“U Must be My Husband!” [Kyu-hwi Private] -TWOSHOOT-
Tittle : “U Must be My Husband” [Kyu-hwi Private] -TWOSHOOT-
Author : JEA_
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
Warning : “Molla, tiba-tiba aja banyak nemu ide yg beginian. Semoga gax ada yang pernah bosen ama ini Couple -_-! Dan... seperti biasa, kalian semua yang baca itu adalah Hiu hwi, Ok!! >,
Its Begin!
- “Aku mencintaimu,
Bukan hanya untuk ku kagumi wujudmu.
Aku mencintaimu,
Bukan hanya untuk menjadi bayangan semu.
Dan karna aku mencintaimu,
Untuk itulah aku ingin memilikimu.
Apa aku salah?”
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
@Dorm Super Junior, Seoul -South Korea-
Apakah ada yang salah dengan dunia ini sekarang? Mengapa sekelebat awan hitam selalu mencolok dari arah atas langit itu? Seolah menawarkan sebuah duka yang terpatih sejajar untuk masa depan. Hujan! Lagi-lagi rintikan hujan itu terdengar jelas dengan irama gemuruh yang tak senada, meneriakkan sekelebat dengung yang tak biasa menyambut pagi.
“ANNYEONG...!” Pekikkan seorang gadis bermata bulat ini kontan saja menyentakan beberapa aktivitas namja-namja tampan ini. Seperti biasa, gadis itu tanpa permisi lagi masuk kedalam dengan membawa beberapa kantong kecil lengkap dengan gelak tawanya yang cukup khas.
“Woah... biasanya kau kemari lebih cepat Hiu hwi. Apa kau membawa sarapan lagi? Mana bagianku?” Shindong yang tadinya hendak memasang kaos kaki miliknya, kini terhenti dan menghampiri sosok gadis bermata bulat yang ia panggil dengan sebutan Hiu hwi itu dengan riang, begitupula member Suju yang lain.
“Ini Oppa. Ah... diluar hujannya begitu deras, tadi hampir saja aku terjatuh.”
“Kau tidak apa-apa? Sepertinya bajumu basah, lebih baik ganti lebih dulu sebelum kau sakit. Bukankah Sungmin mempunyai banyak stok baju berwarna PINK.” Timpal Leeteuk penuh penekanan membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.
“Ah... tidak usah, gwanchanayo. Oh ya, Kyuhyun Oppa man—”
“Dia ada dikamarnya Hiu hwi.” Sela Sungmin cepat, seolah tau maksud dari pertanyaan Hiu hwi sebelumnya. Hiu hwi terkikik pelan, dengan langkah lebar ia pun berjalan dan membuka pintu ruangan kamar yang setiap hari selalu ia masuki itu. Kosong! Tak ada satu orang pun disana, kecuali Heebum.
“Sepertinya, dia sedang mandi ne?” tanya Hiu hwi pada Heebum yang hanya menatapnya seolah sebal. Sebal? Yah, Heebum memang tak pernah tersenyum. -_-!
“Hhhh...” gadis itu mendengus kecil menatap Heebum berjalan menjauhinya, jika saja kucing itu bukan peliharaan kesayangan seorang Kim Heechul, mungkin ia sudah membuang kucing itu ketempat yang jauh. Tapi, Hiu hwi masih sadar. Yup! Ia masih memiliki cermin untuk bertindak diluar batas pada para Idolanya itu. Idola? Yah, nyatanya Hiu hwi hanyalah seorang fans yang bisa dikatakan beruntung karna dapat berdekatan dengan para Idolanya itu. Mungkin banyak sebagian orang bertanya-tanya mengapa ia bisa seperti itu? Didunia ini jika bukan uang yang berkuasa, maka kedudukan lah yang berada diatasnya.
Lee Hiu hwi... siapa yang tak mengenal nama gadis itu diantara para pembisnis Negeri ini? Selain ia satu-satunya pewaris tunggal Perusahaan yang paling besar di Korea dan Jepang, ia juga seorang gadis yang memiliki darah keturunan bangsawan. Saat ini Hiu hwi berumur 17 tahun, dimana sebentar lagi ia akan lulus Sekolah dan mulai belajar menggantikan sosok Appa-nya. Namun sayang, otak dan batin Hiu hwi benar-benar tak sampai akan pikiran seorang pembisnis itu, jadilah orang tuanya mati-matian mencarikannya sosok seorang namja yang cukup pantas bersanding dengan Hiu hwi. Entahlah... pada saat itu Hiu hwi dengan senang hati menjawab CHO KYUHYUN! Yah, namja Idola yang sangat ia gilai.
Mungkin untuk sebagian orang percaya jika cinta memang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, tapi itu mungkin tidak berlaku untuk seorang Cho Kyuhyun. Semenjak orang tuanya terang-terangan mengatakan jika ia dijodohkan dengan Hiu hwi; gadis yang selama ini tak ia kenali, hidup Kyuhyun seolah berjungkir balik. Ia benar-benar tak punya pilihan lain selain menurut dan menerima gadis pecicilan itu dengan terpaksa. Yah, mungkin karna paksaan dan desakan dari Hiu hwi lah, hingga bahkan orang tua Kyu hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak. Julukan gadis kaya dan manja yang mampu bertindak seenaknya... itulah yang ada dalam pikiran Kyuhyun selama ini tentang gadis itu.
“YA! Kenapa kau ada disini huh? CEPAT KELUAR!” Bentak Kyu membuat Hiu hwi dengan cepat menoleh kearah sumber suara dan tersenyum malu.
“Aish... Oppa, tubuhmu semakin bagus saja.” Sahut Hiu hwi menggoda dengan kedua pipinya yang memerah saat ia melihat otot-otot badan Kyu yang selama ini jarang terekspos publik. Kyu bergidik! Dengan cepat ia tutupi tubuh bagian atasnya itu dengan selimut tebalnya.
“Tak perlu ditutupi seperti itu Oppa, bukankah aku calon istrimu heh? Ahahaha.” Hiu hwi tertawa puas menatapi perubahan ekspresi Kyu menjadi agak kemerah-merahan sekarang.
“YA! Apa yang kau tertawakan? Cepat keluar!”
“Ish, baiklah. Itu—aku sudah menyiapkan bajumu untuk hari ini Oppa. Kau pasti akan terlihat tampan menggunakan itu semua.”
“Shirreo, aku ingin memakai pakaian lain saja.”
“Tapi—”
“Wae? Kau ingin memaksaku lagi?” tanya Kyu sinis, membuat Hiu hwi terdiam.
“Dasar gadis manja!” Lanjut Kyu tersenyum dingin. Sebenarnya semua perkataan dan perlakuan Kyu ini memang sudah terbiasa ia terima, bahkan terkadang jauh lebih menyakitkan lagi. Namun entahlah, setiap itu dada Hiu hwi hanya berdesir singkat tanpa ingin membela diri.
“Hari ini, aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi Oppa. Karna... aku tak punya kegiatan lagi hari ini.” Hiu hwi tampak seolah berusaha mengalihkan ke hal yang lain, setidaknya untuk mengalihkan rasa dalam dadanya sekarang.
“Lalu, kau pikir aku mau mengajakmu kemana pun aku pergi heh? Bagaimana jika aku ingin pergi ke tempat dimana kau tidak ada untuk mengikutiku lagi? Dimana tidak ada tempat kau seolah bertindak sebagai Bodyguard-ku dan melarang fans-ku untuk memelukku.”
“Oppa, aku hanya tak ingin kau disentuh gadis lain! Dadaku sesak saat ada orang lain yang jauh lebih dekat denganmu daripada aku.”
“Bagaimana jika aku tidak mau? Apa kau akan melaporkan semua ini kepada orang tuamu dan menyuruh mereka untuk berhenti menanam modal di Perusahaan Appa-ku huh?”
“Oppa!”
“Wae? Aku benar?”
“Terserah kau saja mau menilaku seperti apa Oppa. Karna hari ini, jadwalmu cukup padat. Jadi, aku akan mengalah untuk tak ikut. Jangan lupa makan siangmu, aku pergi dulu,” Hiu hwi mendekat kearah Kyu dan mengecup pipi kanan namja itu sekilas; seperti halnya yang sering ia lakukan setiap pagi. Kyuhyun hanya diam seraya menatapi yeoja itu dengan tajam.
“Tapi nanti, kau harus mengangkat telponku, ne? Jangan membuatku kuatir padamu Oppa.” Hiu hwi tersenyum! Yah, ia selalu tersenyum dalam kondisi apapun. Entah itu hobi atau memang sudah menjadi kebiasaannya, yang jelas segelintir ucapan dingin Kyu yang hanya tertuju padanya itu bukanlah menjadi hambatan untuk tetap mencintai dan berada disisi namja itu apapun yang terjadi.
“Aku pulang dulu Oppa-oppa.” Pamit Hiu hwi seraya membungkuk sejenak dan tersenyum untuk melangkah melewati member Suju itu.
“Cepat sekali? Memangnya kau tak ikut kami heh?” balas Yesung aneh.
“Aniya, hari ini aku absen dulu, sepertinya aku terkena Flu Oppa.”
“Lalu, siapa yang membuatkan makan siang kami? Hiks, Hiu hwi... kau tega sekali!” Rajuk Eunhyuk dengan tatapan memelas. Hiu hwi tersenyum manis, setidaknya member Suju yang lain selalu menerima kehadirannya dengan hangat seperti ini. Tak seperti Kyu, yang selalu menganggapnya benalu atau pun parasit.
“Aish... kalian bisa makan diluar. Aku pergi dulu, Leeteuk Oppa, tolong jaga Kyuhyun-ku ne?”
“Hanya Kyuhyun?” timpal Siwon seraya tak mengalihkan pandangannya pada buku antologi bumi yang ia baca.
“Hahaha... dan juga jaga Heebum.” Sahut Hiu hwi yang sukses membuat Siwon mendengus gusar padanya. Gadis itu terpaku untuk sesaat, hingga ia memutuskan untuk kembali berbalik dan berpamitan dengan member Suju yang lain.
===
- “Apa kau percaya pada takdir?
Jika Iya, apa kau juga percaya pada sebuah ramalan?
Ramalan yang terkadang benar, tapi terkadang salah?
Lalu...
Bagaimana jika ramalan itu mengatakan jika ia memang jodohmu?
Kau akan percaya?” -
Garis dinding-dinding ruangan persegi ini tampak pucat dengan goresan-goresan tak karuan disetiap sisinya, seolah menyeruakan hawa mistis yang begitu kental disini. Tak ada suara lain yang terdengar selain suara-suara kicauan burung dan lantunan lagu klasik yang berpadu padan bak irama yang tak punya tangga nada. Mengerikan? Mungkin, mengingat ruangan ini cukup teduh akibat cahaya matahari yang tak banyak masuk melalui cela-cela disekitarnya.
“Hiu hwi Eonni, sebaiknya kita pulang saja ne? Tempat ini benar-benar mengerikan.” Bisik Hyo rin; gadis yang menjadi sepupu terkecil Hiu hwi.
“Sssstsss... diam! Kau ini mengganggu konsentrasiku saja,”Hiu hwi mendengus pelan kearah Hyo rin dan kembali menatapi seorang wanita bertubuh gemuk dihadapan mereka dengan seksama.
“Jadi bagaimana, Ahjumma? Apa aku memang berjodoh dengan Kyuhyun Oppa?” tanya Hiu hwi yang kini mulai berani mengeluarkan suaranya. Sesekali diliriknya Hyo rin yang juga tengah meliriknya dengan tatapan takut. Ahjumma itu sentak membuka matanya perlahan dan menatapi wajah Hiu hwi dengan picingan tajam, membuat Hiu hwi tertunduk ngeri. Bagaimanapun juga, Ahjumma itu juga memakai pakaian dan riasan yang tak biasa. Yah, seperti seorang peramal pada umumnya.
“Hummm... tahun depan, kau dan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu akan menikah.” Perkataan Ahjumma itu sontak saja membuat Hiu hwi dan Hyo rin membulatkan mata mereka cepat.
“Mwo? Ja-jadi aku dan Kyuhyun Oppa benar-benar akan menikah tahun depan? Jincha? Ahjumma tidak berbohong padaku kan?”
“Pernikahan kalian akan menjadi pernikahan terheboh dan paling disorot diseluruh Negri ini. Semuanya tampak terlihat bahagia! Kau, orang tuamu, keluarga besarmu dan orang-orang disekelilingmu, kecuali... namja yang bernama Kyuhyun itu.”
“Mwo?”
“Namja itu terlihat murung dan terpaksa.” Ahjumma itu tampak menutup matanya, seolah kembali menerawang ke masa depan.
“Tapi, ia seperti itu hanya pada saat pernikahan kami saja kan Ahjumma? Dia akan mencintaiku dan bahagia akan pernikahan kami setelah itu ne?” Ekspresi Hiu hwi tampak tegang saat ini. Ia benar-benar berharap jika lanjutannya kelak dapat membuatnya bahagia. Ahjumma itu sentak berhenti akan aktivitasnya dan menatap kearah Hiu hwi dengan tatapan sendu.
“Yah, pernikahan kalian memang seakan terlihat bahagia. Perlahan-lahan namja itu mulai menerima kau sebagai istrinya,”
“Mwo? Jeongmal?”
“Ne, tapi—”
“Tapi? Tapi apa Ahjumma? Apa kami akan memiliki anak? Berapa?”
“Jika kau memang menikah dengan namja itu, ia akan pergi,”
“Mwo? Pergi?”
“Ia akan pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali padamu. Ia akan berada ditempat yang tenang tanpa mengajakmu.”
“Mwoya? Apa maksud Ahjumma?” Hiu hwi mulai tampak kesal, membuat Hyo rin yang berada disampingnya terlihat menggandeng lengan Hiu hwi bermaksud membuat gadis itu kembali tenang.
“Dia akan pergi untuk terlepas dari jeratmu. Dia tidak bahagia!”
“YA! Mana mungkin seperti itu Ahjumma.”
“Dia akan pergi ke tempat Tuhan dan mengadu padanya. Dia membencimu!”
“ANIYA. ITU TIDAK MUNGKIN!”
“Dia akan menangis dan meratapi nasibnya yang begitu lemah. Ia ingin terlepas.”
“YA! BERHENTI BERBICARA OMONG KOSONG!” Pekik Hiu hwi seraya berdiri dan menggebrak meja dihadapannya dengan keras. Gadis itu menangis! Ia tak sadar jika ia menangis hanya karna kalimat-kalimat yang terlontar dari bibir wanita paruh baya itu. Hyo rin tergelak. Dengan cepat ia ikut berdiri dan mencoba menenangkan Hiu hwi.
“Dia akan mati... ditanganmu!”
“MWO? YA! Ahjumma pikir aku akan percaya dengan semua ramalan bodoh ini huh? Kau pembohong! Kau pembohong...!” Hiu hwi sentak memekik kasar dan berbalik untuk berlari keluar dari tempat ini. Wanita paruh baya itu pun hanya tertawa dengan balutan air mata yang mengalir dipelupuk matanya.
“Aku belum menyelesaikan kalimatku.” Desah Wanita itu seraya menatapi kepergian Hiu hwi dan Hyo rin yang semakin menjauh dari pandangannya. Entahlah... Hiu hwi tampak sangat terpuruk mendengar itu semua, bahkan kini ia berlari seolah tak mengenal arah. Hyo rin yang sejak tadi berusaha mengejarnya pun hanya bisa menarik nafas panjang dengan sesekali mempercepat langkahnya.
“Hiu hwi Eonni...” gumam Hyo rin seraya kembali mengatur nafasnya tatkala kini ia menatapi Hiu hwi tengah terduduk seraya menyandar disebuah pohon. Gadis itu tampak menangis sesunggukan.
“Eonni-ya...”
“Hyo rin-ah, apa benar jika aku menikah dengan Kyuhyun Oppa, maka ia akan menderita? Ia akan meninggal huh?” Hiu hwi mengangkat tangan kanannya untuk menutupi bibirnya yang bergetar akibat tangisan itu.
“Jadi, Eonni percaya? Bukankah itu hanya ramalan saja heh? Aku bahkan sangat bingung padamu Eonni. Kenapa kau dari dulu sangat percaya dengan ramalan-ramalan yang seperti itu? Ahjumma itu hanyalah seorang manusia, dia tidak berhak menentukan takdir seseorang.”
“Tapi selama ini, ramalannya selalu benar!”
“Tapi tetap saja ia juga manusia! Manusia yang tak pernah lepas akan sebuah kesalahan!”
“Lalu, bagaimana jika kali ini ia juga benar?”
“Hhhh... entahlah. Aku lelah harus berdebat denganmu soal ini. Kau selalu saja mempercayai hal-hal yang bersifat tabu seperti itu Eonni.” Hyo rin tampak merajuk. Kembali ia berbalik dan meninggalkan Hiu hwi seorang diri disini. Setidaknya, Hiu hwi harus menyadari sendiri akan sifatnya selama ini.
“Benar! Mungkin saja kali ini Ahjumma itu salah!” Umpat Hiu hwi seraya menghapus air matanya dan berdiri penuh senyuman seperti biasanya.
“Bodoh! Bagaimanapun tak akan ada orang lain yang bisa menghalangiku untuk terus bersama Kyuhyun Oppa.” Hiu hwi kembali menyunggingkan senyumnya dan tampak mengeluarkan ponsel mungilnya itu untuk menelpon seseorang.
@Kona Beans_
Tampak seperti biasa, beberapa namja-namja tampan ini berkumpul disini untuk sekedar bersantai dari kesibukan jadwal padat mereka menjadi seorang Idola Hallyu. Walau tak terlalu sering, yang jelas mereka tak pernah absen untuk kemari setiap satu bulan sekali. Yah, setidaknya mereka bisa bercanda-canda seraya bermain-main dengan tenang, tanpa perlu adanya kamera yang mengikuti. Menyenangkan? Tentu saja itu menyenangkan bagi ke12 member Suju ini, kecuali Cho Kyuhyun tentunya. Ia seakan menjadi sosok orang lain yang begitu dingin jika ia tengah bersama Hiu hwi.
“YA! Berhenti memandangi wajahku seperti itu. Kau pikir aku suka?” rajuk Kyu dengan nada yang sedikit ia keraskan pada gadis dihadapannya itu.
“Memangnya tidak boleh jika aku memandangi wajah calon suamiku sendiri heh? Bukannya yang tidak boleh itu mereka—” Hiu hwi sentak menunjuk kearah kaca yang kini tengah dipenuhi banyak Fans Kyuhyun itu.
“Memangnya aku mau menikah denganmu?” Kyuhyun sentak menghentikan bacaannya dan memajukan beberapa centi tubuhnya kearah Hiu hwi.
“Mau tak mau, kau harus menikah denganku Oppa. Kita sudah dijodohkan dengan perjanjian itu, jadi kau tak bisa membatalkannya.”
“Kau pemaksa! Karna inilah, aku tidak suka dengan gadis sepertimu.”
“Aku tidak perduli, kau suka padaku atau tidak. Yang jelas, aku ingin kau jadi milikku, sekalipun hanya aku yang mencintaimu.”
“Kau tak tau malu juga rupanya, ne?”
“Untuk apa aku tau malu?
“Baiklah, jika itu memang kehendak sang Putri. Aku bahkan rela mati dan menderita agar kau menyadari jika didunia ini, ada hal yang tak bisa dipaksakan!”
#DEG
Jantung Hiu hwi sentak berdetak cepat tatkala mendengar lontaran kalimat dari Kyuhyun kali ini. Mati? Menderita? Apa jangan-jangan semua ramalan itu benar? Lalu—
“Kau tidak boleh mengatakan hal yang semacam itu lagi, Oppa.” Kyuhyun terdiam! Tampak jelas kebingungan yang melandanya tatkala kini ia menatapi raut wajah Hiu hwi yang begitu tegang.
“Kau kenapa? Apa kau kerasukan?”
“Katakan dengan jujur padaku Oppa... apa benar selama ini kau sama sekali tak mencintaiku? Kau tak menyukaiku? Apa kau memang tak pernah sempat untuk tertarik padaku?”
“Mwo?”
“Apa kau juga benar menderita karnaku? Kau tak bahagia saat aku terus mengikutimu dan memaksamu untuk terus berada disisiku seperti ini?”
“YA! Apa kau serius dengan pertanyaanmu itu huh?” Kyuhyun tampak menggeser posisinya sedikit dan memandangi wajah Hiu hwi dengan tatapan tak mengerti. Bukankah selama ini, yeoja itu selalu menghindari pertanyaan itu?
“Jawab saja dengan jujur Oppa.”
“Kau benar-benar ingin aku menjawabnya? Jujur?” Kyuhyun seolah kembali ingin menegaskan setiap pertanyaan Hiu hwi yang membuatnya bingung akan yeoja dihadapannya itu yang berubah tiba-tiba. Hiu hwi mengangguk pelan, seolah kini ia tengah menahan air matanya.
“Hummmm.... Yah, aku menderita.” Balas Kyu membuat Hiu hwi sentak mendongak dan menjatuhkan air matanya perlahan.
‘Jadi benar, kau menderita Oppa,”
Hiu hwi tersenyum miris. Masih sangat jelas diingatannya tentang sebuah ramalan yang telah membuatnya tak bisa tenang beberapa waktu ini.
‘Bagaimana jika ramalan itu memang benar? Aku akan kehilangan Kyuhyun Oppa!’
Hiu hwi semakin merunduk dalam linangan air matanya itu, membuat beberapa member Suju menatapi Kyuhyun dengan tatapan kesal.
“YA! Gadis manja, kau kenapa?” tanya Kyu membuat Hiu hwi menggeleng pelan dan kembali merunduk.
‘Bahkan selama ini dia tak pernah menunjukan jika ia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku memang mencintainya, aku memang ingin memilikinya tapi aku tak ingin kehilangannya. Ia harus bahagia dan tetap ada, agar aku dapat ikut bahagia,’
“Apa benar kau kesurupan heh?”
‘Lalu, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membiarkannya pergi? Membiarkannya bahagia bersama gadis lain yang ia ingini? Membiarkannya lepas dari paksaanku dan berjalan sendiri? Membiarkannya untuk tidak memaksakan diri mencintaiku?’
“YA! Lee Hiu hwi, jangan membuatku takut! Kenapa kau hanya diam saja huh?”
‘Tapi bagaimana mungkin aku bisa melepasnya? Aku ingin menikah dengannya! Aku ingin ia hidup bahagia bersamaku. Apa aku harus meleburkan semua itu menjadi abu dan menerbangkannya sebagai angan-angan saja?’
“YA!”
‘Sepertinya, tak ada jalan lain untukku selain membiarkannya pergi! Aku tak boleh egois. Kyuhyun Oppa tidak boleh mati dan menderita karna aku. Aku mencintainya, untuk itu aku harus meninggalkannya.’
“YA! LEE HIU HWI... KAU BENAR-BENAR KESURUPAN HUH?” Pekik Kyu seraya berdiri dan hendak menghampiri yeoja itu yang kini hanya tersenyum cekung kearahnya.
“Apa boleh aku menciummu Oppa?” tanya Hiu hwi seketika, membuat Kyuhyun seolah beku ditempatnya.
“Mw-mwo?”
“Sekali saja. Setelah itu, aku berjanji tidak akan menuntut apapun lagi darimu.” Hiu hwi berdiri dari tempat duduknya dan mengalungkan kedua tangannya dileher jenjang Kyuhyun, membuat member Suju yang lain bersiap mental untuk adegan selanjutnya.
“Tidak disini, aku masih cukup tau diri.” Bisik Hiu hwi seraya menyeret Kyu kedalam sebuah ruangan kecil, membuat member Suju yang lain kecewa setengah mati.
“YA! Apa kau salah makan hari ini heh? Kenap—” belum sempat Kyu hendak menyelesaikan kalimatnya itu dengan benar, Hiu hwi pun telah lebih dulu membungkam bibirnya dengan lembut. Ruangan kecil ini semakin tampak sempit akibat ulah mereka. Untuk beberapa detik, bibir mereka hanya saling menempel tanpa bergerak aktif. Entahlah... Kyu merasa jika saat ini Hiu hwi tengah menangis. Terbukti dari getaran bibirnya yang menyentuh Kyu. Sebenarnya Kyu hendak melepaskan itu dan bertanya tentang hal ini, tapi sayang Hiu hwi sentak kembali mencium bibirnya seolah tak ingin Kyu berkata apapun lagi saat ini. Kyuhyun tediam! Ia seolah terdesak akan sesuatu hal yang kini mengganjal pikirannya. Tak ia pungkiri memang, jika saat ini ia tergoda! Tergoda akan perlakuan Hiu hwi yang seolah mendesaknya. Baiklah, ia adalah seorang namja normal! Bagaimana pun naluri lelakinya lah yang sekarang berkuasa, hingga ia tanpa sadar mendorong tubuh Hiu hwi dan mendesakan tubuh yeoja itu padanya. Hiu hwi kontan menangis, saat Kyu sudah mulai memimpin pertautan mereka ini, malah sekarang Kyu nyaris tak bisa mengontrol emosinya.
“Gamsahamnida.” Ucap Hiu hwi seketika melepaskan ciuman mereka begitu saja. Kyuhyun tercenang! Ia bahkan tak percaya jika tadi ia melakukan itu lebih dulu pada gadis ini. Kyuhyun meneguk liurnya susah payah tatkala ia menatapi wajah Hiu hwi yang merunduk amat dekat dengannya.
“Mianhaeyo Oppa, jeongmal mianhae.” Hiu hwi berucap itu tanpa memandang Kyu dan sentak berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri diruangan ini. Gadis itu menangis sesunggukan tatkala keluar dan berlari dari tempat ini, membuat member Suju kembali bingung dibuatnya.
“Apa Kyuhyun menolaknya lagi? Kenapa namja itu bodoh sekali!” Umpat Eunhyuk seraya melompat dari kursinya dan hendak menghampiri Kyu, bermaksud memarahi namja itu. Begitupula dengan member Suju yang lain.
===
- “Entah mengapa aku rela menderita untukmu
Walau aku sadar, aku tersakiti!
Entah mengapa aku terus memikirkanmu,
Walau aku sadar, aku tersakiti!
Entah mengapa aku selalu mengagumimu,
Walau aku sadar, aku lah yang akan tersakiti!” -
Mungkin untuk sebagian orang musim yang paling teduh itu adalah musim dingin! Musim yang begitu amat ditunggu oleh sebagian orang yang membenci musim panas. Tuhan memang adil! Adil dalam pembagian segala hal. Sudah beberapa hari ini, bahkan hujan terus terkuyup ngilu di bumi, seolah mengejek suasana hati Hiu hwi yang benar-benar terpuruk kedalam dasar jurang yang paling dalam.
“Hiu hwi Eonni,” panggil Hyo rin, berusaha untuk kembali membujuk Hiu hwi agar keluar dari kamarnya. Ini sudah 3 hari, yeoja itu mengurung dirinya sendiri tanpa berbicara dengan satu orang pun. Entah apa saja yang ia lakukan didalam sana, yang jelas selalu ada isak tangis yang terdengar, membuat semua orang panik akan sikapnya itu. Untunglah, kedua orang tuanya sedang tak berada di Korea, hingga masalah ini belum sampai ke telinga Orang tua Kyu. Hiu hwi seakan ingin menyimpannya sendiri saat ini.
“YA! Hiu hwi Eonni... jika kau tidak membuka pintu kamarmu ini dan menemuiku, aku akan menelpon Kyuhyun Oppa untuk datang kemari dan mengatakan jika sebenarnya kau—”
#CEKLEK
Belum sempat Hyo rin hendak melanjutkan ancamannya itu, pintu kamar Hiu hwi pun sentak terbuka seketika. Hyo rin tersenyum, setidaknya hari ini ia berhasil menemui Hiu hwi.
“Oh My... God,” gumam Hyo rin menganga saat kini ia telah perlahan-lahan memasuki kamar Hiu hwi yang benar-benar tampak tak seperti biasanya itu. Entahlah... Hiu hwi adalah orang yang sangat tak suka akan sesuatu yang kotor, tapi sekarang? Lihatlah... kamar ini benar-benar sudah seperti sarang burung yang tak tau lagi kemana arah dan isinya, lebih tepatnya ruangan ini seolah seperti ruangan Tissue, yang dipenuhi dengan kartas-kertas tipis yang tak karuan lagi bentuknya. Sebenarnya Hyo rin tak terlalu perduli akan isi ruangan ini yang begitu berbeda, yang jelas... ia lebih terkejut lagi akan keadaan dan kondisi pemilik kamar ini. Yah, Hiu hwi seolah berubah Versi lain.
“Hiu hwi Eonni, gwanchana?” tanya Hyo rin seraya duduk bersila tepat disisi kiri Hiu hwi yang bersandar dipinggiran tempat tidurnya seraya memandangi kearah luar jendela. Tatapan yeoja itu benar-benar kosong, hanya bening-bening yang terus menerus mengalir dari kedua kelopak matanya lah yang terlihat.
“Hyo rin-ah... bisakah kau membantuku?” desah Hiu hwi lemah. Sungguh, ia terlihat seperti seorang Zombi yang mengerikan.
“Tentu saja.”
“Jangan pernah mengatakan apapun pada Kyuhyun Oppa dan semuanya tentang hal ini, ne?”
“Mwo? YA! Hiu hwi Eonni... apa kau sudah gila? Kenapa kau bisa bersikap layaknya orang tak waras seperti ini heh? Kenapa kau bodoh sekali dengan mempercayai semua omongan kosong peramal gadungan itu? Berhentilah bersikap kekanak-kanakan dan lanjutkan hidumu seperti sebelumnya. Kau tak tau, jika semua orang kuatir padamu?”
“Semua orang? Tidak termasuk Kyuhyun Oppa, ne?”
“Yah, walaupun Kyuhyun Oppa tidak mengatakan apapun tentangmu, tapi aku yakin dia juga kuatir dengan perubahan sikapmu ini. Kenapa kau selalu menyikiti dirimu sendiri seperti ini heh? Eonni... bukankah kau mencintai Kyuhyun Oppa? Bukankah kau menginginkannya menjadi suamimu? Lalu, kenapa hanya karna omongan tidak penting peramal itu, kau jadi patah semangat seperti ini. Kemana Hiu hwi Eonni yang dulu ku kenal?”
“Aku takut Hyo rin-ah. Bagaimana jika semua itu memang benar? Akan lebih baik jika aku tidak memilikinya, tapi aku masih bisa melihatnya daripada aku memilikinya tapi aku harus kehilangannya.”
“Lalu, apa dengan cara seperti ini semuanya akan selesai?”
“Mungkin, setidaknya Kyuhyun Oppa tidak menderita lagi karna aku terus-menerus mendesak dan memaksanya. Dia menderita karna aku mencintainya Hyo rin-ah. Dia tidak mencintaiku!” Hyo rin sentak terdiam! Pernyataan Hiu hwi kali ini memang benar, walau tak sepenuhnya benar. Selama ini Kyuhyun hanyalah menganggap Hiu hwi tak pernah lebih dari seorang benalu dalam hidupnya.
“Jadi, Eonni ingin menyerah sampai disini?”
“Kyuhyun Oppa, harus bahagia... ada atau tanpa kehadiranku Hyo rin-ah.” Hiu hwi merunduk dan kembali meneteskan air mata kepedihannya. Sakit? Baru kali ini, ia merasakan kesakitan melepaskan sesuatu hal yang paling berharga dalam hidupnya. Apalagi dari dulu, Hiu hwi sangat mencintai Kyuhyun. Ia mengidolakan namja itu bahkan saat petama kali Kyu debut bersama para hyung-nya itu.
“Eonni...” Hyo rin sentak ikut menitikan air matanya dan memeluk Hiu hwi, bermaksud untuk menenangkan yeoja itu.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya Di Dorm namja-namja tampan ini. Terlihat ke12 Member Suju ini duduk mengelilingi Kyu yang hanya terdiam tanpa perduli tentang apa yang tadi sang leader-nya itu bicarakan, yang ia tau hanyalah nama ia dan Hiu hwi selalu disebut-sebut.
“Ah... aneh sekali beberapa hari ini Dorm kita begitu sepi dan seolah kekurangan gizi makanan.” Ucap Shindong membuka suara seraya menatap langit-langit dengan tatapan kosong
“Benar, selama beberapa hari ini Hiu hwi tak berkunjung kemari. Ada apa dengannya? Sejak kejadian kemarin itu, gadis itu seolah menghilang.” Eunhyuk menimpali dengan sesekali menatapi Kyu yang seakan tak mendengarnya itu.
“Sepertinya, dia benar-benar sudah tak tahan lagi dengan sikap Kyu. Padahal selama ini, dialah yang selalu memperhatikan kita, memilihkan baju, membersihkan Dorm sampai memasak.” Ryeowook seolah ikut-ikutan berucap.
“Awalnya aku menyangka Hiu hwi hanyalah gadis manja yang selalu berkehendak dengan seenaknya, tapi ternyata dia adalah gadis mandiri. Bahkan ia bisa melakukan semua pekerjaan rumah. Beruntung sekali, namja yang menjadi suaminya kelak.”
“YA! Bisakah kalian berhenti membicarakan gadis itu didepanku huh? Jika memang kalian merasa kehilangannya, mengapa bukan kalian saja yang menjadi calon suaminya!” Bentak Kyu membuat semua orang terkejut dengan responnya saat ini. Dengan cepat, Kyu pun berbalik dan masuk kekamarnya dengan sebal.
“Kyu, kau kenapa? Apa kau lagi datang bulan? Perlu aku belikan pembalut?” Pekik Eunhyuk membuat suara beberapa buku berjatuhan dari dalam kamar Kyu. Semua orang terkikik pelan melihat tingkah bodoh dari Kyu saat ini.
===
Hari ini, genap sudah satu minggu dimana Hiu hwi tak menunjukan batang hidungnya pada para member Super junior itu. Entahlah... gadis itu seolah berusaha menjadi orang lain dengan menyibukkan diri agar hatinya tak terus menerus meminta untuk melihat wajah Kyuhyun. Sulit? Tentu saja! Apalagi, kepopuleran Super junior juga semakin meningkat, hingga mau tak mau Hiu hwi harus menatap wajah namja itu setidaknya ketika ada iklan di jalan raya atau pun radio mobilnya.
Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Apakah hidupnya berjalan sempurna dan bahagia ketika ia menyadari jika Hiu hwi sudah tak mengacaukan hidupnya lagi? Ketika ia menyadari jika tak ada teriakan dan perhatian yeoja itu lagi padanya? Dan ketika menyadari jika yeoja itu seolah menghindarinya?
Hari pertama... Kyuhyun memang merasakan kebahagian dan kebebasan yang indah dalam hidupnya, tanpa harus terkekang akan semua tindakan yeoja itu. Hari ke-3 Kyu seolah merasa menjadi dirinya sendiri tanpa harus memikirkan atau pun terpaksa melakukan sesuatu hal. Hari ke-5 Kyu merasakan sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Entah itu apa, yang jelas Kyu merasa hari-harinya berjalan lambat. Hingga hari ke-7 tepatnya hari ini, Kyu seolah merasa hidupnya benar-benar membosankan, ia harus kembali melakukan semuanya sendiri, tak perlu berteriak-teriak, tak ada kecupan singkat di pipinya setiap pagi, tak ada baju yang selalu siap untuk ia pakai tanpa perlu memilih dengan warna yang sesuai, tak ada yang memandanginya dengan kagum, dan tak ada yang bersikap manja dan selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Bosan? Apakah Kyu hanya merasa bosan, bukan kehilangan sesuatu?
“Bukankah itu Hiu hwi heh?” perkataan Sungmin dari dalam mobil itu sentak saja membuat semua orang menoleh kearah sebuah taman yang kini menjadi tempat tatapan Sungmin. Bahkan Kyu juga ikut-ikutan menoleh, walau memang itu tak terlalu terlihat seperti yang lain.
“Siapa namja itu? Apa kau kenal Kyu?” tanya Leeteuk membuat Kyu seolah malas menjawabnya. Sebenarnya, Kyu pun penasaran akan sosok namja yang kini tengah bersama Hiu hwi sembari tersenyum-senyum kecil itu. Penasaran? Entah mengapa Kyu seolah sangat ingin tau siapa namja asing itu.
“Wah... dia lebih tampan darimu Kyu.” Celetuk Eunhyuk membuat Kyu semakin tak bisa lagi bersembunyi untuk melihat wujud namja itu dengan jelas.
“Sepertinya dia bukan seorang artis, ne? Melihat dari bentuknya, namja itu seperti seorang pengusaha. Ah... kenapa kita tak turun dan menghampirinya saja? Setidaknya Hiu hwi harus menjelaskan mengapa ia tak datang lagi ke Dorm.” Usul Siwon yang dianggukan dengan semua orang yang ada dimobil itu, kecuali Kyuhyun tentunya.
“YA! Hyung, bukankah kita harus cepat pergi?” Sergah Kyu cepat membuat Leeteuk kembali menoleh.
“Masih 2 jam lagi, Kyu! Apa kau tidak merindukannya? Atau mungkin mendegar alasannya mengapa ia menjauhimu heh?” Kyuhyun terdiam! Ia masih belum berniat untuk keluar seperti yang dilakukan para hyung-nya itu.
Disatu sisi, tampak Hiu hwi kini tengah tersenyum sembari melipat kembali bekal makanan yang tadi ia bawa. Sesekali tampak juga ia menepuk pelan bahu namja tampan disampingnya itu dengan manja. Seolah mereka begitu akrab!
“Annyeong Hiu hwi,” sapa Leeteuk membuat Hiu hwi dan namja asing itu menoleh seketika.
“Omo! Oppa?” ucap Hiu hwi terkejut seraya berdiri dan berbalik. Tunggu, wajah Hiu hwi sentak memucat tatkala ia tau jika disini bukan hanya ada Leeteuk, tapi beberapa member Suju yang lain. Apakah Kyuhyun ada?
“Apa kabarmu heh? YA! Kenapa kau tidak pernah datang lagi ke Dorm? Memang apa salah kami?” Eunhyuk merajuk membuat Hiu hwi terkekeh kecil.
“Mianhae Oppa, aku sedang sibuk. Sebentar lagi aku ujian kelulusan, aku harus banyak belajar. Hahaha, mianhaeyo.”
“Bukannya biasanya kau belajar dengan Kyuhyun?” timpal Donghae membuat dada Hiu hwi sentak beredesir tatkala mendengar nama itu.
“Ah... aku tidak mau merepotkannya lagi. Dan ini—aku juga sudah punya Guru Private sendiri.”
“Mwo? Jadi dia Guru Private-mu?” tanya Siwon mendelik tajam.
“Annyeong, perkenalkan aku No Min Woo.” Ucap namja asing itu tersenyum ramah. Semua member Suju terdiam! Baiklah, Pria ini cukup tampan untuk hanya dijadikan Guru Private memang.
“Ah, apa kabar kalian Oppa?” tanya Hiu hwi seolah ingin mengalihkan pembicaraan.
“Kami baik, tapi sepertinya tidak padamu, ne? Matamu terlihat cekung dan badanmu mengurus. Sepertinya, akhir-akhir ini kau tak makan dengan baik,” Leeteuk mengusap puncak kepala Hiu hwi sekilas, membuat gadis itu merunduk.
“Kau tak menanyakan kabar Kyuhyun juga heh?”
#DEG
Lagi-lagi Hiu hwi tak dapat mengontrol jantungnya, setiap kali ia mendengar nama Kyuhyun disebut.
“Ak-aku—”
“YA! Hyung, kita harus cepat pergi.” Pekik seseorang seketika membuat semua orang menoleh kearah sumber suara. Hiu hwi merunduk, ia mati-matian untuk tidak ikut mendongak melihat siapa yang berteriak itu. Suara itu... suara yang membuatnya menangis semalaman, hanya karna ingin mendengar suara itu lagi. Hening! Tak ada yang saling berbicara lagi saat kini mereka hanya menatapi Kyuhyun dan Hiu hwi bergantian.
“Ah... aku lupa jika hari ini, aku juga ada les musik.” Ucap Hiu hwi tiba-tiba seraya membungkuk sejenak dan hendak berlalu pergi. Namun sayang ia sama sekali tak melihat jika Kyu juga berjalan dari arah berlawanan yang sama dengannya, hingga—
#BRUKKK
Hiu hwi tanpa sengaja menyenggul bahu kiri Kyuhyun, membuat bekal yang tadi ia bawa kini kembali berjatuhan. Hening! Tampak tubuh Hiu hwi bergetar hebat tak karuan, sampai tiba-tiba—
-TBC-

Author : JEA_
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
Warning : “Molla, tiba-tiba aja banyak nemu ide yg beginian. Semoga gax ada yang pernah bosen ama ini Couple -_-! Dan... seperti biasa, kalian semua yang baca itu adalah Hiu hwi, Ok!! >,
Its Begin!
- “Aku mencintaimu,
Bukan hanya untuk ku kagumi wujudmu.
Aku mencintaimu,
Bukan hanya untuk menjadi bayangan semu.
Dan karna aku mencintaimu,
Untuk itulah aku ingin memilikimu.
Apa aku salah?”
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
@Dorm Super Junior, Seoul -South Korea-
Apakah ada yang salah dengan dunia ini sekarang? Mengapa sekelebat awan hitam selalu mencolok dari arah atas langit itu? Seolah menawarkan sebuah duka yang terpatih sejajar untuk masa depan. Hujan! Lagi-lagi rintikan hujan itu terdengar jelas dengan irama gemuruh yang tak senada, meneriakkan sekelebat dengung yang tak biasa menyambut pagi.
“ANNYEONG...!” Pekikkan seorang gadis bermata bulat ini kontan saja menyentakan beberapa aktivitas namja-namja tampan ini. Seperti biasa, gadis itu tanpa permisi lagi masuk kedalam dengan membawa beberapa kantong kecil lengkap dengan gelak tawanya yang cukup khas.
“Woah... biasanya kau kemari lebih cepat Hiu hwi. Apa kau membawa sarapan lagi? Mana bagianku?” Shindong yang tadinya hendak memasang kaos kaki miliknya, kini terhenti dan menghampiri sosok gadis bermata bulat yang ia panggil dengan sebutan Hiu hwi itu dengan riang, begitupula member Suju yang lain.
“Ini Oppa. Ah... diluar hujannya begitu deras, tadi hampir saja aku terjatuh.”
“Kau tidak apa-apa? Sepertinya bajumu basah, lebih baik ganti lebih dulu sebelum kau sakit. Bukankah Sungmin mempunyai banyak stok baju berwarna PINK.” Timpal Leeteuk penuh penekanan membuat Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal.
“Ah... tidak usah, gwanchanayo. Oh ya, Kyuhyun Oppa man—”
“Dia ada dikamarnya Hiu hwi.” Sela Sungmin cepat, seolah tau maksud dari pertanyaan Hiu hwi sebelumnya. Hiu hwi terkikik pelan, dengan langkah lebar ia pun berjalan dan membuka pintu ruangan kamar yang setiap hari selalu ia masuki itu. Kosong! Tak ada satu orang pun disana, kecuali Heebum.
“Sepertinya, dia sedang mandi ne?” tanya Hiu hwi pada Heebum yang hanya menatapnya seolah sebal. Sebal? Yah, Heebum memang tak pernah tersenyum. -_-!
“Hhhh...” gadis itu mendengus kecil menatap Heebum berjalan menjauhinya, jika saja kucing itu bukan peliharaan kesayangan seorang Kim Heechul, mungkin ia sudah membuang kucing itu ketempat yang jauh. Tapi, Hiu hwi masih sadar. Yup! Ia masih memiliki cermin untuk bertindak diluar batas pada para Idolanya itu. Idola? Yah, nyatanya Hiu hwi hanyalah seorang fans yang bisa dikatakan beruntung karna dapat berdekatan dengan para Idolanya itu. Mungkin banyak sebagian orang bertanya-tanya mengapa ia bisa seperti itu? Didunia ini jika bukan uang yang berkuasa, maka kedudukan lah yang berada diatasnya.
Lee Hiu hwi... siapa yang tak mengenal nama gadis itu diantara para pembisnis Negeri ini? Selain ia satu-satunya pewaris tunggal Perusahaan yang paling besar di Korea dan Jepang, ia juga seorang gadis yang memiliki darah keturunan bangsawan. Saat ini Hiu hwi berumur 17 tahun, dimana sebentar lagi ia akan lulus Sekolah dan mulai belajar menggantikan sosok Appa-nya. Namun sayang, otak dan batin Hiu hwi benar-benar tak sampai akan pikiran seorang pembisnis itu, jadilah orang tuanya mati-matian mencarikannya sosok seorang namja yang cukup pantas bersanding dengan Hiu hwi. Entahlah... pada saat itu Hiu hwi dengan senang hati menjawab CHO KYUHYUN! Yah, namja Idola yang sangat ia gilai.
Mungkin untuk sebagian orang percaya jika cinta memang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu, tapi itu mungkin tidak berlaku untuk seorang Cho Kyuhyun. Semenjak orang tuanya terang-terangan mengatakan jika ia dijodohkan dengan Hiu hwi; gadis yang selama ini tak ia kenali, hidup Kyuhyun seolah berjungkir balik. Ia benar-benar tak punya pilihan lain selain menurut dan menerima gadis pecicilan itu dengan terpaksa. Yah, mungkin karna paksaan dan desakan dari Hiu hwi lah, hingga bahkan orang tua Kyu hanya bisa mengangguk tanpa bisa menolak. Julukan gadis kaya dan manja yang mampu bertindak seenaknya... itulah yang ada dalam pikiran Kyuhyun selama ini tentang gadis itu.
“YA! Kenapa kau ada disini huh? CEPAT KELUAR!” Bentak Kyu membuat Hiu hwi dengan cepat menoleh kearah sumber suara dan tersenyum malu.
“Aish... Oppa, tubuhmu semakin bagus saja.” Sahut Hiu hwi menggoda dengan kedua pipinya yang memerah saat ia melihat otot-otot badan Kyu yang selama ini jarang terekspos publik. Kyu bergidik! Dengan cepat ia tutupi tubuh bagian atasnya itu dengan selimut tebalnya.
“Tak perlu ditutupi seperti itu Oppa, bukankah aku calon istrimu heh? Ahahaha.” Hiu hwi tertawa puas menatapi perubahan ekspresi Kyu menjadi agak kemerah-merahan sekarang.
“YA! Apa yang kau tertawakan? Cepat keluar!”
“Ish, baiklah. Itu—aku sudah menyiapkan bajumu untuk hari ini Oppa. Kau pasti akan terlihat tampan menggunakan itu semua.”
“Shirreo, aku ingin memakai pakaian lain saja.”
“Tapi—”
“Wae? Kau ingin memaksaku lagi?” tanya Kyu sinis, membuat Hiu hwi terdiam.
“Dasar gadis manja!” Lanjut Kyu tersenyum dingin. Sebenarnya semua perkataan dan perlakuan Kyu ini memang sudah terbiasa ia terima, bahkan terkadang jauh lebih menyakitkan lagi. Namun entahlah, setiap itu dada Hiu hwi hanya berdesir singkat tanpa ingin membela diri.
“Hari ini, aku akan ikut denganmu kemanapun kau pergi Oppa. Karna... aku tak punya kegiatan lagi hari ini.” Hiu hwi tampak seolah berusaha mengalihkan ke hal yang lain, setidaknya untuk mengalihkan rasa dalam dadanya sekarang.
“Lalu, kau pikir aku mau mengajakmu kemana pun aku pergi heh? Bagaimana jika aku ingin pergi ke tempat dimana kau tidak ada untuk mengikutiku lagi? Dimana tidak ada tempat kau seolah bertindak sebagai Bodyguard-ku dan melarang fans-ku untuk memelukku.”
“Oppa, aku hanya tak ingin kau disentuh gadis lain! Dadaku sesak saat ada orang lain yang jauh lebih dekat denganmu daripada aku.”
“Bagaimana jika aku tidak mau? Apa kau akan melaporkan semua ini kepada orang tuamu dan menyuruh mereka untuk berhenti menanam modal di Perusahaan Appa-ku huh?”
“Oppa!”
“Wae? Aku benar?”
“Terserah kau saja mau menilaku seperti apa Oppa. Karna hari ini, jadwalmu cukup padat. Jadi, aku akan mengalah untuk tak ikut. Jangan lupa makan siangmu, aku pergi dulu,” Hiu hwi mendekat kearah Kyu dan mengecup pipi kanan namja itu sekilas; seperti halnya yang sering ia lakukan setiap pagi. Kyuhyun hanya diam seraya menatapi yeoja itu dengan tajam.
“Tapi nanti, kau harus mengangkat telponku, ne? Jangan membuatku kuatir padamu Oppa.” Hiu hwi tersenyum! Yah, ia selalu tersenyum dalam kondisi apapun. Entah itu hobi atau memang sudah menjadi kebiasaannya, yang jelas segelintir ucapan dingin Kyu yang hanya tertuju padanya itu bukanlah menjadi hambatan untuk tetap mencintai dan berada disisi namja itu apapun yang terjadi.
“Aku pulang dulu Oppa-oppa.” Pamit Hiu hwi seraya membungkuk sejenak dan tersenyum untuk melangkah melewati member Suju itu.
“Cepat sekali? Memangnya kau tak ikut kami heh?” balas Yesung aneh.
“Aniya, hari ini aku absen dulu, sepertinya aku terkena Flu Oppa.”
“Lalu, siapa yang membuatkan makan siang kami? Hiks, Hiu hwi... kau tega sekali!” Rajuk Eunhyuk dengan tatapan memelas. Hiu hwi tersenyum manis, setidaknya member Suju yang lain selalu menerima kehadirannya dengan hangat seperti ini. Tak seperti Kyu, yang selalu menganggapnya benalu atau pun parasit.
“Aish... kalian bisa makan diluar. Aku pergi dulu, Leeteuk Oppa, tolong jaga Kyuhyun-ku ne?”
“Hanya Kyuhyun?” timpal Siwon seraya tak mengalihkan pandangannya pada buku antologi bumi yang ia baca.
“Hahaha... dan juga jaga Heebum.” Sahut Hiu hwi yang sukses membuat Siwon mendengus gusar padanya. Gadis itu terpaku untuk sesaat, hingga ia memutuskan untuk kembali berbalik dan berpamitan dengan member Suju yang lain.
===
- “Apa kau percaya pada takdir?
Jika Iya, apa kau juga percaya pada sebuah ramalan?
Ramalan yang terkadang benar, tapi terkadang salah?
Lalu...
Bagaimana jika ramalan itu mengatakan jika ia memang jodohmu?
Kau akan percaya?” -
Garis dinding-dinding ruangan persegi ini tampak pucat dengan goresan-goresan tak karuan disetiap sisinya, seolah menyeruakan hawa mistis yang begitu kental disini. Tak ada suara lain yang terdengar selain suara-suara kicauan burung dan lantunan lagu klasik yang berpadu padan bak irama yang tak punya tangga nada. Mengerikan? Mungkin, mengingat ruangan ini cukup teduh akibat cahaya matahari yang tak banyak masuk melalui cela-cela disekitarnya.
“Hiu hwi Eonni, sebaiknya kita pulang saja ne? Tempat ini benar-benar mengerikan.” Bisik Hyo rin; gadis yang menjadi sepupu terkecil Hiu hwi.
“Sssstsss... diam! Kau ini mengganggu konsentrasiku saja,”Hiu hwi mendengus pelan kearah Hyo rin dan kembali menatapi seorang wanita bertubuh gemuk dihadapan mereka dengan seksama.
“Jadi bagaimana, Ahjumma? Apa aku memang berjodoh dengan Kyuhyun Oppa?” tanya Hiu hwi yang kini mulai berani mengeluarkan suaranya. Sesekali diliriknya Hyo rin yang juga tengah meliriknya dengan tatapan takut. Ahjumma itu sentak membuka matanya perlahan dan menatapi wajah Hiu hwi dengan picingan tajam, membuat Hiu hwi tertunduk ngeri. Bagaimanapun juga, Ahjumma itu juga memakai pakaian dan riasan yang tak biasa. Yah, seperti seorang peramal pada umumnya.
“Hummm... tahun depan, kau dan namja yang bernama Cho Kyuhyun itu akan menikah.” Perkataan Ahjumma itu sontak saja membuat Hiu hwi dan Hyo rin membulatkan mata mereka cepat.
“Mwo? Ja-jadi aku dan Kyuhyun Oppa benar-benar akan menikah tahun depan? Jincha? Ahjumma tidak berbohong padaku kan?”
“Pernikahan kalian akan menjadi pernikahan terheboh dan paling disorot diseluruh Negri ini. Semuanya tampak terlihat bahagia! Kau, orang tuamu, keluarga besarmu dan orang-orang disekelilingmu, kecuali... namja yang bernama Kyuhyun itu.”
“Mwo?”
“Namja itu terlihat murung dan terpaksa.” Ahjumma itu tampak menutup matanya, seolah kembali menerawang ke masa depan.
“Tapi, ia seperti itu hanya pada saat pernikahan kami saja kan Ahjumma? Dia akan mencintaiku dan bahagia akan pernikahan kami setelah itu ne?” Ekspresi Hiu hwi tampak tegang saat ini. Ia benar-benar berharap jika lanjutannya kelak dapat membuatnya bahagia. Ahjumma itu sentak berhenti akan aktivitasnya dan menatap kearah Hiu hwi dengan tatapan sendu.
“Yah, pernikahan kalian memang seakan terlihat bahagia. Perlahan-lahan namja itu mulai menerima kau sebagai istrinya,”
“Mwo? Jeongmal?”
“Ne, tapi—”
“Tapi? Tapi apa Ahjumma? Apa kami akan memiliki anak? Berapa?”
“Jika kau memang menikah dengan namja itu, ia akan pergi,”
“Mwo? Pergi?”
“Ia akan pergi untuk selamanya dan tak akan pernah kembali padamu. Ia akan berada ditempat yang tenang tanpa mengajakmu.”
“Mwoya? Apa maksud Ahjumma?” Hiu hwi mulai tampak kesal, membuat Hyo rin yang berada disampingnya terlihat menggandeng lengan Hiu hwi bermaksud membuat gadis itu kembali tenang.
“Dia akan pergi untuk terlepas dari jeratmu. Dia tidak bahagia!”
“YA! Mana mungkin seperti itu Ahjumma.”
“Dia akan pergi ke tempat Tuhan dan mengadu padanya. Dia membencimu!”
“ANIYA. ITU TIDAK MUNGKIN!”
“Dia akan menangis dan meratapi nasibnya yang begitu lemah. Ia ingin terlepas.”
“YA! BERHENTI BERBICARA OMONG KOSONG!” Pekik Hiu hwi seraya berdiri dan menggebrak meja dihadapannya dengan keras. Gadis itu menangis! Ia tak sadar jika ia menangis hanya karna kalimat-kalimat yang terlontar dari bibir wanita paruh baya itu. Hyo rin tergelak. Dengan cepat ia ikut berdiri dan mencoba menenangkan Hiu hwi.
“Dia akan mati... ditanganmu!”
“MWO? YA! Ahjumma pikir aku akan percaya dengan semua ramalan bodoh ini huh? Kau pembohong! Kau pembohong...!” Hiu hwi sentak memekik kasar dan berbalik untuk berlari keluar dari tempat ini. Wanita paruh baya itu pun hanya tertawa dengan balutan air mata yang mengalir dipelupuk matanya.
“Aku belum menyelesaikan kalimatku.” Desah Wanita itu seraya menatapi kepergian Hiu hwi dan Hyo rin yang semakin menjauh dari pandangannya. Entahlah... Hiu hwi tampak sangat terpuruk mendengar itu semua, bahkan kini ia berlari seolah tak mengenal arah. Hyo rin yang sejak tadi berusaha mengejarnya pun hanya bisa menarik nafas panjang dengan sesekali mempercepat langkahnya.
“Hiu hwi Eonni...” gumam Hyo rin seraya kembali mengatur nafasnya tatkala kini ia menatapi Hiu hwi tengah terduduk seraya menyandar disebuah pohon. Gadis itu tampak menangis sesunggukan.
“Eonni-ya...”
“Hyo rin-ah, apa benar jika aku menikah dengan Kyuhyun Oppa, maka ia akan menderita? Ia akan meninggal huh?” Hiu hwi mengangkat tangan kanannya untuk menutupi bibirnya yang bergetar akibat tangisan itu.
“Jadi, Eonni percaya? Bukankah itu hanya ramalan saja heh? Aku bahkan sangat bingung padamu Eonni. Kenapa kau dari dulu sangat percaya dengan ramalan-ramalan yang seperti itu? Ahjumma itu hanyalah seorang manusia, dia tidak berhak menentukan takdir seseorang.”
“Tapi selama ini, ramalannya selalu benar!”
“Tapi tetap saja ia juga manusia! Manusia yang tak pernah lepas akan sebuah kesalahan!”
“Lalu, bagaimana jika kali ini ia juga benar?”
“Hhhh... entahlah. Aku lelah harus berdebat denganmu soal ini. Kau selalu saja mempercayai hal-hal yang bersifat tabu seperti itu Eonni.” Hyo rin tampak merajuk. Kembali ia berbalik dan meninggalkan Hiu hwi seorang diri disini. Setidaknya, Hiu hwi harus menyadari sendiri akan sifatnya selama ini.
“Benar! Mungkin saja kali ini Ahjumma itu salah!” Umpat Hiu hwi seraya menghapus air matanya dan berdiri penuh senyuman seperti biasanya.
“Bodoh! Bagaimanapun tak akan ada orang lain yang bisa menghalangiku untuk terus bersama Kyuhyun Oppa.” Hiu hwi kembali menyunggingkan senyumnya dan tampak mengeluarkan ponsel mungilnya itu untuk menelpon seseorang.
@Kona Beans_
Tampak seperti biasa, beberapa namja-namja tampan ini berkumpul disini untuk sekedar bersantai dari kesibukan jadwal padat mereka menjadi seorang Idola Hallyu. Walau tak terlalu sering, yang jelas mereka tak pernah absen untuk kemari setiap satu bulan sekali. Yah, setidaknya mereka bisa bercanda-canda seraya bermain-main dengan tenang, tanpa perlu adanya kamera yang mengikuti. Menyenangkan? Tentu saja itu menyenangkan bagi ke12 member Suju ini, kecuali Cho Kyuhyun tentunya. Ia seakan menjadi sosok orang lain yang begitu dingin jika ia tengah bersama Hiu hwi.
“YA! Berhenti memandangi wajahku seperti itu. Kau pikir aku suka?” rajuk Kyu dengan nada yang sedikit ia keraskan pada gadis dihadapannya itu.
“Memangnya tidak boleh jika aku memandangi wajah calon suamiku sendiri heh? Bukannya yang tidak boleh itu mereka—” Hiu hwi sentak menunjuk kearah kaca yang kini tengah dipenuhi banyak Fans Kyuhyun itu.
“Memangnya aku mau menikah denganmu?” Kyuhyun sentak menghentikan bacaannya dan memajukan beberapa centi tubuhnya kearah Hiu hwi.
“Mau tak mau, kau harus menikah denganku Oppa. Kita sudah dijodohkan dengan perjanjian itu, jadi kau tak bisa membatalkannya.”
“Kau pemaksa! Karna inilah, aku tidak suka dengan gadis sepertimu.”
“Aku tidak perduli, kau suka padaku atau tidak. Yang jelas, aku ingin kau jadi milikku, sekalipun hanya aku yang mencintaimu.”
“Kau tak tau malu juga rupanya, ne?”
“Untuk apa aku tau malu?
“Baiklah, jika itu memang kehendak sang Putri. Aku bahkan rela mati dan menderita agar kau menyadari jika didunia ini, ada hal yang tak bisa dipaksakan!”
#DEG
Jantung Hiu hwi sentak berdetak cepat tatkala mendengar lontaran kalimat dari Kyuhyun kali ini. Mati? Menderita? Apa jangan-jangan semua ramalan itu benar? Lalu—
“Kau tidak boleh mengatakan hal yang semacam itu lagi, Oppa.” Kyuhyun terdiam! Tampak jelas kebingungan yang melandanya tatkala kini ia menatapi raut wajah Hiu hwi yang begitu tegang.
“Kau kenapa? Apa kau kerasukan?”
“Katakan dengan jujur padaku Oppa... apa benar selama ini kau sama sekali tak mencintaiku? Kau tak menyukaiku? Apa kau memang tak pernah sempat untuk tertarik padaku?”
“Mwo?”
“Apa kau juga benar menderita karnaku? Kau tak bahagia saat aku terus mengikutimu dan memaksamu untuk terus berada disisiku seperti ini?”
“YA! Apa kau serius dengan pertanyaanmu itu huh?” Kyuhyun tampak menggeser posisinya sedikit dan memandangi wajah Hiu hwi dengan tatapan tak mengerti. Bukankah selama ini, yeoja itu selalu menghindari pertanyaan itu?
“Jawab saja dengan jujur Oppa.”
“Kau benar-benar ingin aku menjawabnya? Jujur?” Kyuhyun seolah kembali ingin menegaskan setiap pertanyaan Hiu hwi yang membuatnya bingung akan yeoja dihadapannya itu yang berubah tiba-tiba. Hiu hwi mengangguk pelan, seolah kini ia tengah menahan air matanya.
“Hummmm.... Yah, aku menderita.” Balas Kyu membuat Hiu hwi sentak mendongak dan menjatuhkan air matanya perlahan.
‘Jadi benar, kau menderita Oppa,”
Hiu hwi tersenyum miris. Masih sangat jelas diingatannya tentang sebuah ramalan yang telah membuatnya tak bisa tenang beberapa waktu ini.
‘Bagaimana jika ramalan itu memang benar? Aku akan kehilangan Kyuhyun Oppa!’
Hiu hwi semakin merunduk dalam linangan air matanya itu, membuat beberapa member Suju menatapi Kyuhyun dengan tatapan kesal.
“YA! Gadis manja, kau kenapa?” tanya Kyu membuat Hiu hwi menggeleng pelan dan kembali merunduk.
‘Bahkan selama ini dia tak pernah menunjukan jika ia memiliki perasaan yang sama denganku. Aku memang mencintainya, aku memang ingin memilikinya tapi aku tak ingin kehilangannya. Ia harus bahagia dan tetap ada, agar aku dapat ikut bahagia,’
“Apa benar kau kesurupan heh?”
‘Lalu, apa yang harus aku lakukan? Apa aku harus membiarkannya pergi? Membiarkannya bahagia bersama gadis lain yang ia ingini? Membiarkannya lepas dari paksaanku dan berjalan sendiri? Membiarkannya untuk tidak memaksakan diri mencintaiku?’
“YA! Lee Hiu hwi, jangan membuatku takut! Kenapa kau hanya diam saja huh?”
‘Tapi bagaimana mungkin aku bisa melepasnya? Aku ingin menikah dengannya! Aku ingin ia hidup bahagia bersamaku. Apa aku harus meleburkan semua itu menjadi abu dan menerbangkannya sebagai angan-angan saja?’
“YA!”
‘Sepertinya, tak ada jalan lain untukku selain membiarkannya pergi! Aku tak boleh egois. Kyuhyun Oppa tidak boleh mati dan menderita karna aku. Aku mencintainya, untuk itu aku harus meninggalkannya.’
“YA! LEE HIU HWI... KAU BENAR-BENAR KESURUPAN HUH?” Pekik Kyu seraya berdiri dan hendak menghampiri yeoja itu yang kini hanya tersenyum cekung kearahnya.
“Apa boleh aku menciummu Oppa?” tanya Hiu hwi seketika, membuat Kyuhyun seolah beku ditempatnya.
“Mw-mwo?”
“Sekali saja. Setelah itu, aku berjanji tidak akan menuntut apapun lagi darimu.” Hiu hwi berdiri dari tempat duduknya dan mengalungkan kedua tangannya dileher jenjang Kyuhyun, membuat member Suju yang lain bersiap mental untuk adegan selanjutnya.
“Tidak disini, aku masih cukup tau diri.” Bisik Hiu hwi seraya menyeret Kyu kedalam sebuah ruangan kecil, membuat member Suju yang lain kecewa setengah mati.
“YA! Apa kau salah makan hari ini heh? Kenap—” belum sempat Kyu hendak menyelesaikan kalimatnya itu dengan benar, Hiu hwi pun telah lebih dulu membungkam bibirnya dengan lembut. Ruangan kecil ini semakin tampak sempit akibat ulah mereka. Untuk beberapa detik, bibir mereka hanya saling menempel tanpa bergerak aktif. Entahlah... Kyu merasa jika saat ini Hiu hwi tengah menangis. Terbukti dari getaran bibirnya yang menyentuh Kyu. Sebenarnya Kyu hendak melepaskan itu dan bertanya tentang hal ini, tapi sayang Hiu hwi sentak kembali mencium bibirnya seolah tak ingin Kyu berkata apapun lagi saat ini. Kyuhyun tediam! Ia seolah terdesak akan sesuatu hal yang kini mengganjal pikirannya. Tak ia pungkiri memang, jika saat ini ia tergoda! Tergoda akan perlakuan Hiu hwi yang seolah mendesaknya. Baiklah, ia adalah seorang namja normal! Bagaimana pun naluri lelakinya lah yang sekarang berkuasa, hingga ia tanpa sadar mendorong tubuh Hiu hwi dan mendesakan tubuh yeoja itu padanya. Hiu hwi kontan menangis, saat Kyu sudah mulai memimpin pertautan mereka ini, malah sekarang Kyu nyaris tak bisa mengontrol emosinya.
“Gamsahamnida.” Ucap Hiu hwi seketika melepaskan ciuman mereka begitu saja. Kyuhyun tercenang! Ia bahkan tak percaya jika tadi ia melakukan itu lebih dulu pada gadis ini. Kyuhyun meneguk liurnya susah payah tatkala ia menatapi wajah Hiu hwi yang merunduk amat dekat dengannya.
“Mianhaeyo Oppa, jeongmal mianhae.” Hiu hwi berucap itu tanpa memandang Kyu dan sentak berlalu pergi meninggalkan Kyuhyun sendiri diruangan ini. Gadis itu menangis sesunggukan tatkala keluar dan berlari dari tempat ini, membuat member Suju kembali bingung dibuatnya.
“Apa Kyuhyun menolaknya lagi? Kenapa namja itu bodoh sekali!” Umpat Eunhyuk seraya melompat dari kursinya dan hendak menghampiri Kyu, bermaksud memarahi namja itu. Begitupula dengan member Suju yang lain.
===
- “Entah mengapa aku rela menderita untukmu
Walau aku sadar, aku tersakiti!
Entah mengapa aku terus memikirkanmu,
Walau aku sadar, aku tersakiti!
Entah mengapa aku selalu mengagumimu,
Walau aku sadar, aku lah yang akan tersakiti!” -
Mungkin untuk sebagian orang musim yang paling teduh itu adalah musim dingin! Musim yang begitu amat ditunggu oleh sebagian orang yang membenci musim panas. Tuhan memang adil! Adil dalam pembagian segala hal. Sudah beberapa hari ini, bahkan hujan terus terkuyup ngilu di bumi, seolah mengejek suasana hati Hiu hwi yang benar-benar terpuruk kedalam dasar jurang yang paling dalam.
“Hiu hwi Eonni,” panggil Hyo rin, berusaha untuk kembali membujuk Hiu hwi agar keluar dari kamarnya. Ini sudah 3 hari, yeoja itu mengurung dirinya sendiri tanpa berbicara dengan satu orang pun. Entah apa saja yang ia lakukan didalam sana, yang jelas selalu ada isak tangis yang terdengar, membuat semua orang panik akan sikapnya itu. Untunglah, kedua orang tuanya sedang tak berada di Korea, hingga masalah ini belum sampai ke telinga Orang tua Kyu. Hiu hwi seakan ingin menyimpannya sendiri saat ini.
“YA! Hiu hwi Eonni... jika kau tidak membuka pintu kamarmu ini dan menemuiku, aku akan menelpon Kyuhyun Oppa untuk datang kemari dan mengatakan jika sebenarnya kau—”
#CEKLEK
Belum sempat Hyo rin hendak melanjutkan ancamannya itu, pintu kamar Hiu hwi pun sentak terbuka seketika. Hyo rin tersenyum, setidaknya hari ini ia berhasil menemui Hiu hwi.
“Oh My... God,” gumam Hyo rin menganga saat kini ia telah perlahan-lahan memasuki kamar Hiu hwi yang benar-benar tampak tak seperti biasanya itu. Entahlah... Hiu hwi adalah orang yang sangat tak suka akan sesuatu yang kotor, tapi sekarang? Lihatlah... kamar ini benar-benar sudah seperti sarang burung yang tak tau lagi kemana arah dan isinya, lebih tepatnya ruangan ini seolah seperti ruangan Tissue, yang dipenuhi dengan kartas-kertas tipis yang tak karuan lagi bentuknya. Sebenarnya Hyo rin tak terlalu perduli akan isi ruangan ini yang begitu berbeda, yang jelas... ia lebih terkejut lagi akan keadaan dan kondisi pemilik kamar ini. Yah, Hiu hwi seolah berubah Versi lain.
“Hiu hwi Eonni, gwanchana?” tanya Hyo rin seraya duduk bersila tepat disisi kiri Hiu hwi yang bersandar dipinggiran tempat tidurnya seraya memandangi kearah luar jendela. Tatapan yeoja itu benar-benar kosong, hanya bening-bening yang terus menerus mengalir dari kedua kelopak matanya lah yang terlihat.
“Hyo rin-ah... bisakah kau membantuku?” desah Hiu hwi lemah. Sungguh, ia terlihat seperti seorang Zombi yang mengerikan.
“Tentu saja.”
“Jangan pernah mengatakan apapun pada Kyuhyun Oppa dan semuanya tentang hal ini, ne?”
“Mwo? YA! Hiu hwi Eonni... apa kau sudah gila? Kenapa kau bisa bersikap layaknya orang tak waras seperti ini heh? Kenapa kau bodoh sekali dengan mempercayai semua omongan kosong peramal gadungan itu? Berhentilah bersikap kekanak-kanakan dan lanjutkan hidumu seperti sebelumnya. Kau tak tau, jika semua orang kuatir padamu?”
“Semua orang? Tidak termasuk Kyuhyun Oppa, ne?”
“Yah, walaupun Kyuhyun Oppa tidak mengatakan apapun tentangmu, tapi aku yakin dia juga kuatir dengan perubahan sikapmu ini. Kenapa kau selalu menyikiti dirimu sendiri seperti ini heh? Eonni... bukankah kau mencintai Kyuhyun Oppa? Bukankah kau menginginkannya menjadi suamimu? Lalu, kenapa hanya karna omongan tidak penting peramal itu, kau jadi patah semangat seperti ini. Kemana Hiu hwi Eonni yang dulu ku kenal?”
“Aku takut Hyo rin-ah. Bagaimana jika semua itu memang benar? Akan lebih baik jika aku tidak memilikinya, tapi aku masih bisa melihatnya daripada aku memilikinya tapi aku harus kehilangannya.”
“Lalu, apa dengan cara seperti ini semuanya akan selesai?”
“Mungkin, setidaknya Kyuhyun Oppa tidak menderita lagi karna aku terus-menerus mendesak dan memaksanya. Dia menderita karna aku mencintainya Hyo rin-ah. Dia tidak mencintaiku!” Hyo rin sentak terdiam! Pernyataan Hiu hwi kali ini memang benar, walau tak sepenuhnya benar. Selama ini Kyuhyun hanyalah menganggap Hiu hwi tak pernah lebih dari seorang benalu dalam hidupnya.
“Jadi, Eonni ingin menyerah sampai disini?”
“Kyuhyun Oppa, harus bahagia... ada atau tanpa kehadiranku Hyo rin-ah.” Hiu hwi merunduk dan kembali meneteskan air mata kepedihannya. Sakit? Baru kali ini, ia merasakan kesakitan melepaskan sesuatu hal yang paling berharga dalam hidupnya. Apalagi dari dulu, Hiu hwi sangat mencintai Kyuhyun. Ia mengidolakan namja itu bahkan saat petama kali Kyu debut bersama para hyung-nya itu.
“Eonni...” Hyo rin sentak ikut menitikan air matanya dan memeluk Hiu hwi, bermaksud untuk menenangkan yeoja itu.
Sedangkan ditempat lain, tepatnya Di Dorm namja-namja tampan ini. Terlihat ke12 Member Suju ini duduk mengelilingi Kyu yang hanya terdiam tanpa perduli tentang apa yang tadi sang leader-nya itu bicarakan, yang ia tau hanyalah nama ia dan Hiu hwi selalu disebut-sebut.
“Ah... aneh sekali beberapa hari ini Dorm kita begitu sepi dan seolah kekurangan gizi makanan.” Ucap Shindong membuka suara seraya menatap langit-langit dengan tatapan kosong
“Benar, selama beberapa hari ini Hiu hwi tak berkunjung kemari. Ada apa dengannya? Sejak kejadian kemarin itu, gadis itu seolah menghilang.” Eunhyuk menimpali dengan sesekali menatapi Kyu yang seakan tak mendengarnya itu.
“Sepertinya, dia benar-benar sudah tak tahan lagi dengan sikap Kyu. Padahal selama ini, dialah yang selalu memperhatikan kita, memilihkan baju, membersihkan Dorm sampai memasak.” Ryeowook seolah ikut-ikutan berucap.
“Awalnya aku menyangka Hiu hwi hanyalah gadis manja yang selalu berkehendak dengan seenaknya, tapi ternyata dia adalah gadis mandiri. Bahkan ia bisa melakukan semua pekerjaan rumah. Beruntung sekali, namja yang menjadi suaminya kelak.”
“YA! Bisakah kalian berhenti membicarakan gadis itu didepanku huh? Jika memang kalian merasa kehilangannya, mengapa bukan kalian saja yang menjadi calon suaminya!” Bentak Kyu membuat semua orang terkejut dengan responnya saat ini. Dengan cepat, Kyu pun berbalik dan masuk kekamarnya dengan sebal.
“Kyu, kau kenapa? Apa kau lagi datang bulan? Perlu aku belikan pembalut?” Pekik Eunhyuk membuat suara beberapa buku berjatuhan dari dalam kamar Kyu. Semua orang terkikik pelan melihat tingkah bodoh dari Kyu saat ini.
===
Hari ini, genap sudah satu minggu dimana Hiu hwi tak menunjukan batang hidungnya pada para member Super junior itu. Entahlah... gadis itu seolah berusaha menjadi orang lain dengan menyibukkan diri agar hatinya tak terus menerus meminta untuk melihat wajah Kyuhyun. Sulit? Tentu saja! Apalagi, kepopuleran Super junior juga semakin meningkat, hingga mau tak mau Hiu hwi harus menatap wajah namja itu setidaknya ketika ada iklan di jalan raya atau pun radio mobilnya.
Lalu bagaimana dengan Kyuhyun? Apakah hidupnya berjalan sempurna dan bahagia ketika ia menyadari jika Hiu hwi sudah tak mengacaukan hidupnya lagi? Ketika ia menyadari jika tak ada teriakan dan perhatian yeoja itu lagi padanya? Dan ketika menyadari jika yeoja itu seolah menghindarinya?
Hari pertama... Kyuhyun memang merasakan kebahagian dan kebebasan yang indah dalam hidupnya, tanpa harus terkekang akan semua tindakan yeoja itu. Hari ke-3 Kyu seolah merasa menjadi dirinya sendiri tanpa harus memikirkan atau pun terpaksa melakukan sesuatu hal. Hari ke-5 Kyu merasakan sesuatu yang hilang dalam hidupnya. Entah itu apa, yang jelas Kyu merasa hari-harinya berjalan lambat. Hingga hari ke-7 tepatnya hari ini, Kyu seolah merasa hidupnya benar-benar membosankan, ia harus kembali melakukan semuanya sendiri, tak perlu berteriak-teriak, tak ada kecupan singkat di pipinya setiap pagi, tak ada baju yang selalu siap untuk ia pakai tanpa perlu memilih dengan warna yang sesuai, tak ada yang memandanginya dengan kagum, dan tak ada yang bersikap manja dan selalu mengikuti kemanapun ia pergi. Bosan? Apakah Kyu hanya merasa bosan, bukan kehilangan sesuatu?
“Bukankah itu Hiu hwi heh?” perkataan Sungmin dari dalam mobil itu sentak saja membuat semua orang menoleh kearah sebuah taman yang kini menjadi tempat tatapan Sungmin. Bahkan Kyu juga ikut-ikutan menoleh, walau memang itu tak terlalu terlihat seperti yang lain.
“Siapa namja itu? Apa kau kenal Kyu?” tanya Leeteuk membuat Kyu seolah malas menjawabnya. Sebenarnya, Kyu pun penasaran akan sosok namja yang kini tengah bersama Hiu hwi sembari tersenyum-senyum kecil itu. Penasaran? Entah mengapa Kyu seolah sangat ingin tau siapa namja asing itu.
“Wah... dia lebih tampan darimu Kyu.” Celetuk Eunhyuk membuat Kyu semakin tak bisa lagi bersembunyi untuk melihat wujud namja itu dengan jelas.
“Sepertinya dia bukan seorang artis, ne? Melihat dari bentuknya, namja itu seperti seorang pengusaha. Ah... kenapa kita tak turun dan menghampirinya saja? Setidaknya Hiu hwi harus menjelaskan mengapa ia tak datang lagi ke Dorm.” Usul Siwon yang dianggukan dengan semua orang yang ada dimobil itu, kecuali Kyuhyun tentunya.
“YA! Hyung, bukankah kita harus cepat pergi?” Sergah Kyu cepat membuat Leeteuk kembali menoleh.
“Masih 2 jam lagi, Kyu! Apa kau tidak merindukannya? Atau mungkin mendegar alasannya mengapa ia menjauhimu heh?” Kyuhyun terdiam! Ia masih belum berniat untuk keluar seperti yang dilakukan para hyung-nya itu.
Disatu sisi, tampak Hiu hwi kini tengah tersenyum sembari melipat kembali bekal makanan yang tadi ia bawa. Sesekali tampak juga ia menepuk pelan bahu namja tampan disampingnya itu dengan manja. Seolah mereka begitu akrab!
“Annyeong Hiu hwi,” sapa Leeteuk membuat Hiu hwi dan namja asing itu menoleh seketika.
“Omo! Oppa?” ucap Hiu hwi terkejut seraya berdiri dan berbalik. Tunggu, wajah Hiu hwi sentak memucat tatkala ia tau jika disini bukan hanya ada Leeteuk, tapi beberapa member Suju yang lain. Apakah Kyuhyun ada?
“Apa kabarmu heh? YA! Kenapa kau tidak pernah datang lagi ke Dorm? Memang apa salah kami?” Eunhyuk merajuk membuat Hiu hwi terkekeh kecil.
“Mianhae Oppa, aku sedang sibuk. Sebentar lagi aku ujian kelulusan, aku harus banyak belajar. Hahaha, mianhaeyo.”
“Bukannya biasanya kau belajar dengan Kyuhyun?” timpal Donghae membuat dada Hiu hwi sentak beredesir tatkala mendengar nama itu.
“Ah... aku tidak mau merepotkannya lagi. Dan ini—aku juga sudah punya Guru Private sendiri.”
“Mwo? Jadi dia Guru Private-mu?” tanya Siwon mendelik tajam.
“Annyeong, perkenalkan aku No Min Woo.” Ucap namja asing itu tersenyum ramah. Semua member Suju terdiam! Baiklah, Pria ini cukup tampan untuk hanya dijadikan Guru Private memang.
“Ah, apa kabar kalian Oppa?” tanya Hiu hwi seolah ingin mengalihkan pembicaraan.
“Kami baik, tapi sepertinya tidak padamu, ne? Matamu terlihat cekung dan badanmu mengurus. Sepertinya, akhir-akhir ini kau tak makan dengan baik,” Leeteuk mengusap puncak kepala Hiu hwi sekilas, membuat gadis itu merunduk.
“Kau tak menanyakan kabar Kyuhyun juga heh?”
#DEG
Lagi-lagi Hiu hwi tak dapat mengontrol jantungnya, setiap kali ia mendengar nama Kyuhyun disebut.
“Ak-aku—”
“YA! Hyung, kita harus cepat pergi.” Pekik seseorang seketika membuat semua orang menoleh kearah sumber suara. Hiu hwi merunduk, ia mati-matian untuk tidak ikut mendongak melihat siapa yang berteriak itu. Suara itu... suara yang membuatnya menangis semalaman, hanya karna ingin mendengar suara itu lagi. Hening! Tak ada yang saling berbicara lagi saat kini mereka hanya menatapi Kyuhyun dan Hiu hwi bergantian.
“Ah... aku lupa jika hari ini, aku juga ada les musik.” Ucap Hiu hwi tiba-tiba seraya membungkuk sejenak dan hendak berlalu pergi. Namun sayang ia sama sekali tak melihat jika Kyu juga berjalan dari arah berlawanan yang sama dengannya, hingga—
#BRUKKK
Hiu hwi tanpa sengaja menyenggul bahu kiri Kyuhyun, membuat bekal yang tadi ia bawa kini kembali berjatuhan. Hening! Tampak tubuh Hiu hwi bergetar hebat tak karuan, sampai tiba-tiba—
-TBC-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar