Tittle : “BAD BOY!”
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“Dasar anak muda zaman sekarang!” Ucap namja yang kini kembali membaringkan tubuhnya diranting besar pohon itu. YESUNG! Entah bagaimana, Hiu hwi dan Kyuhyun tak menyadari, jika ada orang lain di Taman belakang ruang ganti ini.
“Hombalahom ... balahom....” Yesung tampak mengumpati mantra-mantranya sebelum ia memajamkan mata untuk kembali tertidur.
This Story Original From @Jjea_

***
‘Aku bisa menahan diri untuk tidak menemuimu.
Aku bisa menahan diri untuk tidak mendengar suaramu.
Tetapi...,
Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkanmu....’
_“BAD BOY!”_ Part. 5
Reruntuhan daun-daun kering itu tampak mendarat dengan semampai, menembus sekat yang mengelilingi tiap sisi pepohanan hijau dengan segala keanggunannya. Apakah hidup mempunyai jeda melalui spasi? Membait beku dalam sepanjang musim yang terus berputar dengan ambigu. Angin tak ubahnya seperti debu, melayang dan memberikan gerak pasif pada pasir-pasir yang berseloroh diam; tak bergerak sebelumnya.
* When it all began ... U Love Me or not?*
“Huft...,” gadis berambut hitam kelat nan panjang ini tampak kembali menghela nafas. Sesekali ia sibuk menoleh kearah samping kantin ini, menatapi bagaimana proses angin-angin itu melayangkan daun kering yang berada di Taman samping Sekolah ini. Namun, sesekali juga ia malah sibuk mengarahkan kepalanya pada meja yang berada diujung sana. Entahlah, hari ini perasaannya sedikit tak karuan. Terkadang, ia malah tersenyum manis, tapi terkadang malah terdengar rutukan kecil dari bibirnya itu. Membosankan!
“Kau kenapa Hwi-ya? Kenapa ekspresimu berubah-ubah seperti itu?” tanya Yura seraya menopang tangan kanannya keatas meja. Hiu hwi menoleh sejenak, seolah malas untuk membalas perkataan gadis yang selalu mengikutinya ini.
“Aku sedang bingung dengan sikapnya,” balas Hiu hwi singkat. Tubuh Yura sentak terangkat sedikit dan menatapi Hiu hwi dengan seksama. Sepertinya, gadis itu kembali menoleh kearah meja yang dikelilingi banyak orang itu. Yah, siapa lagi yang dapat membuat Kantin Sekolah seramai ini, jika bukan karna adanya seorang Cho Kyuhyun.
“Memang kenapa dengan sikapnya?” tanya Yura lagi. Hiu hwi tersenyum, sepertinya tampak semakin lebar. Sudah beberapa puluh jam berlalu semenjak kejadian didalam ruang ganti itu, tapi tetap saja, Hiu hwi seolah masih sangat mengingat betul insiden apa yang terjadi disana. Menggelikan, Hiu hwi akan tersenyum setiap kali ia mengingat kejadian kemarin.
“Aaaaah...,” Hiu hwi kembali menutup wajahnya yang memerah, bahkan sekarang ia menangkupkan wajah cantiknya itu ke atas meja kantin. Yura mengenyit, ia merasa ada sesuatu yang tengah merasuki tubuh Hiu hwi saat ini.
“Ikan Hiu, kau baik-baik saja kan? Aku kuatir kau—”
“Kura-kura, apa kau pikir dia mencintaiku?” sela Hiu hwi cepat, membuat Yura sontak menghentikan laju kalimatnya dengan mulut menganga.
“Nuguya? Maksudmu Kyuhyun?” Yura ikut menolehkan pandangannya kearah Kyuhyun saat ini. Namja itu sepertinya tengah sibuk tersenyum menghadapi gadis-gadis disekelilingnya.
“Nde. Apa kau pikir dia mencintaiku?” Hiu hwi kembali tersenyum! Ia seolah tak perduli lagi bagaimana tingkah yeoja-yeoja labil yang tengah menggerubungi Kyu saat ini.
“Hummm..., Hiu hwi-ya. Coba kau dengarkan aku baik-baik, ne?” Yura berpindah posisi menghadap Hiu hwi dengan serius. Sepertinya, gadis itu akan memberikan petuah yang penting untuk Hiu hwi.
“Mwoya?”
“Sebagai seorang wanita, kau jangan terlalu percaya diri akan sikap manis semua pria yang ada disekitarmu,”
“Nde?”
“Banyak kasus dimana, seorang wanita terkadang begitu percaya diri jika namja yang ia sukai itu juga mencintainya. Kau jangan sampai salah paham terhadap sikap-sikap pria yang dapat membuatmu melambung jauh. Kau yang akan sakit hati, jika ternyata pria itu juga melakukan hal yang sama dengan yeoja lain. Kau mengerti maksudku kan?” Yura mendelik tajam, membuat Hiu hwi tampak berpikir. Sebenarnya, ia cukup mengerti dengan arah pembicaraan Yura saat ini. Yah, sikap Kyuhyun sangat amat sulit untuk ditebak. Sekalipun kejadian kemarin itu sangat manis, tapi bukankah itu mungkin saja ia lakukan pada yeoja lain?
“Kau benar. Huft...,” Hiu hwi tertunduk sejenak menatapi Jus Lemon dihadapannya. Ia tak boleh mengira lebih dulu, jika Kyuhyun juga menyukainya.
‘Tapi ... jika dia tidak menyukaiku, kenapa kemarin dia menciumku seperti itu? Apa memang seperti itulah caranya mencium yeoja?’
Hiu hwi kembali berpaling menatap Kyuhyun. Kini kedua matanya malah tertuju pada daun bibir Kyu! Sesuatu yang dapat membuat pikirannya kembali berputar pada kejadian kemarin. Tubuh gadis itu tampak memiring, menopangkan satu tangannya bersandar di pelipisnya. Kyuhyun tengah tersenyum bersama yeoja-yeoja itu. Menarik! Pemandangan ini begitu menarik dimata Hiu hwi, setiap lekuk apa yang ada diwajah dan tubuh namja itu selalu saja terlihat indah. Tak pernah tampak jelek, itulah sosok Cho Kyuhyun dimata Hiu hwi. Hingga—
DEG!
Kyuhyun sentak saja menolehkan pandangannya pada Hiu hwi, membuat kini keduanya kontan saling bertatapan tajam. Hiu hwi benar-benar tak menyadari, jika ia sudah cukup lama memandangi namja itu tanpa berkedip. Ini gila! Tubuh Hiu hwi tiba-tiba saja menegang saat tiba-tiba saja sorot mata Kyu menghunus tajam padanya, tanpa senyuman. Yah, seperti biasa saat Kyuhyun menatapnya. Entahlah, Kyuhyun sepertinya memang hobi sekali menatapinya dengan ekspresi lain seperti itu.
‘Ba-bagaimana ini?’
Hiu hwi tampak gelagapan! Ia tak tau harus bagaimana mengambil sikap sekarang. Mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun? Atau tetap saling menatap seperti ini dan berakibat jantungan mendadak?
‘Aniya!’
Hiu hwi sentak mengalihkan pandangannya kearah Yura. Pucat! Bahkan Hiu hwi merasa tubuhnya bergetar sekarang. Apakah seperti inilah jatuh cinta? Kenapa semua organnya mendadak berfungsi secara berlebihan?
“Yura-shi, kau tau bagaimana cara mengetahui seseorang menyukai kita?” tanya Hiu hwi seketika. Yura menyatukan alisnya terkejut!
“Nn-nde? Caranya? Hummm...,” Yura tampak menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Jangankan memberi petuah cinta dalam hal yang seperti itu, Yura bahkan sebenarnya tak pernah menjalin hubungan cinta dengan siapapun.
“Hiu hwi-shi, perasaan orang itu sulit untuk ditebak. Jadi, kurasa hanya orang bersangkutan itulah yang mengetahuinya.” Jawab Yura sekenanya. Hiu hwi tampak menghela nafas, sepertinya Yura tidak tau jawaban dari pertanyaannya tadi.
“Hash, sudahlah. Ah ya, bukankah waktu itu kau pernah mengatakan jika namja itu—” Hiu hwi sentak menunjuk Yesung yang saat ini tengah memakan roti gandum ditangannya. Sesekali, tampak namja itu membaca sesuatu sebelum makan sepotong roti itu.
“Namja itu pernah mengatakan, jika dia meramalkanmu akan menjadi istrinya ditahun-tahun mendatang. Itu benar bukan?”
“Nde, dia pernah mengatakan itu padaku. Namja itu agak kurang waras, tsk!”
“Apa dia sudah lama menjadi paranormal seperti itu? Maksudku, apa ramalannya itu terkadang ada benarnya?”
“Mollaseo. Dia itu agak kurang jelas Hiu hwi-shi! Hidupnya bahkan selalu dikelilingi mantra-mantra dengan kalimat aneh. Lihatlah dia, aku berani bertaruh, jika sepotong roti itu baru akan habis 2 jam kemudian! Dia lebih lama membaca mantra daripada mengunyah.”
“Mwoya? Hahahahaha, dia benar-benar pria yang unik.”
“Eh?”
“Namanya Kim Jong Woon kan? Ani, maksudku Ye-sung?”
“Kenapa kau jadi menanyakannya terus Hiu hwi-shi? Kau tidak boleh berdekatan dengan namja Ab-normal sepertinya, itu berbahaya untuk kesehatan jiwa dan ragamu!” Ucap Yura sedikit dengan nada tinggi. Sepertinya, ekspresi yeoja ini berubah agak kesal sekarang.
“Memangnya kenapa? Ah, ada baiknya aku berbicara dengannya sebentar.”
“MWO? Kau—” belum sempat Yura hendak berteriak tidak setuju, Hiu hwi pun sudah lebih dulu berlari dan meluncur ketempat duduk Yesung. Hiu hwi tersenyum dan menggeserkan kursi tepat didepan Yesung tanpa permisi. Aneh, namja paranormal itu sepertinya hampir tersedak karna kehadirannya.
“Kau dukun Sekolah ini kan?” tanya Hiu hwi tanpa basa-basi, membuat Yesung menampakkan wajah muramnya sekarang. Dukun? Bukankah itu terdengar tidak menarik?
“Ak-aku bukan dukun!” Tandas Yesung memulai komat-kamit dibibirnya itu. Hiu hwi merasa ingin terbahak sekarang, namja dihadapannya ini sepertinya memang memiliki perangai aneh.
“Untuk apa kau mendatangiku Hiu hwi-shi? Untuk menanyakan soal namja?”
“Eh, kau tau darimana?”
“Dari dentuman langit yang mengelilingi kabut dalam auramu dengan segenap alang-alang yang terpatri didalam tubuhmu saat ini.”
“Ohk? Geurae ... geurae, terserahmu saja.” Balas Hiu hwi mengangguk-angguk untuk berpura-pura mengerti dengan apa yang dibicarakan Yesung padanya.
“Kau sepertinya sudah lama bergelut dalam dunia menyimpang seperti ini. Bahkan yang kudengar, kau sempat meramalkan jika Yura akan menjadi istrimu kelak. Kalau begitu, bisakah kau meramalkan tentang aku dan—dan—”
“Namja bermarga Cho itu?” tebak Yesung membuat Hiu hwi tertunduk malu sekarang.
“Hummm ... Apa kau tau, apa dia menyukaiku?”
“Kau ingin tau dia menyukaimu atau tidak?”
“Nde.”
“Caranya sangat mudah,”
“Benarkah? Memangnya bagaimana mengetahuinya?”
“Hummm..., kau ungkapkan saja perasaanmu padanya. Lalu, tunggu jawabannya apakah dia juga menyukaimu atau tidak.” Jawab Yesung polos, membuat Hiu hwi tampak melongo mendengarnya.
“MWORAGO? Yak! Ash—kau—itu sama saja dengan cara biasa. Huhh..., pantas saja Yura mengatakan jika kau namja Ab-Normal. Ya Tuhan...,”
“Si-siapa yang Ab-Normal Huh? Ckckckck! Kau benar-benar ingin tau dia menyukaimu atau tidak? Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai sekarang?”
“Mulai apa? Mulai gila?”
“Ash, aku sedang serius. Kau ingin mengetahuinya kan? Jadi, kau harus menuruti perintahku!”
“Nde, terserahmu saja. Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Angkat tanganmu setengah badan, cukup sebatas bahu seperti ini,” perintah Yesung mengangkat tangannya seperti apa yang ia bicarakan tadi. Hiu hwi tampak mengikutinya, membuat Yura mati frustasi melihat mereka.
“Lalu, gerakkan kepalamu kekanan dan kiri dengan membaca mantra ini ... Dodo dada doda dado secara berulang!”
“Nde? Ohk....” Jawab Hiu hwi seraya dengan polosnya menuruti perintah Yesung kali ini. Meja mereka sedikit menjadi pusat perhatian sekarang. Sungguh, menjadi tontonan gratis yang menggelikan.
“Yesung-shi, lalu apa lagi?” tanya Hiu hwi saat kini Yesung mulai berhenti dan menatapnya tajam. Sesungguhnya, tatapannya lebih tajam dari Kyuhyun.
“Kau diam saja dan lihat apakah dia menyukaimu setelah ini atau tidak,” Yesung tampak memegangi kedua bahu Hiu hwi dan menjulurkan kepalanya mendekat kearah gadis itu.
“Ingat! Ini hanya rencana kita. Jadi, kau diam saja dan jangan menganggap semua apa yang akan aku lakukan ini adalah hal yang serius, kau mengerti?” bisik Yesung, membuat Hiu hwi mengangguk-angguk bingung.
“Bagus, kita mulai. Kita lihat, siapa yang akan bereaksi lebih dulu.” Yesung tampak menyeringai dengan senyuman mengerikannya itu. Hiu hwi mendadak tegang, ia merasa tak tenang sekarang. Yah, terutama disaat ia menyadari jika Yesung tengah memiringkan kepala kearahnya. Seperti seseorang hendak—hendak—berciuman!
‘Apa yang akan dilakukan namja ini? Mati aku ... mati!’
Gumam Hiu hwi seraya menutup kedua matanya dengan erat, terutama disaat wajah Yesung sudah sangat amat dekat dengannya. Hiu hwi bahkan berani bertaruh, jika nafas namja ini semakin lama semakin menerpa kulit wajahnya dan itu berarti sebentar lagi mereka akan....
BRAAKKKK!
“Ikut aku!” Hentak seseorang seketika, membuat Hiu hwi membuka kedua matanya dengan lebar. Cho Kyuhyun! Terlihat, namja itu tampak sigap menarik pergelangan tangan Hiu hwi tepat disaat Yesung sedikit lagi menciumnya. Kursi yang tadi diduduki yeoja itu pun sentak terjatuh. Kyuhyun tak perduli, ia lebih sibuk menarik tangan Hiu hwi yang kini menganga bingung tak jelas.
“Cah, sudah kuduga.” Ucap Yesung seraya tersenyum lega. Sepertinya, ia belum sadar jika nyawanya juga terancam sekarang. Tampak kini Yura tengah berdiri tepat disampingnya seraya berdecak pinggang lengkap dengan ekspresi yang—errr—sangat mengerikan!
“Mmm-mwo?”
“KAU—” pekik Yura sembari menarik kerah baju Yesung dengan keras. Namja itu gelagapan, selalu seperti ini jika berhadapan dengan Yura.
“Kenapa kau mendekati Hiu hwi, huh? Kau sudah bosan hidup? Cukup dirimu saja yang menjadi manusia aneh disini, jangan mengajak sahabatku untuk menjadi manusia Ab-normal sepertimu!” Tuduh Yura mendelik tajam seraya mengguncang-guncangkan tubuh Yesung dengan keras.
“Yak! Mulai sekarang, jangan pernah mencoba untuk dekat dengan Hiu hwi lagi, aro? Jika tidak, aku akan—”
BRUUKKK!
Yura merasakan tubuhnya sentak terjatuh kedalam tubuh Yesung, saat tiba-tiba saja namja itu menarik tangan Yura yang berada dilehernya dengan sekali hentakan. Tangan kanan namja itu tampak mengalung dipinggang ramping Yura, seolah menahan agar gadis itu tak terjatuh.
“Kau mau apa, eh?” suara Yesung tampak terdengar berbeda saat ini. Yura mengerjap-ngerjap tak karuan, seperti orang bodoh. Gadis itu menyadari jika tak ada kecanggungan dan gelagat takut Yesung lagi padanya. Namja itu malah terlihat lebih COOL sekarang!
“Yura-shi, boleh aku bertanya padamu? Sebenarnya kau marah seperti ini karna apa? Karna kau kesal padaku atau karna kau cemburu pada kedekatanku dan Hiu hwi, eh?”
“Mmm-mwoya?”
“Sepertinya kau masih sulit untuk membedakan alasan sikapmu seperti ini, tsk!” Yesung sentak berdiri bersamaan tubuhnya juga ikut membenarkan posisi Yura sekarang. Gadis itu hanya dapat diam dengan kebingungan yang melandanya. Ini aneh! Entah kenapa Yura tak bisa berteriak dan membalas namja ini lagi seperti biasanya.
“Kau cantik!” Bisik Yesung sesaat sebelum ia berjalan melewati tubuh Yura yang masih membatu ditempat. Namja itu melenggang pergi dengan aura pesonanya yang cukup luar biasa.
“Ka-kau! Ash—dasar dukun Ab-normal!” Pekik Yura seraya menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan kesal. Aniya, sepertinya lebih dari itu.
***
Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun masih terus saja menarik tangan Hiu hwi untuk semakin dalam memasuki Taman belakang Sekolah ini. Hiu hwi tak dapat berkutik dan melakukan apapun sekarang, ia benar-benar merasakan kehangatan melalui telapak tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya dengan erat, sedikit menekan.
“Kau mau mengajakku kemana?” tanya Hiu hwi memberanikan diri untuk bersuara saat dirasanya tempat ini sudah lumayan sepi. Kyuhyun tak bergeming, rahangnya terlihat mengeras tak karuan.
“Kau ingin mengajakku ke Hutan terlarang?” Hiu hwi kembali bersuara. Gadis itu memang tak bisa diam, ia sejak tadi menggurutu tak karuan dibalik punggung Kyuhyun.
“Atau kau ingin mengajakku berkeliling Taman, menghitung daun-daun kering yang—” Hiu hwi sentak saja terdiam tatkala Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya dititik ini. Namja itu seketika berbalik, menatap Hiu hwi dengan mata yang berkilat-kilat.
“KAU—” tandas Kyuhyun sedikit tertekan, seolah ia tengah menahan sesuatu yang membuncah dalam dadanya.
“Mwo? Aku? Aku ... kenapa?” tanya Hiu hwi polos. Kyuhyun tampak menghela nafasnya tak beraturan, mencoba untuk mengurangi kadar kekesalannya pada gadis ini. Sejujurnya, Hiu hwi sama sekali tampak bingung dengan tingkah yang ditunjukan Kyuhyun padanya sekarang. Ia benar-benar tak mengerti akan apa yang terjadi pada Kyuhyun saat ini. Tidak mungkinkan jika Kyuhyun tengah cemburu? Atau memang....
“Kembalikan kaos olahragaku!” Ucap Kyuhyun tanpa menatap Hiu hwi lagi sekarang.
“Nde?”
“Bukankah kemarin kau meminjam baju olahragaku, huh? Sekarang mana?”
“Mwo? Jadi kau menarikku sampai sejauh ini dan mengacaukan semua ritual kami hanya karna baju olahraga itu? Cah, ini—” Hiu hwi sentak mengambil sesuatu dalam tasnya dan menyodorkannya pada Kyuhyun.
“Bukankah kau bisa memintanya tanpa perlu menarikku seperti ini? Kenapa tadi tidak mengatakannya saat di Kantin saja? Ya Tuhan ... kukira apa!” Hiu hwi menggeleng-gelengkan kepalanya tak karuan. Sedangkan Kyuhyun? Namja itu hanya terpaku diam ditempat.
“Itu sesukaku!” Kyuhyun sentak mengambil kaos olahraganya dengan sedikit kasar. Namja itu seketika berjalan pergi untuk meninggalkan Hiu hwi sendiri disini.
“Dia itu namja yang benar-benar membuatku bingung dan kacau! Bahkan rumus Matematika dan teori Ekonomi sekalipun tak bisa memecahkannya. Ck!” Ucap Hiu hwi seraya melipat kedua tangannya didepan dada, menatapi punggung Kyuhyun yan perlahan-lahan menjauh darinya.
***
‘Jatuh cinta itu mudah,
Bagian tersulitnya adalah...
Menemukan orang yang tepat untuk dicintai....’
Langit siang ini tampak mulai semakin terik, seolah alam membiarkan sinar sang Surya itu menyengat dan membakar kulit untuk mengubah warna semulanya. Hiu hwi tak perduli akan sengat sinar itu, ia lebih sibuk menatapi jam tangan yang melingkar ditangannya sejak tadi. 15 menit! Yah, sudah selama itu ia berdiri didepan pagar Sekolah ini dengan bosan. Tempat ini sudah cukup sepi memang, hanya segelintir oranglah yang mungkin masih berada didalam.
“Kemana kau Ahjusshi Kim! Dasar menyebalkan!” Gerutu Hiu hwi yang entah untuk keberapa kalinya. Gadis itu kembali mendengus, menatapi bait jalanan yang tampak tak ada tanda-tanda mobil lewat untuk menuju kearahnya. Hiu hwi merunduk, kaki kanannya yang terbungkus sepatu itu terlihat berputar-putar memainkan kerikil batu. Ia benar-benar tampak bosan, apalagi ia baru menyadari jika ponsel kesayangannya tak mempunyai nyawa untuk hidup. Sungguh, ia lupa untuk mengisi baterai ponselnya itu semalam.
“Huhhh...,” seseorang tampak menghela nafas panjang disamping Hiu hwi. Sekalipun tak terlalu dekat, tapi posisi mereka cukup sejajar sekarang. Hiu hwi sontak menoleh, menatapi seorang namja yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tengah berdiri tak jauh darinya saat ini.
‘Omo! Kyuhyun Oppa!’
Gumam Hiu hwi yang tak selalu berhasil menutupi senyumnya ketika melihat wajah teduh namja itu. Teduh? Kyuhyun bahkan menunjukan raut datarnya sekarang.
“Oppa..., ingin pulang?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Hiu hwi. Kyuhyun seketika menoleh menatapnya dengan senyuman sinis. Sadarkah Hiu hwi, jika ia pernah bertanya seperti ini sebelumnya pada Kyuhyun.
“Tentu saja aku ingin pulang, kau pikir aku akan menginap di Sekolah ini eoh?” jawaban yang terlontar dari Kyu kali ini sentak saja membuat Hiu hwi tersadar. Yah, dia sepertinya memang pernah menanyakan pertanyaan bodoh ini pada Kyu.
“Ohk? Geurae,” balas Hiu hwi seraya merutuki dirinya sendiri. Gadis itu tampak kembali merunduk, membiarkan angin menerpa sebagian rambut bagian depannya.
“Jemputanku belum datang sampai sekarang, aku jadi tidak bisa pulang,” ucap Hiu hwi, membuat Kyuhyun menoleh kearahnya.
“Lalu? Apa kau pikir itu urusanku?”
GLEK!
Hiu hwi seakan terbungkam dengan balasan Kyuhyun saat ini. Gadis itu bahkan nyaris tersedak akibat sahutan yang sebenarnya tak diinginkannya itu.
“Ka-kau tidak kasihan padaku?”
“Kasihan? Memangnya kau ingin dikasihani, eng? Bukankah kau mempunyai namja Paranormal-mu itu? Ah..., atau bocah gila pemilik Yayasan ini?”
“Apa yang kau katakan Oppa? Mereka itu hanya—hanya—Fans!”
“Mwo?”
“Kau pikir hanya kau yang memiliki fans, eh? Aku juga!” Sahut Hiu hwi dengan senyuman menantangnya.
“Cih, ya sudah kalau begitu. Kau telpon saja mereka untuk mengantarmu pulang!” Kyuhyun sentak bersungut dan menggerakkan kakinya menjauh dari Hiu hwi. Gadis itu tampak masih bingung, apa dia salah lagi?
“Kyuhyun Oppa kau mau pulang sekarang? Kau tidak ingin menemaniku lebih dulu disini? Yak! Bagaimana jika aku diculik? Aku masih belum hafal jalan kota Seoul ini.” Teriak Hiu hwi yang membuat Kyuhyun sontak menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.
“Itu bukan urusanku Nona muda. Jika kau memang diculik, itu juga tidak merugikan kehidupanku. Jadi, selamat tinggal.” Kyuhyun tersenyum kearah Hiu hwi yang menatapinya dengan tidak percaya. Namja ini terkadang benar-benar membuatnya kesal!
“Omo! Kenapa aku sampai bisa sangat menyukai namja seperti itu! Ish...,” Hiu hwi mengumpat-umpat tak karuan seraya menatapi punggung Kyuhyun yang tampak bergerak menjauhinya. Sungguh, namja itu benar-benar tega!
‘Huhhh..., apa yang harus aku lakukan sekarang? Ahjusshi Kim, kau dimana?’
***
Sudah hampir 20 menit berlalu, tapi tetap seolah tak ada yang berubah disini. Hiu hwi masih terlihat diam didepan gerbang Sekolah dengan ekspresi kacau, takut dan kesal. Semuanya berkumpul membentuk sebuah rasa yang memang sangat sulit untuk diungkapkan. Tak biasa-biasanya Supir tampannya itu terlambat seperti ini menjemputnya. Entahlah, Hiu hwi ikut merasakan petanda tak enak sekarang.
“Noona?” panggil seseorang membuat Hiu hwi sentak saja mendongak. Tampak seorang namja dengan sepedanya tengah tersenyum lebar kearahnya.
“Kau—”
“Kenapa Noona masih ada disini?” namja itu tampak menatapi jam tangannya dan menggeleng-geleng kuatir. Hiu hwi kembali merunduk, duduk berjongkok layaknya seseorang yang tersesat.
“Mana jemputanmu Noona?”
“Itu bukan urusanmu Khazuma Tetsuya! Jika kau mau lewat, kau lewat saja. Tidak usah memperdulikanku!”
“Mana mungkin itu bukan urusanku Noona? Aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu, jadi itu adalah urusanku!” Hiu hwi tampak melongo mendengar tuturan dari namja Jepang ini. Apa hubungannya ungkapan perasaan dengan semua ini? Pikiran Hiu hwi nampak semakin kacau sekarang.
“Jja, biar aku yang mengantar Noona pulang. Ini sudah siang, Noona pasti belum makan.”
“Mengantarku?”
“Nde, dengan sepeda ini. Bukankah itu romantis? Seperti di Drama-drama itu.” Balas Khazuma dengan mengedipkan sebelah matanya pada Hiu hwi, bermaksud untuk menggoda.
“Romantis kau bilang? Dengan jarak yang cukup jauh darisini menggunakan sepeda, kau pikir itu romantis? Cah, itu malah akan membuat punggungku retak!”
“Hahaha, rumahku didekat sini Noona. Jadi, kita pergi ke tempatku dulu dan baru aku mengantarmu pulang dengan motor besarku.”
“Aku tidak mau!”
“Ayolah, Noona mau bermalam didepan gerbang seperti ini? Kata orang, tempat ini lumayan memiliki banyak kisah mistis-nya. Apa Noona tidak takut?”
“Mwo? Kisah mistis?”
“Nde, banyak suara-suara aneh yang sering terdengar disini. Menurut sejarah Sekolah yang kudengar, dulu ada siswi yang pernah gantung diri didepan gerbang ini.
“Ji-jinchayo?”
“Ohk, bahkan katanya juga ada setan gayung dan semacam hantu beranak dalam kubur Noona.”
“Yak! Kau ingin membohongiku, huh?”
“Aku tidak berbohong. Ah, cepatlah naik Noona!” Khazuma sentak turun dari sepedanya dan menarik Hiu hwi untuk berdiri. Gadis itu sudah terlalu lemas untuk menolak.
“Lalu aku duduk dimana?” tanya Hiu hwi menatapi sepeda mewah Khazuma yang memang tak memiliki bangku untuk satu orang lagi dibelakangnya.
“Noona duduk didepan sini. Itu juga agar aku bisa memeluk dan menjagamu sepanjang perjalanan.”
“Mwo? Duduk didepan? ANDWE!” Tolak Hiu hwi seketika. Khazuma membulatkan bibirnya kesal, yeoja ini memang sangat sulit ditaklukan.
“Ayo cepatlah, nanti Noona bisa mati kelaparan.” Khazuma tak kehilangan akal. Dengan sedikit memaksa, namja ini pun kembali menarik tubuh Hiu hwi untuk ia tempatkan disanggahan sepeda depannya.
“ANDWE! Yak! Khazuma jangan menyentuh secuil pun tubuhku! Kau mau mati, huh?”
“Siapa yang mau mati Noona? Aku belum menikah, yang aku mau sekarang kau diam dan duduklah seperti seorang yeoja yang benar.”
“Aku tidak mau!” Pekik Hiu hwi saat seketika Khazuma memeluk tubuhnya dengan satu tangan untuk memaksanya duduk disepedanya itu.
“Yak! Khazuma singkirkan tanganmu!”
“Aku akan menyingkirkannya, jika Noona diam. Atau Noona mau ku cium lagi biar tutup mulut, eh?”
“Eh? Kkk-kau!” Hiu hwi mulai kembali bersemangat memberontak lagi. Sungguh, wajah Jepang namja itu terlihat mesum sekarang. Mengerikan!
“Noona sepertinya memang lebih ingin kucium, makanya tidak mau diam.” Khazuma tertawa sekilas lalu berusaha untuk mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi yang kini hanya dapat menghentak-hentakkan kedua kakinya sebagai tanda pemberontakan. Sampai—
BRUUUKKK!
Tampak sepeda buatan langsung dari Spanyol itu terjatuh seketika, lengkap dengan sang pemiliknya yang kini terlihat tertidur di tanah dengan posisi miring. Khazuma meringis ngilu saat ia merasakan tubuh dan kakinya seakan tertimpa berat sepedanya itu. Yah, hanya dia yang terjatuh, sedangkan Hiu hwi sama sekali tidak. Yeoja itu memang sentak ditarik oleh seseorang hingga ia tak ikut terjatuh dan tetap berdiri dengan eloknya ditempat ini. Seseorang? Yah, Hiu hwi bahkan merasakan tubuhnya didekap seseorang dari arah belakang sekarang.
Jantung yeoja itu seakan terpompa cepat, ia kenal betul tubuh dengan aroma seperti ini. Sebenarnya, sepeda itu tak akan terjatuh, jika bukan orang ini yang menendangnya.
“Aku sudah mengatakan padamu sejak pertama kali kita bertemu bocah tengik, jangan pernah menyentuh gadis ini,” ucap orang itu membuat Hiu hwi tercenang.
“Kyuhyun Oppa…,”
“Dasar idiot!” Bisik Kyu tepat ditelinga Hiu hwi, membuat bulu roma gadis itu meninggi.
“Yak! Kau lagi! Ya Tuhan … ash, kenapa kau menendang sepedaku dan membuatku jatuh seperti ini, eh? Ini kekerasan, aku bisa melaporkanmu dalam kasus perlindungan anak.” Ucap Khazuma dengan raut kesal stadium akhirnya. Kyuhyun tertawa sinis, ia benar-benar tak suka dengan namja Jepang ini dari awal.
“Tadi aku tidak sengaja anak kecil. Jja, berdirilah.” Balas Kyu seraya menjulurkan kaki kanannya untuk berniat membantu Khazuma berdiri. Hiu hwi sentak menoleh kearah Kyu. Ia benar-benar tak percaya Kyu malah menjulurkan kakinya bukan tangannya untuk membantu Khazuma? Lucu? Tidak bagi Khazuma yang malah semakin memasang wajah tak bersahabatnya.
“Yak! Cho Kyuhyun-shi, aku benar-benar akan membunuhmu setelah ini!”
“Membunuhku? Pakai apa? Pistol air? Picau? Atau malah gelgaji? Owh…, kalau begitu aku takut,” ejek Kyuhyun membuat Hiu hwi hampir saja tertawa mendengarnya. Entahlah, Kyuhyun saat ini tak sadar, jika ia juga menampakkan sifat kekanak-kanakannya itu.
“Tetsuya-shi, kau tidak apa-apa?” tanya Hiu hwi hendak membantu Khazuma berdiri.
“Noona…,”
“Kita pulang gadis idiot!” Ucap Kyu sembari memindahkan tangannya untuk saling bertaut dengan jari jemari Hiu hwi. Namja itu berbalik, membuat otomatis tubuh Hiu hwi juga berbalik. Khazuma mendengus, ingin sekali ia memukul namja bernama Cho Kyuhyun itu suatu saat nanti.
“Sialan!” Umpatnya seraya tanpa sadar menendang sepeda yang masih tergeletak dibawah kakinya itu.
“AW…!” Pekik Khazuma frustasi.
***
Ditempat lain, tampak kini Kyuhyun masih menggenggam tangan Hiu hwi untuk berjalan dibelakangnya. Ada sedikit kecanggungan diantara mereka, terutama Kyuhyun terus saja berjalan dengan langkah lebar seolah tak perduli Hiu hwi yang tengah mengatur nafas karnanya.
“Oppa, changkaman,” ucap Hiu hwi membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya seketika.
“Mwo?”
“Aniyo, tapi … kenapa kau masih ada disini? Maksudku, bukankah tadi kau sudah pulang?” tanya Hiu hwi hati-hati. Sungguh, ia sangat penasaran dengan jawaban Kyuhyun saat ini. Mungkinkah tadi Kyuhyun kembali berbalik? Atau memang sebenarnya Kyuhyun tak pulang dan bersembunyi? Sepertinya, Kyu memang melakukan pilihan yang kedua. Ia memang sebenarnya tak pulang, namja itu berdiri dan bersandar disebuah pohon untuk menemani gadis itu dalam mata pandangannya sendiri.
“Tadi ada barangku yang tertinggal didalam Sekolah,” jawab Kyuhyun membuat Hiu hwi ber ‘O’ ria. Gadis itu mengangguk-angguk seraya menatapi kedua tangan mereka yang masih bertaut erat.
“Dimana rumahmu?”
“Nde? Humm…, sebenarnya masih cukup jauh darisini Oppa.”
“Biar kuantar,”
“Tapi—”
“Diam atau aku akan berubah pikiran?”
“Baiklah.” Sahut Hiu hwi seketika bungkam. Gadis itu tampak tersenyum, ia benar-benar senang saat Kyuhyun menggenggam tangannya seperti ini.
Keduanya tampak berdiri dipinggir jalan, mungkin bermaksud untuk menghadang sebuah taksi. Yah, selama ini Kyuhyun memang tak pernah terlihat memakai mobil, motor atau kendaraan lain seperti temannya.
“Masuklah.” Ajak Kyuhyun seraya masuk kedalam sebuah taksi tanpa membuka pintu mobil untuk Hiu hwi lebih dulu. Gadis itu tersenyum kecil, ia benar-benar tak akan lagi mengharapkan perlakuan romantis dari Kyuhyun.
***
Tak ada yang berbicara selama perjalanan menuju kediaman besar keluarga Lee ini, Kyuhyun lebih sibuk menakan tombol PSP-nya, sedangkan Hiu hwi sibuk mengurusi detak jantungnya yang terus terpompa lebih kencang. Hening! Hanya suara klakson mobil dan beberapa gas kendaraan inilah yang terdengar selama perjalanan mereka.
“Ahjusshi, kau bisa berhenti disini saja.” Ucap Hiu hwi sesaat setelah mereka sampai disebuah rumah yang berorientasi dengan cat putih itu. Tenang! Kata inilah yang tepat menggambarkan suasana tempat ini. Banyak pepohonan rindang yang mengelilingi rumah satu tingkat ini. Cukup besar, dan benar-benar tampak elegant.
“Jadi ini rumah anak Pemilik Kepala Yayasan?” tanya Kyu membuat Hiu hwi sentak menoleh ke arahnya.
“Ini rumah kami sebelum Eomma-ku meninggal. Aku lahir ditempat ini dan juga melihat Ibu-ku meninggal ditempat ini,” Hiu hwi sentak membuka pintu Taksi itu dan keluar. Ekspresinya cukup menyedihkan ketika ia menggumamkan nama kedua orang tuanya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun ikut keluar dan berdiri tegak disamping Hiu hwi.
“Hummm..., aku ingin tinggal disini saat aku menikah kelak.” Ucapan Hiu hwi kali ini sontak saja membuat Kyuhyun menoleh cepat ke arahnya.
“Hahaha, menikah? Memang kau pikir ada pria bodoh yang akan menikahimu?”
“Jika memang tidak ada pria bodoh yang akan menikahiku, aku ingin pria pintar saja sepertimu untuk menikah denganku,” celetuk Hiu hwi membuat Kyuhyun kembali menatapnya tajam seperti biasa. Hiu hwi merunduk, ia benar-benar tak sadar telah mengatakan kalimat memalukan seperti tadi.
“Hummm..., gomawo Kyuhyun Oppa,”
“Gomawo? Kau pikir aku mengantarmu dengan gratis?”
“Nnn-nde?” Hiu hwi sentak tergagap saat tiba-tiba saja Kyuhyun tersenyum misterius ke arahnya.
“Lalu, apa kau menginginkan sesuatu? Apa? Kau ingin aku membuatkan minum dan—”
“Geurae, minum air mineral dengan rasa yang berbeda lagi,”
“Mmm-mwo?”
“Eunghh...,” Kyuhyun menggerakkan kakinya mendekat kearah Hiu hwi, membuat gadis itu reflek untuk mundur.
“Boleh aku—”
CUP!
Belum selesai Kyuhyun meneruskan perkataannya itu, Hiu hwi telah lebih dulu memotongnya dengan kecupan singkat tepat dipipi kanan Kyu. Namja itu terdiam, cukup terkeut dengan tindakan gadis dihadapannya ini.
“Aku—aku—gomawo—” ucap Hiu hwi seraya berbalik kearah samping dan berlari untuk berjalan menuju pintu rumahnya. Kyuhyun tertegun, tangan kanannya terangkat menyentuh pipinya yang masih basah akibat ulah daun bibir gadis itu.
“Sampai bertemu besok Tuan Cho,” ucap Hiu hwi dengan lambaian tangannya kearah Kyu. Namja itu sebenarnya ingin tersenyum mendapati tingkah konyol Hiu hwi, tapi ia tahan. Ia tak ingin kharisma dinginnya itu luntur begitu saja. Hingga akhirnya, namja itu pun hendak berbalik tepat disaat ia melihat sebuah taksi tiba-tiba saja berhenti dengan cepat tak jauh darinya. Sepertinya, Taksi itu memang berada dalam kecepatan maksimum.
“Eh?” Kedua mata Hiu hwi membesar saat ia melihat seorang namja yang keluar dari Taksi itu dengan raut pucat, panik dan seolah ketakutan. Kim Heechul, namja itu dengan cepat berlari kearah Hiu hwi seakan tak menyadari lagi alam sekitarnya.
“Ohk? Ahjusshi Kim, kau kenap—”
“Hiu hwi-ya, gwenchanayo? Kau baik-baik saja, eoh? Tidak terjadi sesuatu padamu kan? Kau—tubuhmu tak ada yang kurang sedikitpun, ne?” Hiu hwi mengerjap-ngerjap saat ia mendengar cerocosan semua pertanyaan Heechul itu dengan satu tarikan nafas. Namja ini sepertinya benar-benar terlihat kuatir padanya.
“Aku tidak apa-apa, sebenar—”
“Syukurlah...,” sela Heechul lagi seraya menghembuskan nafas leganya dan memeluk Hiu hwi dengan cepat. Kyuhyun masih mematung ditempat, menatapi kedua orang yang tengah berdekapan erat tepat didepan kedua matanya itu.
“Eh, Ahjusshi Kim kau ini kenapa?”
“Eoh? Ah, maaf Nona. Aku—tadi aku hanya kuatir padamu. Aku benar-benar minta maaf karna terlambat menjemputmu. Ban mobil tiba-tiba saja pecah ditengah jalan, aku sudah berusaha untuk menghubungimu, tapi Ponselmu tidak aktif. Untuk itulah, aku berlari ke Sekolahmu, tapi ternyata Nona sudah pulang.”
“MWO? Kau berlari menuju ke Sekolahku? Mianhada, aku lupa memberitahumu, ponselku juga mati.”
“Tidak Nona, akulah yang salah.”
“Sudahlah, lagipula aku sudah pulang dengan selamat. Tadi aku diantar pulang oleh—” Hiu hwi sentak menghentikan kelimatnya saat ia sadar dengan apa yang telah ia ucapkan ini. Heechul pasti akan marah jika tau ia bersama seorang namja dan itu—
“Dia ... apa dia yang mengantar Nona pulang?” tunjuk Heechul yang sentak saja mengubah ekspresinya menjadi amat dingin. Hiu hwi menekuk wajahnya, ia sedikit takut jika sudah seperti ini.
“Ah, gomawo Tuan sudah mengantar Nona mudaku pulang.” Lanjut Heechul membungkuk membuat Hiu hwi sedikit terkejut.
“Kau supir Hiu hwi? Benarkah? Haha, aku sedikit tidak percaya.” Sahut Kyu membuat Heechul sentak menatapnya dengan picingan tajam. Siapapun memang akan curiga dengan tingkah Heechul yang menurut Kyuhyun terlalu berlebihan pada Hiu hwi.
“Ahjusshi Kim dia—”
“Siapa namamu?” tanya Heechul seraya berbalik dan sedikit ingin menghampiri Kyuhyun.
“Untuk apa kau tau namaku? Bukankah itu bukan urusanmu?” Kyuhyun tampak membalasnya dengan tak kalah sengit, Ia baru tau jika supir pribadi Hiu hwi setampan ini!
“Apa yang menjadi urusan Nona Lee akan menjadi urusanku,”
“Benarkah? Tapi setauku, soerang Supir tak mempunyai urusan apapun dengan majikannya kecuali urusan kerja. Ck, meragukan!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya bermaksud untuk meremehkan Heechul. Namja itu pun hendak berbalik untuk pergi, tapi seketika—
“Yak! Aku bertanya siapa namamu? Setidaknya orang yang menjadi teman Nona Lee harus mengetahui sedikit tata krama!”
“Aku bukan temannya. Cah, namaku Kyuhyun ... CHO KYUHYUN!”
“Mwo? Cho Kyuhyun?” Heechul sentak merubah kembali ekspresinya semakin tak suka. Ia ingat betul nama ini! Sebuah nama yang waktu itu membuat ia dan Nona besarnya itu bertengkar. Kedua namja ini saling bertatapan sengit dan mematikan satu sama lain.
“Jadi kau—namja yang telah dengan beraninya mengundang Nona Lee ke Apartmentmu itu? Kau sudah melakukan apa saja padanya, eh?”
“Ahjusshi Kim, kau ini bicara apa?”
“Apa yang kulakukan padanya bukan urusanmu!” Tantang Kyuhyun, membuat seketika Heechul mendorong tubuhnya terjatuh keatas dedaunan kering itu. Hiu hwi terkesiap, Heechul memang tak akan pernah bisa meredam emosinya jika sudah menyangkut teman namjanya seperti ini.
“Omo! Yak! Apa yang kau lakukan?” hentak Hiu hwi seraya hendak menghampiri Kyu dan berniat membantu namja itu berdiri. Namun sayang, Heechul sudah lebih dulu menyergah tangannya dengan sedikit kasar.
“Sepertinya, kau lebih baik jangan berdekatan dengan namja tak sopan seperti ini Nona.”
“Waeyo? Ini hidupku! Siapapun namja yang dekat denganku itu BUKAN URUSANMU TUAN KIM!”
“ITU URUSANKU!” Bentak Heechul dengan mata yang memerah.
“Kau selalu hanya menganggapku seorang supir! Tapi kau tak tau betapa aku muak dengan semua ini! Sejak tadi aku berusaha menahan semua rasa sakit ditubuhku karna aku kuatir padamu, tapi kau? Kau benar-benar tak pernah memikirkanku! Aku hanya ingin menjagamu, aku tak ingin kau tersakiti oleh siapapun LEE HIU HWI!” Terdengar suara Heechul mengeras dititik ini, membuat Hiu hwi maupun Kyuhyun sentak terkesiap mendengarnya. Hening! Untuk beberapa detik, semuanya terdengar hening. Sampai—
“Kau ... siapa kau sebenarnya?” tanya Kyuhyun seraya mendekap tubuh Hiu hwi dari arah belakang agar gadis itu tak terjatuh. Hiu hwi menitikan airmatanya, Kyuhyun benar-benar tak suka melihat itu. Sesungguhnya, gadis itu tak pernah dibentak siapapun seperti ini sebelumnya. Heechul bungkam! Kedua bola matanya tampak berkaca-kaca seraya menatapi Hiu hwi yang seakan begitu takut padanya sekarang.
‘Hiu hwi-ya....’
= TBC =
NEXT PART
“Cho Kyuhyun kau—kau—apa yang kau lakukan ini?”
“KENAPA KAU ADA DISINI?”
“Kau—” Hiu hwi sentak menitikan air matanya saat ia melihat dengan jelas pemandangan apa yang terjadi disini. Sakit? Sangat! Kyuhyun benar-benar telah menorehkan luka sebesar ini untuknya sekarang. Gdais itu benar-benar tak percaya jika hal seperti inilah yang Kyu lakukan selama ini!
===

Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
“Dasar anak muda zaman sekarang!” Ucap namja yang kini kembali membaringkan tubuhnya diranting besar pohon itu. YESUNG! Entah bagaimana, Hiu hwi dan Kyuhyun tak menyadari, jika ada orang lain di Taman belakang ruang ganti ini.
“Hombalahom ... balahom....” Yesung tampak mengumpati mantra-mantranya sebelum ia memajamkan mata untuk kembali tertidur.
This Story Original From @Jjea_

***
‘Aku bisa menahan diri untuk tidak menemuimu.
Aku bisa menahan diri untuk tidak mendengar suaramu.
Tetapi...,
Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak memikirkanmu....’
_“BAD BOY!”_ Part. 5
Reruntuhan daun-daun kering itu tampak mendarat dengan semampai, menembus sekat yang mengelilingi tiap sisi pepohanan hijau dengan segala keanggunannya. Apakah hidup mempunyai jeda melalui spasi? Membait beku dalam sepanjang musim yang terus berputar dengan ambigu. Angin tak ubahnya seperti debu, melayang dan memberikan gerak pasif pada pasir-pasir yang berseloroh diam; tak bergerak sebelumnya.
* When it all began ... U Love Me or not?*
“Huft...,” gadis berambut hitam kelat nan panjang ini tampak kembali menghela nafas. Sesekali ia sibuk menoleh kearah samping kantin ini, menatapi bagaimana proses angin-angin itu melayangkan daun kering yang berada di Taman samping Sekolah ini. Namun, sesekali juga ia malah sibuk mengarahkan kepalanya pada meja yang berada diujung sana. Entahlah, hari ini perasaannya sedikit tak karuan. Terkadang, ia malah tersenyum manis, tapi terkadang malah terdengar rutukan kecil dari bibirnya itu. Membosankan!
“Kau kenapa Hwi-ya? Kenapa ekspresimu berubah-ubah seperti itu?” tanya Yura seraya menopang tangan kanannya keatas meja. Hiu hwi menoleh sejenak, seolah malas untuk membalas perkataan gadis yang selalu mengikutinya ini.
“Aku sedang bingung dengan sikapnya,” balas Hiu hwi singkat. Tubuh Yura sentak terangkat sedikit dan menatapi Hiu hwi dengan seksama. Sepertinya, gadis itu kembali menoleh kearah meja yang dikelilingi banyak orang itu. Yah, siapa lagi yang dapat membuat Kantin Sekolah seramai ini, jika bukan karna adanya seorang Cho Kyuhyun.
“Memang kenapa dengan sikapnya?” tanya Yura lagi. Hiu hwi tersenyum, sepertinya tampak semakin lebar. Sudah beberapa puluh jam berlalu semenjak kejadian didalam ruang ganti itu, tapi tetap saja, Hiu hwi seolah masih sangat mengingat betul insiden apa yang terjadi disana. Menggelikan, Hiu hwi akan tersenyum setiap kali ia mengingat kejadian kemarin.
“Aaaaah...,” Hiu hwi kembali menutup wajahnya yang memerah, bahkan sekarang ia menangkupkan wajah cantiknya itu ke atas meja kantin. Yura mengenyit, ia merasa ada sesuatu yang tengah merasuki tubuh Hiu hwi saat ini.
“Ikan Hiu, kau baik-baik saja kan? Aku kuatir kau—”
“Kura-kura, apa kau pikir dia mencintaiku?” sela Hiu hwi cepat, membuat Yura sontak menghentikan laju kalimatnya dengan mulut menganga.
“Nuguya? Maksudmu Kyuhyun?” Yura ikut menolehkan pandangannya kearah Kyuhyun saat ini. Namja itu sepertinya tengah sibuk tersenyum menghadapi gadis-gadis disekelilingnya.
“Nde. Apa kau pikir dia mencintaiku?” Hiu hwi kembali tersenyum! Ia seolah tak perduli lagi bagaimana tingkah yeoja-yeoja labil yang tengah menggerubungi Kyu saat ini.
“Hummm..., Hiu hwi-ya. Coba kau dengarkan aku baik-baik, ne?” Yura berpindah posisi menghadap Hiu hwi dengan serius. Sepertinya, gadis itu akan memberikan petuah yang penting untuk Hiu hwi.
“Mwoya?”
“Sebagai seorang wanita, kau jangan terlalu percaya diri akan sikap manis semua pria yang ada disekitarmu,”
“Nde?”
“Banyak kasus dimana, seorang wanita terkadang begitu percaya diri jika namja yang ia sukai itu juga mencintainya. Kau jangan sampai salah paham terhadap sikap-sikap pria yang dapat membuatmu melambung jauh. Kau yang akan sakit hati, jika ternyata pria itu juga melakukan hal yang sama dengan yeoja lain. Kau mengerti maksudku kan?” Yura mendelik tajam, membuat Hiu hwi tampak berpikir. Sebenarnya, ia cukup mengerti dengan arah pembicaraan Yura saat ini. Yah, sikap Kyuhyun sangat amat sulit untuk ditebak. Sekalipun kejadian kemarin itu sangat manis, tapi bukankah itu mungkin saja ia lakukan pada yeoja lain?
“Kau benar. Huft...,” Hiu hwi tertunduk sejenak menatapi Jus Lemon dihadapannya. Ia tak boleh mengira lebih dulu, jika Kyuhyun juga menyukainya.
‘Tapi ... jika dia tidak menyukaiku, kenapa kemarin dia menciumku seperti itu? Apa memang seperti itulah caranya mencium yeoja?’
Hiu hwi kembali berpaling menatap Kyuhyun. Kini kedua matanya malah tertuju pada daun bibir Kyu! Sesuatu yang dapat membuat pikirannya kembali berputar pada kejadian kemarin. Tubuh gadis itu tampak memiring, menopangkan satu tangannya bersandar di pelipisnya. Kyuhyun tengah tersenyum bersama yeoja-yeoja itu. Menarik! Pemandangan ini begitu menarik dimata Hiu hwi, setiap lekuk apa yang ada diwajah dan tubuh namja itu selalu saja terlihat indah. Tak pernah tampak jelek, itulah sosok Cho Kyuhyun dimata Hiu hwi. Hingga—
DEG!
Kyuhyun sentak saja menolehkan pandangannya pada Hiu hwi, membuat kini keduanya kontan saling bertatapan tajam. Hiu hwi benar-benar tak menyadari, jika ia sudah cukup lama memandangi namja itu tanpa berkedip. Ini gila! Tubuh Hiu hwi tiba-tiba saja menegang saat tiba-tiba saja sorot mata Kyu menghunus tajam padanya, tanpa senyuman. Yah, seperti biasa saat Kyuhyun menatapnya. Entahlah, Kyuhyun sepertinya memang hobi sekali menatapinya dengan ekspresi lain seperti itu.
‘Ba-bagaimana ini?’
Hiu hwi tampak gelagapan! Ia tak tau harus bagaimana mengambil sikap sekarang. Mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun? Atau tetap saling menatap seperti ini dan berakibat jantungan mendadak?
‘Aniya!’
Hiu hwi sentak mengalihkan pandangannya kearah Yura. Pucat! Bahkan Hiu hwi merasa tubuhnya bergetar sekarang. Apakah seperti inilah jatuh cinta? Kenapa semua organnya mendadak berfungsi secara berlebihan?
“Yura-shi, kau tau bagaimana cara mengetahui seseorang menyukai kita?” tanya Hiu hwi seketika. Yura menyatukan alisnya terkejut!
“Nn-nde? Caranya? Hummm...,” Yura tampak menggaruk kepala belakangnya yang tak gatal. Jangankan memberi petuah cinta dalam hal yang seperti itu, Yura bahkan sebenarnya tak pernah menjalin hubungan cinta dengan siapapun.
“Hiu hwi-shi, perasaan orang itu sulit untuk ditebak. Jadi, kurasa hanya orang bersangkutan itulah yang mengetahuinya.” Jawab Yura sekenanya. Hiu hwi tampak menghela nafas, sepertinya Yura tidak tau jawaban dari pertanyaannya tadi.
“Hash, sudahlah. Ah ya, bukankah waktu itu kau pernah mengatakan jika namja itu—” Hiu hwi sentak menunjuk Yesung yang saat ini tengah memakan roti gandum ditangannya. Sesekali, tampak namja itu membaca sesuatu sebelum makan sepotong roti itu.
“Namja itu pernah mengatakan, jika dia meramalkanmu akan menjadi istrinya ditahun-tahun mendatang. Itu benar bukan?”
“Nde, dia pernah mengatakan itu padaku. Namja itu agak kurang waras, tsk!”
“Apa dia sudah lama menjadi paranormal seperti itu? Maksudku, apa ramalannya itu terkadang ada benarnya?”
“Mollaseo. Dia itu agak kurang jelas Hiu hwi-shi! Hidupnya bahkan selalu dikelilingi mantra-mantra dengan kalimat aneh. Lihatlah dia, aku berani bertaruh, jika sepotong roti itu baru akan habis 2 jam kemudian! Dia lebih lama membaca mantra daripada mengunyah.”
“Mwoya? Hahahahaha, dia benar-benar pria yang unik.”
“Eh?”
“Namanya Kim Jong Woon kan? Ani, maksudku Ye-sung?”
“Kenapa kau jadi menanyakannya terus Hiu hwi-shi? Kau tidak boleh berdekatan dengan namja Ab-normal sepertinya, itu berbahaya untuk kesehatan jiwa dan ragamu!” Ucap Yura sedikit dengan nada tinggi. Sepertinya, ekspresi yeoja ini berubah agak kesal sekarang.
“Memangnya kenapa? Ah, ada baiknya aku berbicara dengannya sebentar.”
“MWO? Kau—” belum sempat Yura hendak berteriak tidak setuju, Hiu hwi pun sudah lebih dulu berlari dan meluncur ketempat duduk Yesung. Hiu hwi tersenyum dan menggeserkan kursi tepat didepan Yesung tanpa permisi. Aneh, namja paranormal itu sepertinya hampir tersedak karna kehadirannya.
“Kau dukun Sekolah ini kan?” tanya Hiu hwi tanpa basa-basi, membuat Yesung menampakkan wajah muramnya sekarang. Dukun? Bukankah itu terdengar tidak menarik?
“Ak-aku bukan dukun!” Tandas Yesung memulai komat-kamit dibibirnya itu. Hiu hwi merasa ingin terbahak sekarang, namja dihadapannya ini sepertinya memang memiliki perangai aneh.
“Untuk apa kau mendatangiku Hiu hwi-shi? Untuk menanyakan soal namja?”
“Eh, kau tau darimana?”
“Dari dentuman langit yang mengelilingi kabut dalam auramu dengan segenap alang-alang yang terpatri didalam tubuhmu saat ini.”
“Ohk? Geurae ... geurae, terserahmu saja.” Balas Hiu hwi mengangguk-angguk untuk berpura-pura mengerti dengan apa yang dibicarakan Yesung padanya.
“Kau sepertinya sudah lama bergelut dalam dunia menyimpang seperti ini. Bahkan yang kudengar, kau sempat meramalkan jika Yura akan menjadi istrimu kelak. Kalau begitu, bisakah kau meramalkan tentang aku dan—dan—”
“Namja bermarga Cho itu?” tebak Yesung membuat Hiu hwi tertunduk malu sekarang.
“Hummm ... Apa kau tau, apa dia menyukaiku?”
“Kau ingin tau dia menyukaimu atau tidak?”
“Nde.”
“Caranya sangat mudah,”
“Benarkah? Memangnya bagaimana mengetahuinya?”
“Hummm..., kau ungkapkan saja perasaanmu padanya. Lalu, tunggu jawabannya apakah dia juga menyukaimu atau tidak.” Jawab Yesung polos, membuat Hiu hwi tampak melongo mendengarnya.
“MWORAGO? Yak! Ash—kau—itu sama saja dengan cara biasa. Huhh..., pantas saja Yura mengatakan jika kau namja Ab-Normal. Ya Tuhan...,”
“Si-siapa yang Ab-Normal Huh? Ckckckck! Kau benar-benar ingin tau dia menyukaimu atau tidak? Kalau begitu, bagaimana jika kita mulai sekarang?”
“Mulai apa? Mulai gila?”
“Ash, aku sedang serius. Kau ingin mengetahuinya kan? Jadi, kau harus menuruti perintahku!”
“Nde, terserahmu saja. Lalu, apa yang harus aku lakukan sekarang?”
“Angkat tanganmu setengah badan, cukup sebatas bahu seperti ini,” perintah Yesung mengangkat tangannya seperti apa yang ia bicarakan tadi. Hiu hwi tampak mengikutinya, membuat Yura mati frustasi melihat mereka.
“Lalu, gerakkan kepalamu kekanan dan kiri dengan membaca mantra ini ... Dodo dada doda dado secara berulang!”
“Nde? Ohk....” Jawab Hiu hwi seraya dengan polosnya menuruti perintah Yesung kali ini. Meja mereka sedikit menjadi pusat perhatian sekarang. Sungguh, menjadi tontonan gratis yang menggelikan.
“Yesung-shi, lalu apa lagi?” tanya Hiu hwi saat kini Yesung mulai berhenti dan menatapnya tajam. Sesungguhnya, tatapannya lebih tajam dari Kyuhyun.
“Kau diam saja dan lihat apakah dia menyukaimu setelah ini atau tidak,” Yesung tampak memegangi kedua bahu Hiu hwi dan menjulurkan kepalanya mendekat kearah gadis itu.
“Ingat! Ini hanya rencana kita. Jadi, kau diam saja dan jangan menganggap semua apa yang akan aku lakukan ini adalah hal yang serius, kau mengerti?” bisik Yesung, membuat Hiu hwi mengangguk-angguk bingung.
“Bagus, kita mulai. Kita lihat, siapa yang akan bereaksi lebih dulu.” Yesung tampak menyeringai dengan senyuman mengerikannya itu. Hiu hwi mendadak tegang, ia merasa tak tenang sekarang. Yah, terutama disaat ia menyadari jika Yesung tengah memiringkan kepala kearahnya. Seperti seseorang hendak—hendak—berciuman!
‘Apa yang akan dilakukan namja ini? Mati aku ... mati!’
Gumam Hiu hwi seraya menutup kedua matanya dengan erat, terutama disaat wajah Yesung sudah sangat amat dekat dengannya. Hiu hwi bahkan berani bertaruh, jika nafas namja ini semakin lama semakin menerpa kulit wajahnya dan itu berarti sebentar lagi mereka akan....
BRAAKKKK!
“Ikut aku!” Hentak seseorang seketika, membuat Hiu hwi membuka kedua matanya dengan lebar. Cho Kyuhyun! Terlihat, namja itu tampak sigap menarik pergelangan tangan Hiu hwi tepat disaat Yesung sedikit lagi menciumnya. Kursi yang tadi diduduki yeoja itu pun sentak terjatuh. Kyuhyun tak perduli, ia lebih sibuk menarik tangan Hiu hwi yang kini menganga bingung tak jelas.
“Cah, sudah kuduga.” Ucap Yesung seraya tersenyum lega. Sepertinya, ia belum sadar jika nyawanya juga terancam sekarang. Tampak kini Yura tengah berdiri tepat disampingnya seraya berdecak pinggang lengkap dengan ekspresi yang—errr—sangat mengerikan!
“Mmm-mwo?”
“KAU—” pekik Yura sembari menarik kerah baju Yesung dengan keras. Namja itu gelagapan, selalu seperti ini jika berhadapan dengan Yura.
“Kenapa kau mendekati Hiu hwi, huh? Kau sudah bosan hidup? Cukup dirimu saja yang menjadi manusia aneh disini, jangan mengajak sahabatku untuk menjadi manusia Ab-normal sepertimu!” Tuduh Yura mendelik tajam seraya mengguncang-guncangkan tubuh Yesung dengan keras.
“Yak! Mulai sekarang, jangan pernah mencoba untuk dekat dengan Hiu hwi lagi, aro? Jika tidak, aku akan—”
BRUUKKK!
Yura merasakan tubuhnya sentak terjatuh kedalam tubuh Yesung, saat tiba-tiba saja namja itu menarik tangan Yura yang berada dilehernya dengan sekali hentakan. Tangan kanan namja itu tampak mengalung dipinggang ramping Yura, seolah menahan agar gadis itu tak terjatuh.
“Kau mau apa, eh?” suara Yesung tampak terdengar berbeda saat ini. Yura mengerjap-ngerjap tak karuan, seperti orang bodoh. Gadis itu menyadari jika tak ada kecanggungan dan gelagat takut Yesung lagi padanya. Namja itu malah terlihat lebih COOL sekarang!
“Yura-shi, boleh aku bertanya padamu? Sebenarnya kau marah seperti ini karna apa? Karna kau kesal padaku atau karna kau cemburu pada kedekatanku dan Hiu hwi, eh?”
“Mmm-mwoya?”
“Sepertinya kau masih sulit untuk membedakan alasan sikapmu seperti ini, tsk!” Yesung sentak berdiri bersamaan tubuhnya juga ikut membenarkan posisi Yura sekarang. Gadis itu hanya dapat diam dengan kebingungan yang melandanya. Ini aneh! Entah kenapa Yura tak bisa berteriak dan membalas namja ini lagi seperti biasanya.
“Kau cantik!” Bisik Yesung sesaat sebelum ia berjalan melewati tubuh Yura yang masih membatu ditempat. Namja itu melenggang pergi dengan aura pesonanya yang cukup luar biasa.
“Ka-kau! Ash—dasar dukun Ab-normal!” Pekik Yura seraya menghentak-hentakkan kedua kakinya dengan kesal. Aniya, sepertinya lebih dari itu.
***
Disatu sisi, tampak kini Kyuhyun masih terus saja menarik tangan Hiu hwi untuk semakin dalam memasuki Taman belakang Sekolah ini. Hiu hwi tak dapat berkutik dan melakukan apapun sekarang, ia benar-benar merasakan kehangatan melalui telapak tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya dengan erat, sedikit menekan.
“Kau mau mengajakku kemana?” tanya Hiu hwi memberanikan diri untuk bersuara saat dirasanya tempat ini sudah lumayan sepi. Kyuhyun tak bergeming, rahangnya terlihat mengeras tak karuan.
“Kau ingin mengajakku ke Hutan terlarang?” Hiu hwi kembali bersuara. Gadis itu memang tak bisa diam, ia sejak tadi menggurutu tak karuan dibalik punggung Kyuhyun.
“Atau kau ingin mengajakku berkeliling Taman, menghitung daun-daun kering yang—” Hiu hwi sentak saja terdiam tatkala Kyuhyun tiba-tiba menghentikan langkahnya dititik ini. Namja itu seketika berbalik, menatap Hiu hwi dengan mata yang berkilat-kilat.
“KAU—” tandas Kyuhyun sedikit tertekan, seolah ia tengah menahan sesuatu yang membuncah dalam dadanya.
“Mwo? Aku? Aku ... kenapa?” tanya Hiu hwi polos. Kyuhyun tampak menghela nafasnya tak beraturan, mencoba untuk mengurangi kadar kekesalannya pada gadis ini. Sejujurnya, Hiu hwi sama sekali tampak bingung dengan tingkah yang ditunjukan Kyuhyun padanya sekarang. Ia benar-benar tak mengerti akan apa yang terjadi pada Kyuhyun saat ini. Tidak mungkinkan jika Kyuhyun tengah cemburu? Atau memang....
“Kembalikan kaos olahragaku!” Ucap Kyuhyun tanpa menatap Hiu hwi lagi sekarang.
“Nde?”
“Bukankah kemarin kau meminjam baju olahragaku, huh? Sekarang mana?”
“Mwo? Jadi kau menarikku sampai sejauh ini dan mengacaukan semua ritual kami hanya karna baju olahraga itu? Cah, ini—” Hiu hwi sentak mengambil sesuatu dalam tasnya dan menyodorkannya pada Kyuhyun.
“Bukankah kau bisa memintanya tanpa perlu menarikku seperti ini? Kenapa tadi tidak mengatakannya saat di Kantin saja? Ya Tuhan ... kukira apa!” Hiu hwi menggeleng-gelengkan kepalanya tak karuan. Sedangkan Kyuhyun? Namja itu hanya terpaku diam ditempat.
“Itu sesukaku!” Kyuhyun sentak mengambil kaos olahraganya dengan sedikit kasar. Namja itu seketika berjalan pergi untuk meninggalkan Hiu hwi sendiri disini.
“Dia itu namja yang benar-benar membuatku bingung dan kacau! Bahkan rumus Matematika dan teori Ekonomi sekalipun tak bisa memecahkannya. Ck!” Ucap Hiu hwi seraya melipat kedua tangannya didepan dada, menatapi punggung Kyuhyun yan perlahan-lahan menjauh darinya.
***
‘Jatuh cinta itu mudah,
Bagian tersulitnya adalah...
Menemukan orang yang tepat untuk dicintai....’
Langit siang ini tampak mulai semakin terik, seolah alam membiarkan sinar sang Surya itu menyengat dan membakar kulit untuk mengubah warna semulanya. Hiu hwi tak perduli akan sengat sinar itu, ia lebih sibuk menatapi jam tangan yang melingkar ditangannya sejak tadi. 15 menit! Yah, sudah selama itu ia berdiri didepan pagar Sekolah ini dengan bosan. Tempat ini sudah cukup sepi memang, hanya segelintir oranglah yang mungkin masih berada didalam.
“Kemana kau Ahjusshi Kim! Dasar menyebalkan!” Gerutu Hiu hwi yang entah untuk keberapa kalinya. Gadis itu kembali mendengus, menatapi bait jalanan yang tampak tak ada tanda-tanda mobil lewat untuk menuju kearahnya. Hiu hwi merunduk, kaki kanannya yang terbungkus sepatu itu terlihat berputar-putar memainkan kerikil batu. Ia benar-benar tampak bosan, apalagi ia baru menyadari jika ponsel kesayangannya tak mempunyai nyawa untuk hidup. Sungguh, ia lupa untuk mengisi baterai ponselnya itu semalam.
“Huhhh...,” seseorang tampak menghela nafas panjang disamping Hiu hwi. Sekalipun tak terlalu dekat, tapi posisi mereka cukup sejajar sekarang. Hiu hwi sontak menoleh, menatapi seorang namja yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tengah berdiri tak jauh darinya saat ini.
‘Omo! Kyuhyun Oppa!’
Gumam Hiu hwi yang tak selalu berhasil menutupi senyumnya ketika melihat wajah teduh namja itu. Teduh? Kyuhyun bahkan menunjukan raut datarnya sekarang.
“Oppa..., ingin pulang?” pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibir Hiu hwi. Kyuhyun seketika menoleh menatapnya dengan senyuman sinis. Sadarkah Hiu hwi, jika ia pernah bertanya seperti ini sebelumnya pada Kyuhyun.
“Tentu saja aku ingin pulang, kau pikir aku akan menginap di Sekolah ini eoh?” jawaban yang terlontar dari Kyu kali ini sentak saja membuat Hiu hwi tersadar. Yah, dia sepertinya memang pernah menanyakan pertanyaan bodoh ini pada Kyu.
“Ohk? Geurae,” balas Hiu hwi seraya merutuki dirinya sendiri. Gadis itu tampak kembali merunduk, membiarkan angin menerpa sebagian rambut bagian depannya.
“Jemputanku belum datang sampai sekarang, aku jadi tidak bisa pulang,” ucap Hiu hwi, membuat Kyuhyun menoleh kearahnya.
“Lalu? Apa kau pikir itu urusanku?”
GLEK!
Hiu hwi seakan terbungkam dengan balasan Kyuhyun saat ini. Gadis itu bahkan nyaris tersedak akibat sahutan yang sebenarnya tak diinginkannya itu.
“Ka-kau tidak kasihan padaku?”
“Kasihan? Memangnya kau ingin dikasihani, eng? Bukankah kau mempunyai namja Paranormal-mu itu? Ah..., atau bocah gila pemilik Yayasan ini?”
“Apa yang kau katakan Oppa? Mereka itu hanya—hanya—Fans!”
“Mwo?”
“Kau pikir hanya kau yang memiliki fans, eh? Aku juga!” Sahut Hiu hwi dengan senyuman menantangnya.
“Cih, ya sudah kalau begitu. Kau telpon saja mereka untuk mengantarmu pulang!” Kyuhyun sentak bersungut dan menggerakkan kakinya menjauh dari Hiu hwi. Gadis itu tampak masih bingung, apa dia salah lagi?
“Kyuhyun Oppa kau mau pulang sekarang? Kau tidak ingin menemaniku lebih dulu disini? Yak! Bagaimana jika aku diculik? Aku masih belum hafal jalan kota Seoul ini.” Teriak Hiu hwi yang membuat Kyuhyun sontak menghentikan langkahnya dan kembali berbalik.
“Itu bukan urusanku Nona muda. Jika kau memang diculik, itu juga tidak merugikan kehidupanku. Jadi, selamat tinggal.” Kyuhyun tersenyum kearah Hiu hwi yang menatapinya dengan tidak percaya. Namja ini terkadang benar-benar membuatnya kesal!
“Omo! Kenapa aku sampai bisa sangat menyukai namja seperti itu! Ish...,” Hiu hwi mengumpat-umpat tak karuan seraya menatapi punggung Kyuhyun yang tampak bergerak menjauhinya. Sungguh, namja itu benar-benar tega!
‘Huhhh..., apa yang harus aku lakukan sekarang? Ahjusshi Kim, kau dimana?’
***
Sudah hampir 20 menit berlalu, tapi tetap seolah tak ada yang berubah disini. Hiu hwi masih terlihat diam didepan gerbang Sekolah dengan ekspresi kacau, takut dan kesal. Semuanya berkumpul membentuk sebuah rasa yang memang sangat sulit untuk diungkapkan. Tak biasa-biasanya Supir tampannya itu terlambat seperti ini menjemputnya. Entahlah, Hiu hwi ikut merasakan petanda tak enak sekarang.
“Noona?” panggil seseorang membuat Hiu hwi sentak saja mendongak. Tampak seorang namja dengan sepedanya tengah tersenyum lebar kearahnya.
“Kau—”
“Kenapa Noona masih ada disini?” namja itu tampak menatapi jam tangannya dan menggeleng-geleng kuatir. Hiu hwi kembali merunduk, duduk berjongkok layaknya seseorang yang tersesat.
“Mana jemputanmu Noona?”
“Itu bukan urusanmu Khazuma Tetsuya! Jika kau mau lewat, kau lewat saja. Tidak usah memperdulikanku!”
“Mana mungkin itu bukan urusanku Noona? Aku sudah mengungkapkan perasaanku padamu, jadi itu adalah urusanku!” Hiu hwi tampak melongo mendengar tuturan dari namja Jepang ini. Apa hubungannya ungkapan perasaan dengan semua ini? Pikiran Hiu hwi nampak semakin kacau sekarang.
“Jja, biar aku yang mengantar Noona pulang. Ini sudah siang, Noona pasti belum makan.”
“Mengantarku?”
“Nde, dengan sepeda ini. Bukankah itu romantis? Seperti di Drama-drama itu.” Balas Khazuma dengan mengedipkan sebelah matanya pada Hiu hwi, bermaksud untuk menggoda.
“Romantis kau bilang? Dengan jarak yang cukup jauh darisini menggunakan sepeda, kau pikir itu romantis? Cah, itu malah akan membuat punggungku retak!”
“Hahaha, rumahku didekat sini Noona. Jadi, kita pergi ke tempatku dulu dan baru aku mengantarmu pulang dengan motor besarku.”
“Aku tidak mau!”
“Ayolah, Noona mau bermalam didepan gerbang seperti ini? Kata orang, tempat ini lumayan memiliki banyak kisah mistis-nya. Apa Noona tidak takut?”
“Mwo? Kisah mistis?”
“Nde, banyak suara-suara aneh yang sering terdengar disini. Menurut sejarah Sekolah yang kudengar, dulu ada siswi yang pernah gantung diri didepan gerbang ini.
“Ji-jinchayo?”
“Ohk, bahkan katanya juga ada setan gayung dan semacam hantu beranak dalam kubur Noona.”
“Yak! Kau ingin membohongiku, huh?”
“Aku tidak berbohong. Ah, cepatlah naik Noona!” Khazuma sentak turun dari sepedanya dan menarik Hiu hwi untuk berdiri. Gadis itu sudah terlalu lemas untuk menolak.
“Lalu aku duduk dimana?” tanya Hiu hwi menatapi sepeda mewah Khazuma yang memang tak memiliki bangku untuk satu orang lagi dibelakangnya.
“Noona duduk didepan sini. Itu juga agar aku bisa memeluk dan menjagamu sepanjang perjalanan.”
“Mwo? Duduk didepan? ANDWE!” Tolak Hiu hwi seketika. Khazuma membulatkan bibirnya kesal, yeoja ini memang sangat sulit ditaklukan.
“Ayo cepatlah, nanti Noona bisa mati kelaparan.” Khazuma tak kehilangan akal. Dengan sedikit memaksa, namja ini pun kembali menarik tubuh Hiu hwi untuk ia tempatkan disanggahan sepeda depannya.
“ANDWE! Yak! Khazuma jangan menyentuh secuil pun tubuhku! Kau mau mati, huh?”
“Siapa yang mau mati Noona? Aku belum menikah, yang aku mau sekarang kau diam dan duduklah seperti seorang yeoja yang benar.”
“Aku tidak mau!” Pekik Hiu hwi saat seketika Khazuma memeluk tubuhnya dengan satu tangan untuk memaksanya duduk disepedanya itu.
“Yak! Khazuma singkirkan tanganmu!”
“Aku akan menyingkirkannya, jika Noona diam. Atau Noona mau ku cium lagi biar tutup mulut, eh?”
“Eh? Kkk-kau!” Hiu hwi mulai kembali bersemangat memberontak lagi. Sungguh, wajah Jepang namja itu terlihat mesum sekarang. Mengerikan!
“Noona sepertinya memang lebih ingin kucium, makanya tidak mau diam.” Khazuma tertawa sekilas lalu berusaha untuk mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi yang kini hanya dapat menghentak-hentakkan kedua kakinya sebagai tanda pemberontakan. Sampai—
BRUUUKKK!
Tampak sepeda buatan langsung dari Spanyol itu terjatuh seketika, lengkap dengan sang pemiliknya yang kini terlihat tertidur di tanah dengan posisi miring. Khazuma meringis ngilu saat ia merasakan tubuh dan kakinya seakan tertimpa berat sepedanya itu. Yah, hanya dia yang terjatuh, sedangkan Hiu hwi sama sekali tidak. Yeoja itu memang sentak ditarik oleh seseorang hingga ia tak ikut terjatuh dan tetap berdiri dengan eloknya ditempat ini. Seseorang? Yah, Hiu hwi bahkan merasakan tubuhnya didekap seseorang dari arah belakang sekarang.
Jantung yeoja itu seakan terpompa cepat, ia kenal betul tubuh dengan aroma seperti ini. Sebenarnya, sepeda itu tak akan terjatuh, jika bukan orang ini yang menendangnya.
“Aku sudah mengatakan padamu sejak pertama kali kita bertemu bocah tengik, jangan pernah menyentuh gadis ini,” ucap orang itu membuat Hiu hwi tercenang.
“Kyuhyun Oppa…,”
“Dasar idiot!” Bisik Kyu tepat ditelinga Hiu hwi, membuat bulu roma gadis itu meninggi.
“Yak! Kau lagi! Ya Tuhan … ash, kenapa kau menendang sepedaku dan membuatku jatuh seperti ini, eh? Ini kekerasan, aku bisa melaporkanmu dalam kasus perlindungan anak.” Ucap Khazuma dengan raut kesal stadium akhirnya. Kyuhyun tertawa sinis, ia benar-benar tak suka dengan namja Jepang ini dari awal.
“Tadi aku tidak sengaja anak kecil. Jja, berdirilah.” Balas Kyu seraya menjulurkan kaki kanannya untuk berniat membantu Khazuma berdiri. Hiu hwi sentak menoleh kearah Kyu. Ia benar-benar tak percaya Kyu malah menjulurkan kakinya bukan tangannya untuk membantu Khazuma? Lucu? Tidak bagi Khazuma yang malah semakin memasang wajah tak bersahabatnya.
“Yak! Cho Kyuhyun-shi, aku benar-benar akan membunuhmu setelah ini!”
“Membunuhku? Pakai apa? Pistol air? Picau? Atau malah gelgaji? Owh…, kalau begitu aku takut,” ejek Kyuhyun membuat Hiu hwi hampir saja tertawa mendengarnya. Entahlah, Kyuhyun saat ini tak sadar, jika ia juga menampakkan sifat kekanak-kanakannya itu.
“Tetsuya-shi, kau tidak apa-apa?” tanya Hiu hwi hendak membantu Khazuma berdiri.
“Noona…,”
“Kita pulang gadis idiot!” Ucap Kyu sembari memindahkan tangannya untuk saling bertaut dengan jari jemari Hiu hwi. Namja itu berbalik, membuat otomatis tubuh Hiu hwi juga berbalik. Khazuma mendengus, ingin sekali ia memukul namja bernama Cho Kyuhyun itu suatu saat nanti.
“Sialan!” Umpatnya seraya tanpa sadar menendang sepeda yang masih tergeletak dibawah kakinya itu.
“AW…!” Pekik Khazuma frustasi.
***
Ditempat lain, tampak kini Kyuhyun masih menggenggam tangan Hiu hwi untuk berjalan dibelakangnya. Ada sedikit kecanggungan diantara mereka, terutama Kyuhyun terus saja berjalan dengan langkah lebar seolah tak perduli Hiu hwi yang tengah mengatur nafas karnanya.
“Oppa, changkaman,” ucap Hiu hwi membuat Kyuhyun menghentikan langkahnya seketika.
“Mwo?”
“Aniyo, tapi … kenapa kau masih ada disini? Maksudku, bukankah tadi kau sudah pulang?” tanya Hiu hwi hati-hati. Sungguh, ia sangat penasaran dengan jawaban Kyuhyun saat ini. Mungkinkah tadi Kyuhyun kembali berbalik? Atau memang sebenarnya Kyuhyun tak pulang dan bersembunyi? Sepertinya, Kyu memang melakukan pilihan yang kedua. Ia memang sebenarnya tak pulang, namja itu berdiri dan bersandar disebuah pohon untuk menemani gadis itu dalam mata pandangannya sendiri.
“Tadi ada barangku yang tertinggal didalam Sekolah,” jawab Kyuhyun membuat Hiu hwi ber ‘O’ ria. Gadis itu mengangguk-angguk seraya menatapi kedua tangan mereka yang masih bertaut erat.
“Dimana rumahmu?”
“Nde? Humm…, sebenarnya masih cukup jauh darisini Oppa.”
“Biar kuantar,”
“Tapi—”
“Diam atau aku akan berubah pikiran?”
“Baiklah.” Sahut Hiu hwi seketika bungkam. Gadis itu tampak tersenyum, ia benar-benar senang saat Kyuhyun menggenggam tangannya seperti ini.
Keduanya tampak berdiri dipinggir jalan, mungkin bermaksud untuk menghadang sebuah taksi. Yah, selama ini Kyuhyun memang tak pernah terlihat memakai mobil, motor atau kendaraan lain seperti temannya.
“Masuklah.” Ajak Kyuhyun seraya masuk kedalam sebuah taksi tanpa membuka pintu mobil untuk Hiu hwi lebih dulu. Gadis itu tersenyum kecil, ia benar-benar tak akan lagi mengharapkan perlakuan romantis dari Kyuhyun.
***
Tak ada yang berbicara selama perjalanan menuju kediaman besar keluarga Lee ini, Kyuhyun lebih sibuk menakan tombol PSP-nya, sedangkan Hiu hwi sibuk mengurusi detak jantungnya yang terus terpompa lebih kencang. Hening! Hanya suara klakson mobil dan beberapa gas kendaraan inilah yang terdengar selama perjalanan mereka.
“Ahjusshi, kau bisa berhenti disini saja.” Ucap Hiu hwi sesaat setelah mereka sampai disebuah rumah yang berorientasi dengan cat putih itu. Tenang! Kata inilah yang tepat menggambarkan suasana tempat ini. Banyak pepohonan rindang yang mengelilingi rumah satu tingkat ini. Cukup besar, dan benar-benar tampak elegant.
“Jadi ini rumah anak Pemilik Kepala Yayasan?” tanya Kyu membuat Hiu hwi sentak menoleh ke arahnya.
“Ini rumah kami sebelum Eomma-ku meninggal. Aku lahir ditempat ini dan juga melihat Ibu-ku meninggal ditempat ini,” Hiu hwi sentak membuka pintu Taksi itu dan keluar. Ekspresinya cukup menyedihkan ketika ia menggumamkan nama kedua orang tuanya. Tanpa pikir panjang, Kyuhyun pun ikut keluar dan berdiri tegak disamping Hiu hwi.
“Hummm..., aku ingin tinggal disini saat aku menikah kelak.” Ucapan Hiu hwi kali ini sontak saja membuat Kyuhyun menoleh cepat ke arahnya.
“Hahaha, menikah? Memang kau pikir ada pria bodoh yang akan menikahimu?”
“Jika memang tidak ada pria bodoh yang akan menikahiku, aku ingin pria pintar saja sepertimu untuk menikah denganku,” celetuk Hiu hwi membuat Kyuhyun kembali menatapnya tajam seperti biasa. Hiu hwi merunduk, ia benar-benar tak sadar telah mengatakan kalimat memalukan seperti tadi.
“Hummm..., gomawo Kyuhyun Oppa,”
“Gomawo? Kau pikir aku mengantarmu dengan gratis?”
“Nnn-nde?” Hiu hwi sentak tergagap saat tiba-tiba saja Kyuhyun tersenyum misterius ke arahnya.
“Lalu, apa kau menginginkan sesuatu? Apa? Kau ingin aku membuatkan minum dan—”
“Geurae, minum air mineral dengan rasa yang berbeda lagi,”
“Mmm-mwo?”
“Eunghh...,” Kyuhyun menggerakkan kakinya mendekat kearah Hiu hwi, membuat gadis itu reflek untuk mundur.
“Boleh aku—”
CUP!
Belum selesai Kyuhyun meneruskan perkataannya itu, Hiu hwi telah lebih dulu memotongnya dengan kecupan singkat tepat dipipi kanan Kyu. Namja itu terdiam, cukup terkeut dengan tindakan gadis dihadapannya ini.
“Aku—aku—gomawo—” ucap Hiu hwi seraya berbalik kearah samping dan berlari untuk berjalan menuju pintu rumahnya. Kyuhyun tertegun, tangan kanannya terangkat menyentuh pipinya yang masih basah akibat ulah daun bibir gadis itu.
“Sampai bertemu besok Tuan Cho,” ucap Hiu hwi dengan lambaian tangannya kearah Kyu. Namja itu sebenarnya ingin tersenyum mendapati tingkah konyol Hiu hwi, tapi ia tahan. Ia tak ingin kharisma dinginnya itu luntur begitu saja. Hingga akhirnya, namja itu pun hendak berbalik tepat disaat ia melihat sebuah taksi tiba-tiba saja berhenti dengan cepat tak jauh darinya. Sepertinya, Taksi itu memang berada dalam kecepatan maksimum.
“Eh?” Kedua mata Hiu hwi membesar saat ia melihat seorang namja yang keluar dari Taksi itu dengan raut pucat, panik dan seolah ketakutan. Kim Heechul, namja itu dengan cepat berlari kearah Hiu hwi seakan tak menyadari lagi alam sekitarnya.
“Ohk? Ahjusshi Kim, kau kenap—”
“Hiu hwi-ya, gwenchanayo? Kau baik-baik saja, eoh? Tidak terjadi sesuatu padamu kan? Kau—tubuhmu tak ada yang kurang sedikitpun, ne?” Hiu hwi mengerjap-ngerjap saat ia mendengar cerocosan semua pertanyaan Heechul itu dengan satu tarikan nafas. Namja ini sepertinya benar-benar terlihat kuatir padanya.
“Aku tidak apa-apa, sebenar—”
“Syukurlah...,” sela Heechul lagi seraya menghembuskan nafas leganya dan memeluk Hiu hwi dengan cepat. Kyuhyun masih mematung ditempat, menatapi kedua orang yang tengah berdekapan erat tepat didepan kedua matanya itu.
“Eh, Ahjusshi Kim kau ini kenapa?”
“Eoh? Ah, maaf Nona. Aku—tadi aku hanya kuatir padamu. Aku benar-benar minta maaf karna terlambat menjemputmu. Ban mobil tiba-tiba saja pecah ditengah jalan, aku sudah berusaha untuk menghubungimu, tapi Ponselmu tidak aktif. Untuk itulah, aku berlari ke Sekolahmu, tapi ternyata Nona sudah pulang.”
“MWO? Kau berlari menuju ke Sekolahku? Mianhada, aku lupa memberitahumu, ponselku juga mati.”
“Tidak Nona, akulah yang salah.”
“Sudahlah, lagipula aku sudah pulang dengan selamat. Tadi aku diantar pulang oleh—” Hiu hwi sentak menghentikan kelimatnya saat ia sadar dengan apa yang telah ia ucapkan ini. Heechul pasti akan marah jika tau ia bersama seorang namja dan itu—
“Dia ... apa dia yang mengantar Nona pulang?” tunjuk Heechul yang sentak saja mengubah ekspresinya menjadi amat dingin. Hiu hwi menekuk wajahnya, ia sedikit takut jika sudah seperti ini.
“Ah, gomawo Tuan sudah mengantar Nona mudaku pulang.” Lanjut Heechul membungkuk membuat Hiu hwi sedikit terkejut.
“Kau supir Hiu hwi? Benarkah? Haha, aku sedikit tidak percaya.” Sahut Kyu membuat Heechul sentak menatapnya dengan picingan tajam. Siapapun memang akan curiga dengan tingkah Heechul yang menurut Kyuhyun terlalu berlebihan pada Hiu hwi.
“Ahjusshi Kim dia—”
“Siapa namamu?” tanya Heechul seraya berbalik dan sedikit ingin menghampiri Kyuhyun.
“Untuk apa kau tau namaku? Bukankah itu bukan urusanmu?” Kyuhyun tampak membalasnya dengan tak kalah sengit, Ia baru tau jika supir pribadi Hiu hwi setampan ini!
“Apa yang menjadi urusan Nona Lee akan menjadi urusanku,”
“Benarkah? Tapi setauku, soerang Supir tak mempunyai urusan apapun dengan majikannya kecuali urusan kerja. Ck, meragukan!” Kyuhyun menggelengkan kepalanya bermaksud untuk meremehkan Heechul. Namja itu pun hendak berbalik untuk pergi, tapi seketika—
“Yak! Aku bertanya siapa namamu? Setidaknya orang yang menjadi teman Nona Lee harus mengetahui sedikit tata krama!”
“Aku bukan temannya. Cah, namaku Kyuhyun ... CHO KYUHYUN!”
“Mwo? Cho Kyuhyun?” Heechul sentak merubah kembali ekspresinya semakin tak suka. Ia ingat betul nama ini! Sebuah nama yang waktu itu membuat ia dan Nona besarnya itu bertengkar. Kedua namja ini saling bertatapan sengit dan mematikan satu sama lain.
“Jadi kau—namja yang telah dengan beraninya mengundang Nona Lee ke Apartmentmu itu? Kau sudah melakukan apa saja padanya, eh?”
“Ahjusshi Kim, kau ini bicara apa?”
“Apa yang kulakukan padanya bukan urusanmu!” Tantang Kyuhyun, membuat seketika Heechul mendorong tubuhnya terjatuh keatas dedaunan kering itu. Hiu hwi terkesiap, Heechul memang tak akan pernah bisa meredam emosinya jika sudah menyangkut teman namjanya seperti ini.
“Omo! Yak! Apa yang kau lakukan?” hentak Hiu hwi seraya hendak menghampiri Kyu dan berniat membantu namja itu berdiri. Namun sayang, Heechul sudah lebih dulu menyergah tangannya dengan sedikit kasar.
“Sepertinya, kau lebih baik jangan berdekatan dengan namja tak sopan seperti ini Nona.”
“Waeyo? Ini hidupku! Siapapun namja yang dekat denganku itu BUKAN URUSANMU TUAN KIM!”
“ITU URUSANKU!” Bentak Heechul dengan mata yang memerah.
“Kau selalu hanya menganggapku seorang supir! Tapi kau tak tau betapa aku muak dengan semua ini! Sejak tadi aku berusaha menahan semua rasa sakit ditubuhku karna aku kuatir padamu, tapi kau? Kau benar-benar tak pernah memikirkanku! Aku hanya ingin menjagamu, aku tak ingin kau tersakiti oleh siapapun LEE HIU HWI!” Terdengar suara Heechul mengeras dititik ini, membuat Hiu hwi maupun Kyuhyun sentak terkesiap mendengarnya. Hening! Untuk beberapa detik, semuanya terdengar hening. Sampai—
“Kau ... siapa kau sebenarnya?” tanya Kyuhyun seraya mendekap tubuh Hiu hwi dari arah belakang agar gadis itu tak terjatuh. Hiu hwi menitikan airmatanya, Kyuhyun benar-benar tak suka melihat itu. Sesungguhnya, gadis itu tak pernah dibentak siapapun seperti ini sebelumnya. Heechul bungkam! Kedua bola matanya tampak berkaca-kaca seraya menatapi Hiu hwi yang seakan begitu takut padanya sekarang.
‘Hiu hwi-ya....’
= TBC =
NEXT PART
“Cho Kyuhyun kau—kau—apa yang kau lakukan ini?”
“KENAPA KAU ADA DISINI?”
“Kau—” Hiu hwi sentak menitikan air matanya saat ia melihat dengan jelas pemandangan apa yang terjadi disini. Sakit? Sangat! Kyuhyun benar-benar telah menorehkan luka sebesar ini untuknya sekarang. Gdais itu benar-benar tak percaya jika hal seperti inilah yang Kyu lakukan selama ini!
===

Tidak ada komentar:
Posting Komentar