Rabu, 01 Oktober 2014

_“ ITS OVER! PART. 16 ENDING”_ [KYU-HWI PRIVATE]

_“ ITS OVER! PART. 16 ENDING”_ [KYU-HWI PRIVATE]


Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                  : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, Choi Minho, Kang Rae In And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Sad Romance
This Story Original From @Jjea_



***




‘Mencintai tulus tanpa meminta balasan,

Membuat kita belajar mencintai segala sesuatunya...’

 




_“ ITS OVER! PART. 16”_




               * When it all began ... I LOVE YOU!*




               Tak ada yang dapat dilakukan lagi oleh beberapa orang anak manusia ini selain menunggu, diam dan berpikir tentang apa yang akan terjadi pada hari esok. Tak ada yang bisa mereka terka, semuanya seakan masih menjadi sebuah misteri yang tak akan berakhir tanpa ada yang disakiti.
               Selama beberapa hari ini, langit seolah memberikan tanda kekelaman yang cukup lama, seolah sama halnya dengan beberapa orang yang terlibat dalam masalah ini. Belum ada nafas kelegaan yang mereka hirup semenjak semua masalah ini terjadi, semenjak semua portal pemberitaan tau tentang berita terhangat tahun ini. Cho Kyuhyun ... hancur sudah karirnya sebagai Artis Hallyu Asia yang sejak dulu ia rintis dari bawah. Pemberitaan tentang dirinya tak pernah henti disetiap acara Infotainment Korea. Dari saat pemberitaan tentang pernikahannya dengan Hiu hwi, keretakan Rumah tangganya, Isu perselingkuhan, perceraian dan sekarang yang lebih gencar dibicarakan adalah ... kehamilan seorang gadis penghibur yang melibatkan dirinya menjadi tersangka utama.
               Sebenarnya, Kyuhyun sama sekali tak memperdulikan masa depan karirnya itu di dunia hiburan. Tidak sama sekali! Ia lebih mengkuatirkan tentang kelanjutan pernikahannya bersama Hiu hwi. Kata perceraian kemarin itu benar-benar tak berpengaruh untuk Kyu membuat Hiu hwi kembali menjadi istrinya lagi. Masalahnya memang sangat pelik, tapi Kyuhyun hanya membutuhkan Hiu hwi sebagai tujuan akhir dari masalahnya itu.

               “Kau sudah makan Kyuhyun-ah? Jangan menganggap remeh kesehatanmu, eoh? Aku mencintaimu!”

               Kyuhyun tampak tersenyum kecil ketika membaca pesan dari Hiu hwi saat ini. Jujur saja, ia sangat rindu pada gadis itu. Sudah hampir beberapa hari ini mereka tak bertemu, Kyuhyun mau tak mau dipaksa Nyonya Cho untuk tidak keluar dan berkeliaran lebih dulu diluar rumah kediaman keluarga besarnya itu. Toh, para pemburu berita itu tak akan menyerah begitu saja sebelum mendapatkan penjelasan dan ungkapan dari Kyuhyun tentang semua keadaannya itu, termasuk tentang berita foto yang sempat menyebar minggu lalu.
               “Hummm...,” Kyuhyun tampak bergumam singkat dan menekan nomor yang tadi mengiriminya pesan. Ia ingin kembali mendengar suara gadisnya itu walau hanya sebentar saja. Kontrak menjadi Model Fashion dari Changmin sudah ia tanda tangani, sekalipun sempat menolak dengan alasan gengsi, tapi Kyu akhirnya menerima pekerjaan itu juga. Satu alasannya ... karna Hiu hwi lah yang akan mendesain pakaian yang akan ia kenakan itu.
               “Yeoboseyo Hiu-ie,”
               “Eummm? Hey, ini sudah ke12 kalinya kau menelponku hari ini. Cho Kyuhyun, apa kau tak bosan berbicara denganku, eoh?”
               “Aku merindukanmu, aku benar-benar ingin melihat wajahmu, aku juga ingin menciummu Hiu-ie! Mana mungkin aku bisa makan, jika semua organku meneriakimu seperti ini.”
               “Cah, gombalan klasik. Ayo sekarang makanlah, aku ingin mendengarmu mengunyah Tuan Cho.”
               “Baiklah, jika itu yang diinginkan Nyonya Cho. Sebentar, aku akan makan sekarang. Kau harus dengar ini, agar kau tidak cerewet lagi menanyaiku tentang  makanan.”
               “Hahaha, kaulah yang membuatku cerewet,” balas Hiu hwi seraya tersenyum mendengar Kyuhyun yang tampak mengunyah makanannya dengan keras. Sebetulnya, ia juga merindukan Cho Kyuhyun, bahkan semenjak waktu itu dia menyuruh Kyu pulang untuk menemui Changmin.
               “Kyu...,”
               “Hemm?”
               “Setelah ini jangan dulu menemuiku, ne? Dan jangan menghubungiku lagi sesering ini,”
               “Mwoya?”
               “Tadi ... aku dan Rae In bertemu. Dia mengatakan jika kehamilannya sudah memasuki bulan ke-6, itu berarti lebih kurang 3 bulan lagi dia akan melahirkan. Aku ... aku hanya tak ingin kita bertemu sampai ketika Rae In melahirkan kelak,”
               “Hiu hwi-ya,”
               “Aku takut Kyu—aku takut tentang apa yang akan terjadi 3 bulan mendatang kelak. Aku sudah mengatakan padamu sebelumnya, jika memang anak yang dilahirkan itu adalah darah dagingmu, aku akan mengalah. Aku memang sangat mencintaimu Kyuhyun-ah, tapi bayi itu lebih membutuhkanmu. Aku—” Hiu hwi tampak menahan kalimatnya disini. Kedua tangannya mulai bergetar sekarang, seolah tak memastikan jika keputusan ini adalah benar.
               “Setidaknya jika memang semua itu benar dan bayi itu adalah darah dagingmu, aku sudah mempunyai waktu 3 bulan ini untuk membiasakan diri hidup tanpa kehadiranmu,”
               “Hwi-ya kau gila? Tak bertemu denganmu selama itu? Yak! Kau ingin aku mengurungmu lagi seperti dulu, eoh? Jangan bercanda!”
               “Untuk kali ini saja Kyuhyun-ah ... tolong jangan menyiksaku. Biarkan semua ini berjalan apa adanya, biarkan dalam waktu 3 bulan ini, satu diantara kita hidup sendiri-sendiri lebih dulu. Ketika semua ini selesai, aku berharap akan berakhir bahagia agar aku bisa mengizinkan diriku sendiri untuk melihatmu,”
               “Aku tidak bisa!”
               “Aku mencintaimu Cho Kyuhyun. Biarkan aku melakukan ini, eoh?”
               “Hwi-ya...,”
               “Kumohon...,”
               “Jangan memohon padaku! Baiklah, jika memang itu permintaanmu. Aku berjanji selama 3 bulan ini, aku tidak akan menemuimu. Tapi dengan satu syarat...,”
               “Mwo?”
               “Jaga dirimu baik-baik. Jika sampai aku dengar kau terluka, aku tak akan segan-segan mengingkari janji ini, kau mengerti?”ucap Kyuhyun membuat Hiu hwi sentak menitikan air matanya.
               “Eoh,” jawab gadis itu menahan suara getarannya.
               “Geurae, sampai jumpa 3 bulan mendatang Hiu hwi. Satu hal yang ingin katakan padamu ... sekalipun aku tak bisa melihatmu selama itu, aku akan tetap menjagamu dari kejauhan. Hiduplah dengan baik, agar aku juga bisa hidup dengan tenang.”
               “Eoh,”
               “Saranghae,”
               “Eo—eoh—”
               “Tutuplah lebih dulu telponnya, aku akan menunggumu memutuskan sambungan ini.”
               “Baiklah.” Balas Hiu hwi terdiam! Tangannya antara mau tak mau menutup sambungan ini. Terasa amat berat! Tak ada yang bisa ia lakukan selain ini, ia tak ingin lebih menyakiti dirinya lagi.

TUTT ... TUTTT

               Sambungan telpon itu pun terputus seketika. Hiu hwi menghirup oksigen dari hidungnya dengan cepat, membiarkan tangis itu keluar tanpa harus ditahan lagi. Selama 3 bulan tidak bertemu Kyuhyun? Tidak! Bahkan 3 hari saja ia tidak mendapatkan kabar dari namja itu, Hiu hwi akan merasa hidupnya hampa; kosong. Namun apa perlu dikata, mereka sudah seharusnya menjauh lebih dulu, berpisah dalam pertentangan semua masalah pelik ini untuk berpikir.
               Menjauh? Sepertinya bukan hanya Kyuhyun dan Hiu hwi yang melakukan ini, tapi juga Rae In! Gadis itu lebih banyak tinggal di Apartment-nya ketimbang melakukan banyak aktivitas seperti sebelumnya. Ia sadar perutnya semakin membesar, dengan masih begitu banyak orang yang menghujat dan meminta klarifikasi dari media, Rae In tak berniat untuk keluar dan mengizinkan kamera-kamera itu memfoto anak dalam perutnya itu untuk digunjingkan. Ia lebih banyak diam dengan memakan asupan Ibu hamil, serta pergi tanpa sepengetahuan orang lain ke Rumah sakit untuk pemeriksaan. Kecuali Eunhyuk! Ia benar-benar masih membutuhkan namja itu untuk menolongnya sekarang, terutama menolong hidupnya dikemudian hari. Rencana yang telah ia pikirkan ketika anak ini dilahirkan telah mendapat persetujuan dari Eunhyuk, meskipun namja itu awalnya menolak mentah-mentah. Namun apa daya, demi masa depan bayi tak berdosa itu, Eunhyuk bahkan harus rela melancarkan semua ambisi Rae In kali ini. Tak ada pilihan! Hal itulah yang terus-menerus Eunhyuk pikirkan.
               Semua tampak berbeda! Keadaan semacam ini benar-benar mempersulit diri mereka masing-masing, seolah memaksakan menjalani hidup dengan cara seperti ini. Cho Kyuhyun, Hiu hwi, Rae In, Changmin, Eunhyuk, Minho bahkan sekalipun semua terlihat biasa-biasa saja, tetap ... mereka merasakan ada sesuatu perubahan yang terjadi disekeliling mereka. Ini baru awal, lalu bagaimana dengan 3 bulan mendatang? Entahlah, waktu akan terus berjalan, ia tak akan menunggu apapun. Semuanya tetap akan berputar sebagai mana mestinya. Sekalipun menyakitkan, tapi tetap harus dijalani dan dinikmati sebisa mungkin.
               Seperti inilah hidup! Pagi, siang, malam dan kembali pagi. Tak ada perubahan, kecuali para isi dunia inilah yang telah membuatnya berubah. Hidup hanya satu kali, dimana alam tak akan pernah membantu untuk kembali ke masa lalu.



***



‘Kau mengajariku bagaimana untuk tertawa.
Kau mengajariku bagaimana untuk mengasihi.
Tapi ketika kau pergi, ada satu hal terakhir yang tidak pernah kau ajari padaku.
Bagaimana caranya untuk melupakanmu....’




3 Bulan kemudian_
At Seoul, South Korea
                              



             Banyak orang mengatakan, jika melahirkan itu menyakitkan. Benarkah? Tapi menurut beberapa orang juga, rasa sakit dari wanita itu mempunyai tingkat toleransi yang berbeda-beda. Mendebarkan, mungkin itulah salah satu kata yang dapat menjelaskan bagaimana keadaan ketika seseorang akan menjalani persalinan.
             Bukan hanya akan mengeluarkan energi yang akan begitu banyak, teriakan kuat, dan menahan rasa sakit otot-otot rahim yang berkontraksi membuka jalan lahir sang bayi. Namun juga tentang perjuangan nyawa yang benar-benar kuat. Mungkin, itulah yang kini tengah dirasakan oleh gadis berambut pendek sebahu ini. Sudah dari semenjak 15 menit yang lalu, tepatnya saat ia selesai meminum susu yang selama ini menguatkannya, gadis bernama Rae In ini mulai mengerang kesakitan.
             “Ya Tuhan ... Argh...,” erangnya dengan wajah pucat. Rae In merasakan sakit yang berlebih pada panggul dan bagian tulang belakangnya. Tubuhnya merosot dari ranjang dan terkapar dengan nafas yang sedikit tak beraturan. Ia mulai mengalami kontraksi. Yah, kesakitan yang ia tanggung ini benar-benar cukup hebat, dan Rae In baru menyadari betapa menjadi seorang wanita itu adalah anugerah yang tak pernah ternilai harganya.
             “Oppa...,” ucapnya disela air mata yang mulai membanjiri kedua pipinya itu. Tidak, bukan karna kesakitan ini yang ia tangisi, tapi karna tentang hidupnya selama ini, tentang apa yang ia lakukan dan apa yang telah terjadi pada dirinya. Sungguh, tak pernah terpikir olehnya akan melahirkan dengan keadaan yang seperti ini. Sendiri, dalam senyap dan remangnya lampu Apartment-nya itu.
             “Argh...,” Rae In kembali berteriak. Jam berdentang menunjukan pukul 11 malam. Sungguh, ia ingin sekali menghubungi Eunhyuk atau Hiu hwi untuk setidaknya membantunya sekarang. Tapi apa daya, bahkan untuk bergerak pun ia begitu sulit.
             ‘Kuatkan aku Tuhan! Tolong, selamatkan anakku. Biarkan dia hidup!’
             Rae In meremas apapun yang dapat ia cengkram saat ini. Ia berusaha untuk diam dan menahan rasa sakit ini sebatas yang ia bisa. Dalam hatinya bertekad untuk melahirkan bayi ini apapun yang terjadi, ia bahkan rela mempertaruhkan semuanya agar anak tak bersalah ini lahir ke dunia.

PRANGGG...!

             Pecahan gelas itu pecah tak berbentuk lagi. Rae In memejamkan mata, meminta sekali saja pada Tuhan untuk mengirimkan malaikat padanya sekarang. Ia butuh seseorang, seseorang yang akan menolongnya dalam keadaan gawat seperti ini.
             ‘Aku minta maaf Tuhan, aku minta maaf telah melakukan banyak kesalahan sampai saat ini. Kumohon, berikan nyawa pada bayi ini...,’
             Tubuh gadis itu melemas. Ia merasakan semburan air atau rembesan itu perlahan-lahan keluar. Ia tau, air ketubannya telah bocor. Ada sesuatu yang mungkin berwujud kepala bayi yang tengah menekan cervix-nya untuk merangsang pelepasan prostaglanding agar memacu kontraksi-nya.
             Rae In tak kuat, ia berusaha untuk tidak berteriak. Namun alhasil, ia sudah tak bisa lagi menahannya! Ia pasrah, ia benar-benar telah ikhlas dengan apapun yang akan terjadi ke depannya. Kedua matanya seolah lelah terbuka, ia berada dititik ujung keputus-asaan. Sampai seketika—

BRUUKKK!

             Ia mendengar seseorang membuka pintu Apartment-nya tiba-tiba. Sedikit lega, menyadari jika sang pengirim makanan yang tadi sempat ia pesan itupun datang disaat waktu yang benar-benar tepat.
             “Nona Kang—”
             “Tol—tolong—”




***



               * When it all began ... This TIME! ENDING*




@Seoul Hospital_
11.15 KST



             Bunyi alarm Ambulance itu pun berbunyi nyaring didepan Rumah sakit ini. Tanpa perlu berkonpromi lagi, beberapa orang berjubah putih itu pun bergegas berlarian menolong Rae In dengan langkah cepat. Panik! Tentu saja, menahan rasa seperti itu tidaklah mudah. Rae In seklai lagi berusaha untuk diam dan tak berteriak, kedua tangannya mengepal keras dengan guyuran air matanya yang semakin deras.
             “Cepat hubungi keluarganya.” Ucap Dokter wanita itu sesaat sebelum ia menggiring masuk Rae In kedalam sebuah ruang persalinan. Keluarga? Rae In tersenyum miris mendengarnya. Itu bahkan hanya dapat ia bayangkan didalam sebuah mimpi semu belaka. Pada kenyataannya, ia tak mempunyai apapun dan siapapun untuk ia sebut sebagai keluarga di dunia ini. Miris!
             ‘Mungkin ketika aku mati pun, tak ada orang yang akan menangisiku.’
             Gumamnya saat ia merasakan semua orang disekelilingnya sibuk untuk menyelamatkan nyawa anak yang terus saja berusaha untuk berteriak keluar itu. Semuanya akan selesai! Sebentar lagi, semuanya akan terkuak dan memperlihatkan siapa yang akan memenangkan keadaan ini. Rae In bahkan tau, jika kelahiran anaknya ini juga sangat ditunggu-tunggu awak media dan fans yang masih setia untuk mendukung Kyuhyun. Entahlah, apa yang akan terjadi kelak!

             Disatu sisi tampak kini Hiu hwi tengah terdiam dengan gagang telpon yang masih menempel ditelinga kanannya. Baru saja, salah seorang Staff Rumah Sakit Kota ini menghubungi dan memberinya sebuah kabar. Kabar yang sejak lama ia tunggui! Benar, hari ini ternyata telah tiba. Sudah hampir selama 3 bulan belakangan ini hidupnya kosong, tak mempunyai ruang untuk tersenyum. Dan sekarang, penderitaan dan semua itu akan selesai.
             “Kyu-kyuhyun-ah...,”gumam Hiu hwi yang terdengar lebih kepada sebuah bisikan itu. Ia tak dapat berkata apa-apa lagi saat ini, selain diam dan membayangkan apa yang akan terjadi beberapa jam kedepan. Jujur, ia sudah sangat lama tidak bertemu dengan Kyuhyun. Hanya sekali saja namja itu menelponnya dan itu tak pernah lama selama 3 bulan terakhir ini. Sejujurnya, ia sangat senang hari ini tiba, tapi disatu sisi ... bagaimana jika anak itu benar anak Kyuhyun? Itu berarti—tak akan ada alasan lagi untuk Hiu hwi bertahan ditempat ini.
             “Hiu hwi-ya...,” ucap seseorang seketika, membuat Hiu hwi berbalik kearah sumber suara. Tampak jelas, seorang namja bertubuh tinggi tegap itu memandanginya dengan raut kuatir. Shim Changmin, memang keduanya masih berada di Kantor untuk menyiapkan bahan presentasi resmi mereka besok.
             “Changmin Oppa, Rae In—”
             “Aku tau. Jja, kita pergi ke Rumah sakit sekarang. Kyuhyun tadi menghubungiku, dia juga tengah bersiap untuk pergi.
             “Oppa, aku ... aku takut.”
             “Tak ada yang perlu kau takutkan. Jika kau percaya pada Kyuhyun, aku yakin semuanya akan baik-baik saja.” Changmin sedikit menarik tubuh Hiu hwi dan menepuk punggungnya pelan. Namja itu tersenyum, berusaha untuk sedikit menenangkan Hiu hwi. Yah, tubuh gadis itu sangat amat gemetar sekarang! Bagaimanapun, luka yang telah sedikit terkubur selama 3 bulan ini, kini kembali terbuka. Sungguh, itu memberikan dampak sesak yang tak terhingga.
             Sebenarnya, bukan hanya Hiu hwi yang panik menunggu akhir dari hari ini, tapi juga Kyuhyun. Setiap hari, ia tak bisa bernafas dan tidur dengan baik. Hidupnya memburuk, semua apa yang ia lakukan tak pernah berhasil dengan bagus. Semuanya kacau! Ia hidup bukan seperti dirinya yang dulu. Bahkan, ketika ia berlari dan menembus kecepatan mobil untuk pergi ke Rumah sakit, Kyuhyun berada dibawah pengawasan alkohol. Matanya memerah, menahan hasrat menggebu untuk segara bertemu dan memeluk Hiu hwi. Sungguh, ia tak perduli dengan anak yang kini tengah diperjuangkan Rae In itu, ia hanya ingin ini selesai.
             ‘Jangan pernah berpikir untuk pergi dariku Hiu hwi. Persetan dengan siapa Ayah dari anak itu! Jika kau tetap ingin pergi, jangan salahkan aku, jika aku kembali memaksamu untuk tetap bersamaku seperti dulu!’
             Gumam Kyuhyun seraya kembali menaikan kecepatan mobilnya sampai hampir batas maksimum. Ini sudah hampir pertengahan malam, jalanan cukup sepi memang. Benar, keadaan saat ini sepertinya memang memihak padanya.


***


             Mungkin, dalam gedung-gedung bertingkat lainnya saat ini mulai terasa cukup sepi dan tak berpenghuni. Namun tidak untuk Rumah sakit ini, semua orang masih tampak sibuk dan siap siaga disini. Termasuk didalam salah satu ruangan persalinan ini, teriakan kecil kadang-kadang terdengar dari dalam sana. Entahlah, tiba-tiba saja awan gelap itu semakin terlihat berkabut, mengambang dengan sedikit warna keabu-abuan dan kilatan petir yang tak bersuara. Hanya ada beberapa bintang yang terlihat, seolah membentuk sesuatu yang tak kasat mata. Malam ini, mungkin akan menjadi saksi hal luar biasa yang akan terjadi disini.
             “ARGH...!” Terdengar kembali teriakan yang cukup menggama didalam ruangan itu. Tak hanya teriakan, terselip juga isak tangis didalam pekikan itu. Sungguh, begitu menyayat setiap orang yang mendengarnya.
             “Suster, dimana ruang persalinan Nona Rae In?” tanya seseorang seketika dengan raut panik yang luar biasa. Suster itu sedikit tercenang mendengarnya. Cho Kyuhyun, sekalipun dalam keadaan yang kacau sekalipun, pria ini masih mampu dikenali dengan ketampanan luar biasanya itu.
             “Oh eh, disana Tuan. Disebelah kanan lorong itu, belok kiri saja. Disana ada papan ruang persalinan.”
             “Terima kasih,” balas Kyuhyun cepat seraya berbalik kekanan untuk berlari kearah lorong yang tadi Staff Rumah sakit itu tunjukan. Tubuh Kyuhyun tampak dingin! Semakin cepat ia sampai, semakin mendekati pula akhir dari segala ini. Jujur saja, sebenarnya ia sedikit merasakan ketakutan sekarang. Semuanya masih samar, belum terlalu jelas untuk bersikap tenang dan baik-baik saja.
             ‘Tak akan ada yang terjadi. Yah, semuanya akan baik-baik saja. Hiu hwi-ya!’
             Gumam Kyuhyun seraya terus berlari dengan getir perasaannya yang tak menentu. Sekali lagi, Kyuhyun berusaha untuk tetap terlihat tenang. Sampai seketika, kedua kakinya seakan dengan cepat terhenti saat kini hanya tinggal beberapa lagi menuju ruangan itu. Kedua matanya memicing, namja itu seakan ingin mempertegas apa yang tengah ia tatap saat ini.
             “Hyuk-ah...,” ucap Kyu dengan nada panggilan. Namja bernama Eunhyuk itu pun otomatis menoleh kearahnya. Dapat Kyu sadari, jika wajah Eunhyuk memucat tatkala menatapnya sekarang. Ada apa dengannya?
             “Kyuhyun-ah.” Eunhyuk berdiri, membalas tatapan Kyuhyun dengan sendu. Hening! Semuanya masih berdiri ditempatnya masing-masing. Belum ada yang bergerak untuk berniat saling menghampiri. Sampai kedua bola mata Kyu bergerak dan beralih pada sosok namja yang berada tepat disamping Eunhyuk. Dan dia adalah—
             “Choi Minho?” Kyuhyun sedikit menyatukan alisnya bingung. Kenapa namja yang menjadi musuh bebuyutannya itu dapat berada di Rumah sakit ini? Bukankah dia tak ada hubungannya dengan semua masalah ini? Lalu kenapa dia bisa berada disini dengan Eunhyuk? Begitu banyak pertanyaan-pertanyaan baru yang sedang dipergunjingkan otak Kyuhyun sekarang.
             “Kau—”
             “ARGH...!” Belum sempat Kyuhyun hendak mempertanyakan sekelebat pertanyaan itu pada Minho dan Eunhyuk, teriakan dari dalam ruangan itu pun kembali terdengar. Kedua kaki Eunhyuk sedikit bergerak kearah pintu ruangan persalinan yang tertutup rapat itu. Sedang Kyuhyun? Dia masih setia diam ditempatnya tanpa ada yang dapat ia lakukan. Merunduk! Sejujurnya, ia hanya dapat melakukan hal itu sekarang. Ia bahkan sadar sekali, jika teriakan tadi itu berasal dari suara Rae In yang benar-benar terdengar serak dan menyakitkan!
             Ketiga pria tampan ini tampak diam membisu dengan pikiran mereka masing-masing. Ekspresi yang mereka tunjukan pun terlihat sama; panik, bingung, dan kalut. Sebenarnya, beribu banyak kalimat yang ingin mereka lontarkan masing-masing. Namun, entah mengapa itu terasa amat sangat kelu, hingga seluruh organ mereka lebih memilih untuk diam. Sampai seketika—

BRUUUKKK!

             Terdengar bunyi sebuah tas terjatuh tepat dari arah belakang Kyuhyun. Eunhyuk menoleh dengan cepat, begitupula Minho. Tampak seorang pria jangkung tengah berdiri tegap bersama seorang gadis yang tampak rapuh disisinya. Kyuhyun belum menoleh, entah kenapa jantungnya tiba-tiba saja berdetak cepat. Insting Kyu seolah mengetahui siapa yang baru datang ini.
             “Hiu hwi-ya...,” suara Eunhyuk terdengar pelan ketika memanggil nama itu. Tubuh Kyu semakin tegang, kedua tangannya mengepal dengan keras sekarang. Rasa rindu itu ... kini kembali meneriakinya.
             “Se-selamat malam.” Balas Hiu hwi seadanya. Gadis itu harus kembali memulai lagi menahan air matanya, terutama ketika ia melihat dengan jelas punggung Kyuhyun yang masih membelakanginya saat ini. Sungguh, ia ingin sekali memeluknya.
             Semuanya kembali diam! Kyuhyun perlahan-lahan memiringkan kepalanya kearah samping, hingga sedikit demi sedikit hendak berbalik. Berbalik menatap seorang gadis yang telah membuatnya frustasi selama ini. 3 Bulan bukanlah waktu yang mudah untuk Kyuhyun jalani tanpa bertemu langsung dengan Hiu hwi.
             ‘Kyuhyun-ah...’
             Hiu hwi sentak merunduk dalam untuk menjatuhkan air matanya, tepat disaat Kyu sudah berbalik penuh menatapnya dengan kedua mata yang penuh dengan linangan air. Sedikit lagi saja Kyu bergerak, mungkin air itu akan berjatuhan dengan deras. Kedua tangan Hiu hwi bertaut dengan getaran hebat.
             “Hwi-ya...,” panggil Kyuhyun  serak, membuat Hiu hwi mau tak mau mendongakkan kepalanya. Sungguh, gadis itu terlihat sekali berusaha mati-matian menahan semua rasa sesak, sakit, rindu dan semua rasa-rasa menyakitkan itu sedemikian rupa.
             “Hwi-ya...,” Kyu bersuara lagi, kali ini dengan begitu amat pelan. Hiu hwi mendongak cepat, membalas tatapan namja yang selama 3 bulan ini menyiksanya dengan rindu yang amat berat. Tubuh namja itu terlihat kurus dari sebelumnya, Hiu hwi benar-benar ingin kembali menangis ketika menyadari hal itu.
             ‘Cho Kyuhyun!’
             Hiu hwi tak berbicara kecuali hanya melalui gumaman hatinya saat ini. Betapa ingin ia maju dan mengusap wajah Kyu lalu memeluknya dengan erat. Tapi ia tidak bisa, gadis itu seolah merasa ada dinding besar yang masih berada diantara mereka sekarang. Kedua kelopak mata Kyu tak berkedip sama sekali menatap setiap lekuk garis wajah gadis dihadapannya itu. Semua orang diam! Lagi-lagi mereka tak tau harus melakukan apa dan berucap apa dalam keadaan yang seperti ini.
             Kaki kanan Kyu tiba-tiba saja maju kedepan perlahan, terlihat begitu gontai. Sungguh, ia ingin sekali menghampiri Hiu hwi dan menyandarkan kepalanya pada bahu gadis itu agar kesakitan rindu ini lenyap! Keduanya saling bertatapan, seolah dengan begitu mereka sudah dapat mengerti perasaan masing-masing tanpa harus dilafalkan dengan banyak kalimat dan suara.
             “Hwi-ya,” Kyuhyun menjatuhkan air matanya tepat dititik ini! Ia sudah tak tahan lagi. Betapa masalah ini benar-benar telah menyiksanya. Ia lelah, Kyuhyun benar-benar merasa sangat lelah sekarang.
             Seolah tak bisa melihat Kyuhyun dengan ekspresi seperti itu, Hiu hwi pun hendak berniat maju dan memeluk namja itu. Namun tiba-tiba saja—

Ooeekkk ... Ooeeekkk

             Terdengar aungan tangis bayi seketika dari dalam ruang bersalin itu. Sentak saja, itu menyentakkan semua perhatian semua orang yang ada disini. Mungkinkah Rae In sudah melahirkan? Eunhyuk maju, hendak berusaha untuk mengintip melalui celah kaca yang juga ditutup rapat oleh tirai biru itu. Semua orang mendadak tegang, Hiu hwi pun tanpa sadar maju hingga kini ia berdiri didekat Eunhyuk. Sepertinya, gadis itu kembali memulai  merunduk untuk berdoa. Enhyuk yang berada disisi kanannya tampak menatapinya dengan ekspresi kalut yang sulit untuk diartikan.
             “Kau mengkuatirkannya?” tanya Eunhyuk, membuat Hiu hwi kembali membuka mata dan menatapnya.
             “Sekalipun aku membencinya, tapi aku ingin agar Rae In dan bayinya selamat.” Balas Hiu hwi tulus. Eunhyuk menatap Kyuhyun dan Hiu hwi bergantian, ia seakan menahan siksa batin yang cukup dalam.
             “Maafkan aku,” ucap Eunhyuk seraya memandang nanar pintu bersalin dihadapannya.
             “Eh?”
             “Kurasa aku mengerti sekarang, mengapa Kyuhyun sangat mencintaimu Hiu hwi.” Eunhyuk tampak berusaha untuk tersenyum. Semuanya kembali diam, Kyuhyun hanya mampu memandangi Hiu hwi dari tempat ia berdiri saat ini. Sekarang, mereka hanya tinggal menunggu pintu ini untuk terbuka dan semuanya akan—

CKLEK!

             Jantung Hiu hwi spontan saja berdegup cepat tatkala ia mendengar suara pintu ruangan ini terbuka. Terlihat seorang Dokter tersenyum dengan terbangan jubah putihnya itu. Semua orang sontak mendekat, seakan tak sabar dengan apa yang akan Dokter ini bicarakan. Kecuali Kyuhyun, ia seolah tak berminat sama sekali dalam hal ini.
             “Bagaimana Dok?” tanya Hiu hwi antusias. Ia benar-benar berharap Rae In dan anaknya dapat selamat dengan sehat.
             “Semuanya berjalan lancar. Ibu dan anaknya juga baik-baik saja,”
             “Syukurlah,” balas Eunhyuk.
             “Nyonya Rae In melahirkan seorang bayi perempuan yang sangat cantik. Hummm..., tapi disini ... yang mana Ayah-nya?” pertanyaan Dokter itu pun sukses membuat suasana hening kembali tercipta. Mereka tampak saling bertatapan tak jelas. Hiu hwi mendelik, diputarnya gerak kepalanya itu tertuju pada Kyuhyun yang masih berdiri ditempatnya semula.
             “Kyuhyun-ah...,” panggil Hiu hwi yang membuat Kyuhyun sontak memicing tajam ke arahnya. Penyiksan apalagi yang Hiu hwi berikan padanya kali ini?
             “Itu bukan anakku!” Kalimat cetusan itu sontak saja terlontar cepat dari bibir Kyu. Dokter itu pun tampak sedikit mengernyit, seakan tak mengerti dengan apa yang terjadi pada beberapa orang yang ada disini.
             “Dokter, boleh aku meminta sesuatu hal?” tanya Kyu dengan tatapan serius. Hiu hwi merasakan aura Kyuhyun memburuk saat ini.
             “Mwo?”
             “Lakukan Tes DNA antara aku dan bayi itu secepatnya.”
             “Mwoya?”
             “Kyuhyun-ah...,” ucap Hiu hwi sedikit dengan nada hentakan. Kyuhyun tak memperdulikan itu, yang lebih penting untuknya sekarang adalah ... menyelesaikan masalah ini sampai tuntas tanpa adanya penguluran waktu lagi. Menyakitkan? Tentu saja, Kyuhyun bahkan sudah tak tahan lagi dengan semua ini.
             “Lihat aku Hiu hwi, apa kau pikir aku baik-baik saja sekarang, huh?” Kyuhyun tampak tersenyum sinis dengan matanya yang berkaca-kaca. Yah, sesungguhnya menjadi bahan pergunjingan banyak orang diberbagai kalangan media itu cukup membuatnya sakit hati, terutama menatapi raut kekecewaan dan emosi yang dalam dari kedua orang tuanya. Dari kecil, Kyu bahkan tak pernah menghiraukan hal itu. Namun kali ini? Ada sesuatu yang membuatnya ingin membela diri dan mengatakan kepada semua orang, jika dia juga menderita.

             Bukan hanya Hiu hwi yang menangis mendengar penuturan Kyu yang cukup keras itu. Tapi juga Rae In! Ia sudah tau dari awal, jika sampai kapanpun Kyuhyun tak akan pernah mau menerimanya dan anak yang baru ia lahirkan itu. Miris? Aniya, Rae In sudah menyiapkan mental untuk menghadapi ini sebelumnya.
             Ditatapnya lekat bayi mungil yang saat ini tengah berada didalam gendongan seorang Suster itu. Rae In kembali menangis, kali ini semakin deras dan mengeluarkan suara. Ia tak pernah bermimpi masa depannya akan menjadi seperti ini, akan menjadi seorang Ibu dan melahirkan bayi kecil dari rahimnya. Rasa haru, sesak, sakit, semuanya menjadi satu ia rasakan sekarang. Dimana semua kenangan itu berputar, saat dimana ia mabuk dengan alkohol, menemani para pria kaya, tertawa dengan puntung rokok yang menemaninya. Semuanya berputar begitu saja. Dan kini, dihadapannya terlahir seorang bayi yang akan menjadi penerusnya kelak. Rae In benar-benar merasa kesakitan bukan hanya pada tubuhnya saat ini, tapi juga dalam hatinya.
             ‘MAAF!’
             Hanya kata itulah yang saat ini ingin ia ucapkan pada semua orang dalam tangisan perihnya itu. Sekalipun kata itu memang tak bisa menghapuskan semua kesalahannya atau mungkin tak akan bisa mengulang semuanya seperti semula. Namun setidaknya, kata maaf memang memiliki fungsi paling tinggi dalam sebuah penyesalan.
             Benar! Sebentar lagi, semua ini akan benar-benar berakhir. Siapa yang kalah dan siapa yang menang, itu akan terjawab secepatnya. Dengan hasil tes DNA itu, mungkin semua apa yang terjadi dimasa lalu akan terkuak dengan sendirinya. Dimana, hasil akhir itu akan menentukan sebuah permulaan masa depan yang pasti akan merubah semuanya.



***




‘Cinta sejati tak akan pernah berhenti untuk percaya, tak akan pernah menyerah, dan tidak pernah benar-benar pergi. Cinta sejati mengetahui dan tetap berdoa sungguh-sungguh agar perasaan satu sama lain tak pernah berubah -




             Awan siang ini tampak sedikit berbeda dari sebelumnya; mendung, seolah mereka tengah menyimpan tumpukan curah hujan yang cukup banyak. Hiu hwi menatapi payung ditangannya dengan raut muram, sejak kemarin ia seakan lupa bagaimana caranya untuk tersenyum. Langkahnya gontai menembus lorong-lorong Rumah sakit ini. Tak ada Make Up yang melapisi kulit wajahnya sekarang, Hiu hwi tau itu percuma. Siang ini, hasil Tes DNA itu akan keluar, ia tak tau apa yang kini ia rasakan. Tegang? Takut? Ataukah harus merasakan kelegaan? Entahlah, semuanya masih saja mengambang.
             “Huhhh...,” Hiu hwi tampak jelas menatapi sosok Kyuhyun tengah terduduk dengan menutup kedua matanya dikursi tunggu. Sepertinya ia tak pulang kemarin malam, entah kemana namja itu setelah ia menjalani Tes kemarin. Apakah mabuk lagi? Sepertinya, ia tak dapat tertidur dengan tenang semalam, sama seperti Hiu hwi. Gadis itu bahkan sedikit terlihat menyeret tubuhnya untuk kembali ke Rumah sakit ini.
             “Makanlah ini,” ucap Hiu hwi seraya menyodorkan sekotak bekal yang tadi ia bawa dari Apartment-nya. Kyu sentak membuka matanya perlahan, menatapi sendu wajah gadis cantik yang sejak kemarin benar-benar ingin ia rengkuh itu.
             “Kau pikir aku bisa makan dalam keadaan seperti ini?”
             “Kyuhyun-ah...,”
             “Kau tau Hiu hwi, apa yang paling membuatku merasa sakit, eoh?” tanya Kyu serius. Hiu hwi merunduk, ia tak bisa membalas tatapan Kyuhyun sekarang.
             “Tatapanmu itu ... tatapanmu itu seolah mengisyaratkan kau tak lagi percaya padaku,” Hiu hwi sentak mendongak tatkala Kyuhyun mengatakan itu. Pandangan mereka bertemu, sesuatu yang dapat membuat jantung keduanya berdegup kencang.
             “Wae? Apa aku benar?”
             “Bukan seperti itu Kyu, aku hanya—hanya merasa—”
             “Aku tak pernah menyentuh gadis lain kecuali dirimu Hiu hwi. Kenapa ... kenapa kau sepertinya sulit sekali untuk percaya padaku!”Kyuhyun sentak berdiri dari tempat duduknya dan berbalik pergi dari Hiu hwi. Gadis itu mematung! Dengan cepat ia ingin mengejar Kyuhyun untuk menjelaskan, jika ia masih sangat mempercayai Kyuhyun. Toh, untuk apa yang datang ketempat ini lagi, jika bukan karna ia percaya pada Kyu!
             “Kyuhyun-ah sebenarnya aku—” perkataan Hiu hwi sontak saja tercekat cepat saat dilihatnya seorang Dokter tampak memberikan hasil tes kemarin pada Changmin. Kyuhyun juga berdiri disana, sepertinya sorot mata namja itu tampak sama sekali tak sabar untuk menanti hasil itu.
             “Bagaimana hasilnya Dokter?” tanya Kyuhyun antusias. Changmin menatapnya dengan tenang, disodorkannya amplop coklat yang tadi berada ditangannya kearah Kyuhyun.
             “Bukalah,” perintah Changmin, membuat kedua lutut Kyuhyun seakan melemas. Dengan gerakan cepat, namja itu pun mengambil amplop coklat itu dan membuka rekatannya dengan sedikit paksa. Hanya ada mereka berempat disini; Kyuhyun, Hiu hwi, Changmin dan sang Dokter.
             “Sebenarnya hasil Tes-nya itu—”

BRAKKK!

             Kyuhyun sentak melepaskan amplop yang tadi berada ditangannya itu dengan sekali hentakan. Ia tak perlu membaca embel-embel kalimat yang berada disurat itu, cukup hanya membaca hasil melalui kata yang terpampang sangat jelas dikertas itu. Wajahnya memucat, Kyuhyun terlihat seperti mayat hidup sekarang. Tercetak jelas raut lelah melalui lingkaran hitam dikedua matanya itu.
             “Kyuhyun-ah, waeyo?” tanya Hiu hwi dengan degupan jantungnya yang berdetak cepat. Jujur, ia sangat amat takut sekarang! Ia sama sekali tak ingin mengetahui hasil itu. Sesungguhnya, ia belum siap sama sekali akan akibat apa yang akan ia terima nantinya.
             “Sebenarnya hasil Tes DNA Tuan Cho dan bayi perempuan itu memang ... POSTIF! Tuan Cho memang Ayah dari bayi perempuan itu dan ternyata—”

BRAKKK!

             Tubuh Hiu hwi limbung dan sentak terduduk dilantai Rumah sakit ini. Changmin yang masih memiliki tenaga yang lebih ini pun, dengan cepat menghampiri Hiu hwi dan menahan tubuh lemah gadis itu. Tangisnya pecah! Rasa sakit itu kini mulai menjalar kedalam relung jiwanya. Semua apa yang ia takuti selama ini ternyata menjadi nyata. Anak itu ... darah daging Cho Kyuhyun!
             “Hiu hwi-ya...,” Kyuhyun sentak berbalik dan ikut terduduk tepat dihadapan Kyuhyun.
             “Kau jahat Kyu! Kau jahat!”
             “Aniya ... aniya Hiu hwi. Percaya padaku,” Kyuhyun berusaha ingin memeluk tubuh Hiu hwi sekarang, tapi gadis itu tampak menggeleng seraya memohon untuk jangan melakukannya. Hiu hwi menangis begitu sesak! Kyuhyun benar-benar tak tahan melihatnya. Sungguh, ia bersumpah, ia sangat mencintai gadis ini.
             “Dan ini—” ucap sang Dokter seraya kembali menyodorkan sebuah kertas pada Kyuhyun. Namja itu menoleh dan mengambil kertas itu dengan tangan bergetar.
             “Saat semalam kalian semua pulang, Nyonya Kang ternyata diam-diam keluar dari Rumah sakit ini dan meninggalkan sepucuk surat itu,”
             “Mwo?”
             “Sepertinya, Beliau menyerahkan semua kertas hak asuh bayi itu kepada Nyonya Hiu hwi. Bayi itu berada diruang bayi Rumah sakit ini sekarang, kondisinya masih begitu rentan.” Jelas sang Dokter lagi, membuat semuanya terkejut bukan main. Kyuhyun dengan cepat membuka kertas itu dan membaca isinya.

             “MAAF!”

             Hanya kata itulah isinya. Hiu hwi dan Kyuhyun tampak masih begitu bingung dengan semua keadaan ini! Changmin menghela nafas panjang, ia tampak berdiri dan mengambil sebuah tablet dari dalam tasnya. Entah apa yang ia lakukan, yang jelas saat ini adalah ... namja jangkung itu kini tengah mencari saluran Telivisi yang tadi sempat diberikan Minho beberapa menit yang lalu.
             “Ini—lihatlah..., tadi Minho menyuruhku untuk membuka saluran TV miliknya. Kurasa akan ada sesuatu yang akan ia tayangkan sebentar lagi.” Changmin kembali berjongkok dan meletakkan Tablet-nya itu keatas sebuah kursi, berharap jika Kyuhyun dan Hiu hwi dapat melihat dengan jelas bersama. Semua tertegun, termasuk sang Dokter yang masih berdiri mematung ditempat ini. Sampai seketika—
             “Aku tak ingin berbasa-basi lagi untuk menjelaskan ini kepada kalian semua, terutama kepada Kyuhyun Oppa dan juga Hiu hwi Eonni. Eonni? Aku tak tau apakah dia setuju atau tidak aku memanggilnya seperti itu,” ucap seorang gadis dengan raut pucat dari dalam Tablet itu. Saluran fashion yang dimiliki Minho itu sepertinya terhenti sejenak karna penayangan ini. Sebuah penayangan yang akan ditonton semua orang.
             “Aku Rae In, Kang Rae In. Seorang gadis penghibur yang sangat jahat dan malang. Mungkin dimata semua orang, aku adalah wanita jalang yang patut mati dengan mengenaskan. Sebenarnya ...  semua cemoohan, semua cacian, dan bahkan semua pukulan keras telah aku terima sejak dulu. Tapi entah kenapa, disaat semua media memberitakanku, aku baru merasa benar-benar menjadi manusia hina. Aku memang tak memiliki keluarga lagi, sejak kecil aku sudah hidup sendiri. Yah, untunglah, setidaknya kedua orang tuaku sekarang tak harus menanggung malu karna ulahku ini,” Rae In tampak merunduk untuk menahan bongkahan air matanya itu.
             “Maaf ... maaf ... dan maaf. Sebenarnya, disini memang akulah yang salah. Bukan Kyuhyun Oppa! Aku sudah membuat masalah ini semakin rumit dan menjadi begitu menyakitkan. Aku tidak tau jika apa yang ku perbuat ini akan menjadi masalah besar. Aku hamil, aku memang melahirkan anak dari darah daging Kyuhyun Oppa. Tapi—tapi Kyuhyun Oppa juga memang sama sekali tidak berbohong. Dia memang tidak pernah melakukan apapun padaku, justru akulah yang melakukan sesuatu padanya. Pada waktu itu, aku benar-benar merasa cemburu karna kedekatan Kyuhyun Oppa pada istrinya. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih lagi pada waktu itu. Aku iri, aku sangat iri dengan segala perhatian dan perlakuan over Kyuhyun Oppa kepada Hiu hwi Eonni. Aku mabuk, aku mengambil kesempatan pertengkaran mereka berdua dengan membawa Kyuhyun Oppa kesebuah Hotel. Tapi jujur, kami memang tidak pernah melakukan apapun,” Rae In tampak menitikan air matanya dititik ini. Terasa panas, itu menandakan jika ia sudah terlalu banyak mengeluarkan air mata itu hari ini.
             “Yah, aku melakukan sesuatu agar aku dapat hamil dan merebut semua perhatian Kyuhyun Oppa untukku. Aku ... aku ... pikiranku sangat kacau ketika itu! Aku melakukan Inseminasi buatan kepada Kyuhyun Oppa agar aku dapat mengandung anaknya. Maaf..., tolong maafkan aku. Jujur, aku tidak menyangka semua apa yang kulakukan ini menyebabkan masalah yang sangat besar dan menyakiti banyak orang seperti ini. Aku melakukan apa saja agar Inseminasi buatan itu berhasil. Dan yah, aku memang berhasil. Berhasil membuat keadaan ini semakin rumit,” Rae In menggigit bibir bawahnya hingga hampir mengeluarkan bercak darah. Ini menyakitinya! Sangat!
             “Aku pikir, semuanya akan berjalan sesuai dengan rencanaku. Tapi ternyata? Kyuhyun Oppa tetap tak berpaling padaku, aku malah menyakiti hati seorang gadis yang benar-benar sangat baik padaku. Aku sudah menghancurkan pernikahannya dan bahkan sudah membuatnya bercerai dari suami yang sangat ia cintai. Aku pantas dia bunuh! Tolong maafkan aku Eonni, maafkan aku untuk sekali lagi,” Rae In tiba-tiba saja mengeluarkan airmatanya dengan kencang. Ia sudah tak tahan!
             “Tolong Hiu hwi Eonni, bantu aku. Aku tau kau pasti sangat membenciku, tapi tolong jangan membenci bayi itu. Aku sadar, aku bukanlah wanita yang baik untuk menjadi Ibu-nya. Aku yakin, jika kelak dia tumbuh dewasa, dia pasti malu telah lahir dari rahimku. Kau ... kau lebih pantas mengasuh dan mengajarinya tentang kehidupan ini. Aku tak punya siapa-siapa lagi, hidupku sudah hancur! Hanya kau satu-satunya orang yang kuanggap sebagai keluargaku. Pada saat kau menamparku pada waktu itu, aku sadar aku seolah memiliki seorang kakak perempuan yang tengah memperingatiku akan kesalahan yang telah kubuat. Kau membelaku dari orang-orang itu, aku merasa aku memiliki sandaran dikala aku terluka kelak. Hiu hwi Eonni, maukah kau berjanji satu hal padaku? Tolong jaga anakku seperti kau menjaga anakmu kelak. Aku kalah! Aku kalah darimu Eonni. Aku tak bisa menjadi seperti sosokmu, sedikitpun aku tidak bisa,” Rae In mulai tampak terlihat tenang sekarang. Dihapusnya cepat air mata yang mengalir deras dari kedua pipinya itu.
             “Kyuhyun Oppa ... hanya satu hal yang kuminta darimu. Jangan lepaskan Hiu hwi Eonni lagi. Maaf dan terima kasih. Pernah mengandung anak darimu, adalah sesuatu hal yang membanggakan dalam hidupku. Terima kasih selama ini telah mengajariku akan kasih sayang, membelaku dari cacian banyak orang tentang pekerjaanku, dan terima kasih atas semua senyum yang kau berikan untukku selama ini. Tolong jaga anak kita, sayangi dia tanpa harus mengingat siapa Ibunya. Aku tau kau sangat membenciku, itulah yang membuatku semakin terluka. Beribu maaf sekalipun pasti tak akan menghapus dosaku karna telah memanfaatkanmu. Aku hanya dapat berdoa, semoga kalian dapat berbahagia menjadi keluarga yang utuh. Ini impianku sekarang, aku ingin melihat anakku berada diantara kedua orang tua yang sangat baik dan pantas mengasuhnya seperti kalian,” Rae In mencoba untuk baik-baik saja dan tersenyum didepan kamera itu. Ada sebuah kelegaan yang luar biasa ketika ia mengatakan semua ini.
             “MAAF, sekali lagi aku meminta maaf. Aku akan pergi Eropa dan akan menetap disana selamanya. Aku tak akan kembali ke Korea lagi dan mungkin aku juga tak akan pernah mengusik kehidupan kalian lagi. Kumohon ... berbahagialah! Kesalah-pahaman ini akulah yang membuatnya, terima kasih atas pelajaran yang selama ini kalian berikan padaku. Itu sangat berharga, sungguh! Hummm..., aku sudah terlalu banyak bicara. Aku juga berterima kasih dengan Minho-shi, yang telah mau membantuku untuk menyiarkan ini kepada semua orang. Aku harap, setelah ini tidak ada yang menyalahkan Kyuhyun Oppa lagi. Dia sama sekali benar dan tak salah! Maaf, aku sudah mengotori waktu kalian dengan kehadiranku seperti ini. Terima kasih ... dan selamat tinggal.” Rae In sentak merunduk dari kursi rodanya sekarang. Ia menutup kedua matanya sampai perlahan-lahan kamera Tablet itu itu tampak berbayang dan menghapus lekukan tubuh Rae In disana.
             Hiu hwi melemas, ia merasakan semua ototnya bekerja dengan tidak sehat, begitupula Kyuhyun. Namja itu tampak meremas kuat kepalan tangannya dengan emosi yang dalam. Ini seperti sebuah lelucon untuknya! Lelucon yang sangat mengerikan!
             “Kyuhyun-ah...,” gumam Hiu hwi kembali menangis menatapi Kyuhyun yang seperti sangat tersiksa itu. Sungguh, baru kali ini ia melihat Kyuhyun begitu sangat amat rapuh.
             “Kyuhyun-ah...,” Hiu hwi hendak menggapai punggung Kyuhyun. Namja itu tersentak, mata keduanya telah memerah karna air mata.
             “Hwi-ya..., benarkan aku tidak melakukannya? Aku tidak melakukannya!” Ujar Kyuhyun seketika dengan raut wajah yang seolah begitu depresi. Hiu hwi mengangguk dan kembali menangis menatapi keadaan Kyuhyun.
             “Kau percaya padaku, aku tak mungkin melakukan itu. Aku tidak pernah menyentuhnya, aku—”
             “Sudahlah, Kyuhyun. Cukup!” Potong Hiu hwi cepat sembari menyambar punggung Kyu dan mendekapnya erat.
             “Aku percaya padamu, aku percaya padamu!”
             “Hwi-ya...,” balas Kyuhyun seraya menenggelamkan kepalanya dibahu gadis itu. Leburan rindu itu terbuyar, memberikan sebuah rasa nyaman yang amat sangat.
             “Akhirnya—akhirnya aku bisa membuktikan kepada Appa, Eomma, kau dan semua orang, jika aku memang tidak melakukannya. Aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain denganmu,” Kyuhyun kembali bersuara membuat Hiu hwi mengangguk-angguk untuk setidaknya menenangkan namja itu.
             “Dari kecil tak ada yang mempercayaiku, mereka selalu menganggapku anak yang egois yang selalu bertindak seenaknya tanpa sedikit pun merasakan penderitaan. Aku—”
             “Cukup Kyuhyun-ah! Mulai sekarang, aku adalah orang yang akan selalu mempercayaimu. Aku mempercayaimu!” Isak Hiu hwi seraya kembali mengeratkan dekapannya pada Kyuhyun.
             “Saranghae Cho Kyuhyun, jeongmal saranghae.” Kedua orang ini tampak saling memeluk erat dengan isak tangis mereka. Semua orang tengah memperhatikan kedua sejoli ini sekarang. Miris? Yah, memang sangat mengharukan. Hiu hwi sadar, jika ini memang bukanlah kesalahan Kyuhyun. Toh sebenarnya, namja inilah yang menjadi korban utama dari semua masalah ini. Sudah berulang kali Kyuhyun bersumpah dan mengatakan, jika ia tak pernah sama sekali melakukan sesuatu yang menjijikan itu dengan gadis yang belum ia nikahi. Ia rela dipukuli Sang Appa, menggoreskan kembali luka masa kecilnya yang begitu kelam, dan menyakiti diri sendiri dengan melepaskan Hiu hwi. Ia sendiri, tak ada yang mempercayai dan berhenti untuk memojokannya.
             Dan Hiu hwi? Ia rela merasakan segenap rasa sakit untuk tetap berdiri dan  mempercayai apa kata hatinya. Ia rela menurunkan semua harga diri dan rasa sakitnya demi semua keadaan yang menghimpitnya ini. Sesuatu yang mungkin jarang dilakukan oleh kebanyakan wanita. Dia belajar untuk sabar, dia sabar untuk ikhlas dengan apa yang menimpanya. Semua karna cinta ... cinta yang sulit untuk melepaskan dan melupakan.
             “Huhhh...,” Changmin menghela nafas panjang dengan senyuman lebarnya ketika menatapi kedua orang yang ia sayangi itu akhirnya kembali seperti awal. Tak ada yang tau, jika tadi ia juga menitikan air matanya. Namja jangkung itu ... dia memang benar-benar pria yang sangat pandai menyembunyikan air matanya lebih dari siapapun. Sakit dan bahagia ... sebenarnya ia sulit untuk menjelaskan bagaimana suasana hatinya saat ini. Tapi ia mengerti satu hal sekarang ... jika cinta yang tulus itu bukan hanya tentang bagaimana mencintai dan bahagianya memiliki, tapi juga tentang bagaimana melepaskan ... melepaskan orang yang dicintai untuk lebih mendapatkan kebahagian dengan orang lain.

             Disatu sisi, tampak kini Rae In tengah duduk disebuah bangku tunggu Bandara yang akan mengantarkannya pergi kesuatu tempat. Ada seorang namja lagi yang juga duduk disisi kanannya dengan perasaan berkecamuk. Entahlah, ekspresinya kali ini sulit untuk ditebak.
            “Gomawo Eunhyuk Oppa, jeongmal gomawo atas semua bantuanmu. Dari bantuan menutup mulut, membawaku kabur dari Rumah sakit, mengantarku kemana-kemana, menemaniku sampai akhir, dan bahkan menguatkanku ketika aku memisahkan hidupku dari bayi mungilku. Kau ... pria yang sangat baik.”
            “Aku tidak perlu dipuji. Kau harus membayar semua itu dengan kehidupan barumu sekarang, kau mengerti maksudku?”
            “Ara, aku pasti akan bahagia.”
            “Aku akan mengantarmu sampai ke Eropa,”
            “Hyuk Oppa...,”
            “Tidak ada penolakan! Kau pikir aku bisa melepaskanmu sendiri di Negara asing itu, huh? Kau habis melahirkan! Ingat itu!”
            “Hahaha, aku tau. Hummm..., sekali lagi gamsahamnida Hyuk Oppa.”
            “Tidak perlu. Huhhh..., kau tau? Ibuku sebenarnya bernasib sama denganmu.”
            “Nde?”
            “Aku berharap kelak, kau akan bahagia. Berjanji padaku, jangan pernah menyentuh alkohol apalagi mengulangi kebiasaan merokokmu itu.”
            “Ara, aku berjanji.” Balas Rae In seraya tersenyum manis. Sebuah senyuman tulus yang sejak dulu tak pernah ia perlihatkan. Eunhyuk mengusap puncak kepala Rae In, seakan memberi tau kepada gadis itu, jika ia tak pernah sendiri.

            Yah, seperti inilah hidup.Berakhir? Tidak! Masih banyak permulaan baru yang akan ditempuh selama raga ini memiliki Ruh. Semua manusia yang pernah hidup dan tumbuh, pasti pernah melakukan kesalahan. Entah kesalahan besar ataupun kecil. Tak ada manusia hina didunia ini! Semuanya memiliki kehidupan, semuanya memiliki jalan yang mereka pilih sendiri untuk melanjutkan hidup. Untuk itu, seharusnya tak ada manusia yang mengatakan diri mereka lebih tinggi dari diri orang lain.  Tuhan ada, dia tidak pernah tidur untuk melihat semua aktivitas diseluruh isi jagat raya ini. Penyesalan memang selalu datang terlambat, dan masa lalu adalah kenangan terbaiknya. Kepercayaan ... itu begitu penting didunia ini.



=THE END=




              “Hiu hwi-ya, sekarang apa yang ingin kau lakukan?” tanya Kyuhyun seraya memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang, menyesap tengkuk gadis itu sejenak.
             "Menjadi seorang Ibu untuk bayi yang sangat cantik itu.”
             “Apa kau juga tertarik untuk menjadi seorang istri dari pria sepertiku?”
             “Apa aku punya pilihan lain Tuan Cho?” Hiu hwi sentak berbalik dan mengalungkan kedua tangannya dileher Kyuhyun.
            “Hahaha. Yah, kau memang tak punya pilihan lain! Menikahlah lagi denganku, kau mau?”
            “Kau sedang melamarku?”
            “Tidak, aku sedang memaksamu.” Kyuhyun sentak mencium kilat bibir ranum milik Hiu hwi itu sekilas. Keduanya tampak saling bertatapan dengan senyuman.
           “Gomawo Hiu-ie, gomawo untuk semua kebahagiaan ini.”
           “Gomawo juga Kyunnie, gomawo untuk semua cintamu padaku.” Balas Hiu hwi seraya memejamkan matanya saat Kyuhyun sudah merambat untuk mencium bibirnya dengan dalam. Terlihat jelas, jika kedua daun bibir Kyuhyun menghisap lembut bibir bawah Hiu hwi dengan ritme teratur. Tak tanggung-tanggung, Kyuhyun menjauhkan sedikit wajahnya dan kembali memiring untuk membiarkan Hiu hwi bertautan dengan lidahnya sekarang. Saliva mereka telah tertukar seperti biasa, menandakan jika ciuman ini cukup mempunyai sensasi tinggi.
               Angin melayang singkat menerpa keduanya dari atas rumah mewah ini. Kyuhyun sentak mengangkat tubuh Hiu hwi, membuat gadis itu melingkarkan cepat kedua kakinya dipinggang Kyuhyun. Kyuhyun tersenyum singkat disela kecupannya, menatapi jika kepala Hiu hwi lebih tinggi darinya sekarang. Dengan begini, ia bisa lebih leluasa bermain dengan gadis ini.
              “Pabbo!” Bisik Kyuhyun yang kontan saja memeluk Hiu hwi, hingga kedua pipi mereka bersentuhan dengan berlawanan arah. Bahagia, keduanya tampak sangat bahagia sekarang.



===



              Kebahagiaan itu memang tidak pernah terlihat! Dia sangat sederhana, karena kebahagiaan bukan datang dari hal besar, mewah dan mahal... Melainkan dari hal kecil, sederhana tetapi mampu membuat seulas senyuman ketulusan. Hidup itu bukan antara perbedaanmu dengan orang lain, bukan antara mengejar untuk memiliki, bukan tentang permusuhan yang berawal dari dengki, tapi hidup itu adalah ... perjuangan! Perjuangan besar yang kau nikmati. Begitu beharganya seseorang, ketika ia menyadari, jika ada orang lain mempercayainya. Karna cinta adalah kebahagiaan, karna cinta adalah kesakitan, dan karna cinta adalah kehidupan. ^___^

SEE YOU and THANK YOU! Terima kasih banyak yg udah membaca FF ini dari awal sampai akhir! J

2 komentar:

  1. Ini gejolak terbesar yang gw rasa selama membaca karya fiksi. Gak ketulungan banget kesedihannya. Idenya jga gak pasaran, gue ngikutin dari awal dan bahkan udah berulang kali baca tapi feelnya masih sama. Maaf ya thor baru comment. Semangat berkarya kedepannya

    BalasHapus
  2. aduh ck! benar2 tdk terduga!huh!
    pdh udh berharap itu anak org lain!!

    ok fix bravo
    saran buat admin ff disini tu pada bagus semua syg loh klw ngk ada yg bc mungkin blognya bisa di ubah lebih menarik seperti ff yg lain dari segi penampilanya, menu dll. dan mungkin salah satu karya di sini bisa dikirimkan di beberapa blog ff function yg terkenal spy bxk masukan,
    ok tapi terserah itu hanya saran dari gw sukses bwt loe

    BalasHapus