Kamis, 13 November 2014

“U Must be My Husband” [Kyu-hwi Private] –PART 2B END -



Tittle                     : “U Must be My Husband” [Kyu-hwi Private] –PART 2B END -
Author                  : JEA_
Rating                   : PG + 17 / Straight
Genre                   : Sweet Romance



“Bodoh! Kenapa kau harus melarikan diri jika kau masih menginginkanku huh? Dasar gadis pecicilan yang bodoh!” Sela seseorang seketika membuat Hiu hwi sentak menoleh kearah sumber suara.

#DEG

Jantung Hiu hwi sontak berdegup kencang tatkala kini ia menatap seorang namja yang amat begitu ia kenal tengah berdecak pinggang dengan ekspresi dingin yang tampak berbeda dari biasanya, sedikit lebih teduh dan menenangkan.
 “Kyu-kyuhyun Oppa?” gumam Hiu hwi tak percaya! Hyo rin yang berada diantara keduanya pun tersenyum seraya meninggalkan kedua orang ini untuk berbicara.



-          “Kau tak tau...
Berapa kali aku menatapmu dalam diam...
Kau tak tau...
Berapa kali aku menyebut namamu dalam diam...
Dan kau juga tak tau...
Itu semua ku lakukan, karna rasa kagumku yang berlebihan.”  -



-          U Must Be My Husband! Story Begin’s     -



                Hiu hwi membeku! Dapat terlihat jelas layangan angin menerpa helaian rambut dan pakaian yang ia kenakan perlahan, membuat kesejukan menggelitik ringan dalam kabut tipis yang terlihat diatas sana.
               “Kyuhyun Oppa... kau—” Hiu hwi tampak kembali menyebut nama Kyu, seolah ingin menegaskan kembali penglihatan matanya saat ini.
               “Wae? Kau terkejut?” sela Kyu cepat, membuat kedua mata mereka beradu pandang untuk beberapa detik. Tubuh Hiu hwi bergetar. Apa mungkin Kyuhyun mendengar semua perdebatannya dengan Hyo rin tadi? Jika benar, itu berarti—
               “Kenapa kau tak menjadi seorang Aktris saja heh? Aktingmu benar-benar sangat bagus!” Hiu hwi kembali terdiam! Tampak ia merunduk dalam seakan ingin menyembunyikan situasinya yang benar-benar telah terdesak.
               “Ak-aku... permisi dulu.” Ucap Hiu hwi seraya hendak berlalu pergi untuk menghindari Kyu. Namun sayang, Kyu telah lebih dulu menyentuh lengan kirinya.
               “Sampai kapan kau akan terus seperti ini heh? Setidaknya orang bodoh masih bisa berpikir beribu kali untuk menyakiti dirinya sendiri demi orang lain, tapi kau... kau lebih bodoh dari orang bodoh,” Kyu sentak menoleh kearah Hiu hwi, membuat sebuah picingan tajam yang membuat yeoja itu seakan takut.
               “Kenapa? Kenapa kau melakukan sesuatu yang tak masuk akal seperti ini? Mempersulit dirimu sendiri dan menyakiti orang lain? Apa kau pikir dengan begitu, maka aku kan menyukaimu huh?” kembali tak ada jawaban dari Hiu hwi, bibirnya seolah kelu menahan desakan air mata yang setiap saat mampu menetes deras.
               “YA! Kenapa kau diam saja?”
               “Mianhae... mianhaeyo. Aku tidak tau apa yang harus aku katakan padamu lagi Oppa. Kau benar, dari awal semua yang kau katakan itu benar. Aku memang gadis manja yang tak tau diri, aku memang gadis kaya yang selalu melakukan hal dengan seenaknya, aku memang gadis bodoh yang gila. Yah, aku bodoh! Aku memang bodoh... untuk itulah, aku tak pantas untuk memaksakan diriku bersanding denganmu,” rahang Kyu mengerang keras seketika. Dapat ia lihat dengan jelas, air mata gadis itu perlahan-lahan tumpah tanpa berhenti mengalir.
               “Berbahagialah Oppa, biarkan aku sendiri yang seperti ini. Aku tau kau tak mecintaiku, untuk itulah aku tak ingin kau menderita. Aku akan belajar untuk melupakanmu, aku akan belajar untuk mengendalikan hasratku agar berhenti mengagumimu.”
               “Benarkah?”
               “Kau bisa mendapatkan gadis lain yang jauh lebih baik dariku. Mungkin yang tidak manja dan bersikap seenaknya sepertiku. Bukankah kau sangat tampan heh? Banyak para fansmu yang pasti cantik dan begitu mencintaimu.”
               “Benarkah?”
               “Aku akan rela dan dengan ikhlas membiarkanmu pergi dariku.”
               “Benarkah? Benarkah kau menginginkan semua itu?”
               “Nde, aku akan berusaha melakukannya. Kau tenang saja Oppa.” Hiu hwi mendongak seraya tersenyum kaku dengan tepukan singkat di bahu Kyu. Perlahan-lahan yeoja itu pun hendak melepaskan tangan Kyu yang masih bergelayut dilengan kirinya.
               “Mungkin setelah ini, aku harap kita tak usah menjadi teman.” Ucap Hiu hwi untuk yang terakhir  kalinya sebelum ia benar benar hendak melangkah pergi. Pergi? Benarkah ia pergi? TIDAK! Ia tidak bisa pergi karna sekarang Kyuhyun sudah kembali mencengkram lengannya dengan kasar dan menghempaskan tubuh Hiu hwi agar terdesak ke pohon.
               “YA! Benarkah kau rela jika aku menikah dengan gadis lain huh? Benarkah kau rela melepaskanku dan membiarkanku memilih kehendakku sendiri? Benarkah?” Bentak Kyu emosi seraya mencengkram kedua bahu Hiu hwi dengan cukup kasar.
               “BENAR! Aku rela... aku rela melakukannya!” Pekik Hiu hwi tak kalah kencang
               “Sampai kapan kau akan terus berbohong seperti ini Lee Hiu hwi. Apa hanya karna ramalan bodoh itu, kau rela melepaskan sesuatu dalam hidupmu huh? Apa kau gila? Atau memang otakmu benar-benar sudah tak ada lagi dikepalamu ini.”
               “Ini bukan hanya tentang ramalan itu Oppa! Bukankah kau sendiri yang berulang kali mengatakan padaku agar aku tau diri heh? Sekarang... sekarang aku sudah mulai melakukan itu. Aku sadar, aku tidak seharusnya memaksakan sesuatu yang tidak bisa kupaksakan. Selama beberapa hari ini aku mengerti, jika aku berdiri disini dan sudah dapat menatap matamu itu telah menunjukan jika aku bisa melupakanmu, aku sudah perlahan-lahan melanjutkan semua hidupku tanpa harus dibayang-bayangi oleh senyum dan namamu. Ini hanyalah masalah waktu, aku pasti bisa melupakanmu dengan cepat!” Pekik Hiu hwi seraya terus menerus meneteskan air matanya dalam.
               “Kau berbohong lagi!”
               “Aniya... aku tidak berbohong. Aku tidak berbohong...!”
               “YA! Kalau begitu berciumanlah denganku sekarang. Aku ingin melihat bagaimana reaksimu yang mengatakan ‘kau tidak berbohong’ itu heh?” Kyu sentak kembali mendesakkan tubuh Hiu hwi pada pohon besar itu. Kedua tangan kekar nya pun seolah mengerat dipergelangan tangan Hiu hwi yang telah memerah. Hiu hwi terdiam! Tampak ia meneguk air liurnya susah payah tatkala kini wajah Kyu telah memiring dan mendekat hingga bergelayut lembut dibibir mungilnya.
               Untuk beberapa detik, Kyu hanya mengecap singkat bagian-bagian luar permukaan bibir Hiu hwi dengan gemas. Sebenarnya, Hiu hwi ingin sekali mendorong tubuh Kyu agar menjauh darinya. Namun sayang, ia bahkan sudah tak bisa lagi mengelaknya. Baiklah, sekalipun tadi Hiu hwi beribu-ribu kali mengucapkan jika ia seolah tak menginginkan dan rela melepaskan Kyu, tapi sekarang tak ia pungkiri itu benar-benar begitu sulit dilakukan. Kyu sudah menembus batas dinding hatinya yang paling dalam, Kyu sudah menghancurkan benteng pertahanan yang selama ini mati-matian Hiu hwi jaga. Dan saat ini... hasrat ingin memiliki itu kembali membumbung dalam dadanya.
                ‘Aku benar-benar sangat mencintaimu Kyuhyun Oppa. Mianhae, aku sudah terlalu dalam mencintaimu,’
                Kyuhyun menghentikan ciumannya sejenak dan menatap kearah Hiu hwi dengan hembusan nafas yang tak beratur.
                “Aku sudah menemukan jawabannya. Bodoh! Berhentilah bersikap sebagai pahlawan dan menjadi munafik seperti ini lagi.”
                “Aku tidak munafik, aku hanya—”
                “Hanya apa? Apa kau sengaja terus menerus mengelak agar aku menciummu huh? Kau memang bodoh, tapi aku tau kau itu licik.”
                “YA! Si-siapa yang mengatakan itu. Aku hanya tidak mengerti kenapa kau melakukan hal yang curang seperti ini.”
                “Curang?”
                “Ne, padahal kau memang sudah tau jika aku selalu lemah setiap kau bersikap seperti ini padaku. Kau menggunakan kelemahanku itu untuk mendesakku agar mengaku dengan mudah.”
                “Jadi... sekarang kau sudah mengakuinya?”
                “Mengakui apa? YA! Kau benar-benar Cur—”
                “Sssstssss... ini yang baru disebut curang,”

#CUP!

                Kyu sentak mencium Hiu hwi kembali membuat kedua mata yeoja itu terbelalak kaget. Kyu sengaja seolah mempermainkan perasaan Hiu hwi agar yeoja itu kembali bersikap manja padanya. Ia merindukan hal itu.
                “YA! Kau memang benar-benar curang Cho Kyuhyun. Bukankah tadi kau bilang sudah menemukan jawabannya? Lalu mengapa kau menciumku lagi.”
                “Humm... memangnya kenapa? Bukankah kau juga tak menolak heh?”
                “Bukan seperti itu, tapi aku hanya takut karna hal ini, semua rencanaku untuk melupakan dan melepaskanmu akan gagal Oppa. Bukankah kau yang akan menderita jika aku kembali menjadi gadis pecicilan heh?”
                “Aku akan lebih jauh menderita jika kau berubah! Dunia akan ikut berganti warna jika kau bersikap seolah menghindariku bodoh. Kau harus tetap menjadi gadis manja, selalu membututiku, selalu menatapku dengan kagum, selalu mencintaiku dan selalu tersenyum sekalipun aku membentakmu.”
                “Mwo?”
                “Kau tenang saja, kali ini aku tidak akan menolak perjodohan itu lagi. Aku kasihan padamu. Toh, mana ada pria yang tahan dengan sikapmu itu kecuali orang yang sabar sepertiku ini heh.”
                “Ish... memangnya siapa yang ingin melanjutkan perjodohan itu.”
                “Mwo? YA! Lee Hiu hwi!”
                “Wae? Apa sekarang kau mulai menyukaiku Oppa?”
                “Ne? Ah... si-siapa yang bilang? Kau ini percaya diri sekali.”
                 “Kalau begitu kita batalkan saja.”
                 “ANDWE!”
                 “YA! Cho Kyuhyun, sepertinya kali ini kau yang tengah berbohong padaku heh?” goda Hiu hwi membuat pipi Kyu memanas.
                 “Kau ingin membuktikannya? Cium saja,” sahut Kyu santai seraya menarik pinggang Hiu hwi hingga berbenturan dengan tubuhnya.
                 “Jangan percaya lagi dengan semua ramalan itu. Kau cukup menikmati hidupmu dan berbahagialah. Hidup dan mati seseorang, sudah tercatat dalam takdir Tuhan, kita tidak bisa menghindarinya.” Bisik Kyu tepat ditelinga Hiu hwi seraya sesekali menggigitnya kecil.
                 “Tapi Oppa, jika semua ramalan itu benar dan karna aku kau—”
                 “Mati? Aku akan membuktikannya jika ramalan itu salah. Jangan mencemaskan semua hal itu lagi. Aku akan bertanggung jawab atas semua omonganku ini.”
                 “Oppa...” desah Hiu hwi membuat kedua mata mereka kembali beradu pandang. Tunggu, ini kali pertama Kyu memandang Hiu hwi dengan siratan tulus seperti ini, membuat yeoja itu sedikit salah tingkah.
                 “Apa perlu kita buktikan?”
                 “Mwo?”
                 “Bukankah peramal itu mengatakan, aku akan mati jika menikah denganmu heh? Kalau begitu, bagaimana jika kita memang menikah?”
                 “Mwo?”
                 “YA! Hiu hwi... bisakah wajahmu itu tidak seperti itik bodoh heh!”
                 “Ani... menikah? M.E.N.I.K.A.H? Menikah? Apa aku tidak salah dengar? Seorang Cho Kyuhyun mengajakku menikah? Menikah?”
                 “YA! Aku sedang serius.”
                 “Aku juga serius. Ash... apa kau salah makan atau kesurupan hantu pohon ini Oppa? Kau mengajakku menikah?”
                 “Wae? Kau tidak mau? Tawaranku ini hanya sekali seumur hidup!”
                 “Aku—” Hiu hwi tertunduk, ia seolah masih tampak ragu akan sesuatu hal.
                 “Matamu bengkak. Mulai sekarang, jangan menangis lagi.” Kyu mengecup kedua mata Hiu hwi seraya membelai kedua pipi gadis itu dengan belaian lembut. Baiklah, Hiu hwi sepertinya kalah!
                 “Saranghae Kyuhyun Oppa.” Gumam Hiu hwi seraya mentikian air mata bahagianya.

===

                 Bukankah tak ada yang lebih indah dari hari dimana kita dapat tertawa lepas bersama orang yang kita sayangi? Merekahkan sayap dibawah langit yang melindungi. Hidup itu sebenarnya begitu singkat... hari per hari semua hanya berjalan tanpa bisa mengulang. Mengulang sesuatu yang bahkan begitu manis.



-          “Karna aku mencintaimu,
Untuk itulah aku akan melindungimu,
Setidaknya menjagamu dalam seringai diamku,
Mengawasimu dalam kejauhan hatiku,
Sekalipun kau bahkan tak pernah tau apa yang kulakukan itu.”  -



@3 Bulan kemudian_Maret 2013
Seoul, -South Korea-



                 Tak ada yang dapat dilakukan Hiu hwi lagi saat ini, kecuali menopang dagu seraya menatap sebal namja yang sejak tadi lebih sibuk dengan layar ponsel dihadapannya sesekali tertawa tak jelas. Ok, Hiu hwi mungkin tak terlalu marah jika ini bukan hari spesial dimana seharusnya ia berbulan madu bersama Kyuhyun. Berbulan madu? Yah, Kyuhyun dan Hiu hwi resmi menikah seminggu yang lalu tepatnya di tanggal 3 maret 2013 sesuai dengan kesepakatan untuk mempercepat acara itu.
                 Entahlah, semenjak pernikahan itu terjadi Hiu hwi sama sekali seolah melupakan perkataan ramalan itu, walau sesekali masih terlintas jelas dalam otaknya apa yang pernah dikatakan ramalan itu tentang nasib rumah tangganya ini. Bagi Hiu hwi, jika Kyu masih tetap ada bersamanya, yeoja itu tak akan pernah takut.
                 “Hahahaha.” Kyu kembali tertawa dengan ekspresi sedikit malu tatkala ia membaca pesan dilayar ponselnya itu. Baiklah, ini entah sudah yang keberapa kali, membuat Hiu hwi lagi-lagi memicing curiga. Walaupun sudah menikah, bahkan Kyu sama sekali tak merubah sikap dinginnya itu pada Hiu hwi.
                 ‘Apa dia selingkuh’         
                 Hiu hwi tak dapat lagi mengontrol rasa cemburunya saat ini. Dengan ide jahil ia pun sentak mengambil ponsel mungilnya seolah ikut mengirim SMS pada seseorang. Yah, setidaknya ia butuh Min Woo untuk bercerita tentang tingkah aneh suaminya itu.
                 “Hahaha. Ada-ada saja.” Ujar Hiu hwi seraya terkikik saat ia menerima balasan dari Min woo membuat Kyu sentak menghentikan aktivitasnya dan mencuri pandang kearah Hiu hwi.
                 “Heh... Nuguya?” tanya Kyu dengan ekspresi datar dan tanpa mengalihkan pandangannya pada layar ponselnya itu.
                 “Temanku.” Sahut Hiu hwi tersenyum menang seraya menirukan jawaban dari lontaran yang sering Kyu katakan. Kyu menoleh, ia pun mendengus kecil kearah Hiu hwi.
                 “Teman? Temanmu yang mana? Coba kulihat!”
                 “Oppa juga sepertinya sibuk membalas pesan ‘teman’ Oppa juga, ne? Apa aku perlu melihatnya?”
                 “YA! Yang ini berbeda. Cepat kemarikan ponselmu itu biar kulihat.” Kyu sentak mendekat kearah Hiu hwi dan hendak merampas ponsel putih yeoja itu. DAPAT! Kini Kyu tersenyum lebar membuat Hiu hwi geram padanya.
                 “Kau curang Tuan Cho.” Dengus Hiu hwi seraya menyentuh pipinya yang tadi sempat dikecup oleh Kyu.
                 “YA! Apa-apan ini huh?” pekik Kyu seketika seraya menunjukan pesan masuk yang malah dipenuhi oleh nama ‘My Min Woo Oppa’ dilayar itu. Hiu hwi tampak mengerjap-ngerjap polos, membuat Kyu kembali memicing.
                 “Jika Kyung itu tidak membahagianmu, ayo kita selingkuh^^” Kyu membaca kalimat pesan itu dengan nada sebal, membuat Hiu hwi terkikik dibuatnya.
                 “Mwo?? Kyung? YA! Katakan pada namja sialan itu, namaku Cho Kyuhyun bukan Kyung atau Kyong. Dan lagi, katakan padanya agar jangan menggangu istri orang lain dan mengirimi SMS virus seperti ini! Selingkuh katanya? YA! Aku tidak akan membiarkan itu,” ujar Kyu lantang membuat Hiu hwi mengangguk-angguk seraya tersenyum geli.
                 “Kau kenapa tertawa huh? Kau mau selingkuh dengannya?”
                 “Aniyo... bukankah kau tau aku begitu mencintai Cho Kyuhyun heh?” kecup Hiu hwi singkat membuat darah emosi Kyu mulai menurun drastis.
                 “Tapi Oppa, apa maksud SMS dari Eunhyuk Oppa ini padamu?” lanjut Hiu hwi polos seraya menunjukan layar ponsel Kyu yang tadi secara cepat ia ambil saat namja itu lengah. Kyuhyun mendadak pucat seketika! Sebenarnya akhir-akhir ini Kyu sibuk saling mengirimi pesan dengan Eunhyuk tentang cara bagaimana melakukan bulan madu yang romantis.
                 “Itu tentang cara pembuatan nasi.” Sahut Kyu asal membuat Hiu hwi menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.



===

@Namdaemun, Seoul –South Korea-



                 Cerahnya hari ini, benar-benar mendukung segerombolan orang-orang ini untuk pergi berbelanja pernak-pernik unik disela kesibukan mereka. Tampak sesekali mereka tertawa dan tersenyum lepas dari biasanya. Tempat ini begitu nyaman dengan segala bentuk barang-barang yang terjual murah dan begitu bersahabat. Yah, mereka seolah tak perlu memakai topeng untuk keluar ditempat ramai selagi ada beberapa Bodyguard yang menjaga.
                 “Kyuhyun Oppa, otthe? Apa aku terlihat sexi jika memakai ini heh?” tanya Hiu hwi seraya memperlihatkan baju tidur tanpa lengan dan begitu pendek berwarna biru muda itu dihadapan Kyu. Kyu meneguk liurnya dan mengindahkan pandangannya ketempat lain, membuat Eunhyuk dan member Suju lainnya terkikik pelan.
                 “Hiu hwi Eonni... kita pergi ke tempat pernak-pernik pita itu sebentar, ne?” Tarik Hyo rin merajuk membuat Hiu hwi mau tak mau mengangguk dan melepaskan gandengannya dari Kyuhyun.
                 “Oppa, aku pergi kesana sebentar ya.” Kyuhyun mengangguk dan tak lupa berbisik sesuatu ditelinga Hiu hwi sekilas.
                 “Setelah ini kita cepat pulang ya. Bukankah malam ini kau berjanji akan membantuku membuatkan Kyu kecil oh?” Hiu hwi mengangguk dan terkikik pelan mendengarnya. Wajah Kyu memerah seketika, ia tau betul walau sampai sekarang Kyu tak pernah mengatakan jika ia mencintainya. Namun bagi Hiu hwi ini sudah terlalu cukup.

                 “Eonni-ya... lihatlah itu—mainan gantungan ponsel ini begitu romantis. Apa kau tak ingin membelinya sebagai tanda ‘Couple’ kalian heh?” ucapan Hyo rin saat ini membuat Hiu hwi tersentak jikalau selama ini mereka tak punya barang yang berpasangan kecuali cincin pernikahan.
                 “Ah, ne. Aku akan membelinya.” Balas Hiu hwi semuringah.
                 “Bagus! Ah ya... Hiu hwi Eonni, kau tunggu sebentar disini ya. Aku melihat kedalamnya dulu, hanya sebentar.” Ucap Hyo rin manja membuat Hiu hwi mengangguk dan tampak kembali sibuk dengan pilihan gantungan Couple itu.
                 “Yang ini atau yang—”
                 “Dia akan mati.” Ucap seseorang seketika membuat darah Hiu hwi sentak berdesir hebat tak karuan. Suara ini—suara seseorang yang seolah pernah Hiu hwi dengar.
                 “Ah—ahjumma?” Hiu hwi mendongak. Dapat dengan jelas terlihat rasa terkejut nan tak percaya itu kini mulai menghantuinya.
                 “Dia akan mati, nak.”
                 “Aniya... kenapa Ahjumma bisa ada disini?” Hiu hwi memundurkan langkahnya kebelakang dengan gemetar. TIDAK! Padahal akhir-akhir ini Hiu hwi mati-matian untuk melupakan dan tak mengingat kalimat mengerikan itu lagi. Ia sudah cukup bahagia sekarang, ia sudah cukup menikmati hidupnya bersama Kyuhyun.
                 “Hari itu... hari itu akan terjadi dengan cepat.” Ucap Ahjumma itu lagi seraya menunjukan ekspresinya yang sama seperti disaat Hiu hwi menemuinya untuk meminta ramalan itu. Sebuah ekspresi tersenyum dengan belaian air matanya yang begitu miris. Sungguh, Hiu hwi membenci hal itu!
                 “Aniya... kau berbohong! Kau berbohong!” Umpat Hiu hwi histeris. Sekalipun ia berkata tak percaya seperti itu, tapi jauh dalam lubuk hatinya Hiu hwi tetap merasakan ketakutan.
                 “Hari ini awan begitu kelam dari biasanya. Ia diam terpuruk disisi langit yang menghipnotis gerakannya. Perlahan-lahan ia akan membisikanmu akan misteri itu secara nyata, membisikanmu akhir dari segala akhir.”
                 “Aniya!” Pekik Hiu hwi yang tanpa sadar menitikan air matanya hangat. Entahlah, semakin ia menyangkal semua ucapan Ahjumma itu, semakin ia percaya dan ketakutan. Ada apa ini? Kenapa Hiu hwi harus kembali berada dalam kondisi batin yang seolah menghimpitnya? Ahjumma itu seolah berusaha menggapai tangannya untuk kembali mengucapkan kalimat per kalimatnya pada Hiu hwi. Seakan-akan ia ingin memberitahukan sesuatu lagi.



-          “Disaat aku bertemu denganmu, itu adalah saat terbahagiaku.
Dan disaat aku berpisah denganmu, itu adalah saat menyakitkan untukku.”  -


                 “Hiu hwi Eonni apa topi ini bagus untuk—” perkataan Hyo rin sentak tercekat tatkala kini ia melihat Hiu hwi tengah terduduk disisi jalan seraya menangis dan sesekali berucap kecil yang tak jelas.
                 “Eonni...” gumam Hyo rin yang kontan saja berlari dan menghampiri Hiu hwi yang telah memucat.
                 “Hyo rin-ah...”
                 “Eonni... YA! Wae geurae?” tanya Hyo rin panik seraya membantu tubuh Hiu hwi berdiri. Nampak jelas diwajah Hiu hwi, jika saat ini ia benar-benar begitu takut.
                 “Ahjumma itu—ahjumma itu—”
                 “Ahjumma? Nuguya?” Hyo rin nampak tercenang seraya menatap sekeliling mereka sekilas.
                 “Ahjumma itu mengatakan semua lanjutan ramalan itu kemarin Hyo rin-ah...”
                 “Mwo? Ramalan?”
                 “Nde. Itu dia—dia mengatakan padaku jika—”
                 “Jika? YA! Eonni... kau bertemu dengan Ahjumma itu lagi? Mana? Mana dia? Apa yang dia katakan padamu heh?”
                 “Kyuhyun Oppa... Kyuhyun Oppa,” gumam Hiu hwi seolah sentak tersadar dan berdiri dengan tatapan yang benar-benar kosong; seperti linglung. Wajahnya yang putih itu tampak pucat dengan seruan kepanikan yang benar-benar tergores dari setiap lekuknya.
                 “Kyuhyun Oppa!” Gumaman itu semakin lama semakin terdengar seperti sebuah teriakan histeris. Tanpa perlu membuang waktu lagi, Hiu hwi sontak berlari dan menembus apapun yang ada dihadapannya. Ia seolah terlihat takut akan sesuatu hal!
                 “Hiu hwi Eonni.” Pekik Hyo rin sembari ikut berlari mengejar Hiu hwi yang seolah seperti kerasukan itu. Entah ada apa, hingga Hiu hwi benar-benar tak dapat mengontrol apapun lagi sekarang. Diotaknya hanyalah ada nama Kyuhyun... Kyuhyun dan Cho Kyuhyun.
                 ‘TIDAK! Aku tak akan membiarkan apapun merebutnya dariku. Tidak untuk alam dan semua seisi jagat raya ini,’
                 Hiu hwi berlari kencang seraya menangis tanpa perduli pada orang-orang yang ia tabrak. Dunia ini seperti hanya miliknya sendiri.
                 ‘Tak akan aku biarkan semua ini terjadi! Tuhan... bisakah kau memberiku jawaban atas semua rasa takut ini? Bisakah kau memberiku waktu sejenak untuk bahagia? Bahagia karna menyadari jika Kyuhyun Oppa sudah menjadi milikku sekarang. Kumohon, izinkan waktu berhenti disini,’
                 Hiu hwi tampak sesekali menengadah kearah langit dalam lariannya itu. Kelam! Bahkan alam pun seolah semakin mengompori kalimat-kalimat peramal itu dengan benar.
                 ‘Aku mencintainya Tuhan... aku mencintainya,’

#BRUUKKKK

                 Tubuh Hiu hwi sentak terpental kebelakang tatkala kini ia tanpa sengaja menabrak seseorang yang cukup menyentakkan alam sadarnya. Sungguh, untuk sekarang ini ia sama sekali tak perduli akan tatapan aneh semua orang yang mengarah padanya.
                 “Hiu hwi-ya, gwanchana?” tanya Shindong cepat seraya memapah tubuh Hiu hwi yang berdiri tak tegap. Hiu hwi sedikit mendongak, tampak ia melihat jelas beberapa member Suju yang lain menghampiri tempatnya perlahan-lahan, termasuk Hyo rin yang kini sibuk mengatur nafasnya akibat berlari. Semuanya lengkap! Leeteuk, Hankyung, heechul, Siwon, Yesung dan lainnya. Semua lengkap! Tapi...
                 “Oppa... dimana Oppa?” tanya Hiu hwi bergetar hebat.
                 “Nugu? Apa maksudmu Kyuhyun heh?” Eunhyuk mendekat dan menatap Hiu hwi dengan bingung. Seperti ada yang aneh akan tatapan yeoja ini dari sebelumnya.
                 “Nde. Kyuhyun Oppa... dimana Kyuhyun Oppa? Kyuhyun Oppa!”
                 “Hiu hwi-ya tenangkan dirimu sebentar. Sebenarnya ada apa? Kyuhyun tadi pamit padaku untuk pergi ke Toko bunga yang disebrang  sana, mungkin dia ingin membelikanmu bung—”
                 “MWO?” kedua mata Hiu hwi sentak terbelalak kaget! Dengan sekali hentakan kecil, yeoja itu pun tampak kembali berlari, membuat semua bingung, hingga mau tak mau pun mereka semua juga ikut mengejar Hiu hwi yang tampak panik akan sesuatu hal.
                 ‘Tidak! Kumohon, jangan menghukumku dengan hal ini Tuhan,’
                 Hiu hwi terlihat memencet nomor melalui ponselnya seraya berlari hendak menyusul Kyu. Sungguh, tangannya begitu gemetar ketika melakukan itu.
                 ‘Beri aku sedikit lebih lama lagi untuk bahagia. Aku mencintainya, aku sangat mencintainya...’
                 Suara tanda masuk itu pun terdengar. Namun sayang, sepertinya tak ada tanda-tanda orang yang akan menjawab panggilan itu. Hiu hwi panik! Tampak ia sesekali mengumpat kecil tak karuan.
                 ‘Kumohon angkatlah Oppa, aku ingin mendengar suaramu sekali saja,’

                 Ditempat lain, tampak kini Kyuhyun tengah menutup kedua matanya seraya mencium aroma bunga Lily putih kesukaan Hiu hwi. Kyu sadar, jika selama ini ia tak pernah sekalipun memanjakan dan memperhatikan yeoja itu seperti sosok suami pada umumnya. Kyu tersentak saat ia merasakan ponselnya bergetar petanda ada panggilan masuk yang memanggilnya.
                 “Hiu hwi?” dahi Kyu mengernyit bingung. Dengan senyum jahil ia pun kembali memasukan ponselnya itu tanpa berniat mengangkatnya.
                 ‘Dasar gadis bodoh! Belum apa-apa, dia sudah merindukanku,’ gumam Kyu tertawa kecil.
                 “Ahjusshi, aku beli 50 buket bunga Lily putih ini dan tolong nanti antarkan ke alamat ini.” Ucap Kyu tersenyum sembari menyodorkan secarik kertas dan sebuah kartu ATM miliknya.
                 ‘Hiu hwi-ya... akan kubuat kau tak pernah lupa akan malam ini. Selama ini aku selalu dingin dan tak pernah mengucapkan kata cinta padamu, tapi asal kau tau sebenarnya itulah caraku mencintaimu. Sungguh, aku ingin Kyu kecil malam ini.’
                 Kyu lagi-lagi tersenyum. Entahlah, mengapa sejak tadi ia tak berhenti tersenyum. Seakan jauh terbalik dengan Hiu hwi yang kini tengah gencar berlari untuk menghampirinya. CEMAS! Satu kata itu saja, bahkan belum bisa menggambarkan keseluruhan apa yang kini Hiu hwi rasakan saat ini. Ia benar-benar takut apa yang akan terjadi nantinya.
                 ‘Jika Tuhan mengizinkan... bisakah semua ini berhenti dan berbalik padaku? Jika memang harus ada yang pergi diantara kami. Tolong, berikan satu per satu nyawaku untuk memperbanyak nyawanya, berikan satu per satu hembusan nafasku untuk memperbanyak nafas yang ia butuhkan. Aku mencintainya... aku benar-benar tak bisa kehilangannya, aku tak bisa hidup tanpanya, tapi aku yakin Tuhan... Kyuhyun Oppa bisa hidup tanpaku. Aku yakin, ia masih bisa hidup bahagia tanpaku. Jadi, kumohon... biarkan aku saja yang menggantikannya.’
                 Langkah Hiu hwi sentak terhenti dipinggiran jalan, saat seketika ia melihat Kyuhyun tengah keluar dari sebuah toko seraya tersenyum dengan membawa sebuket buang Lily putih ditangannya.
                 ‘Kyuhyun Oppa.’
                 Hiu hwi lagi-lagi menitikan air matanya entah untuk yang keberapa kali saat ia masih bisa melihat Kyu dari arah jauh diseberang sana. Entahlah... bahkan kedua jalan raya ini seolah tampak lebih lebar dimata Hiu hwi sekarang.
                 “Eonni...” desah Hyo rin saat seketika Hiu hwi kini tengah seolah berjalan hendak menyebrang dan menghampiri Kyu. Masih terngiang amat jelas ditelinga Hiu hwi tentang lanjutan ramalan yang tadi sempat ia dengar dari peramal itu.
                 ‘Kyuhyun Oppa,’
                 Hiu hwi berjalan perlahan-lahan seolah sudah tak sabar lagi hendak menghampiri Kyu. Ia ingin memeluk Kyu! Nampak namja yang tengah diperhatikan itu pun menoleh dan menatap kearah Hiu hwi dengan berkerut dahi. Kyu melambai! Dapat dengan jelas dipenglihatan Hiu hwi saat ini jika Kyu tengah berusaha melambai kearahnya dengan senyuman. Walau sedikit agak bingung, Kyu seolah sadar jika Hiu hwi tengah menangis dan layaknya orang ling lung diseberang sana, hingga seketika ia memutuskan untuk menghampiri Hiu hwi dengan guratan kuatir.
                 “Aniya... Oppa!” Hiu hwi mendadak sadar tentang apa yang dilakukan Kyu saat ini. Kyu ingin menyebrang dan menghampirinya, itu benar-benar membuat Hiu hwi panik bukan main.
                 “Oppa...” Hiu hwi semakin cepat melangkah untuk berlari menyebrang, membuat beberapa member Suju juga ikutan panik. Apalagi, sekarang beberapa mobil-mobil seakan menembus rambu-rambu lalu lintas secara tak beraturan.
                 “Hiu hwi-ya... apa yang kau lakukan?” pekik Leeteuk ingin mencegah. Namun sayang, Hiu hwi telah berada di tengah-tengah jalan. Ia semakin tampak kalang kabut tatkala Kyu juga seolah menyebrang jalan untuk menghampirinya.
                 “Hiu hwi... YA! Berhenti disana.” Pekik Kyu berusaha menatap mobil-mobil yang tampak semakin cepat diantara mereka. Hiu hwi tak perduli, ia seolah tak perduli akan mobil-mobil itu. Yah, sebentar lagi! Sebentar lagi mereka hampir bertemu ditengah kedua jalan itu.
                 ‘Kyuhyun Oppa,’
                 “Hiu hwi berhenti disana!”
                 ‘Jangan pergi dariku Oppa,’
                 “AWAS...!” Pekik Kyu panik saat menatap dua mobil dari arah berlawanan seolah tengah berjalan kearah Hiu hwi tanpa mengindakan kecepatan mereka.
                 “EONNI...!” Hyo rin sentak hendak berlari menghampiri Hiu hwi. Namun sayang, Eunhyuk telah lebih dulu memeluk bermaksud untuk mencegah Hyo rin. Keadaan tampak sangat miris sekarang, sampai tiba-tiba saja...
                 “Aku... mencintaimu Oppa,’

#BRAKKK!

                 Hantaman keras itu pun terdengar nyaris memekakan telinga beberapa orang yang menatapi kejadian ini dengan jelas. Sesosok tubuh lemah itu pun terpental dan terseret cukup jauh dari arah ia tertabrak, terbukti dari seretan darahnya yang juga ikut memberi bekas diatas aspal itu. Semua terdiam dan menutup mulut tak percaya. Tubuh itu, kini tergolek lemah bersimbah darah! Eunhyuk yang tadi memeluk dan seolah ingin menenangkan Hyo rin, kini malah terlepas dengan ambigu kosong pada kedua matanya.
                  “Tidak mungkin... KYUHYUN-AH...!” Teriak Eunhyuk dengan cepat berlari bersama para member-meber Suju yang lain. Bersiap menatapi sosok tubuh itu kini tengah terdampar dengan nafas tak beratur ditengah jalan itu.
                  “Hiu hwi Eonni,” pekik Hyo rin yang juga tak kalah kencang seraya berlari menghampiri Hiu hwi yang hanya terpental dan tergores kecil. Yah, memang sebenarnya tadi saat Hiu hwi hendak tertabrak sebuah mobil, ada seorang lelaki tua yang dengan cepat menarik dan memeluk tubuhnya hingga ia tak tertabrak sama sekali. Namun Kyuhyun? Akibat kepanikannya yang terlalu tinggi saat melihat Hiu hwi hendak tertabrak, Kyu bahkan tak melihat dan memperhatikan lagi sebuah mobil truk yang malah hendak menerjang tubuhnya dari arah samping kanannya itu dengan cepat.
                  “Kyuhyun Oppa!” Hiu hwi yang tak apa-apa itu pun sentak berdiri dan menghampiri tubuh Kyu yang masih tergeletak diam disana. Sejujurnya Hiu hwi merasakan lututnya begitu lemas saat menatap percikan darah Kyu yang seolah ikut terseret bersama tubuhnya itu.
                  “Oppa... Oppa...!” Hiu hwi dengan cepat mengangkat kepala Kyu kedalam pangkuannya. Ini benar-benar mengerikan! Disaat ia dapat melihat simbahan darah yang mengalir dari tubuh dan kepala Kyu terus menerus tanpa henti. SAKIT! Siapa yang tahan melihat orang yang dicintai menderita seperti ini? Kedua mata Kyu masih terbuka, bahkan nafasnya pun masih begitu terasa, tapi Kyu benar-benar tak bisa lagi mengucapkan satu kata pun.
                  “Kumohon... siapa saja! Tolong aku... panggil Ambulans, cepat! Panggil siapa saja yang dapat menolong Kyuhyun-ku.” Pekik Hiu hwi histeris.
                  “Kyuhyun-ah,” gumam Donghae bergetar hebat.
                  “Hyung...” desah Yesung saat kini ia melihat tubuh Leeteuk bergetar hebat dengan wajah yang memucat. Kini, namja tampan itu tengah memperhatikan kedua tangannya yang dipenuhi darah Kyuhyun. Sungguh, Kyu sangat tak berdaya! Sampai sekatika—

#BRUUKKKK!

                  Hiu hwi sentak pingsan! Yeoja itu seolah tak tahan lagi melihat keadaan Kyu yang benar-benar membuatnya menderita. Sebenarnya bukan hanya Hiu hwi saja yang pingsan, tapi Leeteuk dan juga Sungmin sekarang.


@Seoul Hospital, -South Korea-



                   Tampak beberapa orang ini hanya berdiam diri seraya berkutat dengan pikirannya masing-masing. Sebenarnya banyak kata yang ingin mereka katakan untuk menenangkan sesama, tapi sepertinya itu percuma.
                   “Ini semua salahku! Ini salahku!” Umpat Hiu hwi entah untuk yang keberapa kalinya. Hyo rin menghela nafas, ia sudah kehabisan kata-kata lagi sekarang.
                   “Ahjumma itu benar, ini semua terjadi karna kebodohanku.”
                   “Eonni-ya...”
                   “Saat itu, dia mengatakan padaku akan sesuatu hal Hyo rin-ah,”

-FlashBack-

                   “Tapi semua apa yang pernah kukatakan padamu diawal kau menemuiku... semua itu bisa berubah jika kau berhasil membuatnya menyukaimu. Ramalanku ini hanyalah sebuah gambaran tentang apa yang kulihat didirimu dan juga namja-mu itu. Kau memang sudah berhasil mematahkan semuanya, tapi tidak bisa menghindari musibah yang memang telah tertulis.”
                   “Mwo? Apa maksud Ahjumma?”
                   “Kau telah mendapatkannya! Kau telah berhasil membuatnya berubah, tapi ketahuilah sekarang... jika ia akan kembali mendapat masalah karna ulahmu sendiri. Semua isi jagat raya ini bukan milikmu, termasuk namja itu. Semua apa yang tercipta, akan musnah. Tapi... manusia masih dapat mengubah takdirnya seperti apa yang kau lakukan, walau hanya atas izin Tuhan. Sekarang, bukan tugasmu lagi untuk mengubah itu, tapi tugas namja-mu itu. Hanya dia dan Tuhan yang tau, betapa besar rasanya ingin kembali bersamamu.”

-End FlashBack-


                   “Ramalan Ahjumma itu tak sepenuhnya benar Eonni, buktinya Kyu Oppa tidak menderita ketika menikah denganmu, tapi ia terlihat begitu bahagia. Hidup-mati, bahkan musibah yang seperti ini pun bukan karna kesalahan orang lain atau pun ramalan dari orang pintar. Ini semua karna Tuhan menyayangimu dan Kyuhyun Oppa. Ahjumma itu mengatakan dari awal, jika Kyuhyun Oppa akan mati, tapi aku yakin Kyuhyun Oppa akan menepati janjinya dulu padamu. Ia akan berusaha untuk tetap hidup, dan menjagamu Eonni.” Hiu hwi tertunduk singkat seraya mengangguk dan menyandarkan kepalanya ke sisi Hyo rin. Kedua matanya benar-benar telah terlihat bengkak!
                   ‘Yah, aku harus percaya dengan apa yang pernah Kyu Oppa janjikan waktu itu padaku. Jika ia akan membuktikan, jika semua ramalan itu salah!’
                   Baru saja, Hiu hwi hendak memejamkan matanya akibat lelah, suara pintu ruang operasi itu pun terbuka, memperlihatkan sesosok Dokter beribawa dengan kaca matanya yang tipis.
                   “Bagaimana Dok?” tanya Heechul antusias.
                   “Hummm... sebelumnya aku minta maaf kepada kalian semua. Kami sudah berusaha semampu kami untuk menyembuhkannya seperti semula, tapi—”
                   “Tapi apa Dok?” timpal Hiu hwi sentak berjalan makin dekat dengan Dokter itu.
                   “Saat ini... Tuan Cho Kyuhyun mengalami Koma. Keadaannya cukup serius, ada beberapa ruas tulang dan gumpalan darahnya yang pecah. Sekarang, kita hanya perlu menanti sebuah keajaiban untuk kesadarannya.”
                   “MWO?” Ucap Hiu hwi lemas. Ia pun tampak terduduk dilantai, sampai akhirnya semua kembali menjadi gelap!
                   “Hiu hwi-ya...” hanya panggilan kecil dari Yesung lah, yang terdengar untuk terakhir kalinya sebelum Hiu hwi benar-benar kembali pingsan.


-          “Bahkan disaat kau menghilang,
Aku seolah ikut menghilang.
Seolah hidup, tapi mati,”  -



@3 Bulan kemudian_

Seoul Hospital, South Korea



                   Sepertinya hari ini, tak ada yang berbeda dari hari beberapa bulan yang lalu. Musim masih tampak sama dan seolah tak bersahabat. Kamar ini... bahkan kamar ini pun masih tetap sunyi dan senyap, hanya riaknya suara dentingan alat-alat medis disekitarnya lah yang menemani.
                    “Kyuhyun Oppa, lihatlah. Hari ini aku memakai baju dan sweater kesukaanmu. Ah... begitu hangat dan nyaman. YA! Kau tak ingin bangun huh? Sudah 3 bulan kau tertidur Oppa, apa kau memang lelah heh?” ucap Hiu hwi seraya menggenggam tangan Kyu dan memandangi wajah namja itu yang terbalut banyak alat pernafasan lainnya. Sebenarnya, Dokter sudah menyarankan untuk mencabut semua itu dan menyudahi penderitaan Kyu ini, tapi semuanya seolah tak tega pada Hiu hwi. Semua orang bahkan tau betul jika itu dilakukan, sama saja mereka juga membunuh Hiu hwi.
                    “Oppa... apakah aku benar? Apakah aku memang sudah seharusnya melepaskanmu? Apa kau benar-benar lelah dengan semua alat yang membantumu bernafas ini? Oppa, bisakah kau jawab aku sekarang? Setidaknya kau harus memberiku tanda untuk tidak melakukannya. Bagaimana denganku Oppa? Kau jahat sekali, membiarkanku janda diusiaku yang masih muda seperti ini. Mana janjimu? Mana janjimu untuk membuktikan semuanya padaku? Kau bahkan belum menepati janji makan malam saat itu. Kau jahat Oppa... kenapa kau terus menyiksaku seperti ini?” Hiu hwi menghela nafas. Tak terasa ia kembali menangis!
                    “Apa kau tak bosan melihatku menangis karna ulahmu heh? Apa kau memang ingin menyalahkanku akan semua ini? Oppa... bahkan kau belum sempat memberikan semua bakatmu itu pada orang lain, pada Kyu kecil kita! Kau belum sempat memanjakanku dan mengatakan jika kau mencintaiku! Apa kau mau, jika nantinya aku hamil anak orang lain huh?  Min Woo Oppa? Otthe?” Hiu hwi mengangkat tangan Kyu dan seolah mengusap air matanya menggunakan tangan Kyu. Ia ingin, hanyalah Kyu lah yang menghapus dan membasuhnya.
                    “Aku lelah Oppa, bahkan kau  seolah tak menyadari keadaanku disini. Apa benar aku harus menghentikan semua ini dan setelah itu aku bunuh diri heh? Apa itu maumu? Oppa... aku mencintaimu... aku sangat mencintaimu.” Hiu hwi merundukan kepalanya seraya menciumi tangan Kyu yang tampak kaku. Terlihat jelas memang, goresan lelah dari wajah Hiu hwi saat ini, bahkan ia tampak sangat kurus dari beberapa bulan yang lalu. Tengkorak dan mayat hidup? Mungkin itu cocok untuk menggambarkan semua kondisinya sekarang. Kyuhyun, benar-benar memberi efek luar biasa pada hidup seorang Cho Hiu hwi!”
                    ‘Oppa...’
                    Gumam Hiu hwi untuk yang terakhir kalinya sebelum ia benar-benar  ingin memejamkan matanya disisi Kyu. Bahkan sampai-sampai, yeoja ini tak terlalu menyadari jika tangan dan jari jemari kaki Kyu mulai bergerak!
                    “Hhhhh... hhhhh...” mata Hiu hwi sentak kembali terbelalak kaget tatkala ia mendengar desahan pelan itu terdengar diruangan ini.
                    “Kyu-kyuhyun Oppa?” ucap Hiu hwi bergetar seraya menatapi mata Kyu yang mulai perlahan-lahan hendak berusaha terbuka.
                    “OPPA! Kyuhyun Oppa...!” Tampak jelas kini Hiu hwi tersenyum dengan menggenggam tangan Kyu yang seolah mulai cepat bergerak. KYUHYUN SADAR! Itulah yang kini ingin Hiu hwi teriakan saat ini. Sungguh, awan-awan diatas sana kini mulai bergerak dan seolah berganti dengan warna yang lebih cerah.


-          “Cinta itu... benar-benar obat yang paling mujarab! Dicintai membuat hidup begitu spesial, dan mencintai membuat hidup mengajarkan satu hal.”   -


-THE END-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar