Tittle : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL ENDING]
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
“Kyuhyun Oppa.” Desah Hiu hwi membuat Kyu hanya tersenyum manis seraya menghapus sisa telur diwajahnya itu. Sampai seketika—
“MAAF.” Kyu sentak berucap itu dengan menekuk kedua kakinya seolah tengah berlutut! Yah, dia berlutut saat ini didepan semua masyarakat Jepang itu. HENING! Semua orang seolah fokus memandang sang penerus pemimpin Jepang itu kini tengah berlutut seraya berusaha menahan cucuran air matanya.
- “Hanya melihatmu saja, itu sudah cukup bagiku.
Hanya mendengar suaramu saja, itu sudah cukup membuatku tersenyum.
Kau...
Memilikimu... adalah angan yang terindah
Benar!
Aku bukan menginginkanmu,
Tapi aku membutuhkanmu.” –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. End Begin’s story_
Langit itu seolah mulai menggelap, menawarkan segumpal kekelaman yang merasut dingin ke alam yang merebak gelap. Mendung! Tampak layangan angin melayang indah bersama gemuruh langit yang tengah tak bersahabat ramah.
Hening!
Semua orang tampak mengatup mulut mereka tatkala kini sang penerus Kekaisaran Jepang itu hanya merunduk dengan sebuah senyum getir yang melekat diwajahnya untuk beberapa waktu. Hiu hwi yang semenjak tadi hanya diam membisu kini mulai terisak dengan suara seraknya saat ini. Ia benar-benar tak tega melihat orang yang ia cintai itu kini tengah berlutut diatas tanah yang bebatuan, bahkan tanpa alas sedikitpun.
“Oppa,” Hiu hwi sentak ikut menekuk kakinya dan berlutut disisi kiri Kyu. Ia hanya tak ingin Kyu merasakannya sendiri.
“Aku mencintaimu.” Lanjut Hiu hwi seraya menggenggam tangan Kyu yang kini tersenyum kearahnya. Namja itu seperti mendapatkan secercah semangat lewat perkataan Hiu hwi barusan. Hiu hwi tau betul melalui pancaran mata Kyu jika saat ini namja itu merasa sebuah ketakutan. Toh, bagaimanapun kini mereka tengah berhadapan dengan masyarakat Jepang yang kecewa akan dirinya.
“Maaf... maafkan aku,” Kyu berucap tulus pada ratusan orang yang kini tengah menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Sorot lampu kamera sejak tadi memang tak henti-hentinya menyorot setiap adegan ditempat ini, seolah tak ingin ada moment yang terlewatkan sedikitpun. Apalagi ini juga disiarkan langsung pada TV Nasional dunia, dimana semua orang dapat dengan mudah menonton.
“Aku tau kalian pasti merasa marah, benci dan kecewa pada keputusan yang akan aku ambil ini, tapi tekadku sudah bulat untuk melakukannya. Aku tau kata maaf sekalipun tak akan dapat menyelesaikan semua masalah ini. Sejujurnya, aku sudah siap menerima semua hukuman dan konsekuensi yang akan aku ambil atas tindakanku ini,” Kyu sentak berhenti sejenak dengan menatap sendu beberapa orang dihadapannya.
“Ini—” Kyu sentak melepaskan sebuah pangkat yang tersemat dipunggung kirinya dan sebuah cincin yang menandakan jika ia adalah anggota kekaisaran itu dengan perlahan, kontan saja itu membuat semua orang sukses terkejut bukan main. Apa yang tengah ia lakukan? Semua orang tampak mulai kembali berbisik.
“Aku masih sadar, aku memang terlahir ditempat ini. Selama bertahun-tahun aku dibesarkan dengan semua kedisiplinan dan tata budaya Kekaisaran yang begitu kuat disini, selama beberapa tahun juga aku mempelajari banyak sekali tentang tata kepemerintahan dan pelajaran hidup yang mengajarkanku kedewasaan, bagaimana cara bertindak dan bagaimana cara untuk tetap bertahan,” Kyuhyun menghela nafasnya sejenak dan memandangi bangunan-bangunan disekelilingnya itu seolah kini ia tengah membayangkan masa kecilnya ditempat itu.
“Terima kasih, terima kasih banyak karna kalian telah membesarkanku atas dasar-dasar itu, tapi—sekarang aku ingin berhenti,” Kyuhyun merunduk! Ia meneteskan air matanya tepat dihadapan semua orang yang ada disini. Hiu hwi yang melihat itu pun hanya mampu menghela nafas seraya semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kyu.
“Aku merasa tak pantas lagi menyandang semua kekuasaan yang akan diberikan padaku nantinya. Aku sadar, aku bukan penerus dan pemimpin yang baik untuk melanjutkan semua sejarah itu. Hummm... karna itulah aku berlutut dihadapan kalian ini untuk meminta maaf atas semua kekacauan yang telah ku buat selama ini. Aku meminta maaf karna aku tak bisa lagi menjadi impian kalian untuk melanjutkan kekaisaran ini ditanganku. Aku—aku meminta maaf karna aku—mengundurkan diri dari statusku sebagai Pangeran Hisahito saat ini juga! Aku sudah memutuskan jika bukan aku lagi sang penerus Kekaisaran ini,” ujar Kyu membuat semua orang tampak kembali riuh atas pernyataannya itu. Kyuhyun memucat! Sejujurnya, ia juga tak ingin mengecewakan rakyat Jepang yang sejak dulu mendukung dan menjaganya sebagai penerus Kekaisaran. Kembali, makian dan penolakan itu terdengar dimana-mana, bahkan saat ini beberapa dari mereka seolah sangat geram pada Kyu. Untunglah, beberapa pengawal masih mampu mengatasinya.
“Maaf, tolong maafkan aku,” Kyu seolah memekik mengucapkan itu sembari mengubah posisinya bersujud dihadapan rakyat Jepang saat ini berkali-kali. Ia seolah tak perduli lagi dengan harga dirinya saat ini.
“Maafkan aku.” Kyu mengulang perkataan yang sama seperti itu dengan bersujud berulang, membuat semua orang yang ada disini mulai tersentuh atas tindakannya itu. Hiu hwi tak bisa membendung lagi air matanya yang sama sekali tak dapat lagi berhenti sejak tadi, ia benar-benar tak percaya Kyu dapat melakukan itu, bahkan sampai dahinya sedikit tergores akibat kerikil-kerikil dihadapannya.
“Berhentilah Oppa, kau jangan melakukan ini.” Hiu hwi sentak menahan lengan Kyu yang hendak kembali bersujud. Kyu hanya menatapnya dengan senyum tangisnya seraya menyentuh lembut pipi kiri Hiu hwi, seolah saat ini ia ingin menegaskan pada yeoja itu jika ia akan baik-baik saja.
Hening!
Semua orang kembali terdengar tak bersuara saat melihat Kyuhyun seolah begitu tulus meminta maaf. Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Kekaisaran Jepang, dimana penerus mereka bersujud sampai seperti itu. Bukankah itu menandakan jika Kyuhyun memang benar-benar serius meminta maaf? Lalu, apakah ini akan berhenti disini? Sepertinya TIDAK! Beberapa pasukan pengawal Kekaisaran dalam mulai ikut keluar bersama Putra Mahkota yang tak lain adalah Ayah dari Kyuhyun.
“Cepat berdiri Pangeran Hisahito!” Bentak sang Putra Mahkota itu seraya menatap geram kearah Kyu. Semua orang sontak diam! Entah apa yang akan terjadi pada keluarga Kekaisaran ini sekarang, yang jelas permasalahannya akan semakin pelik saat ini. Tampak Kyu menurut, ia berdiri dan membungkuk kearah Ayahnya sebagai sebuah penghormatan.
“Apa yang kau lakukan huh? Cepat masuk dan temui aku dikediamanmu.”
“Tidak Chichi, tak ada yang perlu kita bicarakan lagi soal ini. Aku akan keluar dan mengundurkan diri dari jabatan ini, aku tidak perduli hukuman apa yang akan aku terima nantinya. Jika memang aku harus diasingkan, itu tidak masalah aku ak—”
#PLAKKK!
Sebuah tamparan sukses melayang kearah pipi Kyu yang kini tampak memerah karnanya. Semua orang sontak melotot tak percaya akan kejadian dihadapan mereka ini! Terlihat tangan sang putra Mahkota itu kini tengah bergetar hebat, sepertinya ia juga kini menangis!
“Kau bukan hanya akan mengorbankan dirimu sendiri Hisahito, tapi juga keluarga besarmu. Kau pikir semua ini akan selesai ketika kau mundur? Siapa yang akan meneruskan Kekaisaran ini? Apa kau menganggap ini permainan anak-anak? Atau sebuah lelucon? Kenapa kau membengkang seperti ini Hisahito? Kenapa kau tak diam saja seperti Ayah dahulu?”
“Karna aku Hisahito. Aku juga manusia yang berhak memilih dan menentukan sendiri hidupku, termasuk menikah dengan orang yang aku cintai.”
“Lalu, bagaimana dengan Miu? Kau mau lepas tanggung jawab atas dirinya huh? Kau itu seorang pria Hisahito!”
“Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak dengan cara menikahinya.”
“Apa maksudmu huh?”
“Aku tidak mencintainya, Chici.”
“Cinta? Bahkan kau berbicara omong kosong itu disaat semua keadaan seperti ini? Walau kau mengundurkan diri sekalipun, tapi kau tak bisa lepas tanggung jawab untuk menikahinya secara resmi Hisahito!”
“Tidak! Aku tidak akan pernah menikahinya.”
“HISA! Kau—”
“CUKUP!” Pekik seseorang seketika muncul dibalik kerumunan orang-orang itu dengan isak tangisnya yang dalam. Semua orang kini tampak menoleh kearahnya. Rasa iba itu tampak sangat melekat tatkala melihat gadis itu tengah berusaha memaksakan dirinya sendiri untuk berjalan dalam keadaan hamil besar itu.
“Miu....” Desah Hiu hwi seketika. Kembali, semua tampak diam dan sibuk menetralisir keadaan disini. Miu merunduk singkat lalu menghela nafas dan tersenyum sekilas, seolah kini ia tengah menguatkan diirnya sendiri.
“Aku tidak akan menikah dengan Kyuhyun, aku tidak akan menunggunya lagi sampai detik ini juga. Aku memang mencintainya, tapi aku lelah. Aku lelah dengan semua penolakan dan penyesalanku sendiri,”
“Miu,” tampak Ayah Kyuhyun mulai bergerak untuk memberi topangan pada gadis itu agar ia tak jatuh. Kyuhyun diam! Ia hanya melirik kearah Hiu hwi yang kini tengah memandangnya dengan perasaan bersalah.
“Miu, kau tenang saja. Akan aku pastikan jika Hisahito akan tetap menikahimu secara resmi.” Lanjut sang putra Mahkota itu seraya mengelus puncak kepala Miu. Sebenarnya Miu memang sudah sejak dulu ia anggap sebagai anaknya sendiri. Hanya gadis itulah, yang dulu selalu bermain dan menemui Hisahito saat masih kecil di Kekaisaran. Tampak juga beberapa orang yang ada disana mendukung dan meminta pertanggung jawaban Kyuhyun atas Miu, seolah kehadiran Hiu hwi benar-benar hanya dipandang sebagai seorang perebut. Toh, memang bukankah semua orang tau jika anak yang dikandung Miu itu adalah Putra Mahkota kecil. Itu bahkan lebih penting dari apapun sekarang!
“Tidak! Pangeran Hisahito tak perlu bertanggung jawab atas kehamilanku ini,” semua orang terlihat mendongak menatap Miu dengan bingung. Bahkan Kyu kini tengah berusaha meminta Miu agar jangan berbicara terlebih dahulu melalui tatapan matanya yang tajam. Namun sepertinya tidak! Miu benar-benar tak tahan lagi menyimpannya sendiri, menyimpan sesuatu yang bahkan dapat membuat orang lain menderita, terutama Kyu. Ia sangat menyayangi namja itu dan tak ingin melihatnya kembali menderita karna selalu melindunginya.
“Bukan Pangeran Hisa yangmenjadi Ayah dari anakku ini,”
“Mwo?” Hiu hwi yang tadinya bersembunyi dibalik punggung Kyu, kini mulai berani untuk maju kedepan. Bukan hanya Hiu hwi yang terkejut atas penuturan Miu saat ini, tapi juga semua orang! Bahkan orang-orang yang menonton kejadian ini secara Live. Miu sadar dan tau betul, jika ia akan menggali lubang aib nya sendiri sekarang. Semua orang tampak mulai berbisik-bisik; menebak siapa Ayah yang disebut-sebut sebagai Putra Mahkota kecil itu.
“Yah, ini bukanah anak dari Pangeran Hisahito. Tapi—”
“Hiu hwi-ya....” Suara serak itu tiba-tiba terdengar dari arah kejauhan dengan beberapa pengawal Kekaisaran yang lain. Semua orang kontan menoleh! Tanpa perlu ditebak, Hiu hwi bahkan sudah tau siapa pemilik suara tinggi itu. Miu tergelak! Ia kini menutup matanya seraya mengadah kearah langit.
“Semua akan selesai disini.” Gumam Miu bergetar.
“Changmin Oppa?” Pekik Hiu hwi yang tanpa sadar menitikan air mata hangatnya berulang. Rasa kesesakan akan rindu itu kini mulai mencuat kepermukaan.
“Hiu hwi! Hiu hwi-ya….” Changmin sentak berlari dari tempatnya saat ini menuju arah tempat adiknya berdiri sekarang. Tak perduli dengan jubahnya yang menyentuh tanah dan dengan orang-orang yang berusaha menahannya.
“Aku tidak akan kabur lagi. LEPASKAN AKU!” Pekik Changmin menghempaskan beberapa tangan yang tadi sempat menahannya dan kembali berlari menuju Hiu hwi. Seorang gadis yang menjadi titik kelemahan Shim Changmin.
“Oppa....” Hiu hwi merasa tubuhnya benar-benar terasa lemah, urat-urat lututnya seolah melemas seiring dengan langkah Changmin yang semakin mendekat.
“Hiu hwi!” Desah Changmin tatkala kini ia sudah dapat merasakan pelukan hangat adik kandungnya itu. Changmin menangis! Belum pernah ia meninggalkan Hiu hwi sampai selama ini, bahkan dalam keadaan yang benar-benar pelik seperti ini.
“Oppa, kau baik-baik saja ne? Mereka tidak melukaimu kan?”
“Aniyo.”
“Kenapa kau meninggalkanku Oppa? Kau jahat! Aku takut.”
“Maafkan Oppa Hiu hwi, maafkan Oppa.” Changmin semakin mengeratkan pelukannya itu, seolah tak perduli dengan tatapan Kyu yang kesal mengarah padanya. Bahkan disaat seperti ini, Kyu seolah merasa marah ketika Hiu hwi disentuh orang lain, walau itu Oppa-nya sendiri.
“Lalu, kenapa Oppa bisa berada disini?” tanya Hiu hwi yang membuat semua orang diam. Miu menoleh dan tersenyum kecil, sebuah senyum yang sebenarnya mengisyaratkan jika dirinya kini dalam keadaan buruk.
“Kau tau Hiu hwi-ya, siapa Ayah dari anakku ini?”
“Mwo?” pertanyaan itu sepertinya hanyalah sebuah formalitas semata. Hanya dengan melihat keadaan saja, semua orang sudah bisa menebak teka-teki itu.
“Aku tegaskan lagi pada semuanya, jika anak yang kukandung ini bukanlah anak Pangeran Hisa, tapi—anak ini adalah anak—” Miu menghentikan kata-katanya itu tepat ketika air matanya mengalir deras.
“Akulah Ayahnya!” Timpal Changmin membuat semua orang mulai serentak kembali riuh. Kyuhyun tertunduk, sedangkan Hiu hwi menoleh dengan tatapan yang benar-benar tak percaya kearah Changmin. Bahkan Putra Mahkota dan beberapa Keluarga Menteri Kekaisaran yang notabane adalah keluarga Miu sendiri pun tak mengetahui ini sejak awal.
“Mwo? Oppa, itu tidak benar kan?”
“Maafkan Oppa Hiu hwi. Oppa tidak tau semua ini akan terjadi seperti ini dan membuatmu malah menderita.”
“Ba-bagaimana bisa itu—”
“Ini semua terjadi, saat ketika kau Kyuhyun pergi beberapa bulan yang lalu itu. Oppa dan Miu tanpa sengaja melakukan hal itu dalam keadaan kami yang mabuk berat. Oppa tidak tau sama sekali jika Miu hamil bahkan saat kita berada di New york.”
“Mwo? Ja-jadi—”
“Benar Hiu hwi, ini anak Oppa-mu. Maafkan aku sudah merahasiakan ini dari kalian semua dan menyalahkan Kyuhyun untuk bertanggung jawab. Sungguh, aku tak punya tujuan lain atas hal itu. Aku takut! Aku takut ketika aku menyadari jika aku mengandung anak Changmin dan bukannya anak Pangeran Hisa, maka aku akan kehilangan Kyuhyun. Aku mencintainya, untuk itulah aku melakukan semua ini,” Miu merunduk seraya mencengkram ujung bajunya dengan keras.
“Aku pikir, dengan kehamilanku ini Kyuhyun akan berpaling dariku dan melupakanmu, tapi ternyata aku salah! Kyuhyun malah tersiksa, dia benar-benar sangat tersiksa bahkan mengalami gangguan batin seperti itu. Aku pikir, ada ruangku untuk kembali masuk kedalam kehidupannya saat ia mengalami Amnesia itu. Namun sepertinya itu sia-sia saja, aku bahkan ikut merasa tersiksa melihatnya menanggung kesakitan itu sendiri. Aku terlalu mencintainya, untuk itulah aku tak bisa melihatnya menderita. Aku sengaja mencari keberadaan Changmin diam-diam dan membawanya ke Kaisaran ini agar apat membantuku menyelesaikan semua masalah ini. Jujur, aku tak menyangka jika kau malah lebih dulu menyelesaikannya Hiu hwi.”
“Miu-shi....”
“Sekarang semua orang dan kalian sudah tau apa yang terjadi sebenarnya. Bisakah kalian berhenti memojokkan Pangeran Hisa? Kumohon jangan membuatnya menderita lagi, ia sudah cukup kesakitan bahkan sejak ia kecil. Bukan dia yang mengkhianatiku, tapi akulah yang telah merusak semua ini. Tolong maafkan aku. Maafkan aku—” Miu sentak ingin membungkuk dihadapan semuanya, namun sayang keadaan fisiknya tak bisa menukungnya lagi untuk kali ini.
“Sekali lagi aku minta Ma—” belum sempat Miu hendak menyelesaikan semua permintaan maafnya itu, kini tampak tubuhnya mulai merosot ketanah. Gadis itu Pingsan!
“Miu-ya....” Pekik Changmin dan Kyuhyun serentak berlari kearah Miu dan menahan tubuh yeoja itu agar tak terhempas ditanah. Semua orang mulai panik! Bahkan Putra Mahkota yang masih berdiri disana sentak berteriak meminta pertolongan cepat. Hiu hwi termangu! Otaknya saat ini benar-benar tak bisa berpikir jernih, ia bahkan seakan tak melihat orang-orang yang berlalu lalang dihadapannya. Ia merasa ingin terlelap! Terlelap dan menganggap semua ini seperti sebuah mimpi.
“Miu-shi....” Gumamnya tatkala melihat tubuh Miu bercucuran darah diangkat kedalam Kekaisaran dengan teriakan panik dari beberapa orang.
“Ada apa ini?” Hiu hwi seolah bergumam lagi dengan air matanya yang semakin berlinang. Entah mengapa Hiu hwi malah terlihat seperti orang ling lung sekarang. Ia seolah melihat alam sekitarnya dengan kebisuan yang berasal dari kalbunya sendiri. Sampai seketika, ia merasa seseorang menggengam tangannya erat dan menariknya kedalam sebuah dekapan. Yah, sebuah dekapan hangat yang benar-benar sangat nyaman bagi Hiu hwi.
“Kyuhyun Oppa.”
- “Aku menangis karnamu,
Aku tertawa juga karnamu,
Untuk itu...
Tetaplah disisiku dan jadilah milikku.
Kumohon...
Izinkan aku memilikimu, walau dalam wujud yang semu.” –
@Bandara Incheon_ South Korea-
Kyuhyun tampak kembali mengeratkan topi hitam yang kini ia kenakan dengan cepat; berharap agar tak ada orang yang mengenalinya. Entahlah, semenjak kejadian 3 hari yang lalu itu ia dan orang-orang yang masuk dalam sengketa permasalahan Kekaisaran itu tampak seolah menjadi incaran dan target utama awak media dan pembicaraan terhangat sampai sekarang.
“Hiu hwi-ya, kau jangan kemana-mana ne? Tetap disini bersamaku, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat.” Bisik Kyu memicing membuat Hiu hwi menghela nafasnya dalam. Sungguh, sekarang Kyu benar-benar sangat kekanak-kanakan sekali. Hiu hwi tau, jika mereka kini tengah hendak pergi ke Korea untuk menyusul Changmin dan Miu yang telah berangkat kemarin. Changmin memang membawa Miu ke Korea untuk dirawat disana saja. Toh, memang Miu tak punya alasan lain jika harus tinggal di Kekaisaran. Sedangkan mereka, kini malah hendak menyusul untuk menemui kedua orang tua Hiu hwi yang memang tengah menunggu penjelasan mereka di Negri gingseng itu. Seolah tak perduli lagi, dengan keadaan istana yang kini semakin tak tentu arah.
“Oppa, bisakah kau melepas sebentar genggaman tanganmu ini? Aku lelah, aku ingin bergerak bebas.” Sahut Hiu hwi membuat Kyu menatapnya memicing.
“ANDWE! Apa kau tak lihat tempat ini sangat ramai huh? Bagaimana jika semua orang tau jika aku adalah—” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dititik itu. Entah mengapa, kini ia terlihat murung.
“Kau adalah Pangeran?” sela Hiu hwi
“Bukan! Aku bukan Pangeran lagi.”
“Oppa, boleh aku bertanya sa—”
“Tidak perlu bertanya. Kau cukup diam saja!” Potong Kyu seraya mengalihkan pandangannya kedepan.
“Hummm... apa tidak bisa kita—”
“CHO HIU HWI... bukankah tadi kusuruh kau diam heh?”
“Mwo? Cho Hiu hwi? Cho? YA! Sejak kapan aku mengganti margaku itu huh? Aish... kau benar-benar seperti setan yang kerasukan hantu belimbing. Suka seenaknya dan—”
“Mwo? Mwo? Dan apa lagi? Untung tadi malam aku masih bisa mengontrol diriku untuk tidak menyentuhmu, jika saja itu aku lakukan, kau pasti tak akan menyahutiku lagi.”
“Jeongmal? Kau kira siapa yang mau menjadi istrimu huh? Kau sudah bukan Pangeran lagi, jadi aku harus berpikir dua kali untuk menikah dengan pengangguran sepertimu.” Balas Hiu hwi santai, namun sukses membuat Kyuhyun terbelalak kaget dibuatnya.
“YA! Kau—”
“Aish... Cho Kyuhyun, aku hanya bercanda,” ucap Hiu hwi terkikik pelan seraya mengecup bibir Kyu singkat.
“Sekalipun kau pengangguran, tapi asal kau mencintaiku dan mau bekerja keras untuk menghidupiku. Aku akan sangat bersedia menjadi calon istri Pangeran mesum sepertimu.”
“Benarkah heh?” Bisik Kyu seraya kembali mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi; mengecup singkat dagu runcing yeoja itu. Seakan tak perduli jika beberapa orang kini memperhatikan mereka sejak tadi.
“Oppa, sudahlah. Kau tak ingat kita tengah di Bandara heh?” Hiu hwi terkikik singkat dan memukul pelan kepala Kyu dengan lembut.
“Terima kasih telah hidup untuk mendampingiku.” Kyu menggapai telinga Hiu hwi dan menggigitnya pelan, membuat yeoja itu bergidik hebat.
“YA! Sudah kubilang ini di Bandara Cho Kyuhyun!”
“Hahaha. Ara, jadi kalau bukan di Bandara, kau tak akan menolak ne?”
“Dasar Pangeran mesum! Aish... Oppa, aku ingin ke toilet sebentar.”
“Tidak usah.”
“YA! Aku sudah tak tahan lagi.”
“Hanya sebentar?”
“Ne.”
“Baiklah, tapi kau harus cepat! Aku tunggu 5 menit dari sekarang.”
“Aish... Kau ini—” Hiu hwi mengumpat kecil seraya berdiri dan hendak beranjak meninggalkan Kyuhyun. Entah mengapa senyumannya yang semenit lalu terlihat, kini tampak lenyap saat ia berbalik.
Kyuhyun tertegun seraya mondar-mandir memandangi jam tangan yang kini melingkar erat ditangan kirinya. Ini sudah hampir 10 menit tapi Hiu hwi tak kunjung kembali dari Toilet. Rasa panik itu kini mulai menghinggapi Kyu.
“Kenapa lama sekali? Apa saja yang ia lakukan dalam toilet itu?” Kyuhyun tampak bergumam kecil. Kembali, ia seolah merekatkan topi yang kini ia kenakan. Entahlah, ia merasa jika saat ini ada beberapa orang yang tengah memperhatikan gerak-geriknya itu. Mungkin saja mereka adalah—
“Pangeran Hisahito....” Ucap seseorang yang membuat Kyuhyun menghela nafas dan mendongak menatapi sejejeran orang-orang berjas hitam itu yang kini tengah mengelilinginya.
“Waeyo? Ada apa kalian kemari? Oh ya, Pangeran? Bukankah aku bukan Pangeran kalian lagi heh? Jadi, sekarang sebaiknya kalian pergi dan berhenti mengagangu hidupku,” Kyuhyun tampak hendak berjalan menghindari orang-orang ini. Namun sial! Ia malah semakin terperangkap.
“Pangeran Hisa—”
“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu dan pergilah darisini!” Bentak Kyu berbalik dengan tatapan geramnya pada orang-orang Kekaisaran itu. Kontan saja itu membuat pehatian di Bandara ini teralih pada mereka.
“Tapi—”
“Waeyo? Aku tidak perduli lagi dengan urusan Kekaisaran dan aku ingin hidup tenang sebagai Cho Kyuhyun.”
“Tapi Pangeran, Putra Mahkota sedang sakit. Beliau terus menerus memanggil nama Pangeran, setidaknya temuilah beliau sebagai seorang anak.”
“Siapa kalian huh? Siapa kalian hingga bisa mengatur hidupku seperti itu?”
“Pangeran....”
“Aku tidak perduli! Aku tidak perduli, sekarang pergilah!” Ucap Kyu geram seraya hendak berbalik dan menyusul Hiu hwi i ke Toilet.
“Pangeran tidak mungkin pergi tanpa gadis yang bernama Hiu hwi itu kan?” Kyuhyun sentak menghentikan langkahnya dan berbalik terkejut atas perkataan itu.
“Apa maksudmu?”
“Nona Shim saat ini tengah berada diperjalanan kembali ke Istana Kekaisaran.”
“MWO?” Pekik Kyu tak percaya. Dengan cepat ia ambil sebuah ponsel kecilnya itu; berharap jika Hiu hwi benar-benar tak kembali kesana.
“Gadis bodoh!” Umpat batin Kyu kesal.
“Yeoboseyo....”
“YA! Kau dimana heh? Kau masih di Toilet kan? Cepat keluar dan kita pergi.”
“Oppa, aku—”
“Shim Hiu hwi! Kenapa kau lakukan ini huh?”
“Maafkan aku Oppa,” isak Hiu hwi membuat Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir sekarang, mengapa yeoja itu malah kembali? Hiu hwi sendiri pun kini tampak cemas dan gemetar! Apakah keputusannya ini benar atau malah akan membuat masalah baru untuknya dan Kyuhyun? Hiu hwi mematikan Flip ponselnya itu dan kembali memandang jalan dari arah dalam jendela mobil mewah ini. Dadanya benar-benar terasa sesak sekarang!
-FlashBack-
“Nona Shim.” Hiu hwi sentak menoleh tatkala kini ia dapat mendengar beberapa orang memantaunya saat ia hendak memasuki Toilet itu. Hiu hwi memang sudah tau, jika sejak tadi mereka tengah diawasi. Untuk itulah, Hiu hwi sengaja membuat alasan kepada Kyu untuk pergi ke Toilet.
“Ada apa? Kenapa kalian masih mengikuti kami?”
“Maafkan kami Nona Shim, tapi ini amanat penting dari Putra Mahkota kepadamu agar membawa kembali Kyuhyun ke Istana. Putra Mahkota sedang sakit, ia ingin melihat Pangeran Hisa disampingnya.”
“Tapi, aku tidak akan bisa. Sekalipun aku membujuknya untuk kembali, Kyuhyun tak mungkin akan mau kembali.”
“Untuk itulah, Putra Mahkota menyuruh kami agar menjemputmu kembali ke Istana sekarang. Beliau tau, jika hanya Nona lah bisa membuat Pangeran Hisa kembali kesana.”
“Mwo?”
“Ada yang perlu beliau sampaikan dan itu sangat penting. Kami harap Nona dapat berkerja sama dalam hal ini. Kami mohon.” Hiu hwi tampak tertunduk sejenak, ini bnar-benar pilihan sulit baginya. Disatu sisi ia memang ingin menyudahi ini dan kembali Ke Korea bersama Kyu, namun disisi lain ia tak ingin keluarga Kyu menderita hanya karna ulahnya dan Kyu.
“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian.” Ucap Hiu hwi mengangguk seraya menghela nafas.
-Flashback End-
“Maafkan aku, Oppa.”
-TBC To SEQ. END B-
"Mianhae Lama! Ahakakakakakka~ *Dibanting* Ini kenapa aku buat 2 Ending nya terpisah... Karna kepanjangan! Takut ntar yang ON di HP cuma bisa cengo liat Judulnya lagi.... Tenang aja, Ending B nya gax bakal lama kayak kemaren Kok... Ceiyus deh....^^
Jujur aja ya, sebenernya bukan Changmin yang ngehamilin Miu... *Yah, Dibahas* Ini udah aku ganti aja alurnya, soalnya gax tega ama Hiu hwi dan Miu yang kesiksa lahir dan batin.... Makanya aku sebagai Author yang baik hati dan budiman, tak segan2 mendengar permintaan para Readers.....Jdinya kuganti begini dah -_- *Lagi demen Sad ending kemaren*"
Author : JEA_
Cast : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
Miu, And Other Cast
Rating : PG + 17 / Straight
“Kyuhyun Oppa.” Desah Hiu hwi membuat Kyu hanya tersenyum manis seraya menghapus sisa telur diwajahnya itu. Sampai seketika—
“MAAF.” Kyu sentak berucap itu dengan menekuk kedua kakinya seolah tengah berlutut! Yah, dia berlutut saat ini didepan semua masyarakat Jepang itu. HENING! Semua orang seolah fokus memandang sang penerus pemimpin Jepang itu kini tengah berlutut seraya berusaha menahan cucuran air matanya.
- “Hanya melihatmu saja, itu sudah cukup bagiku.
Hanya mendengar suaramu saja, itu sudah cukup membuatku tersenyum.
Kau...
Memilikimu... adalah angan yang terindah
Benar!
Aku bukan menginginkanmu,
Tapi aku membutuhkanmu.” –
_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. End Begin’s story_
Langit itu seolah mulai menggelap, menawarkan segumpal kekelaman yang merasut dingin ke alam yang merebak gelap. Mendung! Tampak layangan angin melayang indah bersama gemuruh langit yang tengah tak bersahabat ramah.
Hening!
Semua orang tampak mengatup mulut mereka tatkala kini sang penerus Kekaisaran Jepang itu hanya merunduk dengan sebuah senyum getir yang melekat diwajahnya untuk beberapa waktu. Hiu hwi yang semenjak tadi hanya diam membisu kini mulai terisak dengan suara seraknya saat ini. Ia benar-benar tak tega melihat orang yang ia cintai itu kini tengah berlutut diatas tanah yang bebatuan, bahkan tanpa alas sedikitpun.
“Oppa,” Hiu hwi sentak ikut menekuk kakinya dan berlutut disisi kiri Kyu. Ia hanya tak ingin Kyu merasakannya sendiri.
“Aku mencintaimu.” Lanjut Hiu hwi seraya menggenggam tangan Kyu yang kini tersenyum kearahnya. Namja itu seperti mendapatkan secercah semangat lewat perkataan Hiu hwi barusan. Hiu hwi tau betul melalui pancaran mata Kyu jika saat ini namja itu merasa sebuah ketakutan. Toh, bagaimanapun kini mereka tengah berhadapan dengan masyarakat Jepang yang kecewa akan dirinya.
“Maaf... maafkan aku,” Kyu berucap tulus pada ratusan orang yang kini tengah menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Sorot lampu kamera sejak tadi memang tak henti-hentinya menyorot setiap adegan ditempat ini, seolah tak ingin ada moment yang terlewatkan sedikitpun. Apalagi ini juga disiarkan langsung pada TV Nasional dunia, dimana semua orang dapat dengan mudah menonton.
“Aku tau kalian pasti merasa marah, benci dan kecewa pada keputusan yang akan aku ambil ini, tapi tekadku sudah bulat untuk melakukannya. Aku tau kata maaf sekalipun tak akan dapat menyelesaikan semua masalah ini. Sejujurnya, aku sudah siap menerima semua hukuman dan konsekuensi yang akan aku ambil atas tindakanku ini,” Kyu sentak berhenti sejenak dengan menatap sendu beberapa orang dihadapannya.
“Ini—” Kyu sentak melepaskan sebuah pangkat yang tersemat dipunggung kirinya dan sebuah cincin yang menandakan jika ia adalah anggota kekaisaran itu dengan perlahan, kontan saja itu membuat semua orang sukses terkejut bukan main. Apa yang tengah ia lakukan? Semua orang tampak mulai kembali berbisik.
“Aku masih sadar, aku memang terlahir ditempat ini. Selama bertahun-tahun aku dibesarkan dengan semua kedisiplinan dan tata budaya Kekaisaran yang begitu kuat disini, selama beberapa tahun juga aku mempelajari banyak sekali tentang tata kepemerintahan dan pelajaran hidup yang mengajarkanku kedewasaan, bagaimana cara bertindak dan bagaimana cara untuk tetap bertahan,” Kyuhyun menghela nafasnya sejenak dan memandangi bangunan-bangunan disekelilingnya itu seolah kini ia tengah membayangkan masa kecilnya ditempat itu.
“Terima kasih, terima kasih banyak karna kalian telah membesarkanku atas dasar-dasar itu, tapi—sekarang aku ingin berhenti,” Kyuhyun merunduk! Ia meneteskan air matanya tepat dihadapan semua orang yang ada disini. Hiu hwi yang melihat itu pun hanya mampu menghela nafas seraya semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kyu.
“Aku merasa tak pantas lagi menyandang semua kekuasaan yang akan diberikan padaku nantinya. Aku sadar, aku bukan penerus dan pemimpin yang baik untuk melanjutkan semua sejarah itu. Hummm... karna itulah aku berlutut dihadapan kalian ini untuk meminta maaf atas semua kekacauan yang telah ku buat selama ini. Aku meminta maaf karna aku tak bisa lagi menjadi impian kalian untuk melanjutkan kekaisaran ini ditanganku. Aku—aku meminta maaf karna aku—mengundurkan diri dari statusku sebagai Pangeran Hisahito saat ini juga! Aku sudah memutuskan jika bukan aku lagi sang penerus Kekaisaran ini,” ujar Kyu membuat semua orang tampak kembali riuh atas pernyataannya itu. Kyuhyun memucat! Sejujurnya, ia juga tak ingin mengecewakan rakyat Jepang yang sejak dulu mendukung dan menjaganya sebagai penerus Kekaisaran. Kembali, makian dan penolakan itu terdengar dimana-mana, bahkan saat ini beberapa dari mereka seolah sangat geram pada Kyu. Untunglah, beberapa pengawal masih mampu mengatasinya.
“Maaf, tolong maafkan aku,” Kyu seolah memekik mengucapkan itu sembari mengubah posisinya bersujud dihadapan rakyat Jepang saat ini berkali-kali. Ia seolah tak perduli lagi dengan harga dirinya saat ini.
“Maafkan aku.” Kyu mengulang perkataan yang sama seperti itu dengan bersujud berulang, membuat semua orang yang ada disini mulai tersentuh atas tindakannya itu. Hiu hwi tak bisa membendung lagi air matanya yang sama sekali tak dapat lagi berhenti sejak tadi, ia benar-benar tak percaya Kyu dapat melakukan itu, bahkan sampai dahinya sedikit tergores akibat kerikil-kerikil dihadapannya.
“Berhentilah Oppa, kau jangan melakukan ini.” Hiu hwi sentak menahan lengan Kyu yang hendak kembali bersujud. Kyu hanya menatapnya dengan senyum tangisnya seraya menyentuh lembut pipi kiri Hiu hwi, seolah saat ini ia ingin menegaskan pada yeoja itu jika ia akan baik-baik saja.
Hening!
Semua orang kembali terdengar tak bersuara saat melihat Kyuhyun seolah begitu tulus meminta maaf. Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Kekaisaran Jepang, dimana penerus mereka bersujud sampai seperti itu. Bukankah itu menandakan jika Kyuhyun memang benar-benar serius meminta maaf? Lalu, apakah ini akan berhenti disini? Sepertinya TIDAK! Beberapa pasukan pengawal Kekaisaran dalam mulai ikut keluar bersama Putra Mahkota yang tak lain adalah Ayah dari Kyuhyun.
“Cepat berdiri Pangeran Hisahito!” Bentak sang Putra Mahkota itu seraya menatap geram kearah Kyu. Semua orang sontak diam! Entah apa yang akan terjadi pada keluarga Kekaisaran ini sekarang, yang jelas permasalahannya akan semakin pelik saat ini. Tampak Kyu menurut, ia berdiri dan membungkuk kearah Ayahnya sebagai sebuah penghormatan.
“Apa yang kau lakukan huh? Cepat masuk dan temui aku dikediamanmu.”
“Tidak Chichi, tak ada yang perlu kita bicarakan lagi soal ini. Aku akan keluar dan mengundurkan diri dari jabatan ini, aku tidak perduli hukuman apa yang akan aku terima nantinya. Jika memang aku harus diasingkan, itu tidak masalah aku ak—”
#PLAKKK!
Sebuah tamparan sukses melayang kearah pipi Kyu yang kini tampak memerah karnanya. Semua orang sontak melotot tak percaya akan kejadian dihadapan mereka ini! Terlihat tangan sang putra Mahkota itu kini tengah bergetar hebat, sepertinya ia juga kini menangis!
“Kau bukan hanya akan mengorbankan dirimu sendiri Hisahito, tapi juga keluarga besarmu. Kau pikir semua ini akan selesai ketika kau mundur? Siapa yang akan meneruskan Kekaisaran ini? Apa kau menganggap ini permainan anak-anak? Atau sebuah lelucon? Kenapa kau membengkang seperti ini Hisahito? Kenapa kau tak diam saja seperti Ayah dahulu?”
“Karna aku Hisahito. Aku juga manusia yang berhak memilih dan menentukan sendiri hidupku, termasuk menikah dengan orang yang aku cintai.”
“Lalu, bagaimana dengan Miu? Kau mau lepas tanggung jawab atas dirinya huh? Kau itu seorang pria Hisahito!”
“Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak dengan cara menikahinya.”
“Apa maksudmu huh?”
“Aku tidak mencintainya, Chici.”
“Cinta? Bahkan kau berbicara omong kosong itu disaat semua keadaan seperti ini? Walau kau mengundurkan diri sekalipun, tapi kau tak bisa lepas tanggung jawab untuk menikahinya secara resmi Hisahito!”
“Tidak! Aku tidak akan pernah menikahinya.”
“HISA! Kau—”
“CUKUP!” Pekik seseorang seketika muncul dibalik kerumunan orang-orang itu dengan isak tangisnya yang dalam. Semua orang kini tampak menoleh kearahnya. Rasa iba itu tampak sangat melekat tatkala melihat gadis itu tengah berusaha memaksakan dirinya sendiri untuk berjalan dalam keadaan hamil besar itu.
“Miu....” Desah Hiu hwi seketika. Kembali, semua tampak diam dan sibuk menetralisir keadaan disini. Miu merunduk singkat lalu menghela nafas dan tersenyum sekilas, seolah kini ia tengah menguatkan diirnya sendiri.
“Aku tidak akan menikah dengan Kyuhyun, aku tidak akan menunggunya lagi sampai detik ini juga. Aku memang mencintainya, tapi aku lelah. Aku lelah dengan semua penolakan dan penyesalanku sendiri,”
“Miu,” tampak Ayah Kyuhyun mulai bergerak untuk memberi topangan pada gadis itu agar ia tak jatuh. Kyuhyun diam! Ia hanya melirik kearah Hiu hwi yang kini tengah memandangnya dengan perasaan bersalah.
“Miu, kau tenang saja. Akan aku pastikan jika Hisahito akan tetap menikahimu secara resmi.” Lanjut sang putra Mahkota itu seraya mengelus puncak kepala Miu. Sebenarnya Miu memang sudah sejak dulu ia anggap sebagai anaknya sendiri. Hanya gadis itulah, yang dulu selalu bermain dan menemui Hisahito saat masih kecil di Kekaisaran. Tampak juga beberapa orang yang ada disana mendukung dan meminta pertanggung jawaban Kyuhyun atas Miu, seolah kehadiran Hiu hwi benar-benar hanya dipandang sebagai seorang perebut. Toh, memang bukankah semua orang tau jika anak yang dikandung Miu itu adalah Putra Mahkota kecil. Itu bahkan lebih penting dari apapun sekarang!
“Tidak! Pangeran Hisahito tak perlu bertanggung jawab atas kehamilanku ini,” semua orang terlihat mendongak menatap Miu dengan bingung. Bahkan Kyu kini tengah berusaha meminta Miu agar jangan berbicara terlebih dahulu melalui tatapan matanya yang tajam. Namun sepertinya tidak! Miu benar-benar tak tahan lagi menyimpannya sendiri, menyimpan sesuatu yang bahkan dapat membuat orang lain menderita, terutama Kyu. Ia sangat menyayangi namja itu dan tak ingin melihatnya kembali menderita karna selalu melindunginya.
“Bukan Pangeran Hisa yangmenjadi Ayah dari anakku ini,”
“Mwo?” Hiu hwi yang tadinya bersembunyi dibalik punggung Kyu, kini mulai berani untuk maju kedepan. Bukan hanya Hiu hwi yang terkejut atas penuturan Miu saat ini, tapi juga semua orang! Bahkan orang-orang yang menonton kejadian ini secara Live. Miu sadar dan tau betul, jika ia akan menggali lubang aib nya sendiri sekarang. Semua orang tampak mulai berbisik-bisik; menebak siapa Ayah yang disebut-sebut sebagai Putra Mahkota kecil itu.
“Yah, ini bukanah anak dari Pangeran Hisahito. Tapi—”
“Hiu hwi-ya....” Suara serak itu tiba-tiba terdengar dari arah kejauhan dengan beberapa pengawal Kekaisaran yang lain. Semua orang kontan menoleh! Tanpa perlu ditebak, Hiu hwi bahkan sudah tau siapa pemilik suara tinggi itu. Miu tergelak! Ia kini menutup matanya seraya mengadah kearah langit.
“Semua akan selesai disini.” Gumam Miu bergetar.
“Changmin Oppa?” Pekik Hiu hwi yang tanpa sadar menitikan air mata hangatnya berulang. Rasa kesesakan akan rindu itu kini mulai mencuat kepermukaan.
“Hiu hwi! Hiu hwi-ya….” Changmin sentak berlari dari tempatnya saat ini menuju arah tempat adiknya berdiri sekarang. Tak perduli dengan jubahnya yang menyentuh tanah dan dengan orang-orang yang berusaha menahannya.
“Aku tidak akan kabur lagi. LEPASKAN AKU!” Pekik Changmin menghempaskan beberapa tangan yang tadi sempat menahannya dan kembali berlari menuju Hiu hwi. Seorang gadis yang menjadi titik kelemahan Shim Changmin.
“Oppa....” Hiu hwi merasa tubuhnya benar-benar terasa lemah, urat-urat lututnya seolah melemas seiring dengan langkah Changmin yang semakin mendekat.
“Hiu hwi!” Desah Changmin tatkala kini ia sudah dapat merasakan pelukan hangat adik kandungnya itu. Changmin menangis! Belum pernah ia meninggalkan Hiu hwi sampai selama ini, bahkan dalam keadaan yang benar-benar pelik seperti ini.
“Oppa, kau baik-baik saja ne? Mereka tidak melukaimu kan?”
“Aniyo.”
“Kenapa kau meninggalkanku Oppa? Kau jahat! Aku takut.”
“Maafkan Oppa Hiu hwi, maafkan Oppa.” Changmin semakin mengeratkan pelukannya itu, seolah tak perduli dengan tatapan Kyu yang kesal mengarah padanya. Bahkan disaat seperti ini, Kyu seolah merasa marah ketika Hiu hwi disentuh orang lain, walau itu Oppa-nya sendiri.
“Lalu, kenapa Oppa bisa berada disini?” tanya Hiu hwi yang membuat semua orang diam. Miu menoleh dan tersenyum kecil, sebuah senyum yang sebenarnya mengisyaratkan jika dirinya kini dalam keadaan buruk.
“Kau tau Hiu hwi-ya, siapa Ayah dari anakku ini?”
“Mwo?” pertanyaan itu sepertinya hanyalah sebuah formalitas semata. Hanya dengan melihat keadaan saja, semua orang sudah bisa menebak teka-teki itu.
“Aku tegaskan lagi pada semuanya, jika anak yang kukandung ini bukanlah anak Pangeran Hisa, tapi—anak ini adalah anak—” Miu menghentikan kata-katanya itu tepat ketika air matanya mengalir deras.
“Akulah Ayahnya!” Timpal Changmin membuat semua orang mulai serentak kembali riuh. Kyuhyun tertunduk, sedangkan Hiu hwi menoleh dengan tatapan yang benar-benar tak percaya kearah Changmin. Bahkan Putra Mahkota dan beberapa Keluarga Menteri Kekaisaran yang notabane adalah keluarga Miu sendiri pun tak mengetahui ini sejak awal.
“Mwo? Oppa, itu tidak benar kan?”
“Maafkan Oppa Hiu hwi. Oppa tidak tau semua ini akan terjadi seperti ini dan membuatmu malah menderita.”
“Ba-bagaimana bisa itu—”
“Ini semua terjadi, saat ketika kau Kyuhyun pergi beberapa bulan yang lalu itu. Oppa dan Miu tanpa sengaja melakukan hal itu dalam keadaan kami yang mabuk berat. Oppa tidak tau sama sekali jika Miu hamil bahkan saat kita berada di New york.”
“Mwo? Ja-jadi—”
“Benar Hiu hwi, ini anak Oppa-mu. Maafkan aku sudah merahasiakan ini dari kalian semua dan menyalahkan Kyuhyun untuk bertanggung jawab. Sungguh, aku tak punya tujuan lain atas hal itu. Aku takut! Aku takut ketika aku menyadari jika aku mengandung anak Changmin dan bukannya anak Pangeran Hisa, maka aku akan kehilangan Kyuhyun. Aku mencintainya, untuk itulah aku melakukan semua ini,” Miu merunduk seraya mencengkram ujung bajunya dengan keras.
“Aku pikir, dengan kehamilanku ini Kyuhyun akan berpaling dariku dan melupakanmu, tapi ternyata aku salah! Kyuhyun malah tersiksa, dia benar-benar sangat tersiksa bahkan mengalami gangguan batin seperti itu. Aku pikir, ada ruangku untuk kembali masuk kedalam kehidupannya saat ia mengalami Amnesia itu. Namun sepertinya itu sia-sia saja, aku bahkan ikut merasa tersiksa melihatnya menanggung kesakitan itu sendiri. Aku terlalu mencintainya, untuk itulah aku tak bisa melihatnya menderita. Aku sengaja mencari keberadaan Changmin diam-diam dan membawanya ke Kaisaran ini agar apat membantuku menyelesaikan semua masalah ini. Jujur, aku tak menyangka jika kau malah lebih dulu menyelesaikannya Hiu hwi.”
“Miu-shi....”
“Sekarang semua orang dan kalian sudah tau apa yang terjadi sebenarnya. Bisakah kalian berhenti memojokkan Pangeran Hisa? Kumohon jangan membuatnya menderita lagi, ia sudah cukup kesakitan bahkan sejak ia kecil. Bukan dia yang mengkhianatiku, tapi akulah yang telah merusak semua ini. Tolong maafkan aku. Maafkan aku—” Miu sentak ingin membungkuk dihadapan semuanya, namun sayang keadaan fisiknya tak bisa menukungnya lagi untuk kali ini.
“Sekali lagi aku minta Ma—” belum sempat Miu hendak menyelesaikan semua permintaan maafnya itu, kini tampak tubuhnya mulai merosot ketanah. Gadis itu Pingsan!
“Miu-ya....” Pekik Changmin dan Kyuhyun serentak berlari kearah Miu dan menahan tubuh yeoja itu agar tak terhempas ditanah. Semua orang mulai panik! Bahkan Putra Mahkota yang masih berdiri disana sentak berteriak meminta pertolongan cepat. Hiu hwi termangu! Otaknya saat ini benar-benar tak bisa berpikir jernih, ia bahkan seakan tak melihat orang-orang yang berlalu lalang dihadapannya. Ia merasa ingin terlelap! Terlelap dan menganggap semua ini seperti sebuah mimpi.
“Miu-shi....” Gumamnya tatkala melihat tubuh Miu bercucuran darah diangkat kedalam Kekaisaran dengan teriakan panik dari beberapa orang.
“Ada apa ini?” Hiu hwi seolah bergumam lagi dengan air matanya yang semakin berlinang. Entah mengapa Hiu hwi malah terlihat seperti orang ling lung sekarang. Ia seolah melihat alam sekitarnya dengan kebisuan yang berasal dari kalbunya sendiri. Sampai seketika, ia merasa seseorang menggengam tangannya erat dan menariknya kedalam sebuah dekapan. Yah, sebuah dekapan hangat yang benar-benar sangat nyaman bagi Hiu hwi.
“Kyuhyun Oppa.”
- “Aku menangis karnamu,
Aku tertawa juga karnamu,
Untuk itu...
Tetaplah disisiku dan jadilah milikku.
Kumohon...
Izinkan aku memilikimu, walau dalam wujud yang semu.” –
@Bandara Incheon_ South Korea-
Kyuhyun tampak kembali mengeratkan topi hitam yang kini ia kenakan dengan cepat; berharap agar tak ada orang yang mengenalinya. Entahlah, semenjak kejadian 3 hari yang lalu itu ia dan orang-orang yang masuk dalam sengketa permasalahan Kekaisaran itu tampak seolah menjadi incaran dan target utama awak media dan pembicaraan terhangat sampai sekarang.
“Hiu hwi-ya, kau jangan kemana-mana ne? Tetap disini bersamaku, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat.” Bisik Kyu memicing membuat Hiu hwi menghela nafasnya dalam. Sungguh, sekarang Kyu benar-benar sangat kekanak-kanakan sekali. Hiu hwi tau, jika mereka kini tengah hendak pergi ke Korea untuk menyusul Changmin dan Miu yang telah berangkat kemarin. Changmin memang membawa Miu ke Korea untuk dirawat disana saja. Toh, memang Miu tak punya alasan lain jika harus tinggal di Kekaisaran. Sedangkan mereka, kini malah hendak menyusul untuk menemui kedua orang tua Hiu hwi yang memang tengah menunggu penjelasan mereka di Negri gingseng itu. Seolah tak perduli lagi, dengan keadaan istana yang kini semakin tak tentu arah.
“Oppa, bisakah kau melepas sebentar genggaman tanganmu ini? Aku lelah, aku ingin bergerak bebas.” Sahut Hiu hwi membuat Kyu menatapnya memicing.
“ANDWE! Apa kau tak lihat tempat ini sangat ramai huh? Bagaimana jika semua orang tau jika aku adalah—” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dititik itu. Entah mengapa, kini ia terlihat murung.
“Kau adalah Pangeran?” sela Hiu hwi
“Bukan! Aku bukan Pangeran lagi.”
“Oppa, boleh aku bertanya sa—”
“Tidak perlu bertanya. Kau cukup diam saja!” Potong Kyu seraya mengalihkan pandangannya kedepan.
“Hummm... apa tidak bisa kita—”
“CHO HIU HWI... bukankah tadi kusuruh kau diam heh?”
“Mwo? Cho Hiu hwi? Cho? YA! Sejak kapan aku mengganti margaku itu huh? Aish... kau benar-benar seperti setan yang kerasukan hantu belimbing. Suka seenaknya dan—”
“Mwo? Mwo? Dan apa lagi? Untung tadi malam aku masih bisa mengontrol diriku untuk tidak menyentuhmu, jika saja itu aku lakukan, kau pasti tak akan menyahutiku lagi.”
“Jeongmal? Kau kira siapa yang mau menjadi istrimu huh? Kau sudah bukan Pangeran lagi, jadi aku harus berpikir dua kali untuk menikah dengan pengangguran sepertimu.” Balas Hiu hwi santai, namun sukses membuat Kyuhyun terbelalak kaget dibuatnya.
“YA! Kau—”
“Aish... Cho Kyuhyun, aku hanya bercanda,” ucap Hiu hwi terkikik pelan seraya mengecup bibir Kyu singkat.
“Sekalipun kau pengangguran, tapi asal kau mencintaiku dan mau bekerja keras untuk menghidupiku. Aku akan sangat bersedia menjadi calon istri Pangeran mesum sepertimu.”
“Benarkah heh?” Bisik Kyu seraya kembali mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi; mengecup singkat dagu runcing yeoja itu. Seakan tak perduli jika beberapa orang kini memperhatikan mereka sejak tadi.
“Oppa, sudahlah. Kau tak ingat kita tengah di Bandara heh?” Hiu hwi terkikik singkat dan memukul pelan kepala Kyu dengan lembut.
“Terima kasih telah hidup untuk mendampingiku.” Kyu menggapai telinga Hiu hwi dan menggigitnya pelan, membuat yeoja itu bergidik hebat.
“YA! Sudah kubilang ini di Bandara Cho Kyuhyun!”
“Hahaha. Ara, jadi kalau bukan di Bandara, kau tak akan menolak ne?”
“Dasar Pangeran mesum! Aish... Oppa, aku ingin ke toilet sebentar.”
“Tidak usah.”
“YA! Aku sudah tak tahan lagi.”
“Hanya sebentar?”
“Ne.”
“Baiklah, tapi kau harus cepat! Aku tunggu 5 menit dari sekarang.”
“Aish... Kau ini—” Hiu hwi mengumpat kecil seraya berdiri dan hendak beranjak meninggalkan Kyuhyun. Entah mengapa senyumannya yang semenit lalu terlihat, kini tampak lenyap saat ia berbalik.
Kyuhyun tertegun seraya mondar-mandir memandangi jam tangan yang kini melingkar erat ditangan kirinya. Ini sudah hampir 10 menit tapi Hiu hwi tak kunjung kembali dari Toilet. Rasa panik itu kini mulai menghinggapi Kyu.
“Kenapa lama sekali? Apa saja yang ia lakukan dalam toilet itu?” Kyuhyun tampak bergumam kecil. Kembali, ia seolah merekatkan topi yang kini ia kenakan. Entahlah, ia merasa jika saat ini ada beberapa orang yang tengah memperhatikan gerak-geriknya itu. Mungkin saja mereka adalah—
“Pangeran Hisahito....” Ucap seseorang yang membuat Kyuhyun menghela nafas dan mendongak menatapi sejejeran orang-orang berjas hitam itu yang kini tengah mengelilinginya.
“Waeyo? Ada apa kalian kemari? Oh ya, Pangeran? Bukankah aku bukan Pangeran kalian lagi heh? Jadi, sekarang sebaiknya kalian pergi dan berhenti mengagangu hidupku,” Kyuhyun tampak hendak berjalan menghindari orang-orang ini. Namun sial! Ia malah semakin terperangkap.
“Pangeran Hisa—”
“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu dan pergilah darisini!” Bentak Kyu berbalik dengan tatapan geramnya pada orang-orang Kekaisaran itu. Kontan saja itu membuat pehatian di Bandara ini teralih pada mereka.
“Tapi—”
“Waeyo? Aku tidak perduli lagi dengan urusan Kekaisaran dan aku ingin hidup tenang sebagai Cho Kyuhyun.”
“Tapi Pangeran, Putra Mahkota sedang sakit. Beliau terus menerus memanggil nama Pangeran, setidaknya temuilah beliau sebagai seorang anak.”
“Siapa kalian huh? Siapa kalian hingga bisa mengatur hidupku seperti itu?”
“Pangeran....”
“Aku tidak perduli! Aku tidak perduli, sekarang pergilah!” Ucap Kyu geram seraya hendak berbalik dan menyusul Hiu hwi i ke Toilet.
“Pangeran tidak mungkin pergi tanpa gadis yang bernama Hiu hwi itu kan?” Kyuhyun sentak menghentikan langkahnya dan berbalik terkejut atas perkataan itu.
“Apa maksudmu?”
“Nona Shim saat ini tengah berada diperjalanan kembali ke Istana Kekaisaran.”
“MWO?” Pekik Kyu tak percaya. Dengan cepat ia ambil sebuah ponsel kecilnya itu; berharap jika Hiu hwi benar-benar tak kembali kesana.
“Gadis bodoh!” Umpat batin Kyu kesal.
“Yeoboseyo....”
“YA! Kau dimana heh? Kau masih di Toilet kan? Cepat keluar dan kita pergi.”
“Oppa, aku—”
“Shim Hiu hwi! Kenapa kau lakukan ini huh?”
“Maafkan aku Oppa,” isak Hiu hwi membuat Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir sekarang, mengapa yeoja itu malah kembali? Hiu hwi sendiri pun kini tampak cemas dan gemetar! Apakah keputusannya ini benar atau malah akan membuat masalah baru untuknya dan Kyuhyun? Hiu hwi mematikan Flip ponselnya itu dan kembali memandang jalan dari arah dalam jendela mobil mewah ini. Dadanya benar-benar terasa sesak sekarang!
-FlashBack-
“Nona Shim.” Hiu hwi sentak menoleh tatkala kini ia dapat mendengar beberapa orang memantaunya saat ia hendak memasuki Toilet itu. Hiu hwi memang sudah tau, jika sejak tadi mereka tengah diawasi. Untuk itulah, Hiu hwi sengaja membuat alasan kepada Kyu untuk pergi ke Toilet.
“Ada apa? Kenapa kalian masih mengikuti kami?”
“Maafkan kami Nona Shim, tapi ini amanat penting dari Putra Mahkota kepadamu agar membawa kembali Kyuhyun ke Istana. Putra Mahkota sedang sakit, ia ingin melihat Pangeran Hisa disampingnya.”
“Tapi, aku tidak akan bisa. Sekalipun aku membujuknya untuk kembali, Kyuhyun tak mungkin akan mau kembali.”
“Untuk itulah, Putra Mahkota menyuruh kami agar menjemputmu kembali ke Istana sekarang. Beliau tau, jika hanya Nona lah bisa membuat Pangeran Hisa kembali kesana.”
“Mwo?”
“Ada yang perlu beliau sampaikan dan itu sangat penting. Kami harap Nona dapat berkerja sama dalam hal ini. Kami mohon.” Hiu hwi tampak tertunduk sejenak, ini bnar-benar pilihan sulit baginya. Disatu sisi ia memang ingin menyudahi ini dan kembali Ke Korea bersama Kyu, namun disisi lain ia tak ingin keluarga Kyu menderita hanya karna ulahnya dan Kyu.
“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian.” Ucap Hiu hwi mengangguk seraya menghela nafas.
-Flashback End-
“Maafkan aku, Oppa.”
-TBC To SEQ. END B-
"Mianhae Lama! Ahakakakakakka~ *Dibanting* Ini kenapa aku buat 2 Ending nya terpisah... Karna kepanjangan! Takut ntar yang ON di HP cuma bisa cengo liat Judulnya lagi.... Tenang aja, Ending B nya gax bakal lama kayak kemaren Kok... Ceiyus deh....^^
Jujur aja ya, sebenernya bukan Changmin yang ngehamilin Miu... *Yah, Dibahas* Ini udah aku ganti aja alurnya, soalnya gax tega ama Hiu hwi dan Miu yang kesiksa lahir dan batin.... Makanya aku sebagai Author yang baik hati dan budiman, tak segan2 mendengar permintaan para Readers.....Jdinya kuganti begini dah -_- *Lagi demen Sad ending kemaren*"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar