Rabu, 01 Oktober 2014

“ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private] part 3

Tittle                 : “ ITS OVER!” [Kyu-Hwi Private]
Cast                  : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Shim Changmin, And Other Cast
Rating               : PG - 17 / Straight
Genre                : Romance
This Story Original From @Jjea_



***


‘Sabar itu... menyakitkan
Diam itu... menyiksa
Berbicarapun... terkadang percuma!
Apakah mencintaimu harus sesakit ini?’



_“ ITS OVER!”_



              Sinar rembulan itu tampak mengapung, seolah bersampan dari gemuruhnya langit malam ini. Hanya segelincir titik bintang-bintang kecil yang terlihat disana, mengambang bersama bebatuan langit yang terlihat samar. Malam adalah waktu yang indah untuk berbaring, memandangi penuh kebesaran Tuhan yang berada diatas sana.


* When it all began, She’s Mine! *


              Mungkin wajar jika kegugupan itu melanda seseorang ketika ia berdampingan dengan orang yang ia cintai. Yah, Hiu hwi selalu merasakan itu ketika ia berdekatan dengan Changmin. Seperti sekarang, yeoja itu bahkan tampak sangat terlihat bingung harus bertingkah seperti apa ketika Changmin semakin mendekati tempat ia berdiri sekarang.
              “Minum saja ini. Hhhh... kau harus sedikit pintar membedakan antara alkohol dan minuman biasa...” Changmin menyodorkan secangkir air dengan isi dan warna berbeda. Hiu hwi merunduk, seolah berusaha menyembunyikan wajahnya pada Changmin.
              “Minumlah, aku pastikan didalamnya tidak ada racun.” Changmin tampak tersenyum tipis, membuat Hiu hwi sedikit mendongak menatapnya. Sungguh, keadaan hubungan keduanya terlihat semakin canggung saja setelah pernikahan itu. Sudah beberapa bulan yang lalu mereka tak bertemu, bahkan Hiu hwi memang sengaja untuk menghindari Changmin selama ini.
              Sebenarnya dulu, hubungan kedua orang ini juga tak terlalu berjalan romantis. Changmin bukan sosok pria yang suka main-main. Dia termasuk pria yang serius dan dingin. Walau terkadang, Hiu hwi merasa Changmin lebih mementingkan semua pekerjaannya daripada hubungan mereka. Namun tetap saja, Hiu hwi mencintai namja jangkung ini dengan tulus. Mungkin benar jika sikap Changmin tak jauh berbeda dengan Kyuhyun, mereka sama-sama tak bisa mengatakan dan bersikap manis terhadap seorang wanita. Sejujurnya, pada saat Changmin mengetahui Hiu hwi menikah, pada saat itulah Changmin baru menyadari... kehilangan sesuatu yang berharga.
              “Bagaimana kabarmu? Kuharap kau bahagia...” Changmin menegak alkohol dihadapannya dengan sekali teguk. Kecewa, marah, cemburu? Changmin tak tau bagaimana harus bertindak ketika ia mengetahui gadis ini telah menikah. Begitu pula Hiu hwi, ia  bahkan tak tau harus bagaimana pada saat itu. Ia bingung... bahkan Changmin sama sekali tak melakukan apapun pada saat ia mengetahui Kyuhyun memaksanya menikah.
              “Menurutmu aku bagaimana? Bahagia?” tanya Hiu hwi berbalik. Changmin sentak menoleh, membuat pandangan mereka bertemu seketika. Kelopak mata Hiu hwi berair, seolah kini ia benar-benar ingin menangisi takdir hidupnya. Sungguh... betapa ia merindukan namja ini.
              ‘Changmin Oppa...’


              Dilain tempat, tampak kini Kyuhyun sentak melepaskan cengkramannya dan berbalik menatapi kedua orang yang sekarang berdiri tepat dihadapannya itu. Kedua tangannya melengkung untuk berdecak pinggang, seraya tersenyum sinis dengan sebuah umpatan kecil.
              “YA! Lee Hyuk Jae, untuk apa kalian berdua datang kemari huh?”
              “Kyu, aku juga diundang ke pesta ini. Hhh... kemarin Rae In merengek padaku agar dia ikut, dia mengatakan jika dia merindukanmu. Ini bukan salahku...” ungkap Eunhyuk membela diri. Kini picingan Kyuhyun beralih pada gadis cantik disisi kanannya.
              “Tenang saja, aku tidak akan berbuat macam-macam. Malam ini, aku akan menjadi pasangan Eunhyuk Oppa, kau tak usah kuatir.”
              “Aku hanya tak suka, jika istriku nantinya berpikir yang macam-macam. Jangan bersikap kekanak-kanakkan lagi Rae In-ah. Disini banyak wartawan, kau tak boleh asal menggandeng tanganku seperti tadi.” Rae In sontak terdiam mendengarnya. Entahlah, ada rasa tak suka ketika ia menangkap kalimat Kyuhyun kali ini
              “Kau masih memikirkan perasaan istrimu Oppa? Aku pikir hubungan kalian sangat buruk. Hhhh... baiklah, aku mengerti.”
              “Rae In-ah...” sergah Kyu cepat saat tadi Rae In hendak berlalu dari hadapannya.
              “Sudahlah, aku sadar bagaimana posisiku untukmu Oppa. Aku—”
              “Jika berada dalam lingkungan keramaian seperti ini, sebaiknya kita seolah tak saling mengenal,”
              “Mwo?”
              “Nanti aku akan menelponmu...” Kyuhyun kembali melanjutkan perkataannya seraya berbalik dengan santai. Rae In tercenung, perkataan namja itu tadi sebenarnya cukup menyakitkan untuknya.
              Eunhyuk tampak menggeleng menatapi tingkah sahabatnya itu. Sudah tak heran lagi untuknya mendapati sifat Kyu yang terkadang cukup kejam dan sering berubah-ubah itu.
              “Sudahlah, kenapa diam? Ayo masuk...” Eunhyuk sentak menarik tangan Rae In untuk kembali menikmati pesta mewah itu lagi. Rae In memutar bola matanya, seolah tak ingin ada orang lain yang melihat guratan kesedihannya ini. Entahlah... saat berada diluar seperti ini, Kyuhyun seolah terasa amat sangat jauh darinya. Sungguh berbeda dengan Kyuhyun yang setiap malam datang ke Bar dan memintanya untuk menemani malamnya itu.
              ‘Apa mungkin, kau memang tak pernah menganggap keberadaanku Oppa? Apa mungkin, kau memang hanya melihatku sebagai boneka penghiburmu dikala sepi saja?’
              Gumam Rae In seraya menatapi punggung Kyuhyun yang telah lebih dulu berjalan dari mereka. Namja itu tampak melebarkan langkahnya, seolah mencari seseorang yang sejak tadi membuatnya kuatir. Yah, Kyu akan sangat menjadi panik ketika ia menyadari Hiu hwi sendiri ditempat asing. Bukan apa-apa! Toh, yeoja itu memang terkadang selalu sengaja membuat tingkah aneh, hingga Kyu bisa mengalami komplikasi jantung mendadak.
              Bukankah tadi ia tinggalkan Hiu hwi sendiri? Gadis itu cukup cantik, Kyu khawatir akan ada yang menggoda istrinya itu. Yah, menggoda? Mungkin, sesosok Changmin yang tak sengaja berdekatan dengan Hiu hwi saat ini tidaklah termasuk menggoda. Buktinya, mereka hanya mengobrol datar dengan bahasa resmi yang mereka gunakan. Entahlah... mereka seolah terilhat seperti orang yang baru bertemu.
              “Bagaimana pekerjaanmu? Sepertinya lancar...” Hiu hwi kembali mengalihkan tatapannya lagi pada Changmin, seolah tak ingin terbius dengan lekuk rahang sempurna yang namja ini miliki.
              “Yah, begitulah. Aku baru saja ingin memulai semuanya dari awal lagi, kegagalan dimasa lalu itu sudah cukup memberikanku sebuah pelajaran.”
              “Kau pasti bisa Oppa, aku yakin itu.” Changmin sontak saja kembali menoleh untuk menatapi Hiu hwi. Sungguh, ia sudah lama tak mendengar yeoja ini memanggilnya dengan sebutan ‘Oppa’. Hiu hwi tertunduk, ia cukup kikuk saat kini kedua bola mata Changmin menghunus dalam padanya.
              “Hiu hwi-ya...”
              “Ak-aku... aku ingin permisi ke toilet sebentar Oppa.”
              “Hemmm...” terdengar Changmin hanya bergumam pelan sebagai jawabannya. Hiu hwi tersenyum kecil; sebuah senyum singkat yang sedikit ia paksakan. Gugup! Ia harus menenangkan diri terlebih dulu sekarang, sebelum Kyu menemukannya dalam keadaan seperti ini.

BRUUKKKK

              Belum sempat Hiu hwi hendak melangkah jauh, tampak kini salah satu pelayan tanpa sengaja menabraknya dan membuat pakaian yang kini Hiu hwi kenakan menjadi kotor akibat tumpahan jus itu. Kejadian itu cukup menarik perhatian, membuat Changmin sontak menghampiri Hiu hwi dna melihat keadaan gadis itu dengan panik.
              “Gwanchanayo Hiu hwi?”
              “Ah... gwanchana.”
              “Hahhhh... seharusnya kau lebih hati-hati.” Tandas Changmin pada pelayan yang tadi menabrak Hiu hwi itu.
              “Jweseonghamnida... Jweseonghamnida...” pelayan itu merunduk takut, membuat Hiu hwi semakin tak tega saat ini.
              “Nde, sudah. Tidak apa-apa...”
              “Kau benar tidak apa-apa?” tanya Changmin serius seraya dengan sigap mengambil tissue, bermaksud untuk membersihkan sisa-sisa jus dibaju Hiu hwi.
              “Tidak usah Oppa, biar aku saja.”
              “Apa kau bawa baju ganti?” Changmin tak memperdulikan perkataan Hiu hwi dan kembali bertanya serius. Yeoja itu tertegun, ia benar-benar sangat merindukan perhatian Changmin yang berlebihan ini padanya.
              “Aniya, aku tak—”
              “YA! Apa yang kau lakukan?” tanya seseorang seketika, membuat semua orang menoleh kearah sumber suara. Kedua mata Hiu hwi mendadak melotot tatkala kini ia menatapi Kyuhyun tengah tersenyum sinis seraya berjalan menghampiri mereka. Baiklah, sepertinya akan ada perang dunia ke-6 setelah ini.
              “Ah...” Hiu hwi rekleks memundurkan tubuhnya sedikit untuk menjauh dari Changmin. Benar, sekalipun begitu. Ini sudah terlambat, Kyu sudah melihat bagaimana tadi tangan Changmin dengan bebasnya menyentuh setiap inci tubuh Hiu hwi. Berlebihan? Sekalipun Changmin hanya bermaksud untuk membersihkan sisa jus itu, tapi dimata Kyu itu seperti pesan bomerang yang menyuarakan permulaan sebuah perang.
              ‘Matilah aku...’
              Gumam Hiu hwi panik! Tampak kini Changmin dan Kyuhyun saling menatap tajam. Terlihat sekali rahang Kyu mengeras dengan mengepalkan tangannya keras. Entahlah... kedua namja tampan ini seolah sama-sama menyimpan dendam yang mendalam. Dendam yang mungkin memang telah ada sejak dulu.
              “Kyuhyun-ah... ini tidak seperti yang kau lihat. Changmin Oppa hanya berniat unt—” belum sempat Hiu hwi hendak melanjutkan kalimatnya itu, Kyuhyun sudah lebih dulu mencengkram tangannya dan menarik tubuhnya kasar. Hening! Sepertinya, ini akan menjadi tontonan bagus dipesta ini.
              “Kyuhyun-ah...” desah Hiu hwi pucat, membuat Kyu menoleh untuk menatapnya tajam. Hiu hwi tau, jika Kyuhyun sudah menampakkan ekspresi seperti ini. Maka, itu berarti ia sedang tak ingin bermain-main. Dan mungkin saja, sifat kekejaman Kyuhyun akan keluar disini; ditempat ramai.
              “Lama tidak bertemu, Kyu. Apa kabarmu?” Changmin terlihat memulai untuk mengubah suasana. Bagaimana pun juga, ia tak ingin membuat kekacauan disini.
              “Buruk!” Balas Kyu cepat seraya tersenyum sinis.
              “Sepertinya begitu...” Kyuhyun kembali sekuat tenaga menahan emosinya, apalagi jika tadi ia mengingat bagaimana tangan Changmin menyentuh Hiu hwi.
              “Tadi aku hanya tidak sengaja bertemu Hiu hwi. Sudah lama kami tidak saling menyapa, kau pasti mengerti itu.”
              “Geurae, tentu saja.”
              “Ada baiknya kau menyuruh Hiu hwi mengganti pakaian lebih dulu. Sepertinya, dia tidak cocok dengan keramaian seperti ini.” Changmin tampak tersenyum. Sangat jauh berbeda dengan ekspresi yang ditunjukan Kyuhyun sekarang! Bahkan untuk berpura-pura tersenyum pun ia tak bisa. Gemuruh emosi dalam darahnya seolah sudah terkoyak, ia semakin membenci sennyuman Changmin ini.
              “Aku tau mana yang cocok dan mana yang tidak untuk istriku!”
              “Benarkah?” tangan Kyu kembali mengepal, seolah ia sudah tak sabar lagi untuk memukul wajah namja dihadapannya ini. Hiu hwi yang sadar akan hal itu pun, sontak mengangkat tangannya untuk menahan lengan Kyu. Namja itu mengerang...
              “Jeball...” bisik Hiu hwi pelan dengan pelasannya. Bukan apa-apa, gadis itu hanya tak ingin jika kelak Kyu bertindak emosi dan tak memikirkan hal lain. Bagaimana pun juga, masih banyak orang yang ada disini memperhatikan mereka.
              “Lepaskan tanganmu...”
              “Kyu...” Hiu hwi semakin mengeratkan pegangan tangannya itu pada lengan Kyu. Hening! Sebenarnya Kyuhyun bukanlah namja yang mampu mengontrol emosinya pada orang lain, terutama pada orang yang ia benci seperti Changmin. Kyu tampak mengambil cangkir berisi alkohol dihadapannya lalu meneguknya dengan buas. Sampai...

PRANGGGG

              Kyu dengan sengaja melemparkan cangkir minumannya itu kelantai, membuat semua orang terkejut. Nafasnya memburu layaknya sang setan tengah menguasainya! Changmin mendongak, sepertinya Kyu tak bisa diajak main-main lagi.
              “Cho Kyuhyun... bersikaplah sedikit dewasa! Jika kau memang ingin berbicara denganku, kita bisa membicarakannya ditempat la—”
              “Hhahahaha... maaf aku mengejutkan kalian semua. Tadi, aku benar-benar tidak sengaja,” sela Kyu seraya memicing menatap Changmin dengan sinis. Semua orang tampak melongo, termasuk Hiu hwi.
              “Changmin-shi... terima kasih karna tadi telah membantu istriku tercinta ini, nde? Dia memang sedikit ceroboh, untuk itulah dimanapun berada, dia pasti akan membuat ulah. Kau ini—” Kyuhyun tampak mulai mengubah ekspresinya menjadi tenang, Baiklah, dia seorang aktor yang terkenal. Sudah banyak Film yang ia bintangi, jadi aktingnya ini mungkin dapat membuat semua orang percaya.
              “Apa kau sudah lelah Chagi?” Kyuhyun menangkupkan kedua tangannya dipipi Hiu hwi seketika. Gadis itu tak berkutik, ia benar-benar tak tau apa yang tengah dilakukan Kyuhyun kali ini. Berusaha untuk meredam emosinya kah? Atau...
              “Kau tak ingin menyapa teman lamamu ini? Katakan padanya, jika pernikahan kita begitu bahagia.”
              “Nde?”
              “Ayolah... gwanchana. Bukankah dulu kalian pernah dekat? Ah... tapi itu dulu. Yah, sekarang semua sudah berubah. Kau tau Changmin-shi? Hiu hwi sepertinya sudah sangat mencintaiku, benarkan sayang?”
              “Kyu...”
              “Ayo katakanlah, tau usah malu-malu.” Hiu hwi tampak merunduk sekarang. Bagaimana ini? Apakah mungkin ia bisa mengatakan kata cinta kepada orang lain, sedangkan cinta pertamanya berada ditempat ini.
              “Geurae, aku sangat mencintaimu Kyu...” ucap Hiu hwi dengan nada bergetar tanpa melihat apapun selain merunduk dan menghela nafas. Kyuhyun tersenyum miring, dapat ia sangsikan jika sekarang Changmin semakin tak enak hati.
              “Hahaha... gomawo Chagi. Ah ya... apa kau tau juga Changmin-shi? Malam pertama kami dilakukan pagi hari, bukan malam seperti pasangan lain. Hahahaha...” tawa Kyu terdengar sekarang. Hiu hwi sontak terkejut, begitupula Changmin! Kenapa Kyu harus menceritakan hal memalukan itu juga?
              “Kyu...”
              “Kami bahkan melakukannya didekat meja makan. Hahaha, Hiu hwi benar-benar menggodaku. Aku ingin secepatnya, rahimnya ini dihadiri seorang bayi, hasil benih yang kutanam padanya,” Kyu menatap tulus wajah Hiu hwi yang berada dekat dihadapannya. Semakin lama, Kyu sedikit menggeser wajahnya, sampai...

CUP

              Kyu menekan tengkuk gadis itu kedepan, dan mengecup bibirnya lembut. Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah, daun bibir Kyu seolah tumpang tindih mengusapnya lembut. Baiklah, kejadian ini cukup membuat semua orang menganga. Untuk kali ini, tampaknya Changmin lah yang mengepal emosi.
              “Hummm...” Kyu menarik wajahnya menjauh dari Hiu hwi. Kedua bola mata Kyu mengerjap dengan senyuman lebarnya.
              “Kau habis minum Valilla, hem? Kau terasa semakin manis di indera perasaku.” Kyuhyun mengusap puncak kepala Hiu hwi dengan lembut, seolah tak perduli akan alam sekitarnya.
              “Kyu...”
              “Kita pulang, nde? Sepertinya kau sudah lelah,” Kyu menggenggam tangan Hiu hwi dengan erat dan tampak kembali mendongak pada Changmin.
              “Sahabat lama, kami pulang dulu ne? Kapan-kapan aku akan menceritakan hal yang lebih lagi padamu tentang pernikahan kami. Yah, siapa tau saja dengan begitu, kau merasa ingin cepat menikah.” Kyu tampak menepuk bahu Changmin dengan seringai senyum puasnya. Yah, dia benar-benar sangat amat suka tatkala menatapi wajah Changmin yang mati kutu dan pucat saat ini.
              Tubuh namja itu tampak berbalik, begitu pula Hiu hwi yang sejak tadi tak tau harus bersikap bagaimana. Changmin kini sudah mengetahui bagaimana pernikahannya dengan Kyuhyun. Ia takut, Changmin akan semakin menjauhinya karna hal ini.
              Sedangkan Kyu? Sepertinya ia tak pernah henti-hentinya tersenyum sinis penuh dendam! Seolah tak perduli, bagaimana reaksi Eunhyuk yang hanya menganga mendapati tingkahnya itu. Sepertinya Eunhyuk baru ingat, pembicaraan Kyuhyun yang ketika itu mengatakan bahwa ia sudah merenggut sesuatu yang berharga dari Hiu hwi.
              “Jadi, mereka memang sudah—”
              “Apa itu benar?” tanya Rae In dengan kedua kelopak matanya yang basah. Entahlah, sekarang rasanya sulit sekali untuk menahan air mata itu.
              “Rae In-ah...”


***


Aku mencintaimu dengan caraku sendiri,

Aku membahagiakanmu dengan caraku sendiri,
Dan ketika aku pergi, bukan berarti itulah caraku untuk meninggalkanmu.
Tapi untuk kebahagianmu sendiri!’



* When it all began, I’m Stupid! *



BRAKKKK


              Hiu hwi sentak terperanjat seketika tatkala Kyu menutup pintu mobilnya dengan cukup keras. Yeoja itu sedikit melongo, mengingat kini Kyu yang sedari tadi diam sentak masuk kedalam rumah dengan ekspresi kalut. Hiu hwi amat tau, jika sebenarnya emosi Kyu tak pernah turun semenjak tadi.
              “Hhhh... apa yang akan terjadi padaku setelah ini?” Hiu hwi membuka knop pintu mobil itu dengan malas. Berjalan masuk dengan sedikit paksa menyeret tubuhnya perlahan. Kepalanya merunduk, menatapi sisa-sisa jus yang menjadi titik awal permasalahan tadi.
              “Ini semua karna—”gerutuan Hiu hwi tercekat saat kini ia menatap Kyu berdiri dengan berdecak pinggang dihadapannya. Namja itu tampak meneguk air dingin dari dalam kulkas, seraya menatapinya dengan tatapan—errr—mengerikan!

PRANGGGG

              Baiklah, lagi-lagi Kyuhyun kembali menyalurkan hobinya ketika sedang emosi. Yah, membanting-banting barang seenaknya! Bahkan lihatlah, botol minuman itu kini sudah tak mempunyai bentuk lagi.
              “Hhhh... Kyuhyun-ah, sebenarnya yang tadi itu Cuma salah paham. Kenapa kau selalu cepat sekali menafsirkan segala sesuatu atas dasar pikiranmu sendiri huh?” Kyuhyun tak menjawab, kini ia semakin memicing menatapi Hiu hwi yang berdiri tak tegap dihadapannya.
              “M-mmwo?” tanya Hiu hwi tampak salah tingkah. Yang benar saja, kenapa jantungnya kini semakin berdegup kencang? Bukan apa-apa, tapi karna tatapan Kyuhyun yang mematikan itu.
              “Aku akan mandi sebentar...” Hiu hwi mengalihkan pandangannya, berusaha mati-matian untuk seolah tak perduli dengan picingan setan Kyu itu. Sungguh! Hiu hwi amat terlihat ketakutan sekarang...
              “Berhenti disana!” Ucap Kyu bersuara. Hiu hwi tergelak, kenapa ia merasa semakin takut?
              “Nde?” Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah. Tampak ketukan kaki Kyu terdengar menghampirinya.
              ‘Ya Tuhan... selamatkan aku!’
              Gumam Hiu hwi seraya menutup kedua matanya dan sedikit merunduk.
              “Kau sadar apa kesalahanmu?” tanya Kyu seraya membuka jas dan mengendurkan dasi yang ia pakai. Hiu hwi mendongak, nampak ia belum berani menatap mata Kyu.
              “Mwo? Hummm... arasseo. Kali ini, aku mengaku salah.” Balas Hiu hwi lemas.
              “Lalu?”
              “Kyu... ini sudah malam. Apa tidak sebaiknya kita tidur lebih dulu? Sungguh, aku sangat lelah.”
              “Tidur? Kajja...” Kyu sentak memegangi bahu kanan yeoja itu dan menarik syal yang sejak tadi menutupi tubuh bagian atas Hiu hwi. Gadis itu tersentak, sepertinya ia salah bicara lagi.
              “Hhh... aku lelah. Sudah, jangan mengajakku berdebat.” Hiu hwi sentak menepis tangan Kyu dan hendak berlalu untuk memasuki kamar mereka.
              “YA! BERHENTI DISANA!” Bentak Kyu seketika, membuat Hiu hwi sontak diam. Sejujurnya, sudah sedari tadi Kyu menahan emosinya ini. Sebenarnya apa keinginan namja ini? Hiu hwi menghela nafas, ia benar-benar tak habis pikir akan jalan pikiran Kyu yang menurutnya memiliki belasan kepribadian ganda ini.
              “Lepaskan bajumu sekarang?”
              “MWO?” Hiu hwi berbalik dengan kedua mata terbelalak kaget.
              “Kubilang, lepaskan! Apa kau tuli, huh?”
              “Omo... YA! Kau gila Cho Kyuhyun?”
              “Kau ingin melepasnya sendiri atau aku yang akan melepaskannya!” Ancam Kyu serius, membuat Hiu hwi hanya menyeringai tak percaya. Sebenarnya Hiu hwi tau, jika Kyu sedang tak bercanda dengan ucapannya itu.
              “Kau pikir aku semudah itu? Sejak tadi aku sudah bertahan menahan semua emosiku Cho Kyuhyun, tapi sepertinya kau memang sudah tak memiliki akal sehat lagi,”

BRAAKKKK

              Kyu mendorong kursi makan mereka dengan kasar. Namja itu mengerang, dengan cepat ia langkahkan kakinya menghampiri Hiu hwi, seolah ingin membuktikan jika ucapannya tak main-main.
              “YA! Cho Kyuhyun apa yang kau lakukan?” berontak Hiu hwi dengan nada yang gemetar hebat, saat kini tangan Kyu terlihat dengan paksa merobek pakaian yang ia kenakan.
              “Kyuhyun-ah...” Hiu hwi melemah! Tampak kini ia merasa ingin menangis... tingkah laku Kyu kali ini benar-benar membuatnya merasa menjadi gadis terhina.
              Kyu diam! Sejujurnya, kerling matanya tampak tak tega menatapi Hiu hwi yang seolah tak berdaya lagi akibat ulahnya. Mungkin gadis ini merasa sebuah ketakutan yang amat sangat menggerubungi tubuhnya sekarang.
               “Kyu...”
               Terdengar suara sobekan disana, Hiu hwi merasakan jika kini pakaian yang ia kenakan semakin bergeser dan tertarik melalui tangan Kyu. Yeoja itu merunduk dengan isak tangisnya yang ngilu. Percuma... percuma jika ia memberontak lagi. Toh, sekarang, dengan sekali hentakan pakaian itu sudah berpindah ditangan Kyu.
               “Buang pakaian ini! Aku tidak mau ada satu barang pun yang telah disentuh Changmin berada ditempatku, kalau perlu kau bakar agar aku tak melihatnya lagi,” Kyu sentak membuang pakaian itu kelantai dengan kasar. Namja itu mendongak, menatapi Hiu hwi yang masih menangis dihadapannya. Sebenarnya ia meminta pakaian itu bukan karna ingin melakukan sebuah tindakan yang mengerikan, tapi karna ia benci dengan baju itu. Baju yang sudah disentuh oleh musuh bebuyutannya.
               Kyu sentak berbalik, menghampiri Hiu hwi seraya membuka jas hitamnya lalu ia tangkupkan pada tubuh gadis itu. Entahlah... sebenarnya, Kyuhyun tak bermaksud menyakiti Hiu hwi seperti ini.
               “Tidurlah...” ucap Kyu seraya berjalan mundur dan masuk kekamarnya. Tubuh namja itu bergetar, sepertinya ia juga menahan sebuah perasaan yang sulit ia ungkapkan sendiri. Hiu hwi tak habis pikir dengan dendam Kyu itu. Yah, terkadang ia bertanya-tanya mengapa Kyu sampai sangat membenci Changmin separah ini? Mungkinkah ada sebuah kisah masa lalu yang menyakitkan diantara mereka?



~TBC~


Next Chap


“Kau mau kemana, huh?”
“Bukankah kau ingin bermesraan dengan simpananmu itu? Begimana kalau dikamar kita saja? Tenang... aku akan pergi keluar sebentar. Jadi silahkan lanjutkan, dan aku berjanji tidak akan menganggu lagi.” Hiu hwi dengan cepat berjalan mendahului Kyuhyun. Tampak jelas disudut matanya, Rae In berdiri tegap seraya melipat kedua tangannya didepan dada. Kenapa Hiu hwi merasakan sesak sekarang? Bahkan, ia menjatuhkan air matanya tepat disaat pintu rumah itu tertutup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar