Rabu, 01 Oktober 2014

_“ ITS OVER! PART. 14”_

_“ ITS OVER! PART. 14”_


Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                   : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Minho, Kang Rae In And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Sad Romance
This Story Original From @Jjea_



***



              Dengan mata yang memerah padam, namja jangkung itu pun sontak menekan beberapa nomor yang ia hafal; Cho Kyuhyun. Ia harus berbicara empat mata pada namja itu. Changmin mendengar nada panggilan masuk, namun sepertinya tak ada tanda-tanda orang yang akan mengangkat.
              “SHITTT!” Umpat Changmin seraya membanting kasar gagang telponnya seketika. Entahlah, sepertinya namja itu benar-benar sangat marah.



‘Ketika dua hati tulus mencintai,
Tak ada waktu yang terlalu lama,
Tak ada jarak yang terlalu jauh, 
Dan tak ada masalah yang terlalu sulit, karena...
Mereka tahu apa artinya sebuah kepercayaan....'



_“ ITS OVER! PART. 14”_



                Tak terdengar lagi suara bising pada sang rembulan malam itu, semuanya seolah semakin senyap terbujur dalam kekauan alam. Ilusi langit tampak semakin menderang, terbiar dalam kehampaan syahdunya angin alam yang melayang-layang. Malam itu indah! Sebuah waktu dimana para anak manusia merasakan sebuah kesendirian, merenung dikala gundah, dan menangis dikala semua orang tertidur lelap. Yah, malam itu indah.


* When it all began, Because You, I’m here... *


                Sudah hampir beberapa menit yang lalu, yeoja ini tak berniat untuk berbaring atau sekedar memejamkan matanya dengan cepat. Kedua tangannya malah terangkat dan menyentuh kedua daun bibirnya yang sedikit merah. Hiu hwi! Gadis itu kini kembali tersenyum lagi, entah sudah berapa kali ia tersenyum seperti itu. Mungkin baginya, malam ini terlalu indah untuk hanya dihabiskan dengan terlelap begitu saja.
                Hiu hwi kembali berpaling kearah pintu kamarnya yang tertutup. Duduk diatas ranjangnya sendiri seraya mengingat-ingat jika Kyuhyun masih berada didalam Apartment-nya ini. Entah apa yang dilakukan Kyu diruang tengah itu, yang pasti... Hiu hwi sangat senang saat ini. Aniya, bukan saat ini saja, tapi juga hari ini, kemarin, dan tepatnya saat ia dan Kyuhyun dapat kembali saling memeluk lagi.
                ‘Tidak perduli seberapa jauh aku menjauh darimu Kyu, aku akan tetap mencintaimu...’
                Gumam Hiu hwi tersenyum lagi seraya menghempaskan tubuhnya keatas ranjang, menarik selimut sampai dibawah hidungnya. Kedua mata indahnya itu kini mulai berusaha untuk tertutup, berharap jika ia akan mendapatkan mimpi yang begitu indah malam ini.
                “Ah ya... bukankah Kyu tidur di sofa tak memakai selimut? Apa mungkin dia akan kedinginan?” Hiu hwi sontak membuka matanya dan seolah bertanya pada dirinya sendiri. Tubuhnya sentak terangkat, hingga kembali duduk diatas ranjang itu. Sedikit kekuatiran melandanya saat ini. Ia baru ingat, jika tadi ia hanya memberikan Kyu sebuah bantal dan satu guling untuk menemaninya. Bukankah Kyuhyun tengah demam?
                “Apa yang sedang dia lakukan?” Hiu hwi tampak menyingkirkan selimut yang tadi menutupi tubuhnya, dan duduk ditepi ranjang. Dilebarkannya kembali kedua daun telinganya itu untuk mendengar suara TV yang tadi Kyu tonton. Tapi sepertinya, TV itu sudah mati. Apa Kyu sudah tertidur?
                Hiu hwi sontak berdiri, membuat ancang-ancang untuk keluar dari kamarnya ini dan mengintip Kyuhyun sekarang. Entahlah, ia masih sedikit ragu untuk melakukannya.


                Disatu sisi tampak kini Kyuhyun tengah menggeliatkan tubuhnya kesana-kemari dengan sedikit kesal. Sofa ini tak terlalu besar, membuatnya tak dapat bergerak banyak. Kyu mendengus, ia yakin malam ini pasti ia tak akan bisa tertidur dengan tenang.
                “Huhhh...” namja itu tampak memalingkan wajahnya kearah sebuah pintu kamar Hiu hwi. Sedikit meringkuk untuk memeluk lagi bantal gulingnya itu.
                “Dia pasti sudah tidur dengan lelap,” ucap Kyu tersenyum seraya menyadari jika hubungan ia dan Hiu hwi sudah semakin membaik sekarang. Tak perduli ia tak akan bisa tidur malam ini, asal dapat bersama Hiu hwi diatap yang sama, itu bahkan sudah lebih dari kata cukup untuk Kyu.
                “Dasar gadis idiot!” Kyu mengangkat kedua tangannya kekepala belakangnya, memandangi atap-atap Apartment ini dengan seksama. Kembali, ia tersenyum lagi. Betapa sosok Hiu hwi sudah memberikannya candu yang begitu manis sekarang, meleburkan semua kepedihan yang beberapa waktu lalu sempat menyinggahinya.
                “Hiu hwi...” ucap Kyuhyun pelan, lebih tepatnya seperti sebuah gumaman kecil. Kedua mata namja itu kini mulai bergerak untuk terkatup. Sepertinya, kini ia tengah membayangkan sesuatu yang dapat membuat senyumannya kembali mengembang.

                “Tidak perduli seberapa besar kau menyakitiku, perasaanku tetap seperti ini. Tidak perduli seberapa banyak aku menangis karnamu, perasaanku akan tetap selamanya seperti ini. Aku mencintaimu Cho Kyuhyun, aku mencintaimu.”

                Segenap kalimat itu kembali terngiang diotak Kyuhyun, seolah-olah itu adalah kalimat terindah yang pernah ia dengar. Entahlah, hanya dengan mengingat kalimat yang seperti itu saja, Kyu mampu melupakan rasa dingin dan banyaknya nyamuk yang menghinggapinya saat ini. Namja itu bahkan tak sadar, jika sejak semenit lalu tampak seorang  gadis berusaha untuk mengintipinya dari sela pintu kamar.
                Hiu hwi... gadis itu tampak seperti seorang pencuri yang kini mengendap-endap tak karuan. Gadis itu sedikit berjinjit untuk melirik apa yang tengah dilakukan Kyu. Sial! Yah, intipan Hiu hwi itu terhalang penyanggah samping sofa itu. Mau tak mau, Hiu hwi pun harus berjalan maju, paling tidak lebih dekat lagi dari Sofa yang bercorak coklat muda itu.
                ‘Baiklah, sepertinya ia sudah tidur...’
                Gumam Hiu hwi yang perlahan-lahan maju dengan cukup hati-hati. Tebakannya mungkin benar, karna kini Kyuhyun memang tengah memejamkan kedua matanya. Hiu hwi menghela nafa lega, setidaknya ia bisa melihat Kyuhyun tanpa namja itu ketahui.
                “Hihiihihi, kau jauh lebih tampan jika seperti ini Tuan Cho,” ucap Hiu hwi pelan sembari duduk dilantai dan memperhatikan wajah namja yang kini begitu terlihat polos dipandangannya.
                “Kau tampan, pantas saja kau bisa menjadi artis terkenal seperti ini Kyuhyun-ah. Hummm... kau tau? Aku sangat menyukai bagian matamu ini dan—” perkataan Hiu hwi sontak tercekat tatkala ia menatap bibir Kyu yang mengatup dengan indah.
                “Dan mulut cerewetmu itu,” Hiu hwi sedikit menyentuh bibir bawah Kyuhyun, membuat gurat merah tercetak dibawah matanya. Hiu hwi dengan cepat menggeleng, dan mengumpat dalam hati...
                ‘Tidak! Aighoo... apa yang sedang aku pikirkan ini?’
                Hiu hwi menggeleng-geleng tak karuan. Diliriknya lagi tubuh Kyu yang kini meringkuk, seolah tengah kedinginan. Rasa bersalah itu kini mulai dirasa Hiu hwi, setidaknya Kyuhyun harus tidur dengan menggunakan selimut.
                “Mianhae Kyuhyun-ah. Aish... lagipula, kau juga yang bodoh. Bukankah aku sudah menyuruhmu pulang, dasar keras kepala! Aku memang mencintaimu dan ingin kau selalu berada disampingku, tapi tidak dengan membuat tubuhmu mengigil seperti ini.” Hiu hwi mengelus pipi kanan Kyu dengan gemas. Gadis itu sontak menghela nafas panjang, sampai ia memutuskan untuk berdiri dan berbalik mengambil selimut.
                Baru saja Hiu hwi hendak melangkahkan satu kakinya itu, Hiu hwi merasakan jika kini seseorang tengah menggenggam pergelangan tangannya erat dan sedikit menariknya paksa, sampai-sampai tubuhnya kini malah terjatuh diatas dada seseorang. Seseorang yang bernama...
                “Cho Kyuhyun...” desah Hiu hwi saat kini ia merasa nafas Kyuhyun tengah menerpa lembut kulit wajahnya dengan ritme senada. Namja itu masih menutup matanya, seolah ingin mempermainkan yeoja ini.
                “YA! Lepaskan...” pekik Hiu hwi berusaha untuk melepaskan diri dari Kyuhyun. Bisa mati jantungan, jika ia terus berada dalam posisi yang seperti ini.
                “Kyuhyun-ah, bukankah kau sudah ada bantal gulingmu untuk kau peluk, eh? Jadi lepaskan aku. Sesak bodoh!”
                “Bodoh?” Kyuhyun kontan membuka kedua matanya dan melotot. Hiu hwi merunduk, tampak ia mulai gelagapan saat ini.
                “Ma-maksudku—”
                “Kau semakin berani padaku, ohk? Kau tak sadar apa akibatnya?”
                “Kyuhyun-ah...”

PLETAKKK!

                “Aww...” Hiu hwi tampak meringis ngilu saat tangan Kyuhyun menjitak dahinya cukup keras. Seakan tak terima, Hiu hwi hendak mengambil ancang-ancang untuk membalas. Namun sayang, tubuh Hiu hwi lah yang kini malah berbalik menjadi dibawah Kyuhyun, membuat namja itu kini menampakkan raut kemenangannya.
                “M-MWO?” tanya Hiu hwi gugup tatkala kini picingan Kyuhyun mentapinya dengan seringai mengerikan. Kedua tangan yeoja itu terangkat, menepuk-nepuk pelan dada Kyuhyun. Hiu hwi malah menambah rasa gemas Kyu pada tingkahnya itu.
                “YA! Cho Kyuhyun, menyingkirlah dari tubuhku atau aku akan berteriak!” Ancam Hiu hwi yang malah membuat Kyu tersenyum tak karuan.
                “Ohk? Ingin berteriak? Lakukan saja, jika kau mau. Lagipula, untuk apa kau keluar kamar dan menatapku seperti tadi, jika kau tak ingin menggodaku, eh?”
                “Mwo-mwoya? Siapa yang menggodamu? Ak-aku keluar kamar untuk—untuk—untuk mengambil minum!” Balas Hiu hwi seraya memalingkan kepalanya kearah samping. Sungguh, tampak kembali guratan merah dipipinya. Kyuhyun hampir saja hendak tertawa, Hiu hwi benar-benar bodoh dimatanya.
                “Aaaa... jeongmal?”
                “YA!”
                “Lalu, bukankah tadi kau mengatakan jika kau mencintaiku dan ingin terus berada disampingku, eh?”
                “Ka-kau salah dengar! Percaya diri sekali, tsk!”
                “Cih, kau masih tak ingin mengaku, heng?” Kyuhyun sontak mendekatkan bibirnya pada telinga kanan Hiu hwi, meniupnya pelan dengan hembusan nafas menggoda. Hiu hwi bergidik, Kyuhyun benar-benar...
                “Kyuhyun-ah, kau membuatku takut. Menyingkirlah, ini sudah terlalu larut. Aku haus...”
                “Andwe!”
                “YA! Ini Apartment-ku, aku bisa saja menyuruhmu keluar sekarang. Jadi, jangan macam-macam, cepat menyingkir!”
                “Ash... kenapa kau selalu mengatakan jika ini Apartment-mu, huh? Kau ingin balas dendam padaku?”
                “NDE! Untuk itu, cepatlah menjauh! Jika tidak—aku akan menelpon petugas keamanan dan—”
                “ARA!” Pekik Kyuhyun seraya mau tak mau mengangkat tubuhnya menjauh dari Hiu hwi. Gadis itu tersenyum senang, Kyuhyun berada dibawah ancamannya sekarang. Yeoja itu dengan cepat berdiri, sebelum Kyuhyun berubah pikiran.
                “Cepatlah tidur, dan jangan keluar kamar lagi. Jika tidak, aku tak akan melepaskanmu lagi.” Kyuhyun sontak kembali keatas sofa, berbalik kesal untuk memunggungi Hiu hwi.
                “Ish...” Hiu hwi mendengus geram sekarang. Apa namja ini tengah marah padanya? Sungguh kekanak-kanakan. Hening! Tampak kini Hiu hwi hanya mampu menatapi punggung Kyu yang kini tak bergerak lagi. Tubuh namja itu kembali meringkuk, mengingatkan Hiu hwi akan niatnya untuk mengambil selimut.
                “Kyuhyun-ah...” panggil Hiu hwi seraya mengangkat telunjuknya untuk menyenggol pinggang Kyu.
                “Cho Kyuhyun...” sekali lagi, Hiu hwi menyenggol Kyu dengan gerakan cukup keras. Namja itu menghembuskan nafasnya kasar dan kembali berbalik.
                “Ada apa lagi? Kau benar-benar ingin aku tak bisa tidur lalu—”
                “Tidurlah dikamar,” sela Hiu hwi cepat, membuat Kyuhyun melongo tak percaya.
                “Mwo?”
                “Bukankah kau pernah mengatakan padaku, jika kau seorang artis yang harus menjaga kondisi tubuhmu? Disini banyak nyamuk, lagipula begitu dingin. Aku—”
                “Hemmm?” Kyuhyun sontak tersenyum mendengar penuturan Hiu hwi kali ini. Tangan Kyu terangkat, menyentuh pipi Hiu hwi dan mengusapnya lembut.
                “Aku mencintaimu Hiu hwi,” Kyu mengecup bibir Hiu hwi sekilas dan memandangnya lagi.
                “Kau tak perlu melakukan dan menyuruhku untuk sekamar denganmu, jika kau memang tak ingin. Aku masih cukup tau diri, dan sadar tentang hubungan kita sekarang. Jadi, aku tidak apa-apa tidur disini. Lebih baik aku merasakan gigitan nyamuk dan kedinginan, daripada harus melihatmu tak tidur karna tak nyaman tidur satu ranjang denganku lagi.” Ucap Kyuhyun tersenyum seraya mengusap puncak kepala Hiu hwi dengan tulus.
                “Kyuhyun-ah...”
                “Jja... sekarang tidurlah.”
                “Aniya. Aku malah tak akan bisa tidur jika kau juga tak nyaman tidur disini. Kyu, aku percaya padamu. Tidurlah dikamar, aku percaya padamu.”
                “Hiu hwi...”
                “Hemmm?” Hiu hwi mengangguk, seakan ingin mempertajam ucapannya tadi. Kyuhyun tampak tersenyum manis seraya bangun dan memposisikan tubuh Hiu hwi agar berada dalam gendongannya.
                “Kyuhyun-ah, kau tak perlu seperti ini. Aku bisa berjalan sendiri!”
                “Diamlah, Princess Cho. Jangan membantah. Dasar kau ini!” Kyuhyun sontak membuka kamar mereka dengan pelan, dan menjatuhkan Hiu hwi keatas ranjang dengan gerakan lembut, membuat wajah gadis itu kini sudah merah padam.
                “Sebentar saja, ne?” Kyu yang telah ikut naik ke ranjang pun sontak menghadap kearah Hiu hwi. Memiringkan kepalanya untuk menyatukan kedua daun bibir mereka dengan seksama. Lembut, Kyu tak memainkan apapun selain menghisap pelan bibir gadis itu.
                “Sudah, tidurlah.” Kyuhyun sontak menarik kembali wajahnya dan beralih pada dahi Hiu hwi untuk ia kecup. Hiu hwi mengangguk, seraya menutup kedua kelopak mata indahnya perlahan-lahan.
                “Tidurlah dengan nyaman Hiu hwi bodoh.” Kyuhyun tersenyum. Ia pun mulai kembali berbaring dengan mendekap tubuh Hiu hwi dari arah belakang. Dari posisi seperti ini, Kyu dapat merasakan kenyamanan dan kehangatan yang tiada tara.
                “Kyuhyun mencintai Hiu hwi.” Bisik Kyu untuk yang terakhir kalinya seraya mengecup pipi dan mengigit telinga gadis itu dengan pelan, sebelum akhirnya ia ikut memejamkan mata.
                ‘Hiu hwi juga mencintai Kyuhyun....’
                Gumam Hiu hwi tersenyum dalam kedua matanya yang tetap terpejam. Malam ini—adalah malam terbaik yang ia punya selama ini.



***



'Cinta itu sulit, khususnya bagi mereka yang tidak tahu bagaimana cara mempercayai, mendengarkan, dan mengampuni berulang kali....'



                Kyuhyun tampak menggeliat pelan, saat ia kembali mendengar deringan Ringtone ponsel-nya yang sudah dari semalam berbunyi tak karuan. Namja itu sedikit mendengus gusar, mengumpati sang penelpon yang telah menganggunya sepagi ini.
                “Aish... menyebalkan!” Tubuh Kyuhyun sedikit bangkit dan menjangkau ponsel yang tergeletak diatas meja. Jika saja ia tak mengingat Hiu hwi masih tidur lelap disampingnya, Kyu tak akan mengangkatnya. Ia hanya tak ingin Hiu hwi terganggu.
                “Yeobosseyo!” Hentak Kyu kasar, membuat sang penelpon kembali mengerang emosi padanya.
                “Cho Kyuhyun, temui aku dirumah sekarang.”
                “Mwo?” Kyuhyun sontak menatapi nama sang penelpon dilayar. SHIM CHANGMIN! Entah ada angin darimana, sampai namja itu dapat menelpon Kyu dan mengajak bertemu.
                “Aku tidak mau! Wae?” balas Kyu tak bersahabat seraya mengelus lembut bahu Hiu hwi yang masih memejamkan matanya.
                “Ini sangat penting!”
                “Lalu, apa masalahnya untukku? YA! Jadi, kau yang menelponku dari semalam sampai pagi-pagi buta seperti ini. Kau rindu padaku?”
                “YA! Aku sedang tak main-main. Pulang sekarang atau kau akan menyesal seumur hidup!” Bentak Changmin membuat Kyuhyun hampir tersedak. Changmin berteriak padanya? Kyuhyun benar-benar merasa tak percaya sekarang.
                “Hey, Shim Changmin... apa rumah tengah kebakaran, ohk? Kenapa kau berteriak seperti it—”
                “Fotomu dan Rae In di Hotel, ada yang melihatnya.” Sela Changmin cepat, membuat Kyuhyun sontak terdiam.
                “Mwo?”
                “Aku menyuruh anak buahku untuk mencari fakta tentang kehamilan gadis penghibur itu, dan ternyata mereka menemukan beberapa lembar fotomu bersama Rae In disebuah kamar Hotel dari salah satu pelayan. Dan kau tau? Pelayan itu sekarang entah berada dimana. Jika ini sampai tersebar, tamatlah riwayatmu.”
                “Mwo? Foto? Hotel?”
                “Aku tunggu kau dirumah, cepatlah.”

PIPP... PIPP....

                Wajah Kyuhyun tampak pucat sekarang. Ia masih belum menyadari 100 persen tentang apa yang tadi Changmin bicarakan padanya. Foto? Rae In? Darimana semua hal itu ada?
                “Kyuhyun-ah...” desah Hiu hwi berusaha untuk bangkit dan menatapi Kyuhyun dengan raut bingung.
                “Waeyo?” tanya yeoja itu seraya memeluk punggung Kyu dari arah belakang. Sepertinya, ia benar-benar masih mengantuk. Kepala Hiu hwi tampak bersandar dibahu kiri Kyuhyun, mengalungkan cepat kedua tangannya pada tubuh namja itu.
                “Aniya...” balas Kyuhyun berbalik dan menyandarkan tubuh Hiu hwi yang masih mengantuk dalam dada bidangnya itu.
                “Jika kau masih ingin tidur? Berbaringlah lagi. Aku akan pergi sekarang, ada hal yang harus aku lakukan.”
                “Kau mau kemana?”
                “Kerumah Eomma dan Appa. Ada sesuatu yang ingin kuambil disana. Hummm... Hiu hwi?”
                “Nde?”
                “Kau percaya padaku?” Hiu hwi tampak mengangguk mendengar pertanyaan dari Kyu. Namja itu tersenyum, sedikit lega.
                “Baiklah, aku akan menelponmu nanti.” Kyuhyun kembali membaringkan tubuh Hiu hwi dan menyelimutinya.
                “Kyu, kau tak ingin aku buatkan sarapan lebih dulu?”
                “Aniya. Aku harus cepat kesana. Berikan aku Morning Kiss-mu saja, nde?” Hiu hwi nampak tersenyum kecil mendengarnya. Dengan tenaga yang masih tersisa, yeoja itu pun sentak mengangkat sedikit kepalanya untuk menjangkau bibir Kyuhyun dan—

CUP!

                Kyuhyun sedikit terkejut menerima kecupan pagi hari dari Hiu hwi seperti ini. Mereka sama-sama tak memiringkan kepala, membuat hidung mancung mereka saling bersentuhan hangat.
                “Gomawo Hiu-ie...” desah Kyuhyun saat Hiu hwi melepaskan tautan mereka dan kembali berbaring seraya menutupi wajahnya dengan sebuah bantal. Kyuhyun terkikik, tampak perlahan-lahan ia bangkit untuk keluar dari tempat ini. Betapa Hiu hwi, terlihat sekali lagi menggemaskan dimatanya, membuat Kyu bahkan sedikit tak rela untuk pergi meninggalkan gadis itu.



***



@Kediaman Keluarga Cho_



                Kyuhyun tampak bergegas masuk kedalam rumah megah keluarganya ini. Tak ada waktu berselang saat ia sudah memarkirkan mobil dan masuk kedalam. Sepi! Sepertinya kedua orang tuanya sedang tak berada dirumah. Apakah Changmin memang sengaja ingin menemuinya diwaktu jam kantor dimulai?
                “YA! Shim Changmin, dimana kau?” pekik Kyu tak sabaran. Ia benar-benar terlihat tak tenang saat ini. Kyuhyun bergegas menuju lantai dua, mendapati Changmin yang kini tengah menghirup aroma susu ditangannya. Entahlah, kenapa namja jangkung itu senang sekali minum susu. Bukankah itu akan membuatnya lebih terlihat tinggi lagi? Kalau saja itu terjadi, malang sekali nasib Kyu yang akan terlihat pendek jika berdiri sejajar dengan Changmin.
                “YA!” Changmin hampir saja tersedak saat teriakan Kyu melengking cepat pada telinganya.
                “Apa yang sebenarnya ingin kau bicarakan padaku?” tanya Kyuhyun tergesa-gesa. Changmin menghela nafas dan menempatkan susunya itu keatas meja.
                “Ini—” Changmin sontak memicing dengan seringainya seraya menghempaskan sebuah amplop yang sejak semalam ia simpan. Kyuhyun mengernyit! Dengan gerakan cepat, ia pun sontak mengambil amplop coklat itu dan membukanya kasar.

DEG!

                Baru beberapa lembar pertama yang Kyu lihat, namun itu sudah cukup sukses membuat darah dan jantungnya berkontraksi hebat seketika. Tubuh Kyuhyun tampak bergetar sekarang, membuat Changmin tersenyum sinis ke arahnya.
                “Ini—”
                “Sekarang kau mengakui, jika kau adalah seseorang yang brengsek Cho Kyuhyun?” Kyuhyun tak menjawab. Wajahnya tampak pucat dan benar-benar tak percaya sekarang. Yah, ia benar-benar tak merasa pernah bersetubuh dengan yeoja lain, terutama Rae In. Lalu foto ini? Kyuhyun memang merasa pernah tidur dan bangun disebuah kamar Hotel, tapi pada saat itu... ia sama sekali tak pernah merasa melakukan hal keji pada Rae In. Tidak! Sekalipun dia mabuk, Kyu masih mampu untuk menyadari hal-hal yang ia perbuat.
                “Aku sudah menyuruh orang untuk mencari Pelayan Hotel itu. Master foto-foto kalian tertidur ini, ada padanya. Jika sampai ia buka mulut, bukan hanya kau yang akan jatuh,” Kyuhyun sentak menoleh mendengar penuturan Changmin sekarang. Dicengkramnnya kuat amplop dan foto-foto itu dengan emosi.
                “Kenapa kau ingin membantuku? Apa ada maksud lain dibalik ini, huh?”
                “Siapa yang membantumu? Aku hanya tak ingin masalah ini menyebar dan membuat orang-orang disekitarku menderita. Hiu hwi... aku melakukan ini untuknya. Aku tak ingin dia menangis lagi karna ulahmu ini! Kau tau, huh? Perusahaan Appa-mu mungkin akan ikut turun, jika masalah ini sampai tersebar ke publik.”
                “Aku tidak melakukannya! Aku tidak pernah melakukannya!”
                “YA! Kau pikir semua orang akan percaya padamu, setelah foto-foto mesum ini huh? Lihatlah... bahkan disini kalian seolah tak mamakai sehelai benang pun.”
                “YA! Shim Changmin...!”
                “MWO?” Hentak Changmin seraya mendeplak keras meja dihadapannya.
                “Kau harus cepat menyelesaikan semua masalah ini, sebelum semuanya menyebar dan banyak orang yang akan tersakiti. Ingat Cho Kyuhyun! Aku tak akan pernah melepas Hiu hwi, jika kau terus menerus menyakitinya seperti ini. Aku akan mengajaknya pergi, jika sampai anak itu memang terbukti anakmu. Cam kan ini baik-baik Tuan muda Cho!” Pekik Changmin tertahan seraya berlalu, meninggalkan Kyuhyun yang hanya dapat mematung ditempat. Baru saja ia dapat bernafas lega bersama Hiu hwi, kini semua kembali tegang seperti sebelumnya.
                “Aku akan membuktikan, jika semua ini adalah bohong.” Geram Kyu seraya mencengkram kedua tangannya keras.
                “ARGH...!” Lengkingan itu terdengar kencang diruangan ini. Tak tanggung-tanggung, Kyuhyun pun dengan tanpa jeda lagi sontak saja menghempaskan apapun yang kini berada dekat dengannya.
                ‘Kang Rae In!’



***



* When it all began, Promise You... *




                Siang ini, tampak mentari seolah bersembunyi dari semburat awan yang bergerak dengan warna kelabu, seolah terlihat seperti gumpalan asap yang mengambang tanpa ada tiang yang menyanggah. Hiu hwi... tampak gadis itu tengah merutuki dirinya sendiri, karna tak berpikir untuk membawa payung sebelum keluar.
                “Dasar Cho Kyuhyun,” Hiu hwi tersenyum kecil sembari membaca kalimat pesan dari Kyu beberapa menit yang lalu. Namja itu sepertinya, meminta Hiu hwi untuk bertemu dengannya disebuah Taman yang terletak tak jauh dari Apartment-nya ini. Sebenarnya Kyu bukan mengajaknya, tapi memaksanya untuk datang.
                Hiu hwi kembali memasukkan ponsel putihnya itu kedalam saku, merekatkan sweter coklat tua yang ia pakai untuk menyebrang jalan. Namun tunggu, kaki Hiu hwi tiba-tiba saja sontak tercekat saat kedua bola matanya menangkap seseorang tengah berdiri tegak diseberang jalan itu, menatapinya dengan ekspresi tak karuan; antara sedih dan senang.
                “Rae In-shi?” ucap Hiu hwi yang terdengar seperti sebuah gumaman itu. Yeoja yang bernama Rae In itu pun sentak menyebrang untuk menghampiri keberadaan Hiu hwi saat ini. Tubuh gadis itu sedikit terlihat berbeda semenjak Hiu hwi melihatnya dari pada saat terakhir. Yah, sedikit lebih—berisi.
                “Kau—”
                “Apa kabarmu Hiu hwi-shi? Lama tidak bertemu setelah insiden waktu itu,”
                “Hummm...”
                “Kau punya waktu? Ada yang ingin aku katakan sebentar. Yah, aku hanya tak punya orang untuk mendengar semua ceritaku ini, bisakah?”
                “Tapi, aku tak punya banyak waktu,” balas Hiu hwi seraya berbalik untuk mencari tempat duduk agar mereka nyaman berbicara. Rae In sentak mengangguk dan mengikutinya dari arah belakang. Kedua yeoja ini menemukan sebuah tempat duduk disebuah Taman Kota, tak jauh dari tempat itu. Sedikit nyaman memang, mengingat kebanyakan anak-anak kecil yang bermain disini.
                “Hummm... apa yang ingin kau katakan padaku?” Hiu hwi tak menoleh pada Rae In saat bertanya itu. Kedua matanya seolah tetap fokus pada segerombolan anak-anak kecil yang tengah bermain bola dihadapan mereka.
                “Ini—” ujar Rae In seraya menyodorkan selembar gambar pada Hiu Hwi. Gadis itu mengernyit, seolah belum mengerti dengan maksud Rae In.
                “Itu adalah hasil Rontgen kehamilan yang tadi diberikan Dokter saat aku memeriksakannya,” Hiu hwi sentak menoleh dan menatapi seksama sebuah foto yang cukup buram ditangannya ini. Tak terlalu jelas, corak warna yang terlihat hanyalah hitam dan putih dengan sedikit keabu-abuan. Tapi Hiu hwi, memang tak menyangkal adanya sesuatu dalam foto itu.
                “Menurut prediksi Dokter, jenis kelamin janin yang tengah kukandung ini adalah seorang perempuan. Aku tak tau, harus senang atau malah sebaliknya. Perempuan... cah, aku harap ia tak akan tumbuh sepertiku,” Hiu hwi kembali diam, berpaling sejenak kearah kelopak mata Rae In yang sedikit berair.
                “Hiu hwi-shi, boleh aku meminta tolong padamu?”
                “Mwo?”
                “Berikan foto itu pada Kyuhyun Oppa. Setidaknya, ia harus melihatnya bukan? Beberapa bulan lagi mungkin aku akan melahirkan, aku benar-benar takut. Ada banyak artikel yang membahas bagaimana rasa sakitnya melahirkan itu. Tapi kurasa, lebih sakit lagi ketika tak ada seorang suami yang akan mendampingiku memperjuangkan anak ini. Bahkan aku juga tak seperti wanita hamil lainnya, yang dapat bersikap manja disaat aku ngidam dan menginginkan sesuatu. Aku seakan dituntut untuk melakukan semuanya sendiri, dan itu cukup menyakitkan.”
                “Itu karna kesalahanmu sendiri. Kau yang telah membuat semua ini terjadi. Seharusnya, sebagai seorang wanita kau mampu mempertahan kewanitaanmu dari sebuah nafsu. Tapi, kau malah merusaknya.” Ucap Hiu hwi sentak berdiri dari tempat duduknya. Rae In tergagap, apa yang Hiu hwi katakan ini adalah benar. Jika saja ia mampu meredam semua emosi, andai saja ia mampu meredam nafsu, mungkin ia tak akan pernah merasakan kesakitan seperti ini.
                “Memang akulah yang salah. Akulah yang sebenarnya membentuk diriku sendiri terlihat hina. Yah, ini semua salahku. Jika saja, pada waktu itu aku tak berpikir untuk melakukan semua ini, melakukan tindak yang menurut orang lain cukup kriminal, dan melakukan tindakan diluar batas akibat rasa cemburu dan obsesiku. Mungkin sekarang, kita tak akan berdiri dan berbicara seperti ini.”
                “Apa maksudmu?”
                “Aku pergi dulu. Terima kasih, atas waktumu Hiu hwi-shi.” Sela Rae In cepat seraya berdiri dan berbalik untuk pergi. Hiu hwi mengerutkan dahinya bingung. Sedikit rasa iba terpancar dari sudut mata Hiu hwi sekarang, melihat Rae In yang dengan perut sedikit membuncit itu berjalan sendiri dijalan besar seperti ini.
                “Huhh...” Hiu hwi tampak menghela nafas panjang dan kembali merunduk untuk menatapi selembar foto yang sejak tadi ia genggam. Seandainya saja di awal, anak itu bukan berada diperut Rae In, tapi diperutnya, pasti ini akan jauh lebih mudah.

PIPP... PIPP....

                Hiu hwi merasakan ponselnya bergetar disaku. Ada rasa malas untuk mengangkat, apalagi jika itu dari orang yang tak penting dan nomor-nomor wartawan yang selalu ingin membujuknya untuk diwawancarai secara eksklusif.
                “Yeobosseyo...” jawab Hiu hwi dengan nada yang sedikit rendah. Kedua bola matanya masih menatap goresan hitam-putih pada foto itu, seakan ingin mengetahui secara jelas bentuk janin Rae In.
                “Hiu hwi-ya...”
                “Nde? Choi Minho-shi?”
                “Ohk, kau dimana sekarang?”
                “Aku? Ah... mianhae Minho-shi, aku tak bisa ke Kantor sekarang. Aku—”
                “Gwanchana Hiu hwi-ya?”
                “Geurae? Ah, aku tidak apa-apa. Memangnya ada apa?
                “Apa disekitarmu, ada Televisi atau layar TV?”
                “Aniya, aku sedang dijalan. Waeyo?”
                “Cepat cari lokasi TV disekitar sana. Apa kau tak tau, jika sekarang kalian sedang dibicarakan di media? Jika tidak, kau pulanglah cepat ke Apartment sebelum mereka mencarimu.”
                “Apa yang kau bicarakan Minho-shi?”
                “Jadi, kau benar-benar belum tau soal foto itu? Baru beberapa satu jam yang lalu menjadi Deadline News, dan semua berita tengah menayangkannya sekarang. Pasti kali ini, karir namja psiko itu akan hancur.”
                “Mwo? Foto apa? Aaahh... Changkam, aku akan mencari TV disekitar sini sebentar.” Balas Hiu hwi seraya mengalihkan pandangannya kebeberapa tempat disini. Gadis itu tampak melangkahkan kakinya lebar, dan menatapi beberapa kedai yang mempunyai sebuah Televisi untuk pengunjungnya.
                DAPAT! Hiu hwi sedikit tersenyum seraya kembali mengangkat ponselnya pada telinga kanannya itu.
                “Minho-shi, aku sudah menemukannya. Memangnya ada apa? Apa itu berita—”

DEG!

                Hiu hwi sentak menghentikan perkataannya saat kini, kedua bola matanya menangkap gambar-gambar yang ditampilkan oleh pembawa acara berita itu. Awalnya hanya poto Kyuhyun saja, dan beberapa rekaman video musikal namja itu. Namun setelahnya—

PRANGGGGG!

                Tak perduli akan teriakan-teriakan dari Minho didalam ponselnya itu. Hiu hwi sentak saja menjatuhkannya hingga kini benda itu terhempas dilantai dengan mengeluarkan baterai dan beberapa isinya yang lain.
                “Aniya... tidak mungkin!” Kaki Hiu hwi tanpa sadar melangkah sedikit kebelakang. Untung saja ada sebuah kursi yang menjadi pegangannya sekarang. Jika tidak—mungkin gadis itu sudah terjatuh kelantai kedai ini.
                ‘Tidak... itu bohong. ITU BOHONG! Aku percaya pada Kyuhyun Oppa, aku harus percaya padanya....’
                Gumam Hiu hwi seraya menahan tubuhnya yang bergetar untuk tetap dapat bertopang dikursi ini. Foto-foto menjijikan itu, sungguh menyakitinya.


                Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun tengah berlari dengan raut panik tiada tara tatkala mendapat telpon dari Changmin yang mengatakan, jika semua foto-foto itu sudah tersebar diberbagai media akibat ulah pelayan Hotel itu. Mungkin selembar foto itu dapat dihargai dengan berpuluh-puluh kali lipat dari gaji yang ia dapat.
                ‘Hiu hwi... kumohon, jangan melihatnya...’
                Gumam Kyuhyun pucat seraya terus berlari entah kemana. Ia ingin mencari Hiu hwi, ia ingin melihat gadisnya itu masih baik-baik saja seperti kemarin.
                ‘Hiu hwi...’
                Kyuhyun kembali bergumam. Otaknya sudah terlalu kalut, untuk berpikir jalan mana yang harus ia tempuh lagi. Tidak! Ia tak ingin kehilangan Hiu hwi-nya lagi kali ini. Persetan dengan karirnya sekarang, persetan dengan orang-orang yang akan menghujatnya, dan persetan dengan masa depannya  kelak. Yang terpenting untuknya sekarang adalah... Hiu hwi!



=TBC=


2 Episode terakhir!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar