Rabu, 01 Oktober 2014

_“BAD BOY!”_ Part 13 [Kyu-Hwi School]

_“BAD BOY!”_ Part 13 [Kyu-Hwi School]


Tittle                  : “BAD BOY!”
Cast                    : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating                : PG-17 / Straight
Genre                : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!


               “Jika kau menangis lagi, jangan salahkan aku jika kelak terjadi sesuatu padamu!” Ancam Kyu membuat Hiu Hwi sentak menahan laju air matanya. Gadis itu tersenyum dengan mata yang berbinar ke arah Kyu. Benar, betapa ia sangat mencintai pria dihadapannya ini.
               “Kau ini….” Kyuhyun menghentakkan kepalanya pada dahi Hiu hwi dengan cukup keras. Tentu saja, itu membuat Hiu Hwi berteriak dengan ringisannya seketika.
               “Apa kami mengganggu Tuan Cho?” tanya seseorang tiba-tiba, membuat sontak saja Kyuhyun dan Hiu Hwi beranjak untuk mengubah posisi mereka sekarang.  Ini memalukan! Tampak terlihat jelas goresan merah tercetak dikedua pipi Hiu Hwi sekarang. Satu hal yang kedua insan anak manusia ini lupakan … yah, mereka tengah berada di Rumah sakit!



This Story Original From @Jjea_



***



"Semua orang bisa katakan cinta, karena mudah diucapkan.
Daripada percaya apa yang kamu dengar, lebih baik percaya apa yang kamu rasa...."



_“BAD BOY!”_ Part 13






              Suara gemuruh kicauan burung-burung terdengar merdu pagi ini, seolah mendendangkan adanya hari baru yang akan terukir tak pasti. Angin pun berderik dingin, melayangkan semerbak ketenangan yang hinggap ke dasar-dasar surgawi, lalu tersenyum dengan lirih. Inilah dunia … ia mempunyai banyak sekali keindahan dan kemisterian yang begitu sempurna untuk dikagumi.



               * When it all began ... This Begin! *


              “Yeay…!” Terdengar sorakan kegembiraan seketika di lapangan utama Sekolah favorite di Seoul ini. Nampak beberapa Siswa dan Siswi dengan seragam yang berbeda-beda berjejer rapi dalam sebuah barisan yang diurutkan dengan nama Sekolah mereka masing-masing. Semuanya akan berakhir … Turnament Olahraga di Korea Selatan antar Sekolah ini sebentar lagi akan berada dipenghujung penutupan akhir.
              Kembali, tempat ini dipenuhi dengan riuhnya tepuk tangan, tatkala trophy kemenangan itu disematkan kepada masing-masing pemenang. Semua tawa, senyum kebahagiaan, dan rasa persahabatan itu benar-benar terpancar jelas dikilauan mata remaja-remaja ini. Walaupun di antaranya belum saling mengenal dengan baik. Namun yang jelas, mereka sudah berjuang dalam waktu 3 bulan ini bersama-sama. Sesuatu hal yang mungkin tak akan pernah mereka lupakan di tahun-tahun mendatang. Dunia remaja memang indah, terutama masa dimana seseorang berada dalam lingkungan Sekolah yang kadang terkesan biasa.
              “Huhhh…,” terdengar helaan nafas berat dari gadis berambut pirang ini seraya merundukkan kepalanya dalam. Disaat yang lain nampak tersenyum dan tertawa-tawa senang, ia malah menunjukan ekspresi sebaliknya. Kim Yura, itulah nama gadis itu.
              “Kau kenapa Yura-shi?” tanya Hiu Hwi dengan nada yang setengah berbisik. Sudah semenjak tadi ia mendengar Yura menghela nafas panjang seperti itu, seolah ia tengah memikirkan sesuatu hal yang berat.
              “Kau senang Turnament olahraga ini berakhir Hwi-ya?”
              “Eh?”
              “Aku tidak senang,” Yura mengerucutkan bibirnya lemas. Ia tak pernah menyangka, jika waktu 3 bulan itu ternyata benar-benar sangat cepat.
              “Jika semua ini memang berakhir, itu berarti … kita semua akan berpisah. Padahal, baru saja aku dipertemukan denganmu, tapi aku sudah harus kehilangan secepat ini,” ucap Yura menitikan air matanya seketika, membuat Hiu Hwi sontak terkejut. Tak hanya Hiu Hwi yang sepertinya menoleh, tetapi juga Kyuhyun, Khazuma, dan Yesung.
              “Jujur saja, selama ini aku memang memiliki banyak sekali teman di Sekolah ini, tapi mereka hanya sebatas teman. Aku tak pernah memiliki sahabat seperti aku memilikimu. Sebentar lagi kau akan kembali ke Annyang, aku pasti akan merasa kesepian,” Yura semakin nampak tersedu seraya mengatakan itu. Hiu Hwi diam, tak ia pungkiri jika hatinya ikut bergetar mendengar penuturan Yura kali ini. Jujur saja, baru kali ini jugalah Hiu Hwi memiliki teman perempuan yang ingin tulus bersahabat dengannya, dan bisa dikatakan … jika Yura adalah sahabat  pertamanya.
              “Tak disadari, sudah banyak hal yang kita lewati bersama disini. Dari menangis dan bahkan tertawa tak jelas. Jujur saja, semenjak aku mengenalmu Hiu Hwi, aku belajar banyak hal. Tentang persahabatan, tentang pentingnya keikhlasan, dan tentang apa itu mencintai. Aku juga bela….”
              “Yura-shi…, seharusnya aku yang mengucapkan itu. Aku benar-benar sangat ingin berterima kasih padamu selama ini,” potong Hiu Hwi cepat seraya sentak memeluk tubuh Yura dengan erat. Banyak pasang mata yang perlahan-lahan berbalik dan mulai menatapi tempat kedua gadis cantik ini berdiri.
              “Terima kasih telah menerimaku disini dengan baik, dan terima kasih telah menganggapku temanmu Yura-shi. Meskipun Turnament ini sudah berakhir sekarang, tapi itu bukan berarti pertemanan kita juga akan berakhir. Aku pikir, Annyang dan Seoul tak terlalu jauh. Jadi, kita tetap akan dapat saling bertemu dilain waktu.”
              “Benarkah?” Yura menatap Hiu Hwi dengan raut sedikit tak percaya. Yah, mengingat selama ini Hiu Hwi tak pernah berbicara dengan penuh makna seperti itu padanya.
              “Nde, tentu saja!”
              “Aaaahh…, Hiu Hwi-ya hahaha, aku benar-benar senang kau mengatakan itu!” Balas Yura seraya memeluk tubuh Hiu Hwi kembali dengan senyuman. Semua orang nampak ikut bahagia menatapi kedua gadis ini. Setidaknya, mereka adalah satu diantara contoh persahabatan yang memang terjalin berkat Turnament ini.
              “Kyuhyun Hyung, jangan karna pertandingan ini berakhir dan kalian akan kembali ke Annyang, kau dapat dengan bebas bersama dengan Hiu Hwi Noona. Kau lihat saja, aku tak akan tinggal diam.” Bisik Khazuma sembari melipat kedua tangannya di depan dada.
             “Hey bocah, memangnya apa yang akan kau lakukan, heng? Keluar dari Sekolah milik kelurgamu sendiri, lalu pindah ke Annyang begitu? Hahaha….”
             “Yak! Hyung, kau benar-benar tidak tau berterima kasih. Apa Hyung tak ingat, jika kau masih berhutang nyawa padaku? Huhhh!”
             “Memang pada waktu itu, aku memintamu untuk menolong dan menggendongku?”
             “Tapi, kau juga sudah menciumku sembarangan. Ash…, kau tau itu menjijikan Hyung? Bahkan sampai sekarang, aku benar-benar merasa ternodai!”
             “Lalu bagaimana? Kau mau aku bertanggung jawab? Kau ingin aku menciummu lagi agar kali ini kau merasa tak ternodai, heng?”
             “Mw … mmmwo?” tampak Khazuma mulai merinding lagi mendengar penuturan Kyuhyun kali ini. Baiklah, sekarang ia menyadari betapa Bad Boy-nya pria bermarga Cho ini!
             “Hyung…, kau memang pria yang sangat berbahaya!” Umpat Khazuma seraya sedikit menjauh dari Kyuhyun sekarang. Kedua namja ini tak menyadari, jika semenjak tadi Yesung nampak menatapi mereka dengan tatapan melongo. Ciuman? Ternodai? Tanggung jawab? Baiklah, otak Yesung sepertinya mulai menyimpang tak jelas.
             “Hubungan kalian sedikit mengerikan. Tak kusangka, kalian sudah sampai tahap sedekat itu. Aku kira selama ini, kalian memperebutkan Hiu Hwi, tapi ternyata….” Kalimat timpalan Yesung kali ini sentak saja terhenti cepat, saat ia menyadari kedua mata Kyuhyun mulai melotot ke arahnya.
             “Kau ingin kucium juga Yesung-shi?” Kyuhyun menyeringai dengan senyum miring khasnya itu, membuat sungguh Yesung sontak bergidik dengan gelengan kepalanya cepat. Kyuhyun tersenyum! Sebuah senyuman yang dulu jarang sekali ia perlihatkan pada orang lain.



***



At Bijindo Island_ South Korea




             Selain Pulau Jeju yang sudah sangat tersohor di dunia, Korea Selatan ternyata juga mempunyai Pulai Bijindo yang tak kalah cantik dengan Jeju. Sebuah Pulau yang mempunyai hamparan pantai berpasir putih dengan banyak pulau-pulau kecil disekelilingnya. Pulau ini berbentuk seperti barbel dengan garis pasir putih berada didua ujung pulau. Arti nama dari Pulau Bijindo sendiri adalah pulau yang indah. Tak ayal, jika tempat ini adalah pilihan yang tepat sebagai hadiah berlibur bagi para Siswa-siswi yang ikut dalam Turnament kemarin sebelum akhirnya mereka benar-benar kembali ke tempat asalnya masing-masing.
             “Wah…, disini benar-benar sangat nyaman sekali!” Pekik beberapa orang seraya sentak berlarian menuju ke arah pantai yang ada. Termasuk Yura dan Hiu Hwi! Kedua gadis itu nampak bergandengan tangan seraya melompat-lompat tak karuan. Yah, kecuali Yesung! Sudah semenjak tadi ia menekuk wajahnya tak suka saat menyadari Yura memakai pakaian yang cukup terbuka seperti itu. Mereka memang berada di pantai, tapi bukankah mereka tak harus memakai pakaian yang banyak memperlihatkan kaki, tangan atau organ lainnya?
             “Yak! Ikut aku….” Yesung yang tak bisa lagi berkompromi dengan hatinya, kini sentak saja menarik Yura menjauh dari yang lain. Gadis itu mengernyit, seakan benar-benar tak suka jika kegembiraannya kini terusik dengan hal yang tak jelas.
             “Kita mau kemana Dukun sinting? Lepaskan aku….”
             “Tidak bisa!”
             “Mwo? Yak! Hiu Hwi-ya … Hiu Hwi!” Pekik Yura meminta pertolongan. Namun sayang, yang dipanggil hanya dapat tersenyum seraya melambai-lambai dengan senang. Hiu Hwi memang tau, jika Yesung menyukai Yura. Toh, bukankah ketika sedang berada ditempat seperti ini, akan terasa lebih menyenangkan lagi jika menghabiskannya dengan seseorang yang terkasih?
             “Sayangnya … itu tidak mungkin untukku!” Hiu Hwi berujar pelan seraya menatap Kyuhyun yang nampak tengah bersama para gadis-gadis bikini itu. Ia sadar Kyuhyun adalah pria, dia tampan, dan cukup terkenal. Itu bahkan sudah cukup membuatnya menjadi sangat spesial dimata semua kaum hawa. Yah, pria mana yang tak suka dikelilingi gadis-gadis sexi seperti itu. Sedangkan dirinya? Owh…, Hiu Hwi bahkan masih sangat malu untuk menampilkan lekukan tubuhnya pada siapapun. Lihat saja, bahkan sekarang ia mengenakan kaos putih yang tak ada menarik-menariknya sama sekali.
             “Terlalu jauh jika hanya ingin bermain balon besar di pantai seindah ini. Dasar bodoh!” Ucap seseorang seketika, membuat sentak saja Hiu Hwi terlonjak kaget.
             “Eoh?” kedua mata bulat gadis itu sedikit terbelalak tak percaya. Apa ia tak salah lihat sekarang? Cho Kyuhyun? Pria ini menyapanya lebih dulu?
             “Huhh…, benar-benar pemandangan yang sangat indah.” Kyuhyun kembali berucap dengan senyuman aneh seraya melambai-lambai ke arah gadis-gadis yang kini juga tengah tertawa-tawa ke arahnya. Sungguh, pria ini seakan tak sadar akan keberadaan Hiu hwi sekarang.
             “Apanya yang indah jika hanya melihat lekukan bodoh tubuh-tubuh gadis itu.” Kesal Hiu Hwi seketika, membuat kepala Kyuhyun bergerak ke arahnya.
             “Lekukan bodoh? Cah, kau tak sadar penampilan siapa yang bodoh sekarang?” Kyuhyun nampak melirik Hiu Hwi dari atas sampai bawah sejenak, seakan ingin mengucapkan sesuatu.
             “Aku … aku … aku hanya tak ingin….”
             “Kau malu? Baguslah, setidaknya aku tak perlu susah-susah untuk menyeretmu seperti apa yang dilakukan Dukun itu,”
             “Huh?”
             “Atau jika sampai memang itu terjadi, aku tak akan menjamin tubuhmu akan baik-baik saja setelahnya di tanganku.”
             “A … apa maksudmu?”
             “Idiot! Kau sangat jelek….” Kyuhyun nampak menjitak kepala Hiu Hwi dengan cukup keras, membuat gadis itu meringis. Memang terlalu sulit untuk mencerna apa yang dimaksud Kyuhyun, saat perasaan Hiu Hwi berkecamuk tak menentu seperti sekarang. Pria itu nampak berbalik, kembali ke tempat kursi panjangnya untuk terlentang tidur.
             “Yak! Aku tidak jelek…! Kau pikir … kau pikir aku tidak mempunyai tubuh yang sexi seperti mereka huh? Malah dapat aku pastikan, jika lekukan tubuhku jauh lebih sexi dari gadis-gadis menyebalkan itu!” Pekik Hiu Hwi yang sama sekali tak dihiraukan oleh Kyuhyun. Pria itu lebih memilih untuk tertidur dan menutup kedua matanya dengan punggung tangan.
             “Baiklah … baik, jika kau memang tidak percaya Cho Kyuhyun. Aku akan menunjukan seberapa menakjubkannya tubuhku ini!” Ujar Hiu Hwi dengan gemuruh perasaannya yang menggebu. Gadis itu kembali menghadap air pantai, melirik kesal tawa gadis-gadis yang tadi mendapat lambaian tangan dari seorang Cho Kyuhyun.
             “Tapi … tapi aku malu. Ash…! Tidak … tidak, aku ingin Kyuhyun Oppa menyesal telah mengatakan jika aku jelak.” Ujar Hiu Hwi seraya memegangi ujung baju kaosnya untuk ia angkat sampai ke atas, tepatnya sampai benar-benar terbuka. Dengan perasaan ragu, gadis itupun sontak saja membukanya dengan tundukan kepala, tanpa memperdulikan sekelilingnya. Baru setengah jalan ia angkat, tapi itu sudah jelas menunjukan betapa putih dan mulusnya perut rampingnya itu.
             “Cah, jadi dia gadis itu? Cantik juga—dan—err—so sexi!” Ucap seorang pria berumur 30an seraya menghisap batangan rokoknya tak jauh dari tempat Kyuhyun terlentang sekarang. Sebenarnya, lelapan Kyuhyun itu tak akan terganggu, jika saja pria-pria itu tak menyebut nama seseorang yang ia kenal.
             “Lee Hiu Hwi … itulah nama gadis itu. Aku pikir, semua ini kelak pasti akan sangat menyenangkan. Tak terlalu buruk, dia juga sepertinya gadis yang sangat berbeda.” Kyuhyun yang mendengar itupun sontak saja membuka matanya kembali, lalu bangun dengan rahang yang telah mengeras. Tidak! Ia sangat tak suka sekali, jika ada orang lain yang mengagumi dan berbicara seperti itu tentang Hiu Hwi. Dan ini aneh! Entah darimana para pria-pria itu mengetahui Hiu Hwi. Bukankah mereka baru pertama kali kemari?
             Kepala Kyuhyun sontak saja mendongak, melirik seorang gadis yang dengan bodohnya hendak membuka kaos yang ia kenakan sekarang di pinggiran pantai itu. Darah kesal Kyu mulai menaik, picingan matanya pun nampak memancarkan kilauan berbeda.
             “Idiot!” Dengan langkah cepat, Kyuhyun pun menghampiri keberadaan Hiu Hwi sekarang, mencengkram kuat pergelangan tangan gadis itu untuk ia tarik ke tempat lain. Hiu Hwi sontak terlonjak, hampir saja ia jantungan atas perlakuan tiba-tiba dari Kyuhyun ini.
             “Eoh? Kyuhyun Oppa … aw…,” ringis Hiu Hwi tatkala ia merasakan tangan Kyu nampak sedikit menekan urat nadinya. Apa pria ini kerasukan?
             “Yak! Waeyo? Kau mau mengajakku kemana? Yak…!” Hiu Hwi mulai setengah berteriak. Ia sadar, jika sekarang banyak sekali pasang mata anak manusia yang tengah menoleh dan menatapi mereka dengan aneh. Hiu Hwi sebenarnya sedikit senang atas cengkraman Kyuhyun padanya seperti sekarang ini, tapi bukankah tak perlu terlalu kuat? Hal seperti ini malah terlihat seperti sebuah … pemaksaan!

BLAM!

             Bunyi dentuman pintu tertutup itupun terdengar kencang, membuat kedua bahu Hiu Hwi sentak bergerak seakan tersengat. Jujur saja, ia mulai bingung mengapa Kyuhyun malah mengajaknya untuk masuk ke dalam sebuah kamar peristirahatan mereka disini. Bukankah itu melanggar peraturan? Pria ini memang benar-benar nekat.
             “Mmm … mmmwo?” tanya Hiu Hwi gelagapan tatkala kini ia sadar, jika semenjak tadi picingan tajam mata namja itu tak pernah lepas mengamatinya dengan ekspresi mengerikan.
             “Uu … untuk apa kau mengajakku kemari? Bagaimana jika nanti ada yang melihat dan salah paham? Huhh…, aku sedang tak ingin membuat masalah,” ucap Hiu Hwi yang tengah terduduk di atas sebuah ranjang yang lumayan cukup besar itu. Sebenarnya, ia sadar jika jantungnya kini tengah berdegup kencang tak karuan. Namun tidak, ia harus sedikit bersikap rileks di depan pria ini.
             Kyuhyun hanya diam tanpa berniat melepaskan pandangannya sedikitpun dari Hiu Hwi. Gadis itu mulai merasa tak enak, benar-benar salah tingkah dibuatnya.
             “Se … sebenarnya ada apa? Apa … apa kau butuh sesuatu?” nada suara Hiu Hwi kali ini semakin melembut. Gadis itu mendongak, mulai berani membalas tatapan Kyuhyun kali ini. Yah, sekalipun raut wajah gadis itu nampak semakin tak jelas sekarang. Kyuhyun kembali tak menjawab, membuat Hiu Hwi bingung setengah mati.
             “Mungkin ada baiknya, jika kita berbica….”
             “Buka bajumu!” Potong Kyuhyun cepat yang sontak saja membuat wajah Hiu hwi memucat seketika.
             “Eoh?”
             “Ayo bukalah…, bukankah tadi kau ingin membukanya, heng?”
             “Aku … sebenarnya tadi aku hanya….”
             “Apa kau benar-benar ingin membuatku frustasi, huh? Tadi apa yang kau lakukan? Kau ingin membuka kaosmu ini lalu menunjukan lekukan tubuhmu itu secara bebas pada namja lain? Kau ingin membuat telingaku panas mendengar semua omongan orang lain tentang betapa indah tubuhmu itu, huh?” hentak Kyuhyun dengan raut yang benar-benar sangat kesal. Hiu Hwi mengerjap-ngerjap tak percaya di buatnya.
             “Tadi … itupun juga kesalahanmu Cho Kyuhyun. Kau mengatakan jika aku jelek, dan aku hanya ingin membuktikan kalau aku juga memiliki tubuh yang indah seperti gadis-gadis bikini itu.”
             “Lalu, kau pikir apa itu penting? Kau pikir dengan kau melakukan itu, aku akan bertepuk tangan dan menyukainya?”
             “Aku tau sekalipun aku melakukan itu, kau tetap tidak akan menyukaiku. Tapi, aku hanya … hanya ingin sekali saja kau melihatku sebagai seorang yeoja, seperti gadis-gadis lain itu.”
             “Bodoh!” Umpat Kyuhyun seraya mendorong tubuh Hiu Hwi hingga terdorong ke arah belakang, membuat kini gadis itu nampak tertidur dalam perangkap Kyu yang berada di atasnya.
             “Ky … Kyuhy….”
             “Kau memang jelek, idiot, menyebalkan, dan tak ada menarik-menariknya sama sekali! Aku bingung kau masih dapat hidup dengan tingkah dan pikiran kekanak-kanakanmu itu.”
             “Mwo? Yak! Cho Kyuhyun…, kau tak berhak berkata seperti itu padaku! Aku memang jelek, lalu kenapa kau masih perduli tentang itu?”
             “Kau juga sangat keras kepala!”
             “Huh? Kenapa kau membentakku!”
             “Karna kau bodoh!” Bentak Kyuhyun lagi. Namun kali ini, kedua tangan pria itu nampak berada di dua pergelangan tangan Hiu Hwi. Tubuhnya semakin turun ke bawah, yang otomatis membuat tubuh keduanya juga semakin rapat. Hiu Hwi gugup! Keadaan seperti ini benar-benar sangat berbahaya bagi kondisi jantungnya yang terus menerus berdetak dengan cepat. Baiklah, untuk kali ini Hiu Hwi akan lebih memilih diam. Sorot mata Kyu sekarang itu benar-benar sudah mematikan semua syaraf dan organ tubuhnya.
             “Aku sangat tidak suka, apa yang kumiliki dapat dimiliki orang lain. Aku sangat tidak suka, apa yang menjadi sesuatu untukku dapat menjadi sesuatu juga untuk orang lain. Aku juga sangat tidak suka, apa yang seharusnya hanya milikku, dapat dilihat oleh orang lain. Dan aku sangat tidak suka, sesuatu berharga untukku … berubah menjadi orang lain,” ujar Kyuhyun tanpa berkedip sedetikpun. Hiu Hwi terpaku seraya mencerna kata per kata yang Kyuhyun katakan padanya ini.
             “Untuk itu, jangan pernah sekali lagi kau melakukan itu. Aku sangat tidak menyukainya! Hatimu, tubuhmu … hanyalah milikku,” lanjut Kyuhyun dengan kedua mata mereka yang beradu pandang dalam jarak dekat. Hiu Hwi mulai sadar akan pembicaraan Kyuhyun kali ini. Entahlah, rasanya ada bunga-bunga bermekaran indah di dalam, yang membuat hati terasa sangat bahagia saat ini.
             “Kyuhyun Oppa, apa boleh aku bertanya satu hal padamu? Hummm…, apa kau … kau menyukaiku?”
             “HUH?”
             “Ya, hanya saja aku merasa ucapanmu tadi itu seolah mengi….”
             “Apa yang kau pikirkan?” Kyuhyun sentak menjitak dahi Hiu Hwi dengan cukup keras.
             “Ash…, sudahlah! Kau benar-benar gadis jelek!” Lanjut Kyuhyun seraya bangun dari posisinya ini, lalu berdiri memunggungi Hiu Hwi.
             “Aku tidak mau tau, yang jelas kau tidak boleh lagi berbuat seperti itu. Ah…, kalau perlu kau tidak boleh memakai pakaian ketat atau yang dapat memperlihatkan kaki, tangan, dan wajahmu.”
             “Eoh? Yak! Itu sangat berlebihan. Pakaian yang menutupi semua tubuhku? Cah, Itu….”
             “Pokoknya tidak boleh yang terbuka-buka!” Sela Kyu dengan rajukan nada tingginya itu. Hiu Hwi semakin terpaku, sedikit aneh dengan tingkah namja ini sekarang.
             “Kenapa kau selalu marah-marah padaku, Cho Kyuhyun?”
             “Siapa yang marah? Ash…, terserah padamu saja!” Kyuhyun nampak melangkahkan kakinya keluar dari kamar penginapan ini. Hiu Hwi ikut bangun dari tempatnya, berniat untuk mengejar Kyuhyun dan mencecar namja itu dengan pertanyaan yang masih membuatnya bingung.
             “Kyuhyun Oppa….”
             “Jangan mengikutiku!”
             “Tapi…,” perkataan Hiu Hwi sontak tercekat, saat kini ia melihat namja itu nampak berlarian menuju para gadis-gadis bikini itu lagi. Selama ini, Kyuhyun memang jarang terlihat bersama-sama dengan teman sesama pria Sekolah mereka. Mungkin bisa dikatakan, jika pria itu lebih banyak memiliki teman wanita. Tidak, mungkin bukan hanya teman wanita, tetapi juga teman kencan.
             “Dia itu benar-benar rumit sekali.” Hiu Hwi menghela nafas seraya berbalik untuk pergi mengelilingi tempat indah ini seorang diri. Terkadang, ia memang merasa membutuhkan hawa ketenangan sejenak. Rasanya … sangat nyaman! Pulau Bijindo memang tempat yang tepat untuk menjernihkan pikiran. Selain suasana disini yang terasa sangat asri tanpa polusi, Pulau Bijindo juga memiliki makanan lokal yang khas bernama Dwenjang Jigae, atau biasa disebut seafood rebus kedelai yang sangat nikmat. Hanya terdapat satu tempat makanan di Pulau Bijindo ini, yaitu restoran Bijin Sikdang. Dan Yah, tak ada yang paling menyenangkan disini saat dapat menunggu dan melihat matahari terbenam bersama-sama dengan jelas.
             “Ayo makan, ini enak sekali Kim Jong Woon!”
             “Aku tidak mau!”
             “Atau kau mau pesan daging kura-kura saja, eoh?”
             “Yak! Kim Yura…!”
             “Hahahaha….” Langkah kaki Hiu Hwi sentak tercekat seketika, tatkala ia mendengar suara Yura berada di tempat ini. Hiu Hwi menggerakkan kepalanya untuk sedikit mengintip ke arah dalam Restoran ini. Yang benar saja, tampak kedua insan anak manusia itu tampak sedang menikmati acara makan sore mereka bersama. Sedikit lucu, mengingat hubungan keduanya yang tak pernah akur, tapi selalu dapat terlihat bersama.
             Nampak sangat jelas, jika Yura dan Yesung itu begitu serasi. Bahkan, Hiu Hwi sendiri berani mengatakan, jika keduanya mirip. Yah, sama-sama memiliki sifat yang tak jelas dan aneh.
             “Huhhh…, aku tak ingin mengganggu mereka,” Hiu Hwi yang masih tampak tersenyum itupun kembali berbalik, berniat berjalan menyusuri tempat ini seorang diri. Pikirannya tak jauh-jauh berkutat pada Kyuhyun, hidupnya pribadi, dan—yah—Kim Heechul. Entah mengapa, tiba-tiba saja Hiu Hwi sentak mengingat pria itu. Terkesan sedikit aneh terasa memang, saat beberapa hari ini hidupnya seakan tak diawasi oleh Heechul. Namja itu ternyata benar-benar menepati janji, ia pergi dan bahkan sudah lebih dulu kembali ke Annyang sekarang.
             “Apa aku menelponnya saja, lalu minta maaf?” Hiu Hwi terlihat ragu menatapi satu per satu nomor yang terdapat dilayar ponsel mungilnya itu. Jujur saja, ia memang sedikit merasa bersalah pada Heechul semenjak kejadian waktu itu.
             “Ya, aku harus minta maaf. Setidaknya, selama ini Ahjusshi menyebalkan itulah yang menemaniku pergi kemanapun. Lagipula itu tid…,”

BRUUKKK!

             “Aw…,” rerdengar Hiu Hwi meringis saat ia tanpa sengaja terjatuh akibat sebuah akar pohon besar. Gadis itu menghela, meratapi betapa cerobohnya ia sampai tak melihat jalan lagi. Bahkan, ia menjatuhkan ponsel mungilnya itu sebelum sempat menekan tombol memanggil kepada Heechul.
             “Appo…,” rengek Hiu Hwi pada dirinya sendiri. Nampak goresan luka yang cukup lebar terdapat di area lutut kanannya. Berdarah … Hiu Hwi benar-benar ingin menangis melihat itu sekarang.
             “Kau tidak apa-apa, Nona?” Hiu Hwi sentak mendongak saat ia melihat beberapa pria bertubuh kekar itu berdiri tepat di hadapannya. Jika dihitung, pria itu berjumlah 3 orang.
             “Eoh, aku tidak apa-apa Ahjusshi.” Balas Hiu Hwi seraya berusaha berdiri dengan sedikit pincang.
             “Ini ponsel-mu Nona. Sepertinya tadi ia terhempas cukup keras, sampai mati total seperti ini.”
             “Mwo? Mati?” Hiu Hwi mengambil ponselnya yang memang sudah terlihat sedikit retak itu dengan cepat. Yang benar saja, tak ada lampu apapun lagi yang menyala.
             “Ash…, lalu aku harus bagaimana?” Hiu Hwi merunduk dengan raut tak menentu. Gadis itu bahkan tak sadar, senyuman aneh yang nampak di wajah pria-pria itu ketika menatapnya.
             “Hummm…, Nona bagaimana jika kami saja mengantar Nona kembali?”
             “Ah, tidak perlu Ahjusshi, terima kasih. Aku bisa … aw….” Hiu Hwi kembali meringis saat ia berusaha untuk menggerakkan kedua kakinya itu. Perih!
             “Biar kami saja yang mengantar, Nona. Tidak apa-apa, jangan kuatir.”
             “Tidak usah. Aku tidak ingin merepotkan. Lagipula, penginapanku dengan teman-temanku berada di dekat sini.”
             “Sama sekali tidak merepotkan. Ada baiknya juga, Nona diperiksa di rumah pengobatan di dekat ujung hutan itu.”
             “Rumah pengobatan?” tanya Hiu Hwi mengernyit. Ia sedikit tak percaya, jika disini ada tempat yang seperti itu juga.
             “Ya, Pulau ini memang memiliki rumah pengobatan yang siap siaga kapanpun itu Nona. Jika Nona mau, kami dapat mengantar.”
             “Oh…, tidak perlu Ahjusshi. Ini hanya luka biasa, aku akan mengobatinya sendiri.”
             “Tapi Nona…,” Hiu Hwi sentak sedikit mulai merasa takut saat satu dari 3 pria itu menyentuh lengannya untuk bermaksud menyegat langkahnya. Entahlah, pria-pria ini sepertinya sangat aneh, seolah terlihat memaksa.
             “Maksud kami, kaki Nona itu tampak terluka cukup lebar. Kami hanya kasihan, jika harus melihat Nona terpincang-pincang untuk berjalan.”
             “Aku sangat berterima kasih atas perhatian kalian padaku ini Ahjusshi, tapi aku benar-benar tidak apa-apa. Uhmm…, aku permisi dulu.” Bungkuk Hiu Hwi dengan sopan, lalu berbalik untuk berjalan ke arah penginapan kembali. Entahlah, Hiu Hwi merasa jika raut pria-pria itu nampak berbeda ketika mendengar penolakannya kali ini. Dengan langkah yang ia usahakan cepat, gadis itupun tak berniat lagi untuk menoleh ke belakang. Namun aneh, Hiu Hwi merasa mereka mengikutinya.
             ‘Apa mungkin mereka juga ingin pergi ke penginapan….’
             Gumam Hiu Hwi gamam. Ia ingin sekali cepat sampai atau paling tidak berada di tempat yang ramai. Jantung gadis itu berdegup kencang, rasanya mulai takut sekarang. Apalagi, jejak-jejak langkah ketiga pria itu terdengar semakin cepat ke arahnya. Tidak! Hiu Hwi mulai berpikir untuk berbalik lagi dan bermaksud menanyakan ini agar perasaannya tenang.
             “Eunghh—Ahjusshi apa—Ummhhhh—”
             Belum sempat Hiu Hwi hendak menyelesaikan kalimat tanyanya itu dengan baik, salah satu dari pria bertubuh kekar itu memeluk dan mendekap mulutnya dengan cepat. Sontak itu membuat ketakutan gadis itu semakin menjadi. Apalagi sekarang, Hiu Hwi merasakan tubuhnya seakan terangkat.
             “Lep—lep—mmmhh—” Hiu Hwi berusaha untuk memberontak sekuat tenaga yang ia bisa. Namun na’as, tubuh pria yang tengah mendekapnya dari arah belakang ini sangatlah kuat.

BRUUKKK!

             Hiu Hwi berhasil menendang lutut pria yang mendekapnya itu dengan kencang, hingga membuat tubuhnya sontak terlepas seketika. Tak mengabaikan kesempatan itu, Hiu Hwi dengan cepat berlari tanpa memperdulikan lagi rasa perih yang terasa dari lututnya saat ini.
             ‘Ya Tuhan…, lindungi aku….’
             Gumam Hiu Hwi seraya terus berlari dalam getaran tubuh yang melandanya hebat saat ini. Takut? Sangat!
             “Yak! Lee Hiu Hwi…!” Hiu Hwi mendengar teriakan itu dengan jelas dan semakin mendekat. Lee Hiu Hwi? Baiklah, Hiu Hwi mulai semakin panik saat ia baru menyadari, jika pria-pria itu mengenalnya! Siapa mereka?
             “Oppa … Kyuhyun Oppa … Kyuhyun Opp—” Teriak Hiu Hwi sekencang mungkin, saat kini ia semakin dekat dengan kerumunan orang-orang itu. Namun sayang, pria-pria itu sudah lebih dulu menjangkau tubuhnya lagi. Kali ini, dengan sedikit kasar.
             “Kyuhyun Op-pa…!” Pekik Hiu Hwi sebelum akhirnya tubuhnya melemah seiring dengan masuknya obat bius yang ia hirup melalui sapu tangan putih itu. Untunglah, Kyuhyun yang merasa namanya diteriaki nampak berbalik untuk memicing menatap ke arah sekelilingnya. Entahlah, ia memang merasa ada yang memantaunya.
             ‘Hiu Hwi?’
             Satu nama itu yang kini tercetak jelas di dalam otaknya sekarang. Sedikit ragu, mengingat disini juga acap kali banyak orang yang memanggilnya dengan ‘Kyuhyun Oppa’. Namun seketika….
             “Kyuhyun Hyung, apa tadi kau tak mendengar namamu diteriaki? Apa mungkin aku hanya mimpi, eoh? Tapi seperti suara Hiu Hwi Noona….” Ucap Khazuma mendekat dengan raut bangun tidurnya itu.
             “Kau mendengarnya di arah mana?”
             “Errr…, mungkin di sebelah hut—” perkataan Khazuma sentak saja tercekat cepat, saat ia mulai menyadari seseorang nampak di gotong oleh tiga pria yang bertubuh kekar itu di antara semak-semak hutan. Dan … Khazuma seperti sangat mengenal pakaian yang tengah dipakai oleh gadis itu.
             “NOONA…!” Pekik Khazuma yang membuat Kyuhyun lebih dulu berlari dengan cepat. Tak membutuhkan waktu banyak lagi, Khazuma juga sentak saja ikut berlari menyusul Kyuhyun untuk menolong Hiu Hwi. Sedikit sial, mengingat penjahat-penjahat itu berlari memasuki hutan lebih dalam lagi.
             “Huhhh!” Kyuhyun dan Khazuma menghela nafas serentak saat kini mereka melihat satu dari pria itu menghadang mereka dengan memakai sebuah kayu yang cukup besar.
             “Hyung, biar aku saja menghadapinya. Selamatkan Hiu Hwi Noona….” Bisik Khazuma maju tanpa ragu lagi. Kyuhyun menatap punggung namja Jepang itu sejenak. Yah, sedikit ragu untuk mempercayai Khazuma dapat melawan pria bertubuh kekar itu. Namun bagaimana? Satu diantara mereka memang harus berlari menyelamatkan Hiu Hwi.

BUGH!

             Kyuhyun mendengar pukulan itu dengan jelas. Tanpa menoleh dan seolah memaksa untuk tidak perduli, Kyuhyun dengan cepat kembali berlari. Yah, ia bahkan tak melihat bagaimana tubuh Khazuma terhempas begitu saja ke tanah itu. Seakan tak puas dengan menggunakan tangan, pria bertubuh kekar itupun menendang kepala Khazuma sampai ia benar-benar merasa sangat lemas sekarang. Kedua pria tampan ini, mungkin belum menyadari betapa berbahayanya penjahat-penjahat itu.

BRUKKKK!

             “ARGH…!” Pekikan Kyuhyun ikut menggema di dalam hutan itu, ada sesuatu yang kini seakan tengah memukul punggungnya dari arah belakang. Semuanya akan benar-benar bermulai setelah ini. Sebuah malapetaka besar yang akan menanti mereka dengan senang hati, dan sebuah awal dari pengakhiran itu.

             “Aku merasa aura yang sangat buruk!” Ucap Yesung dengan wajah yang memucat pasi. Pria itu memegangi dadanya yang seakan sesak, membuat Yura yang masih tampak makan di hadapannya itupun mengernyitkan dahi.
             “Waeyo? Hey, Kim Jong Woon…!”
             “Mereka dalam bahaya….”
             “Mwo? Apa maksudmu?” Yura nampak tercenang mendengar penuturan Yesung kali ini. Tak pernah ia lihat raut seserius itu di wajah Yesung selama ia mengenal pria itu



***


             Di satu sisi, terlihat seorang pria dengan setelan jas hitam pekat itu nampak mondar-mandir tak jelas dengan menggenggam sebuah ponsel ditangannya. Perasaannya memburuk, bahkan sudah hampir sejak setengah jam yang lalu, hatinya benar-benar merasa tak tenang sama sekali.
             “Kenapa ponsel gadis itu tidak aktif?” ucapnya bertanya pada dirinya sendiri seraya terus menekan tombol memanggil berulang. Kim Heechul … ia benar-benar tak bisa meninggalkan Hiu Hwi walau dalam satu hari pun.
             “Huhh…! Ini alasan mengapa aku selalu ingin berada disisimu Hiu Hwi. Kau selalu saja membuatku kuatir seperti ini!” Umpat Heechul seraya menekan nomor telpon lain untuk membantunya melacak keberadaan Hiu Hwi sekarang. Tidak … ia tak akan bisa diam saja dalam kemelut perasaan paniknya yang seperti ini.
             “Tuan Kim…, sepertinya kita dalam masalah.”
             “Mwo?”
             “Hummm….”




=TBC=



"Sebelumnya, aku pengen MINTA MAAF yg sebesar2nya... Terus aku juga minta tolonggg.... Tolong banget.... Kondisiku ini lagi bener2 down banget, jadi tolong kalau mau minta Next part cepet atau marah2 karna aku gx nepatin janji buat post Dihari yang aku janjiin, Please banget pake bahasa yg baik ya all ^___^
Klu emank udah muakk nungguin FF ku, tolong pergi dan menjauhlah aja... ;(

Sekali lagi, aku minta maaf kepada kalian semua... maaf banget... dan makasih juga yang masih mau setia nungguin aku ;(" Thanks for Semua RCL yg selama ini kalian sempetin buat karyaku... ;(

1 komentar:

  1. kak part 15 nya yg di fb blom di upload ya kak ?
    jgn lama'' ya kak part 15nya,soalnya penasaran kak :D

    BalasHapus