Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 4

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 4


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 4
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
    Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight


“Kau sepertinya memang tertarik padaku, sudahlah... Tutup mulutmu itu,  jika tidak aku akan menyumpalnya agar kau diam," Ancam Kyu membuat Hiu hwi sentak mendongak menatapnya, jarak wajah mereka begitu dekat sekarang . Bahkan keduanya dapat merasakan hembusan nafas dari masing masing. 
“Hummm....” Entah setan apa yang merasuki tubuh Kyu saat ini, hingga ia pun mulai memegang leher Hiu hwi dengan lembut bermaksud untuk membuat kepala yeoja itu semakin menaik kearahnya, hingga seketika—


                                                  
-          “Tak ada yang tidak mungkin didunia ini...
            Termasuk kemungkinan kau mencintaiku. Benar kan?”–

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 4 Begin’s Story



Hiu hwi hanya terpaku polos memandangi wajah Kyu yang semakin merunduk kearahnya, gadis itu seolah-olah masih belum mengerti apa yang akan Kyu lakukan padanya saat ini. Mungkinkah Kyu akan men—
"#CUP!" Bibir Kyu pun telah berada tepat dibibir mungil Hiu hwi sekarang, tak ada gerakan aktif yang kedua orang ini lakukan; Hanya menempel. Itulah yang terlihat untuk beberapa detik lamanya, hingga perlahan-lahan keduanya pun menutup mata seiring dengan gerakan Kyu yang menyapu lembut indra perasanya itu.
“Eh....” Hiu hwi segera melepaskan ikatan mereka seketika membuat Kyu sentak menatapnya tajam dengan jarak yang sangat dekat, bahkan sekarang kedua batang hidung mereka mulai bersentuhan senada. Merasa tak ingin diganggu Kyu pun kembali mencium Hiu hwi dengan sangat lembut, lagi-lagi Hiu hwi seolah terhipnotis dengan rayuan pasif namja itu. Entah setan apa yang kini merasuki keduanya, hingga sekarang mereka dapat saling bertautan mesra, bahkan Hiu hwi tanpa sadar telah mengalungkan tangannya dileher Kyu. Namja tampan itu tersenyum kecil mendapati tingkah Hiu hwi sekarang, dilepaskannya sejenak ciuman mereka itu agar Kyu dapat merubah posisinya untuk lebih nyaman lagi, hingga kembali tautan itu mereka lanjutkan dengan suasan yang lebih nyaman. Tak sampai itu, Kini Kyu pun mulai nekat menjalari wajah dan tubuh Hiu hwi sekarang. Entahlah... Apa yang akan mereka lakukan sekarang, sampai tiba-tiba saja Hiu hwi seakan sadar seketika  dan dengan cepat ia mendorong tubuh Kyu agar menjauh darinya.
"Apa yg kau lakukan heh?" Tanya Hiu hwi polos, kedua kelopak matanya mulai berkedip bingung memandangi Kyu yang juga kini tengah memandangnya dengan wajah yang memerah.
"Hahaha~ Kenapa hari ini, kau sangat menggemaskan sekali huh," Tawa Kyu malu seraya mencubit kedua pipi Hiu hwi dengan gemas. Baru kali ini, Hiu hwi menatap tawa Kyu yang memerah seperti itu, membuatnya terpaku untuk beberapa detik.
"Kenapa aku bisa berciuman dengan namja menyebalkan ini? Ya Tuhan... Ada apa denganku? Yah memang~ Bagaimanapun juga, dia sudah menjaga dan merawatku seharian ini dan lagi entah mengapa aku suka jika dia berada didekatku seperti ini. Aish... Tidak boleh! Apa yang aku pikirkan ini?" Gumam batin Hiu hwi seraya menggeleng-geleng pelan.
"Kau kenapa?”
“Nde?”
“Ehmm... Soal tadi itu— Aku... Aku minta maaf. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk—" Ucap Kyu gugup, ia pun sentak menghentikan ucapannya. Entah apa yang harus ia jelaskan pada Hiu hwi, sesungguhnya ia pun juga tak mengerti dengan apa yang mereka lakukan tadi.
"Sudahlah... Aku— Aku juga bingung," Balas Hiu hwi seraya menggaruk kepalanya yang sama sekali tak gatal itu, ia pun merunduk malu dihadapan Kyu sekarang.
“Waeyo? Apa kepalamu masih sakit heh?” Kyu sentak memegang kepala Hiu hwi dan memijatnya pelan.
“Ye? Masih sedikit sakit,”
“YA! Makanya jangan hujan-hujanan seperti itu, apa kau ini bodoh sekali sampai harus pulang dengan basah kuyup seperti kemarin huh?” Hiu hwi sentak melongo menerima bentakan pelan Kyu padanya. Benar~ Hiu hwi merasa jika Kyu memang memiliki 2 kepribadian ganda.
“Jika aku harus menunggu hujan reda, aku bisa pulang malam hari,”
“Kalau begitu, kenapa kau tak menelponku sebelumnya? Kau pikir untuk apa aku memberikan nomor ponselku itu huh? Dasar,”
“YA! Cho Kyuhyun... Kenapa kau malah memarahiku,”
“Cho Kyuhyun? Bukankah— Kemarin kau sudah memanggilku oppa, kenapa... Kenapa berubah lagi,”
“Nde?”
“Ash... Sudahlah, lupakan saja! Lebih baik hari ini kita tidak usah Sekolah dan kau harus istirahat seharian dikamar ini sampai suhu badanmu benar-benar kembali stabil,”
“Tapi—“
“Aku akan membuatkanmu bubur sebentar," Sela Kyu seraya beranjak dari tempat tidur itu menuju kearah dapur meninggalkan Hiu hwi yang masih terpaku menatap tubuh polosnya dari arah belakang. Teringat kembali kejadian beberapa menit lalu yang membuatnya tersenyum geli, jika tak ia hentikan cepat, entah apa yang akan terjadi pada mereka tadi.
“Baru kali ini aku ditemani dengan namja selain Changmin oppa,” Gumam batin Hiu hwi tersenyum.

Tak jauh berbeda dengan Kyuhyun yang telah berada didapur saat ini, belum sempat ia hendak mengambil tempat untuk memasak bubur. Entah mengapa tangannya malah lebih dulu terangkat untuk menyentuh bibirnya sendiri, kejadian beberapa menit lalu itu benar-benar masih sangat melekat dalam otaknya. Manis! Bahkan Kyu tampak tersenyum aneh menyadari jika bahkan ia dapat melakukan yang hampir gila pada yeoja itu.
“Haahh... Kau tau, ini pertama kalinya aku merasakan hal seperti itu.” Gumam Kyu kembali tersenyum, memang sejak awal ia sadar jika Hiu hwi gadis yang cukup menarik minatnya.


-          “Kenapa... Kenapa aku harus jatuh cinta padamu, bahkan kau bukan orang yang pertama kali aku sukai, tapi— Tapi baru kali ini aku sangat ingin memiliki sesuatu, yaitu KAU!” –


Hiu hwi tertegun memandangi Kyuhyun yang kini tengah melahap habis masakannya yang bahkan menurutnya sama sekali tak enak itu, semenjak kejadian itu. Entah mengapa mereka berdua tampak akur dan terlihat layaknya sepasang suami-istri yang manis, walau memang terkadang pertengkaran itu tetap saja ada.
“Kau tidak perlu memaksakan dirimu sendiri untuk menghabiskan bubur itu, bagaimana jika kau sakit perut?” Ucap Hiu hwi membuat Kyu mendongak menatapnya.
“Bukan hanya sakit perut, tapi juga sepertinya ususku juga bermasalah karna makanan sapi ini. Yah~ Tapi mau bagaimana lagi, jika kau sudah membuatnya,”
“Kyuhyun-shi....”
“Ohk?”
“Apa kau tidak merindukan orang tuamu di Jepang heh?”
“Wae? Kau sudah tak sabar agar aku keluar dari rumah ini? Bagaimana jika aku ingin tinggal selamanya disini?”
“Nde?”
“Aku tidak punya orang tua lagi,”
“Jeongmal? Tapi— Kemarin Miu mengatakan jika orang tuamu sangat merindukanmu disana,”
“Ibuku sudah meninggal 1 tahun yang lalu.”
“Geuraeyo?” Hiu hwi sentak diam saat Kyu mulai merunduk seraya menjatuhkan sendok yang tadi ia pegang.
“Mianhaeyo... Aku—“
“Dia meninggal karna bunuh diri dilintasan Kereta api,”
“Mwo?”
“Aku melihat tubuhnya hancur tak berbentuk lagi, dia— Dia menatapku saat itu. Dan— Dan itu semua karnanya,” Ucap Kyu bergetar, entah mengapa ia seolah sangat amat ketakutan saat ini.
“Kyuhyun-shi....” Hiu hwi sentak berdiri dan memeluk tubuh namja itu dari arah belakang, melingkarkan kedua tangannya dibahu Kyu yang tampak naik turun.
“Sudahlah... Jangan mengingatnya lagi, jika kau tak ingin. Lagipula, tak seharusnya aku ingin tau soal kehidupan pribadimu. Mianhaeyo,” Kyuhyun sentak terpaku merasakan dekapan hangan Hiu hwi padanya, entah mengapa emosi itu semakin lama semakin menghilang pergi.
“Gwanchana, aku tidak apa-apa. Kau tau... Bahkan kita seolah tak tampak seperti adik dan kakak, jika saja yeoja-yeoja itu melihat ini. Pasti mereka tak akan percaya jika kita adalah saudara,”
“Aish... Jangan mengungkit para penggemar fanatikmu itu lagi, aku tidak tau lagi bagaimana caranya menghadapi mereka itu.” Hiu hwi sentak ingin melepaskan kedua tangannya dari Kyu, namun perlahan namja itu malah menahannya.
“Kalau begitu, kau memanggilku Oppa,”
“Humm... Memangnya aku mengatakan jika aku berniat menjadi adikmu huh? Lagipula, memangnnya seperti ini hubungan kakak-adik itu? Saat aku bersama Changmin oppa, tidak begini,”
“Lalu, kau mau yang seperti apa? Apa seperti ini—“ Kyu sentak mencium bibir Hiu hwi sekilas membuat yeoja itu mendadak terkejut bukan main.
“Ash... YA!”
“Wae?”
“Humm... Kyuhyun-shi, boleh aku bertanya satu hal padamu?”
“Kenapa kau selalu mengatakan kalimat itu huh?”
“Apa kau menyukaiku?”
“Ye?” Kyuhyun sentak terdiam mendengar kalimat yang terlontar dari bibir Hiu hwi saat ini. Mata mereka beradu pandang dalam dekat. Suka? Cinta? Benarkah? Bahkan Kyu pun belum pernah berpikir kearah sana, ia masih bingung dengan perasaannya itu.

===


@Nakaramura High School_ Seoul, -South Korea-


“Hey, Cho Kyuhyun,
“Panggil aku ‘OPPA’. Bukankah kau adikku heh?”
“Aish... Oppa, bisakah hari ini kau bersikap baik satu kali saja pada para fansmu itu heh? Setidaknya berbicaralah dengan mereka, mereka terus mengangguku,”
“Shirreo! Aku tak suka berpura-pura,”
“Hahh... Kenapa kau selalu bersikap seperti itu? Lagipula apa kau ini seorang ‘Gay’ heh? Dikerumuni banyak yeoja cantik seperti itu, kau malah lari seolah sama sekali tak berminat pada mereka,"
"MWO? GAY? YA! Aku memang tak berminat dengan mereka, tapi apa ada seorang gay tertarik berciuman dengan yeoja sepertimu huh? Ck!"
"Nde?"
"Aish... Sudahlah. Jadi kau memang ingin melihatku berdekatan dengan yeoja lain... Baiklah... Akan aku lakukan agar kau puas!” Kesal Kyu seraya berjalam melewati gerbang Sekolah mereka yang kini sudah dipenuhi dengan banyak yeoja-yeoja yang memang telah menunggunya sejak tadi.
“KYUHYUN OPPA!” Pekik yeoja-yeoja itu tertahan, walau tampak takut tetap saja mereka tak tahan untuk tidak menyebut nama Kyu setiap paginya.
“Annyeong,” Sapa Kyu terhenti tepat dideretan yeoja-yeoja centil itu membuat mereka sentak terkejut setengah mati. Apa dunia mau kiamat? Hingga seorang Cho Kyuhyun kini tersenyum manis dan menyapa mereka.
“Annyeong Op-oppa,”
“Aku baru sadar, jika kalian ini cantik-cantik sekali,” Ucap Kyu kembali tersenyum manis semanisnya membuat lagi-lagi para yeoja centil itu gemetaran dibuatnya.
"OMO! Oppa kau— Kau bisa saja," Balas salah seorang yeoja itu tak percaya mendapati perlakuan manis dari seorang Cho Kyuhyun' yang tak pernah mereka ihat sebelumnya.
“Aku berkata jujur,” Kyu mengelus puncak rambut salah satu yeoja yang berdiri tepat disampingnya itu, membuat beberapa orang malah berteriak histeris. Kecuali Hiu hwi yang saat ini malah menggerutu sebal.
"Aish... Aku memang menyuruhnya untuk berlaku baik, tapi bukan berarti berlebihan seperti itu," Gumam batin Hiu hwi kesal seraya berkomat-kamit tak jelas kearah namja itu. Kyu sentak meliriknya sejenak seraya tersenyum licik mendapati ekspresi Hiu hwi yang mulai geram melihat tingkahnya.
"Hiu-ie...." Panggil seseorang yang tiba-tiba saja muncul dan menutup kedua mata Hiu hwi dari arah belakang. Hiu hwi tertegun untuk sejenak, ia hafal betul pemilik parfum manis ini.
"Nde? Oppa? Yoochun oppa?” Tebak Hiu hwi membuat Yoochun tersenyum manis.
“Aku pikir kau melupakanku,”
“Ash... Mana berani aku melakukan itu, eh... Weayo oppa?” Tanya Hiu hwi kuatir tatakala menatap perubahan wajah Yoochun yang walau saat ia tersenyum sekalipun tampak terlihat murung.
"Aku—" Yoochun sentak memeluk tubuh Hiu hwi dengan erat membuat yeoja itu terkejut setengah mati. Sejujurnya bukan hanya Hiu hwi yang terkejut, tapi juga Kyu yang memang sesekali menatapi mereka sejak tadi. Entah ada apa~ Hingga dada Kyu sentak panas melihat tubuh yeoja itu berada dalam dekapan orang lain, mungkinkah ia cemburu? Sepertinya itu malah melibihi dari kata cemburu.
"Yoochun Oppa... Gwanchana?"
"Bisakah... Aku meminjammu sebentar hem? Hari ini— Hari ini aku bertengkar dengan Ji Yoo,”
“Oppa... Kenapa kalian bisa bertengkar?”
“Aku hanya meminta waktunya sebentar untuk menemaniku pergi ke pemakaman Eommaku, tapi dia selalu tak punya waktu untuk pergi denganku. Aku marah padanya, seandainya saja dia tau bahwa hari ini adalah hari yang sangat spesial bagiku,”
“Nde? Apa hari ini hari kematian Eommamu oppa?”
“Hiu-ie... Maukah kau menemaniku heh?" Pelas Yoochun penuh harap, tak ada tempatnya kembali lagi selain pada Hiu hwi. Hanya yeoja itulah yang selama ini sangat mengerti akan dirinya.
"Oppa kau jangan bersedih lagi, Ara? Kau masih mempunyai aku, ayo kita pergi... Kita harus mengirimkan doa untuk Ahjumma," Ucap Hiu hwi tersenyum seraya menatap Yoochun dengan tulus, begitu pula dengan namja itu. Yoochun tampak sangat senang mendengar penuturan Hiu hwi kali ini. Tapi sayang... Itu malah sangat bertolak belakang dengan ekspresi Kyuhyun saat ini.
“Kajja~” Yoochun menggenggam tangan Hiu hwi dan memapahnya untuk berjalan kearah sebuah mobil merah yang terparkir tak jauh darisana. Hiu hwi sentak terkejut merasakan genggaman itu, sudah lama ia tak merasakan kehangatan seperti ini. Tanpa sadar jika sejak tadi Kyu menatap mereka dengan tatapan marah.
“Kyuhyun oppa... Waeyo? Kau melihat adikmu?” Tak Kyuhyun gubris pertanyaan yeoja yang bahkan ia tak tau namanya itu.
“Biarkan saja oppa, bukankah adikmu itu sudah besar heh? Yoochun itu adalah mantan pacarnya, menurut kabar yang beredar, Hiu hwi memang masih sangat mencintai Yoochun sekalipun namja itu memang sudah memiliki kekasih baru.”
“Mwo?”



-          “Kau tau mengapa aku masih menunggumu disini? Aku hanya ingin melihat wajahmu, melihatmu dalam keadaan baik-baik saja.” -


Semilir angin malam mulai berhembus kencang, merasuki kedinginan yang hampa melanda jiwa. Lampu-lampu kota pun tampak mulai menerangi beberapa lorong jalan, memberikan sebercik cahayanya yang terang. Terlihat Kyu tampak memutar-mutar sebuah ponsel putih ditangannya dengan kesal, sudah sedari tadi ia seperti itu sembari menunggu seseorang yang bahkan tak kunjung pulang sampai sekarang.
"Aighoo... Mengapa yeoja itu sudah malam begini belum pulang? Apa yang tengah dia lakukan dengan namja itu? Kemana dia pergi? Ash...." Tanyanya kesal pada dirinya sendiri, tampak Kyu benar-benar terlihat gusar dan tak tenang saat ini. Sampai tiba-tiba saja, Kyu mendengar suara gas mobil yang mulai perlahan-lahan terhenti tepat didepan halaman rumah susunnya itu, Kyu merunduk melihat kedua mahkluk yang sejak tadi ia tunggu dari arah lantai 5 rumah susun mereka.
"Hiu-ie... Gomawayo untuk hari ini, Oppa tidak tau harus mengucapkan apa lagi padamu,”Ucap Yoochun sembari mengelus kedua pipi Hiu hwi dengan lembut.
“Nde, Gwanchana oppa. Jika memang kau membutuhkanku lagi, aku pasti akan datang padamu,”
“Ara.”
“Geurae, Aku masuk dulu oppa, Jalja." Hiu hwi pun tersenyum sembari hendak beranjak pergi. Sampai—
"Hiu-ie" Panggil Yoochun cepat, ia pun berlari untuk kembali menghampiri Hiu hwi.
"Waeyo? Apa ada yang ke—"
"Uhm... Hari ini sebenarnya aku putus dari Ji yoo, aku sudah tidak tahan lagi dengan semua sikapnya yang seolah selalu meremehkanku. Kau tau... Sekarang aku sadar, jika hanya kaulah yg selalu berada di sisiku,”
“Oppa....”
“Hiu hwi-ya... Bisakah kau terus disisiku?" Ucap Yoochun tulus seraya memegang kedua tangan Hiu hwi yang dingin.
"Oppa... Aku—“
"#CUP" Belum sempat Hiu hwi hendak menyelesaikan perkataannya itu, Yoochun pun tlah lebih dulu menempelkan bibirnya lembut pada bibir mungil Hiu hwi membuat yeoja itu kontan saja terkejut bukan main. Sejujurnya ia mulai berusaha untuk melepaskannya, namun Yoochun seolah tak perduli jika memang Hiu hwi saat ini tak membalas apapun setiap sentuhannya itu.
“Op—“ Yoochun kembali memanas, ia mulai mendesak Hiu hwi yang kali ini sudah berusaha untuk mendorong dada bidangnya agar menghentikan semua ini.
“Hiu-ie....” Desah Yoochun singkat dengan hembusan nafasnya yang tak beatur, Kedua tangannya masih setia berada dileher jenjang yeoja itu. Sampai seketika—
“YA! APA YG KAU LAKUKAN?!?" Pekik seseorang yang tiba-tiba muncul dengan wajah yang geram nan menakutkan.
"Kyu... Kyuhyun oppa...." Gumam Hiu hwi nyaris jantungan. Tanpa perlu banyak membuang banyak waktu, Kyuhyun pun berlari kearah kedua orang ini dan memukul Yoochun hingga namja yang memiliki senyum maut itu tersungkur ketanah. Yoochun tampak tak diam tak membalas, ia seolah pasrah dengan keadaannya saat ini.
“YA! KAU—“ Geram Kyu seraya mengangkat kerah baju Yoochun yang kini mulai meringis kesakitan. Kembali Kyu memukul wajah bening namja itu dengan kuat dan dengan emosi yang yang tak bisa ia tahan lagi.

“#BUK!”

Pukulan itu benar-benar sangat terdengar miris, bahkan sekarang Kyu seolah menggila. Seakan tak perduli jika saat ini Yoochun telah bersimbah penuh darah.
"Kyuhyun oppa berhenti! Apa yang kau lakukan? Jangan memukulnya, pukul saja aku!" Pekik Hiu hwi sembari berdiri tepat didepan Yoochun, seolah-olah ingin menggantikan posisi Yoochun yang kembali hendak dipukuli itu.
“DIAM KAU!”
“Mwo? Oppa kau kenapa? Memangnya kau siapa huh? Jangan ikut campur urusanku, kau bukan siapa-siapa! Harusnya kau cukup tau diri,” Pekik Hiu hwi yang memang sukses membuat Kyu menghentikkan pukulannya, mata namja itu kini tertuju tajam kearah Hiu hwi yang kini telah berada dihadapannya.
"Kau yeoja terbodoh yang pernah kutemui! Hiu hwi-ya... Seharusnya kau sadar jika kau tak lebih hanya sekedar pelarian namja ini semata, dia hanya ingat padamu ketika dia sedang terluka,”
“Aku tau!”
“Waeyo? Lalu kenapa kau mau saja menjadi boneka kertas seperti itu terus menerus huh?" Bentak Kyu seraya mencengkram keras lengan Hiu hwi.
"Karna Aku menyukainya! Aku tidak ingin melihatnya terluka dan bersedih lagi, tak peduli jika dia menganggapku apapun asal aku dapat melihatnya tersenyum. Itu bahkan sudah cukup bagiku," Balas Hiu hwi setengah berteriak membuat Kyuhyun terutama Yoochun terkejut bukan main, tampak butiran bening keluar tulus dari kedua pelupuk matanya.
“Arasseo... ARASSEO!" Sahut Kyu tertahan dengan emosi yang kini kian memuncak dalam dadanya, ia tak tau haru bagaimana lagi saat ini.
“Aku memang tak punya hak atas dirimu Hiu hwi! Aku memang bukan siapa-siapa, bahkan aku hanyalah seseorang yang kau anggap ‘Oppa’ didepan semua orang. Bahkan juga aku tak bisa melarangmu sebagai seorang Kakak saat ini,”
“Mwo?” Yoochun sentak bergumam tak percaya. Ia masih mencerna dnegan baik apa yang baru saja Kyu ucapkan sedetik lalu. Seseorang yang kau anggap ‘Oppa’? Yoochun masih sangat jelas mendengarnya.
“Mianhaeyo,” Lanjut Kyu seraya berbalik dan pergi dari tempat itu, tangan kananya mengepal penuh emosi saat ini.
“Hiu-ie... Apa yang dikatakannya? Apa dia bukan Oppa mu huh?”
“Aku—" Hiu hwi menatap punggung Kyu tengah berjalan menjauhinya, ada rasa sakit yang menimpanya saat ini. Entah apa itu~ Ia sendiri pun bingung.
“Aku—"

-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar