu.”
“Nde? Hummm....” Gadis itu tampak menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Heechul kembali memasang wajah menyebalkannya itu. Hiu hwi terkadang bingung sendiri, kenapa Heechul selalu akan merubah ekspresinya itu menjadi berbeda, ketika Hiu hwi menyinggung masalah teman prianya. Alasan Heechul hanya satu yang pernah Hiu hwi dengar yaitu ... Ayahnya tidak mengizinkan Hiu hwi untuk berteman dengan pria. Cah, Hiu hwi benar-benar belum memastikan itu secara jelas pada Appa-nya. Mana mungkin ada aturan seperti itu!
Lama kedua orang ini terdiam didalam mobil hitam kelat ini. Sampai tiba-tiba saja Heechul menghentikan gerakan mobilnya perlahan-lahan. Hiu hwi mengernyit, sepertinya mereka sudah sampai. Cepat sekali! Memang, tempat ini tak terlalu jauh dari Sekolah Hiu hwi.
“Kau tunggu disini saja.”
“Baik. Nona. Tapi apa perlu aku—”
“Tidak perlu.” Sela Hiu hwi cepat seraya berjalan dengan menjinjing beberapa kantong ditangannya. Heechul menghela nafas seraya melipat kedua tangannya didepan dada.
“Yak! Jangan ikut masuk! Awas kau....” Hiu hwi sejenak kembali berbalik menghadap Heechul. Tingkah gadis itu malah semakin membuat Heechul curiga. Gadis itu dengan cepat masuk kesebuah pintu otomatis dan menanyakan sesuatu kearah pelayan yang ada disana. Hiu hwi mendapatkan alamat dan nomor Apartment Kyuhyun melalui Tata Usaha kesiswaan. Terkadang menjadi anak Pemimpin Sekolah itu sangat menyenangkan.
TING!
Hiu hwi tampak masuk kedalam sebuah lift setelah ia mengetahui lantai berapa Apartment Kyuhyun. Lantai 3! Yah, cukup tinggi dan sepertinya memang sangat mewah. Mengingat, Apartment ini bukanlah Apartment biasa, dan Hiu hwi yakin harga sewanya pun juga tak biasa. Hiu hwi tak banyak tau kehidupan pribadi Kyuhyun, termasuk tentang siapa dan apa pekerjaan orang tua Kyuhyun selama ini. Apapun yang berbau dengan namja itu, seolah menjadi sebuah kisah misterinya sendiri.
Number 323
Kaki Hiu hwi sentak terhenti tepat didepan pintu kamar dengan nomor 323 itu. Sedikit ragu untuk menekan bel! Hiu hwi mengalihkan pandangannya disepanjang lorong ditempat ini sejenak. Pengamanan yang dilakukan disini memang cukup ketat, bahkan terlihat sekali sangat bersih.
“Nanti, apa yang akan aku katakan padanya?” Hiu hwi mondar-mandir tak karuan didepan pintu itu. Bahkan ia tak perduli, beberapa pasang mata kini tengah memperhatikan gerak-gerik anehnya itu.
“Tidak! Aku pulang saja...,” ucap Hiu hwi seraya berbalik dan hendak berniat meninggalkan tempat ini. Namun tunggu! Kakinya tiba-tiba saja berhenti lagi! Ini gila, Hiu hwi kembali menatapi pintu kecoklatan itu dengan frustasi.
“Tapi aku ingin melihat kondisinya? Ash..., Cho Kyuhyun! Kuharap tak ada lagi mahkluk mempesona sepertimu lahir kedunia ini. Kasihan, gadis-gadis sepertiku!” Umpat Hiu hwi kesal. Kedua matanya kini sentak tertutup seraya mengangkat tangan kanannya itu untuk menekan bel.
TING!
Suara seperti lonceng itu terdengar seketika. Hiu hwi benar-benar menekannya, dan sekarang ia malah menjadi panik sendiri.
“Omo! Omo! Apa yang aku lakukan? Aku harus bagaimana? Ash..., jincha! Otthoge?” Hiu hwi tak tau harus bersembunyi kemana agar kamera didalam itu tak menyorotnya. Dengan tanpa berpikir lagi, gadis itu pun sentak merunduk, lebih tepatnya duduk didepan pintu itu.
“Nugu?” suara indah khas milik seorang Cho Kyuhyun terdengar. Akan Hiu hwi pastikan, jika sebentar lagi pria itu akan membukan pintu Apartment miliknya ini. Lalu....
CKLEK!
Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah saat ia merasakan, jika pintu itu sudah terbuka dan memperlihatkan wujud seseorang. Jantung gadis itu semakin berdegup kencang! Hanya bertemu dengan Cho Kyuhyun saja, dapat membuatnya gila seperti ini.
“Kau sedang apa duduk disana?” tanya Kyuhyun dengan raut yang sama sekali tanpa ekspresi itu. Hiu hwi mendongak, ia sontak berpura-pura mencari sesuatu didekatnya itu.
“Tadi mainan kunciku jatuh disini. Aku—” Hiu hwi memberhentikan penyelesaian kalimatnya disini. Gadis itu membelalakan matanya seketika, saat ia tadi berdiri lalu menatapi Kyuhyun yang ... yang ... yang sangat sexi! Namja itu sangat jauh berbeda sekali dengan pakaian Sekolah yang selalu ia lihat setiap harinya. Ia sekarang hanya memakai celana putih pendek, lalu dengan kemeja lengan panjang yang juga berwarna putih. Sebenarnya, pakaian itu seolah bukan termasuk kemeja, mengingat bahan dasarnya sangat tipis, dan itu berarti ... yah, tubuh bagian atasnya masih dapat terlihat! Dan yang membuat Hiu hwi hampir mimisan itu adalah ... kancing baju Kyuhyun itu terbuka sampai kira-kira 4 kancing, membuat kalung putihnya itu melingkar indah didadanya yang sangat putih.
Hiu hwi sentak mengalihkan tatapannya. Ini sangat berbahaya! Tubuh Kyuhyun itu sesungguhnya bisa menjadi dosa untuknya.
“Apa kau kemari hanya untuk mencari mainan kuncimu itu?” Kyuhyun sentak bersuara lagi membuat Hiu hwi sedikit terperanjat.
“Nde?” Hiu hwi melupakan kalimat yang telah ia rancang tadi. Ia harus bagaimana sekarang?
“Baiklah, selamat mencari mainan kun—”
“Kyuhyun Oppa apa kau baik-baik saja?” Hiu hwi sontak menyela dengan nada gemetar. Kyuhyun tertegun! Hiu hwi berani bertaruh, jika namja dihadapannya ini seolah memang sengaja membuatnya khilaf.
“Kau mengkuatirkanku?”
“Ak-aku ... tentu saja aku mengkuatirkanmu.” Hiu hwi merunduk seraya menjawab itu. Kyuhyun tersenyum miring, lagi-lagi senyum setan itu.
“Kau tak berniat aku menyuruhmu masuk kedalam kan?” Kyuhyun menyeringai!
“Nde?”
“Masuklah. Kau akan dikira kurang sopan, jika terus berdiri didepan pintu Apartment namja seperti ini.” Namja itu terlihat membuka pintu Apartment-nya sedikit lebar, lalu mempersilahkan Hiu hwi masuk. Gadis itu kembali diam! Banyak orang yang mengatakan, jika ruangan yang ditempati seorang pria itu kebanyakan berantakan. Tapi Apartment ini ... Ya Tuhan, benar-benar sangat bersih! Hiu hwi bahkan berani bertaruh jika tempat Kyuhyun ini jauh lebih bersih dari kamarnya.
Ditempat ini cukup luas dan nyaman. Terdapat ranjang tidur berukuran sangat besar, yang memang tak memiliki sekat apapun, hingga langsung saling terhubung dengan tempat lain.
“Sepertinya sudah banyak wanita yang masuk kemari. Buktinya, kamarmu sangat rapi.” Ucap Hiu hwi sedikit dengan nada cemburu. Kyuhyun tersenyum sinis, dan meneguk air dingin dihadapannya tanpa menawari Hiu hwi lebih dulu. Sesungguhnya, jika saja Hiu hwi tau, jika ia adalah wanita pertama yang dipersilahkan masuk oleh Kyuhyun ke ruang pribadinya ini. Tidak, Kyuhyun bukan tipe yang suka membawa orang lain masuk ketempatnya.
“Untuk apa kau kemari?”
“Ohk? Aku—sebenarnya aku hanya—”
“Kau merindukanku? Cah!” Kyuhyun tampak kembali menuangkan air dingin itu kesebuah gelas, lalu menyodorkannya kearah Hiu hwi. Benar-benar sangat tidak sopan, Kyuhyun malah menuangkan air kedalam gelas yang tadi ia pakai untuk minum.
“Katanya kau sakit, untuk itulah aku datang ke Apartment mu ini Kyuhyun-shi. Ini—aku hanya ingin menyampaikan salam para fans-fans mu itu. Mereka kuatir, karna kau sama sekali tak membukakan pintu masuk untuk mereka.” Ujar Hiu hwi berusaha untuk bersikap biasa saja. Kyuhyun menatapi Hiu hwi dengan wajah flat!
“Aku tidak butuh. Jika kau sudah selesai, cepatlah keluar dan pergi.” Kyuhyun beranjak dari tempatnya lalu berbaring keatas ranjang. Namja itu merasakan kepalanya semakin sakit, terutama saat tadi mendengar jawaban Hiu hwi tentang alasannya kemari. Beberapa obat resep dari Dokter tampak hanya tergeletak begitu saja, seolah tak ia sentuh sama sekali.
“Apa kau benar-benar sakit Oppa?” Hiu hwi mendekat, seolah berusaha untuk menjangkau dahi Kyuhyun.
“Aku tidak apa-apa, sudahlah.”
“Tapi—”
“Pergilah...,”
“Oppa! Aku akan pergi setelah aku yakin jika kau memang baik-baik saja. Sekarang, biarkan aku yang—”
“Supirmu ada dibawah bukan? Dia sedang menunggumu, pulanglah. Aku tak ingin kau dimarahi Ayahmu karna terlambat pulang.”
“Yak! Kau sebenarnya menganggapku apa, eh? Kau pikir aku benar-benar gadis manja yang sangat bergantung dengan orang tuanya, begitu?”
“Bukankah itu kenyataannya. Pulanglah, kau berada disini juga ta akan menyembuhkanku! Kau tak dapat berbuat apa-apa, memangnya kau—”
“Kau pikir aku tidak bisa menghiburmu seperti gadis-gadis menyebalkan itu? Arasseo, Cho Kyuhyun! Kau tau? Aku juga bahkan bisa menjadi sosok seperti mereka. Aku hanya ingin kau sembuh, aku juga ingin kau tau jika aku dapat berbuat sesuatu yang selama ini kau remehkan!” Hiu hwi sentak menghempaskan kantong-kantong plastik ditangannya itu, lalu semakin mendekat kearah Kyuhyun. Namja itu kontan terbangun dan berdiri! Ada dengan gadis ini? Kyuhyun benar-benar bingung.
“M-mm-mwo?” Kyuhyun sentak terbelalak kaget saat seketika Hiu hwi menangis dan menggapai kepalanya untuk—
CUP!
Mencium namja itu! Bibir Hiu hwi hanya menempel hangat disana, bertengger dengan getaran hebat yang membuat Kyuhyun hampir tertawa terbahak-bahak. Kyuhyun yakin jika ini pasti hal pertama yang Hiu hwi lakukan pada seorang namja. Bahkan ia begitu polos untuk mengetahui, jika sebuah ciuman itu terkadang bukan hanya sekedar menempel seperti ini. Tapi juga....
“Lakukan gerakan yang sama sepertiku,” bisik Kyuhyun seraya tersenyum kilat, lalu membenamkan kembali daun bibirnya itu untuk menempel dengan Hiu hwi. Gadis itu terbelalak kaget! Yah, ia merasakan jika sekarang ada sesuatu yang berputar-putar dan menekan daun bibirnya dengan lembut. Tubuh Hiu hwi menegang! Apakah ini yang sering Kyuhyun lakukan? Tidak! Kenapa seperti ini? Bukankah diotak Hiu hwi, ciuman itu tidak sampai masuk ke rongga-rongga mulut. Tapi ini—
Hiu hwi merasakan tangan Kyuhyun memegangi tengkuknya semakin maju. Ini gila! Hiu hwi membayangkan bagaimana jika ia kehabisan nafas sekarang?
“Bukankah aku menyuruhmu untuk melakukan gerakan sama, eh?” Kyuhyun menyesapi pinggiran bibir Hiu hwi berulang. Gadis itu membeku ditempat! Ia malah terlihat seperti tengah kesurupan! Kyuhyun ... namja itu mendadak tertarik untuk menciumi gadis ini dengan caranya sendiri. Toh, ini bukan salahnya. Hiu hwi lah yang memulainya lebih dulu! Selalu seperti itu, bukan Kyuhyun yang memulainya. Namun aneh, Kyuhyun kali ini sangat merasa tertarik dengan bibir mungil yang sangat membuatnya gemas ini.
BRUUUKK!
Entah bagaimana sekarang tubuh Hiu hwi sudah terjatuh diatas ranjang besar ini dengan posisi berada dibawah Kyuhyun. Namja itu sepertinya sangat menikmati aktivitasnya ini, terbukti dari ia tak memberikan waktu jeda Hiu hwi untuk bernafas.
Kelopak mata Hiu hwi mengerjap-ngerjap saat kini Kyuhyun mengalah dan melepaskan tautan mereka. Masih dengan posisi yang sama dan dengan jarak yang begitu dekat, Kyuhyun dan Hiu hwi tampak saling bertatapan tajam. Entah apa yang mereka pikirkan masing-masing sekarang, tapi itu cukup membuat keadaan disini kembali tegang.
“Hummm....” Kyuhyun hanya mendesah itu, lalu memiringkan lagi kepalanya untuk melanjutkan aktivitasnya tadi. Entahlah, bahkan sampai sekarang Kyuhyun masih menunjukan raut dinginnya itu pada Hiu hwi. Aneh, padahal, Hiu hwi yakin jika Kyu menikmati ciuman mereka ini.
Disatu sisi, tampak kini Heechul tengah menatapi jam tangannya dengan sebal. Tidak bisa! Sepertinya ia berniat menyusul Hiu hwi masuk kedalam.
“Maaf Nona, gadis yang tadi masuk itu adalah majikanku. Aku ingin mengantarkan kunci mobil untuknya, boleh aku tau dia menuju Apartment nomor berapa?” bohong Heechul cepat.
“Gadis?”
“Nde, gadis dengan seragam sekolah.”
“Oh, dia masuk ke nomor 323, dilantai 3.”
“Ah, aku yakin majikanku itu pasti lama mengobrol dengan teman perempuannya itu. Jadi, biar aku menyusulnya.”
“Teman perempuan? Setauku, nomor itu dihuni oleh seorang namja.”
“MWO? Namja?”
“Dia Tuan Muda Cho. Cho Kyuhyun, maksudku.”
“MWO? CHO KYUHYUN?”
=TBC=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar