“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 6
Tittle : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 6
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
"YA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Pekik Changmin dengan suara lengkingannya membuat Kyuhyun bahkan seisi rumah susun itu dapat terbangun, Memang~ Ia memiliki oktaf suara yang lebih dari manusia pada umumnya. -_-
"Oppa... Sebenarnya bukan begitu... Aku— Aish... Aku—"
"SHIM YUU HWI! Kenapa ada seorang namja diatas tempat tidurmu huh?" Bentak Changmin kembali melengking membuat Kyu sentak berdiri dan mengambil air dari dalam toilet yang memang berada didalam kamar Hiu hwi.
“KEBAKARAN! KEBAKARAN.” Pekik Kyu masih dengan menutup kedua matanya.
- “Mencintaimu... Aku tau aku salah. Tapi entah mengapa, aku malah semakin mencintaimu. Aku tau... Walau aku sangat tau, jika aku bahkan tak akan dapat memilikimu, tapi entah mengapa... Aku semakin mencintaimu.”
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 6 Begin’s Story_
“KEBAKARAN! KEBAKARAN.” Pekik Kyu masih dengan menutup kedua matanya. Changmin dan Hiu hwi sentak termangu menatap Kyu, apalagi sekarang namja itu malah mengguyurkan air yang berada didalam ember itu ketubuhnya sendiri.
Hening!
Changmin dan Hiu hwi seolah menunggu reaksi Kyuhyun selanjutnya, dan anehnya! Namja itu sama sekali tak membuka matanya untuk sadar apa yang telah terjadi diruangan ini. Ia malah melangkahkan kakinya untuk kembali keatas ranjang dan tidur. Hiu hwi merunduk! Ia tau, pasti setelah ini Changmin tidak akan mengampuninya.
“YA!” Changmin yang sedetik lalu masih menganga itupun sontak saja menghampiri Kyu dan hendak membangunkan namja itu.
“IREONA!” Pekik Changmin sembari menyenggol tubuh Kyu dengan sedikit keras.
“Ash... Hiu hwi-ya, kenapa kau berisik sekali pagi ini huh? Bisakah kau menutup suara cemprengmu itu?” gumam Kyu dengan nada geram.
“Mwo? Cempreng? YA!” Dengan emosi yang tingkat maksimum, Changmin menjambak rambut Kyu agar namja itu membuka matanya sekarang, namun sial... Kyuhyun malah menarik tangan namja jangkung itu untuk jatuh keatas ranjang dan memeluknya erat.
“Jika kau tak bisa diam, aku akan menyumpalmu mulutmu!” Gumam Kyu sembari mempertajam pelukannya. Hiu hwi yang berdiri tegap tak jauh dari kedua namja itu kini hanya mampu menganga lebar.
“Lepaskan aku!” Changmin berusaha untuk melepaskan tangan Kyu dari pinggangnya, namun lagi-lagi ia ketimpa sial.
“Kau benar-benar tak bisa diam yeoja pabbo!” Kyu sentak mencium Changmin!
Hening!
Lagi-lagi ruangan ini seolah terhipnotis oleh kesunyian dan kesenyapan yang ada, tampak Hiu hwi melotot tak percaya menatap pemandangan yang terjadi tepat didepan matanya itu.
“OMO!” Gumamnya terkejut. Tak hanya Hiu hwi yang terkejut, kini Changmin pun terlihat layaknya orang linglung. Tubuhnya bergetar saat sedetik lalu seseorang menciumnya, rasanya ia ingin menangis dan berteriak kencang.
“ANDWE!!!” Pekik Changmin yang kali ini memang sukses membuat Kyu membuka matanya perlahan. Seraya menatralisir nyawa agar kembali berkumpul ditubuhnya, Kyu pun mengangkat kedua tangan kekarnya itu untuk sekedar mengosok-gosokkan kelopak matanya agar dapat melihat dengan jelas.
“Ada apa in—“ Perkataan Kyu sontak terhenti saat tiba-tiba saja ia menatap seorang namja tampan masih tergolek disampingnya dengan wajah merah yang amat sangat menakutkan. Diliriknya Hiu hwi yang juga tengah menatapnya geram yang berdiri tak jauh dari tempatnya itu. Sepertinya, Kyu mulai menyadari sesuatu hal disini.
“Ini— Jadi—“ Kyu sentak berdiri dengan mulut yang menganga lebar. Ia tampak salah tingkah dan tak tau harus berbuat apa lagi sekarang.
“Apa tadi aku— Aku berciu—“ Gumam Kyu gemetar. Ditundukkannya kepalanya itu perlahan. Mengerikan dan memalukan! Kyu tampak mengumpat-umpat sendiri sekarang.
“Changmin oppa....” Hiu hwi sentak membuyarkan keheningan yang terjadi kali ini, setidaknya Kyu harus tau tanpa perlu bertanya, jika sebenarnya namja tampan itu adalah ‘Shim Changmin’, yang tak lain dan tak bukan adalah Oppa kandung Hiu hwi.
“Jadi kau? Kau? Changmin?” Kyuhyun melotot tak percaya seraya menatapi Hiu hwi seolah meminta penjelasan lebih pada yeoja itu.
"Siapa kau? Kenapa kau bisa berada disini huh?” Changmin mulai dapat mengontrol emosinya itu, walau tak ia pungkiri jika saat ini ia masih merasa malu akibat kejadian tadi.
“Aku— Sebenarnya aku dan Hiu hwi—“
“ Ada hubungan apa kau dengan adikku HUH?" Hiu hwi tampak meneguk ludahnya susah payah saat mendengar teriakan Changmin kali ini. Hubungan? Ia juga bingung untuk menjelaskan hubungan apa yang terjalin antara ia dan Kyu.
“Kami sebenarnya adalah—“ Kyuhyun menatap tajam kearah Hiu hwi, seolah-olah mengisyaratkan sebuah keseriusan disana.
“Cah~ Kalian membuatku muak! Kajja~ Hiu hwi, kau ikut aku.” Changmin sentak menarik tangan Hiu hwi untuk keluar dari ruangan ini, sorot matanya benar-benar sangat mengerikan. Sedangkan Hiu hwi, ia hanya mampu tertunduk takut tanpa mengucapkan satu kalimat pun untuk membela diri.
“Oppa....”
“Sekarang jelaskan pada Oppa. Apa maksud dari semua ini huh? Kau— Hiu hwi... Kau benar-benar sudah sangat mengecewakanku,” Ucap Changmin saat kini mereka telah berada tepat didepan balkon rumah susun mereka. Memang jelas sekali terlihat raut kecewa di wajahnya yang tampan itu.
“Kenapa kau hanya diam saja heh? Selama ini Oppa sudah sangat percaya padamu tapi kenapa kau membohongi Oppa seperti ini?" Lanjutnya sembari mengguncang tubuh Hiu hwi yang sentak menangis dihadapannya.
"Oppa... Mian... Mianhae. Aku bisa menjelaskan semuanya. Kumohon, percayalah padaku.”
“Setelah kau membohongiku, kau pikir aku masih bisa mempercayaimu huh? Bagaimana jika Eomma dan Appa tau soal ini?”
“Oppa, tapi kami tidak melakukan apa-apa, dia hanya tinggal disini untuk sementara waktu dan—“
"YA! Shim Hiu hwi...! Kau masih ingin berbohong lagi? Kau pikir Oppa bodoh heh? Bagaimana mungkin 2 orang yang tidak mempunyai hubungan apapun bisa tinggal bersama seperti ini? Kau pikir tempat ini adalah penampungan begitu?
“Tapi benar, kami tidak mempunyai hubungan apa-apa Oppa! Dia… Dia bukan pacarku atau semacamnya. Dia,“ Hiu hwi tampak terdiam untuk beberapa waktu, mana mungkin Changmin akan mempercayainya jika ia saja masih bingung untuk menjelaskannya. Teman? Atau Kakak? Atau— Tak ada hubungan yang biasa jika sudah sampai tahap mereka seperti ini.
“Dia hanyalah namja yang menumpang tinggal disini, karna aku kasihan padanya Oppa.”
“Mwo? Apa maksudmu?”
“Dia bukan siapa-siapa, aku bahkan tak tau pasti siapa dia. Pacar atau teman dekat itu tidak mungkin terjadi diantara kami. Kami tidak mungkin saling menyukai bahkan melakukan hubungan seperti itu." Balas Hiu hwi seraya membiarkan air mata itu mengalir di pipinya. Entah mengapa ia menangis.
"Kau jangan menipu Oppa lagi Hiu hwi. Apa kau mau Oppa memukulmu agar kau sadar huh?” Bentak Changmin serius membuat Hiu hwi kembali tertunduk takut. Selama ini yeoja itu tak pernah melihat Oppa nya semarah itu. Hiu hwi sadar, jika ia telah melakukan sebuah kesalahan yang tak bisa diampuni dengan kata maaf sekalipun. Selama ini, Changmin selalu berusaha untuk menjaga pergaulan adik semata wayangnya itu, bahkan Hiu hwi tak ia izinkan untuk berpacaran. Changmin hanya ingin Hiu hwi kelak hidup sukses dan dapat dibanggakan, ia hanya ingin Hiu hwi mengerti betapa ia menaruh kepercayaan besar pada gadis itu. Changmin memang sangat menyayangi Hiu hwi, bahkan tanpa gadis itu sadari sedikitpun.
"Kau tidak perlu memukulnya Changmin-shi,” ucap seseorang seketika keluar dari pintu rumah itu, raut wajahnya penuh dengan sebuah penyesalan yang dalam.
“Hiu hwi benar, kami tidak melakukan apa-apa seperti yang kau pikirkan itu. Aku hanya menumpang sementara disini dan sebenarnya... Kemarin aku juga memang sudah berniat untuk pindah." Jelas Kyu membuat Hiu hwi sentak mendongak menatapnya.
“Pindah? Benarkah kemarin kau sudah memikirkannya Oppa?”Gumam Hiu hwi tak percaya.
"Kau bukan seperti namja yang bisa dipercaya." Dengus Changmin mencibir, matanya mengerling geram pada Kyu yang juga menatapnya dengan ekspresi yang sulit diartikan.
"Jika memang kau tak bisa percaya padaku, setidaknya kau percaya pada Hiu hwi. Humm... Sebenarnya tadi malam aku hanya ingin menemaninya tidur, karna ia takut gelap dan juga berteriak histeris, tapi maaf... Aku malah ikut tertidur disampingnya dan—"
"#BUKK!"
Belum sempat Kyu hendak menghabiskan penjelasannya itu, Changmin malah tlah lebih dulu memukulnya dengan geram. Changmin memang sosok namja yang cukup keras, hingga sekali saja ia emosi akan sesuatu, ia tak pernah tanggung-tanggung untuk melakukannya, bahkan sekarang Kyu mulai merasakan bercak darah yang mengalir dari kedua lubang hidungnya akibat pukulan tajam namja itu.
"Cepat pergi darisini dan jangan pernah kembali lagi. ARASSEO!" Changmin mengangkat kerah baju Kyu yang kini masih meringis kesakitan dan kembali memukulnya.
“Ini juga balasan karna kau telah menciumku sembarangan!” Changmin kembali memukul wajah mulus Kyu dengan kesal, tak ada tanda-tanda ia akan berhenti untuk menghentikan pukulan itu, bahkan Kyu hanya dia tak membalas.
"Oppa hentikan! Jangan memukulnya lagi, ku mohon." Pelas Hiu hwi lengkap dengan isakan kecilnya, namun sepertinya Changmin tak menghiraukan pelasannya itu. Ia malah dengan cepat menepis tangan Hiu hwi yang memang sempat menahanya.
“Minggir kau!”
“Changmin oppa hentikan! Jebal hentikan ini. Jika Oppa masih memukulnya lagi, aku akan pergi darisini." Ancam Hiu hwi yg kali ini sukses membuat Changmin menghentikan pukulannya.
“Mwo?” Changmin berdiri dan menatap nanar adiknya itu. Hiu hwi terdiam singkat, hingga dengan cepat ia berlari kearah Kyu dan meletakkan kepala namja itu dipangkuannya.
“Kyuhyun oppa, Gwanchana?” Isak Hiu hwi seraya membantu Kyu untuk berdiri.
“Sudah, aku tidak apa-apa. Bukankah aku sudah seharusnya mendapatkan ini?” Kyu tersenyum getir dengan darah yang masih menetes dari hidungnya.
“Kajja~” Balas Hiu hwi seraya memapah tubuh Kyu untuk berjalan dan pergi dari tempat ini. Namun sayang, tak mungkin Changmin akan membiarkan itu terjadi dengan mudah.
“YA! Shim Hiu hwi, kau mau kemana huh?" Hadang Changmin cepat.
"Setidaknya izinkan aku untuk bertanggung jawab karna ulahmu ini Oppa!" Sinis Hiu hwi menatap Changmin sekilas, hingga kembali ia memapah Kyu pergi dari tempat itu. Changmin tampak tergagu, baru kali ini melihat sorot mata tajam Hiu hwi mengarah padanya.
Disatu sisi tampak Kyu sesekali melirik Hiu hwi yang kini memapahnya pergi kian jauh dari rumah susun itu. Entah apa yang ia rasakan, tatapannya begitu sayu dan menyedihkan.
“Kyuhyun oppa, Gwanchana? Mianhaeyo... Changmin Oppa terlalu keras padamu,” ucap Hiu hwi sentak berhenti dan menatap darah yang masih mengucur deras dihidung Kyu.
“Ash... Hidungmu masih berdarah seperti ini, kenapa tadi kau tak melawan saja heh?”
"Sudahlah... Itu hal yang wajar ia lakukan sebagai Oppa mu. Aku tidak apa-apa, sekarang kau— Kau pulanglah."
"Tapi aku harus mengobati lukamu dulu oppa." Kyu sentak menepis tangan kanan Hiu hwi yang hendak menyentuh wajahnya, sedikit kasar memang.
“Itu bukan urusanmu Hiu hwi.”
“Oppa....”
“Mulai sekarang, anggap saja kita tak pernah saling bertemu sebelumnya dan jangan bertemu lagi. Kau benar, jika kita memang tak mungkin untuk saling menyukai satu sama lain,” Kyu menatap wajah Hiu hwi dengan tajam dan serius saat ini.
“Tapi apa kau pernah berpikir? Jika terlalu sering bersama seperti dulu, bukankah itu tidak menutup kemungkinan untuk aku akan menyukaimu. Jadi aku harap, sebelum semua itu terlambat, aku memang harus pindah dari tempat itu." Ucap Kyu seraya melepaskan papahan Hiu hwi darinya dan kembali berusaha untuk berjalan sendiri, meninggalkan Hiu hwi yang masih terpaku akan maksud dari kata-katanya itu.
“Oppa.” Gumam Hiu hwi yang kini mulai merasakan kesesakkan direlung jiwanya. Dulu ia memang ingin Kyu segera pergi dari tempat itu agar hidupnya kembali tenang, tapi sekarang Hiu hwi malah merasa jika ia lebih baik hidup tanpa ketenangan itu.
“Minhae... Minhae Hiu hwi-ya. Aku bahkan sudah merasa jika aku telah terlambat sekarang, aku terlambat untuk pergi dan menghindar dari rasa ketergantungan itu lagi. Kenapa harus kau setelah Eomma dan Miu yang telah membuatku bergantung pada kalian?” Gumam Kyu seraya menitikan air matanya perih untuk pergi dari tempat itu.
- “Wajahmu seperti candu... Sekali ku lihat, maka aku ingin terus melihatnya. Waktu lah yang telah membuatku jatuh cinta padamu dan sekarang waktu jua lah yang membuatku harus melupakanmu.” –
@Nakaramura High School_ Seoul, -South Korea-
Tampak embun pagi dipertengahan tahun ini terlihat begitu berbeda; Dingin! Seolah-olah kini matahari enggan untuk bersinar lagi, seolah-olah matahari juga tak mampu lagi untuk menembus batas-batas bumi. Sebenarnya tak ada yang berbeda dari Sekolah ini, bangun-bangunannya masih tampak terlihat seperti biasa. Kecuali, satu yeoja ini! Entah mengapa ia sejak tadi terus berusaha bersembunyi di Taman belakang Perpustakaan Sekolah, seolah-olah tak ingin ada yang melihatnya.
“Aku takut.” Gumam Hiu hwi yang sesekali menghembuskan nafasnya tak beratur akibat semua isi penjuru Sekolah ini yang sejak tadi menatapnya sinis, apalagi ia sadar... Jika sekarang ia tengah menjadi sorotan masaa, banyak caci maki yang telah ia dengar dari para teman-teman Sekolahnya pagi ini.
"Cih~ Yeoja hina itu masih berani muncul di Sekolah ini setelah dia menipu dengan mengatakan jika dia dan Kyu Oppa itu adalah saudara sepupu. Berpura-pura membantu kita untuk dekat dengan Kyuhyun Oppa. Menjijikan!”
“Aighoo... Aku juga sempat berpikir jika dia yeoja yang polos, tapi ternyata— Dia hanya wanita murahan yang tinggal serumah dengan seorang namja yang tak ada hubungan apapun dengannya. “
“Benar! Dia tak lebih dari wanita-wanita yang sering menginap di Hotel dengan Namja asing.”
“Hahaha! Aku rasa dia juga sedang hamil. Kumpul Kebo, apakah itu cocok untuk julukannya sekarang? Hahaha.”
Itulah celotehan-celotehan yang sejak pagi telah terdengar dimana-mana, mereka seolah menatap Hiu hwi bagaikan sebuah kotoran yang harus diinjak, Anehnya, tak ada satupun yang berani mencaci maki Kyuhyun.
“Uhft... Apa yang harus aku lakukan? Darimana mereka tau semua masalahku dengan Kyuhyun Oppa?" Gumam Hiu hwi seraya terduduk dan bersembunyi disebuah dinding yang bahkan tak bisa menutupi keseluruhan tubuhnya itu. Ia benar-benar tak menyangka jika gossip benar-benar cepat menyebar, walau memang tak heran jika fans Kyuhyun yang begitu banyak dan sering memata-matai mreka sejak awal.
“Hiu hwi-ya... Gwanchana?” Ucap seseorang sentak duduk disamping Hiu hwi.
“Su hee-ya....”
“Sudahlah, jangan dipikirkan lagi. Aku yakin, setelah beberapa hari lagi mereka pasti akan lupa dengan masalah ini." Ucap Su hee menenangkan seraya mengusap lembut rambut Hiu hwi yang kini tengah memeluknya.
“Su hee-ya... Apa yang harus aku lakukan? Semua orang membenciku sekarang." Rengek Hiu hwi
"YA! Jangan pedulikan mereka lagi. Yang terpenting sekarang adalah... Apa kau menyukai Kyuhyun Sunbae heh? Apa selama kalian tinggal bersama, dia tidak berbuat macam macam padamu?"
"Kau ini bicara apa? Mana mungkin seperti itu."
"Ah... Baguslah.”
“Humm... Su hee-ya mianhae, aku juga sudah merahasiakan ini denganmu dan Eunhyuk tapi aku tak bermaksud untuk—“
“Aku mengerti! Setelah kau jelaskan mengenai kasus bunuh diri itu, aku jadi mengerti posisimu. Sudah... Kau jangan pikirkan lagi soal ini, harusnya aku lah yang minta maaf.”
“Mwo?”
“Kau tau... Karna mulut besar Eunhyuk Oppa, semua orang jadi tau masalah ini. Aish... Aku tidak mengerti apa yang ia pikirkan saat mengatakan berita ini pada orang lain, apa dia tak berpikir bagaimana akibatnya padamum jika berita ini tersebar.”
“MWO? Jadi— Jadi Eunhyuk yang—“
“Nde, dia bilang jika dia tau berita ini dari Kyuhyun dan Yoochun Sunbae saat mereka bertengkar di Sekolah.”
“Mwoya? Yoochun dan Kyuhyun Oppa pernah bertengkar?”
“Ash... Minhae Hiu hwi-ya, karna ini kau jadi harus hidup dimusuhi semua orang seperti ini.”
“Kenapa kau yang jadi minta maaf? Ini memang sudah sepantasnya terbongkar.”
“Tapi tetap saja Eunhyuk Oppa harus bertanggung jawab karna ini. Ash... Kemana namja monyet itu? Kau tunggu disini ne? Aku akan mencarinya sebentar agar kita bisa mencengkeknya bersama.” Ucap Su hee seraya berdiri dan beranjak untuk berlari meninggalkan Hiu hwi yang masih mematung ditempatnya. Ia memang tak bisa kemana-kemana sebelum Bel masuk, karna memang Yeoja-yeoja mengerikan itu tengah mencarinya sekarang.
“Sampai kapan aku akan begini? Gumam Hiu hwi seraya menyembunyikan wajahnya ditekukan kedua kakinya yang melipat itu.
“YA! Rupanya kau disini heh?" Bentak seseorang seketika membuat Hiu hwi kontan mendongak takut.
“Ka...ka...lian mau apa?"
“Mwo? Mau apa? Hey ‘Adik ipar’ kau menggemaskan sekali!" Ucap salah satu yeoja yang kini mulai merapat mengelilingi Hiu hwi. Salah satu tangan dari yeoja itu sentak terangkat untuk menjambak rambut Hiu hwi dari arah belakang.
"#PLAAKK... #PLAKK!"
Beberapa tamparan pun telah sukses menjamah wajah Hiu hwi membuat kedua pipi nya agak kemerahan. Panas! Hiu hwi merasa tamparan itu masih membekas untuk beberapa detik lamanya.
"YA! Perempuan murahan, kau harus pergi dari Sekolah kami ini secepatnya. Apa kau tak punya harga diri lagi heh? Berani sekali kau menipu kami semua,."
“Aku—“ Hiu hwi tampak terisak saat ini, tubuhnya bergetar menandakan ia sangat ketakutan sekarang.
“Kau tak pantas berada disini! Apa kau sedang hamil? Itu bukan anak Kyuhyun Oppa kan?” Salah satu yeoja bertampang mengerikan itu sentak mendorong tubuh Hiu hwi hingga yeoja itu jatuh tersungkur ketanah, tampak bercak darah terlihat dari lutut kanannya.
"YA! APA YANG KALIAN LAKUKAN HUH?" Pekik seseorang yang tiba-tiba saja muncul disana. Sorot mata orang itu tampak sangat mengerikan, membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri.
“Kyu... Kyuhyun Oppa.” Ucap beberapa yeoja itu ketakutan tatkala Kyu mulai perlahan-lahan mendekat kearah mereka.
“Jangan pernah menyentuhnya!” Erang Kyu seraya mendorong tubuh beberapa yeoja itu hingga jatuh tersungkur. Entahlah... Kyu terlihat amat sangat berbeda dari dirinya, ia tampak sangat emosi jika sesuatu hal yang ia sayangi di lukai orang lain.
“Oppa!” Ucap beberapa yeoja itu tak percaya atas tingkah Kyuhyun saat ini.
“Aku bukan orang yang bisa memukul wanita menggunakan tanganku sendiri, tapi apa perlu sekarang aku melakukan itu huh?" Bentak Kyu serius membuat beberapa yeoja itu merunduk ngeri. Mereka tau, jika saat ini Kyu sedang tak main-main dengan ucapannya itu.
“Aku peringatkan pada kalian semua! Mulai sekarang, jangan ada yang pernah menyentuh Hiu hwi lagi, jika tidak— Kalian semua akan berhadapan denganku, ARASSEO?" Lanjut Kyu yang kontan saja membuat beberapa yeoja itu berlari ketakutan.
Hening!
Kini hanya Kyuhyun dan Hiu hwi lah yang berada ditempat itu dengan sebuah kesunyian yang melanda keduanya. Bibir mereka tampak terkatub rapat, seolah-olah tak membiarkan sebuah suara pun yang keluar.
“Apa kau ini bodoh heh? Diperlakukan seperti itu, kenapa kau hanya diam saja!" Ucap Kyu seraya menjongkok dan hendak meluruskan kaki Hiu hwi yang terluka; Bemaksud untuk mengobatinya. Yeoja itu tampak gemetaran seraya menangis.
“Jangan! Aku tidak apa-apa... Lepaskan," isak Hiu hwi setengah berteriak, membuat Kyu kontan terdiam. Yeoja itu menepis tangan Kyu yang hendak membantu mengobatinya.
“Bukankah kita tidak boleh bertemu lagi heh? Kau tidak usah memperdulikanku. Sekarang, pergilah... Aku bisa berdiri sendiri—“ Isak Hiu hwi seraya mendorong-dorong tubuh Kyu agar menjauh darinya sekarang.
“PERGILAH.”
“YA! Diamlah! Kakimu sedang terluka... Kau tau, aku begitu sakit melihatmu seperti ini karna aku. Yeoja bodoh... Sudah kubilang kau jangan ikut campur di kehipupanku, karna kau akan terluka pada akhirnya dan sekarang— Sekarang aku jadi harus bertanggung jawab untuk melindungimu." Pekik Kyu membuat Hiu hwi sentak terdiam. Tanpa banyak peduli lagi, Namja itupun segera mengangkat tubuh Hiu hwi dalam gendongannya. Hiu hwi tak bisa bergerak sekarang, ia seolah tengah terkunci akan muslihat Kyu yang ia rindukan.
“Tutup matamu!” Perintah Kyu seraya berjalan keluar dari Sekolah ini, tanpa perduli akan tatapan sinis orang-orang yang kini mengarah pada mereka. Hiu hwi menutup kedua matanya sesuai perintah Kyu, ia tak ingin melihat wajah-wahah sinis itu memandanginya.
===
@Kyuhyun New Home’s
Kyuhyun perlahan-lahan membaringkan tubuh Hiu hwi diatas sebuah sofa yang berada diruang tengah rumah barunya. Memang~ Semenjak ia keluar dari rumah susun itu, Kyu menyewa sebuah rumah kecil yang berada tak jauh dari Sekolah mereka.
"Aish... Badan kecil sepertimu, kenapa bisa berat sekali seperti ini heh?" Eluh Kyu kesal.
"Memangnya siapa yang menyuruhmu menggendongku huh?”
“Kau yeoja yang tidak tau berterima kasih.”
“Untuk apa aku berterima kasih. Toh~ Ini juga karna salahmu! Humm... Ah ya, Tapi— Gowawo yo, aku tidak tau apa jadinya aku, jika tadi kau tidak datang."
"Cah... Kemarikan kakimu—" Ucap Kyu sembari menarik pelan kaki kanan Hiu hwi agar memanjang menghadapnya. Namja itu tampak terlihat hendak membasuh luka dilutut yeoja itu dengan lembut.
"Uhm... Jadi kau tinggal disini?" Tanya Hiu hwi ragu. Kedua bola matanya mulai sibuk menerawangi sekeliling rumah yang seakan terlihat masih sangat kosong itu.
"Nde, aku tidak mempunyai uang untuk menyewa Apartment mewah, lagipula rumah kontrakan ini dekat dengan Sekolah kita dan sangat murah."
“Oh... Geurae? Baguslah kalau begitu."
“Sebenarnya Miu sudah mengijinkanku tinggal bersamanya waktu itu, dan katanya aku tak perlu kuatir dengan biaya sewa karna me—“
“MWO?” Hiu hwi sentak melotot kesal mendengar itu.
“Kau kenapa? Ash... Mengagetkanku saja!”
“Kau jangan tinggal bersamanya ne? Itu— Itu tidak boleh!”
“Ye? Hahaha~ Kenapa kau jadi senang mengatur hidupku? Bukankah aku pernah tinggal bersamamu? Jadi kena—“
“Ah... Tidak boleh! Pokoknya tidak boleh!” Potong Hiu hwi cepat.
“Weayo?” Kyu menghentikkan aktivitasnya membasuh luka yeoja itu dan menatapnya tajam.
“Aku— Aku hanya tidak ingin Miu bernasib sama denganku.”
“Benarkah?” Kyu mengerling menyelidik seraya mensejajarkan tubuh Hiu hwi yang kini memang duduk di Sofa. Kini~ Mata mereka beradu pandang.
“Oppa sebenarnya aku—“ Kyu semakin mendekatkan wajahnya, seolah hanya ingin mendengar nafas yang Hiu hwi hembuskan saat ini.
“Sudah selesai, untung lukamu cepat ku obati. Geurae, tunggu sebentar disini, aku akan mengambil minum untumu." Ucap Kyu seraya berjalan menuju sebuah lemari Es. Hiu hwi hanya terpaku memandangi punggung namja itu sekarang, tak biasanya Kyu bersikap seperti ini padanya. Dulu, jika mereka sudah berada diposisi seperti tadi, Kyu akan menciumnya sekilas. Namun sekarang—
“Apa yang aku pikirkan?” Lamunan Hiu hwi sentak terhenti saat mendengar Ringtone ponselnya berdering nyaring, tampak tertera nama Yoochun yang memanggil.
“Yeobosseyo...."
"Hiu-ie."
"Ohk? Yoochun Oppa? Nde, wae geurae?"
"Kau dimana sekarang? Aku merindukanmu.”
“Aku— Aku sedang—“
“Hiu hwi-ya... Apa kau tau, aku mendapat kecelakaan tadi pagi dan sekarang aku berada di Rumah sakit. Hiu-ie... Bisakah kau temani Oppa disini? Aku sendirian." Pelas Yoochun bergetar.
“MWO? Tapi Oppa tidak apa-apa kan? Geurae, aku akan segera kesana. Tunggu aku." Sahut Hiu hwi panik sembari mematikan flip HP nya cepat.
“Waeyo?" Tanya Kyu seketika datang dengan secangkir teh hangat ditangannya.
"Aku harus pergi Oppa, Yoochun Oppa ingin aku menemaninya."
"Andwe! Sebentar lagi akan turun hujan, kau bisa kehujunan lagi dijalan. Aku tidak mau kau sakit lagi seperti kemarin.”
“Aniya, gwanchana." Ucap Hiu hwi sembari hendak berdiri dan berusaha untuk berjalan keluar.
"Aww...." Ringisnya kesakitan. Perih! Hiu hwi merasakan perih didaerah lututnya saat ini.
"Sudah kubilang kau jangan pergi! Kau mana mungkin bisa berjalan dengan kaki seperti itu."
"Aku bisa."
"Aish... Arasseo! Terserahmu saja. Pergilah." Sungut Kyu kesal membuat Hiu hwi merasa bersalah padanya.
“Mianhae, aku pergi dulu.” Ucap yeoja itu hendak melangkah untuk pergi dari rumah ini, namun sayang aliran hujan itu pun tlah lebih dulu turun dengan cukup deras, seolah-olah membela Kyu yang tak mengizinkanya pergi.
"Aish... Sial!" Umpat Hiu hwi kesal, tampak Kyu kini tengah tersenyum senang melihatnya. Baru kali ini ia seolah sangat berterima kasih pada hujan.
"Tapi— Aku harus tetap pergi sekarang." Hiu hwi kembali hendak melangkahkan kakinya keluar dan menjauh dari tempat ini, namun dengan cepat Kyu sentak mencengkram lengannya dengan kuat.
"YA! Apa yang kau lakukan? Cepat masuk... Jangan keras kepala Shim Hiu hwi!"
"Lepaskan aku! Yoochun Oppa mendapat kecelakaan dan dia— Dia sedang sendirian di Rumah sakit. Aku harus kesana, dia membutuhkanku."
"Mwo? Hanya karna dia menelponmu dan menyuruhmu menemaninya, kau akan datang tanpa peduli pada dirimu sendiri huh? Apa kau bodoh?" Bentak Kyu keras
"Bukan urusanmu. " Sahut Hiu hwi memanas, ditatapnya lekat wajah Kyu yang memang soelah tengah meneriaki kebodohannya itu. Hiu hwi tak perduli, ia masih teguh untuk pergi dari tempat ini.
“Hahaha! Geurae, jika ini memang maumu Hiu hwi!” Gumam Kyu seraya menarik cengkramannya pada Hiu hwi agar yeoja itu terjatuh ke atas sofa yang tadi ia duduki.
“Kau benar-benar yeoja yang keras kepala dan tak bisa diam!” Ucap Kyu sentak menindih tubuh yeoja itu di sofa. Tangan kanan namja itu masih kuat memegangi tangan Hiu hwi yang kini mulai memberontak.
“YA! Cho Kyuhyun... Apa yang kau lakukan? Lepa—“
“#CUP!”
Tanpa perlu basa-basi lagi, Kyu telah menempelkan bibirnya pada bibir mungil yeoja itu. Semakin dalam, bahkan Kyu tak berniat untuk melepaskan lumatannya itu untuk sekedar memberi waktu Hiu hwi bernafas.
“Opp—“ Hiu hwi telah terisak! Ia menangis sekarang, sebenarnya Kyuhyun tau akan isakan kecil yeoja itu.
“Kau bodoh!” Umpat Kyu seraya mengecup ujung hidung Hiu hwi untuk membiarkan yeoja itu mengambil oksigen sesaat. Kembali, ia mencium Hiu hwi dengan sedikit ganas tak seperti yang biasanya ia lakukan, membuat yeoja itu benar-benar kecewa. Entah mengapa~ Kyuhyun malah membuat semua keadaan menjadi seperti ini, bahkan ia tak sadar jika ia telah mengigit bibir bawah Hiu hwi cukup kuat membuat sebercak darah disana.
-TBC-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar