Author : NtaKyung
Casts : Lee Donghae, Lee Hyukjae, Lee Sungmin, Kim Kibum, Shim Miyoung, Kim Ryeowook, Park Jungsoo and OC
Length : Series [On Writing]
Genre : AU(Alternate Universe), Fantasy, Humor, Romance, Unrated
Rating : PG-15
Disclaimer : Seluruh casts dalam ff ini adalah milik Tuhan, Orang Tua dan Mereka sendiri! Tapi isi dalam cerita ini seluruhnya milik saya! So, Don’t BASH!!
Poster Art : By NtaKyung aka Saya sendiri!
-Bloody Kiss-
Donghae
memasuki sebuah kastil yang letaknya berada di puncak gunung, Suasana
mistis yang begitu kental terasa sangat jelas di tempat itu, Tapi hal
itu tak sedikitpun menyiutkan nyali Donghae. Yah, Wajar saja, Dulu ini
adalah tempat tinggalnya bersama kedua kakaknya dan juga kedua orang
tuanya, Tapi semenjak Eunhyuk memilih untuk masuk ke dalam kehidupan
manusia, Mereka bertiga pindah ke kastil yang mereka tinggali sekarang.Ia terus berjalan dan terus berjalan melewati lorong kastil yang sepi. Hingga akhirnya ia tiba di depan sebuah pintu yang terbuat dari kayu jati, Tingginya mungkin mencapai 2 meter lebih dan di sana terdapat dua makhluk Cyclops yang berdiri tegak di hadapan pintu itu. Seakan tak sembarangan orang yang bisa masuk ke dalam tempat tersebut.
“Buka pintunya!” Suruh Donghae sambil melayangkan tatapan tajam pada kedua makhluk itu.
Kedua makhluk Cyclops itu saling bertukar pandang sejenak, Tapi beberapa saat kemudian mereka mengangguk singkat dan menuruti perkataan Donghae. Keduanya membuka pintu tersebut dan mempersilahkan Donghae untuk masuk.
Donghae melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu yang ternyata lebih terlihat seperti sebuah aula. Tak jauh dari posisinya sekarang, Nampak seorang pria tampan yang mungkin usianya tak terlalu terpaut jauh dari Donghae. Sedangkan di sisi kanan dan kiri pria itu, Nampak beberapa Cyclops serta Werewolves, Seperti tengah menjaga pria tersebut.
Pria tersebut menarik sudut bibirnya hingga membentuk sebuah senyuman manis, Ia beranjak dari duduknya. “Rupanya kau benar-benar datang, Anakku… Sebenarnya apa yang membuat dirimu tertarik untuk datang ke tempat ayahmu ini, Hm?” Ujarnya kalem. Lesung pipit yang ada pada pipinya, Seakan menambahkan ketampanan dari paras pria ini.
“Kau pasti sudah mengetahui dengan jelas maksud kedatanganku. Jadi, Tidak perlu bersikap seperti itu…” Donghae menjawab dengan dingin.
“Oh… Sifatmu yang ketus ini, Kenapa susah sekali di rubah, Lee Donghae?” Sindir pria itu, Ia perlahan berjalan menghampiri Donghae, Tapi hanya dalam hitungan detik saja ia kini sudah berada di hadapan Donghae dengan sosoknya yang sudah berubah menjadi Demons. Sama seperti sosok Donghae, Eunhyuk dan Sungmin, Tapi bedanya pria ini justru memiliki bola mata yang berwarna biru kelam.
“Ck! Mau coba pamer padaku, Eoh?” Donghae berdecak sebal. “Aku juga bisa berubah seperti dirimu pria tua!” Ujarnya kemudian.
“Ha ha ha… Tidak, Tidak…” Tawa pria itu terasa bergema di ruangan ini. “Dengar, Anakku sayang… Aku memang tahu maksud kedatanganmu kemari. Tapi… Jika kau pikir aku akan dengan mudah mengizinkan gadis manusia itu untuk tinggal bersamamu. Kau salah besar!”
Donghae terdiam di tempatnya, Membiarkan pria itu mengelilinya sambil menatap tajam ke arahnya. Terdengar dengusan darinya, Seperti ia tengah mengejek Donghae.
Bugh!!
Tubuh Donghae yang di pukul secara tiba-tiba oleh pria itu, Langsung terpelanting keras ke arah dinding dan membentur dinding itu hingga retak.
“Sial!” Umpat Donghae kesal, Ia beranjak dari posisinya tanpa merasa sakit sedikitpun. Lalu ia pun merubah sosok dirinya menjadi Demons. “Kau ingin bertarung denganku?! Baiklah… Aku akan mengikuti keinginanmu itu! Tapi jika nanti aku bisa mengalahkanmu, Kau tidak bisa melarangku untuk bersama gadis itu lagi, Mengerti?!” Tantang Donghae.
Pria itu menyeringai kecil, “Tentu.. Anakku tersayang.” Balasnya dan setelah itu pun ia berlari mendekati Donghae dengan gerakan yang cepat.
Bugh!!
Satu pukulan keras kembali mendarat di perut Donghae, Membuat tubuhnya kembali harus membentur dinding hingga dinding itu retak, Tapi dengan gerakan cepat pula, Donghae segera saja menendang salah satu kakinya ke arah dindingnya, Lalu hanya dalam sekejap mata saja Donghae telah berada di hadapan pria itu dan memukul wajah pria itu berkali-kali.
Tubuh pria itu langsung saja terseret kebelakang akibat pukulan Donghae yang terbilang keras itu. Para Cyclops dan Werewolves yang sejak tadi masih berdiri di tempatnya mulai beranjak dari tempatnya, Ingin menghampiri tuannya.
“Tidak! Kalian tetaplah diam di sana!” Sentak pria itu sambil menatap tajam pada mereka.
Bugh!!
Donghae yang ntah sejak kapan telah berada di hadapannya, Langsung saja menghantam wajahnya dengan kepalan tangannya yang sangat kuat. Dan lagi-lagi tubuh pria itu pun kembali terdorong keras hingga menabrak dinding.
“Ck! Sudah tua masih saja sombong!” Ejek Donghae.
“Oh yah?”
Donghae membulatkan kedua matanya saat merasakan suara pria itu di belakangnya saat ini. Ia menoleh ke belakang dan benar saja jika pria itu sudah ada di belakangnya. Pria itu hendak melayangkan pukulannya, Tapi dengan cekatan Donghae menahan tangannya dan justru memutar tangan pria itu hingga tubuhnya pun ikut berputar.
“Rasakan ini!!”
Bugh!!
Tubuh pria itu sukses membuat dinding di ruangan itu mengalami kerusakan hebat. Tubuhnya perlahan berubah menjadi sosok manusia kembali, Tapi ia masih terbaring di tempatnya. Dan secara perlahan tubuh Donghae pun kembali berubah menjadi sosok manusia.
Donghae berjalan mendekati pria itu, Setelah berada di hadapan pria itu, Ia menunduk untuk menatap wajahnya, Lalu seringaian kecil pun nampak jelas di wajah Donghae.
“Kau kalah… Leeteuk-ssi…” Desis Donghae seraya mengulurkan tangannya pada pria itu.
Masih dengan mata terpejam, Pria itu tersenyum tipis, Lalu ia pun menyambut uluran tangan Donghae. Hanya dalam satu tarikan saja, Donghae dapat membuat pria bernama Leeteuk itu berdiri tegak di hadapannya.
“Ck! Kau melawanku seperti kau ingin membunuhku saja!” Gerutu Leeteuk seraya mengusap sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.
“Apakah menyakitkan?”
“Tentu saja! Aish… Anak macam apa kau ini yang berani menyiksa appanya seperti ini!”
Donghae menggedikan bahunya cuek, “Kau yang menantangku. Jadi, Aku tidak ada pilihan lain selain menyerangmu. Lagipula… Kau yang duluan menyerangku!”
“Ah… Yah, Yah… Sudahlah! Bersikap sopan sedikit saja pada Appamu ini, Apa kau tidak bisa, Huh?” Leeteuk menatap kesal pada Donghae.
“Hm, Terserahmu sajalah.” Balas Donghae sekenanya. “Aku tidak punya banyak waktu untuk berdebat denganmu. Sekarang katakan padaku, Apakah kau sudah menyetujui keberadaan gadis itu?” Tanyanya.
“Aku adalah seorang appa yang menepati janjiku… Lagipula, Sudah jelaskan dari awal aku tidak menentang keinginamu sama sekali…” Jawab Leeteuk santai.
“Baguslah!” Donghae menganguk singkat, Ia berbalik hendak meninggalkan Leeteuk.
“Tapi, Donghae-ah… Apakah kau tahu jika Ibumu takkan tinggal diam akan semua ini? Kau tahu kan jika dia ingin kau menikah dengan gadis pilihannya…” Teriak Leeteuk yang sukses menghentikan langkah Donghae.
Untuk beberapa saat Donghae terdiam di tempatnya, Tapi setelah itu pun suaranya terdengar, “Biar aku yang mengurus hal itu nanti…” Jawabnya lalu kembali melanjutkan langkahnya.
Leeteuk hanya mendesah panjang saat melihat Donghae sudah menghilang dari ruangan itu. Ia meletakkan kedua tangannya di sisi pinggulnya, “Hah… Aku baru saja sadar jika kekuatan bocah itu sudah semakin bertambah…” Gumamnya.
-Bloody Kiss-
Miyoung melihat pantulan dirinya melalui
sebuah cermin tinggi yang berdiri dengan kokoh di hadapannya. Wajahnya
tak tersenyum sedikitpun, Pandangannya pun nampak kosong. Sejak tadi ia
terus saja memikirkan Donghae, Ia tidak melihatnya sejak kemarin malam,
Dan hal itu cukup membuatnya… kesepian? Ntahlah, Tapi yang pasti Miyoung
benar-benar ingin melihat sosok Donghae sekarang.Cklek!
“Woah, Kau benar-benar terlihat cantik dengan gaun itu, Nona!” Puji Ryeowook yang masuk ke dalam ruangan itu.
Miyoung menoleh padanya sambil tersenyum enggan, “Terima kasih, Wookie-ssi…”
“Kalau begitu, Ayo kita keluar… Yang lain sudah menunggu kehadiranmu sejak tadi…” Ajak Ryeowook seraya menjulurkan tangannya, Dan tentu saja hal itu di sambut oleh Miyoung.
Ryeowook menuntun Miyoung menuju lantai pertama, Ruangan itu sudah begitu penuh dan ramai. Sama halnya seperti pesta manusia pada umumnya, Tempat itu terdapat berbagai makanan kecil dan juga bermacam-macam minuman, Mulai dari wine sampai juice pun ada.
Miyoung hanya dapat terpaku di tempatnya saat melihat pemandangan ini, Ia tidak percaya jika pestanya akan se-normal ini. Terlebih mereka yang hadir berpenampilan layaknya seperti manusia. Mereka memakai tuxedo dan gaun, Mereka juga bahkan berdansa bersama.
“Miyoung-ssi… Mari kuantarkan kau untuk menemui Eunhyuk, Sungmin dan Kibum…” Ujar Ryeowook seraya tersenyum tipis.
“Ne…” Miyoung mengangguk singkat. “Tapi, Wookie-ssi…” Ia menahan langkahnya sejenak.
“Yah? Ada apa?” Ryeowook menoleh padanya.
“Err… Itu… Apakah… Apakah Donghae sudah datang?” Tanya Miyoung terlihat sedikit gugup.
Ryeowook tersenyum tipis melihat sikap gugup Miyoung, “Ikut saja denganku… Mungkin kau bisa menemukannya di antara kerumunan para tamu yang hadir ini…”
“Eh?”
“Sudahlah, Ayo…” Ajak Ryeowook seraya menarik tangan Miyoung.
Miyoung pun terpaksa mengikuti langkah Ryeowook menuju ke tengah pesta. Dan matanya bisa menangkap sosok yang sudah tak asing lagi baginya kini tengah berdiri tak jauh darinya. Yah, Mereka adalah Eunhyuk dan Sungmin.
“Woaah… Sang pengantin wanita sudah tiba rupanya!” Seru Sungmin sambil tersenyum lebar.
Eunhyuk menoleh ke arah Miyoung, Dan sepertinya ia cukup terpesona dengan penampilan Miyoung sekarang. Gadis itu benar-benar nampak anggun dan begitu menawan.
“Hey, Semuanya…” Sapa Miyoung dengan sedikit enggan.
“Kau terlihat begitu menawan hari ini, Miyoung-ah. Tidak salah adikku memilihmu!” Eunhyuk tersenyum tipis padanya.
Miyoung tak menjawab, Hanya membalas senyuman Eunhyuk dengan senyuman kecil yang terlihat sedikit di paksakan. Dan Kibum yang menyadari itu, Perlahan berjalan mendekatinya.
“Apa yang kau pikirkan, Miyoung-ah? Apa kau kesepian karena Donghae tidak ada di sini?” Tanya Kibum kemudian.
“Eh?” Miyoung menoleh ke arahnya. “A-anniyo.. Aku tidak kesepian. Tidak sama sekali!” Elak Miyoung cepat.
“Jinjayo?” Eunhyuk yang menyadari perubahan raut wajah Miyoung pun tersenyum penuh arti. “Benar kau tidak merindukan Donghae? Dia kan tidak ada sejak kemarin.” Lanjutnya.
Sungmin yang menyadari arah ucapan Eunhyuk dan Kibum, Ia ikut tersenyum penuh arti. “Aah… Benar juga! Donghae pastilah belum kembali dari sana…” Ujar Sungmin menggantung.
“Dari sana? Memangnya sebenarnya dia kemana?” Reflex pertanyaan itu terlontar dari mulut Miyoung, Sungguh, Ntah kenapa tiba-tiba saja pertanyaan itu meluncur dengan sendirinya dari mulutnya.
Kibum, Eunhyuk dan Sungmin saling bertukar pandang sambil tersenyum penuh arti. Mereka tahu jika Miyoung pastilah tengah kesepian karena Donghae tidak ada di dekatnya saat ini.
“Hey… Jelas-jelas kau merindukannya. Kau masih mencoba mengelak, Eoh?” Goda Eunhyuk sambil terkekeh kecil.
“M-mwo?” Kedua pipi Miyoung langsung memerah dalam seketika, Ia baru saja sadar dengan apa yang baru saja di ucapkannya itu. “A-anniya! Aku…”
“Aaah… Sudahlah, Miyoung-ah! Kami tahu jika kau mulai memiliki perasaan khusus padanya kan? Jangan berbohong pada kami…” Celetuk Kibum.
“Yah, Kau tahu? Kau ini tidak pandai berbohong, Nona Shim…” Lanjut Sungmin dan hal itu sukses membuat kedua pipi Miyoung semakin memerah. Sedangkan ketiga lelaki itu langsung saja tertawa puas.
Brak!!
Pintu terbuka dengan kasar, Dan hal itu cukup mengejutkan Miyoung serta beberapa tamu yang hadir di acara pesta itu juga.
“Pergi semuanya!! Pergi dari sini!!” Teriak sesosok Cyclops, Separuh dari tangan kanannya telah berubah menjadi batu. “Ada ratu Medusa dan sekumpulan Ogre di sini!!” Teriaknya lagi.
“AAAAA!!”
Teriakan histeris para tamu yang hadir pun langsung memenuhi ruangan itu, Mereka nampak panik saat mendengar dua nama makhluk itu di sebutkan. Mereka semua berubah menjadi wujud asli mereka, Hendak meninggalkan tempat itu.
Tapi sayangnya mereka terlambat, Sekumpulan Ogre yang jumlahnya cukup banyak muncul dengan sesosok gadis berambut ular hidup dengan kaca mata hitam yang melekat di kedua matanya, Yah, Ia tak lain adalah sosok gadis Medusa.
“Sial, Gadis itu datang lagi!” Umpat Sungmin kesal.
“Siapa mereka?!” Tanya Miyoung dengan tubuh bergetar.
Eunhyuk menoleh padanya, “Miyoung-ah, Pergilah ke dalam kamarmu!” Suruhnya dengan suara lantang.
“Mwo? Tapi-”
“Kibum-ah, Bawa dia ke dalam kamarnya! Cepat!!” Ujar Eunhyuk dengan tegas.
Kibum langsung saja menarik tangan Miyoung, Mengajak gadis itu menjauhi mereka berdua. Sedangkan Eunhyuk dan Sungmin langsung saja berubah menjadi sosok Demons.
“Kau siap bertarung?” Sungmin melirik Eunhyuk sambil menyeringai kecil.
“Tentu saja! Kita akan hancurkan para Ogre yang sudah merusak pesta kita ini!” Ujar Eunhyuk dan menghilang secepat mungkin.
-Bloody Kiss-
“Ahk…” Miyoung meringis kesakitan saat
tidak sengaja bertabrakan dengan para tamu yang tengah bertarung dengan
para Ogre itu, Menyebabkan tubuhnya langsung terjatuh dan tentu saja
pegangan tangannya dengan Kibum terlepas.Suara raungan sang Ogre langsung menyadarkan Miyoung dari rasa sakitnya, Ia pun mulai mendongakkan kepalanya perlahan, Dan kedua matanya langsung membulat dalam seketika saat melihat Ogre itu tengah menaikkan sebuah tongkat besar yang di pegangnya, Bersiap untuk meremukkan tubuh Miyoung hanya dengan sekali pukulan saja.
“Aaaaaaa!!” Miyoung menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sret!
“ARGH!!”
Bukannya merasa kesakitan, Miyoung justru mendengar pekikan kesakitan dari Ogre itu. Ia perlahan membuka kedua matanya, Dan sosok Kibum yang kini telah berganti menjadi sosok Djinn kini berada tepat di hadapannya.
“Kibum-ah…”
Kibum berbalik padanya, Ia tersenyum tipis padanya. Meskipun wajah Kibum terlihat begitu mengerikan saat ini, Tapi Miyoung tahu jika Kibum tengah tersenyum hangat padanya. Tapi ketenangan Miyoung langsung terusik, Saat ia melihat Ogre itu kembali beranjak dari posisi terjatuhnya tadi.
“Kibum-ah, Awas di belakangmu!!” Pekik Miyoung keras.
Baru saja Miyoung mengatakan hal itu, Hanya dalam sekejap mata Kibum telah berbalik dan langsung menggunakan sabit berukuran besar yang sejak tadi di pegangnya itu untuk melukai Ogre tersebut.
“ARGH!” Ogre itu kembali meringis kesakitan saat Kibum berhasil memotong tangan kirinya, Lalu tanpa merasa kasihan sedikitpun, Kibum segera meloncat dan membagi tubuh Ogre itu menjadi dua bagian.
Crat!!
Darah segar berwarna hitam pekat itu langsung saja bermuncratan ke seluruh penjuru ruangan dan tak terkecuali mengenai wajah Kibum yang nampak memperlihatkan ekspresi datar dan sangat dingin.
Miyoung yang sejak tadi melihat kejadian itu, Hanya dapat terpaku di tempatnya. Tubuhnya bergetar hebat dan kedua matanya terbuka lebar, Menatap takut pada sosok Kibum.
Perlahan, Kibum pun berbalik padanya, Ia berjalan mendekati Miyoung dan sadar jika saat ini Miyoung begitu ketakutan, Kibum langsung berubah menjadi sosok manusianya kembali dan ia pun mengulurkan tangannya ke hadapan Miyoung sambil tersenyum hangat.
“Kau takut?” Ujarnya pelan, Dan Miyoung masih belum bereaksi. “Miyoung-ah. Maaf jika aku membuatmu takut… Tapi, Kita harus segera ke kamarku. Ayolah… Pegang tanganku…” Bujuk Kibum seraya menggedikkan tangannya.
Dengan tubuh yang masih bergetar hebat, Miyoung perlahan menyambut tangan Kibum. Dan hanya dalam hitungan detik, Kini Miyoung telah berada di atas gendongan Kibum. Miyoung memang sedikit terkejut dengan hal itu, Tapi mulutnya seakan tak mampu berteriak.
Kedua mata Miyoung dapat menangkap sosok Demons yang tak lain adalah Eunhyuk dan Sungmin. Mereka berdua bertarung habis-habisan melawan sang Ogre yang jumlahnya begitu banyak. Ntah kenapa, Kedua mata Miyoung langsung memanas dan mulai memerah. Ia seperti ingin menangis dan tak sanggup untuk melihat semua pertengkaran ini.
Sret!
Langkah Kibum langsung terhenti, Dan itu menyebabkan Miyoung langsung melirik padanya. “Ada apa, Kibum-ah?” Tanya Miyoung pelan.
“Medusa… Dia ada di sini…” Sahut Kibum nyaris tak terdengar.
Merasa bingung dengan hal itu, Miyoung perlahan menoleh ke arah tatapan Kibum, Dan rasa keterkejutan pada diri Miyoung semakin bertambah ketika dia melihat sesosok gadis dengan berates-ratus ular kecil yang ada tepat di atas kepalanya.
“D-dia…”
Medusa itu tersenyum mengejek saat melihat Miyoung yang memegang erat pada Kibum. Ia nampak puas saat melihat tubuh bergetar hebat.
“Hm… Jadi… Kau adalah pengantinnya?” Ujar sosok itu sambil mulai melangkahkan kakinya mendekati Kibum yang masih tetap menggendong tubuh Miyoung.
Kibum berjalan mundur ke belakang, Dan Medusa itu semakin tersenyum puas saat melihat reaksi Kibum, Terlebih saat melihat kekhawatiran pada wajah Miyoung.
“Jangan mendekat, Hyunja-ssi! Kau tahu apa akibatnya kan jika kau berani melukai pengantin Donghae?!” Ancam Kibum.
Langkah Medusa itu terhenti, “Oh, Benarkah? Ahh… Aku begitu takut!” Ujarnya dengan gaya yang di buat-buat. Tapi setelah itu ia berdecak sebal, “Cih! Tidak ada gunanya kau berusaha untuk mengancamku, Kim Kibum! Yang aku mau hanyalah menghancurkan gadis itu!”
Medusa itu langsung berlari secepat mungkin ke arahnya, Lalu dengan sebuah pedang panjang yang di pegangnya, Medusa itu mulai melancarkan aksinya menyerah Kibum.
Kibum yang merasa kesusahan karena tengah menggendong Miyoung, Tentu saja jadi sedikit kewalahan, Ia hampir saja mendapatkan tusukan di bagian dadanya jika saja ia tidak segera menghindari serangan Medusa berna Hyunja itu.
“Gadis sialan! Akan kubunuh kau!!” Teriak Hyunja sambil menarik dengan keras pergelangan tangan Miyoung, Dan karena Kibum yang tengah berusaha menghindari serangannya, Ia pun tak dapat menghalanginya untuk merebut Miyoung dari gendongannya.
“Kibum-ah!!” Pekik Miyoung ketakutan.
Kibum begitu terkejut, Ia hendak melangkahkan kakinya untuk menyerang Hyunja, Tapi di saat itu juga, Hyunja membuka kaca matanya, Memperlihatkan bola matanya yang berwarna biru cerah dan di saat itu juga, Kibum merasakan kedua kakinya menjadi kaku.
“Argh! Sial!” Umpat Kibum seraya berusaha menggerakkan kedua kakinya, Tapi percuma saja, Hyunja telah merubah kakinya menjadi sebuah batu dan tidak dapat di gerakkan sama sekali.
“KIBUM-AH!!” Miyoung berteriak semakin keras, Ia begitu terkejut saat melihat sekujur tubuh Kibum telah berubah menjadi batu, Hingga akhirnya lelaki itu telah berubah menjadi sosok patung.
Brak!
“KYAAAAA!!” Pekikan histeris dari Miyoung semakin terdengar keras ketika sang Ogre yang muncul dari belakang langsung menghancurkan tubuh Kibum yang telah berubah menjadi patung itu.
Kedua mata Miyoung membulat, Dan air mata pun langsung meluncur bebas membasahi kedua pipinya. Ia tak dapat berbuat apapun, Selain hanya meronta-ronta dari pegangan Hyunja, Berusaha mendekati sosok tubuh Kibum yang telah hancur berkeping-keping menjadi sebuah kumpulan batu-batu kecil.
“Tidak!” Miyoung menangis histeris, Ia benar-benar tak ingin kehilangan Kibum.
Sret!
Hyunja langsung menarik tangan Miyoung, Membuat tubuh Miyoung langsung berbalik dan tentu saja bertatapan wajah dengannya. Tapi, Mengetahui jika makhluk seperti Hyunja ini dapat membuat sekujur tubuh kita menjadi batu -menurut buku fantasy yang pernah di bacanya dulu-. Miyoung pun langsung menutup kedua matanya rapat-rapat.
“Hey… Kenapa kau menutup matamu, Hm? Ayolah… Buka matamu gadis manis!” Bujuknya sambil memegang tengkuk Miyoung keras, Membuat gadis ini terpaksa harus menengadahkan kepalanya.
“Tidak akan!! Kau pikir aku bodoh?!” Balas Miyoung sengit, Sebenarnya ia begitu ketakutan, Tapi ia mencoba untuk melenyapkan rasa takut itu.
“Hah…” Hyunja mendengus sebal, “Rupanya kau manusia yang cerdik!” Pujiya namun lebih terdengar mengejek daripada memuji. “Tapi…” Ia menyeringai kecil.
Di dekatkannya wajahnya pada Miyoung, Membuat Miyoung dapat merasakan hembusan nafas Hyunja, Dan sedetik kemudian Miyoung dapat merasakan sengatan-sengatan yang tidak terlalu menyakitkan itu mengenai wajahnya.
Yah, Itu adalah tindakan Hyunja. Ia mendekatkan wajahnya dan membuat para ular yang ada di kepalanya langsung menyerang wajah Miyoung. Walau memang tidak akan berakibat fatal pada Miyoung, Tapi itu akan cukup membuat Miyoung mau membuka kedua matanya.
“Ayolah, Gadis manis… Buka kedua matamu…” Desisnya. “Kau tahu? Seorang manusia seperti dirimu tak sepantasnya ada di sini… Dan kau bahkan tak pantas berdamping dengan Demons terkuat seperti Donghae…” Bisiknya.
“Apa maksudmu? Ini bukan urusanmu!” Miyoung masih tetap menutup kedua matanya rapat-rapat. Kedua tangannya mengepal dengan keras.
“Yah… Maksudku, Lihatlah dirimu. Kau begitu lemah… Kau hanya akan menjadi beban bagi mereka semua. Sama halnya seperti kau membuat Kibum mati…”
Deg!!
Tubuh Miyoung bergetar hebat saat mendengar ucapan Hyunja, Ucapan sesosok medusa di hadapannya ini sukses membuat jantungnya seakan berhenti berdetak. Rasa bersalah mulai menyelimuti dirinya.
“Ini… Memang salahku.” Batin Miyoung sedih.
“Huh! Kau masih belum mau membuka kedua matamu, Huh?!” Hyunja menjambak rambut Miyoung dengan keras.
“Ahk!” Miyoung meringis kesakitan sambil memegangi tangan Hyunja, Berharap jika Hyunja mau melepaskan tangannya dari rambutnya itu. “Lepaskan!!”
“Dasar!! Seharusnya kau sadar, Jika manusia lemah sepertimu tidak pantas bersama Donghae! Yang pantas bersama Donghae hanyalah aku!! Hanyalah ak-”
Bruk!!
“Argh!!”
Tubuh Miyoung terjatuh lemas ke atas lantai, Tapi rasa sakit pada rambutnya menghilang dan ia pun tak dapat merasakan cengkraman tangannya pada lehernya lagi.
“Gadis jalang!! Beraninya kau membuat adikku terluka, Huh?!” Suara sentakan Eunhyuk dapat terdengar jelas oleh Miyoung.
Dengan sangat perlahan dan hati-hati, Miyoung membuka kedua matanya dan di saat itu juga ia melihat Eunhyuk dengan sosok Demonsnya itu tengah menarik tubuh Hyunja yang tak berdaya akibat tendangannya yang begitu keras tadi.
Hanya dengan satu tangan saja, Eunhyuk mencekik leher Hyunja dengan sangat keras. Lalu ia mengangkat tubuh Hyunja, Membuat kedua kaki Hyunja bergerak tak karuan.
“Eunhyuk-ah, Hentikan…” Miyoung berucap dengan nada pelan.
Meski dapat mendengar samar-samar suara Miyoung, Eunhyuk tetap tidak peduli dengan hal itu. Cekikannya justru bertambah kuat, Dan tentu saja membuat nafas Hyunja tersenggal-senggal.
“Eunhyuk-ah, Hentikan!!” Ujar Miyoung sedikit meninggikan nada suaranya.
Sret!
“Eunhyuk-ah, Sudah cukup!” Ujar Sungmin, Yang ntah sejak kapan telah ada di belakangnya.
Bruk!
Tubuh Hyunja langsung tergeletak lemas di atas lantas, Kedua matanya terpejam dan lehernya nampak kemerahan, Ia terus saja batuk-batuk, Mencoba menghirup udara sebanyak mungkin.
Sedangkan Eunhyuk yang sudah di tarik oleh Sungmin terlebih dulu, Segera saja sadar dari rasa emosinya yang luar biasa hebat. Ia mendecak sebal sambil melirik Sungmin.
“Seharusnya kau tidak menghentikanku, Sungmin-ah!” Kesalnya.
“Sudahlah… Kita tidak mungkin mencari masalah dengan para Medusa itu…” Ujar Sungmin sambil menepuk pelan pundak Eunhyuk. “Pergilah… Bawa Miyoung dan Kibum ke kamarnya. Mereka pasti sudah lelah…” Suruhnya.
“Lalu gadis jalang ini?!” Eunhyuk menggedikkan kepalanya untuk pada Hyunja.
Sungmin tersenyum tipis, “Aku akan mengurusnya… Sudahlah, Pergi sana…” Jawabnya sambil berjalan mendekati Hyunja. “Hey, Hyunja-ssi! Ikut aku sekarang juga!!” Ujarnya sembari menarik tangan Hyunja dengan kasar.
“Ahk! Ya! Lepaskan aku!” Pekik Hyunja kesakitan, Tapi Sungmin tidak peduli dan tetap saja ia menyeret tangan Hyunja dengan kasar.
Eunhyuk menghela nafas berat, Dan di saat ia berbalik, Ia sudah mendapati Miyoung yang tetap terduduk lemas sambil menatapnya dengan kedua mata melebar dan tubuh bergetar.
“Miyoung-ah… Kau tidak apa-apa?” Eunhyuk berjongkok di hadapannya.
“Eunhyuk-ah…” Miyoung berucap dengan suaranya yang bergetar. “Kibum… Dia… Dia…” Ia tak melanjutkan kata-katanya, Suaranya yang bergetar seakan tak mampu lagi mengeluarkan kata-kata lain.
“Aku tahu.” Balas Eunhyuk dengan raut wajah sedih. “Tenanglah… Semuanya akan baik-baik saja sekarang…” Ia langsung merangkul tubuh Miyoung dengan erat, Dan seakan tak mampu menahan dirinya lagi, Miyoung pun mulai menangis di dalam pelukan Eunhyuk. Sedangkan Eunhyuk yang tak kuasa melihat tangisan Miyoung, Ia hanya tetap diam sambil menepuk pelan punggung Miyoung.
-Bloody Kiss-
Brak!Pintu terbuka dengan kasar, Donghae berjalan ke arah Eunhyuk dan Sungmin yang tentu saja tengah terduduk lemas di atas sebuah sofa.
“Apa benar Hyunja dan kawanan Ogre-nya datang kemari?!” Tanya Donghae cemas.
“Yah…” Eunhyuk dan Sungmin mengangguk lemas, “Dia menghancurkan semuanya.. Kau bisa lihat sendiri dari kondisi di sini kan?” Lanjut Sungmin sambil menggedikkan kepalanya.
Donghae mengedarkan kepalanya ke segala arah, Dan benar saja, Ia baru saja sadar jika kastil kesayangannya itu telah hancur, Dan beberapa pelayannya yang tentu saja bukan makhluk biasa pun tengah merapihkan keadaan yang hancur ini.
“Apakah dia melakukan sesuatu yang buruk pada Kibum dan Miyoung?!” Tanya Donghae mengingat dia tidak melihat kedua orang itu sekarang.
“Kau tenang saja… Mereka baik-baik saja. Walaupun memang tadinya Kibum sempat di buat hancur oleh gadis jalang itu. Tapi dia baik-baik saja sekarang… Dia sedang beristirahat di dalam kamarnya sekarang…” Jelas Eunhyuk kemudian.
Donghae menghela nafas lega mendengar hal itu, Tapi ia memang tidak terlalu kaget untuk mendengar hal itu. Mengingat jika makhluk Djinn seperti Kibum memang terbuat dari pasir, Dan tentu saja Kibum takkan mati hanya karena di buat menjadi batu oleh sesosok Medusa.
“Lalu, Miyoung?”
“Dia ada di kamarnya… Temuilah dia sekarang. Dia pasti sangat syok dengan kejadian tadi siang…” Sahut Sungmin.
Dan tanpa banyak bicara lagi, Donghae pun langsung melesat pergi meninggalkan Eunhyuk dan Sungmin. Ia benar-benar sudah tak sabar untuk bertemu Miyoung.
-Bloody Kiss-
Seluruh kejadian tadi siang seakan
kembali terngiang-ngiang dalam benak Miyoung. Meski ia tengah tertidur
saat ini, Tapi tetap saja hal itu seakan membuatnya cemas. Keringat
dingin membasahi seluruh tubuhnya, Dan raut wajahnya yang nampak
ketakutan terlihat begitu jelas di wajahnya.“TIDAK!” Teriaknya keras seraya membuka kedua matanya. Nafasnya nampak tersenggal-senggal dan kulit wajahnya nampak begitu pucat.
Pandangannya yang masih sedikit mengabur perlahan semakin jelas. Dan di saat itu juga, Ia dapat melihat sesosok Donghae yang tengah duduk tepat di sampingnya, Tersenyum miris ke arahnya.
“Donghae-ah?” Desis Miyoung pelan. “Benarkah ini kau?”
“Ehm…” Donghae mengangguk singkat, “Bagaimana keadaanmu? Apakah kau baik-baik saja, Miyoung-ah?” Ujarnya seraya mengusap lembut wajah Miyoung.
Mendengar ucapan Donghae itu, Miyoung langsung saja beranjak dari posisinya dan memeluk Donghae erat. Donghae memang cukup terkejut dengan hal itu, Tapi semua keterkejutannya itu lenyap dalam seketika saat ia mendengar isak tangis Miyoung.
“Kenapa kau pergi, Donghae-ah? Aku benar-benar takut di sini…” Miyoung terus menangis, Rangkulannya semakin erat, Mengisyaratkan jika ia benar-benar ketakutan.
“Miyoung-ah, Maaf… Maafkan aku, Miyoung-ah…” Sesal Donghae, “Aku tahu seharusnya aku tidak meninggalkanmu… Maaf… Tapi tenanglah… Semuanya sudah kembali normal sekarang. Semuanya baik-baik saja.” Bisik Donghae sembari mengusap lembut punggung Miyoung.
Tapi sesaat kemudian, Miyoung melepaskan pelukannya, Wajahnya nampak basah oleh air mata yang sejak tadi terus mengalir dari wajahnya.
“Kibum… Donghae-ah, Kibum… Dia…”
“Miyoung-ah, Tenanglah…” Donghae mencoba menenangkan Miyoung yang nampak terlihat panik saat ini. “Kibum tidak apa-apa… Dia sedang beristirahat di kamarnya sekarang…” Jelas Donghae kemudian.
Miyoung mengerutkan keningnya, “Apa maksudmu?! Aku jelas-jelas melihatnya hancur tepat di hadapanku, Donghae-ah!!” Bingung Miyoung, Masih tak percaya dengan ucapan Donghae.
“Anniya… Dia baik-baik saja sekarang. Hey, Apa kau lupa jika Kibum adalah Djinn? Dia itu terbentuk dari sebuah pasir.. Dan kau tahu? Kita bukanlah manusia biasa sepertimu, Miyoung-ah… Kami hanya membutuhkan istirahat.. Kami tidak akan benar-benar musnah hanya karena kekuatan Medusa itu…” Jelas Donghae lagi.
“Benarkah?” Ragu Miyoung.
“Ne…” Donghae mengangguk sambil.
“Oh, Syukurlah…” Miyoung akhirnya dapat bernafas lega saat mendengar ucapan Donghae. Ia tersenyum kecil pada Donghae, Dan di saat itu juga ia sadar jika posisi mereka berdua begitu dekat saat ini.
Miyoung langsung sedikit memundurkan tubuhnya, Tapi Donghae dengan cekatan kembali merengkuh tubuh Miyoung ke dalam pelukannya.
“Omo!” Kaget Miyoung saat mendapatkan pelukan mendadak dari Donghae.
Donghae tak mengidahkan kekagetan Miyoung, Ia hanya menyandarkan kepalanya di atas bahu Miyoung, Lalu ia pun berbisik pelan padanya. “Aku sangat merindukanmu, Miyoung-ah. Tidak bertemu denganmu selama dua hari saja rasanya seperti sudah berabad-abad lamanya.”
Perlahan, Donghae mengibaskan rambut Miyoung, Menghirup aroma khas yang di miliki gadis di hadapannya ini, Lalu ia pun mulai menciumi setiap inchi bagian leher Miyoung.
“Err… Donghae-ah…” Miyoung berusaha menolak hal ini, Tapi ntah kenapa tubuhnya tak mampu bergerak sedikitpun, Seakan ia begitu merindukan hal ini juga. Dan jika ia boleh jujur, Ia memang merindukan sentuhan-sentuhan lembut dari Donghae.
“Miyoung-ah, Apakah kau tidak merindukanku?” Donghae menatap kedua mata Miyoung lekat, Seakan menuntut jawaban dari Miyoung.
“Aku…” Miyoung terdiam sesaat, Menggantungkan ucapannya. “Aku juga… Merindukanmu, Donghae-ah…” Ujar Miyoung ntah sadar atau tidak. Kedua pipinya pun seketika langsung bersemu merah.
Donghae tersenyum tipis mendengar ucapan Miyoung, Sedetik kemudian bibirnya kini telah mendarat sempurna di atas bibir Miyoung. Merasakan kembali manisnya bibir Miyoung.
“Ehn!” Miyoung sedikit terkejut saat Donghae mendorong tubuhnya dan menghimpitnya, Ia dapat merasakan ciuman Donghae semakin berubah menjadi liar.
Lidah Donghae perlahan menelisik masuk ke dalam rongga mulut Miyoung, Mengabsen satu persatu isi dalam rongga mulut Miyoung. Tangan kanannya mengusap lembut wajah gadis ini, Semakin lama, Gerakan tangannya beralih pada leher Miyoung, Kemudian mulai beralih lagi pada bagian dada Miyoung.
Diremasnya dengan pelan salah satu payudara Miyoung, Ingin rasanya gadis ini mendesah saat ia merasakan sentuhan-sentuhan yang membuaikan itu. Tapi hal itu tertahan karena lidah Donghae tengah mengulum lidahnya dan bahkan menghisapnya dengan kuat.
“Hmnn…” Miyoung memejamkan matanya, Begitu menikmati semua ini. Tapi sesaat setelah itu, Ia tak lagi merasakan semua itu. Ia justru merasakan hembusan nafas hangat pada sekitar lehernya, Dan di saat ia membuka matanya, Ia mendapati Donghae tengah berbaring di atas tubuhnya dengan wajahnya yang berada tepat di lehernya.
“D-Donghae-ah…” Gugup Miyoung.
“Biarkan seperti ini, Miyoung-ah…” Sela Donghae cepat. “Sekarang kau tidurlah… Aku akan menjagamu sampai kau benar-benar terlelap tidur…”
Miyoung hanya dapat terdiam mendengar ucapan Donghae. Ada sedikit rasa kecewa saat ia tahu jika Donghae takkan melakukan hal yang lebih pada dirinya. Tapi perasaan itu lenyap ketika ia sadar, Betapa Donghae sangat peduli padanya. Ia tahu jika Donghae tak melakukan ini karena Donghae pastilah memikirkan keadaannya yang masih syok.
“Terima kasih, Donghae-ah…” Desis Miyoung pelan.
“Hm…” Donghae hanya membalasnya dengan gumaman pelan.
Dan di saat itu juga, Miyoung pun mulai merapatkan kembali kedua matanya. Tidak butuh waktu lama untuk membuatnya benar-benar kembali terlelap tidur. Tapi setidaknya, Ia tak lagi mendapatkan mimpi buruk itu lagi.
Ia justru mendapatkan kenyamanan yang mampu membuat tidurnya bertambah nyeyak. Dan ia yakin jika hal ini dapat di rasakannya karena Donghae ada di sampingnya saat ini. Memeluk tubuhnya dengan sangat erat, Memberikan kehangatan pada tubuhnya.
-Bloody Kiss-
“Pagi semuanya…” Sapa Miyoung saat ke-esokan harinya. Seulas senyuman bahagia nampak jelas di wajahnya.“Pagi, Miyoung-ah. Kemarilah… Duduk di sampingku!” Suruh Sungmin sambil menunjuk satu tempat duduk kosong yang ada di sampingnya.
“Tentu…” Miyoung mengangguk bersemangat.
“Tidak! Kau harus duduk di sampingku, Miyoung-ah!” Ujar Donghae sembari menarik tangan Miyoung dan membuat gadis itu duduk di sampingnya.
“Aigoo… Dasar serakah!” Ejek Sungmin.
“Cih! Seharusnya aku tidak pernah menyetujui ide gilamu untuk membawa Miyoung kemari! Buktinya, Sekarang kau merebutnya dariku!” Renggut Eunhyuk kesal.
“Apa? Merebutnya? Ya! Sejak awal Miyoung memang sudah menjadi milikku tahu!” Balas Donghae dengan sengit.
“Mwo?” Eunhyuk menaikkan sebelah alisnya, “Ya! Jika saja-”
“Hey… Kalian ini ribut sekali! Bisa tidak sih kalian tidak bertengkar seperti itu!!” Kesal Kibum seraya berjalan mendekati ruang makan tersebut.
Seluruh pandang mata langsung tertuju pada Kibum, Dan tentu saja yang paling terkejut dengan kehadirannya itu hanyalah satu orang saja. Yah… Siapa lagi kalau bukan Miyoung?
“Kibum-ah!!” Pekik Miyoung dengan senyum bahagia yang terkembang di wajahnya.
“Eoh, Miyoung-ah. Annyeong!” Kibum membalas senyuman Miyoung dengan senyuman khas yang di milikinya itu.
Ia langsung beranjak dari duduknya dan berjalan cepat mendekati Kibum, Dan keadaan di sana seakan berubah dalam seketika saat tiba-tiba saja Miyoung memeluk Kibum dengan erat.
Kedua mata Donghae membulat dalam seketika, Begitupun dengan Eunhyuk. Tapi reaksi yang berbeda terlihat jelas dari raut wajah Sungmin, Hankyung, Kangin, Ryeowook, dan Kyuhyun yang sejak tadi memang ikut berkumpul di sana. Mereka justru hanya terkekeh kecil saat melihat reaksi Eunhyuk dan Donghae yang dapat di bilang terlalu berlebihan.
“Ya!! Kim Kibum!! Menjauh dari Miyoung sekarang juga!!” Teriak Donghae dan Eunhyuk nyaris bersamaan. Dan seakan sadar dengan apa yang terjadi, Kibum pun sontak terkejut dan langsung melepaskan pelukan Miyoung.
“Eh? Kenapa?” Bingung Miyoung, Sedangkan Donghae dan Eunhyuk hanya mendengus kesal. Berbeda dengan yang lainnya yang justru semakin tertawa keras.
To Be Continued…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar