Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 5

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 5


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 5
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
    Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



“Mwo?” Yoochun sentak bergumam tak percaya. Ia masih mencerna dengan baik apa yang baru saja Kyu ucapkan sedetik lalu. Seseorang yang kau anggap ‘Oppa’? Yoochun masih sangat jelas mendengarnya.
“Mianhaeyo.” Lanjut Kyu seraya berbalik dan pergi dari tempat itu, tangan kanannya mengepal penuh emosi saat ini.
“Hiu-ie... Apa yang dikatakannya? Apa dia bukan Oppa mu huh?”
“Aku—“ Hiu hwi menatap punggung Kyu tengah berjalan menjauhinya, ada rasa sakit yang menimpanya saat ini. Entah apa itu~ Ia sendiri pun bingung.
“Aku—“



-          “Saat melihatmu, aku malah bersembunyi. Bukan karna aku membencimu dan tak ingin melihatmu, tapi karna aku takut akan diriku sendiri yang tak pernah berhenti untuk menyukaimu.” –


_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 5 Begin’s story_


Yoochun sentak menatap Hiu hwi dengan ringisan luka lebam diwajahnya, tampak ia tengah berusaha untuk berdiri tegap dan berjalan tertatih menghampiri Hiu hwi yang kini hanya berdiri mematung dengan isakan kecilnya.
“Aku—“ Hiu hwi sentak menghentikan kalimat yang ingin ia ungkapkan saat seketika Yoochun malah memeluk tubuhnya dari arah belakang. Kepala namja tampan itu terlihat menangkup sejajar dibahu kiri Hiu hwi.
“Apa benar dia bukan Oppa mu huh?” desah Yoochun mengulang pertanyaan yang tadi sempat ia tanyakan pada gadis itu.
“Jika memang benar dia bukan Oppa mu, lalu apa hubunganmu dengan namja itu Hiu hwi?” Yoochun mengerang seraya menekan bahu Hiu hwi dengan tangannya yang melingkar pada yeoja itu.
“Aku tidak tau,” Sahut Hiu hwi merunduk. Ia sendiripun bingung tentang hubungannya dengan Kyuhyun, tidak mungkin jika ia menjawab kalau sebenarnya mereka sama sekali tak punya hubungan apapun dan tak saling mengenal satu sama lain.
“Hiu hwi-ya.”
“Aku lelah Oppa, aku ingin istirahat. Mianhae, aku permisi dulu.” Hela Hiu hwi seraya berusaha melepaskan dekapan Yoochun dan hendak segera berlalu masuk ke rumah susunnya itu. Entahlah, ia merasa sangat ingin tertidur sekarang.
“Hiu hwi-ya... Apa yang tadi kau ucapkan itu benar heh? Kau masih menyukaiku? Benarkah?” Lengkingan Yoochun saat ini sukses membuat langkah Hiu hwi terhenti tiba-tiba, yeoja itu menoleh sesaat lalu kembali berlari, seolah-olah tak memperdulikan lagi Yoochun yang seakan masih menunggu kepastiannya itu.
“Benarkah Hiu hwi? Benarkah sekarang kau masih menyukaiku? Kenapa malam ini aku merasa ragu akan hal itu,” Gumam Yoochun seraya menyeka aliran merah dari sudut bibir titpisnya.
“Apa sebenarnya aku sudah terlambat huh?” lanjutnya seraya tersenyum getir memandangi bangunan Rumah susun yang cukup sederhana itu.


***


Tak ada yang dapat Hiu hwi lakukan lagi pagi ini, selain membiarkan sorot cahaya mentari itu masuk kedalam cela rumahnya perlahan-lahan. Tangan kanannya sibuk mengaduk-aduk susu kental yang baru semenit lalu ia buat, tampak ia sangat tak berniat untuk meminum habis air berwarna putih kelat itu.
“Kau kemana Kyuhyun oppa? Kenapa tadi malam kau tak pulang? Lalu, kau tidur dimana huh?” Gumam Hiu hwi tak karuan sembari menopang dagunya tak seimbang. Hingga seketika— Suara pintu pun terbuka, tampak Hiu hwi terlonjak antusias.
“Apa itu Kyuhyun Oppa?” Gumamnya sontak berlari dan duduk diatas sebuah sofa, seakan-akan ia sekarang tengah bersantai dengan majalah yang pura-pura ia baca itu. Sesekali tampak Hiu hwi mengintip untuk membenarkan tebakannya. Yah~ Memang namja yang membuka pintu dan masuk itu adalah Cho Kyuhyun. Entah mengapa, jantung Hiu hwi semakin lama semakin cepat berdetak tak seperti biasanya.
Hening!
Tak diantara mereka yang kini berani bersuara, bahkan Kyu seolah sama sekali tak berniat untuk mengeluarkan suaranya saat ini. Namja itu terlihat tergesa-gesa masuk kedalam kamarnya membuat Hiu hwi tampak bingung dibuatnya.
“Ada apa dengannya? Apa tadi dia tak melihatku?” gerutu Hiu hwi kesal. Ada sebuah rasa penasaran yang kini mulai menggerogotinya, perlahan-lahan Hiu hwi pun memutuskan untuk menguping kekamar Kyu, entah untuk apa, ia sendiripun bingung. Dalam beberapa menit, tak ada suara yang ia dengar, sampai tiba-tiba saja....
“Aku tidak mau pulang! Aku bukanlah bagian keluarga yang ‘Terhormat’ itu lagi. Cih~ Jangan terlalu memaksakan untuk kau berpura-pura mengkuatirkan aku disini, aku tidak apa-apa. Waau sekalipun aku memiliki kelainan atau penyakit apalah itu, tapi itu bukan urusanmu! Kau munafik... Urusi saja tua bangka pengkhianat itu,” Rahang Kyu memanas, entah siapa yang menelponnya hingga dapat membuat tubuhnya bergetar ketakutan seperti itu.
“Berhenti! Berhenti... Jangan mengangguku lagi, aku bukan bagian keluarga itu lagi! Tidak cukupkah kalian membunuh Eomma ku? Aku tidak perduli sekalipun ia juga akan mati, aku tidak perduli.” Kyu mebanting ponselnya kelantai dengan keras, membuat bunyi hentakan yang cukup hebat diruangan persegi empat itu. Hiu hwi tampak tertegun mendengarnya, rasa prihatin itu terpancar jelas dari raut wajahnya saat ini. Ada apakah dengan Kyuhyun? Hiu hwi sentak berlari ke posisinya semula saat tiba-tiba saja ia mendengar jejak langkah Kyu hendak keluar kamar.

“#CEKLEK!”

Hiu hwi seolah kembali terlihat sibuk dengan majalah yang sama sekali tak ia baca itu, sesekali kedua manik matanya mencuri pandang kearah Kyuhyun yang sepertinya hendak kembali keluar rumah. Hening! Lagi-lagi Hiu hwi sama sekali tak tau harus mengatakan apa untuk sekedar menyapa Kyu sekarang.
“Kyuhyun Oppa.” Setelah cukup mengumpulkan semua keberanian itu, akhirnya Hiu hwi mulai angkat bicara sesaat sebelum Kyu benar-benar kembali pergi. Kyuhyun sentak menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Hiu hwi dengan tatapan dingin.
“Aku—“
“Waeyo?”
“Ani... Aku— Sebenarnya aku itu—“
“Aku tak punya waktu untuk melayani kegaguanmu itu, sebaiknya kau ketik SMS saja lalu setelah selesai, kirim kepadaku.”
“Nde? Oppa....”
“Oppa? Kau memanggilku itu lagi? Aku benci mendengarnya.”
“Tapi—“
“Tenang saja, aku pulang hanya ingin mengambil pakaianku.” Sela Kyu cepat dan hendak kembali melanjutkan langkahnya.
“Kyuhyun oppa, tadi malam— Tadi malam itu kau tidur dimana?”
"Di Apartment Miu, waeyo? Bukankah itu bukan urusanmu huh?”
“Ara, tapi apa kau sudah makan?”
“Kau siapa? Aku makan atau tidak, memangnya apa urusanmu?”
“Oppa... Aku hanya ingin bertanya. Humm... Tapi tadi siapa yang menelponmu? Sepertinya itu sangat serius.”
“Kita tidak punya hubungan apa-apa, jadi kau jangan ikut campur lagi urusanku. Ara? Bukankah kau sudah banyak urusan saat ini? Kenapa tidak mengurusinya saja heh? Mungkin dia juga belum makan.” Cibir Kyu sentak melanjutkan langkahnya dan menutup pintu rumah itu dengan keras.
“OMO! Kenapa tingkahnya seperti itu? Apa dia tengah menyinggungku? Ash... Dasar menyebalkan!” Ucap Hiu hwi geram.
“Tapi— Tapi tadi dia mengatakan jika ia menginap di Apartment Miu, berarti tadi malam mereka hanya tinggal berdua? Aighoo... Apa mereka juga tidur diatas kasur yang sama? Mwo?!” Lanjut Hiu hwi tak karuan. Entah mengapa, ia mulai tak tenang saat ini. Walau sepenuhnya Kyu belum menjelaskan secara pasti hubungannya dengan Miu, tapi yang jelas sepertinya mereka pernah saling tertarik satu sama lain.


===

@Nakaramura High School_ Seoul, -South Korea-


Gedung Sekolah bertingkat dengan aksen polos berwarna silver ini tampak sangat cerah pagi ini, ditambah dengan hiruk pikuknya suara celotehan beberapa Siswa dan Siswi yang tengah saling bercanda bersama, seakan mereka tengah menikmati masa muda mereka yang ceria. Tapi sepertinya, itu malah bertolak belakang sekali dengan ekspresi yeoja yang satu ini. Entah mengapa, sejak tadi ia selalu menghela nafasnya berulang.
“Hiu hwi-ya.” Hiu hwi sentak menoleh terkejut mendapati Eunhyuk yang kini telah duduk tepat disampingnya dengan kikikan pelan. Namja itu terlihat mengubah warna dan gaya rambutnya sekarang.
“Kau kenapa Eunhyuk-ah? Kau habis berperang?” Tanya Hiu hwi polos.
“Ish... Ini mode 2015  nanti. Ah ya... Kau sudah tau berita yang beredar sekarang?”
“Berita apa?”
“Ini menyangkut Oppamu Kyuhyun itu.”
“Nde?”
“Menurut kabar yang beredar, apa benar dia bukan anak orang yang biasa-biasa saja?”
“Ye? Apa maksudmu?”
“Jika itu benar, berarti kau juga bukan dari keluarga yang biasa-biasa saja Hiu hwi.”
“Aku tidak mengerti.”
“Bukankah dia itu Kakak sepupumu huh? Apa kau tidak tau latar belakang keluarganya di Jepang?”
“Nde? Ah... Itu— Itu— Tentu saja aku tau.”
“Lalu, siapa dia?”
“Dia? Oh... Dia Kyuhyun.”
“YA! Kenapa otakmu lambat sekali bekerja huh? Ash... Sudahlah, biar aku cari tau sendiri siapa dia sebenarnya.” Sahut Eunhyuk gusar seraya mendeplak kepala Hiu hwi sesaat sebelum ia pergi.
“Kyuhyun bukan dari keluarga yang biasa-biasa saja? Benarkah?” Gumam batin Hiu hwi merasakan sesuatu yang aneh sekarang. MIU! Apa mungkin ia harus menanyakan semua ini pada Miu?


Disatu sisi tampak terlihat Kyuhyun tengah berdiri tegap tepat dihadapan seseorang yang kini juga tengah menatapnya dengan sengit, sudah sejak tadi memang terjadi perdebatan dan perselisihan diantara mereka.
“Apa benar kau tak punya hubungan apapun dengan Hiu hwi huh?” Yoochun memicing menatap mata Kyu yang seolah menantangnya itu.
“Benar! Aku tak punya hubungan apapun dengannya, waeyo? Apa kau ada masalah dengan itu?”
“Mwo? Cah~ Tentu saja itu masalah besar untukku! Kalian tak ada hubungan apapun, namun tinggal dalam satu atap yang sama. Aku bahkan tak melihat jika kau namja dari kalangan yang baik-baik, bisa saja kau melakukan tindak asusila padanya.”
“Cih! Kau benar... Aku memang bukanlah namja dari kalangan yang baik-baik, dan walaupun aku bertindak asusila padanya, bukankah itu bukan urusanmu? Kau hanya mantan pacarnya sekarang.”
“Mwo?”
“Setidaknya aku akan bertanggung jawab jika memang terjadi sesuatu padanya kelak. Aku bukan dirimu Park Yoochun! Yang pengecut memanfaatkan perasaan cinta, hanya untuk mencapai tujuannya.”
“YA!”
“Kau marah aku tinggal bersama dengannya? Apa kau cemburu? Tidakkah kau berpikir jika kau mencintainya?”
“Lalu, bagaimana denganmu? Kenapa malam itu kau memukulku karna aku menciumnya? Apa kau juga merasakan hal yang sama? Kau cemburu?!”
“Tidak, aku hanya tak suka melihatmu mempermainkannya.”
“Jika aku mengatakan, kalau sekarang aku tak akan mempermainkannya lagi dan akan menjaganya dengan rasa cintaku. Apa kau mau pergi dari tempat itu?” Kyuhyun sentak diam mendengar pertanyaan yang terlontar sinis dari bibir Yoochun saat ini, entah mengapa dadanya sentak berdesis bak kilatan yang mencengkram.
“Aku tetap tidak mau! Apa kau tau? Sebuah kenangan, belum tentu menjadi masa depan.” Sahut Kyu dingin seraya berlalu pergi meninggalkan Yoochun yang hanya memandangnya geram. Kedua namja tampan ini tak sadar jika sejak tadi, seseorang tengah menguping pembicaraan mereka dengan rasa terkejut yang sekarang menghinggapinya.
“Jadi— Jadi benar... Cho Kyuhyun itu bukanlah Oppa Hiu hwi.” Gumam Eunhyuk menganga lebar.



-          “Kenapa kau masih disini? Kenapa kau masih disini untuk membuatku semakin tak bisa melupakanmu, untuk membuatku semakin jatuh kedalam jurang pesonamu. Hentikan! Bisakah kau membuatku membencimu saja?” –

@Hiu hwi Home, Seoul, South Korea_


Sudah beberapa hari ini Kyuhyun sama sekali tak menegur atau sekedar menyapa Hiu hwi untuk basa basi diantara mereka, ia lebih banyak menghabiskan waktunya diluar sana yang Hiu hwi sendiri pun tak tau apa yang sebenarnya dilakukan namja itu selain di Sekolah.
“Apa dia benar-benar marah padaku?" Gumam batin Hiu hwi tatkala menatap kamar Kyu yang sejak tadi masih tertutup rapat. Entah apa yang ia lakukannya didalam sana? Yang pasti alasan Kyu tak keluar rumah kali ini adalah... Karna diluar memang tengah hujan lebat, bahkan sesekali terdengar gelegar suara petir yang menyambar.
“Aku sudah tak tahan lagi dengan keadaan ini, sebai—“ Belum sempat Hiu hwi hendak menyelesaikan seluruh kalimatnya itu, lampu pun telah lebih dulu mati membuat semuanya terlihat amat sangat gelap. Gelap?
“Argh....” Pekik Hiu hwi seketika dengan nada getaran yang ketakutan. Yeoja ini memang memiliki Phobia akan gelap, dan itu sudah sejak dari kecil ia alami.
“Andwe! Andwe!” Erangnya memekik yang kontan saja itu membuat Kyu sentak keluar dari kamarnya.
“Wae? Kenapa kau berisik sekali? Ka—“ Kekesalan Kyu sentak terhenti saat tiba-tiba ia mendengar sebuah lengkingan lagi, dan kali ini amat sangat jelas ditelinganya.
“EOMMA... APPA...!”
“Hiu hwi-ya... Kau dima—“ Hiu hwi kontan memeluk tubuh Kyu dengan amat sangat erat saat ia mendengar suara Kyu yang berada dekat dengannya. Kyu tak melanjutkan kalimatnya lagi, ia merasa jika kini tubuhnya tak dapat bergerak karna ulah Hiu hwi.
“Hiu hwi-ya.”
“Oppa... Aku takut." Isak Hiu hwi gemetaran seraya mempererat pelukannya ditubuh namja itu.
"Kau— Takut gelap heh?" ujar Kyu yang kini malah membalas pelukan Hiu hwi padanya. Yeoja itu hanya menganguk sebagai pengganti jawabannya.
“Sudah, tidak apa-apa.” Kyu mulai menggiring tubuh Hiu hwi menuju kamar yeoja itu. Dengan sesekali menerwang melalui kaca mata batinnya Kyu mulai membaringkan tubuh yeoja itu keatas ranjang perlahan.
"Tenanglah... Cobalah untuk memejamkan matamu ne? Aku akan menyalakan lilin sebentar."
"Aniya... Oppa jangan pergi." Pelas Hiu hwi yang kembali memeluk punggung Kyu dengan erat, nampak kedua tangan yeoja itu mencengkram keras ujung baju Kyu.
“Yah~ Aku hanya ingin mengambil lilin sebentar didalam lemarimu ini." Balas Kyu terkikik pelan, entah mengapa ia sangat suka jika Hiu hwi sangat bergantung padanya seperti ini.
“Kemana lilinnya?” gumam Kyu seraya meraba lilin yang tergeletak didalam lemari tak jauh darinya saat ini. Dengan cepat ia nyalakan lilin itu agar mampu menyinari bebarapa bagian ruangan ini.
“Sudah menyala, kau tak perlu takut lagi ne?”
"Oppa... Kau harus menemaniku tidur malam ini, Ara?" Pinta Hiu hwi polos membuat Kyuhyun sentak terkejut.
"Nde? Memangnya kau tidak takut padaku?"
"Ne? Aku lebih takut dengan gelap, lagipula kau tidak mungkin melakukan sesuatu padaku kan."
"Siapa bilang?"
"Ye?”
"Ash... Melihat tubuhmu saja aku tidak tertarik! Dasar bodoh. Sudahlah... Aku mengantuk," Dengus Kyu seraya ikut berbaring disisi kiri Hiu hwi, nampak yeoja itu salah tingkah dibuatnya. Walau menemani, bukan berarti ia harus tidur satu ranjang dengan namja ini kan?
“Waeyo? Lebih dekat denganku kemari, agar kau merasa hangat." Lanjut Kyu seraya menarik tubuh yeoja itu kedalam dekapannya membuat Hiu hwi nyaris jantungan.
“Tapi, kita—“
“Diam dan tidurlah.” Sela Kyu seraya mengangkat kedua tangannya agar berada ditelinga Hiu hwi; bermaksud untuk menutupinya agar yeoja itu tak terlalu mendengar suara petir diluar sana.
“Oppa.”
"Apa suara petirnya masih terdengar heh? Cobalah pejamkan matamu sekarang." Kembali Kyu mempererat pelukannya. Hangat! Itulah yang kedua insan ini rasakan sekarang, entah mengapa bahkan Hiu hwi sulit sekali menghindar jika sudah berada dalam keadaan Kyu yang semakin membelunggunya saat ini, tak perduli jika jantungnya terus berdetak cepat diluar batas.
Hening!
Untuk beberapa menit, semuanya terdengar senyap dan sunyi. Sampai—
"Oppa... Mianhae, malam itu aku—"
"Sudahlah, jika mengingat itu kemarahanku akan kembali muncul."
"Waeyo? Kenapa kau bisa semarah itu? Bukankah itu semua tidak ada hubungannya denganmu heh?"
"Nde? YA! Berarti kau yeoja yang bebas dicium namja manapun huh?" Kyu sentak melepaskan dekapannya, kembali emosinya mulai naik turun tak jelas.
"Ye? Oppa kau bicara apa?”
“Sudahlah, kau membuat Moodku kembali buruk.” Ucap Kyu sentak hendak berdiri.
“Oppa.... Aku bahkan belum pernah berciuman dengan namja lain selain dengan— Uhft... Arasseo, mianhae.... Aku memang sudah kelewatan malam itu," Ucap Hiu hwi mengalah membuat Kyu mengurungkan niatnya dan kembali menatap yeoja itu dalam remang-remang cahaya.
“Aku takut oppa, jangan meninggalkanku lagi. Aku tidak tau kenapa, tapi aku merasa sakit setiap kali kau mendiamkanku.”
"Huhh... Kemarilah." Kyu pun kembali memeluk tubuh Hiu hwi dengan sangat erat.
"Gomawo." Ucap Hiu hwi mendongak menatap kepala Kyu yang tepat berada diatas kepalanya. Kyu merunduk! Lagi-lagi pose ini yang mereka alami.
“Kau punya dagu yang runcing Cho Kyuhyun.” Hiu hwi tersenyum seraya menyentuh dagu Kyu dengan lembut.
“Dan kau mempunyai bibir yang manis.” Kecup Kyu singkat membuat Hiu hwi lagi-lagi nyaris jantungan. Entah mengapa, namja ini senang sekali membuatnya tampak membeku.
“Yoochun— Apa kau masih menyukainya heh?” Tanya Kyu mengelus puncak rambut yeoja itu dengan lembut.
“Entahlah, setiap dia terluka aku juga merasa terluka.”
“Apa itu cinta?”
“Entahlah, Oppa pikir?”
“Aku juga tidak tau, tapi apa kau merasakan hal yang sama padaku? Jika aku terluka— Apa kau juga akan merasa terluka hem?”
“Humm... Aku juga tidak mengerti.”
“Lalu, apa kau suka dicium Yoochun? Kenapa kau tak mengelak waktu itu?”
“Bukan aku tidak mengelak, aku sudah berusaha untuk mendorong tubuhnya, tapi—“
“Kenapa kau mendorong tubuhnya? Bukankah kau menyukainya? Lalu, Apa kau juga akan mendorongku ketika aku menciummu lagi heh?” Kyu sedikit mengangkat tubuh Hiu hwi yang kini bersandar didadanya, tangan kanannya mulai memegang tengkuk Hiu hwi agar ia bisa merekatkan bibir tipisnya itu dengan sempurna. Tampak yeoja itu mulai gemetar hebat.
“Kenapa kau tak mendorongku?” Kyu tersenyum nakal seraya kembali mencium yeoja itu dengan dalam, tak ada gerakan dari mereka selain bibir mereka yang saling bersentuhan mesra. Hiu hwi sedikit memukul pelan dada bidang Kyu saat namja itu mulai berani menggigit bibir bawahnya.
“Appo!” Bentak Hiu hwi sangar, Kyu tersenyum dan kembali mengelus kedua pipi yeoja itu.
“Kau Adikku yang menggemaskan!” Cibir Kyu
“Dan kau Kakakku yang mesum.”
“Sudah... Tidurlah, besok pagi kita harus Sekolah.” Kyu menarik pinggang belakang yeoja itu dan memeluknya dengan erat.
“Selamat tidur Oppa.”
“Hemm....” Gumam Kyu sebagai tanda jawabannya. Sebenarnya kedua orang ini tengah sama-sama tersenyum! Mereka benar-benar terlihat amat sangat bahagia.
“Tidur yang nyenyak bodoh!” Kyu mengecup sekilas bahu Hiu hwi yang membelakanginya, tangan kekarnya semakin ia rekatkan kepinggang ramping Hiu hwi agar mereka tak terlepas. Sampai akhirnya mereka pun tertidur pulas bersama.


===


“Kringgg... Kringgg....”

Sentak saja suara ponsel Hiu hwi terdengar nyaring pagi ini, untuk beberapa waktu Hiu hwi tak berniat mengangkatnya, ia benar-benar tak suka diganggu ketika ia masih tidur.
“Hiu hwi-ya, hentikan bunyi itu!” Gumam Kyu tanpa membuka kedua matanya sama sekali, ditariknya kembali selimut tebal sampai batas kepalanya.

“Kringgg... Kringgg....”

Lagi-lagi suara itu berbunyi membuat Hiu hwi mau tak mau mengangkatnya.
"Yeobosseyo.." Sahut Hiu hwi malas tanpa melihat lagi siapa nama yang menelponnya kali ini.
"Hiu-ie... Ini oppa. YA! Oppa akan pulang sebentar lagi, apa kau belum bangun huh?" Ucap seseorang disebrang sana dengan nada riang, namun itu malah sentak membuat Hiu hwi membuka matanya lebar-lebar akibat terkejut. Ia tau betul siapa pemilik suara melengking ini.
"Nde? Oppa? Cha-Changmin Oppa kau—“
“Nde? Apa kau terkejut heh? Hahaha!”
“OMO! OPPA...Kau— Kau mau pulang?”
“Tentu saja adikku yang manis, waeyo? Kau sudah tak sa—”
“ANIYA! Jangan pulang sekarang Oppa"
"MWO? Waeyo? Ash... Kau ini— Mana mungkin Oppa kembali ke Asrama, jika sekarang Oppa sudah ada didepan pintu."
"MWOYA?" Pekik Hiu hwi dengan cepat mematikan flip ponselnya dan bergegas. Diliriknya sejanak Kyu yang masih pulas tertidur disampingnya itu
"Kyuhyun Oppa ireona... Palli...."
"Ah... Waeyo? Kau ini berisik skali!"
“Tapi diluar—“
“Sudah diam!” Sela Kyu seraya menarik Hiu hwi agar terjatuh kembali keatas kasur. Tangan kanan namja itu mulai melingkar erat untuk menahan tubuh Hiu hwi agar yeoja itu tak banyak bergerak.
"Oppa bangunlah... Ku mohon!" Pelas Hiu hwi panik, ia benar-benar tak tau harus bagaimana lagi sekarang. Sampai seketika—

"#CEKLEK!”

Pintu rumah susun itu pun tampak dibuka seseorang. Memang~ Changmin mempunyai kunci kembar Rumah susun ini.
“Ya Tuhan....” Hiu hwi mendengar jejak langkah seseorang kini mulai berjalan mendekat kearah pintu kamarnya, yang dapat Hiu hwi lakukan saat ini adalah... Berdoa agar Changmin tak lebih dulu membukanya.

“#CEKLEK!”

Sepertinya doa Hiu hwi kali ini tak membuahkan hasil, pintu kamar itu malah perlahan-lahan terbuka untuk memperlihatkan seorang namja jangkung dengan senyuman khasnya yang kini tengah berdiri semampai diambang pintu.
“Hiu hwi-ya... Oppa pul—“ Perkataan Changmin sentak terhenti saat kini, kedua bola matanya mulai melotot garang menatapi pemandangan yang sungguh membuatnya dapat emosi diluar batas.
"YA!!! APA YANG KALIAN LAKUKAN?" Pekik Changmin dengan suara lengkingannya membuat Kyuhyun bahkan seisi rumah susun itu dapat terbangun, Memang~ Ia memiliki oktaf suara yang lebih dari manusia pada umumnya. -_-
"Oppa... Sebenarnya bukan begitu... Aku— Aish... Aku—"
"SHIM YUU HWI! Kenapa ada seorang namja diatas tempat tidurmu huh?" Bentak Changmin kembali melengking membuat Kyu sentak berdiri dan mengambil air dari dalam toilet yang memang berada didalam kamar Hiu hwi.
“KEBAKARAN! KEBAKARAN” Pekik Kyu masih dengan menutup kedua matanya.

-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar