Tittle : “BAD BOY!”
Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
Semua tampak terlihat diam. Entah apa yang akan terjadi keesokan harinya kelak. Sungguh, situasi seperti ini kadang benar-benar membuat semua orang tak dapat menerka akan seperti apa pertandingan penentuan besok. Semuanya masih tampak berkabut, tak jelas. Banyak kemungkinan yang akan terjadi pada pertandingan itu, dan sepertinya Kyuhyun memiliki sebuah pilihan yang benar-benar sulit saat ini. Antara sebuah kemenangan, harga diri, masa depan, dan tentang taruhan itu. Yah, sangat menyulitkannya!
“Huhhh..., sepertinya besok akan sangat ramai. Banyak sekali yang akan terjadi tanpa diduga, benar-benar sangat seru.” Ucap Yesung seraya kembali memfoto Yura dari kejauhan dan tersenyum manis.
This Story Original From @Jjea_
***
‘Apa kau pernah mengetahui ini?
Terkadang ... senyum terindah itu datang
Setelah air mata penuh luka....’
_”Bad Boy”_ Part 11

Cicit burung pagi ini terdengar mengalun dengan irama yang beriringan merdu, menyeruakkkan sukma dingin dari teriknya sinar mentari yang sedikit bersembunyi. Seoul ... kota yang berusia lebih dari 600 tahun ini, tampaknya mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Ramai, kota Seoul sendiri memang menjadi salah satu Kota terpadat di dunia, baik dari segi penduduk maupun dari segi banyaknya kendaraan yang ada.
* When it all began ... U Know, This Because You! *
PIPPPP...!
Terdengar suara peluit berteriak nyaring dari dalam lapangan salah satu Sekolah favorite Ibukota Negara Korea Selatan ini. Sorak sorai begitu jelas terasa bersamaan dengan begitu ramainya para Pelajar yang berlalu lalang. Welcome To Gwangye High School ... nampak jelas papan panjang nan besar itu tergantung di atas gerbang dengan sempurna. Tak seperti biasanya memang, Sekolah ini tampaknya lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Karna toh, hari ini adalah hari babak penentuan akhir untuk turnamen olahraga Korea antar Sekolah. Itulah mengapa, tak hanya dari pelajar Sekolah ini sendiri yang datang untuk meramaikan dan memberi dukungan, tetapi juga dari Sekolah-sekolah yang lain.
“Kyuhyun Oppa....” desah beberapa orang seraya mengelilingi Kyuhyun dengan tatapan iba mereka. Namja itu tampak tengah membalut tangan kanannya dengan perban putih yang ada, menyembunyikan sedikit wajahnya yang merah pucat dari orang-orang di sekelilingnya ini. Sama seperti kemarin, kondisi tubuh dan tangan Kyuhyun tak menunjukan tanda-tanda kestabilan apapun.
“Aku tidak apa-apa, jangan teralu kuatir,” hanya ucapan itulah yang mampu Kyuhyun lontarkan pada gadis-gadis yang kini tengah menatapnya dengan sedih. Kyuhyun tersenyum seperti biasa yang ia bisa. Sekalipun, dia merasakan jika kini ia mulai kembali sulit untuk bernafas dengan baik. Semakin lama, dia semakin merasakan pening yang berkelanjutan.
“Uh...,” eluhnya sembari berdiri dan berusaha untuk menyeret tubuhnya ke lapangan. Hanya tinggal beberapa menit lagi pertandingan final Baseball ini akan dimulai. Sungguh, keadaannya semakin mengkuatirkan sekarang.
Kyuhyun dengan gontai berjalan menembus lorong-lorong Sekolah ini. Sesekali, tampak kedua matanya terpejam, bermaksud untuk mengumpulkan energi untuk dapat melanjutkan semua ini. Ia memang keras kepala, ia akui itu. Bahkan, sekalipun sudah dilarang habis-habisan oleh sang Pelatih, tetap saja Kyuhyun ternyata lebih memilih untuk ikut bermain.
“Oppa...,” pantau seseorang dengan suara parau. Kyuhyun seketika mendongak, menghentikan langkahnya saat ia sadar, jika ada seorang gadis yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan mata yang mengisyaratkan kepedihan. Kyuhyun menghela, sudah ia duga Hiu Hwi akan menghampirinya dengan ekspresi yang seperti itu.
“Ikut aku!” Lanjut Hiu Hwi seraya menarik pergelangan tangan Kyuhyun tanpa perduli apapun. Banyak orang yang kini tengah menatapi adegan tarik menarik itu dengan percuma. Sepertinya, Kyuhyun sedang sangat tak berdaya lagi untuk mengelak. Ia seakan membiarkan, gadis ini melakukan apapun sekarang.
“Aku KEKASIHNYA! Apa yang sedang kalian lihat, HUH?” pekik Hiu Hwi seketika, saat beberapa gadis menatapi mereka dengan tatapan sinis. Tak hanya semua orang yang sontak terkejut dengan lontaran kalimat dari Hiu Hwi tadi itu, tapi juga Cho Kyuhyun! Baiklah, telinganya masih sangat bagus sekali untuk sekedar mendengar kalimat apa yang sudah diteriaki gadis ini. Kedua mata Kyuhyun sedikit membesar tak percaya. Tak sadarkah Hiu Hwi, jika bisa saja nyawanya terancam oleh fans Kyuhyun karna lontarannya tadi? Persetan dengan itu, Hiu Hwi tetap saja menarik Kyuhyun untuk berniat membawa pria ini ke tempat sepi; Taman belakang Sekolah. Entah kenapa, gadis itu sepertinya hobi sekali dengan tempat yang berada di belakang-belakang.
“Sampai kapan kau akan menarikku seperti ini, hem?” Kyuhyun berucap itu dengan nada yang cukup pelan, membuat Hiu Hwi sentak saja berhenti melangkah seketika. Gadis itu diam! Ia sama sekali tak berbalik ke belakang menghadap Kyuhyun atau berniat untuk melepaskan genggaman tangannya dari pria itu.
“Huhhh..., bodoh! Apa kau hanya ingin....”
“Waeyo?” potong Hiu Hwi tiba-tiba seraya sentak saja berbalik dan mendongak menatap Kyuhyun. Namja itu terkontan tak berkutik ketika menatap Hiu Hwi di hadapannya kali ini. Kyuhyun membungkam mulutnya rapat, melirik Hiu Hwi dengan bola mata yang membesar. Gadis ini menangis!
“Kenapa kau tetap memaksakan untuk ikut pertandingan itu dalam kondisimu yang seperti ini, Oppa? Kau sadar betapa tragisnya tubuhmu saat ini, huh? Kenapa? Kenapa kau tak mendengarkan permintaanku?” isak Hiu Hwi yang tak mampu menahan bendungan air matanya lagi.
“Aku tidak apa-apa,” balas Kyuhyun seraya menatap Hiu Hwi dengan tajam.
“Jika kau tidak apa-apa, aku tidak akan mengkuatirkan keadaanmu seperti ini. Bisakah ... kali ini saja kau mendengarkanku? Aku mohon Oppa ... aku mohon agar kau....”
“Aku tidak bisa.” Sela Kyuhyun cepat. Tak ada kalimat lain yang saat ini ia ingin lontarkan selain itu.
“Waeyo? Apa sesuka itukah kau dengan olahraga itu, sampai kau mempertaruhkan dirimu sendiri seperti ini Oppa? Apakah kau bisa mengatakan alasan apa yang membuatmu tetap ingin main? Selama ini, kau tak pernah lepas untuk ikut bertanding. Apa tidak bisa, jika kau tak ikut satu kali ini saja?” Kyuhyun tak menjawab lagi lontaran kalimat Hiu Hwi kali ini. Semakin lama, kedua mata namja itu tampak semakin memicing tajam menatap Hiu Hwi tanpa berkedip.
“Apa kau tidak mengerti? Mungkin saja keadaan tangan dan tubuhmu akan semakin lemah, jika dipaksakan terus seperti ini. Ini hanya pertandingan antar Sekolah, kau tak perlu memaksakan keadaanmu seperti ini Oppa!”
“Ini bukan hanya tentang rasa sukaku pada Baseball,”
“Mwo?”
“Jangan terlalu banyak bertanya tentang apa yang sulit untuk kujawab,”
“Oppa....”
“Idiot! Kenapa kau menangis, eh?” Kyuhyun tampak mengangkat kedua tangannya untuk menghapus jejak air mata Hiu Hwi dengan tangannya sendiri.
“Jangan berpikir lagi, jika apa yang telah terjadi padaku ini adalah kesalahanmu. Kau tidak ada hubungannya dengan semua rasa sakit yang ku derita ini. Jangan terlalu kuatir, aku tak akan mati hanya karna ikut pertandingan Baseball,”
“Tapi Oppa..., aku tetap tak bisa melihatmu bermain dalam keadaan yang seperti in....”
“Aku harus segera ke lapangan,” Kyuhyun lagi-lagi terdengar menyela kalimat Hiu Hwi seketika. Berpaling kearah lain, dan bersiap untuk berbalik pergi.
“Jangan terlalu mencampuri kehidupanku. Aku sangat tidak suka dengan orang yang terlalu mengatur apa yang ingin kulakukan.” Lanjut Kyuhyun, sampai akhirnya pria itu tampak berjalan cepat meninggalkan Hiu Hwi seorang diri sekarang. Nada kalimatnya yang terakhir itu, cukup terdengar sinis.
‘Sebenarnya, aku hanya ingin meminta ... jangan menyakitiku dengan rasa sakitmu itu Oppa....’
Hiu Hwi tampak terdiam di tempatnya, merundukkan kepalanya perlahan untuk membuat sisa jejak air matanya itu terjatuh. Ia baru sadar, sekeras apapun ia mencoba untuk memasuki kehidupan Kyuhyun. Tetap saja, pria itu acap kali membuatnya terlihat seperti orang asing. Selama ini, bahkan ia hanya memikirkan tentang keadaan Kyuhyun. Sungguh, ia merasa ... hanya mencintai namja itu saja mampu membuatnya merasakan banyak perasaan seperti ini. Kadang membuatnya berbunga, tapi terkadang pula membuatnya jatuh. Tak terhitung, berapa luka yang pernah tergores dari semua rasa itu.
***
Kembali, sorak sorai terdengar jelas dari ujung Sekolah ini. Tak hanya beberapa Drum Band Sekolah dan alat lainnya yang nampak berteriak kompak. Tetapi juga terdengar banyak yel-yel yang ditunjukan oleh beberapa Siswi dengan maksud menyemangati para Pemain dipinggiran lapangan itu. Ramai ... suasana seperti ini, pasti akan sangat dirindukan banyak orang di tahun-tahun mendatang kelak.
“Baiklah, untuk para Pemain Baseball yang sudah sangat ditunggu-tunggu sejak tadi, silahkan masuk ke lapangan. Sepertinya, sebentar lagi kita akan memulai pertandingan ini. Lihatlah, bahkan penonton pun sudah sangat tampak padat sekali! Wah...,” decak seseorang melalui pengeras suara itu. Kembali, tempat ini seakan riuh oleh teriakan histeris, terutama para yeoja.
“Kyaaaaaaaaaaaaa...!”
“Sepertinya, ini akan menjadi pertandingan Baseball paling fenomenal pada musim ini.” Lagi-lagi seseorang bersuara melalui pengeras suara itu. Keadaan ini tampak semakin ramai saat seketika para pemuda-pemuda tampan itu memasuki lapangan satu per satu dengan Tim sekolah mereka masing-masing.
Ujeong High School Annyang VS Gwangye High School Seoul ... sepertinya, kedua Sekolah inilah yang memang tengah hangat dipergunjingakan banyak orang. Lalu, siapakah yang akan memenangkan kejuaran Baseball Korea musim ini? Sedikit sulit untuk menebak! Mengingat, kedua kubu mempunyai para Pemain yang patut untuk diperhitungkan sebagai atlit masa depan Negara ini.
“Gwenchana?” Kyuhyun hanya tersenyum kecut dengan anggukan kecil kepalanya, tatkala mendengar pertanyaan dari rekan satu Tim-nya itu. Ia tampak menepis pelan, saat beberapa temannya berniat untuk membantunya berjalan dengan normal. Sesungguhnya, Kyuhyun sangat amat tidak suka dikasihani.
Kembali, teriakan histseris itu terdengar sangat kencang dimana-mana. Tak perduli akan asal Sekolah mana, beberapa yeoja itu dengan lantangnya tampak berteriak dan menyebut nama CHO KYUHYUN berulang kali, seolah ingin menyemangati Kyuhyun yang kini tengah menahan semua rasa sakitnya itu. Pria itu memang nampak bodoh sekarang, tapi disisi lain ... Kyuhyun malah mendapat pujian dari berbagai kalangan atas tindakannya kali ini. Sungguh, sepertinya ia memang dilahirkan untuk membuat semua orang berdecak kagum padanya.
“Kau tidak apa-apa, Hyung? Sepertinya wajahmu pucat sekali. Jika tidak tahan, kau sebaiknya mundur saja dari pertandingan ini,” Khazuma tampak menghampiri Kyuhyun dengan cengiran khasnya itu seperti biasa. Mereka memang tengah melakukan peregangan sejenak sebelum bertanding.
Kyuhyun diam! Ia sama sekali tak berniat untuk meladeni bocah yang lebih setan darinya ini.
“Hyung masih ingat tentang taruhan kita kemarin? Cah, lihatlah Noona dibangku penonton itu. Sepertinya dia sangat mengkuatirkanmu. Apa Hyung tak berniat mundur dan membiarkan aku memenangkan pertandingan ini, eh?” Khazuma mengatakan kalimat itu seraya memandangi Hiu Hwi dari kejauhan. Terlihat jelas, jika gadis itu tengah ditenangkan oleh Yura sekarang.
“Hummm ... setelah ini, dapat aku pastikan jika tak akan ada lagi ekspresi Noona yang seperti itu Hyung. Aku ... akan berusaha untuk memenangkan pertandingan ini. Setidaknya, sebagai sesama laki-laki, kita harus konsisten dengan semua omongan dan perbuatan kita bukan? Aku harap, Hyung juga dapat konsisten dalam membiarkan Noona menjadi milikku kelak jika aku menang.”
“Diamlah!” Umpat Kyuhyun dengan rahang yang mengeras.
“Bisakah kau berhenti berbicara? Huh! Kau pikir kau akan memenangkan pertandingan ini? Sekalipun aku mati, aku tak akan pernah ingin mengalah padamu! Khazuma Tetsuya, aku akan memenangkan ini dan berharap agar kau tak akan mengganggunya lagi.” Lanjut Kyuhyun serius.
“Jadi ... kau memaksakan tubuhmu untuk bertanding seperti ini, hanya karna tak ingin aku memenangkan taruhan itu, Hyung? Alasan yang sangat romantis! Bahkan, kau mempertaruhkan tangan berhargamu itu hanya untuk ini. Hahahaha, waeyo? Kau takut aku benar-benar akan mengambil Noona darimu?” Khazuma menoleh dengan tatapan tak bersalahnya itu. Tangan Kyuhyun mengepal, kenapa ia selalu saja terpancing oleh namja ini?
“Sepertinya, bahkan Hiu Hwi Noona lebih berharga ketimbang kau memilih untuk mempertahankan tanganmu itu. Hyung ... apa kau menyukainya?” tanya Khazuma seraya melipat kedua tangannya di depan dada dan tersenyum dengan gelengan kepalanya itu. Kyuhyun tak menjawab, ia membuang mukanya dari namja ini sekarang.
“Baiklah, aku harap semoga Hyung dapat bertahan. Yah, paling tidak sampai pertandingan pertama ini selesai. Aku rasa, aku tak usah membuang banyak tenaga hari ini. Toh sepertinya, melawan Hyung dalam keadaan sekarat saat sekarang, bukanlah hal yang sulit.” Khazuma melanjutkan perkataannya itu lengkap dengan smirk tajamnya. Namja Jepang ini tampak perlahan-lahan melangkahkan kakinya dengan begitu santai dan tanpa dosa.
Kyuhyun masih tampak diam menatap punggung Khazuma yang perlahan-lahan menjauhinya itu. Sampai didetik berikutnya, dengan tangan kiri yang mengepal kuat, Kyuhyun sentak ikut berjalan ke tengah lapangan. Temponya lebih cepat dari Khazuma sekarang, membuat kini Kyuhyun kembali sejajar dengan namja itu.
“Jika memang aku menyukainya, apa kau ada masalah?” Kyuhyun hanya berucap itu dengan nada sinis. Kembali, ia berniat mempercepat langkahnya dari Khazuma. Baiklah, kalimat yang sempat Kyuhyun bisikan pada Khazuma tadi, sudah cukup berhasil membuat namja Jepang itu menghentikan langkah dan senyumannya seketika.
“Mwo?”
***
‘Bukan tentang seberapa banyak kau telah mengucapkan cinta padanya,
Tetapi, tentang seberapa besar kau telah membuktikan kau pantas dicintainya!’
PIPP ... PIPP!
Terdengar suara peluit itu kembali bersuara dengan bebunyian khasnya. Teriakan semakin riuh disini, membuat keramaian tampak terlihat mengelilingi lapangan hijau yang berada ditengah-tengahnya itu. Satu per satu nama para Pemain dari dua Tim Sekolah ini disebut! Entah mengapa, sepertinya tahun ini olahraga Baseball sangat digemari para Pelajar Korea.
BUKKK...!
Satu pukulan berhasil dipukul oleh Tim Kyuhyun, membuat sebuah cetakan skor mulai saling susul-menyusul disini. Beberapa orang tampak gamam, apalagi saat melihat akan giliran Kyuhyun nantinya. Pria tampan itu semakin pucat! Terlihat jelas, jika sekarang ia seolah tengah memaksakan kondisi fisiknya dengan menahan semua rasa sakitnya itu.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN...!” Pekikan itu terdengar semakin kompak dengan perlahan-lahan. Khazuma menatap Kyu sebentar tatkala kini Kyuhyun berjalan untuk menempati posisi selanjutnya. Giliran dia! Baiklah, Kyuhyun nampak berusaha untuk menggerakkan perlahan tangan kanannya yang masih diperban itu. Sakit ... rasanya seperti benar-benar ngilu terasa. Jari jemarinya bergerak perlahan dengan gemetar. Kyuhyun sadar, pasti semua ini akan dapat membuat kondisi tangannya semakin memburuk, bahkan resiko terberatnya adalah ... ia mungkin tak akan bisa lagi bermain Baseball setelah ini. Namun dia bisa apa? Hati kecil Kyuhyun terus saja berteriak untuk terus melanjutkan ini apapun yang terjadi.
“Huhhhh...,” Kyuhyun mengambil nafas panjangnya sebentar, memejamkan kedua matanya untuk bersiap menghadapi ini. Semua orang diam sementara, iba menatap Kyuhyun yang seakan tampak sangat bodoh sekarang. Pria itu menggerakkan lagi tangan kanannya memegang stik Bisbol. Perih .. demi Tuhan, ia bahkan seakan ingin mengeluarkan air matanya saat merasakan sakit tak tertahankan oleh tubuhnya.
“Argh....” Pria itu memekik kecil disaat kini jemarinya itu menggenggam penuh ujung stik Bisbolnya. Nafas Kyuhyun terdengar lebih cepat dari sebelumnya, membuat beberapa orang tampak menitikan air mata menatapnya seperti itu. Khazuma tersenyum miris sejenak menatap Kyu, ia baru menyadari jika Kyuhyun yang terkenal pintar dalam segala hal itu tampak sangat bodoh sekarang. Bahkan lihatlah, sampai saat seperti ini saja, ia bahkan tak terlihat ingin mundur.
Kyuhyun menoleh sejenak kearah samping, melihat seorang gadis yang berdiri tegak dengan isak tangisnya yang tak pernah henti. Lee Hiu Hwi ... tampak gadis itu juga kini menatapnya dengan menyakitkan, seakan ia juga tengah merasakan apa yang Kyuhyun rasakan saat ini. Sampai seketika ... Kyuhyun sedikit termangu tatkala yeoja itu bergerak singkat dan melambai kearahnya dengan sebuah ... senyuman! Yah, Hiu Hwi sontak mengambil sebuah kertas yang bertuliskan nama Cho Kyuhyun dan mengangkatnya tinggi. Tak lupa, Hiu Hwi juga tersenyum dan menggerakan bibir mungilnya itu seakan membentuk sebuah kalimat semangat. Sedikit, diluar dugaan Kyuhyun. Ia mengira, Hiu Hwi akan berekspresi sedih yang malah akan membuatnya kuatir. Tapi ini? Dalam balutan tangisnya itu ia tersenyum seraya memegang nama dan mengangkat jari jempolnya kearah Kyu. Namja itu tersenyum kecil, setidaknya ada sebuah semangat yang ia rasakan kini. Sampai....
BUKKK...!
Tanpa disangka orang lain, Kyuhyun mampu memukul bola bisbol itu cukup keras dan lumayan jauh. Namja itu berlari. Sesungguhnya, ia masih merasakan sakit luar biasa itu ditangannya. Tidak, bukan tangannya saja sekarang. Tapi juga sekujur tubuhnya.
“Wahhhh....” Teriakan itu kembali ramai terdengar. Semua orang bertepuk tangan dengan amat keras. CHO KYUHYUN ... sekali lagi, dia membuat banyak orang berdecak kagum padanya.
Permainan tampaknya akan semakin memanas sekarang. Khazuma yang juga tak kalah pintar dengan Kyuhyun seakan tak pernah kehabisan trik untuk memenangkan pertandingan ini. Sempat, keduanya terlihat saling bertatapan dengan tajam. Skor mereka acap kali imbang, membuat pertandingan ini malah lebih seru dari sebelumnya. Sungguh, belum terjadi apa-apa sampai pertandingan detik ini berlangsung, Kyuhyun masih mampu bertahan dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Namun ... semua orang pasti menyadari, jika Kyuhyun tetaplah seorang manusia dan bukannya robot. Tubuhnya tak akan mampu bertahan saat ia terlalu memforsirnya dengan berlebihan. Hingga sekarang, nampak pria itu merasakan kedua matanya mulai berkunang, ia seakan tak bisa lagi melihat dengan jelas ataupun mendengar teriakan banyak orang dengan seksama.
“Huhhh ... Huhhh ... Huhhhh....” deru nafas Kyuhyun terdengar amat sangat cepat dan tak beraturan saat ini. Ia sedikit menjongkok sebelum akhirnya tegak kembali dengan stik bisbolnya itu. Giliran dia lagi untuk memukul! Namun sayang, Kyuhyun merasakan tangan kanannya seolah mengalami kram. Sulit untuk digerakkan dan diatur lagi sekarang. Mungkin, inilah batasan ia menahan rasa sakit ditangannya itu. Kyuhyun tampak menggenggam stiknya dengan tangan kiri, membiarkan tangan kanannya hanya bertopang dan membantu untuk menahan.
“Ya Tuhan....” Desah Yura seraya memeluk tubuh Hiu Hwi yang tampak semakin menangis di sampingnya. Diliriknya Yesung yang kini juga tengah berdiri dengan tatapan lurus kearah Kyuhyun. Yura kembali merunduk. Yesung sempat mengatakan padanya, jika pertandingan kali ini tak akan berakhir dengan mudah. Dan kali ini, Yesung kembali benar!
‘Kyuhyun Oppa ... kau tau? Melihatmu seperti itu bahkan lebih menyakitkan ketimbang aku merasakan saat kau melukai perasaanku. Kumohon ... bantu aku menghentikan tangisku ini!’
Gumam Hiu Hwi seraya merunduk dalam. Kedua matanya tertutup, seakan tak kuat melihat kondisi Kyuhyun saat ini. Tak ada hal lagi yang bisa ia lakukan sekarang, selain merendahkan hatinya dan berdoa pada Tuhan.
‘Tolong ... beri dia kekuatan Tuhan....’
Hiu Hwi mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Berharap, saat ia mulai membuka mata kelak, Kyuhyun akan kembali tersenyum padanya.
BUKKKK!
Semua orang nampak terkesiap mendengar suara pukulan Kyuhyun pada bola itu kali ini. Tak ada mata yang tak fokus lagi selain pada lapangan hijau itu. Kyuhyun berhasil memukulnya! Bahkan, sekalipun tadi ia lebih banyak menggunakan tangan kirinya sebagai kekuatan. Namja tampan itu berlari dengan hembusan dan gerakan yang ia bisa. Semua orang berteriak histeris! Kyuhyun ... sungguh, ia seperti tengah kritis sekarang.
“Huhh ... Huhh....” Kyuhyun berlari hendak menggapai teman satu timnya untuk terus melanjutkan permainan ini. Jika saja boleh jujur, ia benar-benar sudah tak kuat lagi sekarang. Bibir bawahnya membiru, penglihatannya pun semakin buram dengan perlahan.
“Cho Kyuhyun ... Cho Kyuhyun ... Cho Kyuhyun...!” Teriakan itu menggema dengan serentak. Sejujurnya, Kyuhyun tengah membayangkan banyak hal sekarang. Membayangkan bagaimana sang Ayah mengajarinya memegang tongkat Baseball untuk yang pertama kalinya, membayangkan bagaimana ia melihat cercaan tawa dari teman-temannya saat dulu ia berhasil memenangkan pertandingan dengan mudah, membayangkan bagaimana semangat Hiu Hwi, tangis kesakitan yeoja itu ketika menyemangatinya. Semua kembali berputar, seakan-akan otaknya terus mendesak untuk terus berpikir. Sampai seketika....
BRUUKKK...!
Tubuh Kyuhyun sentak ambruk dipertangahan larinya saat ini. Semua orang sentak diam! Memandang lurus kearah Kyuhyun yang kini tengah terduduk dengan erangannya.
“OPPA...!” Pekik Hiu Hwi seketika seraya hendak menghampiri tempat Kyuhyun sekarang. Namun tidak, Yura sudah lebih dulu menahannya.
“Hwi-ya, tenanglah.” Usap Yura sembari dengan cepat menarik Hiu Hwi ke dalam dekapannya.
“Yura-shi....” Hiu Hwi menangis! Bukan hanya Hiu Hwi, tapi beberapa orang yang tengah menonton pertandingan ini. Kyuhyun tampak menjongkok, sekali saja dia bergerak lagi, mungkin ia akan pingsan!
“Cho Kyuhyun!” Pekik beberapa orang kalut. Jika saja, Kyuhyun berhenti dititik ini, itu berarti Tim Sekolah Khazuma memiliki kesempatan untuk satu angka lebih unggul dari Tim Kyuhyun. Suasana yang tadinya tampak diam sebentar, kini mulai kembali riuh. Kyuhyun tak dapat bergerak, membuat lagi-lagi Tim Khazuma dapat dengan mudah berlari mengambil bola itu dan melemparnya untuk mengakhiri pertandingan kali ini. Khazuma tersenyum sinis seraya melirik Hiu Hwi sekilas. Namja Jepang itu dengan cepat bergerak dan berlari dari tempatnya, membuat penonton terlihat sangat ricuh sekarang. Mungkinkah pertandingan ini akan dimenangkan oleh Tim Khazuma dengan bola terakhir itu?
Baiklah, sepertinya tidak! Mengingat, kini Khazuma dengan cepat melepaskan sapu tangan dan topi yang ia kenakan. Namja itu memang berlari, tapi bukan kearah bola itu. Melainkan..., kearah Kyuhyun yang kini nampak terduduk lemas di lapangan. Semua orang melongo! Apa yang tengah dilakukan Khazuma sekarang?
“Gwenchana, Hyung?” tanya Khazuma dengan tatapan yang cukup panik. Semua orang diam, menunggu akhir apa dari pertandingan ini sebenarnya. Semua Pemain yang masih ada disini, ikut diam. Tak tau, harus bagaimana melanjutkan pertandingan ini sekarang. Sampai....
“BERHENTI! Pertandingan hari ini harus dihentikan sekarang juga!” Pekik Khazuma seraya berdiri menghadap sang wasit dan beberapa orang yang menjadi pengawas turnamen ini.
“Apa kalian tega? Tega meneruskan pertandingan ini disaat salah satu dari Pemainnya tengah menahan sakit? Dimana otak kalian? Kenapa kalian sejak tadi hanya diam dan tak menghentikan ini semua? Cih! Aku tak akan pernah bangga menang saat lawanku berada dititik yang sangat lemah seperti ini,” ucap Khazuma dengan lantang dan dengan sorotan mata tajamnya. Namja itu sepertinya berhasil menghipnotis banyak orang dengan teriakannya itu. Hingga akhirnya, Khazuma pun kembali berbalik. Ia tampak berjongkok untuk membantu Kyuhyun berdiri sekarang.
Tak ada penolakan dari Kyu saat ini, karna ia sudah terlalu lemas untuk mengelak bantuan namja yang menjadi musuh bebuyutannya itu.
‘Demi kau Noona, aku bahkan rela melakukan apapun. Kumohon ... berhenti menangis seperti itu. Jangan menampakkan tangismu lagi di depanku kelak....’
Khazuma bergumam lirih sembari membenarkan posisinya untuk menggendong Kyuhyun dari arah belakang! Ia tau itu pasti sangat sulit dan berat, tapi setidaknya ... ia seorang pria yang cukup kuat.
“Hwi-ya! Sungguh, aku tidak pernah melihat Khazuma Tetsuya melakukan hal yang seperti itu. Dia benar-benar....”
“Yu ... Yura-shi.” Yura tak dapat berkata apa-apa lagi sekarang. Semuanya bungkam, menatapi kedua namja tampan yang tak pernah akur ini tampak bergendongan keluar lapangan. Suatu pemandangan yang sangat amat langkah. Bahkan, tak pernah ada yang berpkir, jika sekarang mereka berdua tampak terlihat sangat akrab; seperti Kakak dan Adik.
KLIK!
Tampak Yesung mengabadikan pemandangan itu melalui lensa kameranya. Namja itu tampak tersenyum manis. Setidaknya, alasan dia untuk membawa kamera ini. Ternyata memang tak sia-sia sama sekali.
“Tidak buruk!” Ucap Yesung sembari berbalik dan hendak melakukan sesuatu untuk selanjutnya. Hari ini ... sepertinya awan memang sedang bersahabat dengan alam. Layangan angin itu, bahkan menerpa kulit begitu lembut.
***
Dilain tempat, tampak seorang namja lagi tengah mengacak-acak kesal rambutnya itu. Frustasi ... sudah sejak tadi ia menimbang sesuatu yang bahkan tak kunjung ia putuskan sampai sekarang.
“Keluar atau tidak? Ash!” Umpatnya dengan diri sendiri. Kim Heechul ... kini namja tampan dengan jas hitam itu terlihat berada di dalam sebuah mobil disekitaran gerbang Sekolah ini. Sebenarnya, ia memang sudah tak mempunyai tugas lagi untuk mengantar-jemput Hiu Hwi. Tapi, saat ini ia hanya berniat untuk meminta maaf pada gadis itu. Setidaknya, sedikit menahan gengsi dan meminta maaf itu bukanlah hal yang buruk.
“Huft..., baiklah. Sebaiknya, aku keluar dan minta maaf atas semua kesalahanku padanya selama ini.” Heechul memantapkan hatinya untuk membuka kunci mobilnya ini dan berniat untuk langsung keluar mencari keberadaan Hiu Hwi sekarang. Namun seketika, belum sempat Heechul hendak turun, seseorang dengan secara tiba-tiba saja memasuki mobilnya itu lebih dulu. Heechul berbalik, melotot garang pada pria asing yang sama sekali tak ia kenali ini.
“Apa kabar Tuan Kim? Kau masih ingat aku? Kita bertemu saat Festival Kota waktu itu.” Cerocos Yesung dengan sebuah senyuman polos tak bersalahnya itu.
“Aku tidak perduli kita pernah bertemu atau tidak. Yang jelas ... sekarang kau turun dari mobilku. Siapa yang menyuruhmu untuk naik, huh?” balas Heechul sengit. Yesung tampak terkekeh pelan mendengarnya. Benar, apanya yang lucu? Heechul mulai merasakan jika namja ini memiliki tingkat kewarasan yang rendah.
“Yak! Kau pikir aku main-main, huh? Cepat turun atau aku akan membuatmu babak belur!”
“Aku tidak mau. Ada yang harus kita kerjakan sekarang.”
“Kita? Mwo? Cah, kau....”
“Kau ingin Hiu Hwi menerima kata maafmu kan? Apa kau pernah mendengar ini Tuan Kim? Terkadang, kata maaf saja tak cukup hebat untuk membuat semua orang memaafkanmu dengan tulus. Harus disertai tindakan dan pembuktian, itu yang lebih penting,”
“Apa maksudmu?”
“Jika kau ingin Hiu Hwi memaafkanmu, kau harus melakukan tindakan yang dapat membuatnya berterima kasih padamu. Dan sekarang, kau dapat melakukannya. Kau harus percaya padaku. Maksudku ini adalah....” Yesung menghentikan kalimatnya dititik ini sejenak, memandang mata Heechul yang saat ini mulai tampak sedikit mendengarkan omongannya.
Disatu sisi, tampak kini Khazuma menurunkan tubuh Kyuhyun dari gendongannya. Namja itu tampak mengumpat-umpat tak jelas sejak tadi. Sungguh, ia baru sadar, jika badan Kyuhyun ini jauh lebih berat dari kelihatannya.
“Hyung, kau benar-benar berhutang nyawa padaku!” Khazuma mencubit kedua pipi namja itu sebentar. Entah apa yang ia lakukan! Kyuhyun sepertinya sudah tak sadarkan diri lagi, hingga membuatnya tak tau hal apa saja yang telah Khazuma lakukan ini untuknya.
“Aku harus membawanya pakai apa?” Khazuma berteriak kusut diparkiran Sekolahnya ini. Ia pergi dan pulang memakai sepeda saat Sekolah. Jika ia membawa Kyu dengan sepedanya pergi ke Rumah sakit sekarang, tidakkan itu terdengar seperti sebuah lelucon? Diparkiran ini tak ada orang. Mobil dan motor yang terparkir disini terkunci dengan erat.
“Aku akan berbalik dan meminta bantuan. Setidaknya, Hyung harus segera dibawa ke rumah sak....”
CKITTTTTT
Khazuma menghentikan perkataannya saat seketika terdengar suara klakson dan ban mobil berdecit hebat di hadapannya. Kedua matanya seketika mengerjap, ingin melihat akan siapa yang telah membuat keributan dalam keadaan yang seperti ini.
“Hey, bocah. Cepat masukkan Kyuhyun ke dalam mobil,” ucap seseorang dengan nada memerintah. Khazuma tampak melongo, ada kedua namja tampan yang berada di dalam mobil itu.
“Yesung Hyung? Kau....”
“Cepatlah! Kau ingin Kyuhyun mati karna kau lambat sekali memasukkannya ke dalam mobil, eh? Dia sedang sakit, kita harus cepat bawa ke Rumah sakit.”
“Eoh..., baiklah.” Balas Khazuma sembari membuka pintu mobil mewah itu dengan lebar. Yesung nampak tersenyum, diliriknya Heechul yang tengah diam memegang kendali. Cho Kyuhyun ... tak pernah ia bermimpi akan menolong namja ini sekalipun. Jika bukan karna Hiu Hwi, Heechul benar-benar tak akan sudi.
“Tangan kanannya sepertinya mengalami luka berat. Dia benar-benar kasihan....” Yesung berucap itu dengan nada iba, membuat Heechul sentak menatap Kyuhyun melalui kaca spion depannya itu.
“Mwo? Tangan kanannya?” Heechul merasakan tubuhnya sedikit berdesir mendengar kalimat Yesung. Apa mungkin akibat perkelahian mereka pada malam itu?
“Nde, cepatlah jalan. Kita harus segera sampai.”
“Hummm...,” Heechul hanya bergumam itu untuk saat ini. Ia baru sadar, mengapa Hiu Hwi dapat menjadi begitu marah padanya saat itu, bahkan sampai sekarang. Jadi....
“Pakai sabuk pengaman kalian.” Lanjut Heechul seraya menghidupkan gas mobilnya untuk berniat menjalankan mobil ini dengan cepat. Sepertinya, Khazuma mulai merasakan ada yang tak beres untuk detik berikutnya. Benar, dia sangat takut sekali naik mobil dengan kecepatan tinggi. Trauma? Bisa dikatakan begitu. Mengingat juga, ia tak akan bisa menahan diri untuk tidak muntah jika pergi dengan mobil berkecepatan maksimum seperti ini.
“Huaaaaaaaaaaaaa ... ANIYA!” Pekik Khazuma saat ia merasakan tebakannya itu sangatlah benar. Kim Heechul ... memang tak ada yang dapat menandinginya dalam urusan kecepatan mobil di Annyang! Entah seberapa cepat ia melajukan mobil ini tanpa perasaan, bahkan Khazuma merasakan seolah tengah terbang sekarang. Pundi-pundi isi dalam perutnya itu mulai tampak meranjak naik ke atas.
“Aku belum ingin MATI...! EOMMA...!” Pekik Khazuma frustasi. Sekalipun Yesung tak berteriak, ia juga kini tengah menahan rasa takutnya sekarang. Sebenarnya, ia sedikit menyesal telah mengatakan, jika mereka harus cepat sampai ke Rumah sakit.
“Hwi-ya, bukankah itu mobil Supirmu?” tanya Yura dengan nafas tersengal, sesaat mereka berusaha untuk mengejar mobil yang membawa Kyuhyun saat ini.
“Eoh?”
“Kenapa, mereka berempat dapat didalam satu mobil bersama seperti itu?”
“MWO? BEREMPAT?” balas Hiu Hwi hampir saja berteriak. Tidak! Apa jadinya, jika keempat namja itu bertemu bersama tanpa pengawasan?
“Yura-shi, sebaiknya kita cepat susul mereka.”
“EOH!”
=TBC=
“Bukankah, waktu itu kau sempat mengatakan jika kau adalah kekasihku, eh?”
“Mmm ... mmmwo?”
“Kalau begitu ... bagaimana jika aku juga mengatakan sekarang. Jika kau ... adalah kekasihku!”
“HUH?”

Cast : Lee Hiu Hwi, Cho Kyuhyun, Kim Heechul, Khazuma Tetsuya
Rating : PG-17 / Straight
Genre : School Life
Don’t BASH... This Just For Fun!
Semua tampak terlihat diam. Entah apa yang akan terjadi keesokan harinya kelak. Sungguh, situasi seperti ini kadang benar-benar membuat semua orang tak dapat menerka akan seperti apa pertandingan penentuan besok. Semuanya masih tampak berkabut, tak jelas. Banyak kemungkinan yang akan terjadi pada pertandingan itu, dan sepertinya Kyuhyun memiliki sebuah pilihan yang benar-benar sulit saat ini. Antara sebuah kemenangan, harga diri, masa depan, dan tentang taruhan itu. Yah, sangat menyulitkannya!
“Huhhh..., sepertinya besok akan sangat ramai. Banyak sekali yang akan terjadi tanpa diduga, benar-benar sangat seru.” Ucap Yesung seraya kembali memfoto Yura dari kejauhan dan tersenyum manis.
This Story Original From @Jjea_
***
‘Apa kau pernah mengetahui ini?
Terkadang ... senyum terindah itu datang
Setelah air mata penuh luka....’
_”Bad Boy”_ Part 11

Cicit burung pagi ini terdengar mengalun dengan irama yang beriringan merdu, menyeruakkkan sukma dingin dari teriknya sinar mentari yang sedikit bersembunyi. Seoul ... kota yang berusia lebih dari 600 tahun ini, tampaknya mulai kembali beraktivitas seperti biasa. Ramai, kota Seoul sendiri memang menjadi salah satu Kota terpadat di dunia, baik dari segi penduduk maupun dari segi banyaknya kendaraan yang ada.
* When it all began ... U Know, This Because You! *
PIPPPP...!
Terdengar suara peluit berteriak nyaring dari dalam lapangan salah satu Sekolah favorite Ibukota Negara Korea Selatan ini. Sorak sorai begitu jelas terasa bersamaan dengan begitu ramainya para Pelajar yang berlalu lalang. Welcome To Gwangye High School ... nampak jelas papan panjang nan besar itu tergantung di atas gerbang dengan sempurna. Tak seperti biasanya memang, Sekolah ini tampaknya lebih ramai dari hari-hari sebelumnya. Karna toh, hari ini adalah hari babak penentuan akhir untuk turnamen olahraga Korea antar Sekolah. Itulah mengapa, tak hanya dari pelajar Sekolah ini sendiri yang datang untuk meramaikan dan memberi dukungan, tetapi juga dari Sekolah-sekolah yang lain.
“Kyuhyun Oppa....” desah beberapa orang seraya mengelilingi Kyuhyun dengan tatapan iba mereka. Namja itu tampak tengah membalut tangan kanannya dengan perban putih yang ada, menyembunyikan sedikit wajahnya yang merah pucat dari orang-orang di sekelilingnya ini. Sama seperti kemarin, kondisi tubuh dan tangan Kyuhyun tak menunjukan tanda-tanda kestabilan apapun.
“Aku tidak apa-apa, jangan teralu kuatir,” hanya ucapan itulah yang mampu Kyuhyun lontarkan pada gadis-gadis yang kini tengah menatapnya dengan sedih. Kyuhyun tersenyum seperti biasa yang ia bisa. Sekalipun, dia merasakan jika kini ia mulai kembali sulit untuk bernafas dengan baik. Semakin lama, dia semakin merasakan pening yang berkelanjutan.
“Uh...,” eluhnya sembari berdiri dan berusaha untuk menyeret tubuhnya ke lapangan. Hanya tinggal beberapa menit lagi pertandingan final Baseball ini akan dimulai. Sungguh, keadaannya semakin mengkuatirkan sekarang.
Kyuhyun dengan gontai berjalan menembus lorong-lorong Sekolah ini. Sesekali, tampak kedua matanya terpejam, bermaksud untuk mengumpulkan energi untuk dapat melanjutkan semua ini. Ia memang keras kepala, ia akui itu. Bahkan, sekalipun sudah dilarang habis-habisan oleh sang Pelatih, tetap saja Kyuhyun ternyata lebih memilih untuk ikut bermain.
“Oppa...,” pantau seseorang dengan suara parau. Kyuhyun seketika mendongak, menghentikan langkahnya saat ia sadar, jika ada seorang gadis yang kini tengah berdiri di hadapannya dengan mata yang mengisyaratkan kepedihan. Kyuhyun menghela, sudah ia duga Hiu Hwi akan menghampirinya dengan ekspresi yang seperti itu.
“Ikut aku!” Lanjut Hiu Hwi seraya menarik pergelangan tangan Kyuhyun tanpa perduli apapun. Banyak orang yang kini tengah menatapi adegan tarik menarik itu dengan percuma. Sepertinya, Kyuhyun sedang sangat tak berdaya lagi untuk mengelak. Ia seakan membiarkan, gadis ini melakukan apapun sekarang.
“Aku KEKASIHNYA! Apa yang sedang kalian lihat, HUH?” pekik Hiu Hwi seketika, saat beberapa gadis menatapi mereka dengan tatapan sinis. Tak hanya semua orang yang sontak terkejut dengan lontaran kalimat dari Hiu Hwi tadi itu, tapi juga Cho Kyuhyun! Baiklah, telinganya masih sangat bagus sekali untuk sekedar mendengar kalimat apa yang sudah diteriaki gadis ini. Kedua mata Kyuhyun sedikit membesar tak percaya. Tak sadarkah Hiu Hwi, jika bisa saja nyawanya terancam oleh fans Kyuhyun karna lontarannya tadi? Persetan dengan itu, Hiu Hwi tetap saja menarik Kyuhyun untuk berniat membawa pria ini ke tempat sepi; Taman belakang Sekolah. Entah kenapa, gadis itu sepertinya hobi sekali dengan tempat yang berada di belakang-belakang.
“Sampai kapan kau akan menarikku seperti ini, hem?” Kyuhyun berucap itu dengan nada yang cukup pelan, membuat Hiu Hwi sentak saja berhenti melangkah seketika. Gadis itu diam! Ia sama sekali tak berbalik ke belakang menghadap Kyuhyun atau berniat untuk melepaskan genggaman tangannya dari pria itu.
“Huhhh..., bodoh! Apa kau hanya ingin....”
“Waeyo?” potong Hiu Hwi tiba-tiba seraya sentak saja berbalik dan mendongak menatap Kyuhyun. Namja itu terkontan tak berkutik ketika menatap Hiu Hwi di hadapannya kali ini. Kyuhyun membungkam mulutnya rapat, melirik Hiu Hwi dengan bola mata yang membesar. Gadis ini menangis!
“Kenapa kau tetap memaksakan untuk ikut pertandingan itu dalam kondisimu yang seperti ini, Oppa? Kau sadar betapa tragisnya tubuhmu saat ini, huh? Kenapa? Kenapa kau tak mendengarkan permintaanku?” isak Hiu Hwi yang tak mampu menahan bendungan air matanya lagi.
“Aku tidak apa-apa,” balas Kyuhyun seraya menatap Hiu Hwi dengan tajam.
“Jika kau tidak apa-apa, aku tidak akan mengkuatirkan keadaanmu seperti ini. Bisakah ... kali ini saja kau mendengarkanku? Aku mohon Oppa ... aku mohon agar kau....”
“Aku tidak bisa.” Sela Kyuhyun cepat. Tak ada kalimat lain yang saat ini ia ingin lontarkan selain itu.
“Waeyo? Apa sesuka itukah kau dengan olahraga itu, sampai kau mempertaruhkan dirimu sendiri seperti ini Oppa? Apakah kau bisa mengatakan alasan apa yang membuatmu tetap ingin main? Selama ini, kau tak pernah lepas untuk ikut bertanding. Apa tidak bisa, jika kau tak ikut satu kali ini saja?” Kyuhyun tak menjawab lagi lontaran kalimat Hiu Hwi kali ini. Semakin lama, kedua mata namja itu tampak semakin memicing tajam menatap Hiu Hwi tanpa berkedip.
“Apa kau tidak mengerti? Mungkin saja keadaan tangan dan tubuhmu akan semakin lemah, jika dipaksakan terus seperti ini. Ini hanya pertandingan antar Sekolah, kau tak perlu memaksakan keadaanmu seperti ini Oppa!”
“Ini bukan hanya tentang rasa sukaku pada Baseball,”
“Mwo?”
“Jangan terlalu banyak bertanya tentang apa yang sulit untuk kujawab,”
“Oppa....”
“Idiot! Kenapa kau menangis, eh?” Kyuhyun tampak mengangkat kedua tangannya untuk menghapus jejak air mata Hiu Hwi dengan tangannya sendiri.
“Jangan berpikir lagi, jika apa yang telah terjadi padaku ini adalah kesalahanmu. Kau tidak ada hubungannya dengan semua rasa sakit yang ku derita ini. Jangan terlalu kuatir, aku tak akan mati hanya karna ikut pertandingan Baseball,”
“Tapi Oppa..., aku tetap tak bisa melihatmu bermain dalam keadaan yang seperti in....”
“Aku harus segera ke lapangan,” Kyuhyun lagi-lagi terdengar menyela kalimat Hiu Hwi seketika. Berpaling kearah lain, dan bersiap untuk berbalik pergi.
“Jangan terlalu mencampuri kehidupanku. Aku sangat tidak suka dengan orang yang terlalu mengatur apa yang ingin kulakukan.” Lanjut Kyuhyun, sampai akhirnya pria itu tampak berjalan cepat meninggalkan Hiu Hwi seorang diri sekarang. Nada kalimatnya yang terakhir itu, cukup terdengar sinis.
‘Sebenarnya, aku hanya ingin meminta ... jangan menyakitiku dengan rasa sakitmu itu Oppa....’
Hiu Hwi tampak terdiam di tempatnya, merundukkan kepalanya perlahan untuk membuat sisa jejak air matanya itu terjatuh. Ia baru sadar, sekeras apapun ia mencoba untuk memasuki kehidupan Kyuhyun. Tetap saja, pria itu acap kali membuatnya terlihat seperti orang asing. Selama ini, bahkan ia hanya memikirkan tentang keadaan Kyuhyun. Sungguh, ia merasa ... hanya mencintai namja itu saja mampu membuatnya merasakan banyak perasaan seperti ini. Kadang membuatnya berbunga, tapi terkadang pula membuatnya jatuh. Tak terhitung, berapa luka yang pernah tergores dari semua rasa itu.
***
Kembali, sorak sorai terdengar jelas dari ujung Sekolah ini. Tak hanya beberapa Drum Band Sekolah dan alat lainnya yang nampak berteriak kompak. Tetapi juga terdengar banyak yel-yel yang ditunjukan oleh beberapa Siswi dengan maksud menyemangati para Pemain dipinggiran lapangan itu. Ramai ... suasana seperti ini, pasti akan sangat dirindukan banyak orang di tahun-tahun mendatang kelak.
“Baiklah, untuk para Pemain Baseball yang sudah sangat ditunggu-tunggu sejak tadi, silahkan masuk ke lapangan. Sepertinya, sebentar lagi kita akan memulai pertandingan ini. Lihatlah, bahkan penonton pun sudah sangat tampak padat sekali! Wah...,” decak seseorang melalui pengeras suara itu. Kembali, tempat ini seakan riuh oleh teriakan histeris, terutama para yeoja.
“Kyaaaaaaaaaaaaa...!”
“Sepertinya, ini akan menjadi pertandingan Baseball paling fenomenal pada musim ini.” Lagi-lagi seseorang bersuara melalui pengeras suara itu. Keadaan ini tampak semakin ramai saat seketika para pemuda-pemuda tampan itu memasuki lapangan satu per satu dengan Tim sekolah mereka masing-masing.
Ujeong High School Annyang VS Gwangye High School Seoul ... sepertinya, kedua Sekolah inilah yang memang tengah hangat dipergunjingakan banyak orang. Lalu, siapakah yang akan memenangkan kejuaran Baseball Korea musim ini? Sedikit sulit untuk menebak! Mengingat, kedua kubu mempunyai para Pemain yang patut untuk diperhitungkan sebagai atlit masa depan Negara ini.
“Gwenchana?” Kyuhyun hanya tersenyum kecut dengan anggukan kecil kepalanya, tatkala mendengar pertanyaan dari rekan satu Tim-nya itu. Ia tampak menepis pelan, saat beberapa temannya berniat untuk membantunya berjalan dengan normal. Sesungguhnya, Kyuhyun sangat amat tidak suka dikasihani.
Kembali, teriakan histseris itu terdengar sangat kencang dimana-mana. Tak perduli akan asal Sekolah mana, beberapa yeoja itu dengan lantangnya tampak berteriak dan menyebut nama CHO KYUHYUN berulang kali, seolah ingin menyemangati Kyuhyun yang kini tengah menahan semua rasa sakitnya itu. Pria itu memang nampak bodoh sekarang, tapi disisi lain ... Kyuhyun malah mendapat pujian dari berbagai kalangan atas tindakannya kali ini. Sungguh, sepertinya ia memang dilahirkan untuk membuat semua orang berdecak kagum padanya.
“Kau tidak apa-apa, Hyung? Sepertinya wajahmu pucat sekali. Jika tidak tahan, kau sebaiknya mundur saja dari pertandingan ini,” Khazuma tampak menghampiri Kyuhyun dengan cengiran khasnya itu seperti biasa. Mereka memang tengah melakukan peregangan sejenak sebelum bertanding.
Kyuhyun diam! Ia sama sekali tak berniat untuk meladeni bocah yang lebih setan darinya ini.
“Hyung masih ingat tentang taruhan kita kemarin? Cah, lihatlah Noona dibangku penonton itu. Sepertinya dia sangat mengkuatirkanmu. Apa Hyung tak berniat mundur dan membiarkan aku memenangkan pertandingan ini, eh?” Khazuma mengatakan kalimat itu seraya memandangi Hiu Hwi dari kejauhan. Terlihat jelas, jika gadis itu tengah ditenangkan oleh Yura sekarang.
“Hummm ... setelah ini, dapat aku pastikan jika tak akan ada lagi ekspresi Noona yang seperti itu Hyung. Aku ... akan berusaha untuk memenangkan pertandingan ini. Setidaknya, sebagai sesama laki-laki, kita harus konsisten dengan semua omongan dan perbuatan kita bukan? Aku harap, Hyung juga dapat konsisten dalam membiarkan Noona menjadi milikku kelak jika aku menang.”
“Diamlah!” Umpat Kyuhyun dengan rahang yang mengeras.
“Bisakah kau berhenti berbicara? Huh! Kau pikir kau akan memenangkan pertandingan ini? Sekalipun aku mati, aku tak akan pernah ingin mengalah padamu! Khazuma Tetsuya, aku akan memenangkan ini dan berharap agar kau tak akan mengganggunya lagi.” Lanjut Kyuhyun serius.
“Jadi ... kau memaksakan tubuhmu untuk bertanding seperti ini, hanya karna tak ingin aku memenangkan taruhan itu, Hyung? Alasan yang sangat romantis! Bahkan, kau mempertaruhkan tangan berhargamu itu hanya untuk ini. Hahahaha, waeyo? Kau takut aku benar-benar akan mengambil Noona darimu?” Khazuma menoleh dengan tatapan tak bersalahnya itu. Tangan Kyuhyun mengepal, kenapa ia selalu saja terpancing oleh namja ini?
“Sepertinya, bahkan Hiu Hwi Noona lebih berharga ketimbang kau memilih untuk mempertahankan tanganmu itu. Hyung ... apa kau menyukainya?” tanya Khazuma seraya melipat kedua tangannya di depan dada dan tersenyum dengan gelengan kepalanya itu. Kyuhyun tak menjawab, ia membuang mukanya dari namja ini sekarang.
“Baiklah, aku harap semoga Hyung dapat bertahan. Yah, paling tidak sampai pertandingan pertama ini selesai. Aku rasa, aku tak usah membuang banyak tenaga hari ini. Toh sepertinya, melawan Hyung dalam keadaan sekarat saat sekarang, bukanlah hal yang sulit.” Khazuma melanjutkan perkataannya itu lengkap dengan smirk tajamnya. Namja Jepang ini tampak perlahan-lahan melangkahkan kakinya dengan begitu santai dan tanpa dosa.
Kyuhyun masih tampak diam menatap punggung Khazuma yang perlahan-lahan menjauhinya itu. Sampai didetik berikutnya, dengan tangan kiri yang mengepal kuat, Kyuhyun sentak ikut berjalan ke tengah lapangan. Temponya lebih cepat dari Khazuma sekarang, membuat kini Kyuhyun kembali sejajar dengan namja itu.
“Jika memang aku menyukainya, apa kau ada masalah?” Kyuhyun hanya berucap itu dengan nada sinis. Kembali, ia berniat mempercepat langkahnya dari Khazuma. Baiklah, kalimat yang sempat Kyuhyun bisikan pada Khazuma tadi, sudah cukup berhasil membuat namja Jepang itu menghentikan langkah dan senyumannya seketika.
“Mwo?”
***
‘Bukan tentang seberapa banyak kau telah mengucapkan cinta padanya,
Tetapi, tentang seberapa besar kau telah membuktikan kau pantas dicintainya!’
PIPP ... PIPP!
Terdengar suara peluit itu kembali bersuara dengan bebunyian khasnya. Teriakan semakin riuh disini, membuat keramaian tampak terlihat mengelilingi lapangan hijau yang berada ditengah-tengahnya itu. Satu per satu nama para Pemain dari dua Tim Sekolah ini disebut! Entah mengapa, sepertinya tahun ini olahraga Baseball sangat digemari para Pelajar Korea.
BUKKK...!
Satu pukulan berhasil dipukul oleh Tim Kyuhyun, membuat sebuah cetakan skor mulai saling susul-menyusul disini. Beberapa orang tampak gamam, apalagi saat melihat akan giliran Kyuhyun nantinya. Pria tampan itu semakin pucat! Terlihat jelas, jika sekarang ia seolah tengah memaksakan kondisi fisiknya dengan menahan semua rasa sakitnya itu.
“CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN ... CHO KYUHYUN...!” Pekikan itu terdengar semakin kompak dengan perlahan-lahan. Khazuma menatap Kyu sebentar tatkala kini Kyuhyun berjalan untuk menempati posisi selanjutnya. Giliran dia! Baiklah, Kyuhyun nampak berusaha untuk menggerakkan perlahan tangan kanannya yang masih diperban itu. Sakit ... rasanya seperti benar-benar ngilu terasa. Jari jemarinya bergerak perlahan dengan gemetar. Kyuhyun sadar, pasti semua ini akan dapat membuat kondisi tangannya semakin memburuk, bahkan resiko terberatnya adalah ... ia mungkin tak akan bisa lagi bermain Baseball setelah ini. Namun dia bisa apa? Hati kecil Kyuhyun terus saja berteriak untuk terus melanjutkan ini apapun yang terjadi.
“Huhhhh...,” Kyuhyun mengambil nafas panjangnya sebentar, memejamkan kedua matanya untuk bersiap menghadapi ini. Semua orang diam sementara, iba menatap Kyuhyun yang seakan tampak sangat bodoh sekarang. Pria itu menggerakkan lagi tangan kanannya memegang stik Bisbol. Perih .. demi Tuhan, ia bahkan seakan ingin mengeluarkan air matanya saat merasakan sakit tak tertahankan oleh tubuhnya.
“Argh....” Pria itu memekik kecil disaat kini jemarinya itu menggenggam penuh ujung stik Bisbolnya. Nafas Kyuhyun terdengar lebih cepat dari sebelumnya, membuat beberapa orang tampak menitikan air mata menatapnya seperti itu. Khazuma tersenyum miris sejenak menatap Kyu, ia baru menyadari jika Kyuhyun yang terkenal pintar dalam segala hal itu tampak sangat bodoh sekarang. Bahkan lihatlah, sampai saat seperti ini saja, ia bahkan tak terlihat ingin mundur.
Kyuhyun menoleh sejenak kearah samping, melihat seorang gadis yang berdiri tegak dengan isak tangisnya yang tak pernah henti. Lee Hiu Hwi ... tampak gadis itu juga kini menatapnya dengan menyakitkan, seakan ia juga tengah merasakan apa yang Kyuhyun rasakan saat ini. Sampai seketika ... Kyuhyun sedikit termangu tatkala yeoja itu bergerak singkat dan melambai kearahnya dengan sebuah ... senyuman! Yah, Hiu Hwi sontak mengambil sebuah kertas yang bertuliskan nama Cho Kyuhyun dan mengangkatnya tinggi. Tak lupa, Hiu Hwi juga tersenyum dan menggerakan bibir mungilnya itu seakan membentuk sebuah kalimat semangat. Sedikit, diluar dugaan Kyuhyun. Ia mengira, Hiu Hwi akan berekspresi sedih yang malah akan membuatnya kuatir. Tapi ini? Dalam balutan tangisnya itu ia tersenyum seraya memegang nama dan mengangkat jari jempolnya kearah Kyu. Namja itu tersenyum kecil, setidaknya ada sebuah semangat yang ia rasakan kini. Sampai....
BUKKK...!
Tanpa disangka orang lain, Kyuhyun mampu memukul bola bisbol itu cukup keras dan lumayan jauh. Namja itu berlari. Sesungguhnya, ia masih merasakan sakit luar biasa itu ditangannya. Tidak, bukan tangannya saja sekarang. Tapi juga sekujur tubuhnya.
“Wahhhh....” Teriakan itu kembali ramai terdengar. Semua orang bertepuk tangan dengan amat keras. CHO KYUHYUN ... sekali lagi, dia membuat banyak orang berdecak kagum padanya.
Permainan tampaknya akan semakin memanas sekarang. Khazuma yang juga tak kalah pintar dengan Kyuhyun seakan tak pernah kehabisan trik untuk memenangkan pertandingan ini. Sempat, keduanya terlihat saling bertatapan dengan tajam. Skor mereka acap kali imbang, membuat pertandingan ini malah lebih seru dari sebelumnya. Sungguh, belum terjadi apa-apa sampai pertandingan detik ini berlangsung, Kyuhyun masih mampu bertahan dengan kondisi tubuhnya yang semakin melemah. Namun ... semua orang pasti menyadari, jika Kyuhyun tetaplah seorang manusia dan bukannya robot. Tubuhnya tak akan mampu bertahan saat ia terlalu memforsirnya dengan berlebihan. Hingga sekarang, nampak pria itu merasakan kedua matanya mulai berkunang, ia seakan tak bisa lagi melihat dengan jelas ataupun mendengar teriakan banyak orang dengan seksama.
“Huhhh ... Huhhh ... Huhhhh....” deru nafas Kyuhyun terdengar amat sangat cepat dan tak beraturan saat ini. Ia sedikit menjongkok sebelum akhirnya tegak kembali dengan stik bisbolnya itu. Giliran dia lagi untuk memukul! Namun sayang, Kyuhyun merasakan tangan kanannya seolah mengalami kram. Sulit untuk digerakkan dan diatur lagi sekarang. Mungkin, inilah batasan ia menahan rasa sakit ditangannya itu. Kyuhyun tampak menggenggam stiknya dengan tangan kiri, membiarkan tangan kanannya hanya bertopang dan membantu untuk menahan.
“Ya Tuhan....” Desah Yura seraya memeluk tubuh Hiu Hwi yang tampak semakin menangis di sampingnya. Diliriknya Yesung yang kini juga tengah berdiri dengan tatapan lurus kearah Kyuhyun. Yura kembali merunduk. Yesung sempat mengatakan padanya, jika pertandingan kali ini tak akan berakhir dengan mudah. Dan kali ini, Yesung kembali benar!
‘Kyuhyun Oppa ... kau tau? Melihatmu seperti itu bahkan lebih menyakitkan ketimbang aku merasakan saat kau melukai perasaanku. Kumohon ... bantu aku menghentikan tangisku ini!’
Gumam Hiu Hwi seraya merunduk dalam. Kedua matanya tertutup, seakan tak kuat melihat kondisi Kyuhyun saat ini. Tak ada hal lagi yang bisa ia lakukan sekarang, selain merendahkan hatinya dan berdoa pada Tuhan.
‘Tolong ... beri dia kekuatan Tuhan....’
Hiu Hwi mengepalkan kedua tangannya dengan keras. Berharap, saat ia mulai membuka mata kelak, Kyuhyun akan kembali tersenyum padanya.
BUKKKK!
Semua orang nampak terkesiap mendengar suara pukulan Kyuhyun pada bola itu kali ini. Tak ada mata yang tak fokus lagi selain pada lapangan hijau itu. Kyuhyun berhasil memukulnya! Bahkan, sekalipun tadi ia lebih banyak menggunakan tangan kirinya sebagai kekuatan. Namja tampan itu berlari dengan hembusan dan gerakan yang ia bisa. Semua orang berteriak histeris! Kyuhyun ... sungguh, ia seperti tengah kritis sekarang.
“Huhh ... Huhh....” Kyuhyun berlari hendak menggapai teman satu timnya untuk terus melanjutkan permainan ini. Jika saja boleh jujur, ia benar-benar sudah tak kuat lagi sekarang. Bibir bawahnya membiru, penglihatannya pun semakin buram dengan perlahan.
“Cho Kyuhyun ... Cho Kyuhyun ... Cho Kyuhyun...!” Teriakan itu menggema dengan serentak. Sejujurnya, Kyuhyun tengah membayangkan banyak hal sekarang. Membayangkan bagaimana sang Ayah mengajarinya memegang tongkat Baseball untuk yang pertama kalinya, membayangkan bagaimana ia melihat cercaan tawa dari teman-temannya saat dulu ia berhasil memenangkan pertandingan dengan mudah, membayangkan bagaimana semangat Hiu Hwi, tangis kesakitan yeoja itu ketika menyemangatinya. Semua kembali berputar, seakan-akan otaknya terus mendesak untuk terus berpikir. Sampai seketika....
BRUUKKK...!
Tubuh Kyuhyun sentak ambruk dipertangahan larinya saat ini. Semua orang sentak diam! Memandang lurus kearah Kyuhyun yang kini tengah terduduk dengan erangannya.
“OPPA...!” Pekik Hiu Hwi seketika seraya hendak menghampiri tempat Kyuhyun sekarang. Namun tidak, Yura sudah lebih dulu menahannya.
“Hwi-ya, tenanglah.” Usap Yura sembari dengan cepat menarik Hiu Hwi ke dalam dekapannya.
“Yura-shi....” Hiu Hwi menangis! Bukan hanya Hiu Hwi, tapi beberapa orang yang tengah menonton pertandingan ini. Kyuhyun tampak menjongkok, sekali saja dia bergerak lagi, mungkin ia akan pingsan!
“Cho Kyuhyun!” Pekik beberapa orang kalut. Jika saja, Kyuhyun berhenti dititik ini, itu berarti Tim Sekolah Khazuma memiliki kesempatan untuk satu angka lebih unggul dari Tim Kyuhyun. Suasana yang tadinya tampak diam sebentar, kini mulai kembali riuh. Kyuhyun tak dapat bergerak, membuat lagi-lagi Tim Khazuma dapat dengan mudah berlari mengambil bola itu dan melemparnya untuk mengakhiri pertandingan kali ini. Khazuma tersenyum sinis seraya melirik Hiu Hwi sekilas. Namja Jepang itu dengan cepat bergerak dan berlari dari tempatnya, membuat penonton terlihat sangat ricuh sekarang. Mungkinkah pertandingan ini akan dimenangkan oleh Tim Khazuma dengan bola terakhir itu?
Baiklah, sepertinya tidak! Mengingat, kini Khazuma dengan cepat melepaskan sapu tangan dan topi yang ia kenakan. Namja itu memang berlari, tapi bukan kearah bola itu. Melainkan..., kearah Kyuhyun yang kini nampak terduduk lemas di lapangan. Semua orang melongo! Apa yang tengah dilakukan Khazuma sekarang?
“Gwenchana, Hyung?” tanya Khazuma dengan tatapan yang cukup panik. Semua orang diam, menunggu akhir apa dari pertandingan ini sebenarnya. Semua Pemain yang masih ada disini, ikut diam. Tak tau, harus bagaimana melanjutkan pertandingan ini sekarang. Sampai....
“BERHENTI! Pertandingan hari ini harus dihentikan sekarang juga!” Pekik Khazuma seraya berdiri menghadap sang wasit dan beberapa orang yang menjadi pengawas turnamen ini.
“Apa kalian tega? Tega meneruskan pertandingan ini disaat salah satu dari Pemainnya tengah menahan sakit? Dimana otak kalian? Kenapa kalian sejak tadi hanya diam dan tak menghentikan ini semua? Cih! Aku tak akan pernah bangga menang saat lawanku berada dititik yang sangat lemah seperti ini,” ucap Khazuma dengan lantang dan dengan sorotan mata tajamnya. Namja itu sepertinya berhasil menghipnotis banyak orang dengan teriakannya itu. Hingga akhirnya, Khazuma pun kembali berbalik. Ia tampak berjongkok untuk membantu Kyuhyun berdiri sekarang.
Tak ada penolakan dari Kyu saat ini, karna ia sudah terlalu lemas untuk mengelak bantuan namja yang menjadi musuh bebuyutannya itu.
‘Demi kau Noona, aku bahkan rela melakukan apapun. Kumohon ... berhenti menangis seperti itu. Jangan menampakkan tangismu lagi di depanku kelak....’
Khazuma bergumam lirih sembari membenarkan posisinya untuk menggendong Kyuhyun dari arah belakang! Ia tau itu pasti sangat sulit dan berat, tapi setidaknya ... ia seorang pria yang cukup kuat.
“Hwi-ya! Sungguh, aku tidak pernah melihat Khazuma Tetsuya melakukan hal yang seperti itu. Dia benar-benar....”
“Yu ... Yura-shi.” Yura tak dapat berkata apa-apa lagi sekarang. Semuanya bungkam, menatapi kedua namja tampan yang tak pernah akur ini tampak bergendongan keluar lapangan. Suatu pemandangan yang sangat amat langkah. Bahkan, tak pernah ada yang berpkir, jika sekarang mereka berdua tampak terlihat sangat akrab; seperti Kakak dan Adik.
KLIK!
Tampak Yesung mengabadikan pemandangan itu melalui lensa kameranya. Namja itu tampak tersenyum manis. Setidaknya, alasan dia untuk membawa kamera ini. Ternyata memang tak sia-sia sama sekali.
“Tidak buruk!” Ucap Yesung sembari berbalik dan hendak melakukan sesuatu untuk selanjutnya. Hari ini ... sepertinya awan memang sedang bersahabat dengan alam. Layangan angin itu, bahkan menerpa kulit begitu lembut.
***
Dilain tempat, tampak seorang namja lagi tengah mengacak-acak kesal rambutnya itu. Frustasi ... sudah sejak tadi ia menimbang sesuatu yang bahkan tak kunjung ia putuskan sampai sekarang.
“Keluar atau tidak? Ash!” Umpatnya dengan diri sendiri. Kim Heechul ... kini namja tampan dengan jas hitam itu terlihat berada di dalam sebuah mobil disekitaran gerbang Sekolah ini. Sebenarnya, ia memang sudah tak mempunyai tugas lagi untuk mengantar-jemput Hiu Hwi. Tapi, saat ini ia hanya berniat untuk meminta maaf pada gadis itu. Setidaknya, sedikit menahan gengsi dan meminta maaf itu bukanlah hal yang buruk.
“Huft..., baiklah. Sebaiknya, aku keluar dan minta maaf atas semua kesalahanku padanya selama ini.” Heechul memantapkan hatinya untuk membuka kunci mobilnya ini dan berniat untuk langsung keluar mencari keberadaan Hiu Hwi sekarang. Namun seketika, belum sempat Heechul hendak turun, seseorang dengan secara tiba-tiba saja memasuki mobilnya itu lebih dulu. Heechul berbalik, melotot garang pada pria asing yang sama sekali tak ia kenali ini.
“Apa kabar Tuan Kim? Kau masih ingat aku? Kita bertemu saat Festival Kota waktu itu.” Cerocos Yesung dengan sebuah senyuman polos tak bersalahnya itu.
“Aku tidak perduli kita pernah bertemu atau tidak. Yang jelas ... sekarang kau turun dari mobilku. Siapa yang menyuruhmu untuk naik, huh?” balas Heechul sengit. Yesung tampak terkekeh pelan mendengarnya. Benar, apanya yang lucu? Heechul mulai merasakan jika namja ini memiliki tingkat kewarasan yang rendah.
“Yak! Kau pikir aku main-main, huh? Cepat turun atau aku akan membuatmu babak belur!”
“Aku tidak mau. Ada yang harus kita kerjakan sekarang.”
“Kita? Mwo? Cah, kau....”
“Kau ingin Hiu Hwi menerima kata maafmu kan? Apa kau pernah mendengar ini Tuan Kim? Terkadang, kata maaf saja tak cukup hebat untuk membuat semua orang memaafkanmu dengan tulus. Harus disertai tindakan dan pembuktian, itu yang lebih penting,”
“Apa maksudmu?”
“Jika kau ingin Hiu Hwi memaafkanmu, kau harus melakukan tindakan yang dapat membuatnya berterima kasih padamu. Dan sekarang, kau dapat melakukannya. Kau harus percaya padaku. Maksudku ini adalah....” Yesung menghentikan kalimatnya dititik ini sejenak, memandang mata Heechul yang saat ini mulai tampak sedikit mendengarkan omongannya.
Disatu sisi, tampak kini Khazuma menurunkan tubuh Kyuhyun dari gendongannya. Namja itu tampak mengumpat-umpat tak jelas sejak tadi. Sungguh, ia baru sadar, jika badan Kyuhyun ini jauh lebih berat dari kelihatannya.
“Hyung, kau benar-benar berhutang nyawa padaku!” Khazuma mencubit kedua pipi namja itu sebentar. Entah apa yang ia lakukan! Kyuhyun sepertinya sudah tak sadarkan diri lagi, hingga membuatnya tak tau hal apa saja yang telah Khazuma lakukan ini untuknya.
“Aku harus membawanya pakai apa?” Khazuma berteriak kusut diparkiran Sekolahnya ini. Ia pergi dan pulang memakai sepeda saat Sekolah. Jika ia membawa Kyu dengan sepedanya pergi ke Rumah sakit sekarang, tidakkan itu terdengar seperti sebuah lelucon? Diparkiran ini tak ada orang. Mobil dan motor yang terparkir disini terkunci dengan erat.
“Aku akan berbalik dan meminta bantuan. Setidaknya, Hyung harus segera dibawa ke rumah sak....”
CKITTTTTT
Khazuma menghentikan perkataannya saat seketika terdengar suara klakson dan ban mobil berdecit hebat di hadapannya. Kedua matanya seketika mengerjap, ingin melihat akan siapa yang telah membuat keributan dalam keadaan yang seperti ini.
“Hey, bocah. Cepat masukkan Kyuhyun ke dalam mobil,” ucap seseorang dengan nada memerintah. Khazuma tampak melongo, ada kedua namja tampan yang berada di dalam mobil itu.
“Yesung Hyung? Kau....”
“Cepatlah! Kau ingin Kyuhyun mati karna kau lambat sekali memasukkannya ke dalam mobil, eh? Dia sedang sakit, kita harus cepat bawa ke Rumah sakit.”
“Eoh..., baiklah.” Balas Khazuma sembari membuka pintu mobil mewah itu dengan lebar. Yesung nampak tersenyum, diliriknya Heechul yang tengah diam memegang kendali. Cho Kyuhyun ... tak pernah ia bermimpi akan menolong namja ini sekalipun. Jika bukan karna Hiu Hwi, Heechul benar-benar tak akan sudi.
“Tangan kanannya sepertinya mengalami luka berat. Dia benar-benar kasihan....” Yesung berucap itu dengan nada iba, membuat Heechul sentak menatap Kyuhyun melalui kaca spion depannya itu.
“Mwo? Tangan kanannya?” Heechul merasakan tubuhnya sedikit berdesir mendengar kalimat Yesung. Apa mungkin akibat perkelahian mereka pada malam itu?
“Nde, cepatlah jalan. Kita harus segera sampai.”
“Hummm...,” Heechul hanya bergumam itu untuk saat ini. Ia baru sadar, mengapa Hiu Hwi dapat menjadi begitu marah padanya saat itu, bahkan sampai sekarang. Jadi....
“Pakai sabuk pengaman kalian.” Lanjut Heechul seraya menghidupkan gas mobilnya untuk berniat menjalankan mobil ini dengan cepat. Sepertinya, Khazuma mulai merasakan ada yang tak beres untuk detik berikutnya. Benar, dia sangat takut sekali naik mobil dengan kecepatan tinggi. Trauma? Bisa dikatakan begitu. Mengingat juga, ia tak akan bisa menahan diri untuk tidak muntah jika pergi dengan mobil berkecepatan maksimum seperti ini.
“Huaaaaaaaaaaaaa ... ANIYA!” Pekik Khazuma saat ia merasakan tebakannya itu sangatlah benar. Kim Heechul ... memang tak ada yang dapat menandinginya dalam urusan kecepatan mobil di Annyang! Entah seberapa cepat ia melajukan mobil ini tanpa perasaan, bahkan Khazuma merasakan seolah tengah terbang sekarang. Pundi-pundi isi dalam perutnya itu mulai tampak meranjak naik ke atas.
“Aku belum ingin MATI...! EOMMA...!” Pekik Khazuma frustasi. Sekalipun Yesung tak berteriak, ia juga kini tengah menahan rasa takutnya sekarang. Sebenarnya, ia sedikit menyesal telah mengatakan, jika mereka harus cepat sampai ke Rumah sakit.
“Hwi-ya, bukankah itu mobil Supirmu?” tanya Yura dengan nafas tersengal, sesaat mereka berusaha untuk mengejar mobil yang membawa Kyuhyun saat ini.
“Eoh?”
“Kenapa, mereka berempat dapat didalam satu mobil bersama seperti itu?”
“MWO? BEREMPAT?” balas Hiu Hwi hampir saja berteriak. Tidak! Apa jadinya, jika keempat namja itu bertemu bersama tanpa pengawasan?
“Yura-shi, sebaiknya kita cepat susul mereka.”
“EOH!”
=TBC=
“Bukankah, waktu itu kau sempat mengatakan jika kau adalah kekasihku, eh?”
“Mmm ... mmmwo?”
“Kalau begitu ... bagaimana jika aku juga mengatakan sekarang. Jika kau ... adalah kekasihku!”
“HUH?”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar