Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 3

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 3


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” Part. 3
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
                                         And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight
“Oh ya... Makasih ya yang kemaren udah nyumbang nama Jepangnya, semuanya bagus2 aku ampe bingung milih dan akhirnya... Aku suka ama nama Jepang satu orang, Ahkakakak~ Siapa yang kepilih??? Lets Check it... ;)”


“Tapi Hiu hwi-ya... Bukankah nama Oppa yang kau ceritakan waktu itu bukan Cho Kyuhyun heh?  Jika aku tak salah ingat, kau malah menyebutkan nama Shim Cha—“ Belum sempat Su hee hendak melanjutkan kalimatnya itu, tampak seorang gadis telah lebih dulu memotong pembicaraannya seketika.
"Konnichiwa, maaf menganggu kalian... Aku ingin bertanya sesuatu sebentar. Humm... Apa kalian mengenal siswa yang bernama Cho Kyuhyun?" Ujar seorang gadis Jepang bertubuh tinggi nan berwajah manis itu, tampak lesung pipi terlihat dikedua pipinya yang tentu saja semakin membuatnya tampak sangat cantik.
"Ye? Ohk... Kami memang mengenalnya, tapi kau... Siapa?" Tanya Hiu hwi mengerutkan dahinya bingung.
"Aku—“



-          “Sekarang aku mengerti, jika terkadang cinta itu memang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, namun yang tak aku mengerti adalah... Mengapa itu harus kau?!” –


_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Part. 3_ Begin’s Story


Hiu hwi, Su hee dan Eunhyuk tampak terlihat saling berpadangan bingung menunggu jawaban yang akan terlontar dari gadis asing dihadapan mereka ini, entah mengapa gadis itu seolah sulit sekali menyebutkan siapa namanya.
“Aku—“
“Mianhae... Apa kau mengerti bahasa Korea?” Tanya Hiu hwi bimbang, gadis Jepang itu tampak mendongak dan tersenyum.
“Tentu saja. Sebenarnya namaku itu adalah... ‘Yuzuki Miu Kawaguchi’, kalian bisa memanggilku dengan Miu saja.” Gadis itu tersenyum simpul menampilkan deretan gigi putihnya, Eunhyuk bahkan sentak menganga menatapnya membuat Su hee menjitak kepala namja itu dengan kesal.
“Nde, salam kenal Miu-shi. Namaku Hiu hwi, ini temanku Su hee dan namja tak jelas itu namanya Eunhyuk,” Balas Hiu hwi terkikik pelan mendapati tatapan gusar Eunhyuk padanya.
“Oh... Dozo yoroshiku onegaishimasu,” Ucap Miu merunduk membuat Hiu hwi dan yang lainnya bingung setengah mati, alhasil mereka hanya mampu mengangguk-angguk tak jelas.
“Lalu, dimana Kyuhyun? Bisakah kau mengantarku untuk menemuinya?”
“Ye, tentu. Aku rasa Kyuhyun tengah berada dilapangan basket pada jam seperti ini, Kajja~” Balas Hiu hwi tersenyum ramah seraya melangkahkan kakinya menuju lapangan basket yang memang tak jauh dari tempat mereka berdiri sekarang, Hiu hwi tampak berpikir sesuatu untuk beberapa waktu. Sudah banyak pertanyaan mulai berputar diotaknya akan yeoja Jepang yang kini tengah mengikutinya itu. Siapakah yeoja ini? Apa hubungannya dengan Kyu?
“Miu-shi... Kau tunggu disini saja, biar aku memanggilnya lebih dulu ne?” Ucap Hiu hwi seraya berlarian menuju kearah lapangan basket itu, sesekali tampak ia memelankan langkahnya untuk menghindari bola yang tengah dimainkan oleh para namja-namja tampan itu.
“Cho Kyuhyun....” Panggil Hiu hwi membuat namja itu sentak menoleh  dan menatapnya geram.
“Wae? Kau ingin memberikan air minum kepada ‘Oppa’ mu ini heh? Wah... Kau adik yang sangat perhatian,”
“Aish... Aniya, tapi... Itu— Ada yang mencarimu,” Bisik Hiu hwi sembari mengalihkan pandangannya pada seorang yeoja yang kini tengah berdiri tegap diluar lapangan itu. Kyuhyun sentak saja menoleh mengikuti arah pandangan Hiu hwi, entah mengapa tiba-tiba saja ekspresi namja tampan itu berubah menakutkan. Mata mereka beradu pandang tajam dalam kejauhan membuat jantung Kyu tiba-tiba berdetak cepat.
“Waeyo? Siapa dia?” Tanya Hiu hwi yang tak digubris sama sekali oleh Kyuhyun. Entahlah... Mengapa kini wajah Kyuhyun seolah mengisyaratkan kesedihan yang dalam.
“Kyuhyun-ah....” Seolah mengerti dengan  keadaan yang tampak tak enak sekarang, Miu pun mulai memberanikan diri berjalan dan melangkahkan kakinya untuk menghampiri Kyu yang seolah-olah tak ingin lagi melihat wajahnya itu. Hiu hwi hanya terpaku diam menatap kedua orang ini, ia sama sekali belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Kyunnie... Bogoshippo,” Tanpa diduga dan disangka Miu pun sontak memeluk tubuh Kyu dengan erat, air matanya terurai indah dan mengalir lembut di pipinya. Tak hanya Hiu hwi yang kaget akan hal itu, tapi tampak juga segerombolan yeoja yang memang berada disana mulai melotot garang menatap pemandangan itu.
"Lepaskan... Ini di Sekolah. Apa kau ingin membuat sensasi murahan heh?” Ucap Kyu tertahan seraya berusaha melepaskan pelukan Miu darinya, walau tak namja itu pungkiri jika ia juga sangat merindukan pelukan itu.
“Kyunnie,”
“Ada perlu apa kau kemari?"
"Apa kau masih marah padaku huh? Kyu... Ayolah.. Jangan bersikap kekanak-kanakkan seperti ini, mereka di Jepang tengah menunggumu.”
“Menungguku? Hahaha~ Apa kau sedang membuat lelucon sekarang? Mereka? Mereka siapa maksudmu huh? Pulanglah... Aku senang berada disini, setidaknya tak ada yang tau siapa aku.”
“Lalu, bagaimana denganku? Aku ingin kau pulang Kyu,”
“Bukankah kau juga tak perduli padaku? Untuk apa aku pulang? Untuk menyakiti diriku sendiri lagi? Kau tau... Melihat wajahmu saja semakin membuat lukaku terkoyak dalam,”
“Kyu....”
“Pulanglah... Aku harap disini, aku bisa melupakan mereka dan terutama melupakanmu.” Ucap Kyu sinis seraya berlalu pergi dari tempat itu, ia tak perduli lagi dengan tatapan banyak orang yang berada disekitar Sekolah ini.
“Kyu....” Isak Miu seraya meneteskan satu per satu air mata yang kini menghujamnya dengan kesesakkan yang amat sangat. Terlihat sekali dipancaran matanya, jika ia sangat merindukan sosok Kyu.
“Gwanchana? Humm... Sudahlah, omongan namja itu tak usah kau bawah kedalam hati. Dia memang  orang yang seperti itu; menyebalkan,” Ucap Hiu hwi sekenanya seraya menepuk bahu kiri Miu dengan lembut, bermaksud untuk menenangkan yeoja yang barus saja ia kenali itu.
"Aku tau, Arigatou Hiu hwi-shi" Miu mencoba tersenyum kearah Hiu hwi, nampak ia sangat rapuh saat ini.
"Nde. Humm... Kalau boleh aku tau, apa hubunganmu dengannya? Aku rasa kalian tampak sangat dekat,”
“Aku— Sebenarnya aku—“ Miu tertunduk, lagi-lagi ia tampak kesulitan menyebutkan jati dirinya sendiri.
“Jika kau tak ingin mengatakannya, aku tidak memaksa Miu-shi. Mianhaeyo,”
“Gwanchana... Aku harus membujuknya pulang ke Jepang secepatnya, orang tua bahkan orang-orang yang mengenalnya sangat merindukannya saat ini,”
“Jincha?”
“Memang ada masalah apa?”
“Humm.... Masalah yang sangat rumit untuk ku jelaskan,”
“Nde? Ohk... Arasseo. Pasti itu benar-benar sangat pribadi, ah... Pantas saja waktu itu dia ingin melompat,”
"Heng? Melompat? Apa maksudmu Hiu hwi-shi?"
"O... AA...aaaaniyo, maksudku— Sebenarnya waktu itu dia melompat-lompat sambil berteriak," Sahut Hiu hwi tak karuan.
“Nde?”
“Humm... Ani, tidak penting. Hahaha~ Ah ya... Aku akan membantumu membujuknya pulang, jadi kau tak usah kuatir ne? Aku juga berharap dia dapat pulang secepatnya.
“Jeongmal? Ah... Gomawo Hiu hwi-shi, aku berharap ia dapat segera kembali ke Jepang,”
“Nde, aku juga berharap yang sama.” Sahut Hiu hwi antusias, ia benar-benar tak sabar ingin mengirim Kyuhyun kembali ketempat asalnya, setidaknya mungkin dengan begitu masalah hidupnya akan terselesaikan. Dan Hiu hwi tak perlu repot-repot lagi untuk mengusir namja itu keluar.



-          “ Dengan bodohnya aku langsung menyukaimu, apakah ini takdir? Takdir yang mengatakan jika kaulah jodohku sebenarnya, tapi bagaimana... Bagaimana jika kau bukan takdirku?” -

@Hiu hwi Home, Seoul South Korea-


Sudah sejak beberapa menit lalu, Hiu hwi sibuk memperhatikan wajah Kyu yang tengah membaca sebuah buku musik diruang tengah, kacamata putih yang kini bertengger diantara hidung dan matanya tampak bergelayut tak mantap seolah hendak tergusur.
“Sampai kapan kau akan menatapku seperti itu? Kau tak takut akan jatuh cinta padaku heh?” Hiu hwi sentak meneguk ludahnya susah payah saat mendengar kalimat dari Kyu itu. Dengan cepat ia alihkan pandangannya seraya menggerutu kecil.
“Cho Kyuhyun... Boleh aku bertanya sesuatu padamu?”
“Tidak perlu,”
“YA! Aku sedang serius,”
“Siapa bilang aku sedang bercanda?” Sahut Kyu seraya menutup buku yang ia baca dan menatap Hiu hwi dengan tajam.
“Ash... Humm... Kyuhyun-shi siapa Miu itu? Apa rumahmu berada Jepang? Lalu mengapa kau sekarang di Korea? Dan apa yang sebenarnya terjadi padamu? Apa jangan-jangan kau—“
“Sepertinya kau benar-benar mulai menyukaiku,” Sela Kyu seraya mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi yang kini hanya mampu memasang tampang salah tingkah.
“YA! Aku sedang bertanya, kenapa kau malah mengalihkan semuanya, lagipula siapa yang menyukaimu. Apa aku gila,”
“Untuk apa kau bertanya sedetail itu jika memang kau tak penasaran denganku huh?”
“Si-siapa yang penasaran? Aku hanya ingin tau saja,”
“Bukankah itu sama saja? Jika memang itu tidak benar, kau harusnya santai saja. Kenapa malah kau jadi salah tingkah dan memerah seperti itu,”
“YA! CHO KYUHYUN... Kenapa setiap kali berbicara padamu, darahku selalu naik! Ah... Apa mungkin kau memang sengaja mengalihkan pembicaraanku tadi, karna kau tak mau menjawabnya,”
“Kau benar, aku tak ingin menjawabnya.”
“Wae? Pasti karna Miu itu adalah gadis spesial untukmu kan?”
“Kau benar-benar gadis yang selalu ingin ikut campur,”
“Apa aku benar? Kau tau... Matamu berkata lain saat menatapnya, jadi aku yakin jika Miu itu adalah gadis spesial untukmu atau mungkin— Dia itu adalah pacarmu? Apa itu—“
“Diam!”
“Jangan-jangan... Kau ingin bunuh diri karna kau patah hati akibat Miu? Apa mungkin Miu selingkuh darimu? Atau dia—“
YA! DIAM... SUDAH AKU BILANG DIAM, KAU HARUS DIAM! Kenapa kau mengesalkan sekali huh? Tsk!” Bentak Kyu seraya berdiri dari tempat duduknya dan berlalu pergi keluar dengan emosi yang memuncak. Dapat Hiu hwi dengar dengan jelas jika pintu rumahnya tertutup kasar, ia sedikit Shock melihat ekspresi tiba-tiba Kyu seperti tadi.
“Kenapa dia jadi begitu marah padaku!” Gumam Hiu hwi gusar. Yeoja ini pun mulai beranjak untuk ikut keluar rumah, keadaan seperti ini seolah membuatnya menjadi sangat lapar.

***


Sepertinya akhir-akhir ini musim memang sedang tak bersahabat, lagi-lagi bumi seolah terguncang oleh keadaan yang tak menentu membuat semua isi dan alam dunia ini seolah ikut menyemarakkan suaranya.  Alhasil hujan lebat pun mulai perlahan membasahi seluruh kota ini membuat suasana menjadi begitu dingin.
“Aish... Kenapa jadi hujan mendadak seperti ini?” Ucap Hiu hwi saat kini ia terjebak dipersimpangan jalan rumahnya, butuh 15 menit lagi untuk sampai ke rumah susunnya itu.  Entah mengapa saat pergi tadi, ia sama sekali tak berpikir untuk membawa payung ataupun jaket untuk menutupi tubuhnya.
“Sepertinya hujan akan lama untuk berhenti, aku sudah lapar.” Rengek Hiu hwi merasakan lemas dalam tubuhnya, ia benar-benar tak sadar jika sudah sejak kemarin malam ia tak makan satu butir pun nasi. Hingga tanpa pikir panjang lagi, yeoja itu pun langsung berlari menembus hujan yang seolah telah membadai itu. Jika harus menunggu hujan reda, mungkin saja  ia akan malah pulang malam hari.
“Huhh... Hu... Huhh... Akhirnya sampai juga, aku sudah tak kuat lagi.” Gumam Hiu hwi tatkala kini ia telah sampai tepat didepan pintu rumah susunnya itu, dirasanya lelah sekujur otot dan tubuhnya yang kini semakin melemas.
“Ah... Mana kuncinya?” Hiu hwi sentak terduduk didepan pintu rumah susunnya itu alih-alih tak kuat lagi untuk sekedar berdiri dan membuka pintu. Tubuhnya telah basah kuyup oleh air hujan, entah mengapa Hiu hwi juga merasakan kepalanya begitu amat terasa sakit saat ini.
“Engg....” Erangnya lemah, tangan kanannya mulai bergerayang untuk mengambil sebuah ponsel dari saku bajunya yang telah basah, namun untunglah... Ponsel mungil itu masih dapat jelas menyala. Tangan Hiu hwi tampak bergetar hebat saat memencet nomor seseorang yang berada tepat diatas buku telpon ponselnya itu.
"Yeo...boss...Yeobos....sseyo Kyuhyun-shi tolong aku.... Kepalaku sakit sekali,” Ucap Hiu hwi terbata, kedua kelopak matanya seolah merasa lelah untuk terbuka.
“Nde? Hiu hwi-ya kau dimana?” Balas Kyu sentak panik, entah ia sadar atau tidak dengan rasa kekuatirannya yang cukup berlebihan itu. Bahkan sekarang ia telah berdiri dari tempat duduknya saat ini. Sebenarnya Kyuhyun kini tengah bersama Miu di sebuah Cafe, entah apa yang hendak mereka bicarakan.
"Aku didepan pintu, cepatlah pulang oppa. Aku tidak kuat lagi," Isak Hiu hwi yang malah semakin membuat Kyu kalang kabut.
“Arasseo, tunggu aku! Aku akan segera pulang.” Kyu sentak mematikan flip ponselnya dan mulai bersiap-siap untuk pergi.
“Kyu waeyo?” Tanya Miu bingung
“Aku harus segera pulang. Mianhae,” Ucap Kyu seraya berlari pergi dari tempat itu, ia tak menghiraukan lagi Miu yang kini tengah menatapnya heran.
“Kyuhyun-ah... Tunggu! Bukankah kita harus segera pulang ke Jepang? Kau tidak boleh pergi lagi Kyu,” Pekik Miu yang memang sukses membuat Kyu menghentikan langkahnya seketika.
“Mianhae... Aku tidak bisa pulang sekarang, keputusanku masih sama. Aku belum ingin kembali ke Jepang, dan soal hubungan kita itu— Bukankah tidak ada yang perlu dipikirkan lagi heh?” Sahut Kyu sinis seraya kembali melanjutkan langkahnya pergi dari tempat itu, meninggalkan Miu yang menatap nanar punggungnya. Yeoja itu tampak menitikan kembali air matanya.
“Kyu....” Desahnya dalam.


Disatu sisi Kyuhyun pun terus berlari menembus air hujan yang kini telah membasahi tubuhnya, entah mengapa ia terlihat sangat kuatir seperti ini? Untunglah jarak Cafe dan Rumah susun itu tak terlalu jauh, hingga hanya dengan berlari 7 menit Kyu pun sudah sampai ditempat tujuannya.
“Hiu hwi-ya....” Langkah Kyu pun sentak terhenti tatkala menatap seorang yeoja tengah tergeletak lemah tepat didepan pintu rumah susunnya itu.

“Hiu hwi-ya....” Kyu sentak berlari dan membawa yeoja itu masuk kedalam, tampak Hiu hwi sudah tak sadarkan diri lagi. Mungkin saja ia sudah tertidur akibat rasa sakit di kepala yang tak bisa ia tahan lagi. Kyu dapat merasakan jika tubuh yeoja itu kini mengiggil dan terasa sangat panas membuatnya makin panik.
"Hiu hwi-ya... Gwanchana?? Aish... Yeoja bodoh! Kenapa kau bisa hujan-hujanan seperti ini heh?" Ucap Kyu seraya melepaskan sepatu dan membaringkan tubuh Hiu hwi keatas kasur kamar yeoja itu. Tangan kekar Kyu juga terangkat keatas seolah-olah hendak membuka pakaian basah yang kini dikenakan yeoja itu.

“Hummm....” Desah Hiu hwi pelan sembari menahan tangan Kyu yang kini telah membuka satu kancing baju atasnya.
"Kau itu demam bodoh!  Jika ku biarkan kau memakai pakaian basah seperti ini, maka sakitmu akan semakin parah!" Bentak Kyu bergetar, Hiu hwi yang masih tampak sangat lemah itupun kini tak bisa berkutik apa-apa lagi saat Kyuhyun mulai mengganti pakaiannya. Terlihat tangan Kyu bergetar hebat saat melakukan itu semua. Bahkan detak jantungnya pun terus-menerus berdegup semakin kencang tatkala ia dapat melihat dengan jelas putihnya lekuk tubuh Hiu hwi saat ini.
“Ash... Cho Kyuhyun, apa yang tengah kau pikirkan huh?” Gumam batin Kyu gusar. Setelah selesai mengganti pakaian yeoja itu, Kyu pun mulai menyelimuti dan mengompres Hiu hwi dengan sabar. Tanpa sadar jika sejak tadi matanya terus memandang wajah yeoja itu dengan seksama.
“Hummm... Aku juga tidak tau kenapa.” Gumam Kyu tak karuan seraya membelai pipi Hiu hwi dengan lembut sampai batas bibir yeoja itu. Kyu meneguk ludahnya susah payah, naluri laki-lakinya itu kini semakin melambung tinggi dan tak terkontrol lagi. Entah ada apa ini, hingga sekarang Kyu malah semakin mendekatkan wajahnya pada yeoja itu dengan ritme pelan. Bibir Kyu kontan saja menempel didahi hangat Hiu hwi saat ini, hingga wajah Kyu perlahan turun kebawah menuju bibir mungil yeoja itu yang memang masih tertutup rapat.
“#CUP!” Entah sadar atau tidak Kyuhyun pun telah menempelkan bibirnya di bibir yeoja dihadapannya itu, seolah ingin mengulang adegan saat pertama kali mereka bertemu. Seakan mendapatkan sensasi yang berbeda, Kyuhyun pun semakin dalam melakukannya hingga seketika  Hiu hwi menggeliat pelan yang membuat kontan saja Kyuhyun melepaskan ciumannya itu.
“Yeoja pabbo, kau sangat manis,” Gumam Kyu tersenyum, entah apa yang kini ia rasakan. Tapi sejujurnya, Kyu memang sudah memperhatikkan Hiu hwi saat pertama kali mereka bertemu. Dan Hiu hwi lah... Yang menjadi First kiss nya saat ini. Mungkin karna itulah... Kyu ingin melakukannya lagi dengan Hiu hwi. Layaknya sebuah candu yang memabukkannya.
“Hummm... Beristirahatlah.” Ujar Kyu singkat seraya membuka kemejanya yang memang sedari tadi telah basah kuyup akibat hujan. Sebenarnya Kyu ingin meninggalkan Hiu hwi sendiri disini, namun entahlah... Ia sekarang malah berbaring disamping yeoja itu dan memeluknya agar ia juga merasa hangat, seolah-olah tak perduli lagi, apa yang akan terjadi setelah ini.

***


Sinar mentari pagi, mulai mencari jalan untuk menerangi bumi saat ini. Menawarkan sebuah kehangantan bagi para manusia yang menghuninya, menawarkan rintisan pagi yang sangat indah untuk dirasakan.
“Ehm... Mmmm,” Tampak Hiu hwi menggeliat pelan diatas tempat tidurnya saat ini, entah mengapa ia merasakan jika saat ini tubuhnya sangat berat. Seolah-olah sekarang tengah ada yang memeluknya. Eh... Memeluknya? Hiu hwi sentak melotot saat ia dapat menatap seseorang tengah merangkul pinggangnya dengan erat. Walau masih merasakan pusing diarea kepalanya, tapi Hiu hwi masih mampu melihat dengan jelas.  Apalagi kini ia sadar jika namja itu juga tak memakai baju atasnya, dan Hiu hwi yakin jika baju yang ia kenakan ini bukanlah baju yang ia kenakan sendiri, Lalu—
"ARGH...." Pekik Hiu hwi keras, hingga sukses membuat Kyuhyun mengerang kesal ditempatnya.

"YA! Wae? Jangan berisik....! Ini masih pagi," Dengus Kyu sembari membenarkan posisinya tanpa berniat membuka kedua kelopak matanya itu.
"CHO KYUHYUN....! Apa yang telah kau lakukan padaku huh? Dasar jahat!" Pekik Hiu hwi seraya menjambak-jambak rambut Kyuhyun dengan keras, tak cukup melakukan itu. Hiu hwi pun mulai memukul tubuh namja itu dengan hentakan yang cukup kuat. Seolah tak terima dengan apa yang kini dilakukan Hiu hwi padanya, Kyu pun juga sentak menarik kedua tangan yeoja itu agar kembali terjatuh kekasur, didekapnya erat tubuh Hiu hwi yang masih terasa hangat.

"YA! Lepaskan aku....!" Kembali Hiu hwi memekik hebat seraya berusaha melepaskan dekapan Kyu darinya, tapi sayang.... Kyu malah semakin dalam membenamkan kepala yeoja itu pada dada bidangnya yang polos.
"Apa kau tidak bisa diam huh? Kau itu masih demam, jangan terlalu banyak bergerak dulu,”
“ANDWE! Aku—“
“Jika tidak—jangan harap aku akan melepaskanmu," Ucap Kyu tegas membuat Hiu hwi entah mengapa seketika diam dan seolah menurut. Baru kali ini yeoja itu merasakan desiran aneh yang melintas dalam dada nya saat ini. Nyaman! Hiu hwi merasa sangat nyaman dalam pelukan Kyu.

"Kyuhyun oppa...  Aku ingin menanyakan satu hal padamu, kali ini kau tak akan membentakku lagi kan? Ucap Hiu hwi memecah keheningan yang semenit lalu terjadi diantara mereka.
"Changkaman! Oppa? Sejak kapan kau memanggilku seperti itu huh? Kau berminat sekali menjadi adikku, kau tau... Aku tidak akan ikhlas dunia akhirat memiliki adik sepertimu,"
"YA! Aku juga tidak mau menjadi adikmu... Sebenarnya itu karna aku hanya ingin lebih sopan saja,”
“Benarkah?”
“Kau tidak percaya padaku? Ah ya... Sebenarnya— Kenapa kau ingin bunuh diri waktu itu?”
“Kau sepertinya memang tertarik padaku, sudahlah... Tutup mulutmu itu,  jika tidak aku akan menyumpalnya agar kau diam," Ancam Kyu membuat Hiu hwi sentak mendongak menatapnya, jarak wajah mereka begitu dekat sekarang . Bahkan keduanya dapat merasakan hembusan nafas dari masing masing.
“Hummm....” Entah setan apa yang merasuki tubuh Kyu saat ini, hingga ia pun mulai memegang leher Hiu hwi dengan lembut bermaksud untuk membuat kepala yeoja itu semakin menaik kearahnya, hingga seketika—


-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar