_“ ITS OVER! Part. 7”_ [Kyu-Hwi Private]
Tittle : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating : PG - 17 / Straight
Genre : Romance
This Story Original From @Jjea_
***
Kyu sontak memukul wajah Changmin tepat dipipi kananya, membuat Hiu hwi terhenyak setangah mati. Sungguh, Kyu menitikan air matanya ketika ia melakukan itu.
“Kemari kau...! Ayo bangun!” Umpat Kyu yang kini hendak menduduki tubuh Changmin yang kini tampak tak berdaya pada tingkahnya.
“Kyu....”

‘Tak ada manusia yang sempurna.
Namun ketika kau jatuh cinta,
Seseorang yang tak sempurna akan terlihat sempurna dimatamu.
Itulah Cinta....’
_“ ITS OVER! Part. 7”_
Tetesan bunyi hujan menyibak bumi sore ini, meresapi segenap hati yang sepi dan melingkar bersama biasnya warna sang pelangi. Matahari tampak tenggelam diperaduan gulita, seolah terombang-ambing dalam samudera nestapa di ufuk akhir. Takdir hidup memang penuh dengan misteri, terkadang membawa lara yang ada, terkadang juga membawa duka yang tak terhingga.
* When it all began, A Past! *
BUGH!
Terdengar kembali bunyi pukulan yang cukup terdengar miris dari dalam ruangan ini. Bercak darah terlihat, namun itu seolah belum cukup bagi seorang Cho Kyuhyun menyiksa Changmin yang tergeletak pasrah dibawah tubuhnya. Kyu kembali mengangkat kerah kemeja Changmin, membuat kedua matanya dengan jelas menatap wajah Changmin yang hanya dapat menutup kedua matanya tak berdaya. Entahlah, selain memang ia tak memiliki cukup tenaga untuk membalas Kyu, Changmin juga terlihat seolah memang membiarkan Kyuhyun memukulinya seperti ini.
“Kyu...” Hiu hwi hanya mematung ditempatnya dengan isakan tangis yang seakan memelas untuk berhenti pada Kyu. Ia terduduk, cukup pusing akibat Kyu mendorong tubuhnya hingga kepalanya sedikit terbentur disebuah lemari.
“Argh...!” Erang Kyu dengan rahang yang mengeras penuh dendam. Kembali, untuk yang entah keberapa kalinya, ia memukul wajah Changmin dengan rasa benci yang tinggi. Semua ingatan masa lalunya seakan berputar begitu cepat sekarang, membuat darah emosi Kyu semakin menaik tak terkontrol. Sebenarnya, bukan hanya emosi pada rasa cemburunya saja, tapi toh memang Kyu sudah sangat membenci dan ingin memukul Changmin sejak lama. Baru kali ini, ia dapat memukul Changmin lagi setelah terakhir kali mereka bertengkar pada saat pemakaman Ah Ra.
“Seharusnya, kau yang mati Shim Changmin!” Pekik Kyu seraya menitikan air matanya lagi. Changmin mulai bergerak, sekalipun itu sulit, ia tampak bereaksi ketika Kyu semakin kencang meremas kerah kemejanya, hingga kini ia sedikit sulit untuk bernafas normal.
“Kalau begitu... kau bisa membunuhku sekarang, Kyu.” Changmin tampak berusaha untuk menimpali perkataan Kyu. Namja itu tersenyum dengan semua rasa sakit yang melanda tubuh dan otaknya sekarang.
“Aku memang sudah ingin membunuhmu, bodoh!”
BUGH!
Kyu mengepalkan tangannya kuat dan kembali memukul Changmin. Baiklah, darah terlihat lagi. Changmin kembali tersenyum, entah apa yang ia rasakan sekarang.
“Kau pembunuh! Kau sudah membiarkan nyawa Ah Ra Noona pergi begitu saja dariku. Kau tak tau bagaimana sakitnya aku, huh? Melihatnya tenggelam tepat didepan mataku yang tak bisa berbuat apa-apa, melihatnya dimakamkan dengan tubuh yang sudah membiru. Sejak dia lahir, dia belum mengecap kebahagiaan. Baru denganmu Shim Changmin... baru denganmu dia dapat tertawa seceria itu. Tapi kau—kau sudah menghancurkan semua harapannya. Kenapa? Kenapa HUH? Kau malu dicintai dengan Noona-ku yang memiliki keterbelakangan?” Kyu menggila! Lihatlah dia sekarang, bahkan isakannya itu terdengar amat panas dan memilukan.
“Dia sangat mencintaimu. Wajahnya akan merekah indah ketika dia mendengar namamu disebut. Seharusnya, kau tau diri kau itu siapa Tuan Shim. Kau hanya anak pungut yang dengan liciknya merebut semuanya dariku. Tanpa bantuan keluargaku, kau tak akan dapat menjadi seperti sekarang. Lalu sikapmu? Kau sama sekali tak tau berterima kasih! Aku tak meminta apapun waktu itu, selain berusahalah untuk mencintai Noona-ku. Tapi kau? Kau dengan sengaja malah berhubungan dengan wanita lain yang kau huh? Dia dulu kekasihku! Aku benar-benar menyesal pernah berpikiran jika kau adalah sahabat sejatiku. Tidak! Kau bukan siapa-siapa, kau hanya anak Panti asuhan yang tak tau diri!”
BUGH!
Tubuh Kyuhyun bergetar hebat. Semua emosi, kebencian, dan kepedihan yang selama ini ia pendam keluar begitu saja. Changmin melemas, tak ada lagi yang dapat ia lakukan selain merasakan seberapa besar kebencian Kyuhyun padanya melalui setiap pukulan namja itu sekarang.
Hiu hwi sentak tersadar, ini sudah melewati batas-batas yang seharusnya. Hiu hwi tau, jika sekejam-kejamnya sikap Kyu, ia masih memiliki sebuah kontrol. Namun sekarang? Sepertinya Kyu memang sudah dibutakan emosi setan yang mempengaruhinya, dan itu sungguh berbahaya untuk keselamatan nyawa Changmin.
“Aniya, Cho Kyuhyun. Hentikan!” Bentak Hiu hwi berusaha untuk berdiri dan menahan Kyuhyun agar jangan melakukan tindakan melebihi ini. Cukup! Yah, sudah cukup membalas Changmin dengan cara seperti ini. Apa namja itu tak sadar, jika ini dilanjutkan, mungkin saja ia bisa membunuh Changmin.
“OPPA!” Hiu hwi sentak memegangi lengan Kyu untuk berhenti menyiksa Changmin. Demi Tuhan, dimata Hiu hwi sekarang, Kyuhyun terlihat sangat... sangat mengerikan!
“YA! Lepaskan tanganmu.” Erang Kyu tanpa menoleh pada Hiu hwi dan terus hendak berusaha menyalurkan emosinya dengan memukul Changmin.
“Andwe! Andwe... kau bisa membunuhnya Cho Kyuhyun. Sudah cukup, berhenti. Kau bukan pembunuh...!”
“Kau masih ingin membelanya huh?”
“Kyu...”
“Lepaskan!”
“Kumohon Kyu... aku tidak ingin kau menyesal pada akhirnya nanti. Kau ingat, dia masih sauda—”
“DIA BUKAN SAUDARAKU! Menyingkirlah...!” Bentak Kyu menggila yang dengan tanpa sengaja menghempaskan cengkraman Hiu hwi dengan keras dari tubuhnya. Hiu hwi sentak terhempas kelantai, tubuh gadis itu seolah tak memiliki tenaga lagi untuk menahan diri, hingga kini ia menubruk alat fitnes Changmin sampai terbentur tepat disebuah pintu besi. Hiu hwi masih bergerak singkat, sampai akhirnya darah nampak terlihat diarea pelipis gadis itu. Hiu hwi sedikit mengerang singkat, lalu pingsan ditempat.
‘Hiu hwi...’
Kyuhyun yang melihat kejadian itu pun sontak saja membesarkan bulatan matanya tak percaya. Dengan cepat, Kyu pun kontan berdiri dari tubuh Changmin dan berlari kearah Hiu hwi. Menangkupkan kedua tangannya untuk meraih kepala gadis itu dengan tubuh gemetar.
Changmin mengerjap! Ia masih mampu untuk melihat bagaimana kondisi Hiu hwi akibat ulah Kyu yang kasar. Yah, Kyu tampak sangat gamam sekali saat ia melihat bercak darah mengalir dari tubuh Hiu hwi. Tidak! Ia bukan orang yang dapat melihat orang terkasihnya menderita, terutama akibat kesalahannya sendiri.
“Hiu hwi... Hiu hwi... gwanchana? Bangunlah Chagi! Maafkan aku, tolong maafkan aku,” Kyuhyun tampak bergetar tak karuan. Tubuhnya telah diselubingi ketakutan yang amat sangat sekarang.
Changmin mengerang. Ia sadar jika Kyu saat ini benar-benar terlihat panik, bahkan sampai-sampai namja itu bingung harus berbuat seperti apa pada Hiu hwi. Changmin beringsut untuk berusaha berdiri dan berjalan kearah keduanya. Jika dibiarkan terus seperti ini, akan memakan waktu percuma, dan mungkin akan berakibat fatal. Kyu layaknya orang linglung, mungkin ia masihterlalu Shock karna telah melakukan tindakan bodoh yang malah berakhir dengan Hiu hwi.
“Huhhh...” dengan sekuat tenaga yang masih sedikit tersisa. Changmin pun sontak saja menggendong tubuh Hiu hwi untuk berada dalam tubuhnya. Kyuhyun tercenang, bahkan ia masih tampak pucat menyaksikan bagaimana Hiu hwi sudah tak membuka mata lagi.
“YA! Apa yang kau lakukan Kyu? Cepat buka pintu dan siapkan mobil! Kita harus segara membawa Hiu hwi ke Rumah sakit,” tutur Changmin sedikit lemas. Kyu mendongak, tapi ia tetap diam ditempat dengan raut pucat.
“YA! Cepatlah... aku tak akan tahan menggendongnya terus seperti ini!” Bentak Changmin yang dengan cepat membuat Kyuhyun mengangguk bingung, lalu beranjak untuk membuka pintu. Kedua namja ini sedikit berlari. Changmin masuk kearah Lift dengan cepat, dan Kyu berlari menuju parkiran mobil.
DEG!
‘Hiu hwi’
Tanpa sadar, Kyu kembali menitikan air matanya dengan tubuh yang bergetar.
***
‘Terkadang... ketika kau sangat mencintai seseorang,
Kau tak sadar, jika kau malah membiarkan dirimu sendiri terluka....’
@Seoul Hospital, -South Korea-
Kyu tampak terduduk lemas disebuah bangku tunggu Rumah sakit ini. Sesekali ia menekan pelipisnya pelan, sesekali ia merunduk dan menghela nafasnya dalam. Jari jemarinya saling bertautan satu sama lain, seolah meminta efek tenang sedikit disana. Sudah hampir 15 menit yang lalu ia duduk sendiri disini, termenung memikirkan secara perlahan-lahan tentang apa yang terjadi hari ini. Sedangkan Changmin, namja itu ikut dirawat dikamar inap beberapa ruang dari kamar Hiu hwi.
“Humm...” Kyu mengangkat kedua tangannya seraya memejamkan mata, seolah kini ia berdoa agar tak terjadi sesuatu yang fatal pada Hiu hwi. Entah sudah berapa lama ia tak melakukan ini, kembali meminta pada Tuhan. Selama ini, sekalipun hidupnya tak terlalu menyenangkan, Kyu jarang berniat untuk berdoa dan meminta pada Tuhan. Tapi sekarang? Ia tak bisa melakukan apa-apa lagi selain mengadu penyesalannya pada sang pencipta alam. Sudah terlalu banyak hal yang terjadi selama ia lahir, dan ia tak sadar jika Tuhan lah yang berada dibalik semuanya dan mampu mengubah keadaan.
‘Seandainya aku tak datang ke Apartment itu, seandainya aku dapat mengontrol emosiku. Mungkin Hiu hwi, tak akan mengalami ini. Aku malah menyakitinya dengan tanganku sendiri...’
Gumam Kyu kembali merunduk. Begitu banyak penyesalan yang kini melanda jiwanya. Yah, seandainya saja ia dapat mengontrol emosinya dari awal ia tau jika Hiu hwi memang berada di Apartment Changmin.
Saat mencari Hiu hwi, Kyuhyun memang sengaja memutar semua tempat untuk menemukan gadis itu. Namun hasilnya nihil! Untuk itulah ia mencoba mencari Hiu hwi di Perusahaan tempat gadis itu bekerja. Benar, Kyuhyun amat tau, jika tak ada tempat lain yang akan dikunjungi Hiu hwi selain tempat-tempat yang biasa ia datangi.
_FlashBack_
“Dimana Hiu hwi, Huh?” Minho sentak terkesiap saat ia mendengar Kyuhyun masuk keruangannya tanpa permisi lalu menanyakan hal aneh.
“Memangnya kemana Hiu hwi?” balik Minho bertanya.
“YA! Apa tadi dia kemari?”
“Mwo? Hiu hwi kemari?
“Bukankah tadi kau yang menelponnya?” Kyuhyun sedikit mendeplak meja kerja Minho dengan sedikit rasa cemburu, mengingat Bos Hiu hwi ini sering sekali menelponi istrinya itu.
“Geurae, tapi dia tidak kemari. Aku menyuruhnya untuk bekerja dirumah agar Design kami cepat selesai! Hhh... tadi aku memang menyuruhnya untuk bertemu Wakil Direktur yang akan bekerja sama dengan kami. Mereka ingin penjelasan yang langsung dari mulut Hiu hwi soal konsep musim ini. Kurasa, tadi beliau mengatakan untuk pergi kerumah kalian langsung.”
“Mwo? Lalu siapa Wakil Direktur yang ingin bertemu dengan Hiu hwi itu? Dari Perusahaan mana?”
“Perusahaan keartisan sepertimu. Dia masih muda, kurasa kalian saling mengenal. Namanya Shim Changmin.”
“MWO? SHIM... CHANGMIN?”
_End FlashBack_
Kyuhyun tampak kembali menghela nafasnya panjang seraya memijat-mijat keningnya yang berdenyut. Dia akui, jika ia memang memiliki tempramental yang tinggi, apalagi jika itu berkaitan dengan Hiu hwi; istrinya.
“Tuan Cho,” ucap seseorang seketika, membuat Kyuhyun tersentak mendongak.
“Dokter Hong.”
“Kau tak perlu kuatir, istrimu baik-baik saja. Yah, walaupun benturannya cukup keras, tapi luka dikepalanya tidak terlalu parah. Hanya istirahat beberapa hari, kau sudah bisa membawanya pulang darisini.”
“Ah, jeongmal? Gomawo Dokter Hong.”
“Nde. Jika kau ingin melihat keadaanmu istrimu, kau sudah bisa menjenguknya didalam. Dia masih belum sadar.”
“Ye, aku mengerti. Sekali lagi, terima kasih atas bantuannya.”
“Tidak perlu, itu sudah menjadi tugasku Kyu. Perhatikan istrimu baik-baik, aku tinggal sebentar.”
“Nde.” Kyuhyun tampak tersenyum sejenak, dan sontak berpaling pada pintu inap Hiu hwi yang tertutup rapat. Tanpa membuang waktu banyak, namja itu pun sentak masuk dan memeriksa sendiri jika Hiu hwi memang dalam keadaan baik-baik saja.
“Bodoh!” Ucap Kyu seraya semakin mendekat dan menatapi Hiu hwi dengan raut sedih. Matanya kembali memerah, ada sebuah penyesalan yang belum juga sembuh didadanya itu. Melihat Hiu hwi terbaring akibat ulahnya, itu lebih menyakitkan ketimbang ia menyayat pisau dipergelangan tangannya sendiri.
“Gwanchana, hem?” tanya Kyu sembari membelai perban yang mengelilingi kepala dan dahi gadis itu. Seperti apa yang Dokter Hong katakan, jika Hiu hwi masih belum sadar sampai sekarang. Kyu terpaku sesaat, tampak tangan kirinya perlahan-lahan juga terangkat untuk menyentuh tangan Hiu hwi, menggenggamnya dengan erat.
“Kau gadis bodoh yang pernah kukenal selama ini. Kenapa? Kenapa tadi kau harus mencegatku? Maafkan aku Hiu hwi, tolong maafkan aku. Selama ini, aku sudah terlalu banyak menyiksamu. Kau memang tumbalku untuk balas dendam pada Changmin, tapi asal kau tau... aku menikahimu, tak sepenuhnya karna aku ingin membalas semua dendamku. Tapi—” Kyu tampak mengecup perban luka Hiu hwi dan menyatukan kepala mereka, hingga kini jarak mereka hanya beberapa senti saja.
“Tapi karna aku memang sudah tertarik padamu semenjak kau pertama kali berada disekelilingku. Kau ingat? Apa yang kau katakan padaku, saat pertama kali kau tersenyum manis untukku, hem?”
‘Cho Kyuhyun, semangat! Fighting... kau terlihat sempurna...’
“Kau memang hanya asisten penata busana pribadiku, tapi ketika kau memperhatikanku, sangat jauh berbeda dari yang lain. Untuk itulah, aku merasa mempunyai perhatian dari orang lain,”
‘Bajumu sepertinya terlalu ketat, ne? Kau pasti akan sulit bernafas dengan benar diatas panggung. Bukankah kau juga belum makan? Jangan sampai tak makan apapun hanya untuk menyempurnakan penampilanmu. Dan sepertinya, ini juga tidak cocok dengan warna rambutmu. Ah, aku akan membicarakan ini dengan Nona Han. Kau makanlah, dan biarkan aku yang menangani semuanya....’
Kyuhyun tersenyum mengingat semua hal yang terjadi pada mereka, disaat Hiu hwi sama sekali belum menganggapnya orang jahat.
“Maafkan aku Hiu hwi. Semua obsesiku, keinginanku, dan kehendakku sudah menghancurkanmu. Aku sendiri tak tau mengapa aku dapat melakukan semua ini. Memarahimu, berlaku kasar padamu, dan menyiksamu. Yah, kupikir kau akan senang bersamaku, kau mulai menyukaiku. Tapi ternyata aku salah, aku tak bisa memaksakan semua perasaanmu untuk mencintaiku, sedangkan kau terang-terangan sangat menyukai Changmin. Apa benar selama ini kau tak bahagia bersamaku? Apa benar selama ini kau tersiksa setiap kali aku menyentuhmu? Sepertinya iya, bahkan sekarang kau terbaring disini,” Kyuhyun menjauhkan wajahnya sedikit, menikmati lekuk wajah Hiu hwi yang sangat indah dipandangannya.
“Kau tau? Aku melakukan semua ini, hanya karna aku takut kehilanganmu,” Kyuhyun sentak mencium ujung hidung Hiu hwi sekilas, hingga beralih pada pipi, telinga, dan sampai terhenti tepat dibibir gadis itu. Daun bibir Kyu melebar, menikmati sedikit rasa yang ada pada gadis itu.
“Mulai sekarang, terbebaslah dariku Hwi-ya.” Bisk Kyu dengan senyuman pahit diwajahnya. Kembali, ia menatap wajah Hiu hwi dengan lekat, seolah itu begitu menentramkan hatinya.
***
* When it all began, Just Can See U in here! *
Tampak perlahan-lahan sunyi membentur dinding kalbu, bertalun-talun seolah ingin merontokkan bituran pilu layangan angin. Pasir tampak bergemuruh, memberikan sipuan hangat pada tempat-tempat yang mengkilap.
Yah, sudah hampir 2 harian ini Hiu hwi tak melihat keberadaan Kyu muncul untuk menemaninya disini. Hanya Minho, dan terkadang Changmin yang datang untuk sekedar mengetahui keadaannya yang semakin hari semakin terasa baik. Entahlah, Hiu hwi merasakan degup kuatir menyelimutinya saat ia menyadari jika jam-jam yang ia lewati tak nampak wajah Kyuhyun. Kemana namja itu? Bahkan semenjak pertama kali Hiu hwi membuka matanya, ia benar-benar ingin tau bagaimana keadaan Kyuhyun.
Hiu hwi sebenarnya ingin bertanya tentang Kyu, keadaannya dan mengapa ia tak datang menjenguk. Tapi, itu terasa sulit. Gadis itu masih menekan rasa gengsi dan harga dirinya lebih tinggi. Yah, bahkan dia tak tau jika Kyu setiap menit melihatnya, mengontrol keadaannya, dan memberikan semua fasilitas Rumah sakit yang serba istimewah dari kejauhan matanya. Kyu hanya mampu melihatnya dari kamera tersembunyi yang terletak diam diruangan inap Hiu hwi. Cukup, ia merasa cukup ketika ia melihat Hiu hwi sudah baik-baik saja disana.
“Didekatku, kau akan menderita gadis bodoh.” Kyu tersenyum kecut saat ia mati-matian menahan rasa cemburunya tatkala Changmin dengan telaten menyuapi dan mengobrol dengan istrinya itu. Baiklah, sekalipun ia memang berniat ingin menjauh dari Hiu hwi. Tapi Kyu, tak akan dengan bisa merelakan gadis itu dekat dengan namja manapun selain dirinya. Tidak boleh!
Sedangkan perasaan Hiu hwi? Memang sejujurnya ia senang saat Changmin begitu memperhatikannya, termasuk Minho. Tapi ada yang aneh sekarang! Ia merasakan sesuatu yang kurang dalam hidupnya saat ini. Entah apa itu, yang jelas Hiu hwi tak pernah yakin jika Mood-nya setiap hari disini benar-benar membaik. Toh nyatanya, ia masih menemukan perasaan yang menjanggal sekarang.
Yah, seperti hari berikutnya. Tetap sama, tak ada yang berubah. Kyu tak kunjung datang, atau menanyakan kabarnya melalui pesan dan telpon. Baiklah, Hiu hwi sudah cukup merasakan jika dirinya bodoh sudah menunggu seseorang yang mungkin saja tak mengkuatirkan keadaanya.
‘Aku memang tak berarti untuknya. Huhhh... mungkin saja, dia malah bersama Rae In sekarang!’
Hiu hwi bergumam sebal tak karuan. Akhir-akhir ini otaknya lebih banyak dipenuhi dengan tanda tanya dan kecurigaan yang besar. Dia bahkan merasa aneh sendiri, mengapa sosok Kyu dapat membuatnya gila setengah mati seperti ini.
“Hey, kau mendengarku tidak eoh?” tanya Minho memajukan bibirnya dengan sebal. Sepertinya, Hiu hwi lagi-lagi tidak mendengarkan kalimatnya yang panjang lebar itu.
“Nde? Minho-shi, tadi kau bicara apa?”
“Mwo? Aish! Tak ada siaran ulang lagi, kau pikir aku sudah berapa kali mengulangnya?”
“Hahaha, mianhae.”
“Sudahlah, lupakan saja. Oh ya, kau sudah siap untuk pulang darisini? Benar kau sudha baik-baik saja?”
“Nde, aku tidak betah disini. Lagipula, pekerjaanku kan maish banyak.”
“YA! Kau tidak usah memikirkan pekerjaanmu itu dulu, yang penting kau istirahat dan cepat pulihkan kesehatanmu, aro?”
“Huumm... gomawo Minho-shi.”
“Geurae, kajja. Aku akan mengantarmu pulang.”
“Aaniyo, tidak usah. Aku bisa sendiri Minho-shi.”
“Mwo? Apa kau menunggu Changmin?”
“Tidak, Changmin Oppa hari ini sedang ada pekerjaan yang tak bisa ditunda.”
“Lalu?”
“Aku hanya tak ingin merepotkanmu lagi. Bukankah hari ini seharusnya kau ada rapat? Aku akan naik taksi sendiri dan langsung pulang, tidak baik jika aku diantar-jemput pria lain. Suamiku pasti—”
“Ara... ara... aku sedikit tak suka ketika kau selalu menyadarkanku, jika kau sudah punya suami.”
“Mwo?”
“Aaaani.... Baiklah, aku akan pulang lebih dulu. Tapi kau harus janji, ketika sudah sampai dirumah kau harus menelponku.”
“Baiklah.” Balas Hiu hwi tersenyum seraya melambai singkat pada Minho yang sudah berancang-ancang pulang.
Gadis itu tampak menghela nafas panjang saat kini punggung Minho benar-benar tenggelam drai pandangannya. Dia akan pulang, akankah dia bertemu dengan Kyuhyun? Lalu, bagaimana nanti? Hiu hwi benar-benar stress memikirkan lanjutan hubungan pernikahannya dengan Kyu. Mengingat, sikap namja itu benar-benar memiliki kepribadian yang berubah-ubah dan sulit ditebak.
“Huft...” gadis itu tampak sedikit menyeret tas kecilnya berjalan keluar dan mencari taksi. Beberapa suster dan Dokter tampak tersenyum dan membungkuk padanya setiap kali ia lewat. Toh, beberapa orang disini memang sudah tau jika dia adalah istri dari seorang Cho Kyuhyun. Artis sekaligus anak Pengusaha terbesar di Asia.
‘Kenapa aku jadi takut pulang seperti ini? Apa sebaiknya aku pergi berjalan-jalan dulu, atau—’
“YA! NAIKLAH...” pekik seseorang seketika dari arah balik mobil mewah itu. Hiu hwi melongos, sekalipun ia tau itu mobil Kyuhyun, tapi tetap saja ia seakan tak perduli. Hiu hwi benar-benar tak tau, jika Kyuhyun sejak tadi pagi menunggunya didepan Rumah sakit ini.
“YA! Kau tidak mendengarku, huh?” Kyuhyun membuka kaca mata hitamnya lalu menoleh kearah gadis itu. Hiu hwi berdecak, sikap Kyu sama sekali tak berubah!
“Tsk! Kau ingin aku menggendongmu lalu memaksamu masuk begitu?”
“Memangnya kau siapa? Menyebalkan!” Hiu hwi sentak berbalikk kearah kanan dan berjalan untuk menjauhi mobil Kyu. Namja itu tampak menghela, apa Hiu hwi tak berpikir jika Kyu sekarang menahan getaran tubuhnya untuk tidak memeluk gadis ini?
“YA! Masuklah...” cegat Kyu saat tadi ia mengalah dan turun dari mobil untuk menggapai tangan gadis itu. Sungguh, Kyu tak tega membiarkan Hiu hwi berjalan-jalan sendiri padahal ia baru keluar dari Rumah sakit.
“Aku tidak mau! Memangnya apa perdulimu, huh? Lepaskan!”
“Aku memang tidak perduli padamu, tapi setidaknya sekarang kau—kau masih sakit! Aku akan sangat merasa bersalah, jika terjadi sesuatu padamu. Hiu hwi, jika kau memang marah padaku, kau bisa memukulku sekarang. Kau bisa membalas semuanya, jika kau—”
“Membalas? Kau pikir dengan begitu semuanya akan selesai? Aku akan bahagia? Aniya, Kyu... didunia ini kebahagiaan bukan diukur dengan kau menang dan seberapa tingginya kau dari orang lain, tapi dari hatimu yang bersih,” Kyu tertunduk, tampak ia menahan rahangnya agar tak terpancing emosi lagi.
“Kau benar-benar menyebalkan!” Umpat Hiu hwi hendak kembali melanjutkan langkahnya pergi. Namun sayang, Kyuhyun juga tak mau kalah dari egonya. Dengan gerakan cepat, namja itu pun sentak menarik tangan Hiu hwi dan menariknya untuk masuk kemobil.
“YA!” Kyu tak memperdulikan pemberontakan gadis itu lagi. Ia kembali memaksa tubuh Hiu hwi untuk masuk dengan cepat.
BRAAKKK
Kyu menutup pintu mobilnya dengan keras, seolah sekarang ia tak ingin main-main lagi.
“Ck! Lihatlah tingkahmu, kau masih sama saja.”
“Huh! Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi. YA! Kau pikir bagaimana aku merasakan jantungku ngilu setiap hari aku harus menahan untuk tidak melihatmu, huh? Kau pikir aku sengaja melakukannya? Kau pikir aku baik-baik saja ketika aku sudah membuatmu terbaring lemah seperti itu? Aku merasa—aku merasa takut menyakitimu lagi setiap kau berada didekatku. Aku gila... aku mengutuk diriku sendiri karna telah melakukan sesuatu yang fatal padamu!” Hiu hwi sentak melongo saat kini ia melihat Kyuhyun tengah berteriak-teriak sendiri tak karuan. Sepertinya, ia memang terlihat frustasi.
“Kyu... kau—”
“Wae? Kau pikir aku berbohong? Aku benar bukan? Setiap kali kau berada disisiku, kau pasti terluka. Cih, aku benar-benar namja pecundang.”
“Kyu...”
“Sudahlah, jika memang kau ingin pergi dan menjauh dariku. Pergilah, aku tidak akan memaksamu lagi.” Hiu hwi sontak terdiam sekarang. Kenapa jadi dia yang merasa bersalah seperti ini? Namja ini benar-benar...
CUP
Entah apa yang kini ada dipikiran Hiu hwi, yeoja itu dengan tiba-tiba mengecup pipi Kyu sekilas, membuat Kyu kontan saja berdesir hebat.
“Cepatlah jalan, aku ingin istirahat.”
“Hwi-ya...”
“Ce-cepatlah! Palli!” Decak Hiu hwi dengan nada yang begitu gugup. Kenapa tadi ia dengan beraninya melakukan itu? Astaga... Hiu hwi kini tampak merutuki dirinya sendiri.
=TBC=
NEXT CHAP
“KAU HAMIL ANAK SIAPA HUH? Selama hampir sebulan ini, kau libur bekerja di Pub. Lalu—”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar