Rabu, 01 Oktober 2014

_“ ITS OVER! PART. 13”_ [Kyu-Hwi Private]




_“ ITS OVER! PART. 13”_ [Kyu-Hwi Private]


Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                         : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Romance
This Story Original From @Jjea_


***



                “YA! Cho Kyuhyun... buka pintunya! YA! Kau gila, huh? Kenapa kau mengurungku disini?” pekik Hu hwi tak percaya seraya berusaha untuk mengetuk pintu itu dari dalam.
                “Diamlah! Kau tak boleh keluar dan lari kemanapun yang tak bisa ku jangkau Hiu hwi, tidak bisa!”
                “Kyuhyun-ah...”
                “Maafkan aku…”





‘Bahagia itu adalah...
Ketika kamu memiliki orang yang peduli, mencintai,
Dan mengerti dirimu lebih dari kamu mengerti diri sendiri....’



_“ ITS OVER! PART. 13”_



             Tampak sang surya itu perlahan-lahan merangkak pulang kebalik tabir gulita awan-awan hitam, menyisakan suram bias cahayanya yang beralih menjadi rintihan gelapnya dunia. Semilir sejuk angin berkumandang, meneduhkan hari dari sinar mentari untuk segera bersarang kedalam teduhnya sang rembulan. Inilah hidup, setelah terang kembali adanya gelap, selalu seperti itu. Bahkan mungkin, sampai perputaran dunia itu terhenti kelak.



* When it all began, Please stay in here... *



             Sunyi! Itulah kini yang terdengar dari dalam kamar mewah nan cukup elegan ini. Tak ada sayupan suara lagi yang terdengar, selain desahan panjang yang berulang kali dari bibir yeoja ini. Hiu Hwi... gadis itu tak tau lagi harus bagaimana menghabiskan waktunya didalam kamar ini sendiri, mengingat-ingat jika dulu ia pernah tidur disini bersama seseorang. Namun sayang, kini semuanya telah berubah. Pada kenyataannya, ia sudah tak pantas lagi berada dikamar ini.
             “Huhhh... apa yang harus aku lakukan?” Hiu hwi menoleh kearah samping, menatapi pintu kamar ini yang masih tertutup rapat. Sudah seharian ini Kyuhyun mengurungnya disini. Entahlah, apa yang sebenarnya namja itu inginkan darinya.
             “Tidak, aku tidak mungkin menghubungi Changmin Oppa dan memintanya menolongku untuk keluar darisini. Bisa-bisa Kyuhyun malah akan berbuat yang lebih lagi dari ini. Huhh... kenapa aku jadi merasa serba salah seperti ini? Aish... Cho Kyuhyun!” Hiu hwi kembali meletakkan ponsel mungil miliknya itu. Jika saja ia ingin, mungkin ia bisa meminta tolong pada Changmin atau Minho untuk membebaskannya dari kemar ini. Namun tidak, Hiu hwi sepertinya tak ingin membuat Kyuhyun tambah marah lagi padanya.

CKLEK!

             Terdengar suara pintu kamar itu perlahan-lahan terbuka seketika. Hiu hwi mendadak panik, dengan cepat ia pun melompat kembali keatas ranjang dan berbaring kearah samping; tepatnya memunggungi sesorang namja yang kini telah berdiri mematung memandanginya. Entahlah, Hiu hwi hanya masih merasa sebal dengan tingkah Kyu yang mengurungnya hampir seharian ini.
             “Ehem...” deheman yang cukup kencang itu terdengar dari bibir Kyu. Dengan langkah yang sedikit lebar, namja itu pun sontak menutup pintu dan berjalan ke sisi ranjang.
             “Ehem...” lagi-lagi Kyuhyun seolah sengaja untuk terbatuk, bermaksud mengetahui jika ia tak sedang mengganggu Hiu hwi terlelap saat ini.
             “Apa kau sudah tidur?” tanya Kyu seraya ikut naik keranjang itu, membuat Hiu hwi semakin menutup kedua matanya kuat-kuat. Sungguh, ia merasa begitu gugup saat ini. Hiu hwi benar-benar tak tau akan bersikap bagaimana saat ini, apalagi disaat namja itu menarik selimut dan menutupi tubuh Hiu hwi sampai kebahunya. Hangat!
             “Aku tau kau belum tidur Hiu hwi,” Kyuhyun sedikit memegang bahu kiri Hiu hwi yang memunggunginya sejenak, berpaling kedepan dan duduk tepat disamping yeoja itu sekarang.
             “Mianhae... jeongmal mianhae,” tungkas Kyu tulus, membuat Hiu hwi sontak termangu mendengarnya. Apa ia tak salah dengar? Mianhae?
             “Jangan tanyakan mengapa aku bersikap seperti ini padamu. Dari awal mungkin kau sudah mengenal sifatku. Aku memang namja yang selalu berlaku seenaknya dan tak pernah menggunakan otak. Yah, setidaknya itulah yang sering Appa katakan padaku. Hummm... kau tau? Aku bahkan bingung dengan diriku sendiri,” Hiu hwi membuka matanya perlahan mendengar perkataan Kyuhyun yang saat ini terdengar berat. Namja itu menghela nafas panjangnya seraya terus menatap dinding dihadapannya itu.
             “Hari ini adalah peringatan kematian Ah Ra Noona, hari yang selama ini aku benci sepanjang hidupku, dan hari dimana aku berteriak dan melihat jasad Noona-ku tenggelam di Danau. Setiap tahun, aku melewatinya dengan sendiri Hiu hwi, tanpa ada satu pun orang yang berniat untuk merangkulku. Dan aku pikir—sebenarnya aku memiliki seseorang yang dapat menemaniku untuk melewati hari ini, dan orang itu—” tubuh Hiu hwi menegang mendengar setiap kata per kata yang terlontar dari bibir Kyuhyun saat ini. Entahlah, kenapa degup jantungnya semakin lama semakin berdetak cepat.
             “Sepertinya, aku hanya memilikimu.  Yah, Satu-satunya orang bodoh yang dapat bertahan dengan segala sifat burukku selama ini. Hiu hwi...” Kyuhyun sentak menoleh kepunggung Hiu hwi, berniat untuk setidaknya memeluk gadis ini dengan erat.
             “Hwi-ya...” Kyuhyun sontak ikut berbaring, mengangkat tangannya untuk memeluk pinggang Hiu hwi dari arah belakang. Gadis itu berjengit, menahan nafas agar Kyuhyun tak mendengar degup jantungnya yang begitu cepat.
             “Jangan katakan, jika kau tidak mendengarku, eh?” Kyuhyun menempelkan wajahnya dipipi gadis itu, melirik kedua pelupuk mata Hiu hwi yang bergerak-gerak tak jelas; menandakan jika gadis itu sebenarnya belum tertidur.
             “Bodoh,” desis Kyuhyun tersenyum singkat dan mendaratkan kecupannya dipipi gadis itu untuk beberapa detik. Hiu hwi semakin mengatupkan kedua matanya kuat-kuat, saat Kyuhyun perlahan-lahan mulai membalikkan tubuhnya untuk terlentang.
             “Hey...” Kyuhyun memposisikan tubuhnya agar dapat menatap gadis ini dengan lurus, kedua tangannya ia topang di kanan-kiri Hiu hwi yang masih belum mengalah untuk membuka matanya.
             “Oh... jadi kau tetap tak ingin membuka matamu, heng?” Kyu berucap dengan nada sedikit jahil. Dada Hiu hwi bergemuruh, seolah ia tak tau harus bagaimana lagi sekarang.
             “Baiklah, setidaknya itu akan memudahkanku untuk berbuat macam-macam padamu.” Perkataan Kyuhyun kali ini sontak saja membuat Hiu hwi tanpa sengaja membuka kedua matanya. Menatapi wajah Kyuhyun yang sangat amat dekat dengannya sekarang.
             “M-mwo?” Hiu hwi gelagapan. Ia sadar, jika Kyuhyun dapat membuatnya lemah dengan mudah. Namja itu tersenyum miring, memandang penuh kemenangan pada Hiu hwi saat ini.
             “Kau benar-benar idiot, tapi aku sangat menyukai itu.” Kyu mengecup dahi Hiu hwi sekilas dan berangsur-angsur melekatkan kedua hidung mereka tanpa jarak.
             “K-kyu...” kedua tangan Hiu hwi terangkat, berusaha untuk menahan dada Kyuhyun agar berdiri untuk menjauh darinya sekarang.
             “Hemmm?”
             “Ini sudah terlalu larut, aku harus pulang.” Balas Hiu hwi tak enak. Kyuhyun diam, sepertinya rahangnya memanas saat ini. Entah mengapa Hiu hwi malah berkata yang dapat merusak suasana mereka sekarang.
             “Ini rumahmu, kau pikir mau pulang kemana lagi?” Kyu sedikit merubah nada suaranya menjadi kesal, Hiu hwi sadar akan hal itu. Namun apa daya, toh mereka tak ada hubungan apa-apa lagi saat ini.
             “Kyu... aku seorang wanita. Kita tak ada hubungan apa-apa lagi sekarang, dan aku—tak pantas berada dikamar ini bersamamu.” Ucap Hiu hwi dengan nada yang cukup bergetar. Kepalanya merunduk, seolah tak berani menatap manik mata Kyuhyun yang menghujam padanya.
             “Sekalipun dulu kita per—”
             “Aku tidak perduli!” Sela Kyuhyun cepat. Ia benar-benar tak ingin mendengar Hiu hwi memperjelas tentang hubungan mereka lagi sekarang.
             “Kyu, tapi—”
             “Tidurlah, ini sudah terlalu malam.” Kyuhyun manarik tubuhnya kesamping, memiring untuk tetap dapat memeluk Hiu hwi.
             “Kyu...” Hiu hwi sontak menyergah tangan Kyuhyun, menarik tubuhnya sedikit menjauh dari namja itu. Bagaimana pun juga, Hiu hwi masih tau batas-batasan yang diajarkan beberapa orang tua padanya. Kyuhyun diam, sepertinya ia tengah berusaha untuk meredam emosinya saat ini.
             “Jangan membuatku bersikap kasar padamu lagi Hiu hwi, kau ini kenapa?”
             “Kau yang kenapa Kyuhyun-ah? Kenapa kau harus mengurungku seperti ini? Aku ingin keluar, tapi kau menahanku. Aku ingin menjauh, tapi kau juga marah padaku. Apa kau mabuk? Kau benar-benar sudah kelewatan!” Hiu hwi sontak berbalik dan berdiri ditepi ranjang. Dengan mengambil kesempatan yang ada, yeoja itu pun kontan berjalan keluar dengan cepat dari kamar ini. Kyuhyun menghela nafas kasar dengan erangan emosinya yang benar-benar tak bisa ia tahan lagi.
             Namja itu pun ikut berdiri, mengambil sebotol alkohol yang berada diatas meja lalu menegaknya dengan kasar. Kyuhyun memicing, ia pun dengan cepat berjalan hendak menghampiri Hiu hwi kearah dapur, masih dengan memegang botol alkohol itu. Entah apa yang akan dilakukan namja ini sekarang, ia mematung seraya menatapi punggung Hiu hwi yang sibuk berjongkok untuk mengambil air dingin didalam kulkas. Kyuhyun kembali menegak alkohol itu dengan kasar, hingga—

PRANGGGGG!

             Namja itu menghempaskan botol itu hingga terhempas dilantai putih ini seketika. Hiu hwi terperanjat, ia sentak berbalik dan menatap Kyuhyun dengan sorot mata merah nan mengerikan. Hiu hwi diam, tampak wajahnya memucat sekarang. Ia tau jika saat ini kondisi Kyu dalam keadaan yang berubah-ubah dengan cepat, dan itu memang sedikit membuatnya takut.
             “Huhhh...” Hiu hwi mencoba untuk tidak memperdulikan keberadaan Kyuhyun saat ini. Gadis itu berlenggok dan hendak mencoba pergi keruang tengah; menghindar.
             “YA!” Kyuhyun sontak mencengkram lengannya kuat, membuat tubuh gadis itu sontak menghadap Kyuhyun sekarang. Hiu hwi terpaku, tubuhnya bergetar menahan sesuatu yang membucah dalam relung jiwanya saat ini.
             ‘Sudahlah, hentikan ini Kyu....’
             Gumam Hiu hwi melemah. Kyuhyun tak berkata apapun, selain menatap Hiu hwi dengan tajam. Hening! Hiu hwi benar-benar tak bisa bergerak lagi, saat ia merasakan tetesan bening itu jatuh tepat dipergelangan tangan Hiu hwi yang kini dicengkram oleh Kyu. Apakah hujan? Bukankah mereka tengah berada didalam rumah? Lalu air ini—
             Hiu hwi mendongak, menatap kedua mata Kyu yang memanas dan berair saat ini. Apa air itu adalah air mata Kyuhyun yang jatuh?
             “Kyuhyun-ah...”
             “Jika kau berani keluar satu langkahpun darisini, aku tak akan menjamin kita dapat bertemu lagi Cho Hiu hwi...” Kyuhyun semakin mengeratkan cengkramannya pada Hiu hwi, membuat gadis itu merasakan pergelangan tangannya seakan terdesak.
             “Bukankah dengan begitu... akan jauh lebih baik?” Hiu hwi mendongak membalas tatapan Kyu seketika. Yeoja itu tak dapat menahan air matanya tatkala ia melihat Kyuhyun menangis lebih dulu. Sakit! Sangat sakit melihat air mata itu.
             “YA!”
             “Tak ada yang dapat kita pertahankan lagi Kyu! Aku, kau... adalah kedua orang yang benar-benar jauh berbeda. Sifat kita, keluarga kita, hidup kita, semuanya berbeda. Tak ada persamaan satupun pada diri kita Kyu, lalu alasan apa yang dapat membuat kita seperti ini? Semua ini—”
             “Lalu karna perbedaan itu kau bersikap seperti ini, huh? Kau pikir bagaimana perasaanku?”
             “Perasaanmu? Kau masih bisa bahagia Cho Kyuhyun, bahkan tanpaku! Kau masih dapat hidup berbahagia dengan istri dan anakmu yang akan lahir sebentar lagi.”
             “HIU HWI!”
             “Semua ini atas kesalahanmu sendiri. Dulu, kenapa kau harus memaksa untuk menikah denganku? Berjanji tak akan melepaskanku apapun yang terjadi. Tapi kenapa? Kenapa kau malah berbuat yang dapat membuat kita berpisah? Kenapa kau melakukan ini padaku Kyu? Kenapa kau menyakitiku sesakit ini, huh?” Hiu hwi tak dapat lagi membendung air matanya sekarang.
             “Sudah berapa kali aku mengatakan padamu, jika aku tidak melakukan semua itu. Aku harus bagaimana lagi agar kau percaya padaku Hiu hwi?” Kyuhyun sontak memegang kedua sikut yeoja itu dengan tangan gemetar. Hiu hwi diam saat tubuhnya berguncang akibat Kyu, ini lagi-lagi menyakitinya.
             “Aku sudah berusaha untuk melepaskanmu, tapi ternyata aku malah menyakiti diriku sendiri. Kau tau, huh? Kau yang sudah membuatku seperti ini. Kau pikir aku menikahimu karna ingin balas dendam pada Changmin? ANIYA! ANIYA HIU HWI...” pekik Kyuhyun keras, mengeluarkan semua apa yang seharusnya ia katakan sejak awal.
             “Aku hanya cemburu! Saat aku mengetahui kau adalah kekasih Changmin, aku merasa iri dan terpukul. Aku takut kehilanganmu untuk itulah aku menikahimu, menjadikanmu milikku seutuhnya, sekalipun dengan cara memaksamu. Kau tak sadar, ohk? Seberapa kerasnya aku menahan semua ini? Mengutuk diriku sendiri karna telah membuatmu menderita seperti ini. Hiu hwi... aku tak bisa tertarik pada gadis lain kecuali padamu,” Hiu hwi sontak kembali mendongak mendengar kalimat panjang-lebar dari Kyuhyun kali ini.
             “Kyu...”
             “Aku minta maaf, aku minta maaf karna selama ini telah membuatmu menderita. Aku minta maaf Hiu hwi,”
             “Kyu...”
             “Jangan meninggalkanku lagi, tetaplah disisiku. Aku akan merubah sikapku untukmu Hiu hwi,”
             “Kyuhyun-ah...”
             “Saranghae...” Tubuh Kyuhyun sontak merosot pada tubuh Hiu hwi, hingga kini namja itu terlihat menjongkok, memeluk pinggang Hiu hwi dengan begitu erat. Entah mengapa, keadaan mereka terlihat miris sekarang. Hiu hwi merasakan syaraf-syarafnya tak bekerja dengan benar. Kyuhyun benar-benar berhasil melemahkan dan mengambil semua rasa dari Hiu hwi.
             “Berdirilah Cho Kyuhyun, apa yang kau lakukan?” isak Hiu hwi seraya berusaha menarik baju Kyuhyun berdiri. Namja itu tak berkutik, ia semakin mempererat dekapannya pada gadis itu.
             “Maafkan aku Hiu hwi, maafkan aku.”
             “Kyuhyun-ah!”
             “Aku tidak tau lagi apa yang dapat membuatmu percaya padaku. Sungguh, aku tak pernah melakukan apapun pada Rae In, itu bukan anakku, bukan Hiu hwi.”
             “YA! Cho Kyuhyun...” Hiu hwi semakin deras menangis. Melihat Kyuhyun seperti ini, sama saja menyakiti dirinya sendiri.
             “Kumohon, percaya padaku.”
             “Ara... ARA!” Hiu hwi lemas! Kini tubuhnya ikut merosot dan saling berjongkok bersama Kyuhyun. Dengan isak pedih, kedua tangan Hiu hwi terangkat dan menyentuh wajah Kyuhyun. Namja ini—terlihat begitu sangat rapuh sekarang.
             “Jangan seperti ini, ohk? Kau menyakitiku lagi Kyu,” Hiu hwi sentak mendekap tubuh Kyuhyun dengan erat, meratakan jarak yang beberapa detik lalu masih menghalangi mereka. Keduanya saling menangis, saling bertopang dibahu satu sama lain.
             “Hiu hwi, maafkan ak—”
             “Aku mencintaimu Kyu... aku mencintaimu. Tolong, jangan katakan maaf lagi padaku.” Ucap Hiu hwi tersengal, membuat Kyuhyun sontak saja terkejut bukan main. Dengan tenaga yang masih tersisa, Kyu pun sontak melepaskan dekapannya dan memandang Hiu hwi dengan nanar.
             “Hiu hwi...”
             “Aku—hmppmm—aku mencintaimu—” Hiu hwi berucap itu dengan kedua bibir yang bergetar hebat. Sungguh, ia tak dapat menghentikan semua tangis ini. Sulit!
             “Hwi-ya...”
             “Tidak perduli seberapa besar kau menyakitiku, perasaanku tetap seperti ini. Tidak perduli seberapa banyak aku menangis karnamu, perasaanku akan tetap selamanya seperti ini. Aku mencintaimu Cho Kyuhyun, aku mencin—”

CUP!

             Kyuhyun sentak menyela perkataan Hiu hwi dan menutup akses gadis itu berbicara menggunakan kedua daun bibirnya. Keduanya tampak saling bergulat dalam rasa manis dan pedih itu bersama-sama, menyalurkan segenap hasrat yang kini mereka rasakan.
             ‘Kyuhyun-ah...’
             Gumam Hiu hwi merasakan kehangatan saat mereka berciuman dipadu dengan air mata seperti ini. Hiu hwi sontak mengangkat kedua tangannya mengusap tengkuk belakang Kyuhyun.
             Nafas mereka terdengar sedikit tak beraturan saat kedua saling menjauhkan wajah mereka masing-masing, saling bertatapan dengan ekspresi sedikit lega.
             “Aku—juga mencintaimu, sangat Hiu hwi.” Kyuhyun menghapus air mata Hiu hwi yang sejak tadi mengalir dikedua pipinya. Gadis itu tersenyum tipis memandang Kyuhyun yang begitu terlihat tulus padanya.
             “Kau percaya padaku, ne?” tanya Kyuhyun seketika. Hiu hwi yang masih mengalungkan kedua tangannya dileher jenjang Kyuhyun pun sentak mengangguk-angguk.
             “Hiu hwi...”
             “Aku percaya padamu Kyu, aku percaya padamu. Tak perduli semua orang tak berpihak padamu, tak perduli semua orang menganggapmu apa, dan tak perduli ternyata kau salah atau benar, aku tetap akan percaya padamu. Aku tidak tau kenapa, tapi hatiku terus memaksakan diri untuk percaya padamu, untuk memafkanmu Kyu,” Hiu hwi mencengkram kaos yang dikenakan Kyuhyun saat ini.
             “Hiu hwi...”
             “Aku percaya padamu... aku percaya padamu.”
             “Ara, aku tau. Aku tau Hiu hwi pabbo.”
             “Untuk itu, aku ingin meminta satu hal padamu Kyu?” kedua mata Hiu hwi tampak sudah sangat merah sekarang, bahkan mungkin terlihat bengkak. Tak perduli akan hal itu, Kyuhyun pun sentak mengusap rambut gadis ini dengan lembut.
             “Pasti, aku akan melakukan apapun untukmu.”
             “Tolong—tolong buktikan padaku, jika itu bukan anakmu, ohk? Buktikan padaku Kyu, jika kau benar-benar tak melakukan itu pada Rae In.” Kyuhyun sontak diam mendengarnya. Dengan wajah yang sedikit pucat namja itu pun tersenyum dan mengangguk seketika.
             “Aku pasti akan melakukannya Hiu hwi, bahkan tanpa kau meminta sekalipun, aku akan tetap membuktikannya padamu.”
             “Aku percaya padamu Kyu...” Hiu hwi sontak mendekap tubuh Kyuhyun lagi dengan erat, begitu pula sebaliknya. Kyuhyun tampak menyadar dibahu Hiu hwi dan menghirup aroma yeoja ini cukup dalam.
             “Kau ingin menungguku? Menunggu anak itu sampai dilahirkan, heng? Aku berani melakukan tes darah setelahnya untuk membuktikannya padamu,” Kyuhyun merasakan Hiu hwi mengangguk dalam pelukannya.
             “Tolong... jangan biarkan aku mendengar, jika anak itu adalah anakmu Kyu.”
             “Pasti bodoh!”
             “Kyuhyun-ah...”
             “Tunggulah beberapa bulan lagi untukku. Setelah anak itu lahir dan aku dapat membuktikan semuanya padamu, kau harus kembali menikah denganku. Kau harus tetap menjadi Nyonya Cho seumur hidupmu, ohk?”
             “Nde.” Balas Hiu hwi seraya ikut mengeratkan pelukan mereka ini. Rasanya begitu lega, nyaman dan terasa sangat indah. Seluruh perjuangan yang telah dirancang Hiu hwi untuk terlepas dari Kyu ternyata sia-sia. Pada kenyataannya, ia sangat mencintai Kyuhyun. Ia hanya ingin namja ini tersenyum dan bahagia, itu saja.
             ‘Satu kata percaya darimu untukku Hiu hwi, itu sudah sangat cukup. Aku benar-benar sangat mencintaimu, mencintai gadis bodoh sepertimu....’


***


‘Keputusan tersulit yang harus kamu buat adalah...
Ketika kamu lelah bertahan,
Tetapi terlalu cinta untuk melepaskan.’



             Hari terlihat sudah tampak semakin pagi, mengosongkan awan hitam untuk segera menyambut sang mentari alam kesinggah sananya. Sebenarnya, tak ada yang berbeda dari isi rumah mewah ini sejak semalam. Hanya saja, sepertinya para penghuninya lah yang membuat tempat ini sedikit terasa berbeda sekarang.
             “Hummm...” gumam Kyuhyun seraya kembali membelai rambut Hiu hwi yang berada tepat dihadapannya. Sesekali, tampak ia tersenyum menatapi wajah itu, sesekali juga ia tampak diam mencoba ikut memejamkan mata. Sudah sejak semalam ia seperti itu, menjaga dan menatapi hiu hwi sampai sepagi ini. Bagi Kyu, itu adalah kegiatan yang begitu menyenangkan.
             Yah, semenjak kejadian semalam itu, Kyuhyun dan Hiu hwi tidur disofa tengah. Sebenarnya hanya Hiu hwi lah yang tertidur diatas sofa, sedangkan Kyu lebih memilih untuk duduk dilantai dan hanya menyandarkan kepalanya saja diatas sofa itu seraya membelai rambut hitam Hiu hwi sampai sepagi ini. Kyu hanya takut, ketika ia memejamkan mata, ternyata semua ini hanya mimpi belaka. Tidak, ia tidak mau itu terjadi.
             “Kyuhyun-ah...” desah Hiu hwi saat Kyu tak sadar gadis itu telah terbangun dari lelapnya. Kyu memaksakan kepalanya untuk mendongak. Sungguh, ia sangat mengantuk sekarang.
             “Hemmm?” Kyu tersenyum kecil sembari membelai pipi kanan Hiu hwi dengan lembut.
             “Pabbo! Kau pasti tak tidur semalam, ohk?” tebak Hiu hwi seraya berusaha untuk bangkit dari atas sofa ini.
             “Ani, siapa bilang aku tak tidur?” jawab Kyuhyun dengan mata sayup yang seakan hendak tertutup itu. Hiu hwi terkikik pelan, Kyuhyun benar-benar terlihat bodoh.
             “Ayo, berbaringlah diatas sofa ini.” Kyuhyun tampak mengangguk-angguk tak karuan sembari berdiri dan hendak menjatuhkan dirinya keatas sofa yang tadi menjadi tempat Hiu hwi tertidur itu.

BRUUKKK!

             “YA!” Hiu hwi sontak memekik tatkala kini Kyuhyun malah menempatkan posisi kepalanya diatas kedua paha gadis itu. Satu tangan Kyuhyun juga sedikit paksa menarik tangan Hiu hwi untuk berada dipipinya.
             “Ssstsss, diam mulut lebar. Aku ingin tidur!”
             “Tapi jangan di—”
             “Tundukkan kepalamu sebentar, ada yang ingin aku katakan lebih dulu.” Kyuhyun sontak menahan tengkuk Hiu hwi agar semakin merendah kearahnya, membuat gadis itu hanya mampu mengikuti perintahnya itu.
             “Mwo?”
             “Ini—”

CUP!

             Kyuhyun mengecup kilat bibir Hiu hwi untuk membasahinya. Yeoja itu melongo, tak kuasa menahan guratan merah akibat tingkah Kyu yang seperti ini.
             “Ciuman pagi pertama kita menjadi sepasang kekasih,” Kyuhyun terkekeh tipis, lalu kembali memposisikan tubuhnya agar lebih nyaman terlelap.
             “YA! Cho Kyuhyun, kau—”
             “Jika kau ingin bertengkar denganku nanti saja, ohk? Aku mengantuk sekali Hwi-ya.” Sela Kyu yang akhirnya mengalah, dan membiarkan  matanya tertutup dengan cepat. Hiu hwi terpaku, tampak sepertinya memang gurat kelelahan dilingkaran mata dan wajah Kyu saat ini.
             “Huhh... baiklah. Kali ini aku akan membiarkanmu lebih dulu!” Hiu hwi mendengus pelan kearah Kyu. Membiarkan namja itu tertidur dipangkuannya untuk yang kedua kalinya. Entahlah, rasanya begitu nyaman bagi Kyu tertidur dengan bersandar dibagian tubuh Hiu hwi seperti ini. Toh, dengan begitu, ia masih dapat merasakan jika Hiu hwi benar-benar bersamanya.
             “Dasar namja menyebalkan, bodoh!” Hiu hwi yang tadinya berniat hendak menjitak kepala namja inipun malah berbalik mengelus rambut Kyu. Ia benar-benar tak kuat memukuli namja yang kini tengah tertidur polos dipangkuannya. Seperti seorang anak kecil, wajah Kyu terlihat begitu manis. 

                      
***



* When it all began, Love U... *


                             
             Tampak kini Kyuhyun menggeliatkan tubuhnya perlahan-lahan, mengumpulkan nyawanya untuk kembali membuka mata secara utuh. Sudah jam 10 pagi, itu berarti ia sudah tertidur selama hampir beberapa jam diatas sofa ini.
             “Hummm... Hwi-ya,” desah Kyu yang masih ingin menutup kedua matanya. Tak ada jawaban, bahkan balasan sama sekali.
             “Ikan Hiu...” panggil Kyu dengan nada serak lagi. Namun tetap, tak ada sahutan. Kyuhyun menghela, dengan sedikit kekuataannya, namja itu pun sentak membawa tangannya untuk menyentuh sesuatu yang menjadi topangan bantalnya itu. Lembut! Bukankah tadi ia tidur dipangkuan Hiu hwi? Lalu, kenapa kaki Hiu hwi seolah tak bertulang seperti ini? Kyuhyun sontak beranjak, memaksakan kedua bola matanya terbuka seketika.
             “Hiu hwi-ya...” panggil Kyu seraya berbalik dan tak mendapati gadis itu. Topangan yang ia gunakan tadi juga telah berwujud bantal empuk. Tidak! Kemana Hiu hwi?
             “YA! Cho Hiu hwi...” teriak Kyu panik. Sepertinya, ia sudah melupakan rasa kantuknya beberapa menit tadi. Dibuangnya kasar selimut yang berada ditubuhnya sejak tadi. Berdiri, dan hendak mengitari lorong-lorong rumah mewahnya itu.
             “Hwi-ya...” panggil Kyu yang entah sudah berapa kali ini. Tetap tak ada jawaban! Kyu memucat, apa mungkin Hiu hwi pergi darinya? ANIYA, TIDAK MUNGKIN!
             Kyu sontak mengambil sweater hitam dan kunci mobilnya untuk berniat pergi mencari yeoja itu. Sampai seketika—
              “Kenapa bunga ini bisa tumbuh dengan banyak seperti ini?” Kyuhyun menatapi punggung seorang gadis tengah terduduk seraya menatapi bodoh cabang-cabang bunga dihadapannya. Kyuhyun menghela nafas leganya seketika. Hiu hwi... ternyata gadis itu berada diperkarang rumah depan mereka.
              ‘Lagi-lagi, kau hampir membuatku tak bisa bernafas Hiu hwi...’
              “YA!” Bentak Kyuhyun seketika, seraya menghampiri gadis itu dengan berdecak pinggang. Hiu hwi sentak menoleh, diliriknya bingung Kyu yang seakan hendak pergi itu.
              “Kau mau kemana Kyuhyun-ah? Kenapa sepag—”
              “Bodoh!” Kyuhyun sentak menarik tubuh itu kedalam dekapannya. Memeluknya erat dengan segenap rasa cemas yang tadi melandanya.
              “W-wae?”
              “Huhhh... kenapa tadi kau tak menyahut panggilanku? Apa kau tuli? Kau ini benar-benar...”
              “Mwo? Kau memanggilku? Waeyo?” Kyuhyun sontak melepaskan dekapan mereka seketika. Menggeleng dengan raut sebal pada gadis ini.
              “Ash, kau menyebalkan. Hampir saja aku jantungan karnamu!” Kyuhyun tampak berbalik dan hendak kembali masuk. Hiu hwi mengernyit, Kyuhyun benar-benar aneh dimatanya sekarang.
              “Kyuhyun-ah...”
              “Ohk?”
              “Aku pulang ke Apartment sekarang, nde? Aku harus mengganti bajuku dan—”
              “ANIYO!”
              “Mwo?”
              “Kau bisa memakai bajuku dilemari, tidak perlu pergi ke Apartment milik bosmu itu.”
              “Ta-tapi?”
              “Kau mau membantahku?”
              “Ish! Dasar kau ini... aku harus pulang dan mengambil beberapa berkas untuk kuserahkan pada Changmin Oppa. Lagipula, aku tidak bisa selamanya berada disini. Apa kata orang-orang nanti? Jika aku—”
              “Argh... kepalaku sakit sekali.” Sela Kyu yang sontak memegangi dahinya tiba-tiba. Hiu hwi terdiam, dengan cepat ia pun sontak berlari menghampiri Kyu. Tak perduli, jika namja ini sebenarnya tengah berbohong padanya.
              “Sakit? Sakit yang mana?”
              “Ini—kepalaku. Sepertinya aku akan demam Hiu-ie.” Manja Kyu dengan raut yang ia buat-buat sendiri.
              “Ah... geaureyo? Kajja, masuk. Aku akan mengompresmu.”
              “Nde, sepertinya kau juga harus merawatku sampai sembuh, ne?”
              “Tap—”
              “Argh...”
              “Kyuhyun-ah...” Hiu hwi hampir menangis saat mendengar erangan kesakitan Kyu itu. Sebenarnya Kyu benar-benar tak tega menatapi raut kekuatiran dari gadis ini untuknya. Namun tidak bisa, ia harus melakukannya agar Hiu hwi menurut untuk tetap tinggal.
              ‘Itulah mengapa, terkadang aku sangat senang mempunyai seorang wanita bodoh seperti dia...’
              Gumam Kyu terkikik seraya mengalungkan tangannya pada bahu Hiu hwi untuk berjalan. Ia terlihat sangat senang, senang sekali.


***



              Tak ada yang menjadi alasan Hiu hwi untuk keluar lagi dari rumah ini. Setiap jam, bahkan setiap menit Kyuhyun selalu saja merengek meminta apapun untuk menyuruhnya selalu sibuk. Hiu hwi benar-benar belum menyadari, jika Kyu hanya berpura-pura untuk mengelabuinya.
              “Yeobosseyo Minho-shi.”
              “Nde, yeobosseyo Hiu hwi-ya...” balas seseorang disebrang sana dengan nada antusias.
              “Hummm... bolehkah jika hari ini tugasku digantikan lebih dulu? Aku ada urusan mendadak, jadi—”
              “Nde? Gwanchana?”
              “Gwanchana, hanya saja—” Hiu hwi sentak memutar kepalanya untuk menoleh kearah Kyuhyun yang tengah tampak terbatuk-batuk tak karuan itu.
              “Hanya saja, aku harus merawat seseorang disini. Mungkin besok atau lusa aku akan dapat bekerja lagi.”
              “Seseorang? Nuguya? YA! Jangan katakan jika orang itu namja psiko itu, eh?”
              “Nde? Na-namja Psiko?” Kyuhyun tampak menghentikan batukannya tatkala ia mendengar obrolan Hiu hwi kali ini.
              ‘Siapa yang namja psiko? Aih... namja tak laku itu benar-benar ingin kubuat bangkrut rupanya!’
              Gumam Kyu penuh dendam.
              “Hahaha, nde. Gomawo Minho-shi.” Ucap Hiu hwi mengakhiri telpon mereka dengan tawanya yang cukup kencang. Kyuhyun terpaku, dia sedikit cemburu saat Minho selalu saja berhasil membuat gadis ini tersenyum seperti itu.
              “Wae?” tanya Hiu hwi mengernyit saat ia kini telah menoleh dan hendak menghampiri Kyuhyun.
              “Aniya... Hiu-ie...”
              “Hemmm?”
              “Bisakah kau berhenti saja darisana? Maksudku—kau tak usah bekerja lagi.”
              “Kyu...”
              “Aish... aro. Kau pasti tidak mau.” Kesal Kyu seraya mematuk bibirnya kedepan, seakan membuat sebuah bulatan kecil.
              “Aku akan berhenti kerja, saat aku menjadi Nyonya Cho lagi. Untuk itu, kau harus membuktikannya padaku lebih dulu, hem?” Kyuhyun sontak kembali menoleh pada Hiu hwi. Menatap tajam gadis ini sejenak, hingga akhirnya...
              “Aku pegang janjimu.” Bisik Kyu seraya mengecup pipi Hiu hwi sekilas.
              “Hhahaha... Yakso! Hummm... Kyu,” Hiu hwi tampak menatapi jendela ruangan ini yang hampir gelap. Sepertinya waktu cepat sekali berlalu hari ini.
              “Mwo?”
              “Bisakah aku pulang sekarang? Aku—”
              “Nde,”
              “Mwo?”
              “Biar kuantar, ne?”
              “Tidak usah Kyu! Bukankah kau masih sakit?”
              “Aku justru akan semakin sakit, jika membiarkanmu keluar sendiri. Kajja, aku tidak apa-apa.” Ucap Kyu seraya menggenggam tangan Hiu hwi untuk mengajaknya berdiri.
              “Tidak usah.”
              “YA! Aish... bisakah sekali saja kau jangan membantahku, eh? Memangnya apa susahnya jika kau hanya menurut perintahku.”
              “Mwo? Kenapa kau jadi berteriak-teriak seperti itu padaku Cho Kyuhyun? Aku masih bisa pulang sendiri, lebih baik kau istirahat saja disini.”
              “Tidak mau! Aku akan mengantarmu.”
              “Terserah kau saja, aku akan tetap pulang dengan naik taksi!”
              “YA!” Pekik Kyuhyun saat kini yeoja itu sudah melangkah cepat untuk keluar dari rumah ini. Kyuhyun sentak mengambil sweternya, lalu ikut melangkah keluar. Hiu hwi tampak mendengus kesal, saat ia melihat Kyuhyun terus saja mengikutinya seperti ini. Gadis itu hanya tak ingin Kyu kembali terserang demam.
              “TAXI!” Pekik Hiu hwi cepat seraya berlari dan masuk kedalam sebuah Taxi. Kyuhyun mendesis, ia dengan cepat juga ikut berbalik dan menaiki mobil mewahnya untuk mengikuti Hiu hwi.



***



@Blue Moon Apartment_



              Tampak Hiu hwi menghela nafasnya dengan panjang seraya berjalan untuk memasuki Apartment ini. Wajahnya menekuk, seakan begitu sebal dengan namja yang sejak tadi mengikutinya dari arah belakang ini.
              “YA! Sampai kapan kau akan mengikutiku terus seperti ini Cho Kyuhyun?”
              “Mwo? Si-siapa yang mengikutimu!”
              “Huhhh... aku sudah sampai di Apartment-ku, sekarang pulanglah. Aku ingin masuk.”
              “Masuk saja kedalam, memangnya kenapa?”
              “Ash... kau ini—” Hiu hwi sontak berjalan cepat dan membuka kode pin Apartment-nya itu segera. Tanpa memandang Kyuhyun lagi, yeoja itu pun sentak masuk dan menutup pintu dengan keras. Kyuhyun tertegun, setidaknya ia lega melihat Hiu hwi selamat sampai ketempat ini.
              “Hummm...” Kyuhyun menghela sembari berdiri menyandar di dinding dekat pintu Apartment gadis ini. Entahlah, ia seakan belum berniat untuk pulang.
              10 menit, 20 menit, bahkan sampai 30 menit berlalu, Kyuhyun masih mematung disini. Ingin sekali kedua matanya itu terpejam dan—
              “YA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” Pekik Hiu hwi histeris seketika, membuat Kyu mengurungkan niatnya untuk menutup mata. Hiu hwi menghela nafas kesetanan tatkala Kyuhyun ternyata belum juga pulang sejak tadi.
              “Aighoo... sebenarnya kau ini mau apa? Ini bahkan sudah hampir malam Cho Kyuhyun!”
              “Tsk! Bukankah tidak ada tulisan dilarang menumpang tidur disini? Kenapa kau marah-marah seperti itu.”
              “Pulanglah!”
              “Mwo?”
              “PULANG!”
              “YA! Cho Hiu hwi, kau membentakku heh?”
              “Nde. Cepat pergi... kenapa kau semenyebalkan ini, huh?”
              “KAU—” Kyuhyun sontak mendorong tubuh Hiu hwi hingga kini mereka masuk kedalam Apartment yeoja itu.
              “YA! YA! YA!”

BRUUKKK

              Kyuhyun sontak saja menjatuhkan tubuh mereka bersamaan diatas sofa, membuat degup jantung Hiu hwi kembali berdetak cepat.
              “Coba kau bentak aku lagi!” Seru Kyu, membuat Hiu hwi malah mati kutu sendiri. Aighoo... namja ini...
              “Lepaskan, kenapa kau hobi sekali melakukan tindakan kriminal seperti ini, eh?”
              “Kriminal? Cah, ini belum termasuk kriminal. Dasar pabbo!” Kyuhyun sontak mengigit telinga kiri Hiu hwi membuat gadis itu kontan bergidik seketika.
              “YA! Kyuhyun-ah...”
              “Perbolehkan aku menginap disini, nde?”
              “Aniyo!”
              “Jeball! Kau tega meninggalkanku sendiri disaat aku sedang demam seperti ini?”
              “Aku tidak perduli! Menyingkarlah dari tubuhku...”
              “Hiu hwi-ya...”
              “ANDWE!”
              “Hiu-ie... ayolah, Ohk? Boleh ne?”
              “TIDAK! Apa kata orang jika aku membaw—”
              “Hiu hwi-ya... jeongmal saranghae, kau tega menyuruh kekasihmu ini pergi seperti ini?” rengek Kyu manja. Wajahnya itu—wajahnya itu—aighoo... Hiu hwi hampir saja melemas saat ia melihat raut manja Kyu yang merengek padanya seperti ini. Seperti anak balita yang masih berumur 12 bulan.
              “N-nde, baiklah,” ucap Hiu hwi akhirnya, membuat Kyuhyun tersenyum miring.
              “Tapi, dengan satu syarat!” Lanjut gadis itu cepat.
              “Mwo?”
              “Kau tidur di Sofa ini, aro?”
              “Tidak masalah!”
              “Baguslah! Cepat menyingkir, aku ingin tidur.”
              “Hummm... night kiss lebih dulu.”
              “ANDWE!”
              “Sebentar saja, hanya setengah jam, hem?”
              “YA—HMMMPP—” Hiu hwi sentak bungkam saat kini Kyuhyun dengan seringainya menyumpal mulutnya itu dengan sadis.
              “Ky-kyu...”
              “Hiu hwi-ya... bagaimana jika kita taruhan?” Kyu sontak melepaskan tautan bibirnya itu dan memandangi Hiu hwi.
              “Mwo? Taruhan?”
              “Hu’um... saat aku menciummu lagi, kita lomba untuk tidak bernafas.”
              “Mwo? Kau gila? Kau ingin membuatku mati hanya karna berciuman denganmu, eh? Dasar tidak waras!” Jitak Hiu hwi seketika, membuat Kyuhyun mendengus sebal padanya.
              “Aku kan hanya memberi usul, kenapa reaksimu berlebihan sekali seperti itu.”
              “Siapa yang berlebihan? Kau itu yang gi—”
              “Aduh... kepalaku sakit,” ringis Kyu seketika, membuat Hiu hwi mengurungkan niatnya untuk membalas.
              “Waeyo? Kepalamu sakit lagi?”
              “Nde, sepertinya aku butuh Poppo lagi Hiu-ie...” kekeh Kyuhyun seraya menjangkau dagu runcing Hiu hwi dan mengecupnya gemas.
              “YA CHO KYUHYUN!”

***

              Disatu sisi, tampak kini Changmin tengah membuka amplop coklat tua yang tadi diberikan oleh anak buahnya itu. Memang, Changmin sudah menyuruh beberapa orang untuk mencari tau tentang kejadian sebenarnya antara kehamilan Rae In dan Kyuhyun. Bukan apa-apa, ia hanya ingin membantu menyelesaikan masalah ini.
              “Ini benar-benar—” Changmin sontak melonggarkan dasi yang ia kenakan saat ini. Kedua tangannya bergetar memegang beberapa foto yang kini berada tepat dihadapannya. Sungguh, kilat matanya itu seolah menandakan sebuah ketidak percayaan akan beberapa fakta yang telah ia pegang.
              “Huhhh...” Changmin mengepal keras setelah itu. Menahan gemuruh emosinya yang kian memuncak sekarang. Changmin benar-benar tak menyangka, tentang semua ini. Sungguh!
              Dengan mata yang memerah padam, namja jangkung itu pun sontak menekan beberapa nomor yang ia hafal; Cho Kyuhyun. Ia harus berbicara empat mata pada namja itu. Changmin mendengar nada panggilan masuk, namun sepertinya tak ada tanda-tanda orang yang akan mengangkat.
              “SHITTT!” Umpat Changmin seraya membantik kasar gagang telponnya seketika. Entahlah, sepertinya namja itu benar-benar sangat marah.



=TBC=

3 Episode Terakhir!      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar