_“ ITS OVER! Part. 8”_ [Kyu-Hwi Private]
Tittle : “ ITS OVER!”[Kyu-Hwi Private]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Romance
ThisStory Original From @Jjea_
***
Entah apa yangkini ada dipikiran Hiu hwi, yeoja itu dengan tiba-tiba mengecup pipi Kyusekilas, membuat jantung Kyu kontan saja berdesir hebat.
“Cepatlahjalan, aku ingin istirahat.”
“Hwi-ya...”
“Ce-cepatlah!Palli!” Decak Hiu hwi dengan nada yang begitu gugup. Kenapa tadi ia denganberaninya melakukan itu? Astaga... Hiu hwi kini tampak merutuki dirinyasendiri.

‘Kadang kau menjauh dari seseorang,
Bukan berarti kau tak memikirkannya,
Tapi karna kau tahu, bahwa kautak mungkin bisa bersamanya....’
_“ ITSOVER! Part. 8”_
Serpihan bunga tampak menjulur ditelaga, menampilkan warna cerah awan yang nampak merona biru bagai tercelup tirta. Kabut dingin itu tampak melebar, memuja puspa yang seolah hanyut ke hilir barat. Cinta... ketika ia membingkai sebuah asa menjadi sebuah rasa, semuanya akan terlihat berwarna-warni dan begitu indah. Sangat indah!
* When it all began, What MeanThis Feeling?! *
Kyuhyun tampak masih terpaku dengan wajah memerah didalam mobil mewah ini. Tak ada ucapan, maupun tindakan yang ia lakukan selain memegangi pipi kirinya sendiri dan mengerjap-ngerjap kaku tak karuan. Apa benar tadi Hiu hwi menciumnya? Jantung Kyu semakin berdebar kencang tatkala ia menyadari itu semua. Sedangkan Hiu hwi? Gadis itu hanya tertunduk kaku sekarang. Baiklah, ia sepertinya tadi sedikit menyesal telah melakukan tindakan yang justru membuat keadaan mereka tampak semakin canggung.
“Hummm... ki—kita pulang sekarang, nde?” Kyuhyun melontarkan kalimat itu dengan nada yang sedikit gugup. Kedua pipinya memanas, kenapa ia jadi tak berani menoleh pada Hiu hwi seperti ini?
“Ohk...” balas Hiu hwi mengangguk seraya berusaha menyembunyikan wajahnya kearah samping. Ia tak ingin Kyu melihat kesalah tingkahannya saat ini. Kyu menggaruk kepalanya yang tak gatal sejenak, lalu menghidupkan gas mobil untuk melaju cepat. Yah, ini kali pertama Kyu merasakan begitu terlihat seperti orang bodoh.
Keduanya sama-sama diam membisu dan sibuk berkutat dengan pikiran mereka masing-masing. Tak tau harus bagaimana bersikap dan melontarkan awalan kalimat apa untuk mengawali kecanggungan ini. Kyu dan Hiu hwi, kini hanya dapat saling berusaha untuk melirik ekspresi satu sama lain.
Lama mereka seperti itu, seolah membiarkan bebunyian ambigu kosong itu berkumandang. Jari jemari Hiu hwi bertaut. Selama ia mengenal sosok Kyu, baru kali ini ia merasakan ada yang aneh merasuki relung jiwa dan hatinya. Entah, apa itu.
“Ehem...” Kyu perlahan-lahan melirik kearah Hiu hwi sekilas, lalu memelankan mobilnya sampai kini benar-benar berhenti ditepi jalan. Hiu hwi mengenyitkan dahinya bingung, seolah-olah bertanya kenapa Kyu memberhentikan perjalanan mereka ditepi jalan umum seperti ini.
“Apa kau sudah tidak apa-apa? Jika bagian kepalamu masih terasa sakit, tidurlah dipundakku ini.” Kyu mengucapkan itu dengan tampang yang amat polos. Ia seperti bukan sedang menawarkan pundaknya, tapi seperti sedang memelas.
“A-aani, gwanchana. Kepalaku sudah tidak apa-apa, aku—”
“Tadi apa aku mengatakan, jika kau boleh menolak? Ini perintahku, cepat rebahkan kepalamu itu dipundakku.” Hiu hwi nampak berpikir sejenak. Tubuhnya bahkan masih tak bergerak sama sekali.
“Bukankah kau sedang menyetir, ituakan berbahaya.”
“Aku bisa menyetir dengan satu tangan! Cepatlah, kenapa kau hobi sekali membuatku memaksamu eh?”
“Aku hanya—” Perkataan Hiu hwi tercekat saat kini Kyu dengan tiba-tiba saja mendekatkan tubuhnya pada Hiu hwi. Kedua tangan namja itu menjulur, menyentuh kepala Hiu hwi untuk ia letakkan kepundak kirinya itu. Hiuhwi sedikit melotot, seakan tak punya kehendak lagi untuk menolak.
“Bukankah ini lebih terasa nyaman, eh? Perjalanan kita masih cukup jauh. Jika kau merasa mengantuk, tidurlah." Satu tangan Kyu tampak kembali menjulur untuk mendekap tubuh mungil Hiu hwi dari arah samping. Sedangkan, tangan yang satunya lagi tampak mencoba kembali memegang stir. Hiu hwi tak menjawab, apalagi mencoba bergerak. Kyuhyun sungguh sukses membuatnya matikutu sekarang!
'Yah, sebenarnya pundak dan dekapannya ini memang membuatku nyaman. Apalagi jika—Ish, aighoo... apa yang aku pikirkan ini?’
Gumam Hiu hwi seraya merutuk dirinya sendiri. Tangan yeoja itu terangkat dengan tanpa sadar memukul pelan kepalanya. Kyu sontak menoleh bingung, mencegat lembut tangan gadis itu dengan cepat.
“Waeyo? Apa kepalamu sakit lagi?” tanya Kyu panik. Tangan namja itu tampak segera membelai pelan perban Hiu hwi dan memijatnya sedikit. Hiu hwi tertunduk, jantungnya seperti terpompa seiring dengan sentuhan Kyu.
Merasa tak ada balasan,Kyu pun memelankan pijatannya itu dan perlahan-lahan sedikit merundukkan kepalanya untuk melihat wajah Hiu hwi yang memerah. Gadis itu sadar jika ia sedang diperhatikan, namun apa daya, bahkan ia tak bisa bernafas dengan baik sekarang. Jarak mereka cukup dekat, itu yang membuat Hiu hwi semakin tak tauharus berbuat apa.
“Hwi-ya...” desah Kyu lembut, membuat Hiu hwi mencoba mendongak untuk membalas tatapannya itu. Dan yah, didetik berikutnya kedua mata mereka sentak saling berpandangan. Entahlah, rasanya seperti serba salah untuk bergerak sekarang. Malu untuk terus bertatapan, namun juga enggan untuk saling berpaling.
“Nde?” Hiu hwi tampak mati-matian untuk bersikap biasa sekarang. Namun hanya untuk beberapa detik saja, mengingat jika sekarang satu jari telunjuk kanan Kyu kini memegangi dagu runcingnya untuk semakin mendongak.
Perlahan-lahan tapi pasti, Kyu sedikit menggeser kepalanya kebawah, membuka kecil kedua daun bibirnya untuk...
CUP
Hiu hwi yang tadinya sempat menutup kedua pelupuk matanya itu, kini kembali membulat sempurna. Hening sejenak, Hiu hwi dapat merasakan jika kini Kyu tampak mengecup puncak kepalanya dengan pelan, tepatnya di barisan luka perban yang masih terbalut pada dahinya itu. Sungguh, tak sesuai dengan perkiraan Hiu hwi tadi yang sempat berpikir jika Kyu akan menciumnya di...
‘Aighoo... kenapa otakku bodoh sekali!’
“Jika masih sakit, cobalah untukmemejamkan matamu.” Bisik Kyu seraya kembali menarik tubuhnya dan berpaling untuk mencoba menghidupkan mesin. Hiu hwi menahan senyum, mencoba untukmemposisikan tubuhnya agar nyaman berbaring dipundak Kyu saat ini. Entahlah, kenapa Kyu dapat berlaku manis seperti sekarang. Well, sedikit mengerikan memang! Toh, jika menyadari sikap Kyu selama ini yang begitu sadis padanya, seolah benar-benar tak mungkin jika namja itu dapat memperlakukannya seperti ini. Benarkah ia hanya merasa bersalah? Atau mungkin ada alasan lain?
‘Entah apa yang terjadi padaku sekarang, tapi benar jika saat ini akumerasa begitu tenang. Sangat tenang....’
Hiu hwi nampak menarik nafas panjangnya seraya perlahan-lahan menutup kedua matanya. Baru kali ini, ia menyadari jika Kyu memiliki sebuah sisi yang begitu hangat.
Hening!
Kyu tampak sesekali tersenyum kecil sembari mempererat dekapannya pada Hiu hwi. Entah kemana niatan dendam yang ketika awal begitu berkobar didadanya. Sekarang, semua itu seolah telah Kyu lupakan. Ia masih ingat betul, bagaimana dulu ia selalu memaksakan kehendaknya pada apapun yang ia inginkan.
“Aku akan menikahimu! Entah itu besok ataupun lusa, bersiap-siaplah.”
“Mwo? Kau gila, huh? Kau pikir aku wanitayang seperti apa? Tuan muda Cho, kau memang memiliki segalanya, tapi tak semuaorang bisa menurutimu. Termasuk dengan harga diriku yang—”
“Cih, jangan membicarakan tentang harga diri. Aku sudah membelimu darikeluargamu itu. Kau lupa, siapa yang menjamin Appa-mu itu sampai dia bisa bebasseperti ini?”
“Aku akan membayarnya!”
“Benar, kau harus membayarnya. Tapi, aku tidak meminta bayaran denganuang, tapi dengan hidupmu.”
“Mwo?”
Kyuhyun tampak tersenyum singkat, jika ia mengingat bagaimana dulu semua emosinya begitu menggebu untuk memiliki Hiu hwi atas dendamnya sendiri. Namun aneh, sekarang ia malah merasa ingin melindungi yeoja ini, bukan untuk kepuasaan pribadinya lagi.
Hampir 30 menit, perjalanan mereka ini dilanda kesenyapan. Kyu berusaha menoleh sedikit, mencoba menatapi jika Hiu hwi memang telah tertidur sekarang.
“Bodoh!” Desis Kyu yang sentakmenghentikan laju mobilnya perlahan dan tersenyum menang. Entah apa yang ingin ia lakukan saat ini, yang pasti Kyuhyun tampak menoleh dan perlahan-lahan mengatur posisi kepala Hiu hwi agar wajah gadis itu sedikit menghadapnya.Hingga...
CUP
Tanpa perpanjangan waktu lagi, Ia dengan cepat mengecup bibir yeoja itu dengan lembut, seolah tak ingin gadis itu terbangun dan melihat kegilaannya ini. Yah, bisa jatuh harga dirinya kelak, jika sampai Hiu hwi terbangun! Baiklah, sepertinya Kyu tak tahan untuk tidak bermain pada bibir gadis itu, hingga dengan hati-hati namja itu pun semakin liar mengecapi setiap jengkal bibir Hiu hwi dengan senyumannya.
“Aish... aku bisa gila!” Umpat Kyu saat kini ia sudah cukup membuat tubuh Hiu hwi menggeliat singkat.
“Ehem...” Kyu berdehem singkat,seolah ingin memastikan jika Hiu hwi tak terbangun dan menyadari perbuatannya tadi. Dan yah, kali ini ia memang beruntung. Hiu hwi hanya menggeliat sejenak, lalu kembali tidur seperti semula.
“Kau sangat berarti bagiku Hwi, bahkan ketika aku mencoba untuk menjauhimu, aku seperti kehilangan semua alat indera-ku.” Kyu kembali tersenyum seraya menyentuh daun bibir Hiu hwi untukmenghapus jejak air liurnya tadi. Ini kali pertama Kyu merasakan memiliki sesuatu yang menjadi tanggung jawab besarnya saat ini.
***
@Kyeong-Wha Station, Jinhae _South Korea_
Deru angin melayang bebas saatini, menyiurkan layangan sendu yang terbang indah kesegala arah. Yah, sebenarnya alam dan dunia ini begitu sempurna diciptakan Tuhan. Hanya saja, terkadang ada sebagian orang-orang yang tak tau bagaimana cara untukmelindunginya
“Woaah...” decak Hiu hwi dengan mulut menganganya sejak tadi. Terlihat banyak pohon Sakura disekelilingnya saat ini. Indah, Kyeong-WhaStation memang terkenal sebagai tempat yang mempunyai jalur jalan dan jembatan yang begitu romantis. Terutama, saat musim semi tiba seperti ini. Bunga Cherry itu akan berguguran memenuhi beberapa sudut kota, seakan ikut menyemarakan keajaiban dunia ini.
“Jadi sekarang kau sudah mengerti mengapa aku membawamu kemari dan bukannya langsung pulang, eh?” tanya Kyu sentak menoleh kearah Hiu hwi. Kini, mereka tengah berada di jembatan melengkung yang seolah mempunyai dua sisi yang saling berhadapan.
Gadis itu tak menjawab, otaknya sudah terlalu berat untuk memikirkan arti dari pertanyaan Kyuhyun tadi. Ia lebih sibuk menikmati keindahan yang terpapar nyata disini.
“Ini musim semi, aku tak ingin kita hanya menghabiskannya dirumah. Lagipula, kita jarang sekali dapat sepertiini,” lanjut Kyu seraya menatapi bunga-bunga cantik dihadapannya itu.
“Hummm... tidak terlalu buruk.”
“Ya sudah, kita pulang saja sekarang.”
“Mwo?”
“Bukankah tadi kau terusmengatakan ingin pulang dan tak mau jalan-jalan?”
“It—itu karna—”
“Kau tadi juga mengatakan jika kau baru keluar dari Rumah sakit dan perlu istirahat? Jadi—”
“Aish... aku tidak mau pulang sekarang!” Sungut Hiu hwi kesal. Kedua kakinya pun sentak maju hingga tubuhnya sedikit terbentur dengan pembatas jembatan itu. Tangan Hiu hwi menjulur, seolah ingin mengambil setiap bunga Cherry yang jatuh.
“Dasar...” Kyu hanya menggeleng menatapi tingkah gadis ini. Kakinya pun ikut maju tepat disamping kanan Hiuhwi. Terlihat jelas jika saat ini gadis itu tengah tersenyum seraya menitikan air matanya. Kenapa dia malah menangis?
“Disaat senang maupun sedih, kau akan berekspresi sama; menangis. Ck!” Cibir Kyu aneh.
“Aku hanya merasa terharu sekarang. Huhhh... dari kecil aku lebih sibuk mengurusi semua masalah yang menimpa hidupku, hingga aku lupa jika sebenarnya, ada banyak hal yang membuatku dapat tersenyum. Aku tidak pernah merasakan keindahan seperti ini sebelumnya. Hidupku seolah terbatas, dan tak diizinkan untuk menikmati hidup yang sepertiini.” Ucap Hiu hwi seraya menitikan kembali air matanya. Kyuhyun kontan menoleh, gadis itu tampak tertunduk dan berusaha menahan tangisannya itu.
“Kau tak perlu kuatir,” Kyuhyun sentak mendekat kearah Hiu hwi, tepatnya berdiri dibelakang gadis itu.
“Mulai sekarang, aku yang akan memperkenalkan semua keindahan dunia ini padamu,” lanjut namja itu sembari memeluk tubuh Hiuhwi dari arah belakang. Gadis itu tersentak, tubuhnya tiba-tiba bergetar begitu saja.
“Aku berjanji... berjanji untukmembantumu berdiri dari kondisi apapun. Untuk itu, tetaplah disisiku Cho Hiuhwi.” Kyu sentak berbisik ditelinga kanan Hiu hwi seraya menaruh dagu runcingnya itu dibahu Hiu hwi saat ini. Pipi mereka bersentuhan, memberikan getar hangat yang begitu berbeda.
“Kyu...” balas Hiu hwi dengan nada yang begitu pelan. Entah kemana hilangnya sikap melawan Hiu hwi pada Kyu sekarang. Seolah mereka sama-sama sudah terhipnotis satu sama lain. Kyuhyun tampak tersenyum sembari semakin mengeratkan pelukan mereka, menggoyangkan tubuh kekiri dan kanan untuk mengikuti gerak angin yang melayangkan bunga Cherry yang nampak berjatuhan kearah mereka sekarang.
“Tapi—kau juga harus berjanji padaku hwi-ya,”
“Hemm?”
“Kau tidak boleh berhubungan lagi dengan namja manapun. Jangan mau disuapi oleh mereka, disentuh, apalagi sampai pergi ke tempat tinggal mereka. Jika sampai kau melakukan itu lagi, aku akan—”
“Akan apa, heh? Menginjak kakiseperti ini—” sela Hiu hwi seraya dengan sengaja menginjak kaki Kyu dan mendengus kesal. Otomatis, dekapan mereka terlepas seketika!
“Aw... YA! Kau...”
“Ckckckck, kupikir kau sudah berubah untuk tidak mengekangku lagi Cho Kyuhyun. Tapi ini apa namanya? Rasa cemburumu itu masih saja keterlaluan!”
“Aku bukan mengekangmu! Tap—tapi ini bentuk rasa... ash!” Kyu mengumpat kesal sendiri. Kenapa bibirnya selalu susah untuk mengatakan sesuatu hal.
“Mwo?”
“Tunggu disini, aku akanmengatakan sesuatu padamu.” Ucap Kyu seraya berbalik dan berlari entah kemana. Hiu hwi melongo, apa yang akan dilakukan namja itu? Apa yang akan dia katakan?
Kyuhyun sentak menghentikan lariannya tepat di jembatan yang kini berhadapan dengan Hiu hwi. Dua jalur jembatan itu hanya dibatasi oleh sungai kecil dan rerumputan hijau dibawahnya. Sungguh, tempat ini tampak begitu terlihat sempurna.
“Cho Hiu hwi...” Kyu melambai-lambaikan tangannya dengan semangat. Hiu hwi tersenyum kecil, sekalipun kini mereka berdiri dijalur yang berbeda. Namun rasanya, ada sesuatu yang sulit diartikan disini. Entahlah, apa itu. Tapi yang jelas, Kyuhyun merasa takut sekarang! Takut jika kelak, ia hanya bisa menatap Hiu hwi dalam jarak seperti ini.
Keduanya sama-sama terdiam seraya saling menatap satu sama lain. Senyum Kyu yang tadinya sedikit terlihat, kini berubah menjadi tatapan yang begitu tajam. Lama mereka seperti itu, seolah tak berminat dan tak perduli lagi dengan alam sekitarnya. Yang terlihat disini seolah hanya ada mereka berdua saja.
‘Ya Tuhan...’
Gumam Hiu hwi saat ia merasakan jantungnya berdetak dengan cepat saat kini Kyu semakin menatapnya dari tempat itu. Bunga Cherry melayang begitu saja. Musim semi kali ini, tampaknya memang sedikit berbeda.
‘Aku tidak mungkin menyukainya kan?’
Hiu hwi mengangkat kedua tangannya agar bertautan didepan dada. Rasanya berbeda! Sungguh, berbeda ketika ia melihat Kyu dari tempat ini. Ada sebuah rasa yang seolah mendorongnya untuk memeluk Kyu dan memilikinya sebatas yang ia bisa.
Sedangkan Kyu? Kini ia hanya bisa memberhentikan bola matanya pada Hiu hwi dalam waktu lama. Bibirnya terbuka, seolah ingin berbicara satu kalimat pada Hiu hwi.
“Aku mencintaimu.” Ucap Kyuhyun tanpa suara sama sekali. Bibirnya hanya bergerak menggumamkan kalimat itu. Hiuhwi sepertinya tak mengerti, ia bahkan mungkin tak mendengarnya darisana.
‘Aku mencintaimu....’
***
‘Tak pernah ada cara yang mudah untuk melepaskan.
Namun akan lebih sulit lagi,
Ketika mempertahankan sesuatu yang menyakitkan....’
* When it all began, What This? *
@FlowerCity, Apartment –South Korea-
Eunhyuk tampak bergegas masuk kesebuah Apartment dengan beberapa kantong plastik ditangannya. Sesekali ia menatap layar ponsel miliknya, berharap jika hari ini tak ada jadwal apapun untuknya.
“Rae In-ah...” panggilnya seraya membuka sebuah pintu, lalu masuk tanpa perlu permisi lagi. Toh, tempat ini sudah cukup akrab dengannya. Eunhyuk tampak menaikan kedua alisnya bingung, meletakkan kantong-kantong itu diatas meja seperti biasa.
“Rae In-ah...” kembali tak ada sahutan atas panggilannya itu. Ini tak seperti biasanya memang, mengingat ini jauh dari kebiasaan gadis itu.
“Kemana dia?” Eunhyuk sentak berbalik dan melangkah untuk menyusuri tempat ini, bahkan sampai batas kamar pribadi milik Rae In. Sejujurnya, Eunhyuk belum pernah masuk kemari terlalu dalam. Yah, ia masih cukup tau diri. Tapi kali ini berbeda, Eunhyuk sedikit merasa panik mencari gadis itu. Takut-takut jika terjadi sesuatu pada Rae In sekarang.
CKLEK
Pintu itu sentak terbuka perlahan. Aroma khas Rae In begitu menyengat ditempat ini, apalagi ditambah dengan layangan angin yang terbebas masuk melalui luar jendela. Inilah kebiasaan Rae in, sekalipun malam, ia lebih suka jendela kamarnya terbuka agar dapat melihat langit diatas sana sebelum tertidur.
Kosong! Kamar ini tampak kosong begitu saja. Eunhyuk mengedarkan pandangannya seketika, berharap ada jejak gadis itu disini. Hingga, kedua bola matanya terhenti saat mendengar sebuah suara dari arah kamar mandi. Entahlah, ada sesuatu yang berbunyi disana.
“Kang Rae In...” desah Eunhyuk yang sentak saja berlari untuk menghampiri kamar mandi itu dengan paksa.
BRAAKKKK
Dengan sedikit panik, Eunhyuk pun kontan membuka pintu kamar mandi itu. Yah, sekarang ia dapat melihat dengan jelas sosok Rae In tengah terkejut setengah mati melihatnya. Sebuah alat hasil pemeriksaan itu sentak terjatuh dari tangan Rae In.
“Eunhyuk Oppa...” ucap Rae In dengan sesunggukan. Wajahnya pucat, bahkan terlihat begitu lemah sekarang.
“Kau kenapa?” Rae In sentak hendakmerunduk untuk mengambil alat pemeriksaan yang tadi sempat ia jatuhkan. Namun sayang, Eunhyuk telah lebih dulu mengambilnya dengan cepat. Sekalipun Eunhyuk seorang pria, ia masih tetap tau alat apa yang kini berada ditangannya itu.
“Punya siapa ini? Tes kehamilan?” Eunhyuk memicing tajam, membuat Rae In sentak merunduk kaku. Selama ini, Eunhyuk lah yang memang sering melindunginya seperti seorang Kakak.
“It-itu...”
“Kurasa ini hasilnya positif,nde?” sela Eunhyuk membuat Rae in kontan saja mendongak tak percaya. Tubuhnya bergetar, ini sedikit mengerikan untuknya.
“Oppa sebenarnya itu bukan—”
“Milikmu? Apa ini milikmu?”Eunhyuk tampak mengencangkan pegangannya pada alat itu seraya menatapi Rae In dengan tatapan mematikan. Gadis itu merunduk, bagaimana bisa Eunhyuk mengerti dengan alat test kehamilan seperti itu?
“YA! JAWAB AKU KANG RAE IN! Inimilikmu?” Bentak Eunhyuk keras, membuat Rae In sedikit terperanjat sekarang.Tubuh gadis itu bergetar, ia bahkan terlihat sangat frustasi saat ini.
“MWO? Jadi—kau hamil? Kau hamil sekarang?”
“Oppa...”
“Kau bodoh? Kenapa kau bisa sampai hamil seperti ini? Siapa Ayahnya, huh?”
“Aku bekerja di Pub malam, resiko seperti ini bukankah memang sudah seharusnya aku tanggung? Hidupku sudah hancur, sekalipun aku hamil dan semakin rusak. Itu juga bukan urusanmu Lee Hyukjae!” Rae In sontak mengambil hasil tes itu dari tangan Eunhyuk dan melangkah keluar dari kamar mandi ini.
“Jadi sekarang kau mengakui, jika kau wanita murahan huh? Cih, sudah berapa lama kau hamil?” Rae In tak menjawab, kini tangannya malah menjulur untuk mengambil air dingin dari dalam kulkas.
“YA! Kang Rae In... kenapa kau hanya diam saja, eh? Setidaknya, kita harus mengatakan ini pada lelaki yang menidurimu itu. Dia harus bertanggung jawab! Anak yang ada dikandunganmu itu juga butuh seorang Ayah kelak.”
BRAKKKK
“Ayah? Hahaha... aku bahkan berani bertaruh, jika dia tidak mungkin mau mengakuinya.”
“Mwo? Apa maksudmu?” Eunhyuk tampak menghampiri Rae In yang kini telah terduduk lemas dilantai, tepat menyandar disisi ranjang tempat tidurnya itu. Lagi-lagi ia tak berniat menjawab pertanyaan Eunhyuk. Ia bingung, harus mengatakan apa.
“Tidak apa-apa. Setidaknya, aku akan melahirkan dan membesarkan anak ini sendiri. Mengandung hasilnya seperti ini dirahimku, mungkin sudah cukup.”
“YA! Kang Rae In, kau jangan gila! Bagaimana dengan masa depanmu huh? Kau tak memiliki orang lain lagi didunia ini, lalu kau harus makan apa untuk menghidupi dirimu dengan anak ini kelak?Kau ingin melayani tamu dengan perut membuncit? Kau kurang waras? Apa kau—”
“Geurae! Itu urusanku. Aku masih cukup tau diri! Aku tak mungkin membesarkan anakku ini dengan uang haram yang kuhasilkan. Aku ingin berhenti... aku ingin menyudahi hidupku yang seperti ini. Aku muak Lee Hyuk Jae! Aku muak selalu dicerca banyak orang dengan pekerjaanku ini. Tidak, aku tidak akan membiarkan anakku kelak tau, bagaimana Ibunya mencari uang.”
“Rae In-ah...”
“Aku pikir ini sebuah lelucon! Aku memeriksakan rahimku kemarin, dan ternyata bayi ini sudah bercabang diperutku selama 2 minggu. Entah aku harus bahagia, atau sedih dengan semua ini. Aku—”
“2 Minggu? YA! Bukankah selama hampir sebulan ini, kau libur bekerja di Pub, huh? Lalu—lalu bagaimana kau bisa hamil?” Rae In sentakmendongak saat ia sadar jika tadi ia sudah salah berbicara pada Eunhyuk.
“It-itu... sebenarnya aku—aku—” tubuh Rae in tampak semakin gugup terasa. Tangan kanannya terangkat untuk sekedar membawa helaian rambut panjangnya itu kebelakang telinga. Ia merunduk,semakin tak bisa menatap mata Eunhyuk yang semakin menatapnya dengan picingan tajam.
“Sudah, lupakan saja...” Rae In berusaha untuk menghindar. Kini tubuhnya hendak berbalik dan berniat menjauh. Namun sayang, Eunhyuk tampak sudah lebih dulu menahan pergelangan tangannya dengan kuat, membuat kontan tubuh Rae In kembali berbalik menghadapnya. Eunhyuk tersenyum sinis, kedua tangannya kini berpindah menyentuh bahu Rae In yangbergetar.
“Lepaskan aku Lee Hyuk Jae!”
“Jika aku tak salah ingat, selama hampir satu bulan ini kau hanya fokus melayani satu tamu saja. Kyuhyun... apa Cho Kyuhyun?” tebak Eunhyuk cepat, membuat Rae In sentak mendongak kearahnya dengan tatapan pucat.
“2 Minggu? Kurasa itu bertepatan dengan pertengkaran Kyuhyun dengan Hiu hwi setelah pesta pada malam itu. Kyuhyun lebih banyak menghabiskan waktu denganmu dan bahkan sering menginap. Kang Rae In, apa benar yang kukatakan ini?” Rae In sontak meneguk air liurnya susah payah sekarang. Air matanya kembali menetes begitu saja tanpa ia sadari lagi.
“Apa aku benar? YA! JAWAB AKU, APA AKU BENAR, HUH?” bentak Eunhyuk yang kini sulit untuk mengontrol emosinya lagi. Yah, jika itu memang hasil dari seorang Cho Kyuhyun, maka masalah ini bukanlah hal yang sepele lagi.
“Siapapun Ayah dari anakku kelak, itu tak terlalu penting. Aku mana mungkin meminta pertanggung jawaban atau semacamnya, bahkan semua itu terjadi begitu saja.” Rae In sentak menepis kedua tangan Eunhyuk yang semakin menekan bahunya itu.
“Jadi benar Kyuhyun? YA! Kau tau siapa dia huh? Kenapa kau dengan bodohnya mau melakukan itu?”
“Nde! Aku tau siapa dia, aku sangat tau. Tapi apa aku tidak boleh? Kenapa perkataanmu itu seolah-olah menganggap jika aku terlalu hina untuk tidur dengan Kyuhyun Oppa? Wae? Apa karna aku gadis malam? Aku terlalu kotor untuk menyentuh tubuh orang-orang seperti kalian?”
“Aku tidak perduli akan itu! Yang ingin kuketahui sekarang adalah... jadi benar jika Ayah dari kandunganmu itu adalah Kyu?” Rae In sentak terdiam! Ia tak tau harus bagaimana lagi menghadapi sikap Eunhyuk yang seolah memiliki tebakan yang selalu benar untuknya.
“Ak-aku... kumohon Eunhyuk Oppa, biarkan ini hanya kita yang tau, eoh? Sungguh, aku tidak apa-apa. Biarkan saja semua ini seperti ini, aku akan pergi dan berusaha untuk menjauh dari kalian sebisaku. Aku tidak akan memin...”
“TIDAK! Kyuhyun harus tau, jika kau tengah mengandung darah dagingnya. Kajja, ikut aku!” Ujar Eunhyuk yang sentak saja menarik pergelangan tangan Rae In untuk keluar. Gadis itu tersentak, ia tak ingin memberitau semua orang sekarang.
“YA! Lee Hyuk Jae, kau mau mengajakku kemana?”
“Masalah ini harus secepatnya kita selesaikan. Kyuhyun memang sahabatku, tapi dia seorang pria yang harus mempertanggung jawabkan semua apa yang telah ia lakukan.” Balas Eunhyuk tanpa melepas cengkramannya pada Rae In. Tubuh gadis itu menegang, ia benar-benar tak percaya dengan sikap Eunhyuk yang spontan dan serius seperti ini.
“Tapi—”
“Tutup mulutmu, dan hanya turuti perintahku sekarang!”
***
@Kyu_Hwi Home’s _South Korea_
Hiu hwi... gadis cantik bermata bulat nan indah ini tampak tengah sibuk dengan beberapa sayuran yang berada dikedua tangannya. Sesekali ia tersenyum kecil, sesekali ia malah tersenyum dengan lebarnya. Entahlah, ia merasa akhir-akhir ini hidupnya begitu menyenangkan. Setelah kembali dari Kyeong-Wha Station waktu itu, Hiu hwi merasa jika kini waktunya berjalan begitu cepat. Ia baru merasakan betapa bahagianya menjadi seorang istri.
“Hummm...” Hiu hwi tersentak seketika saat ia mendengar desahan dari seseorang yang berada tepat dibelakangnya saat ini. Memeluknya seraya melingkarkan tangannya dengan cukup erat dibagian pinggang rampingnya itu. Hiu hwi berpaling, mencium aroma sabun dan tubuh namja yang memang semenit lalu baru saja keluar dari kamar mandi itu.
“YA! Cho Kyuhyun, aku sedang memasak. Singkarkan tubuhmu ini atau aku akan—”
“Aku juga tau kau sedang memasak. Hhhh... akan apa, eh? Tidur denganku?” bisik Kyu mengerling dengan seringainya itu. Hiu hwi mendengus kecil, sekalipuni a memang menyuruh Kyuhyun untuk tidak mendekapnya seperti ini, namun disisi lainnya Hiu hwi cukup merasakan kehangatan.
“Kau sedang memasak apa? Bukan air cucian lagi seperti biasanya?”
“Ish... air cucian apa? Kau ingin memancing erosiku lagi?”
“Erosi? Hahaha, kau ini bodoh atau memang kau hanya ingin terlihat polos dimataku, huh? Ckckckck, kau harus belajar menambah kosa kata baru lagi sekarang. Seperti kata... sayang, suamiku, dan—”
“Itu menggelikan! Sayang? Kau pikir wajahmu pantas untuk kupanggil itu?” Hiu hwi sentak memukul kepala Kyuhyun dengan sebuah panci. Namja itu sontakmeringis, mengelus sejenak puncak kepalanya yang masih basah itu.
“YA! Kau sepertinya sudah berani padaku, ne?” Kyuhyun kembali mengeratkan lingkaran tangannya dipinggang Hiu hwi dan mencium sedikit telinga kanan yeoja itu dengan jahil. Hiu hwi bergidik, Kyu benar-benar senang menjahilinya seperti ini.
“Aish... Cho Kyuhyun! Aku tidak bisa melanjutkan pekerjaanku jika kau terus menggangguku seperti ini.” Wajah Hiu hwi tampak memerah padam sekarang. Kyu terkikik kecil, menikmati kejahilannya pada gadis ini.
“Kau tau Hiu hwi?”
“Emmm?”
“Aku sangat membutuhkanmu, kau tau apa arti perkataanku itu?” Hiu hwi diam membeku ditempatnya sekarang. Ketika para lelaki sulit untuk mengungkapkan kata cinta, terkadang ia malah menggunakan kata ‘butuh’ sebagai penggantinya.
“Nde, aku tau kau membutuhkanku. Yah, butuh seseorang yang bisa memasak untukmu, mencuci pakaianmu, dan menjadi teman bertengkarmu sebagai penyalur rasa emosimu itu.”
“Kau benar! Tapi—aku juga butuh seseorang yang mampu membuatku kuat menghadapi kehidupan ini bersama, membutuhkan seseorang yang aku ingini dan menginginkanku,” Kyuhyun membalikkan tubuh Hiu hwi agar menghadapnya perlahan. Kedua mata gadis itu tampak berkaca-kaca, seolah Kyu tak mungkin mengatakan hal bodoh seperti itu.
“Dan semua organku menunjuk padamu sekarang. Sekalipun, kau tak pernah menginginkanku. Tapi, aku tetap akan memaksamu sampai kau merasakan hal yang sama padaku. Aku tak membutuhkan hal lain lagi, aku sudah cukup puas menikmati semua uang dan kemewahan selama hidupku. Dan sekarang, aku hanya membutuhkan satu hal. Sebuah tempat dimana aku bisa bersandar...” ujar Kyuhyun tulus. Sekalipun masih ada nada penekanan dalam kalimatnya itu, tapi hiu hwi tau, jika Kyu memang tak berbohong sekarang. Tangan kanan namja itu tampak terangkat menyentuh kedua pipi Hiu hwi, mengelusnya dengan begitu lembut.
“Bagaimana jika aku tetap tidak mau, dan tak bisa merasakan hal yang sama seperti itu padamu?”
“Aku akan memaksamu, dengan cara apapun. Aku lebih suka seperti itu,” Kyuhyun sentak mengecup dahi Hiu hwi sekilas.
‘Kyu...’
Kepala namja itu pun agakmerunduk, membuat dahi mereka berbenturan dalam jarak dekat. Kyuhyun tersenyum,membersihkan air bening yang hampir saja jatuh dari pelupuk gadis itu.
“Cho Hiu hwi, tak akan bisa lari dari seorang Cho Kyuhyun. Kau tau takdir itu, hem? Bodoh!” Kyu tersenyum licik sejenak, lalu memiringkan kepalanya sedikit kebawah untuk menggapai kedua daun bibir gadis itu yang mengkilap indah dipandangannya. Manis, selalu kata itu yang sedikit bisa menggambarkan apa yang tengah Kyu rasakan ini.
Kedua mata Hiu hwi terpejam, membiarkan Kyuhyun memberikan sensasi dingin pada tubuhnya. Bahkan entah apa yang ia pikirkan saat ini, sampai-sampai Hiu hwi dengan mudahnya membalas semua perlakuan Kyu itu.
TIN TONG
Terdengar suara bel rumah mewah ini berbunyi, dan tentu saja itu membuat mau tak mau Kyu dan Hiu hwi melepaskan pertautan dalam mereka itu. Kyu sontak mendengus sebal, ia benar-benar mengutuk tamu yang telah berani mengganggu aktivitasnya itu.
“Ummm... bi-biar aku saja yangmembukanya.” Ucap Hiu hwi yang kontan hendak berlalu pergi.
“Tidak usah, biar aku saja yang membukanya. Kau lanjutkan saja masakanmu itu.” Sela Kyu membuat Hiu hwi mengangguk setuju. Namja itu tampak kembali menatapi Hiu hwi dan tersenyum sebelum akhirnya ia berbalik pergi menuju pintu utama rumah besar ini.
Dengan malas, namja itu pun membuka knop dan bersiap-siap hendak memurkai orang yang telah menyela aktivitasnya bersama Hiu hwi tadi. Benar, tak biasa-biasanya ada orang yang datang pada jam seperti ini untuk bertamu kerumahnya.
CKLEK!
Pintu terbuka seketika, memperlihatkan sesosok namja yang sangat dikenali Kyu. Yah, namja itu bersama seorang gadis lagi, itulah yang membuat Kyu menaikkan kedua alisnya sekarang.
“Lee Hyuk Jae, mau apa kalian kemari? Tak biasa-biasanya kau datang tanpa menghubungiku lebih dulu, masuklah...” Kyu membuka lebar pintu rumahnya seraya menatap kearah Rae In yang hanya dapat merunduk pucat dibelakang Eunhyuk. Entahlah, ia seolah terlihat ketakutan sekarang.
“Wae? Kau gila, huh? Untuk apa kau mengajak Rae In kemari? Kau ingin Hiu hwi marah padaku lagi?” Kyu sedikit berbisik pada Eunhyuk, membuat namja itu menoleh padanya dengan senyuman sinis.
“Aku masih menganggapmu sahabatku Kyu, untuk itulah aku kemari.” Kyuhyun melongo mendengar perkataan Eunhyuk yang menurutnya sangat terlihat berbeda ini. Bagaimana tidak, Eunhyuk yang biasanya kekanak-kanakkan, kini tampak begitu serius menatapnya.
“Kau kenapa? Kau salah minum obat? Atau...”
“Harusnya aku yang bertanya seperti itu padamu! Apa kau seorang pria? Kau bahkan sudah menikah Kyu, tapi kau masih tak tau diri melakukan semua kehendak yang kau inginkan. Selama ini aku sudah muak dengan sikapmu, kau selalu tanpa sadar menyakiti orang-orang disekelilingmu!”
“Apa maksudmu huh?”
“Cah, bahkan aku sangat kasihan pada Hiu hwi. Kau hanya menikahinya dengan tujuan dan obsesi yang gila. Kau mencintainya? Lalu, dengan berselingkuh dan tidur dengan gadis lain, apa itu juga kau sebut cinta?”
“YA! Lee Hyuk Jae...” erang Kyu yang mulai terpancing dengan semua omongan Eunhyuk ini. Rahang Kyu mengeras, tampak tangan kanannya terangkat untuk mencengkram kerah baju Eunhyuk yang berdiri tepat dihadapannya saat ini.
“Apa maksud dari perkataanmu itu, huh?”
“Cah, hahaha. Setelah puas melakukannya, kau lupa?” pandangan kedua namja tampan ini pun sentak tercipta dengan tajam. Rae In bergerak, dengan cepat ia menahan lengan Eunhyuk untukmundur.
“Eunhyuk Oppa, kita pulang saja. Aku tidak ingin—”
“Diam kau! Aku harus lebih dulu memberitaunya tentang semua keegoisan yang telah ia lakukan selama ini. Dia pikir dengan dia kaya dan mempunyai kedudukan, dia bisa melakukan semua hal yang dia inginkan? Lalu, bagaimana dengan orang-orang seperti kita? Seperti kau! Apa kau hanya dapat diam saja, ketika namja brengsek ini menyentuh tubuhmu sampai kau hamil, HUH?” bentak Eunhyuk pada Rae In, yang tanpa sadar membuat Kyuhyun melotot setengah mati.
“MWO?” pekik Kyu sedikit tertahan. Eunhyuk kembali berpaling padanya, memberikan senyuman sinis yang lagi-lagi terlihat seperti penuh dendam.
“Kau menghamilinya Kyu! Kau sudah berbuat kesalahan yang fatal pada orang-orang yang berada disekitarmu!”
“YA! Rae In hamil?”
“Wae? Kau terkejut? Kau takmenyangka, jika Rae In lebih dulu kau hamili sebelum istrimu itu.”
BUGH
“Tutup mulutmu atau aku akan membunuhmu LEE HYUK JAE! Kau sadar jika sekarang kau berhadapan dengan siapa huh? Yeoja itu hamil, lalu kau pikir aku pelakunya? Kau gila?” Kyuhyun sentak memukul Eunhyuk, membuat namja itu sedikit tersungkur. Rae In yang hanya mampu mematung disana pun, terkontan untuk mendongak mendengar penuturan Kyu tadi. Benar tebakannya, Kyu tak akan mau mengakui ini.
“Dan kau—jangan membuat lelucon yang gila. Aku bisa menuntutmu karna hal ini, kau mengerti?” bentak Kyu seraya memicing menatap Rae In yang lagi-lagi kini menitikan air matanya.
“Kau yang seharusnya kami tuntut CHO KYUHYUN!” Geram Eunhyuk mencengram tangannya sekuat tenaga.
“Jika kau memang seorang laki-laki, setidaknya kau harus bertanggung jawab dengan bayi yang ada didalam kandungannya itu sekarang. Setelah kau mengecap manis tubuhnya, kau dengan mudahnya lepas tangan dan tak ingin mengakui jika dia hamil anakmu!”
PRANGGGG
Suara piringan pecah sentak terdengar ditempat ini. Semua orang menoleh, menatapi Hiu hwi yang terdiam kaku ditempatnya. Senyum yang semenit lalu gadis itu tampakkan, kini berubah menjadi pucat pasi.
“Ha-hamil?”
“Hiu hwi-ya...” Kyu sentakmendorong tubuh Eunhyuk dan berlari menghampiri Hiu hwi.
“Aniya, aku bisa lebih dulu menjelaskan ini padamu. Kumohon percayalah padaku Hiu hwi, aku tidak mungkin tidur dengan wanita lain selain denganmu. Tidak pernah, aku—”
“Kau tetap tidak mengakuinya Oppa?” kedua tangan Rae In sentak bertaut gemetar. Matanya memerah dan bengkak,terlihat sekali jika ia begitu tertekan.
“DIAM KAU! Cah, kau wanita malam, kau mungkin bisa saja tidur dengan banyak pria. Lalu kenapa? Kenapa kau merasa aku adalah Ayahnya huh? Aku tidak pernah merasa sudah menyentuhmu!”
“ARASSEO! Aku memang wanita malam yang mendapatkan uang dari belaian para pria kaya. Tapi, aku tidak menjual keperawananku kepada setiap pria yang menyewaku! Kehamilanku ini sudah 2 minggu, selama itu juga aku bahkan tak mendapat panggilan apapun. Kau masih ingat Oppa? Bagaimana dulu disaat kau bertengkar dengan istrimu, kau datang dan mencariku? Kau anggap apa aku ini! SAMPAH?”
“TUTUP MULUTMU Wanita gila!” Pekik Hiu hwi seraya menitikan air matanya. TIDAK! Ia sama sekali tak ingin percayad engan semua ini. Terlalu menyakitkan, sangat!
“Aku datang kemari bukan untuk meminta pertanggung jawaban atau pun uang. Tidak, aku tidak pernah berniat untuk merusak kehidupan pernikahan kalian dengan bayi ini. Aku masih bisa melahirkan dan membesarkan anak ini sendiri kelak. Kalian pikir aku main-main huh? Apa karna aku seorang wanita panggilan, maka tak ada yang percaya padaku? ARASSEO! Aku akan pergi, dan menjauh dari kehidupan kalian,” Rae In berkata itu dengan mata yang begitu merah.
“Aku berani bersumpah, jika ini adalah anak dari Kyuhyun Oppa.”
“YA! KAU...” pekik Kyu keras!
“Huhhh... apa yang harus aku lakukan sekarang?” Hiu hwi terduduk dilantai, membuat Kyu sontak memegang kedua bahunya yang bergerak tak tentu.
“Hwi-ya, kumohon percaya padaku.”
“Lepaskan aku!”
“Kau percaya saja pada suamimu itu, aku tidak apa-apa. Besok, aku sudah berniat untuk meninggalkan kota ini,” Air mata Rae in semakin lama semakin terasa hangat. Ini sangat menyakitkan! Eunhyuk hanya mampu terdiam, ia tak ingin ikut campur lagi terlalu dalam.
“Kau ingin meninggalkan kota ini setelah berhasil merampas suamiku Huh? Kau ingin membuatku menjadi gadis yang jahat? Kalian pikir aku apa? Bagaimana perasaanku? Bagaimana mungkin aku akan baik-baik saja, setelah aku mendengar suamiku meniduri wanita lain sampai dia hamil dan gadis itu pergi?”
“YA! CHO HIU HWI...” erang Kyu keras.
“WAE? Aku benar bukan? Kau jahat Tuan Cho... kau sangat jahat padaku. Kau boleh berselingkuh dengan gadis lain, bahkan didepanku. Tapi, kenapa kau harus menidurinya huh? Kenapa dia yang harus mengandung anakmu. Aku—”
BRAAKKK
“SIAPA YANG HAMIL?” ucap seseorang seketika dari arah balik pintu, membuat ke4 orang ini sentak kembali menoleh.
“Eo-eomma...”
=TBC=
Ketika sebuah kepercayaan diuji, manakah yang kau pilih? Kenyataan atau orang yang kau cintai? See U The NextCHAP! ^_^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar