Senin, 17 November 2014

Bloody Kiss (Chapter.2)



Title                   : Bloody Kiss
Author             : NtaKyung
Casts                  : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Kim Kibum, Shim Miyoung, Kim Ryeowook, And OC (Find By Yourself)
Length             : Series [On Writing]
Genre                : AU(Alternate Universe),Fantasy, Humor, Romance, Unrated
Rating               : NC-17
Disclaimer    : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!
Poster Art      : By NtaKyung aka Saya sendiri!
Summary      : Shim Miyoung, Seorang gadis berusia 18 tahun yang hidup sebatang kara. Dia bekerja siang dan malam demi melunasi hutang-hutang kedua orang tuanya yang sekarang ntah di mana keberadaannya. Hingga suatu hari, Para penagih hutang datang tapi ia tidak memiliki uang untuk membayarnya. Para penagih hutang pun memaksa dirinya agar ikut dengan mereka dan menjadikannya sebagai gadis malam!! Mengetahui hal itu, Miyoung pun memberontak dan berencana untuk kabur, Tapi tiba-tiba saja seorang pria tampan muncul dan berkata akan memberikan mereka uang, Asal mereka mau melepaskan Miyoung.
Merasa tak mengenal pria ini, Miyoung akhirnya menanyakan kenapa ia menolangnya? Namun ia hanya tersenyum padanya lalu berkata, “Kau adalah pengantinku! Dan kita akan kembali bertemu saat waktunya tiba!” Kemudian dia pun menciumnya dan pergi begitu saja. Miyoung hanya membatu di tempatnya sambil berfikir, “Siapa dia sebenarnya?!”
-Bloody Kiss-
Brak!!
Donghae dan Miyoung sontak menoleh ke arah pintu yang terbuka lebar, Dan dua orang lelaki berparas tampan kini telah berdiri di ambang pintu.
“Haissh, Kenapa kalian harus mengganggu kegiatanku, Huh?!” Gerutu Donghae sambil menatap tajam ke arah mereka berdua.
“Bukankah aku sudah mengatakan padamu untuk tidak membuat Miyoung terkejut dengan hal ini?” Seru Eunhyuk sambil berjalan mendekatinya.
“Aku tidak mengejutkannya, Eunhyuk-ah! Sungguh! Benarkan, Miyoung-ah?” Donghae melirik gadis itu, Namun ia hanya tetap diam seakan masih terkejut dengan hal ini.
“Miyoung-ah? Ya!! Kau tidak sedekat itu dengannya!” Eunhyuk menoyor kepala Donghae dengan cukup keras.
“Haish, Lee Hyukjae!!”
“Eoh? Bahkan kau berani menyebut nama kakakmu ini, Huh?!” Sentak Eunhyuk.
“Kenapa tidak?” Tantang Donghae.
“Hey, Berhentilah berdebat seperti anak kecil!” Ujar Sungmin seraya melayangkan jitakan keras pada kedua orang ini.
“Aish!! Hyung!” Koor mereka berdua sambil menoleh ke arah Sungmin.
“Berhentilah mengeluh, Tidak sadarkah kalian jika sejak tadi gadis di hadapan kalian ini hanya tetap diam?” Sungmin menggedikkan kepalanya pada Miyoung.
Donghae dan Eunhyuk langsung menoleh pada Miyoung, Dan di saat itu juga gadis ini seakan sadar dari kediamannya.
“A-Aku… Harus pergi! Aku rasa… Aku tak seharusnya berada di sini!” Miyoung berbalik, Hendak pergi dari ruangan tersebut.
Tapi hanya dalam hitungan detik, Donghae kini sudah berdiri di hadapannya membuat Miyoung tentu saja terkejut, Dan segera menoleh ke arah di mana Donghae tengah berdiri tadi.
“B-b-bagaimana b-b-bisa? B-bukan-kah… Kau ada…” Miyoung terlihat gelagapan.
“Aku tidak akan membiarkanmu pergi dari tempat ini. Kau pengantinku!” Ucap Donghae dengan raut wajahnya yang terlihat kesal.
“A-apa k-k-katamu? Kau gila!!”
Miyoung berbalik, Bermaksud menghindari Donghae tapi ntah sejak kapan Eunhyuk telah berada di hadapannya saat ini, Serta Sungmin yang ada di sampingnya. Hal ini sontak kembali membuat Miyoung terkejut untuk kesekian kalinya.
“Eunhyuk-ah… Kau pasti… Tahu sesuatu bukan?” Tanya Miyoung memberanikan diri.
“Apa maksudmu?” Ujar Eunhyuk berpura-pura tak mengerti maksud ucapan Miyoung. Tapi saat ia melihat tatapan wajah Miyoung yang seakan sulit di artikan justru membuatnya menjadi salah tingkah dan merasa bersalah.
“Kau tidak bisa membohonginya lagi, Eunhyuk-ah…” Ujar Sungmin kemudian.
“Hah…” Eunhyuk menghela nafas sejenak, “Baiklah… Aku akan menjelaskan semuanya padamu, Miyoung-ah…” Ujarnya lemas.
-Bloody Kiss-
Miyoung hanya dapat melongo mendengar penjelasan Eunhyuk sejak tadi, Otaknya benar-benar tak mampu berpikir jernih saat ini. Setiap apa yang di katakan Eunhyuk padanya seperti tak dapat ia cerna dengan benar.
“Kami adalah makhluk bernama Demons, Miyoung-ah. Kami bukanlah manusia biasa…” Ucapan Eunhyuk yang terakhir tadi, Kembali terngiang di benaknya.
“Ini tidak mungkin…” Miyoung menggeleng pelan.
“Apanya yang tidak mungkin, Youngie-ya? Bukankah Eunhyuk sudah menjelaskan semuanya??” Donghae merangkul tubuh Miyoung dari belakang.
“Jangan sentuh aku!!” Sentak Miyoung seraya mendorong tubuh Donghae dengan cukup keras. Ia berjalan mundur, Mencoba menjauhi Donghae, Eunhyuk dan Sungmin yang masih tetap berdiri di hadapannya saat ini.
“Lee Donghae! Sudah kukatakan jangan mengejutkannya!” Kesal Eunhyuk. “Miyoung-ah… Kau baik-baik saja kan?” Eunhyuk hendak mendekati Miyoung.
Tapi dengan segera Miyoung menoleh padanya dan menatapnya tajam. “Mulai saat ini jangan pernah mendekatiku lagi! Aku tidak akan mempercayaimu lagi, Lee Hyukjae!!”
“Miyoung-ah, Tapi…”
“Aku harus pulang!! Aku tidak punya banyak waktu untuk bercanda dengan kalian semua!” Pekik Miyoung seraya berbalik.
Tiba-tiba saja angin berhembus kencang, Dan kini Sungmin telah berada di hadapan Miyoung. “Kau pikir semua ini adalah lelucon?” Tanya Sungmin sambil menyeringai kecil.
“K-kau… B-bagaimana bisa…” Miyoung membulatkan kedua matanya, Begitu terkejut dengan kehadiran Sungmin yang tiba-tiba saja menghadangnya.
“Akan kuperlihatkan padamu, Apakah ini lelucon atau bukan!!” Seru Sungmin.
Wush!!
Kedua mata Miyoung seakan melebar, Ketika sesosok Sungmin yang berwajah imut itu, Langsung berubah menjadi sesosok makhluk mengerikan. Wajahnya terlihat seperti monster, Tubuhnya pun menjadi dua kali lipat lebih tinggi dari tinggi sebelumnya, Kuku-kuku pada jarinya melengkung panjang berwarna hitam pekat, Matanya berwarna merah serta telinganya yang berbentuk sedikit runcing, Dan kedua kakinya yang berbentuk seperti kaki se-ekor serigala yang tengah berdiri dengan tegak.
Miyoung memperhatikan hal itu dengan mulut yang menganga, Serta matanya yang membulat. Ia menatap Sungmin dari bagian atas sampai bawahnya, Benar-benar tak ada yang terlewatkan dari pandangannya.
“AAAAAAAAAA!!!!!”
Dengan segera, Miyoung berbalik sambil menjerit histeris saat mendapati sosoknya yang begitu terlihat berbeda itu. Tapi, Lagi-lagi ia harus kembali di kejutkan saat melihat sosok dua makhluk yang sama persis itu tengah berdiri tepat di belakangnya.
“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!”
-Bloody Kiss-
Donghae dan Eunhyuk berjalan mondar-mandir di samping sebuah ranjang berukuran king size, Sedangkan Sungmin yang memperhatikan hal itu, Hanya memutar bola matanya, Bosan terus melihat pemandangan yang sama sejak dua jam yang lalu.
“Bisakah kalian menghentikan hal itu sekarang? Tingkah laku kalian saat ini benar-benar sangat menggangguku!” Kesal Sungmin.
“Tidak bisa!” Koor Donghae dan Eunhyuk.
“Lagipula siapa yang mengizinkanmu membuat calon pengantinku bisa melihat sosok kita yang sebenarnya, Huh?” Donghae menatap kesal pada Sungmin.
“Aku terpaksa melakukannya…” Jawab Sungmin cuek.
“Tapi kau membuat Miyoung terkejut, Sungmin-ah!” Tekan Eunhyuk semakin menyudutkannya.
“Ahh, Kalian terlalu berlebihan! Lambat laun juga dia akan tahu hal ini juga, Jadi kenapa kita harus mempermasalahkan hal ini?”
“Itu karena…”
“Bisakah kalian bertiga diam?!” Nada seorang lelaki berperawakan tinggi dan berwajah kalem itu membuat pertengkaran konyol itu langsung terhenti. “Ini lebih baik…” Ujarnya kemudian.
Lelaki itu menghela nafas sejenak, Kemudian meraba tangan Miyoung yang masih tak sadarkan diri dan terbaring lemas di ranjang tersebut.
“Apa yang mau kau lakukan pada calon pengantinku?!” Pekik Donghae saat lelaki itu menyentuh leher Miyoung dengan tangannya yang terlihat putih pucat.
“Aku hanya sedang mencoba menyadarkan gadis ini, Donghae-ah! Bukan untuk membunuhnya ataupun mencubunya di hadapan kalian berdua!” Jawab lelaki itu datar.
“Apa?! Mencubunya katamu?!”
“Donghae-ah, Sudahlah!” Eunhyuk menahan tubuh Donghae saat ia akan menyerang lelaki itu. “Kibum pasti tahu apa yang harus dia lakukan…” Ujarnya kemudian.
Lelaki itu yang tak lain adalah Kim Kibum, Menggerakkan tangannya dan seketika itu juga kedua matanya bercahaya cukup terang, Seakan memberitahu jika saat ini dirinya sedang mengeluarkan kekuatannya.
“Hah!!” Miyoung tiba-tiba saja membuka kedua matanya dan beranjak dari posisi tidurnya.
“Miyoung-ah, Kau sudah sadar?” Donghae segera menghampirinya dan langsung mendorong Sungmin yang sejak tadi duduk di samping ranjang tersebut.
Miyoung menoleh pada Donghae, “Tidak… Jadi, Semua ini adalah nyata? Tidak!! Tidak!! Ini pasti hanya mimpi! Ini mimpi!” Miyoung menepuk-nepuk pipinya dengan cukup keras.
“Apa yang sedang dia lakukan?” Bingung Sungmin.
“Mungkin mencoba menyadarkan dirinya sendiri… Ntahlah! Aku tidak mengerti dengan manusia. Mereka memang selalu bertindak aneh!” Jawab Kibum sambil menaikkan kedua bahunya dan melipat tangannya di depan dadanya.
Ntah kenapa Sungmin dan Kibum merasa aura tidak mengenakan dari belakangnya. Dan benar saja, Saat mereka berdua berbalik, Mereka langsung mendapati tatapan tak mengenakan dari seseorang yang sangat menggilai dunia manusia. Dan tentu saja dia adalah Lee Hyukjae.
“Aku tidak mengatakan apa-apa!” Seru Sungmin sambil menaikkan kedua tangannya.
“Aku juga!” Ujar Kibum sambil mengangguk cepat.
“Cih! Sekali lagi kalian mengatakan hal seperti itu di hadapanku. Kubunuh kalian berdua saat itu juga!” Ancam Eunhyuk.
Sementara itu, Donghae segera menarik kedua tangan Miyoung yang sejak tadi terus memukuli pipinya sendiri. Masih tetap berpikir jika apa yang baru saja di alaminya itu adalah mimpi belaka.
“Miyoung-ah… Tenanglah… Kau tidak sedang bermimpi saat ini, Kau sudah sadar. Bukankah tadi kau pingsan, Apa kau lupa?” Donghae mencoba menenangkan gadis itu.
Miyoung terdiam, Nafasnya tersenggal-senggal dan raut wajahnya pun terlihat pucat dan panik. Ia segera beranjak dari ranjang tersebut, “Aku harus pergi dari tempat gila ini!” Ujarnya.
“Miyoung-ah!” Panggil Donghae saat Miyoung bergegas pergi dari ruangan tersebut.
Eunhyuk yang melihat hal itu hendak mengejar Miyoung, Tapi dengan cepat Donghae menahan langkahnya. “Biar aku yang menyusulnya!”
“Baiklah…” Eunhyuk mengangguk paham.
-Bloody Kiss-
“Ini benar-benar tidak masuk akal! Ini gila!! Aku tidak bisa percaya semua ini!!!” Celoteh Miyoung sambil terus melangkah.
Namun, Langkah gadis itu semakin melambat. Ia seperti merasakan ada seseorang yang sedang mengikuti langkahnya. Berfikir jika itu mungkin salah satu dari Donghae atau Eunhyuk, Tanpa segan akhirnya Miyoung berbalik dengan cepat.
“Apa yang kau mau, Huh?!” Teriaknya lantang.
“Tidak ada… Aku hanya sedang jalan saja!” Ujar seorang lelaki yang terlihat seperti Elf, Makhluk kecil yang sering di sebut peri di negeri dongeng.
Untuk kesekian kalinya Miyoung tersentak kaget dengan apa yang dilihatnya hari ini. Perlahan namun pasti, Miyoung mundur beberapa langkah sambil menggelengkan kepalanya cepat. “Ini…”
Tep!!
Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya dan tentu saja Miyoung segera berbalik padanya. Hal yang ia langsung sesali dalam seketika saat dia berbalik. Karena apa? Karena saat ini sesosok makhluk yang terlihat seperti Troll jenis dwarf. Jika dalam cerita dongeng, Mereka adalah sejenis roh jahat yang tinggal di dalam hutan tepatnya di sebuah gua, Dan senang sekali menculik para wanita dan anak kecil.
“T-tidak mungkin…” Desis Miyoyung panik dengan raut wajahnya yang terlihat sangat pucat.
“Apa yang kau lakukan di sini, Nona?” Suara Troll dwarf itu menggelegar cukup keras di hadapan Miyoung.
Gadis ini tak mampu menjawab, Ia hanya tetap diam dengan tubuhnya yang bergetar hebat. Tak dapat melakukan hal lain, Selain terpaku tepat di hadapan dua makhluk mistis ini.
“Hmmm… Aku mencium bau darah manusia di sekitar sini. Ternyata penciumanku ini memang sangat tajam!”
Miyoung menoleh ke arah samping, Dan seorang lelaki berwajah pucat serta sepasang taring yang menyembul di mulutnya, Tengah berdiri di atas pegangan tangga kayu. Tak salah lagi, Dia pasti adalah sesosok Vampire.
“Kau cepat datang juga!” Sindir makhluk yang terlihat seperti Elf.
“Aku adalah seorang Vampire, Ingat?” Balasnya dengan santai seraya berjalan mendekati kedua makhluk itu.
Ia menyeringai kecil pada Miyoung, “Hey nona! Apa yang kau lakukan di tempat yini, Huh??” Ujarnya dengan santai.
“Mungkin dia akan menjadi santapan makan siangku saat ini!” Sahut Troll Dwarf itu seraya menatap sangar pada Miyoung.
Deg!!
Miyoung merasa kedua kakinya melemas, Ia tak bisa bertahan lagi. Baginya hal ini benar-benar gila! Dan mustahil sekali, Makhluk-makhluk mistis yang sering muncul d buku fiksi itu, Kini tengah berdiri di hadapannya. Bahkan seperti hendak menyerang dan membunuhnya dalam seketika.
“Apa yang kalian lakukan?!” Teriakan Donghae membuat Miyoung langsung menoleh padanya dan bernafas lega.
Bernafas lega? Yah, Setidaknya Donghae tidak akan menjadikannya sebagai santapan makan siang kan? Jadi, Tidak ada alasan lain untuk merasa takut padanya saat ini, Pikir Myiyoung.
“Eoh? Donghae-ah?? Kau yang membawa gadis manusia ini kemari?” Sang Vampire menunjuk Miyoung.
“Yah! Dia gadisku! Dan kalian tidak aku izinkan menyentuhnya seujung jaripun, Mengerti?!” Seru Donghae seraya berjalan mendekati Miyoung dan menarik tubuh gadis ini ke dalam pelukannya. Seakan takut jika ketiga makhluk mistis itu mencelakai Miyoung.
“Aaaah… Sang calon pengantin wanita rupanya! Maaf… Aku lupa akan hal itu!” Jawab Troll dwarf dan beranjak pergi dari tempat tersebut.
“Baiklah… Kalau begitu aku pun harus pergi! Jika aku terus berada di sini, Dapat kupastikan kalau aku akan bertarung denganmu sebentar lagi!” Senyum Vampire tersebut kemudian sosok itu pun berubah menjadi seekor kelelawar dan pergi begitu saja.
Donghae melirik sang Elf yang masih tetap acuh menatap mereka. “Apakah kau tidak memiliki pekerjaan, Wookie-ah?” Tanya Donghae dengan memberi sedikit penekanan pada suaranya.
Dan hanya dalam sekejap mata, Sosok makhluk bernama Elf ini langsung berubah menjadi sosok lelaki ramah yang tadi sempat membuka pintu mansion untuk Miyoung.
“K-kau??” Miyoung terlonjak begitu menyadari hal tersebut.
“Aku akan pergi sekarang! Aku memang masih sibuk memasak di dapur, Kau puas sekarang?!” Balas lelaki bernama Kim Ryeowook ini.
“Sangat!” Sahut Donghae seraya mengangguk.
Tak butuh waktu lama, Untuk membuat seorang Kim Ryeowook pergi dari tempat itu. Donghae segera mengalihkan pandangannya pada gadis yang masih terpaku di sampingnya.
Trik!!
Donghae menjentikkan jarinya tepat di hadapan Miyoung, Membuat gadis ini tersadar dan segera menoleh padanya. Donghae tersenyum tipis, “Apakah kau baik-baik saja, Youngie-ya?” Tanyanya dengan lembut.
Dengan ragu Miyoung mengangguk singkat. Tapi di saat bersamaan langsung menggeleng cepat, Dan tentu saja membuat Donghae bingung.
“Ada apa?!” Cemas Donghae.
“Jika kau tidak keberatan… Bisakah kau jelaskan semua ini? Kenapa aku bisa berada di tempat aneh seperti ini?”
Lagi-lagi, Donghae tersenyum padanya. “Tentu! Asalkan kau tidak mencoba untuk pergi lagi…”
“Baiklah…”
-Bloody Kiss-
Donghae mengajak Miyoung ke sebuah ruangan yang terdapat di bawah tanah. Berpuluh-puluk rak buku mengisi ruangan tersebut, Lengkap dengan meja dan kursi. Tempat ini benar-benar terlihat mirip seperti perpustakaan yang berada di pusat kota.
“Kemarilah…” Suruh Donghae sambil menepuk pelan sisi bangku di sebelahnya itu.
Tanpa banyak berkomentar, Miyoung duduk di sebelahnya dan menatapnya lekat. “Jadi, Bisa kau jelaskan semua ini sekarang?!”
“Apakah kau masih ingat kejadian 3 tahun yang lalu?” Tanya Donghae dengan tenang.
“Eh? Kejadian apa?!” Kening Miyoung berkerut.
“Hari dimana kau bertemu denganku, Apakah kau tidak ingat hal itu?”
“Apa?! Jadi maksudmu… Aku pernah bertemu denganmu sebelumnya??” Desis Miyoung dan di balas anggukan Donghae.
<Flash Back Start>
Eunhyuk terus saja menggerutu kesal, Tatapan yang begitu tajam ia arahkan pada sosok anak kecil yang kini tengah berjalan di hadapannya sambil memegang lollipop.
“Aish!! Kenapa dia harus ikut denganku ke bumi? Memangnya lelaki tua itu tidak bisa menjaganya apa?! Dan lagi… Bukankah dia memiliki banyak teman di Mansion?!” Gerutu Eunhyuk terus.
Sungmin yang sejak tadi berjalan di sampingnya hanya terkekeh kecil sambil menepuk pundak Eunhyuk pelan.
“Berhentilah mengeluh dan nikmati saja hal ini, Eunhyuk-ah… Lagipula, Bukankah hari ini kau sedang tidak sekolah?” Ujar Sungmin yang selalu setia menemani Eunhyuk baik di bumi ataupun di dunia mereka berasal.
“Hyung!” Tiba-tiba anak kecil itu berbalik dengan wajahnya yang terlihat sangat imut itu.
“Wae?!” Jawab Eunhyuk ketus.
“Aku ingin bermain ke sana!” Tunjuk anak kecil itu. Mengarah pada pusat kota Seoul.
“Apa?! Tidak.. Tidak! Jika kau pergi ke sana, Kau mungkin saja akan membuat setiap orang tahu jika kau bukanlah manusia biasa, Donghae-ah!” Larang Eunhyuk.
“Tapi aku mau! Lagipula aku kan bukan anak kecil! Tubuhku saja yang kecil, Tapi tidak dengan otakku, Bodoh!” Balas anak kecil itu yang tak lain adalah Lee Donghae yang terlihat seperti anak kecil berusia 5 tahun.
“Ya, Mworago?!” Teriak Eunhyuk kesal.
“Pokoknya aku mau pergi!!” Sahutnya ketus lalu menghilang begitu saja dari hadapan mereka.
“Ya!! Le Donghae!! Haish… Anak itu benar-benar keterlaluan!!” Keluh Eunhyuk.
“Jangan mengeluh lagi, Ayo kita cari dia sebelum ia membuat kehebohan tak terduga di tempat ini…” Ajak Sungmin dan ikut menghilang dari tempat itu hanya dalam hitungan detik lalu di ikuti Eunhyuk yang menghilang juga.
**********
Langkah Donghae terhenti, Ia terkesima saat ia dapat melihat indahnya pusat kota Seoul. Ia tak pernah melihat manusia sebanyak ini. Tapi hal itu tak berlangsung lama, Saat seseorang tidak sengaja menabraknya dan membuatnya terjatuh ke atas aspal.
“Aish! YA!” Teriak Donghae dengan lantang. Tapi tak di gubrisnya oleh orang tersebut. “Aku harus memberinya pelajaran!!”
Donghae mengepal tangannya dan sebuah pisau kecil dengan ujungnya yang meneteskan cairan yang tak lain adalah racun langsung muncul tepat di tangannya.
“Akan aku bunuh orang itu!” Seringainya. Pisau itu hampir saja di layangkannya, Tapi hal itu segera terhenti kala seseorang menepuknya dan membuat Donghae berbalik pada orang itu.
Dan tatapan Donghae langsung tertuju padanya. Ia tak mampu berkutik, Saat melihat senyumnya yang menawan. Seorang gadis berusia 15 tahun yang masih memakai seragam SMP itu berdiri tepat di hadapan Donghae adalah Shim Miyoung.
“Hey… Apa yang kau lakukan disini, Adik kecil?” Tanyanya ramah. Donghae yang masih tetap tak berkutik, Hanya tetap diam memandang lekat wajah Miyoung. Ia seperti telah menemukan sesuatu yang selama ini di idamkannya!
“Dimana Eomma dan Appamu? Apakah mungkin kau terpisah dari mereka?” Tanya Miyoung lagi.
Hening, Donghae tak juga bergeming. Dan tentu saja sikapnya ini membuat Miyoung heran. Tak tahu harus melakukan apa lagi untuk membuat anak kecil di hadapannya itu menjawabnya.
“Apakah mungkin.. Aku harus melaporkannya ke kantor polisi? Mungkin saat ini orang tuanya pun sedang melapor ke kantor polisi…” Pikir Miyoung.
“Lee Donghae! Namaku Lee Donghae!” Ujarnya setelah cukup lama terdiam.
“Eh?!” Miyoung menoleh padanya, Terkejut saat mendengar suaranya yang lantang itu. “Apa tadi kau mengatakan sesuatu?!”
Donghae kembali terdiam dan hanya tetap fokus menatap Miyoung. Gadis ini pun menghela nafas berat saat merasakan jika hal ini mungkin tidak akan mudah.
“Baiklah, Begini saja. Aku akan memanggil polisi dulu… Kau mau menungguku, Kan?” Miyoung mengambil sebuah lollipop kecil dari tasnya.
“Nah, Selama aku pergi. Kau tunggu di sini yah.. Jangan pergi kemana-mana! Aku hanya akan memanggil polisi sebentar saja!” Ujar Miyoung seraya bergegas pergi sambil berlari.
Tanpa Miyoung sadari, Tubuh Donghae perlahan berubah menjadi anak-anak berusia sekitar 15 tahun-an. Seringaian kecil nampak jelas terlihat di wajahnya.
“Gadis itu… Akan menjadi calon pengantinku!”
<Flash Back End>
“Jadi.. Kau adalah anak kecil itu. Tapi… Hal itu jelas takkan mungkin! Saat itu kau masih kecil… Sedangkan sekarang kau bahkan terlihat lebih dewasa dariku! Dan satu hal lagi! Anak kecil itu mungkin saja berusia 5 tahun-an! Jadi, Jika kau memang anak kecil itu kau pasti baru berusia sekitar 8 tahun-an!” Celoteh Miyoung panjang.
Donghae menyeringai padanya, Lalu memegang dagu Miyoung membuat gadis itu tersontak dan salah tingkah kemudian menoleh ke arah lain dengan cepat.
“Hey… Apa kau lupa jika aku bukanlah manusia? Aku ini seorang Demons, Miyoung-ah…”
Baru sadar dengan hal itu, Miyoung segera saja menghempaskan tangan Donghae dan beranjak dari posisi duduknya. “Aku sudah tahu semuanya, Jadi lebih baik aku pergi dari tempat ini sekarang! Dan kau tenang saja… Aku takkan mengatakan hal ini kepada siapapun…”
“Kau tetap harus tinggal di sini!” Suara Donghae seakan terdengar memerintah.
“Tak ada alasan lain untukku berada di sini lagi! Semua ini sudah cukup memusingkan bagiku!”
Wush!!
Miyoung kembali membulatkan kedua matanya saat Donghae telah berdiri di hadapannya saat ia baru saja berbalik arah, Hendak pergi. “Bukankah sudah kukatakan padamu?? Alasan kau tetap berada di sini karena kau adalah calon pengantinku!!”
“Mwo?!”
Greb!!
Dengan kasar Donghae mencengkram rahang Miyoung dan mendongakkannya. Secara agresif ia melumat bibir Miyoung serta menggigitnya yang langsung membuat Miyoung mengerang.
Hal ini tak di sia-siakan oleh Donghae sedikitpun. Ia langsung menelisikkan bibirnya ke dalam rongga mulut Miyoung, Menjelajahinya kemudian mengulum lidahnya hingga suara decakan dari ciuman mereka terdengar jelas.
Miyoung mencoba untuk berontak, Tapi walau begitu ia tetaplah seorang gadis yang tak bisa melawan kekuatan lelaki di hadapannya ini. Bahkan lelaki ini bukanlah seorang manusia.
Tangannya yang dicengkram kuat menjadi satu oleh tangan Donghae terhimpit di antara tubuh dirinya dan Donghae. Dan di saat ia mencoba untuk kembali berontak, Dengan sekali hentakan saja Donghae langsung mendorong tubuhnya hingga ia langsung jatuh terlentang di atas meja.
“T-tidak!! Lepaskan aku!!” Teriak Miyoung begitu histeris. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya saat Donghae menghimpit tubuhnya kembali dan mencoba untuk menciuminya lagi.
Tapi itu seakan tak berarti apa-apa untuknya, Ia justru beralih mencium leher Miyoung, Rambut, Dan bahkan menggigit kecil cuping telinganya.
“Ahnn!!” Miyoung langsung menahan suaranya saat sadar jika ia telah mengeluarkan desahan yang justru membuat Donghae akan semakin bernafsu ‘menyerangnya’.
Seringai kecil kembali terlihat di wajah Donghae. Ia kemudian meraba-raba setiap inchi tubuhnya, Dan tangannya berhenti tepat di selangkakkan Miyoung, Lalu ia pun mulai mengelus-elus bagian sensitif itu dengan jari telunjuknya.
“O-ooh!! Ehnn… Hen-ti-kan! Hnn..” Desahan itu kembali terlontar saat Miyoung mengatakan hal tersebut.
Donghae tak menggubrisnya, Ia memilih mulai menciumi leher Miyoung yang terekspos serta mulai berkeringat dingin. Tangan kanannya yang sejak tadi memegang kedua tanga Miyoung pun mulai turun dan meremas-remas payudaranya.
“Ohhnn… Aahhh…”
“Kau suka?” Bisik Donghae sambil mengulum telinga Miyoung.
“T-ti-tidak!! Uhhh… He-ti-aaah..kan!!” Miyoung mencoba menahan tangan Donghae yang semakin menjadi-jadi.
Tapi usahanya tetap gagal, Kini Dongha telah berhasil membuka kemeja yang dikenakannya dan juga melepas bra tersebut dengan kasar.
“Tubuhmu benar-benar indah, Youngie-ya!” Bisik Donghae sembari menurunkan ciumannya.
Lidahnya mulai menjilat bagian dada Miyoung hingga basah oleh salivanya. Kemudian ia pun memilin nipple Miyoung hingga desahan kecil lagi-lagi terdengar dari mulut Miyoung.
“Aahh…”
“Katakan padaku… Kau menyukai hal ini kan?”
“Ti-tidak!! Oohhnnn…”
“Benarkah?”
“Y-ya… Ahhhnn… Ehmppp!!!”
Desahan itu seakan tenggelam begitu Donghae kembali menyerang bibir Miyoung. Menciumnya secara intens dan bernafsu. Nafasnya bahkan terdengar menderu di tengah ciuman itu.
“Ini bukan saatnya…” Lirih Donghae saat dirinya melepaskan ciuman tersebut, Meski terpaksa.
Miyoung yang masih terlihat takut akan sikap Donghae yang tiba-tiba ‘menyerangnya’ itu, Hanya tetap menatap Donghae dengan tatapan sendu yang di milikinya.
“Aku tidak akan melakukan ini… Maaf, Aku pasti membuatmu takut, Miyoung-ah…” Ia mengecup kening Miyoung dan segera memakaikan lagi pakaian Miyoung yang telah dibukanya secara paksa olehnya.
Donghae pun melepaskan jaketnya dan dengan perlahan mengenakannya pada Miyoung. Ia pun tersenyum tipis sambil mengelus lembut poni Miyoung.
“Mulai saat ini biasakanlah untuk hidup di tempat seperti ini bersamaku, Youngie-ya…”
Miyoung masih tetap tak bergeming. Dia terlihat masih sangat syok, Tapi di saat itu juga Donghae menarik tubuhnya ke dalam rengkuhannya.
“Kau milikku, Shim Miyoung!” Desisnya.
-Bloody Kiss-
Miyoung membuka kedua matanya dengan segera, Pandangannya langsung teralihkan ke setiap sudut ruangan ini. Dan ia langsung bernafas lega begitu mendapati dirinya tengah berada dalam kamarnya.
“Hah… Kejadian kemarin pasti mimpi…” Miyoung mengusap wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Ia melirik ke arah jam dinding kamarnya, Dan waktu sudah menunjukkan jam 8 pagi. “Aku harus segera bergegas! Aku kan harus mencari pekerjaan…” Gumamnya.
Miyoung beranjak dari ranjangnya dan melangkah menuju kamar mandi yang berada di samping kamarnya. Rumah Miyoung ini memang terbilang tak cukup besar, Tapi dengan gaya rumah yang minimalis inilah justru membuat Miyoung merasa nyaman di rumah ini.
Cklek!
Tatapan Miyoung langsung tertuju pada seorang lelaki yang tengah berada didalam kamar mandi sambil berkaca, Tubuhnya yang terbentuk six pack itu terekspos dengan sempurna. Tentu saja saat ini lelaki itu tengah mengenakan kemeja tanpa di kancing serta celana jeans longgar.
Kedua mata Miyoung membulat, Ia kembali memperhatikan lelaki itu dari bagian atas sampai bawah. “AAAAAAAA!!!!!” Teriaknya dengan cukup keras.
-Bloody Kiss-
Secara terus-menerus Miyoung melempari segala barang yang ada di dekatnya sambil berjalan mundur. Tapi tak ada satupun barang yang mengenai Donghae yang tengah mendekatinya itu. Ia seakan terlindungi oleh lapisan yang tak terlihat.
“Hey, Miyoung-ah… Apa ini perlakuanmu pada calon suamimu sendiri?”
“Siapa yang mengatakan jika kau adalah calon suamiku, Huh?! Pergi! Pergi dari rumahku!” Teriak gadis ini dengan suaranya yang tedengar melengking.
“Rumahmu?” Sebelah alis Donghae terangkat. Ia lantas tertawa kecil, “Ya, Youngie-ya… Tidakkah kau sadar jika kau masih berada di mansionku?”
“Mwo?!” Kedua mata Miyoung membulat. Gadis ini segera memutar kedua bola matanya, Mulai menjelajahi setiap sudut tempat ini.
Dan benar saja apa yang di katakan Donghae. Ia memang berada dalam mansion Donghae. Jadi, Yang di lihatnya tadi apa?
“Bagaimana? Sekarang kau percaya padaku kan jika kau ada di tempatku?”
“Aaaaa!!” Miyoung berteriak frustasi. “Ini, Gila!!” Umpat Miyoung lalu berbalik, Hendak pergi.
Wush!
Miyoung terlonjak kaget saat berbalik dan sosok Donghae telah berdiri di hadapannya lagi. Hanya dalam hitungan detik, Sosok lelaki itu dapat muncul dan menghilang begitu saja.
Greb!
Miyoung menoleh ke sampingnya ketika merasa seseorang tengah menyentuh pundaknya. Dan dengan tiba-tiba, Tubuhnya langsung membeku dalam seketika. Ia tak mampu menggerakkan seluruh tubuhnya.
Donghae menyeringai kecil padanya, “Bukankah sudah kukatakan sebelumnya padamu, Jika kau tak bisa pergi dari tempat ini…” Bisik Donghae sambil menyentuh wajah Miyoung.
“A-apa.. Yang.. K-kau… Lakukan padaku? Kenapa aku tidak bisa menggerakkan… Tubuhku?!” Ujar Miyoung terbata-bata.
“Apa kau lupa jika aku bukanlah makhluk biasa?” Donghae menciumi leher Miyoung, Meninggalkan tanda kiss mark di sana.
Tangannya mengelus lembut rambut Miyoung, Dan sesekali ia menghisap aroma rambut gadis itu kemudian kembali menciumi leher Miyoung.
“Hen-ti-kan!” Hanya kata itu yang terlontar dari mulut Miyoung. Ingin rasanya dirinya mendorong tubuh Donghae dan menjauh darinya. Tapi apa daya? Tubuhnya tak mampu bergerak.
Donghae menarik pinggul Miyoung, Kemudian ia menyunggingkan senyumnya tepat di hadapan wajah Miyoung.
“Aku ingin melanjutkannya di tempat yang lebih nyaman!” Bisiknya seraya mendaratkan bibirnya pada bibir Miyoung. Menciumnya dengan intens.
Ntah sejak kapan, Tapi Miyoung merasakan jika tubuhnya sekarang terhempas ke atas ranjang yang empuk. Dan hanya dalam sekejap mata saja, Kini Donghae telah di hadapannya dengan sedikit menindih tubuhnya.
“A-a-apa maumu?!” Pekik Miyoung ketakutan.
“Tenanglah, Aku tahu kau akan menikmatinya… Percayalah padaku…” Balas Donghae santai.
Donghae telah melumat kembali bibir Miyoung, Merasakan betapa manisnya bibir gadis ini. Tak hanya itu, Salah satu tangannya sibuk membuka satu persatu kancing baju Miyoung. Sedangkan tangannya yang lain, Memegang erat kedua tangan Miyoung di atas kepalanya.
Lidahnya bergumul dalam mulut Miyoung, Mulai menghisapnya dengan lembut hingga desahan tertahan itu terlontar dari mulut Miyoung.
“Ehn…” Miyoung merasakan tubuhnya memanas dan seperti kehabisan oksigen, Nafasnya pun tersenggal-senggal.
Kini tubuh Miyoung hanya di balut sebuah bra dan celana dalam yang masih menutupi bagian tubuhnya. Donghae menyeringai puas dengan hal ini.
“Buka pakaianku, Youngie-ya…” Bisik Donghae.
Ntah setan apa yang merasuki tubuh Miyoung, Tapi setelah mendengar ucapan Donghae, Ia  lantas beranjak dari posisinya lalu menghimpit tubuh Donghae dan mulai menarik kemeja Donghae dengan terburu-buru.
“Tidak!! Apa yang terjadi pada tubuhku? Kenapa aku tidak bisa mengontrol diriku sendiri?!” Jerit Miyoung dalam hati.
“O-oohhh..” Donghae mendesah pelan ketika ia merasakan Miyoung tengah menciumi lehernya sambil membelai lembut dadanya.
Seakan tak mampu mengontrol dirinya, Tangan Miyoung perlahan bergerak turun dan membuka dengan paksa sabuk yang di gunakan Donghae. Sedangkan bibirnya nampak asyik menciumi setiap inchi tubuh Donghae dengan sesekali meninggalkan tanda kiss mark di bagian tubuh Donghae.
“Aaah, Miyoung-ah!” Donghae dapat merasakan tubuh bagian bawahnya terasa sesak dan mulai memaksa untuk segera di manjakan.
Sadar akan hal itu, Tangan Miyoung pun seketika membelai junior Donghae. Membuat lelaki itu semakin terlena dengan permainan Miyoung, Yang Miyoung pun tahu, Ini bukan keinginannya!
“Oohh… Hnnn… Berikan bibirmu, Youngie-ya!!” Desah Donghae seraya menarik dagu Miyoung dan langsung melumat bibir gadis itu.
Tangannya meremas-remas kedua payudara Miyoung dengan kasar, Menerima perlakuan ini Miyoung lantas meringis kesakitan di selingi desahan nikmat di saat yang bersamaan.
“Ugh.. Ahh!” Miyoung menekan kepala Donghae sambil meremas rambut lelaki itu. Berharap agar Donghae semakin memperdalam ciuman tersebut.
Donghae mendorong tubuh Miyoung kemudian ia menghimpit tubuhnya. Menggesek-gesekkan juniornya pada bagian sensitif Miyoung, Hingga gadis itu mendesah tak karuan.
“Oohh… T-tidak! A-aaah… T-t-terus!!!” Desahnya sambil merangkul tubuh Donghae lebih erat.
Ciuman Donghae itu beralih ke leher Miyoung, Lalu mulai turun ke bagian dadanya, Menghisap serta menggigit nipple Miyoung yang masih terhalang oleh bra.
“Aaah…” Miyoung merasakan tubuhnya semakin menegang. Hampir mencapai titik klimaksnya.
Namun di saat itu juga, Gerakan Donghae yang begitu lincah itu langsung terhenti. Ia menghela nafas kesal sambil menatap tajam ke arah pintu yang ntah sejak kapan telah terbuka.
“Apa yang kau lakukan di sini, Kim Kibum-ssi?!” Tekannya dengan geram.
Miyoung langsung saja menoleh ke arah pintu, Dan seketika matanya membulat. Ia langsung saja menoleh arah lain sambil mencoba mendorong tubuh Donghae.
“Apa yang kau lakukan?! Minggir!!” Teriaknya bercampur malu karena Kibum tengah melihat ke arah mereka.
Namun sayangnya Donghae tidak bergerak. Ia justru berdecak kesal, “Kau benar-benar sangat mengganggu!!” Gerutu Donghae.
“Maaf, Aku hanya ingin memanggil kalian saja… Ryeowook sudah menyiapkan sarapan pagi untuk kita. Dan kami sudah malas mendengar omelannya karena kau dan calon isterimu itu belum datang…” Celoteh Kibum dengan santai.
“Haish… Baiklah, Kami akan ke bawah sebentar lagi!” Jawab Donghae ketus.
“Cepatlah!” Ujar Kibum sebelum akhirnya ia pun pergi dari tempat itu hanya dalam sekejap mata saja.
“Arrasseo! Dasar pengganggu!” Gerutu Donghae seraya beranjak dari atas tubuh Miyoung lalu ia pun mulai mengenakan kemejanya kembali.
Sedangkan Miyoung langsung saja menyelimuti dirinya sendiri dan meringkuk di ujung ranjang. Melihat hal itu tentu saja membuat Donghae bingung.
“Waeyo?!” Tanya Donghae sembari mendekati Miyoung.
“Jangan mendekati aku!! Arrrgh!! Apa yang baru saja aku lakukan?! Memalukan!” Teriak Miyoung dari balik selimutnya.
Mendengar hal itu, Donghae justru terkekeh kecil dan malah semakin mendekati Miyoung. Ia pun menarik perlahan selimut itu, Hingga wajah Miyoung yang terlihat merah padam itu terlihat.
Donghae mengecup kening Miyoung lembut. Hal ini sontak mengejutkan Miyoung. Perlahan gadis ini membuka kedua matanya dan tatapan kedua orang ini pun saling bertemu.
Senyum tipis tergurat jelas di wajah Donghae. Ia mengelus lembut wajah Miyoung. “Memalukan? Apanya yang memalukan jika kau bercumbu dengan calon suamimu sendiri, Hm?”
Blush!!
Kedua pipi Miyoung memerah, Ia memalingkan wajahnya karena takut ketahuan. “S-siapa yang calon suamiku?! A-aku tidak pernah bersedia untuk menjadi isterimu!!” Gugup Miyoung.
Lagi-lagi Donghae tersenyum padanya, “Oh yah? Lalu… Kenapa kau membalas perlakuanku tadi?”
“I-i-itu karena kau membuat tubuhku di bawah kekuasaanmu!!”
“Benarkah?” Donghae memiringkan kepalanya, Mencoba menatap wajah Miyoung yang tetap saja menghindari tatapannya. “Hey.. Jika aku melakukan kekuatanku, Lalu kenapa tadi kau bisa menggerakkan tubuhmu sendiri saat Kibum datang?”
Deg!!
Tubuh Miyoung menegang dalam seketika. Gadis ini baru ingat jika sejak tadi ia memang mulai dapat menggerakkan tubuhnya kembali. Tapi sejak kapan dia benar-benar bisa melakukan hal tersebut? Lalu Jika dia benar bisa menggerakkan tubuhnya, Bukankah yang sejak tadi membalas perlakuan Donghae adalah keinginannya?
“Kau tahu, Youngie-ya?” Donghae mendekatkan wajahnya pada wajah Miyoung. “Aku tahu kau juga begitu menginginkanku!” Bisiknya.
Hal itu sukses membuat Miyoung menolehkan wajahnya untuk menatapnya. Dan di saat itu juga Donghae langsung melumat bibirnya dengan lembut.
“Aku akan menunggumu di luar. Bersiap-siaplah. Atau Wookie akan benar-benar marah pada kita berdua!” Desis Donghae dan kemudian beranjak dari posisinya lalu meninggalkan ruangan itu dengan gerakan yang sangat cepat.
Tak mampu berkata-kata lagi, Miyoung hanya bisa melongo dengan tubuhnya yang terasa kaku. Ia tak tahu harus melakukan apa lagi. Yang jelas saat ini dia benar-benar sangat malu.
“Arrrrrghhhh…” Teriaknya kemudian meringkuk kembali ke dalam selimut.
Di sisi Lain…
Donghae yang dapat dengan jelas mendengar teriakan Miyoung hanya terkekeh kecil. Nampak jelas dari raut wajahnya jika ia merasa puas.
“Shim Miyoung, Aku akan menjadikan kau hanya milikku seorang!” Desisnya.
To Be Continued…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar