Tittle : “U Must be My Husband” [Kyu-hwi Private] –PART 2A -
Author : JEA_
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
“Ah... aku lupa jika hari ini, aku juga ada les musik.” Ucap Hiu hwi tiba-tiba seraya membungkuk sejenak dan hendak berlalu pergi. Namun sayang ia sama sekali tak melihat jika Kyu juga berjalan dari arah berlawanan yang sama dengannya, hingga—
#BRUKKK
Hiu hwi tanpa sengaja menyenggul bahu kiri Kyuhyun, membuat bekal yang tadi ia bawa kini kembali berjatuhan. Hening! Tampak tubuh Hiu hwi bergetar hebat tak karuan, sampai tiba-tiba—
- “Jika dengan menyakitiku,
Bisa membuatmu bahagia.
Maka...
Lakukanlah.”
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
“Mi-mianhae...” ucap Hiu hwi dengan kepala yang merunduk dalam. Ia terlihat mati-matian untuk tidak mendongak dan menatapi Kyuhyun yang juga hanya diam kaku ditempat. Hening! Lagi-lagi suasana disini tampak bungkam bersama layangan angin yang melayang tak semampai.
“Mianhae... jeongmal mianhae,” lagi-lagi Hiu hwi hanya berucap kalimat itu, membuat semua orang bingung akan tindakannya. Dengan sekuat tenaga ia pun merunduk dan memunguti bekal yang tadi ia bawa dengan tangan gemetar.
“Mianhaeyo.” Hiu hwi kembali berucap kata itu dengan getaran yang terdengar jelas dari bibirnya seraya menahan tangis yang malah mengalir dari kedua pelupuk matanya itu. Sungguh, ia ingin sekali mendongak dan melihat Kyuhyun saat ini, tapi tidak bisa! Hiu hwi tau betul apa akibat jika ia melakukan itu, mungkin ia tak akan bisa mengontrol diri untuk tidak memeluk Kyu.
‘Aku merindukanmu, Oppa’
Hiu hwi sentak terpaku saat kini seseorang membantunya memunguti bekal-bekalnya itu. Kyuhyun? Bukan! Dia Min Woo, Guru Private yang sudah ia anggap sebagai Oppa-nya sendiri itu.
“Gwanchana? Sebaiknya aku mengantarmu pulang.” Ucap Min Woo tersenyum dan menepuk bahu Hiu hwi lembut. Rahang Kyu mengerang! Walau ia sama sekali tak menoleh kearah Hiu hwi dan soelah tak perduli, tapi terlihat jelas jika ekspresi Kyu saat ini memamerkan hal lain.
“YA! Hyung, cepat kita pergi darisini. Sebentar lagi kita akan ada On Air, apa kalian mau dimarahi oleh Manager Hyung heh?” pekik Kyu dengan nada sebal. Tunggu! Sebal? Apa Kyu sebal karna Hyung-nya ini atau memang karna hal lain? Entahlah... sepertinya Kyuhyun pun bingung.
“Cepatlah sedikit Hyung! Kenapa kalian diam saja heh?” pekik Kyu lagi seraya berbalik dan hendak pergi kembali menuju mobil mereka yang terparkir tak jauh dari Taman itu. Ia bahkan sama sekali tak melihat kearah Hiu hwi yang kini mati-matian memberhentikan tangisnya. Member Suju yang lain terdiam! Baru kali ini Kyu bersikap seperti itu. Bukankah biasanya ia tak memperdulikan waktu ataupun dimarahi Manager Hyung mereka nantinya.
‘Bahkan kau tak memperdulikanku Oppa. Kau tak menoleh untuk sekedar melihatku, kau memang bersuara tapi kau tak menyapaku atau sekedar menyebut namaku. Kau diam dan seolah tak menghiraukanku. Apa memang selama ini kau tak melihatku? Kau tak tau selama 7 hari ini aku berada didunia yang seolah ingin membunuhku karna terus memikirkanmu Oppa,’
Hiu hwi akhirnya mendongak, menatapi punggung Kyu yang berjalan semakin jauh dari pandangannya. Sungguh, betapa ingin ia berlari dan memeluk namja itu walau hanya sebentar saja.
‘Sakit, sakit sekali saat kau seolah tak perduli padaku seperti ini Oppa. Lagi-lagi kau menyakitiku! Kau bersikap seakan kau tak mengenalku. Baiklah, bukankah lebih baik seperti ini? Dengan begitu, aku bahkan bisa dengan mudah lepas dari mimpiku untuk memilikimu. Kau jauh... itulah yang seharusnya aku sadari sejak dulu,’
Hiu hwi berdiri dan menghapus air matanya. Tampak ia tersenyum manis yang seakan-akan dibuatnya tulus. Semuanya diam, mungkin tanpa perlu dilafalkan dengan kata-kata, member Suju pun tau akan suasana hati Hiu hwi sekarang.
“Aku pulang dulu Oppa, terima kasih.” Pamit Hiu hwi cepat seraya berbalik dan berlari entah kemana. Mungkin ketempat ia bisa menangis tanpa ada satu orang pun yang tau dan mencoba menenangkannya dengan kata sabar.
“Mereka calon Suami-istri yang tidak patut dicontoh.” Ucap Eunhyuk geleng-geleng seraya menghala nafasnya panjang.
===
Terkadang, penyampaian berita itu lebih cepat dari apa yang kita bayangkan. Lihat saja, berita akan retaknya hubungan Kyuhyun dan Hiu hwi mulai marak beredar dimana-mana. Entah siapa yang memulai, yang pasti berita itu cukup membuat beberapa pihak ikut masuk kedalam masalah ini. Mungkin ini cukup menarik, mengingat jika dulu Hiu hwi seolah tak bisa lepas dari Kyuhyun, sampai-sampai mereka selalu berada ditempat yang sama. Namun sekarang? Hey, lihatlah... mereka berdua seolah saling tak mengenal satu sama lain, seolah saling tak perduli dan saling tak memikirkan masa lalu.
“Annyeong...!” Sapa Hiu hwi seraya memekik hebat seperti biasa saat memasuki Dorm Super Junior ini. Semua orang kontan tersentak! Hiu hwi? Apa benar Hiu hwi datang mengunjungi mereka setelah kemarin ia seolah menjauh?
“Omo! Ada angin apa hingga kau datang kemari heh?” Yesung sentak menyambutnya didepan pintu membuat yang lain ikut melompat dari tempatnya masing-masing dan menghampiri Hiu hwi.
“Setidaknya aku ingin melihat Heebum,” sahut Hiu hwi terkikik pelan sembari masuk dan melewati namja-namja tampan ini tanpa permisi seperti biasa.
“Ini—makanan cemilan untuk mengisi kulkas kalian itu.” Hiu hwi menghempaskan pelan kantong-kantong plastik yang ia bawa, membuat Shindong dengan cepat tertawa seraya mengusap rambut Hiu hwi dengan gemas.
“Itu baru namanya fans sejati!” Hiu hwi mengerucutkan bibirnya kedepan saat mendengar lontaran Shindong kali ini. Tak ada yang berbeda dari awal Hiu hwi menginjakan kakinya disini, tapi memang sepertinya ada satu hal yang membuatnya tempak sedikit berbeda sekarang.
“Ash... kenapa kalian ribut sekali Hyung.” Ucap seseorang seketika keluar dari kamarnya dan tampak sesekali menguap.
‘Kau masih tampak tampan Oppa. Sama, seperti dulu.’
Hiu hwi dengan cepat mengindakan pandangannya kearah lain. Tidak! Tidak untuk sekarang ia lemah hanya karna hasrat kagumnya pada sosok seorang Cho Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun cukup terkejut singkat saat ia melirik sekilas kearah yeoja yang duduk tak jauh darinya itu.
“Kyu... calom istrimu benar-benar baik.” Kikik Eunhyuk dengan mulut yang penuh roti kesukaannya. Tak ada senyuman ataupun sahutan dari Hiu hwi akan perkataan Eunhyuk barusan, tak seperti biasanya memang. Dulu, jika member Suju ada yang menggodanya seperti itu, Hiu hwi akan dengan cepat bersikap manja dan bergelayut dilengan Kyu. Namun sekarang? Hanya ekspresi datarlah yang terlihat dari keduanya.
“Hyung... hari ini kita pakai kaos biasa kan?” tanya Kyu seolah mengalihkan pembicaran ke hal yang lain. Untuk kesekian kalinya, ia seolah tak memperdulikan keberadaan Hiu hwi.
“Ada baiknya, kau dan Hiu hwi pergi jalan-jalan didepan umum untuk membereskan semua berita itu lebih dulu Kyu.” Usul Leeteuk tanpa menyahuti pertanyaan Kyu itu, membuat Hiu hwi tampak bereaksi singkat.
“Bukankah itu membuang waktu? Lebih baik jika tidur dan istirahat.” Kyu meminum secangkir air mineralnya sampai habis dan bersiap hendak kembali kekamarnya.
“Tambahkan Sweater coklat ini saja, saat kau ingin keluar Oppa. Diluar begitu dingin.” Entah apa yang dilakukan Hiu hwi sekarang, hingga ia sentak mengambil Sweater coklat kesukaan Kyu dan berniat memasangkannya pada Kyu. Semua orang tercenung, bahkan Kyu saat ini hanya menatap tajam kearah Hiu hwi tanpa ingin membentak ataupun mengelak atas perlakuan yeoja itu. Ok, untuk kali ini Hiu hwi benar-benar tak bisa mengontrol diri untuk tidak memperhatikan Kyu.
“Kau tidak boleh sakit.” Lanjut Hiu hwi tanpa memandang Kyu dan seakan sibuk membersihkan Sweater coklat yang telah tersemat ditubuh Kyu sekarang. Kyu tak menyahut, bahkan ia tampak tak berniat untuk melepaskan pandangannya itu pada Hiu hwi yang kini berada dekat dihadapannya.
“Apa otakmu sedang terbentur heh?” tanya Kyu seraya sentak memegang kedua tangan Hiu hwi yang memang berada didadanya, bermaksud untuk menghentikan kesibukan yeoja itu akan Sweater coklatnya semenit lalu.
“Mungkin.” Balas Hiu hwi kembali merunduk. Dengan tubuh yang bergetar, yeoja itu pun menarik lembut kedua tangannya dari genggaman Kyu. Kyu menyentuhnya? Itu bahkan benar-benar terasa menggetarkan bagi Hiu hwi.
“Ada apa dengan wajahku? Kenapa kau seolah menghindari kontak mata denganku?”
“Tidak, hanya saja leherku sedang sakit untuk mendongak.”
“Benarkah? Memang yang mana yang sakit?” Kyu sentak menyibakan rambut panjang Hiu hwi kebelakang, memperlihatkan kulit putih lehernya yang begitu bersih.
#DEG
Jantung Hiu hwi amat sangat berdegup kencang tanpa henti saat ini! Ada apa ini? Kenapa Kyu seolah menggodanya?
‘Jangan Oppa, jangan biarkan kau melemahkanku lagi.’
Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah, saat kini Kyu tampak memegang leher kirinya dengan lembut. Member Suju yang melihat moment itu pun hanya bisa menganga, apalagi Eunhyuk! Sisa-sisa roti yang belum ia kunyah dengan benar kini malah kembali keluar
“Apa disini heh?” tanya Kyu seraya tersenyum sinis. Hiu hwi merunduk, ia memejamkan matanya untuk sekedar melampiaskan semua kerinduannya pada Kyuhyun saat ini.
“Seharusnya kau cukup tau diri, untuk datang dan pergi ketempat ini seenaknya. Kau pikir kau siapa heh? Calon istriku? Benarkah?” lanjut Kyu membuat Hiu hwi sentak tersadar akan apa yang terjadi disini. Kedua tangannya mengepal, seolah menahan emosi yang benar-benar membumbung tinggi dalam dadanya.
“Ya, aku tau,” balas Hiu hwi yang kali ini dengan beraninya mendongak menatap kedua manik mata Kyu.
‘Ya Tuhan... aku sangat mencintainya. Tolong biarkan mataku berhenti untuk tidak menatapnya lagi.’
“Aku pergi. Maaf sudah menggangu waktu istirahatmu Tuan Cho. Jangan pernah kau melupakan waktu makanmu ne?” Hiu hwi sentak mengecup pipi kanan Kyu seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya. Kyu tercenang! Ekspresi Hiu hwi benar-benar sangat berbeda saat ia bersikap dingin padanya. Untuk kali ini, yeoja itu tampak tersiksa.
‘Yah, ini mungkin untuk yang terakhir kalinya. Aku tidak akan membuatmu menderita dan terkekang lagi Oppa. Kau harus bahagia! Kau harus tetap hidup dan bahagia meski bukan bersamaku.’
- “Aku akan menangis,
Jika itu bisa membuatmu tertawa.
Aku bodoh?
Aku tetap mencintaimu...
Walau aku tau, kau tak mencintaiku.
Aku tetap menangis dan berdoa untukmu,
Walau aku tau, kau tak pernah peduli padaku.” -
@Kediaman_Keluarga Lee_
Sudah hampir beberapa menit yang lalu, meja panjang ini hanya diisi dengan kesenyapan tanpa suara yang terdengar. Tampak juga dua orang yang duduk berhadapan itu sama sekali tak saling bertatapan atau pun saling menyapa sejak 20 menit yang lalu.
“Sebenarnya kalian ini kenapa heh?” tanya Tuan Lee yang sentak memecahkan keheningan dalam meja makan ini. Kedua orang tua Kyu yang turut berada disana pun juga ikut menatapi dan menunggu jawaban dari Kyuhyun dan Hiu hwi.
“Kami tidak apa-apa, Appa.” Sahut Hiu hwi memaksakan senyumnya.
“Ne, kami tidak ada apa-apa.” Timpal Kyu membuat kedua orang tua mereka mengernyitkan dahi. Ini baru pertama kali terjadi, Hiu hwi dan Kyuhyun tampak kompak menjawab hal yang sama.
“Apa kalian bertengkar?” tanya Nyonya Cho seraya menatapi Kyu dengan picingan tajam. Tak ada jawaban lagi dari keduanya, mereka seolah menyibukan diri dengan garfu dan sendok dihadapan mereka masing-masing. Entahlah... mengapa keadaan tampak kaku saat ini.
“Apa kalian tak ada yang berniat untuk menjelaskan semua ini? Menjelaskan akan berita yang tersebar itu?” Tuan Cho memicing menatap Kyuhyun dan Hiu hwi secara bergantian.
“Kyu... pasti semua ini karna ulahmu? Kau pasti lagi-lagi menyakiti Hiu hwi!” Lanjut Tuan Cho dengan sedikit meninggikan pita suaranya
“Animida, bukan Kyuhyun Oppa yang menyebabkan ini semua.” Sela Hiu hwi cepat membuat Kyu mendongak menatapnya. Ini bukan kali pertama terjadi, saat Hiu hwi selalu membela Kyuhyun dihadapan orang tua mereka.
“Hiu hwi, kau tak usah menutupi lagi semua perlakuan Kyuhyun terhadapmu. Kau bisa berkata jujur akan semua yang pernah ia lakukan padamu.”
“Tidak... selama ini, Kyuhyun Oppa sama sekali tak pernah menyakitiku. Dia lah orang yang membuatku selalu bersemangat dan tersenyum setiap harinya. Harusnya aku lah yang minta maaf. Karna semua keegosian dan keinginanku yang berlebihan, Kyuhyun Oppa jadi menderita dan hidup terkekang bersamaku. Selama aku berada disampingnya, aku tau dia selalu mencoba untuk berusaha bersikap biasa padaku, tapi sepertinya itu malah membuat hidupnya menjadi asing,”
Hiu hwi sedikit memaksakan senyumannya disela perkataanya itu. Sesekali ia tatap wajah Kyu yang kini malah memicing tak percaya padanya.
“Tak seharusnya aku meminta Eomma dan Appa untuk meminta Kyuhyun Oppa agar ia menjadi suamiku. Aku tau selama ini Kyuhyun Oppa sama sekali tidak mencintaiku, tapi dengan bodohnya aku tetap memaksakan semua perjodohan ini.”
“Hiu hwi-ya... apa yang kau katakan? Kami bahkan tak pernah terpaksa menjodohkan kalian. Kau adalah wanita yang cocok untuk mendampingi hidup Kyuhyun.” Nyonya Cho tersenyum tulus dengan ekspresi haru.
“Jadi bagaimana? Ini hanya pertengkaran kecil kalian ne? Bukankah wajar saja itu terjadi. Ada baiknya juga jika tanggal pernikahan kalian dipercepat, bagaimana? Ini juga untuk menghentikan pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar itu.” Usul Nyonya Lee, yang tak lain dan tak bukan adalah Eomma dari Hiu hwi itu. Hening! Semua seolah diam menunggu kepastian akan jawaban dari kedua calon suami-istri ini.
“Kyu?” Panggil Nyonya Cho seraya menyenggol kecil Kyu yang tengah sibuk akan pikiran-pikirannya sendiri.
“Jika ini memang yang terbaik, aku akan menurut saja.” Sahut Kyu tenang, tanpa berniat lagi mengelak ataupun protes seperti biasa. Aneh! Tidak biasanya Kyu seolah pasrah akan semua keputusan ini. Bukankah ia tidak mencintai Hiu hwi? Lalu, sekarang mengapa dengan mudahnya ia menyetujui perjodohan ini bahkan tanpa ekspresi terpaksa.
“Benarkah Kyu?”
“Apa aku ada pilihan lain? Yah... aku hanya ingin membuat kalian semua bahagia.” Kyuhyun tersenyum singkat. Walau itu hanya beberapa detik, tapi ini kali pertamanya tersenyum saat membahas tentang perjodohan mereka ini. Hiu hwi tersentak melihat dan mendengar semua lontaran dari Kyu saat ini. Aneh, hatinya bahkan begitu bahagia mendengarnya. Harusnya hari ini menjadi moment paling indah bagi Hiu hwi, karna akhirnya Kyu menyetujui semua ini. Namun sayang, jika itu memang terjadi. Bukankah ramalan itu akan menjadi kenyataan? Pernikahan mereka dipercepat, itu otomatis akan berlangsung tahun depan! Sesuai apa yang dikatakan Ahjumma peramal itu.
“Baguslah... lalu bagaimana denganmu, Hiu hwi?”
‘Nde, aku sangat ingin menikah dengan Kyuhyun Oppa. Tapi—’
“Hiu hwi-ya? Apa jawabanmu? Apa kau juga setuju sayang?” Hiu hwi sentak terkesiap mendengar ucapan dari Eomma-nya itu dengan lembut. Gadis itu tersenyum simpul dalam kebimbangan yang menyelimutinya saat ini.
“Hummm... Tidak,”
“Mwo?”
“Aku tidak bisa... aku tidak bisa...” balas Hiu hwi sentak menitikan air matanya yang sudah sejak tadi mendesak ingin keluar. Semua orang mendongak, tak terkecuali Kyuhyun yang kini terkejut setengah mati akan jawaban dari Hiu hwi. Benar? Apa benar gadis itu menolak semua ini? Tapi bukankah dia yang memulainya?
“Hiu hwi... kau jangan bercanda sayang.” Elus Nyonya Lee dengan sedikit tersenyum.
“Aku tidak bercanda Eomma. Aku tidak bisa melanjutkan semua perjodohan ini, aku tidak bisa menikah dengan Kyuhyun Oppa,”
‘Yah, aku tidak bisa melihatnya mati ditanganku.’
“Waeyo? Kenapa kau membuat keputusan ini mendadak? Apa yang terjadi padamu sebenarnya Hiu hwi?”
“Aku sadar, jika selama ini aku begitu jahat. Kyuhyun Oppa berhak memiliki gadis yang jauh lebih baik dariku. Ia harus bahagia, dia tidak boleh menderita lagi.”
“Hiu hwi...”
“Maafkan aku... aku benar-benar minta maaf. Karna aku kalian semua menjadi sibuk mengurusi keegoisanku sendiri. Mulai sekarang, perjodohan ini dibatalkan saja. Tidak ada lagi pernikahan dan hubungan antara kami. Biarkan saja Kyuhyun Oppa bahagia dengan semua pilihan hidupnya. Bukankah sebuah pernikahan itu akan lebih bahagia jika dilakukan bersama orang yang kita cintai? Dan nyatanya, Kyuhyun Oppa tidak mencintaiku. Aku harus tau diri aku siapa,”
‘Dan biarkan aku menjaga Kyuhyun Oppa, sekalipun dia tak pernah menjadi milikku.’
“Hiu hwi, apa kau sudah gila huh? Bagaimana mungkin kau bisa bersikap seperti ini?” Tuan Lee angkat suara, sepertinya keadaan tampak semakin kacau saat ini.
‘Karna aku ingin selalu bisa melihat dan berada disisi Kyuhyun Oppa, aku tak ingin dia pergi dari sisiku.’
“YA! LEE HIU HWI...!”
“Maafkan aku, tolong maafkan aku.” Hiu hwi merunduk dengan isak tangisnya yang semakin meledak. Mungkin semua orang tak tau, jika sebenarnya Hiu hwi lah yang paling tersakiti disini. Melepaskan sesuatu yang bahkan tak bisa ia lepaskan dan mungkin untuk seumur hidupnya.
“Ikut aku!” Kyuhyun yang awalnya hanya diam saja mendengar semua perkataan Hiu hwi, kini malah sentak berdiri dan mencengkram tangan kanan yeoja itu untuk sedikit memaksanya pergi dari tempat ini. Hiu hwi tak mengelak, ia hanya sedikit terkejut akan respon Kyu kali ini. Bukankah seharusnya namja itu hanya diam saja dan membiarkan keadaan seperti ini agar perjodohan mereka dibatalkan. Lalu mengapa—
“Apa yang sekarang ada diotakmu itu huh? Kau memang yeoja yang selalu bersikap seenaknya!” Bentak Kyu saat kini mereka telah berada ditaman luas, tepat didepan halaman rumah kediaman keluarga Lee.
“Apanya yang seenaknya? Aku bahkan sudah memikirkan ini sejak awal Oppa. Bukankah seharusnya kau senang heh? Kau senang karna akulah yang telah membatalkan semua perjodohan ini.”
“Mwo? YA! Apa kau dendam padaku huh? Kau membalas semua sikapku padamu dengan hal yang seperti ini? Benarkah?”
‘Membalas? Tidak... apapun sikapmu padaku, itu bahkan membuatku bahagia Oppa,’
“Yah! Bisa dikatakan begitu. Aku muak dengan semua sikapmu ini padaku, aku muak dengan semua perasaanku yang terlalu berlebihan padamu. Sekarang aku sadar, jika kau tak pantas untukku, kau hanya bisa menyakitiku tapi tak pernah bisa membahagiakanku.”
“Mwo?”
“Min Woo Oppa jauh lebih baik daripada dirimu Oppa, bahkan dia sangat perhatian padaku. Sungguh, tak seperti sikapmu padaku yang selalu membuatku menangis.”
‘Maafkan aku Kyuhyun Oppa, maafkan aku.’
“Min woo? Cih, kau benar-benar gadis yang hebat ne? Setelah kau membawaku kedalam dunia buram, sekarang kau melemparkanku dan mencari tempat sandaran manjamu itu dengan orang lain. Setidaknya saat pertama kali aku mengenalmu, kau cukup manis dimataku. Namun sayang, aku bodoh pernah berpikir seperti itu.”
“NDE! Kau memang bodoh Cho Kyuhyun... kau bodoh!” Umpat Hiu hwi yang kali ini sama sekali tak bisa menghentikan tangisannya. Kyu tertegun! Dicengkramnya penuh kedua lengan yeoja itu tanpa berniat melepaskannya.
“Cium aku!” Ucap kyu seketika, membuat Hiu hwi tersentak bukan main
“Nde?”
“Jika memang kau tak menginginkanku lagi dan perjodohan ini. Bukankah kau bisa menciumku tanpa bibir bergetar seperti itu heh? Jangan membuatku menafsirkan, jika kau tengah berbohong sekarang.”
“Aku tidak bisa!”
“Waeyo? Kau takut? Takut disaat kita berciuman, kau akan mengatakan hal yang sebenarnya heh?”
‘Kau benar Oppa,’
“YA! Bukan karna itu... tapi karna aku tak ingin berciuman lagi dengan orang seperti mu.”
“Baiklah... baiklah jika itu memang maumu. Itu tidak sulit untukku! Kita memang dari awalnya sudah harus menghentikan ini. Kau puas?”
‘Oppa.. jangan katakan itu,’
“Nde! Aku sangat puas.”
“Terima kasih telah membatalkan semua ini hingga hidupku menjadi bebas lagi. Lee Hiu hwi, senang berkenalan denganmu.” Ucap Kyu seraya mundur seolah berniat meninggalkan Hiu hwi.
‘Aniya Oppa... aniya,’
“Dan aku harap, kau tidak muncul lagi dihadapanku Op-pa.” Timpal Hiu hwi lagi dengan tenggorokan yang amat sangat sakit.
“Ya, baiklah. Dengan senang hati, aku akan melakukannya.” Hati Hiu hwi langsung menyolos ngilu. Apalagi saat ini ia melihat Kyuhyun seolah perlahan-lahan berbalik dan meninggalkannya sendiri.
‘Oppa...’
Untuk sekian detik, Hiu hwi masih bisa tersenyum menyemangati dirinya sendiri, tapi didetik berikutnya ia ambruk! Ia benar-benar tak bisa lagi manahan semua tangisnya, ia sudah tak bisa lagi memaksakan dirinya menjadi munafik.
“Oppa... Kyuhyun Oppa!” Pekik Hiu hwi tertahan. Tangan kanannya terangkat keatas menyentuh dadanya, seolah ingin menyentuh luka yang semakin melebar dan tak terlihat itu. Sakit? Yup! Tentu saja itu sangat sakit.
===
Sudah 2 minggu sejak kejadian pembatalan itu, semua keadaan tampak begitu tak enak. Bukan hanya Hiu hwi saja yang berubah, tapi juga KYUHYUN! Kyuhyun? Yah, namja itu seperti seseorang yang tak dikenal oleh para member-member Suju. Ia hanya berbicara disaat perlu, itupun begitu singkat. Kyu seolah berubah! Bahkan Eunhyuk mati-matian mengajaknya bermain Game kesukaan Kyu, tapi hasilnya? Kyu hanya mengalah dengan ekspresi datar lalu lebih banyak mengendap didalam kamarnya. Apakah ada yang salah? Entahlah... Kyu bahkan tak tau mengapa tiba-tiba mood nya menjadi buruk akhir-akhir ini.
“Kyu... apa kau masih memikirkan tentang pernikahanmu yang batal itu heh?” tanya Donghae membuat Kyuhyun sentak berhenti mengelus bulu Heebum yang lebat.
“Tidak.” Balas Kyu malas
“Lalu mengapa kau seperti ini? Bukankah selama ini kau yang sangat ingin perjodohan itu batal heh? Kau juga tidak menyukai Hiu hwi, jadi apa masalahnya?”
“Bukankah sudah aku bilang jika ini tidak ada hubungannya dengan pembatalan pernikahanku itu. Kenapa akhir-akhir ini kalian menyebalkan sekali Hyung?” Bentak Kyu membuat yang lainnya melongo. Sungmin terkikik geli dibuatnya!
“Aighoo... pantas saja Hiu hwi lebih memilih Min woo itu dari pada kau Kyu. Ish!” Timpal Eunhyuk gusar.
“MWO? Min woo? YA! Kenapa semua orang terus menerus membandingkanku dengan namja sialan itu huh?”
“Ckckcckk. Santai saja Kyu! Tenangkan dirimu... kau tetap jauh lebih tampan darinya, tenang saja.” Ucap Leeteuk menangkan
“Tentu saja, aku jauh lebih dari segala-galanya daripada namja itu.” Umpat Kyu seraya berdiri dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
===
Disatu sisi, tampak Hyo rin kini tengah mati-matian membujuk Hiu hwi agar menikmati jalan-jalan sebagai hiburan mereka ini. Sudah hampir 30 menit mereka berada ditaman hiburan ini Hiu hwi sama sekali seperti mayat hidup. Tidak ada ekspresi dan selalu menatap kosong.
“Eonni, bagaimana jika kita jalan-jalan ke Jeju?”
“Nde.”
“Ani, kita keluar Negeri saja. Hummm.... Paris, London atau—’
“Kimchi.”
“Kim-kimchi? Mwo? Kimchi? YA! Eonni, memangnya aku berbicara soal makanan heh?” Hyo rin mendengus kesal. Percuma jika saat ini ia berbicara dengan Hiu hwi yang pikirannya entah kemana.
“Eonni-ya... kajja!” Tarik Hyo rin keras, membuat Hiu hwi sentak marajuk.
“Kita mau kemana, Hyo rin-ah?”
“Ke Rumah sakit Jiwa!” Umpat Hyo rin kesal seraya kembali menarik Hiu hwi dengan sedikit paksa, Hingga seketika—
#BRUKKK
Tanpa sengaja kedua yeoja ini sentak menabrak segerombolan orang-orang yang berpenampilan cukup aneh! Hyo rin dan Hiu hwi tergelak dan sentak merunduk untuk meminta maaf.
“Mianhaeyo...” ucap Hyo rin tulus. Dengan pikiran yang masih kalut, Hiu hwi pun mendongak menatap segerombolan orang-orang yang sangat amat ia kenali itu.
“Suju Op-pa?” tanyanya ragu, membuat namja-namja yang memakai kostum, masker dan topi hitam itu tersenyum seraya membuka kaca mata mereka untuk sekilas.
“Annyeong. Wah... kebetulan sekali kita bertemu disini, ne? Apa kabar Hiu hwi?” ucap Eunhyuk seraya sesekali menatap Hyo rin yang terkikik geli. Memang, sebenarnya pertemuan ini sudah direncanakan sejak awal oleh member Suju dan Hyo rin.
“Oh. Aku baik!” sahut Hiu hwi seraya menatapi seorang namja yang mengenakan sweater coklat dibelakang para member-member Suju ini. Dada Hiu hwi berdesir, ia tau betul bentuk dan rupa namja yang memakai Sweater coklat itu.
“Hyo rin-ah... kita pulang saja ne?” rengek Hiu hwi seraya menarik lengan Hyo rin untuk pergi. Namun sial, Kyuhyun tiba-tiba menahan tangannya cepat.
“Kau ingin pulang karna aku? Kalau begitu, biar aku saja yang pergi. Bersenang-senanglah!” Ucap Kyu dingin.
“Tidak, aku memang ingin pulang.”
“Sampai kapan kau akan berbohong seperti ini heh?”
“Berbohong? Memangnya kapan aku pernah berbohong?”
“Sekarang, kemarin dan mungkin besok kau akan terus berbohong!”
‘Oppa...’
“Kenapa kau diam? Aku benar?”
“Aku sedang tak ingin berdebat denganmu Cho Kyuhyun!” Sahut Hiu hwi seraya kembali hendak melanjutkan langkahnya. Namun sial, lagi-lagi Kyu mencengkram lengan Hiu hwi dengan sedikit menghempaskannya.
“Tapi aku belum selesai berbicara!” Bentak Kyu tertahan membuat member Suju saling menatap bingung. Ini bukanlah bagian dari rencana mereka.
“Untuk apa lagi? Kau bukan siapa-siapa ku lagi! Kau bebas sekarang Oppa, kau sudah seharusnya melupakanku dan melanjutkan hidupmu dengan bahagia. Aku tau, jika selama ini kau selalu mengingatku sebagai benalu hidupmu.”
“Kau—”
“Wae? Apa kali ini aku yang benar huh? Aku memang gadis manja dan seenaknya. Aku bahkan bisa melakukan apapun sesuai kehendakku termasuk membuatmu menjadi calon suamiku lalu mencampakannya.”
“YA! LEE HIU HWI...!” Pekik Kyu kasar. Dengan cepat Leeteuk yang tadinya tak ingin campur dalam urusan pasangan ini, kini tampak mulai menengahi.
“Wae? Kau ingin membentakku lagi? Berteriak padaku? Atau kau ingin memukulku huh? Lakukan saja... lakukan saja!”
“Hiu hwi Eonni, sebaiknya kita pulang.” Tarik Hyo rin cepat seraya sesekali tampak sedikit memaksa Hiu hwi untuk melangkah mundur. Ia tau dan bahkan sangat mengerti akan kesakitan yang kini dilanda Hiu hwi. Bagaimana pun juga Hiu hwi masih sangat mencintai Kyuhyun. Sedangkan member Suju yang lain juga kini tampak mulai menenangkan Kyu agar orang-orang disekitar mereka tak terlalu curiga.
“Eonni...” desah Hyo rin saat ia melihat Hiu hwi kembali menangis dalam balutan senyumnya yang tak pernah pudar. Walau gadis itu tampak berjalan seperti biasa, namun sungguh ia merasakan otot-otot lututnya kian melemah.
“Aku tidak akan apa-apa Hyo rin-ah...” ucap Hiu hwi seraya semakin cepat melangkah dari kerumunan orang-orang ini, bahkan kini ia telah berlari menembus begitu banyak hal dihadapannya.
“Eonni...” pekik Hyo rin keras seraya ikut berlari dan hendak menyusul Hiu hwi. Hyo rin takut, jika Hiu hwi nekat melakukan sesuatu. Toh, bukankah jika sedang patah hati semua yang tidak mungkin bisa saja dilakukan.
“Hiu hwi Eonni...” gumam Hyo rin dengan nafasnya yang cukup tersengal. Diliriknya Hiu hwi yang telah terduduk disebuah pohon yang memang cukup sepi itu. Selalu seperti ini!
“Hhhh... bisakah aku mengatakan jika semua ini adalah kesalahan dari peramal itu heh? Kau bahkan menyakiti dirimu sendiri hanya untuk melindungi sesuatu yang belum pasti Eonni.” Hyo rin ikut terduduk. Ditatapnya sejenak wajah Hiu hwi yang seolah begitu menderita.
“Aku hanya takut...”
“Takut kehilangan Kyuhyun Oppa? Tapi kenapa kau harus melakukan semua ini? Apa tadi Eonni tak melihat sinar mata Kyuhyun Oppa yang begitu teduh padamu Eonni? Mungkin dia mulai menyayangimu! Jika tidak... mana mungkin dia bersikap seperti ini padamu.”
“Tidak Hyo rin-ah, dia tidak mencintaiku!”
“Apa Kyuhyun Oppa pernah mengatakan jika dia tidak mencintaimu heh? Dia mungkin membencimu, tapi belum tentu dia tidak membutuhkan sosokmu Eonni. Tolong hentikan semua ini, dan hidup berbahagialah dengan Kyuhyun Oppa. Lupakan semua ramalan bodoh itu!”
“Bagaimana jika itu benar? Aku akan kehilangan Kyuhyun Oppa!”
“Apa dengan begini kau tak akan kehilangannya huh? Kau malah akan kehilangannya dengan cara bodoh Eonni.”
“Tapi setidaknya, aku masih bisa melihatnya.”
“Dengan terus berbohong dan menyakitinya seperti ini?”
“NDE! Itu urusanku Lee Hyo rin! Sekalipun aku mati, itu semua urusanku. Aku yang merasakan semuanya, bukan kau! Kenapa kau terus menasehatiku seperti ini huh? Kau pikir kau tau apa tentangku?” Bentak Hiu hwi emosi.
“Karna aku menyayangimu Eonni!” Sahut Hyo rin tak kalah sengit. Terlihat gadis mungil ini menitikan air matanya dengan hangat.
“Semenjak kedua orang tuaku meninggal, hanya kau dan keluargamu lah yang mengasuhku. Kau bukan sekedar Kakak sepupu lagi untukku, tapi kau juga sudah aku anggap sebagai Eonni-ku sendiri. Aku hanya ingin kau bahagia Hiu hwi Eonni!” Hiu hwi tampak terdiam mendengar lontaran dari Hyo rin kali ini. Tergores sedikit penyesalan dari raut wajahnya itu.
“Maafkan aku Hyo rin-ah... aku hanya sedang tak bisa mengontrol emosiku dengan benar. Perasaanku sekarang sedang tak menentu. Aku memang mencintai Kyuhyun Oppa, tapi kata-kata dari peramal itu benar-benar membuatku takut. Semua kalimatnya terus berputar didalam otakku, itu mengerikan Hyo rin-ah.”
“Apa Eonni benar-benar mencintai Kyuhyun Oppa hem?”
“Aku masih sangat mencintainya. Aku mungkin bisa gila setelah ini!”
“Apa Eonni juga masih ingin menikah dengan Kyuhyun Oppa?”
“Selama ini hanya Kyuhyun Oppa lah yang kuinginkan menjadi suamiku. Aku tak ingin yang lain, dan aku juga tak ingin melihatnya bersama wanita lain. Aku sangat mencintainya Hyo rin-ah... apa yang harus aku lakukan? Apa setelah ini aku harus pergi keluar kota dan—”
“Bodoh! Kenapa kau harus melarikan diri jika kau masih menginginkanku huh? Dasar gadis pecicilan yang bodoh!” Sela seseorang seketika membuat Hiu hwi sentak menoleh kearah sumber suara.
#DEG
Jantung Hiu hwi sontak berdegup kencang tatkala kini ia menatap seorang namja yang amat begitu ia kenal tengah berdecak pinggang dengan ekspresi dingin yang tampak berbeda dari biasanya, sedikit lebih teduh dan menenangkan.
“Kyu-kyuhyun Oppa?” gumam Hiu hwi tak percaya! Hyo rin yang berada diantara keduanya pun tersenyum seraya meninggalkan kedua orang ini untuk berbicara.
-TBC-
“Mianhae kalau GJ -_-! Mollayo, kenapa ini FF jadi panjang begini? Padahal rencananya Cuma jadi 1Shoot... tapi nie tangan gatel pengen ngotak-ngatik alurnya. Ahahaha.... Next Chap Ending Ye, tebak aja apa ramalan itu bener atau gax! Berasa ada sesuatunya di Endingnya nanti. Kkkkkk~"

Author : JEA_
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
“Ah... aku lupa jika hari ini, aku juga ada les musik.” Ucap Hiu hwi tiba-tiba seraya membungkuk sejenak dan hendak berlalu pergi. Namun sayang ia sama sekali tak melihat jika Kyu juga berjalan dari arah berlawanan yang sama dengannya, hingga—
#BRUKKK
Hiu hwi tanpa sengaja menyenggul bahu kiri Kyuhyun, membuat bekal yang tadi ia bawa kini kembali berjatuhan. Hening! Tampak tubuh Hiu hwi bergetar hebat tak karuan, sampai tiba-tiba—
- “Jika dengan menyakitiku,
Bisa membuatmu bahagia.
Maka...
Lakukanlah.”
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
“Mi-mianhae...” ucap Hiu hwi dengan kepala yang merunduk dalam. Ia terlihat mati-matian untuk tidak mendongak dan menatapi Kyuhyun yang juga hanya diam kaku ditempat. Hening! Lagi-lagi suasana disini tampak bungkam bersama layangan angin yang melayang tak semampai.
“Mianhae... jeongmal mianhae,” lagi-lagi Hiu hwi hanya berucap kalimat itu, membuat semua orang bingung akan tindakannya. Dengan sekuat tenaga ia pun merunduk dan memunguti bekal yang tadi ia bawa dengan tangan gemetar.
“Mianhaeyo.” Hiu hwi kembali berucap kata itu dengan getaran yang terdengar jelas dari bibirnya seraya menahan tangis yang malah mengalir dari kedua pelupuk matanya itu. Sungguh, ia ingin sekali mendongak dan melihat Kyuhyun saat ini, tapi tidak bisa! Hiu hwi tau betul apa akibat jika ia melakukan itu, mungkin ia tak akan bisa mengontrol diri untuk tidak memeluk Kyu.
‘Aku merindukanmu, Oppa’
Hiu hwi sentak terpaku saat kini seseorang membantunya memunguti bekal-bekalnya itu. Kyuhyun? Bukan! Dia Min Woo, Guru Private yang sudah ia anggap sebagai Oppa-nya sendiri itu.
“Gwanchana? Sebaiknya aku mengantarmu pulang.” Ucap Min Woo tersenyum dan menepuk bahu Hiu hwi lembut. Rahang Kyu mengerang! Walau ia sama sekali tak menoleh kearah Hiu hwi dan soelah tak perduli, tapi terlihat jelas jika ekspresi Kyu saat ini memamerkan hal lain.
“YA! Hyung, cepat kita pergi darisini. Sebentar lagi kita akan ada On Air, apa kalian mau dimarahi oleh Manager Hyung heh?” pekik Kyu dengan nada sebal. Tunggu! Sebal? Apa Kyu sebal karna Hyung-nya ini atau memang karna hal lain? Entahlah... sepertinya Kyuhyun pun bingung.
“Cepatlah sedikit Hyung! Kenapa kalian diam saja heh?” pekik Kyu lagi seraya berbalik dan hendak pergi kembali menuju mobil mereka yang terparkir tak jauh dari Taman itu. Ia bahkan sama sekali tak melihat kearah Hiu hwi yang kini mati-matian memberhentikan tangisnya. Member Suju yang lain terdiam! Baru kali ini Kyu bersikap seperti itu. Bukankah biasanya ia tak memperdulikan waktu ataupun dimarahi Manager Hyung mereka nantinya.
‘Bahkan kau tak memperdulikanku Oppa. Kau tak menoleh untuk sekedar melihatku, kau memang bersuara tapi kau tak menyapaku atau sekedar menyebut namaku. Kau diam dan seolah tak menghiraukanku. Apa memang selama ini kau tak melihatku? Kau tak tau selama 7 hari ini aku berada didunia yang seolah ingin membunuhku karna terus memikirkanmu Oppa,’
Hiu hwi akhirnya mendongak, menatapi punggung Kyu yang berjalan semakin jauh dari pandangannya. Sungguh, betapa ingin ia berlari dan memeluk namja itu walau hanya sebentar saja.
‘Sakit, sakit sekali saat kau seolah tak perduli padaku seperti ini Oppa. Lagi-lagi kau menyakitiku! Kau bersikap seakan kau tak mengenalku. Baiklah, bukankah lebih baik seperti ini? Dengan begitu, aku bahkan bisa dengan mudah lepas dari mimpiku untuk memilikimu. Kau jauh... itulah yang seharusnya aku sadari sejak dulu,’
Hiu hwi berdiri dan menghapus air matanya. Tampak ia tersenyum manis yang seakan-akan dibuatnya tulus. Semuanya diam, mungkin tanpa perlu dilafalkan dengan kata-kata, member Suju pun tau akan suasana hati Hiu hwi sekarang.
“Aku pulang dulu Oppa, terima kasih.” Pamit Hiu hwi cepat seraya berbalik dan berlari entah kemana. Mungkin ketempat ia bisa menangis tanpa ada satu orang pun yang tau dan mencoba menenangkannya dengan kata sabar.
“Mereka calon Suami-istri yang tidak patut dicontoh.” Ucap Eunhyuk geleng-geleng seraya menghala nafasnya panjang.
===
Terkadang, penyampaian berita itu lebih cepat dari apa yang kita bayangkan. Lihat saja, berita akan retaknya hubungan Kyuhyun dan Hiu hwi mulai marak beredar dimana-mana. Entah siapa yang memulai, yang pasti berita itu cukup membuat beberapa pihak ikut masuk kedalam masalah ini. Mungkin ini cukup menarik, mengingat jika dulu Hiu hwi seolah tak bisa lepas dari Kyuhyun, sampai-sampai mereka selalu berada ditempat yang sama. Namun sekarang? Hey, lihatlah... mereka berdua seolah saling tak mengenal satu sama lain, seolah saling tak perduli dan saling tak memikirkan masa lalu.
“Annyeong...!” Sapa Hiu hwi seraya memekik hebat seperti biasa saat memasuki Dorm Super Junior ini. Semua orang kontan tersentak! Hiu hwi? Apa benar Hiu hwi datang mengunjungi mereka setelah kemarin ia seolah menjauh?
“Omo! Ada angin apa hingga kau datang kemari heh?” Yesung sentak menyambutnya didepan pintu membuat yang lain ikut melompat dari tempatnya masing-masing dan menghampiri Hiu hwi.
“Setidaknya aku ingin melihat Heebum,” sahut Hiu hwi terkikik pelan sembari masuk dan melewati namja-namja tampan ini tanpa permisi seperti biasa.
“Ini—makanan cemilan untuk mengisi kulkas kalian itu.” Hiu hwi menghempaskan pelan kantong-kantong plastik yang ia bawa, membuat Shindong dengan cepat tertawa seraya mengusap rambut Hiu hwi dengan gemas.
“Itu baru namanya fans sejati!” Hiu hwi mengerucutkan bibirnya kedepan saat mendengar lontaran Shindong kali ini. Tak ada yang berbeda dari awal Hiu hwi menginjakan kakinya disini, tapi memang sepertinya ada satu hal yang membuatnya tempak sedikit berbeda sekarang.
“Ash... kenapa kalian ribut sekali Hyung.” Ucap seseorang seketika keluar dari kamarnya dan tampak sesekali menguap.
‘Kau masih tampak tampan Oppa. Sama, seperti dulu.’
Hiu hwi dengan cepat mengindakan pandangannya kearah lain. Tidak! Tidak untuk sekarang ia lemah hanya karna hasrat kagumnya pada sosok seorang Cho Kyuhyun. Sebenarnya Kyuhyun cukup terkejut singkat saat ia melirik sekilas kearah yeoja yang duduk tak jauh darinya itu.
“Kyu... calom istrimu benar-benar baik.” Kikik Eunhyuk dengan mulut yang penuh roti kesukaannya. Tak ada senyuman ataupun sahutan dari Hiu hwi akan perkataan Eunhyuk barusan, tak seperti biasanya memang. Dulu, jika member Suju ada yang menggodanya seperti itu, Hiu hwi akan dengan cepat bersikap manja dan bergelayut dilengan Kyu. Namun sekarang? Hanya ekspresi datarlah yang terlihat dari keduanya.
“Hyung... hari ini kita pakai kaos biasa kan?” tanya Kyu seolah mengalihkan pembicaran ke hal yang lain. Untuk kesekian kalinya, ia seolah tak memperdulikan keberadaan Hiu hwi.
“Ada baiknya, kau dan Hiu hwi pergi jalan-jalan didepan umum untuk membereskan semua berita itu lebih dulu Kyu.” Usul Leeteuk tanpa menyahuti pertanyaan Kyu itu, membuat Hiu hwi tampak bereaksi singkat.
“Bukankah itu membuang waktu? Lebih baik jika tidur dan istirahat.” Kyu meminum secangkir air mineralnya sampai habis dan bersiap hendak kembali kekamarnya.
“Tambahkan Sweater coklat ini saja, saat kau ingin keluar Oppa. Diluar begitu dingin.” Entah apa yang dilakukan Hiu hwi sekarang, hingga ia sentak mengambil Sweater coklat kesukaan Kyu dan berniat memasangkannya pada Kyu. Semua orang tercenung, bahkan Kyu saat ini hanya menatap tajam kearah Hiu hwi tanpa ingin membentak ataupun mengelak atas perlakuan yeoja itu. Ok, untuk kali ini Hiu hwi benar-benar tak bisa mengontrol diri untuk tidak memperhatikan Kyu.
“Kau tidak boleh sakit.” Lanjut Hiu hwi tanpa memandang Kyu dan seakan sibuk membersihkan Sweater coklat yang telah tersemat ditubuh Kyu sekarang. Kyu tak menyahut, bahkan ia tampak tak berniat untuk melepaskan pandangannya itu pada Hiu hwi yang kini berada dekat dihadapannya.
“Apa otakmu sedang terbentur heh?” tanya Kyu seraya sentak memegang kedua tangan Hiu hwi yang memang berada didadanya, bermaksud untuk menghentikan kesibukan yeoja itu akan Sweater coklatnya semenit lalu.
“Mungkin.” Balas Hiu hwi kembali merunduk. Dengan tubuh yang bergetar, yeoja itu pun menarik lembut kedua tangannya dari genggaman Kyu. Kyu menyentuhnya? Itu bahkan benar-benar terasa menggetarkan bagi Hiu hwi.
“Ada apa dengan wajahku? Kenapa kau seolah menghindari kontak mata denganku?”
“Tidak, hanya saja leherku sedang sakit untuk mendongak.”
“Benarkah? Memang yang mana yang sakit?” Kyu sentak menyibakan rambut panjang Hiu hwi kebelakang, memperlihatkan kulit putih lehernya yang begitu bersih.
#DEG
Jantung Hiu hwi amat sangat berdegup kencang tanpa henti saat ini! Ada apa ini? Kenapa Kyu seolah menggodanya?
‘Jangan Oppa, jangan biarkan kau melemahkanku lagi.’
Hiu hwi meneguk air liurnya susah payah, saat kini Kyu tampak memegang leher kirinya dengan lembut. Member Suju yang melihat moment itu pun hanya bisa menganga, apalagi Eunhyuk! Sisa-sisa roti yang belum ia kunyah dengan benar kini malah kembali keluar
“Apa disini heh?” tanya Kyu seraya tersenyum sinis. Hiu hwi merunduk, ia memejamkan matanya untuk sekedar melampiaskan semua kerinduannya pada Kyuhyun saat ini.
“Seharusnya kau cukup tau diri, untuk datang dan pergi ketempat ini seenaknya. Kau pikir kau siapa heh? Calon istriku? Benarkah?” lanjut Kyu membuat Hiu hwi sentak tersadar akan apa yang terjadi disini. Kedua tangannya mengepal, seolah menahan emosi yang benar-benar membumbung tinggi dalam dadanya.
“Ya, aku tau,” balas Hiu hwi yang kali ini dengan beraninya mendongak menatap kedua manik mata Kyu.
‘Ya Tuhan... aku sangat mencintainya. Tolong biarkan mataku berhenti untuk tidak menatapnya lagi.’
“Aku pergi. Maaf sudah menggangu waktu istirahatmu Tuan Cho. Jangan pernah kau melupakan waktu makanmu ne?” Hiu hwi sentak mengecup pipi kanan Kyu seperti yang biasa ia lakukan sebelumnya. Kyu tercenang! Ekspresi Hiu hwi benar-benar sangat berbeda saat ia bersikap dingin padanya. Untuk kali ini, yeoja itu tampak tersiksa.
‘Yah, ini mungkin untuk yang terakhir kalinya. Aku tidak akan membuatmu menderita dan terkekang lagi Oppa. Kau harus bahagia! Kau harus tetap hidup dan bahagia meski bukan bersamaku.’
- “Aku akan menangis,
Jika itu bisa membuatmu tertawa.
Aku bodoh?
Aku tetap mencintaimu...
Walau aku tau, kau tak mencintaiku.
Aku tetap menangis dan berdoa untukmu,
Walau aku tau, kau tak pernah peduli padaku.” -
@Kediaman_Keluarga Lee_
Sudah hampir beberapa menit yang lalu, meja panjang ini hanya diisi dengan kesenyapan tanpa suara yang terdengar. Tampak juga dua orang yang duduk berhadapan itu sama sekali tak saling bertatapan atau pun saling menyapa sejak 20 menit yang lalu.
“Sebenarnya kalian ini kenapa heh?” tanya Tuan Lee yang sentak memecahkan keheningan dalam meja makan ini. Kedua orang tua Kyu yang turut berada disana pun juga ikut menatapi dan menunggu jawaban dari Kyuhyun dan Hiu hwi.
“Kami tidak apa-apa, Appa.” Sahut Hiu hwi memaksakan senyumnya.
“Ne, kami tidak ada apa-apa.” Timpal Kyu membuat kedua orang tua mereka mengernyitkan dahi. Ini baru pertama kali terjadi, Hiu hwi dan Kyuhyun tampak kompak menjawab hal yang sama.
“Apa kalian bertengkar?” tanya Nyonya Cho seraya menatapi Kyu dengan picingan tajam. Tak ada jawaban lagi dari keduanya, mereka seolah menyibukan diri dengan garfu dan sendok dihadapan mereka masing-masing. Entahlah... mengapa keadaan tampak kaku saat ini.
“Apa kalian tak ada yang berniat untuk menjelaskan semua ini? Menjelaskan akan berita yang tersebar itu?” Tuan Cho memicing menatap Kyuhyun dan Hiu hwi secara bergantian.
“Kyu... pasti semua ini karna ulahmu? Kau pasti lagi-lagi menyakiti Hiu hwi!” Lanjut Tuan Cho dengan sedikit meninggikan pita suaranya
“Animida, bukan Kyuhyun Oppa yang menyebabkan ini semua.” Sela Hiu hwi cepat membuat Kyu mendongak menatapnya. Ini bukan kali pertama terjadi, saat Hiu hwi selalu membela Kyuhyun dihadapan orang tua mereka.
“Hiu hwi, kau tak usah menutupi lagi semua perlakuan Kyuhyun terhadapmu. Kau bisa berkata jujur akan semua yang pernah ia lakukan padamu.”
“Tidak... selama ini, Kyuhyun Oppa sama sekali tak pernah menyakitiku. Dia lah orang yang membuatku selalu bersemangat dan tersenyum setiap harinya. Harusnya aku lah yang minta maaf. Karna semua keegosian dan keinginanku yang berlebihan, Kyuhyun Oppa jadi menderita dan hidup terkekang bersamaku. Selama aku berada disampingnya, aku tau dia selalu mencoba untuk berusaha bersikap biasa padaku, tapi sepertinya itu malah membuat hidupnya menjadi asing,”
Hiu hwi sedikit memaksakan senyumannya disela perkataanya itu. Sesekali ia tatap wajah Kyu yang kini malah memicing tak percaya padanya.
“Tak seharusnya aku meminta Eomma dan Appa untuk meminta Kyuhyun Oppa agar ia menjadi suamiku. Aku tau selama ini Kyuhyun Oppa sama sekali tidak mencintaiku, tapi dengan bodohnya aku tetap memaksakan semua perjodohan ini.”
“Hiu hwi-ya... apa yang kau katakan? Kami bahkan tak pernah terpaksa menjodohkan kalian. Kau adalah wanita yang cocok untuk mendampingi hidup Kyuhyun.” Nyonya Cho tersenyum tulus dengan ekspresi haru.
“Jadi bagaimana? Ini hanya pertengkaran kecil kalian ne? Bukankah wajar saja itu terjadi. Ada baiknya juga jika tanggal pernikahan kalian dipercepat, bagaimana? Ini juga untuk menghentikan pemberitaan-pemberitaan yang tidak benar itu.” Usul Nyonya Lee, yang tak lain dan tak bukan adalah Eomma dari Hiu hwi itu. Hening! Semua seolah diam menunggu kepastian akan jawaban dari kedua calon suami-istri ini.
“Kyu?” Panggil Nyonya Cho seraya menyenggol kecil Kyu yang tengah sibuk akan pikiran-pikirannya sendiri.
“Jika ini memang yang terbaik, aku akan menurut saja.” Sahut Kyu tenang, tanpa berniat lagi mengelak ataupun protes seperti biasa. Aneh! Tidak biasanya Kyu seolah pasrah akan semua keputusan ini. Bukankah ia tidak mencintai Hiu hwi? Lalu, sekarang mengapa dengan mudahnya ia menyetujui perjodohan ini bahkan tanpa ekspresi terpaksa.
“Benarkah Kyu?”
“Apa aku ada pilihan lain? Yah... aku hanya ingin membuat kalian semua bahagia.” Kyuhyun tersenyum singkat. Walau itu hanya beberapa detik, tapi ini kali pertamanya tersenyum saat membahas tentang perjodohan mereka ini. Hiu hwi tersentak melihat dan mendengar semua lontaran dari Kyu saat ini. Aneh, hatinya bahkan begitu bahagia mendengarnya. Harusnya hari ini menjadi moment paling indah bagi Hiu hwi, karna akhirnya Kyu menyetujui semua ini. Namun sayang, jika itu memang terjadi. Bukankah ramalan itu akan menjadi kenyataan? Pernikahan mereka dipercepat, itu otomatis akan berlangsung tahun depan! Sesuai apa yang dikatakan Ahjumma peramal itu.
“Baguslah... lalu bagaimana denganmu, Hiu hwi?”
‘Nde, aku sangat ingin menikah dengan Kyuhyun Oppa. Tapi—’
“Hiu hwi-ya? Apa jawabanmu? Apa kau juga setuju sayang?” Hiu hwi sentak terkesiap mendengar ucapan dari Eomma-nya itu dengan lembut. Gadis itu tersenyum simpul dalam kebimbangan yang menyelimutinya saat ini.
“Hummm... Tidak,”
“Mwo?”
“Aku tidak bisa... aku tidak bisa...” balas Hiu hwi sentak menitikan air matanya yang sudah sejak tadi mendesak ingin keluar. Semua orang mendongak, tak terkecuali Kyuhyun yang kini terkejut setengah mati akan jawaban dari Hiu hwi. Benar? Apa benar gadis itu menolak semua ini? Tapi bukankah dia yang memulainya?
“Hiu hwi... kau jangan bercanda sayang.” Elus Nyonya Lee dengan sedikit tersenyum.
“Aku tidak bercanda Eomma. Aku tidak bisa melanjutkan semua perjodohan ini, aku tidak bisa menikah dengan Kyuhyun Oppa,”
‘Yah, aku tidak bisa melihatnya mati ditanganku.’
“Waeyo? Kenapa kau membuat keputusan ini mendadak? Apa yang terjadi padamu sebenarnya Hiu hwi?”
“Aku sadar, jika selama ini aku begitu jahat. Kyuhyun Oppa berhak memiliki gadis yang jauh lebih baik dariku. Ia harus bahagia, dia tidak boleh menderita lagi.”
“Hiu hwi...”
“Maafkan aku... aku benar-benar minta maaf. Karna aku kalian semua menjadi sibuk mengurusi keegoisanku sendiri. Mulai sekarang, perjodohan ini dibatalkan saja. Tidak ada lagi pernikahan dan hubungan antara kami. Biarkan saja Kyuhyun Oppa bahagia dengan semua pilihan hidupnya. Bukankah sebuah pernikahan itu akan lebih bahagia jika dilakukan bersama orang yang kita cintai? Dan nyatanya, Kyuhyun Oppa tidak mencintaiku. Aku harus tau diri aku siapa,”
‘Dan biarkan aku menjaga Kyuhyun Oppa, sekalipun dia tak pernah menjadi milikku.’
“Hiu hwi, apa kau sudah gila huh? Bagaimana mungkin kau bisa bersikap seperti ini?” Tuan Lee angkat suara, sepertinya keadaan tampak semakin kacau saat ini.
‘Karna aku ingin selalu bisa melihat dan berada disisi Kyuhyun Oppa, aku tak ingin dia pergi dari sisiku.’
“YA! LEE HIU HWI...!”
“Maafkan aku, tolong maafkan aku.” Hiu hwi merunduk dengan isak tangisnya yang semakin meledak. Mungkin semua orang tak tau, jika sebenarnya Hiu hwi lah yang paling tersakiti disini. Melepaskan sesuatu yang bahkan tak bisa ia lepaskan dan mungkin untuk seumur hidupnya.
“Ikut aku!” Kyuhyun yang awalnya hanya diam saja mendengar semua perkataan Hiu hwi, kini malah sentak berdiri dan mencengkram tangan kanan yeoja itu untuk sedikit memaksanya pergi dari tempat ini. Hiu hwi tak mengelak, ia hanya sedikit terkejut akan respon Kyu kali ini. Bukankah seharusnya namja itu hanya diam saja dan membiarkan keadaan seperti ini agar perjodohan mereka dibatalkan. Lalu mengapa—
“Apa yang sekarang ada diotakmu itu huh? Kau memang yeoja yang selalu bersikap seenaknya!” Bentak Kyu saat kini mereka telah berada ditaman luas, tepat didepan halaman rumah kediaman keluarga Lee.
“Apanya yang seenaknya? Aku bahkan sudah memikirkan ini sejak awal Oppa. Bukankah seharusnya kau senang heh? Kau senang karna akulah yang telah membatalkan semua perjodohan ini.”
“Mwo? YA! Apa kau dendam padaku huh? Kau membalas semua sikapku padamu dengan hal yang seperti ini? Benarkah?”
‘Membalas? Tidak... apapun sikapmu padaku, itu bahkan membuatku bahagia Oppa,’
“Yah! Bisa dikatakan begitu. Aku muak dengan semua sikapmu ini padaku, aku muak dengan semua perasaanku yang terlalu berlebihan padamu. Sekarang aku sadar, jika kau tak pantas untukku, kau hanya bisa menyakitiku tapi tak pernah bisa membahagiakanku.”
“Mwo?”
“Min Woo Oppa jauh lebih baik daripada dirimu Oppa, bahkan dia sangat perhatian padaku. Sungguh, tak seperti sikapmu padaku yang selalu membuatku menangis.”
‘Maafkan aku Kyuhyun Oppa, maafkan aku.’
“Min woo? Cih, kau benar-benar gadis yang hebat ne? Setelah kau membawaku kedalam dunia buram, sekarang kau melemparkanku dan mencari tempat sandaran manjamu itu dengan orang lain. Setidaknya saat pertama kali aku mengenalmu, kau cukup manis dimataku. Namun sayang, aku bodoh pernah berpikir seperti itu.”
“NDE! Kau memang bodoh Cho Kyuhyun... kau bodoh!” Umpat Hiu hwi yang kali ini sama sekali tak bisa menghentikan tangisannya. Kyu tertegun! Dicengkramnya penuh kedua lengan yeoja itu tanpa berniat melepaskannya.
“Cium aku!” Ucap kyu seketika, membuat Hiu hwi tersentak bukan main
“Nde?”
“Jika memang kau tak menginginkanku lagi dan perjodohan ini. Bukankah kau bisa menciumku tanpa bibir bergetar seperti itu heh? Jangan membuatku menafsirkan, jika kau tengah berbohong sekarang.”
“Aku tidak bisa!”
“Waeyo? Kau takut? Takut disaat kita berciuman, kau akan mengatakan hal yang sebenarnya heh?”
‘Kau benar Oppa,’
“YA! Bukan karna itu... tapi karna aku tak ingin berciuman lagi dengan orang seperti mu.”
“Baiklah... baiklah jika itu memang maumu. Itu tidak sulit untukku! Kita memang dari awalnya sudah harus menghentikan ini. Kau puas?”
‘Oppa.. jangan katakan itu,’
“Nde! Aku sangat puas.”
“Terima kasih telah membatalkan semua ini hingga hidupku menjadi bebas lagi. Lee Hiu hwi, senang berkenalan denganmu.” Ucap Kyu seraya mundur seolah berniat meninggalkan Hiu hwi.
‘Aniya Oppa... aniya,’
“Dan aku harap, kau tidak muncul lagi dihadapanku Op-pa.” Timpal Hiu hwi lagi dengan tenggorokan yang amat sangat sakit.
“Ya, baiklah. Dengan senang hati, aku akan melakukannya.” Hati Hiu hwi langsung menyolos ngilu. Apalagi saat ini ia melihat Kyuhyun seolah perlahan-lahan berbalik dan meninggalkannya sendiri.
‘Oppa...’
Untuk sekian detik, Hiu hwi masih bisa tersenyum menyemangati dirinya sendiri, tapi didetik berikutnya ia ambruk! Ia benar-benar tak bisa lagi manahan semua tangisnya, ia sudah tak bisa lagi memaksakan dirinya menjadi munafik.
“Oppa... Kyuhyun Oppa!” Pekik Hiu hwi tertahan. Tangan kanannya terangkat keatas menyentuh dadanya, seolah ingin menyentuh luka yang semakin melebar dan tak terlihat itu. Sakit? Yup! Tentu saja itu sangat sakit.
===
Sudah 2 minggu sejak kejadian pembatalan itu, semua keadaan tampak begitu tak enak. Bukan hanya Hiu hwi saja yang berubah, tapi juga KYUHYUN! Kyuhyun? Yah, namja itu seperti seseorang yang tak dikenal oleh para member-member Suju. Ia hanya berbicara disaat perlu, itupun begitu singkat. Kyu seolah berubah! Bahkan Eunhyuk mati-matian mengajaknya bermain Game kesukaan Kyu, tapi hasilnya? Kyu hanya mengalah dengan ekspresi datar lalu lebih banyak mengendap didalam kamarnya. Apakah ada yang salah? Entahlah... Kyu bahkan tak tau mengapa tiba-tiba mood nya menjadi buruk akhir-akhir ini.
“Kyu... apa kau masih memikirkan tentang pernikahanmu yang batal itu heh?” tanya Donghae membuat Kyuhyun sentak berhenti mengelus bulu Heebum yang lebat.
“Tidak.” Balas Kyu malas
“Lalu mengapa kau seperti ini? Bukankah selama ini kau yang sangat ingin perjodohan itu batal heh? Kau juga tidak menyukai Hiu hwi, jadi apa masalahnya?”
“Bukankah sudah aku bilang jika ini tidak ada hubungannya dengan pembatalan pernikahanku itu. Kenapa akhir-akhir ini kalian menyebalkan sekali Hyung?” Bentak Kyu membuat yang lainnya melongo. Sungmin terkikik geli dibuatnya!
“Aighoo... pantas saja Hiu hwi lebih memilih Min woo itu dari pada kau Kyu. Ish!” Timpal Eunhyuk gusar.
“MWO? Min woo? YA! Kenapa semua orang terus menerus membandingkanku dengan namja sialan itu huh?”
“Ckckcckk. Santai saja Kyu! Tenangkan dirimu... kau tetap jauh lebih tampan darinya, tenang saja.” Ucap Leeteuk menangkan
“Tentu saja, aku jauh lebih dari segala-galanya daripada namja itu.” Umpat Kyu seraya berdiri dan menutup pintu kamarnya dengan keras.
===
Disatu sisi, tampak Hyo rin kini tengah mati-matian membujuk Hiu hwi agar menikmati jalan-jalan sebagai hiburan mereka ini. Sudah hampir 30 menit mereka berada ditaman hiburan ini Hiu hwi sama sekali seperti mayat hidup. Tidak ada ekspresi dan selalu menatap kosong.
“Eonni, bagaimana jika kita jalan-jalan ke Jeju?”
“Nde.”
“Ani, kita keluar Negeri saja. Hummm.... Paris, London atau—’
“Kimchi.”
“Kim-kimchi? Mwo? Kimchi? YA! Eonni, memangnya aku berbicara soal makanan heh?” Hyo rin mendengus kesal. Percuma jika saat ini ia berbicara dengan Hiu hwi yang pikirannya entah kemana.
“Eonni-ya... kajja!” Tarik Hyo rin keras, membuat Hiu hwi sentak marajuk.
“Kita mau kemana, Hyo rin-ah?”
“Ke Rumah sakit Jiwa!” Umpat Hyo rin kesal seraya kembali menarik Hiu hwi dengan sedikit paksa, Hingga seketika—
#BRUKKK
Tanpa sengaja kedua yeoja ini sentak menabrak segerombolan orang-orang yang berpenampilan cukup aneh! Hyo rin dan Hiu hwi tergelak dan sentak merunduk untuk meminta maaf.
“Mianhaeyo...” ucap Hyo rin tulus. Dengan pikiran yang masih kalut, Hiu hwi pun mendongak menatap segerombolan orang-orang yang sangat amat ia kenali itu.
“Suju Op-pa?” tanyanya ragu, membuat namja-namja yang memakai kostum, masker dan topi hitam itu tersenyum seraya membuka kaca mata mereka untuk sekilas.
“Annyeong. Wah... kebetulan sekali kita bertemu disini, ne? Apa kabar Hiu hwi?” ucap Eunhyuk seraya sesekali menatap Hyo rin yang terkikik geli. Memang, sebenarnya pertemuan ini sudah direncanakan sejak awal oleh member Suju dan Hyo rin.
“Oh. Aku baik!” sahut Hiu hwi seraya menatapi seorang namja yang mengenakan sweater coklat dibelakang para member-member Suju ini. Dada Hiu hwi berdesir, ia tau betul bentuk dan rupa namja yang memakai Sweater coklat itu.
“Hyo rin-ah... kita pulang saja ne?” rengek Hiu hwi seraya menarik lengan Hyo rin untuk pergi. Namun sial, Kyuhyun tiba-tiba menahan tangannya cepat.
“Kau ingin pulang karna aku? Kalau begitu, biar aku saja yang pergi. Bersenang-senanglah!” Ucap Kyu dingin.
“Tidak, aku memang ingin pulang.”
“Sampai kapan kau akan berbohong seperti ini heh?”
“Berbohong? Memangnya kapan aku pernah berbohong?”
“Sekarang, kemarin dan mungkin besok kau akan terus berbohong!”
‘Oppa...’
“Kenapa kau diam? Aku benar?”
“Aku sedang tak ingin berdebat denganmu Cho Kyuhyun!” Sahut Hiu hwi seraya kembali hendak melanjutkan langkahnya. Namun sial, lagi-lagi Kyu mencengkram lengan Hiu hwi dengan sedikit menghempaskannya.
“Tapi aku belum selesai berbicara!” Bentak Kyu tertahan membuat member Suju saling menatap bingung. Ini bukanlah bagian dari rencana mereka.
“Untuk apa lagi? Kau bukan siapa-siapa ku lagi! Kau bebas sekarang Oppa, kau sudah seharusnya melupakanku dan melanjutkan hidupmu dengan bahagia. Aku tau, jika selama ini kau selalu mengingatku sebagai benalu hidupmu.”
“Kau—”
“Wae? Apa kali ini aku yang benar huh? Aku memang gadis manja dan seenaknya. Aku bahkan bisa melakukan apapun sesuai kehendakku termasuk membuatmu menjadi calon suamiku lalu mencampakannya.”
“YA! LEE HIU HWI...!” Pekik Kyu kasar. Dengan cepat Leeteuk yang tadinya tak ingin campur dalam urusan pasangan ini, kini tampak mulai menengahi.
“Wae? Kau ingin membentakku lagi? Berteriak padaku? Atau kau ingin memukulku huh? Lakukan saja... lakukan saja!”
“Hiu hwi Eonni, sebaiknya kita pulang.” Tarik Hyo rin cepat seraya sesekali tampak sedikit memaksa Hiu hwi untuk melangkah mundur. Ia tau dan bahkan sangat mengerti akan kesakitan yang kini dilanda Hiu hwi. Bagaimana pun juga Hiu hwi masih sangat mencintai Kyuhyun. Sedangkan member Suju yang lain juga kini tampak mulai menenangkan Kyu agar orang-orang disekitar mereka tak terlalu curiga.
“Eonni...” desah Hyo rin saat ia melihat Hiu hwi kembali menangis dalam balutan senyumnya yang tak pernah pudar. Walau gadis itu tampak berjalan seperti biasa, namun sungguh ia merasakan otot-otot lututnya kian melemah.
“Aku tidak akan apa-apa Hyo rin-ah...” ucap Hiu hwi seraya semakin cepat melangkah dari kerumunan orang-orang ini, bahkan kini ia telah berlari menembus begitu banyak hal dihadapannya.
“Eonni...” pekik Hyo rin keras seraya ikut berlari dan hendak menyusul Hiu hwi. Hyo rin takut, jika Hiu hwi nekat melakukan sesuatu. Toh, bukankah jika sedang patah hati semua yang tidak mungkin bisa saja dilakukan.
“Hiu hwi Eonni...” gumam Hyo rin dengan nafasnya yang cukup tersengal. Diliriknya Hiu hwi yang telah terduduk disebuah pohon yang memang cukup sepi itu. Selalu seperti ini!
“Hhhh... bisakah aku mengatakan jika semua ini adalah kesalahan dari peramal itu heh? Kau bahkan menyakiti dirimu sendiri hanya untuk melindungi sesuatu yang belum pasti Eonni.” Hyo rin ikut terduduk. Ditatapnya sejenak wajah Hiu hwi yang seolah begitu menderita.
“Aku hanya takut...”
“Takut kehilangan Kyuhyun Oppa? Tapi kenapa kau harus melakukan semua ini? Apa tadi Eonni tak melihat sinar mata Kyuhyun Oppa yang begitu teduh padamu Eonni? Mungkin dia mulai menyayangimu! Jika tidak... mana mungkin dia bersikap seperti ini padamu.”
“Tidak Hyo rin-ah, dia tidak mencintaiku!”
“Apa Kyuhyun Oppa pernah mengatakan jika dia tidak mencintaimu heh? Dia mungkin membencimu, tapi belum tentu dia tidak membutuhkan sosokmu Eonni. Tolong hentikan semua ini, dan hidup berbahagialah dengan Kyuhyun Oppa. Lupakan semua ramalan bodoh itu!”
“Bagaimana jika itu benar? Aku akan kehilangan Kyuhyun Oppa!”
“Apa dengan begini kau tak akan kehilangannya huh? Kau malah akan kehilangannya dengan cara bodoh Eonni.”
“Tapi setidaknya, aku masih bisa melihatnya.”
“Dengan terus berbohong dan menyakitinya seperti ini?”
“NDE! Itu urusanku Lee Hyo rin! Sekalipun aku mati, itu semua urusanku. Aku yang merasakan semuanya, bukan kau! Kenapa kau terus menasehatiku seperti ini huh? Kau pikir kau tau apa tentangku?” Bentak Hiu hwi emosi.
“Karna aku menyayangimu Eonni!” Sahut Hyo rin tak kalah sengit. Terlihat gadis mungil ini menitikan air matanya dengan hangat.
“Semenjak kedua orang tuaku meninggal, hanya kau dan keluargamu lah yang mengasuhku. Kau bukan sekedar Kakak sepupu lagi untukku, tapi kau juga sudah aku anggap sebagai Eonni-ku sendiri. Aku hanya ingin kau bahagia Hiu hwi Eonni!” Hiu hwi tampak terdiam mendengar lontaran dari Hyo rin kali ini. Tergores sedikit penyesalan dari raut wajahnya itu.
“Maafkan aku Hyo rin-ah... aku hanya sedang tak bisa mengontrol emosiku dengan benar. Perasaanku sekarang sedang tak menentu. Aku memang mencintai Kyuhyun Oppa, tapi kata-kata dari peramal itu benar-benar membuatku takut. Semua kalimatnya terus berputar didalam otakku, itu mengerikan Hyo rin-ah.”
“Apa Eonni benar-benar mencintai Kyuhyun Oppa hem?”
“Aku masih sangat mencintainya. Aku mungkin bisa gila setelah ini!”
“Apa Eonni juga masih ingin menikah dengan Kyuhyun Oppa?”
“Selama ini hanya Kyuhyun Oppa lah yang kuinginkan menjadi suamiku. Aku tak ingin yang lain, dan aku juga tak ingin melihatnya bersama wanita lain. Aku sangat mencintainya Hyo rin-ah... apa yang harus aku lakukan? Apa setelah ini aku harus pergi keluar kota dan—”
“Bodoh! Kenapa kau harus melarikan diri jika kau masih menginginkanku huh? Dasar gadis pecicilan yang bodoh!” Sela seseorang seketika membuat Hiu hwi sentak menoleh kearah sumber suara.
#DEG
Jantung Hiu hwi sontak berdegup kencang tatkala kini ia menatap seorang namja yang amat begitu ia kenal tengah berdecak pinggang dengan ekspresi dingin yang tampak berbeda dari biasanya, sedikit lebih teduh dan menenangkan.
“Kyu-kyuhyun Oppa?” gumam Hiu hwi tak percaya! Hyo rin yang berada diantara keduanya pun tersenyum seraya meninggalkan kedua orang ini untuk berbicara.
-TBC-
“Mianhae kalau GJ -_-! Mollayo, kenapa ini FF jadi panjang begini? Padahal rencananya Cuma jadi 1Shoot... tapi nie tangan gatel pengen ngotak-ngatik alurnya. Ahahaha.... Next Chap Ending Ye, tebak aja apa ramalan itu bener atau gax! Berasa ada sesuatunya di Endingnya nanti. Kkkkkk~"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar