Rabu, 01 Oktober 2014

“ ITS OVER!” PART. 4 [Kyu-Hwi Private]

“ ITS OVER!” PART. 4 [Kyu-Hwi Private]


Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                         : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Romance
This Story Original From @Jjea_


***


“Tidurlah...” ucap Kyu seraya berjalan mundur dan masuk kekamarnya. Tubuh namja itu bergetar, sepertinya ia juga menahan sebuah perasaan yang sulit ia ungkapkan sendiri. Hiu hwi tak habis pikir dengan dendam Kyu itu. Yah, terkadang ia bertanya-tanya mengapa Kyu sampai sangat membenci Changmin separah ini? Mungkinkah ada sebuah kisah masa lalu yang menyakitkan diantara mereka?


‘Salah satu alasan mengapa kau tidak pernah menemukan cinta sejati adalah...
Karena kau terkadang terlalu sibuk mengejar orang yang tidak mencintaimu....’




_“ ITS OVER!”_




              Awan itu mengambang, laksana seperti batu karang yang mengeluarkan asap dalam genangan air dan uap diatasnya. Gerak-geriknya mulai perlahan luruh, layaknya bukit-bukit melelah dengan letupan-letupannya bersama angin. Kebahagiaan itu sebenarnya begitu sederahana... asal para anak manusia dibumi ini memahami, bagaimana caranya memberi sebuah cinta yang tulus.


* When it all began, Why? *


              Gumpalan asap susu hangat tampak mengumpul seperti biasa ditangkupan kedua tangan yeoja ini, menyalurkan bias kehangatan yang memang sedikit diidam-idamkan oleh tubuhnya yang tampak menggigil. Pagi ini memang terlihat berbeda dari biasanya, langit terlihat mencekam seiring dengan gerakan rintik-rintik hujan diatas sana.

BRUUKKK

              Hiu hwi sentak menoleh kearah pintu kamar utama yang tertutup nyaring, melirik singkat seorang namja yang tampak sudah rapi dengan pakaian dan beberapa aksesoris yang ia pakai. Kyuhyun... tak biasa-biasanya ia bangun sepagi ini dan bergegas hendak keluar. Hiu hwi merunduk, masih diingatnya dengan jelas apa yang terjadi tadi malam. Dimana gadis itu harus tidur disofa luar hanya dengan berpakaian jas hitam Kyuhyun yang ia berikan semalam.
              Aneh! Sepertinya tingkah Kyu dan raut ekspresi namja itu tampak tak seperti biasanya pagi ini. Apa dia masih marah? Hiu hwi mulai mencari ancang-ancang yang benar untuk menyapa Kyuhyun yang seolah masih sibuk memeriksa sesuatu dari dalam tasnya itu.
              ‘Hhhh... apa yang harus aku katakan padanya? Menyuruhnya sarapan lebih dulu atau—Ash.. kenapa rasanya sulit sekali...’
              Gumam Hiu hwi seraya memainkan gelas susu dihadapannya. Yah, bagaimanapun juga kondisi hubungan mereka sekarang, Hiu hwi tetaplah seorang istri yang harus melayani suaminya sekalipun mereka sedang dalam kondisi buruk.
               Hiu hwi menghela, rasanya sulit sekali untuk menurunkan gengsi dan harga dirinya demi Kyuhyun. Sekalipun ia tak salah, Hiu hwi sudah sadar bagaimana posisinya yang tak mungkin menang dari namja itu.
               “Kyuhyun-ah..” setelah mengumpulkan keberaniannya, Hiu hwi sontak bersuara untuk berbalik menghadap Kyu. Namja itu mendongak singkat! Entahlah, raut wajah Kyu terlihat berbeda dari biasanya ketika menatap Hiu hwi. Yah, seolah malas dan muak.
               “Hummm... kau ingin aku buatkan susu hangat dan roti bakar? Aku—” perkataan Hiu hwi tercekat saat kini Kyuhyun seolah tak memperdulikan perkataannya. Namja itu lebih sibuk merekatkan kembali jaket yang ia pakai, lalu memasang sebuah headshet. Hiu hwi terdiam! Apa-apan namja itu? Kenapa dia seolah tak ingin mendengar suara Hiu hwi?
               “Kyu, aku...” Hiu hwi bermaksud untuk hendak mendekati tempat Kyuhyun berdiri sekarang. Namun sayang, namja itu kini malah berbalik memunggunginya dan berjalan untuk berniat keluar rumah. Hiu hwi kembali mematung, menatapi punggung Kyu yang kini mulai lenyap dibalik pintu. Jelas sekali jika sekarang Kyu seakan tengah mengacuhkan dan menghindari Hiu hwi. Ada apa? Apa hanya karna semalam dia bersama Changmin?
               “Ya Tuhan... memangnya apa salahku? Harusnya aku yang bersikap seperti itu padanya, lalu kenapa ini dia yang sepertinya muak melihatku?” dengus Hiu hwi tak percaya. Ia semakin bingung saja menyadari tingkah Kyu yang benar-benar sulit ditebak ini. Terkadang Kyuhyun memang benar-benar begitu kekanak-kanakan bagi Hiu hwi.


***


               Masa lalu.... Menurut beberapa orang, tak baik jika menoleh kembali kebelakang, apalagi mengingat semua yang telah usai. Namun, bagi beberapa orang lagi, masa lalu adalah sesuatu hal yang penting. Dimana masa lalu, terkadang membuat semua orang ingin kembali kesana. Namun tak sama halnya dengan Kyuhyun... jika disuruh memilih, ia lebih baik tak usah mengingat masa lalunya lagi.
               Ini sudah ke-3 harinya Kyuhyun merubah sikapnya secara drastis dimata Hiu hwi, tepatnya setelah pesta waktu itu. Entahlah... apa yang terjadi dengan Kyuhyun sebenarnya. Mungkin bagi Hiu hwi, beberapa hari terakhir ini hidupnya cukup menyenangkan. Bagaimana tidak? Akhir-akhir ini tak ada lagi yang mengganggunya seperti biasa, tak ada lagi yang mengajaknya bertengkar, tak ada lagi yang membuat kesal, dan emosi. Yah, Kyuhyun tak pernah lagi bersikap yang terkadang membuat Hiu hwi tampak takut padanya. Tak ada lagi!
               Namun aneh! Hiu hwi malah merasakan ada sesuatu yang janggal pada hidupnya sekarang. Entah apa itu, tapi yang jelas hidupnya berubah membosankan dan tak menyenangkan. Sekalipun ia berbuat sesuatu, tetap saja perhatiannya terkadang tertuju pada Kyuhyun. Rasa kuatir dan gamam itu terus menghantuinya disaat Kyu tak ada dirumah. Namja itu akhir-akhir ini lebih sering pulang larut, bahkan terkadang tak pulang. Hiu hwi tak banyak perduli apa perasaan yang tengah menghinggapinya ini, tapi yang jelas ia tak bisa tak perduli pada Kyu. Dan lihatlah sekarang... kini Hiu hwi melakukan pekerjaan yang dulu tak pernah ingin ia lakukan. Menunggu Kyuhyun pulang!
               “Kyu... kau sudah pulang?” tanya Hiu hwi sontak berdiri, tatkala ia melihat Kyuhyun berjalan kearahnya, bukan kearahnya, tapi kearah pintu masuk.
               “Aku akan membuatkanmu air hangat, sepertinya kau—”

BRAKKKKK

               Kyuhyun dengan cepat menutup pintu itu dengan keras. Hiu hwi mematung! Sungguh, ia benar-benar sudah tak tahan lagi dengan sikap namja ini. TIDAK! Ia tak tahan lagi...
                “YA! Cho Kyuhyun... sebenarnya apa salahku huh? Kenapa kau bersikap seolah-olah aku telah melakukan kesalahan yang sangat besar. Kau pikir aku tidak lelah? Setiap hari aku selalu berusaha untuk berbicara padamu, tapi kau hanya diam seolah aku berbicara dengan orang bisu yang sangat membenciku!” Kyuhyun sepertinya tak menanggapi perkataan Hiu hwi lagi. Namja itu terlihat lebih sibuk menegak air dingin dari dalam kulkas dihadapannya.
                “Huhhh... jika aku memang memiliki salah padamu, aku minta maaf. Tapi kau tak perlu bersikap seperti ini, itu sama saja membuatku merasa serba salah,” Hiu hwi menuntun kedua tangannya untuk saling menggenggam dan bertautan dengan gemetar sekarang.
                “Baiklah... baiklah jika kau memang ingin seperti ini. Toh, aku tidak perduli denganmu.  Besok, aku sudah mulai bekerja lagi. Mungkin aku juga akan sibuk, ada baiknya memang seperti ini.” Perkataan Hiu hwi kali ini cukup sukses membuat rahang Kyu mengeras, tangan kanannya yang tadi menggenggam gelas dingin itu kontan saja mengeras.
                 “Terserah kau saja, lakukan apapun yang kau mau.” Balas Kyu dengan mata yang memerah. Tubuhnya memang memunggungi Hiu hwi, hingga gadis itu tak tau bagaimana ekspresi Kyu saat ini.
                 “Nde? Melakukan apapun yang aku mau? Apa aku tak salah dengar Tuan Cho? Huhh... kalau begitu, bagaimana jika aku ingin melakukan sesuatu hal untuk langsung memutuskan semua ini? Mungkin—perceraian?” Kyu kembali menahan nafas untuk tidak berbalik dan memukul gadis ini. Perceraian katanya? Apa dia lupa jika Kyu sangat membenci kata itu?
                 “Bagaimana? Terserahku kan? Kalau begitu, pikirkan ini baik-baik dan besok putuskanlah.” Ucap Hiu hwi seraya berjalan dengan langkahnya yang benar-benar gemetar. Yeoja itu hendah berniat mendahului tubuh Kyuhyun memasuki kamar, namun sayang Kyu sudah menahan lengannya dengan keras. Mata namja itu memicing, seperti Kyuhyun yang selama ini Hiu hwi kenal.
                 “Kau pikir semudah itu. huh?” erang Kyu tertahan. Hiu hwi menoleh, menatapi singkat pergelangan tangannya yang kini dicengkram erat namja itu.
                 “Geurae...”
                 “Kau pikir aku akan melepaskanmu?” Hiu hwi tampak mendongak menatap wajah Kyuhyun ketika mendengar pertanyaan ini. Entahlah... Hiu hwi merasakan dadanya berdesir hebat.
                 “Tidak akan. Kau tau? AKU TIDAK AKAN MELEPASKANMU!” Bentak Kyu tepat dihadapan wajah Hiu hwi. Kaki gadis itu sedikit bergeser kebelakang, menahan guncangan takut yang mulai menjalarinya.
                 “Cho Hiu hwi... kau pikir kau siapa, huh? Gadis kaya? Berpendidikan? Atau dari kalangan yang bagus? Aniya, jika dulu aku tidak membelimu dengan uangku pada keluargamu, mungkin sekarang Appa dan Eomma-mu itu sudah masuk penjara! Kau pikir kau hebat? Kau pikir hanya dengan kecantikanmu ini, akan banyak lelaki kaya yang akan menyukaimu? Geurae, sekalipun kenyataannya memang begitu. Kau hanya mengandalkan tubuh dan wajahmu untuk memikat orang lain. Cih, seharusnya kau merasa beruntung karna aku mau mengangkatmu menjadi seseorang yang terhormat. Kau tau? Kau gadis yang tak bisa berterima kasih dan bersyukur!”
                 “YA! CHO KYUHYUN...!” Pekik Hiu hwi emosi. Tampak ia berusaha untuk menelan air liurnya sendiri agar tangisnya tak pecah sekarang.
                 “Wae? Aku benar bukan?”
                 “GEURAE! Kau benar... kau sangat  benar Tuan Cho! Aku gadis hina, aku gadis yang memang menjadi sampah dunia ini. Aku tak mempunyai apa-apa sepertimu! Keluargaku hancur, bahkan sekarang hidupku lah yang paling hancur,” Hiu hwi terisak ketika berbicara itu, ia merasakan kedua lututnya melemah saat ini. Tenggerokannya sakit, menahan semua tumpahan air mata yang sejak dulu ia tahan. Kyuhyun tertegun, sepertinya ia sedikit merasa menyesal telah mengatakan perkataan tadi.
                 “Kau tau? Kaulah yang telah membuat hidupku hancur Cho Kyuhyun! Kau menikahiku dengan paksa dan tanpa alasan apapun. Sekalipun aku hina, tetapi aku tidak sehina dirimu Tuan Cho. Kau pikir aku tak tau, jika kau menikahiku hanya karna sebuah dendam. Jika saja aku bukanlah kekasih dari Changmin Oppa yang menjadi pesaingmu selama ini, mungkin kau tak akan pernah mau menikahiku.”
                 “Mwo?”
                 “Wae? Kali ini aku yang benar? Hahaha... kau benar-benar bajingan!”
                 “Diamlah! Kenapa kau selalu berbicara tak memakai otak huh?”
                 “Kali ini aku berbicara memakai otak Tuan Cho!”
                 “Jika kau tak tau apa-apa, lebih baik diam! Kau tak tau bagaimana permasalahan yang sebenarnya! Kau pikir aku menikahimu hanya karna itu? Cah... jadi benar, jika kau memandangku seberengsek itu?”
                 “Nde! Lalu untuk apa kau menikahiku dan menyiksaku seperti ini? Untuk apa? Untuk apa waktu itu kau tiba-tiba datang memaksaku menjadi istrimu, tepat disaat kau tau jika aku ingin menikah dengan Changmin Oppa?”
                 “YA! Diamlah...”
                 “Kau tidak bisa menjawabnya kan?”
                 “Diamlah!”
                 “Karna kau tak punya alasan lain untuk menikahiku selain balas dendam! Jika saja kau tak datang padaku, mungkin semuanya tidak akan menyiksaku seperti ini. Dan mungkin, sekarang aku sudah berbahagia hidup bersama Chang—”

PRANGGGG

                 Kyuhyun kontan berbalik dan menghamburkan apapun yang ada dimeja makan itu. Semuanya berhamburan! Pupus sudah kekuatan Kyu untuk menahan emosinya ini. Terdengar kedua bahu namja itu naik-turun seraya mengepalkan tangannya dengan keras. Kyu bahkan tak sadar, jika telapak tangannya berdarah saat ini. Hiu hwi terdiam! Ia hanya mampu menatapi punggung Kyu yang membelakanginya dengan tangan bertumpuh diatas meja itu.

Hening!

                 Kyuhyun lebih sibuk mengatur emosinya agar dapat ia kontrol kembali, sedangkan Hiu hwi kini masih terisak pelan dibelakang Kyu. Mungkin, inilah perkelahian mereka yang paling menyakitkan selama ini.
                 “Geurae... geurae jika aku menikahimu hanya karna dendam! Aku tak suka melihat Changmin berbahagia. Dari kecil, dia selalu menang dariku dalam hal apapun. Aku tak suka... aku juga ingin merampas sesuatu yang mampu membuatnya kalah dariku. KAU... aku sangat senang sekali, saat mengetahui jika aku dapat merebut seseorang yang penting baginya. Aku menikahimu, hanya untuk membuktikan padanya, jika aku juga dapat merebut sesuatu darinya,” Kyuhyun tampak berbalik dengan senyuman miringnya tanpa dosa, menatapi Hiu hwi yang benar-benar menatapnya dengan tak percaya.
                 “Dan aku beruntung! Karna gadis yang ia sukai adalah gadis yang bodoh dan miskin sepertimu. Jadi, aku tidak akan pernah melepaskanmu CHO HIU HWI! Kau jangan pernah bermimpi lepas dari Cho Kyuhyun untuk selamanya, karna aku masih membutuhkanmu untuk membuatnya menderita! KAU TAU ITU HUH?”

PLAAAAKKKK

                 Layangan tamparan keras dari Hiu hwi, sontak saja menyentuh pipi kanan Kyu dengan cepat. Air mata gadis itu kembali jatuh untuk kesekian kalinya. Entahlah... ada sesuatu hal yang membuatnya kecewa atas jawaban Kyu itu padanya.
                 “Aku membencimu Cho Kyuhyun... aku sangat membencimu!” Umpat Hiu hwi seraya berbalik dan berlari untuk masuk ke gudang. Sebuah tempat yang selalu ia gunakan untuk terlelap, ketika ia sedang bertengkar dengan Kyu.
                 Namja itu tak bergeming, tertunduk seraya memegangi pipi kanannya yang terasa panas. Sakit? Itu bahkan tidak seberapa dibandingkan dengan goresan luka hatinya sekarang.
                 ‘Ya... itu semua benar. Memang pada awalnya aku menikahimu hanya bertujuan untuk balas dendam dengan Changmin. Aku hanya tak ingin dia selalu mendapatkan hal yang dia inginkan! Kejadian masa lalu itu masih terus menghantuiku, dan aku tak bisa melupakannya. Aku hanya ingin balas dendam! Yah, aku hanya ingin balas dendam...’
                 Gumam Kyu seraya menitikan air matanya perlahan. Tangan kanannya tampak terangkat menyentuh dada. SESAK! Entah mengapa, ada sebuah goresan yang belum ia sadari disana
                 ‘Tapi—ada sesuatu hal sekarang, yang belum aku mengerti ketika aku menatapmu Cho Hiu hwi...’


***


* When it all began, Just You and I? *


                 Semenjak pertengkaran hebat waktu itu, terlihat rumah dengan corak tak senada ini menjadi tampak begitu dingin; seolah beku. Semua penghuninya bahkan tak berniat untuk saling menyapa ataupun sekedar saling bertegur sapa. Masing-masing dari mereka, seolah sama-sama tampak saling menghindar dan tak ingin berbicara.
                 Hiu hwi terlihat mati-matian untuk tidak perduli lagi dengan apa yang dilakukan Kyuhyun, sekalipun namja itu tak pulang dan malah menghabiskan malamnya bersama para gadis malam, Hiu hwi benar-benar tak berniat lagi mencari tau. Ia lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan dan gambar Design yang tengah ia rancang sekarang.

CKLEKKK

                 Tampak yeoja itu membuka malas pintu rumah mereka yang sejak tadi berbunyi. Entahlah... rasanya ia sedang malas melakukan hal apapun saat ini.
                 “Mencari siap—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat tatkala ia melihat seorang yeoja tengah berdiri semampai dengan senyum sinisnya diambang pintu. Aneh, Hiu hwi menatapi gadis itu dari atas sampai kakinya dengan tatapan seksama. Sepertinya, ia memang pernah melihat yeoja ini sebelumnya.
                 “Apa ada yang salah denganku?” tanya gadis itu membuat Hiu hwi tersentak menggeleng.
                 “Aniya. Humm... hanya saja, apa kau memakai pakaian anak kecil? Pusar, paha dan bahkan semuanya terekspos dengan luar biasa. Kurasa kau sudah besar untuk memakai baju yang sangat sempit seperti ini.” Ujar Hiu hwi jujur, membuat gadis itu hampir tersedak mendengarnya.
                 “Mwo?”
                 “Masuklah... kau mencari Kyuhyun kan? Soalnya, mana mungkin kau mencariku.”
                 “Nde. Tadi Kyuhyun Oppa menyuruhku langsung saja menunggu dirumahnya. Hiu hwi-shi... kau masih mengingatku?”
                 “Geurae? Ah... aku sedikit lupa. Kau tau? Ada banyak wanita simpanan suamiku, jadi mana mungkin aku ingat satu per satu.”
                 “Mwo?”
                 “Sudahlah, kau mau minum apa? Racun tikus?”
                 “Mwo?”
                 “Hahaha, aku hanya bercanda...”
                 “Ah... kau menakutkanku. Geurae, kau tak usah repot-repot. Humm... Aku Kang Rae In.” Ucapan gadis asing ini sontak saja membuatnya terdiam.
                 “Ohk... jadi kau gadis yang ada dipesta itu? Pantas saja, tadi aku merasa pernah meilhatmu.”
                 “Geurae... Kyuhyun Oppa, memang lebih sering mengajakku dibanding yang lain.”
                 “Humm.. seperti itukah?”
                 “Ya. Hiu hwi-shi... sepertinya kau sedang ada masalah dengan Kyuhyun Oppa, ne? Soalnya, akhir-akhir ini dia hobiku sekali menggodaku. Malah jika aku suruh pulang, dia selalu menolaknya.” Rae In berucap itu tanpa dosa, membuat rahang Hiu hwi mengeras seketika. Sepertinya gadis ini memang sengaja memancing emosinya.
                 “Kami tak pernah hidup tanpa masalah...”
                 “Hahaha, pantas saja.”
                 “Geurae?”
                 “Pantas saja, suamimu itu selalu memintaku menemaninya. Kurasa, kalian juga jarang melakukan hubungan intim bukan? Hahaha...”
                 “Mwo? YA! Jaga bicaramu Rae In-shi...”
                 “Nde?”
                 “Rae In-ah...” ucap seseorang seketika dari arah balik pintu, membuat Rae In langsung tersenyum dan berlarian memeluk orang itu. Yah, seperti yang dilakukan seorang istri ketika suaminya pulang. Hiu hwi terdiam! Tampaknya, kondisinya semakin tersudut sekarang. Sesungguhnya, selama ini Kyuhyun tak pernah membawa yeoja lain kedalam rumah ini. Tapi sekarang...
                 “Oppa... kau lama sekali pulang? Kau sudah makan?” manja Rae In seraya mengelus pipi Kyuhyun dengan lembut. Sesuatu yang tak pernah dilakukan Hiu hwi. Mungkin itulah, yang kadang menjadi alasan Kyuhyun lebih betah tinggal bersama Rae In ketimbang Hiu hwi.
                 “Sudah. Kajja...” Kyu sentak menggenggam tangan Rae In dan merangkulnya untuk melewati Hiu hwi kearah ruang tengah rumah mereka. Baiklah, sekarang Hiu hwi merasakan sebuah batu menumbuk cepat jantung dan hatinya menjadi remuk. Apa yang dilakukan Kyuhyun? Apa namja ini sengaja membuatnya seperti ini?
                 “Oppa... apa tak apa aku kemari?” bisik Rae In seraya berniat melirik kearah Hiu hwi yang telah memucat pasi. Sakit? Tentu!
                 “Ini rumahku, jadi kau tak perlu kuatir.” Hiu hwi sentak merasakan dentuman keras menerpanya tatkala Kyu berkata seperti itu. Baiklah... baiklah jika memang inilah keinginan Kyuhyun.
                 Hiu hwi tampak berjalan melewati Kyuhyun dan Rae In diruang tengah, lalu berjalan masuk ke kamar. Kyuhyun melihatnya. Yah, ia hanya melihatnya sebentar.
                 “Oppa...”
                 “Hemm?”
                 “Apa Drama-mu akan tayang siang ini?” tanya Rae In seraya merangkul lengan Kyu dan bergelayut manja disana. Kyuhyun tak mendengar, kepala namja itu lebih sibuk melirik kearah pintu kamar mereka.
                 “Oppa...”
                 “Nde?”
                 “Oppa tak mendengar perkataanku?”
                 “Memang tadi kau bicara apa?”
                 “Lupakan... Ummm... lebih baik, kita melakukan hal yang menyenangkan saja.”
                 “Mwo? Menyenangkan? Memangnya sep—”

CUP

                 Belum sempat Kyuhyun hendak melanjutkan perkataannya, Rae In pun telah lebih dulu membungkam bibirnya disofa. Kyu diam, ia sama sekali tak berkutik saat ini. Rae In tersenyum seraya meremas pelan puncak kepala Kyu untuk semakin merunduk padanya. Sekali lagi, Kyuhyun tak berkutik sama sekali.
                 Sebenarnya, sejak tadi Hiu hwi melihat itu. Entahlah, apa yang dapat membuatnya ingin melihat apa saja yang dilakukan Kyuhyun dan Rae In diluar tengah itu. Sekalipun ia sudah tau, kedua insan anak manusia itu akan memperlihatkan kemesraan mereka diatas sofa. Tapi entah mengapa, Hiu hwi tetap melihatnya dengan raut pucat! Bukan hanya pucat, tapi ia juga sudah menangis.
                 ‘Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku dapat merasakan sakit ketika aku melihat Kyuhyun dan Rae In? Bukankah seharusnya aku senang, karna ini bisa saja menjadi alasan utamaku untuk bercerai? Bukankah seharusnya aku tak perduli? Tapi...’
                 Hiu hwi sentak menghapus air matanya dengan cepat. Sulit sekali untuk menghentikan aliran itu. Yah, bagaimana pun juga ia masih menjadi istri Kyuhyun. Bagaimana mungkin namja itu dengan teganya membawa gadis lain kerumah dan bermesraan tepat dihadapannya dimata.
                 ‘Dimana harga diriku sekarang?’
                 Tubuh Hiu hwi sentak merosot dibalik pintu itu. Kenapa rasanya semakin sakit? Kenapa ia harus melihat Kyu berciuman dengan gadis lain? Dan bahkan dengarlah kecapan-kecapan diruang tengah itu! Ya Tuhan... Hiu hwi ingin merasa mati dan pergi saja sekarang.
                 “Aku tidak bisa! Aku tidak bisa...” Hiu hwi sentak saja berdiri sekuat tenaga dan menghapus kering air matanya. Sepertinya ia hendak keluar dari kamar ini. Entah kemana... yang pasti ia ingin pergi saja dari tempat ini, daripada harus mendengar kecapan menjijikan itu.

CKLEK

                 Hiu hwi tampak membuka dan menutup pintu kamarnya dengan kasar, membuat Kyuhyun dan Rae In sedikit terperanjat dan melepaskan pertautan mereka. Cih, Hiu hwi tampak tersenyum sinis dengan getaran tubuhnya sekarang. Entah seberapa kuat kaki jenjangnya itu dapat melangkah untuk melewati ruang tengah itu sekarang.
                 ‘Bantu aku Tuhan...’
                 Gumam Hiu hwi seraya melangkah dan berusaha untuk tidak menoleh kearah dua insan yang kini tengah menatapnya mematung itu. Baiklah, ini semakin tampak menegangkan bagi jantung Hiu hwi yang berdegup kencang.
                 “Kau mau kemana, huh?” tanya Kyuhyun seketika, membuat langkah Hiu hwi berhenti tepat dipertengahan. Tampak Kyuhyun berdiri tanpa dosa, lalu berjalan menghampiri gadis itu.
                  “Bukankah kau ingin bermesraan dengan simpananmu itu? Begaimana kalau dikamar kita saja? Tenang... aku akan pergi keluar sebentar. Jadi silahkan lanjutkan, dan aku berjanji tidak akan menganggu lagi.” Hiu hwi dengan cepat berjalan mendahului Kyuhyun. Tampak jelas disudut matanya, Rae In berdiri tegap seraya melipat kedua tangannya didepan dada. Kenapa Hiu hwi kembali merasakan sesak sekarang?

BRAAKKKK

                  Kyuhyun tertegun tatkala pintu rumahnya itu tertutup seketika! Ada rasa bersalah yang kini mulai menggerubungi hatinya. Hiu hwi pergi? Lalu, untuk apa ia membawa Rae In kemari? Bukankah motifnya dibalik semua ini, hanya untuk melihat reaksi Hiu hwi? Lalu...
                  “Oppa...”
                 “Rae In-ah... tinggalkan aku sendiri.”
                 “Mwo? Oppa?”
                 “Keluarlah...” ucap Kyu seraya membuka pintu rumahnya lebar-lebar. Rae In termangu! Kenapa ia merasa hanya dipermainkan saja?
                 “Baiklah...” balas Rae In singkat sembari mengambil tas dan beranjak pergi darisini. Kesal? Kyu seolah tak perduli Rae In akan marah padanya atau tidak. Yang terpenting untuknya sekarang adalah... kemana istrinya pergi? Mungkin saja Hiu hwi akan pergi selamanya dari rumah itu...
                 “Ash... yeoja itu!” Umpat Kyu sebal sembari ikut keluar dan berlari menyusul Hiu hwi. Rae In yang masih berdiri dipagar, sentak terkejut tatkala Kyu juga ikut keluar dan berlari layaknya orang kesetanan.
                 “Opp—” Rae In tak sempat memantau lagi nama Kyu, karna namja itu sudah berlari menjauhinya dengan kencang. Percuma ia berteriak, toh Rae In yakin Kyu tak akan perduli itu.
                 ‘Apa yang harus aku lakukan agar kau hanya melihatku Oppa? Tidak mungkinkan aku mengambil cara busuk?’
                 Guman Rae In tersenyum sinis seraya menggeleng-gelengkan kepalanya pelan menatapi punggung Kyu yang semakin menjauh darinya.


***


                 Sedangkan disatu sisi, tampak kini Hiu hwi tengah duduk disebuah halte bus yang akan mengantarkannya pergi kearah Perusahaannya. Tak ada tempat lain yang dapat ia tuju selain tempat itu memang. Padahal dulu, selalu nama Changmin yang akan menjadi deretan teratas otak Hiu hwi ketika sedang seperti ini.
                 “AYO PULANG!” Tarik seseorang seketika membuat Hiu hwi kontan terkejut setengah mati. Hampir saja yeoja ini hendak berteriak, jika saja ia tak mendongak untuk menyadari siapa orang yang tengah menarik pergelangan tangannya ini dengan paksa.
                 “YA! Lepaskan Cho Kyuhyun...!”
                 “Andwe...”
                 “YA! Apa-apan kau ini, huh? Bukankah kau sedang bermesraan dengan simpananmu itu? Kenapa kau menarikku? Menyuruhku untuk berkomentar tentang adegan mesra itu? Cih!” Kyuhyun kontan memnghentikan langkahnya dan berbalik.
                 “Aku sudah bosan dengannya!”
                 “M-mwo? YA! Mudah sekali kau berkata seperti itu...”
                 “Geurae, bukankah aku memang orang yang mudah mendapatkan sesuatu, huh? Cepat ikut aku pulang! Memangnya kau pikir kau bisa seenaknya pergi keluar rumah tanpa seizinku, huh?”
                 “YA! Aku tidak mau pulang, sebelum wanita itu pergi!”
                 “Dia sudah pergi...”
                 “Tapi aku tetap tak mau!”
                 “YA!”
                 “Lebih baik kau bersihkan dulu lipstik yang menempel dibibirmu itu. Kau tau? Itu menjijikan dimataku!” Umpat Hiu hwi seraya kembali hendak berbalik pergi. Namun sial, Kyu menahan lagi lengannya dengan cepat.
                 “YA! Lepaskan aku Cho Kyuhyun... kau gila huh? Sebenarnya apa maumu?”
                 “Mauku? KAU!” Tarik Kyu cepat pada pinggang Hiu hwi membuat tak ada jarak lagi diantara mereka. Tubuh Hiu hwi menegang saat dirasakannya hidung Kyu mulai bersentuhan dengan hidungnya.
                 “Bahkan parfum yeoja itu masih sangat melekat pada tubuhmu Tuan Cho...” Hiu hwi tersenyum sinis, Wajahnya berpaling, seolah tak ingin Kyu dapat menatap wajahnya puas.
                 “Ini juga salahmu bodoh, kau harus tanggung jawab.” Balas Kyu seraya memegang dagu runcing Hiu hwi dan mendongakkan kepala gadis itu hingga menghadap keatas.

CUP

                 Kyu mengecup singkat dagu runcing gadis itu dengan lembut dan menatapnya nanar. Hiu hwi bergidik. Apa namja ini tak sadar dimana mereka berdiri sekarang? Aighoo...
                 “Ayo pulang... aku belum makan. Kau pikir kau boleh meninggalkan suamimu yang tengah kelaparan ini?” Kyu memicing menatapi manik mata Hiu hwi yang nampak menantang kearahnya. Yeoja itu mendengus! Lihatlah bukan? Kyu punya sejuta kepribadian!
                 “Bagaimana jika aku tidak mau?”
                 “Aku lebih suka  dengan cara paksaan! Kau mau coba lagi?”
                 “Mwo?”
                 “Ada yang ingin aku ceritakan padamu tentang masa laluku. Untuk itu, suka tak suka kau harus mendengarnya.”
                 “Kyu...”
                 “Menyangkut soal Changmin, sepertinya kau akan tertarik mendengarnya bukan?”
                 “Aku—”
                 “Tapi setelah kau mengetahui semua itu. Kau harus berjanji satu hal padaku?”
                 “Mwo?”
                 “Tidurlah denganku lagi..."

DEG



-TBC-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar