Rabu, 01 Oktober 2014

_“ ITS OVER! Part. 9”_ [Kyu-Hwi Private]

_“ ITS OVER! Part. 9”_ [Kyu-Hwi Private]


Tittle                      : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                       : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating                    : PG - 17 / Straight
Genre                     : Romance
This Story Original From @Jjea_



***



BRAAKKK

             “SIAPA YANG HAMIL?” ucap seseorang seketika dari arah balik pintu, membuat ke4 orang ini sentak kembali menoleh.
             “Eo-eomma...”



‘Dalam hidup...
Akan ada seseorang yang tak peduli betapa dia telah menyakitimu dan kau membencinya.
Namun, hatimu tetap saja mencintainya....’



_“ ITS OVER! Part. 9”_



             Deru jejak ilalang-ilalang itu tampak terlihat meremang dikegelapan malam, menghempaskan sajak yang beberapa menit lalu tampak melayang bersama nyanyian binatang kecil. Malam seolah terlihat sama sekali tak berbeda, selalu seperti ini. Hanya beberapa hiasan langit yang menemaninya, menelusup diam dengan cahaya terang diatas sana.



* When it all began, Its Hurt! *



             DIAM! Mungkin sekarang, itulah cara terbaik bagi kedua orang ini untuk menenangkan perasaan mereka masing-masing. Semenjak memutuskan pergi dan keluar dari rumah Kyuhyun untuk meminta pertanggung jawaban. Kini, Rae In dan Eunhyuk hanya mampu berkutat dengan pikiran-pikiran mereka sendiri tanpa bersuara. Entahlah, sebenarnya siapa yang salah disini. Mereka seolah tengah dipermainkan takdir yang tampak tak begitu adil.
             “Hahhh...” Eunhyuk menghela nafas saat kini ia harus menepikan mobil hitamnya itu dilampu merah. Terlihat kepalanya berpaling kearah samping, menatapi Rae In yang masih merunduk dengan terus berusaha untuk menghentikan tangisannya.
             “Rae In-ah...”
             “Ini salahmu Lee Hyuk jae! Seandainya tadi kau tak menarikku untuk menjelaskan semuanya pada Kyuhyun Oppa, mungkin malam ini aku tak akan melihat bagaimana Nyonya Cho dan semua orang menatapiku sebagai gadis hina yang pembohong.” Rae In tampak menangkupkan kedua tangannya pada wajahnya itu. Menangis dengan suara yang kali ini cukup terdengar keras.
             “Rae In-ah...”
             “Wae? Apa benar aku tidak pantas? Seharusnya aku sadar sejak awal, jika aku hanya gadis miskin dan kotor yang tidak seharusnya bermimpi untuk dapat menyentuh orang-orang seperti kalian. Hidupku hanya jatuh pada malam hari, dan hanya dihargai dengan beberapa lembar uang saja. Yah, seharusnya aku cukup tau diri.” Rae In tak kuasa lagi menahan semua bongkahan perih dihatinya. Eunhyuk hanya mampu diam, mengingat bagaiman tadi Nyonya Cho datang tak tepat waktu.
             Wanita paruh baya itu memang tak mengatakan hal banyak, namun saat tadi beliau tau jika ada perempuan lain yang dihamili oleh Kyuhyun; anaknya. Nyonya Cho tampak sedikit menahan dadanya yang terasa sakit, lalu berlalu pergi dengan tatapan yang begitu menjijikan pada Rae In dan Kyuhyun. Sekalipun tak dikatakan dengan kalimat, raut wajah Nyonya Cho tadi memang mengisyaratkan kemarahan dan kekecewaan yang dalam. Entahlah, apa yang akan terjadi besok ketika semua keluarga Kyu tau tentang berita memalukan ini.
             “Huft... aku juga bingung harus bagaimana. Rae In-ah, aku hanya benar-benar tidak menyangka sebelumnya, jika anak dalam kandunganmu itu pelakunya adalah Kyuhyun. Sekalipun dia kejam, tapi aku tau betul jika Kyu tak mungkin mau meniduri gadis lain kecuali Hiu hwi.” Ujar Eunhyuk gamam.
             “Mwo? Jadi maksudmu, kau juga tak percaya padaku Oppa?”
             “Rae In-ah, bukan begitu. Tapi—”
             “Aku memang wanita jalang, jadi mana mungkin ada orang yang akan mempercayaiku dengan mudah. Lagipula, kau adalah sahabat Kyuhyun Oppa, tentu saja kau lebih memilih percaya padanya ketimbang gadis tak jelas sepertiku. Aku sadar itu Lee Hyuk jae! Bahkan didunia ini, tak ada orang yang mau membelaku dan memilihku. Kenapa? Kenapa Tuhan memeprmainkan aku seperti ini? Hidup dalam kubangan seperti itu bukanlah pilihanku, tapi kenapa aku—” Rae In sentak menghentikan kalimatnya seketika, saat kini ia merasakan perutnya berguncang keras.
             “Argh...” rintihnya seraya refleks menyentuh perutnya dengan kasar. Eunhyuk sentak panik, dengan cepat ia sentuh pundak Rae In untuk menahannya.
             “Waeyo? Rae In-ah... YA!” Eunhyuk memantau kuatir. Wajah Rae In tampak semakin memucat, membuatnya mau tak mau menginjak kembali pedal gas mobilnya untuk melaju kearah Rumah sakit, tanpa perduli jika lampu merah itu belum menunjukan pergantian warna kembali.
             “Argh...” rintih Rae In lagi. Sepertinya, gadis ini sudah terlalu kelelahan hari ini, hingga ia mengabaikan kehamilannya yang masih seumur jagung itu.
             ‘Kumohon, tenanglah Rae In-ah....’



***



@Kyu-Hwi Home’s_



             Tampak, tak ada yang berubah dari sepasang suami-istri ini sejak semalam sebuah kenyataan pahit itu memisahkan kembali jarak diantara mereka. Hiu hwi lebih memilih bungkam dan menutup semua alat indera-nya sejak kemarin. Ini terlalu cepat untuknya, menyadari jika ada perempuan lain yang telah lebih dulu mengandung hasil dari suaminya. Itu terlalu menyakitkan, bahkan hanya untuk berusaha tidak perduli sekalipun.
             “Kau tak sarapan?” tanya Kyu yang sedari tadi hanya menatapi Hiu hwi menempatkan mangkok-mangkok sayur dihadapannya. Gadis itu tak menjawab, bahkan sejak semalam ia mati-matian untuk mengulang kata ‘Percayalah’ pada gadis ini. Kyu bahkan rela tidur duduk didepan pintu gudang, hanya karna ia ingin Hiu hwi mempercayainya dan kembali bersamanya lagi. Namun sepertinya itu sulit, bahkan semalam Hiu hwi sengaja mengunci pintu gudang itu dengan tindihan lemari agar Kyu tak bisa masuk.
             “Duduklah dan makan bersamaku. Setelah ini, aku ingin kau—” perkataan Kyu kontan tercekat cepat tatkala kini Hiu hwi dengan kerasnya meletakkan sebuah piring dihadapannya. Gadis itu sedikit menghela, sudah sejak tadi ia mati-matian untuk tetap melaksanakan kewajibannya sebagai istri, dan menahan semua apa yang tengah ia rasakan ini. Yah, tak perduli sebesar apapun kebenciannya saat ini pada Kyu. Hiu hwi... tetap berusaha melaksanakan kewajibannya melayani keperluan Kyu dalam hal sekecil apapun. Termasuk menyiapkan makan dan pakaian namja itu. Bodoh? Ia tau ia memang bodoh.
             “Hwi-ya...” Hiu hwi kembali tak mengubris panggilan Kyu itu. Sepertinya, ia lebih memilih berbalik dan masuk ke gudang, seakan tempat itu kini menjadi kamar utamanya sekarang. Kyuhyun termangu, ia tak bisa mencegah gadis itu bersikap seperti ini padanya. Toh, bagaimana pun Kyu sadar akan perasaan Hiu hwi sekarang. Sekalipun ia berkata dan bersumpah berulang kali pada Hiu hwi, jika ia bukan Ayah dari anak yang dikandung rae In saat ini, tapi tetap ia belum memiliki sesuatu yang kuat untuk membuktikannya.
             “Argh...!” Umpat Kyu gusar seraya meletakkan sendok dan garfunya dengan kencang. Ia sudah tak berselera makan, bahkan sejak tadi malam ia tak tertidur sama sekali. Pikirannya terus tertuju pada masalah semalam, mengapa Rae In dengan beraninya bersumpah jika itu adalah anaknya?
             “Akan aku pastikan hidup wanita itu tak akan tenang.” Geram Kyu sembari mencengkram ujung meja itu dengan kasar. Yah, ia tak bisa membiarkan ini lebih lama lagi. Ia harus memastikan, jika semua ini tidaklah benar. Ia tak ingin lebih banyak menyakiti Hiu hwi lagi, sudah cukup perlakuan kasarnya yang membabi buta waktu lalu.

Drrrtttt... Drrrttt....

             Terdengar aungan ponselnya bergetar seketika, Kyuhyun berpaling malas. Ia sedang tak ingin diganggu dengan siapapun, yang bahkan mungkin malah akan menjadi pelampiasan emosinya semata. Yah, Kyuhyun seolah membutuhkan sesuatu agar emosinya tersalur segera.
             Tertera nama Eunhyuk disana. Sesungguhnya, ia benar-benar muak melihat nama itu.
             “Ohk, wae?” jawab Kyu tanpa basa-basi lagi.
             “Rae In sedang berada di Rumah skait sekarang, kandungannya semakin melemah. Aku harap kau—”
             “Lalu, apa urusannya denganku? Sekalipun yeoja itu berada dimanapun aku tidak akan perduli!”
             “Kyu...”
             “Jangan menelponku untuk hal-hal yang tidak penting lagi. Kau tau bagaimana sifatku, bukan? Aku bukan orang yang mudah mengendalikan emosiku dalam keadaan yang seperti ini. Shit!” Kyu sentak melempar ponselnya kelantai, membuat sambungan telpon itu terputus seketika. Ia tak perduli lagi dengan hal apapun, baginya yang terpenting sekarang hanyalah perasaan Hiu hwi.
             “Huhhh...” Kyuhyun kembali menghela, tangan kanannya terangkat menyentuh dahinya dengan pijatan pelan. Kembali, bunyi telpon itu terngiang ditelinganya. Baiklah, sekarang telpon rumahnya lah yang berdering. Kyuhyun mengumpat kasar, kenapa banyak sekali orang yang ingin seolah mengetes kesabarannya saat ini. Ia berani bertaruh, jika sampai telpon itu dari Eunhyuk lagi, Kyu tak akan dengan segan-segan akan mendatangi namja itu dan memukulnya.
             “Yeobosseyo...” jawab Kyu dengan nada kencang. Terdengar sekali, jika ia sedang tak ingin diganggu.
             “YA! Nugu? Aku sedang malas menerima telpon, jika ada hal yang pen—” perkataan Kyuhyun kontan terhenti tiba-tiba, saat kini sang penelpon itu menyahutinya. Kedua mata Kyu sedikit membulat lebih besar, ia sangat kenal siapa pemilik suara serak ini. Suara yang selalu menjadi tempat ia bersandar sejak ia dilahirkan; Nyonya Cho.
             “Ne, ara Eomma.” Sahut Kyu dengan tubuh yang melemas. Sepertinya ia sedang dalam masalah besar! Semenjak tadi malam Eomma-nya mengetahui jika Rae In hamil karnanya, Kyu sudah memastikan jika hidupnya akan semakin sulit kedepannya.
             Kedua mata namja itu dengan perlahan menoleh kearah pintu gudang. Berharap ia bisa melihat Hiu hwi agar perasaannya sedikit tenang. Yeoja itu—pasti tengah bersedih didalamnya.
             ‘Seharusnya kau tau Hiu hwi, jika aku sangat mencintaimu, hanya kau! Akan aku pastikan, kau tak akan pernah bisa lari dan lepas dariku sampai kapanpun. Aku akan memaksamu agar tetap terus berada disisiku apapun yang terjadi. Cho Hiu hwi, kau hanya akan menjadi milik Cho Kyuhyun!’



***



* When it all began, WHATT? *



@Kediaman Keluarga Cho_



             Sudah hampir semenit yang lalu, beberapa orang ini hanya saling menatap diam seraya berhadapan kaku. Sesekali terlihat diantara mereka menghela nafas berat, dan sesekali menggeleng-geleng tak karuan menahan emosi dan kekesalan.
             “Kau—” desis Tuan Cho, yang tak lain dan tak bukan adalah Appa dari Kyuhyun. Lelaki paruh baya itu tampak kembali menghela nafas, dan menatapi Kyuhyun yang hanya mampu merunduk bisu dihadapannya.
             “Kau tau apa kesalahamu, huh? YA! Kenapa kau selalu saja membuat masalah Cho Kyuhyun? Dari kecil kau tak pernah berbuat hal yang benar, semua apa yang kau lakukan membuatku mengelus dada. Kau bertindak seenaknya, seolah tak pernah berpikir akan resikonya kelak. Aku tidak tau apa kesalahanku dan Ibumu, sampai kami dapat membesarkanmu sampai seperti ini!” Nyonya Cho tampak merangkul pundak suaminya itu agar sedikit tenang. Rahang Kyu mengeras, ia paling benci dibentak seperti ini, terutama oleh kedua orang tuanya sendiri. Yah, apalagi disini juga ada Shim Changmin, seseorang yang sejak dulu ia hindari mati-matian.
             “Kau benar-benar sangat berbeda dengan Changmin! Kau sadar? Semenjak dia lulus Sekolah menengah, ia sudah bisa keluar dan hidup sendiri, tapi kau? Apa yang kau lakukan huh? Kau malah berbalik dan lebih memilih menjadi seorang artis dengan dunia yang seperti itu. Beginilah akibatnya, pergaulanmu tidak terurus dan kacau! Terkadang aku berpikir, kenapa kau bisa menjadi anakku dan bukannya Changmin.”
             “Geurae Appa, aku memang anak yang kurang ajar dan tak patut dibanggakan. Tapi, bisakah setidaknya kalian jangan lagi membandingkanku dengan namja yang tak tau diri ini? Aku muak! Kalian pikir aku baik-baik saja dengan hidupku seperti ini? Aku bahagia? Hahaha, Kalian bahkan hanya melihat bagaimana keadaanku dari luar saja, tak perduli apa yang terjadi padaku dan apa yang kurasakan. Dari kecil aku sudah cukup menanggung ini, aku sudah menahan semuanya untuk kalian agar aku dapat juga dibanggakan. Tapi percuma bukan? Bahkan secuil jari kalian pun, aku tak akan pernah bisa mengalahkan namja pembunuh in—”

PLAKKK

             Tangan Tuan Cho sentak terhuyung keatas dan menyentuh pipi Kyu dengan cukup keras. Kepala Kyu berpaling kearah samping. Matanya terlihat memerah tak percaya, ini kali pertama Kyu ingin menangis sekencang-kencangnya didepan semua orang. Changmin sontak berdiri, begitupula Nyonya Cho yang tampak terkejut setengah mati.
             “Dasar anak tidak tau diri! Lihatlah tingkahmu itu, selalu melawan dan membengkang semua perkataan orang tua. Kau tidak sadar dengan tingkahmu yang seenaknya ini, huh? Kau bahkan sudah menghamili gadis lain yang bukan istrimu! Kau pikir ini masalah kecil? Ini bukan hanya menyangkut namamu sebagai artis Hallyu itu, tapi juga nama baik keluarga kita Cho Kyuhyun. Cah, sekarang apa yang akan kau lakukan dengan wanita yang hamil itu? Menungguinya sampai dia melahirkan anak haram itu?”
             “Dia bukan anakku Appa! Aku tidak pernah melakukan hal seperti itu padanya, tidak pernah.”
             “Kau seolah anak yang tak pernah dididik! Kau seorang laki-laki, setidaknya kau harus mengakui perbuatanmu dan bertanggung jawab. Kau berkata kau tak pernah melakukannya, tapi kau tidak bisa membuktikannya. Semua orang di Pub itu tau, jika sebulan terakhir ini hanya kaulah yang bersama dengan wanita malam itu. Lalu, bagaimana caramu membela diri, selain hanya lewat kata-kata itu huh?” bentak Tuan Cho dengan nada yang cukup tinggi. Ia sepertinya tidak perduli akan darah tingginya yang mulai menaik.
             Kyuhyun hanya terdiam, kini ia menitikan air matanya dengan perih. Selama ini, selalu beginilah hubungannya dengan Appa-nya.
             “Kenapa kau diam? Kau tidak bisa menjawab? Kau tidak bisa membela dirimu lagi, huh?”
             “Yeobo...” cegat Nyonya Cho, saat kini ia melihat suaminya itu terus saja mengerang emosi.
             “Inilah akibat karna kau terlalu memanjakannya!” Umpat Tuan Cho berbalik kearah istrinya itu. Tangan kanannya terangkat, seolah ingin memijat pelan kepalanya yang terasa berdenyut hebat.
             Changmin tak dapat berkutik, ia merasa bukan siapa-siapa untuk mencampuri urusan keluarga ini. Hanya—ini kali pertamanya ia melihat Kyuhyun menangis dengan campuran emosinya.
              “Sudah cukup?” tanya Kyu berusaha untuk berani mendongak. Tubuhnya bergetar! Sungguh, sekalipun dia terkenal bersikap dingin yang keterlaluan, tapi ketika didepan kedua orang tuanya, Kyu seolah berubah menjadi sosok yang begitu rapuh.
              “Jika sudah selesai, aku ingin pergi. Sekalipun aku mengatakan jika aku bukan pelakunya sampai mulutku berbusa disini, tetap kalian tak akan ada yang mempercayaiku. Aku sudah tidak tahan lagi berada disini. Aku tampak selalu berbuat jahat dimata kalian, tapi Apa Eomma dan Appa sadar, jika kalian memang tak pernah memperhatikanku? Apa yang kulakukan benar, kalian tak pernah mengingatknya. Tapi ketika aku salah, kalian hanya memojokkanku seperti ini. Bukankah ini mudah? Appa tidak perlu repot-repot mengurusi masalah ini dan mengatakan kepada semua orang jika aku bukan anak kalian agar nama keluarga kita tidak tercoreng. Anggap saja—Changmin kalian yang pintar ini adalah anak satu-satunya keluarga Cho, hem?”
              “Mwo? Kau—apa yang kau katakan HUH?” Tuan Cho sentak kembali berbalik dan menghampiri Kyu.

PLAKK...

PLAKK....

              Terdengar suara pukulan dan tamparan yang nyaris ngilu ditempat ini. Yah, Tuan Cho kembali memukuli Kyu, namun kali ini sedikit berbeda dari sebelumnya. Lelaki paruh baya itu bukan hanya menampar pipi Kyu, tapi juga memukul kepala namja itu dengan emosi dalam. Kyuhyun diam, ia malah tersenyum dalam balutan tubuhnya bergetar.
              “Kau sudah melakukan kesalahan, tapi masih bisa bersikap seperti ini. Cho Kyuhyun, apa kau benar-benar ingin keluar dari keluarga ini, huh? Kau benar-benar tidak tau diri!” Bentak Tuan Cho seraya masih memukul Kyu dengan tangannya sendiri. Kedua lutut Kyu melemas, kini tubuhnya menjongkok kelantai akibat pukulan Appa-nya itu. Aniya, lebih tepatnya sudah terduduk dilantai.
              Tak tega lagi akan hal itu, Changmin pun dengan cekatan ikut menjongkok seraya menutupi tubuh Kyu dengan tubuhnya, membuat pukulan Tuan Cho kini malah menimpanya.
              “Minggir kau Changmin! Biar kuhajar anak itu, sampai dia sadar!” Tuan Cho hendak menyeret tubuh Changmin menjauh. Namun untunglah, Nyonya Cho dengan cepat menyegat suaminya itu.
              “Hentikan! Tidak perduli apapun, dia tetap anakku. Jangan pernah menyentuhnya seperti itu.” Mohon Nyonya dengan isakannya yang terdengar perih. Kyuhyun mengerang, ia merasakan kesesakkan yang amat dalam ketika akhirnya ia mendengar sang Ibu membelanya, dan ini—bahkan Changmin ikut melindunginya. Sesuatu yang tak pernah ia percayai sebelumnya.

Hening!

              Tampak semua orang yang berada disini, kini lebih memilih untuk bungkam. Kedua bahu Tuan Cho terlihat naik-turun tak tentu, seakan ia kini tengah berusaha mengatur nafas emosinya itu. Tangan Kyu sedikit merapat, mencengkram pinggiran kaos pada lengan Changmin. Namja itu seperti seseorang yang begitu menyedihkan. Ia seperti membutuhkan seseorang untuk menjadi pegangannya sekarang.
              ‘Ah Ra Noona...’
              Gumam batin Kyu seraya melayangkan pikirannya pada senyuman sang Kakak perempuan yang dulu satu-satunya orang yang begitu mengerti perasaannya. Namun sekarang, semua yang ada didunia ini seakan tengah memusuhinya.
              ‘Kyu...’
              Gumam seseorang seraya berdiri diambang pintu dengan tatapan nanar. Sebenarnya, kedua kakinya itu ingin sekali berlari kearah Kyu dan memeluk tubuh namja itu. Namun entahlah, semuanya bahkan terasa berat sekarang.
              “Hiu hwi-ya...” ucap Changmin yang sontak saja membuat Kyuhyun mendongak cepat. Yah, kedua matanya kini menangkap kedua yeoja tengah berdiri mematung diambang pintu seraya menatapi keadaan didalam ruangan ini. Rae In dan Hiu hwi... kedua yeoja ini memang sengaja Nyonya Cho undang, untuk memperjelas semua masalah ini.
              Tak perduli akan kehadiran Rae In yang terlihat sangat terkejut dengan apa yang telah terjadi disini, Kyuhyun lebih memilih untuk menatapi istrinya itu dengan kedua matanya yang memerah. Sungguh, ia membutuhkan Hiu hwi untuk menenangkannya sekarang.
              ‘Kyu...’
              Hiu hwi sepertinya tak tahan lagi untuk tidak menangis. Dengan cepat, ia tolehkan wajahnya kearah samping tepat disaat air matanya itu jatuh. Ia terlihat seolah tak memperdulikan keadaan Kyu yang terduduk dengan kesesakkan seperti itu. Yah, bukan ia tak perduli, tapi memaksakan diri untuk tak perduli lagi. Mungkin dengan diam seperti ini, semuanya akan lebih terasa mudah untuknya.
              ‘Hiu hwi...’


***


‘Mencintai memang tak harus memiliki
Menyayangi tak harus pula mendampingi.
Namun ada kalanya, aku tak bisa menerima diri...
Untuk tak memikirkanmu lagi!’



            Beberapa orang ini tampak berjejer diruangan tengah kediaman keluarga Cho ini. Tak ada senyuman, bahkan untuk basa-basi saling menyapa sekalipun. Entahlah, semuanya terasa amat begitu canggung sekarang.
            “Duduklah...” tandas Nyonya Cho pada Hiu hwi sesaat setelah yeoja ini meletakkan beberapa gelas air diatas meja. Gadis itu mengangguk, wajahnya tampak pucat tak seperti biasanya. Mungkin itulah yang membuat Kyuhyun sejak tadi menatapinya tanpa berpaling sedikit pun.
            “Hummm...” yeoja itu memilih tempat duduk tepat disisi kanan Changmin, dan bukannya disamping Kyu. Entahlah, kenapa Hiu hwi malah membiarkan Rae In yang kini berada disamping suaminya itu. Rahang Kyu kembali mengerang, ingin sekali ia mencengkram kedua tangan Hiu hwi saat ini dan menariknya agar duduk disisinya, bahkan mungkin dipangkuannya.
            “Kalian sudah pasti tau kenapa kami menelpon kalian semuanya kemari. Huhh... ini untuk memperjelas bagaimana nasib masa depan kalian kelak. Kau—siapa namamu?” tunjuk Nyonya Cho dengan seringai malas menatap Rae In. Gadis itu mendongak kecil, seolah kini ia tengah ketakutan. Sedangkan Appa Kyuhyun, beliau lebih memilih diam ketimbang harus kembali emosi untuk kesekian kalinya.
            “Rae In, namaku Kang Rae In.”
            “Ohk... jadi kau yang disebut-sebut sebagai ratunya Diskotik Seoul itu? Huhh... aku masih tak percaya, jika anak yang berada dalam kandunganmu itu adalah hasil dari anakku?” tangan Rae In tampak bertautan saat mendengar nada ejekan dari Ibu Kyuhyun itu. Gadis itu kembali menghela, seolah tak ada orang yang akan mempercayai jawabannya kelak.
            “Sungguh, aku tak meminta apapun dari hal ini. Lalu, apa untungnya aku untuk berbohong?”
            “Kau ingin uang?” tebak Nyonya Cho membuat Rae In tersenyum sinis.
            “Jika uang, aku masih bisa mendapatkannya. Tapi aku tak butuh itu!” Kyuhyun sentak berpaling untuk memicing kearah Rae In.
            “Bukankah kau sudah terbiasa tidur dengan tamumu? Lalu, kenapa—”
            “Sekalipun aku tidur dengan mereka, aku tak pernah memberikan keperawananku kepada mereka. Maaf Nyonya dan Tuan Cho jika aku lancang, aku memang gadis kotor dan hina, tapi aku bukanlah gadis yang menjual keseluruhan tubuhku dengan uang. Aku masih tau batas-batasan yang tak boleh dilanggar. Aku kemari bukan untuk menuntut kepercayaan kalian padaku, tapi aku mengatakan hal yang sebenarnya jika aku—”
            “CUKUP! Jangan membual lagi! Kau pikir kau siapa, huh?” Kyuhyun tampak mulai naik pitam sekarang, membuat Rae In sedikit pucat.
            “Cukup? Apa kau tak ingat tentang malam itu Oppa? Saat kau bangun dikamar Hotel yang sama denganku? Apa aku harus mengatakan pada mereka bagaimana saat itu—”
            “CUKUP! YA! Kau—”
            “Kyu!” Timpal Nyonya cepat membuat kedua orang ini sentak diam. Kyu menghela kasar seraya menatap Hiu hwi yang hanya dapat tertunduk dihadapannya.
            “Nona Kang Rae In, anggap saja kami percaya padamu. Lalu, apa maumu sekarang huh? Katakan saja, kami akan mengabulkannya.” Ucap Nyonya cepat.
            “Bukankah aku sudah mengatakan, jika aku tak menginginkan apapun. Biarkan saja seperti ini, bayi ini akan aku lahirkan sendiri.”
            “Tidak bisa seperti itu! Tidak perduli siapa kau dan bagaimana ini dapat terjadi, tapi yang jelas didalam perutmu itu sudah mengalir darah keluarga Cho. Setidaknya, Kyuhyun harus bertanggung jawab.” Ucap Tuan Cho tampak angkat bicara, membuat Kyuhyun dan bahkan semuanya terperangah.
            “Bertanggung jawab? Yeobo...”
            “Kyuhyun harus menikahinya!”
            “MWO?” sentak semua orang yang ada disini mengucapkan hal yang sama. Menikah? Menikahi Rae In? Kyuhyun lebih baik mati, jika harus melakukan itu.
            “Aku tidak mau! Aku hanya ingin menikah sekali dan hanya dengan satu yeoja yang kuingini!” Balas Kyu seraya menatap Hiu hwi tanpa berpaling.
            “Lalu, kau ingin anak itu lahir tanpa Ayah, huh? Kemana otakmu Cho Kyuhyun!”
            “Appa, bukankah itu belum tentu anakku? Aku sangat yakin, jika aku tak pernah merasa melakukannya.”
            “Kyuhyun benar Yeobo, belum tentu anak itu anak Kyuhyun. Bagaimana mungkin kau mengatakan dan menyuruh Kyuhyun untuk menikahi Rae In? Aku tidak ingin menambah menantu wanita semacam itu!” tolak Nyonya Cho tak terima.
            “Kau tak berpikir bagaimana akan nasib anak itu kelak?” bentak Tuan Cho keras.
            “Lalu, apa kau juga berpikir bagaimana perasaan Hiu hwi?” pekik Nyonya Cho tak kalah kencang. Hiu hwi sentak berdesir ketika namanya disebut disini. Air matanya lagi-lagi menetes, entah bagaimana perasaannya sekarang.

Hening!
            Kemelut persoalan ini sedikit memusingkan memang, mengingat akan ada banyak orang yang akan tersakiti disini.
            “Ak-aku...” tubuh Hiu hwi bergetar hebat, membuat Kyuhyun benar-benar menatapnya dengan penuh penyesalan.
            “Aku permisi dulu.” Lanjut Hiu hwi seraya berdiri dan berbalik pergi dari tempat ini. Kyuhyun termangu, betapa ingin sekali ia mengejar Hiu hwi sekarang. Namun apa daya, kini tangan Nyonya Cho sudah lebih dulu menahannya.
            “Biarkan dia sendiri lebih dulu, asal kalian tau ini begitu sulit untuknya.” Ucap Nyonya Cho membuat Kyuhyun dan bahkan Changmin merasa tak dapat berbuat apa-apa. Sulit? Yah, mungkin jauh lebih dari itu.
            ‘Hiu hwi...’
            Gumam Kyu kalut!
            “Tidak ada jalan lain lagi. Kalian harus tetap menikah, setidaknya sampai anak itu kelak dilahirkan. Aku tidak perduli lagi dengan hal lain, kalian begitu membuatku pusing dengan aib gila ini.” Ujar Tuan Cho seraya berdiri dan berbalik untuk pergi. Nyonya Cho hanya mampu menatapi punggung suaminya itu dengan nanar. Ia sangat tau, jika sudah seperti itu, bahkan tak ada lagi yang dapat menentang perintah itu.
            “Kau sadar? Ini semua salahmu Nyonya Kang, kau membuat keluargaku menjadi seperti ini.” Umpat Nyonya Cho pada Rae In yang hanya dapat tertunduk kaku ditempatnya.
            “Cih!” Wanita paruh baya itu pun sontak berdiri dan ikut pergi dari tempat ini. Meninggalkan Rae In, Kyuhyun dan Changmin yang masih mematung dalam diam. Entah apa yang akan mereka lakukan lagi, bahkan sepertinya sekarang Rae in ingin mulai membuka pembicaraan lagi dengan Kyuhyun.
            “Aku minta maaf. Sungguh, aku tidak bermaksud untuk—”
            “Diam!” Erang Kyu panas.
            “Kyuhyun Oppa...”
            “Diam dan pergilah darisini!” Bentak Kyu seketika dengan kedua mata yang memicing tajam. Rae In sedikit terperanjat! Selama ia mengenal Kyu, baru kali ini Kyuhyun menatapinya seolah sangat ingin membunuhnya itu.
            “Arasseo, aku akan pergi.” Balas Rae In dengan lemas. Toh, tadi dia memang sedikit memaksakan diri untuk pergi dari Rumah Sakit tanpa seizin Eunhyuk, dan datang kemari. Entahlah, Rae In merasakan bentakan Kyu itu lebih menyakitinya dari pada apapun. Menyadari Kyu menatapnya benci seperti itu, sesungguhnya semakin membuatnya jauh dari Kyuhyun.

            Kini, hanya tinggal Kyuhyun dan Changmin yang berada disini. Untuk beberapa detik, mereka hanya saling diam dan tak berpindah posisi sama sekali.
            “Hummm...” Changmin berdiri! Tampak sorot matanya menatapi Kyuhyun dengan tajam.
            “Jika tujuan awalmu menikahi Hiu hwi hanya untuk balas dendam padaku, kau sekarang harus berpesta. Kau berhasil melakukannya,” perkataan Changmin kali ini sontak saja membuat Kyu mendongak. Pandangan mereka bertemu dalam dendam!
            “Awalnya aku berpikir, jika Hiu hwi memang akan lebih bahagia bersamamu daripada denganku kelak. Aku menyesal, aku sangat menyesal karna telah berpikir  seperti itu, dan melepaskan Hiu hwi untukmu. Aku menyerahkan gadis yang kucintai demi menembus rasa bersalahku dimasa lalu. Tapi, ternyata aku salah. Ternyata, kau lebih pecundang dari padaku.”
            “Mwo?”
            “Kenapa harus Hiu hwi? Kenapa waktu itu kau tak langsung membunuhku bersama Ah Ra? Kenapa kau harus membalasku melalui Hiu hwi? Dia tak salah apa-apa Kyu, gadis itu cukup menderita akan kehidupannya. Kau sudah berhasil menghancurkannya dan menang dariku. Tidakkah kau puas? Kau iri denganku? Cah, kau tau? Akulah yang merasa iri padamu. Kau bisa berbuat apapun semaumu tanpa harus merasa terkekang dengan balas budi sepertiku,” Changmin tampak menghela nafas dengan kepalan tangannya penuh emosi.
            “Kenapa kau malah menyakitinya seperti ini? Meniduri gadis lain dan membuatnya menjadi gadis yang tersisihkan? Sudah cukup! Aku tak akan membiarkanmu melakukan hal yang lebih lagi padanya. Ingat perkataanku ini baik-baik Cho Kyuhyun... aku akan kembali merebut apa yang seharusnya menjadi milikku! Kau—aku tak akan mengalah lagi padamu!” Ucap Changmin dengan nafasnya yang memburu cepat. Namja jangkung itu pun sontak pergi dengan langkah lebarnya yang terdengar keras. Kyuhyun diam! Sepertinya, Changmin tak main-main dengan ucapannya itu.
            ‘Balas dendam? Aku menikahinya bukan hanya karna ingin merebutnya darimu Shim Changmin, tapi juga karna aku—aku menyukainya! Aku tak akan membiarkanmu merampas apa yang kumiliki lagi. Hiu hwi sudah menjadi milikku, itu tak akan pernah berubah!’


***


* When it all began, Believe Me! *



            Tak ada yang berbeda dari hari sebelumnya, sayup malam itu seolah selalu seperti ini dalam keremangan awan. Hanya segelincir bintang yang terlihat sekarang, seolah memberikan tanda jika benda langit itu kini tengah mencibir sebal pada bebatuan langit diatas sana.
            Tak ada perubahan, suasana hubungan Kyuhyun dan Hiu hwi tampak semakin renggang saat ini. Kyuhyun—ia sudah mati-matian untuk mendekati Hiu hwi dan mencoba berbicara padanya. Tapi tetap, gadis itu membisu seakan ia benar-benar sudah muak menatap Kyuhyun.
            “Tunggu...” sergah Kyuhyun cepat, tatkala Hiu hwi sudah selesai menyiapkan makan siangnya dan hendak berbalik untuk masuk ke gudang seperti biasa. Gadis itu tak memberontak, karna ia sadar itu akan membuang tenaganya saja. Toh, cengkraman Kyu itu terasa begitu kuat padanya.
            “Hiu hwi... bisakah kau jangan mendiamkanku seperti ini lagi? Kau tau sikapmu ini malah membuatku merasa buruk?” Kyu tampak menatapi wajah Hiu hwi dengan bimbang. Ia benar-benar sudah tak tahan akan sikap dingin gadis itu padanya. Jika Hiu hwi memang marah, Kyu akan jauh lebih baik jika gadis itu berteriak.
            “Lepaskan aku.”
            “YA!”
            “Cho Kyuhyun...” balas Hiu hwi yang kini malah memberanikan diri berbalik dan menghadap Kyu dengan seringainya. Ia tak ingin terihat rapuh didepan namja ini.
            “Kau sebenarnya ingin aku bagaimana? Tersenyum seolah tak terjadi apa-apa? Atau kau mau aku tertawa seperti orang gila?” lanjut gadis itu seraya berusaha menahan seluruh perasaan yang melandanya saat ini.
            “Kau tau? Aku benci padamu! Aku muak melihat wajahmu yang selalu berjalan dihadapanku seperti ini. Aku manusia... aku memiliki perasaan dimana aku bisa jatuh dan hancur. Kau pikir bagaimana perasaanku sekarang? Cah, aku benar-benar tidak dapat membayangkan bagaimana desahanmu saat tidur bersamanya waktu itu, sedangkan aku harus menunggumu pulang dan mencuci bajumu yang mungkin saja dipenuhi dengan lipstik perempuan itu. Aku sudah cukup bersabar dengan tingkahmu selama ini Tuan Cho, dan sekarang adalah batas dimana aku sudah tak tahan lagi menanggung ini,” Hiu hwi sedikit memberontak untuk melepaskan pertautan tangan Kyuhyun darinya. Terlepas! Karna memang Kyu sudah merenggangkan cengkramannya sejak tadi gadis itu membuka mulutnya.
            “Sepertinya, kita sudah harus mulai memikirkan akan perpisahan. Aku tidak bisa Kyu, aku bukan gadis yang baik hati dan dapat menyerahkan suamiku untuk menikah dengan orang lain. Maafkan aku...” ucap Hiu hwi lagi yang kali ini tak kuasa menahan air matanya. Lagi-lagi ia menangis! Itu membuat Hiu hwi membenci dirinya sendiri sekarang.
            Tubuh gadis itu tampak berbalik, dan langsung berlari menuju gudang. Kyuhyun memanas! Perpisahan? Kata yang terlontar dari bibir Hiu hwi tadi itu, sudah cukup menaikkan hasrat setan amarahnya saat ini. Dengan langkah lebar dan dengan emosi yang cukup menaik, namja itu pun sentak ikut berbalik dan mengejar Hiu hwi.
            Sayang, pintu gudang itu sudah tertutup rapat dengan satu kali hentakan Hiu hwi. Kyuhyun tak mungkin menghentikan amarahnya dititik ini. Dengan ketukan yang cukup keras, namja itu pun memantau nama Hiu hwi dengan sebuah teriakkan.
            “YA! Cho Hiu hwi, buka pintunya!” Terdengar suara Kyu mengerang emosi. Hiu hwi bergidik sedih, kini tubuhnya menyandar disebuah dinding seraya menangis dan memegangi dadanya yang terasa perih.
            ‘Kyuhyun-ah...’
            Hiu hwi bergumam sesak sekarang! Sesungguhnya, jika saja ia boleh jujur saat ini, mungkin sekarang Hiu hwi sudah keluar dan memeluk Kyu dengan erat.
            ‘Aku tidak tau mengapa aku merasakan hal yang seperti ini. Kenapa hatiku begitu lemah saat aku berhadapan dengan Kyuhyun? Kenapa seolah-olah aku tak bisa marah dan ingin memaafkannya? Aku tak tega melihatnya, aku ingin memeluknya, aku—’
            Hiu hwi menghela nafas! Ini semakin terasa sekit, sungguh.
            ‘Kenapa hatiku seakan mengatakan aku merindukannya? Kenapa?’
            Hiu hwi mengangkat tangan kanannya sendiri untuk ia pukul tepat didadanya itu. Ini seperti suatu perasaan yang salah dan tak boleh ia rasakan.
            “Kenapa? Kenapa?” Hiu hwi kembali menangis! Ia tak ingin menyadari, jika sekarang ia sudah mulai masuk kelubang percintaan seorang Cho Kyuhyun; sesuatu yang selama ini tak pernah ia inginkan.
            ‘Kenapa aku merasakan hal semacam ini padanya? Kenapa aku tersakiti saat aku mengetahui kenyataan ini? Bukankah seharusnya aku senang? Aku jadi memiliki alasan untuk berpisah dengannya. Tapi ini—kenapa aku merasakan sakit Tuhan? Apa yang terjadi padaku? Aku—’

BRAAKK

            Hiu hwi mendengar suara dentuman itu berasal dari pintu. Yah, Kyuhyun mendobrak pintu itu dengan keras. Apa namja ini gila? Bahkan itu dapat menyakiti tubuhnya!
            “Kyu...”
            “Kau ingin menyakitiku lagi, huh?” mata Kyu memerah ketika mengatakan itu, membuat Hiu hwi lagi-lagi ingin memeluknya.
            “Kyu aku—”

BRAKKK

            Kyuhyun sentak mendekat dan menghempaskan tangan kananya itu meninju dinding yang kini menjadi sandaran Hiu hwi. Tubuh gadis itu bergetar, bahkan ia tau jika kini tangan Kyu menampakkan lecet kemerah-merahan sekarang.
            “Kau boleh memukulku, bahkan membunuhku Hiu hwi. Asal jangan kau bersikap seperti ini padaku. Kau tak sadar sudah membuatku gila HUH?” pekik Kyu tepat didepan wajah Hiu hwi yang hanya beberapa centi padanya.
            “Aniya Kyu... aku hanya butuh waktu sendiri untuk menenangkan diriku sendiri. Kau pikir bagaimana denganku saat semua orang sudah memutuskanmu untuk menikahi yeoja itu? Kau pikir aku akan ikhlas? Kau pikir aku wanita yang tahan banting untuk membagi suamiku?”
            “Siapa yang mengatakan, jika aku akan menikahinya? Hanya kau istriku! Aku tak akan pernah berniat untuk melakukan hal gila itu dan menyakitimu. Kau tidak percaya padaku, aku tidak perduli. Aku tak bisa kehilanganmu!”
            “Kau gila Kyu! Kau tak sadar ini malah akan menyakitiku. Tak ada jalan lain, selain kau harus menikahinya bukan? Kalau begitu, kau harus ceraikan aku terlebih dulu. Aku tak ingin dimadu, aku tak bisa Kyu.”
            “Hiu hwi-ya...”
            “Aku lebih baik hidup sendiri tanpa siapapun, ketimbang aku harus serumah dengan istri dari suamiku yang lain. Sakit Kyu... sangat sakit!”
            “Bukankah aku sudah mengatakan, jika aku tak akan menikahinya!” Bentak Kyu membuat Hiu hwi sontak diam. Sepertinya, darah amarah Kyu mulai kembali kambuh seperti dulu.
            “Sekalipun tak ada masalah ini, aku bahkan sudah berpikir untuk lepas darimu sejak dulu. Aku—”
            “AKU TIDAK AKAN MEMBIARKANMU!” Sela Kyu cepat. Kini tubuhnya semakin  merapat pada Hiu hwi.
            “Ingat ini baik-baik Cho Hiu hwi... sampai kapanpun aku tak akan pernah melepaskanmu. Tidak akan! Kau hanya akan menjadi milikku, akan kubunuh orang-orang yang berani mendekatimu,”
            “Kau benar-benar gila Cho Kyuhyun!” Berontak Hiu hwi saat kini Kyuhyun tampak memegangi kedua bahunya dengan keras.
            “NDE. Aku sudah gila, kau baru sadar itu sekarang?”
            “Lepaskan aku! Lepaskan...!” Hiu hwi sentak mengambil sedikit celah saat pegangan Kyuhyun akhirnya terlepas. Yeoja itu pun dengan cepat berlari dan hendak keluar dari tempat ini. Namun sial, Kyuhyun malah menarik dress yang ia kenakan hingga sobek dibagian punggung.
            Tanpa membuang banyak waktu, Kyuhyun sontak menarik sobekan itu, hingga gadis itu terjatuh diatas sebuah kasur lantai. Kyuhyun menyeringai dengan picingan tajam. Sungguh, Kyu kembali tampak mengerikan lagi seperti dulu!
            “Kyu...” tangis Hiu hwi terisak saat ia merasakan jika tubuh Kyu kembali menghimpitnya dari atas, mengunci tubuhnya hingga tak dapat lagi bergerak bebas.
            “Aku mencintaimu! Aku sangat mencintaimu... untuk itulah, aku tak bisa kehilangan sesuatu yang paling berharga dalam hidupku lagi. Tidak Hiu hwi!”

DEG!

            Jantung Hiu hwi kontan saja berdesir hebat ketika mendengar itu. Entah ia salah dengar atau tidak, tapi yang jelas tadi Kyuhyun mengatakan dengan terang-terangan jika dia mencintai Hiu hwi.
            “Kyu, kau—”

CUP!

            Kyuhyun sentak menggapai bibir gadis itu untuk berada dalam sentuhan kedua daun bibirnya. Tangan Hiu hwi yang tadinya mengepal dicengkraman Kyu, kini malah terbuka dengan sendirinya.



=TBC=


Tidak ada komentar:

Posting Komentar