“ ITS OVER!” PART. 5 [Kyu-Hwi Private]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Romance
This Story Original From @Jjea_
***
“Aku—”
“Tapi setelah kau mengetahui semua itu. Kau harus berjanji satu hal padaku?”
“Mwo?”
“Tidurlah denganku lagi..."

‘Yang terlalu kau jaga dan kau kekang lebih berpeluang membuatmu sakit,
Ketika terjadi sebuah perpisahan.
Berlebihan... itulah yang malah membuatmu sendiri terluka pada akhirnya...’
_“ ITS OVER!”_
Terlihat awan tampak bergerak melawan angin diatas sana, mengembungkan asap keabu-abuan yang tampak kelam seiring dengan hembusan gemuruh alam. Terkadang, awan-awan itu berkumpul dan bergerak membuat sebuah bentuk yang ambigu, memberikan sekelebat kemisterian hidup yang memang selalu menggantung dipelupuk sang pemilik dunia.
* When it all began, Sorry? *
“Cho Hiu hwi, kau mendengarku? Tidurlah denganku lagi setelah ini...” ucap Kyuhyun dengan sinaran mata yang benar-benar serius. Hiu hwi mendongak, mencoba untuk menatap manik mata Kyuhyun dengan sedikit berair. Apa katanya? Tidur dengannya lagi? Apa memang benar jika namja ini tak punya otak?
“Aku tidak mau,” Hiu hwi mulai sedikit memundurkan langkahnya ke belakang, melepaskan cengkraman tangan Kyuhyun yang kini membalut tubuhnya.
“Kau pikir aku perempuan yang seperti apa Cho Kyuhyun? Sebenarnya apa maumu sebenarnya padaku? Kenapa sikapmu seolah-olah sangat merendahkanku? Kau pikir aku baik-baik saja ketika tadi kau sudah menyakitiku, huh? Cah... aku seorang manusia, aku bukan boneka, malaikat dan orang yang tak memiliki perasaan sepertimu. Setelah tadi kau membawa perempuan lain kerumah kita dan bermesraan dihadapanku, kau ingin mengajakku tidur? Dimana otakmu?” Hiu hwi tersenyum sinis kearah Kyuhyun, berusaha mati-matian untuk meredam emosi dan air matanya. Gadis itu pun berbalik, berniat untuk pergi meninggalkan Kyuhyun. Namun sayang, Kyu sepertinya tak berniat untuk melepaskan cengkramannya dilengan Hiu hwi.
“Kau mau kemana?”
“Kemana saja asal aku tak melihatmu! Bisakah untuk kali ini saja kau membiarkanku?”
“Bukankah tadi aku mengatakan jika aku ingin menceritakan masa laluku padamu, huh? Mau tak mau, kau harus pulang dan mendengarkanku. Ini menyangkut Changmin, benarkah kau tak tertarik mendengar itu? Bukankah selama ini jika menyangkut namja brengsek itu kau akan tertar—”
“Aku tidak perduli! Sekalipun itu menyangkut Changmin, kau dan kalian aku tidak perduli! Kau pikir hidupku hanya untuk mengurusi orang lain? Kau pikir bagaimana perasaanku sekarang? Aku juga memiliki hidup dan hati yang harus aku urusi sendiri!”
“YA! Kau kenapa? Kau marah? Marah karna aku membawa Rae In kerumah huh? Cah, bukankah kau tak perduli dan membenciku? Seharusnya apa yang kulakukan itu tak akan pernah menjadi masalah untukmu.”
“Geurae... itu memang tak jadi masalah untukku. Tapi, aku membenci caramu padaku Cho Kyuhyun. Jika kau ingin bermesraan dan berselingkuh dengan gadis lain, kenapa kau harus membawanya kerumah kita? Aku merasa menjadi gadis asing yang tak seharusnya berada disana. Aku ini istrimu, apa kau sadar itu? Gadis mana yang tak akan sakit hati melihat suaminya melakukan hal yang seperti itu? Sekalipun aku membencimu, tapi aku tetap memiliki perasaan. Bagaimana jika aku membalik keadaan? Aku yang membawa seorang pria kerumah kita, lalu bermesraan diatas sofa yang sering kau duduki? Kau tak akan perduli? Kau tak akan marah?” Hiu hwi sentak menitikan air matanya yang sejak tadi ia berusaha untuk tahan. Entahlah... rasanya ia begitu ingin menangis sekarang. Tubuh Hiu hwi bergetar, menandakan jika kondisinya begitu buruk saat ini.
“Jika kau memang ingin meniduri gadis lain, jangan pernah menyuruhku mencuci pakaianmu yang masih tercium bau parfum gadis itu, kau mengerti?” Hiu hwi sentak mendorong tubuh Kyuhyun menjauh darinya. Sungguh, ada sebuah rasa yang sulit ia jelaskan saat ini. Kyuhyun hanya diam, ia tak melakukan apapun selain menatap Hiu hwi dengan tajam.
“Aku bukan istri yang baik untukmu, tapi kenapa kau masih mempertahanku sampai sekarang? Kenapa kau masih berdiri untuk pernikahan yang tak membahagiakan ini? Kau mengatakan jika kau menikahiku untuk membalas dendam pada Changmin Oppa, tapi kenapa kau malah menyiksaku? Ini masalah antara kau dan Changmin Oppa, lalu kenapa aku yang malah tersiksa seperti ini? Apa salahku padamu Cho Kyuhyun? Hidupku sudah menderita, dari kecil aku tak pernah bisa hidup tenang dan bahagia. Aku mempunyai keluarga, tapi aku seolah tak memilikinya. Lalu sekarang, kau menambah semua rasa sakit itu, hingga membuat hidupku semakin tampak menyedihkan. Bukankah kau sudah berhasil? Apa selama ini kau masih belum puas? Kau belum puas membalas dendam padanya dengan menyakitiku? Kenapa—kenapa kau tidak langsung membunuhku saja?” Hiu hwi mengeratkan kedua tautan tangannya pada ujung kaos yang ia kenakan sekarang. Tubuhnya tampak sekali bergetar hebat, menahan semua emosi dan tangis yang seakan memburunya untuk keluar. Yah, kalimat-kalimat itu kini keluar dengan jelas sekarang. Sesuatu yang selama ini ia tahan, dan mampu membuatnya begitu lemah dna tak berdaya.
‘Kenapa aku menangis? Bodoh! Kemana Cho Hiu hwi yang selalu bisa tegar menahan air matanya? Kenapa aku harus menangis dan membiarkan dia melihat air mataku seperti ini. Tidak! Ini tidak benar...’
Gumam Hiu hwi seraya mencoba untuk membujuk hatinya agar menyudahi tangisannya itu. Namun sayang, sepertinya tubuh dan naluri hatinya berkata lain. Sesungguhnya, ia memang butuh menangis sejak dulu.
“Tolong... biarkan aku sendiri lebih dulu.” Lanjut gadis itu sembari berbalik dan melangkah menjauhi Kyuhyun dibawah awan yang tampak begitu kelam. Kyuhyun diam, ia hanya dapat termangu menatapi jari jemarinya sendiri melemas dan akhirnya mengalah untuk melepaskan lengan Hiu hwi yang tadi ia cengkram. Entahlah... ia bahkan tak dapat melakukan apapun lagi untuk mencegat Hiu hwi saat ini.
‘Seandainya aku tak pernah bertemu denganmu Cho Kyuhyun, mungkin aku tak akan merasakan sesakit ini. Kenapa? Kenapa hatiku merasa sesak? Aku tidak mengerti dengan diriku sendiri sekarang. Kau benar... seharusnya aku tak perduli dengan apapun yang berhubungan denganmu...’
Hiu hwi menghela nafasnya panjang seraya menaiki sebuah Bus yang entah akan mengantarkannya kemana. Yang jelas, ia ingin pergi lebih dulu untuk menjauh dari semuanya.
Bus itu mulai kembali bergerak. Kyu tetap mematung, seolah kakinya begitu kaku untuk sekedar bergerak. Sungguh, jauh dilubuk hatinya ia tak ingin Hiu hwi pergi kearah dimana matanya tak mampu menjangkau keberadaan gadis itu. Namun disisi lain, Hiu hwi benar! Ia sudah cukup kelewatan....
‘Mianhae... jeongmal mianhae....’
***
‘Kau tau? Kau adalah orang yang pertama aku pikirkan,
Saat membuka mata dan yang terakhir aku impikan,
Sebelum menutup mata....’
Kata orang... hitam-putih itu adalah sebuah harmoni, bukan untuk saling membenci, apalagi saling menyakiti. Yah, terkadang sesuatu hal yang bertentangan jauh lebih indah ketimbang hanya sejajar dengan satu warna.
Hiu hwi sadar dan tau betul itu! Selama ini, ia bahkan sudah melakukan dan merasakan banyak hal sendiri. Ia memisahkan diri dari kedua orang tuanya semenjak ia lulus Sekolah dasar. Dulu, Hiu hwi sangat ingin melanjutkan Sekolahnya. Namun apa perlu dikata, jika pikiran orang tuanya dulu terlalu kolot untuk tau pentingnya arti sebuah pendidikan. Bagi mereka, selembar uang itu lebih berharga untuk mengisi perut ketimbang melanjutkan Ilmu Pengetahuan. Hiu hwi mengalah... sampai batas Appa-nya menipu seseorang dan hampir masuk ke jeruji besi, Hiu hwi lah yang menjadi korban. Gadis itu terpaksa menikah dengan Kyuhyun, yang memang menjadi penebus Appa Hiu hwi pada saat itu.
‘Kenapa aku dilahirkan seperti ini Tuhan? Masa laluku sudah buruk, tapi kenapa kau malah juga memperburuk kondisi masa depanku bersama pria semacam itu?’
Hiu hwi kembali menitikan air matanya seraya menatap kearah luar jendela itu. Entah sudah berapa lama ia berkeliling bersama Bus ini. Ia tak mempunyai tujuan lain lagi untuk mengadu dan menangis. Entahlah... rasanya disaat hatinya merasa sesak seperti ini, pemandangan yang silih berganti cepat yang ia tatap dari balik jendela bus itu cukup membuatnya nyaman. Tak perduli banyak orang akan menatapnya dengan aneh, ia sama sekali sedang tak memperdulikan hal itu.
‘Eomma...’
Tak ada panggilan lain selain itu yang kini berada dibenaknya. Seberapapun perlakuan yang telah Eomma-nya lakukan selama ini, Hiu hwi tetaplah seorang manusia. Namun sayang, ia tak bisa menghubungi keluarganya saat ini. Toh, Hiu hwi yakin mereka juga tak akan perduli lagi dengannya.
Gadis itu merunduk lemah, menatapi layar ponselnya dan menekannya pelan. Entahlah... mengapa kini ia malah tanpa sadar mencari kontak nomor SHIM CHANGMIN disana. Yah, setidaknya hanya namja itulah yang dulu selalu ada dikala Hiu hwi sedang terpuruk. Hiu hwi menghela, ia benar-benar sangat ragu untuk menghubungi namja itu lagi. Mengingat, jika sekarang status mereka sudah berbeda. Sekalipun hanya berteman, sepertinya itu akan menjadi sangat sulit.
‘Tidak bisa... aku tidak bisa melakukannya...’
Hiu hwi dengan cepat menutup kembali ponselnya itu, lalu menyandarkan kepalanya pada jendela Bus. Menerawang sejenak, dan kemudian memejamkan matanya perlahan. Mungkin dengan begini, perasaannya akan membaik.
Dilain tempat, tepatnya disebuah kamar persegi ini, terlihat seorang namja tengah menegak alkohol dihadapannya dengan cepat. Sudah beberapa botol ia habisi, bahkan lihatlah wajahnya sekarang. Tampak terlihat goresan merah dan kelelahan yang amat sangat.
“Argh...!” Pekiknya frustasi sembari mengamuk dan membanting spray ranjang dihadapannya. Kamar ini sudah tampak sangat berantakan, tak seperti biasanya.
“Hahahaha... aku bodoh!” Umpatnya kasar seraya tertawa sinis. Kembali, ia menegak botol besar itu dengan lenguhan kesal. Ia tak tau harus bagaimana lagi agar dapat menyalurkan emosinya ini, bahkan sejujurnya ia tak mempunyai teman dan sahabat, yang dapat ia andalkan dalam keadaan yang seperti ini. Yah, sebenarnya hanya istrinya lah yang selama ini tahan menemani dan membalas semua sikapnya seburuk apapun itu.
“Hiu hwi-ya...” tubuh Kyuhyun ambruk dilantai. Jika saja ada yang mengerti dirinya saat ini, mungkin Kyuhyun akan dengan senang hati merengkuhnya. Karna sejujurnya... dia adalah namja yang begitu sangat rapuh.
Kyuhyun nampak tergolek dilantai tepat dibawah ranjang kamarnya. Ia berusaha untuk duduk dan menekuk kedua kakinya untuk ia dekap sendiri. Sungguh... ia membutuhkan seseorang saat ini.
‘Ah Ra Noona...’
Gumam Kyu seraya menitikan air matanya perlahan. Seperti seorang anak kecil, dia menangis dengan ekspresi yang begitu kesepian. Masa lalu itu kembali terngiang diotaknya; sangat jelas!
“Kyuhyun-ah...”
“Noona... Noona jangan kesana... Noona! Kembalilah... kembalilah....”
***
* When it all began, I Need You? *
Malam sepertinya tak berbintang, menyiurkan lantunan nada binatang malam yang begitu kelam. Sebenarnya, jika diperhatikan waktu dunia ini begitu cepat. Pagi, siang dan kembali malam. Selalu seperti itu, tanpa pernah berhenti untuk mengistirahatkan hari yang seolah tumbuh semakin cepat.
Drrrtttt... Drttttt....
Getaran bunyi ponsel itu sontak saja membuat sang pemiliknya terkesiap seketika. Tampak kedua mata Hiu hwi mengerjap sejenak, dan menatapi keadaan disekelilingnya. Gadis itu masih berada disebuah Bus, namun memang Bus yang ia naiki ini adalah Bus yang berbeda. Semenjak tadi, ia memang tak pergi kemana-mana. Ia hanya menghabiskan uangnya untuk berkeliling menaiki Bus tanpa tujuan yang jelas.
Ini adalah Bus terakhir untuk Hiu hwi kembali pulang. Benar, ia sudah cukup lama merenung dan mengistirahatkan tubuhnya. Hiu hwi masih sadar dimana batas-batasannya menjadi seorang istri, ia tak mungkin pergi lebih jauh lagi tanpa izin dari Kyu; suaminya. Sekalipun, pernikahan mereka tak seindah dan sebahagia seperti sumpah yang telah mereka ucapkan disaat menikah, tapi tetap saja Hiu hwi sadar jika ia masih bertanggung jawab untuk melayani semua keperluan Kyuhyun.
Gadis itu melangkah gontai saat kini ia sudah turun dari Bus itu. Rasanya memang berat sekali untuk kembali, tapi harus bagaimana? Melarikan diri dari Kyuhyun? Itu lebih tidak mungkin lagi bagi seorang Cho Hiu hwi lakukan. Dia bukan gadis yang akan berlari dari semua permasalahan hidupnya. Apalagi, tadi ia sudah cukup berpikir tentang apa yang terjadi hari ini. Mungkin ia memang harus lebih sabar dan mengalah lagi pada Kyuhyun.
CKLEKK
Pintu rumah besar itu sentak terbuka, Hiu hwi merasakan keheningan yang begitu tercipta ketika ia mulai melangkah masuk. Entahlah... jantungnya kontan berdegup kencang sekarang. Aneh! Hiu hwi masih melihat semua lampu padam dirumah ini. Apa Kyuhyun keluar? Itu tidak mungkin, mengingat Kyuhyun tak mungkin pergi tanpa mobil kesayangannya itu. Lalu, kemanakah dia?
“Hummm...” Hiu hwi menghidupkan semua lampu, berjalan kedapur dan meminum air dingin dari dalam kulkas. Ada yang aneh memang, mengingat rentetan alkohol milik Kyu sudah tak berada ditempatnya. Gadis itu tampak menengok kearah kamar, apa mungkin Kyu sudah tidur? Hiu hwi menghela, berharap jika tebakannya itu benar. Toh, dia memang ingin masuk kekamar itu dan mengambil pakaian gantinya.
‘Semoga benar dia sudah tidur. Sungguh Tuhan, aku belum siap menatap wajahnya lagi...’
Gumam Hiu hwi seraya dengan hati-hati berjalan dan membuka pintu kamar itu. Gelap! Hiu hwi sentak masuk beberapa langkah dan menghidupkan lampu ruangan ini. Yah, tak ada siapapun diatas ranjang itu. Namun tunggu! Kedua mata Hiu hwi sentak merunduk saat ia menatapi seseorang tengah tergelatak lemas dibawah ranjang itu, tepatnya dilantai.
“Kyuhyun-ah...” desah Hiu hwi pelan. Untuk beberapa detik, tubuh gadis itu hanya mematung ditempat. Kamar ini sangat berantakan, bahkan beberapa botol alkohol tergeletak dengan beberapa pecahannya.
“Hhh...” Hiu hwi sentak berjalan menghampiri Kyu dan menatapi tubuh namja itu tengah menggigil. Sepertinya ia kedinginan, mengingat Kyu tak terbiasa tidur dilantai dingin seperti ini. Terbesit rasa tak tega dipelupuk mata Hiu hwi menyaksikan tubuh namja itu melingkar seperti ini.
“Kenapa juga kau tidur dilantai!” Umpat Hiu hwi seraya mengepalkan tangannya seolah-olah begitu gemas ingin memukul wajah Kyu saat ini. Namun tunggu! Hiu hwi sontak tertegun saat ia melihat beningan itu masih menyisahkan tetesannya di mata dan pipi Kyu. Apa namja ini tidur sambil menangis? Menangis? Sepertinya itu cukup mustahil bagi seorang Cho Kyuhyun.
“Kau namja jahat! Kau bahkan tak sadar sudah berapa kali kau menyakitiku... Cho Kyuhyun! Kenapa harus kau yang menjadi suamiku?” Hiu hwi nampak mulai mengumpat-umpat kecil menatapi wajah Kyu yang bahkan tampak tak berdosa dihadapannya. Dipikiran Hiu hwi sekarang adalah... ingin sekali ia mengumpat-umpat kasar dan mengeluarkan emosinya selama ini. Toh, mumpung Kyu masih terlelap dalam mimpinya.
“Kau pikir kau tampan Tuan Cho? Kau tau huh? Kau ini namja yang paling menyebalkan yang selama ini kuketahui!” Hiu hwi mulai memukul pelan bahu Kyu, bermaksud untuk melegakan kembali pikirannya. Baiklah, sepertinya rasa iba Hiu hwi mengalahkan emosinya.
Gadis itu kembali menghela nafas panjang, hingga detik berikutnya ia kembali berdiri dan mengambil bantal dan selimut untuk Kyu. Setidaknya, ia tak ingin Kyu mendadak sakit hanya karna hal konyol yang ia lakukan ini. Baiklah, Kyu sedikit menggeliat sejenak. Sepertinya ia mulai merasakan sebuah kenyamanan sekarang.
“Sebenarnya aku hanya kasihan padamu. Hhhh...” Hiu hwi mendengus saat ia merasakan jantungnya berdegup kencang, tatkala menatap wajah polos Kyu yang masih terlelap dihadapannya. Sungguh, Hiu hwi merasa, Kyu jauh lebih manis dan tampan jika sedang tidur seperti ini.
Hiu hwi tau ada yang aneh dengan dirinya sekarang. Untuk itulah, yeoja itu dengan cepat berdiri dan hendak bergegas pergi dari kamar ini. Ia tak ingin semakin terpesona dengan fisik Kyu yang cukup sempurna dipandang mata itu.
“Hwi-ya...”
DEG!
Suara parau itu sentak memantau dan sukses membuat langkahnya terhenti. Hiu hwi merunduk, kenapa Kyu harus bangun disaat seperti ini? Kepala gadis itu mau tak mau berbalik, mengurungkan niatnya untuk membuka knop pintu kamar itu.
“Ohk? Ah... mianhae mengganggumu. Tadi itu aku hanya—hanya—hanya ingin mengambil pakaian gantiku.” Balas Hiu hwi gelagapan tak karuan. Aneh, dia tampak salah tingkah sekarang. Kyu terlihat berusaha bangkit, kepalanya terasa berdenyut dengan berat.
“Kau sudah pulang? Kau tidak apa-apa?”
“Nde, tentu saja aku tidak apa-apa. Kau pikir aku anak kec—”
“Kemarilah...” sela Kyu cepat, membuat Hiu hwi sontak diam.
“Kumohon kemarilah...” lanjut Kyu yang kali ini dengan nada pelasan yang cukup terdengar memohon. Hiu hwi tertegun, belum pernah ia mendengar Kyu berbicara lembut seperti ini padanya.
“Ww-waeyo?” Hiu hwi sepertinya menurut. Perlahan, ia hampiri Kyu dan berdiri tak jauh dari Kyu sekarang.
“Lebih mendekat, duduk disampingku!”
“Mwo?”
“Kemarilah...” Kyu sontak menggenggam tangan Hiu hwi hingga gadis itu terduduk tepat disamping kanannya. Hiu hwi mengerutkan dahinya tak mengerti, apa namja ini mabuk?
“Untuk ap—” perkataan Hiu hwi tercekat saat kini Kyuhyun membaringkan kepalanya tepat diatas kedua paha gadis itu, seolah Kyu memang ingin tidur dalam pangkuan Hiu hwi saat ini.
Gadis itu terbelalak! Apa yang tengah dilakukan Kyu ini? Bahkan lihatlah sekarang... tubuh Kyu mulai memiring menghadap tubuh Hiu hwi dan melingkarkan kedua tangannya dipinggang yeoja itu. Nyaman! Kyu merasakan sangat damai ketika ia bisa menghirup bau tubuh Hiu hwi yang benar-benar memikatnya.
“YA! Kau—apa yang kau lakukan padaku huh? Lepaskan!”
“Aku tidak suka dengan bantal itu, tidak nyaman.” Umpat Kyu seraya membanting bantal yang tadi diberikan Hiu hwi untuk mengganjal kepalanya.
“Tapi kakiku bukan bantal!”
“Kau bisa diam tidak huh? Apa kau tak sadar jika kau adalah milikku? Mata, telinga, hidung, tangan dan bahkan semua yang ada padamu adalah milikku. Aku sudah berhak memakainya sesuai keinginanku!” Hiu hwi tertegun mendengar racauan Kyu kali ini.
“Mwo?”
“Jangan pergi lagi, jangan meninggalkanku lagi.” Kyuhyun tampak semakin menenggelamkan kepalanya pada tubuh Hiu hwi. Gadis itu tertegun, ada sebuah rasa senang dimana ia sulit menjelaskan itu dengan kata-kata.
Hening!
Baiklah, sepertinya Hiu hwi kali ini lagi-lagi mengalah pada Kyu. Ia biarkan tubuh namja itu berbaring dalam pangkuannya. Toh, percuma juga ia memberontak. Kyu pasti tetap akan memaksanya dengan cara apapun. Namja itu tampak kembali menarik selimut sampai batas lehernya, sepertinya ia masih menggigil. Hiu hwi tersenyum kecil, jika seperti ini Kyu terlihat seperti anak laki-lakinya.
Mereka mulai berkutat dengan jalan pikiran mereka masing-masing. Entahlah, apa yang tengah mereka bayangkan. Yang jelas, mereka tak tau apa yang akan terjadi selanjutnya nanti.
“Hummm... mianhae.” Ucap Kyu yang kontan saja membuat Hiu hwi terbelalak seketika. Apa katanya? Mianhae? Apa Hiu hwi tak salah dengar?
“Mwo?”
“Mianhae untuk semua yang kulakukan padamu selama ini, termasuk soal Rae In.”
“Sudahlah, aku tak ingin berdebat lagi denganmu soal gadis itu. Aku muak mendengarnya,”
“Hummm...” Kyu bergumam singkat dan tampak mendongak menatapi wajah Hiu hwi dan dinding-dinding kamar itu bergantian.
“Kau tau Hwi-ya? Hhh... sebenarnya aku dan mantan kekasihmu itu adalah saudara angkat.”
“Mwo?” balas Hiu hwi dengan cepat merunduk menatap Kyu. Mantan kekasih?
“Maksudmu—kau dan Changmin Oppa—”
“Saat aku berumur 6 tahun, keluargaku memutuskan untuk pindah dari Hongkong dan menetap di Korea. Kami tinggal tepat bersebelahan dengan sebuah panti asuhan. Itu... adalah awal aku pertama kali bertemu dengan Changmin. Yah, saat itu semuanya memang berjalan seperti biasa. Aku sosok orang yang sulit berteman akhirnya menemukan sahabat disana. Changmin sosok yang sangat pendiam, dia seolah hanya ingin berteman denganku. Benar-benar sangat cocok bukan? Kami sama-sama anak yang sulit bergaul. Hhhh... entahlah, aku bahkan masih tak menyangka jika dulu aku bisa begitu dekat dengannya. Sampai-sampai kedua orang tuaku akhirnya memutuskan untuk mengambil hak adopsi Changmin dari panti asuhan dan menjadi adikku,” Kyuhyun menghentikan perkataannya sejenak dan meneguk air liurnya berat.
“Semenjak Changmin tinggal bersama Changmin, aku pikir hidupku akan jauh lebih indah. Tapi apa kau tau? Aku tersisihkan! Changmin selalu melakukan apapun yang bisa melebihi kemampuanku, dia pintar, dan selalu mencetak prestasi di Sekolah. Keluarga besarku sangat membanggakannya, namanya selalu saja dipuji dan disebut-sebut, seolah Changmin adalah bagian dari keluarga kami yang sebenarnya. Dan aku? Aku harus mati-matian untuk mengejarnya, aku selalu menyisahkan waktu bermainku untuk belajar. Tapi kau tau apa yang kudapat? Sebuah cemoohan! Aku muak... sangat muak ketika orang tuaku, teman-temanku dan semua orang membandingkanku dengannya. Mereka begitu antusias dengan Changmin. Kau tau bagaimana rasanya dibeda-bedakan seperti itu? Rasanya ingin pergi selama-lamanya dari sana, atau bahkan mati agar mereka menyesal telah berbuat seperti itu padaku,”
“Appa... aku mendapat nilai 100 hari ini!” Ucap Kyu kecil dengan senyuman terbaiknya.
“Kau baru mendapatkannya hari ini, tapi Changmin? Dia sudah sangat biasa mendapatkan nilai yang seperti ini. Kau harus lebih banyak belajar lagi darinya Kyu. Lihatlah Changmin... sekalipun dia sering membantu Eomma-mu, tapi nilainya tak pernah jatuh. Tidak sepertimu, yang selalu mementingkan hobimu bermain Game itu!”
“Appa...”
Kyuhyun tersenyum miris tatkala mengingat kenangan masa kecilnya itu. Padahal waktu itu, ia benar-benar sudah mati-matian untuk belajar dan menyingkirkan alat Game-nya demi ingin mendapatkan nilai 100 itu. Hiu hwi tertegun, ia benar-benar tak menyangka dengan semua ini.
“Aku menahan semua itu sampai kami beranjak dewasa. Aku menjauhinya, seolah-olah aku benar-benar anak yang begitu jahat. Aku tak lagi berniat mengejar prestasinya itu, percuma. Setiap apa yang aku lakukan, aku selalu salah. Aku akui, dia memang jauh lebih segala-segalanya dibandingkan aku. Untuk itulah, aku menjalani hidup sesuai keinginanku. Aku melupakan semua aturan dan selalu membengkang. Kau tau apa tujuanku? Sebuah perhatian...”
“Kyu...” Kyu sentak mendongak menatap Hiu hwi yang kini juga tengah merunduk menatapnya. Entahlah... sekalipun perasaannya saat ini kacau, tapi melihat wajah Hiu hwi disisinya, ia mampu bersikap tenang.
“Kau pasti berpikir jika aku kenak-kanakan seperti ini? Hanya karna semua itu, aku menjadi sangat membencinya. Aniya!” Kyu mengangkat tangannya dan menyentuh pipi Hiu hwi dengan lembut.
“Sebenarnya semua itu tidaklah ada apa-apanya, jika dibandingkan dengan sebuah kejadian beberapa tahun silam yang membuatku ingin membunuhnya. Humm... Cho Ah Ra, sebenarnya aku mempunyai seorang Kakak perempuan. Aniya, dia saudara kembarku.”
“Mwo?”
“Dia memang lebih dulu lahir beberapa jam sebelumku. Dan, faktanya dia memang tumbuh berbeda denganku. Dari kecil, Ah Ra Noona memiliki gangguan mental. Dia tidak bisa jelas berbicara dan berinteraksi dengan orang lain, sekalipun dia tetap mengerti apa yang kita katakan itu. Hhhh... dia begitu cantik, sama seperti Ibuku. Dan kau tau apa hubungan semua ini dengan mantan kekasihmu itu?” Hiu hwi nampak memucat, sekali lagi semua ini benar-benar mengejutkannya. Kyu tersenyum sinis, dan kembali menghela nafas.
“Ah Ra Noona menyukai Changmin! Sebenarnya, aku sudah mulai mengalah padanya tatkala aku menatapnya mampu mengembalikan senyum Noona-ku. Yah, aku belum pernah melihatnya tersenyum begitu indah ketika ia bersama Changmin. Tapi kau tau Hiu hwi? Semua itu hanya sementara. Aku tak menyangka, Changmin tega menolak Ah Ra Noona dengan alasan—” Kyu menghentikan perkatannya dan meneguk air liurnya susah payah.
“Dia sudah memiliki kekasih, dan kau tau siapa kekasihnya itu? Hhhhh... gadis itu adalah kekasihku. Kami memang menjalin hubungan diam-diam, tapi aku benar-benar tak menyangka jika gadis itu juga menerima Changmin. Sebenarnya aku tidak perduli dengan gadis brengsek itu dan Changmin. Tapi, Ah Ra Noona melihat dan mengetahui itu. Apa aku harus diam? Noona-ku sakit hati dan tersiksa melihat kedekatan Changmin itu. Hingga...”
“Kyu...” Hiu hwi sentak meremas tangan Kyu yang berada dipipinya dengan lembut, seolah ingin memberikan kekuatan saat Kyu menyebut nama Noona-nya dengan air mata. Entahlah... ia hanya tak tega saja melihat namja ini. Kyu sedikit berpaling, seakan tak ingin Hiu hwi melihatnya serapuh ini.
“Aku tidak apa-apa. Aku hanya teringat bagaimana terakhir kali Ah Ra Noona menyebut namaku di danau itu Hwi-ya...”
FlashBack_
“Ah Ra Noona... andwe! Andwe... apa yang kau lakukan ditengah danau itu? Cepat kembali!” Pekik Kyu panik saat kini Ah Ra sentak berbalik dan tersenyum kearahnya. Hanya seperti itu, gadis itu sama sekali tak berniat untuk menyingkir dari tempatnya saat ini.
“Gyu... Gyu.. hyun-ah...”
“Noona kembalilah, apa yang kau lakukan disana? Noona kumohon... aku akan menelpon Changmin untukmu, dia akan segera kemari!” Kyuhyun tampak bergetar seraya mengeluarkan sebuah ponsel dari sakunya. Sambungan tersambungan, tampak seseorang menyahutnya dari seberang sana.
“Yeobosseyo Changmin-ah... kumohon ke Danau sekarang, aku benar-benar butuh bantuanmu. Ah Ra Noona dia sekarang ingin bun—”
“Maaf Kyuhyun-ah, aku sekarang sedang berada di Olimpiade. Aku tidak bisa membantumu, aku minta maaf.”
“Tapi Ah Ra Noona—”
TUTTT... TUTT....
“Yeobosseyo... Yeobosseyo...” pekik Kyuhyun geram tatkala ia sadar jika Changmin sudah memutuskan sambungan telponnya dengan sepihak.
“Brengsek, dasar tidak tau diri!” Umpat Kyu seraya membanting ponselnya kasar. Kepalanya kembali menoleh kearah Ah ra seketika. Betapa terkejutnya ia, tatkala Noona-nya itu kini sudah berada ditengah air, tepat nya air itu sudah menenggelamkan tubuhnya sampai batas atas bibirnya.
“Ya Tuhan... Noona... Noona!” Kyuhyun sentak hendak berlari ke Danau itu. Ia benar-benar sudah tak perduli lagi dengan resiko tenggelam, karna ia memang tak bisa berenang sama sekali.
“Noona... Noona...!” Kyu dengan amat jelas menatap tubuh Ah Ra perlahan-lahan terlihat turun sampai kini ubun-ubun kepalanya yang hanya terlihat. Namja itu tak dapat melakukan apa-apa lagi, ia pun kini sibuk timbul tenggelam di danau itu.
“NOONA...!”
End FlashBACK_
Kyuhyun sentak mengeratkan rangkulannya itu pada tubuh Hiu hwi. Kenangan kematian saudara kembarnya itu, benar-benar masih sangat membekas diingatannya.
“Lalu, apa yang terjadi?” tanya Hiu hwi dengan hati-hati.
“Ah Ra Noona meninggal, dan aku sempat mengalami koma. Setelah semua itu terjadi, entah bagaimana bisa, Changmin lah yang malah menjadi pusat perhatian semua orang. Sebenarnya dia memang tak salah apapun padaku, dia memang orang baik. Tapi aku tak bisa menepis rasa benciku padanya! Dia yang telah membuat Noona-ku meninggal! Dia yang sudah merebut dan mengambil apapun yang kupunyai selama ini. Dia yang sudah merampas semua kebahagiaan dan orang-orang disekelilingku. Aku tak ingin... aku tak ingin berhubungan dengan apapun yang berasal dari namja itu lagi!”
“Kyuhyun-ah...”
“Untuk itulah, aku juga tak ingin kau berhubungan lagi dengannya. Hanya kau yang kupunyai sekarang Hiu hwi... hanya kau! Aku takut kau pergi meninggalkanku dan memilih bersamanya, aku hanya takut...”
“Kyu...” Hiu hwi sentak membawa kepala Kyu kedalam dekapannya. Aneh! Benar, ini kali pertamanya ia melakukan hal gila semacam ini pada Kyu.
“Aku senang kau kembali dan disini mendengarkanku.” Ucap Kyu seraya tersenyum dan sentak hendak menaikan kepalanya untuk mencumbu bibir merekah dihadapannya itu. Namun sayang, Kyu sudah merasakan lebih dulu kepalanya berkedut.
“Gwanchana?”
“Aku hanya ingin tertidur disini. Kumohon... tetaplah seperti ini Hwi-ya...” Kyuhyun melemas. Ia kembali melingkarkan tubuhnya dipangkuan Hiu hwi. Sakit! Kepalanya begitu amat pusing sekarang, mungkin karna pengaruh alkohol yang tadi ia munum dengan kadar yang cukup banyak.
Hiu hwi tampak tertegun. Entah bagaimana awalnya, hingga kini tangan kanan gadis itu tampak mulai mengusap puncak rambut Kyu dengan lembut.
‘Tidurlah Kyu....’
***
‘Ketika mencintai seseorang, cintai apa adanya.
Jangan berharap dia yang sempurna,
Karena kesempurnaan sesungguhnya adalah ketika kita dapat mencinta tanpa sebuah syarat....’
* When it all began, This Love? *
Ini sudah ke2 harinya semenjak mereka berbaikan dan tidur dilantai itu. Entahlah... terkadang, sikap kedua insan anak manusia ini sungguh sama. Yah, sama-sama pintar menahan rasa gengsi dan malu terhadap satu sama lain.
Lihat saja sekarang, Kyu sepertinya tak ingin menurunkan harga dirinya dengan menyapa lebih dulu pada Hiu hwi. Padahal sesungguhnya, semenjak kejadian malam itu, Kyu benar-benar semakin terus merasakan ingin berdekatan dengan Hiu hwi. Entahlah, apa nama syndrom yang tengah menghantui jiwa dan pikirannya saat ini. Tapi yang jelas, Kyu rela mengabaikan syuting iklan yang seharusnya ia lakukan hari ini.
“Sebenarnya bagaimana cara memainkan ini?!” Pekik Kyu seketika diruang tengah, membuat Hiu hwi yang sedang mengerjakan tugasnya itu pun sentak menoleh. Gadis itu cukup terkejut mendengarnya! Entahlah, akhir-akhir ini Kyu lebih sering mengomel dan berteriak-teriak sendiri. Mungkin Hiu hwi tak tau, jika Kyu melakukan itu semua hanya bertujuan untuk mendapatkan perhatiannya. Yah, ia ingin Hiu hwi lah yang lebih dulu mengajaknya berbicara.
“Bukankah aku baru membeli PSP ini? Kenapa sudah tak berfungsi? Kenapa? KENAPA?” lagi-lagi Hiu hwi mendengar suara aneh dari sofa tengah itu. Yah, suara gemerutuk obeng dengan peralatan lainnya tengah berkumandang tak tentu. Sebenarnya, Hiu hwi cukup terganggu dengan banyak bebunyian disekitarnya ini. Tapi toh, Hiu hwi merasa jika ia harus mengalah dan membiarkan Kyu berbuat seenaknya lebih dulu.
Kyu sentak terdiam! Ia merasakan kesal yang sangat luar biasa saat menyadari jika Hiu hwi sama sekali tak memperdulikannya, bahkan lihatlah yeoja itu malah menyumpal telinganya dengan sebuah headshet!
“Aish... gadis itu! Apa dia tidak memiliki perasaan? Bukankah seharusnya dia memerahiku? Setidaknya dia membentakku agar jangan berisik, tapi ini—” Kyu sentak berdiri dan hendak mencari ide lagi agar dapat diperhatikan.
KREEKKKK... KREEKKKK
Tampaknya kali ini, konsentrasi Hiu hwi kembali buyar. Entahlah... sepertinya ini lebih mengerikan dari saat Kyu berteriak-teriak tak jelas sejak tadi. Baiklah, selama sejarah hidup seorang Cho Kyuhyun, belum pernah dia mengepel rumah miliknya sendiri, tapi ini—lihatlah ini! Hiu hwi bahkan berani bertaruh, jika sekarang Kyu memeras kain pel itu lalu kembali membersihkan lantai tengah. Apa kepalanya tertukar sesuatu?”
Kyuhyun tersenyum kecil saat ia mendapati raut wajah Hiu hwi tertarik membentuk seulas senyum. Yah, sekalipun belum membuka suara, yang pasti Hiu hwi sudah mulai memperhatikannya. Bukankah itu permulaan yang bagus?
“Cho Kyuhyun... kau juga bisa membersihkan yang ada dibawah kakiku ini. Ayo.... hahahaha.” Ucap Hiu hwi dengan tawanya yang seolah benar-benar mengejek. Kyu kontan berdiri, menghempaskan kain pel ditangannya lalu berjalan menghampiri Hiu hwi.
“YA! Kau pikir aku siapa, huh?”
“Kau siapa? Tentu saja kau Cho Kyuhyun... YA! Apa tadi saat kau bangun, Tuhan tidak salah mengembalikan roh? Kenapa kau tampak jauh lebih mengerikan dari biasanya.”
“M-mwo? YA! Cho Hiu hwi...”
“Jika kau sudah selesai mengepel, ada baiknya juga mencabuti rumput dan mencuci. Kau pengangguran bukan? Pekerjaan artis itu memang tak pernah selalu sibuk, apalagi dengan wajah pas-passan sepertimu, hahahaha.”
“YA!” Pekik Kyu tertahan dengan kilatan matanya yang benar-benar mengerikan. Tapi tunggu, tampaknya ia tak bisa marah lagi pada gadis ini. Yah, saat melihat tawa Hiu hwi, emosinya tiba-tiba luluh lantah begitu saja.
“Ash... senyummu menyebalkan!” Umpat Kyu seraya berbalik dan kembali pada PSP ditangannya. MATI! Entah tadi ia apakan, sampai dapat tak menyala lagi seperti ini.
“YA! KENAPA KAU HARUS MATI? HIDUP SEKARANG ATAU KAU MAU KUBANTING HUH?” Bentak Kyu pada PSP kesayangannya itu. Hiu hwi hanya menggeleng-geleng tak karuan, sepertinya Kyu mengidap darah tinggi yang akut.
Aneh! Tingkah Kyuhyun sekarang benar-benar memperlihatkan jika ia meminta perhatian yang lebih. Atau mungkin, otaknya memang sudah mulai bergeser dari tempat yang semestinya. Bahkan namja itu kini tampak mengambil Remote TV lalu berniat untuk membongkarnya. Bukankah Kyu tak mengenal tata cara memperbaiki sesuatu? Lalu apa yang ia lakukan sekarang?
Hiu hwi menghela, ia sepertinya tidak terlalu banyak perduli lagi dengan hal itu. Toh, semua barang-barang ini adalah milik Kyuhyun. Sekalipun rusak, itu juga tidak merugikannya. Kyu mendengus dengan seringai sebalnya. Sungguh, ingin sekali ia mematikan Laptop gadis itu dan membalikkan tubuh Hiu hwi agar menatapinya.
Hening
Keduanya kembali ketempat semula dengan aktivitas mereka masing-masing. Sebenarnya, Kyuhyun ingin sekali berdebat dengan gadis itu lagi. Yah, setidaknya jangan diam seperti ini.
PIPP... PIPP...
Ponsel Hiu hwi sentak bergetar disisi kiri meja kerjanya seketika, memberikan efek bebunyian yang cukup terdengar diruangan ini. Hiu hwi sedikit melirik, menatapi nama CHOI MINHO tertera jelas dilayar ponselnya itu. Entahlah... ada sebuah keraguan yang kini menghinggapi hati yeoja itu. Yah, antara mengangkat atau tidak, mengingat disini masih ada Kyuhyun yang entah sedang melakukan apa dengan Remote TV dan PSP nya itu.
"Ohk, yeobosseyo..." sapa Hiu hwi pelan, sangat pelan. Yup, sekalipun begitu, itu sudah cukup sukses membuat perhatian Kyu mulai teralih. Buktinya saja, kepala namja itu tampak berusaha untuk menatapi Hiu hwi dibelakangnya.
"Ah, jeongmal? Hahaha, gomawo Minho-shi. Aku juga merindukan—" perkataan Hiu hwi sentak tercekat disini, tatkala ia baru sadar jika disini masih ada Kyuhyun.
"Ehem... baiklah. Aku jadi tak sabar melihat bagaimana meja kerjaku saat ini. Aku benar-benar sangat merindukannya..." lanjut Hiu hwi dengan sesekali tertawa yang tanpa ia sadari justru mengundang nafas kesetanan Kyu muncul.
"Nde, Gomawo. Aku juga ak—"
TUTT... TUTTT...
Perkataan Hiu hwi sentak terpotong tatkala kini ia merasakan jika ada orang lain yang dengan secara paksa mengambil ponselnya itu. Gadis itu mendongak, tampak Kyuhyun terlihat menampakkan wajah tanpa dosanya seperti biasa.
"YA!"
"Wae? Aku pinjam Ponselmu sebentar, mungkin saja baterai-nya cocok dengan PSP-ku!"
"Heish... tapi aku masih menelpon. Kau gila? Lagipula mana mungkin cocok, huh!"
"YA! Bukankah Ponsel ini aku yang membelikannya? Kenapa kau yang marah-marah?"
"Mwo?"
"Wae? Aku benarkan? Tsk! Aku membelikamu Ponsel ini hanya untuk menelpon dan mengangkat telponku, bukan namja lain."
"Tapi, telpon itu cukup penting. Minho adalah Bosku, bagaimana mungkin aku memutuskan panggilannya secara sepihak seperti ini. Kami sedang membicarakan konsep musim semi bulan depan!"
"Oh.. jadi benar yang tadi itu Bosmu yang brengsek itu?"
"Cho Kyuhyun...!"
PRANGGGGG
Kyuhyun dengan cepat membanting ponsel yang berada ditangannya itu seketika, menatapi Hiu hwi dengan kilat tajamnya seperti biasa. MENGERIKAN! Yah, bagaimana tidak? Toh, sejak tadi Kyuhyun memang sudah meredam emosinya pada gadis ini.
“OMO! Ash... YA! Kau gila, huh?” Hiu hwi sentak merunduk dan hendak memunguti bongkahan ponselnya itu dengan tampang prihatin. Kyu melipat kedua tangannya didepan dada, bahkan tanpa ekspresi menyesal.
“Aku akan membelikanmu ponsel baru, tapi dengan catatan... tak boleh ada kontak nomor pria didalamnya kecuali aku, kau mengerti?”
“Mwo? Huh... kalau begitu, bagaimana jika itu berlaku padamu juga? Ini tidak adil jika hanya aku yang merasakannya. Mana ponselmu Tuan Cho?” ucap Hiu hwi seraya meraba kantong sweter Kyu dengan cepat.
“YA! Kemarikan itu... kau berani menyentuhnya, akan kupastikan malam ini aku yang akan menyentuhmu!”
“Mwo? Ancaman bodoh itu lagi? Cah...” Hiu hwi sentak memainkan ponsel putih Kyuhyun dengan senyuman mengejeknya. Kyu sentak menghampiri Hiu hwi dan hendak kembali merampas barang miliknya itu.
“YA! Kemarikan itu...”
“Shirreo!”
“Kau—”
“Mwo? Kau mau mengancam ap—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat saat kini tangan kanan Kyuhyun menarik pinggangnya seketika, hingga jarak mereka begitu dekat. Hiu hwi mengerjap, kenapa posisi seperti ini dapat membuat jantungnya seolah melompat keluar.
“Kkkkkyu...” kedua mata mereka bertemu! Aneh, sekalipun Kyuhyun sudah sering menatapi manik mata yeoja ini. Namun sekarang sangat berbeda, kenapa semua organ yang Hiu hwi miliki sekarang terlihat ranum dan indah dimata Kyu? Hiu hwi merunduk, ia benar-benar tak kuat jika ada yang menatapnya dalam dan lama seperti ini. Salah tingkah? Tentu saja!
Namun aneh, Kyu tetap tak bergeming ditempatnya, membuat Hiu hwi sesekali berusaha untuk membalas tatapan namja itu. Kenapa jantungnya berdetak lebih cepat lagi?
‘Ya Tuhan... apa aku sudah gila?’
Gumam Hiu hwi seraya meneguk air liurnya susah payah, saat kini wajah Kyu mulai mendekat kearahnya. Gadis itu refleks menutup kedua kelopak matanya saat ia mulai menyadari jika hembusan nafas Kyu sudah sampai menerpa wajahnya saat ini. Sampai seketika...
CUP
Kyu mengecup singkat bibir gadis itu dengan sekali sentuhan. Hanya beradu singkat, seolah hanya singgah sebentar. Kyu kembali menarik wajahnya, menyentuh dagu Hiu hwi agar mendongak menatapnya.
Tanpa banyak berbicara dan hanya saling memandang, Kyu kembali mendekatkan wajahnya dan...
CUP
Kali ini Kyu tak berniat lagi menarik wajahnya itu, membiarkan kedua daun bibir mereka bersentuhan dalam sebuah getaran. Hiu hwi terdiam, ia merasakan sapuan lembut itu. Aneh, kenapa nalurinya seolah tergoyah.
‘CHO KYUHYUN...’
Hiu hwi hanya dapat memberontak dalam gumaman hatinya, tapi bahasa tubuhnya? Tidak! Kini ia malah meloloskan tangan Kyuhyun agar sapat memeluk punggungnya erat. Kedua orang ini cukup terbuai dengan sentuhan yang diberikan masing-masing, bahkan mereka tak sadar jika ada seorang namja yang menatapi mereka dengan raut miris dari arah luar jendela. Kedua tangan namja itu mengepal keras, seolah-olah ada sembilu yang mengiris hatinya saat ini.
PRANGGGG
Terdengar bebunyian dari arah luar itu dengan cukup keras, membuat sentak saja Kyu dan Hiu hwi melepaskan pertautan mereka seketika. Hiu hwi menoleh kearah kanan, seolah ingin mengetahui darimana asal bebunyian itu. Sampai seketika...
‘Cha-changmin Oppa?’
~TBC~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar