Kamis, 30 Oktober 2014

[Author Freelance] Eomma Saranghae

[Author Freelance] Eomma Saranghae


Main Cast : Cho Kyuhyun, Lee Hiuhwi, Cho Jinwoo
Author : ai
Genre : Family life
Length : Oneshoot

Annyeong! Apa kabar? Ada yang kangen? :D aku balik lagi sama ff ga jelas karyaku. Typo bertebaran yah. Selamat membaca! ^_^

*Eomma, aku sangat menyayangimu.*


Suara cicitan burung menghiasi pagi hari yang indah ini. Keluarga kecil Cho sedang asik bersantai di taman belakang rumah mereka. Sang ayah dan anak sedang asik bermain air kolam renang, dan sang ibu sedang sibuk menyirami bunga-bunga cantik yang selama ia rawat.

“Eomma!” Hiuhwi berjengit kaget saat sepasang tangan mungil memeluk kaki jenjangnya. Dia tersenyum saat melihat putranya sedang tersenyum manis.

“Kau membuat eomma terkejut, Jinwoo-ya.” Hiuhwi menunduk dan mencubit gemas hidung mungil putranya.

“Eomma, appa bilang besok kita akan pergi liburan. Eotte? Eomma bisa bukan?” Jinwoo memasang wajah imutnya.

Hiuhwi mensejajarkan tubuhnya dengan putra kecilnya. Dia mengelus rambut Jinwoo sayang. Hiuhwi merasa tidak tega menolak ajakan Jinwoo, karena sudah lama putranya itu sangat ingin berlibur bersama keluarganya.

“Hmm, sebenarnya besok eomma ada pekerjaan. Tapi, jika Jinwoo ingin pergi berlibur, baiklah.” Hiuhwi tersenyum manis.

“Jinja? Yey!” Jinwoo meloncat sangking senangnya. Dengan segera ia berlari ke ayahnya yang sedari tadi hanya memperhatikan keduanya dari kejauhan.

“Appa! Eomma akan ikut berlibur.” Jinwoo bertepuk tangan dengan semangat.

“Baguslah. Cah! Sekarang kita harus mempersiapkan semuanya. Kajja! Kita harus membeli makanan dan kebutuhan lainnya.” Kyuhyun menggandeng tangan mungil putranya semangat. Mereka melambaikan tangan pada Hiuhwi dan berlalu pergi.

Hiuhwi membersikan peralatan berkebunnya dan segera masuk ke dalam rumah. Dia masuk ke ruang kerjanya dan Kyuhyun. Tanpa mengganti pakaian, Hiuhwi dengan segera menekan tombol power pada laptopnya dan setelahnya ia sudah sibuk dengan dunianya.


SKIP


Dua jam berlalu dengan cepatnya. Kyuhyun dan Jinwoo menaruh barang belanjaan mereka di atas meja dapur. Jinwoo mengedarkan pandangannya. Merasa sangat sepi.

“Appa, eomma eodiga?” Jinwoo menghampiri sang ayah yang sedang membereskan barang belanjaan mereka.

“Mwo? Di taman belakang? Atau di kamar? Coba Jinwoo cari. Appa harus membereskan ini dulu.” Kyuhyun mengelus rambut Jinwoo lembut dan kembali sibuk dengan kegiatannya.

Jinwoo mencoba mencari ibunya. Dia berlari ke halaman belakang, tapi nihil. Ibunya tidak ada disana. Dia kembali berlari masuk ke dalam rumah dan bergegas ke lantai dua untuk melihat apa ibunya ada di dalam kamar atau tidak.

“Eomma?” Jinwoo mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. Tapi lagi-lagi dia tidak menemukan sang ibu. Jinwoo mendesah lelah, dia lelah karena harus berlari kesana-kemari untuk mencari ibunya.

Jinwoo kembali ke dapur untuk bertanya pada ayahnya. Tapi Kyuhyun sedang berbicara dengan seseorang lewat ponsel. Jinwoo akhirnya mengurungkan niatnya dan kembali mencoba mencari ibunya.


Ceklek


Senyum mengembang di bibir Jinwoo saat melihat ibunya ada di ruang kerjanya. Dengan segera Jinwoo menghampiri Hiuhwi.

“Eomma..” Jinwoo menghentikan langkahnya saat melihat ibunya tertidur di meja kerjanya. Dengan sangat perlahan Jinwoo mendekat Hiuhwi dan melihat apa yang sedang ibunya kerjakan.

“Apa itu?” Jinwoo menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang sedang ibunya kerjakan.

“Eoh, Jinwoo-ya?” Hiuhwi terbangun saat merasa ada yang sedang memperhatikannya. Dengan segera Hiuhwi merapihkan berkas-berkas penting yang belum sempat ia selesaikan.

“Eomma lelah? Kenapa tidur disini?” Jinwoo menatap Hiuhwi dengan wajah polosnya yang lucu.

“Aniya. Eomma sedang mengerjakan tugas kantor. Eomma harus menyelesaikannya sekarang. Besokkan kita akan pergi berlibur.” Hiuhwi menghampiri putranya dan menggendong bocah kecil nan imut itu.

“Apa pekerjaan eomma sangat banyak? Kenapa tidak meminta appa untuk mengurangi pekerjaan eomma?”

“Tidak boleh Jinwoo-ya, eomma harus professional. Perusahaan tidak akan maju jika semua karyawannya malas dan manja.” Hiuhwi mengacak rambut Jinwoo gemas.

“Benarkah?”

“Ne. Cah! Kajja! Kita keluar. Eomma mau lihat apa yang kalian beli. Kalian tidak boros kan?”

“Hehehe.. Itu.. Aku..” Jinwoo tersenyum tanpa dosa. Dan Hiuhwi sangat tahu apa arti dari senyum itu. Dan Hiuhwi hanya bisa menggelengkan kepalanya. Memang sangat tidak bijak membiarkan putran dan suaminya berlanja.


***


Pemandangan pagi hari di pulau Jeju memang sangat indah. Pulau cantik dengan segala macam keindahan di dalamnya ini akan terlihat semakin cantik di pagi hari. Udara pagi yang sejuk dan suasana yang sangat tenang.

Kyuhyun mengeratkan pelukannya pada wanita cantik yang sedang asik menikmati pemandangan di balkon kamar hotel. Wanita itu tersenyum kecil melihat tingkah sang suami.

“Aku sangat senang bisa berlibur seperti ini. sudah sangat lama sekali kita tidak seperti ini.” Kyuhyun menelusupkan wajahnya di lekukan leher Hiuhwi. Membuat sang empunya terkikik geli.

“Oppa, Jinwoo akan bertanya macam-macam jika melihatmu seperti ini.” Hiuhwi membalikkan badannya yang masih dalam dekapan Kyuhyun.

“Kau terlihat semakin kurus sayang. Banyak-banyaklah istirahat. Aku tidak mau kau jatuh sakit.” Kyuhyun mengelus pipi Hiuhwi yang terlihat lebih tirus.

“Aku baik-baik saja oppa.” Hiuhwi tersenyum manis. Mencoba meyakinkan Kyuhyun jika ia baik-baik saja. Memang, akhir-akhir ini Hiuhwi sering lembur. Pekerjaannya sangat banyak beberapa hari terakhir. Dan karena kaputusannya untuk berlibur bersama keluarga kecilnya membuatnya menunda beberapa pekerjaan lagi. Tapi Hiuhwi tidak mau membuat Kyuhyun khawatir.

“Kau selalu berkata seperti itu. Seolah-olah kau tidak akan pernah sakit.” Kyuhyun membawa Hiuhwi ke dalam pelukannya. Menghirup dalam-dalam aroma shampoo kesukaannya.

“Bukankah itu kenyataan? Apa selama ini aku pernah sakit? Meskipun aku lelah mengurus pekerjaan rumah dan kantor, di tambah dengan keributan yang kalian berdua perbuat. Aku tidak pernah sakit. Aku ini wanita kuat.” Hiuhwi terkekeh dalam pelukan. Suaranya teredam karena Kyuhyun memeluknya dengan erat.

“Baiklah, aku akui kau memang kuat. Kau bahkan tidak pernah terkena flu. Ck! Aku bingung dengan sistem imun tubuhmu. Kau manusia kan?” Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkup wajah Hiuhwi dengan kedua tangannya.

“Yak! Lalu kau pikir aku ini apa?” Hiuhwi mempoutkan bibirnya lucu. Membuat Kyuhyun gemas melihat tingkah istri cantiknya itu.

“Hmm, entahlah. Aku rasa kau ini bidadari yang turun dari khayangan. Tidak ada wanita secantik dirimu di dunia ini.” Wajah Hiuhwi merah padam mendengarnya. Dengan cepat Hiuhwi mengalihkan pandangannya. Dia tidak mau Kyuhyun menertawainya karena wajahnya sudah seperti kepiting rebus sekarang ini.

“Aku akan membangunkan Jinwoo. Kita hanya berlibur satu hari, dan akan snagat sayang jika kita melewatinya begitu saja.” Hiuhwi melepas paksa pelukan Kyuhyun dan segera pergi. Kyuhyun hanya terkik melihat tingkah istrinya. Hiuhwi selalu seperti itu. Dia akan menghindar jika merasa malu.


***


Waktu berlalu begitu cepatnya. Matahari sudah bersiap kembali ke peraduannya. Langit senja menghiasi kota Seoul dengan cantiknya.

Keluarga kecil Cho sudah tiba di Seoul saat matahari sudah berganti tugas dengan sang rembulan. Mereka sudah menghabiskan waktu seharian untuk berjalan-jalan dan menikmati keindahan pulau Jeju. Besok, mereka harus kembali beraktifitas seperti biasa.

Jinwoo tertidur dengan lelap di pangkuan Hiuhwi. Bocah kecil itu terlihat sangat kelelahan. Dia bahkan tidak terusik sama sekali saat Hiuhwi menggendongnya untuk turun dari mobil,


SKIP


Hiuhwi mengeringkan rambutnya yang masih basah. Ia melirik Kyuhyun yang sedang asik bermain dengan PSP nya sambil bersandari di headbed. Setelah selesai dengan kegiatannya, Hiuhwi berbaring di samping suaminya. Dia menaikkan selimut sampai batas dagunya.

“Oppa.” Hiuhwi menolehkan kepalanya pada Kyuhyun yang masih sibuk dengan dunianya.

“Hmm?” Jawab Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya.

“Besok aku akan ke Jinan bersama Saejin. Aku ada meeting di kantor cabang dengan manager keuangan disana.”

“Mwo?” Kyuhyun dengan segera menekan tombol ‘pause’ dan menatap Hiuhwi terkejut.

“Ne, lalu setelah itu aku akan langsung ke Busan. Aku ada janji dengan klien disana.”

“Yak! Kenapa harus besok? Kita baru pulang.” Kyuhyun menatap Hiuhwi tidak setuju.

“Aku sudah janji oppa. Aku harus professional. Ini juga demi perusahaan. Aku tidak mau nama perusahaan jelek karena ku.”

“Tapi.”

“Tolong jaga Jinwoo untuk besok saja. Aku tidak bisa menitipkannya pada Saejin karena dia akan menemaniku.” Hiuhwi memotong ucapan Kyuhyun. Dia tahu, suaminya itu tidak akan setuju.

“Hwi-ya..” Kyuhyun mendesah frustasi.

“Mungkin aku akan pulang larut. Tidak usah menungguku.” Hiuhwi menepuk bantal yang ada di sampingnya. Dan Kyuhyun membaringkan badannya tepat di samping Hiuhwi.

“Kenapa jadi terbalik seperti ini? Biasanya suami yang berkata seperti itu pada istrinya.” Gerutu Kyuhyun.

“Itu kalau keluarga normal. Keluarga kita kan tidak normal.”

“Mwo?” Hiuhwi terkikik melihat wajah aneh Kyuhyun.

“Cah, ini sudah malam. Ayo tidur.” Hiuhwi memeluk Kyuhyun dari samping. Dan Kyuhyun memiringkan tubuhnya agar bisa memeluk istrinya itu dengan malam.

“Selamat malam sayang. Semoga mimpi indah.” Bisik Kyuhyun sebelum ia memejamkan matanya.


***
Waktu baru menunjukkan pukul lima pagi. Bahkan matahripun masih enggan menanpakkan dirinya. Tapi seorang wanita sudah rapih dengan pakaian kantornya. Dia terlihat sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk keluarga kecilnya. Dia akan berangkat sangat pagi agar tidak terlambat.

Hiuhwi telah selesai menyiapkan sarapan dan dia haru berangkat sepuluh menit lagi. Sekertarisnya sedang dalam perjalanan menuju rumahnya. Dan sekarang dia harus pamit pada anak dan suaminya.

Hiuhwi membuka dengan sangat perlahan pintu kamar putra kecilnya. Dia duduk dengan di sisi tempat tidur putranya. Hiuhwi tersenyum melihat wajah tenang putranya saat sedang tertidur. Putranya memili mata yang bulat sepertinya. Tapi memiliki wajah yang sangat dominan dengan sang ayah.

Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Merasa tidak tega meninggalkan putra kecilnya tanpa pamit. Semalam putranya sudah tertidur lelap karena kelelahan.

“Eomma kerja ya sayang. Jangan nakal ya sayang. Eomma menyayangimu.” Hiuhwi mengecup sayang dahi putranya dan segera beranjak dari sana. Masih ada satu pangeran lagi yang harus ia kunjungi.

Hiuhwi tersenyum kecil melihat suaminya yang sangat tampan. Dia bersyukur mempunyai suami sebaik Kyuhyun. Pria itu sangat mencintainya. Begitupula dengan dirinya yang sangat mencintai pria tampan itu.

“Oppa, aku pamit ya. Jangan lupa makan siang. Aku mencintaimu.” Hiuhwi mengecup pipi sang suami dan pergi. Dia sudah mendapat pesan jika sekertarisnya sudah berada di depan rumahnya.


***


Tidak ada yang berubah pada hari ini. Sama seperi hari-hari biasanya, orang-orang terlihat sibuk dengan aktifitas mereka masing-masing. Jalanan kota Seoul tetap padat dipenuhi kendaraan yang berlalu-lalang. Hanya saja ada yang berbeda dengan suasana di sebuah ruangan di sebuah perusahaan besar yang ada di Seoul. Tidak ada keributan seperti biasanya. Hanya desahan-desahan kesal dan frustasi yang terdengar.

“Appa, aku merindukan eomma. Kapan eomma pulang?” Jinwoo menatapa ayahnya dengan wajah lesu. Dia tidak menemukan ibunya saat bangun tadi pagi. Dan ia semakin sedih saat mengetahui ibunya pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan.

“Eomma akan pulang larut malam.” Jawab Kyuhyun dengan pelan. Pria itu juga sedang kesal menunggu kabar dari sang istri. Sudah sejak pagi, istrinya tidak membalas pesannya. Apa sesibuk itu?

“Appa, cepat telepon eomma.” Jinwoo beranjak dari duduknya, dia menghampiri sang ayah.

“Eommamu sedang sibuk Jinwoo-ya. Dia bahkan tidak bisa membalas pesan appa. Kita tidak boleh mengganggu eommamu.” Kyuhyun membawa putra kecilnya ke pangkuannya. Dia mengelus sayang rambut putranya.

“Tapi Jinwoo ingin mendengar suara eomma. Eomma bahkan pergi tanpa pamit pada Jinwoo.”

“Tapi eommamu sedang tidak bisa diganggu saat ini. Nanti appa akan mengirim pesan agar eommamu menghubungi kita jika dia sudah tidak sibuk.”

Jinwoo menatap ayahnya kesal, tapi dia tidak mempunyai pilihan lain selain mengikuti usulan sang ayah.

“Baiklah. Tapi appa, bisakah kita makan siang? Aku sangat lapar. Tidak ada eomma yang biasa menyiapkan bekal makan siang.” Jinwoo turun dari pangkuan Kyuhyun dan mengambil PSPnya yang ia letakkan di sofa.

“Ah! Appa lupa! Kajja! Jinwoo mau makan apa?” Kyuhyun menutup laptopnya dan bergegas menyusul putranya yang sudah berdiri di depan pintu.

“Apapun yang appa inginkan.” Jinwoo menggedikkan bahunya.

“Cah, kajja!”

Kyuhyun dan Jinwoo berjalan beriringan menuju lobby. Sesekali mereka menyapa karyawan yang berpapasan dengan mereka.

“Sajangnim!” Kyuhyun menghentikan langkahnya saat seorang pria paruh baya setengah berlari menghampirinya.

“Jang ahjussi? Ada apa?” Kyuhyun mengerenyit heran melihat pria yang bekerja sebagai supir pribadi kantornya itu terlihat sangat tergesa-gesa.

“Ini, ini ponsel Manager Lee. Ponselnya tertinggal di dalam mobil saat perjalan menuju bandara.” Kim ahjussi memberikan Kyuhyun sebuah ponsel berwarna pink, dan Kyuhyun sangat hafal dengan gantungan ponsel itu. Kyuhyun menggeram kesal melihat kecerobohan istrinya.

“Jadi, sekarang dimana Manager Lee?” Kyuhyun bertanya setelah mengambil ponsel itu.

“Manager Lee dan nona Saejin sudah sampai di Busan. Tadi Manager Lee menghubungi saya agar memberikan ponsel ini pada sajangnim.”

“Baiklah, terimakasih banyak ahjussi.”

“Ya sajangnim, saya permisi.” Kim ahjussi membungkuk dan berlalu pergi. Sedangkan Kyuhyun dan Jinwoo masih menatap ponsel itu dengan pandangan yang sulit diartikan.

“Appa, ternyata eomma bisa melakukan hal ceroboh.” Komentar Jinwoo dengan menggelengkan kepalanya.

“Eommamu kali ini sangat ceroboh.”



^^^

Sunyi senyap sangat terasa di dalam rumah yang hanya berisikan dua makhluk tampan. Keduanya sedang duduk bersandar di sofa ruang tengah rumah mereka. Namja yang lebih kecil terlihat beberapa kali menguap. Matanya terlihat memerah karena menahan kantuk.

“Jinwoo sudah mengantuk. Kajja tidur, appa akan menemani Jinwoo.” Kyuhyun menatap putranya iba. Bocah kecil itu sudah melewati jam tidurnya. Sekarang sudah menunjukkan pukul sebelas malam dan istrinya itu belum juga pulang.

“Aniya, Jinwoo ingin menunggu eomma. Jinwoo akan marah pada eomma.” Jinwoo menggelengkan kepalanya keras kepala.

“Jinwoo bisa marah besok. Jinwoo yang akan terkena marah eomma jika eomma tahu Jinwoo belum tidur.” Kyuhyun mengelus rambut ikal putranya. Bocah kecil itu terlihat berfikir, lalu dia merubah posisinya. Jinwoo mengambil bantal sofa dan tidur di sofa yang lebih panjang.

“Aku tidur disini saja. Aku ingin menemani appa menunggu eomma.” Jinwoo memasang wajah imutnya. Dan Kyuhyun sangat tidak bisa menolak permintaan putranya jika sudah begini.

“Baiklah.” Kyuhyun menghampiri putranya dan menepuk-nepuk pelan tangan putranya sambil bersenandung kecil. Jinwoo sangat senang saat ayahnya itu menyanyikan lagu untuknya sebelum ia tidur.


SKIP


Hiuhwi memasuki rumahnya dengan lemas. Tulangnya terasa akan patah saat ini juga. Seharian ini menghabiskan harinya di perjalanan. Memang sangat melelahkan harus pulang pergi untuk urusan bisnis seperti ini. Tapi mau bagaimana lagi, suami tercintanya tidak mengizinkannya untuk sekedar bermalam di Busan.

Hiuhwi melepas wedges nya dan memakai sandal rumah miliknya. Ia rasa dua pangerannya sudah tidur dengan tenang. Jelas saja, waktu sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Hiuhwi melangkahkan kakinya menuju ruang tengah, bermaksud mengistirahatkan sejenak tubuhnya yang pegal-pegal.

Langkah Hiuhwi terhenti saat melihat dua namja yang sangat ia cintai tertidur dengan lelap di sofa ruang tengah. Putranya itu tidur dengan nyaman di sofa panjang, sedangkan suaminya itu tidur dengan posisi duduk di samping putranya. Mereka sepertinya menunggu Hiuhwi pulang.

Dengan perlahan, Hiuhwi menghampiri keduanya. Hiuhwi merasa bersalah pada kedua namja tampan itu. Mereka pasti sangat mengkhawatirkan Hiuhwi.

“Maaf eomma tidak bisa mengantar dan menjemputmu sekolah hari ini Jinwoo-ya. Eomma sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup sayang kepala putranya. Lalu Hiuhwi mengalihkan pandangannya pada suaminya.

“Oppa, mianhae. Oppa pasti marah karena aku sangat ceroboh sampai meninggalkan ponselku di mobil. Aku sangat merindukanmu.” Hiuhwi mengecup pipi Kyuhyun.

“Eungh.. Kau sudah pulang?” Kyuhyun tidak bisa tidur dengan nyenyak. Sedari tadi pria itu cemas dengan keadaan istri tercintanya.

“Maaf mengganggu tidurmu.” Hiuhwi tersenyum manis.

“Gwenchana. Ah, badanku sakit. Kajja, kita ke kamar. Jinwoo akan sakit badan jika tidur disini.” Kyuhyun dengan perlahan menggendong putranya yang sudah tidur dengan lelap. Dan mereka akhirnya pergi ke kamar mereka setelah menidurkan Jinwoo di kamarnya.


^^^


Sinar matahari menembus celah-celah jendela kamar Kyu-Hwi bertanda jika hari sudah pagi. Seorang namja baru saja keluar dari kamar mandi dan sedang mengeringkan rambutnya yang basah. Dia menatap jam yang ada di nakas samping tempat tidurnya. Sudah jam setengah tujuh pagi, tapi kenapa istrinya itu belum juga bangun? Biasanya Hiuhwi yang akan membangunkan mereka dan sudah siap dengan sarapan.

Hiuhwi menghampiri kasurnya dan melihat istrinya itu masih tertidur lelap. Mungkin dia lelah. Pikir Kyuhyun. Kyuhyun memilih untuk tidak membangunkan istrinya. Ia rasa Hiuhwi butuh istirahat. Akhir-akhir ini pekerjaan Hiuhwi sangat menyita waktu istirahat istrinya itu.

Brakk

Kyuhyun berjengit saat pintu kamarnya terbuka dengan kasar. Disana muncul makhluk kecil yang sudah rapih dengan seragam sekolahnya sedang bertolak pinggang di depan pintu. Lalu bocah kecil itu berlari dengan cepat menghampiri ayahnya yang masih terkejut.

“Appa! Kenapa tidak membangunkanku? Aku jadi tidak bisa bertemu dengan eomma. Sekarang eomma pasti sudah pergi kerja lagi bukan? Kenapa eomma tidak membangunkanku lagi pagi ini?” Jinwoo berteriak dengan kesal. Wajahnya terlihat sangat lucu di mata Kyuhyun.

“Kau yakin akan bangun jika appa membangunkanmu tadi malam? Eomma pulang jam satu malam.” Kyuhyun menggoda putra kecilnya itu. Dia sangat senang melihat wajah kesal Jinwoo.

“Mwo? Kenapa malam sekali? Dan sekarang eomma sudah pergi ke kantor? Apa eomma tidak lelah?” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata bulatnya.

Kyuhyun menggeser tubuhnya. Dan Jinwoo dapat melihat seorang wanita yang masih terlelap disana. Lalu dengan sengit kembali menatap ayahnya.

“Kenapa tidak mengatakan jika eomma masih tidur?” Jinwoo mendelik pada Kyuhyun.

“Jinwoo tidak bertanya.” Kyuhyun berlalu dari sana. Dia harus segera memakai seragamnya jika tidak mau terlambat.

Jinwoo dengan cepat menaiki kasur dan memeluk ibunya erat. Ia memanggil-manggil ibunya dengan suara yang pelan tepat di telinga Hiuhwi. Dan Hiuhwi yang merasa terusik akhirnya dengan berat hati membuka matanya yang terasa sangat berat.

“Eomma!” Jinwoo tersenyum senang saat melihat eommanya membuka matanya.

“Jinwoo-ya.” Hiuhwi tersenyum kecil melihat putra tampannya yang sudah rapih dengan seragamnya. Tapi senyum Hiuhwi menghilang saat merasa kepalanya terasa sangat pusing. Badan Hiuhwi juga terasa dingin, dan sakit.

“Eomma wae?” Jinwoo menatap ibunya khawatir melihat wajah Hiuhwi yang berubah, seperti menahan sakit. Jinwoo juga baru menyadari jika ibunya terlihat lebih pucat.

“Gwenchana Jinwoo-ya. Eomma hanya lelah.” Suara Hiuhwi terdengar sangat serak. Ia merasa sangat lemas walau hanya untuk sekedar berbicara.

“Appa!” Jinwoo menghampiri Kyuhyun yang baru saja keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan setelan kantornya.

“Wae?” Kyuhyun menatap putranya heran. Bocah kecil itu terlihat panik.

“Eomma, eomma sakit.” Jinwoo menarik tangan Kyuhyun untuk segera menghampiri ibunya. Dan Kyuhyun dengan segera menghampiri istrinya.

“Eomma, eomma ireona.” Jinwoo mengguncang tubuh Hiuhwi yang sudah kembali memejamkan matanya. Wanita itu tidak kunjung membuka matanya meski Jinwoo mengguncang tubunhya dengan sedikit kasar.

“Appa! Eomma pingsan!” Jinwoo berteriak pada ayahnya yang menatap istrinya khawatir. Dan dengan cepat Kyuhyun mengangkat tubuh Hiuhwi dan bergegas pergi ke rumah sakit.


SKIP


Kyuhyun dan Jinwoo menatap Hiuhwi sendu. Ini batas akhir kekuatan tubuh Hiuhwi. Wanita itu terlalu memaksakan tubuhnya untuk bekerja terlalu keras. Sudah sejak dua jam yang lalu Hiuhwi tidak kunjung membuka matanya. Wanita itu masih betah berada di alam mimpinya.

“Appa.” Jinwoo menatap ayahnya dengan mata memerah. Bocah kecil itu sedari tadi menahan air matanya.

“Ya sayang?” Kyuhyun mengusap sayang rambut Jinwoo. Pria itu tahu jika putranya itu sangat khawatir dengan ibunya.

“Kenapa aku harus merasakan hal seperti ini dua kali? Dulu, saat appa sakit, aku sangat khawatir. Kenapa sekarang eomma juga harus sakit? Hiks.” Jinwoo memeluk ayahnya erat. Air matanya sudah membasahi wajah imutnya.

“Ssstt.. Jinwoo tidak bolah menangis. Jinwoo itu namja, namja tidak boleh menangis. Ara?” Kyuhyun mengahpus air mata putranya dengan lembut. Dia merasa sedih melihat putra kecilnya menangis.

“Kenapa eomma harus sakit? Seharusnya eomma istirahat jika merasa lelah. Eomma juga manusia biasa yang akan sakit jika terlalu lelah. Eomma selalu menyuruh Jinwoo untuk selalu istirahat yang cukup dan makan makanan yang bergizi, tapi eomma bahkan tidak makan seharian kemarin.” Jinwoo terisak di dalam pelukan ayahnya.

“Eomma pasti sangat sibuk kemarin. Sudah, Jinwoo tidak boleh menangis lagi. Saat eomma bangun nanti, Jinwoo harus katakan pada eomma agar selalu makan tepat waktu. Oke?” Kyuhyun mencubit pipi chubby putranya gemas. Bocah kecil itu mengangguk patuh.

“Terimakasih sayang.” Jinwoo menoleh dengan terkejut saat mendengar suara lemah milik ibunya. Dan ia dengan cepat turun dari pangkuan sanga ayah dan naik ke ranjang rawat sang ibu.

“Eomma!” Jinwoo memeluk Hiuhwi erat. Dia sangat merindukan ibunya ini. Jinwoo sangat khawatir saat melihat wajah pucat ibunya tadi pagi./

“Jinwoo merindukan eomma, eoh?” Hiuhwi mengelus sayang rambut putranya. Dia tersenyum pada Kyuhyun yang menatapnya kesal. Hiuhwi rasa ia akan mendapat ceramah panjang dari suami tampannya.

“Sangat. Jinwoo sangat merindukan eomma. Kenapa pergi tanpa pamit pada Jinwoo?” Jinwoo mempoutkan bibirnya lucu.

“Maaf sayang, eomma pergi pagi-pagi sekali. Pasti Jinwoo akan marah jika eomma membangunkan Jinwoo.”

“Seharusnya eomma tetap membangunkanku. Aku sangat merindukan eomma. Bahkan eomma meninggalkan ponsel eomma di mobil. Eomma tahu, appa juga sangat marah pada eomma.” Hiuhwi melirik Kyuhyun yang masih menatapnya tajam.

“Eomma tahu, eomma rasa eomma tidak akan selamat kali ini.” Hiuhwi meringis membayangkan Kyuhyun akan benar-benar memarahinya seharian.

“Lain kali eomma tidak boleh ceroboh. Eomma harus selalu makan tepat waktu. Eomma mengerti?” Hiuhwi terkekeh melihat putranya. Jinwoo terlihat seperti sedang memarahi seorang anak kecil.

“Ne Jinwoo harabeoji.”

“Ya! Eomma!” Hiuhwi tertawa pelan. Dia sangat senang menggoda putra kecilnya saat sedang seeperti ini.

Hiuhwi kini beralih menatap Kyuhyun. Pria itu sedari tadi tidak mengeluarkan suara apapun. Hanya diam menatap putra dan istrinya.

“Oppa, mianhae.” Hiuhwi menatap Kyuhyun takut-takut. Dia sangat takut jika Kyuhyun sudah marah. Pria itu akan sangat terlihat mengerikan, walau tetap saja tampan.

“Kita harus bicara berdua setelah kau sembuh.” Ucap Kyuhyun dengan nada datar. Wajahnya juga sangat datar, tanpa ekspresi.

“Oppa..” Hiuhwi merengek pada suaminya. Jujur, Hiuhwi takut Kyuhyun yang seperti ini. Sedangkan Kyuhyun hanya diam, dia memilih mengalihkan pandangannya.

“Kalian berdua kenapa?” Jinwoo menatap bingung ayah dan ibunya. Kedua orangtuanya terlihat seperti anak kecil yang sedang bertengkar.

“Jinwoo, tolong eomma. Appamu marah pada eomma.” Hiuhwi merengek pada Jinwoo. Di saat seperti ini, Jinwoo adalah senjata andalannya.

“Appa! Appa tidak boleh marah pada eomma!” Hiuhwi tersenyum kecil. Jinwoo akan selalu berpihak padanya di saat seperti ini.

“Mwo? Dasar bocah licik! Kemarin kau bilang kau akan marah pada eommamu, tapi skearang kalian berdua malah bersekongkol. Ini tidak adil!” Kyuhyun menatap putra dan istrinya tidak terima. Dia selalu saja disalahkan dan tidak ada yang membelanya.

“Eomma sedang sakit. Appa tidak boleh marah pada eomma. Bagaimana jika sakit eomma semakin parah?” Hiuhwi mengangguk setuju.

“Ck! itu berlebihan Jinwoo-ya.” Kyuhyun mendnegus kesal.

“Appa harus minta maaf.” Jinwoo melipat kedua tangannya di depan dada.

“Kenapa tidak ada yang pernah membelaku? Kalian berdua curang!” Kyuhyun menatap kesal sepasang ibu dan anak yang sedang tersenyum senang di depannya.

“Tentu saja aku akan membela eomma. Anak laki-laki selalu membela eommanya.”

“Baiklah, Hiuhwi-ya, setelah kau sembuh, kita harus membuat anak yeoja, supaya ada yang membelaku nanti.” Kyuhyun beranjak dari duduknya dan pergi begitu saja.

“Yak! Cho Kyuhyun!” Hiuhwi membelalakkan matanya mendengar ucapan frontal suaminya. Sedangkan Kyuhyun hanya terkikik mendnegar teriakan istrinya.

“Eomma, eomma harus cepat sembuh. Jinwoo menyayangi eomma.” Jinwoo kembali memeluk Hiuhwi erat.

“Ya sayang. Eomma juga sangat menyayangimu.”


END

Jelek? Aneh? Ga asik? Banget.. :D makasih yang udah mau baca ff abstrak ini. terimakasih banyak J

“This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL ENDING. B]



Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin, Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



 “Shim Hiu hwi! Kenapa kau lakukan ini huh?”
“Maafkan aku Oppa,” isak Hiu hwi membuat Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir sekarang, mengapa yeoja itu malah kembali? Hiu hwi sendiri pun kini tampak cemas dan gemetar! Apakah keputusannya ini benar atau malah akan membuat masalah baru untuknya dan Kyuhyun? Hiu hwi mematikan Flip ponselnya itu dan kembali memandang jalan dari arah dalam jendela mobil mewah ini. Dadanya benar-benar terasa sesak sekarang!
‘Maafkan aku, Oppa’



-   “Bisakah kau menatapku, seperti aku menatapmu?

     Benar...
     Perpisahan bukanlah awal dari kesedihan,
    Tapi perpisahan adalah awal dari kerinduan 
    Berpisah?
    TIDAK! Aku tak ingin adanya perpisahan itu!” –



_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. End Begin’s story_



         Bentangan langit biru itu terpapar indah dengan gumpalan awan yang berarak dan bergerak semampai diatas sana, seolah membentuk sebuah rona kehidupan yang indah dan menyisakan irisan melengkung yang makin menipis perlahan. Tak ada nada minor yang terdengar dari kicauan burung-burung surga itu, seakan hanya iringan siulan-siulan yang tak jelas melambai bersama angin.

@Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-



        “Sebenarnya, kalian akan membawaku kemana?” nampak seorang gadis berucap dengan nada curiga saat kini ia telah berada didepan sebuah Balkon kekaisaran itu. Manik matanya kembali melirik segerombolan Bodyguard yang tadi sempat membawanya dari Bandara.
        “Berbaliklah, dan berjalan lurus saja Nona Shim.” Gadis yang tak lain adalah Hiu hwi itu pun mendelik tajam mendengar penuturan salah satu Bodyguard yang ia tau jika itu adalah pengawal kekaisaran.
        “Aku sedang tak ingin berbelit-belit dan membuang banyak waktu. Bisakah kalian langsung saja membawaku menghadap Putra Mahkota Naruhito?”
        “Hummm... kami memang akan membawamu ke kediaman Kaisar Nona Shim, tapi untuk sekarang ada hal yang harus kami lakukan terlebih dahulu padamu Nona, maafkan kami.”
       “Mwo?” Hiu hwi sentak terkejut tak percaya tatkala kini kedua lengan tangannya sudah dicengkram oleh beberapa Bodyguard itu; bermaksud hendak sedikit memaksa dan menyeret Hiu hwi agar mengikuti tempat tujuan mereka.
       “YA! Apa-apaan ini?” Hiu hwi memberontak sekuat tenaga, namun sayang tenaganya tak lebih kuat dari namja-namja besar itu untuk melepaskan diri.
       “YA! Lepaskan aku... kalian akan membawaku kemana?” Berontak Hiu hwi dengan berteriak cukup keras dan tajam. Namun sayang, ia tak mendengar jawaban atas pertanyaannya itu. Hiu hwi mendesah dalam, ia menyesal jika mengingat perkataan Kyu yang sudah menyuruhnya untuk tidak lagi menginjakkan kaki di kekaisaran ini.
‘Kyuhyun Oppa, maafkan aku’

===


        Disatu sisi tampak kini Kyu bergegas melangkahkan kakinya lebar menuju tempat yang sangat amat ia kenali ini. Tak ada sapa maupun bungkukan lagi saat ia memasuki balkon utama yang terletak diatas itu, mungkin karna ia sudah terlalu panik. Beberapa pengawal Istana dan kekaisaran tampak masih membungkuk dalam tatkala melihat Kyu, karna memang sampai sekarang belum ada sama sekali pengganti resmi dirinya untuk meneruskan tahta Kaisar Jepang.
      “Pangeran Hisahito.” Gumam salah satu Menteri Pertahanan Istana dengan ekspresi terkejut seraya membungkuk singkat pada Kyu.
      “Kemana Ayahku?” tanya Kyu dengan tatapan tajam pada beberapa orang yang masih tak percaya dengan kehadirannya lagi di kediaman Kaisar ini.
      “Beliau sedang—sedang—”
      “Ash....” Kyu mendengus kecil sembari bergegas memasuki salah satu balkon itu tanpa permisi dan tata cara penghormatan Kekaisaran yang dulu selalu ia lakukan. Wajah Kyu sudah pucat karna panik! Ia tak mungkin bisa tenang, jika belum melihat Hiu hwi baik-baik saja.

#BRAAKKK

      Pintu balkon itu seolah terdobrak dengan cepat, hingga kini orang-orang yang berada didalamnya terlihat dengan jelas. Tampak seorang lelaki yang sudah berumur itu tengah duduk bersila seraya memicing menatap pemandangan didepannya. Semua orang kembali membungkuk! Inilah pertemuan kembali sang penerus Utama Kekaisaran dengan Kaisar Jepang yang kini masih menjabat. Yah, ini adalah tempat utama dimana Kaisar Akihito yang tak lain adalah Kaisar Jepang ke-125 itu berisitirahat!
Hening!
       Tempat ini dilanda kesenyapan untuk beberapa waktu, sampai akhirnya Kaisar Akihito pun tersenyum sinis dan menggeleng-geleng tak jelas saat kini ia menatapi Kyu dengan tatapan seksama.
       “Sumimasen Sofu.”  Kyu sadar! Ia dengan cepat membungkuk sampai ke lantai tepat didepan Kaisar Jepang yang tak lain adalah Kakeknya sendiri itu. Kyu seolah meminta maaf atas perlakuan tidak hormat yang tadi ia lakukan. Toh, bagaimanapun juga ia diajarkan untuk tetap saling menghormati orang yang lebih tua dalam kondisi dan keadaan apapun.
       “Hummmm... Bagus! Kau tidak melupakan tata krama kekaisaran Pangeran Hisa.” Kyu mendongak menatapi sang Kakek dengan tatapan datar.
       “Maaf, aku bukan lagi Pangeran Hisa, tapi aku Cho Kyuhyun.” Balas Kyu seraya melirik kearah kanan, lebih tepatnya kearah Putra mahkota Naruhito; Ayahnya.
      “Hummm... benarkah kau tak ingin dipanggil dengan sebutan it—”
       “Dimana Hiu hwi?” Sela Kyu cepat membuat semua orang tampak terkejut mendengarnya. Kyu seolah mulai berani menyela perkataan dari orang yang paling dihormati di Jepang ini.
       “PANGERAN HISA, jaga sikapmu!” Bentak Putra mahkota itu dengan bidikan tajam pada anak semata wayangnya itu. Anak? Mungkinkah Putra mahkota Naruhito masih menganggap Kyu sebagai anaknya?
      “Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini, katakan dimana Hiu hwi maka aku akan dengan cepat menyudahi ini.”
      “Menyudahi apa maksudmu huh?” Putra Mahkota tampak semakin kesal. Sepertinya akan terjadi lagi pertengkaran Ayah dan Anak ini.
      “Bukankah aku sudah mengundurkan diri dari penerus tahta dan dari kekaisaran ini? Lalu, mengapa kalian masih menggangguku!”
      “Tidak semudah itu anak bodoh! Kau benar-benar tumbuh menjadi lelaki yang tidak bertanggung jawab, dimana akal dan hati nuranimu huh? Kau pikir, keadaan disini akan baik-baik saja setelah kau tinggalkan begitu?” Putra Mahkota Naruhito sentak bersandar dan memegangi dadanya.
      “Awwww....” Ringisnya ngilu.
      “Tidak usah berteriak-teriak seperti itu Putra mahkota, kau maish sakit dan dalam perawatan. Biar aku saja yang berbicara dengan Putra tampanmu ini.” Kaisar Akihito mendesah dalam dan kembali memandangi Kyu dengan tatapan seksamanya.
      “Pangeran Hisa, apa benar kau ingin meninggalkan istana ini?”
      “Jika tidak, mana mungkin aku melakukan semua ini Kakek.”
      “Baiklah, sepertinya kau memang mencintai gadis Korea itu.”
      “Tidak, tapi aku sudah sangat mencintainya.”
      “Lalu, apakah kau memang rela meninggalkan jabatanmu sebagai penerus tahtaku? Meninggalkan Ayahmu? Meninggalkan aku sebagai Kakekmu? Dan meninggalkan semua kehidupanmu yang telah menjadi impian mendiang Ibumu?” Kyuhyun terdiam! Tampak ia merunduk dan menguatkan dirinya sendiri.
      “Pangeran Hisa, kau hanya mempunyai kami sebagai keluargamu. Lihatlah, Ayahmu kini tengah terbaring sakit karna memikirkan ulahmu. Apa kau pernah memikirkan bagaimana jika aku dan Ayahmu meninggal tanpa kau ketahui?” Kyu semakin mengencangkan gengamannya. Sejujurnya, ia memang memiliki pilihan yang sulit.
      “Aku tau, aku tau semua resiko itu.”
      “Lalu?”
      “Tapi apa kalian juga pernah berpikir bagaimana hidupku selama ini? Kalian semua memang disampingku, tapi kalian seolah jauh dariku. Aku memang memiliki Ayah, aku memang memiliki Kakek, dan aku memang memiliki masa depan serta tahta yang jelas. Namun sayang, aku tak memiliki kasih sayang layaknya keluarga kecil, aku tak memiliki sebuah rasa dimana aku memiliki keluarga, dan aku tak pernah memiliki perasaan dimana aku dapat mencintai dan dicintai. Aku manusia... aku berhak atas hidupku sendiri, aku berhak memilih dan aku berhak hidup dengan caraku sendiri tanpa perlu ditulis terlebih dahulu.” Ujar Kyu seraya menitikan air mata penyiksaannya selama ini. Tubuhnya benar-benar tempak bergetar ketika mengatakan itu, mengatakan sesuatu yang dulu tak pernah bisa ia ungkapan.
‘Hisa....’
      Putra mahkota Naruhito sentak menutup matanya, dadanya seolah kembali sesak jika mendengar penuturan jujur dari anak semata wayangnya itu.
     “Maaf, maafkan aku. Untuk sekarang, beri aku satu kesempatan untuk hidup dengan keinginanku sendiri, untuk hidup dengan mendapatkan kebahagian dengan caraku sendiri. Aku tak ingin hidup seperti Ibuku, aku tak ingin menahan kekangan itu sampai aku mati dan bunuh diri,”
Hening!
     Semua orang tampak merunduk haru dan terpaku dengan jalan pikiran Pangeran Jepang itu. Mereka benar-benar tak menyangka jika bahkan karna itu Pangeran Hisa dapat mengalami depresi dan gangguan batin.
     “Sekarang, bisakah aku memohon satu hal? Kembalikan Hiu hwi padaku, aku tidak bisa hidup tanpanya. Hanya dia tenaga yang aku butuhkan untuk bertahan hidup tanpa kalian kelak, aku tidak bisa menanggung semua ini sendiri.”
     “Kalau memang begitu, pergilah. Setelah kau melangkah keluar dari Istana ini, jangan pernah kembali lagi.” Ucap Kaisar Akihito tegas membuat Kyu dan yang lainnya sontak kembali mendongak.
     “Kakek?”
     “Ada apa? Bukankah itu keinginanmu?  Saat kau keluar dari Istana ini, kau bukan lagi cucuku. Untuk itu, jangan pernah memanggilku lagi dengan sebutan ‘kakek’.”
     “Baik. Kali ini aku akan melakukan perintahmu itu dengan baik, tapi dimana Hiu hwi?”
     “Tenang saja, kami tidak akan menyakitinya. Sekarang pergilah!”
     “Tidak, sebelum aku bertemu Hiu hwi.”
     “Kau tetap keras kepala Hisa, itulah mengapa kau yang sangat cocok menjadi penerusku, tapi sayang kau lebih memilih mengundurkan diri dan menyerah.  Kami tidak bisa lagi menyerahkan gadis Korea itu padamu.”
      “Apa maksud Kakek?”
      “Suruh gadis itu keluar.” Perintah Kaisar Akihito membuat beberapa pengawal Istana mengangguk dan merunduk. Kyuhyun semakin bingung, ia pun menoleh kearah tirai sebelah kanan balkon ini yang perlahan-lahan terbuka pasti, memperlihatkan kedua kaki jenjang yang terlebih dahulu nampak dibalik tirai itu.

#DEG

      Jantung Kyu sentak berdetak cepat saat kini ia sudah melihat dengan jelas seorang wanita dengan memakai topi pernikahan tradisional itu kini tengah merunduk dengan getaran yang cukup hebat. Satu penutup kepala yang ia kenakan saat ini berwarna putih yang sering disebut dengan ‘Tsuni kakushiyang secara harafiah bermakna Menyembunyikan tanduk. Tutup kepala ini juga dipenuhi dengan ornamen rambut kanzashi di bagian atasnya, yang sungguh membuatnya tampak amat sangat berbeda dan cantik.
       Penutup kepalanya itu ditempelkan pada Shiromuku atau kimono putih gadis itu. Menurut kepercayaan tradisional Jepang, rambut gadis itu memang dibiarkan tidak dibersihkan, sehingga ia harus mengenakan hiasan kepala untuk menyembunyikan rambutnya. Namun terlepas dari semua itu, ia benar-benar tampak sangat anggun.
      “Hiu-hiu hwi?” desah Kyu ragu! Gadis dihadapannya itu pun mulai perlahan mendongak, tampak jelas kedua kelopak matanya kini tengah menampung benih-benih air dipelupuknya.
      “Oppa....” Gumam Hiu hwi pelan, namun masih terdengar jelas didaun telinga Kyu. Kedua orang ini terlihat saling menatap penuh dengan cinta dan kasih sayang yang tulus, membuat beberapa orang yang melihat mereka kini tersenyum penuh haru.
      “Hiu hwi-ya....” Kyu sentak hendak bergerak dan menghampiri Hiu hwi! Yah, setidaknya ia sangat ingin memeluk atau mencium sekilas yeoja itu. Namun sayang, beberapa pengawal Istana telah lebih dulu menahannya.
      “Pangeran Hisa, apa kau masih ingat adat kekaisaran kuno? Kau tak boleh menyentuh gadis yang sudah menjadi milik hak orang lain.”
      “Mwo?” Kyu sentak mengalihkan pandangannya pada kaisar Akihito dengan tatapan terkejut.
      “Apa maksud semua ini Kakek?”
      “Gadis itu akan aku jodohkan dengan penerusku kelak! Awalnya aku ingin memilihimu Hisa, tapi sayang sepertinya kau masih tetap bersikukuh untuk keluar dari Istana ini. Jadi, sekarang kau pergilah dan biarkan gadis ini menikah dengan penerus tahtaku nantinya.”
      “Mwo? Kakek ini—” tubuh Kyu menegang, matanya yang tadi tampak terbuka lebar kini semakin melebar. Ada apa ini? Apa yang sebenarnya terjadi?
      “Kenapa? Bukankah kau mengatakan sendiri jika kau itu bukanlah Pangeran Hisahito lagi, dan aku juga sudah menyuruhmu pergi bukan? Jadi, kenapa kau masih ada disini huh?”
      “Kakek-Ayah, jadi kalian—jadi semua ini—”
      “Hisahito, kami tak sejahat apa yang ada didalam pikiranmu itu. Kakek dan Ayahmu benar-benar minta maaf atas semua perlakuan kami yang terlalu ketat padamu. Seharusnya kau tau, kami melakukan semua itu hanya demi kau dan Kekaisaran ini. Banyak orang yang bergantung pada dinding kokoh istana ini, meminta harapan damai dan mampu mensejahterakan semua rakyat. Dulu, kau mengundurkan diri karna kau mencintai gadis ini dan bukannya Miu calon yang kami pilihkan untukmu, tapi sekarang semua sudah berubah! Miu bukanlah takdirmu, dia sudah memilih berada disisi namja lain daripada hidup dan membentuk keluarga kecil disini. Kau hanya menginginkan Hiu hwi, dan kami akan menjadi orang yang sangat amat jahat jika kami tidak mengabulkan satu permintaanmu itu.”
      “Kakek….” Dengan cepat Kyu pun kontan berlari kearah Kaisar Akihito dan memeluk Kakeknya dengan amat sangat erat! Meleburkan sebagian kesal dan amarah yang tadi sempat memburunya.
      “Dōmo arigatō gozaimasu Sofu. Dōmo arigatō!” Isak Kyu membuat semua orang tersenyum melihat pemandangan yang mengharukan ini. Hiu hwi menitikan air mata kebahagiannya. Sungguh hari yang benar-benar penuh kejutan untuknya.
     “Tidak usah berterima kasih seperti itu. Ini sudah kewajibanku sebagai Kakekmu Hisa bukan sebagai Kaisar Jepang.”
     “Kakek….”
      “Ck! Kenapa kau sepertinya sangat senang seperti itu Kyuhyun?” perkataan Putra mahkota itu sentak membuat Kyu melepaskan dekapannya pada Kaisar Akihito. Ini pertama kalinya Ayahnya itu memantaunya dengan sebutan—Kyuhyun? Putra Mahkota Naruhito sentak berdiri dari sandarannya dan menatap anaknya itu dengan ekspresi geram.
       “Bukankah kau tak mau lagi jadi penerus tahta?”
      “Ayah.”
      “Seorang laki-laki harus selalu konsisten dengan apa yang telah ia ucapkan!”
      “Maaf, maafkan aku Ayah,” Kyu sontak membungkuk dan berlutut tepat dikaki Putra Mahkota Naruhito, membuat keadaan disini semakin haru terasa.
      “Aku benar-benar minta maaf dengan kekacauan yang telah kutimbulkan selama ini, bahkan Ayah sakit karna ulahku. Aku tau aku bukan anak yang patut kau banggakan, aku tau aku juga bukan pemimpin yang baik untuk menggantikan tahta Kaisar, tapi aku akan belajar memulai kembali semua itu. Kumohon maafkan aku dan izinkan aku kembali melanjutkan mimpi Kekaisaran ini. Demi mereka dan demi mendiang Ibu.”
      “Sekarang aku sadar, betapa besar kekuatan gadis itu padamu! Ckckckck~ untuk apa kau berlutut padaku sekarang? Cepat berdiri! Kau itu adalah calon Kaisar Negeri ini, anak bodoh.”
      “Ayah….” Kyu kembali mengeluarkan air matanya dan berdiri untuk memeluk tubuh tegap Putra Mahkota Naruhito. Ini untuk pertama kalinya, Kyu ingin memeluk Ayahnya itu.
     “Asal kau tau Pangeran Hisa, kedudukan tahtaku ini bukanlah sebuah permainan yang bisa kau tinggalkan dan kau duduki begitu saja. Walau kau satu-satunya calon terakhir Kaisar Jepang kelak, tapi kau telah membuat kesalahan. Apa kau sadar?” timpak Kaisar Akihito menepuk pundak Kyu dengan cukup keras.
     “Aku tau, dan aku akan menebus semua itu apapun hukuman yang harus aku jalani.”
     “Bagus! Sebelum kau menjabat dan menggantikan posisiku, kau harus lebih banyak belajar akan semua yang pernah kau tinggalkan ini. Jika kau lolos, maka aku akan dengan cepat menyerahkan jubah dan tanggung jawab besar itu padamu.”
     “Aku mengerti dan aku akan menjalani itu semua dengan sebaik-baiknya.”
     “Jika saja dulunya kau tak gegabah mengambil keputusan untuk mengundurkan diri dan pergi dari Istana ini, mungkin semuanya tak akan serumit ini. Kau hanya perlu gadis itu disampingmu, dan kami juga hanya perlu kau untuk melanjutkan semua tanggung jawab ini. Kita terlalu bodoh sampai dimainkan oleh tali takdir dan kesalapahaman seperti ini.” Tutur Putra Mahkota tersenyum.
     “Ayah, sekali lagi aku minta maaf.”
     “Seharusnya Ayah yang mengatakan itu padamu. Untuk menebus semua itu, Ayah akan memberikan upacara khusus kepada mendiang Ibumu dan membuat pernyataan sebenarnya kepada Publik. Ayah tau, jika itu akan membuat tahtaku turun dari jabatan sekarang, tapi yang terpenting adalah… kau harus menjadi penerus Istana ini.”
     “Aku tau!”
     “Bagus! Lebih baik sekarang kau segera bersiap-siap memakai Kimono-mu, apa kau mau menunggu lebih lama lagi untuk pernikahan adat ini heh?”
     “Mwo?”
     “Pangeran Hisa, apa kau masih tak sadar dengan pakaian yang dikenakan Hiu hwi-mu itu heh? Kami akan mengadakan Ritual Tradisi Shinto untuk menikahkan kalian menurut hukum Kekaisaran yang sebenarnya. Karna pernikahan ini bersifat pribadi dan tertutup, untuk itu kami hanya akan mengundang beberapa keluarga penting dan kerabat Istana saja. Ah ya, Ayah juga sudah mengirim Pesawat pribadi Istana untuk menjemput kedua orang tua Hiu hwi kemari. Kita akan mengadakan ritual ini diatas bukit, tempat paling suci di Istana ini.”
     “Benarkah?”
     “Tentu saja, bahkan Kakek juga sudah meminta resmi gadis ini untuk menjadi keluarga besar Kekaisaran Jepang langsung kepada Presiden Korea sendiri.” Kyuhyun dan Hiu hwi sentak terdiam! Mereka saling pandang dengan sebuah ekspresi yang amat sangat tidak percaya? Benarkah? Benarkah semua penderitaan mereka selama ini akan berakhir disini? Berakhir dengan ikatan dan janji suci yang indah? Sudah banyak hal menyakitkan yang mereka lalui bersama, bahkan didasari dengan kekonyolan dan perpisahan yang menyedihkan. Apakah betul jika ini semua sudah selesai? Selesai dengan sebuah cinta sejati yang tulus?
     “Hiu hwi-ya….” Kyuhyun sentak berlari dan memeluk tubuh yeoja itu dengan amat sangat erat. TIDAK! Biarkan ini terus seperti ini. Terus bahagia seperti ini!
     “Kyuhyun Oppa… Oppa.” Balas Hiu hwi menangis dan membalas pelukan itu tak kalah kencang. Semua diam dan menghela nafas kelegaannya masing-masing. Sungguh, pemandangan yang sangat indah!
     “Aku mencintaimu Hiu hwi! Apa kau benar-benar mau menikah denganku hem?”
     “Aku mau! Aku mau Pangeran Hisa.” Sahut Hiu hwi tersenyum dalam isakan kebahagiannya yang terus meluncur tanpa henti.
     “Kalian harus kuat kembali setelah ini. Pernikahan kalian tentu saja akan menjadi topik hangat yang akan menumbuhkan banyak Pro dan kontra. Bagaimanapun juga Hiu hwi berasal dari Korea dan ia tidak memiliki darah bangsawan sama sekali. Aku harap, kau dapat bertahan dengan semua itu Hiu hwi.” Timpal Kaisar Akihito yang membuat Hiu hwi mengangguk mantap. Kyu tampak tersenyum! Memandangi penuh setiap lekukan wajah Hiu hwi yang berbinar indah.
      “Kau sangat cantik dengan pakaian ini Chagi.” Bisik Kyu singkat dan mengambil kesempatan lengah semua orang untuk mengecup bibir merah yeoja itu sejenak, membuat Kaisar Akihito dan Putra Mahkota Naruhito menatap Kyu dengan sebal. -_-
      “Sepertinya, kalian sudah tidak sabar lagi. Cepatlah bersiap-siap kembali, ini hanya acara Pernikahan adat Kekaisaran. Pernikahan resmi kalian baru akan kami laksanakan bulan depan.”
      “Baik Ayah.” Sahut Kyu dengan mata yang berbinar indah! Indah… yah, benar-benar sangat indah! Setelah sekian lama mereka harus menghadapi berbagai cobaan hidup yang terus menggerogoti mereka dengan nafsu, kegetiran dan banyak hal lagi. Kini, akhirnya mereka dapat membuktikan jika mereka bisa mengalahkan semua itu dengan kekuatan cinta. Kekuatan cinta? Itu seperti sebuah kata pujangga yang bodoh, namun terkadang kata itu benar-benar ada.  Takdir itu memang tak pernah berbohong! Sebuah takdir yang menjadi tali ikatan dengan seseorang yang menjadi jodohmu.
      Apakah benar semua ini telah berakhir? TIDAK! Tidak ada kata akhir selama kau masih bernafas didunia ini. Bahkan mungkin ini malah akan menjadi awal yang baru, sebuah awal yang kembali akan menguji tingkat keteguhan kalian yang jauh lebih tinggi. Tuhan itu adil!


===


-          “Apa kau tau, kebahagian terbesar dalam hidupku?
KAU…!
Seseorang yang mampu membuatku menangis dan juga
kembali tersenyum dalam satu waktu.”-




@1 Bulan kemudian - Seoul, South Korea-



        Nampak seorang gadis dengan memakai gaun putih bersinar itu kini tengah berlarian di lorong-lorong Rumah sakit dengan ekspresi panik! Ia seolah tak perduli lagi dengan banyaknya pasang mata yang kini tengah menatapnya, bahkan diantara mereka ada yang sesekali membidikan kameranya pada gadis itu. Apalagi ditambah dengan hadirnya seorang namja lagi yang seolah ikut-ikutan berlari menembus lorong-lorong itu.
      “YA! Cho Hiu hwi… bisakah kita berhenti sejenak? Kenapa kau cepat sekali berlarinya huh? Aku sudah kehabisan nafas seperti ini! Aku heran, padahal kau sedang memakai pakaian pengantin, tapi larimu tetap saja benar-benar kuat!”
      “Ckckckckck, Pangeran Hisahito-ku yang terhormat kau benar-benar payah!” Umpat Hiu hwi kesal sembari kembali melanjutkan larinya menuju ruang ICU VVIP yang terdapat di Rumah sakit Seoul ini. Sebelumnya, tampak ia mengangkat terlebih dahulu baju pengantinnya itu sampai keatas; bermaksud agar itu tak membuat jatuh.
      “Ya Tuhan, apa dia tak sadar jika dia itu sudah resmi menjadi Putri Mahkota abad ke-22.” Kyu mendesah dalam sembari tersenyum dan mengatur kembali nafasnya. Sedang Hiu hwi? Yah, yeoja itu terus saja berlari hingga ia menemukan sebuah kamar yang sejak tadi ia tuju.
      “Ahjumma….” Panggil Hiu hwi pada salah satu penjaga rumah keluarga Orang tuanya itu. Tampak beberapa Bodyguard yang menjaganya juga ikut menghela nafas lega.
      “Putri Mahkota Yuu.”
      “Ahjumma, bagaimana keadaan Miu Eonni? Apa keponakanku sudah lahir? Mereka semua baik-baik sajakan?”
      “Ya, semuanya baik-baik saja Nyonya. Bayi perempuannya lahir 20 menit yang lalu, sekarang Nyonya dan Tuan Shim masih ada dialam.”
      “Jinchayo? Ah… Baiklah aku akan masuk.” Tampak sekali guratan kebahagian yang terpancar dari raut wajah Hiu hwi saat ini. Dengan cepat ia berbalik dan hendak membuka pintu kamar inap itu dengan antusian, tapi tiba-tiba Hiu hwi malah mengurungkan niatnya itu. Entahlah, padahal ia hampir saja hendak membuka lebar daun pintu itu.

      “OMO! Lihatlah bayi ini Miu-ya… dia benar-benar mirip sepertiku! Hahaha, aku benar-benar tidak menyangka bisa menjadi seorang Ayah di usiaku yang masih sangat belia ini.” Ucap Changmin membuat seorang gadis yang masih terbaring lemah diatas ranjang Rumah sakit itupun terdiam.
      “Apa—kau menyesal dengan kelahiran anak ini?” Changmin sontak menghentikan tawanya dan melirik kearah Miu dengan tatapan sayu.
      “Apa maksud perkataanmu itu yeoja sipit? Tentu saja aku tidak akan pernah menyesal! Aku malah kagum pada diriku sendiri karna sudah berhasil memberikan orang tuaku seorang cucu. Apa jangan-jangan kau yang menyes—”
      “Tidak, aku tidak menyesal.” Sela Miu cepat seraya merunduk lemah.
      “Apa kau masih mencintainya heh?”
      “Nugu?”
      “Sudahlah, jangan berpura-pura seperti itu dihadapanku. Aku adalah suamimu sekarang, setidaknya kau harus menceritakan apapun yang kau pikirkan padaku.
       “Bukankah kau sudah tau jawabanku? Bohong jika aku mengatakan, aku sudah melupakannya. Bagaimana pun juga itu perlu waktu untuk beberapa bulan mendatang untuk kembali pulih atau mungkin seumur hidupku.”
      “Begitu.”
      “Maaf.”
      “Untuk apa?”
      "Entahlah, aku hanya merasa bersalah padamu.”
      “Bukankah harusnya aku yang merasa seperti itu? Semua impian dan kebahagianmu rusak hanya karna aku. Jika saja malam itu aku dapat mengontrol diriku sendiri, jika saja aku tak mengajakmu minum, mungkin ini tidak akan jadi seperti—”
      “Hummm… bukankah akan lebih menyakitkan lagi jika ini tidak seperti ini?”
      “Maksudmu?”
      "Sudahlah, aku hanya masih memikirkan. Bagaimana bisa kau melakukan hal itu padaku, aku pikir kau namja yang alim Shim Changmin.” Ejek Miu membuat Changmin sontak melotot.
     “Kau tidak ingat kejadian malam itu? Bukankah yang lebih dulu menggodaku heh?”
     “Eh? Mwo? Apa maksudmu?”
     “Hemmm….” Changmin menghela nafasnya dalam seraya kembali memicing menatapi Miu yang risih akan tatapannya itu. Entahlah, Changmin akan measa degup jantungnya berdetak lebih cepat jika mengingat kejadian malam itu.

-FlashBACK-

      “Miu-shi, rumahmu dimana? Biar ku antar pulang.” Ucap Changmin dengan wajah mengantuk dan mabuk berat itu.
      “Rumah? Hahaha, aku tidak punya rumah di Korea! Bodoh, hahaha. Aku itu hanya punya Apartment yang sangat mewah.” Sahut Miu seraya menepuk-nepuk pipi Changmin dengan cukup keras.
     “Lalu, kita mau tidur dimana?”
    “Tidur dirumahmu saja! Hahaha.”
    “Hummm… baiklah, lagipula Hiu hwi juga pernah membawa namja ke kamarnya. Mana mungkin aku kalah, ne?”
    “Nde. Kyuhyun juga melakukan itu! Hik.”
    “Ya sudah biar kau kugendong saja Miu-shi!”
    “Ah, benarkah? Ayo kita pergi!”
    “Apa kau mau tidur dikamarku?”
    “Aku mau! Aku bosan tidur sendiri, kau harus memeluk wanita lemah sepertiku ini sampai pagi.”
    “Ah… ide bagus! Humm… Miu-shi, apa kau pernah berciuman? Aku belum pernah!”
    “Wah… kau namja yang bodoh sekali! Apa kau mau aku ajari?”
    “Bagaimana?”
    “Begini—” Miu sentak menghentikan langkah mereka dan turun dalam gendongan Changmin.

#CUP!

      Miu sentak menempelkan bibir mungilnya itu pada Changmin membuat namja itu sentak melotot lebar! Entah hingga ada gairah apa yang membuat naluri Changmin sebagai pria seolah bergejolak didalam dadanya.
     “Miu-shi….” Ucap Changmin disela pertautan bibir mereka
     “Nde?”
    “Sebaiknya kita lanjutkan dirumah saja, ne? Disini banyak orang… ada hantu juga yang mengintipku belajar.” Kekeh Changmin polos.
    “Baiklah!” Miu kembali menepuk-nepuk pipi Changmin dan kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan langkah tak beraturan.

-FlashBACK END-

       Miu tertegun mendengar cerita Changmin pada malam itu, ia benar-benar tak menyangka dan tak habis pikir jika itu benar-benar akan terjadi.
      “Sebenarnya aku ingat jika malam itu kau sempat menyebut nama Kyu dalam pelukanku.”
      “Mwo? Jeongmal?”
      “Mungkin kau menganggap kau tengah melakukannya dengan Kyu bukan aku.” Miu terdiam seraya menatapi wajah Changmin yang entah mengapa tampak amat kecewa itu.
      “Lihatlah bayi itu Changmin-ah… dia anakmu! Tidak perduli apa yang terjadi padaku, kau tetaplah Ayah sekaligus Suamiku sekarang.”
      “Miu-ya….”
      “Aku akan belajar bagaimana cara untuk mencintaimu, aku harap kau juga akan melakukan itu Changmin-ah.”
      “Mungkin sekarang aku sudah mulai melakukannya,” kecup Changmin singkat didahi Miu yang kini tampak mengeluarkan air mata.
      “Aku memang tidak bisa membuatmu menjadi seorang Putri Mahkota, tapi aku bejanji aku akan menjadi suami yang terbaik untukmu dan anak kita.”
      “Aku tau! Aku tau kau dapat melakukan itu Oppa.”
      “Oppa? Sungguh, itu tak terlalu buruk untuk didengar. Gomawo Miu-ya, kau sudah menyempurnakan hidupku sekarang, aku tak inginkan apa-apa lagi selain kau dan putri kecilku bahagia. Ah Changkaman, biar aku foto kau dan anak kita sebentar,” Changmin dengan sigap menggendong bayi mungilnya itu dan meletakannya perlahan disisi kiri Miu.
       “Ayo, tersenyum wanita-wanitaku.” Changmin hendak menjetikan kameranya untuk memfoto pemandangan yang paling indah dihadapannya itu. Miu tersenyum, tersenyum akan kebahagian yang ia dapat saat ini.

       Sedangkan disatu sisi, tampak kini seorang gadis termangu dengan isak tangisnya perlahan. Matanya tak pernah lepas akan pemandangan yang terjadi didalam ruangan itu.
      “Kau sedang lihat apa heh?” seseorang sentak menyentuh pundaknya dan bertanya singkat. Gadis yang tak lain adalah Hiu hwi itu pun kontan semakin ingin menangis.
      “Kyuhyun Oppa… mereka sangat manis sekali.” Isak Hiu hwi seraya memeluk tubuh orang yang bertanya itu tanpa memandang orang itu sama sekali.
      “Benar, mereka terlihat seperti keluarga yang sangat manis sekali. Apa kau tak menyadari jika kita juga tengah berpose manis heh?”

#DEG

       Hiu hwi kontan menghentikan isakannya tatkala sadar jika itu bukanlah suara Cho Kyuhyun, melainkan—
     “Yoo-Yoochun Oppa?” pekik Hiu hwi tak percaya. Baru saja ia hendak melepaskan pelukannya itu pada Yoochun, suara seseorang telah lebih dulu membahana disini.
     “YA! CHO HIU HWI… APA YANG KAU LAKUKAN?” Pekik Kyu seraya mengatur nafasnya dan menatap kearah Yoochun dan Hiu hwi dengan tampang sebal! Sungguh, Kyu benar-benar sangat tak suka jika ada orang lain yang menyentuh istrinya itu.
     “Ah… annyeong Bapak Pangeran.” Kekeh Yoochun membuat Kyu semakin kesal dan menarik lengan Hiu hwi untuk menjauh dari Yoochun.
     “Kau—kenapa kau ada disini heh? Kau membututi kami?”
     “Mwo? Apa kau tak lihat pakaian yang kukenakan ini huh? Aku Dokter, bodoh!” Pekik Yoochun tak kalah kesal. Hiu hwi yang berada diantara keduanya itu pun sentak menarik nafas.
     “Dokter? Hahaha… maksudmu Dokter Cabul?”
     “YA! CHO KYUHYUN…!”
     “KENAPA KAU BERTERIAK PADAKU PARK YOOCHUN? Kau tidak tau aku siapa huh? Aku calon KAISAR!”
     “Kau calon Kaisar Jepang, tapi di Korea dan dimataku kau tetap anak kecil ingusan yang menebalkan!”
     “Kau—”
     “YA! Hentikan…! Ada apa ini huh?” Pekik seseorang seketika keluar dari sebuah ruangan, membuat Hiu hwi sentak tersenyum.
     “Changmin OPPA!”
     “Hiu hwi?” Changmin yang tadi mulai tampak kesal dan emosi, kini kembali luluh dengan goresan dan pelukan hangat dari adik semata wayangnya itu.
     “Maafkan Oppa sayang, Oppa jadi tak bisa hadir dihari pernikahanmu.”
     “Ash, gwanchana. Lagipula, sesi melahirkan Miu Eonni itu lebih penting. Lagipula, saat pernikahan itu selesai, aku langsung menyuruh Kyuhyun Oppa untuk terbang kemari, aku ingin melihat keponakan cantikku.”
     “Ah, Kajja~ kau tau, dia sangat mirip dengan Oppa.”
     “Benarkah? Sepertinya Oppa senang sekali. Aku hanya tidak menyangka jika kelak kita akan hidup masing-masing seperti ini.” Hiu hwi sentak menitikan air matanya perlahan dan merunduk.
     “Hey, aku tetap Oppamu. Tak akan ada yang berubah kelak, aku akan terus menjagamu.”
     “Tidak perlu lagi Changmin ‘Hyung’. Kau tenang saja, aku yang akan menjaga Hiu hwi sekarang.” Timpal Kyu manis membuat Changmin mendengus.
     “Hyung? Jangan memanggilku itu lagi, kau terliihat menjijikan.” Sahut Changmin membuat Yoochun tergelak dan tertawa puas.
     “YA! Diam kau!”
     “Mwo? Hahaha.” Sepertinya Yoochun dan Kyuhyun akan melanjutkan pertengkaran mereka ini. Changmin mengumpat singkat kepada kedua namja itu dan berniat hendak kembali melerainya, namun seketika—
      “OEK….. OEKKKKK!” Terdengar suara tangisan yang amat sangat kencang dari dalam ruangan itu, membuat semuanya sontak tergelak kaget.
      “Suara apa itu?” tanya Kyu memicing lagi-lagi membuat mereka saling bertatapan aneh.
      “Oppa, jangan katakan jika itu adalah suara anakmu? Dia tidak mungkin mewarisi suara tinggi oktafmu itu kan?”
      “Aniya… tapi dia jauh lebih tinggi lagi dariku.”
      “MWOYA?”


===


-          “Bisakah aku hanya memilikimu dengan tenang?
Apakah ini lebih baik jika hanya sebuah mimpi?
Walaupun begitu,
Asal tetap denganmu
Bahkan aku akan tetap mengatakan aku baik-baik saja.” –


@Dai Nippon Teikoku, Imperial Palace Tokyo –Jepang-



       Hiu hwi sentak menutup pintu balkon kamarnya itu dengan keras dan dengan helaan nafas emosi yang benar-benar membuatnya sesak. Ia pun terlihat duduk diujung kasur dengan melipatkan kedua tangannya kesal.
      “Aku tau aku ini bodoh! Tapi apakah bisa mereka memperlakukanku dengan baik? Mereka pikir mengurus rumah tangga Kekaisaran itu mudah? Ah… pantas saja mendiang Putri mahkota lebih memilih bunuh diri.” Umpat Hiu hwi semakin kesal, membuat seseorang yang masih tidur dibelakangnya itu pun sentak terbangun dan mulai merayap untuk memeluk tubuh Hiu hwi dari arah belakang.
      “Hummmm….” Gumam namja itu seraya berusaha memiringkan wajah Hiu hwi menghadapnya.

#CUP

       Sebuah kecupan singkat kini dapat Hiu hwi rasakan ditengah kemelut emosi hatinya itu.
      “Morning Kiss.” Kekeh namja itu yang tak lain dan tak bukan adalah Cho Kyuhyun .
      “Morning Kiss apa heh? YA! Oppa, ini sudah jam 12 siang!”
      “Ah, benarkah? Kalau begitu—” Kyu sentak mendorong tubuh Hiu hwi dari arah belakang agar terpental dan tertidur bersamanya diranjang mereka itu.
      “Sekalian saja makan siang.” Lanjut Kyu menjetikan satu matanya dengan tatapan mesum, membuat Hiu hwi kontan memberontak!
      “Ckckckck, semua orang pasti tidak menyangka jika calon Kaisar Jepang yang dihormati dan dikagumi ini benar-benar sungguh mesum!”
      “Benarkah? Hahahaha. Hey, kau kenapa lagi huh?”
      “Ah, Oppa bisakah kita tinggal diluar istana saja heh? Aku benar-benar bisa gila jika harus menghadapi peraturan kekaisaran ini?”
      “Humm... sabar sayang. Bukankah kau sudah berjanji untuk bertahan heh?”
      “Aku tau, tapi—”
      “Sssstsss... kau cukup menjadi dirimu sendiri dan fokus melayaniku saja Putri Mahkota Yuu. Kau tau, aku tak pernah merasakan lelah disini lagi saat aku dapat memelukmu seperti ini. Chagi....”
       “Ohk?”
       “Boleh aku minta satu hal?”
       “Tidak usah ya.”
       “YA! Cho Hiu hwi... kau ini—”
       “Aku tau, pasti Oppa akan meminta yang macam-macam.”
       “Aniya, hanya satu macam saja.”
       “Mwo?”
        “Ini—” Kyu sentak membuka pakaian atas Hiu hwi separuh hingga memperlihatkan perut putihnya yang mulus. Dikecupnya gemas perut yeoja itu sekilas dan tersenyum
        “Aku ingin seorang anak, bisakah?” lanjut Kyu dengan tulus. Hiu hwi sontak terdiam, terlihat rona merah dipipinya saat ini. Kyu sadar akan perubahan wajah dan sikap istrinya itu, dengan cepat ia pun mendekatkan wajahnya untuk mencium dan mencumbu Hiu hwi seperti yang biasa ia lakukan sebelum tidur.  Namun—
        “Ah, aku lupa sweaterku diatas.” Sela Hiu hwi cepat seraya melepaskan tubuhnya dari Kyu dan berlari keluar. Kyu mendesah dalam! Lagi-lagi, selalu berakhir seperti ini.
        “Kenapa kau masih tak mau kusentuh hiu hwi? Ash... kau benar-benar membuatku gemas!” Ucap Kyu seraya menatapi kepergian istrinya itu dengan ekspresi dalam.
        “Kau lihat saja, seberapa keras kau akan menolakku nantinya.” Kyu kembali menunjukan Smirk Evil-nya yang sedikit mengerikan dan kembali menghempaskan tubuhnya itu untuk tertidur lagi.


-THE END-

"Ada yang masih mau baca Story Kyu With Hiu hwi again??? Difolderku masih banyak loh.... Hahahaha"

“This all Because Your CHU... KYUHYUN!” [SEQUEL ENDING. A]



Tittle                             : “This all Because Your CHU... Kyuhyun!” [SEQUEL ENDING] 
Author                          : JEA_
Cast                              : Cho Kyuhyun, Shim Hiu hwi, Park Yoochun, Shim Changmin
                                        Miu, And Other Cast
Rating                           : PG + 17 / Straight



“Kyuhyun Oppa.” Desah Hiu hwi membuat Kyu hanya tersenyum manis seraya menghapus sisa telur diwajahnya itu. Sampai seketika—
“MAAF.” Kyu sentak berucap itu dengan menekuk kedua kakinya seolah tengah berlutut! Yah, dia berlutut saat ini didepan semua masyarakat Jepang itu. HENING! Semua orang seolah fokus memandang sang penerus pemimpin Jepang itu kini tengah berlutut seraya berusaha menahan cucuran air matanya.



-   “Hanya melihatmu saja, itu sudah cukup bagiku. 
    Hanya mendengar suaramu saja, itu sudah cukup membuatku tersenyum.
   Kau...
  Memilikimu... adalah angan yang terindah
  Benar!
 Aku bukan menginginkanmu,
 Tapi aku membutuhkanmu.” –




_This all Because Your CHU... Kyuhyun! Sequel. End Begin’s story_



              Langit itu seolah mulai menggelap, menawarkan segumpal kekelaman yang merasut dingin ke alam yang merebak gelap. Mendung! Tampak layangan angin melayang indah bersama gemuruh langit yang tengah tak bersahabat ramah.

Hening!

                Semua orang tampak mengatup mulut mereka tatkala kini sang penerus Kekaisaran Jepang itu hanya merunduk dengan sebuah senyum getir yang melekat diwajahnya untuk beberapa waktu. Hiu hwi yang semenjak tadi hanya diam membisu kini mulai terisak dengan suara seraknya saat ini. Ia benar-benar tak tega melihat orang yang ia cintai itu kini tengah berlutut diatas tanah yang bebatuan, bahkan tanpa alas sedikitpun.
“Oppa,” Hiu hwi sentak ikut menekuk kakinya dan berlutut disisi kiri Kyu. Ia hanya tak ingin Kyu merasakannya sendiri.
“Aku mencintaimu.” Lanjut Hiu hwi seraya menggenggam tangan Kyu yang kini tersenyum kearahnya. Namja itu seperti mendapatkan secercah semangat lewat perkataan Hiu hwi barusan. Hiu hwi tau betul melalui pancaran mata Kyu jika saat ini namja itu merasa sebuah ketakutan. Toh, bagaimanapun kini mereka tengah berhadapan dengan masyarakat Jepang yang kecewa akan dirinya.
“Maaf... maafkan aku,” Kyu berucap tulus  pada ratusan orang yang kini tengah menatapnya dengan ekspresi yang berbeda-beda. Sorot lampu kamera sejak tadi memang tak henti-hentinya menyorot setiap adegan ditempat ini, seolah tak ingin ada moment yang terlewatkan sedikitpun. Apalagi ini juga disiarkan langsung pada TV Nasional dunia, dimana semua orang dapat dengan mudah menonton.
“Aku tau kalian pasti merasa marah, benci dan kecewa pada keputusan yang akan aku ambil ini, tapi tekadku sudah bulat untuk melakukannya. Aku tau kata maaf sekalipun tak akan dapat menyelesaikan semua masalah ini. Sejujurnya, aku sudah siap menerima semua hukuman dan konsekuensi yang akan aku ambil atas tindakanku ini,” Kyu sentak berhenti sejenak dengan menatap sendu beberapa orang dihadapannya.
“Ini—” Kyu sentak melepaskan sebuah pangkat yang tersemat dipunggung kirinya dan sebuah cincin yang menandakan jika ia adalah anggota kekaisaran itu dengan perlahan, kontan saja itu membuat semua orang sukses terkejut bukan main. Apa yang tengah ia lakukan? Semua orang tampak mulai kembali berbisik.
“Aku masih sadar, aku memang terlahir ditempat ini. Selama bertahun-tahun aku dibesarkan dengan semua kedisiplinan dan tata budaya Kekaisaran yang begitu kuat disini, selama beberapa tahun juga aku mempelajari banyak sekali tentang tata kepemerintahan dan pelajaran hidup yang mengajarkanku kedewasaan, bagaimana cara bertindak dan bagaimana cara untuk tetap bertahan,” Kyuhyun menghela nafasnya sejenak dan memandangi bangunan-bangunan disekelilingnya itu seolah kini ia tengah membayangkan masa kecilnya ditempat itu.
“Terima kasih, terima kasih banyak karna kalian telah membesarkanku atas dasar-dasar itu, tapi—sekarang aku ingin berhenti,” Kyuhyun merunduk! Ia meneteskan air matanya tepat dihadapan semua orang yang ada disini. Hiu hwi yang melihat itu pun hanya mampu menghela nafas seraya semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kyu.
“Aku merasa tak pantas lagi menyandang semua kekuasaan yang akan diberikan padaku nantinya. Aku sadar, aku bukan penerus dan pemimpin yang baik untuk melanjutkan semua sejarah itu. Hummm... karna itulah aku berlutut dihadapan kalian ini untuk meminta maaf atas semua kekacauan yang telah ku buat selama ini. Aku meminta maaf karna aku tak bisa lagi menjadi impian kalian untuk melanjutkan kekaisaran ini ditanganku. Aku—aku meminta maaf karna aku—mengundurkan diri dari statusku sebagai Pangeran Hisahito saat ini juga! Aku sudah memutuskan jika bukan aku lagi sang penerus Kekaisaran ini,” ujar Kyu membuat semua orang tampak kembali riuh atas pernyataannya itu. Kyuhyun memucat! Sejujurnya, ia juga tak ingin mengecewakan rakyat Jepang yang sejak dulu mendukung dan menjaganya sebagai penerus Kekaisaran. Kembali, makian dan penolakan itu terdengar dimana-mana, bahkan saat ini beberapa dari mereka seolah sangat geram pada Kyu. Untunglah, beberapa pengawal masih mampu mengatasinya.
“Maaf, tolong maafkan aku,” Kyu seolah memekik mengucapkan itu sembari mengubah posisinya bersujud dihadapan rakyat Jepang saat ini berkali-kali. Ia seolah tak perduli lagi dengan harga dirinya saat ini.
“Maafkan aku.” Kyu mengulang perkataan yang sama seperti itu dengan bersujud berulang, membuat semua orang yang ada disini mulai tersentuh atas tindakannya itu. Hiu hwi tak bisa membendung lagi air matanya yang sama sekali tak dapat lagi berhenti sejak tadi, ia benar-benar tak percaya Kyu dapat melakukan itu, bahkan sampai dahinya sedikit tergores akibat kerikil-kerikil dihadapannya.
“Berhentilah Oppa, kau jangan melakukan ini.” Hiu hwi sentak menahan lengan Kyu yang hendak kembali bersujud. Kyu hanya menatapnya dengan senyum tangisnya seraya menyentuh lembut pipi kiri Hiu hwi, seolah saat ini ia ingin menegaskan pada yeoja itu jika ia akan baik-baik saja.
Hening!
Semua orang kembali terdengar tak bersuara saat melihat Kyuhyun seolah begitu tulus meminta maaf. Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah Kekaisaran Jepang, dimana penerus mereka bersujud sampai seperti itu. Bukankah itu menandakan jika Kyuhyun memang benar-benar serius meminta maaf? Lalu, apakah ini akan berhenti disini? Sepertinya TIDAK! Beberapa pasukan pengawal Kekaisaran dalam mulai ikut keluar bersama Putra Mahkota yang tak lain adalah Ayah dari Kyuhyun.
“Cepat berdiri Pangeran Hisahito!” Bentak sang Putra Mahkota itu seraya menatap geram kearah Kyu. Semua orang sontak diam! Entah apa yang akan terjadi pada keluarga Kekaisaran ini sekarang, yang jelas permasalahannya akan semakin pelik saat ini. Tampak Kyu menurut, ia berdiri dan membungkuk kearah Ayahnya sebagai sebuah penghormatan.
“Apa yang kau lakukan huh? Cepat masuk dan temui aku dikediamanmu.”
“Tidak Chichi, tak ada yang perlu kita bicarakan lagi soal ini. Aku akan keluar dan mengundurkan diri dari jabatan ini, aku tidak perduli hukuman apa yang akan aku terima nantinya. Jika memang aku harus diasingkan, itu tidak masalah aku ak—”

#PLAKKK!

Sebuah tamparan sukses melayang kearah pipi Kyu yang kini tampak memerah karnanya. Semua orang sontak melotot tak percaya akan kejadian dihadapan mereka ini! Terlihat tangan sang putra Mahkota itu kini tengah bergetar hebat, sepertinya ia juga kini menangis!
“Kau bukan hanya akan mengorbankan dirimu sendiri Hisahito, tapi juga keluarga besarmu. Kau pikir semua ini akan selesai ketika kau mundur? Siapa yang akan meneruskan Kekaisaran ini? Apa kau menganggap ini permainan anak-anak? Atau sebuah lelucon? Kenapa kau membengkang seperti ini Hisahito? Kenapa kau tak diam saja seperti Ayah dahulu?”
“Karna aku Hisahito. Aku juga manusia yang berhak memilih dan menentukan sendiri hidupku, termasuk menikah dengan orang yang aku cintai.”
“Lalu, bagaimana dengan Miu? Kau mau lepas tanggung jawab atas dirinya huh? Kau itu seorang pria Hisahito!”
“Aku akan bertanggung jawab, tapi tidak dengan cara menikahinya.”
“Apa maksudmu huh?”
“Aku tidak mencintainya, Chici.”
“Cinta? Bahkan kau berbicara omong kosong itu disaat semua keadaan seperti ini? Walau kau mengundurkan diri sekalipun, tapi kau tak bisa lepas tanggung jawab untuk menikahinya secara resmi Hisahito!”
“Tidak! Aku tidak akan pernah menikahinya.”
“HISA! Kau—”
“CUKUP!” Pekik seseorang seketika muncul dibalik kerumunan orang-orang itu dengan isak tangisnya yang dalam. Semua orang kini tampak menoleh kearahnya. Rasa iba itu tampak sangat melekat tatkala melihat gadis itu tengah berusaha memaksakan dirinya sendiri untuk berjalan dalam keadaan hamil besar itu.
“Miu....” Desah Hiu hwi seketika. Kembali, semua tampak diam dan sibuk menetralisir keadaan disini. Miu merunduk singkat lalu menghela nafas dan tersenyum sekilas, seolah kini ia tengah menguatkan diirnya sendiri.
“Aku tidak akan menikah dengan Kyuhyun, aku tidak akan menunggunya lagi sampai detik ini juga. Aku memang mencintainya, tapi aku lelah. Aku lelah dengan semua penolakan dan penyesalanku sendiri,”
“Miu,” tampak Ayah Kyuhyun mulai bergerak untuk memberi topangan pada gadis itu agar ia tak jatuh. Kyuhyun diam! Ia hanya melirik kearah Hiu hwi yang kini tengah memandangnya dengan perasaan bersalah.
“Miu, kau tenang saja. Akan aku pastikan jika Hisahito akan tetap menikahimu secara resmi.” Lanjut sang putra Mahkota itu seraya mengelus puncak kepala Miu. Sebenarnya Miu memang sudah sejak dulu ia anggap sebagai anaknya sendiri. Hanya gadis itulah, yang dulu selalu bermain dan menemui Hisahito saat masih kecil di Kekaisaran. Tampak juga beberapa orang yang ada disana mendukung dan meminta pertanggung jawaban Kyuhyun atas Miu, seolah kehadiran Hiu hwi benar-benar hanya dipandang sebagai seorang perebut. Toh, memang bukankah semua orang tau jika anak yang dikandung Miu itu adalah Putra Mahkota kecil. Itu bahkan lebih penting dari apapun sekarang!
“Tidak! Pangeran Hisahito tak perlu bertanggung jawab atas kehamilanku ini,” semua orang terlihat mendongak menatap Miu dengan bingung. Bahkan Kyu kini tengah berusaha meminta Miu agar jangan berbicara terlebih dahulu melalui tatapan matanya yang tajam. Namun sepertinya tidak! Miu benar-benar  tak tahan lagi menyimpannya sendiri, menyimpan sesuatu yang bahkan dapat membuat orang lain menderita, terutama Kyu. Ia sangat menyayangi namja itu dan tak ingin melihatnya kembali menderita karna selalu melindunginya.
“Bukan Pangeran Hisa yangmenjadi Ayah dari anakku ini,”
“Mwo?” Hiu hwi yang tadinya bersembunyi dibalik punggung Kyu, kini mulai berani untuk maju kedepan. Bukan hanya Hiu hwi yang terkejut atas penuturan Miu saat ini, tapi juga semua orang! Bahkan orang-orang yang menonton kejadian ini secara Live. Miu sadar dan tau betul, jika ia akan menggali lubang aib nya sendiri sekarang. Semua orang tampak mulai berbisik-bisik; menebak siapa Ayah yang disebut-sebut sebagai Putra Mahkota kecil itu.
“Yah, ini bukanah anak dari Pangeran Hisahito. Tapi—”
“Hiu hwi-ya....” Suara serak itu tiba-tiba terdengar dari arah kejauhan dengan beberapa pengawal Kekaisaran yang lain. Semua orang kontan menoleh! Tanpa perlu ditebak, Hiu hwi bahkan sudah tau siapa pemilik suara tinggi itu. Miu tergelak! Ia kini menutup matanya seraya mengadah kearah langit.
“Semua akan selesai disini.” Gumam Miu bergetar.
“Changmin Oppa?” Pekik Hiu hwi yang tanpa sadar menitikan air mata hangatnya berulang. Rasa kesesakan akan rindu itu kini mulai mencuat kepermukaan.
“Hiu hwi! Hiu hwi-ya….” Changmin sentak berlari dari tempatnya saat ini menuju arah tempat adiknya berdiri sekarang. Tak perduli dengan jubahnya yang menyentuh tanah dan dengan orang-orang yang berusaha menahannya.
“Aku tidak akan kabur lagi. LEPASKAN AKU!” Pekik Changmin menghempaskan beberapa tangan yang tadi sempat menahannya dan kembali berlari menuju Hiu hwi. Seorang gadis yang menjadi titik kelemahan Shim Changmin.
“Oppa....” Hiu hwi merasa tubuhnya benar-benar terasa lemah, urat-urat lututnya seolah melemas seiring dengan langkah Changmin yang semakin mendekat.
“Hiu hwi!” Desah Changmin tatkala kini ia sudah dapat merasakan pelukan hangat adik kandungnya itu. Changmin menangis! Belum pernah ia meninggalkan Hiu hwi sampai selama ini, bahkan dalam keadaan yang benar-benar pelik seperti ini.
“Oppa, kau baik-baik saja ne? Mereka tidak melukaimu kan?”
“Aniyo.”
“Kenapa kau meninggalkanku Oppa? Kau jahat! Aku takut.”
“Maafkan Oppa Hiu hwi, maafkan Oppa.” Changmin semakin mengeratkan pelukannya itu, seolah tak perduli dengan tatapan Kyu yang kesal mengarah padanya. Bahkan disaat seperti ini, Kyu seolah merasa marah ketika Hiu hwi disentuh orang lain, walau itu Oppa-nya sendiri.
“Lalu, kenapa Oppa bisa berada disini?” tanya Hiu hwi yang membuat semua orang diam. Miu menoleh dan tersenyum kecil, sebuah senyum yang sebenarnya mengisyaratkan jika dirinya kini dalam keadaan buruk.
“Kau tau Hiu hwi-ya, siapa Ayah dari anakku ini?”
“Mwo?” pertanyaan itu sepertinya hanyalah sebuah formalitas semata. Hanya dengan melihat keadaan saja, semua orang sudah bisa menebak teka-teki itu.
“Aku tegaskan lagi pada semuanya, jika anak yang kukandung ini bukanlah anak Pangeran Hisa, tapi—anak ini adalah anak—” Miu menghentikan kata-katanya itu tepat ketika air matanya mengalir deras.
“Akulah Ayahnya!” Timpal Changmin membuat semua orang mulai serentak kembali riuh. Kyuhyun tertunduk, sedangkan Hiu hwi menoleh dengan tatapan yang benar-benar tak percaya kearah Changmin. Bahkan Putra Mahkota dan beberapa Keluarga Menteri Kekaisaran yang notabane adalah keluarga Miu sendiri pun tak mengetahui ini sejak awal.
“Mwo? Oppa, itu tidak benar kan?”
“Maafkan Oppa Hiu hwi. Oppa tidak tau semua ini akan terjadi seperti ini dan membuatmu malah menderita.”
“Ba-bagaimana bisa itu—”
“Ini semua terjadi, saat ketika kau Kyuhyun pergi beberapa bulan yang lalu itu. Oppa dan Miu tanpa sengaja melakukan hal itu dalam keadaan kami yang mabuk berat. Oppa tidak tau sama sekali jika Miu hamil bahkan saat kita berada di New york.”
“Mwo? Ja-jadi—”
“Benar Hiu hwi, ini anak Oppa-mu. Maafkan aku sudah merahasiakan ini dari kalian semua dan menyalahkan Kyuhyun untuk bertanggung jawab. Sungguh, aku tak punya tujuan lain atas hal itu. Aku takut! Aku takut ketika aku menyadari jika aku mengandung anak Changmin dan bukannya anak Pangeran Hisa, maka aku akan kehilangan Kyuhyun. Aku mencintainya, untuk itulah aku melakukan semua ini,” Miu merunduk seraya mencengkram ujung bajunya dengan keras.
“Aku pikir, dengan kehamilanku ini Kyuhyun akan berpaling dariku dan melupakanmu, tapi ternyata aku salah! Kyuhyun malah tersiksa, dia benar-benar sangat tersiksa bahkan mengalami gangguan batin seperti itu. Aku pikir, ada ruangku untuk kembali masuk kedalam kehidupannya saat ia mengalami Amnesia itu. Namun sepertinya itu sia-sia saja, aku bahkan ikut merasa tersiksa melihatnya menanggung kesakitan itu sendiri. Aku terlalu mencintainya, untuk itulah aku tak bisa melihatnya menderita. Aku sengaja mencari keberadaan Changmin diam-diam dan membawanya ke Kaisaran ini agar apat membantuku menyelesaikan semua masalah ini. Jujur, aku tak menyangka jika kau malah lebih dulu menyelesaikannya Hiu hwi.”
“Miu-shi....”
“Sekarang semua orang dan kalian sudah tau apa yang terjadi sebenarnya. Bisakah kalian berhenti memojokkan Pangeran Hisa? Kumohon jangan membuatnya menderita lagi, ia sudah cukup kesakitan bahkan sejak ia kecil. Bukan dia yang mengkhianatiku, tapi akulah yang telah merusak semua ini. Tolong maafkan aku. Maafkan aku—” Miu sentak ingin membungkuk dihadapan semuanya, namun sayang keadaan fisiknya tak bisa menukungnya lagi untuk kali ini.
“Sekali lagi aku minta Ma—” belum sempat Miu hendak menyelesaikan semua permintaan maafnya itu, kini tampak tubuhnya mulai merosot ketanah. Gadis itu Pingsan!
“Miu-ya....” Pekik Changmin dan Kyuhyun serentak berlari kearah Miu dan menahan tubuh yeoja itu agar tak terhempas ditanah. Semua orang mulai panik! Bahkan Putra Mahkota yang masih berdiri disana sentak berteriak meminta pertolongan cepat. Hiu hwi termangu! Otaknya saat ini benar-benar tak bisa berpikir jernih, ia bahkan seakan tak melihat orang-orang yang berlalu lalang dihadapannya. Ia merasa ingin terlelap! Terlelap dan menganggap semua ini seperti sebuah mimpi.
“Miu-shi....” Gumamnya tatkala melihat tubuh Miu bercucuran darah diangkat kedalam Kekaisaran dengan teriakan panik dari beberapa orang.
“Ada apa ini?” Hiu hwi seolah bergumam lagi dengan air matanya yang semakin berlinang. Entah mengapa Hiu hwi malah terlihat seperti orang ling lung sekarang.  Ia seolah melihat alam sekitarnya dengan kebisuan yang berasal dari kalbunya sendiri. Sampai seketika, ia merasa seseorang menggengam tangannya erat dan menariknya kedalam sebuah dekapan. Yah, sebuah dekapan hangat yang benar-benar sangat nyaman bagi Hiu hwi.
“Kyuhyun Oppa.”



-          “Aku menangis karnamu,
Aku tertawa juga karnamu,
Untuk itu...
Tetaplah disisiku dan jadilah milikku.
Kumohon...
Izinkan aku memilikimu, walau dalam wujud yang semu.” –



@Bandara Incheon_ South Korea-



                 Kyuhyun tampak kembali mengeratkan topi hitam yang kini ia kenakan dengan cepat; berharap agar tak ada orang yang mengenalinya. Entahlah, semenjak kejadian 3 hari yang lalu itu ia dan orang-orang yang masuk dalam sengketa permasalahan Kekaisaran itu tampak seolah menjadi incaran dan target utama awak media dan pembicaraan terhangat sampai sekarang.
“Hiu hwi-ya, kau jangan kemana-mana ne? Tetap disini bersamaku, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat.” Bisik Kyu memicing membuat Hiu hwi menghela nafasnya dalam. Sungguh, sekarang Kyu benar-benar sangat kekanak-kanakan sekali. Hiu hwi tau, jika mereka kini tengah hendak pergi ke Korea untuk menyusul Changmin dan Miu yang telah berangkat kemarin. Changmin memang membawa Miu ke Korea untuk dirawat disana saja. Toh, memang Miu tak punya alasan lain jika harus tinggal di Kekaisaran. Sedangkan mereka, kini malah hendak menyusul untuk menemui kedua orang tua Hiu hwi yang memang tengah menunggu penjelasan mereka di Negri gingseng itu. Seolah tak perduli lagi, dengan keadaan istana yang kini semakin tak tentu arah.
“Oppa, bisakah kau melepas sebentar genggaman tanganmu ini? Aku lelah, aku ingin bergerak bebas.” Sahut Hiu hwi membuat Kyu menatapnya memicing.
“ANDWE! Apa kau tak lihat tempat ini sangat ramai huh? Bagaimana jika semua orang tau jika aku adalah—” Kyuhyun menghentikan kalimatnya dititik itu. Entah mengapa, kini ia terlihat murung.
“Kau adalah Pangeran?” sela Hiu hwi
“Bukan! Aku bukan Pangeran lagi.”
“Oppa, boleh aku bertanya sa—”
“Tidak perlu bertanya. Kau cukup diam saja!” Potong Kyu seraya mengalihkan pandangannya kedepan.
“Hummm... apa tidak bisa kita—”
“CHO HIU HWI... bukankah tadi kusuruh kau diam heh?”
“Mwo? Cho Hiu hwi? Cho? YA! Sejak kapan aku mengganti margaku itu huh? Aish... kau benar-benar seperti setan yang kerasukan hantu belimbing. Suka seenaknya dan—”
“Mwo? Mwo? Dan apa lagi? Untung tadi malam aku masih bisa mengontrol diriku untuk tidak menyentuhmu, jika saja itu aku lakukan, kau pasti tak akan menyahutiku lagi.”
“Jeongmal? Kau kira siapa yang mau menjadi istrimu huh? Kau sudah bukan Pangeran lagi, jadi aku harus berpikir dua kali untuk menikah dengan pengangguran sepertimu.” Balas Hiu hwi santai, namun sukses membuat Kyuhyun terbelalak kaget dibuatnya.
“YA! Kau—”
“Aish... Cho Kyuhyun, aku hanya bercanda,” ucap Hiu hwi terkikik pelan seraya mengecup bibir Kyu singkat.
“Sekalipun kau pengangguran, tapi asal kau mencintaiku dan mau bekerja keras untuk menghidupiku. Aku akan sangat bersedia menjadi calon istri Pangeran mesum sepertimu.”
“Benarkah heh?” Bisik Kyu seraya kembali mendekatkan wajahnya pada Hiu hwi; mengecup singkat dagu runcing yeoja itu. Seakan tak perduli jika beberapa orang kini memperhatikan mereka sejak tadi.
“Oppa, sudahlah. Kau tak ingat kita tengah di Bandara heh?” Hiu hwi terkikik singkat dan memukul pelan kepala Kyu dengan lembut.
“Terima kasih telah hidup untuk mendampingiku.” Kyu menggapai telinga Hiu hwi dan menggigitnya pelan, membuat yeoja itu bergidik hebat.
“YA! Sudah kubilang ini di Bandara Cho Kyuhyun!”
“Hahaha. Ara, jadi kalau bukan di Bandara, kau tak akan menolak ne?”
“Dasar Pangeran mesum! Aish... Oppa, aku ingin ke toilet sebentar.”
“Tidak usah.”
“YA! Aku sudah tak tahan lagi.”
“Hanya sebentar?”
“Ne.”
“Baiklah, tapi kau harus cepat! Aku tunggu 5 menit dari sekarang.”
“Aish... Kau ini—” Hiu hwi mengumpat kecil seraya berdiri dan hendak beranjak meninggalkan Kyuhyun. Entah mengapa senyumannya yang semenit lalu terlihat, kini tampak lenyap saat ia berbalik.

             Kyuhyun tertegun seraya mondar-mandir memandangi jam tangan yang kini melingkar erat ditangan kirinya. Ini sudah hampir 10 menit tapi Hiu hwi tak kunjung kembali dari Toilet. Rasa panik itu kini mulai menghinggapi Kyu.
“Kenapa lama sekali? Apa saja yang ia lakukan dalam toilet itu?” Kyuhyun tampak bergumam kecil. Kembali, ia seolah merekatkan topi yang kini ia kenakan. Entahlah, ia merasa jika saat ini ada beberapa orang yang tengah memperhatikan gerak-geriknya itu. Mungkin saja mereka adalah—
“Pangeran Hisahito....” Ucap seseorang yang membuat Kyuhyun menghela nafas dan mendongak menatapi sejejeran orang-orang berjas hitam itu yang kini tengah mengelilinginya.
“Waeyo? Ada apa kalian kemari? Oh ya, Pangeran? Bukankah aku bukan Pangeran kalian lagi heh? Jadi, sekarang sebaiknya kalian pergi dan berhenti mengagangu hidupku,” Kyuhyun tampak hendak berjalan menghindari orang-orang ini. Namun sial! Ia malah semakin terperangkap.
“Pangeran Hisa—”
“Berhenti memanggilku dengan sebutan itu dan pergilah darisini!” Bentak Kyu berbalik dengan tatapan geramnya pada orang-orang Kekaisaran itu. Kontan saja itu membuat pehatian di Bandara ini teralih pada mereka.
“Tapi—”
“Waeyo? Aku tidak perduli lagi dengan urusan Kekaisaran dan aku ingin hidup tenang sebagai Cho Kyuhyun.”
“Tapi Pangeran, Putra Mahkota sedang sakit. Beliau terus menerus memanggil nama Pangeran, setidaknya temuilah beliau sebagai seorang anak.”
“Siapa kalian huh? Siapa kalian hingga bisa mengatur hidupku seperti itu?”
“Pangeran....”
“Aku tidak perduli! Aku tidak perduli, sekarang pergilah!” Ucap Kyu geram seraya hendak berbalik dan menyusul Hiu hwi i ke Toilet.
“Pangeran tidak mungkin pergi tanpa gadis yang bernama Hiu hwi itu kan?” Kyuhyun sentak menghentikan langkahnya dan berbalik terkejut atas perkataan itu.
“Apa maksudmu?”
“Nona Shim saat ini tengah berada diperjalanan kembali ke Istana Kekaisaran.”
“MWO?” Pekik Kyu tak percaya. Dengan cepat ia ambil sebuah ponsel kecilnya itu; berharap jika Hiu hwi benar-benar tak kembali kesana.
“Gadis bodoh!” Umpat batin Kyu kesal.
“Yeoboseyo....”
“YA! Kau dimana heh? Kau masih di Toilet kan? Cepat keluar dan kita pergi.”
“Oppa, aku—”
“Shim Hiu hwi! Kenapa kau lakukan ini huh?”
“Maafkan aku Oppa,” isak Hiu hwi membuat Kyuhyun menghela nafasnya dalam. Kyuhyun benar-benar tak habis pikir sekarang, mengapa yeoja itu malah kembali? Hiu hwi sendiri pun kini tampak cemas dan gemetar! Apakah keputusannya ini benar atau malah akan membuat masalah baru untuknya dan Kyuhyun? Hiu hwi mematikan Flip ponselnya itu dan kembali memandang jalan dari arah dalam jendela mobil mewah ini. Dadanya benar-benar terasa sesak sekarang!


-FlashBack-

“Nona Shim.” Hiu hwi sentak menoleh tatkala kini ia dapat mendengar beberapa orang memantaunya saat ia hendak memasuki Toilet itu. Hiu hwi memang sudah tau, jika sejak tadi mereka tengah diawasi. Untuk itulah, Hiu hwi sengaja membuat alasan kepada Kyu untuk pergi ke Toilet.
“Ada apa? Kenapa kalian masih mengikuti kami?”
“Maafkan kami Nona Shim, tapi ini amanat penting dari Putra Mahkota kepadamu agar membawa kembali Kyuhyun ke Istana. Putra Mahkota sedang sakit, ia ingin melihat Pangeran Hisa disampingnya.”
“Tapi, aku tidak akan bisa. Sekalipun aku membujuknya untuk kembali, Kyuhyun tak mungkin akan mau kembali.”
“Untuk itulah, Putra Mahkota menyuruh kami agar menjemputmu kembali ke Istana sekarang. Beliau tau, jika hanya Nona lah bisa membuat Pangeran Hisa kembali kesana.”
“Mwo?”
“Ada yang perlu beliau sampaikan dan itu sangat penting. Kami harap Nona dapat berkerja sama dalam hal ini. Kami mohon.” Hiu hwi tampak tertunduk sejenak, ini bnar-benar pilihan sulit baginya. Disatu sisi ia memang ingin menyudahi ini dan kembali Ke Korea bersama Kyu, namun disisi lain ia tak ingin keluarga Kyu menderita hanya karna ulahnya dan Kyu.
“Baiklah, aku akan ikut dengan kalian.” Ucap Hiu hwi mengangguk seraya menghela nafas.


-Flashback End-


“Maafkan aku, Oppa.”


-TBC To SEQ. END B-


"Mianhae Lama! Ahakakakakakka~ *Dibanting* Ini kenapa aku buat 2 Ending nya terpisah... Karna kepanjangan! Takut ntar yang ON di HP cuma bisa cengo liat Judulnya lagi.... Tenang aja, Ending B nya gax bakal lama kayak kemaren Kok... Ceiyus deh....^^
Jujur aja ya, sebenernya bukan Changmin yang ngehamilin Miu... *Yah, Dibahas* Ini udah aku ganti aja alurnya, soalnya gax tega ama Hiu hwi dan Miu yang kesiksa lahir dan batin.... Makanya aku sebagai Author yang baik hati dan budiman, tak segan2 mendengar permintaan para Readers.....Jdinya kuganti begini dah -_- *Lagi demen Sad ending kemaren*"