Kamis, 30 Oktober 2014

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL 2]

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL 2]


Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL 2] 
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
                                        Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



“Hiu—Hiu hwi-ya?” Hiu hwi sentak berpaling terkejut mendapati seorang yeoja lagi yang berada disini. Ia kenal betul siapa gadis yang tengah memantaunya itu walau kini ada banyak perubahan dalam diri yeoja itu. Tubuhnya sedikit lebih gemuk dari sebelumnya. TIDAK! Bahkan sangat amat terlhat gemuk dengan lingkaran besar yang tersemat dalam perutnya saat ini. Hamil? Yah, dia memang sedang hamil besar, mungkin beberapa bulan lagi akan melahirkan.
“Miu-shi? Kau—



-          “Seandainya saja aku tinggal dikehidupan yang lain,
aku akan berharap agar aku tak bertemu denganmu.
Seandainya saja aku tak mengenalmu,
mungkin aku tak akan pernah merasakan kesakitan seperti ini. –



_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. 2 Begin’s story_



             Langit itu tampak berkabut gelap, seolah sulit menggapai secercah cahaya yang diberikan surga. Apakah ada yang salah pada dunia saat ini? Hingga kegelapan dan kekelaman dunia seolah tengah bersatu dalam wajah matahari yang perlahan meredup sendu, terkuyup kedalam belaian surga yang melambai indah diatas sana.
“Hiu hwi-ya...” tatapan kedua yeoja cantik ini semakin memanas dengan deraian air mata mereka yang seolah berlomba saling berjatuhan. Tampak semua orang hanya terpaku menatapi mereka dengan mimik bingung. Miu sentak berpaling kearah namja tampan yang kini tak pernah lengah menatapi Hiu hwi dalam getaran diamnya itu. Walau tatapan itu seolah kosong, tapi jerit matanya tampak terlihat jelas menyimpan sesuatu; terbukti  dari dalam sudut-sudut matanya yang indah. Kyu!
“Apa benar ini kau Hiu hwi? Kau ke—” Perkataan Miu tiba-tiba saja terhenti saat ia sadar tubuh Hiu hwi mulai bergerak mundur dan malah membungkukkan badan kearahnya saat ini.
Gomenasai.” Sela Hiu hwi cepat dan berbalik pergi dari tempat itu dengan langkah lebar yang ia buat sendiri, tak perduli lagi jika nanti ia akan terkena masalah atas tindakannya itu.
“Dasar tidak sopan! Siapa gadis itu? Tenang saja Putri Miu, aku akan segera membereskannya.” Ucap sang Kepala pelayan wanita itu geram seraya hendak menyusul Hiu hwi.
“Tidak perlu. Aku ingatkan dari sekarang, jangan pernah menyulitkan dan menyentuh gadis itu disini. Aku malah berharap kalian semua dapat memberi tauku kenapa ia bisa berada disini dan nanti—bawa dia ketempat singgahku secara diam-diam. Tak ada orang yang boleh tau soal ini selain kalian, mengerti?”
“Baik, Putri.” Semua orang tampak merunduk beberapa derajat dari bawah balkon itu.
“Dan nan—”

#BRUUKK!

          Belum sempat Miu hendak mengumumkan satu hal lagi soal Hiu hwi pada para pelayan itu, terdengar bunyi dari arah sudut balkon itu dengan cukup keras. Miu dan beberapa penjaga kontan saja berlarian kearah Kyu yang kini tengah membenturkan kepalanya sendiri kesebuah pembatas dinding jendela yang memang tak jauh darinya itu.
“Argh....” Kyu berteriak histeris dengan getaran tubuhnya yang hebat. Tampak urat-urat tubuhnya terlihat jelas, seolah-olah kini ia tengah menahan sesuatu.
“Pangeran Hisahito!” Terlihat semua orang mulai sibuk menahan Kyu yang kini hendak kembali membenturkan kepalanya yang telah tergores kecil. Miu kembali terisak! Ia benar-benar tak dapat melihat kondisi Kyu yang selalu seperti ini; seolah ia sangat kesakitan.
“Argh... Eungh...!” Lenguh Kyu seraya memberontak keras saat semua orang mulai menahan tubuhnya. Air yang berada disudut matanya itu mulai berlinang beriringan dengan gerakan tubuhnya.
“Andwe! Andwe...!” Kyu kembali berteriak seraya memundurkan tubuhnya dari orang-orang yang hendak kembali menyentuhnya. Kepalanya menggeleng hebat, seolah saat ini ia tengah ketakutan. Entah apa yang ia takuti itu, yang jelas Kyu selalu seperti ini sejak beberapa bulan yang lalu. Namun ada sedikit perbedaan dari sebelumnya, bahkan dulu Kyu tak pernah menyakiti dirinya sendiri seperti sekarang ini.
“Kyuhyun-ah.” Ucap Miu layaknya ia tengah bergumam kecil seraya memeluk tubuh Kyu kedalam pelukannya. Miu sangat hafal, jika Pangeran Jepang itu sama sekali tak suka jika dipanggil dengan sebutan Pangeran atau pun nama aslinya ‘Hisahito’.
“ Tenanglah, semuanya akan baik-baik saja. Maaf, maafkan aku! Ini semua salahku.” Isak Miu seraya tertunduk dalam tangisannya sembari berusaha memeluk tubuh Kyu yang kini mulai melemah padanya.

           Sedangkan disatu sisi, tampak Hiu hwi tengah berlari tak tentu arah agar dapat menjauhi balkon itu. Dadanya terasa sesak dan sakit! Sudah berulang kali ia berusaha meneguk ludahnya dan menghembuskan nafas; bermaksud untuk menahan tangisnya itu. Namun sayang, air matanya tak bisa diajak berbohong untuk sekarang. Ia merindukan Kyuhyun! Ia sangat merindukan sosok namja yang selama ini menghiasi setiap detik ia bernafas.
“Oppa—Kyuhyun Oppa, bisakah sebentar saja aku tidak mencintaimu?” Hiu hwi tersenyum miris menatap pepohonan dihadapannya itu, tampak kembali ia menghela nafas panjangnya.
“Kau benar-benar sudah melupakanku Oppa. Bahkan tadi kau menatapku benar-benar seperti orang lain. Kau berubah! Kau seperti bukan Cho Kyuhyun-ku. Apa mungkin kau membenciku? Bukankah harusnya aku yang membencimu heh? Kau sudah melanggar semua ucapan dan janjimu sendiri padaku Oppa. Aku memang sadar, aku tak seharusnya mempunyai harapan tinggi untuk memilikimu,” gumam Hiu hwi tertunduk kaku. Terlihat kedua tangannya mengepal erat disisi baju yang ia kenakan saat ini.
“Hahaha. Kini kau sudah hidup bahagia Oppa! Kau sudah menikah dan sebentar lagi memiliki anak, bahkan juga sebentar lagi kau mungkin akan menjadi seorang kaisar. Hidupmu begitu sempurna sekarang Pangeran Hisahito! Aku tak boleh mengganggumu lagi,” Hiu hwi tersenyum dalam kemirisan hatinya saat ini. Ia mulai tampak berpikir untuk pergi dari tempat ini, bagaimana pun juga ia tak mungkin tahan terus berada disatu atap dengan orang-orang dimasa lalunya itu, apalagi jika sampai satu minggu penuh.
“Tapi—jika aku pergi. Bagaimana dengan Changmin Oppa? Tempat ini begitu luas dan sangat ketat dengan para penjaganya, aku tak bisa pergi sekarang. Apa yang harus aku lakukan?” lagi-lagi Hiu hwi mendesah dalam. Mau tak mau ia harus tinggal disini untuk menyelesaikan semuanya tanpa mengingat masa lalu. Tapi, bagaimana?


-          “Rasa ini seperti sebuah cambuk untukku,
seperti sebuah hukuman yang wajib aku rasakan.
tidak adakah tempatku selain ingin menatapmu?
aku tak bisa menjauh darimu, tolong! Bisakah kau saja yang pergi?.” –


          Hiu hwi  tertegun saat kini ia telah berada didalam sebuah ruangan yang cukup mewah dan sangat amat berbau tradisonal Jepang ini. Hanya sedikit barang-barang modern yang terlihat disana.
“Apa kabarmu Hiu hwi? Lama kita tak bertemu.” Hiu hwi sentak bergerak singkat membenarkan posisinya dan kembali merunduk dalam, seolah tak berniat mendongak sama sekali.
“Aku baik-baik saja. Terima kasih Putri Miu.”
“Putri Miu? Tidakkah itu terdengar tak cocok didengar dari bibirmu itu heh? Kumohon, jangan bersikap seformal itu padaku. Bukankah kita berteman?”
“Tidak, kau dan aku tak mungkin berteman. Aku cukup tau diri itu, maafkan aku Putri.”
“Hiu hwi-ya waeyo? Ada apa denganmu?” Miu sentak menggenggam kedua tangan Hiu hwi yang berada dihadapannya itu dnegan erat. Ia sedikit susah bergerak karna keadaan perutnya yang semakin hari semkain besar.
“Aku tidak apa-apa. Hanya saja, aku merasa tak pantas berada ditempat seperti ini dengan orang-orang sepenting kalian. Hummm... aku ucapkan juga selamat atas pernikahan dan—dan kehamilanmu itu. Aku rasa, kelak ia akan menjadi penerus Kyu—ani... maksudku penerus Pengeran Hisahito yang paling baik.
“Benarkah? Apa itu yang ada di isi hatimu?”
“Jika aku berkata tidak pun, apa akan ada perubahan? Tidak bukan, aku hanya melontarkan apa yang aku pikirkan sekarang.”
“Kau tak ingin bertanya padaku sesuatu?”
“Tidak ada, aku merasa sudah cukup jelas dengan semuanya.”
“Hiu hwi, lalu untuk apa kau kemari?”
“Molla, takdirku benar-benar jelek hingga ia membawaku ketempat seperti ini.”
“Hiu hwi-ya... sebenarnya—”
“Bisakah aku pergi sekarang? Aku ini seorang pelayan, aku tak boleh hanya duduk santai disini sedangkan teman-temanku yang lain bekerja. Dan kumohon, jangan memanggilku lagi seperti ini. Aku tak ingin semua orang menatapku berbeda dari yang lain.” Hiu hwi sentak berdiri dan kemudian membungkuk dalam pada Miu yang menatapnya miris.
“Hummm... sepertinya kau sangat membenciku sekarang.” Hiu hwi hanya menggeleng singkat dan keluar dari tempat pribadi Miu perlahan. Ia benar-benar sudah tak kuat lagi! Adakah kata selain menyakitkan untuk mengungkapkan perasaan Hiu hwi setiap kali ia menyadari jika janin yang kini berada dalam perut Miu itu adalah anak dari orang yang sangat ia cintai. Mungkin benar jika saat ini Hiu hwi sangat membenci Miu, karna ia juga manusia!


===


“Nona Shim, bisakah hari ini kau yang mengantarkan makanan penutup Pangeran ini ke tempatnya? Aku harus segera menemui Kepala pelayan sekarang.”
“Huh? Tapi aku—“
“Aku mohon!”
“Baiklah.” Hiu hwi tersenyum sekilas kearah teman seperkerjaannya itu. Walau sebenarnya ia mulai merasa gelisah dan tak tenang lagi saat ini. Memang, Hiu hwi adalah gadis yang  terlalu mudah merasa iba pada orang lain, bahkan tak memikirkan diirnya sendiri.
“Arigatou!” Hiu hwi mengangguk mendengarnya. Ditatapnya lekat sebuah nampan yang kini telah berpindah tangan padanya. Apakah ia harus memakai topeng untuk menemui pangeran Hisahito? Jantungnya kini mulai berdetak lebih cepat, jika mengingat pertemuan pertama mereka kemarin.
“Apa yang harus aku lakukan?” Hiu hwi bergumam dengan sesekali mengumpat kecil seraya berjalan menuju balkon pengeran yang berada dipuncak atas. Bayangan-bayangan aneh pun mulai berlalu lalang dalam otaknya. Tanpa sadar jika kini ia telah sampai tepat didepan pintu balkon itu. Untuk beberapa detik, Hiu hwi hanya menghela nafas dan bergumam lirih.
“Apa yang kau lakukan disini? Cepat masuk!” Hiu hwi sentak terkejut bukan main saat seorang pengawal menatapnya curiga. Lagi-lagi yeoja itu tampak meneguk ludahnya susah payah.
“Ya.” Sahut Hiu hwi bergetar. Jika pintu itu terbuka, mungkin saja ia akan kembali lagi bertemu dengan sosok Kyu. Namun, entah mengapa! Hiu hwi malah merasa takut. Tangannya pun terangkat untuk membuka pintu balkon tersebut, hingga seketika—Hiu hwi sentak menghentikannya tatakala ia mendengar suara-suara dari dalam balkon itu.

“Kyuhyun-ah... jika anak itu telah lahir. Aku ingin kau sendiri yang memberinya nama, ne?” Miu tersenyum kecil seraya mengelus pncak kepala Kyu yang kini tengah bersandar tepat diperut besarnya seraya menutup mata. Inilah kebiasaan baru Kyuhyun akhir-akhir ini yang dapat membuatnya merasa tenang. Seolah-olah ia memang sangat menginginkan seorang bayi yang mampu menemaninya kelak.
“Kau bahagia Kyu? Mungkin kehadiran anak ini kelak, dapat membuatmu kembali seperti dulu. Aku benar-benar tak kuat jika harus terus-menerus melihatmu seperti ini.”
“Hummm....” Kyu bergumam seraya tersenyum kecil dan mengelus-elus perut besar yeoja itu. Seolah-olah sekarang cabang bayi itu kini tengah berbicara padanya.
“Apa yang dia katakan hari ini Kyu? Sepertinya kalian sudah mulai akrab, ne?” Miu terkikik geli melihat tingkah Kyuhyun sekarang. Sungguh seperti sebuah potret keluarga yang bahagia. Bahagia? Tidak! Tidak bagi sosok Hiu hwi yang kini tengah berusaha menahan air matanya mati-matian. Kedua tangannya yang memegang nampan kini bergetar hebat dan tak menentu.
“Nona, apa kau tak ingin mas—”
“Bisakah, kau saja yang membawa ini masuk kedalam? Aku tiba-tiba saja merasa mual dan—dan ingin mati.” Pelas Hiu hwi membuat salah seorang pengawal itu mengernyitkan dahinya bingung. Hiu hwi tampak memaksakan senyum terima kasihnya dengan nafas yang memburu dan tak beratur. Hingga tanpa menunggu banyak waktu lagi, ia pun kini telah berlari menuju arah mana saja untuk melampiaskan semua yang ada didalam hati dan dadanya saat ini. Adakah kesakitan yang terlebih saat melihat orang yang kita cintai tersenyum bersama orang lain? Sedangkan kita disini tak bisa menghapus namanya.
“Aku bisa... Shim Hiu hwi! Ayolah, jangan menangis huhh,” ucap Hiu hwi seraya berusaha untuk menarik dan menghembuskan nafasnya secara berulang. Ia tampak sangat bodoh karna telalu memaksakan agar air mata itu tak jatuh dari pelupuk matanya saat ini.
“TIDAK! Aku tidak boleh menangis. Sudah hentikan, aku bisa tersenyum. Yah, aku harus belajar tersenyum dalam kondisi seperti ini. Aku pasti bisa, aku—” perkataan Hiu hwi seketika tercekat saat kini air matanya malah menetes deras. Semakin lama, tangis itu malah semakin terdengar pilu.
“Shim Hiu hwi! Kau kenapa? YA! Berhentilah, berhenti seperti ini.” Hiu hwi sentak mendongak agar air matanya itu tak jatuh lagi. Sampai seketika kedua bola matanya malah menangkap sekelompok orang tengah berjalan beriringan dengan seseorang yang ia kenal tepat dihadapannya. Hiu hwi sentak menghentikan tangisnya dan bergumam nama seseorang.
“Chang—Changmin Oppa?” mata Hiu hwi memicing seolah-olah meyakinkan jika namja yang ia lihat sekarang ini adalah Oppa-nya, jika namja yang sekarang ini memakai pakaian kekaisaran itu Shim Changmin!
“OPPA!” Hiu hwi memekik panik saat ia yakin jika itu benar-benar Changmin. Sentak saja yeoja itu tiba-tiba berlari hendak menghampiri Changmin. Namun sial, sebuah tembok besar kini malah menghalanginya. Hiu hwi hanya mampu melihat Changmin dari kejauhan dan dari lubang yang lumayan besar, tapi tetap saja Hiu hwi tak mungkin memaksa masuk kelubang tembok itu.
“CHANGMIN OPPA!” Teriak Hiu hwi lagi, berharap kali ini Changmin lah yang akan menoleh padanya, tapi sepertinya Changmin tak mendengar teriakannya itu. Tak ada jalan lain lagi bagi Hiu hwi, selain memanjat tembok itu dan menghampiri Changmin. Jika tidak—mungkin ia tak akan bisa menemui Changmin lagi.
“Tunggu Oppa! Tunggu aku, aku mohon tetaplah disana dan bawa aku keluar dari neraka ini. Kumohon Oppa.” Gumam Hiu hwi seraya menyingkapkan pakaiannya sedikit agar ia bisa memanjat tembok itu perlahan-lahan. Untunglah, Hiu hwi mempunyai banyak pengalaman soal memanjat seperti ini. Hingga sekarang ia hampir saja menjangkau pembatas tembok itu.

       Disatu sisi, tampak terlihat kini Kyu sentak membuka matanya lebar-lebar saat ia melihat seseorang tengah berusaha untuk memanjat tembok yang lumayan besar itu. Awalnya Kyu hanya diam memandangi pemandangan bodoh itu, namun lama-kelamaan Kyu seolah merasakan sebuah ketakutan yang amat sangat menjalari batinnya saat ini. Otaknya mulai terlintas akan sebuah masa lalu yang sempat ia lupakan. Suara-suara itu pun mulai menyayat pikirannya sekarang.

“Kau ingin mati Oppa? Baiklah… bagaimana jika kita mati bersama saja ne?” 
“YA! Apa yang kau lakukan? Kau bisa jatuh yeoja Pabbo!”
“Bukankah untuk bunuh diri itu memang harus jatuh?”
“YA! SHIM HIU HWI!”
“MWO? Kau ingin mati kan? Kau pikir… aku akan terus hidup jika kau mati? Kau pikir bagaimana hidupku setelah kau mati huh? Kau ingin menyiksaku lagi Oppa?”
“Hiu hwi, cepat turun!”
“ANDWE! Jika kau juga tak turun, untuk apa aku turun.”

        Kyunhyun sentak menggeleng-gelengkan kepalanya tatkala lintasan kenangan itu mulai mengusiknya lagi. Ditatapnya lekat kembali yeoja yang kini tengah menaiki tembok yang memang dapat terlihat melalui jendela balkonnya itu. Kyuhyun memanas! Dadanya berdesir ketakutan.
“Kyu, kau kenapa?” tanya Miu kuatir tatkala wajah namja itu telah pucat. Kyuhyun diam! Ia seolah tak berniat sama sekali untuk mengubris pertanyaan Miu itu padanya. Namja itu tiba-tiba saja berdiri dengan tatapan ling lung!
“Kyu ada ap—” belum sempat Miu hendak kembali menanyakan hal yang sama, Kyuhyun pun telah lebih dulu berlari meninggalkan tempat ini layaknya orang yang tengah mengejar sesuatu; seperti orang yang sangat amat ketakutan. Miu hanya terdiam, sayup mata Kyu seolah mengisyaratkan hal yang berbeda, sebuah sorot mata Pangeran Hisahito beberapa bulan yang lalu.
“Ada apa dengamu Kyu?” gumam Miu yang hendak ikut berdiri dan mengejar Kyuhyun. Namun ia sadar, jika saat ini ia tengah berbadan dua, setidaknya Miu harus menjaga dan mengalah untuk sang cabang bayinya itu. Walau tetap saja kekuatiran menyelimutinya akan kondisi Kyu saat ini, beribu pertanyaan mulai terukir dalam benaknya tentang apa yang akan dilakukan Kyu? Miu berfikir jika hanya Hiu hwi lah yang bisa membuat Kyuhyun seperti itu, tapi benarkah itu semua karna Hiu hwi? Sepertinya apa yang tengah dipikirkan Miu saat ini benar! Tampak Kyu tengah berlarian kencang kearah Hiu hwi yang masih sibuk untuk memanjat dan meneriaki nama Changmin itu. Sesekali yeoja itu tampak mendesah karna ia hampir saja terjatuh.
“Oppa….” Ujar Hiu hwi meringis panik akibat Changmin lama kelamaan semakin menjauh dari arah pandangan matanya. Rasa ingin menangis itu kembali menyelimutinya saat ini. Ia bahkan tak sadar jika kedua lututnya mulai tergores akibat gesekan tembok itu.
“Auw!” Hiu hwi meringis singkat saat ia merasakan susahnya menaiki tembok itu. Tangan kanannya mulai mencapai pembatas tembok itu dan mendorong tenaganya untuk sekuat tenaga naik; setidaknya untuk duduk sebentar disana dan meloncat.
“Changmin Oppa.” Gumam Hiu hwi senang seraya semakin memacu semangatnya untuk kembali meloncat dan berlari kearah Changmin. Namun sayang, Hiu hwi merasakan jika kaki kanannya kini tengah ditahan oleh seseorang.
“Andwe… andwe!”

#DEG

Hiu hwi merasakan jantungnya berdetak sangat cepat tatkala ia mendengar suara ini. Sebuah suara yang amat sangat ia kenal! Hiu hwi sentak berpaling untuk meyakinkan tebakannya dan ternyata memang benar—ia melihat seorang namja tampan tengah menangis seraya menggenggam erat pergelangan kakinya. Hiu hwi tertegun saat namja tampan itu seolah menatapnya dengan tampang yang memelas dan menangis!
“Kyu—Kyuhyun Oppa?” gumam Hiu hwi seolah tak percaya dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini. Benarkah itu Kyuhyun? Atau mungkin ini hanyalah halusinasinya saja seperti kemarin-kemarin ia berada di New York.
“Jangan… jangan meloncat! Kau tidak boleh mati.”
“Mwo?” Hiu hwi sentak melupakan hal sekelilingnya termasuk Changmin. Semua pikiran dalam otaknya sekarang adalah Kyuhyun! Bahkan jantungnya mulai lagi-lagi berdetak cepat.
“Aku—” Kyuhyun sentak memegang kepalanya yang terasa sakit, namun anehnya ia sama sekali tak mengendurkan eratannya dipergelangan kaki Hiu hwi itu.
“OPPA!” Hiu hwi sentak panik, tubuhnya mengejang melihat Kyuhyun seolah tengah menahan sakit itu. Tanpa perlu banyak bicara lagi Hiu hwi pun langsung berusaha turun dan hendak meloncat dari atas. Sedangkan Kyu kini merunduk dengan keringat dingin yang menyeruak kepermuakan kulitnya.

#BRUUKK!

Yeoja itu sedikit merasakan ngilu diarea kedua lututnya saat ia telah meloncat. Sedetik kemudian ia langsung berlari dan menghampiri Kyu yang kini mengerang pilu.
“Eungghhh… hhhhh!”
“Oppa! Waeyo?”
“Argh... argh!”
“OPPA! “ Hiu hwi memekik tertahan sejenak, ia seolah merasakan kesakitan yang kini dirasa Kyu. Tubuh yeoja itu gemetar melihat kondisi Kyu yang sama sekali membuatnya bingung itu. Ada apa dengan Kyu? Hiu hwi menangis ketakutan saat ini!
“Ayo, Oppa.” Hiu hwi sentak memapah tubuh Kyu untuk berdiri dan memapahnya berjalan kearah sebuah gudang yang memang tak jauh darisana. Hiu hwi benar-benar panik saat ini, hingga ia tak tau lagi harus bagaimana dengan Kyu. Sebenarnya Hiu hwi ingin berteriak dan berlari memanggil para pelayan dan pengawal kekaisaran lainnya untuk menolong Kyu, tapi mana mungkin ia meninggalkan namja itu ditempat seperti ini. Hiu hwi sadar jika Kyu seorang pangeran, untuk itulah ia membawa Kyu kedalam gudang sejanak. Setidaknya disana ada sebuah tempat alas tidur untuk Kyu duduk.
“Oppa, tunggu sebentar ne? Aku akan mencari pertolongan, aku—” Perkataan Hiu hwi sentak terhenti saat tiba-tiba saja Kyuhyun menahan tangannya untuk jangan pergi. Yeoja itu tertegun! Kyuhyun seolah tengah memaksakan sesuatu dalam dirinya.
“Eomma… Eomma.” Desah Kyu menangis layaknya orang gila. Hening! Hiu hwi baru menyadari jika ada sesuatu yang berbeda dari Kyu saat ini.
“Oppa, kau kenapa?” Hiu hwi sentak menjongkok duduk sejajar dengan Kyu dan berusaha memandang wajah namja itu yang bergerak tak tentu arah.
“Argh!” Saat seketika tangan kanan Hiu hwi terangkat untuk menyentuh kedua pipi Kyu, namja itu malah menghempaskannya kasar!
“Oppa....”
“Kau siapa? Kau siapa?” teriak Kyu membuat Hiu hwi sentak terkejut bukan main. Namja itu memundurkan tubuhnya menjauhi Hiu hwi yang kini terus berusaha menyentuhnya.
“Oppa?”
“Jangan… jangan!” Gumam Kyu seraya mengangkat kedua tangannya untuk menutupi telinganya dan bergerak layaknya ia tengah dikejar hantu! Begitu ketakutan dengan deruan nafasnya yang tak senada.
“Kyuhyun Oppa, kenapa kau tak mengenalku? Kau tidak boleh melupakanku seperti ini Oppa, setidaknya kau mengenali siapa aku.”
“Andwe!”
“Kyuhyun Oppa… Kyuhyun Oppa kau tak boleh melupakanku seperti ini! Mianhaeyo….” Hiu hwi menangis seraya mendekat kearah Kyu dan memegang kedua pipi Kyu dengan lembut. Namja itu sentak diam  dengan ekspresi yang seolah masih takut pada Hiu hwi.
“Eungh….” Erang Kyu kembali memberontak kecil.
“OPPA!” Pekik Hiu hwi yang kini mulai tak sabar akan tingkah Kyu yang memperlakukannya seperti ini. Hiu hwi tidak tau apa-apa soal kondisi Kyu sekarang, tapi sepertinya ia mulai perlahan-lahan mengerti. Sebenarnya Kyuhyun memang merasakan ketakutan batin akan ‘Ditinggalkan’ sejak beberapa bulan yang lalu. Kondisi itulah yang membuat otak dan batinnya tampak tak seperti dulu; layaknya orang yang tengah mengalami gangguan batin akan ketakutan yang berlebihan.
“Oppa, ini aku! Hiu hwi… Aku mencintaimu Oppa, aku masih sangat mencintaimu.” Hiu hwi sentak mendekatkan lagi tubuhnya kearah Kyu. Dia ingat jika Kyu pernah mengatakan jika ciuman mereka lah yang mampu mengobati semuanya. Walau terdengar bodoh, setidaknya Hiu hwi harus mencoba apapun yang mempunyai kemungkinan.

#CUP

Kedua bibir mereka kini mulai saling bertaut. Hening! Kyuhyun bahkan sama sekali tak membalas setiap kecupan yang diberikan Hiu hwi membuat yeoja itu sentak melepaskan tautannya.
“Oppa,” Hiu hwi kembali menangis dengan isakannya yang terdengar perih. Bahkan disaat seperti ini, semuanya seolah kembali seperti semula. Dimana Kyu belum bertemu dengannya! Hiu hwi merasa jurang itu malah semakin melebar untuk mempersatukan mereka.
“Apa yang terjadi denganmu Oppa? Kau memang boleh menikah dengan orang lain, kau boleh tersenyum dengan orang lain, kau juga boleh memiliki anak dengan orang lain, tapi kau tak boleh melupakanku Oppa! Setidaknya anggap lah aku pernah menjadi orang kau cintai. Aku tak ingin kau lupai! Aku takut—aku merasa sakit dan sesak ketika menatap matamu memandangku seolah aku ini musuhmu. Tidak ingatkah kau saat berjanji untuk menikah denganku Oppa? Kenapa kau melakukan ini semuanya padaku!” Teriak Hiu hwi frustasi seraya memukul pelan dada bidang namja itu dengan tangisannya yang meledak-ledak. Sampai seketika—Kyu mulai bereaksi ketika ia melihat buliran bening itu jatuh dari mata Hiu hwi! Namja itu mengangkat tangan kanannya menyentuh lekukan bibir yeoja itu. Kyuhyun menangis! Seolah ia tengah menyadari satu hal.

#CUP

Tanpa diduga, Kyuhyun mengecup sekilas lekukan bibir itu dan mengamatinya dengan seksama. Seolah ini bukanlah hal baru untuknya, Kyu semakin penasaran untuk kembali mengecupnya lagi dan lagi seolah-olah setiap kecupan itu merangsang otaknya merasa tenang.
“Kyuhyun Oppa….” Hiu hwi sentak kembali mendongak saat kini Kyu menjambak rambutnya dari arah belakang; seolah ia memaksa kepala Hiu hwi untuk mendekat lagi padanya! Semakin dekat hingga Hiu hwi yang lebih dulu menempelkan bibirnya pada Kyu.

#CUP

Mereka kembali berciuman dan kini Kyu mulai kembali aktif dan mengambil alih aktivitas yang mereka lakukan saat ini. Hiu hwi hanya diam saat Kyu mulai buas bermain pada bibirnya itu. Seolah ia menyadari jika saat ini Kyu tengah berusaha menyadarkan dirinya sendiri. Suara-suara itu lagi-lagi mengusik pikiran Kyu saat ini!

“Aku bersumpah! Jika aku tak akan pernah mau memberikan penerusku, jika ia kelak bukan lahir dari rahimmu! Aku bersumpah itu dan langit diatas sana menjadi saksiku.”
“Oppa….”
“Aku akan menjemputmu Hiu hwi, nanti aku akan menjemputmu! Tunggu aku.”

Kyuhyun sentak melepaskan ciumannya dan memandang tajam mata Hiu hwi yang membulat indah dihadapannya. Kyuhyun seolah mendesah panjang dan membelai pinggiran wajah manis yeoja itu dengan lembut.
“Opp—“ Belum sempat Hiu hwi hendak menyebut kembali nama Kyu, namja itu pun telah lebih dulu menciumnya lagi! Hiu hwi tersenyum, setidaknya tangan Kyu mulai melingkar erat dalam pinggangnya saat ini. Seolah mengingatkannya pada sebuah masa lalu yang indah.
“Hiu hwi-ya....” Hiu hwi sentak terkejut saat mendengar namja itu memanggil namanya disela tautan mereka. Benarkah Kyu menyebut namanya? Benarkah Kyu kembali menjadi Kyuhyun yang ia kenal? Benarkah jika saat ini mereka tengah kembali menutupi jurang yang dalam itu? Benarkah Kyuhyun sadar?



-TBC-

Preview To the Next Chap

“Changmin Oppa?”
“Hiu hwi! Hiu hwi-ya….” Changmin sentak berlari dari tempatnya saat ini menuju arah tempat adiknya berdiri sekarang. Tak perduli dengan jubahnya yang menyentuh tanah dan dengan orang-orang yang berusaha menahannya.
“Maafkan Oppa sayang. Kau menderita seperti ini karna Oppa!”


===

“Liat aja ntar ya.. Itu next Chap nya ending apa bukan.. Ahakakakak! Makasih sama-sama(?)"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar