Tittle : “U Must be My Husband” [Kyu-hwi Private] –SEQUEL-
Author : JEA_
Cast : Cho Hiu hwi, Cho Kyuhyun, Member Of Suju, Lee Hyo rin, Cha In Young
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
- “Salah satu keputusan tersulit dalam cinta adalah...
Ketika kamu harus memilih untuk bertahan atau melepaskan.
Dan...
Terkadang bersikap tak perduli itu
Bukan berarti tak lagi mencintai.” -
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
Gemericik rintik hujan terdengar syahdu menyusuri gendang-gendang telinga manusia, menangkup bau tanah basah yang cukup khas tercium disetiap detiknya. Belum ada tanda-tanda hujan akan berhenti, hanya goresan lintasan angin yang selalu terhuyung dialam bebas yang semakin menderas.
“Eungh...” lenguh seorang namja berwajah oriental ini seraya sesekali berusaha menggeliat. Tubuhnya tampak masih sedikit sakit akan kekakuan yang melandanya. Toh, 3 bulan bukanlah waktu yang singkat untuk tertidur bersama semua alat-alat bantu medis itu, bahkan beberapa perban dan luka masih tersemat tak karuan di tubuhnya.
“Jangan terlalu memaksakan diri untuk bergerak, perlahan-lahan saja.” Ucap seorang Dokter khusus itu seraya tersenyum dan membenarkan letak jas putihnya.
“Terima kasih Dok,” balas Leeteuk seraya membungkuk sejenak dan kembali menatapi namja yang masih terbaring diatas tempat tidur inapnya itu.
“Kau dengar Kyu, jangan terlalu memaksakan diri untuk bergerak!” Tandas Leeteuk membuat Kyu hanya mendengus kesal padanya. Beberapa member Suju ini tampak mengelilingi Kyu dan mengamatinya dengan nafas kelegaan. Hampir saja kemarin maknae mereka itu tak lagi bernafas akibat kecelakaan yang cukup miris beberapa bulan yang lalu. Namun untunglah, ia selamat dan dapat melewati masa kritisnya itu dengan cepat.
Sebenarnya, tak hanya ke14 member Suju ini saja yang terlihat senang, tapi juga seorang gadis cantik yang kini tengah berdiri dibalik pintu inap Kyuhyun ini. Ia tak masuk? Yah, semenjak ia mendapati Kyu sadar untuk yang pertama kalinya, ia sama sekali tak diizinkan masuk dan menatap Kyu dengan dekat. Entahlah... Kyu sendirilah yang meminta kepada semuanya agar tak mengizinkan gadis itu untuk menemuinya. Lee Hiu hwi... dia lah gadis itu.
“Kyu... Hiu hwi sekarang ada diluar. Apa kau tak mau mengizinkannya masuk heh? Selama ini bahkan dia lah yang paling gencar merawat dan menungguimu.” Ucap Yesung yang dianggukan oleh semua member Suju ini.
“Aniya. Untuk sekarang, aku tak ingin bertemu dengannya.” Sahut Kyu seraya mengalihkan tatapannya kearah luar jendela, membuat para Hyung-nya itu hanya dapat menghela nafas.
Sedangkan disatu sisi, tampak Hiu hwi kini tengah menghapus air matanya itu dan berbalik untuk duduk didepan kamar inap Kyuhyun saat ini. Tak ada yang dapat ia lakukan sekarang, selain menunggui Kyu dan hanya melihatnya dari arah kejauhan. Ia benar-benar tak habis pikir lagi saat ini, mengapa Kyu seolah tak ingin menemuinya.
“Maafkan aku Oppa. Mungkin kau marah, karna aku lah penyebab kecelakaan itu terjadi,” Hiu hwi merunduk dalam. Sudah beberapa bulan belakangan ini ia sangat menderita akibat menyadari kondisi Kyu yang koma, tapi sekarang disaat Kyu sudah sadar dan mulai pulih, ia malah tak diizinkan untuk bertemu Kyuhyun.
“Bogoshippo... aku tau kesalahanku cukup fatal hingga membuatmu hampir pergi dariku. Keegoisan dan kebodohanku sudah membawa banyak bencana untukmu. Namun sekarang, aku ini istrimu Oppa. Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika belum melihatmu baik-baik saja.” Hiu hwi sentak mengeluarkan ponsel mungil dari saku sweaternya itu dan memandangi foto Kyuhyun dengan senyuman miris. Sungguh, betapa inginnya ia masuk dan bertemu Kyuhyun, memeluknya dan bahkan menciumnya.
‘Sampai kapan kau akan terus menghindariku seperti ini Oppa? Kumohon berhenti menyakitiku!’
===
Seperti hari-hari biasanya, Hiu hwi selalu datang ke Rumah sakit dengan membawa makanan dan buah-buahan segar untuk Kyuhyun. Tersirat lelah diwajah cantiknya saat ini, bahkan akhir-akhir ini Hiu hwi tak merawat dirinya lagi. Ia seolah lebih sibuk akan Kyuhyun yang tampak jelas tak memperdulikannya.
“Heechul Oppa, tolong berikan ini pada Kyuhyun Oppa.” Ucap Hiu hwi tersenyum membuat Heechul menatapnya iba. Bahkan sekarang, wajah gadis itu tampak sangat berbeda dari pertama kali ia melihatnya berteriak Di Dorm Suju.
“Ne, ara. Tapi apa kau sendiri sudah makan heh?”
“Aku? Ah... itu nantinya saja.”
“YA! Jangan begitu. Setelah ini, kau harus makan denganku, aro?” Hiu hwi mengangguk dengan goresan senyumnya pada Heechul. Dapat dilihatnya dengan jelas, jika sekarang Heechul perlahan-lahan berbalik dan masuk keruangan inap Kyu seraya membawa rentetan makanan yang ia buat sendiri. Hiu hwi dengan cepat merubah posisinya untuk berusaha mengintip akan apa yang terjadi didalam. Ia tau, jika disana juga ada seorang gadis dengan lekukan rahang yang sempurna tengah bercanda bersama Kyu.
Cha In Young... itulah nama gadis yang akhir-akhir ini selalu berada dikamar Kyu dan menamani namja itu mengobrol. Entahlah darimana gadis itu muncul, tapi yang jelas In Young adalah perawat di Rumah sakit ini dan juga perawat khusus yang bertugas menangani Kyu sampai ia keluar nanti. Menurut Sungmin, In Young juga seorang Elf dan begitu menggilai sosok Kyuhyun sama seperti Hiu hwi. Anehnya, sekarang Kyu dan In Young malah tampak semakin dekat dan selalu terlihat bersama, seakan jauh terbalik akan kondisi hubungan Hiu hwi dan Kyuhyun yang tak karuan lagi saat ini.
“Ini—Hiu hwi tadi menitipkan makanan ini untukmu.” Ucap Heechul seraya meletakkan rentetan makanan itu diatas meja dan memandangi Kyu dengan ekspresi datar. Kyu terdiam! Sesekali tampak ia melirik kearah pintu akan sosok Hiu hwi yang kini timbul tenggelam, seolah berusaha menjijit untuk melihat kedalam. Gadis itu terlalu pendek memang! -_-
“Sebaiknya cepat dimakan,” timpal In Young sembari membuka rentetan itu, membuat Kyu kembali mengubah pandangannya.
“Kau mau aku suapi heh?” In Young tampak terkekeh pelan dan mengambil sumpit yang memang telah tertata rapi didalam rentetan itu.
“Hey, In Young-shi. Apa kau tak lihat jika aku ini masih sakit heh? Ayo... cepat suapi aku!” Balas Kyu seraya menganga lebar, membuat In Young tersenyum dan dengan senang hati menyuapi Kyuhyun. Heechul mendengus kecil, tampak ia menatapi Kyu dan In Young dengan tampang gusar. Gusar? Yah, bukan apa-apa. Ia hanya tak suka akan tingkah In Young yang seolah terlihat jelas ingin menarik perhatian Kyu, sedangkan Kyuhyun? Ia malah terlihat seperti rubah betina yang tak punya perasaan. Apa ia tak pernah berpikir, jika selama ini Hiu hwi lah yang mati-matian merawatnya, bahkan setiap hari ia memasak makanan untuk Kyu tanpa menghiraukan rasa lapar dan lelah yang ia derita.
“Apa kau lapar, Hyung?” tanya Kyu saat ia menyadari jika sejak tadi Heechul memandanginya.
“Apa kau sudah kenyang?” tanya Heechul berbalik, membuat Kyu mengernyit bingung.
“Waeyo? Apa kau mau?”
“Aniya. Aku hanya ingin melaporkannya saja pada Hiu hwi, agar ia juga bisa makan dengan tenang.” Balas Heechul seraya berlalu pergi, membuat Kyu tampak merubah ekspresinya lagi.
“Kau harus makan yang banyak Kyuhyun-ah.” In Young dengan cepat berusaha mengalihkan pembicaraan seraya kembali hendak menyuapi Kyuhyun.
“Gomawo In Young-shi.” Ujar Kyu memaksakan senyumannya dan kembali sesekali memandangi pintu inapnya itu dengan nanar. Sangat jauh berbeda dengan keadaan Hiu hwi sekarang, yeoja itu tampak menghela nafasnya dalam dengan sesekali tersenyum miris.
‘Setidaknya, kau mau memakan makanan buatanku Oppa. Senyum kecilmu saja, itu bahkan sudah lebih dari cukup untukku.’
- “Kebahagian terbesarku adalah...
Ketika aku tau, kau baik-baik saja disana.
Cukup itu saja!
Aku tak meminta yang lain padamu.” -
Hari ini, Hiu hwi tampak memakai pakaian tak karuan seperti biasa. Dulu, ia paling senang jika memakai Dress lucu atau pun rok pendek yang dipadu dengan balutan kaos nya yang agak ketat. Tapi sekarang? Ia bahkan tak pernah lagi memakai Make Up dan menggeraikan rambutnya yang panjang itu. Hidupnya seolah ikut-ikutan hilang semenjak kecelakaan itu terjadi!
“Dokter, dimana pasien dikamar ini?” tanya Hiu hwi panik tatkala ia tak melihat Kyuhyun didalam kamar. Apakah Kyuhyun berjalan-jalan lagi dengan In Young? Tanpa sepengetahuannya? Benarkah?
“Oh... Tuan Cho, sedang ada ditaman belakang.”
“Ah, jincha? Gamsahamnida,” balas Hiu hwi membungkuk sejenak dan kemudian berlari kearah lorong Taman belakang Rumah sakit ini. Ditatapnya lugas setiap inci taman ini dengan sesekali memicing tajam.
“Ash... Oppa kau diman—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat saat kini ia dapat melihat sesosok namja tampan tengah berusaha berdiri dari kursi rodanya untuk berjalan. Tubuh namja itu terlihat kurus dimata Hiu hwi, namun tetap tak mengurangi pesonanya sedikitpun.
‘Seandainya saat ini, aku bisa memelukmu Oppa,’
Hiu hwi bergumam seraya melipat kedua tangannya didepan dada, memperhatikan Kyuhyun yang saat ini tengah sendirian di taman itu. Tampak kini Kyu terlihat hendak berdiri namun kembali terduduk, seolah-olah ia tengah kesusahan untuk melakukannya. Tunggu! Hiu hwi sama sekali baru menyadari akan hal ini, bahwa Kyu kesulitan untuk berdiri dan menggerakan kakinya.Apakah Kyu—
#BRUUKKK
Kyu sontak terjatuh dari kursi rodanya, membuat Hiu hwi dengan cepat menghampiri dan membantunya.
“Oppa, gwanchana?” tanya Hiu hwi panik seraya memapah tubuh Kyu dan membersihkan kotoran yang mengelilinginya.
“Yang mana yang sakit heh?” Hiu hwi kembali bertanya dengan panik, seolah tak sadar akan tatapan tajam Kyu padanya.
“Aku tidak apa-apa.” Sahut Kyu seperti biasa, dingin! Ia bahkan menghempaskan tangan Hiu hwi yang menyentuhnya.
“Oppa...”
“Aku bisa sendiri, pergilah.”
“Tapi...”
“Apa kau tuli huh?”
“Andwe! Aku tidak akan pergi, sampai aku tau kau baik-baik saja.”
“Memangnya kau pikir kau siapa? Kau siapa huh?”
“Oppa! Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini padaku heh? Aku tau aku salah, aku tau aku yang telah menyebabkan semua ini, dan aku juga tau jika aku yang selalu membuatmu menderita. Jangan menyiksaku seperti ini! Jika perlu, kau boleh memukul dan—”
“Kau siapa?”
“Mwo?”
“Kau siapa?”
“OMO! Oppa, apa kau tak mengingatku? Aku Hiu hwi Oppa, istrimu. Apa kau tak ingat? Kau tak hilang ingatan seperti yang di Drama-drama itu ne?”
“Hiu hwi? Istriku? Cah...” ucap Kyu tersenyum sinis
“Mwo? Oppa...”
“Hiu hwi-ku bukan seperti dirimu! Dia bukan gadis yang mempunyai kedua mata dengan lingkaran hitam seperti itu, dia bukan gadis yang mempunyai tubuh yang benar-benar kurus seperti tengkorak sepertimu, dia bukan gadis yang akan berdandan serabutan dan terlihat aneh dimataku. TIDAK! Hiu hwi-ku gadis yang manis dan penuh semangat, ia selalu tersenyum sekalipun aku terus menerus menyakitinya. Yah, Hiu hwi-ku seperti itu... dan kau bukan Hiu hwi-ku!”
“Kyuhyun Oppa...” Hiu hwi sentak menjatuhkan air matanya ketika mendengar lontaran Kyu kali ini.
“Hiu hwi-ku juga jarang menangis. Dia gadis kuat dan selalu ceria dihadapanku, dia selalu bersikap manja dan selalu mengatakan jika dia mencintaiku, dan dia tak pernah menahan lapar dan menahan kantuknya seperti orang idiot.”
“Oppa, mianhae.” Isak Hiu hwi semakin deras. Kyuhyun terpaku menatap wajah gadis dihadapannya itu. Sekalipun ia mencoba untuk tidak perduli, tapi tetap saja matanya terus tertuju pada gadis ini.
“Kenapa kau semakin jelek heh?” Kyu mendongakkan kepala Hiu hwi agar kembali bertatapan dengannya. Sejurus kemudian, air mata namja itu pun ikut terjatuh.
“Gadis bodoh! Kenapa kau begitu mencintaiku?”
“Karna aku tidak tau, harus jatuh cinta pada siapa lagi.” Balas Hiu hwi membuat Kyu tersenyum kecil.
“Ini baru Hiu hwi-ku! Gadis bodoh yang idiot.” Ucap Kyu seraya melepaskan kuncir rambut Hiu hwi, membuat rambut panjang gadis itu kembali tergerai. Mereka berdua terduduk dilantai, seolah tak perduli tentang alam sekitarnya.
“Oppa... kumohon, jangan bersikap seperti kemarin lagi padaku. Aku takut kehilanganmu! Aku sadar, jika semua ini adalah akibat atas segala perbuatan dan keegoisanku selama ini. Karna aku takut kehilanganmu, makanya aku bersikap keterlaluan dan bahkan—”
“Ssssttssss... bisakah kau berhenti menyalahkan dirimu sendiri heh?”
“Tapi aku tau, kau bersikap dingin dan tak menghiraukanku itu karna kau marah padaku atas semua ini.”
“Siapa yang mengatakannya heh?”
“In Young. Dia mengatakan jika kau membenciku!”
“Mwo? In Young?”
“Nde, mianhae Oppa.”
“Bodoh! Sejak kapan kau percaya orang lain selain aku heh? Aku melakukannya, karna aku tak ingin menyakitimu lagi.”
“Menyakitiku?”
“Kau lihat kakiku ini. Hhhh... aku tak bisa menggerakannya lagi.”
“MWO?”
“Tenang saja, kelumpuhan ini hanya sementara. Menurut Dokter, jika aku rajin berusaha untuk menggerakannya lagi, kakiku akan sembuh seperti semula.”
“Bagaimana mungkin seorang anggota Super junior mengalami hal seperti ini, padahal pekerjaanmu menuntut kau harus menari dan menyanyi menggunakan kakimu ini Oppa. Mianhae... jeongmal mianhae.”
“Bukan itu yang malah ku kuatirkan! Aku hanya takut... kau menatapku iba seperti itu, aku hanya takut aku semakin membuatmu menderita dan kau malah menyalahkan dirimu sendiri jika kau tau kondisiku sebenarnya. Untuk itulah, aku tak ingin kau menemuiku terlebih dahulu sebelum aku berusaha keras untuk menggerakan kakiku ini. Aku ingin menemuimu saat aku sudah mampu berjalan lagi untuk menghampirimu, tapi kau malah datang dan mengacaukan semuanya. Hiu hwi-ya... bahkan ketika aku bersikap seperti kemarin padamu, kau tak merubah sikapmu! Kau selalu gencar datang untuk merawatku dari kejauhan, padahal aku hanya ingin kau pulang dan mengistirahatkan tubuhmu ini.”
“Oppa...”
“Maafkan aku sudah tertidur terlalu lama dan kau harus menjagaku. Bahkan lihatlah sampai sekarang, kau selalu menangis saat bersamaku.”
“Aniya,” Hiu hwi sentak memeluk tubuh Kyu dengan erat, dan mulai berusaha untuk kembali menahan tangisnya.
“Apapun yang terjadi padamu Oppa, aku akan tetap mencintaimu.”
“Aku tau!” Balas Kyu sentak melepaskan dekapan mereka dan tersenyum kecil menatapi wajah Hiu hwi yang merunduk merah.
“Tapi sayangnya, aku tidak akan seperti itu. Jika kau berada diposisiku, maka aku akan mencari gadis lain saja.” Ucap Kyu membuat Hiu hwi mendongak tajam padanya.
“MWO? Ah... kalau begitu, sekarang biar aku saja yang mencari suami baru!” Sahut Hiu hwi tak mau kalah.
“Memangnya ada yang mau denganmu? Aku yakin, tak akan ada lelaki pun yang mau janda jelek sepertimu!”
“YA! CHO KYUHYUN...” Pekik Hiu hwi seraya menepuk dada Kyu dengan sebal.
“Aww... YA! Aku ini masih jadi pasien.” Umpat Kyu geram, membuat Hiu hwi mengenyit seolah ia merasa menyesal.
“Mianhae...” Hiu hwi tertunduk kaku sekarang, membuat Kyu tersenyum dan mulai menyeringai.
“Ayo... antarkan aku kembali kekamar. Kau tak marindukanku heh?” Kyu sentak berbisik ditelinga Hiu hwi dengan sesekali menggigitnya lembut, membuat Hiu hwi bergidik.
“Ish....” Dengus Hiu hwi malu seraya ikut-ikutan terkikik pelan. *Maapkan saya pemirsa, ini pasangan yadong* -_-
- “Kau tau?
Apa yang paling istimewah didunia ini?
Yah, itu disaat aku sadar, jika kau bukan hanya bayanganku
Tapi juga milikku!” -
“Oppa...” gumam Hiu hwi seraya membenarkan posisinya, agar Kyu dapat leluasa memeluk tubuhnya dari arah belakang diatas tempat tidur kamar inap ini.
“Hemm?”
“Ahjumma peramal itu pernah mengatakan padaku kau akan mati, tapi aku tau dia tak begitu yakin saat berbicara itu.”
“Mwo?”
“Dia mengatakan, jika sebenarnya semua keputusan itu ada ditanganmu sendiri. Melepaskan semuanya atau bertahan disampingku. Saat kau koma, aku bahkan tak percaya jika kau akan memilih bertahan, karna aku tau kau benar-benar tak menyukaiku.”
“Lalu? Kau pikir, kenapa aku bisa sampai bertahan sekarang?”
“Mungkin karna kau hanya ingin menepati janjimu padaku.”
“Kenapa akhir-akhir ini kau menjadi sok tau seperti ini heh?”
“Mwo?”
“Apa kau ingin tau, saat aku koma apa yang ada dimimpiku itu sampai aku ingin bertahan?”
“Apa kau memimpikanku?” tanya Hiu hwi terkikik malu, membuat Kyu menjitaknya pelan.
“Kau percaya diri sekali! Aniya... bukan kau!”
“Mwo? Lalu, siapa?”
“Saat itu, aku seolah berada disebuah padang yang benar-benar dingin dan sejuk. Semuanya bergerak indah dengan kompak, bahkan ilalang-ilalang disana benar-benar tumbuh dengan indah. Namun sayang, seindah apapun tempat itu aku seolah sendirian! Tak ada orang bahkan tak ada jalan untuk kemana-mana, semua jalan seolah sama. Tapi—ada sesuatu yang kutemukan disana.”
“Mwo?”
“Seseorang yang menyebutku dengan panggilan Appa. Aku seolah melihat sosokku sewaktu kecil saat itu, tubuh dan bahkan wajahnya benar-benar mirip padaku. Dia berlari dan lantas mengatakan ini padaku...”
‘Appa, aku ingin hidup didunia!’
“Mwo?”
“Yah, aku baru sadar jika dia sebenarnya anakku. Dia ingin aku hidup, agar dia bisa dilahirkan.”
“MWO? OPPA... Jadi kau sudah punya anak?” Hiu hwi sentak melepaskan dekapan Kyuhyun dan berbalik memandangi namja itu dengan buas.
“Kenapa makin lama kau ini makin bodoh heh? YA! Jangan mentang-mentang tubuhmu ini pendek, otakmu juga pendek.” Dengus Kyu kesal.
“Kau punya anak dengan siapa Oppa?” Hiu hwi merintih, ia seolah ingin menangis.
“Ish... tentu saja itu anak kita bodoh!”
“Anak kita?” Hiu hwi sentak menatap perutnya dengan mengernyit bingung.
“Bukankah aku belum hamil? Bahkan kau belum pernah menyentuhku, jadi mana bisa itu anak kita?”
“Untuk itulah dia menyuruhku pulang ke dunia, lalu membuatnya denganmu.” Kesal Kyu frustasi.
“Mwo? Jadi dia memintamu untuk dibuat?”
“YA! Kau ingin membuatku gemas ohk?” ucap Kyu seraya menggelitik Hiu hwi agar yeoja itu bergerak tak karuan.
“Cho Kyuhyun berhenti!” Pekik Hiu hwi seraya membalikan tubuhnya sempurna kearah Kyu, membuat namja itu semakin menyeringai.
“Kajja, semakin cepat dia lahir, semakin lebih bagus.” Goda Kyu seraya menarik tangan Hiu hwi agar mendekat kearahnya.
#CUP
Kecupan manis itu sentak mendarat dalam di bibir mungil keduanya, memberikan sensasi manis yang benar-benar tiada tara. Kyuhyun sekuat tenaga mengangkat sedikit tubuh Hiu hwi agar memiring untuk memudahkannya, itu juga karna kakinya yang belum bisa bergerak sempurna. Hiu hwi mengacak-acak rambut Kyu gemas dan mengalungkan tangannya di leher jenjang Kyu.
“Aku tidak mau disini! Apa kau gila Oppa?” ujar Hiu hwi terkikik seraya melepaskan tubuhnya dari Kyu. Baru saja yeoja itu hendak beranjak turun dari tempat tidur itu, Kyu pun telah lebih dulu menarik tubuhnya lagi seraya menutupi tubuh mereka dengan sebuah selimut Rumah sakit itu.
“YA! CHO KYUHYUN...!” Pekik Hiu hwi saat Kyu mulai menyeringai tak waras serta merta memeluknya erat.
“Kau pikir aku akan melepaskanmu dengan mudah heh? Memangnya siapa yang pertama kali menggodaku huh? Mengikutiku, bersikap manja padaku, dan menjadi Sparkyu milkku.” Dengus Kyu seraya hendak kembali menciumi Hiu hwi dengan godaannya.
“Mwo? Itu karna kau sok jual mahal!” Balas Hiu hwi terkekeh seraya sesekali menerjang Kyu agar terbebas dari namja itu. BERHASIL! Hiu hwi hampir saja berhasil terlepas dari Kyu, hingga tiba-tiba saja saat ia hendak turun, Kyu kembali menariknya dan kali ini namja itu berhasil mengunci tubuh Hiu hwi dibalik selimut itu. Yah, Hiu hwi tak bisa lagi bergerak tatkala kini Kaki dna tangan Kyu mengikatnya erat.
“Hahaha... kau baru tau, kalau sebenarnya aku ini licik heh?” tanya Kyu seraya tertawa-tawa tak jelas.
“Changkam Oppa, bukankah kakimu ini tak bisa digerakkan heh? Lalu ini—” Hiu hwi dan Kyuhyun sentak menatap kearah kaki Kyu yang kini tengah membengkok mengunci kedua kaki Hiu hwi. Hening! Kedua insan ini saling menatap seraya mengerjap-ngerjap, sampai akhirnya—
“HUAAAAAAA... Oppa, kakimu bisa digerakkan lagi.” Pekik Hiu hwi senang, membuat Kyu pun tersentak tak percaya.
“Ah... ne. Benar!” Balas Kyu seraya mencoba menggerak-gerakkan kakinya. Masih sedikit ngilu memang, tapi setidaknya sudah bisa ia gerakkan perlahan-lahan.
“Kalau begitu, aku panggil Dokter dulu Oppa.”
“Tidak usah! Malah dengan begini, bukankah akan lebih indah heh?” tanya Kyu seraya kembali hendak mencium Hiu hwi.
“Indah? YA! CHO KYUHYUN...! Andwe...”
“Kau ini kenapa tak bisa diam heh? Kau ingin pasien sebelah mendengarmu.”
“Tapi aku panas! Selimut ini Rumah sakit ini pasti belum dicuci, aku ingin keluar.”
“Tidak bisa!”
“YA! Oppa... kenapa kau mengerikan sekali.”
“Berarti aku normal! Kau ingin diam atau kuperban ohk?”
“Dasar mesum!” Hiu hwi sentak menarik rambut Kyu membuat namja itu meringis kesakitan.
“Oh.. jadi sekarang, kau ingin main tarik menarik heh? Ok, baiklah!”
“Ish... Lepaskan! Katakan kau mencintaiku lebih dulu.” Hiu hwi kembali menjambak rambut Kyu dengan sesekali tertawa kecil.
“YA! CHO HIU HWI... MATI KAU!” Kedua orang ini seolah sibuk dengan dunia dibalik selimut mereka sendiri. Bahkan sejak tadi, mereka seolah tak sadar jika pintu ruangan inap ini telah terbuka bersamaan dengan banyak orang yang melihat adegan itu. Mereka sungguh begitu ribut membuat banyak pasien yang terganggu pun sentak ingin melihat mereka, bersamaan dengan para Suster dan Dokter disana. Ke14 member Suju yang lain pun hanya bisa menganga dan menggaruk-garuk kepala mereka tak percaya.
“Jweseonghamnida... jweseonghamnida. Ini hanya gelora cinta anak ababil, hehehe.” Ucap Leeteuk seraya berusaha untuk tersenyum dan membungkuk dengan orang-orang yang melihat adegan selimut itu. Semua tampak terlihat tersenyum-senyum kecil, kecuali seorang perawat yeoja yang berdiri dibelakang. Ia tampak ingin menangis! In Young... kini yeoja itu berbalik hendak pergi.
“PANAS!” Ucap Eunhyuk geleng-geleng tak karuan seraya menjongkok paling depan melihat itu.
-THE END-
"Jangan ada yg minta Sequel Lagi." *lambai2 Tangan*

Author : JEA_
Cast : Cho Hiu hwi, Cho Kyuhyun, Member Of Suju, Lee Hyo rin, Cha In Young
Rating : PG + 17 / Straight
Genre : Sweet Romance
- “Salah satu keputusan tersulit dalam cinta adalah...
Ketika kamu harus memilih untuk bertahan atau melepaskan.
Dan...
Terkadang bersikap tak perduli itu
Bukan berarti tak lagi mencintai.” -
- U Must Be My Husband! Story Begin’s -
Gemericik rintik hujan terdengar syahdu menyusuri gendang-gendang telinga manusia, menangkup bau tanah basah yang cukup khas tercium disetiap detiknya. Belum ada tanda-tanda hujan akan berhenti, hanya goresan lintasan angin yang selalu terhuyung dialam bebas yang semakin menderas.
“Eungh...” lenguh seorang namja berwajah oriental ini seraya sesekali berusaha menggeliat. Tubuhnya tampak masih sedikit sakit akan kekakuan yang melandanya. Toh, 3 bulan bukanlah waktu yang singkat untuk tertidur bersama semua alat-alat bantu medis itu, bahkan beberapa perban dan luka masih tersemat tak karuan di tubuhnya.
“Jangan terlalu memaksakan diri untuk bergerak, perlahan-lahan saja.” Ucap seorang Dokter khusus itu seraya tersenyum dan membenarkan letak jas putihnya.
“Terima kasih Dok,” balas Leeteuk seraya membungkuk sejenak dan kembali menatapi namja yang masih terbaring diatas tempat tidur inapnya itu.
“Kau dengar Kyu, jangan terlalu memaksakan diri untuk bergerak!” Tandas Leeteuk membuat Kyu hanya mendengus kesal padanya. Beberapa member Suju ini tampak mengelilingi Kyu dan mengamatinya dengan nafas kelegaan. Hampir saja kemarin maknae mereka itu tak lagi bernafas akibat kecelakaan yang cukup miris beberapa bulan yang lalu. Namun untunglah, ia selamat dan dapat melewati masa kritisnya itu dengan cepat.
Sebenarnya, tak hanya ke14 member Suju ini saja yang terlihat senang, tapi juga seorang gadis cantik yang kini tengah berdiri dibalik pintu inap Kyuhyun ini. Ia tak masuk? Yah, semenjak ia mendapati Kyu sadar untuk yang pertama kalinya, ia sama sekali tak diizinkan masuk dan menatap Kyu dengan dekat. Entahlah... Kyu sendirilah yang meminta kepada semuanya agar tak mengizinkan gadis itu untuk menemuinya. Lee Hiu hwi... dia lah gadis itu.
“Kyu... Hiu hwi sekarang ada diluar. Apa kau tak mau mengizinkannya masuk heh? Selama ini bahkan dia lah yang paling gencar merawat dan menungguimu.” Ucap Yesung yang dianggukan oleh semua member Suju ini.
“Aniya. Untuk sekarang, aku tak ingin bertemu dengannya.” Sahut Kyu seraya mengalihkan tatapannya kearah luar jendela, membuat para Hyung-nya itu hanya dapat menghela nafas.
Sedangkan disatu sisi, tampak Hiu hwi kini tengah menghapus air matanya itu dan berbalik untuk duduk didepan kamar inap Kyuhyun saat ini. Tak ada yang dapat ia lakukan sekarang, selain menunggui Kyu dan hanya melihatnya dari arah kejauhan. Ia benar-benar tak habis pikir lagi saat ini, mengapa Kyu seolah tak ingin menemuinya.
“Maafkan aku Oppa. Mungkin kau marah, karna aku lah penyebab kecelakaan itu terjadi,” Hiu hwi merunduk dalam. Sudah beberapa bulan belakangan ini ia sangat menderita akibat menyadari kondisi Kyu yang koma, tapi sekarang disaat Kyu sudah sadar dan mulai pulih, ia malah tak diizinkan untuk bertemu Kyuhyun.
“Bogoshippo... aku tau kesalahanku cukup fatal hingga membuatmu hampir pergi dariku. Keegoisan dan kebodohanku sudah membawa banyak bencana untukmu. Namun sekarang, aku ini istrimu Oppa. Aku benar-benar tidak bisa berbuat apa-apa lagi jika belum melihatmu baik-baik saja.” Hiu hwi sentak mengeluarkan ponsel mungil dari saku sweaternya itu dan memandangi foto Kyuhyun dengan senyuman miris. Sungguh, betapa inginnya ia masuk dan bertemu Kyuhyun, memeluknya dan bahkan menciumnya.
‘Sampai kapan kau akan terus menghindariku seperti ini Oppa? Kumohon berhenti menyakitiku!’
===
Seperti hari-hari biasanya, Hiu hwi selalu datang ke Rumah sakit dengan membawa makanan dan buah-buahan segar untuk Kyuhyun. Tersirat lelah diwajah cantiknya saat ini, bahkan akhir-akhir ini Hiu hwi tak merawat dirinya lagi. Ia seolah lebih sibuk akan Kyuhyun yang tampak jelas tak memperdulikannya.
“Heechul Oppa, tolong berikan ini pada Kyuhyun Oppa.” Ucap Hiu hwi tersenyum membuat Heechul menatapnya iba. Bahkan sekarang, wajah gadis itu tampak sangat berbeda dari pertama kali ia melihatnya berteriak Di Dorm Suju.
“Ne, ara. Tapi apa kau sendiri sudah makan heh?”
“Aku? Ah... itu nantinya saja.”
“YA! Jangan begitu. Setelah ini, kau harus makan denganku, aro?” Hiu hwi mengangguk dengan goresan senyumnya pada Heechul. Dapat dilihatnya dengan jelas, jika sekarang Heechul perlahan-lahan berbalik dan masuk keruangan inap Kyu seraya membawa rentetan makanan yang ia buat sendiri. Hiu hwi dengan cepat merubah posisinya untuk berusaha mengintip akan apa yang terjadi didalam. Ia tau, jika disana juga ada seorang gadis dengan lekukan rahang yang sempurna tengah bercanda bersama Kyu.
Cha In Young... itulah nama gadis yang akhir-akhir ini selalu berada dikamar Kyu dan menamani namja itu mengobrol. Entahlah darimana gadis itu muncul, tapi yang jelas In Young adalah perawat di Rumah sakit ini dan juga perawat khusus yang bertugas menangani Kyu sampai ia keluar nanti. Menurut Sungmin, In Young juga seorang Elf dan begitu menggilai sosok Kyuhyun sama seperti Hiu hwi. Anehnya, sekarang Kyu dan In Young malah tampak semakin dekat dan selalu terlihat bersama, seakan jauh terbalik akan kondisi hubungan Hiu hwi dan Kyuhyun yang tak karuan lagi saat ini.
“Ini—Hiu hwi tadi menitipkan makanan ini untukmu.” Ucap Heechul seraya meletakkan rentetan makanan itu diatas meja dan memandangi Kyu dengan ekspresi datar. Kyu terdiam! Sesekali tampak ia melirik kearah pintu akan sosok Hiu hwi yang kini timbul tenggelam, seolah berusaha menjijit untuk melihat kedalam. Gadis itu terlalu pendek memang! -_-
“Sebaiknya cepat dimakan,” timpal In Young sembari membuka rentetan itu, membuat Kyu kembali mengubah pandangannya.
“Kau mau aku suapi heh?” In Young tampak terkekeh pelan dan mengambil sumpit yang memang telah tertata rapi didalam rentetan itu.
“Hey, In Young-shi. Apa kau tak lihat jika aku ini masih sakit heh? Ayo... cepat suapi aku!” Balas Kyu seraya menganga lebar, membuat In Young tersenyum dan dengan senang hati menyuapi Kyuhyun. Heechul mendengus kecil, tampak ia menatapi Kyu dan In Young dengan tampang gusar. Gusar? Yah, bukan apa-apa. Ia hanya tak suka akan tingkah In Young yang seolah terlihat jelas ingin menarik perhatian Kyu, sedangkan Kyuhyun? Ia malah terlihat seperti rubah betina yang tak punya perasaan. Apa ia tak pernah berpikir, jika selama ini Hiu hwi lah yang mati-matian merawatnya, bahkan setiap hari ia memasak makanan untuk Kyu tanpa menghiraukan rasa lapar dan lelah yang ia derita.
“Apa kau lapar, Hyung?” tanya Kyu saat ia menyadari jika sejak tadi Heechul memandanginya.
“Apa kau sudah kenyang?” tanya Heechul berbalik, membuat Kyu mengernyit bingung.
“Waeyo? Apa kau mau?”
“Aniya. Aku hanya ingin melaporkannya saja pada Hiu hwi, agar ia juga bisa makan dengan tenang.” Balas Heechul seraya berlalu pergi, membuat Kyu tampak merubah ekspresinya lagi.
“Kau harus makan yang banyak Kyuhyun-ah.” In Young dengan cepat berusaha mengalihkan pembicaraan seraya kembali hendak menyuapi Kyuhyun.
“Gomawo In Young-shi.” Ujar Kyu memaksakan senyumannya dan kembali sesekali memandangi pintu inapnya itu dengan nanar. Sangat jauh berbeda dengan keadaan Hiu hwi sekarang, yeoja itu tampak menghela nafasnya dalam dengan sesekali tersenyum miris.
‘Setidaknya, kau mau memakan makanan buatanku Oppa. Senyum kecilmu saja, itu bahkan sudah lebih dari cukup untukku.’
- “Kebahagian terbesarku adalah...
Ketika aku tau, kau baik-baik saja disana.
Cukup itu saja!
Aku tak meminta yang lain padamu.” -
Hari ini, Hiu hwi tampak memakai pakaian tak karuan seperti biasa. Dulu, ia paling senang jika memakai Dress lucu atau pun rok pendek yang dipadu dengan balutan kaos nya yang agak ketat. Tapi sekarang? Ia bahkan tak pernah lagi memakai Make Up dan menggeraikan rambutnya yang panjang itu. Hidupnya seolah ikut-ikutan hilang semenjak kecelakaan itu terjadi!
“Dokter, dimana pasien dikamar ini?” tanya Hiu hwi panik tatkala ia tak melihat Kyuhyun didalam kamar. Apakah Kyuhyun berjalan-jalan lagi dengan In Young? Tanpa sepengetahuannya? Benarkah?
“Oh... Tuan Cho, sedang ada ditaman belakang.”
“Ah, jincha? Gamsahamnida,” balas Hiu hwi membungkuk sejenak dan kemudian berlari kearah lorong Taman belakang Rumah sakit ini. Ditatapnya lugas setiap inci taman ini dengan sesekali memicing tajam.
“Ash... Oppa kau diman—” perkataan Hiu hwi sentak tercekat saat kini ia dapat melihat sesosok namja tampan tengah berusaha berdiri dari kursi rodanya untuk berjalan. Tubuh namja itu terlihat kurus dimata Hiu hwi, namun tetap tak mengurangi pesonanya sedikitpun.
‘Seandainya saat ini, aku bisa memelukmu Oppa,’
Hiu hwi bergumam seraya melipat kedua tangannya didepan dada, memperhatikan Kyuhyun yang saat ini tengah sendirian di taman itu. Tampak kini Kyu terlihat hendak berdiri namun kembali terduduk, seolah-olah ia tengah kesusahan untuk melakukannya. Tunggu! Hiu hwi sama sekali baru menyadari akan hal ini, bahwa Kyu kesulitan untuk berdiri dan menggerakan kakinya.Apakah Kyu—
#BRUUKKK
Kyu sontak terjatuh dari kursi rodanya, membuat Hiu hwi dengan cepat menghampiri dan membantunya.
“Oppa, gwanchana?” tanya Hiu hwi panik seraya memapah tubuh Kyu dan membersihkan kotoran yang mengelilinginya.
“Yang mana yang sakit heh?” Hiu hwi kembali bertanya dengan panik, seolah tak sadar akan tatapan tajam Kyu padanya.
“Aku tidak apa-apa.” Sahut Kyu seperti biasa, dingin! Ia bahkan menghempaskan tangan Hiu hwi yang menyentuhnya.
“Oppa...”
“Aku bisa sendiri, pergilah.”
“Tapi...”
“Apa kau tuli huh?”
“Andwe! Aku tidak akan pergi, sampai aku tau kau baik-baik saja.”
“Memangnya kau pikir kau siapa? Kau siapa huh?”
“Oppa! Bisakah kau berhenti bersikap seperti ini padaku heh? Aku tau aku salah, aku tau aku yang telah menyebabkan semua ini, dan aku juga tau jika aku yang selalu membuatmu menderita. Jangan menyiksaku seperti ini! Jika perlu, kau boleh memukul dan—”
“Kau siapa?”
“Mwo?”
“Kau siapa?”
“OMO! Oppa, apa kau tak mengingatku? Aku Hiu hwi Oppa, istrimu. Apa kau tak ingat? Kau tak hilang ingatan seperti yang di Drama-drama itu ne?”
“Hiu hwi? Istriku? Cah...” ucap Kyu tersenyum sinis
“Mwo? Oppa...”
“Hiu hwi-ku bukan seperti dirimu! Dia bukan gadis yang mempunyai kedua mata dengan lingkaran hitam seperti itu, dia bukan gadis yang mempunyai tubuh yang benar-benar kurus seperti tengkorak sepertimu, dia bukan gadis yang akan berdandan serabutan dan terlihat aneh dimataku. TIDAK! Hiu hwi-ku gadis yang manis dan penuh semangat, ia selalu tersenyum sekalipun aku terus menerus menyakitinya. Yah, Hiu hwi-ku seperti itu... dan kau bukan Hiu hwi-ku!”
“Kyuhyun Oppa...” Hiu hwi sentak menjatuhkan air matanya ketika mendengar lontaran Kyu kali ini.
“Hiu hwi-ku juga jarang menangis. Dia gadis kuat dan selalu ceria dihadapanku, dia selalu bersikap manja dan selalu mengatakan jika dia mencintaiku, dan dia tak pernah menahan lapar dan menahan kantuknya seperti orang idiot.”
“Oppa, mianhae.” Isak Hiu hwi semakin deras. Kyuhyun terpaku menatap wajah gadis dihadapannya itu. Sekalipun ia mencoba untuk tidak perduli, tapi tetap saja matanya terus tertuju pada gadis ini.
“Kenapa kau semakin jelek heh?” Kyu mendongakkan kepala Hiu hwi agar kembali bertatapan dengannya. Sejurus kemudian, air mata namja itu pun ikut terjatuh.
“Gadis bodoh! Kenapa kau begitu mencintaiku?”
“Karna aku tidak tau, harus jatuh cinta pada siapa lagi.” Balas Hiu hwi membuat Kyu tersenyum kecil.
“Ini baru Hiu hwi-ku! Gadis bodoh yang idiot.” Ucap Kyu seraya melepaskan kuncir rambut Hiu hwi, membuat rambut panjang gadis itu kembali tergerai. Mereka berdua terduduk dilantai, seolah tak perduli tentang alam sekitarnya.
“Oppa... kumohon, jangan bersikap seperti kemarin lagi padaku. Aku takut kehilanganmu! Aku sadar, jika semua ini adalah akibat atas segala perbuatan dan keegoisanku selama ini. Karna aku takut kehilanganmu, makanya aku bersikap keterlaluan dan bahkan—”
“Ssssttssss... bisakah kau berhenti menyalahkan dirimu sendiri heh?”
“Tapi aku tau, kau bersikap dingin dan tak menghiraukanku itu karna kau marah padaku atas semua ini.”
“Siapa yang mengatakannya heh?”
“In Young. Dia mengatakan jika kau membenciku!”
“Mwo? In Young?”
“Nde, mianhae Oppa.”
“Bodoh! Sejak kapan kau percaya orang lain selain aku heh? Aku melakukannya, karna aku tak ingin menyakitimu lagi.”
“Menyakitiku?”
“Kau lihat kakiku ini. Hhhh... aku tak bisa menggerakannya lagi.”
“MWO?”
“Tenang saja, kelumpuhan ini hanya sementara. Menurut Dokter, jika aku rajin berusaha untuk menggerakannya lagi, kakiku akan sembuh seperti semula.”
“Bagaimana mungkin seorang anggota Super junior mengalami hal seperti ini, padahal pekerjaanmu menuntut kau harus menari dan menyanyi menggunakan kakimu ini Oppa. Mianhae... jeongmal mianhae.”
“Bukan itu yang malah ku kuatirkan! Aku hanya takut... kau menatapku iba seperti itu, aku hanya takut aku semakin membuatmu menderita dan kau malah menyalahkan dirimu sendiri jika kau tau kondisiku sebenarnya. Untuk itulah, aku tak ingin kau menemuiku terlebih dahulu sebelum aku berusaha keras untuk menggerakan kakiku ini. Aku ingin menemuimu saat aku sudah mampu berjalan lagi untuk menghampirimu, tapi kau malah datang dan mengacaukan semuanya. Hiu hwi-ya... bahkan ketika aku bersikap seperti kemarin padamu, kau tak merubah sikapmu! Kau selalu gencar datang untuk merawatku dari kejauhan, padahal aku hanya ingin kau pulang dan mengistirahatkan tubuhmu ini.”
“Oppa...”
“Maafkan aku sudah tertidur terlalu lama dan kau harus menjagaku. Bahkan lihatlah sampai sekarang, kau selalu menangis saat bersamaku.”
“Aniya,” Hiu hwi sentak memeluk tubuh Kyu dengan erat, dan mulai berusaha untuk kembali menahan tangisnya.
“Apapun yang terjadi padamu Oppa, aku akan tetap mencintaimu.”
“Aku tau!” Balas Kyu sentak melepaskan dekapan mereka dan tersenyum kecil menatapi wajah Hiu hwi yang merunduk merah.
“Tapi sayangnya, aku tidak akan seperti itu. Jika kau berada diposisiku, maka aku akan mencari gadis lain saja.” Ucap Kyu membuat Hiu hwi mendongak tajam padanya.
“MWO? Ah... kalau begitu, sekarang biar aku saja yang mencari suami baru!” Sahut Hiu hwi tak mau kalah.
“Memangnya ada yang mau denganmu? Aku yakin, tak akan ada lelaki pun yang mau janda jelek sepertimu!”
“YA! CHO KYUHYUN...” Pekik Hiu hwi seraya menepuk dada Kyu dengan sebal.
“Aww... YA! Aku ini masih jadi pasien.” Umpat Kyu geram, membuat Hiu hwi mengenyit seolah ia merasa menyesal.
“Mianhae...” Hiu hwi tertunduk kaku sekarang, membuat Kyu tersenyum dan mulai menyeringai.
“Ayo... antarkan aku kembali kekamar. Kau tak marindukanku heh?” Kyu sentak berbisik ditelinga Hiu hwi dengan sesekali menggigitnya lembut, membuat Hiu hwi bergidik.
“Ish....” Dengus Hiu hwi malu seraya ikut-ikutan terkikik pelan. *Maapkan saya pemirsa, ini pasangan yadong* -_-
- “Kau tau?
Apa yang paling istimewah didunia ini?
Yah, itu disaat aku sadar, jika kau bukan hanya bayanganku
Tapi juga milikku!” -
“Oppa...” gumam Hiu hwi seraya membenarkan posisinya, agar Kyu dapat leluasa memeluk tubuhnya dari arah belakang diatas tempat tidur kamar inap ini.
“Hemm?”
“Ahjumma peramal itu pernah mengatakan padaku kau akan mati, tapi aku tau dia tak begitu yakin saat berbicara itu.”
“Mwo?”
“Dia mengatakan, jika sebenarnya semua keputusan itu ada ditanganmu sendiri. Melepaskan semuanya atau bertahan disampingku. Saat kau koma, aku bahkan tak percaya jika kau akan memilih bertahan, karna aku tau kau benar-benar tak menyukaiku.”
“Lalu? Kau pikir, kenapa aku bisa sampai bertahan sekarang?”
“Mungkin karna kau hanya ingin menepati janjimu padaku.”
“Kenapa akhir-akhir ini kau menjadi sok tau seperti ini heh?”
“Mwo?”
“Apa kau ingin tau, saat aku koma apa yang ada dimimpiku itu sampai aku ingin bertahan?”
“Apa kau memimpikanku?” tanya Hiu hwi terkikik malu, membuat Kyu menjitaknya pelan.
“Kau percaya diri sekali! Aniya... bukan kau!”
“Mwo? Lalu, siapa?”
“Saat itu, aku seolah berada disebuah padang yang benar-benar dingin dan sejuk. Semuanya bergerak indah dengan kompak, bahkan ilalang-ilalang disana benar-benar tumbuh dengan indah. Namun sayang, seindah apapun tempat itu aku seolah sendirian! Tak ada orang bahkan tak ada jalan untuk kemana-mana, semua jalan seolah sama. Tapi—ada sesuatu yang kutemukan disana.”
“Mwo?”
“Seseorang yang menyebutku dengan panggilan Appa. Aku seolah melihat sosokku sewaktu kecil saat itu, tubuh dan bahkan wajahnya benar-benar mirip padaku. Dia berlari dan lantas mengatakan ini padaku...”
‘Appa, aku ingin hidup didunia!’
“Mwo?”
“Yah, aku baru sadar jika dia sebenarnya anakku. Dia ingin aku hidup, agar dia bisa dilahirkan.”
“MWO? OPPA... Jadi kau sudah punya anak?” Hiu hwi sentak melepaskan dekapan Kyuhyun dan berbalik memandangi namja itu dengan buas.
“Kenapa makin lama kau ini makin bodoh heh? YA! Jangan mentang-mentang tubuhmu ini pendek, otakmu juga pendek.” Dengus Kyu kesal.
“Kau punya anak dengan siapa Oppa?” Hiu hwi merintih, ia seolah ingin menangis.
“Ish... tentu saja itu anak kita bodoh!”
“Anak kita?” Hiu hwi sentak menatap perutnya dengan mengernyit bingung.
“Bukankah aku belum hamil? Bahkan kau belum pernah menyentuhku, jadi mana bisa itu anak kita?”
“Untuk itulah dia menyuruhku pulang ke dunia, lalu membuatnya denganmu.” Kesal Kyu frustasi.
“Mwo? Jadi dia memintamu untuk dibuat?”
“YA! Kau ingin membuatku gemas ohk?” ucap Kyu seraya menggelitik Hiu hwi agar yeoja itu bergerak tak karuan.
“Cho Kyuhyun berhenti!” Pekik Hiu hwi seraya membalikan tubuhnya sempurna kearah Kyu, membuat namja itu semakin menyeringai.
“Kajja, semakin cepat dia lahir, semakin lebih bagus.” Goda Kyu seraya menarik tangan Hiu hwi agar mendekat kearahnya.
#CUP
Kecupan manis itu sentak mendarat dalam di bibir mungil keduanya, memberikan sensasi manis yang benar-benar tiada tara. Kyuhyun sekuat tenaga mengangkat sedikit tubuh Hiu hwi agar memiring untuk memudahkannya, itu juga karna kakinya yang belum bisa bergerak sempurna. Hiu hwi mengacak-acak rambut Kyu gemas dan mengalungkan tangannya di leher jenjang Kyu.
“Aku tidak mau disini! Apa kau gila Oppa?” ujar Hiu hwi terkikik seraya melepaskan tubuhnya dari Kyu. Baru saja yeoja itu hendak beranjak turun dari tempat tidur itu, Kyu pun telah lebih dulu menarik tubuhnya lagi seraya menutupi tubuh mereka dengan sebuah selimut Rumah sakit itu.
“YA! CHO KYUHYUN...!” Pekik Hiu hwi saat Kyu mulai menyeringai tak waras serta merta memeluknya erat.
“Kau pikir aku akan melepaskanmu dengan mudah heh? Memangnya siapa yang pertama kali menggodaku huh? Mengikutiku, bersikap manja padaku, dan menjadi Sparkyu milkku.” Dengus Kyu seraya hendak kembali menciumi Hiu hwi dengan godaannya.
“Mwo? Itu karna kau sok jual mahal!” Balas Hiu hwi terkekeh seraya sesekali menerjang Kyu agar terbebas dari namja itu. BERHASIL! Hiu hwi hampir saja berhasil terlepas dari Kyu, hingga tiba-tiba saja saat ia hendak turun, Kyu kembali menariknya dan kali ini namja itu berhasil mengunci tubuh Hiu hwi dibalik selimut itu. Yah, Hiu hwi tak bisa lagi bergerak tatkala kini Kaki dna tangan Kyu mengikatnya erat.
“Hahaha... kau baru tau, kalau sebenarnya aku ini licik heh?” tanya Kyu seraya tertawa-tawa tak jelas.
“Changkam Oppa, bukankah kakimu ini tak bisa digerakkan heh? Lalu ini—” Hiu hwi dan Kyuhyun sentak menatap kearah kaki Kyu yang kini tengah membengkok mengunci kedua kaki Hiu hwi. Hening! Kedua insan ini saling menatap seraya mengerjap-ngerjap, sampai akhirnya—
“HUAAAAAAA... Oppa, kakimu bisa digerakkan lagi.” Pekik Hiu hwi senang, membuat Kyu pun tersentak tak percaya.
“Ah... ne. Benar!” Balas Kyu seraya mencoba menggerak-gerakkan kakinya. Masih sedikit ngilu memang, tapi setidaknya sudah bisa ia gerakkan perlahan-lahan.
“Kalau begitu, aku panggil Dokter dulu Oppa.”
“Tidak usah! Malah dengan begini, bukankah akan lebih indah heh?” tanya Kyu seraya kembali hendak mencium Hiu hwi.
“Indah? YA! CHO KYUHYUN...! Andwe...”
“Kau ini kenapa tak bisa diam heh? Kau ingin pasien sebelah mendengarmu.”
“Tapi aku panas! Selimut ini Rumah sakit ini pasti belum dicuci, aku ingin keluar.”
“Tidak bisa!”
“YA! Oppa... kenapa kau mengerikan sekali.”
“Berarti aku normal! Kau ingin diam atau kuperban ohk?”
“Dasar mesum!” Hiu hwi sentak menarik rambut Kyu membuat namja itu meringis kesakitan.
“Oh.. jadi sekarang, kau ingin main tarik menarik heh? Ok, baiklah!”
“Ish... Lepaskan! Katakan kau mencintaiku lebih dulu.” Hiu hwi kembali menjambak rambut Kyu dengan sesekali tertawa kecil.
“YA! CHO HIU HWI... MATI KAU!” Kedua orang ini seolah sibuk dengan dunia dibalik selimut mereka sendiri. Bahkan sejak tadi, mereka seolah tak sadar jika pintu ruangan inap ini telah terbuka bersamaan dengan banyak orang yang melihat adegan itu. Mereka sungguh begitu ribut membuat banyak pasien yang terganggu pun sentak ingin melihat mereka, bersamaan dengan para Suster dan Dokter disana. Ke14 member Suju yang lain pun hanya bisa menganga dan menggaruk-garuk kepala mereka tak percaya.
“Jweseonghamnida... jweseonghamnida. Ini hanya gelora cinta anak ababil, hehehe.” Ucap Leeteuk seraya berusaha untuk tersenyum dan membungkuk dengan orang-orang yang melihat adegan selimut itu. Semua tampak terlihat tersenyum-senyum kecil, kecuali seorang perawat yeoja yang berdiri dibelakang. Ia tampak ingin menangis! In Young... kini yeoja itu berbalik hendak pergi.
“PANAS!” Ucap Eunhyuk geleng-geleng tak karuan seraya menjongkok paling depan melihat itu.
-THE END-
"Jangan ada yg minta Sequel Lagi." *lambai2 Tangan*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar