Rabu, 01 Oktober 2014

_“ ITS OVER! Part. 10”_ [Kyu-Hwi Private]




_“ ITS OVER! Part. 10”_ [Kyu-Hwi Private]


Tittle                      : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                    : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating                     : PG - 17 / Straight
Genre                     : Romance
This Story Original From @Jjea_



***



            Jantung Hiu hwi kontan saja berdesir hebat ketika mendengar itu. Entah ia salah dengar atau tidak, tapi yang jelas tadi Kyuhyun mengatakan dengan terang-terangan jika dia mencintai Hiu hwi.
            “Kyu, kau—”

CUP!

            Kyuhyun sentak menggapai bibir gadis itu untuk berada dalam sentuhan kedua daun bibirnya. Tangan Hiu hwi yang tadinya mengepal dicengkraman Kyu, kini malah terbuka dengan sendirinya.



‘Kadang kala, orang yang kau cintai adalah orang yang paling menyakiti dirimu.
Kadang kala pula, orang yang mampu membuatmu kembali tersenyum,
Adalah orang yang telah membuatmu menangis....’



_“ ITS OVER! Part. 10”_



            Angin sunyi itu tampak membelai lembut ujung dedaunan kering yang bertiup sendu, melayang seirama dengan rintik hujan yang cukup terdengar pilu. Warna langit itu meredup, membiarkan bingkai kekelaman termangu bisu tak berkutik. Gerimis... tanah-tanah merah itu tampak menorehkan harum bumi yang begitu khas, seakan sengaja menggoreskan serbuk kepahitan dan keindahan dengan arah yang sebanding.



* When it all began, Why I Love U? *



            Hiu hwi tampak memalingkan wajahnya kearah samping, bermaksud menolak secara terang-terangan ciuman Kyu yang hampir saja membuatnya lemah tak berdaya. Gadis itu menitikan air matanya dengan degup jantung yang benar-benar berdetak cepat. Sungguh, perkataan cinta yang terlontar dari bibir Kyu tadi benar-benar membuatnya tak mampu menolak lagi semua perlakuan Kyu. Namun ia masih sadar, ini bukanlah waktu yang tepat untuk memperjelas perasaan mereka seperti ini.
            “Lepaskan aku Kyu!” Decak Hiu hwi lagi, tapi itu justru membuat Kyu semakin ingin melanjutkan aktivitasnya. Kenapa Hiu hwi menolak? Itulah yang membuat emosi namja itu kembali naik.
            “Kyu...!”
            “Diamlah! Kau pikir aku bisa melepaskanmu begitu saja, huh? Kau pikir bagaimana perasaanku selama ini, saat kau terus berusaha mengacuhkanku Hiu hwi?” Kyuhyun sentak kembali merundukkan kepalanya dan mencium bibir gadis itu dengan paksa. Ia tak perduli akan penolakan Hiu hwi yang bahkan terlihat sangat tak suka atas perlakuannya itu.
            “Kyu—lepask—”
            “Aku benci saat kau menatapku seperti itu Hiu hwi, aku benci saat kau menganggapku seolah aku benar-benar namja yang brengsek!” Bentak Kyu memanas, membuat Hiu hwi diam. Tubuh gadis itu bergetar seketika, membiarkan Kyuhyun menatapinya dengan pancaran yang begitu tajam. Entah bagaimana kondisi batin Hiu hwi saat ini, yang jelas kedua daun bibir yeoja itu sudah nampak begitu memerah akibat ulah Kyu.
            “Kumohon, percayalah padaku.” Desah Kyu melembut seraya melepaskan cengkramannya dari tangan Hiu hwi dan kembali mengecup perlahan permukaan wajah Hiu hwi yang begitu indah dari pandangannya itu. Hiu hwi tak memberontak, tubuhnya sudah cukup lemah untuk melawan. Sungguh, ia ingin terbebas dari Kyu saat ini.
            “Kyu hentikan... apa kau ingin membuatku hamil juga ohk?” tanya Hiu hwi yang membuat kontan saja Kyuhyun mengangkat kepalanya sedikit menjauh. Yah, kalimat Hiu hwi itu cukup singkat, namun sangat menohok ulu hatinya. Seolah-olah, gadis itu benar-benar menyimpulkan, jika Kyu dapat menghamili gadis manapun. Itu sangat menyakitkan!
            “Mwo?” Hiu hwi belum menjawab, ia mengambil kesempatan itu untuk mendorong dada Kyu dan berdiri dari kuncian namja itu. Hiu hwi tampak berdiri memunggungi Kyuhyun dan merapikan pakaiannya yang sobek akibat tindakan kasar Kyu yang benar-benar membuatnya kesal.
            “Masalah hamil Rae In belum selesai, jangan menambah masalah baru lebih dulu.” Hiu hwi sentak berjalan cepat dan menghempaskan pintu kamar itu dengan cukup keras. Dada Kyu berdesir, ia tau apa maksud dari perkataan Hiu hwi itu, sangat amat tau.
            ‘Hiu hwi-ya....’



***



@JS Boutique _Seoul, South Korea_



            Belum ada yang berbicara lagi, ketika para wanita ini saling berhadapan disebuah meja. Membungkam segumpal kata hanya dengan pikiran mereka sendiri. Entahlah, sepertinya memang perlu waktu yang cukup lama untuk mengakrabkan suasana canggung yang tercipta disini.
            “Aku memang sengaja membawa kalian ke Butik ini bersama-sama. Hummm...” Nyonya Cho nampak mendongak menatap Hiu hwi dan Rae In bergantian. Penampilan kedua yeoja ini memang nampak jauh berbeda. Hiu hwi terlihat pucat dengan dandanan kaos dan celananya yang biasa, sedangkan Rae In memakai pakaian yang bahkan tanpa lengan. Mungkin, ini jugalah yang membuat pertimbangan Nyonya Cho sedikit berubah. Toh, mungkin saja itu adalah anak Kyuhyun, mengingat Kyu adalah seorang pria. Yah, pria yang mudah tergoda walau hanya dengan sebuah penampilan semata.
            “Hiu hwi, Bibi mohon padamu untuk mengerti. Kyuhyun hanya akan menikahi Rae In sampai dia melahirkan. Bibi tau ini sulit, tapi harus bagaimana? Kita tidak bisa membiarkan anak itu lahir tanpa adanya status seorang Ayah.” Ucapan Nyonya Cho kali ini sukses membuat Hiu hwi mencengkram ujung bajunya untuk menahan tangis. Entah kenapa, rasanya begitu sakit setiap kali ia harus menyadari jika Kyu memang harus menikah dengan Rae In.
            Ia tau itu hanya demi kandungan Rae In, tapi tetap saja Hiu hwi tak bisa merelakan sejarah pernikahannya terbagi seperti ini. Menyaksikan suaminya kembali berdiri di Altar dengan pakaian pernikahan, dan harus merelakan sumpah itu terbagi. Membayangkannya pun itu benar-benar menyesakkan!
            “Aku tidak pernah memaksa Kyuhyun Oppa harus menikahiku, tapi jika aku berpikir tentang kandunganku ini, aku sepertinya memang harus memikirkan masa depannya kelak.” Timpal Rae In, membuat Nyonya Cho menghela nafas dalam. Sesungguhnya, ia sangat muak dengan gadis ini.
            “Sudahlah, cepatlah kau pilih gaun pengantinmu dan perlihatkan pada kami. Aku sebenarnya tak mempunyai waktu banyak untuk menemanimu mempersiapkan semua ini. Jika bukan karna ingin melindungi nama anakku, aku tak akan sudi mengangkatmu sebagai menantuku Nona Kang Rae In! Jadi, tak usah berbasa-basi padaku.” Nyonya Cho sentak berdiri dari tempat duduknya dan menghadap kearah pilihan baju. Kepalanya berdenyut, memikirkan betapa peliknya persoalan rumah tangga yang tengah menimpa anak laki-lakinya itu.

            Yah, tak seperti sebuah persiapan pernikahan yang lainnya. Terlihat semua ini sangat menyedihkan. Tanpa senyuman, dan bahkan tanpa tatapan akrab satu sama lain. Rae In mau tak mau memilih gaun yang akan ia kenakan kelak, sekalipun ia harus menahan semua tatapan benci Nyonya Cho padanya, namun tetap saja Rae In tak bisa menutupi rasa keantusiasannya saat ini. Sungguh, ia tak pernah membayangkan akan menikah seperti ini.
            “Aku akan mencoba yang ini.” Ucap Rae In entah pada siapa. Nyonya Cho sepertinya sama sekali tak berniat memberinya komentar, sedangkan Hiu hwi? Lihatlah, bahkan sekarang gadis itu mati-matian meneguk air liurnya sendiri agar air matanya itu tak menetes secepat ini. Yah, Hiu hwi merasa jika nasibnya benar-benar sangatlah buruk sekarang. Bukan hanya harus belajar ikhlas dan berpura baik-baik saja, tapi kini ia juga harus ikut mempersiapkan pernikahan suaminya sendiri. Tidakkah ini sudah melewati batas kesabarannya?
            Dulu, ketika ia ingin menikah dengan Kyu. Hiu hwi tak pernah memilih dan melakukan hal yang seperti ini. Semua gaun, kartu undangan, dan semua perlengkapan lainnya, Kyuhyun lah yang telah mempersiapkannya secara sepihak tanpa meminta pendapatnya. Hiu hwi hanya diam dan melihat semuanya selesai dalam sekejap tanpa ada satupun yang kurang. Ia hanya tau, ketika membuka mata dipagi hari, ia sudah disambut puluhan mobil didepan rumahnya. Itulah cara Kyu menikahinya waktu itu...
            “Bagaimana? Apa aku ambil yang ini saja?” pertanyaan Rae In sontak membuyarkan lamunan Hiu hwi seketika. Rae In tampak berdiri mematung dengan gaun pengantin coklat muda yang begitu indah tersemat dalam tubuhnya. Cantik! Pada dasarnya, Rae In memang memiliki kesempurnaan fisik yang tak kalah dengan Hiu hwi.
            Nyonya Cho sepertinya tak tertarik dengan apa yang tengah dilakukan dan dipakai Rae In saat ini, menurutnya itu cukup membosankan.Wanita paruh baya itu lebih sibuk menekan beberapa tombol yang ada di ponselnya seraya sesekali menghela nafas.
            “Kyuhyun akan segera kesini, kalian putuskan saja sendiri. Aku bahkan sangat ingin segera beristirahat sekarang.” Ucap Nyonya Cho seraya memegangi tengkuknya yang terasa pegal. Ia sungguh sangat memaksakan diri menyiapkan semua ini hanya karna perintah dari suaminya; Ayah Kyuhyun.
            “Mwo? Kyuhyun Oppa akan kesini?” Rae In tampak tersenyum antusias mendengarnya. Ia benar-benar tak menyangka Kyuhyun mau pergi ke butik pernikahan ini. Hiu hwi ikut mendongak, seolah sedikit terkejut dengan perkataan Nyonya Cho.
            “Huummm... mungkin dia juga berniat mencoba jas pernikahannya.” Lanjut Rae In membuat Hiu hwi ikut tergelak. Sakit... apa Rae In benar-benar sengaja mengucapkan itu untuk menggores hatinya?
            “Ak-aku akan ke Toilet sebentar.” Ucap Hiu hwi seraya berbalik tanpa melihat siapapun. Kepalanya merunduk, agar semua orang tak tau jika kantung matanya itu kini telah menebal karna menampung air mata dalam jumlah banyak.
            Rae In menatap punggung Hiu hwi yang mulai menjauh sekilas, dan kembali tersenyum. Rasanya ia begitu senang menyadari Kyu juga akan kemari.
            “Hey Nona Kang, kau jangan terlalu percaya diri lebih dulu. Kyuhyun kemari bukan untuk menemuimu, tapi untuk menjemput Hiu hwi. Istri yang dicintainya!” Ucap Nyonya Cho membuat senyuman Rae In mendadak mati seketika. Wanita paruh baya itu pun tampak tertawa meremehkan pada Rae In, membuat Rae In lagi-lagi menatapnya dengan kesal.
            ‘Wanita tua ini... benar-benar....’

            Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi sibuk mengangkat kedua tangannya untuk mengusap penuh air mata yang sejak tadi tak pernah bisa ia hentikan. Semakin ia berkata untuk berhenti, semakin banyak air mata itu keluar.
            “Kumohon Hiu hwi hentikan... hentikan!” Gadis itu tampak kesal sendiri menghadap cermin. Kedua matanya begitu merah dan bengkak, seolah terlihat sekali jika ia sudah menghabiskan banyak air matanya itu.
            “Hentikan... hentikan...” tubuh gadis itu melemah. Dicengkramnya kuat ujung besi wastafel itu untuk menahan tubuhnya. Kenapa ia dapat merasa begitu tersakiti seperti ini?
            ‘Jika aku tidak menyukainya, aku tak akan sesakit ini. Tapi kenapa? Kenapa aku merasa aku tak rela? Beribu kali aku mengatakan aku sanggup, tapi tetap hatiku tak bisa!’
            Hiu hwi menatap wajahnya dicermin dengan sinis. Ia seperti sudah menjilat ludahnya sendiri sekarang. Dulu, ia pernah berkata pada Kyu dengan lantang, jika ia tak mungkin jatuh pada pesona Kyu. Tapi ini? Baiklah...
            “Kenapa aku bisa mulai menyukaimu seperti ini Kyu? Kenapa kau membuatku masuk kelubang yang menyakitkan seperti ini? Tidak! Aku tidak bisa meneruskan perasaan ini lebih dalam, ada baiknya aku memberhentikannya disini.” Hiu hwi merunduk, seolah memikirkan sesuatu hal yang memang sejak dari kemarin-kemarin mengganjal pikirannya. Tampak kedua bahunya bergetar naik turun, menahan semua pedih yang semakin lebar dihatinya itu.
            “Yah, ada baiknya kita berpisah saja Kyu. Aku tak bisa menyakiti hatiku seperti ini lebih dalam lagi, aku tak bisa melihatmu bersanding dengan gadis lain. Sebelum perasaanku ini semakin jauh, lebih baik jika kita menyudahi semua ini.” Tubuh Hiu hwi sentak merosot dan terduduk dilantai. Tak ada yang dapat dipeluknya saat ini, kecuali tas sandangnya itu.
            Tangisnya semakin pecah dan terdengar kian mengencang! Hiu hwi sepertinya memang sengaja mengeluarkan semuanya, agar setelah ini ia dapat sedikit merasa lebih tenang. Gadis itu kembali berusaha untuk berdiri, membetulkan semua yang ia pakai dan berniat keluar melalui pintu belakang. Ia sungguh tak bisa menampakkan wajah dan tubuh lemah seperti ini pada orang lain, siapapun itu.
            ‘Aku sungguh tak tahan lagi....’


***



Dia yang memberi bahagia yang tak dapat kamu jelaskan akan selalu menjadi alasan atas sedihmu yang juga tak dapat kamu jelaskan....'



            Kyuhyun sentak memasuki pintu butik pakaian itu dengan langkah lebar. Ia tak perduli lagi dengan hal apapun saat ini, yang ingin ia tatapi adalah Hiu hwi yang harus terlihat baik-baik saja dihadapannya.
            “Kyu...”
            “Eomma...”
            “Ohk, Oppa!” Timpal Rae In yang sontak berlari saat ia melihat Kyuhyun masuk dengan tergesa-gesa. Sepertinya gadis itu tak menyadari perubahan wajah Kyu yang terlihat—err—mengerikan!
            “Oppa, bagaimana dengan gaun yang kupakai ini? Apa aku—”
            “Eomma, kemana Hiu hwi?” tanya Kyu dengan nada panik. Rae In terdiam, bahkan ia seolah tak terlihat dimata Kyu.
            “Tadi dia ke Toilet dan sampai sekarang belum juga keluar. Mungkin—” tanpa mendengarkan sambungan kalimat dari Nyonya Cho itu, Kyuhyun sontak saja berlari kearah belakang, bermaksud mencari Hiu hwi. Ia tak akan bisa menurunkan kadar emosinya itu, jika belum melihat Hiu hwi ada didepannya.

Kosong!

            Tentu saja tak ada siapapun di Toilet itu. Toh, Hiu hwi sudah pergi sejak tadi tanpa ada yang tau. Tubuh Kyu menegang, ia tampak kalut sebelum dapat memeluk dan menjangkau gadis itu kedalam dekapannya.
            “Eomma, apa Hiu hwi sudah pergi?” tanya Kyu pucat. Entah kenapa, namja itu seperti sedang ketakutan.
            “Nde? Ohk... mungkin saja tadi—tadi—”
            “Mungkin Hiu hwi sedang tak enak badan dan langsung pulang Oppa. Hummm... bagaimana jika sekarang kau membantuku memilih gaun-gaun yang ada disini? Aku pikir—”
            “TUTUP MULUT BUSUKMU ITU KANG RAE IN?! Kau pikir siapa yang ingin menikah denganmu huh? Dasar wanita tak tau diri!” Umpat Kyu kasar seraya menghempaskan tangan Rae In dengan keras dari tubuhnya. Namja itu pun tampak berbalik dan kembali keluar dengan larian kecilnya.
            “Mwo?” gumam Rae In dengan kedua pelupuk matanya yang sudah tampak berair. Selama seharian ini ia sudah harus menahan semuanya atas perlakukan Nyonya Cho, dan sekarang ia harus menanggung kesakitan batin yang juga ditimbulkan Kyu. Tidakkah ini terlihat semakin tak adil untuknya? Kenapa semua orang malah memusuhinya?
            ‘Jika bukan karna bayi ini, aku tak akan mau merendahkan diriku seperti ini lagi, tidak akan....’
            “Kau dengar? Kau harus cukup tau diri!” Tambah Nyonya Cho seraya melenggang pergi, meninggalkan Rae In yang tempak memicing dalam dengan emosi. Serendah itukah ia dimata orang-orang kaya ini? Rae In hanya mampu menahan semuanya demi masa depan anak yang berada dalam kandungannya itu.
            ‘Kalian pikir aku akan menyerah? Semakin diinjak, aku semakin ingin maju....’



***



            Langit sore ini tampak mulai kembali menghitam, sepertinya hujan akan benar-benar datang kali ini. Kyuhyun sentak mengeratkan jaket yang ia pakai, lalu berlari masuk kedalam rumah mewahnya itu tanpa jeda berhenti lagi. Yah, angin berhembus cukup kencang saat Kyu dengan cepat membuka pintu besar rumahnya itu.
            “Hiu hwi...” Kyuhyun dengan sigap melangkah lebar tanpa melepas apapun untuk mengitari sudut rumahnya ini. Bibirnya bergetar, seakan ia tak ingin ada satupun yang tertinggal dari penglihatannya untuk menemukan sosok yeoja itu.
            “Hiu hwi-ya...” Kyu kembali bersuara ngilu dengan nada yang cukup meninggi. Tampak rumah ini kosong, seolah tak ada jejak orang lain selain dirinya disini.
            “YA! Cho Hiu hwi...” Kyuhyun kembali memekik. Namun sial, lagi-lagi tak ada sahutan maupun nada langkah seseorang yang mendekat kearahnya. Kyu menghela gusar, ia benar-benar sudah tak sabar lagi melihat Hiu hwi dalam keadaan baik.
            Namja itu dengan cepat berlari menuju lantai atas, menyibakkan pintu gudang yang tampak kosong dan telah bersih. Kemana Hiu hwi? Jika dia tak di Gudang, mungkinkah yeoja itu berada dikamar mereka? Tanpak pikir panjang lagi, Kyu sontak berlari dan membuka pintu ruangan yang memang tak terlalu jauh dengan gudang itu.

Kosong!

            Hanya suara angin dari jendela kamar itulah yang berbunyi disini. Kyuhyun tampak berdecak pinggang, berpikir kemana lagi Hiu hwi akan pergi selain rumah ini yang ia tempati. Changmin? Tidak mungkin! Minho? Oh... gadis itu masih cukup tau diri untuk meminta tolong dengan Bos-nya itu. Lalu?
            “Tidak mungkin!” Umpat Kyu yang seketika membuka lemari pakaian mereka. Yah, sebenarnya masih terlihat penuh dengan baju-baju Kyuhyun yang tersusun rapi didalamnya. Tapi tunggu... ada beberapa tempat yang kosong. Yah, seperti baju Hiu hwi yang sering yeoja itu pakai. Apa jangan-jangan...
            “Dia tak mungkin pergi dan meninggalkanku dengan cara seperti ini kan?” tanya Kyu entah pada siapa. Rahangnya mengeras, sepertinya tebakannya itu tak terlalu meleset. Mengingat kini, secarik kertas terlihat diatas meja kecil tepat disamping ranjang tempat tidur mereka.
             Kyu memicing, sedikit takut untuk membaca kalimat apa yang tertera disana.


“Kyu... aku hanya ingin sendiri lebih dulu. Aku harap, kita bisa menyudahi ini dengan baik-baik. Sungguh, aku tahan lagi Kyu. Kumohon, hentikan semua ini....”


            Pesan kertas itu singkat dan seolah mengisyaratkan keinginan Hiu hwi untuk berpisah darinya. Kyuhyun dengan cepat meremas kertas itu tanpa ampun. Ia tak bisa menahan semua ini lagi! Hiu hwi pergi? Itu sama saja membuatnya terhunus pedang secara perlahan-lahan.
            “Tidak bisa! Aku tidak bisa menerima ini. YA! CHO HIU HWI...” erang Kyu dengan teriakan yang cukup menggelegar dalam ruangan ini. Kyu masih belum percaya dengan semua itu! Sekalipun Hiu hwi merasa sangat tersakiti selama ini, yeoja itu bukanlah tipe wanita yang dapat meninggalkan suaminya pergi seperti ini tanpa pamit. Lalu, apakah mungkin kali ini kesalahan Kyu memang benar-benar sangat menyakitinya?
            “Aniya... aniya... ANIYA!” Tanpa sadar, pelupuk mata indah Kyu perlahan-lahan mengeluarkan butiran bening. Sesuatu hal, yang hanya diperuntukannya bagi orang-orang yang sangat berharga dalam hidupnya.
            “Kenapa kau meninggalkanku? Kenapa kau juga meninggalkanku? YA...!” Pekiknya sekuat tenaga. Tubuh Kyu berbalik menarik paksa apapun yang berada diatas tempat tidur untuk ia hempaskan. Tak hanya berhenti sampai disana, Kyuhyun pun tanpa perasaan lagi menendang apapun yang kini berada didekatnya.

PRANGGG

            Terlihat cermin yang berada dikamar itu pecah tak berbentuk lagi. Kyu semakin menggila, membiarkan dirinya terhempas dan terkontrol oleh emosi lagi. Sungguh, ini juga sangat menyakitinya.
            “ARGH...!” Teriak Kyu seraya membiarkan tubuhnya terhempas dan terguling dilantai. Tubuhnya  meringkuk kalut dengan memeluk kedua tangan dan tubuhnya sendiri seraya terisak.
            “Kembalilah... kembalilah... kumohon....” desahnya hampir tak terdengar, bahkan mungkin seperti sebuah gumaman yang lewat bersama jajaran nafas dan berhembus begitu saja.



***



            Sudah hampir 3 hari yang lalu semenjak Hiu hwi tak pulang lagi kerumah Kyu, namja itu seperti mayat hidup. Tak berniat untuk makan ataupun sekedar mengobrol dengan orang lain. Kyu seperti orang gila sekarang! Tak ada yang tau keberadaan Hiu hwi, gadis itu seolah menghilang tanpa satu jejak pun yang memungkinkan Kyuhyun mampu menjangkaunya. Semua orang seolah bungkam, tak tau harus bagaimana bertindak.
            Hiu hwi... yah, dia memang gadis pintar yang cukup cerdik untuk bersembunyi. Sekalipun hanya tinggal di Hotel sederhana disalah satu Kota ini, Hiu hwi tetap mampu hidup dengan sehat. Ia hanya berniat menenangkan dirinya sendiri lebih dulu, dan berharap dapat kembali dengan keputusan yang dapat mengubah penderitaanya. Sesungguhnya, ia sudah sangat lelah. Lelah dalam mencintai seorang pemuda yang bernama Cho Kyuhyun!
            “YA! Kau mau kemana Kyuhyun-ah?” tanya Eunhyuk kuatir saat kini Kyu keluar dari dalam ruang ganti dan melesat ingin pergi entah kemana. Namja itu tampak pucat dan seperti tak enak badan, membuat Eunhyuk cukup prihatin dengan kondisinya saat ini.
            “Itu bukan urusanmu!” Balas Kyuhyun tak bersahabat seraya membuka pintu mobilnya dan hendak pergi dari tempat itu.
            “Kau ingin kutemani minum?” cegat Eunhyuk cepat, membuat Kyu sontak diam memikirkan tawarannya itu. Yeah, sungguh membosankan jika minum alkohol sampai mabuk seorang diri.
            “Masuklah!” Perintah Kyu seraya membuka kunci mobilnya, dan membiarkan Eunhyuk masuk ke mobil mewahnya itu. Sekalipun ia sedikit benci dan muak dengan Eunhyuk. Namun Toh, Kyu hanya memiliki pemuda ini sebagai teman minumnya.
            “Yah, setidaknya kita harus mulai kembali membenahi persahabatan kita.”
            “Persahabatan? Cish, terdengar menjijikan!” Balas Kyu seraya menginjak pedal gasnya untuk pergi. Yah, setidakanya Kyu sudah mulai mau berinteraksi lagi. Eunhyuk menoleh menatapinya sejenak, terbesit rasa kasihan pada Kyu. Eunhyuk bahkan sangat tau, bagaimana selama ini Kyuhyun begitu mencintai Hiu hwi. Tapi toh, mau bagaimana lagi? Disatu sisi, Rae In juga membutuhkan Ayah untuk anaknya kelak.


***



@Tongoal Pub, Seoul South Korea



            Eunhyuk hanya mampu menghela nafas saat Kyu lagi-lagi mengangkat tangannya untuk menegak alkohol ditangannya itu. Entah sudah berapa banyak botol minuman yang ia habiskan sejak tadi. Kyu memang kuat sekali dalam hal minum, tapi tetap saja ia memiliki batasan-batasan agar tak memperburuk kondisinya sendiri.
            Mereka memang menyewa sebuah ruangan berkelas VVIP di Pub malam ini, tanpa wanita dan hanya ditemani dengan lagu Diskotik beserta minuman dan kacang-kacangan. Dan sepertinya, Kyu sudah mulai mabuk berat semenjak setengah jam yang lalu. Terlihat dari guratan merah diwajah namja itu.
            “Kyu...”

PRANGGG

            Eunhyuk sontak kembali menutup kedua matanya, saat Kyu dengan sengaja menghempaskan botol minuman yang telah kosong ditangannya itu. Tak ada yang dapat Eunhyuk katakan dan lakukan lagi pada Kyu, jika ia sudah bertindak seperti ini. Setidaknya, ia harus menunggu Kyu tidur dan mengantarnya pulang.
            “Kau terlihat mengerikan Kyu, bahkan ini kali pertamanya aku melihatmu begitu menyedihkan seperti ini. Ck! Hiu hwi... benar-benar sudah membuat otakmu bergeser.” Perkataan Eunhyuk kali ini kontan saja mengalihkan perhatian Kyuhyun. Namja itu tampak memicing menatap Eunhyuk, seolah ingin membunuh namja ini tanpa ampun.
            “Tadi apa yang kau katakan, huh?” erang Kyu seraya mencengkram kerah kaos yang digunakan Eunhyuk.
            “Huhh... Kyu—”
            “APA YANG KAU KATAKAN?” Bentak Kyu tepat didepan wajah Eunhyuk. Namja itu bisa saja lepas kendali, jika sudah ada yang menyinggungnya soal Hiu hwi. Ini sedikit mengerikan, mengingat Kyu memang memiliki sikap tempramental sejak dulu.

PIPP... PIPPP....

            Getaran ponsel Kyuhyun sontak saja bergetar diatas meja. Namja itu perlahan-lahan melepaskan cengkramannya dan kembali meneguk alkohol tanpa berniat mengangkat panggilan itu. Sepertinya, ia tengah berusaha meredam rasa emosinya sendiri.
            Eunhyuk kembali menghela nafas, selalu. Ia mengerti bagaimana kondisi Kyu sekarang, dan ia memang sudah terbiasa diperlakukan seperti itu. Kyu bukan terlihat hebat lagi dimatanya saat ini, tapi lebih kearah orang yang sangat butuh dikasihani.

DEG!

            Eunhyuk sontak membelalakan kedua matanya saat ia berniat untuk menatapi nama yang menelpon Kyu saat ini.
            ‘Hiu hwi?’
            Eunhyuk sentak berpaling kearah Kyu yang tengah menyandar dikursi dengan kedua mata yang tersayup lelah. Apa mungkin ia harus menganggu Kyu dan mengatakan jika istri yang dicarinya sedang memanggilnya?
            “Yeobosseyo...” jawab Eunhyuk sedikit pelan. Ia tak ingin Kyu lebih dulu tau, jika sekarang ia tengah berbicara dengan Hiu hwi. Bisa habis gadis ini diteriaki, jika Kyu tau dalam keadaan yang seperti ini.
            “Ohk... ini—”
            “Aku Eunhyuk Hiu hwi-ya...” balas Eunhyuk seraya berdiri dan sedikit menjauh dari Kyu.
            “Aaa, nde. Humm...”
            “Wae? Kau mencari Kyuhyun?”
            “Nde, aku ingin berbicara dengannya sekarang. Kalian ada dimana?”
            “Apa harus sekarang? Sepertinya Kyu sedang tak baik-baik saja, aku takut kau malah...”
            “Gwanchana. Aku harus berbicara dengan Kyuhyun malam ini juga. Bisakah kau memberi tauku dimana kalian sekarang?”
            “Tapi sekarang Kyuhyun mabuk, dia bisa melakukan apa saja ketika sedang dipengaruhi alkohol seperti ini. Berbahaya, sebaikanya besok saja kau temui dia.”
            “Itu malah lebih bagus...” sahut Hiu hwi parau.
            “Mwo? Apa maksudmu?”
            “Beritau saja aku dimana kalian, aku akan kesana secepatnya.”
            “Huft... kami ada di Pub malam seperti biasa, dilantai atas.”
            “Baiklah, tunggu aku.” Eunhyuk tampak masih termangu mendengar jawaban per jawaban yang Hiu hwi lontarkan padanya. Aneh, nada suara Hiu hwi seolah tertekan oleh sesuatu hal. Apakah ada hal yang begitu penting, sampai yeoja itu ingin sekali datang bertemu Kyu sekarang. Tak banyak perduli akan hal itu, Eunhyuk sontak menutupi tubuh Kyu dengan jaket yang ia kenakan. Siapa tau saja, Hiu hwi malah akan membawa namja ini pulang.



***



'Mencintai seseorang berarti...
Menjadikanya bagian dari dirimu.
Itu sebabnya akan terasa sakit saat kehilangannya....'



* When it all began, Don’t Go From Me *



            Sudah hampir 15 menit yang lalu Eunhyuk masih tampak bertahan bersama Kyu didalam ruangan ini. Tak ada yang dapat ia lakukan lagi, selain ikut berusaha memejamkan mata disofa yang berada tepat disebelah Kyu. Sepertinya, udara dingin diluar cukup membuat mengantuk.

BLAM!

            Baru saja, Eunhyuk hendak menutup kedua matanya itu untuk terlelap, bunyi suara pintu tertutup pun sontak kembali membuatnya membuka mata lebar. Terlihat Hiu hwi tengah berdiri dengan senyuman yang cukup manis. Eunhyuk amat tau, jika senyuman itu adalah senyuman paksaan gadis ini. Sebuah senyuman yang menjadi tangga untuk menutupi perasaannya yang sebenarnya..

Hening!

            Tampak Hiu hwi membatu saat ia melihat Kyuhyun melingkar dengan lelapnya diatas sofa, membuatnya tak tega untuk berkata-kata. Yeoja itu tampak merunduk, mencari sebuah kalimat yang pas untuk mengawali semua ini.
            “Kyuhyun-ah...” senggol Eunhyuk kikuk. Kyu hanya berdehem singkat, lalu kembali ke posisi semula.
            “YA! Bangunlah sebentar, kau tak ingin melihat siapa yang tengah berdiri didepanmu ini, eh?”
            “Kau akan mati, jika sampai kau mengangguku lagi Hyuk!” Balas Kyuhyun dengan nada yang tak main-main. Eunhyuk meneguk ludah, posisinya kini benar-benar tak mengenakan.
            “Kyuhyun-ah, tapi disini ada—”
            “YA! KAU—” Kyuhyun sontak bangun dan memecahkan sebuah botol alkohol lagi. Namja itu sepertinya masih belum menyadari keberadaan Hiu hwi disini, bahkan ia lebih sibuk berdiri dan hendak memukul Eunhyuk. Sampai seketika...
            “Kyuhyun-ah...” panggil Hiu hwi, membuat Kyuhyun sontak membeku ditempat. Nafas namja itu terdengar pendek, hingga sedikit membuat dadanya naik turun tak senada.
            “Bisakah kita berbicara sebentar?” lanjut Hiu hwi yang terlihat sekali berusaha untuk tenang. Kyuhyun sentak menoleh, memandangi diam wajah Hiu hwi yang akhir-akhir ini selalu membuatnya merasa tak tenang.
            Belum ada lagi yang berbicara diantara mereka, Kyuhyun masih tetap menatap Hiu hwi dengan tajam, membuat gadis itu tampak serba salah harus bersikap bagaimana. Kyu tak berkedip, bahkan kini kedua tangannya mengepal menahan buncahan semua perasaan yang ia rasakan saat ini.
            “Mau apa kau, huh?” pertanyaan itu terlontar begitu saja dari bibir Kyu. Tubuh namja itu bergetar, betapa ingin sekali ia memeluk gadis ini dan mendekapnya dengan erat.
            “Tidak ada. Pemintaanku hanya satu...” Hiu hwi berjalan mendekat kearah Kyu, semakin dekat membuat jantung Kyu mendadak berkontraksi cepat.
            “Ini—” Hiu hwi menyerahkan sebuah amplop pada Kyu. Namja itu memicing, menatap bingung apa yang sebenarnya gadis ini minta darinya.
            “Bebaskan aku...” lanjut Hiu hwi tersenyum. Tersenyum? Sepertinya itu sangat jauh bertolak belakang dengan hatinya, mengingat sekarang air matanya malah menetes cukup deras.
            Kyu dengan cepat  mendongak terkejut, bahkan Eunhyuk yang masih berada disana. Apa maksud dari perkataannya itu?
            “Ibumu sudah memberikanku kartu undangan pernikahan kalian, dan beliau juga meminta surat persetujuan dariku atas pernikahan kalian kelak. Tapi Kyu, aku tak bisa. Untuk itu, aku lebih baik memtuskan—memutuskan untuk—”
            “YA!”
            “Selama berhari-hari ini, aku sudah berusaha untuk menanda tangani surat persetujuan itu, tapi tetap saja... hahahaha, tanganku tak bisa Kyu. Rasanya sakit sekali, sakit sekali Kyu...”
            “BODOH! Kau tak perlu melakukannya!” Bnetak Kyu seraya menghempaskan amplop itu dengan kasar.
            “Yah, untuk itulah aku memilih ini. Bisakah kita—kita—” Hiu hwi tampak merunduk dalam dengan linangan air matanya yang tak bisa ia tahan lagi. Bahkan untuk mengucapkan beberapa kalimat pun itu terasa sangat sulit.
            “Kita bercerai saja.  Aku tak bisa menghalangi pernikahan kalian, untuk itulah aku ingin—”
            “HIU HWI! YA! Kau sadar dengan apa yang kau ucapakan ini, huh?”
            “Kyu... tapi sungguh aku tak tahan lagi. Tolong jangan menyakitiku seperti ini, biarkan aku pergi dan mencari kebahagianku sendiri. Kyu... rasanya aku ingin mati saja setiap kali aku terus menyadari, jika begitu banyak takdir yang selalu menyuruh kita untuk berpisah,” Hiu hwi menghapus air matanya sejenak dan nampak meneguk air liurnya sendiri agar tenggorokannya tak terasa sakit seperti ini.
            “Aku tidak bisa!”
            “Kyuhyun-ah...”
            “Aku tak akan menikah dengan gadis itu! Kau istriku, aku akan tetap mempertahankanmu sampai kapanpun!”
            “Dia membutuhkanmu Kyu, setidaknya bayi itu. Kumohon... lepaskan aku!”
            “Hiu hwi!”
            “Kumohon Kyu...” Hiu hwi sentak menekuk kedua kakinya seolah ingin berlutut, membuat Eunhyuk sontak terbelalak setengah mati. Kyuhyun mengerang, kini ia tak bisa lagi untuk menahan air mata dan emosinya seperti ini. Kyu meradang, seandainya Hiu hwi tau jika ini begitu menyakitinya.
            “Berdirilah!” Umpat Kyu tanpa berpaling. Sungguh, ia benar-benar tak tega menatap Hiu hwi yang sangat menderita seperti ini dihadapannya.
            “Dari awal, aku tak pernah mau menikah denganmu. Kau yang memaksaku dan merebut sebuah kebahagiaanku. Kyu... sekarang aku meminta dengan sangat... bisakah kau membebaskanku dan membiarkan aku pergi? Jeball... sangat sakit disini Kyu? Sakit sekali...” Hiu hwi menepuk keras dadanya yang memang tergores luka yang semakin lebar saat ini.
            “Aku tak tahan Kyu... ini sakit sekali! Aku tak bisa mengalah lagi, tolong biarkan aku bahagia. Tolong aku Kyu...”
            “Kumohon, hentikan CHO HIU HWI! HENTIKAN! HENTIKAN!”
            “Kyu...”
            “Jika memang kau tak pernah bahagia selama ini denganku. Baiklah, baiklah... aku akan melepaskanmu!” Kyuhyun sentak berbalik dan mengambil kembali amplop yang tadi sempat ia hempaskan begitu saja. Dengan tangan gemetar, Kyu membuka amplop itu dan meletakkannya diatas meja.
            “Berikan aku pulpen!”
            “Kyu...” timpal Eunhyuk tak percaya.
            “Cepat berikan aku pulpen!” Bentak Kyu mengerang. Eunhyuk menatapi Hiu hwi sekilas, lalu memberikan sebuah pulpen pada Kyu.
            “Jika lepas dariku bisa membuatmu bahagia, maka pergilah! Pergilah... dimana aku tak bisa melihat wajahmu lagi!” Ucap Kyu seraya hendak menanda tangani surat dihadapannya. Tunggu, ada keraguan disini, Hiu hwi bahkan merasakan hal yang sama.
            “Huhh...” Kyuhyun menghela nafas sejenak dan kembali merunduk untuk membiarkan air matanya jatuh membasahi surat itu. Yah, bertepatan disaat ia menanda tangani itu dengan tangan gemetar.
            ‘Kyuhyun-ah...’
            Hiu hwi semakin deras menangis sekarang. Sungguh, dia sangat mencintai Kyuhyun, sangat mencintai namja itu. Namun, apa daya? Mereka sudah seharusnya berpisah seperti ini.
            “Ini—sekarang pergilah! PERGILAH!” Pekik Kyu seraya kembali menghempaskan kertas-kertas itu tepat dihadapan Hiu hwi.
            “Kyuhyun-ah...”
            “Pergi!”
            “Bolehkah aku memelukmu untuk yang terakhir kalinya sebagai istrimu?” Kyuhyun tak menjawab, kini ia juga sibuk meredam semua air matanya. Kyuhyun dan bahkan Hiu hwi sadar, setelah penanda tanganan surat itu selesai, mereka akan resmi bercerai. Besok, semuanya akan selesai.
            Kyuhyun berpaling, ia menangis deras seperti Hiu hwi. Eunhyuk yang masih mematung diantara mereka pun, sontak menitikan air matanya. Baru kali ini, ia melihat Kyu sesakit ini.
            “Maafkan aku Kyu, dan terima kasih atas semua yang kau lakukan selama ini. Kurasa malam ini kita sudah resmi bercerai, aku tak akan menganggumu lagi. Terima kasih—terima kasih sudah melepaskanku.” Ucap Hiu hwi tersenyum seraya hendak memeluk tubuh Kyu dari arah belakang. Namun tidak! Sepertinya ia akan sulit melepaskannya, jika sampai hal itu ia lakukan.
            Gadis itu berbalik! Berbalik dan mulai berjalan meninggalkan tempat ini perlahan-lahan. Tangan kanannya begitu amat gemetar membawa amplop perceraian mereka itu. Entahlah, ini lebih menyakitkan daripada tertusuk duri yang dalam sekalipun.



=TBC=



THE GAME ITS OVER! ITS OVER! Kyu-Hwi ITS OVER NOW!
SEE U THE NEXT CHAP! Nanti kita lanjut ya.... ahakakakak

Baru kali ini, aku bikin main cast utamanya CERE! -_-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar