Rabu, 01 Oktober 2014

_“BAD BOY!”_ Part. 7_ [KYU-HWI SCHOOL]

_“BAD BOY!”_ Part. 7_ [KYU-HWI SCHOOL]


Tittle                     : “BAD BOY!”
Cast                        : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating                   : PG-17 / Straight
Genre                   : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!



              “Tuan Cha, siapkan semuanya. Aku ingin pulang ke Rumah, katakan pada Eomma.” Hanya kalimat itu yang Kyuhyun ucapkan, lalu ia matikan sambungan itu lagi secara sepihak. Hiu hwi nampak masih bingung, apa yang sebenarnya ingin dilakukan namja ini.

              “Buka mulutmu, ketika aku melakukannya!”

              “Mwo? Ka—”

 

CUP!





This Story Original From @Jjea_





***



‘Aku mengerti bagaimana itu cinta,
Tapi, yang tidak aku mengerti adalah ...
Kenapa aku harus jatuh cinta padamu?’



_“BAD BOY!”_  Part. 7_




              Sinar mentari itu seolah terengkuh, membiaskan sedikit cahaya redup yang berdendang bersama sang angin. Alam sepertinya tampak bergemuruh lirih, seakan membiarkan jejak gumpalan awan itu berlalu tanpa bentuk. Mendung? Sore ini memang tak ada tanda-tanda mentari akan kembali menyengat dengan keagungannya, tapi ia juga sepertinya tak mempunyai tanda-tanda untuk turun hujan. Entahlah, sepertinya anginlah yang memimpin dunia kali ini.


               * When it all began ... Change! *


              Tampak gadis berambut pirang ini sentak berjalan dengan dengusan dan umpatan pelan melalui kedua daun bibirnya itu. Mood-nya memburuk, bahkan semenjak keluar dari sebuah Stan festival tertutup yang didominasi dengan warna hitam kelat itu. Tak hanya menunjukan raut kesal saja, kedua bola mata gadis itu pun juga tampak memicing emosi saat ini.
              “Yak! Dukun sinting, kau pasti berkerja sama dengan Peramal itu untuk membuat ramalan kita menjadi 99% kan? Cah, jangan harap aku akan mempercayai itu!” Pekik Yura yang kontan menghentikan langkahnya, lalu berbalik menghadap Yesung. Namja tampan itu hanya diam dengan seringai senyum meremehkan di wajahnya.
              “Terserah kau saja. Jika kau memang ingin memastikannya lagi, aku bersedia menemanimu berkeliling Stan Ramalan di Festival ini. Aku yakin, hasilnya akan tetap sama.”
              “Percaya diri sekali kau Dukun sinting! Sekalipun hasilnya sama, tapi masih ada 1% lagi kemungkinan aku tidak berjodoh denganmu. Jadi, berhenti mengatakan jika kelak kita akan menikah. Kau tau? Aku mana mungkin menikah dengan pria aneh sepertimu. Kau pikir aku gila? Kau pikir aku tidak bisa mencari calon suami yang lebih normal, ohk?”
              “Eish..., kau akan terkena karma omonganmu sendiri Yura-shi.”
              “Diam kau!” Hentak Yura seraya hendak berbalik dan pergi dari namja yang bernama Yesung ini. Gila? Bahkan baru setengah jam saja bersama pria aneh itu, Yura sudah merasakan penyakit darah tinggi tingkat akut.
              “Jangan mengikutiku lagi, ARA? Sebaiknya kau pergi ke Stan Kesehatan untuk memeriksakan kondisi kejiwaanmu. Ck! Kau sepertinya sudah benar-benar menggilaiku.” Lanjut Yura, membuat Yesung sentak tergelak.
              “Menggilaimu? Hahahaha ... aku? Kau tau Nyonya Kim? Kelak, kaulah yang memintaku untuk terus bersamamu sampai akhir hayat hidupmu.”
              “Mwo? Itu mana mungkin!”
              “Kau tidak percaya?”
              “Mana mungkin!”
              “Kau lihat saja nanti.”
              “TIDAK!”
              “Aku akan—”
              “PERGI KAU DUKUN SINTING! Yak! Aku bisa saja melaporkanmu ke penjara atas tuduhan mencemarkan nama baik dan—”
              “Maaf, permisi sebentar—” potong seseorang yang kini sudah berdiri tepat ditengah-tengah Yesung dan Yura sekarang. Yura tampak menghentikan teriakannya seketika, beralih menatap pria asing yang telah dengan beraninya menyela kalimatnya itu.
              “Maaf Nona, apa kau yang bernama Yura? Kim Yura?” tanya orang itu, membuat Yura menganga karna menatapnya. Tampan! Dapat Yura pastikan, jika orang asing yang tengah menyapanya ini adalah seorang pria yang memiliki tingkat kecantikan dan ketampanan yang sama sekaligus.
              “Flower Boy!” Celetuk Yura dengan senyumannya yang sedikit—err—centil. Itu bahkan dapat membuat Yesung yang masih mematung dihadapannya itu tiba-tiba saja memasang tampang tak suka.
              “Omo! Kau tampan sekali Tuan!” Yura lagi-lagi menyeletuk tak karuan. Seperti inilah sosok gadis itu; polos dan bahkan terkadang sangat jujur.
              “Ohk? Ah..., terima kasih Nona. Hummm..., aku mengetahuimu dari informasi yang kudapat dari Sekolah kalian. Apa benar kau adalah teman Hiu hwi? Maksudku teman Nona Hiu hwi?”
              “Nde? Iya ... iya, aku teman Hiu hwi. Kau siapa Tuan? Pacar Hiu hwi? Tunangan Hiu hwi? Atau jangan-jangan kau Oppa Hiu hwi?”
              “Eh? Aaa-aniya. Uhmm..., aku Kim Heechul. Aku adalah Supir pribadi Nona Lee. Tadi ia tak pamit keluar rumah padaku. Apa dia bersamamu Nona? Karna Pembantu pribadi Nona Lee mengatakan, jika dia pergi bersama temannya ke acara Festival Kota.”
              “Mwo? Kau Supir pribadi Hiu hwi? Omo! Tuan, itu tidak cocok sama sekali dengan wajah tampanmu itu, tsk!”
              “Eoh?”
              “Tidak, hahaha. Lupakan! Ah ya, Hiu hwi sejak tadi memang bersamaku. Dan dia ada di—di—” tangan Yura sentak menunjuk kearah belakangnya dengan ragu. Tak ada Hiu hwi sama sekali disana! Sepertinya, ia melupakan sesuatu.
              “Ya Tuhan..., aku lupa mengejar Hiu hwi. Aaaa...,  bagaimana ini? Bagaimana ini?”
              “Maksud Nona?”
              “Tadi dia memang bersamaku Tuan, tapi setelah kami melihat Cho Kyuhyun, Hiu hwi lalu mengikutinya, tapi aku tidak. Aash..., pria dukun itu yang salah! Dia malah menarikku ke Stan Ramalan bodoh itu dan melupakan Hiu hwi.” Pekik Yura frustasi seraya menunjuk-nunjuk Yesung yang hanya mampu melongo menatapnya.
              “Mwo? Cho Kyuhyun?”
              “Nde. Aish..., bagaimana ini? Ash...!” Yura tampak berlari kecil untuk menatapi sekeliling tempat ini. Ramai, bahkan tak terlalu memungkinkan untuk menemukan Hiu hwi diantara orang yang seramai ini.
              “Ini semua salahmu Yesung-shi!” Umpat Yura yang benar-benar gemas melihat tampang Yesung yang tak merasa berdosa itu.
              “Kenapa aku, huh?”
              “Jika sampai terjadi sesuatu pada Hiu hwi, aku akan mematahkan tulangmu dengan tangannku sendiri!” Ancam Yura pada Yesung. Heechul sentak berlari pergi entah kemana. Terlihat jelas sekali raut kekuatiran dan ketakutan yang melanda wajah namja tampan itu saat ini.
              “Hiu hwi tidak akan apa-apa. Gadis itu tau bagaimana caranya menempatkan diri, kau tenang saja.” Balas Yesung seraya mendongak menatapi sebuah gedung tinggi yang menjulang dari tempat ini. Yah, sebuah gedung Hotel.
              “Apa maksudmu Yesung-shi?”
              “Kau tidak akan mengerti.” Sahut Yesung sembari berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Yura yang masih tampak bingung ditempatnya.



***



              Disatu sisi, tampak kini Hiu hwi menitikan air matanya seraya berusaha untuk mendorong tubuh Kyuhyun menjauh dari atas tubuhnya itu. Kedua tangannya terikat kuat tangan Kyuhyun, membuatnya sulit untuk bergerak banyak.
              “Bukankah kau mencintaiku, eoh? Kenapa kau memberontak untuk kusentuh?” Kyuhyun menyeringai dengan senyuman yang lagi-lagi tampak mengerikan itu.
              “Aku memang mencintaimu Cho Kyuhyun, tapi bukan berarti aku mau dengan mudahnya menyerahkan tubuh dan semua organku untukmu. Apa kau pernah jatuh cinta, huh? Apa kau pernah merasa ingin melindungi sesuatu bukan untuk dimiliki nafsumu?” Hiu hwi membalas tatapan Kyuhyun yang kini menghunus tajam kearahnya. Jarak mereka sangat dekat sekarang. Setelah ciuman dalam nan singkat yang tadi itu, posisi keduanya terlihat semakin merapat.
              “Aku hanya ingin melakukan hubungan itu setelah menikah nanti. Tolong Cho Kyuhyun, tolong bantu aku menjaga tubuhku ini untuk suamiku kelak,” Hiu hwi kembali menitikan air matanya. Menepuk pelan dada Kyuhyun, membuat namja itu semakin menatapnya dengan tajam. Hening, terjadi kesenyapan diruangan kamar Hotel ini. Sampai tubuh Hiu hwi kembali memberontak untuk mengambil kesempatan terlepas dari kurungan Kyuhyun dan berdiri cepat.
              Kyuhyun masih berada di posisinya tanpa berniat lagi untuk memaksa Hiu hwi. Namja itu tampak tersenyum sinis sejenak, seolah apa yang tadi Hiu hwi katakan itu benar-benar menyindirnya.
              “Bagi seorang wanita, kesuciannya adalah harta yang paling berharga. Seharusnya, kau dapat menghargai itu!” Hiu hwi menggerakkan tangannya untuk membenarkan posisi letak bajunya yang telah sedikit bergeser dari semula, terutama diarea kedua bahu yeoja itu.
              “Benarkah? Lalu kenapa, banyak wanita yang telah bersamaku malah senang dan menginginkan aku berbuat lebih pada mereka? Tsk, malah merekalah yang memulainya. Ini benar-benar seperti lelucon.”
              “Tapi asal kau tau, tak semuanya wanita seperti itu! Kau sudah sal—”
              “Cah, kalau begitu—” Potong Kyuhyun seraya sontak saja berdiri dan mendorong tubuh Hiu hwi hingga ia terdesak disebuah penyangga jendela kamar Hotel ini. Kedua tangan Kyu nampak menempel diantara kiri dan kanan Hiu hwi. Namja itu tersenyum menyeringai, seakan masih tetap saja santai dalam keadaan yang sejak tadi sangat serius bagi Hiu hwi itu. Sungguh, posisi ini benar-benar membuat Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah. Yah, ia tak tau harus mengalihkan pandangannya kearah mana. Toh, Kyuhyun kini hanya memakai kemeja putih yang kancingnya telah ia buka sampai bawah sejak tadi. Mengerikan! Hiu hwi tau, ini adalah keadaan gawat untuk hati dan pikirannya saat ini.
              “Maumu apa sekarang?” lanjut Kyuhyun memiringkan sedikit kepalanya seraya menatap Hiu hwi.
              “Mwo? Aku—”
              “Pulang? Cah, kau pikir aku akan membebaskanmu begitu saja kali ini? Tidak akan! Aku akan memperkenalkan diriku yang sebenarnya padamu lebih dulu. Bukankah dari dulu kau memang selalu ingin ikut campur urusanku, heng? Nona Lee, kali ini aku akan memberitaumu agar kau puas.” Kyuhyun sentak menggerakkan tangan kanannya untuk mengancingkan kembali satu per satu kancing kemeja putihnya itu, tepat dihadapan Hiu hwi. Gadis itu tak berkutik sama sekali, masih mencerna maksud apa dari kata-kata Kyuhyun tadi.
              “Kajja,” baru saja Hiu hwi hendak menanyakan sesuatu, Kyuhyun sudah lebih dulu menarik pergelangan tangannya untuk keluar dari ruangan kamar Hotel ini. Entah kemana Kyuhyun akan membawa Hiu hwi. Gadis itu tampak bingung dan seolah ingin menolak. Namun entahlah, ada satu rasa ingin tau yang malah menyuruhnya untuk ikut.
              “Hummm....” Kyuhyun hanya mengeluarkan gumaman singkat seraya kembali menggenggam erat tangan Hiu hwi. Jari jemari mereka tanpa sadar bertaut. Hiu hwi merunduk, ia sedikit tak suka melihat beberapa orang memperhatikan mereka saat ini.
              “Silahkan Tuan Cho.” Ucap seseorang seketika, membuat Hiu hwi sontak terlonjak. Dapat dilihatnya sebuah mobil mewah bercat putih itu telah bertengger mantap dihadapan pintu keluar otomatis Hotel ini. Ada sekitar 3 pria paruh baya yang mengenakan jas hitam menyapa mereka dengan senyuman manis. Kyuhyun tak menyahuti sapaan pria-pria itu, ia lebih sibuk menatap Hiu hwi, seolah-olah menyuruh gadis itu untuk masuk kedalam mobil lebih dulu.
              “Apa kau ingin aku menggendongmu masuk kedalam mobil ini, Nona?” tanya Kyuhyun menyindir. Hiu hwi menoleh, seolah masih ragu untuk mengikuti pria ini.
              “Huhhh!” Sahut Hiu hwi mendengus seraya merunduk untuk masuk. Ia sedikit merasakan kesal saat ini! Toh, Kyuhyun menyuruhnya masuk dengan tanpa melepaskan genggaman tangan mereka lebih dulu. Bukankah itu sedikit sulit?
              “Apa benar kita akan pulang, Tuan Cho?” tanya sang Supir seraya tersenyum manis, seolah berita ini sangat menggembirakan. Benar, sudah hampir selama berbulan-bulan lamanya ini Kyuhyun tak pernah pulang ke rumahnya sendiri, lalu sekarang?
              “Cepatlah jalan.” Balas Kyuhyun membuat Hiu hwi kembali menoleh padanya dengan raut bingung. Sebenarnya, banyak sekali pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada namja itu. Namun bibirnya seolah kelu, ia sedikit takut menanyakan hal-hal yang berbau pribadi tentang Kyuhyun, termasuk tentang apa dan siapa ia sebenarnya.

DRRRRRTTT ... Drrrttttt

              Terdengar bunyi decitan ponsel Hiu hwi saat ini. Heechul! Yah, siapa lagi jika bukan namja tampan itu yang telah menelponnya sampai puluhan kali semenjak tadi. Hiu hwi tampak ragu untuk mengangkat, mengingat ia masih terlalu kesal dengan perlakuan Supir tampannya itu.
              “Ehem!” Kyuhyun sengaja membesarkan volume dehemannya itu kali ini. Hiu hwi kembali merunduk, menatapi layar ponsel yang masih terus bergetar dan mungkin akan terus bergetar sampai nanti. Sepertinya, yeoja itu tengah memikirkan sesuatu hal.

              ‘Benar, ini adalah waktu yang tepat untuk membalas dendam dengan Supir tak tau diri itu. Jika aku hilang, pasti Appa akan marah lalu berpikir untuk memecatnya. Baiklah, sepertinya ini bukan pilihan yang merugikan’

              Gumam Hiu hwi tersenyum miring. Dimatikannya ponsel putihnya itu cepat dengan sekali tekanan tombol. Tak lupa, ia juga membongkar paksa batre ponselnya itu agar tak dapat terdeteksi. Kyuhyun sedikit melirik perbuatan Hiu hwi saat ini. Pria itu diam saja, seakan menyetujui apa yang Hiu hwi lakukan itu.

              Disatu sisi, tampak kini Heechul tengah berlari mengelilingi seluruh area Festival Kota ini dari ujung sampai kembali ke ujung lagi. Tak sekalipun ia melewatkan apapun yang berhubungan dengan Nona besarnya itu. Panik? Tentu saja! Heechul tau betul, jika Hiu hwi belum terlalu hafal tempat-tempat yang berada di Seoul. Sekalipun sudah beberapa kali ke Kota ini, tapi Hiu hwi memang mempunyai otak yang lambat dalam mengingat apapun. Hiu hwi tak pernah berjalan-jalan seorang diri sejak kecil. Itulah kenapa Heechul begitu panik!
              “Sekretaris Jang, bisakah kau bantu aku? Tolong kirimkan alamat lengkap Siswa yang bernama Cho Kyuhyun padaku secepatnya.” Ucap Heechul seraya dengan cepat mematikan ponsel dan kembali berlari menuju tempat mobilnya yang terparkir.
              ‘Awas kau Cho Kyuhyun!’



***



‘Jangan hiraukan dia yang membencimu.
Terkadang, dia membencimu hanya karena kamu tak memberi perhatian seperti yang dia inginkan’




@Kediaman Keluarga CHO_
Seoul, South Korea



              Tampak mobil mewah ini terhenti tepat disebuah rumah yang beraksitekstur putih besar itu. Sedikit berbeda dari rumah yang sering Hiu hwi lihat. Yah, rumah ini seolah menyendiri dengan lebih banyak didominasi dengan pohon-pohon hijau dikiri dan kanan halamannya itu. Bahkan, untuk memasuki tempat ini saja, Hiu hwi merasakan mobil mereka melewati hutan-hutan kecil sebelumnya. Sekalipun Hiu hwi merasa jika rumahnya jauh lebih besar dari rumah ini, tapi ada sesuatu yang unik yang membuat rumah kediaman keluarga Cho ini tampak berbeda dari yang lain. Sedikit terlihat sederhana dari luar, namun tampak sangat begitu dingin dan nyaman.
              “Kaluarlah,” perintah Kyuhyun membuat Hiu hwi mengangguk dengan raut sedikit linglung. Sungguh, ia masih bertanya-tanya didalam hatinya. Apakah ini benar rumah seorang Cho Kyuhyun? Entahlah, dulu yang Hiu hwi tau hanyalah ... Kyuhyun selalu tinggal sendiri disebuah Apartment mewah yang terdapat di Anyang. Ia benar-benar tak menyangka, jika Kyuhyun memiliki rumah dan orang tua yang berada di Seoul.
              “Omo! Tuan Cho...!” terdengar beberapa riak histeris wanita-wanita berjenis kelamin perempuan itu saat melihat Kyuhyun keluar dari dalam mobil. Namja itu tersenyum miring, seolah Kyu memang begitu akrab dengan mereka. Satu yang diperkirakan Hiu hwi saat ini. Benar, mungkin saja Kyuhyun juga berkencan dengan para Pelayannya itu.

              ‘Sulit dipercaya, tsk!’

              Gumam Hiu hwi menggeleng-gelengkan kepalanya tak karuan. Mungkin perkiraan Hiu hwi itu benar adanya, mengingat sekarang Kyuhyun menghampiri para pelayan wanita itu dan mengecup pipi mereka bergantian satu per satu. Baiklah, darah Hiu hwi kembali meninggi. Sesulit inikah mencintai namja seperti Kyuhyun?
              “Yak! Apa kau ingin terus berdiri disana, huh?” hentak Kyuhyun seraya berdecak pinggang. Terlihat jelas, ekspresi tak suka gadis-gadis Pelayan itu pada Hiu hwi.
              “Nde? Ohk...,” balas Hiu hwi mengangguk kecil. Gadis itu tampak berjalan menghampiri Kyuhyun dengan tundukan kepalanya. Sungguh, beberapa orang yang berada di rumah ini seolah menatapinya dengan raut aneh.
              “Kau ini lama sekali!” Kyuhyun yang tak sabaran pun dengan cekatan mengamit kembali tangan Hiu hwi untuk ia genggam dan menarik gadis itu untuk masuk kedalam rumah. Luas ... ruangan dalam yang didominasi dengan warna Orange muda ini tampak terlihat segar disini. Tak banyak perabotan yang terdapat disaat Hiu hwi pertama kali menginjakkan kakinya diruangan ini.
              “Katakan kepada Pelayan, jika kau ingin sesuatu.” Kyuhyun tampak menghempaskan tas miliknya keatas sofa, meninggalkan Hiu hwi untuk beranjak ke arah dapur. Yeoja itu tampak termenung sendiri disini, tak tau harus melakukan apa. Diliriknya sebuah bingkai foto besar yang memperlihatkan gambar beberapa orang yang tengah berpose manis. Hiu hwi yakin, jika itu adalah foto Kyuhyun bersama kedua orang tuanya. Entah ini perasaan Hiu hwi saja atau bukan, tapi yang jelas, wajah pria paruh baya didalam foto itu seolah tak asing lagi di ingatannya.
              “Ini—minumlah.” Hiu hwi sedikit terlonjak kaget saat Kyuhyun dengan seketika kembali muncul melalui arah belakangnya. Tampak namja itu meletakkan sebuah gelas berisi Jus Melon dingin kesukaan Hiu hwi. Dahi gadis itu berkerut. Hatinya seakan bertanya sesuatu.
              “Darimana kau tau aku menyukai Jus Melon?” tanya Hiu hwi sedikit tak percaya. Kyuhyun menatapnya santai, seolah pertanyaan yang diajukan gadis dihadapannya ini sangatlah bodoh.
              “Kau selalu meminum Jus itu saat di Kantin. Cah, mungkin seluruh Sekolah pun tau soal itu,” cibir Kyuhyun membuat Hiu hwi mengerutkan dahinya bingung. Bukankah semua orang tak akan tau, apa yang ia minum setiap hari, jika orang itu sendiri tak memperhatikannya dengan baik. Apa mungkin—
              “Apa yang kau pikirkan? Yak! Jangan memfungsikan otakmu itu secara berlebihan!” Kyuhyun kembali berbicara. Tampak namja itu sedikit salah tingkah tak jelas.
              “Humm ... Kyuhyun-shi, apa boleh aku bertanya sesuatu padamu?”
              “Mwo?”
              “Apa kau tinggal sendiri disini? Maksudku ... sejak tadi, aku tak melihat orang tuamu. Kemana mereka? Ayah dan Ibumu, apa mereka—”
              “Kau ingin bertemu dengan Ibuku? Benarkah?”
              “Nde?” Hiu hwi tampak merasakan sebuah keanehan pada ekspresi Kyuhyun, saat ia menyinggung masalah orang tuanya itu. Entahlah, namja tampan itu seolah tersenyum sinis dengan raut misterius.
              “Ikut aku. Akan aku perkenalkan kau dengan Ibuku,” Kyuhyun tampak menarik lagi pergelangan tangan Hiu hwi. Mereka seolah terlihat berjalan kearah kanan, menuju lorong yang mungkin menjadi tempat utama didalam rumah ini.
              “Tuan Cho...,” panggil seseorang seketika dengan raut sedikit panik. Kyuhyun menghentikan langkahnya cepat, begitu pula Hiu hwi.
              “Eungh ... Tuan Cho.”
               “Apa Ibuku ada dialam?”
               “Nde, tapi—”
               “Baguslah! Aku ingin memperkenalkan yeoja yang kubawa ini dengan Eomma. Tsk!”
               “Tapi Tuan Cho, Nyonya besar sedang—”
               “Aku tau. Dan ...  itulah yang  memang aku inginkan,” Kyuhyun sentak mendorong sedikit tubuh pria paruh baya itu, lalu kembali berjalan menuju sebuah pintu yang Hiu hwi yakini adalah kamar pribadi milik orang tua Kyuhyun.
               “Tuan Cho—”

CKLEK!

               Belum sempat dicegat lagi, Kyuhyun sudah lebih dulu membuka pintu kamar ini dengan sekali hentakan tangannya. Entahlah, ada yang aneh dengan ekspresi Kyuhyun saat ini. Sekalipun ia tengah tersenyum sinis, tapi Hiu hwi merasakan senyum itu sedikit menyedihkan. Ada apa sebenarnya?
               “Tuan Cho, sebaiknya—”

SREEETTT

               Tanpa memperdulikan apapun, Kyuhyun dengan cepat melebarkan daun pintu kamar besar itu, hingga kini benar-benar dapat terlihat dengan jelas tentang apa yang terjadi didalam ruangan itu. Hiu hwi yang tadinya nampak biasa-biasa saja, kini sekarang melotot lebar tak percaya. Pucat! Mungkin lebih dari itu ketika ia menatap dengan jelas apa yang terjadi dengan wanita paruh baya didalam kamar itu.
               “Ya Tuhan...,” sentak Hiu hwi menggumamkan kalimat itu. Terkejut? Jantung Hiu hwi dengan seketika berdetak cepat tak karuan. Entahlah, ia malah merasa tubuhnya dingin sekarang.
               “Bagaimana Hiu hwi? Apa kau terkejut? Hahahahaha....” Terdengar Kyuhyun tertawa singkat dititik ini. Tidak! Ia seperti bukan tertawa, tapi tengah menahan tangis.
               “CHO KYUHYUN!” Pekik wanita paruh baya itu dari atas ranjang tempat tidurnya seraya membenarkan posisi dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal. Tampak seorang pria yang berada disampingnya pun tengah melakukan hal yang sama!
               “Apa kabar Eomma? Dengan pria mana lagi kali ini?” tanya Kyuhyun sembari melangkah maju untuk sedikit masuk kedalam. Hiu hwi meneguk air liurnya, ia merasakan tangan Kyuhyun seolah menggenggam tangannya semakin erat. Apakah namja ini baik-baik saja?
               “Cho Kyuhyun! Kurang ajar sekali kau, huh!” Tampak Wanita itu kembali berteriak. Betapa tidak? Anak semata wayangnya itu telah dengan beraninya masuk ke kamar pribadinya dalam keadaan beliau yang benar-benar mengenaskan. Bercinta? Baiklah, Kyuhyun bahkan memang sudah sangat hafal apa yang tengah dilakukan Eomma-nya itu pada jam seperti ini. Jika saja pria itu adalah Appa-nya, mungkin Kyuhyun tak akan seberani ini. Tapi itu? Pria itu bukanlah Appa-nya. Kyu bahkan berani bertaruh, jika ia tak mengenal pria yang telah dengan menjijikannya berbuat hal itu dengan sang Eomma.
               “Maaf Eomma, aku bukan bermaksud untuk menggangu. Tapi, teman yeoja-ku ini sangat ingin berkenalan dengan Eomma; Ibu Cho Kyuhyun. Bukankah begitu Hiu hwi?”
               “Nnn-nde?”
               “Sekarang kau lihat bukan? Wanita itulah Ibuku! Seseorang yang telah mengajarkanku bagaimana bersikap yang tadi kau tentang Hiu hwi,”
               “CHO KYUHYUN!” Bentak Nyonya Cho keras. Sepertinya, sebentar lagi wanita itupun akan menitikan air matanya.
               “Sekarang kau tau bukan mengapa aku menjadi seperti ini? Tsk, aku hanya meniru apa yang telah dilakukan Ibuku. Bukankah ada pepatah mengatakan, jika buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya? Yah, seperti itulah. Ibuku memang sangat cantik. Dia bahkan dapat dengan mudahnya berganti pasangan diatas ranjang.”
               “Kau!” Tampal Nyonya Cho ingin berdiri dan berniat untuk memukul Kyuhyun. Namun terhenti, disaat pria yang menjadi kekasih simpanannya itu menyegat lengannya cepat.
               “Wae? Tidak apa-apa Eomma, lanjutkan saja aktivitas kalian. Sepertinya menyenangkan!”
               “Kyuhyun Oppa...,” desah Hiu hwi sedikit ingin menenangkan namja itu. Ia sadar, Kyuhyun saat ini tengah dikuasai emosi.
               “Maaf Ahjumma, kami akan segera pergi lebih dulu.” Lanjut Hiu hwi dengan bungkukan hormatnya sejenak. Gadis itu tampak berniat menarik Kyuhyun pergi dari ruangan ini.
               “Nak, harusnya Ahjumma yang minta maaf. Kau—”
               “Tidak usah berlagak manis seperti itu. Yeoja yang kubawa ini bukan wanita sepertimu. Jadi, jangan pernah menyentuhnya!” Potong Kyuhyun seraya sentak menarik tangan Hiu hwi keluar dan berbelok arah. Semua yang berada di rumah ini terdiam! Selalu akan menjadi seperti ini, ketika Kyuhyun pulang ke rumah.
               “Kyu....”
               Hiu hwi merasakan kedua bahu Kyuhyun bergoyang gemetar. Tangannya yang menggenggam Hiu hwi terasa dingin! Namja itu ... terlihat jelas tengah menahan semua buncahan kesakitan didalam hatinya. Hiu hwi hanya diam dan menurut saja saat Kyuhyun malah naik dan memasuki sebuah ruangan. Mungkin, ruangan ini adalah kamar pribadi milik seorang Cho Kyuhyun.

BLAM!

               Terdengar kencang Kyuhyun menutup pintu kamarnya itu dengan hentakan keras. Dilepaskannya genggaman tangan Hiu hwi dan merunduk disisi ranjang. Pikirannya kalut! Kedua tangannya mencengkram kuat pinggiran besi tempat tidurnya itu.
               “Kyu—”
               “Sekarang kau puas, HUH? Sekarang kau puas sudah mengetahui semua tentangku?” bentak Kyuhyun seketika, membuat Hiu hwi mendadak terlonjak kaget.
               “Apa lagi yang ingin kau ketahui? Tentang Ayahku? Tsk! Ayahku seorang pecundang kaya raya yang juga sangat bodoh! Dia adalah anak dari mantan Persiden Negri ini. Kau tau huh? Aku adalah cucu mantan Presiden yang menjadi orang nomor satu di Korea. Hahaha, cucu? Tidak! Aku hanya anak haram yang dihasilkan akibat hubungan menyimpang dari Putra Presiden dengan wanita bayaran seperti Ibuku! Keluarga terhormat seperti Appa, tidak akan mungkin mau menerima anak dari wanita penghibur seperti Eomma. Kami diberikan rumah mewah dengan fasilitas lengkap yang tak pernah Appa lupakan setiap satu bulannya. Appa-ku memang orang baik, dia sangat mencintai Eomma, sampai-sampai ia lebih memilih dikirim ke luar negri daripada dijodohkan dengan wanita lain. Tapi Appa-ku juga begitu bodoh, dia bodoh telah mempercayai Eomma juga mencintainya. Sekarang kau lihat apa yang Eomma-ku lakukan? Dia bercinta dan membiarkan tubuhnya digerayangi oleh pria lain! Ck! Wanita itu—”
               “Sekalipun begitu, beliau tetap Ibumu.” Potong Hiu hwi cepat.
               “Ibu? Hahaha. Ternyata, wanita itu memang benar-benar sama saja!”
               “Itu tidak benar Cho Kyuhyun!”
               “Kau tak akan mengerti! Yeoja manja sepertimu tak akan pernah bisa mengerti dengan kehidupan yang aku alami. Dari sejak kecil, hidupmu sudah ditakdirkan bahagia Nona Lee.”
               “Bahagia? Kau pikir aku bahagia? Aku memiliki seorang Ayah yang mungkin tak memperdulikan apa yang kulakukan dan dimana aku sekarang. Sekalipun aku terjerat narkoba dan hamil diluar nikah, mungkin Appa-ku tak akan tau soal itu. Semenjak Eomma meninggal, aku hanya diberi uang dan banyak kartu bank! Terkadang aku sangat membencinya! Tapi apa kau tau? Disatu sisi hatiku, aku tak punya pilihan lain untuk itu. Beliau tetap Ayahku, beliau jugalah yang menjadi satu-satunya orang yang kupunyai!” Teriak Hiu hwi membuat Kyuhyun seketika diam ditempatnya.
               “Seharusnya kau tau Kyu, setiap kepala manusia di dunia ini, pasti memiliki masalah pribadi yang berat sendiri-sendiri. Apa kau pikir hanya kau yang paling menderita? Kenapa kau selalu melihat semua hal hanya dari sisi pikiranmu sendiri?”
               “Karna aku tidak bisa percaya pada orang lain. Huhh..., semuanya bulsh*t!”
               “Aku mencintaimu...,” ucap Hiu hwi seketika, membuat Kyuhyun sentak terdiam lagi.
               “Apa kau pikir itu juga kebohongan? Apa kau tidak akan percaya, jika aku mengatakan ... jantungku akan berdetak setiap kali aku bersamamu?” Hiu hwi merunduk! Ia sudah merasakan kepalang tanggung untuk mengatakan semua ini. Toh,  Kyuhyun juga sudah tau sendiri bagaimana perasaannya. Persetan dengan rasa malu dan harga diri itu.
               “Apa kau percaya padaku?” Hiu hwi kembali bersuara, mengambil nafas sesaat sebelum akhirnya air mata itu tumpah ruah mengalir dipipi putihnya. Kyuhyun berbalik, menghadap tepat didepan Hiu hwi dengan menatapi tajam wajah gadis itu.
               “Kenapa kau menyukaiku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba. Sepertinya, ia terlihat serius kali ini.
               “Karna kau Cho Kyuhyun.” Sahut Hiu hwi seadanya. Bahkan sepertinya, ia tak mempunyai alasan lain selain itu. Hening! Gadis itu lebih sibuk merunduk agar tak membalas tatapan Kyuhyun yang saat ini tetap setia memandanginya. Entahlah, namja itu memang selalu bisa membuat semua organ Hiu hwi lumpuh secara tiba-tiba. Apalagi kini, Kyuhyun malah dengan perlahan-lahan menggerakkan jari telunjuknya dan menyentuh dagu runcing Hiu hwi agar kepala gadis itu mendongak ke arahnya. Tubuh Hiu hwi semakin tegang, jari telunjuk Kyu itu terasa dingin menyentuhnya. Sungguh, ia belum siap untuk menatap mata Kyu saat ini.
               “Jika aku percaya padamu, apa kau juga akan percaya padaku?”
               “Sekalipun aku tidak percaya padamu, aku akan tetap meyakinkan diri untuk mempercayaimu. Asal kau tau Kyu, aku adalah gadis yang sangat bodoh dan—”
               “Kau juga idiot,” timpal Kyu membuat Hiu hwi sentak berani menatapnya sekarang. Namja itu sedikit merunduk, membuat wajah mereka saat ini benar-benar sangat dekat!
               “Um?” Hiu hwi seakan belum mengerti akan maksud Kyuhyun yang saat ini tiba-tiba saja merangkul pinggangnya dengan erat. Wajah namja itu semakin memiring dan merunduk untuk mencari posisi yang nyaman lebih dulu untuk—
               “Jangan terlalu merunduk dalam seperti itu,”
               “Mwo? Kau mau ap—”

CUP!

               Kyuhyun sentak mengambil kesempatan ini untuk mengecup bibir Hiu hwi dengan singkat. Hiu hwi tercengang, ia belum bisa berpikir dengan jernih dalam keadaan ini sekarang. Rasa manis itu tiba-tiba menjalar, seolah membuat semua organnya membeku! Mungkin hanya 2 detik, tapi rasanya benar-benar sangat menempel!
              “Sudah terlalu lama, sebaiknya kita kembali sekarang. Jja,” Kyuhyun tampak mengambil beberapa barang yang ada diruangan ini, lalu berniat untuk berjalan keluar kearah pintu. Seakan tak perduli atas dampak perlakuannya yang  tadi ia lakukan pada Hiu hwi. Lihatlah yeoja itu, ia masih memegangi daun bibirnya itu dengan gemetar.
              “Yak! Apa kau berniat tidur disini, huh?” Kyuhyun sedikit menaikan volume suaranya tatkala Hiu hwi masih terdiam dan mematung di tempatnya semula.
              “Ohk??” balas Hiu hwi seraya berjalan menuju pintu dengan tundukan kepalanya.
              “Aku—aku akan berpamitan lebih dulu dengan Eom—”
              “Tidak perlu! Urusan wanita itu adalah urusanku, kau tak perlu ikut campur lagi,”
              “Tapi—”
              “Aku akan menyumpal mulutmu itu, jika kau tidak mau diam. Dasar gadis cerewet!” Umpat Kyu seraya dengan cepat berjalan menuju pintu utama untuk keluar. Hiu hwi mendengus kecil dibelakang Kyu, mencibir sebal atas tindakan Kyuhyun yang selalu saja semena-mena itu.



***



              Tak ada yang berbicara diantara mereka saat berada didalam mobil mewah panjang ini. Kyuhyun tampak lebih memilih menatap kearah luar jendela dan bersiap untuk memejamkan mata, sedangkan Hiu hwi lebih sibuk merunduk dan mencerna semua hal yang terjadi hari ini. Banyak hal yang masih membingungkan diantara masalah yang telah diungkap. Hiu hwi sendiri benar-benar tak menyangka, jika seorang Cho Kyuhyun adalah anak dari istri simpanan cucu sang Putra Presiden Korea. Pantas saja, Hiu hwi pernah merasa melihat Ayah dari Kyuhyun itu. Terlalu rumit untuk dijelaskan, mengingat sepertinya Kyuhyun dan Eomma-nya masih belum diterima sebagai keluarga bangsawan.
              “Hummm...,” Hiu hwi mengalihkan pandangannya kearah samping, tepat melirik Kyuhyun yang saat ini tengah memejamkan matanya. Entah namja itu telah tertidur atau tidak, yang pasti wajahnya itu benar-benar terlihat tanpa dosa saat ini. Hiu hwi sedikit ingin tersenyum, Kyuhyun sungguh terlihat manis dan polos sekarang. Dengan topangan tangan yang berada disisi kaca jendela mobil, namja itu tampak seperti anak-anak yang berusia 8 tahun.

              ‘Ternyata karna ini dia bersikap seperti itu. Sepertinya, Kyuhyun sangat membenci Ibunya’

              Gumam Hiu hwi menghela nafas. Gadis itu tak menyangka, jika Kyuhyun mungkin juga bukan hanya membenci sang Ibu, tapi juga membenci wanita. Entahlah, perasaan namja ini sangat sulit untuk ditebak. Semua apa yang dirasakannya, bahkan sukar untuk diartikan melalui ekspresi wajah tampannya itu.

BRUK!

              Hiu hwi merasakan punggungnya seakan tertimpa sesuatu seketika, sedikit membuatnya hampir berteriak karna kaget. Kyuhyun! Tampak kepala namja itu menyandar dibahunya tanpa rasa bersalah sedikitpun. Hiu hwi mengerjap, menyadari jika Kyuhyun sebetulnya belum tertidur dengan lelap.
              “Huhhh...,” desahan namja itu terdengar berat berada diarea leher dan bahu Hiu hwi. Tubuh Kyuhyun kembali sedikit bergerak, seolah mencari posisi yang nyaman untuk terlelap. Sebetulnya itu tidaklah menjadi masalah besar bagi Hiu hwi, jika saja Kyu tidak menggerakkan kedua tangannya untuk memeluk pinggang Hiu hwi dan menyandarkan kepalanya dibahu gadis itu dengan sedikit paksaan.
              “Diamlah, aku mengantuk sekali.” Ucap Kyu memindahkan palingan wajahnya itu hingga seolah terlihat mencium area pundak gadis itu. Hiu hwi bergidik, ia belum pernah diperlakukan seperti ini dengan namja manapun.
              “Yak! Tapi—”
              “Bukankah ini mobilku? Kau hanya menumpang, jadi diam saja.” Kyuhyun kembali bersuara dengan nada sengit. Sungguh, terkadang Kyuhyun benar-benar sangat menyebalkan! Hiu hwi diam, ia lebih baik mengalah daripada harus beradu mulut pada namja ini. Dapat diliriknya, Supir pribadi keluarga Cho itu tersenyum kecil menatapi mereka.
              “Kau ini benar-benar seenaknya saja Cho Kyuhyun. Apa kau selalu bersikap seperti ini pada semua gadis-gadismu itu, huh? Apa kau—”
              “Ya, mungkin.”
              “Mwo?”
              “Tapi, kau gadis pertama yang kuajak pulang kerumah.”
              “Eh?” Hiu hwi tampak mengerjap-ngerjap mendengar penuturan jujur dari Kyu kali ini.  Seandainya saja Hiu hwi tau, jika dia juga menjadi gadis pertama yang Kyuhyun ajak masuk ke Apartment-nya dulu. Sungguh, Kyuhyun bukanlah tipe namja yang suka mengajak orang lain menyentuh dan memasuki kehidupan pribadinya secara mendetail.

              Disatu sisi, tampak kini seorang namja dengan kaca mata itu terlihat kembali menaikan kecepatan mobilnya untuk menerobos jalanan ini. Hari mungkin akan sebentar lagi malam, seolah membuatnya semakin ingin memburu jarak yang ia tempuh itu dengan semakin cepat. Tak ada perubahan ekspresi yang ia tunjukan sejak tadi. Masih sama; panik dan takut.
              “Shit!” Umpatnya sembari menghempaskan ponsel yang tetap berbunyi tak aktif itu. Kim Heechul ... siapa lagi namja yang akan sangat terlihat kuatir, jika sudah menyangkut seorang gadis bernama Lee Hiu hwi itu. Rahangnya kembali mengeras! Setelah mendapatkan alamat lengkap beserta apapun yang bersangkutan dengan keluarga CHO KYUHYUN itu, Heechul langsung saja menancap gas mobilnya untuk menyusul Hiu hwi. Bait jalan ini cukup sepi memang, mengingat hanya orang-orang yang mempunyai kepentinganlah yang dapat memasuki area jalanan ini.
              “Jika sampai kulihat kau menyakitinya, akan kupatahkan tulangmu!” Heechul lagi-lagi mengumpat marah. Keduanya tampak memegang stir dengan keras, seolah berusaha untuk meredam hal-hal yang dapat membuatnya tak dapat berkonsentrasi menyetir.
              Heechul sedikit menurunkan kecepatan mobilnya itu tatkala ia menyadari sebuah sinar mobil lain dari arah berlawanan jalan dengannya. Matanya memicing, menatapi flat mobil itu dengan seksama.

Cho02 GB

              Baiklah, tanpa perlu dijelaskan panjang lebar lagi. Heechul sudah tau, jika itu adalah mobil milik keluarga Cho. Rumah yang terdapat didaerah ini memang tak cukup banyak. Jadi, tak terlalu sulit untuk menemukan hal-hal yang berbau dengan namja bernama Cho Kyuhyun itu.
              “Tsk!” Heechul menginjak kembali pedal gasnya dengan memburu, bersiap untuk menghentikan mobil dihadapannya itu dengan bakat menyetir yang ia kuasai sejak dulu.

CKITTTT!

              Terdengar bunyi decitan mobil seketika! Heechul sentak membanting stirnya kearah kanan, membuat kini mobil hitam kelatnya itu memposisikan diri berada ditengah-tengah jalan. Sesuatu hal yang dapat membuat mobil yang ditumpangi Kyuhyun dan Hiu hwi itu seketika berhenti dengan tiba-tiba.
              “Aw...,” ringis Hiu hwi tatkala ia merasakan pelipis kirinya terbentur disisi kaca jendela mobil itu. Kyuhyun sentak menatapinya, memastikan jika tak ada luka apapun yang dialami gadis itu.
              “Ahjusshi, kau ini bagaimana?” bentak Kyuhyun kesal.
              “Mianhada Tuan Cho. Ada mobil yang tiba-tiba saja memotong jalan kita.” Ucap sang Supir menyesal. Kyuhyun mendengus, mencoba untuk menatap keberadaan sebuah mobil yang dengan seenaknya itu berhenti dipertengahan jalan. Belum sempat Kyuhyun hendak turun untuk memastikan siapa pemilik mobil itu, seorang namja sudah terlebih dulu keluar dan berjalan menghampiri mereka. Satu hal yang membuat Hiu hwi dengan cepat memucat dan hampir memekik hebat tak percaya saat ini. Yah, itu karna—
              “Ahjusshi Kim!” Ucap Gadis itu dengan membulatkan kembali kedua mata besarnya itu dengan sempurna. Kyuhyun diam, ia malah mengeluarkan senyuman sinisnya itu seketika.
              “YAK! KELUAR ... KELUAR!” Bentak Heechul yang kini telah sampai tepat dikaca jendela dengan tepukan geramnya itu. Jantung Hiu hwi mendadak berdetak cepat. Entah mengapa, ia merasa sangat takut saat ini.
              “Tetaplah disini.” Perintah Kyu seraya membuka pintu mobilnya dengan cepat. Heechul menyipit! Rahangnya  kembali mengerang menatapi Kyuhyun yang malah memasang wajah angkuh dan sombongnya itu.
              “Ada apa Tuan Supir? Apa kau kehabisan bensin, eh?” Kyuhyun tersenyum miring dengan culasan remehannya itu. Baiklah, Heechul sepertinya sudah tak tahan lagi ingin menghampiri tempat pria itu dan—

BUGH!




=TBC=



NEXT PART



“Kita berkencan!”

“Mwo?”

“Yak! Setelah sepulang nanti kita berkencan. Aku tidak mau tau, kita harus berkencan!”

===

"Hiu hwi-ya, pertandingan terakhir Base Ball akan segara dilangsungkan. Itu berarti, sebentar lagi ... kita akan berpisah."

"Yura-shi...."

"Padahal, aku baru saja bertemu denganmu!"


===

"Jika aku menang pada pertandingan nanti, aku harap kau mau melepaskan Noona untukku Hyung."

"Kau pikir aku tertarik dengan taruhanmu itu bocah tengik?"

"Kau tidak mempunyai pilihan. Aku yakin akan memenangkan pertandingan itu dengan mudah berkat kondisimu yang seperti ini. Ck, menyedihkan!"

"KAU!"

===


Tidak ada komentar:

Posting Komentar