Kamis, 27 November 2014

Bloody Kiss (Chapter.3)

Title             : Bloody Kiss
Author         : NtaKyung
Casts           : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Kim Kibum, Shim Miyoung and OC
Length        : Series [On Writing]
Genre          : AU(Alternate Universe), Fantasy, Humor, Romance, Unrated
Rating          : NC-21
Disclaimer   : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!
Poster Art    : By NtaKyung aka Saya sendiri!
Summary      : Shim Miyoung, Seorang gadis berusia 18 tahun yang hidup sebatang kara. Dia bekerja siang dan malam demi melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya yang sekarang ntah di mana keberadaannya. Hingga suatu hari, Para penagih hutang datang tapi ia tidak memiliki uang untuk membayarnya. Para penagih hutang pun memaksa dirinya agar ikut dengan mereka dan menjadikannya sebagai gadis malam!! Mengetahui hal itu, Miyoung pun memberontak dan berencana untuk kabur, Tapi tiba-tiba saja seorang pria tampan muncul dan berkata akan memberikan mereka uang, Asal mereka mau melepaskan Miyoung.
Merasa tak mengenal pria ini, Miyoung akhirnya menanyakan kenapa ia menolangnya? Namun ia hanya tersenyum padanya lalu berkata, “Kau adalah pengantinku! Dan kita akan kembali bertemu saat waktunya tiba!” Kemudian dia pun menciumnya dan pergi begitu saja. Miyoung hanya membatu di tempatnya sambil berfikir, “Siapa dia sebenarnya?!”
-Bloody Kiss-
Miyoung turun dari anak tangga dengan sedikit ragu, Di lihatnya sudah ada Eunhyuk, Sungmin dan Donghae yang sudah berkumpul di meja makan. Ia menelan ludahnya dengan susah payah begitu mengingat wujud asli dari ketiga makhluk berparas tampan itu.
Greb!
Seseorang mencengkram pundaknya dengan tiba-tiba dan sontak saja membuatnya langsung berbalik ke belakang. Dan betapa terkejutnya ia saat melihat sesosok makhluk berwajah buruk rupa seperti terbentuk dari tanah kering yang hampir membusuk, Serta bagian tulang tengkorak pada wajahnya pun nyaris terlihat setengahnya.
“AAAAAAAA!!!” Miyoung berteriak histeris.
Donghae dan Eunhyuk yang mendengar teriakan Miyoung langsung saja bergegas mendekatinya. Dan dengan gerakan yang cepat Donghae kini sudah ada di hadapannya, Miyoung yang melihat Donghae ada di hadapannya reflex langsung memeluknya.
“Miyoung-ah, Tenanglah…” Donghae mengusap perlahan punggungnya. “Apa yang membuatmu terkejut sampai kau berteriak seperti itu, Hm?”
“Itu… Itu!! Ada makhluk aneh!! Itu!!” Miyoung menunjuk pada makhluk yang masih berdiri di belakang Donghae dengan wajahnya yang tetap bersembunyi di balik pelukan Donghae.
Eunhyuk lantas menatap pada sosok itu dan ia pun menghela nafas lega karena sadar dengan siapa yang di maksud Miyoung. “Miyoung-ah, Dia adalah Djinn… Apa yang harus kau takutkan dari seorang penyihir gurun pasir sepertinya… Lagipula kau juga sudah mengenalnya…” Jelas Eunhyuk kemudian.
“Apa?! Kau gila!! Aku tidak mungkin mengenal makhluk menyeramkan seperti itu!!” Miyoung berteriak keras masih tetap berada di dalam pelukan Donghae.
Donghae ikut berbalik juga dan ia terkekeh kecil saat melihat makhluk yang di sebut Djinn itu tengah mendengus kesal akibat melihat kehisterisan Miyoung itu. “Ya… Youngie-ya. Dia Kibum… Apakah kau tidak ingat?” Ujar Donghae santai.
“Eh?” Miyoung mendongakkan wajahnya menatap Donghae bingung.
“Lihat saja…” Donghae menggedikkan kepalanya.
Dengan perlahan namun pasti, Akhirnya Miyoung pun sedikit mengintip dari balik tubuhnya untuk melihat makhluk itu. Dan benar saja, Makhluk itu seketika juga berubah menjadi sesosok Kim Kibum.
“Kibum-ssi?!” Kaget Miyoung sambil menunjuk padanya.
“Yah, Ini aku.. Maaf, Jika mengejutkanmu. Tadi aku hanya ingin menyapamu saja…” Ujar Kibum.
“Lihat, Dia tidak menyeramkan lagi kan?” Ujar Donghae sembari tersenyum pada Miyoung.
Miyoung mengangguk singkat, Dan sedetik setelah itu pun ia tersadar jika dirinya kini tengah berada dalam pelukan Donghae.
“Err… Donghae-ssi, Bisa kau lepaskan pelukanmu ini? Aku sudah tidak apa-apa…” Pintanya.
“Aku tidak mau…” Donghae menggeleng manja dan justru mempererat pelukannya. “Bukankah kau yang memelukku tadi?”
“Ah yah… Memang… Tapi…”
“Pokoknya aku ingin memelukmu terus…” Ujar Donghae dengan nada manja.
Kibum yang melihat hal itu langsung memutar kedua bola matanya, Malas. “Lebih baik aku pergi saja dari tempat memuakkan ini. Melihat ulahnya membuatku mual!” Keluh Kibum dan ia pun langsung pergi ke ruang makan kemudian duduk di samping Sungmin.
Sedangkan Eunhyuk yang sebal karena melihat ulah adiknya itu, Langsung saja memukul kepala Donghae dengan cukup keras hingga membuat Donghae meringis kesakitan dan segera menoleh padanya. “Ya, Lee Hyukjae!” Kesal Donghae dan reflex melepaskan pelukannya.
“Wae? Kau berani membentakku lagi, Huh?! Dasar adik kurang ajar!!” Dengan tangan kanannya Eunhyuk langsung memiting leher Donghae sambil memberikan pukulan lagi pada kepalanya.
“AHK! YA!! LEPASKAN AKU!!” Teriak Donghae.
“Tidak akan!” Jawab Eunhyuk sambil terus melakukan hal yang sama.
Miyoung yang melihat kejadian itu, Hanya dapat terpaku tanpa mengatakan apapun. Dan ntah sejak kapan, Sungmin telah berada di sampingnya kemudian menarik tangannya perlahan. Menuntun gadis itu untuk pergi ke meja makan.
Dan langkah Miyoung tertahan saat ia melihat para makhluk mengerikan tengah berkumpul di meja makan. Seketika itu juga jantungnya berdetak sangat cepat, Ia benar-benar takut hanya untuk sekedar melihat mereka dari belakang, Lalu bagaimana jika mereka ada di hadapannya?
“Err… S-S-Sungmin-ssi… Aku akan menunggu Donghae saja…” Ia segera menahan langkahnya agar Sungmin tidak mengajaknya untuk ikut berkumpul di meja makan.
Sungmin menoleh padanya, “Waeyo? Ahh… Apa hanya karena Donghae adalah calon suamimu maka kau hanya ingin makan bersamanya?” Godanya.
“M-mwo? A-anniya… Keundae…” Miyoung menggantungkan ucapannya dan melirik sekilas pada para makhluk yang kini masih berkumpul di meja makan itu.
Sungmin mengikuti arah mata Miyoung dan ia terkekeh kecil saat menyadari jika Miyoung takut pada mereka semua. “Sudahlah, Kau tenang saja… Mereka tidak menyeramkan seperti yang kau pikirkan… Percayalah…”
“Tapi Sungmin-ssi… Aku sungguh…”
“Ah, Sudahlah! Kajja!” Sungmin menarik tangan Miyoung lagi, Dan ntah kenapa Miyoung merasa tak mampu menolaknya, Seakan ucapan Sungmin merupakan suatu mantra yang membuat tubuh Miyoung berada di bawah kendalinya. Dan pada akhirnya ia pun mengikuti langkah Sungmin.
Sungmin dan Miyoung ikut berkumpul di ruang makan, Gadis itu sedikit meringis sambil menutup kedua matanya saat melihat betapa menyeramkannya para makhluk yang ada di hadapannya itu.
Bayangkan saja! Troll Dwarf, ELF, Vampire, Werewolf dan Djinn kini tengah berada di hadapannya dan seperti bersiap untuk melahap dirinya kapan saja mereka mau.
Sungmin yang melihat Miyoung menutup kedua matanya jelas membuatnya terkekeh kecil dan langsung menoleh pada para makhluk tersebut.
“Ya… Jika kalian tidak ingin seorang Lee Donghae mengamuk karena kalian membuat calon pengantinnya ketakutan, Kalian harus merubah wujud kalian sekarang…” Suruh Sungmin.
Dan benar saja, Hanya dalam hitungan detik para makhluk itu telah berubah menjadi para lelaki tampan dan nampak begitu sempurna sebagai seorang manusia.
“Hey, Miyoung-ah. Buka kedua matamu… Mereka tidak menyeramkan lagi…” Sungmin menepuk pundak Miyoung dan ntah reflex atau apa, Tapi Miyoung memang langsung membuka kedua matanya dan begitu terkejut saat mendapati para makhluk itu telah menjadi sesosok manusia pada umumnya.
“Akan aku perkenalkan mereka satu persatu padamu, Youngie-ya…” Ujar Donghae yang ntah sejak kapan telah berada di sampingnya dan langsung merangkul pinggulnya dari samping.
“Omo! Ya, Lepaskan aku!” Kesal Miyoung sekaligus kaget.
Donghae tidak menggubris dan justru semakin merangkul Miyoung, Membuat mereka yang ada di sana langsung memutar bola matanya sambil berdecak sebal karena melihat tingkahnya. Tak terkecuali Eunhyuk yang mengumpat dalam hatinya.
“Baiklah, Karena kau akan tinggal di tempat ini mulai saat ini. Maka, Kau harus mengenal mereka semua…” Riang Donghae. “Nah, Lelaki yang di ujung sana… Jika dalam sosok monster, Dia akan berubah menjadi sesosok Troll Dwarf… Dan dia bernama Shindong…” Ujar Donghae seraya menunjuk seorang lelaki bertubuh tambun itu.
Miyoung menoleh sejenak padanya dan Shindong hanya mengangguk singkat padanya tanpa sedikitpun tersenyum padanya.
“Lalu… Seperti yang kau ketahui, Kim Ryeowook adalah seorang ELF. Dia pasti akan cepat akrab denganmu. Iya kan, Wookie-ya?”
“Tentu saja!” Jawab Ryeowook ramah seraya tersenyum tipis pada Miyoung.
Sedangkan Miyoung hanya membalas senyumannya itu dengan enggan, Masih merasa takut jika mengingat lelaki yang terlihat imut ini ternyata bukanlah manusia seperti yang di pikirkannya.
“Dan lelaki berkulit putih itu namanya Cho Kyuhyun… Kau harus berhati-hati padanya, Youngie-ya. Karena dia adalah seorang Vampire…” Donghae mengucapkannya dengan setengah berbisik di akhir perkataannya.
“Mungkin lebih tepatnya aku harus berhati-hati pada kalian semua, Terutama pada dirimu!” Balas Miyoung setengah berbisik juga.
“Hey, Untuk apa kau takut pada calon suamimu sendiri?” Sahut Donghae sembari menyeringai kecil dan tentu saja membuat Miyoung langsung memalingkan wajahnya.
“Baiklah…. Selanjutnya ada Hankyung. Dia adalah Werewolf. Kau tahu kan? Makhluk setengah manusia yang bisa berubah menjadi sesosok serigala buas…” Jelas Donghae kemudian.
“Kenapa kau mengatakan hal itu seolah-olah jika aku ini memang makhluk yang sangat buas, Donghae-ah?!” Suara lelaki bernama Hankyung itu terdengar, Ia lantas menoleh pada Miyoung. Lalu tersenyum padanya, “Kau tenang saja, Nona… Aku tidak sebuas yang kau pikirkan…” Ujar Hankyung ramah.
“Ah? Ehm… N-ne…” Miyoung lagi-lagi tersenyum enggan.
“Aku tahu kita pasti akan dapat berteman baik, Miyoung-ssi…” Ujar Hankyung sambil tersenyum penuh arti pada Miyoung.
“Ekhem!” Donghae berdehem keras saat merasakan suasana yang tidak mengenakan baginya. Ia lantas kembali melanjutkan, “Dan Kim Kibum… Kau mengenalnya kan? Ujar Donghae mengakhiri penjelasannya lalu Miyoung pun hanya mengangguk singkat, Seakan ia mampu mengingat para makhluk mengerikan yang mungkin saja dapat menyerang dirinya kapan saja itu.
-Bloody Kiss-
“Ini gila… Ini gila… Ini gila!!” Miyoung berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya, Ia benar-benar sedang merasa panik dan ketakutan saat ini. Jelas saja, Bagaimana tidak? Makhluk yang kini hanya berada di dunia dongeng justru tinggal bersamanya dan mungkin saja akan ada bahaya yang mengancamnya.
“Aku tidak bisa terus begini… Aku harus pergi dari mansion ini! Harus!!” Miyoung mengangguk mantap. Tatapannya pun teralihkan pada sebuah jendela yang ada di ruangan itu.
Dengan segera Miyoung mendekati jendela itu dan segera saja ia tersenyum lebar saat sadar jika kamarnya ini ternyata hanya berada di lantai dua! Jadi, Bukankah ini hal yang mudah untuk dirinya kabur dari mansion ini?
Dengan pemikiran yang cepat, Akhirnya Miyoung mengumpulkan seluruh kain yang ada di dalam lemari, Di ikatnya seluruh kain itu dan terakhir ia mengikatnya dengan kuat pada sebuah kaki ranjang. Setelah memastikan semuanya siap, Miyoung pun mulai menarik nafas panjang.
“Yah… Akhirnya aku bisa pergi dari tempat ini!” Batinnya dan kembali mengangguk mantap.
Miyoung segera saja menjalankan rencanya itu, Dengan kain yang sudah di sambungkannya itu, Ia mulai keluar dari kamar itu melalui jendela, Meski sedikit kesulitan tapi Miyoung akhirnya bisa juga mendaratkan kakinya di atas tanah.
“Yes!! Akhirnya aku berhasil!! Baiklah.. Tinggal pergi secepat mungkin dari tempat ini, Maka kau benar-benar terbebas dari makhluk-makhluk menyeramkan itu Shim Miyoung!!” Gumamnya dan ia pun mulai berlari kencang menjauhi mansion itu.
“Hm, Ternyata tidak sulit juga untuk pergi dari mansion itu! Kenapa hal ini tidak pernah  terpikirkan olehku sebelumnya?!” Miyoung terus berjalan menjauhi mansion itu, Ia terlihat begitu senang karena akhirnya ia terbebas dari tempat mengerikan itu.
Di sisi Lain…
Seseorang yang tengah memainkan pisau lipat di tangannya, Melihat Miyoung tengah berlari cepat menjauhi mansion. Namun tak ada yang ia lakukan selain diam dan menatapnya
“Dasar gadis ini… Apakah dia tidak tahu jika di luar sana akan lebih berbahaya daripada di dalam mansion ini? Ck!” Orang tersebut yang tak lain adalah Lee Sungmin hanya menggedikan bahunya acuh, Lalu ia pun menghilang dari tempat itu.
-Bloody Kiss-
Langkah Miyoung terhenti ketika ia sadar, Jika jalan yang di lewatinya saat ini berbeda sekali dengan jalan yang pernah di laluinya beberapa hari yang lalu. Ia melihat ke sekelilingnya yang seakan menunjukkkan dirinya justru terjebak di dalam sebuah hutan.
“Tunggu… Di mana aku? Bukankah saat aku pertama kali kemari tidak melewati jalanan ini?”
Semilir angin yang membuat bulu kuduk Miyoung berdiri dalam seketika membuatnya langsung menoleh ke belakang. Merasakan seseorang tengah mengamatinya saat ini. “Siapa di sana?! Keluarlah! Jangan bersembunyi seperti itu!!” Teriak Miyoung.
Hening, Hanya semilir angin yang terasa. Merasa ada yang tak beres dengan tempat ini, Ia pun perlahan mulai berjalan mundur hendak meninggalkan tempat ini.
Greb!!
Miyoung sontak berbalik dan kedua matanya membulat dalam seketika saat melihat sesosok makhluk berbadan tinggi kurus, telinga yang runcing, jari-jari tangan yang panjang dengan kukunya yang terlihat begitu tajam, Makhluk itu pun memiliki satu tanduk dan hanya satu mata. Ia adalah makhluk bernama Cyclops.
“AAAAAAAA!!” Miyoung berteriak keras. Ia merasakan sekujur tubuhnya kaku, Sehingga ia tak mampu bergerak sedikitpun untuk menjauhi makhluk mengerikan itu.
“Apa yang kau lakukan di sini, Nona cantik?” Sang Cyclops mengangkat dagu Miyoung perlahan, Membuat Miyoung terpaksa menatap wajahnya yang begitu menyeramkan.
Miyoung tak dapat berbicara apapun, Bibirnya seakan terbungkam rapat hingga membuatnya tak mampu mengucapkan sepatah katapun. Tubuhnya pun bergetar hebat, Dia benar-benar sangat takut saat ini.
“Hm, Sepertinya kau ketakutan dengan melihat wujudku yang seperti ini? Baiklah…” Makhluk itu menyeringai padanya dan di detik yang bersama tubuhnya mengeluarkan cahaya hitam pekat lalu seketika itu juga sosoknya yang menyeramkan itu berubah menjadi sesosok makhluk manusia dengan paras tampan, Tak berbeda jauh dengan makhluk-makhluk yang tinggal di mansion.
“K-kau?” Miyoung terpaku menatap lelaki itu.
“Kenapa? Apakah kau tergoda padaku?” Makhluk itu menarik tubuh Miyoung secara tiba-tiba, Dan tangan kanannya pun merengkuh dagu Miyoung agar gadis itu tetap menatap padanya. “Hm, Sepertinya kau benar-benar enak untuk di cicipi sebagai makan siangku!” Seringainya.
“A-apa?!” Kedua matanya semakin terbuka lebar, “Tidak! Lepaskan aku! Lepaskan aku!!” Dengan reflex Miyoung langsung menghujami makhluk itu dengan pukulan-pukulan keras, Tapi makhluk itu tak bergeming sedikitpun.
Makhluk itu justru semakin menyeringai puas dan dengan kekuatannya, Ia langsung mendorong tubuh Miyoung ke atas tanah lalu menghimpit tubuhnya.
“YAK!!” Teriakan Miyoung terhenti kala makhluk itu langsung melumat bibirnya dengan kasar. Miyoung yang menerima itu tentu saja tak terima dan mencoba segala cara agar makhluk itu mau menjauh darinya, Tapi rasanya itu sia-sia saja.
Tangan kanan makhluk itu menelisik masuk ke dalam pakaian Miyoung, Dan jelas saja hal itu semakin mengejutkan Miyoung, Terlebih makhluk itu mulai berani meremas dada Miyoung secara kasar dan paksa tentunya.
Mata Miyoung mulai memerah dan tak lama dari itu, Air mata pun mulai mengalir dari ujung matanya. “Donghae-ssi… Tolong aku!” Miyoung menjerit dalam hatinya, Ntah sadar atau tidak ia menyebutkan nama Donghae, Tapi memang hanya namanyalah yang terlintas dalam benaknya.
-Bloody Kiss-
Donghae masuk ke dalam kamarnya, Dan ia begitu terkejut saat tidak menemukan Miyoung di dalam ruangan itu. Ia berlari mendekati jendela saat melihat kain yang terjuntai keluar sana.
“Sial! Kenapa dia harus kabur dari mansion ini?!” Umpat Donghae kesal. Ia berbalik, Hendak pergi mencari Miyoung, Tapi langkahnya terhenti saat melihat Sungmin yang sudah berdiri tepat di hadapannya.
“Mau kemana?” Tanya Sungmin santai.
“Aku tidak punya banyak waktu! Minggirlah, Aku harus segera mencari-”
“Miyoung maksudmu?” Sela Sungmin cepat dan tentu saja membuat Donghae terkejut.
“Kau tahu dia pergi kemana?!” Donghae mendekati Sungmin dengan segera.
Sungmin hanya terdiam, Namun hal itu seakan di mengerti oleh Donghae. Lelaki ini justru terlihat panik dan mengumpat pelan sambil berlari meninggalkan Sungmin.
“Bodoh! Kenapa kau membiarkan calon pengantinku pergi ke hutan terlarang, Lee Sungmin?!” Teriak Donghae keras.
Di sisi Lain…
Separuh dari pakaian Miyoung sudah robek, Tubuhnya pun hampir terekspose karena di bagian-bagian tertentu pakaian itu memang sudah di robek secara kasar oleh makhluk yang menjelma menjadi sesosok lelaki tampan ini.
“Tidak! Lepaskan aku!” Miyoung berteriak histeris, Kini ia tengah memunggungi makhluk tersebut tapi makhluk itu tak kehabisan akal. Di remasnya kedua buah dada Miyoung dan di jilatnya terus menerus bagian leher Miyoung. “TIDAK!! DONGHAE-SSI, TOLONG AKU!!”
BUGH!!
“APA YANG KAU LAKUKAN PADA CALON PENGANTINKU, BODOH?!!” Dengan sosok aslinya, Donghae menyerang makhluk tersebut, Ia membanting tubuhnya pada sebuah pohon berbatang besar yang tentu saja langsung membuat pohon itu runtuh dalam seketika saat terkena hantaman dari makhluk Cyclops itu, Dan tentunya dia pun sudah berubah menjadi sosok aslinya.
Dengan cakarnya yang panjang dan tubuhnya yang terbilang lebih besar daripada Cyclops itu, Donghae mencakar dan menghantam kembali makhluk tersebut. Taring-taring pada mulutnya menggeretak keras, Seakan Donghae sedang meluapkan amarahnya saat ini.
Sedangkan Miyoung yang melihat itu, Hanya dapat terpaku dengan tubuh yang bergetar hebat. Ia tak menyangka jika Donghae akan benar-benar datang dan menyelamatkannya.
Sret!
Miyoung merasakan seseorang tengah memberikan sebuah jaket padanya sehingga menutupi bagian tubuhnya yang terekspose itu, Ia menoleh dan mendapati kedua lelaki yang tak asing lagi baginya. Mereka adalah Sungmin dan Eunhyuk.
“Tenanglah, Semuanya akan baik-baik saja…” Ujar Eunhyuk seraya mengusap lembut rambut Miyoung.
“Percayakan saja pada kami, Makhluk itu akan jera dan tidak akan mengganggumu lagi…” Timpal Sungmin dan di saat itu juga mereka menghilang dari pandangannya.
Dan di saat Miyoung menoleh ke arah Donghae, Ia sudah dapat menemukan kedua lelaki itu tengah menarik tubuh Donghae, Mencoba menenangkannya agar ia tidak lagi menghajar Cyclops yang sudah tak berdaya lagi itu.
“Donghae-ah… Hentikan. Jangan kau lakukan lagi… Kau bisa membunuhnya…” Ujar Sungmin seraya menarik Donghae yang kini masih menjadi sosok aslinya yang terlihat menyeramkan layaknya seorang Demons.
“Justru itu yang aku mau!! Aku ingin menghajarnya sampai mati!!” Geram Donghae sambil terus mencoba memberontak dari pegangan Sungmin yang terbilang cukup kuat.
“Tidak ada gunanya kau menghajarnya lagi!! Dia sudah tak berdaya, Yang harus kau pikirkan sekarang adalah Miyoung!” Seru Eunhyuk dan menyadarkan Donghae dalam seketika.
Donghae langsung terdiam dan menoleh ke arah Miyoung yang masih tetap saja terdiam sambil menatap padanya.
“Bawa dia ke mansion, Dia pasti sangat syok dengan kejadian ini…” Suruh Sungmin kemudian.
“Untuk Cyclops ini biar kami yang urus…” Timpal Eunhyuk.
Tanpa berkata-kata lagi, Donghae segera berjalan mendekati Miyoung. Raut wajahnya masih memperlihatkan keamarahan yang besar. Miyoung dapat merasakan hal itu, Awalnya ia merasa takut akan hal itu. Tapi perlahan-lahan sosok Donghae yang menyeramkan itu berubah menjadi sosok manusianya dan di saat itu juga Donghae berjongkok di hadapan Miyoung sambil tersenyum tipis padanya.
“Maaf… Tak seharusnya kubiarkan kau keluar mansion…” Sesal Donghae.
Miyoung masih belum bisa berkata apa-apa, Melihat tubuh Miyoung yang masih bergetar hebat, Donghae lantas saja merengkuh tubuhnya dengan erat dan di saat itu jugalah tangis Miyoung mulai terdengar, Seolah gadis ini mulai meluapkan ketakutan yang tadi di rasakannya.
“Maafkan aku… Aku benar-benar menyesal karena telah gagal menjagamu… Maaf…” Bisiknya pelan seraya mengelus-elus rambut Miyoung lembut sedangkan Miyoung masih terus menangis tanpa mengucapkan apapun.
-Bloody Kiss-
Setelah membersihkan dirinya, Miyoung akhirnya keluar dari dalam kamar mandi hanya dengan mengenakan handuk kimono. Rambutnya yang panjang itu di biarkannya tergerai secara acak karena masih basah. Lalu tatapannya pun tertuju pada Donghae yang kini tengah menatapnya.
“Kemarilah…” Suruh Donghae seraya menepuk ranjang yang sedang di dudukinya itu.
Meski ragu, Miyoung tetap berjalan menghampirinya kemudian duduk tepat di sampingnya. “Donghae-ssi… Soal kejadian tadi…”
“Singkirkan handukmu!”
“Ne?” Miyoung menatap kaget padanya.
“Kubilang singkirkan handukmu!” Nada Donghae terdengar dingin, Dan Miyoung juga dapat melihat kedua matanya terlihat berbeda, Bola mata hitamnya justru terlihat merah pekat.
“Donghae-ssi…”
Sret!
“Kyaa!”
Miyoung tertegun saat mendapati Donghae kini tengah menghimpit tubuhnya yang terlentang di atas ranjang. Jantungnya berdegup kencang saat tangan kiri Donghae perlahan mulai menarik tali pada handuk kimono yang di kenakannya.
“D-Donghae-ssi… A-aku mohon… Jangan…” Miyoung berucap dengan nada bergetar.
Tapi percuma saja, Donghae langsung membuka handuk kimono tersebut hingga membuat tubuh Miyoung terekspose sempurna di hadapannya. Merasa tak dapat melawan, Miyoung hanya dapat menoleh ke arah lain. Ia benar-benar malu sekaligus takut saat ini, Apalagi Donghae kini tengah menghujami tubuhnya dengan tatapan mengintimidasi. Seakan Miyoung bisa hancur kapan saja hanya karena tatapannya itu.
“Untunglah… Kau tidak terluka sedikitpun karena ulah Cyclops itu…” Donghae merengkuh tubuh Miyoung dengan erat dan nada suaranya pun berubah menjadi lembut.
Deg!
Miyoung begitu terkejut mendengar pernyataan Donghae tadi, Terlebih nada bicara Donghae terdengar begitu menyesal sekaligus lega di saat yang bersamaan.
“Jadi… Dia… Mencemaskan keadaanku?” Batin Miyoung. “D-Donghae-ssi… A-Aku… Benar-benar minta maaf… atas kejadian tadi. Aku… Aku…”
“Kau tidak perlu meminta maaf, Ini adalah kesalahanku karena tidak dapat menjagamu…” Bisik Donghae masih tetap memeluk tubuh Miyoung erat.
“Tapi, Jika saja…”
“Sudahlah… Jangan mengatakan apapun lagi. Yang terpenting sekarang adalah kau selamat. Itu sudah membuatku senang…” Donghae menatap wajah Miyoung sambil tersenyum padanya. Dan ntah kenapa, Miyoung merasakan perasaan nyaman saat melihat senyuman itu, Seakan ia tahu jika Donghae benar-benar menyukainya secara tulus.
“Gomawo, Donghae-ssi…” Miyoung perlahan menarik ujung bibirnya dan membalas senyuman Donghae.
Donghae mengangguk singkat, “Dan berhentilah memanggilku dengan embel-embel ssi! Aku tak suka mendengarnya!”
“Ne? Ah… Baiklah…” Jawab Miyoung kemudian.
“Pintar…” Donghae mengacak-acak rambut Miyoung sambil terkekeh kecil, Dan lagi-lagi ntah kenapa Miyoung justru merasa nyaman dengan perlakuan Donghae ini. Ia bahkan dapat merasakan jika jantungnya berdegup kencang, Dan seolah-olah ia merasakan sengatan listrik pada sekujur tubuhnya.
“Tapi…” Dengan segera Donghae menghentikan gerakan tangannya, Ia menatap kembali pada Miyoung dengan kedua bola matanya yang berwarna merah pekat itu. “Bagian mana saja dari tubuhmu yang sudah terjamah oleh makhluk sialan itu?!” Nada bicara Donghae berubah dingin kembali.
“Eh?” Miyoung terdiam sesaat.
“Katakan padaku, Miyoung-ah!”
“I-itu.. Ehmnn!” Ucapan Miyoung terhenti karena Donghae telah terlebih dulu melumat bibirnya. Tangan kanan Donghae asyik meremas-remas salah satu dada Miyoung sedangkan tangan kirinya tengah asyik membelai lembut tengkuk serta rambut Miyoung.
Lidah Donghae saling bertautan dengan lidah Miyoung, Sesekali Donghae mengulum lidahnya hingga menyebabkan decakan keras. Ciuman Donghae beralih pada leher Miyoung, Mengigit serta menghisapnya dengan kuat hingga meninggalkan tanda kiss mark di sana.
“Aahhnn… D-Donghae-ah… Ehn…” Miyoung mengigit bibir bawahnya, Mencoba untuk tidak mendesah lebih dari ini.
Sedangkan Donghae mulai menggerakkan bibirnya menuju nipple Miyoung, Di jilatnya nipple itu sambil sesekali mengulumnya hingga payudara Miyoung mengeras dalam seketika.
“Apakah dia menyentuh bagian ini?” Bisik Donghae seraya mendongakkan wajahnya.
Miyoung menatap Donghae bingung sekaligus panik, “Ne?” Ia merasakan kerongkongannya begitu kering hingga ia tak mampu mengatakan apapun lagi.
“Dengar, Youngie-ya… Aku akan menghapus setiap jejak yang di tinggalkan makhluk keparat itu dari tubuh indahmu ini. Jadi, Jangan menolaknya sedikitpun… Kau mengerti?!”
Lagi-lagi Miyoung merasakan tatapan Donghae yang seakan mengintimidasinya, Namun walau kata-kata itu terdengar seperti menuntut Miyoung merasa tak keberatan sama sekali. Gadis ini pun perlahan mengangguk singkat.
Donghae yang mendapat respon itu, Jelas saja tersenyum tipis dan kembali mengecup bibir gadis ini singkat, Kemudian Donghae pun mulai menciumi setiap inchi bagian tubuh Miyoung. Tak ada bagian yang terlewatkan sedikitpun.
“Ahk…” Miyoung sedikit meringis kesakitan saat Donghae menggigit jari tangannya, Namun rasa sakit itu berubah menjadi seperti rasa nikmat yang menyerang seluruh tubuhnya ketika Donghae mulai menjilati setiap inchi jari-jarinya.
Ciuman Donghae beralih pada perut Miyoung, Kemudian turun pada paha gadis ini. Ia bahkan sempat meremas-remas bokong Miyoung pelan, Lalu ia menarik salah satu kaki Miyoung. Dan di jilatnya jari-jari kaki Miyoung dengan gerakan lidahnya yang begitu lihai.
“Uhhnn…” Miyoung kembali menggigit bibir bawahnya saat merasakan sensasi yang tengah di rasakannya saat ini.
Tangan kanan Donghae kemudian meremas-remas salah satu payudara Miyoung, Dan tangan kirinya mulai beralih pada ms.v Miyoung yang terasa mulai basah, Donghae menyeringai kecil sambil mendongakkan wajahnya untuk menatap wajah Miyoung yang mulai memerah.
“Kau sudah sangat basah, Youngie-ya…” Bisik Donghae seraya mengigit cuping telinga Miyoung.
“Ehnn!!” Miyoung masih mengigit bibir bawahnya, Ia tak ingin desahannya itu terdengar lagi. Itu terasa sangat aneh dan ia benci jika harus mendesah seperti itu di hadapan Donghae.
“Oh ayolah, Kenapa kau harus menahannya? Keluarkan saja, Miyoung-ah…” Donghae menekan bagian ms.v Miyoung hingga membuat Miyoung tersentak dan langsung melingkarkan tangannya pada leher Donghae.
“Keluarkan desahanmu yang sexy itu, Youngie-ya…” Lagi-lagi Donghae menekan ms.v Miyoung dengan jari tengahnya hingga membuat Miyoung menggelinjang.
“Aaahhn…” Desahan Miyoung pun kembali terdengar. Membuat Donghae tersenyum puas. “Uh.. J-jangan… D-Donghae-ssi… Ahh…” Miyoung kembali mendesah pelan.
Donghae kembali menciumi bibir Miyoung, Di lumatnya lidah serta bibir bagian atas dan bawah Miyoung. Suara decakan-decakan di antara ciuman mereka seakan mengisi ruangan ini. Setelah itu, Donghae melepas ciumannya dan beralih pada leher Miyoung, Lalu turun pada kedua payudara Miyoung, Dan semakin turun hingga akhirnya ia berada di hadapan ms.v Miyoung.
“Ini benar-benar indah…” Desis Donghae.
“J-Jangan mengatakan hal seperti itu!” Wajah Miyoung bersemu merah.
Donghae tak menghiraukan ucapannya, Ia langsung saja menarik pinggul Miyoung dan dengan tiba-tiba ia menaikkan kedua kaki Miyoung ke atas pundaknya, Lalu ia pun mulai menjilati ms.v Miyoung. Sesekali mengulum bagian klitorisnya dan bahkan menghisapnya dengan kuat hingga membuat Miyoung harus mengangkat pinggulnya karena rangsangan yang di berikan Donghae.
Gerakan lidahnya yang begitu lihai membuat Miyoung merasa terbuai, Desahan-desahan kecil mulai terlontar kembali dari mulut Miyoung saat Donghae mulai memasukkan lidahnya ke dalam liang ms.v Miyoung sementara tangan kirinya mempermainkan klitorisnya dengan cara menekan-nekannya dengan perlahan.
“Ooohhnn… Ahhh… Ehmnnn…”
Miyoung sedikit memundurkan tubuhnya, Berharap dapat melepaskan lidah Donghae yang dapat membuat tubuhnya serasa memanas dalam seketika. Namun Donghae justru menahannya dan memegang erat pinggulnya sambil tetap menjilati ms.v Miyoung. Sesekali ia mengulumnya dan kembali memasukkan lidahnya ke dalam liang kewanitaan Miyoung.
“Aaahhnnn.. D-Donghae-ah… Nnnn… Ahhhh…”
Tubuh Miyoung kembali menggelinjang, Dan di saat itu juga cairan putih kental mulai keluar dari ms.v Miyoung. Namun bukannya menghentikan gerakan lidahnya, Donghae justru semakin aktif menjilati serta menelan habis cairan itu tanpa rasa jijik sedikitpun.
Donghae kembali mendekati wajah Miyoung, Di lihatnya Miyoung yang tengah terengah-engah dengan wajahnya yang memerah dan tatapan matanya yang sayup. Dan tentunya hal ini membuat nafsu birahi Donghae meningkat, Ia merasa jika ekspresi Miyoung saat ini begitu sensual dan sangat menggodanya untuk melakukan lebih.
“Kau sangat menyukai hal ini kan?” Bisik Donghae pelan sambil menyeringai puas.
“Aaahhk!” Miyoung tiba-tiba saja kembali merangkul tubuh Donghae saat merasakan sesuatu memasuki liang ms,vnya. Ia meringis kesakitan saat sesuatu yang memasuki ms.vnya itu perlahan mulai bergerak di dalam ms.vnya. “Aahhhk… Donghae-ah… Hen-ti-kan! Ehnnn…”
Seringaian Donghae semakin terlihat jelas, Dan tak lama dari situ, Miyoung merasakan sesuatu yang berukuran tak jauh berbeda dari yang pertama kembali masuk ke dalam ms.vnya lagi.
“Ahhhhnnn!” Miyoung meringis di tengah desahannya yang justru terdengar lebih jelas daripada suara ringisannya. “Donghae-ah… Ehnnn…”
“Kenapa?” Donghae tersenyum kecil, “Ini hanya tiga buah jari, Youngie-ya. Kau belum merasakan juniorku yang sesungguhnya. Tapi kenapa kau mendesah begitu keras?” Godanya.
Dengan tempo yang cepat, Ketiga jari Donghae bergerak lihai di dalam ms.v Miyoung. Membuat Miyoung yang sangat terangsang dengan hal itu hanya dapat menahan nafasnya dengan dadanya yang terangkat sementara kepalanya menekan keras pada ranjang.
“Ohnnn… Ahhhhh… Ehmnn…” Miyoung menoleh arah lain sambil mendesah tak karuan.
Melihat ekspresi Miyoung yang begitu menggoda baginya, Donghae pun segera melumat kembali bibir Miyoung dengan ketiga jarinya yang masih asyik ‘bermain’ di dalam ms.v Miyoung.
“Uhnmmm.. Hmmnnn…” Miyoung langsung saja menekan kepala Donghae, Memaksa lelaki itu agar menciumnya lebih dalam.
“Ehnnn… Hmmnnn…” Desahan Miyoung seakan tertahan saat ia merasakan klimaks untuk kedua kalinya.
Donghae pun mengeluarkan ketiga jarinya yang di lumuri cairan Miyoung itu. Dan lagi-lagi tanpa merasa jijik sedikitpun Donghae menjilati jarinya dan merasakan kembali cairan itu.
Donghae mulai melucuti satu persatu pakaian yang melekat pada tubuhnya, Hingga akhirnya dapat Miyoung lihat mr.p yang sudah menegang dengan sempurna.
“Kau ingin merasakannya?” Desis Donghae. Ia mengarahkan mr.pnya pada ms.v Miyoung, Lalu menggesek-gesekkan secara perlahan.
“Uhnnn… Ooohh…” Miyoung merasakan sekujur tubuhnya semakin memanas dan menegang.
“Aaah… T-tidak… Uhnn… D-Donghae-ah… Aahh.. J-jangan seperti ini… Ehmnn…” Ucapan Miyoung seakan tenggelam di tengah desahannya itu. “L-La-La-lakukan saja… Uhhh…”
“Kau tidak sabaran sekali…  Ehmnn…” Donghae semakin mempercepat tempo gerakannya.
Miyoung semakin merasa tak kuat lagi, Sebentar lagi ia pasti akan mencapai klimaksnya kembali tapi Donghae tiba-tiba saja memasukkan mr.pnya dan menghentakkan dengan kuat hingga membuat Miyoung terkejut dan berteriak.
“Aaaaahhhhkk!!!” Miyoung mencengkram sprei dengan sangat kuat, Air mata perlahan mengalir dari ujung matanya.
“Jangan menangis, Miyoung-ah…” Bisik Donghae seraya mengecup kedua mata Miyoung secara bergantian lalu beralih pada bibir Miyoung.
Di lumatnya bibir Miyoung dengan lembut, Dan bersamaan dengan itu, Donghae perlahan mulai menggerakkan pinggulnya. Awalnya Donghae melakukannya dengan sangat pelan, Tapi lama kelamaan gerakannya semakin cepat hingga membuat Miyoung yang tak kuasa menahan rasa sakit sekaligus nikmat yang bersamaan itu, Ia pun kembali mendesah keras.
“Aaaahhh… Ahhhh… Uhhhhh…”
Donghae beralih pada kedua payudara Miyoung, Di remasnya kedua payudara itu dengan kedua tangannya. Dan sesekali juga ia menghisap serta memilin nipple tersebut.
“Aaaahhhh… Ahh… Ahhhh…”
Gerakan di antara mereka semakin cepat, Tak jarang Donghae memperlambat gerakannya tapi langsung menghentakkan miliknya lagi dan tiba-tiba saja kembali bergerak cepat.
“Aaahh… Uhhhnnn… A-aku… Ahhh… Su-sudah… Hhhhnn… T-tidak…. Kuat lagi… Aaahhhh…”
“Bertahanlah sebentar lagi, Youngie-ya… Oooh.. Aahh…” Donghae kembali menghentak-hentak mr.pnya hingga Miyoung merasa mr.p Donghae benar-benar masuk sepenuhnya.
Dan gerakan itu lagi-lagi semakin cepat. Suara desahan di antara keduanya pun semakin keras. Lalu, Donghae pun menghentakkan mr.pnya dengan sangat keras.
“Aaaaaaaaaahhhhhh…” Desahan panjang pun terlontar dari keduanya saat mereka mencapai klimaksnya.
Donghae memeluk tubuh Miyoung. Di rasakannya tubuh mereka yang lengket akibat keringat yang terus mengucur.
“Hah.. Hah… Hah…” Donghae dapat mendengar nafas Miyoung yang menderu, Ia juga dapat merasakan debaran jantung Miyoung yang begitu cepat.
“Aku mencintaimu, Miyoung-ah…” Bisik Donghae seraya mencium cuping telinga Miyoung.
Hening, Miyoung tak menjawabnya. Ia hanya tetap diam sambil menatap langit-langit. Tapi tak lama dari itu, Miyoung merasakan sesuatu yang runcing menancap pada lehernya.
“Ahk!!” Miyoung meringis kesakitan, Kedua kakinya pun reflex bergerak saat tiba-tiba saja Donghae semakin memeluk tubuhnya erat dan menahan kepala Miyoung agar tidak bergerak.
Kedua mata Miyoung terpejam, Ia meringis kesakitan akibat gigitan Donghae itu. Darah segar mengalir dari lehernya, Tapi dengan segera Donghae menjilatnya dan kembali menancapkan kedua taringnya pada leher Miyoung.
“Aahhkk!!”
Tanpa sengaja Miyoung menancapkan kukunya pada punggung Donghae, Tapi seakan hal itu tak berarti apa-apa pada dirinya, Donghae justru semakin memperdalam gigitannya dan semakin menghisap kuat darah Miyoung.
Miyoung merasakan kepalanya pusing, Dan ia pun merasa pandangannya mulai mengabur. Tapi di saat itu juga, Donghae menarik taringnya dari leher Miyoung, Namun bibirnya tiba-tiba saja beralih pada mulut Miyoung.
“Emnphhh!!!” Miyoung membulatkan kedua matanya saat di rasakannya sesuatu yang kental dan asin memasuki mulutnya yang tak lain adalah darahnya sendiri.
Ingin rasanya ia menolak dan menutup rapat mulutnya, Tapi Donghae justru menjambak rambutnya dan menengadahkan kepalanya, Memaksa Miyoung untuk meminum darah itu.
Dengan terpaksa, Akhirnya Miyoung pun mulai meneguk perlahan darah tersebut. Dan sesaat setelah itu, Miyoung merasakan pandangannya semakin gelap dan gelap. Hingga akhirnya ia pun kehilangan kesadarannya.
Sedangkan Donghae segera menghentikan hal tersebut dan menatap wajah Miyoung sambil menyeringai puas. Di belainya dengan lembut wajah Miyoung, Lalu kembali di kecupnya singkat bibir Miyoung yang berwarna merah pekat yang tak lain berasal dari warna darah tadi.
Kedua mata Donghae pun yang sejak tadi sudah berubah warna menjadi merah seakan menyala dan warna merahnya itu semakin terlihat seperti warna merah darah. Perlahan namun pasti, Wujud Donghae berubah menjadi sosok aslinya. Sesosok makhluk dengan wajah yang sangat mengerikan, Giginya yang bertaring, Telinganya yang runcing, Kedua bola matanya yang tetap berwarna merah darah, Tubuhnya yang menjadi dua kali lipat lebih besar, Kuku-kukunya yang panjang dan berwarna hitam serta kakinya yang seperti kaki serigala yang mampu berdiri dengan tegak. Namun hanya beberapa detik saja karena pada akhirnya Donghae kembali menjadi wujudnya semula. Sesosok manusia.
Seringaian kecil nan puas nampak jelas terlihat pada raut wajahnya. “Akhirnya… Kau menjadi milikku, Shim Miyoung…” Desisnya.
Di sisi Lain…
Eunhyuk dan Sungmin tengah menatap Cyclops yang kini tergantung terbaling di ranting pohon yang besar dengan di ikat dari akar yang sangat kuat.
“Tuan muda… Maafkan aku, Aku tidak tahu jika gadis itu adalah milik tuan muda Lee Donghae. Aku benar-benar sangat menyesal…” Cyclops itu merengek dan merubah wujudnya menjadi sesosok manusia lagi.
“Haish, Kau bahkan sudah hampir memperkosa calon adik iparku sendiri. Apa rakyat sepertimu pantas untuk kumaafkan?!” Eunhyuk menoyorkan kepala Cyclops itu.
“Tuan maafkan akuuuuuu…” Cyclops itu memejamkan matanya karena takut jika dia akan menerima siksaan yang lebih parah dari kedua makhluk ini.
“Sudahlah, Biarkan saja dia terikat seperti itu sampai besok pagi. Ayo…” Ajak Sungmin seraya beranjak pergi dari tempat itu dan menghilang begitu saja.
“Ehm…” Eunhyuk mengangguk singkat dan kembali menoyor kepala Cyclops itu. “Dasar bodoh! Sekali lagi kau melakukan itu, Kau akan benar-benar aku bunuh!” Ancamnya dan di saat itu juga Eunhyuk pun ikut menghilang.
“Tidak, Tuan muda… Tuan muda tolong lepaskan aku!! Tuan mudaaaaaaaa!!”
-Bloody Kiss-
Miyoung terbangun dari tidurnya, Ia menggeliat pelan sambil merentangkan kedua tangannya. Merilekskan otot-otot tubuhnya yang terasa pegal. Ia melihat ke sisi ranjangnya dan tidak menemukan Donghae di sana. Lalu, Tatapannya pun beralih pada tubuhnya yang sudah memakai pakaian lengkap.
“Apakah dia yang memakaikannya?” Pikirnya. Ia pun lantas beranjak dari ranjangnya. Ada rasa ngilu di bagian selangkakannya saat ia mulai berjalan.
“Ahk… Apha…” Ringisnya sambil tetap berjalan keluar kamar.
Miyoung begitu terkejut saat dirinya membuka pintu dan mendapati para penghuni mansion seperti tengah sibuk menyiapkan sesuatu. Ia pun segera bergegas ke lantai bawah dan mendapati setiap ruangan telah di hias sedemikian rupa, Seperti akan ada pesta.
Dan untuk catatan, Miyoung tidak merasa takut lagi pada para penghuni mansion ini karena mereka tengah menjadi sosok manusia. Bahkan ada dari beberapa makhluk yang menjelma jadi manusia itu yang tak Miyoung kenali.
“Oy, Tuan puteri! Mau sampai kapan kau berdiri di sana, Huh?!” Mendengar suara yang tak asing lagi baginya, Membuat Miyoung langsung menoleh dan mendapati Eunhyuk yang sedang berjalan ke arahnya.
“Eunhyuk-ah, Ada apa ini? Apa akan ada sebuah perayaan?” Tanya Miyoung penasaran.
“Ehm… Acaranya besok pagi… Tapi kita harus segera menyiapkannya dari sekarang…” Jawab Eunhyuk seraya bersandar.
“Eh?! Memangnya, Makhluk mengerikan seperti kalian juga bisa punya acara yah?” Ujar Miyoung dengan polosnya.
Pletak!
“Aiya!” Miyoung segera mengelus keningnya yang terkena sentilan dari Sungmin yang ntah kapan sejak kapan ia muncul di samping Miyoung. “Aish… Apha…” Ringisnya.
“Itu hukuman bagi gadis sepertimu! Seenaknya saja mengatakan kami ini makhluk mengerikan! Kami ini makhluk terkuat di antara makhluk lain, Arreo?!” Cerocos Sungmin dengan bangga.
“Tetap saja mengerikan!” Celetuk Miyoung. Ia lantas kembali mengingat topik pembicaraan awal mereka. “Ah yah… Memangnya ada acara apa nanti?”
“Tentu saja acara pernikahan kalian!” Koor Eunhyuk dan Sungmin bersamaan.
“Eh?! Kalian?!” Miyoung menaikkan sebelah alisnya karena tak mengerti maksud ucapannya.
“Yah…” Eunhyuk mengangguk singkat. “Apa kau lupa jika kau dan Donghae sudah menikah?!”
Hening, Untuk beberapa saat Miyoung hanya tetap diam. Ia mencoba mencerna setiap ucapan Eunhyuk tadi. Tapi tak lama kemudian kedua matanya seketika melebar.
“APA?! Acara Pernikahanku dan Donghae?!” Pekiknya dengan keras.
Eunhyuk dan Sungmin yang mendengar pekikan Miyoung, Hanya mengusap kasar telinga mereka sambil memutar kedua bola mata mereka.
“Tentu saja, Kau pikir siapa lagi, Nona??” Ujar Sungmin kemudian.
“Tapi.. Tapi… Aku bahkan belum menikah secara resmi dengannya… Bagaimana bisa kalian membuat acara pernikahan seenaknya?!”
“Siapa bilang? Kalian kan sudah melakukannya.. Maksudku prosesi pernikahan itu!” Ujar Sungmin terlihat sedikit grogi.
“Apa maksudmu?” Tanya Miyoung semakin tak mengerti.
“Haish… Ya! Eunhyuk-ah, Kau jelaskan padanya saja! Aku akan mengurus yang lain…” Sungmin segera menghilang dari tempat itu.
Miyoung sontak menoleh ke arah Eunhyun dan di lihatnya Eunhyuk pun begitu grogi. “Eunhyuk-ah, Sebenarnya… Apa maksud kalian?” Tanyanya.
“Err… Sebenarnya… Miyoung-ah, Jika seorang Demons sudah menentukan pilihannya dengan seorang manusia atau bangsa lainnya, Mereka hanya akan boleh menikah dengan pilihannya itu…”
“Lalu? Apa hubungannya dengan pembicaraan kita tadi?”
Eunhyuk terdiam sesaat sambil menghela nafas panjang. “Begini Miyoung-ah… Jika seorang Demons sudah melakukan hubungan setubuh alias seks lalu menghisap darah mereka dan membagikan darah itu pada orang pilihannya… Maka, Mereka sudah resmi menjadi sepasang suami-isteri. Itu adalah prosesi pernikahan atau mungkin lebih tepatnya penandaan pada orang pilihan kami. Dan Donghae sudah melakukan hal itu padamu kan? Jadi..” Eunhyuk tak melanjutkan perkataannya dan memilih untuk menunggu reaksi Miyoung.
Miyoung yang sejak tadi diam, Sebenarnya tengah mengingat kejadian tadi sore. Kejadian akan mereka yang berhubungan seks, Donghae yang menghisap darahnya serta membaginya darah tersebut pun kembali terngiang dalam benaknya.
“Jadi… Dengan kata lain… Sekarang aku adalah milik Donghae seutuhnya… Begitu?” Tanyanya dengan suara pelan.
“Yah, Begitulah…” Eunhyuk mengangguk singkat sambil melipat kedua tangannya.
Miyoung pun perlahan menjatuhkan dirinya ke atas sofa di sampingnya, Lalu ia pun mendongak dan menatap Eunhyuk. “Karenamu…” Desis Miyoung.
“Apa?” Eunhyuk terdiam, Tak mengerti dengan maksud ucapannya.
“Karenamu aku menjadi bagian dari kalian! Kau sialan, Lee Hyukjae!!” Miyoung segera beranjak dari duduknya dan mengguncang-guncangkan tubuh Eunhyuk dengan kuat.
“Ahk.. Ahk… Mianhe, Miyoung-ah. Mianhe… Aku melakukannya pun dengan terpaksa. Bukankah aku sudah bilang padamu, Jika seorang Demons sudah menandai seorang manusia atau makhluk sebangsanya ataupun bangsa lain. Maka, Hal itu akan terjadi. Demons itu pasti akan memilikinya cepat atau lambat… Dan aku tidak bisa menolak keinginan Donghae yang sudah menandaimu sejak beberapa tahun yang lalu. Maaf…”
“Tapi kau yang membuatku datang ke mansion ini! Jadi, Dengan kata lain kau membantunya!”
“Itu karena Donghae memiliki kekuatan Demons terkuat di antara keturunan Demons yang lain! Karena itu… Aku harus mengikuti keinginannya jika tidak ingin mati… Aku benar-benar minta maaf, Miyoung-ah…” Eunhyuk terlihat begitu menyesal saat ini.
Mendengar hal itu, Miyoung merasa iba dan ia pun melepaskan cengkraman tangannya pada kerah baju Eunhyuk. Ia menghela nafas berat dan kembali duduk di atas sofa itu. “Dia kan, Adikmu! Dia tidak mungkin membunuh kakaknya sendiri…” Elak Miyoung.
“Kami bukan manusia, Miyoung-ah. Kami adalah seorang Demons. Kau ingat?” Timpal Eunhyuk yang sukses membuat Miyoung semakin merasa bersalah karena telah memarahinya tadi.
“Maaf… Aku tidak tahu hal itu…” Sesalnya.
“Tidak apa-apa…” Jawab Eunhyuk kemudian. “Lagipula… Sebenarnya, Bukan hanya karena itu saja aku melakukan keinginan Donghae. Aku menjebakmu dan membuatmu mengirim kemaripun karena Appa yang tak pernah bisa menolak keinginan Donghae yang memaksaku. Bukan karena Donghae benar-benar akan membunuhku…” Batin Eunyuk.
“Tapi Eunhyuk-ah… Kenapa makhluk seperti kalian harus menghisap darah juga? Seperti Vampire saja…” Tanya Miyoung penasaran.
“Aaah… Soal itu!! Kami hanya akan menghisap darah jika kami selesai berhubungan seks bersama pasangan kami… Hal itu untuk menandakan jika kalian adalah milik kami para Demons seutuhnya…” Jelas Eunhyuk.
“Tapi.. Ada hal penting lainnya yang harus kau ingat… Kami para Demons memiliki nafsu birahi yang tinggi. Dan karena itu, Melakukan hubungan seks atau sekedar berciuman dengan orang pilihan kami adalah sumber kekuatan kami… Jika melakukan itu, Kekuatan kami akan bertambah dua kali lipat jauh lebih kuat. Dan lagi… Karena efek dari melakukan itu.. Kami dapat menyerap aura yang di miliki orang pilihan kami.. Sehingga kekuatan kalian pun akan bersatu dengan kekuatan kami…” Lanjutnya.
Miyoung hanya terpaku mendengar penjelasan Eunhyuk yang menurutnya di luar logika. Sadar akan Miyoung yang hanya tetap diam, Eunhyuk pun menjentikan jarinya di hadapan Miyoung dan membuat gadis itu langsung menoleh padanya.
“Apa kau mengerti ucapanku, Miyoung-ah?” Ujar Eunhyuk seraya sedikit membungkukkan dirinya.
“Huh?” Miyoung terlihat bingung saat itu. “Aaah.. Yah.. Yah… Aku mengerti…” Bohongnya, Lalu ia pun beranjak pergi meninggalkan Eunhyuk begitu saja.
“Berhubungan Seks? Berciuman? Menghisap darah? Aura? Arrrghhh.. Ini gila!!” Gumam Miyoung sambil terus berjalan menuju kembali kamarnya.
Di Sisi Lain…
Donghae dan Kibum yang sebenarnya sejak tadi memperhatikan kejadian tadi hanya tetap diam tanpa mengucapkan sepatah katapun.
“Ingatlah, Kibum-ah… Kau harus menjaga dirinya saat aku pergi. Dan… Jangan biarkan siapapun untuk menyentuhnya! Kau mengerti kan?” Ujar Donghae seraya terus menatap lurus pada Miyoung yang kini tengah berjalan menuju kamarnya.
“Kau bisa percayakan hal itu padaku, Donghae-ah… Kau tidak perlu khawatir… Justru aku sarankan padamu, Kau cepat menjemput ayahmu itu jika kau tidak ingin terkena amukan sang raja Demons…” Ujar Kibum kalem.
“Aaaah… Orang tua itu tidak akan pernah bisa marah pada anak-anaknya!” Ujar Donghae santai seraya mengibas-ngibaskan tangannya. “Tapi aku memang harus pergi sekarang… Kau harus ingat perkataanku tadi, Kibum-ah…”
“Hm…”
Dan di saat itu juga, Donghae menghilang dari tempat itu. Sedangkan Kibum yang masih berdiri di tempatnya perlahan berjalan meninggalkan tempat itu juga.
To Be Continued…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar